[Onkey/1S] Love story


Foreword:

Just, enjoy, no bashing, no SR, no Plagiarism …
COMMENTS AND LIKE ARE LOVE

Pairing : Key-Onew-Kibum

Raiting : Sad/Angst

Author : TAEMpe
.
.
ONEW POV
Ku berjalan tergesa-gesa sampai di rumah. Sudah 2 tahun aku hidup dengan Key. Dan kami sangat bahagia. Ditambah satu namja kecil di rumah. Yoogenie.
Sampai akhirnya kau memutuskan untuk pergi
“Onew kumohon” pintamu di sela tangismu. Aku? Aku tak mungkin melakukan hal itu. Tak mungkin. Aku sangat menyayangimu Key. Sangat. “JEBBAL ONEW. Tolong aku” pintamu lagi.
“Kau sudah gila Key. Mana mungkin aku meninggalkan mu” teriak ku padamu. Kau memintaku pergi dari hidupmu. Ini tidak adil Key.
“Aku mohon Onew.. Ini permintaan terakhirku” ucapmu mulai terisak. Aku memandangi punggungmu yang bergetar hebat.
“Tidak mungkin Key. Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan ada di sini. Di sampingmu. Kita sama-sama sembuhkan penyakitmu. Ne~?” lirihku mengelus punggung sempitmu. Memelukmu erat seakan tak ingin melepaskannya.
“Anni.. hiks.. Tak mungkin bisa di sembuhkan.. hiks.. Kangker otak stadium 4 Onew. Stadium 4. Tak ada harapan lagi aku untuk hidup, maka dari itu. Tinggalkan aku sendiri Onew. Pergi bawa Yoogen pergi. Carikan dia umma baru” pintamu dalam tangis.
“ANNI. KEY. ANNI. Suami macam apa aku ini? meninggalkan mu yang sedang sakit. Pergi mencari namja/yeoja lain. Kau pikir aku ini namja macam apa Key?” teriaku frustasi.
Kini punggungmu bergetar lebih hebat. Tangismu semakin membesar(?). Kurasa kemejaku mulai basah oleh air matamu. Tenang Key ada aku disini. Aku tidak akan meninggalkanmu. Tidak akan.
~.Onkey
“Umma. Huhuhuhu. Umma” tangis Yoogeun memelukmu.
“Aish wae? Em?” tanyamu lembut.
“Umma. Yoogeun gak mau pelgi cekolah. Yoogeun mau diem aja di lumah sama Umma” manjannya. Yoogeun yang baru pulang dari sekolah langsung berhambur mencarimu yang sedang memasak di dapur.
“Aish kau tak boleh begitu. Kau ingin pintar?” tanyamu. Yoogeun menangguk mengiyakan “Kalau begitu kau harus sekolah. Nee?”
“Anni. Teman-temanku nakal cemua umma” manja Yoogeun.
“Kalau temanmu nakal. Kau harus menakalinya lagi. Arra?” tenangmu.
Yoogeun menangguk setuju “Nee. Tapi kalau dia macih nakal gimana umma?” tanya Yoogeun.
“Umma akan datang kesekolahmu dan menjewer teman nakalmu. Nee?” senyummu.
“Yaksok?” tanya Yoogeun.
“Yaksok” janjimu melingkarkan kelingkingmu di kelingking kecil milik Yoogeun.
“Baiklah besok aku mau sekolah Umma” teriak Yoogeun mempererat pelukanmu.
~.Onkey
“Onew. Saranghaeyo” tiba-tiba kau mendekatiku yang sedang membaca koran. Memeluku menciumku.
“Ehehehe. Nado sarang” ucapku geli karena tingkahmu. “Merindukanku?” tanyaku. Kau tersenyum menangguk malu. “Ahahaha” tawaku menggendongmu kekamar. Kututup pintu perlahan, takut Yoogeun terbangun.
Hingga kau putuskan tuk meninggalkanku
 
