[onkey] Haeundae-it’s all about you and i


Hihihihi… ada yang kaget dengan kemunculan saya?? setelah waktu itu memutuskan keluar akhirnya saya rindu.. wkwkwkw
post ini buat oembukan dulu ya ^^
makasih buat ka sani yang udah ngizinin aku join lagi di syf.. hehehe

Title : Haeundae –It’s all about You and I-

Author : Keysha Mahaz

Cast : JinKibum

Genre : Sad Romance

Length : One shoot

========================================================================

It’s all about You and I

Semuanya tentang kita

Semuanya tentang kau dan aku

Semuanya..

“Kau yakin hanya sampai sini?” merasakan ujung-ujung jemari besar itu menyentuh permukaan pipi tirusnya dengan sedemikian rupa. Hangat. Sampai bisa membawa sepasang mata kucing itu terpejam rapat dengan senyum simpul yang terukir dari dua belah bibir apelnya.

“Gwaenchana Bunn..sampai sini saja..” menangkup dua tangan si tampan dan tersenyum lagi. Cantik. Membuat mata sabit nan teduh itu tak kunjung lepas darinya, memajukan wajah seraya menjijitkan kaki untuk bisa menggapai wajah dan menggosok hidung mancungnya di pipi chubby milik si tampan.

“It’s Ok bunn..pulanglah” mengecup sekilas pipi kanannya dan menjauhkan wajah kemudian beralih mengusap poni coklat kekasihnya yang jatuh.

“Kitty..umm..saranghae” sedikit merunduk untuk bisa mengecap manis dari bibir apel itu. Sang pemilik cuma terkekeh pelan dan mengusap ujung mata sabit si tampan.

“Ara bunny, nado saranghae..kajja, sebentar lagi malam” mendorong pelan bahu lebar itu, memaksa namja tampan di depannya selangkah mundur.

“Key..”

“Ne?” merasakan tautan jemari besar itu kembali menggamitnya. Si namja tampan hanya tertawa kecil dan menggenggam tangan mulus itu erat.

“Aniyo..” dan langsung mengecup kening key, melepas genggamannya kemudian berlari kecil kearah belakang sambil melambai riang.

“Bye bunny..Yah! jinki, nanti kau jat~”

BRUK

Tak sempat menyelesaikan seruannya, malah menyaksikan jinki terjerembap di tanah akibat tersandung. Mendirikan badannya cepat dan menepuk-nepuk bagian depan blazer sambil mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi pada key.

“I’M OK KITTY!! SARANGHAE!!” memainkan dua lengannya dan membentuk love sign besar di atas kepala. Melambai lagi kemudian kembali berlari hingga sosoknya hilang di ujung tikungan.

“Bodoh..aku juga mencintaimu…”

Bagaimana cara mengatakannya..

Kalau aku sangat-sangat-sangat mencintaimu?

Sampai kapanpun tak akan berubah

Untuk selamanya

Karena hanya ada kau dan aku

Hari ini, besok, dan seterusnya

Tangan kirinya menggenggam tali tas selempang warna coklat itu dengan erat, sementara yang kanan menenteng sepatu kets warna putih dengan motif garis pink. Melihat kesebelah kanan, jalanan terang dan lampu-lampu yang menyala indah. Dengan tiupan angin laut yang menghempas helai-helai rambutnya terbang rendah. Kakinya yang telanjang dapat merasakan halusnya butiran pasir pantai di bawahnya. Merasakan butiran-butiran halus itu menyusup geli lewat ruas jemari kaki. Hahh..sangat suka. Atau memang dia yang terlalu melankolis? Atau..? entahlah.. hanya merasa nyaman untuk ada disini, masih menyusuri tepian pantai, dimana ada beberapa orang yang sepertinya. Berdiam dan duduk sambil melihat langsung kearah laut yang terlihat amat gelap. Hanya bintang-bintang dan bulan sabit yang menjdai penghias di sana. Bulan sabit. Sama seperti mata kekasihnya itu, indah, dan cemerlang. Terus berjalan menyusuri tepian pantai, mencari tempat tersendiri untuk kedamaian.

