[Onkey] I like it … but i felt insecure …


[Onkey] I like it … but i felt insecure…

Foreword:

Banyak reader yang perotes ini tentang blog gue…*sigh* bener banget, blog gue isinya 2min semuanya, jadi pusing gue…mulai saat ini gue harus perbanyak Onkey deh, biar OKS juga senang, dan untuk JKS? Hehehe…aku usahakan, pengennya sih buka Req FF kayak dulu, Cuma maslalahnya masih ada beban FF FLOAG sih yah…kekekek~

Well, kisah ini sebenarnya banyak dialami oleh banyak temen dan gue sendiri, dulu…waktu gue jadi sophomore di kampus… hahahahaha*curcol

So, here it is…

No bashing, SR, PLAGIARISM

COMMNETS AND LIKE ARE LOVE!

By: Pervy^Sanniiew

~.Onkey

Aku Kim keybum, 20 yo, mahasiswa tingkat 5 Universitas K , jurusan desaign.
Musim dingin bulan ini aku rasa semakin buruk saja jika dilihat dari apa yang akan aku hadapi sekarang… tumpukan tugas yang belum ada junjrungannya, ditambah, kuliah ku yang sudah mau menginjak akhir, skripsi ku akan menanti…

Dan musim ini banyak di antara teman-teman yang sudah sibuk masing-masing, tidak lagi bersenang-senang, semua konsen pada apa yang akan mereka capai, musim dimana hubungan pun dipertaruhkan, banyak yang berpisah hanya karena pekerjaan, skripsi, atau jenjang wisuda yang akan di tempuh.

Aku cemas…sekarang aku merasa cemas
Ketika banyak yang berkata ‘Mungkin memang sudah tradisi, jika ada perbedaan pikiran maka tidak akan nyambung lagi, dan begitulah akhirnya sebuah hubungan akan berakhir.’

Apa lagi… aku tidak tahu apa yang sedang dipikirkan pacarku…ya dia…

“Hei … miss me?”

Aku terkejut, sebuah tangan meraih pinggang ku dari belakang dan mencium pundak ku, aku merinding hingga tengkuk ku dan kepalaku.

“O-onew…”,aku meneloh,

“Hai yeobo… miss you so much…”, dia mencium bibir ku dengan lembut dan tersenyum ke arah ku, wajahnya bersinar layaknya matahari yang kusapa setiap hari, pipi chubby nya mengangkat lucu, dan mata sabitnya itu menjadi segaris jadi terlihat sangat unik dan tambah unik…

Lee Jinki, biasa dipanggil Onew [22 yo], alumni mahasiswa jurusan Managemen bisnis Universitas K, dia adalah pacarku, ya…kami pasangan Gay disekian banyak Gay disini, dia mahasiswa jenius dengan cumloud yang ia capai diumurnya yang ke 21 tahun. Selain itu, dia adalah ketua perkumpulan Successfull saving yang ia dirikan dengan teman yang lain di kampus, ia juga dijuluki ‘Smiling Angel’, dan beruntungnya, dia adalah pacarku…pacar yang sempurna selama 3 tahun ini.

“H-hyung…s-stop, jangan disini…ini dikampus dan siapa saja bisa masuk…ngh…”,

Dan dia…pervert!

“Tapi aku merindukan mu Yeobo…hmm…”,

“Aaah…’, dia mencium leher ku dan memberikan bercak merah disana, aku ingin sekali menamparnya karena ini akan berbekas dan yang jelas aku akan memakai syal untuk emnutupinya, kau kumaafkan karena ini musim dingin dan cocok dengan style ku.

“I-iya…tapi ini club ku Onew…k-kita bisa dilihat orang…k-kau…nggh…aah…”, shit shit shit!! Aku tutup mulutku ketika ia sudah menghisap collarbone ku dengan kencang, dammit Onew! And ..its feel good, though…

“Tubuh mu berkata lain Key…”, dan wajah itu berubah ketika ia sedang mengerjaiku seperti ini, senyum malaikat itu berubah menjadi cengiran iblis yang siap menelanku kapan saja, seperti saat ini…

“Kau sedang memikirkan apa?”, tanyanya disela ciumannya yang terus menjalar dileher ku dan seluruh wajahku, ia himpit tubuhku di papan tulis , tempat dimana aku menggambar hasil pra-desaign ku.

“A-apa…hh…t-tidak ada…kenapa tiba-tiba…k-kau bertanya?”, tanyaku sambil mendorong pundaknya, namun percuma, tubuh ku yang kurus tidak akan pernah menang darinya.

“Kau bohong…”

“T-tidak…O-onew please…cu-cukup…”, aku menjambak rambutnya ketika ia menjilati pundak ku yang terkespos.

Onew mengerang dan menatap ku , ia raih wajah ku dan mengecupnya, kemudian memeluk ku, membenamkan kepalanya di pundak ku dan terus menciuminya.
“Kau ini…sudah kubilang berapa kali, jangan pakai baju berkerah sabrina, aku tidak suka pundak mu terlalu di ekspos…aku cemburu…”, bisiknya dan terus memelukku, merasa geli akan bulu matanya yang menggesek kulit mulus ku.