Saat ku buka mataku karena sinar matahari yang menelusup lewat jendela-jendela kamar. Kau sudah tak ada. Ku mengadah melihat ke samping yang biasa di tiduri olehmu.
Kosong. Tak ada dirimu.
Segera ku mengambil pakaian dan memakainya singkat. Ku lihat di kamar mandi siapa tau kau kekamar mandi. Tak ada.
Ku lihat kamar Yoogeun. Tak ada.
Dimana sosokmu?
Kucoba terus-menerus menghubungi mu namun nihil.
Ku elus rambut Yoogeun lembut. Dia terlelap setelah beberapa jam lalu ia menangis. Begitu rewel. Tapi kini ia kelelahan menangisimu.
Ku tunggu dirimu namun tak juga kunjung kembali. Sudah 2 hari. Dimana dirimu berada. Sudah ku laporkan ke polosi atas kehilanganmu. sampai aku menemukan suratmu.
Annyeong Onew. Emmm. Ahahahaha. Mian aku pergi tanpa pamit. Mian. Jeongmal.
Sungguh. Maafkan aku. Aku terpaksa Onew. Terpaksa. Aku telah memintamu pergi, namun aku tau kau tak mungkin sanggup meninggalkanku. Jadi kuputuskan biar aku yang pergi🙂. 
Ku mohon Onew berjanjilah padaku, kau jangan mencariku. Jangan menangisiku. Jangan menghubungiku. Jangan membuat Yoogeun terluka. Harus sering berada di dekat Yoogeun mendengar ceritanya. Ia sering mengeluh padaku. Katanya ‘Appa tak sayang padaku’ dan saat Yoogeun mengucapkan itu. Ia sungguh lucu Jeongmal.
Dan satu hal lagi. Kau harus mencari penggantiku. Cari yang jauh lebih baik. Ne!!
Jangan mencariku otte?
Tapi jika kau yakin kau sudah menemukan penggantiku.
Temui aku di : Daerah Timur Seol, kira-kira 200 km tadi tempat kita. Daerah itu bernama Hota Kimi (ngasal) . Disana aku akan menunggumu. Aku bersumpah.
Tapi ingat jika kau belum menemukan penggantiku. Jangan pernah coba-coba datang ke tempatku sekarang.
Atau aku akan membencimu Arra?
Annyeong Onew. Saranghaeyo. Oh ne! 
Umma hampir melupakannYoogeun. 
Dear Yoogeuni umma yang tampan. Kau harus bisa membela dirimu ne! jangan mau kau dijahati oleh oranglain. Umma sayang sekali padamu Yoogeun. dan kalau terjadi sesuatu denganmu. Umma tak segan-segan memukul appamu. Hehehe.
Annyeong Yoogeunie. Sarang.
Umma akan selalu merindukanmu dan appamu.  Makanya Jinki cepatlah mengganti posisiku. Ne!!
Annyeong *poppo*
Tanpa kusangka beberapa airmata lolos dari mata sipitku. Ku remas suratmu. Begitu teganya kau padaku Key. Isak ku. menundukan kepalaku. Menangis sejadi-jadinya, hingga kurasakan sesuatu menyentuh pundaku. Aku mendongkak menemui Yoogeun yang sedang mengelus punggungku.
“Pappali Appa. Wae?” tanyanya. Aku menantapnya lembut. Matanya mengingatkan ku padamu. “Apa ada yang menakali appa? Nugu appa? Nugu?” tanyanya lucu. Membelalakan matanya. Isak ku semakin menjadi-jadi. Ku tarik tangan Yoogeun kedalam pelukanku.
“Appa. Umma bilang kalau ada yang menakali kita, kita harus balas nakalin dia. Jadi appa tak usah menangis ne!” lirihnya mengelus punggungku. Semakin ku eratkan pelukan itu.
Aku berjanji Key.
~.Onkey
Sempat terbesit dalam pikiranku saat menunggu Yoogeun pulang, untuk menemuimu, pergi kesana. Sejujurnya aku belum pernah pergi kesana. Tapi jujur aku sangat merindukanmu. Pernah terpikir datang ke sana. Hanya melihatmu, menatapmu, toh kau tak akan tau kan? Namun tak ingin rasanya menghancurkan kepercayaanmu.
“Huaaaaaaa. appa” tangis Yoogeun saat aku keluar dari mobil dan menghampirinya. Menggendongnya.
“Aish. Wae yoogeunie?” tanyaku panik.
