[2min-Onkey] Forbidden Love of A Geisha – part 2 of ?


[2min-Onkey] Forbidden Love of a Geisha (FLOAG) part 2

Foreword:

Ohayo~ siapa yang udah nunggu ini, sesuai janji gue, kalau komennya lebih dari 50 dan ada likenya, maka gue lanjut, oh…gomawo yah yang udah komen dan like juga… we really love that!

Mianhe buat Yeobo saya kalau kecewa atas hasil ketikan saya, huhu…maaf yah L
Oh, dan untuk part kali ini, diceritakan tentang Onkey dan Jongkeynya, well…biar adil gitu, tenang aja , jangan banyak protes, ini series, jadi kalau banyak yang bawel 2min mana? Onkey mana? Hei, sabar kali, namanya juga series, ya pelan” dong.

Thanks to Keilovetaemin Eoni yang udah nambahin kosakata Jepang saya, uuh~ lupa kalau punya eoni kuliah sastra jepang/plak
Thanks for my Yeobo Viena udah ngecek ceritanya lagi yah? LOL

Warned:

  1. Slight! Angst, smutt , rough…etc…/plak
  2. Transgender for Key & Taemin
  3. Sorry for wrong background …this is Geisha, NOT gisaeng!
  4. Kita tidak mengganti NAMA pemain dan juga tidak menggunakan Background Korea! Sekali lagi, ini GEISHA not GISAENG! Penggantian nama nggak dilakuin karena gak dapet feelnya…
  5. Terus, kalau ada yang tanya “Kenapa gue pake latar thn 1990-an, hello… jaman itu gue belum lahir, gue nggak tahu latarnya, jaman berubah, dan THIS IS JUST A FICTION, not need reality insist! Suka” gue dong mau pake thn berapa … dan gue udah lupa film Memory of geisha, jadi nggak tahu sm apa nggak, nikmatin aja, gue bikin beda!

DONT LIKE DONT READ
NO NEED SR, PLAGIARISM, AND BASHING!
[WE’LL BLOCK OR DELETE YOUR COMMENTS FOR THAT]

Cast:

Lee Taemin [female, 17 yo]
Kim Kibum [female, 27 yo]
Kim Jonghyun [Male, 29 yo]
Choi Minho [Male,27 yo]
Lee Jinki [Male, 29 yo]

undefined

By: Pervy^Sanniew & Vienasoma

link the previous part: PART 1

Ku hanya manusia hina

Tak terharapkan

Terlahir karena dosa

Biarkan diri terus dianggap cerca

Walau pedih terusku terima

Apalah daya aku hanya manusia hina

Aku ditinggal, selalu sendiri selalu menyendiri

Ku lelah menangis

Ku lelah bersedih

Harapkan seuntai kebebasan

Setitik kasih sayang

Bagai bayi yang butuh tangan ibu

Aku butuh sandaran

Masih menunggu

Ku terus menunggu

Sampai seseorang datang

Membawa bahagia

Dari semua derita

Gion, distrik dipemukiman daerah Kyoto, Jepang. 1992

“Okaa-san … Okaa-san…Okaa-san!”, seorang maiko berlari ke arahnya dengan sendal bakiak yang tinggi sambil membawa tumpukan tatami,

“Ada apa? Kenapa kau berlari-lari begitu? Kau dikejar lagi oleh pria nakal, sudah berapa kali panggil saja aku Kibum…”, kata Kibum melepas kan pandangannya dari kegiatannya menyesir rambutnya yang hitam legam.

Nafas anak perempuan itu tersengal, dia menatap Kibum dengan tatapan entah apa, Kibum menarik nafas, ia menarik tangan anak itu untuk duduk, menuangkan teh herbal kecangkir dan memberikannya, namun anak itu terperanjat dan duduk menjauh, bersimpuh dengan baik..

“A-apa ini Okaa-san..ng.. K-kibum san…tidak usah..sungguh, aku hanya terlalu semangat…”, katanya, Kibum hanya tersenyum,menggeleng memberik tanda bahwa anak itu tidak perlu sungkan, ia raih tangannya dan ia letakan cangkir itu, kemudian dengan senyumnya yang anggun dan mata kucingnya itu ia mengisyaratkan dengan dagunya yang lancip untuk meminumnya,

“Ayo diminum dulu, kalau kau tidak mau, lebih baik kau kelua saja, aku tidak akan mau dengar kau bicara…”, kata Kibum berbalik dan mengambil sisirnya, menatap anak itu untuk meminum tehnya, anak itu dengan ragu menatap Kibum kemudian cangkir itu, bau cengkeh dan campuran ,melati yang lembut, sepertinya enak…

Kibum tersenyum simpul ketika melihat anak itu meminumnya dan takjub dengan rasanya,
“Enak kan? Itu mencegah panas dalam…”, jelasnya singkat.

“Arigatogozaimasu Kibum san…”, dia membungkuk sejenak,

“Nah, katakan padaku, ada apa kau sampai berlari seperti tadi…ng…siapa namamu?”, tanya nya,

“Miyuki…namaku Miyuki , Kibum san…”,

Kibum tersenyum, maiko yang manis, “Nah, apa yang mau kau katakan Miyuki?”, tanyanya,

“Dannamu…Jonghyun-sama sudah pulang Kibum san…dia sudah pulang…”,
Kibum yang dari tadi tersenyum, menyisir rambutnya sambil menunduk dengan cekatan mendongak, Miyuki takut kepalanya akan patah jika secepat itu,

“Apa katamu tadi?siapa yang pulang?”, tanya Kibum menegakan tubuhnya,

“Kim Jonghyun, Kibum san…dia mengatakan padaku bahwa kau harus menemuinya dirumahnya sekarang…”, katanya,

Mata Kibum seakan berbinar, bahagia kah? Tidak tahu, dia hanya ingin bertemu dengan pria yang sudah selama 1 tahun tidak bertemu dengannya, pria yang membawanya ketempat yang cukup membuatnya nyaman, namun bukan sebagai benda yang akan di puja dan jadi koleksi pribadi yang akan di agungkan dengan baik, pria yang telah menolongnya, sangat menolongnya, membawanya cukup untuk ketempat yang baik dan juga terang …

Flashback~

Gion, distrik dipemukiman daerah Kyoto, Jepang. 1986

“Kibum …”, panggil Okaasan nya, Kibum mendongak dari kegiatannya bersiap dari memakai Kimononya, Kibum mengangguk dan menatapnya.