Aku memukul punggungnya pelan, “Ini namanya style Onew…”, aku cemberut, selalu saja…dia memang pengkritik fashion ku, bukannya dia tidak tahu, dia kalangan jetset…dan dia lebih tahu fashion dibandingku ,sebenarnya…

Lalu, apakah orang yang sedang memeluk ku seperti ini yang harus aku khawatirkan?
sosok yang selalu bersamaku selama 3 tahun ini, menampakan senyumnya yang tidak pernah berubah padaku, meski ada satu dan dua hal yang membuat kami berselesih selama ini, namun ia tetap memberikan senyum itu padaku…seharusnya, aku tidak perlu khawatir…

“Key Hyung—OMO, MIANHE!!!”

BRUK!!
Aku mendorong Onew kencang sekali sehingga dia hilang keseimbangan dan…terjatuh kelanta..mianhe…sepintar apapun dan sesempurna apapun dia, dia tetaplah Onew, dan dia juga terkenal dengan Onew sangtae nya…

“Mianhe yeobo…”, aku ulurkan tangan dan ia menyambutnya dengan senyum.

“Gwencana sayang…’, ia mencubit pipi ku dan berbalik ke arah pintu masuk. “Taemin…kau disana?masuklah…”, perintahnya, ia tahu suara siapa tadi… wajah merah dan malu-malu ia menatap lantai dengan tangan bergetar, pfh, dia Lee Taemin [18 yo] ,adik kelas ku di club ini…pemalu, pintar, dan cantik…namja cantik di kampus ini selalu bertambah.

“M-maaf Hyung…a-aku tidak tahu kalian sedang…’

“Gwencana Minnie ah~ , Key dan aku biasa tertangkap kok…”,

“YAH, ONEW!!”, Teriak ku, aish…namja satu ini, mulutnya seperti petasan angin, tidak bisa diam…Onew hanya terkekeh dan mencubit lengan ku pelan.

“Ada apa Taeminnie baby?”, aku menghampirinya, dia mendongak dan melihat ku panik, seakan ingat tujuan utamanya kesini.

“H-hyung!! Bagaimana ini? Ballroom yang akan kita sewa untuk acara catwalk natal nanti tiba-tiba dicancel, aku sudah berusaha mencarinya yang lain, namun tidak ada tempat yang cukup menampung 20 ribu orang serta peserta…”, katanya panik dan hampir menangis, aku…aku lebih ingin menangis dan menjambak rambut ku hingga semuanya rontok, oh…GOD~ musim ini benar sulit, aku Ketua pelaksana, dan sekarang….

“Tenang Minnie ah~…”
Onew menghampiri kami dan ia merangkul pundakku.

“Hyung, bagaimana ia bisa tenang, aku saja hampir gila sekarang, sulit untuk mencari gedung dalam waktu dekat ini Hyung…”, pekikku, dan aku liat Taemin sudah sesenggukan menahan tangisnya. Oh my…

Onew tersenyum padaku, ia mengelus kepalaku sayang dan menepuk pundak Taemin untuk menenangkannya, dan mengeluarkan iPhone 4 nya ,
“Annyeonghaseyo…ya ini aku Jinki, bisa aku sewa ballroom ditempat anda untuk tanggal…’, dia berhenti dan melihatku,

“Tanggal 24…”

“Untuk tanggal 24? Bisakah?”, tanyanya, aku takjub. “Oh, benarkah…gamsahabnida…”, PIP.

“Nah, Minnie…semuanya sudah beres, ballroom di TFF bisa kalian pakai tanggal 24 nanti, dan untuk masalah teknis administrasinya bisa aku atur…”, kata Onew tersenyum,

Aku menganga lebar, aku menarik tangannya dan memandangnya takjub, “J-jinjja? Semudah itu?!!’, pekik ku tertahan, dia mengangguk dan memeluk tubuh ku ke dada bidangnya,

“Sure… jangan panik sayang…kan masih ada aku…’, itu katanya,

TUHAN, kau sangat baik, ONEW jugaaa~ “Gomawooo…gomawooo yeobo….’, pekikku memeluknya, ia hanuya tertawa dan menahan tubuh ku agar kami tidak jatuh.

“Gomawo Hyung…’, Taemin berbicara setelah selesai menangis.

Onew tersenyum dan menepuk pundaknya, “Kau sudah kuanggap adikku, jadi jangan sungkan…”, balasnya,
“Oh, Taeminnie…kami duluan yah? Aku dan Key ada urusan…ada yang harus kami selesaikan, ya kan Yeobo?”, tanyanya, aku mengerutkan alis, urusan? Apa?

“Urusan? Apa? Aku belum selesai mendesign—“

“Kau ‘desaignlah’ dirumah, akan aku temani…” Crap~ aku tahu apa yang ia maksud dengan ‘desaign’ dirumah…

~.Onkey

“Gomawo Onew hyung atas pinjaman bukunya, bedah buku kemarin sangat membantu…’

“Onew oppa. Terima kasih atas saran nya, masalah pinjama kemarin teratasi…”

“Onew Hyung terima kasih karena saranmu membuat ku tetap jadian dengannya…’,yang ini benar aneh pemberian terima kasihnya.

“Kau juga bekerja sebagai konsultan cinta?’, tanya ku tidak percaya, dia tertawa dan merangkul ku.

