[OnKey/Transgender/Sequel/4-4] We Got Married, Tried to be Honest for This Feeling…


PD nim naik ke atas rumah mereka, melihat poster yang baru tertempel disana.

“Seunghyun? Siapa yang menempelnya?”

“akuuu. Bolehkah?”

“emm. Kau fans nya? Kalian kan satu management?”, PD nim bertanya heran.

“tidak bolehkah orang satu management saling mengagumi?”, sekarang justru Key yang heran.

“bukan begitu. Hanya tidak biasa saja. Kalian kan setiap hari bertemu. Sudahlah…ini tantangan kedua kalian”, PD nim segera berikan penjelasan tentang tantangan kedua mereka.

Dan ternyata….

“WHAT?”

“MWO?“, ucap mereka berbarengan.

“ahjussssiiiii, ahjummmaaaa”, dua suara imut menyapa mereka dari bawah.

Yang benar saja? Dasar acara gila!! Masa aku disuru merawat dua anak kecil!!! Asdfghjkl, Key sibuk mengumpat.

Sementara yang ada di benak Onew benar-benar kebalikan dari istrinya. Ia sangat menyukai anak kecil. Jadi tantangan ini sepertinya akan menyenangkan.

“mereka sudah datang”

Onew dan Key sama-sama melihat ke bawah.

Dua anak berusia sekitar 4 atau 5 tahun, yang satu namja dengan kemeja biru dongker dan celana hitam membawa robot sementara yang yeoja sangat manis, rambutnya yang ikal menggantung dikuncir dua dengan kunciran winnie the pooh, memakai dress juga dengan motif winnie dan berpita warna putih dengan memegang boneka beruang madu berperut gembul itu.

“yaaaaaaaaaaa, kyeoptaaaaaa”, Onew histeris melihat nya. Dua anak itu imut sekaliiiii.

Ia segera turun, sedangkan istri virtualnya justru masih bertahan diatas sana, menelan saliva nya melihat dua ‘monster kecil’. Ottohke? Dari dulu ia sepertinya tidak ditakdirkan untuk dekat dengan anak kecil.

“baby, annyeeeeeooooong”, sapa Onew ramah sambil mencubit pipi merah tomat kedua anak itu.

Keduanya tersenyum. Bahkan si perempuan kecil itu merentangkan tangannya dan Onew langsung tanggap dengan menggendongnya ke atas.

“annyeeeooong, siapa namamu cantik?”

“Kim Minzy”

“JINJJA?”, teriakan datang dari atas. Key tidak mempercayai pendengarannya. Minzy? Kim Minzy? Benarkah? Ia segera turun dan menghampiri ketiga orang itu.

“siapa tadi nama mu?”, Key bertanya pada anak kecil di gendongan Onew.

Ia tidak menjawab, air mukanya berubah, lalu tiba-tiba “hiks hiiikkss”, ia langsung menangis dan memeluk membenamkan wajahnya di leher Onew. Sang leader SHINee itu langsung memberikan pandangan sinis pada Key, “ish, wajah mu itu menakutkan tau!”, Onew membawa anak kecil itu menjauh, sambil menenangkannya.

“ssstttt, sudah sudah, ahjumma itu memang begitu wajahnya, tidak bisa diubah”

“WHAT? AHJUMMA? APA AKU SUDAH TERLIHAT SEPERTI AHJUMMA?”

“huaaaaa”, tangis si kecil semakin keras. Onew semakin memberikan death glare nya. Ish, yeoja macam apa dia? Apa tidak punya sedikitpun sifat keibuan?

Tiba-tiba baju Key ada yang menariknya, ia melihat ke bawah, “ahjumma, kau cantik tapi kenapa galak sekali”, ‘monster kecil’ satu lagi yang memegang robot ternyata yang menarik baju Key. Dan dia bilang apa? Galak! Kurang ajar!!

“ppffttt, bahkan anak kecil pun bilang kau galak. Mereka ini lucu Key, kau masih bisa memarahi anak selucu mereka?”, omel Onew sambil menenangkan si kecil dalam gendongannya.

“lalu aku harus bagaimana? Mereka merepotkan sekali!!”, Key mulai kehabisan akal. Ia anak tunggal. Seumur hidupnya ia tidak pernah merasakan pengalaman mengasuh anak kecil. Salah siapa setiap anak kecil di dekatnya tidak bisa akrab dan malah menjauh? Jangan salahkan aku kalau aku jadi membenci anak-anak!!

“sapa yang ramah? Cobalah!!”

