[2min] MyFirst Love Story part 5


Anyeong readers,

Aku bawa ff ini sebelum hiatus. itu kalau aku betah? FF ini banyak JoonTae dan sedikit 2min. buat OKS jangan kecewa dulu, mugkin next part bakal ada OnKey. Jjong adanya next part gak sekarang. Ya dah, yang paling penting untukku yaitu commentnya.

NO COMMENT NO NEXT

title      : My First Love Story

Author : Ria and Chaeyoung

Pairing  : 2MinJoon

Cast     : Taemin as yeoja

              Minho as namja

             Joon MBLAQ as namja

             and other cast.

genre   : Romance, and Angst? jangan peduliin yang Angst

Suara tawa seorang yeoja memecah keheningan di taman sore itu. Nampaknya ia sangat senang dengan namja yang bersamanya waktu itu. Namja itupun tak henti-hentinya menggoda yeoja berkacamata minus itu.

“Oppa,,,sudah! Aku lelah…” kata yeoja itu sambil merebahkan tubuhnya di atas rerumputan di dekat sebuah pohon besar.

“Hahaha…kau lelah? Tapi aku belum!! Taemin,,,kau terlihat sangat cantik jika tertawa seperti itu!” kata namja itu seraya ikut merebahkan tubuhnya di samping yeoja tersebut.

Taemin hanya tersenyum kecil mendengar perkataan namja itu. Mereka menatap ke langit yang berwarna biru cerah itu.

“Taemin,,aku ingin menyanyi untukmu! Boleh tidak?”

“Mwo? Menyanyi? Boleh?”

“Dengarkan baik-baik ya…karena aku tidak akan mengulang!”

“Arraseo!”

“Ironne mamul daguchyodo…Nega he kyorul suchimyon…Do kuroke usmyo…Nan amogotdo mothe…”

“Oppa,,,Nae bukeureowoyo!” kata Taemin sambil menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya.

“Yak,,,wajahmu merah, kau kenapa? Hahaha..” goda Joon pada Taemin.

“Sudahlah oppa,,,ayo kita pulang, sudah hampir malam!!”ajak Taemin pada Joon.

Keesokan harinya,,seperti biasa Namja itu menjemput yeoja kesayangannya dengan sepeda yang biasa dipakai ke sekolah. Disepanjang jalan menuju sekolah, mereka selalu tertawa. Tidak menghiraukan orang-orang yang melihatnya.

Di taman belakang sekolah seorang yeoja  yang membawa kotak bekal nampaknya sedang menunggu seseorang. Tiba-tiba seorang namja muncul dari belakang dan mengagetkan yeoja itu.

“Annyeong my princess! Mian, sudah menunggu lama ya?” ujar orang yang sejak tadi ditunggunya.

“Ani, gwenchana oppa!” sahut yeoja itu.

“Kajja kita makan! Aku lapar” ajak namja tersebut.

Yeoja itu membuka kotak bekalnya, tapi,,,nampaknya namja itu celingukan. Penasaran akan isi kotak bekal yeoja itu. Tiba-tiba namja itu tersenyum dan mengambil dadar gulung dari bekal yeoja itu sambil berkata “selamat makan!” dengan jahilnya. Sedangkan si yeoja menatap kesal pada sang namja.

“Joon oppa…ish!” kesalnya seraya memukul namja yang ternyata bernama Joon.

“Hehehe,,,” cengir namja itu.

Bel pulang sekolah berbunyi, sekolah sudah tampak sepi seorang yeoja duduk di beranda kelas dengan kepala tertunduk. Sepertinya dia sedang sedih.

“Annyeong Taemin, kau kenapa? Kau tampak sedih?” kata Joon yang tiba-tiba muncul. Taemin langsung mengangkat kepalanya.

“Gwenchana oppa!”

“Katakan padaku. Apa yang terjadi?” namja itu merengkuh bahu Taemin, memaksanya untuk mengatakan sesuatu.

“Mereka mengancamku,,,mereka bilang aku tidak pantas untuk merasa senang!” kata yeoja itu yang mulai menitikkan air mata dari matanya yang sayup.

“Mereka? Maksudmu Yuri dan teman-temannya?”

Yeoja itu mengangguk pelan.