“Apanya…aku hanya berikan saran saja kok…hahaha…”

“Aku curiga…jangan-jangan kau juga akan jadi konsultan seks…”, maki ku masih kesal karena dia telah membuat banyak bercak merah di tubuh ku tadi, dan itu dikampus!

Onew, dia hanya tertawa dan merangkul ku, aku tahu ini lebih buruk, serigala manis ini akan terus seperti ini jika ia akan beraksi…dan …

[Onew oppa memang keren dan hebat ya…]

[Ya, club Successfull saving juga bukan hanya terkenal di kampus, tapi juga di kota ini…]

[Neh, pantas saja ada 10 perusahaan yang bekerja sama dalam perekrutan pekerjanya dari dalam club itu sendiri ya…]

[Wuaah~ beruntung sekali Key Hyung~]

[Neh bikin iri…]

[Tapi dia juga hebatkan…]

Chitchat yang terdengar dari mahasiswa dan mahasiswi itu sering terdengar oleh ku, Onew mungkin hanya menanggapinya dengan senyum lebar dan ucapan terima kasih, aku bukannya tidak bangga, namun…itu yang membuat ku cemas…

Senyum yang nggak menunjukkan kecemasan itu, malah membuat ku lebih cemas…
Aku tidak pernah tahu apa yang sedang dipikirkannya…

~.Onkey

“O-oneww…nggh..t-tunggu…”, aku mendorong tubuhnya ketika ia menibanku yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia terus mencium bibir ku dengan liar , melepas bathrobe ku dan menelusupkan tangannya menjalar keseluruh bagian inci tubuhku.

“Hmm … kau wangi, sabun yang kau belikan untukku benar cocok, terlebih kau yang pakai…”, bisiknya membuat bulu kuduk ku merinding,

“O-onew…j-jangan sekarang…a-aku mau masak makan malam…dan…ahh, hmpfh!’, dammit, dia mengulum nipple ku, aku bisa rasakan ia tersenyum memperlakukan ku seperti ini…

Tidak ada yang akan sangka senyu itu bisa berubah jadi senyum pervert dan ganas jika dibiarkan…

“Tapi kau…menikmatinya…tubuh mu…tidak akan pernah berbohong padaku…kibummie…*slrup*…”, aku mengigit tanganku untuk tidak mendesah.please…Onew…aku masih banyak tugas…tapi…kenapa sentuhan nya tidak bisa membuat ku lepas darinya…

“O-onew…j-jangann…aah…Onew…”, aku mendorong kepalanya yang sudah mulai menuruni ciumannya keperutku dan kedaerah selangkangan ku, ia kecupi paha ku dan ia hisap kuat disana, aku lemas…ya Tuhan…

“Jangan kau bilang ‘jangan’ tapi kau bilang ‘enak’..”, aku menganga mendengar pendapatnya, GILA! ONEW GILA!!

“Mana mungkin begitu Onew! Malu kan…minggir, aku mau pulang saja…’, aku berusaha mendorongnya, namun ia malah menggenggam tangan ku di atas kasur.

“Nggak boleh…’

“O-onew…awas, kenapa sih?”, pekik ku berusaha mendorongnya, dia malah tersenyum dan menerjang leher jenjangku, menghisapmnya sesaat.

“Karena aku kesepian…’, bisiknya,

Jantungku berdebar cepat…
“Lihat, kau juga menginginkan aku kan?”, tanyanya menggoda menggigit daun telingaku, aku berusaha untuk tidak mendesah,dammit, dia sangat tahu sekali titik sensitifku.

“Bukan begitu…”, suara ku bergetar karena menahan desahan ku, ia terus menciumi  , hingga di pinggulku, menjilat dan memberikan kecupan disana.

“Kau cantik Kibummie…’, ia tersenyum padaku, menahan pinggulku ditangannya,  wajahku…wajahku memanas ditatap dengan mata itu, seakan menelanku…

“Aku namja! Mana mungkin aku cantik, minggir, jangan gombal padaku…”, cecarku, dia malah terkekeh dan menundukan kepalanya, membuka kakiku paksa, aku tidak bisa melawan.

“Mana mungkin…aku cinta kami yeobo~”,

“AAH…uunh…” dia menjilat selangkangan ku dan menghisapnya tanpa menyentuh member ku…

“Coba bilang Key…kau membutuhkanku…kalau kau tidak bilang, tidak akan kubiarkan kau tidur…’, katanya menjilat member ku,

“Unnh…aaaah…O-oneww….”, kalah, aku kalah darinya, aku tidak bisa bilang, yang dilakukan tubuh ku berbanding terbalik dengan pikiranku, aku memperbolehkannya dengan memajukan pinggulku, menerima perlakuanya.

Kecemasanku..tubuhku…larut dalam perasaan sensual yang sulit ditolak…
Menyebalkan…
“O-Oneww!! Nggh…im..c-cummingghhh…”,
Tapi aku suka…

~.Onkey

“Hyung, kenapa?”, tanya Taemin padaku,aku menoleh dari secangkir ekspresso ku, ia duduk didepanku dan diikuti namja tinggi disampingnya.

“Anio…oh, siapa ini?’, tanya ku penuh selidik, Taemin wajahnya memerah dan menunduk,

“Ng…ini Minho Hyung…dia..pacarku…”, katanya malu…aku terbelalak, sejak kapan? Kenapa dia tidak pernah beritahu aku? Sosok tinggi bermata besar begini, kenapa ia bisa suka? Taemin terkadang seleranya aneh.