“ish!! Merepotkan!!”

Ia mulai pada ‘monster kecil’ yang masih asyik bermain dengan robotnya.

“baby…annyeeooong”, sapanya [memaksa] ramah.

Namja tampan kecil itu tidak memperdulikan, ia masih bermain dengan robotnya.

Kurang ajar!! Diajari apa ia oleh orang tuanya!!

“heh”, Key kembali memanggil [membentak sebetulnya].

Si anak tampan itu akhirnya mendongak, menatapnya…malas.

“baby annyeeooong, hehe”, Key memaksa tersenyum.

Si kecil terdiam beberapa detik sebelum akhirnya ia memberikan jawaban yang cukup membuat Key tersentak dan naik darah,

“ahjumma, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kenapa kau bersikap sok ramah padaku?”

“hahahahahaha”, Onew tidak tahan untuk menahan tawanya. Anak ini menjawab jujur…tapi jawabannya….pppffftttt.

“YAK!!”

Anak kurang ajar!!

“hei, tampan, siapa nama mu?”, Onew berjongkok menyamakan tinggi si anak imut ini sambil menurunkan Minzy dari gendongannya. Ia sudah agak tenang dan kembali bermain dengan boneka winnie nya.

“aku? Taemin”, ia kembali bermain dengan robotnya.

“mwo? Jinjja?”, kali ini Onew yang terkaget. Taemin?

“tentu saja”, sahutnya tanpa melepaskan pandangan dari robotnya.

“nama lengkapmu?”

“Choi Taemin. Ahjussi, kenapa kau begitu ingin tau namaku? Memang kita pernah kenal sebelumnya?”, ia kembali menatap dingin.

Key ikut berjongkok di sebelah Onew dan reflek mendekatkan bibir nya ke telinga suami virtualnya ini, berbisik, “anak sekecil ini kenapa bisa mempunyai sikap kurang ajar begitu? Dia aneh!”

Onew menoleh. Masih tidak sadar bahwa yang barusan dilakukan Key dan posisi mereka sekarang adalah posis terdekat mereka selama ini.

“ssttt, anak kecil itu bermacam-macam. Sudah lah, ladeni saja”, Onew ikut berbisik, sementara para kru dan PD nim WGM hanya tersenyum lebar menatap pasangan ini. Apa mereka tidak sadar posisi mereka saat ini?  Dua sejoli itu masih asyik dengan anak kecil di depannya.

Onew berdiri dan matanya menangkap sosok PD nim yang tersenyum menatap mereka, masih tidak sadar kenapa semua orang tersenyum, ia bertanya, ”hyung, benarkah nama mereka Taemin da Minzy?”

“tentu saja! Kau pikir mereka bohong? Anak kecil tidak bisa berbohong, Jinki”

“maksudku…kenapa bisa kebetulan dengan nama magnae kami?”, Key ikut berdiri menayakan hal yang sedari tadi mengganggu pikirannya. Kalau ini suatu kebetulan, aneh sekali!!

“mana mungkin kebetulan. Kami memang sengaja mencari anak kecil yang bernama Taemin dan Minzy. Anggap saja anak kecil itu benar-benar magnae kalian dan kami ingin tau bagaimana kalian memperlakukan magnae masing-masing”

Onew dan Key berpandangan. Lagi-lagi tanpa disadari.

“memperlakukan magnae?”.

Memory Key dan Onew bersamaan memutar perlakuan mereka pada sosok mungil di group masing-masing.

Taemin selama ini diperlakukan istimewa oleh semua hyung nya, tidak ada yang aneh. Sementara Key? Semua Unnie di 2ne1 memperlakukan Minzy dengan baik, KECUALI KEY!! Yaaa, ia memang tidak pernajh mempelakukan siapapun dengan baik kan? Tidak terkecuali Minzy, sang magnae? Jadi harusnya, tidak ada yang aneh dong?

“ahjussii, Minzy lapal”, sosok imut berkuncir dua mendekati mereka, atau bsia dibilang, lebih mendekati Onew lebih tepatnya. Setengah wajahnya disenmbunyikan di balik boneka winnie nya.

“aigoo, lapar sayang. Kajja, kita ke restoran ayaaaamm”, ketika hendak berjalan, kerah kemeja Onew ditarik oleh Key dari belakang.

“yak! Sakit!”