“Ya, Okaa san…”,

“Cepatlah kau bersiap, para pasukan seinkiren akan segera datang untuk minum teh disini, kau dan yang lain akan menghibur mereka, ingat, lakukan yang terbaik, kau tahu maksudku kan? Apa yang sudah kau janjikan padaku, aku ingin lihat apakah kau bisa menepatinya…”, jelasnya,

Kibum membungkuk dan menelan semua tanggapan kitu, “Baik Okaa-san…”, setelah pintu tertutup Kibum memandangi pintu itu dengan nanar, ‘lakukan yang terbaik’ apa yang tidak ia lakukan dengan baik sejak perjanjian itu? Apa ia terlihat main-main selama ini? Yang benar saja…

“Kibum san … “, Kibum menoleh dan melihat yeoja cantik dengan kimono yang diikat disetiap sisi tangannya, dan wajahnya yang lelah,

“Oh, neh Taemin … bisa kau bantu aku pakaikan obi sekarang? Aku harus cepat…”, perintahnya, dengan cepat Taemin berjalan mendekat dan meraih ikatan obi di punggung Kibum, terpampanglah pemandangan yang sangat indah , baju yang berlapis 12 dengan warna sama, dengan motif mencolok berwarna merah dengan emas .

Pada bagian leher belakangnya berbentuk W yang sangat panjang, dan Taemin tahu, Kibum masih perawan, kenapa? Pertama, daleman kimononya berwarna merah, dan tusuk kondenya berwarna merah yang sama. Walau ia tergolong senior, namun Okkasan masih belum melepasnya untuk diberikan pada danna yang tepat, entahlah, mungkin karena Kibum masih mempunyai utang padanya.

Kibum sudah cukup indah jika kau hanya melihatnya, tapi bagi orang Jepang, bukanlah bagian tubuh depan mereka yang dianggap indah, namun punggung serta pundaknya, maka Geisha sangat menonjolkan sisi itu, dan Kibum…Taemin berdecak melihat keindahan didepannya.

“Kibum san…”

Eung, ia hanya berdengung, “Maafkan aku… tunggulah 5 tahun lagi, aku janji, aku akan lepaskan mu dari semua janji dan huta—“

“Lee Taemin. “, ia berhenti, ia tahu Kibum serius jika memanggilnya seperti itu.

“Y-ya?”

“Bisa kau cepat ikatkan obi nya? Aku tidak mau Okaasan dan para tamu agung itu kecewa karena keterlambatanku…”,

Taemin terkejut, dengan cekatan ia mengikatkan dua ikatan obi itu ditubuh Kibum, tangannya yang sudah terampil, hanya beberapa kali diajarkan oleh Kibum, ia sudah bisa mengikatnya dengan baik dan bagus.
“Sudah Kibum san…”,

Kibum tersenyum, ia lirik tampilannya sekilas, ia tidak perlu lama melihat dirinya, ia sudah tahu, ia perfect!
“Arigato Taemin…”, ia berjalan menuju pintu.

“Taemin…”

“Y-ya?”,

“Kau hanya perlu berusaha jadi maiko yang baik, kau mengerti kan?”, ia berbalik dan tersenyum lebar, Taemin melihat pancaran mata yang sangat anggun dan memukau, seperti sebuah keberanian yang dahsyat.

“Ya, aku akan berusaha.” Taemin membungkuk.

“Bagus.”

~.O

Kibum berjalan keluar dari kediamannya, menuju tempat dimana ia harus melewati lorong yang lumayan panjang, bertemu dengan beberapa geisha lain yang dibawahnya, berlima, cukup untuk menghibur beberapa seinkiren yang hendak berkunjung hari itu.

“Ingat, kau lakukan yang terbaik..”, perintah Okaa san ketika ia melewatinya, Kibum hanya mengangguk sopan, ia berdiri diambang pintu, siap untuk dibuka oleh pelayan lain.

‘sejak kapan aku tidak melakukan ini dengan baik, bahkan aku bisa lebih profesional ketimbang di minta sekalipun, dan dia…tidak akan pernah tahu akan hal itu.’

Greek~
Pintu kayu dihiasi kertas dengan gambar bunga lili yang indah terbuka, Kibum menebar senyum simpulnya, hanya satu dipikirannya saat ini.

Ia adalah geisha, geisha tidak boleh sedih, tidak boleh terlihat emosional

Ketika ia masuk, ia bukanlah Kibum , ia adalah seorang Kibum lain yang disetting untuk dijadikan sesuatu yang lain untuk dinikmati, bukan dalam arti yang negatif, tapi dalam arti yang sebenar-benarnya, dalam arti seorang yang dipandang yang mempunyai nilai seni yang tinggi.

~.O

“Siapa namamu?”, tanya seroang jenderal yang berperawakan dengan rambut cepak yang rapih, deretan gigi yang bagus, serta senyumnya yang memukau, rahang yang tegas, dan mata puppy eyesnya yang memukau.

“Aku Kibum …dan siapa namamu Tuan?”, tanya Kibum ramah, ia tuangkan secangkir teh untuknya,

“Aku Kim Jonghyun … kau cantik sekali Kibum san…”,

Kibum tertawa simpul dan memberikan cangkir teh padanya, “Kau pintar memuji yah…aku rasa kau sudah banyak mengatakan ini pada yang lain ,ya kan Jjong sama…”,

Jonghyun berdecak, “Kau memanggil ku ‘Jjong’? wah, kau cepat akrab yah Kibum san…”, Kibum tersenyum

“Benarkah? Kalau begitu aku senang, kau boleh memanggil ku dengan panggilan lain…”,

“Tidak …namamu sudah sangat bagus.”

“Aku bosan di sini, bisa kah kita keluar saja mencari udara segar?”,

Kibum meliriknya, dan tersenyum, “Tentu saja…”, katanya,

Jonghyun dengan senyum terkembang berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Kibum , menawarkan padanya untuk berdiri,dengan sopan Kibum meraih tangan itu.

~.O

“Percaya atau tidak, aku baru pertama ke tempat minum teh…”, Jonghyun memulai pembicaraan, mereka berjalan ditepian sungai yang dikelilingi taman serta pancaran lampu lampion yang indah.