“Huaaaaaaaaaa, Mereka nakal appa” tangisnya semakin membesar. Segera ku berlari menuju mobil ku. Kini kupandangi Yoogeun yang masih terisak di pangkuanku.
“Hah” aku membuang nafas berat. Ternyata sulit mengurus Yoogeun sendiri. “Baiklah kita pulang ne?!” ucapku mendudukannya di kursi sebelahku.
“Huaaaaaaaaaaaa” tiba-tiba tangisnya membesar. Ku tutup telingaku. “Appa tak sayang padaku. Aku mau Umma. Aku mau bertemu Umma” tangisnya lagi. Kupandangi wajahnya. Lucu, saat dia mengatakan aku ini jahat. Sunguh lucu, persis seperti apa katamu. Tapi entahlah bibir ini tersenyum, namun mata ini menangis, mengeluarkan cairan bening tanpa di komando. Segera kupangku Yoogeun yang masih terisak ke pangkuanku.
“Baiklah sekarang ceritakan pada appa ne?” tanyaku setelah Yoogeun berhenti menangis.
“Hiks.. Teman sekelasku nakal appa. Umma bilang, kalau ada orang yang nakal padaku, aku membalas menakali dia, tapi dia memukulku appa. Huhuhu appo” ucapnya.
“Huh. Apa yang sakit? Sini appa obati” ucapku menenangkannya. Ia menunjuk punggungnya yang tadi di dorong temannya.
“Appa. Aku benci umma” ucapnya kemudian. Aku membulatkan bola mata sipitku.
“Wae?” tanyaku.
“Karena dia berbohong appa, katanya umma akan datang ke sekolahku dan menjewer anak nakal itu, kalau dia nakal lagi, tapi umma gak datang-datang. Huh. Aku benci umma” ucapnya mengembungkan pipinya.
“Hah” aku memeluknya erat “Kau jangan bicara begitu Yoogeun. Umma mu juga pasti ingin datang, namun dia gak bisa datang. Tapi nanti pasti dia datang ke sekolahmu kalau kau dinakali lagi” kataku.
“Ne appa” ucapnya mengangguk “Tapi aku merindukan umma, appa. Dimana dia sekalang ya?” tanyanya. Aku melihatnya dan tersenyum.
“Kajja kita beli es-crim” ajaku.
“Neeee” sahutnya.
Boleh kah aku datang ketempatmu hanya untuk Yoogeun. Dia.. Dia merindukanmu. Sama seperti ku
~.Onkey
“Ya ampun Yoogeun ada apa?” tanyaku panik, saat menjemput Yoogeun. Melihat keadaan nya yang berantakan.
“Huaaaaaaaaa apppaaaaaa” tangisnya memeluku. Aku panik, siapa yang telah membuat anaku begini.
“Ada apa Yoogeunie? Siapa yang melakukan ini? Em?” tanyaku sebisa mungkin sabar. Ku arahkan kaki ku menuju ruang kepala sekolah. Ingin kulaporkan kejadian ini.
“Selamat siang Tuan Lee. Ada yang bisa kami bantu” ramah Kepala Sekolah Taman kanak-kanak ini. Namun tetap saja aku marah.
“Kau lihat anaku? Dia babak belur, siapa yang memukulinya? Sekolah macam apa ini?” marahku.
“Ah mian, biar aku carikan wali kelasnya, dan kusuruh panggil anak-anak itu”
“HUAAAAAAAAAAAA, bukaaaaaan kamiiiiii” tangis salah satu dari 3 orang namja kecil yang memukuli Yoogeun.
“Ne. Bukan kami, Yoogeun membeli kita pelmen, dengan salat kita pukul dia, ya sudah kita pukul, kalena kita mau pelmen” jawab namja yang berdiri di paling kanan.
Aku menautkan alis tanda tak mengerti melihat tajam ke arah Yoogeun yang masih menangis.
“Bukan calah meleka appa. Bukan” teriak Yoogeun dalam pangkuanku.
“Apa yang kamu lakukan Yoogeun kau ingin appa mu sakit ia? Melihat anaknya begini?” tanyaku marah. “Mian songsaemin. Telah menuduh mu. Sekali lagi aku meminta maaf sebesar-besarnya” ucapku menunduk memberi salam.
“Ah ne gwenchana. Ayo anak-anak minta maaf pada Yoogeun” perintah guru wali kelas Yoogeun.
“Mianhe Yoogeun-ah” ucap mereka kompak.
“Ayo Yoogeun kau juga harus meminta maaf” suruhku.
“Mian” lirih Yoogeun.
~.Onkey