Bletak…

“bodoh!! Kau mau membuat seluruh generasi penerus Korea menjadi monster ayam sepertimu? Pakai otak mu, masa anak kecil kau beri makan ayam? Aigo, aku tau kau bodoh tapi bisakan tidak keterlaluan?!”, Key memarahi sambil berbisik. Biar bagaimanapun, bertengkar di hadapan anak kecil bukan suatu contoh yang baik [tuh tau Key].

“lalu aku harus memberi makan apa?”, ia ikut berbisik.

Sementara dua anak kecil di depan mereka hanya melihat aneh dua orang dewasa di depannya yang sibuk berbisik satu sama lain.

“tanya mereka mau makan apa!! Bodoh!!”

“aish. Kau membantu sekali”, ucap Onew menyindir.

“Minzy, Taemin, mau makan apa?”

“memangnya aku minta makan? Yang minta makan kan hanya Minzy”, lagi-lagi ucapan sinis keluar dari namja kecil ini.

“yak! Kalau tidak mau makan tidak usah sinis begitu!”, Key mulai kehilangan kesabaran menghadapi anak kecil satu ini. Setauku Taemin, magnae SHINee begitu imut, kenapa anak kecil ini berbeda sekali?

“kau juga sedali tadi sinis, ahjumma”, ia kembali bermain dengan robot di tangannya.

“KAU..”

“Key sudahlah”, Onew menghentikan pertengkaran yang tidak perlu ini.

“Minzy, mau makan apa?”

“emmm. Bubul”, ucapnya imut.

“kau ini sudah besal kenapa masih mau makan bubul?”, Taemin kecil memarahinya.

“memangnya kenapa?”

“hei hei sudah”, kenapa kecil-kecil sudah bisa bertengkar.

“heh ayam, kenapa kau menghentikannya? Aku mau melihat kalau anak kecil bertengkar seperti apa?”

“ish. Bicara apa kau ini?”, Onew menatapnya dengan pandangan aneh.

“lalu kau mau makan apa, Taemin?”, Onew bertanya lembut.

“pizza”, ucapnya yakin.

“hah? Pizza? Memangnya kau tau pizza itu apa? Heh, anak kecil sok tau, belum ada 10 detik yang lalu kau bilang tidak ingin makan, lalu sekarang bilang dengan yakinnya mau makan pizza? Plin plan sekali kau!”, Key mengomel.

“sudah Key”

“biarkan saja! Anak sok dewasa ini harus diajari untuk konsisten terhadap ucapannya sendiri!!”

“ahjumma, tadi ya tadi, sekalang ya sekalang. Sudah sebesal itu kau masih belum bisa membedakan waktu?”

Key serasa ditampar oleh makhluk mungil di depannya. Anak ini benar-benar mau membunuhku pelan-pelan yaa?

“Taemin, jangan begitu sayang”, Onew mengelus kepala nya pelan. Anak ini hanya harus diajari dengan cara yang mereka mengerti, bukan cara yang orang dewasa mengerti. Tidak ada kata ‘salah’ dalam kamus mereka, karena saat ini mereka hanya sedang belajar…belajar untuk mengenal dan mempelajari segala sesuatu. Disaat seperti ini, orang dewasa dituntut untuk menurunkan egonya hingga ke titik terendah.

“mulai sekarang, kalau permintaan mu ingin dituruti, kau juga harus sopan terhadap orang yang lebih dewasa, karena untuk anak se umur mu, kau masih belum bisa memenuhi apa yang kau mau tanpa orang dewasa. Arra?”

“ahjumma ini menyebalkan, ahjussi”

“kau seratus kali lebih menyebalkan dari ku!”

“Keeeyyy”, Onew mengingatkan. Pandangannya seolah berkata ‘enough!’.

Ia terdiam.

“kalau kau bersikap manis, aku yakin kakak cantik ini juga akan manis padamu”, Onew berkata sambil tersenyum. Ia ingin mengajarkan pelajaran selanjutnya, perlakuan apa yang ingin kau terima dari orang lain, maka kau harus melakukan hal yang sama pada orang lain juga.

“maukah meminta maaf padanya. Seorang laki-laki, kalau kau menganggap dirimu dewasa, maka harus bersikap selayaknya orang dewasa. Laki-laki dewasa harus bersikap sopan pada wanita dan meminta maaf jika salah. Sekarang, ayo minta maaf”, Onew masih berkata lembut.

Beberapa detik, ia masih bergeming. Onew menganggukkan kepala untuk memberikan keyakinan padanya.

“ahjumma…”, ia berhenti sejenak.

“Taemin minta maaf”, ia melanjutkan lirih sambil menunduk tapi cukup terdengar Onew dan Key.