Dipantai ini aku bernyanyi

Dipantai ini aku mengadu

Bahwa laut benar-benar mendengar segala yang kukatakan

Bahwa laut benar-benar mengerti aku yang sebenarnya

Menjatuhkan diri pada tanah dengan pasrah. Duduk dalam posisi memeluk tasnya dan menumpukan dagu disana. Mata kucing itu agak meredup ketika menerawang jauh pada lautan. Hanya bunyi debur ombak yang amat kentara memenuhi gendang telinga, serta tiupan angin laut yang menyusup masuk. Jauh mengalahkan keramaian kota yang ada di belakangnya.

“Hai..aku datang lagi..”

BRUSSS

Mendengar debur ombak yang menabrak karang, seolah menyahuti sapaannya. Mampu menciptakan seulas senyum manis disana. Key sedikit memainkan jemarinya sendiri untuk merapikan poni blonde yang agak berantakan akibat tertiup angin. Berdengung pelan dan hanya diam. Baiklah..mau apa lagi? hanya ingin diam..diam..diam..dan diam.. menikmati kediaman yang membuatnya nyaman untuk berkali datang kesini. Rasanya laut dan segala yang ada di sini benar-benar menjadi obat untuk segala kejenuhan dan renungannya. Memejamkan mata untuk membiarkan semua yang ada masuk menyusup kedalam dirinya.

[“Key, aku menyukaimu..”

DEG

Ini seperti..apa yah? Mimpi? Atau..? errhh..jinjja, Cuma bisa membulatkan mata ketika seuntai kalimat super pendek tadi keluar dari bibir tebal itu dengan begitu syahdu. Atau ketika mata sabit itu menatapnya dalam seolah menguncinya kemudian mempesona dirinya dengan terkekeh pelan. Tampan. Amat tampan.

“Aah..aniyo, aku rasa menyukaimu itu salah.. yang benar itu..aku mencintaimu..otte?” mengelus tengkuknya gugup sambil memainkan kakinya dan bergoyang gugup. Dapat key lihat ada beberapa semburat kemerahan samar yang mewarnai pipi chubby itu. Wajah tampan yang tersipu.

“Kau bercanda..huh?” menepuk bahu jinki pelan sambil tertawa canggung. Ayolah, mereka sahabat kan? Maksudnya..sahabat . yeah..apa yang bisa diharapkan? Lebih?

Melihat jinki yang mulai berhenti terkekeh dan diam tiba-tiba. Tak ada suara yang mengisi sunyi ini. Cukup deburan ombak dan tiupan angin laut yang bersua. Hanya saling diam dan bertatap. Merasakan dan menyadari bahwa ada debaran dan gelitikan dalam diri masing-masing.

“Aku tidak bercanda key..” tak mengulum senyum atau apapun. Wajah tampan yang berubah serius, menggapai bahu sempit key untuk ia genggam dan sedikit di remas. Key mengerjap cepat, mencoba mencerna kata-kata jinki agar bisa ia pahami. Lama..lama kembali diam sampai key menghela nafas, mengangkat wajah untuk melihat sosok tampan yang tersorot sinar senja itu.

“Kita sahabat kan?” yeah..ia akui kalau dirinya terlalu melankolis menjalani hidup. Errghh.. seperti semua benar-benar sendu. Melihat jinki yang mengangguk sambil etrsenyum teduh.

“Lalu..kau..err..memintaku menjadi kekasihmu?” agak terbata untuk mengatakan ini. Mengepal tangannya sendiri kemudian menunduk, emmbiarkan untaian poni blondenya jatuh menutupi sebagian wajah.

“Ya..” ]

Membuka matanya kembali setelah mereview saat dimana mereka berawal menjadi sepasang kekasih. Di tempat ini. Di tempat yang sama. Pantai Haeundae. Senja itu, ketika mereka sama-sama memilih menapaki jalan dengan hubugan yang lebih dari sahabat.