“Anni appa, anni” jawab Yoogeun yang masih terisak di sofa depan televisi. Ku tanya baik-baik, apa yang sedang ia pikirkan? apa ia ingin membuatku jantungan. “Aku hanya ingin bertemu umma appa, hanya ingin bertemu umma, appa bilang kalau anak itu menjahatiku umma akan datang, makanya ku suruh mereka menjahatiku tapi umma tetap tidak datang, Mianhe appa. Aku hanya merindukan umma” tangisnya lagi. Menutup  mukanya oleh kedua tanganya.
Aku tertegun, ku langkahkan kaki mendekatnya. Dan memeluknya erat.
“Appa juga merindukan umma mu” jika aku Yoogeun mungkin aku akan menangis lebih dari tangisan Yoogeun sekarang.
~.Onkey
Panik tiba-tiba melandaku. Sekolah di bubarkan lebih awal. Dan Yoogeun tak ada di sekolah. Aku panik bukan main, segera ku lapor polisi. Mencari ke semua tempat di lingkungan sekolah. di bantu beberapa guru dan pekerja di sekolah itu.
Panik. Aku sangat panik Key, apa yang harus kulakukan. Kau akan memukulku jika sesuatu terjadi pada Yoogeun kan? Sekarang pukul aku Key. Pukul aku.
Aku belum menyerah. Masih mengelilingi kota Seol yang sudah gelap.
“Yoogeun kau dimana? ini sudah malam” lirihku.
Aku hampir prustasi Key. Bantu aku Key. Tangisku.
Saat aku pulang ke rumah, siapa tau Yoogeun sudah pulang. Dan benar. Kulihat Yoogeun tertidur di teras rumah. Tapi siapa itu yang memangku Yoogeun. Yoogeun tengah tertidur dalam pelukan namja cantik itu yang kini masih tertidur, ku lihat jam ditanganku menunjukan pukul 2 pagi. tidak salah kalau namja cantik di hadapannya tertidur. Ku lirik Yoogeun yang tertidur menggunakan jaket namja itu sebagai selimutnya, sedangkan namja itu tertidur kedinginan.
Aku pernah melihat namja ini. Tapi di mana?
Tiba-tiba namja itu terusik dengan keberadaanku dan terbangun.
“Siapa kamu?” tanyanya sedikit ketakutan.
“A..aku..aku yang punya rumah ini. dan itu” tunjuku pada Yoogeun “dia anaku”
“Ah mian” ucapnya berdiri masih menggendong Yoogeun. “Tadi anak ini mengikutiku, aku tidak mengenal anak ini. Dia terus memanggilku umma. Aku tanya dimana ia tinggal dan ia menunjuk rumah ini. Jadi ku tunggu kau sampai pulang, namun kau tak kunjung datang. Mian aku ketiduran” ucapnya menyodorkan Yoogeun padaku.
“Ah. Eh gomahamnida. Kalau bukan karena anda mungkin Yoogeun sudah hilang. Gomahamnida” ucapku menunduk.
“Eh. Ne” ucapnya “Kalau begitu aku pamit” pamitnya.
“Eh tunggu. Emm. Ini sudah malam, tidak baik namja cantik sepertimu pulang sendiri. Bagaimana kalau kau menginap saja” ucapku menggaruk tengkuku yang tak gatal.
“Eh benarkah? Boleh?” tanyanya. Aku menangangguk.
“Oh. Ne Onew Imnida. Kau?” tanyaku.
“Aku.. Emm. Kibum imnida” ucapnya tersenyum. Aku mengagumi senyumnya. Mata kucingnya, mirip denganmu. Eh apa  yang kupikirkan.
~.Onkey
Sejak saat itu aku dan Kibum menjadi dekat. Mungkin karena Yoogeun menyukai Kibum.
Apa kini saatnya aku memperkenalkan Kibum kepada Key. Ish babboya.
~.Onkey
“Kau yakin Jinki?” tanya Kibum padaku.
“Ne” jawabku yakin. Kini saatnya ku kenalkan Kibum pada Key, bukan sebagai namja chinguku, tapi sebagai namja yang dekat dengan Yoogeun.
“YEEEEEEEEEE aku sudah merindukan umma. Aku ingin bertemu umma” senang Yoogeun.
~.Onkey
Sudah hampir 3 jam kami mengelilingi daerah Hota Kimi, namun tak juga aku menemukan rumah di sekitar sini, hanya pemakaman yang terbentang jauh dari depan gerbang sampai ujung gerbang Hota Kimi.
Apa aku salah alamat. Sudah bertanya pada berpuluh-puluh orang, dan mereka menunjuk tempat ini.