“Oh yah? Bisakah aku percaya dengan caramu memperlakukan kami?”, tanya Kibum menyelidik, Jonghyun menoleh.

“Memperlakukan kalian? Melakukan apa? Apa aku salah?”,

Kibum terkekeh dan mengibaskan tangannya pelan, “Bukan itu …hanya kau memperlakukan kami dengan sangat berbeda, lembut dan sopan, tidak canggung… aku yakin kau sering bertemu dengan banyak wanita Jjong-sama…”

Jonghyun terkekeh, “Tidak mungkin, tidak jika aku selalu ada di barak militer dan berkumpul dengan banyak perjaka disana …”, jelasnya, “Bahkan aku lupa apa yang membedakan kami dengan wanita…”, ledeknya,

Kibum tertawa tertahan,”Kau pintar melucu yah…”,

“Dan kau sangat lucu …”,

Kibum memnbulatkan matanya, mata Jonghyun menatapnya lekat, “Kau menarik Kibum san…kau tahu itu? Ketika kau keluar dari balik pintu tadi, kau terlihat…paling bersinar…”,

Kibum terdiam sejenak dan tersenyum, “Tentu saja,kau melihatku dengan mata telanjang, kau seharusnya menggunakan kacamata, aku ini geisha termasyur dan paling bersinar layaknya mathari di Gion..”,

Jonghyun menganga, ia tertawa, “Kau…kau terlalu percaya diri…”

“Yah, itulah kami…”,

Jonghyun manggut-manggut, kemudian mereka berjalan lagi, Kibum mengenal sosoknya yang talkactive, suka menerangkan hal-hal lucu dan juga menyenangkan, banyak bercerita tentang dunia luar yang sama sekali Kibum tidak tahu kondisinya, hanya mendengar sekelebat dari orang-orang disekitarnya.

“Kibum san…”

“Ya Jjong sama?”

Jonghyun berhenti, “Kenapa kau memilih untuk menjadi Geisha? Tidakkah lebih baik jika kau hidup bebas? Aku cantik, dan aku yakin banyak pria yang ingin menikahi mu dan memberikanmu kehidupan yang layak…”

Kibum terdiam, ia tatap sejenak Jonghyun dan menoleh ke arah lain, “Ini sebuah pilihan, ini pilihanku untuk menjadi seperti ini, dan aku tidak akan menyesalinya, dan aku bukanlah aset yang harus di jadikan perhiasan bagi pria untuk dibanggakan jadi hanya sekedar istrinya, aku ingin menjadi geisha karena aku bangga jadi diriku yang seperti ini…’

“Kau dipuja juga, kau bilang aku yang termasyur…”

“Memang … tapi tidak untuk dimilikki sepenuhnya, “, jelas Kibum menatap Jjong lembut,

“Kenapa?”,

“Karena Geisha tidak untuk di jadikan perhiasan dan untuk dibanggakan, kami hanya untuk teman dalam suka dan duka, bukan seutuhnya …”

“Seutuhnya?”, tanya Jjong masih tidak mengerti,

Kibum tersenyum, “Sulit menjelaskannya, lebih baik kita kembali, kalau tidak kau akan tertinggal dengan yang lain…”

“Tidak masalah, kalau kau mau mengantarkanku…”

“Itu terbalik, kau yang seharusnya mengantarku kembali ke Okiya…dan itu sekarang…”, jelas Kibum, Jonghyun hanya tersenyum, benar kata teman-temannya, pergi ketempat minum teh sangatlah mengasyikan, meski pemikiran mereka sulit dipahami, namun mereka cukup menyenangkan. Dan Jonghyun merasa, setidaknya, rasa sepinya terobati…

~.O

Jonghyun meremas lembaran kertas hasil tesnya sore itu, ia menelan ludahnya pahit, kertas itu ia remas hingga menjadi segumpalan kertas yang tidak beraturan dan tangannya sakit karena mengepal terlalu keras.

“Aku minta sakenya lagi…”, katanya,

Pelayan didepannya hanya terkejut melihatnya, “Kenapa?! Kau tidak mau berikan sakenya padaku?!! Kau pikir aku tidak mampu membayarnya?!!”, teriak Jonghyun meriah kerahnya, pelayan itu mengernyit takut dan berlari menangmbil sake untuknya, botol ke 10 yang akan jjong minum.

[Positif]

Tulisan bercetak merah itu terus mengingang di otaknya terus dan terus…ia menyesal memeriksakan dirinya, pantas…pantas saja selama ini ia menganggap dirinya aneh , ternyata penyakit itu tidak akan pernah hilang, ia berpikir dirinya wajar saja saat itu, ketika yang lain bisa merasakannya dan merasa senang, ia hanya diam dan tidak bergeming, pantas dulu otousan nya sangat peduli akan keberhsilannya dalam masuk militer, ternyata baru sekarang ia yakini ada yang tidak beres, sudah sejauh ini? Dan bahkan umurnya sudah bukan muda lagi, 24 tahun, itu umur yang sudah cukup tua baginya untuk tahu penyakit ini.

Ia teguk lagi sakenya, kepalanya sudah cukup pusing, namun ia hiraukan rasa itu

“Kau serius?!! Yang benar saja, tidak mungkin kan? Bagiamana bisa? Apa acara nya sudah dimulai?”

Jonghyun melirik kesebelahnya, ricuh …para pria panik seakan menerima berita besar.
“Belum!! Mungkin sebentar lagi, tapi kalau kita tidak cepat, kita tidak akan tahu siapa yang akan membelinya dengan harga tinggi!”

“Kau bercanda, tentu saja ada yang rela menghabiskan uangnya hanya untuk dia, dia itu lambang emas bagi pria jika ada yang berhasil menawarnya, dia yang paling mahal.”

“Maka dari itu cepatlah.”

Jonghyun menatap mereka yang pergi dengan tergesa-gesa, diikuti oleh banyak pria lain yang berlarian ketika mereka berbicara tentang hal entah apa itu. Jonghyun melempar uang ke meja dan berdiri dengan sempoyongan, melihat kejalan yang diramaikan hiruk pikuk pria menuju kesebuah tempat.

“Ada..apa ini?”, tanyanya pada seorang penjual makanan

‘Oh, kau tidak tahu Tuan…lihat ini…”

Ia menunjuk ke arah foto didinding , matanya agak buram karena pengaruh alkohol, namun ketika ia sudah mulai bisa membaca dengan baik, kemudian mencerna deretan tulisan itu, ia terbelalak.

