[2min/1s] Just In My Heart


2MIN/JUST IN MY HEART/1Shoot
 
Pairing : Minho – Taemin – Kevin
Genre : Angst
Author : TAEMpe

MINHO POV
Aku menyangimu sangat menyangimu.
Hal yang paling membahagaikan di dunia ini adalah…..
…memilikimu…
Kulihat namja cantik yang amat sangat aku sayangi di dunia ini. Masih terlelap dalam tidurnya. Polos. Kuciumi tiap lekuk wajahnya mulai dari kening, ke dua pipinya, hidung lancipnya, sampai bibirnya. Bermain sebentar sampai sang empunya mulai terusik dari tidurnya. Aish aneaku yang cantik.
“Hoaaaaaaam” gumamnya setelah sukses ia terbangun.
“Aish chagi, Mian” rilihku.
“Ah gwenchana hyung” ucapnya tersenyum. Senyum yang dapat membuatku bertekuk lutut.
“Hehehehe” cengengesan salting. CHUP~ bibir pink nya menempel di bibirku. Menggigit lembut bibir bawahku. Dan saat inginku balas. Dia segera melepaskan ciumanya.
“Aish chagi” kukembungkan pipiku manja.
“Ahhh, hyung cepat pergi ke kantor neee? Kau ingin dipecat eoh?” ucapnya sedikit menakuti. Namun bukan takut, tapi sungguh imut. Kucium pipinya lembut.
“Ehehehe” tawanya. “Cepat sana pergi ke kantor, san asana!!” titahnya. Baiklah aku mengalah. Mencium puncuk kepalanya. Dan berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Namja cantiku berjalan kearah dapur.
======================================
“Chagiiiiii” ucapku mengagetkan namja cantiku yang sedang memasak. Ia kaget dan memukulku. “Ish appo” ucapku.
“Kau mengagetkanku hyung” ucapnya memajukan bibirnya. Ish lucunya.
“Baiklah aku berangkat dulu ne?” pamitku. Dianggukinya.
“Annyeong Nae Taeminie” mengecup puncuk kepalanya dan pergi mencari uang untuk namja chinguku.
=================================
Hingga suatu saat.
Bencana datang padaku.
Dan membuatku…..
“Gwenchana hyung” bisikmu lembut. Ketika aku terpuruk.
Perusahaan ku bangkrut, dan aku di fitnah. Aku kehilangan semuanya. Pegawaiku, Hartaku. Tapi aku masih punya dirimu.
“Gomawo “ lirihku.
Kini kami tinggal di sebuah rumah kost yang sangat kecil. Beda dengan rumahku yang dulu. Kami sarapan hanya dengan mie instant.
Aku sakit. Dan tabungan kita, aku habiskan dalam sekejap untuk membeli obatku. Ku merasa lemah jika mengingat kini aku tak punya kerjaan, dan mengandalkan gajih Taemin, yang baru-baru ini masuk guru sekolah swasta kecil di daerah sini.
….harus kehilanganmu…
“Kau pulang terlambat lagi?” tanyaku.
“Ne hyung. Mianhe. Aku pulang mungkin malam. Tidur ne? jangan tunggu aku pulang. Annyeong” ucapmu di sebrang sana. Ku genggam erat ponselku. Untuk mereda kekecewaan ku. Lagi dan lagi pulang malam.
==========================
“Kajja Taeminie” hari ini aku mengajakmu pergi ke Taman, kemarin aku mendapatkan pekerjaan dan kini aku ingin merayakan nya denganmu.
“Ne hyung. Ahhhhh” tiba-tiba kau mengerang kesakitan. Apakah pusing. Segera ku hampiri dirimu.
“Gwenchana?” tanyaku hawatir.
“Gwenchana ahahahha” jawabmu. Ternyata kau mempermainkanku.
‘Aku selalu disini hyung
Disampingmu’
Ucapmu mebuat ku tenang.