“Hai…aku Choi Minho, kau Key kan…pacar Onew hyung…?”, tanyanya, aku menyalaminya.

“Kau tahu Onew? Kau temannya?”,tanyaku, dia tersenyum.

“Neh, kami satu club basket kan…dia juga senior di club Successfull saving…”, katanya, aku ber-0H- ria…

“Jadi kau juniornya…”, kataku, dia mengangguk.

“Hyung, aku ada waktu luang, dan kami akan ke cafe estmoir…kau mau ikut? Ajak Onew hyung juga sekarang…”, ajak Taemin,

“Oh, sayang sekali mInnie ah~ aku tidak bisa, aku ada janji dengan EO yang akan mengurus acara kita…kau duluan saja , lagi pula Onew sedang ikut converence dengan perusahaan ekspor.”, jelasku, aku lihat ekspresinya kecewa, namun Minho itu, dia bisa membuat wajah Taemin langsung berubah dengan cepat, dari cara melihatnya, aku juga tidak bisa membedakan dia dengan Onew, mungkin itulah yang membuat Taemin menyukainya, Minho sepertinya orang baik… sama seperti Onew yang lembut padaku… Taemin beruntung…

“Baiklah…maaf yah Hyung kau harus sendirian menemui EO…”

“Tidak apa-apa, ini kan tugasku…”, kataku tersenyum.

“Baiklah…hwaiting Hyung! Annyeong…”,

~.Onkey

[Yeobo … aku akan pulang jam 7, aku ingin makan masakan mu, masak sup kimchi yah? Jebal… ILYSM~<3 *bighugkisswithtongueandtouch* ;;) ]

Aku tersenyum melihat pesannya, dasar dubu chubby! Tumben dia tidak meminta ayam untuk dimakan, kalau tidak pipinya akan gembul dan tumpukan lemak itu akan terus berkumpul.

Kalau begitu, lebih baik aku keminimart sekarang, membeli keperluan memasak.

“Key?!”,

Aku menoleh, aku melihat namja berkaca mata hitam menyapaku, ketika ia membuka kacamatanya.
“Jonghyun?!”, pekikku, aku menghampirinya , tidak kupercaya, dia ada disini…

“Hei…whatsup Key…sedang apa?’, tanyanya,

“Aku? Kau bisa lihat sendiri kan? Belanja…apa lagi?’, kataku memutar bola mataku, dia tertawa,

“Kebetulan sekali, semenjak aku lulus kita jarang kontek lagi kan?apa kabarmu? Kau tidak bersama Onew Hyung?’, tanyanya, aku tersenyum, ya ..dia teman ku, sahabatku malah, dia juga sahabat Onew , dan kami bertiga teman baik sejak dulu…

“Onew…dia sedang ada converence dengan perusahaan, aku sedang belanja untuk makan malam dengannya…”, aku menunjuk keranjang belanjaan ditanganku,
“Ah, kemana Sekyung noona? Kau tidak bersamanya?”, tanyaku, mereka terkenal sebagai pasangan yang manis dan romantis, meski Jonghyun kadang bersikap dorky, namun ia cukup romantis…

“Oh, aku dan dia sudah putus Key…”,

Aku terdiam, putus?pasangan secocok mereka? Kenapa bisa?
“H-hah? Kenapa bisa?”, tanyaku,

Jonghyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kecut, “Well…kami pikir hubungan kami baik-baik saja, tapi akhirnya putus juga…waktu masih kuliah , meski ada tugas dan kerja sambilan, masih sering ketemu…tapi…”, Jonghyun terkekeh, “Setelah bekerja, sulit sekalI Key…bertemu saja seminggu sekali, itu juga kalau ada waktu…cinta itu butuh kebersamaan juga sih…”, katanya terkekeh.

Kata-kata terakhirnya menerobos kedalam lubang kecemasanku lagi.
“Topik pembicaraan jadi tidak nyambung, waktunya juga sering tidak pas, apalagi kalau menemukan orang yang lebih menyenangkan di tempat kerja..”, katanya,

Aku menelan ludah, benarkah?
“Tapi Key, kau jangan terlalu dibawa pikiran, ini kan kisah ku, dan ini sudah takdir…mungkin kami beruda memang sudah tidak cocok, kalau ada apa-apa … ya dibicarakan saja, toh Onew Hyung juga perhatian denganmu kan?”

…benar…

~.Onkey

Tapi tetap saja… semua omongan Jonghyun berputar layaknya kaset dikepalaku, membuat ku tidak bersemangat…

“Kau kenapa…?”, tanya Onew memeluk pinggang ku dari belakang ketika aku sedang memasak.

“O-onew! Kau membuat ku kaget! Sejak kapan kau masuk?”, tukas ku,

“Buhh~ aku masuk dari tadi, aku panggil kau tidak dengar? Kau melamunkan apa?”,tanyanya melepas dasinya, aku menatapnya, wajahnya lelah sekali…

Jika aku bahas ini sekarang dengannya, maka yang dikatakan ‘waktunya tidak pas’ itu akan membuat kami bertengkar nantinya…lebih baik kusimpan sendiri.