Pemakaman umum.
DEG
DEG
DEG
Jangan main-main Key. Kita tidak bertemu hanya 5 bulan, dan dalam waktu sesingkat itu kau tak mungkin.. ANDWE KEY. berhentilah bercanda.
Namun akhirnya ku turun juga dari dalam mobil. Memberanikan diri bertanya pada penjaga pemakaman ini.
“Apa ada Key?” tanyaku langsung. hatiku terlalu sakit membuat pikiranku tak berjalan lancar. Penjaga makam itu menautkan alisnya tanda tak mengerti.
“Ah mian. Bisa boleh aku bertanya” ucap Kibum mengalihkan penjaga makam itu.
“Ne” jawab penjaga itu menangguk.
“Apa kau mengenal seorang namja. Yang bernama Key?” tanya Kibum.
Penjaga itu terlihat berpikir keras “Ah Ne. Key. Aku mengenalnya. Orang tuanya dulu teman baikku, jadi aku mengenalnya” jawab Penjaga Makam itu.
Kibum membuang nafas lega “Jadi dimana Key sekarang?” tanya nya.
Tiba-tiba kalut di wajah penjaga makam itu “Key sudah meninggal dunia sekitar 4 bulan yang lalu, ia menderita kangker otak. Dia pindah ke sebuah rumah minimalis. dia pindah sekitar 5 bulan yang lalu, dan mengajar sebagai guru sekolah dasar di kampungnya. Banyak murid yang menyukai Key.
Namun Key hanya mengajar selama 1 bulan karena ia sakit, dan menghembuskan nafasnya, di rumah sakit. Aku yang memang dekat dengan keluarganya, memakamkan nya di sebelah orangtuanya. Ia berpesan itu padaku sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Dan aduh.. Emm dia menitip salam untuk.. emm aduh aku lupa namanya. Lee Jin.. Jin..”
“Jinki?” tanya Kibum.
“Ah ne. Lee Jinki. Katanya kalau ia sudah mencarinya, ucapkan bahwa ia sangat menyanginya. dan sangat mencintainya. dan ah iyaa. satu lagi, ah siapa ya namanya. Mian aku sudah pikun, maklum faktor usia. Untuk anak nya bahwa ia akan selalalu menyanginya” jawab penjaga makam itu panjang lebar.
Kibum menutup mulutnya tak percaya dan menangis…
Lututku terasa sakit. Aku terjatuh ketanah. Key. Kau menipuku. Katamu kau akan menungguku. mana? kau bahkan tak memberiku kesempatan untuk mengucapkan kata Saranghaeyo padamu. Kata Nado padamu. Kau kejam Key.
Pintu mobil terbuka. Yoogeun berlari kearahku dan berjongkok di hadapanku.
“Umma mana appa? Aku sudah sangat merindukannya. Aku ingin memeluk Umma appa, ingin menciumnya, ingin memakan masakanya lagi, ingin mendengar ceritanya sebelum aku tidur, merindukan omelan nya pada appa” ucapnya tertawa. “Jadi di mana Umma?” tanyanya.
Aku menarik tanganya dan merengkuhnya kedalam pelukanku.
“Umma sudah tenang di sana” tunjuku ke atas.
“Di langit?” tanyanya.
“Ne” jawabku.
“Apa di sana ada es-crim?” tanyanya.
“Tentu saja. Apa yang kau mau ada disana” jawabku.
“Jinja? Kalau begitu aku mau pergi menyusul umma”
“MWO? Ish kau ini bicara apa? Kau mau meninggalkan appa ne?” tanyaku.
“Eheheh. Ne mian, nanti kita sama-sama pergi menyusul umma ne?” ajaknya.
Aku mengangguk. Yoogeun melepaskan pelukanku dan berjalan ke arah Kibum dan memeluknya.
“Gomawo umma kedua” ucap Yoogeun mebuat aku dan Kibum membelalakan mata kami.
~.Onkey
Ku sentuh nisanmu. Perlahan, meletakan bunga tulip kesukaanmu.
Saranghaeyo Key.
“Kajja Kibum-ah” ajaku menarik Kibum yang sedang melihatku.
“Ne. Jinki-sshi” candanya.
“Dasar” mengacak rambutnya.
“AYOO BELI ES-CRIM APPA, UMMA KEDUA” teriak Yoogeun
Walau kau sudah tenang di sana.
Tunggulah aku. Aku akan mengenalkanmu dengan
Kim Kibum..
Tapi kau tetap menjadi yang pertama Key.
Tenanglah =)
 