“sudah, ahjussi”

“good boy!!”, Onew mengacak rambutnya gemas.

Ia menggendong Minzy.

“kajja. Disini ada restoran pizza. Kita beli pizza lalu makan di tempat bubur. Kebetulan aku kenal dengan pemiliknya, jadi tidak masalah kalau kita membawa makanan lain ke kedainya”

Taemin menatap Onew yang menggendong Minzy.

“aku juga mau digendong, ahjussi”.

Minzy mengeratkan pegangannya pada leher Onew, seolah tidak mau melepaskan.

Onew memandang Key…

“aku? aniyaa”, ia mentah-mentah menolak. Urgh, menggendong anak kecil. Yang kurang ajar seperti ini pula!! Tidak sudi!!

“Keeyyy, tolonglah. Aku tidak mungkin menggendong dua anak bersamaan. Tangan ku hanya dua”, Onew memohon.

Key menoleh ke anak kecil sok dewasa itu.

“kau kan bisa jalan sendiri, kenapa harus minta gendong sih? Manja!”

“tuh kan, ahjussi. Ahjumma ini yang telus mencali masalah dengan ku”

Onew memandang yeoja disampingnya. Pandangannya lelah. Sungguh, ia memang sudah lelah hari ini.

“arrassoooo”, ia kemudian menggendong Taemin.

Mereka berempat berjalan menuju restoran pizza yang tidak jauh dari taman.

Di perjalanan, Onew dan Minzy berjalan di depan sedangkan Key dan Taemin berjalan di belakang.

“Taemin”, Key memanggilnya pelan.

“emm”, ia hanya menyahut sekedarnya.

“kenapa kau bersikap tidak selayaknya anak kecil? Tidak manis, tidak sopan. Setauku sifat anak kecil tidak seperti itu. Memangnya kau diajari begitu oleh orang tuamu?”, Key mengeluarkan uneg-unegnya sejak tadi.

Ia masih terdiam dan bermain dengan robotnya.

“Taemin, jawab aku atau kuturunkan di jalan”, Key mengancam.

“aku tidak pelnah diajali olang tua ku”

Hah?

“maksudmu?”

“olang tua ku sibuk bekelja. Aku sendilian di lumah belsama pala lobot”, ia dengan entengnya menjawab.

“para robot?”, kalimat yang aneh jika mengacu pada benda.

“aku menyebutnya begitu. Meleka olang-olang yang menggantikan olang tua ku untuk mengulusku di lumah. Sikapnya sepelti lobot, hanya menuluti pelintahku tanpa bisa diajak belcanda. Sepelti lobot yang kubawa ini, tidak bicala. Hanya menuluti apa yang aku pelintahkan”

DEG…

Key seperti melihat dirinya dalam sosok yang lebih kecil. Persis dirinya. Karena itu mereka tidak bisa cocok. Karena sifat keras kepala mereka sama!! Karena didikan yang diterima sama!! Didikan pelayan!! Ya, didikan para robot bernyawa yang disewa orang tua mereka untuk menggantikan tugasnya. Padahal mereka bukan boneka. Hanya disayang…lalu selesai. Dipenuhi segala kebutuhannya, lalu dibiarkan sendiri. Bahkan hingga detik ini, ia masih tidak bisa mendeskripsikan apa arti frase kasih sayang itu?

Ya, detik ini, ia sangat mengerti keadaan Taemin. Ia seperti berkaca, mungkinkah dulu ia juga bersikap seperti ini? Menyebalkan, meremehkan setiap orang. Sifat seperti ini, ternyata sungguh…tidak baik di mata orang lain. Apakah ketika besar, Taemin akan menjadi seperti dirinya. Suatu doa yang reflek terucap bahwa ketika Taemin besar, ia akan menjadi seorang Lee Taemin, magnae SHINee. Anak imut dan menyenangkan, bukan seperti seorang Kim Kibum, dingin dan tertutup.

Ia memeluk namja kecil ini, tanpa terasa air matanya mengalir.

Empat jam kemudian…

“Taemin sudah tidur, dan pelayannya baru saja menjemputnya”, Key duduk di sebelah Onew yang sedang duduk di balkon, memandang ke depan sambil menggantungkan kaki ke bawah. Langit sudah menjelang malam.

“jinjja? Lalu Minzy?”, Onew menoleh memandang yeoja cantik yang duduk di sebelahnya dan sekarang ikut memandang langit sore menjelang malam di depan mereka.

