[onkey] Who’s first?-chap 1


Title : Who’s first?

Author : Keysha Mahaz
Cast : Jinkibum

Onew POV

Dapat kurasakan sebuah sinyal dari mangsaku malam ini. Bahkan harumnya tercium amat wangi disini, di indera penciumanku. Ini..amat harum. Sangat mengundang. Aku lapar. Sangat lapar setelah si froggy dan dino head pabo itu menceramahiku seharian ini tentang aku yang menyerang di tempat umum. Maksudnya..hey! mereka tidak tahu kalau penjahat itu sangat mengundang! Zzz..siapa suruh dia mempunyai hati yang teramat buruk. Yes..sama seperti kami. Bangsa Lucifer, memangsa hati yang hitam dan buruk. Baiklah..mungkin lebih seperti dementor dalam film penyihir harry potter yang para manusia sering tonton. Yeah..something like that.

Tenggorokanku semakin kering tatkala harumnya semakin menyengat penciumanku. Ahh..dahaga yang tak tertahankan. Kulangkahkan kakiku terus menyusuri jalan kecil di sekitar taman kota. Ini sudah larut, tak banyak manusia yang keluar di malam hari kecuali para penikmat malam. Err..haha..aku juga termasuk, aku beberapa kali masuk kedalam pub untuk sekedar bersenang-senang atau mengerjai beberapa manusia dengan minho dan jonghyun. Itu menyenangkan kau tahu. Mengerjai mereka sampai wajah mereka pucat ketakutan. Sangat menyenangkan!

Gemerisik dedaunan yang tertiup angin sedikit mengiringiku dalam perburuan malam ini. Sesungguhnya aku sama sekali tak lapar, mengingat daya tahan Lucifer dalam mencari mangsanya bisa sebulan sekali, tapi entah apa yang membuatku amat tergiur malam ini. Minho dan jonghyun tidak tahu kalau malam ini aku berburu, aku hanya bilang pada mereka kalau aku ingin bersenang-senang. Ini..sama saja kan?

Wanginya semakin tercium, aku rasa ini semakin dekat. Kulangkahkan mantap menuju tumpukan gorong-gorong di sebuah lahan kosong yang tak terpakai. Dan..gotcha! apa kalian melihatnya?! Disana..mangsaku.. yummy! Tampaknya sangat lezat karena wanginya seribu kali lipat lebih mengundang di banding selama ini. Sosok ramping yang memunggungiku dan tampaknya tidak menyadari keberadaanku. Bagus! Aku bisa menyergapnya dari belakang.

SRAK!

Mwo?! Apa itu?! Sayap?! Dia..sosok itu, menghindar dari sergapanku dengan terbang tiba-tiba. Mengambang di udara kira-kira lima meter di atas tanah. Vampire! Wajahnya pucat dan terlihat berlumuran darah di sekitar bibir juga tangannya. Karena beberapa tetes darah meluncur dari sana. Rambutnya hitam legam, serasi dengan pakaiannya. Kaos berkerah lebar seleher yang di balut jaket kulit dengan banyak bulu di sekitar lehernya, juga celana abu-abu suram. Err..ini sedikit membuatku gemetar. Matanya tajam menyorotku dengan keji. Dia menyeringai kemudian terbang rendah di belakangku. Menempatkan bibirnya tepat di telinga. Jinjja…harumnya sangat wangi! Menggiurkan! Sangat!

“Menginginkanku?” gah! Suaranya serak bercampur anyir darah yang memenuhi sebagian wajah pucatnya. aku menelan salivaku, menjilat bibirku sendiri kemudian hendak berbalik menghadapnya tapi ia langsung melesat lagi terbang lebih tinggi. Beberapa tetes darah masih jatuh dari jemari lentiknya. Dia melihatku seperti..apa yah? Entahlah.. ini sulit dijabarkan. Seringaian yang misterius.

“Aku juga menginginkanmu, tampaknya kau lebih lezat dari mangsaku malam ini..” mengarahkan telunjuknya pada sesuatu di balik gorong-gorong berlumut itu. Aku mengalihkan pandanganku kesana dan..ohh..malang sekali yeoja itu. Tewas mengenaskan, darah membanjiri dadanya, tampaknya makhluk itu mencabut sadis jantungnya. Yeah..aku tahu makhluk itu. Yang memakan jantung para manusia. Kembali kualihkan pada dia yang masih terbang di atasku. Seringainya belum pudar, malah semakin terlihat sinis dan menakutkan di tambah sorot bulan purnama yang begitu sempurna malam ini.

“Kapan-kapan aku akan memangsamu, sampai berjumpa lagi..”