“Hah, dia lagi! Wajahnya memang cantik, tapi hatinya lebih buruk dari bangkai tikus!! Taemin, sudahlah jangan dihiraukan! Dia hanya iri padamu! Sikat kloset itu hanya ingin menjatuhkanmu!”

“Mwo? Sikat kloset?”

“Nde, dia namja sikat kloset!! Eh, tidak,,,sikat kloset jauh lebih baik darinya! Sikat kloset bentuknya memang jelek, tapi dia berguna untuk membersihkan, sedangkan Yuri, dia tidak berguna!” celoteh Joon yang membuat Taemin tertawa kecil.

“Taemin,,,jangan pernah kau hiraukan perkataannya lagi! Kau 10.000 kali lebih baik darinya! Jangan sedih lagi ya….” kata Joon sambil mengusap air mata Taemin.

“Fighting!” lanjut Joon mengepalkan tangannya.

“Ne, Fighting!” kata Taemin yang mulai melebarkan senyumnya.

“Jangan takut,,,aku akan selalu di sampingmu dan menjagamu! Ingat, hadapi semua dengan senyum!”

“Nde, Oppa!” sepertinya yeoja itu sudah mulai senang kembali.

“Ayo pulang!”

“Kajja!”

Taemin dan Joon berlalu meninggalkan dua orang namja yang tanpa sadar mereka lewati. Salah seorang namja mulai bekata

“Sejauh yang kulihat,,terlihat jelas sekali kalau Taemin sangat bahagia saat bersamamu dulu! Kau selalu ada kapanpun ketika Taemin membutuhkanmu! Kau benar-benar menjaganya dengan baik!”

“Ne, tapi ada saat dimana aku tidak bisa menjaganya seperti tadi,” sahut sosok itu.

Namja yang satunya menatap sosok itu bingung.

“Sudah ikut saja,,,,pegang tanganku,” mereka berpegangan tangan, lalu menghilang.

***

Snap

Minho membuka matanya. Dia melihat sekitarnya. Ini di apartemenku? Kenapa aku kembali kesini? Dasar, hantu sialan! Batinnya. Dia beranjak dari kasurnya, lalu bersiap untuk sekolah.

Ketika akan berangkat sekolah. Minho dikejutkan oleh Joon yang tiba-tiba duduk di kursi depan komputer. Melihat itu, ia langsung menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang ada di otaknya.

“Aku membawamu kembali karena aku takut melihat kesalahanku waktu itu!” jawab Joon sambil menunduk.

“Bukankah aku bilang sudah siap untuk membantumu? Kenapa kau jadi pengecut?” sahut Minho.

Joon menatap Minho. Matanya berkaca-kaca, sepertinya tadi ia menangis. Minho tertawa kecil. Aneh sekali, dia yang minta bantuan dan sekarang ia jadi pengecut seperti ini? ckckck.

“Wae? Kenapa kau tertawa?” tanya Joon.

“Aneh saja, kau yang minta bantuanku sekarang kau seperti ini! mana semangatmu itu!” ledek Minho.

“Benar juga, ini demi Taemin!” sahut Joon mengelap air matanya dan mulai memasang wajah serius. Minho bingung, kenapa hantu ini cepat sekali berubahnya sih?

“Waeyo?”

“Nanti malam kita lanjutkan acara jalan-jalannya ya?” kata Joon lalu menghilang.

***

Bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar, termasuk Minho yang sedang menunggu seorang yeoja di depan kelasnya. Namun naas, Yuri yang tahu keberadaan Minho segera menghampirinya.

“Annyeong, Oppa…kenapa belum pulang? Menungguku ya?” sapa Yuri. Minho yang mendengarnya merasa ingin muntah. PD sekali yeoja ini?

“Tidak, aku sedang malas pulang,” alasannya.

Taemin keluar dari kelasnya. Dia mendapati Yuri dan Minho yang sedang duduk berdua. Kenapa ada rasa benci ketika melihat Minho dekat dengan yeoja lain? Taemin berlari melewati dua orang tersebut. Minho yang menyadari Taemin melewatinya segera berlari menyusulnya.

“Kenapa sih, Minho menyukai pembunuh?” kesal Yuri yang tadi ditinggal Minho tadi.

Taemin terus berlari sampai di pinggir jalan raya. Dia langsung menyeberang karena tidak ada mobil yang lewat, tiba-tiba mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya. Minho yang melihat kejadian itu langsung mendorong Taemin ke pinggirr jalan tak peduli dengan jatuhnya kacamata minus yeoja itu.