“Tidak mungkin!!”, pekiknya, dengan cepat ia berlari ke arah dimana ia harus segera pergi.

‘Tidak..jangan dia, kalau sampai ini terjadi, aku akan kehilangan semuanya, setidaknya aku tidak mau menambah buruk hariku dengan kabar siapa yang akan membelinya..’

~.O

Jonghyun diam , suasana terkesan sunyi, kepalanya pusing, ia duduk ditepian kasurnya dan memegang kepalanya…
“Kau…baik-baik saja Jjong sama?”,
Kibum datang dan melihat Jonghyun duduk dikasurnya sepulangnya dari kantornya.

Menatap sang danna yang saat seminggu yang lalu memenangkannya dalam mizuage [a/n: mizuage = upacara melepas keperawanan yang diikuti dengan lelang.] dan dengan segera meminta Okaasan menjadi danna Kibum dengan bayaran yang juga besar.

Jonghyun mendongak, dan langsung melihat lurus ke mata kucing yang sedang menatapnya, ia lupa, ia hampir lupa ada sosok itu didepannya,
“Kibum…”, lirihnya,

Kibum hanya diam didepan pintu,
“Kemarilah…”, suruh Jonghyun, Kibum perlahan menuju ke arahnya, duduk disampingnya,

Jonghyun bergeser dan menatap Kibum,”Kau…memenangkan pelelangan lalu untukku…”, ucap Kibum, Jonghyun hanya tersenyum miris.

“Tentu saja, tidak ada serigala terbaik dibanding seluruh serigala yang saat itu menatapmu lapar.”, jelas Jonghyun.

“Tapi kau hampir kehilangan seluruh kekayaanmu…kau tahu itu?”,

Jonghyun berdecak, “Aku bisa dapatkannya lagi lebih dari yang bisa kau duga…”, Kibum hanya tersenyum getir,yah..itulah hidupnya.

“Kalau begitu Jjong-sama…”, Kibum berdiri, ia memberikan penghormatannya pada Jonghyun, Jonghyun terdiam, “Aku ucapkan terima kasih…dan aku rasa, kau sudah menjadikanku milikmu sekarang, biarkan aku melayani mu sesuai janjiku…”, katanya berdiri dan mendekat, Jonghyun menatap lekat mata Kibum.

Kibum perlahan bergerak menuju Jonghyun, melepas jas setta vest yang bertengger manis di tubuh Jonghyun, tidak ada ragu , perlahan ia buka dengan lembut baju Jonghyun. Ia berhenti dan menatap Jonghyun bingung.

“Kau tidak mau membantuku untuk melepas obi dan kimono ku Jjong sama?”, tanyanya, Jonghyun masih menatapnya, Kibum menarik nafas pelan dan menarik kedua tangan Jonghyun untuk membimbingnya melepaskan ikatan obinya terlebih dahulu.

“Aku akan lakukan apapun untukmu dari sekarang Jjong-sama…”, tegas Kibum, Jonghyun mengerjapkan matanya, ia memang merasa gugup, namun ia ikuti cara Kibum, ia buka ikatan obinya, dan ia buka perlahan kimono luar Kibum.

Bisa dengan jelas ia melihat tubuh Kibum yang putih layaknya susu, dan mulus tanpa lecet sedikit pun. Leher yang jenjang dan rahangnya yang tegas lebih terlihat terlepas dari kimono yang melilitnya, indah…menurut orang, dan Jonghyun berpikiran sama…jelas saja, jika banyak yang menginginkan Kibum saat acara mizuage.

Perlahan Kibum berjalan menggenggam tangan Jonghyun, dan Jonghyun membawanya berbaring di kasurnya yang besar dan nyaman, mata mereka saling menatap,
“Kau …benar cantik Kibum…”

Kibum tersenyum, “Ya…terima kasih Jjong-sama…”, Jonghyun perlahan naik ke atas kasur, ia tepat berada di atas tubuh Kibum, menatap matanya yang indah, membelai pipinya yang tirus, dan tersenyum …

Kibum membalasnya dengan tersenyum, ia akan serahkan dirinya pada seseorang yang sudah menjadi danna itu.
“Terima kasih Kibum…”, bisiknya, Kibum mengerutkan alisnya

“Terima kasih? Aku lah yang harus berterima kasih padamu Jjong-sama…”, jelasnya.

Jonghyun hanya diam, perlahan ia raih tangan Kibum dan menggenggamnya, ia tatap mata Kibum lurus, nafas mereka saling bertukar satu sama lain, dan bibir itu menempel dibibir Kibum dengan lembut , tidak ada kuluman, hanya kecupan ringan yang menggambarkan mereka sangat gugup akan hal baru yang akan mereka lakukan, ataukah itu ‘baru’ hanya untuk Kibum? Tidak tahu…

Kibum memejamkan matanya merasakan Jonghyun membelai sisi tubuhnya dengan lembut, ia rasakan sikapnya yang sangat lembut padanya. Kibum merinding hingga tengkuknya karena ia sangat gugup dan baru kali pertama itu ia disentuh laki-laki, dan saat itu juga mungkin pertama kalinya dia akan melepas keperawanannya, ia siap akan selanjutnya…

Namun…sampai beberapa menit pun ia tidak merasakan apa-apa lagi, bahkan ia tidak merasa baju terkahirnya lolos dari tubuhnya, ia buka matanya dan menatap Jonghyun yang tetap berada di atasnya, menatap sosok itu yang mengigit bibirnya sendiri, tangannya yang mengepal disprei disamping kepala Kibum dan nafasnya yang naik turun.

“Jjong sama?”

Kibum menatapnya bingung, Jonghyun diam saja…Kibum menjadi takut, takut ada sesuatu yang ia lakukan salah.
“Jjong sama..ada ap—“

Sreek~~
Jonghyun bangkit dengan cepat dari tidurnya dan duduk dikasur, meninggalkan Kibum yang masih terbaring disampingnya dengan bingung. Kibum membenarkan bajunya sedikit dan duduk di samping Jonghyun.

Melihat sang danna mencengkram tangannya sendiri dan menatap nya dengan gusar, seakan itu paling menarik yang pernah ia lihat.
“Jjong sama…ada apa? Kenapa tiba-tiba kau—“

“Aku tidak bisa!”,

Kibum mengerutkan alisnya, ia barusan dengar apa?
“Tidak bisa?…apanya yang tidak bisa? Aku tidak mengerti?”