“Tunggu ne. Aku akan segera kembali” kutinggalkan dirimu menungguku di bangku taman. Aku pergi ke sebuah kedai Burger dipinggir jalan. Aku ingin mengejutkanmu, membelikan makanan kesukaan mu.
Namun kau berdusta.
Kau tak lagi..
…disampingku…
“Taemin?” aku kaget mendapati bangku yang tadi kau duduki kosong. Kemana Taeminie pergi.
Aku mencari dan terus mencarimu hingga aku menemukanmu. Kau memeluk namja lain. Di depan mataku.
“Taemin” lirihku. Dia mengadahkan melihatku panik. “Nuguseyo?” tanyaku.
“Ah. Em. Aaa.. annu hyung” ucapmu terbata.
“SIAPA DIA?” teriaku frustasi.
“YAKK! Jangan kau bentak Taeminku” apa? Namja di depanku ini bilang apa? Taemin nya? Apa dia sudah gila. Segera ku jatuhkan makanan yang aku genggam sedari tadi menghampiri namja itu dan
BLUG
Ku layangkan tonjokan pada namja di depan ku kini dan merintih kesakitan. Dirimu segera menghampiri namja itu yang kini terjatuh. Kau menghampirinya?
Segera kutarik tanganmu namun.. kau segera menepisnya..
“Lepaskan hyung” teriakmu mengibaskan tanganku. “Aku lelah hyung aku lelah, hidup denganmu, miskin. Aku benci hidup miskin. Kau tau sebenarnya aku menikahimu hanya karena hartamu. Tak ada cinta di hatiku untukmu. Yang ku cintai dari dirimu hanya hartamu. Dan kini? Kau sudah tak punya harta. Apa yang bias aku cinta darimu hyung?” teriakmu histeris.
Aku tertegun. Apa ini Lee Taeminku. Dia membentaku.
“Kau mempermainkanku?” teriaku.
“YAK. AKU MEMPERMAINKANMU. JADI AKU MINTA SEKARANG TINGGALKAN AKU. LUPAKAN AKU” bentakmu padaku. Mengeluarkan cincin di jari manismu. Cincin pernikahan kita berdua. Kau? Kau melemparnya ke arahku. Ku pungut cincin itu. Cincin yang saat itu aku susah payah mencarinya. Mendapatkanya. Dan sekarang kau membuangnya.
Aku segera menghampirimu dan
PLAK
Aku menampar wajah mulusmu yang biasanya aku belai “AKU MEMBENCIMU LEE TAEMIN” teriaku.
Aku sampai di kosant kita, membuang semua banyumu, barang-barangmu dan semua tentangmu.
“AKU SANGAT MEMBENCI MU LEE TAEMIN”
=============================
Jika kau hanya mencintai hartaku.
Maka akan terus aku mencari harta.
Agar kau terus mencintaiku
=2 Tahun kemudian=
2 tahun setelah kejadian itu. Aku terus menunggumu selama  2 tahun ini. Kau tau Lee Taemin? Kini aku kaya lagi. Kini orang yang telah menjebaku tertangkap. Dan perusahaan, pegawai serta rumah besar kini kembali ketanganku. Kau tau? Aku sudah masuk Koran dan televise. Dengan tema
“Pemuda terkaya di korea”
Kau pasti pernah membaca atau menonton kan Taemin? Namja mu sangat kaya kan? Atau. Kau malah hidup miskin. Percayalah Taemin. Aku akan menerima mu kembali.
Ku coba menelusuri kota seol. Aku mencarimu selama 1 tahun ini. Namun tak juga ku temukan dirimu yang kuingat adalah kata terakhir dari mulutmu
“TINGGALKAN AKU LUPAKAN AKU. AKU BEGITU MEMBENCI MU HYUNG. AKU TAK SUKA KAU YANG MISKIN”
Dan kau bisa lihat sekarang? Aku kaya Taemin. KAYA. Tak jadi lagi namja Miskin yang tak kau sukai. Namun tak juga kau kunjung kembali. Aku menyerah. Baiklah aku mulai menyerah. Aku mulai bermain ke dunia malam, bermain dengan namja atau yeoja lain. Percuma ku mempunyai banyak harta. AKU MEMBENCI MU LEE TAEMIN.