WHUZZZ

dan..VOILA! dia melesat amat cepat seolah menapaki langit dan berlari keatasnya. Aku tidak tahu apa yang ada di sana. Mungkin dunia vampire, yeah..hanya itu yang aku tahu. Ok, mungkin malam ini aku harus menahan dahagaku untuk menyedot sesuatu. Aku harus pulang ke mansion kami, kurasa jonghyun dan minho akan bertanya karena sekarang bau anyir mulai melekat di pakaian yang kukenakan.

.

.

Key POV

Slurp..

Kusedot kuat-kuat darah yang mengalir dari jantung yang baru saja kucabut tadi. Ck, jinjja.. ini tidak semanis tampaknya. Rasanya biasa-biasa saja, but it’s ok. Setidaknya cukup memuaskan tenggorokanku yang kering. Yeah..walau sangat disayangkan waktu yang kubuang untuk yeoja tak tahu diri ini tadi. Beraninya dia menggodaku, rasakan akibatnya nappeun yeoja! Huh..

Kugigit potongan terakhir jantungnya dan kukunyah dalam mulutku. Hmm..cukup gurih. Kutelan dan mulai menjilati sisa-sisa darah di dada yeoja ini.

SRAK!

Errghh..aku bangga dengan reflexku yang luar biasa. Ketika sayap hitamku ini membawaku menghindar dari sergapan orang asing di belakangku. Sebenarnya aku sudah merasakannya, dan…smell is good. Menggiurkan. Kulihat seorang namja tampan yang berdiri terpaku menatapku. Dia..tampan. yeah..dengan rambut coklat gelap yang pendek dan mata sabitnya yang menatapku lekat. Aku sebenarnya ingin tertawa melihat raut wajah itu..tapi..akan terlihat bodoh dan merusak imageku sebagai seorang vampire misterius. Haha.. aku menyeringai sebentar sebelum memutuskan terbang rendah di belakangnya. Sepertinya sedikit bermain dan menggoda tak apa kan?

“Menginginkanku?” kubisiki telinganya dan nyaris aku kehilangan akal untuk mengeluarkan taringku lagi. errghh..wangi darah yang menggoda! Aku tahu dia bukan manusia biasa, dia..lucifer kan? Jika aku tak salah. Auranya suram, tapi lebih terang di banding aura kami sebagai vampire. Dan benar kata taemin! Wanginya sangat harum jika di banding manusia biasa. Nah..kali ini aku benar-benar mempercayai omongan banana boy itu –yang katanya nyaris memangsa seorang Lucifer tampan-. =,=

Dia membalikkan badannya..tapi sudah kubilang kalau reflexku ini luar biasa kan? Aku segera terbang lagi, menempatkan diriku di atas udara. Dia menatapku tajam, begitupun aku. Ckck..sepertinya menarik. Menyeringai lagi untuk yang kesekian kali.

“Aku juga menginginkanmu, tampaknya kau lebih lezat dari mangsaku malam ini..” haha..lucu sekali, bahkan ia tertegun sekarang.

“Kapan-kapan aku akan memangsamu, sampai berjumpa lagi..” entah apa yang membuatku berkata seperti itu. Umm..mungkin memang aku ingin berjumpa lagi dengannya? Molla.. terakhir kali aku mengencani seorang namja tampan dan berakhir dengan memangsanya..sekitar..seratus tahun lalu? Entahlah. Aku tak ingat betul. Sisanya aku mengencani dan memangsa wanita, kufikir jantung dan darah mereka lebih manis. Mungkin akibat makanan manis? Haha.. bodoh! Tapi Lucifer ini..benar-benar menggoda. Akan kubilang pada taemin kalau aku akan mengincarnya nanti.

Kulebarkan lagi sayapku dan mulai melesat keatas langit. Menapaki awan-awan hitam yang membawaku kedunia kami. Dunia vampire. Mungkin akan terdengar aneh karena kami tinggal di langit. Ini seperti..you know what? We hate sunlight. Tapi kami terlindungi dari sinar matahari berkat mantra yang dirapalkan para sesepuh. Amazing right? Hoh..suatu hari nanti aku juga akan menjadi seperti mereka. Kekal dan kuat.

=======================================================================

Author POV

“Hyung..kemana saja hoh? Ketua mencarimu tadi..” seru minho begitu onew baru saja melangkah masuk kedalam mansion besar itu. Memelototi onew yang Cuma mendengus sambil mengibas tangan seolah mengusir nyamuk. Mendelik sinis pada jonghyun yang tertawa melihat hal ini. Apa yang lucu?!

“Berhenti memelototiku dengan matamu yang besar itu froggy boy.. nanti matamu keluar dari sangkarnya..” sindir onew sambil melempar diri ke sofa putih pucat di ruang tengah. Minho mendengus sebal saat tawa jonghyun semakin pecah. Benar-benar tidak lucu! Memilih diam dan mengacuhkan dua makhluk tadi dengan meninggalkan ruang tengah mansion. Jonghyun menarik ulur nafasnya untuk mencegah kekesalan sang hyung memuncak. Menghampiri onew yang sekarang tengah asyik memainkan kupu-kupu hidup dalam tolpes kaca bening koleksinya. Kupu-kupu warna hitam gelap.