Jonghyun berdiri, mengambil vestnya dan jasnya, “Aku tidak tertarik padamu…”, jelasnya, “Aku tidak bisa melakukan hubungan suami istri denganmu, karena aku tidak membeli mu untuk itu.”, jelasnya, kemudian menatap Kibum lurus,

Kibum terdiam, apa maksudnya? Mungkin memang bukan itu niatnya, Geisha bagi danna hanya ‘setengah istri’ bagi pria, jadi Kibum masih mengerti kalau Jonghyun tidak mau menyentuhnya, Kibum hanya menurut dan melakukan apa yang memang akan ia lakukan sebagai Geisha yang sudah memiliki danna.

“Kau tidak mau menyentuh ku, begitu maksudmu? Kau tahu, kau tidak perlu khawatir, aku tidak takut sama sekali akan hal —“

“Bukan itu!”, desis Jonghyun, Kibum terdiam. “Bukan ..itu..masalahnya…”, desis Jonghyun.

Kibum hanya menatap Jonghyun diam,berusaha mencari tahu dari balik mata itu, mencari hal yang disembunyikan.
“Lalu…?”, tanyanya singkat.

Jonghyun berjalan mendekat, ia melihat dengan teliti wajah Kibum, ia tatap mata itu, Kibum merasa lain, mata Jonghyun tidak sedingin itu, bahkan yang ia kenal bukanlah seperti itu.
“Aku … jangan kau pikir kau bangga karena kau dibeli oleh ku, dan jangan kau bilang terima kasih padaku, karena seharusnya akulah yang harus merasa bangga, dan juga terima kasih karena kau jatuh ketanganku Kibum…”

“…”,Kibum terdiam,

“Kau tahu kenapa? Karena aku ingin pretise ku menjadi lebih tinggi karena ini, aku ingin tunjukan pada orang lain, aku Kim Jonghyun, jenderal besar pasukan seinkiren Jepang, berhasil membeli dengan harga yang tinggi seorang Geisha termasyur di Gion, Kim kibum, dan tidak ada yang bisa mengalahkan ku…”, jelasnya.

Kibum terdiam, sama saja…ia sama saja…
pandangan Kibum mendingin, ini bukan Jonghyun yang menyenangkan saat mereka bertemu pertama kali…dan ini membuatnya merasa tersinggung atas pernyataan Jonghyun padanya.

“Sudah ku katakan padamu Jjong-sama, ‘Geisha tidak untuk di jadikan perhiasan dan untuk dibanggakan’ , “, jelas Kibum, Kibum berdiri dan memungut kimononya.

“Prestise katamu? Sebesar itukah keegoisan mu hingga kau ingin prestise mu lebih tinggi dari yang sudah kau capai sekarang?” sindir Kibum menatapnya lekat.

Kibum maju selangkah, “Prestise…ataukah ada hal lain? Atau kau sebegitu merasa kesepiankah sampai ingin dijadikan pusat perhatian dengan menjadikan ku pelarianmu sehingga kau memenangkan pelelangan itu?”

Kibum berhenti bicara, ia benar-benar tidak suka dipermainkan, ia hanya ingin balas budi, karena sungguh …berkat Jonghyun ia bisa terlepas dari jerat hutangnya pada Okaasannya itu. Dan ia ingin Jonghyun tahu , dia rela melakukan apapun demi ia balas budi…namun…ia benar merasa tersinggung sekarang.

Sunyi …Jonghyun seperti dihujam pedang samurai dan ditembus oleh banyak peluru ditubuhnya, ia tertegun…kesepian?
Kata yang begitu menyayat hatinya, menusuk tepat di hatinya yang memang sudah terluka karena kenyataan yang baru saja ia alami, dan air matanya menetes…pertama kali dalam hidupnya ia menangis.

Kibum disisi lain, ia terkejut melihatnya, ia merasa tidak nyaman di dasar hatinya, melihat sang penyelamatnya menangis, setega itukah ia baru saja berkata tidak sopan padanya? Apa yang ia lakukan?

“J-jonghyun-sama…”, Kibum maju selangkah.

Jonghyun menatap kosong ke arah Kibum, Kibum perlahan mengulurkan tangannya kewajah Jonghyun dan berbisik pelan menenangkannya
“Maaf Jjong-sama…maafkan perkataanku, aku salah, aku pantas dihukum, jangan menangis ku mohon…maafkan aku…”, ucapnya,

Jonghyun seperti disadarkan dari sentuhan lembut itu, matanya bisa fokus menatap Kibum yang diam menatapnya
“K-kibum san…”, ia raih tangan Kibum dan ia tenggelam di sentuhannya. “Kibum…maafkan aku…”

Kibum tidak mengerti, detik kemudian ia biarkan Jonghyun menangis dipundaknya, ia biarkan semuanya ditumpahkan dibahunya, ia tidak bertanya, hanya menunggu hingga Jonghyun tenang dan bercerita sendiri.
“J-jangan tinggalkan aku Kibum…kumohon…”,

“Ya Jjong-sama…tidak akan…”, ucapnya, itu janjinya, janji saat ia sudah di minta oleh Jonghyun, dan itulah yang akan ia lakukan , asal ia bisa balas semua kebaikan Jonghyun padanya.

Dan saat itu…semua terbongkar, Kibum tahu alasan sebenarnya apa yang terjadi pada Jonghyun, tentang penyakit itu, dan ia tahu … ia akan selalu ada untuknya …untuk sosok yang sudah menolongnya itu…

Sampai nanti, ia akan selalu mendengar dan menemani Jonghyun jika ia membutuhkannya…itu janjinya…

EndFlashback~

“Okkasan … kau mau kemana?”, tanya Suzu melihat Okaasannya itu memakai bakiaknya dan menuju pintu keluar.

“Bertemu danna ku…tolong cepat selesaikan semuanya..”, ia bicara pada maikonya yang lain, “Ng…Taemin belum sampai?”, tanyanya lagi,

“Belum Okaasan…mungkin sebentar lagi…”, jelasnya.

“Baiklah, kalau ia sudah datang, bilang saja untuk siap-siap, kau mengerti kan?”, tanyanya, maiko itu mengangguk dan tersenyum. Kibum tersenyum lebar dan keluar.