=THE END=
[a/n: Auhtor TAEMpe]
Sebenernya nih ya, Kibum sama Key itu sama looooh, aku gak tega misahin OnKey, jd di sini ceritanya mereka berdua berbeda gitu loooooooooh, bukan kibum SuJu loooooooooooooh, ntar Siwon demo lagi ke author =)
*ngedip-ngedip ala Tetem* #TaeminLemparSendal

45 thoughts on “[Onkey/1S] Love story

  1. menyayat!!!!!yoogeun kasian:(
    “aku menyuruh mereka menjahatiku agar umma datang” AA yoogeunnieeeeeee
    namja cantik di depan pintu rumah jam 2 pagi brsama yoogeun. aigooo thorrr kirain itu tamin taunya kibum:”)
    tapi key jadi egois bgt disini cma krna pnyakitnya dia ninggalin onew yoogeun biar mereka ngga sedih:’)
    udah duga kalo tmpt yg di tulis key itu pemakaman:’)

  2. oh key :’)
    lihat lah yoogeun sampe rela berbuat seperti itu karna merindukan kamu key
    so sad ending

  3. gw speechless..

    ini menyakitkan, tapi indah..

    gw bersyukur.. jinki mendapatkan penganti yang tepat..

  4. Kok…. mewek 😢😢😢
    Ini pabanget deh keeeyyyy. Iiihhhhh jahat 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
    Btw ku gapernah mikir kalo ini kibum suju kok :3 ku mikirnya jg kim kibum syaini ;;) kkkkk

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s