“Hai brooo~” seru salah satu pegawai club malam yang sudah sering aku kunjungi ini.
“Satu bro, gak pake lama” pesanku.
“Siap boos” ucap pelayan itu lagi.
Ku perhatikan club ini sangat luas. Ku mulai memerhatikan dari arah kanan kea rah kiri club. Dan tempat duduku kini strategis. Pandanganku terhenti. Ku tajamkan penglihatanku dan aku melihat namja itu. Namja sialan yang telah merebutmu dari ku. Tapi aku harus bersukur pada namja itu. Karena mungkin kalau bukan karena namja itu. Kini aku masih hidup dengan namja matre itu. Ku lihat namja itu tengah ber’main’ dengan yeoja murahan yang sering di sapa yuri oleh para penikmat club malam yang menggunakan ‘jasa’nya.
Mungkin ia juga ditinggalkan Taemin, karena ia jatuh miskin. Mungkin. Ck benar-benar namja kecil itu. Aku menghampiri namja itu karena mungkin kita satu hati(?)
“Haai” sapaku. Dia mendiamkan ku mungkin dia lupa.
“Siapa kau? Apa maumu?” tanyanya. Kini dia dalam keadaan mabuk.
“Kau lupa? Kini kita mungkin teman. Sama-sama membenci namja kecil licik itu” ucapku menerangkan.
“Siapa yang kau maksud?” tanyanya bingung.
“Ck siapa lagi kalau bukan namja kecil sialan Lee Taemin” kataku menekan kata Lee Taemin.
Sontak namja di depanku menatapku garang dan melempar botol minuman itu sembarang.
“Siapa yang kau sebut sialan?” tanyanya. Aku kaget.
“Tentu saja LEE TAEMIN” jelasku. Dan BLUGH dia memukul perutku. “Apa yang kau lakukan?” tanyaku.
“Kau berani-berani nya menghina Taemin” ucapnya membela Taemin. Apa-apaan dia.
“Memang ia. Dia itu SIALAN” teriaku dan BLUGH terjadi baku hantam antara aku dan namja itu sampai akhirnya kami diusir keluar.
Namja itu menundukan wajahnya, membenamkan wajahnya. Menangis? Namja itu menangis. Bisa dilihat dari pundaknya yang bergemetar.
“Ini salahnya. Ini semua salahnya” teriak namja itu.
“Mungkin kau benar ini memang salahnya” ucapku membenarkan. Ini semua memang salah Taemin. Setelah tenang. Ku coba mengaknya berbicara. “Jadi kau juga di tinggalkan Taemin?” tanyaku hati-hati.
“Yah. Dia meninggalkan ku” jawabnya mengadah ke langit. “Padahal aku begitu mencintainya, sangat mencintainya. Aku mengenalnya sejak kelas 2 SMP, dan aku menyukainya sejak saat itu. Entah aku merasa nyaman didekatnya, walau cintanya bukan untuku, tapi setidaknya aku lah orang beruntung yang bisa melihat senyuman terakhirnya” terangnya.
Senyuman terakhir? Apa yang di maksud senyuman terakhir?
“Senyuman terakhir?” ulangku.
“Yaaah”ucapnya menutup matanya dan mengadah kelangit “Selamat malam Taemin” masih menutup matanya. “Oh ia kita belum berkenalan” ucapnya tiba-tiba.
“Ah. Ne. Minho imnida” ucapku memperkenalkan diri.
“Minho? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu” kelihatan berfikir. “Ah nee~ seperti nama orang yang amat ku benci Ehehehe” ucapnya.
Di benci? Kenapa dia membenci nama Minho.
“Boleh aku tau, kenapa kau membenci nama Minho?” tanyaku penasaran.
“Tentu” ucapnya menarik nafas yang panjang “Dia namja yang amat di cintai Taemin”
DEG
DEG
DEG
Berapa namja yang Taemin kenal? Dan berapa orang yang bernama Minho?