“Dia sungguh orang yang cantik dan baik, berbeda dari Kyoko Okkasan dulu…’, jelas Suzu, Miyuki yang ada di sampingnya mengangguk.

“Ya, dan Okiya ini tidak begitu terlihat menyeramkan seperti dulu semenjak Okiya ini jatuh ke tangannya…’

~Floag

Benar, Kibum menjadi pemilik Okiya nya , tempat dimana dulu ia hanya menjadi maiko kecil dan belajar untuk menjadi seorang geisha sejati. Banyak hal berubah, termasuk kepercayaan yang diberikan pada almarhum pemilik Okiya sebelumnya untuk menyerahkan seluruh kekayaannya pada Kibum, memberikannya gelar keluarga, dan mengurus serta menjadi ahli waris sah dari tempat minum teh serta Okiya itu secara langsung.

Kibum berjalan dengan langkah anggun namun mantap, sesekali tersenyum ke orang sekitar yang kenal dan menyapanya, ia terkenal ramah dan juga baik hati dengan rakyat kecil. Entah jaman atau pemikiran serta adat yang berubah, Kibum ingin memberikan pandangan lain tentang dirinya dan sekitarnya, selain pemilik Okiya terkenal, ia juga dikenal sebagai aktivis sosial yang mempunyai sumbangsih banyak kepemerintah dalam pajak dan membangun infrastruktur negara , sehingga rumah minum teh bisa berkembang jadi usaha yang dilindungi negara dan juga tempat wisata kaum elit. [a/n: FYI, ini fakta ttg bisnis Geisha jepang]

Kibum berhenti sejenak, ia melihat permen gulali, ia tersenyum dan menghampiri sang pembeli.
“Bisa aku beli 2 ?”,

“Oh tentu Kibum san… ini untukmu…gratis satu dari ku…”, seru nenek tua yang sering dikunjungi Kibum.

“Terima kasih Obaa-san … Jonghyun –sama pasti senang…”, balasnya tersenyum, nenek itu terlihat semangat.

“Oh, dia kembali?”, Kibum menangguk.

“Baiklah aku pergi dulu…terima kasih sekali lagi Obaa-san..”

“Ya, sampaikan salam ku padanya,”, Kibum hanya tersenyum dan melambai.

Baru beberapa langkah,

“Ah, mianhe… duit paman tidak ada uang kecil, paman tukarkan dulu neh? Kau bisa menunggunya hm? Demi ayam mu…”, seru seorang pria, Kibum melihat seorang anak kecil cemberut didekat penjual ayam madu.

“Hei, Kuro-chan … sedang apa?”, tanya Kibum mengelus kepala anak laki-laki dengan pipi chubby, Kuro mendongak, ketika ia lihat siapa itu ia tersenyum lebar.

“Huwah, Kibum-san…Konichiwa…”, bungkuknya sopan, Kibum tidak bisa menahan senyumnya, “Ini…aku mau ditraktir ayam oleh paman itu, tapi dia ceroboh, ia jatuhkan uang recehnya keselokan itu, dan sekarang ia tidak punya uang receh, aku keburu lapar…”, rengeknya sambil menunjuk ke selokan jalan yang terutup besi.

Kibum tersenyum dan mengelus kepalanya, “Oh, biar aku yang bayar…gimana?”,

“Benarkah? Terima kasih Kibum-san…” Kibum hanya mengangguk dan membayar semua makanan anak itu, dan termasuk makanan yang dibeli oleh pria yang dari kejauhan masih sibuk mencari uang receh.

“Arigatogozaimasu Kibum-san …kau baik dan cantik…’, Kibum terkekeh,

“Dan kau tampan, tapi jangan pergi dulu,berikan ayam ini untuknya…oke?”, Kuro terkekeh,

“Paman itu aneh, logat jepangnya juga aneh, sepertinya ia bukan orang jepang…”

“Oh yah?”,

“Hm…dan tulisan di tasnya pun bukan tulisan jepang…”

Kibum meneliti sosok tinggi dan berambut coklat dikejauhan. Dari melihatnya saja ia sudah tahu ia bukan orang Jepang.

“Ya sudah, walau ia baik mau membelikanmu ayam, kau harus hati-hati dengan orang asing, kau mengerti?”,

Kuro mengangguk , Kibum tersenyum dan mengelus kepalanya. Kemudian berpamitan untuk pergi.

“Hei bocah, mianhe neh…aish, eottokhe? Ngm…berapa semuanya Oji san?”,

“Oji san..kau tidak perlu membayarnya, semua ini sudah dibayar oleh Kibum san…”, celetuk anak itu, Pria itu mengerutkan alis, ada orang yang mau membayar seluruh ayamnya ini? Nuguya? Batinnya.

“Ng…siapa tadi?”,

“Itu..itu dia..namanya Kibum san…”,

Pria itu melihat sosok perempuan berkimono menjauh ia ingin teriak namun ia pasti tidak dengar, ia menarik nafas, wanita yang baik, kalau ia tahu orangnya, ia akan membalas budinya.
“Dia wanita yang baik…kau bilang terima kasih padanya, atas namaku juga kan?”, tanyanya, anak kecil itu mengangguk.

“Tentu, dia memang baik, dia itu pemilik Okiya terbaik disini…namanya Kim Kibum, kalau kau melihatnya , kau pasti akan jatuh cinta pada kecantikannya Ojisan…”,

Pria itu hanya terkekeh, dasar anak kecil …tapi, pemilik Okiya katanya, hm…Kim kibum yah? Mungkin orang itu akan sangat membantunya kelak, itulah gunanya ia kesini …

“Oh, Ojisan…siapa namamu? Aku harus berterima kasih…nama ku Miyamoto Kuro … panggil aku Kuro-chan ,namamu?”, tanyanya mengulurkan tangan. Pria itu terkekeh dan membentuk matanya sehingga terlihat seperti bulan sabit ketika tertawa.

“…Jinki…Lee Jinki, aku dari Korea…”, katanya menyalami tangan kecilnya dan sedikit membungkuk. Anak itu takjub mendengarnya ia berasal dari Korea.

~Floag

Kibum membuka pintu kayu perlahan dan masuk kedalam pekarangan yang sudah lama tidak ia kunjungi, jika tidak ada Jonghyun maka ia akan kembali ke Okiyanya, dna lebih banyak Jonghyun yang berkunjung kesana dan tidur di Okiya dibanding menetap dirumah itu bersama Kibum.