“Kau..mandilah dulu, supnya akan siap sebentar lagi…”, kataku berbalik, aku tidak bisa terus menatapnya , Onew punya indra perasa yang kuat atas diriku, dan aku tidak akan biarkan dia mengetahui jalan pikiranku sekarang…

“Yeobo…kau bohong yah…”, tanyanya, benarkan?

“Apasih…aku bilang tidak ada apa-apa Onew..,.hanya lelah saja kok…”,
Aku nggak bisa bilang, aku juga tidak tahu mau bicara apa? Aku nggak bisa bilang kalau aku ini cemas dan mau teriak…ini membuat ku benar lelah…

“Ada apa?”, tanyanya membalikkan tubuhku, matanya menatapku, senyum dibibirnya hilang, jarak kami hanua beberapa centi saja.

“Onew…aku tidak apa-apa…”, kataku menarik nafas dan memundurkan dadanya, dia menangkap tanganku, aku mendongak, dan senyum bodoh itu kembali lagi…

“Kamu ini…kau tidak bisa bohong dariku Kibummie… kalau begitu, bagaimana kalau aku tanya tubuh mu saja?”,

“O-oneww!!”,

“Kau ini…kenapa malu begitu? Kan sudah biasa?”, tanyanya, aku mendorongnya, bahaya, dia pasti mau melakuakn seenaknya lagi padaku.

“O-onewww…j-jangan…”, aku gemetar, ia sudah menghisap leher ku,

“Kau wangi…”, katanya, aku lemas…kenapa aku tidak bisa menghindar darinya sih?

DRRRTT DRRTT
“Oh, maaf, dari kantorku!”, aku menatapnya, ia sedikit melepas pelukanku dan menegakan tubuhnya.

“…hah? sekarang?”…
“Pak manager? Ya, saya sudah bertemu sekali kemarin…”

[Topik pembicaraan jadi tidak nyambung, waktunya juga sering tidak pas…]

Apakah ini yang dimaksud Jonghyun? Sedkit demi sedikit, topik pembicaraan yang tidak aku pahami semakin banyak, dan waktu juga dirampas…

“Luna-shii yah?”,

Apakah akan putus?

“Oh, maaf sekali, saat ini saya sedang ada urusan penting, jadi saya tidak bisa hadir…”

WAIT…WHAT?
“O-onew…apa-apaan itu, kau tidak boleh begitu, kau harus pergi…”, aku berbisik, sebenarnya aku sedikit lega karena dia meluangakn waktunya, hanya saja…

“…apa? kekantor?”

Aku melihat wajahnya berubah, ada yang tidak beres kah?
“Baiklah…saya mengerti…”,

PIP
Ia tersenyum padaku dan mengelus kepalaku,
“Maaf yah ada urusan kantor mendadak, ayo kita pergi naik taxi, kau ikut denganku.”,

“M-mwo?”

“Cuma ketemu dengan temanku saja…”

“APA?!” … “Aku tidak usah ikut deh Hyung…”, kataku.

Dia tersenyum dan menarik pinggangku, “Ayo ikut! Aku juga ingin cepat-cepat pulang kalau sudah ketemu, jadi kita bisa bersama kan? Aku sudah seharian meninggalkanmu…”, katanya, aku tersentuh…Onew begitu baiknya…

Tapi aku tahu, kelembutannya itu hanya saja karena ia tidak bisa meninggalkanku kan?

~.Onkey

Tempat kantorannya asik sekali, enaknya jika bekerja ditempat yang bisa langsung bercampur dengan resto…pantas ia digaji mahal, perkantorannya pun bagus, tapi kenapa Onew selalu hidup sederhana, aku rasa dia sanggup beli rumah, ya kan?

“Onew!”, aku menoleh ke sumber suara, aku lihat seorang yeoja menghampirinya, tidak lebih tinggi dariku, tubuh kecil dengan rambut blonde terurai indah, siapa dia? Kenapa akrab sekali?

Jangan tampilkan senyum itu padanya, senyum itu hanya untukku Onew…jangan kau begitu…kenapa dada ini sakit? Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi…

[ Onew, maaf aku harus pulang duluan, aku baru ingat ada laporan yang aku harus buat untuk fashion show nanti ]

Aku tidak bisa berkata apapun…aku bingung…

~.Onkey

[ Yeobo~ kau dimana? Maaf untuk semalam, bagaimana laporanmu? Istirahat sebentar untuk minum coffee denganku , mau kan?😉 ]

Masih mencemaskanku, kenapa dia bisa sangat perhatian, padahal kalau dikasur, dia sungguh buas, namun masih bisa selembut ini…
“Sama sekali nggak bisa dipahami kau Onew…”, gumamku.