“Choi Minho” ucapku refleks.
“Yups. Benar Choi Minho namanya” apa dia bego atau apa. Jelas itu namaku. Dia dalam keadaan mabuk sekarang.
“A..aku ch..cho.. AKU CHOI MINHO” ucapku kemudian. Namja di sebelahku mebalikan badanya dan memukulku aku diam. Tak menerima atau melawan hanya diam. Sampai namja itu berhenti memukulku dan mulai terisak lagi.
“Kau sangat bodoh choi minho. SANGAT BODOOOOOOH. Kenapa kau meninggalkan Taemin?” Tanya namja itu.
Aku yang dalam keadaan sakit ini mendudukan posisi badanku. “Meninggalkan? Dia yang meninggalkanku” ucapku menghisap darah yang keluar dari mulutku.
“KAU BODOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOH”
=================
AUTHOR POV
Flash Back!
“Taemin?” Tanya Namja menepuk pundak seorang namja cantik yang diam menunggu di bangku taman.
“Emmm. Ah Kevin?” ucap namja itu imut. Rupanya masih mengenali namja di depan nya itu.
“Kau sedang apa disini?” Tanya Kevin.
“Ah. Aku sedang menunggu Minho” ucap namja cantik itu berseri saat menyebut nama Minho.
“Oh. Nugu? Namjachingumu?” Tanya Kevin. Namja cantik itu hanya mengangguk girang.
Sakit? Ya namja bernama Kevin itu sangat sakit sekarang. Mendapati namja idaman yang telah di tunggunya telah mempunyai namja lain.
“Emm. Kevin bisa kau membantuku?” Tanya namja cantik itu.
“Membantu? Tentu saja. Apa?” Tanya namja yang di sebut Kevin itu yakin.
Namja cantik itu mengadah melihat ke langit. “Kau mau berpura-pura menjadi namja chingu ku?” Tanya Taemin –namja cantik- itu.
“Mwo? Apa yang kau katakan Taemin-ah?” ucap Kevin berdiri dari duduknya dan melangkah menjauh.
Taemin segera menyusul Kevin, memeluknya dari belakang saat Kevin terlalu kaget oleh tawaran Taemin dan tidak melihat jalan di depan, hampir ditabrak mobil.
“Taemin” tiba-tiba suara bass itu datang.
“Aku mohon Kevin. Jebbal” Taemin berbisik dan membalikan tubuhnya.
“Ah. Em. Aaa.. annu hyung” ucap namja itu terbata.
“SIAPA DIA?” teriak namja itu yang kontan membuat Kevin marah.
“YAKK! Jangan kau bentak Taeminku” Kevin yang melihat Taemin di bentak sontak marah dan meyebutkan apa yang ada di pikiran nya tanpa di piker dulu dan
BLUG
Namja tinggi itu melayangkan tonjokan di perut Kevin
Namja tampan itu menarik paksa namja chingunya yang cantik itu.
“Lepaskan hyung” teriak namja cantik itu mengibaskan tangannya. “Aku lelah hyung aku lelah, hidup denganmu, miskin. Aku benci hidup miskin. Kau tau sebenarnya aku menikahimu hanya karena hartamu. Tak ada cinta di hatiku untukmu. Yang ku cintai dari dirimu hanya hartamu. Dan kini? Kau sudah tak punya harta. Apa yang bias aku cinta darimu hyung?” teriak namja itu histeris.
“Kau mempermainkanku?” teriak namja tampan.
“YAK. AKU MEMPERMAINKANMU. JADI AKU MINTA SEKARANG TINGGALKAN AKU. LUPAKAN AKU” bentak Taemin pada Minho. Mengeluarkan cincin di jari manisnya. Cincin pernikahan mereka berdua. Melemparkan nya kea rah Minho. Dan minho segera memungutnya.