“Taemin, Gwenchana?” tanya Minho khawatir.

Taemin masih syok. Seolah-olah ia melihat kembali peristiwa yang sangat menakutkan untuknya. Minho terus mengguncang tubuh Taemin yang bengong.

“Taemin, kau kenapa? Ayo, cerita padaku, kau kenapa?’ tanya Minho yang semakin khawatir. Taemin memandangnya dengan mata yang berkaca-kaca dan langsung memeluk Minho.

“Oppa, aku takut takut,,,,huhuhu,,,aku takuuut” histeris Taemin yang semakin memeluk Minho erat.

Minho semakin heran dengan tingkah Taemin. Yeoja itu memeluk, menangis dan berteriak ketakutan sampai ia pingsan di pelukannya. Minho segera membawa Taemin ke rumah sakit dan menghubungi keluarga Lee.

@hospital

Minho menunggu Taemin di periksa di IGD. Keluarga Lee datang dengan wajah yang jauh lebih cemas dibanding dirinya. Appa Taemin segera bertanya pada Minho.

“Nak, apa yang terjadi pada Taemin?” Minho memandang seluruh keluarga Lee.

“Dia hampir tertabrak mobil, tapi ketika aku menolongnya dia berteriak ketakutan sampai ia pingsan, karena panik, aku membawanya ke rumah sakit,” jelas Minho.

Onew yang mengerti segera berbisik ke appanya. Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang IGD.

“Bagaimana keadaan anak saya, Dok?” tanya umma Taemin.

Dokter memandang mereka semua. Menghela nafas sebentar. Seperti ragu untuk mengungkapkan sesuatu.

“Sebelumnya, apa ia pernah mengalami peristiwa yang mengerikan seperti ini?” tanya sang dokter.

“Benar dok, ia pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya syok!” jawab appa Taemin.

Dokter itu tersenyum.

“Kalau begitu,,,satu-satunya obat untuk anak anda adalah pergi ke Psikiater,,, memang ia tidak mengalami luka fisik, tapi ia terluka psikisnya, tidak usah menginap, ia sudah boleh pulang,” Jelas sang dokter.

Mereka mengangguk paham, sedangkan Minho dan Key masih bingung akan penjelasan dokter. Setelah dokter pergi, mereka menjenguk Taemin yang masih pingsan. Key menarik  Onew pergi ke suatu tempat. Sepertinya ia meminta penjelasan atas ini.

***

Minho berjalan dengan sempoyongan. Joon yang melihatnya pun bertanya.

“Yak, kenapa jalanmu seperti itu?”

Minho menatap hantu itu sejenak, “Sebenarnya apa yang terjadi pada Taemin? Sehingga ia memiliki trauma seperti itu?”

Joon tersenyum, “Mandi, belajar, makanlah dulu, setelah itu aku ajak kau melihat yang tadi kita bicarakan, lalu aku akan menunjukkan kenapa Taemin bisa seperti itu, tapi aku tidak menunjukkan semuanya. Kusarankan kau hubungi Onew hyung, kakak Taemin,”

“Kenapa kau tidak bisa mempertlihatkannya padaku?”

“Karena melanggar perjanjianku,” jawab Joon.

Segera saja Minho melakukan apa yang dikatakan Joon. Walaupun hatinya belum puas akan jawaban yang diberikan oleh Joon. Sedangkan, Joon duduk di kasur Minho sambil menangis. Terasa rasa penyesalan disana, karena ia terus bergumam “Mianhe, Taemin,,,karenakku kau jadi seperti ini”. Sebenarnya Minho bisa mendengar gumaman hantu itu, tapi ia memilih menangis dalam diam.

Joon menatap Minho.

“Kau siap?”

“Ne, aku siap!” lalu tangan mereka bersatu dan

Wush

Mereka menghilang.

***

Di koridor sekolah, berlarilah seorang namja yang bernama Joon. Dia mengecek setiap ruangan di sepanjang koridor itu guna mencari seorang yeoja yang biasa bersamanya itu.

“TAEMIIIN!” teriaknya memanggil yeoja yang dicarinya itu.

“Kenapa aku tidak disisinya? Padahal aku tahu apa yang akan dialaminya?” gerutunya.