Di tempat ini kita bermula

Di tempat ini..

“Jinki saranghae..” berdesis pelan sambil tersenyum miris, melihat pada gulungan ombak yang saling susul menyusul di sana. Hahh..benar-benar tenang. Mengingat kembali momen-momen paling mendebarkan seumur hidupnya.

[“Key..” menyenggol lengan key yang asyik membaca di meja perpustakaan. Senyumnya mengembang ketika key hanya berdecak tanda terganggu, tak memalingkan fokus dari ensiklopedia tebal yang sedang ia baca.

“Key..” kali ini memainkan nada suaranya sedikit merengek, berharap kalau namja cantik di sebelahnya itu menoleh kearahnya. Tapi hasilnya nihil. Key malah menjauhkan duduknya sambil menyeret bukunya menjauh, ckck..

“Keeyyy…” kali ini benar-benar merengek sambil menggelayuti lengan key. Namja cantik itu berdecak lagi, menutup bukunya dan menarik nafas sebelum memposisikan diri untuk berhadapan dengan jinki.

“Wae?” menatap pada jinki yang menyengir amat lebar.

“Boleh aku mengatakan sesuatu?” menatap key dengan jenaka. Tersenyum menampilkan gigi kelinci yang berada di paling depan.

“Tentu..silahkan..” mungkin masih agak kesal akibat di ganggu, terlihat dari wajahnya yang agak ditekuk dan sama sekalai tidak tersenyum. Jinki terkekeh, memainkan jemari besarnya untuk mengetuk permukaan meja kayu berpelitur itu. Lama saling diam sampai akhirnya key mendengus keras dan mulai memprotes.

“Kau mau katakan apa eum? Aku ingin Membaca lagi..” menggembungkan pipi kesal, tapi entah kenapa terlihat begitu imut sekaligus cantik di mata jinki.

“Umm..saranghae..”]

Laut..

Mungkin sudah bosan membiarkanku menceritakan ini

Tapi rasanya itu seperti berputar dalam kepalaku

Rasanya masih terngiang didalam pendengaranku..

Apa kau juga mendengarnya?

Terkekeh sendiri mengingat semuanya, menggerak-gerakkan jemari kakinya di bawah timbunan pasir pantai yang halus. Benar-benar halus dan lembut. Sama seperti kekasihnya. Meletakkan tas yang sedari tadi ia peluk dan mulai berselonjor kaki, mengacak pasir di sekeliling kemudian mengarahkan ujung telunjuknya di permukaan pasir.

‘Jinki

terkikik begitu tulisan itu sempurna tercipta dari gerak telunjuknya tadi. Mengubah posisi menjadi duduk bersila sambil mengamati ukiran pasir yang ia buat barusan.

“Jinki cinta key..key cinta jinki..umm..” malah memainkan ujung dagu lancipnya dengan tangan kiri yang bebas dari pasir pantai. Memiringkan kepala dengan alis yang nyaris bertaut. Imut.

“Hhh..key cinta jinki..” menghela nafas panajng sebelum terkikik lagi dan menyentuh permukaan bibir apelnya sendiri. Kepalanya ditengadahkan ke langit, melihat pada gugusan bintang yang berkilau dan amat amat sangat banyak, begitu juga dengan bulan sabit yang mala mini entah kenapa terlihat lebih bersinar dari malam-malam sebelumnya.

“Chocovanilla..”

[ Key asyik mengecap es krim vanilla yang di taburi butiran halus choco chip itu. Manis, dan..umm..apa yah? Sulit untuk dijabarkan. Yang jelas ia amat menyukainya, manis dan lembut. Sesekali melirik pada jinki yang cuma bertopang dagu memperhatikannya melahap es krim tersebut. Memainkan bibir tebal itu iseng sambil sesekali mengelus sebelah tangan key. Tampaknya tak memperdulikan kekehan samar yang terdengar dari pengunjung lain di kedai es krim ini. Hanya saling menikmati akitivas mereka berdua.