Namja tampan itu menghampiri namja cantik tadi dan
PLAK
Namja itu menampar namja cantik yang kini tertegun di depanya dan berteriak
“AKU MEMBENCI MU LEE TAEMIN”
Namja jangkung itu meninggalkan namja cantik yang kini terduduk lemas. Memungut bungkusan yang dilempar oleh namja tampan itu. Tersenyum mendapati isinya makanan kesukaan nya. Memakan nya sampai akhirnya terjatuh pingsan dan lemah.
==================================
MINHO POV
“Taemin. Ku mohon bangun” teriak Kevin hawatir.
“Aku sudah bangun Kevin” ucap Taemin tersenyum gentir. “Setidaknya aku akan pergi dengan tenang” menutup matanya dan TEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET Alrm berbunyi bahwa namja cantik ini kini telah pergi. Dengan senyum dibibirnya dan air mata di matanya.
Flash Back End
=================================
“Taemin mengidap penyakit gagal ginjal. Dia tau, pada saat itu kau sedang bangkrut dan tak punya uang, ia putuskan untuk berhenti menjalani terapi. Ia menyukaiku aku tau. Tapi dia mencintaimu Minho. Sudah 2 tahun ia pergi”
Aku tertegun mendengar cerita itu. Saat itu, aku sangat membenci  nya padahal ia sedang bertarung, aku selalu mengeluh jika hanya sarapan dengan mie instant tapi kau selalu tersenyum. Aku habiskan uang tabungan kita, hanya karena sakit ku yang tidak parah. Kau melupakan dirimu sendiri, demi aku?
Aku berlari menuju dirimu, setelah ku tau, kau dimakamkan di mana. Di samping orang tua mu.
====================================
“Annyeong Taemin” ucapku menangis, rasanya air mata ku sudah habis menangisi mu. “Babbo” hina ku. Menyentuh batu nisan mu. Mendekapnya.
“Maaf karena aku selalu mencurigaimu yang pulang malam. Maaf karena aku, uang tabungan kita habis, maaf karena aku selalu mengeluh, maaf karena dulu aku menyakitimu, maaf karena aku menamparmu saat itu, maaf karena kebodohanku. Mianhe, Jeongmal Mianhaeyo” aku menangis diatas batu nisan mu.
“Tunggu aku”
Hal yang paling membahagiakan duduni ini
Adalah memilikimu
Hal yang paling membuatku menyesal di dunia ini
Adalah memilikumu juga.
========================
“Annyeong” sapa dokter kearahku. “Sudah siap tuan Choi?” tanyanya. Aku menangguk. Kini aku berada dimana saat kau bertarung keras dengan penyakitmu. Dimana saat itu kau dirawat disini. Dan kini aku akan memberikan satu ginjal ku untuk keluarga yang kutemui di lorong. Cukup aku yang menderita kehilanganmu karena penyakit sialanmu itu.
“Terimakasih tuan Choi. Terimakasih” lagi-lagi keluarga itu berterimakasih padaku. Aku tersenyum mengangguk.
Oprasi dimulai.
Ku rasa sakit luar biasa di daerah perutku. Apa seperti ini rasanya kau dulu Taemin? Aku menatap bunga yang diberikan keluarga orang yang kudonori ginjal itu di meja. Aku memang tak mempunyai siapapun di dunia ini. Keluarga ku semua telah pergi. Namun banyak kerabat yang dekat denganku. Tapi karena tak ada yang tau aku memutuskan untuk tak memberi tau.
Tunggu aku
Ku cabuti selang yang bertengkar di hidungku. Mencabuti beberapa jarum yang menanjab di tanganku. Sesak kurasakan. Kehilangan napas sampai akhirnya..
TEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET
__/\____/\__^_______________________________dies
=THE END=

41 thoughts on “[2min/1s] Just In My Heart

  1. kok miris gini sih T_T
    taemin meninggal gegara gagal ginjal, minho meninggal gegara bunuh diri(?)
    bisa di bilang bunuh diri ga sih .-. hahaha
    pokoknya kenapa mereka harus giniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii😥😥😥😥

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s