“Jjong-sama… ?’, panggilnya, tidak ada jawaban sama sekali. Kibum menarik nafas, ia melepas sendal bakiaknya dan berjalan masuk, sepi sekali … apa mungkin dia ke…

“Kau mencariku?”

“Ah!”, pekik Kibum terkejut, ketika Jonghyun mendorongnya pelan bahunya dari belakang.

“Jjong sama…”, Kibum tersenyum dan memegang dadanya yang baru saja ia buat kaget, Jonghyun tersenyum. Ia menghampiri Kibum dan mengelus wajahnya perlahan.

“Hai, aku pulang…lama sudah tidak bertemu, Kibum…”, sapanya, Kibum tersenyum.

“Ya…sudah lama, aku pikir kau tidak ada dirumah, jangan kagetkan aku lagi, itu sama sekali tidak lucu…’, celetuk Kibum, Jonghyun tertawa dan berjalan mengikuti Kibum yang masuk kedalam rumah.

“Ah, apa itu?’, seru Jjong. Kibum melihat ke arah pandang nya, ia terkejut,

“Oh, aku lupa, aku belikan ini sebagai ucapan selamat datang…”, kata Kibum menyerahkan gulali pada Jonghyun, Jonghyun menerimanya dan langsung membukanya dengan semangat, ia terkekeh.

“Kau selalu tahu dan hapal kesukaanku…”, puji Jjong, Kibum hanya tersenyum. Dia berjalan kedapur dan kembali menghampiri Jonghyun yang duduk di ruang teh menikmati gulali layak anak kecil.

Kibum hanya menggeleng melihat kebiasaan danna nya itu, “Kau…tidak pulang kerumah orang tuamu? Apa mereka tahu kalau kau sudah pulang , Jjong-sama?”, tanya Kibum.

Jonghyun berhenti memakan gulalinya dan menatap kosong ke cangkir yang sedang dituangkan Kibum. Kibum tahu ia salah bicara, Jonghyun paling tidak suka mengungkit itu.

“Ah, kau sudah lapar? Aku akan masak sesuatu untuk makan malam untukmu…kau mau—“

“Kau mau aku pergi kesana dan menemui istriku yang tidak tahu diri itu?”, celetuk Jonghyun, Kibum terhenti, ia menunduk menatap cangkirnya, “Berapa kali aku harus katakan Kibum…aku tidak suka tempat itu, bahkan aku tidak suka rumah ini, itulah kenapa aku lebih baik tinggal bersamamu di Okiya jika aku pulang…”, jelas Jonghyun.

“Maaf Jjong-sama..aku tidak bermaksud…”

“Ah, sudahlah Kibum …kau tidak salah, yang salah itu keluarga ku dan wanita jalang itu, aku lapar…”, seru Jonghyun, Kibum mendongak dan melihat Jonghyun yang tersenyum. Kibum tahu, ia tidak berhak bertanya, karena ia bukan menjadi orang yang harus mencari tahu, tapi hanya pendengar yang baik, dan itu cukup bagi Jonghyun memeliki Kibum disampingnya.

“Baiklah Jjong-sama…akan kusiapkan…”,

“Ah, tunggu…siapkan double yah, ada temanku dari Korea yang datang, dia teman dekatku di Korea dulu, dia akan menginap disini untuk penelitian nya…”

Kibum mengerutkan alis, “Teman? Kalau dia menginap disini, itu tandanya…”,

Jonghyun mengangguk, “Ya, aku lupa katakan padamu, aku memang mendapat cuti dan aku akan menetap disini untuk beberapa bulan…”, jelasnya tersenyum. Kibum ikut tersenyum,

“Kau berhak mendapatkan itu, tunggulah, nanti akan kusiapkan juga kamar untuknya…”

~Floag

Kibum menyiapkan seluruh makanan itu diatas meja, ia kagum melihat hasil masakannya sendiri,
“Kibum san aku ijin pergi yah…ada yang bisa kubantu lagi?’, tanya seorang pelayan yang datang menolongnya, penjaga yang selalu datang membersihkan rumah itu.

“Oh, tidak ada Giori-san…arigato…”, katanya, wanita itu mengangguk dan permisi untuk pergi, Kibum melihat kesekeliling, ia menunggu Jonghyun selesai mandi, ia menghabiskan waktunya berdiri di ambang balkon yang langsung menuju kepemandangan bukit serta terlihat dari kejauhan gunung fuji yang indah itu , langit sudah mulai sore dan terlindah indah diiringin suara burung, serta hembusan angin yang menerpa wajahnya.

Ia tersenyum, beginikah rasanya hidup? Apakah ini hidupnya? Inikah hidup yang diinginkan? Entahlah, mungkin sekarang bisa disebut dengan hidup, ia sempat teringat ucapan Taemin.

[Kibum san, seperti apa hidup Geisha itu?]

[ Hidup Geisha katamu? Geisha itu …]

[ Geisha tidak boleh bersedih ataupun menangis meski hatinya menjerit. Geisha tidak boleh memberi atau menerima Cinta meski hatimu berkata kau mencintainya. Geisha tidak boleh terlihat emosional meski hatimu bertindak. Dan Geisha … karya terindah dari budaya untuk di hargai, bukan untuk di puja dan dijadikan perhiasan pria]

TOK TOK TOK TOK

Kibum menoleh kebelakang, mendengar ketukan di pintu kayu depan rumahnya yang besar itu berbunyi, mungkinkah itu tamu yang dimaksud Jonghyun?

Dengan ceapat ia berjalan kedepan, memakai bakiak nya dan perlahan menelusuri jalan setapak, ketukan itu terus terdengar, sampai akhirnya ia sampai gagang pintu.

Perlahan ia buka pintu itu dan ia melihat sosok pria memunggunginya, dengan rambut yang coklat, tas besar dilantai, dan jaket coklat selutut yang menyelimutinya.