“Kau mau? Ini enak..” tawar key sambil menunjuk kearah chocovanilla yang tinggal setengah itu. Jinki mengernyitkan kening dan menggeleng.

“Aku ingin ayam..”

Eoh?

Langsung di sambut tawa renyah dari namja cantik di depannya, menepuk kepala jinki pelan dan tersenyum lebar.

“Sayangnya tidak ada kata ayam di daftar menu bunny.. haha..” kembali tertawa dan semakin menggoda sang kekasih yang mengerucutkan bibirnya imut.

“Kalau begitu aku akan mengatakan pada menejer disini untuk memunculkan menu es krim rasa ayam!”

Mwo? Haha..bukankah itu hal terlucu yang pernah key dengar, sampai-sampai key harus meredam tawanya dengan tanagnnya sendiri. Kembali terkikik melihat wajah tampan itu merenggut kesal.

“Aku serius kitty..” memicing kearah key, membuat namja cantik itu menarik ulur nafasnya untuk menghentikan tawa. Tersenyum simpul dan mengangkat tangan untuk diarahkan ke pipi chubby jinki.

“Ara..ara..jangan marah ne…umm..tampan..”

Sedetik..

Dua detik..

Tiga detik..

Daann…

VOILA! Lihat senyum lebar itu mengembang sempurna, sampai deretan gigi putih jinki beserta dua gigi kelincinya menyembul disana.

“Saranghae..”

CHU~

“Eumphh..” terbelalak saat bibir jinki langsung menyambar bibir apel itu, hanya menempelkannya dengan mata saling terbuka. Saling memandang dengan bibir yang menempel. Dapat key rasakan sebuah tarikan seulas senyum pada jinki sebelum benar-benar menyambar bibirnya dan mengulumnya lembut. Amat kembut sampai bisa membuat key memejamkan matanya. Merasakan sapuan lidah jinki yang menekan dan masuk kedalam rongga mulutnya untuk sekedar membelai sebentar. Tak ada desahan atau kecapan. Ini lembut dan manis. Menjilat permukaan bibir key sebagai sentuhan akhir dari semua ini.

“Ji..jinki..” tergagap, masih shock mungkin dengan apa yang baru saja di lakukan kekasihnya. Merasakan panas mulai menjalar ke wajah dan memunculkan semburat kemerahan cantik disana.

“Ne?” seperti tidak tahu atau memang pura-pura tidak tahu dengan ekspresi yang key berikan? Bodoh. Malah tertawa melihat wajah key yang memerah itu. Bahkan acuh dengan kenyataan bahwa mereka berada di tempat umum sekarang. kembali mendengar kikikan dari meja lain. Masa bodoh, apa urusannya?

“I..itu..my first kiss..” menyentuh permukaan bibirnya sendiri yang lembab akibat sapuan lidah jinki. namja tampan itu Cuma terkekeh geli dan mengangguk.

“Me too..”

What?!

“Ngomong-ngomong..es krimnya enak..”

O.o]

Mendengar bahwa dada ini bergemuruh

Juga rasa geli yang memenuhi diriku

seperti ada sesuatu yang menggelitik dan terus menerus membuatku tersenyum

Ini..

Menyenangkan..

Kembali tersenyum dan mulai merapikan kembali rambut blondenya yang sudah berantakan tertiup angin. Err..mengingat ciuman pertama itu membuatnya ingin mengecap chocovanilla sekarang juga. Mungkin sepulang dari Haeundae akan mampir sebentar ke kedai es krim untuk membelinya?

Beranjak berdiri dari duduk sambil mencari sesuatu dalam tasnya. Sebuah amplop coklat ukuran A4. Membawanya berdiri dan berjalan mendekati bibir pantai, merasakan dingin air laut menyapa permukaan kakinya yang telanjang. Berdoiri dengan tegap seolah menantang laut dan ombak yang bergulung. Mungkin kalau ada yang melihatnya ia akan di anggap ingin melakukan tindakan bunuh diri dengan menenggelamkan diri dan membiarkan dirinya di ombang ambing ombak. Yah..itu juga sebenarnya salah satu pikiran yang tadi sekelebat lewat. Membuka amplop coklat tadi dan mengeluarkan selembar kertas putih dengan deretan tulisan disana sambil etrsenyum miris.