Joon terus mengecek seluruh ruangan di sekolah tak peduli kalau hari mulai malam. Tinggal satu ruangan yang belum dia cek, yaitu gudang yang terletak di belakang gedung olah raga. Dia mencari kunci gudang di kantor guru yang sepi karena tinggal dirinya dan satpam penjaga yang ikut membantunya mencari Taemin.

Saat di depan gudang, ia tidak tenang memegang kunci gudang. Melihat hal itu satpam yang menemaninya mengambil kunci yang ia pegang. Membuka pintu gudang yang gelap, lalu menyalakan lampunya. Betapa terkejutnya mereka melihat Taemin pingsan yang diikat dengan luka lebam yang ada di tubuhnya. Segera saja Joon menggendongnya dan satpam penjaga itu memanggil ambulan.

Sepanjang perjalanan Joon terus menggengam tangan Taemin dan menangis. Dengan tangan gemetar ia menelepon keluarga Taemin. Disisi lain, dua namja yang memerhetikan mereka hanya menangis. Minho mengepalkan tangannya menahan marah. Dia menatap Joon seolah-olah tatapannya mengisyarakat agar ia pergi ke tempat lain.

“Bersiaplah untuk hal yang lebih berat,” kata Joon.

“Aku siap!”

Mereka saling berpegangan tangan lalu menghilang.

***

Seorang yeoja mengetuk-ngetukkan kakinya seperti menunggu seseorang. Tak lama kemudian orang yang ditunggunya itu datang. Hari ini mereka janjian untuk bersepeda di komplek rumahnya. Yeoja itu tersenyum melihat orang yang ditunggunya itu datang.

“Oppa lama sekali!” kesal si yeoja sambil memukul pundak orang itu.

“Mianhe, tadi umma menyuruhku untuk mengantar makanan ke panti asuhan dulu, jadi lama… aku harus apa sehingga kau mau memaafkanku?” jelas Joon.

Taemin berpikir sebentar lalu tersenyum.

“Belikan aku es krim,”

“Roger! Perintah siap dilaksanakan,” sahut Joon menyuruh Taemin menaiki sepedanya. Kemudian mereka bersepeda membeli es krim.

Disisi lain ada mobil yang pengendaranya sedang mabuk, sehingga ia menerobos masuk ke arena khusus bersepeda. Di lain tempat Taemin dan Joon bersepeda dengan riangnya. Mereka bernyanyi bersama, dan memakan es krim secara bergantian.

Mobil yang menerobos itu tak jauh dari tempat JoonTae bersepeda. Mereka tepat berada di mobil itu. Minho yang melihat hal itu bersiap-siap memasang kamera yang sejak tadi dibawanya. Dia menelan ludah ketika mobil dan sepeda yang mereka naiki sudah dekat dan

Brakkk

TBC

Brak, meong. kenapa TBC dan pendek banget? karena aku gak sanggup nulis lanjutannya. Kalau banyak yang salah ketik aku minta maaf ya? Aku tunggu RCL.x ya?

See you on next part

Gomawo

kalau banyak yang RCL aku akan cepet lanjutinnya.

37 thoughts on “[2min] MyFirst Love Story part 5

  1. part 6…part6….part6.
    penasaran lanjutannya nich,,.. cpet dipost ya ^^
    di list fanficnya ditulis end, trnyata masi tbc…

  2. Lohhh???? Kok TBC cihh?? Padalah aku klik jdul’a udahh end.. Huueeee lanjutan’a gmna ><
    Lg seruuu taemin'a knpa trouma huhuhu

  3. Yah kok tbc ? Pendek bgt -_-, yuri asal aja kalo ngomong, bilang taemin pembunuh tpi gak sadar diri dia sndri monster yg suka nyiksa org.

  4. Aaaaaaaq TBC..:'(..
    Sdih bgt tu hidup si taemin..
    Taemin jgn mikirin joon trus dong(readers2minshipper)😀
    Kpan nih minho dketin taemin bwd di lamar..
    Annnnddd ad mslah apkh dbalik ini…
    Aauuthhoor cpet dilanjut y…
    Udh lemes nih nangkring (?) mulu..
    Fighting author..<3

  5. Wahhh knp tbc….
    Padahal udh berharap tamat…
    Ditunggu chap 6nya….
    Lanjut… Lanjut…..
    Gomapta…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s