“Permisi Tuan … “

~Floag

Jinki berbalik, ketika suara lembut menyapanya, saat itu juga rasanya waktu berhenti berputar disekitarnya, sunyi, tidak mendengar suara sedikit pun yang terdengar ditelinganya, terpaku ketika melihat sosok yang membuatnya tertegun, keindahan yang membuat dunianya seakan berhenti, begitu juga jantungnya yang sejenak berhenti, kemudian diganti dengan dentuman yang menyesakan dadanya, dan nafasnya sulit ia kontrol…

Thump

Thump

Thump

“Maaf … apa anda mencari seseorang?”, tanya sosok didepannya menunduk, tidak menjajarkan pandangannya, hati Jinki seakan menjerit, jangan tundukan wajahmu, jangan kau alihkan pandanganmu, aku ingin lihat mata mu…

“A-aku—“

“Siapa Kibum—OH, JINKI!!!”, teriak Jonghyun dan langsung menghambur kedepan pintu, Kibum yang melihat danna nya berlari ia langsung menyingkir dan menunduk.

“Jinki, ya Tuhan!! Ini benar kau kan? Aku tidak menyangka kau akan datang kesini, aku takut sekali kau kesasar…”, pekik Jonghyun memeluk Jinki, Jinki matanya sejenak melihat ke arah wanita yang bersembunyi dibalik pintu besar didepannya. Kemudian ia tersenyum dan membalas pelukan temannya itu.

“Bagaimana aku bisa lupa pada tempat ini? Saat kecil aku pernah tinggal selama 3 tahun disini…kau ini…”, serunya.

“Hahahaha..benar, kau sungguh tidak berubah…’

“Kau juga…kau tetap tidak bisa bertambah tinggi…”, ledeknya,

“HEI!”, pekik Jonghyun memukul lengan Jinki dengan kasar, Jinki hanya tertawa namun matanya lagi menatap sosok wanita itu, Jonghyun menyadarinya dan dengan sigap ia mengalihkan pandangannya.

“Oh, perkenalkan…dia…Kim Kibum, dia adalah seorang Geisha, pemilik Okiya terbesar di Gion ini…dan aku dannanya..”

Jinki yang melihat sosok itu kemudian beralih pandang ke Jonghyun ketika ia mendengar apa yang dikatakan temannya itu…istri katanya?

“Silahkan masuk Tuan…”, kata perempuan itu, Jonghyun segera membawa Jinki masuk kedalam dan menikmati makan malam yang sudah disediakan oleh Kibum sebelumnya.

~Floag

Selama menikmati makan malam, mata Jinki sesekali tidak pernah lepas melihat sosok Kibum yang setia menemani mereka makan, menawarkan hidangan, menuangkan minuman pada Jonghyun, dan sesekali berbicara pada Jonghyun, namun ia hanya tersenyum simpul.

Jinki disatu sisi, jantungnya tidak mau diam…ia tidak mengerti kenapa? Apa yang membuat jantungnya itu terus berdetak sejak pertama kali ia melihatnya, bahkan berdetak untuk seoran Geisha yang sudah punya danna…

Ya, Jinki tahu tentang semua itu….

“Jadi, kau ingin melakukan penelitian apa, Mr.Jenius?”, tanya Jonghyun, Jinki memebelalakan matanya,

“Mr Jenius?”, decaknya, Jonghyun tertawa, “Tentang ekologi kebudayaan …”, jelasnya, Jonghyun hanya mengangguk. Kemudian mereka melanjutkan makan mereka, semua hal dibicarakan, semua kenangan masa kecilnya yang menyenangkan, sesekali mata Jinki melirik ke sosok Kibum di ujung sana, tidak ada yang menarik ia pikir, sosok itu jarang bicara, hanya singkat dan tersenyum simpul…hanya satu yang ia yakini, senyum itu…palsu…

~Floag

Kibum membereskan semua peralatan makan yang selesai mereka pakai, ia hanya ingin cepat-cepat pulang , entah mengapa ia merasa ada yang mengganjal…

“Kau tinggal disini?”,

Kibum terkejut, ia memegang dadanya, dan menarik nafas, “Jinki sama…kau mengagetkan ku..”, katanya dan kembali membereskan peralatan makan.

“Kau tidak menjawab pertanyaanku…”, jelas Jinki.

Kibum menoleh dan tersenyum, “Tidak…aku tinggal di Okiya, dan Jonghyun-sama sesekali tinggal disana…”

“Jadi dia suamimu yah?”

“Dia danna ku…”

“Apa bedanya?” tanya Jinki, Kibum tersenyum simpul.

“Tentu ada bedanya…”

“Apa?”

Kibum hanya diam, dia tidak mau menjawab dan tidak ada yang perlu dijawab apa lagi harus dijelaskan.

Jinki diam saja memperhatikan Kibum yang sibuk dengan urusannya, ia perhatikan sosok itu dengan seksama, dan diam-diam bibirnya tersenyum.

“Aku rasa aku menyukaimu…”

Kibum menoleh dan terpaku akan ucapan Jinki…

“Terima kasih karena sudah membayarkan ayamku tadi siang …”,jelasnya mendekat sebelum Kibum dapat menghindar ketika Jinki mendekat ke wajahnya, “…Kim Kibum…”, ia menyengir ketika melihat ekspresi Kibum yang tidak banyak bicara itu menjadi panik dengan mata yang membulat besar.

Kibum memegang dadanya , ia tidak mengerti, perasaan apa barusan …kenapa ia merasa panik…apa maksud pria itu?

TBC~

AAAAAAAAHH~!!! I DUNNO WHAT I WROTE , ACTUALLY!!

KILL ME…KILL ME…
THIS IS…ASDFGHJKL FAIL!

Im sorry kalau masih banyak wrong typo, Onkeynya dikit, dan 2minnya nggak ada, woy ini series… so sabr aja, ini masih kisah Taemin dan Key ya kan?

Ada apa dengan Jonghyun? Sakit apaan lagi?

Terusss… APA YANG MAU DILAKUKAN ONEW?GILAA…MAU REBUT KIBUM KAH?

MORE TO COMES …COMMENTS AND LIKE ARE LOVE…

171 thoughts on “[2min-Onkey] Forbidden Love of A Geisha – part 2 of ?

  1. pertanyaan aku persis sama kaya yg author bilang. jjong sakit apa? terus onew punya niat apa ke key? kalo dari teaser sih dia bilang mau ngerebut key dari jjong, tapi ga tau deh nanti jadinya gimana.

    lanjut…

  2. uwahhh makin seru nih. aaahhh jinki appa datang:-D

    ttp yun, agresif klo udh brkaitan dng kibum umma. semangttt

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s