Namun, hal itu jelas juga sih… jika Onew suatu saat akan pergi dariku, apa perlakuan nya yang seperti ini akan aku rindukan kelak? Aku tidak bisa terus mengharapkan perhatiannya kan? Kami juga butuh waktu untuk memperhatikan yang lain…kenapa…kenapa ini…

Rasanya aku tidak bisa berpikir, bagaimana jika suatu saat…
‘Key maaf … ada yeoja/namja lain yang aku suka…’
Mungkin…jika aku jaga jarak itu akan lebih baik…

[Onew maaf… aku sedikit kesulitan dalam mengurus acara untuk nanti, jadi aku harus mengejar targetnya seminggu ini…]

Yah…lebih baik begini…ini baik…

Sedikit demi sedikit menjauh, jadi kalau nantinya kami akan berpisah, maka aku tidak akan takut, dan tidak terlalu terkejut…

~.Onkey

Drrt drrrt

“Hmmhh…berisik…’, aku mengusap mataku, aku menjadi pemalas kalau tidak bertemu Onew, tidak keluar rumah juga…

Drrt drrt…

“Yoboseyo?”,

[Hyung! Kau dimana? Duuh~ aku dari tadi menghubungimu susah sekali…]

“Mianhe Taemin ah~ aku dirumah, sedang tidur..aku lelah sekali, ada apa?”

[Proposal resmi yang aku berikan padamu ada kan? Sponsor memintanya lagi, besok pagi aku ambil yah…yang ada flyer resmi dari kampus ituloh…oke?]

“Ada..ada…oke…bye Taemin…”

PIP

Kenapa denganku, aku jadi pemalas begini , aish…
“AHH!”,
T-tunggu…kemana? kemana tas ku yang berisi map dan berkas tugasku, dan…proposal!!!!

~.Onkey

Kemana…dimana aku meninggalkan tas itu? Seingatku aku membawanya ketika keluar kampus, tapi kenapa sekarang tidak ada? Saat naik bis pun aku juga sudah bawa…lalu kemana?

Onew…aku telpon Onew saja…

Tuut…tuut….tuut…
CLICK

Tidak tidak…aku tidak boleh menghubunginya, aku sedang jaga jarak dengannya, lebih baik aku cari ulang, kalau tidak ketemu matilah sudah, semua nasib ku ada disana, project tahunanku, proposal, bahan ujian…oh tidak…

DRRT DRRT DRRT

Onew?

“Y-yoboseyo…? maaf Hyung, kepencet … aku tidak ada apa-apakok…sungguh…”

[Kau dimana? Kau tidak dirumah kan? Aku akan kerumah mu sekarang, aku tahu pasti terjadi sesuatu…]

Dia tahu?
“Tidak Hyung…sungguh, tidak ada apa—“

[KIBUM]

Aku bergidik, kalau dia sudah memanggil nama depanku, dia pasti serius.

[JANGAN MAIN-MAIN YAH! ORANG YANG TIDAK PUNYA MASALAH TIDAK AKAN MUNGKIN BILANG ‘TIDAK ADA APA-APA’, CEPAT BERITAHU AKU KAU ADA DIMANA?]

Glek~ “Aku…aku ada di jalan Yunseok…dekat rumah ku…”,

~.Onkey

“Kibum!”, pekik sebuah suara turun dari mobil dan berlari ke arah ku, dia memeluk tubuhku yang kedinginan, nyaman sekali, tubuhnya hangat…

‘Onew Hyung maaf …”,

Dai menepuk punggung ku dan tersenyum menatapku, “Gwencana…aku tahu kau sedang bimbang dengan acara mu kan?”,

Gawat … jika begini aku bisa nangis, dia benar sangat lembut dan nyaman…

….

“Aku sudah tanya ke terminal bis, mereka tidak menemukan barang tertinggal,aku ingat dengan jelas kalau aku bawa semuanya saat keluar kampus…’

Onew menatapku dengan tenang dan mengelus kepalaku,
‘Kau pulang dengan rute biasa?”

Aku bingung, aku hanya mengangguk,dia tersenyum dan menarik tanganku.
“Arraso! Kau sudah cek ke minimart? Pasti belum, kita cek kesana sekarang…”, Onew…dia bahkan tahu kebiasaanku…

“Ya ini tadi tertinggal di bawah casier…karena tidak ada tanda pengenal dan alamat, kami tidak tahu harus kembalikan kemana…” kata sang pelayan.

“Gamsahabnida…”, kata ku senang dan membungkuk, dengan itu kami keluar dari sana, aku lega sekali…ini semua berkat Onew.

“Kau hebat! Kenapa kau bisa tahu?!”, pekikku, Onew terkekeh.

“Aku ini pacarmu selama 3 tahun pabo…jika ikuti kebiasaanmu aku sudah tahu dimana kau mampir…”, dia menyentil kepalaku, aku memegang jidatku, Onew…aku senang, meski aku tahu aku harus menjauh darinya…

“Ahhh~ dingin sekali…boleh aku mampir sebentar dirumahmu?”

“Y-ya…”

~.Onkey

“Nggak masalah kan aku sedikit manja padamu?”, bisiknya memeluk ku dari belakang ketika aku selesai mandi.

“A-apa?”

“Tidak apa-apa…kau juga boleh bermanja denganku Kibummie…”, ia memelukku lebih erat dan mencium tengkuk ku,
“Ortumu sudah tidur, jadi kita bersenang-senang sebentar saja, mereka juga sudah tahu kan?”, kekehnya menggendong ku dan membantingku kekasur.

Dia mencium bibir ku dengan lembut, berubah menjadi panas, dan bernafsu…apa ini, niatku tidak seperti ini, kalau begini aku akan kebawa suasana, ciumannya turun keleherku dan tangannya masuk kedalam baju ku.
“T-TIDAK BOLEH!!”, teriakku.