Key menoleh. Kini, kedua leader itu saling menatap, pandangan Key teduh, entah apa yang menyebabkannya sangat berubah hari ini. Semenjak mereka makan, Key menjadi berubah. Ia lebih ramah, bahkan Minzy sudah tidak takut dengan Key. Kamera masih merekam mereka intens. Suatu perkembangan yang mengejutkan, sungguh!!

“dia kan sudah dijemput orang tuanya dari tadi, dasar bodoh”, ia tersenyum dan kembali menatap ke depan. Senyum itu juga…..berbeda. Bukan senyum sinis seperti yang biasa Key tunjukkan pada Onew.

Onew masih menatap Key. Wajah oval dengan pipi tirus mulus dan mata kucing yang indah, semakin cantik ketika ia menggunakan segala anugerah Tuhan itu untuk tersenyum dan memandang hangat orang lain.

Key sebetulnya tau Onew masih menatapnya, tapi entahlah. Hatinya sedang baik hari ini, dan lama kelamaan, tanpa bisa dipungkiri ada suatu perasaan nyaman yang ditawarkan pelan-pelan oleh namja di sampingnya, bahkan tanpa Key sadari.

Dan kini…

Onew mengambil gitar yang ada di pojok rumah mungil mereka. Gitar yang memang ia sengaja bawa untuk mengusir rasa bosan kalau Key mulai bersikap dingin seperti biasa.

Sebuah alunan akustik manis, mengiringi sebuah lagu yang belum pernah Key dengar. Ada di girl group beraliran hip-hop membuatnya lebih sering mendengar dan mengenal lagu bertempo cepat dibanding lagu beraliran sweet pop seperti saat ini.

Mereka berdua sama-sama memandang ke depan. Sungguh apa yang meeka lakukan saat ini tidak ada di script, mereka tau itu. Tapi entah kenapa, hati mereka sedang mencoba jujur saat ini, mengalirkan perasaan yang selama ini

You’re my girl, my love, my girl

You’re my girl, my love, my girl

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

On the good days and bad days and the times you need someone to lean on

I’ll always be there for you

 

You’re my girl

 

When I open my eyes to your voice in the morning

I can’t help but keep smiling all day

When we’re together I want to hold you forever and never let go of you baby

Don’t want to go chasing after this love

This can dissappear anytime

When I am in doubt I will remember your smile forever

I will love you, girl

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart.

On the good days and bad days and the times you need someone to lean on

I’ll always be there for you

 

You’re my girl

You’re my girl

 

If there is anything I could say to show my love

I would say them to you right away

Even if I’ve been around this world

There’d be nothing to show how much I really adore you, girl

I’m afraid this can turn into memories but

I’ll try not to think of it

Cause a lifetime is not enough to be loving you

Forever, I will love you

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

On the good days and bad days and the times you need someone to lean on

I’ll always be there for you

 

You’re my girl

 

Oh, Dear God…

 

Don’t let this relationship fade away

Without her, I couldn’t even go on

Because I love her so

Because I cherish her

I’ll never let go of this love

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

On the good days and bad days and the times you need someone to lean on

I’ll always be there for you

 

You’re my girl, my love, my girl

You’re my girl, my love, my girl

You’re my girl, my love, my girl

You’re my girl, my love, my girl

 

You’re my girl, oh my love…

[Kevin (Xing), My Girl (English Version)]

*sumpah ini lagu enak banget, kalian harus dengerin…*

Key menatap namja tampan di sampingnya, sementara yang ditatap hanya terus menatap ke depan. Lagu ini…..apakah untuknya?

Ia menunduk…

“gomawo………..oppa”, untuk kata yang terakhir ia berkata sangat lirih.

HAH?

Onew menoleh cepat. Ap-apa tadi katanya? Oppa?

“kau memanggilku apa?”

Key mengangkat kepalanya, “aniya, aku hanya bilang gomawo. Memang nya tidak boleh?”, nadanya kembali sinis seperti biasa, Key yang biasanya.

“bukannya tadi memanggilku…”, ucapan nya terhenti begitu melihat mata kucing Key yang menyipit sinis, mengancam.

“memanggilku…ayam”, ia menunduk. Aku pasto salah dengar!!

“kan memang kau ini ayam jejadian. Sudah aku mau pulang”, Key berdiri dari duduk nya dan berjalan menjauh.

Namun baru beberapa langkah…

“Key”

Ia membalikkan badan.

“apa?”, sahutnya malas.

Onew ikut berdiri dan berjalan mendekati pasangan virtual nya ini

“kau berterima kasih untuk apa?”