Nama : Kim Kibum

Tempat, tanggal lahir : Daegu, 23 September, 1991

Umur : 17

Alamat : Seoul Apartement no.17

Penyakit : Kanker otak

Baiklah.. bahkan deret deret pertamanya saja sudah behasil membuatnya down seketika. Kanker otak? Yah..ia sering dengar itu, tapi tak pernah menyangka kalau pada akhirnya dia sendiri yang akan merasakannya.

Tapi apakah ini akan segera berakhir?

Aku tidak mau..

Aku tidak mau kalau ini semua berakhir..

[ “Tuan Kim, ini laporannya. Maaf sekali untuk menyampaikan hasil pemeriksaan ini, saya harap anda bisa tabah..” menyodorkan amplop coklat itu pada key yang mulai mengeluarkan keringat dingin. Seolah perkataan namja paruh baya berjas putih di depannya itu seperti menerjang pendengarannya. Mengambil amplop tadi dengan sedikit gemetar, membukanya perlahan dan langsung membelalak.

“Dok, ini..”

“Maaf tuan kim, ini laporan yang ditulis dengan sebenar-benarnya” membungkuk pelan seperti dapat melihat gurat kecewa sekaligus takut di wajah key.

“A..arasseo.. terima kasih dok, saya pamit dulu..” mendorong kursinya kebelakang dan membungkuk sebelum keluar dari ruangan bau obat itu. Errghh..rasanya seperti di hantam ratusan batu besar. Ini..nyata?]

Aku mencintaimu..

Dan akan selalu begitu..

Key memanjangkan tangannya kedepan, membiarkan angi laut yang semakin keras itu menggoyang kertas putih di tangan kanannya. Angin laut. Boleh ia berharap kalau ini tidak pernah terjadi? Ya! Ya! Sangat beraharap!

WHUSS

Dan melepaskan kertas tadi berikut amplopnya hingga jatuh terbawa angin dan teromabng-ambing gelombang laut. Menariknya ke tangah laut hingga lenyap menghilang.

“It’s done..”

Tapi seberapa keras aku berusaha menulikan pendengaranku

Seberapa keras aku membutakan penglihatanku

Atau seberapa keras aku membohongi diriku

Tetap inilah kenyataannya..

Bahwa waktuku tinggal sebentar..

Haeundae..

Laut..angin..ombak..karang..

Semua yang telah menjadi saksiku dalam ceritaku

Terima kasih banyak..

Terima kasih untuk mendengarkan kisahku

Terima kasih untuk mengerti tentang aku
Tentang aku dan jinki..

Haeundae..

It’s all about You and I
END

47 thoughts on “[onkey] Haeundae-it’s all about you and i

  1. Oow ,udah diduga ,pasti epep ini akhirnya kalo gak Jinki yang ‘pergi’ pasti Kibum yang ‘pergi’ ,kalo Kibum inget inget masa mereka bersama(?) itu kayak waktu terakhir buat nginget itu semua ;3;
    Tapi itu Jinki tau gak Kibum sakit? Terus dia kemana? Apa jangan dia udah pergi duluan? ._.
    Dan endingnya ,erg ,gantung segantung gantung gantung gantung banget ;3;
    Huweeee ,Jinki whr r u? ;3;

  2. Huuwaaa…
    It’s hurt to say goodbye..
    D FF ini Jgn” jinki gx tau key sakit yaa??
    Klo ini ad lanjutan’a pasti jinki ngenes deh pas tau kenyataan’a..
    Nyesel mau putus, gx mau pisah..
    Hiks..

  3. Ini nyesek bangettt ,jinki belum tau ya kalo kibum sakit 😭😭
    Tapi itu ,panggilannya knpa manis bangeetttt 😘😘😍😄

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s