“Yeobo?”, aku membuang mukaku, aku enggan menatapnya,

“M-mianhe…aku tahu aku sudah ditolong…tapi aku tidak bisa Onew…” aku diam sesaat, bangkit dari tidur dan memundurkan badanku, “Aku tidak bisa…karena saat ini aku sedang menjaga jarak denganmu…”, aku bilang!!! Aku pejamkan mataku, tidak ada reaksi darinya…

“Baiklah!”, jawabnya dingin, aku sekilas melihat tatapannya mendingin, ia tidak pernah sebegini marahnya padaku, bahkan dia tidak pernah menatap ku dengan mata itu…aku takut…

“Jumuseyo…”
BLAM

Aku tatap pintu kamarku yang terutup…mianhe Onew…soalnya aku tidak bisa, semakin sering bersamamu aku jadi semakin suka padamu…
“..hiks…mianhe…Onew…”

Aku sudah tidak bisa mencintaimu dengan polos lagi…

~.Onkey

Sudah seminggu sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu sama sekali dengan Onew, jadwal fashion show yang selalu membuatku untuk meninggalkan sejenak persoalan itu, jika kami bertemu dengan tidak sengaja saat ia kekampus, maka kami hanya saling tersenyum, namun aku tidak bisa menyapanya, walau hanya sekedar bilang ‘hai’, itu menyiksaku perlahan, aku tidak tahu perpisahan akan menyakitkan begini… tahu begini, aku tidak akan mau memulainya…

“Selamat Key, kau sukses mengadakan acara ini, itu bukti loyalitas mu…kami dan pihak kampus bangga padamu…”,

“Terima kasih Bu…”

Aku menarik nafas, malam natal…rasanya udara semakin dingin saja…
“Key hyungg…aku pulang duluan yah? Kau masih menunggu Onew hyung?”, tanya Taemin menepuk punggungku, aku tersenyum seadanya, mengangguk karena berbohong…

“Baiklah…aku sudah ditunggu Minho diparkiran…kau hati-hati yah…terima kasih atas kerja samanya, kita sukses Hyung…annyeonggg~”

“Kau juga hati-hati,annyeonggg~”, aku melambai padanya, kemudian melihat mereka melintas sekali lagi didepanku, Taemin terlihat bahagia bersama Minho, aku hanya berharap semoga mereka langgeng.

Tidak seperti aku…
Apakah dia juga berpikir jika berakhir begitu saja tidak apa-apa? Aku ini kenapa…aku yang memutuskan untuk menjauh, malah aku yang merasa bersalah dan menyesal?

“…Aduuh…aku kangen …”,

Grep~
“Aku juga!”,

“O-onew…?”,

Ia tersenyum padaku dan mengalungkan syal besar dileher ku,
“Hai, aku datang mau berikan hadiah untuk sang ketua pelaksana yang sudah mempersembahkan acara yang sukses…dan juga kado natal!”, katanya, aku menelan ludahku…jangan tatap aku dengan matamu itu dan juga senyum yang aku rindukan itu Onew…jebal…

“A-aku ada urusan…bye!’,

“KIBUM!! TUNGGU!!!”, ia menarik tanganku, aku tidak mau menatapnya, aku berusaha melepaskan tangannya itu dariku.

“KIBUM, ADA APA DENGANMU SEBENARNYA?!!!’, teriaknya mencengkram lenganku.

“S-sakitt…”, ringis ku, ia terkejut dan melepas tanganku, namun matanya tidak berubah, ia tidak pernah marah atau membentakku, kenapa ini…?

“Ada apa denganmu? Kenapa kau begini? Kalau ada perasaan yang mengganjal dan masalah, kita bicarakan dengan baik-baik, tidak seperti ini, ini namanya lari dari masalah, dan itu pengecut!”, bentaknya,

Benar…benar sekali…aku memang pengecut, aku penakut, aku takut kau pergi…
“..a-aku…aku takut Onew…aku takut sekali putus denganmu ketika nanti kita sudah bekerja masing-masing, aku merasa kau jauh sekali Onew…aku takut kau akan meninggalkanku, aku juga takut tambah mencintaimu, makanya…a-aku…aku minta maaf, kalau—‘

“Aku juga takut!”,

Aku mendongak, dia berjalan kedepanku, menyentuh pundakku , pandangan matanya sudah melembut, “Kau pikir hanya kau saja yang takut? Aku lebih takut, karena dengan tiba-tiba pacar yang aku sayang selama 3tahun ini memintaku untuk menjauh darinya sehingga kita bisa jaga jarak…”

Onew meraih pinggang ku dan mengecup keningku, aku menatap matanya , mencari keseriusan disana,
“Key…aku tidak akan menyerah, sampai saat ini aku pun selalu mengawasimu…”
Mwo?dia…jangan bilang dia …
“Ya, aku menunggumu sepulang kampus, aku ikuti kau hingga kau sampai rumah jika aku ada waktu, kau tahu, aku seperti stalker bodoh, mengikuti pacarku sendiri, untung kau tidak tahu ada yang mengikutimu, itu menyeramkan kan?” katanya dan memeluk ku.