Mereka saling memandang…lekat.

“semuanya…sampai sejauh ini”, ucapnya pelan.

“memangnya kau merasa aku melakukan apa sejauh ini?”, pertanyaan itu memancing, dan Key ingin menunjukkan bahwa ia bukan orang yang mudah terpancing.

“kalau kau tidak merasa melakukan apapun sejauh ini, itu jauh lebih bagus“, ia kembali berjalan, namun…tangannya ditahan oleh tangan kekar itu.

“pembicaraan ini belum selesai. Jawabanmu tidak menjawab pertanyaan”

“karena pertanyaan mu memang tidak seharusnya ditanyakan”, ia melepaskan tangannya, memberi bungkukan salam pada semua kru kemudian turun, menuju mobil yang sudah bersiap dibawah membawanya pulang ke dorm.

Leader SHINee itu masih tidak bergerak di tempatnya, menatap mobil van hitam metalik yang membawa istri virtual nya, berjalan semakin menjauh dan akhirnya benar-benar tak nampak.

“karena memang bukan pertanyaan itu yang sebenar nya ingin kutanyakan padamu, Key”, ucap hatinya. Ya, hanya ia dan Tuhan yang tau perasaan apa yang ingin Onew jujur sampaikan pada orang yang bisa dibilang baru mengenalnya.

“Jinki”, bahunya ditepuk oleh PD nim.

“nee hyung”, cengiran gigi kelinci khas nya kembali.

“gomawo untuk hari ini yaa. Waahh, kau hebat sekali!! Improvisasi mu dengan lagu tadi sungguh luar biasa! Aku puas!! Gomawo yaa”

“ah? Aniya hyuung. Aku hanya sedang senang dengan lagu itu, jadi reflek menyanyikannya, hehe“, ia masih tersenyum lucu, matanya hanya segaris ketika ia tersenyum, karena itu siapapun yang melihatnya tersenyum, pasti mau tidak mau ikut tersenyum melihat ekspresi wajahnya.

“benarkah? Hanya karena alasan itu? Bukan karena leader tampan kita satu ini mulai menyukai leader cantik 2ne1?”, PD nim mulai menggodanya. Sebetulnya tanpa ditanyakan, sebetulnya ia sudah yakin bahwa Onew memang menyukai Key. Jelas terlihat dari segala gerak-gerik bahkan tatapannya. Bekerja di industri hiburan berpuluh-puluh tahun, apalagi sekarang dipercaya menangani acara semacam ini, membuatnya sudah hafal membedakan mana orang-orang yang melakukan segala hal, mulai dari tingkah laku dan tatapan mata yang jujur dari hati atau hanya sekedar acting seprofesional apapun itu, karena sesuatu yang jujur datang dari hati tidak dapat ditutupi dan ditandingin dengan acting sebagus apapun, dan apa yang ditunjukkan Onew selama ini jelas terlihat memang datang dari hati leader baik ini,

“menyukai? Ah, aniyaa. Namja ideal Key adalah TOP hyung dan aku jelas sama sekali berbeda dari nya. Jadi tidak mungkin”, ia tersenyum…miris sambil memandang poster di samping mereka.

“tck. Namja ideal itu kan hanya sekedar kriteria idaman, tidak berarti apa-apa, jangan khawatir. Seperti aku, yeoja ideal ku itu Lee Dae Hee. Siapa namja yang tidak menyukai aktris super cantik itu? Tapi bukan berarti aku hanya mengharapkannya saja dan tidak menerima orang lain kan? Buktinya, istriku sekarang sama sekali berbeda dengan Lee Dae Hee namun dimataku ia adalah yeoja yang paling cantik dan istimewa. Semuanya, Tuhan yang mentakdirkan dan ini yang menentukan, Jinki”, PD nim menunjuk hati nya.

Onew hanya terdiam. Ia dengarkan perkataan itu baik-baik. Sebuah pelajaran hidup yang bisa mengubah pandangannya, mengubah segalanya.

“Bukan berarti dengan mempublikasikan pada media tentang namja ideal nya, ia hanya menyukai TOP dan tidak membuka hatinya untuk yang lain. Kau ini sama sekali tidak peka yaa? Kau itu masih harus banyak belajar. Aku saja bisa melihat Key mulai pelan-pelan membuka hatinya untuk lebih mengenal mu, dan itu adalah sebuah kesempatan emas yang harus kau manfaatkan baik-baik. Key bukan yeoja biasa, ia istimewa! Kau harus sadari itu! Karena itu perlakuan mu padanya pun harus istimewa! Ia unik, introvert, terkesan dingin dan tak tersentuh, tapi itu hanya untuk menutupi segala kelemahan dan kelelahannya. Terkadang orang yang seperti itu seringkali justru malah jauh lebih lemah dibanding orang yang dari luar sudah terlihat rapuh”

Onew mengangguk. Ya, ia mengerti kalau segala sifat dingin Key hanya sebiah topeng yang ia pasang sebagai tuganya menjadi leader.

“aku pulang dulu hyung. Kamsahamnida untuk hari ini, semuanya kamsahamnidaa”, Onew membungkuk pada semua kru.

Waktunya pulang dan membenahi semuanya, hati dan pikiranku.

Di dalam van 2ne1…

“oppa, kau punya nomor manager SHINee?”, Key bertanya pada manager nya.

“ada. Wae Key?”

“bisakah tolong hubungi dia? Aku ingin bicara…”

“dengan Onew?”, ia memotong pembicaraan.

“nee”, untung lampu mobil tidak terlalu terang dan manager nya duduk di kursi depan sehingga semburat merah yang entah dari mana datang tidak terlihat.

Manager mereka merasa ada yang aneh.

Ia menoleh ke belakang, menatap Key

“tadi kau meminta…tolong?”, ia bertanya tidak yakin.

“nee. Waeyo?”

“a-ah? anii”, salah makan apa dia?

“telfonnya diangkat”, ia menyerahkan ponselnya pada Key.

“yoboseyo Oppa, ini Key. Bisa berbicara dengan Onew?”

“Onew? Ah bisa tentu saja. Jakkamannyo”

“yoboseyo”

“ayam, kau sibuk tidak? Bisa bicara sebentar?”

Onew melihat jam tangannya, sudah malam, dan besok ia harus kebandaa pagi-pagi sekali. Tapi ajakan ini terlalu menggiurkan untuk ditolak.

“oke. Dimana?”

“taman samping dorm kami. Kau tau?”

“nee. Aku segera kesana”

PIP…

Telfon diputus.

Di taman…

Mereka duduk di dua ayunan yang bersebelahan.

“ada apa?”

“aku…aku hanya penasaran tentang lagu tadi”

Onew tersenyum. Ah, tentang lagu…

“kenapa?”, Onew memancing the truth question.

“ah? Emmm…lagu itu…kenapa menyanyikan lagu itu?”

“lho? Kau mengundangku bicara malam-malam hanya untuk menanyakan alasan ku menyanyikan sebuah lagu?”, Onew masih tersenyum.

“aniii, hanya…”, Key masih memikirkan kalimat yang tepat untuk mengatakannya.

“kau ingin menanyakan apa lagu itu kunyanyikan untukmu?”

Hah? Apa namja ini punya kekuatan membaca pikiran?

“kau ingin jawaban jujur atau jawaban yang menyenangkanmu?”, Onew melanjutkan pertanyaannya.

“ini sudah malam, jangan membuang waktu!”, Key berusaha menyembunyikan perasaannya.

“ya, itu untukmu. Be my girl”, Onew menatap ke depan.

Hhhhh, Key menarik nafas panjang, terdiam.

Onew menoleh.

“ada sesuatu yang ingin diceritakan padaku?”

Key balas menatapnya. Mata teduh itu. Sifat polos itu. Onew hadir dengan segala kesederhanaannya, masuk perlahan ke hatinya melalui pintu yang tidak pernah dilewati siapapun. Menawarkan rasa yang tidak pernah diberikan oleh siapapun, yang bahkan Key tidak tau apa namanya.

“aku pernah jatuh cinta, dulu”

Key mulai bercerita.

“kami menjalin hubungan selama tiga tahun, tapi sekarang, orang itu telah memilih yang lain”

Onew masih mendengarkan intens.

“ia sekarang bersama sahabatku”

“pacarmu direbut oleh sahabatmu?”

“aniyaa. Aku yang menyerahkannya”

Menyerahkan? Kening Onew berkerut heran.

“menyerahkannya pada orang yang jauh lebih baik dan lembut. Aku terlalu mencintainya. Selama tiga tahun kami bersama, ia terlihat bahagia dan hubungan kami baik-baik saja, tapi entah kenapa kebahagiaannya tidak membuatku bahagia. Atau mungkin karena kebahagiaan itu bukan berasal dari hatinya?” Key tersenyum miris.

“karena itu kau menyerahkan namja itu pada sahabatmu?”