“O-Onew…”

“Key, apapun akan kulakukan , dan aku usahakan, agar kau nyaman dan bahagia denganku…oke?”,tukasnya mengelus pipi ku yang dingin dengan tangan besarnya, ia lirik bibirku yang membiru, dengan senyum ia mencium ku, sudahlah…aku percaya padanya…sungguh….

~.Onkey

“Key..kau cantik…”, tukasnya mencium collarbone ku, aku hanya mendesah , tubuh ku panas, dan nyaman…sungguh, ini terasa lebih nyaman dari beberapa hari lalu…

“Kau tidak marah…?” tanyanya,

Aku tersenyum, aku raih tubuhnya dan mengangkat kakiku,
“Ani…lakukan saja…’, katanya, dia tersenyum, dan dengan itu tubuh kami berpacu dalam gerakan yang seiraman, desahan ku terdengar dikamarnya.

“…oooh…J-jinki…nggh…nyaman sekali…”, desah ku, dia melihat ke arah ku,

“Yoebo?”,

Aku membuka mataku dan meraih tengkuknya, aku menciumnya dengan ganas seiring hujamannya di dalam tubuhku, aku kalungkan kakiku dipinggangnya, aku tidak akan melepaskannya… dan aku tidak akan lari dari sensasi ini…

“Nggh…J-jinki…terusss lakukan…ngh…hah…aku suka ini…aku menginginkanmu…”, bisiku ditelinganya, aku bisa rasakan ia tersenyum diantara leher ku dan mengecup pundakku,

“Ya…sebanyak apapun Yeobo ah~”,

“Nggh …J-jinki…im cumm…aaah….”,

.

.

.

‘Musim semi nanti bagaimana kalau kita pindah jadi serumah saja ya?”, tanyanya memeluk ku dari bekakang, mengecupi punggung ku.

“A-apa?” aku berbalik, dia tersenyum dan mengecup pipi Ku.

“Mhm, kalau kita tinggal satu rumah , nggak usah khawatir tidak bisa bertemu kan?”, tanyanya dan mengangkat tubuhku, dan mencium bibir ku.

“Kalau kau masih khawatir juga, kita menikah saja setelah kau lulus…arraso?”,

“Boleh…”, aku rebahkan kepalaku di dadanya, sungguh badannya besar sekali, badan kecil ku terasa tenggelam.

“Kibummie…”

“Hm?”

“Ronde kedua yah?”

“Mwo?”,

END!

Well…thanks yang udah mau baca Onkey abal ini…udah lama gak nulis Onkey, dan semoga aja banyak yang suka, ini sumpah ancur abesss….
Maaf yah karena jarang ngasih FF onkey dan yang lain

Comments and like are love!

101 thoughts on “[Onkey] I like it … but i felt insecure …

  1. buahhahahahaha
    onew sangtae and pervert!
    gilaaa seneng bgd saya sama ceritaa yg kaya gini nih..
    yang happy ending kaya gini
    yang romantis…yang so sweetttttt
    lagi dong thor..lestarikan cerita yg kaya gini ahaha

  2. Bwahahahahaha
    Ujung”a ending’a ditutup sama ke”pervert”an onew

    Cerita’a bagus & ‘mendidik’
    Saia suka saia suka

  3. Sumph!
    Suka bgt ma crita ini..
    Suukkaaa skali……^^
    Entahlah. Cinta bgt ma Bang Jinki yg pervert abiz… Plus Kibum yg malu2 nagih(?!).. Lol.

    Crita yg kek gini nih yg bikin nagih.
    Bener bgt tuh, crita kek gni perlu dlestarikan!

  4. kyaaaaaaa suuuukkkaaaaa kyaaaaaa>///<

    aduh sumpah ini bkin dag dig dug, ikutan cms jg klo OnKey PUTUS. tp syukurlah:-D

  5. Hahahaha,,, gila,,, Jinki pervect banget,,,, Kibumie terlalu takut,, haha,, ngakak pas baca yg terakhir…

  6. Oh My jjong ini so sweet banget ,OnKeynya gila NC’n mulu kagak bosen apah *plaaak*
    Haha omongan jjong bener” bikin KEY jadi gila ,galon pula karna jauh dari Onew ,hahahaha😀

    Ronde ke dua nanti nyu habis nikahan aja *plaaaak* *abaikan*

  7. ini kelinci bibirnya nyosor sekali wkwkwk..
    gw lakban juga ntar xD

    jangan takut bum~ setiap orang beda beda.. janganlah berpikiran sempit hehehe~

  8. hadeuhh….
    jinki pervert banget sih…

    kibum jangan berpikir yang enggak enggak dulu dong…
    onew kan setia…🙂

  9. Ayoo ronde ke duanyaaa ,hihihi 😁😁
    Ini swwweett,, tdi mkirnya kibum bneran tinggalin jinki,
    Eh ternyata happy end 😚😚

  10. Aigoooo kim kibuuuuummm~~
    Segitu takutnya apasih??
    Kalo tajut pisah ya di jaga.. bukannya malah dijauhin :))
    Kalo tambah dijauhin yg ada dianya kan yg bingung?😦
    Tetapi kekhawatiranmu tak berarti apapun sekarang.. karena jinki akan menjadikanmu miliknya❤
    Uwuwww~~
    Happy wedding jinkibum!♡♡ ㅋㅋㅋㅋ

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s