Key tersenyum, “emm, sahabat ku jauh lebih bisa membahagiakannya, sampai detik ini, bahkan di depan mataku. Tapi yang aku tidak sadari adalah itu ternyata menghancurkan hatiku pelan-pelan, dan saat ini…”

Key menoleh, menatap Jinki.

“hati ku sudah benar-benar hancur. Hancur karena luka yang ada tidak sanggup kuobati sendiri karena lukanya terlalu dalam dan obatnya tidak sampai di lukanya. Semakin lama, luka itu mengikis hati pelan-pelan dan entah sejak kapan, akhirnya hancur tanpa bisa dibangun lagi. Luka itu akhirnya mengunci diri, tidak sanggup menerima obat dari siapapun karena terlalu takut orang asing itu malah semakin menghancurkannya”

“tidakkah kau mencari kuncinya?”

Ia tersenyum, “kuncinya ada di namja itu. Orang yang memperkenalkan pelangi dan badai dalam waktu bersamaan”

“pelangi dan badai?”

“keindahan dan kesedihan dalam waktu bersamaan, sekarang kunci itu hilang, atau hancur bersama hatinya, entahlah”

Key kembali menatap ke depan

“karena itu, siapapun yang memaksa untuk masuk, dia akan selalu menempati posisi kedua. Tempat di posisi pertama sudah terlalu hancur dan tidak bisa ditempati siapapun karena terkunci. Walau orang itu akan sama-sama memperkenalkan pelangi, pelangi itu tidak akan pernah sama karena dilihat dari sudut yang berbeda”

Key bangun dan memegang pipi namja tampan ini, “dan kau terlalu baik untuk hanya mendapat posisi kedua. Jadi…maaf”

END…

End aja yah? Gue capppee. Sorry, numpang curcol dikit, hehe.

Tha_tha babaiiii…

71 thoughts on “[OnKey/Transgender/Sequel/4-4] We Got Married, Tried to be Honest for This Feeling…

  1. whaaaaattttt?????
    udah nih???
    yakin????
    haduuuuhh thooorrr bikin penasaran ajeeee,,,,
    lanjut dooonnnnkkkk,,,,
    kan belun kelar tuh wgm nya gmn,,,
    trus jinki jadi ama key apa gak????
    hwaaaaaaaaaaaaaa lanjooooooooooottttttttttttttttttt
    #nangis mohon2 bareng jinki

  2. Lah lah,siapa yg nempatin posisi pertamanya ?
    Trus nasib our leader ondubu ?
    Ending wgm nya ?
    Ya udah aku bikin sendiri ya ending nya wkwkwkwk

    Ending nya : key jadian ama onew !
    Trus onkey jadi best couple ever ! Hahahahahahahahah

  3. huhhhhh sangat membingungkan endnya,, ngegantung thor!!
    kenapa versi onkeynya gak dibuat sequelnya? #kabur ke pojokan

  4. MWO????
    that is all??
    mennnnnnnn gue kagak puas author!!
    penasaran ampe ujung ubun2 thor…
    bikin sequelnyaa dongggg…..plissss huhuhu
    pdhl seru…keynyaaa mulai sukaaa kannnnnnn
    arghhhhh waeeee thor waeeeeeeeeeeeee *ngeruk2 tanah

  5. Author-ssi, endingnya gantung habissss huweee….banyak bangetvpertanyaan yg belum kejawaaabbb, lanjutinnplease ><
    #mohon barenh readers lain

  6. dikira end nya bakal jadian mereka.. tp nggak apa apa sih.. yg penting udh baik hubungan antara mereka..

  7. Tumbenan luuuhhh… ini onkey yang terbalik #plaakkk biasanya si emak yang heboh liat anak kecil… eehhh ladalah kenapa sekarang jadi si babeh yang heboh. Yang anti(?) Ama anak kecil pan si babeh ini malah si emak #benar”tertukar hahhahaa

    Suka banget ama karakter emakyang dingin tapi lemah di dalem(?)… jadi kayanya tuh paassssss banget ama karakter babeh. Moga makin berkembang ye hubungannye ammmminnnnn…. babeh kayanha udah mulai nunjukin kodw tuh si emak.udah jangan hirauin yang emak bilang okkkk..😉

  8. Eoh!O.o
    ini end beneran??
    Yaaaaah….kok ngegantung?…aiiishhh
    harus dilanjut ini,belom puas *plak

    Ekheum..cieee..key sekarang udah bisa minta tolong,semuanya karna onyu…dia merubah segalanya…*hahay
    asli sukaaaa…..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s