“Ahh..kau bau darah hyung.. habis dari mana eoh?” tanya jonghyun begitu hidungnya mengendus bau anyir dari tubuh onew. Namja tampan itu mendelik singkat sebelum kembali memusatkan perhatian pada kupu-kupu hitam miliknya.

“Hanya mendekati sesuatu yang berbau darah..” jawabnya datar.

“Kau tidak memakannya kan? Maksudku..kita tidak seharusnya..”

“Ara jonghyun-ah..kita tidak seharusnya menghisap darah mereka, kita menghisap jiwa mereka. Tapi bukankah itu menyenangkan huh?” potong jinki, melirik sekilas jonghyun yang mengambil duduk di depannya.

“yeah..menyenangkan, tapi membuatmu sederajat dengan para vampire..” ujar jonghyun dengan memainkan jemarinya di permukaan sofa.

“Vampire..”

========================================================================

Key melangkah pelan masuk kedalam mansion berlatar dominan abu-abu putih itu. Dengan hiasan Kristal antic yang memenuhi beberapa sudut ruangan. Mengedarkan pandang untuk sekedar menemukan sosok yang ia cari sejak masuk tadi. Menepuk sekilas pundak sempit seorang namja cantik berambut blonde yang tengah memainkan jemari lentiknya, atau lebih tepatnya kuku panjangnya pada sebuah jantung segar di dalam box putih.

“Kevin, kau melihat Taemin?” tanya key begitu fokus vampire cantik bernama Kevin itu sedikit teralih padanya. Menyesap noda-noda darah yang melekat di ujung jemarinya sambil mengerling kemudian memainkan pundaknya naik turun.

“Entahlah.. aku tak melihatnya sedari tadi. Mungkin ada di kamarnya…kau habis berburu key?” tanya Kevin sambil menusuk lagi jantung tadi dengan telunjuknya hingga mengeluarkan beberapa tets darah kemudian menjilatinya dengan menyeramkan. Key menghela nafas singkat, memainkan poni legamnya kemudian berdengung tak jelas.

“yeah..tapi yeoja itu hambar.. aku tak tahu apa yang membuatnya hambar..payah” cibir key sinis, dua tangannya ia masukkan kedalam saku jaket. Menggembungkan sebelah pipinya imut kemudian hendak menyambung langkah kembali.

“Selamat makan Kev,” seru key begitu nyaris di ambang ruang tengah. Melihat Kevin mengacungkan jempolnya seraya menyesap langsung benda merah pekat itu. Kakinya dilangkahkan satu persatu menaiki anak tangga berpualam. Mengantarnya pada beberapa pintu kayu kokoh di atasnya. Matanya tertuju pada pintu legam di paling ujung kiri. Melangkah kembali dan langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu. Toh untuk apa? Vampire tak butuh hal tak penting seperti itu. Lagipula sesame vampire tidak boleh menyembunyikan sesuatu. Melihat sesosok tubuh kurus tengah berdiri menatap keluar jendela besar. Tampaknya menyadari langkah key, mengingat taemin mulai terkekeh tak jelas sambil berdengung.

“Anneyong hyung..” taemin berbalik saat key hendak menepuk pundak sempitnya. Umm..boleh dikatakan kalau reflex seorang vampire sangat sensitive dan luar biasa. Menyunggingkan senyum manisnya yang banyak menipu para manusia dibawah sana. Key tersenyum tipis, menyapu poni legamnya dari mata kucing dan menyelipkan jumputan rambut itu ke sela telinga.

“Tak berburu?” tanya key datar, kakinya di langkahkan pada sofa antic panjang yang merapat ke dinding. Duduk dengan anggunnya seraya menumpu kaki-kaki jenjang itu dengan indah. Yeppeo. Taemin terkekeh sambil menggeleng, melempar diri pada kasur besar disana hingga tubuh kurusnya terpental lucu.

“Wae?” tanya key lagi, mulai memainkan kuku-kukunya yang panjang dan meniupnya sekilas. Taemin tertawa kecil, menggembungkan dua belah pipinya dengan menerawang langit-langit.

“Entahlah.. aku tidak lapar..” menghembuskan nafas kuat-kuat sampai poni coklatnya yang tadi jatuh ikut terbang rendah. Key mencibir sinis, masih mengurusi kuku-kukunya yang panjang tapi bersih itu. Lama saling terdiam hingga akhirnya key menyadari sesuatu kalau ia kesini untuk menceritakan hal tadi.

“taem, kupikir Lucifer memang menggiurkan..” mulai mengawali ceritanya. Mendapati raut wajah taemin yang berubah bingung, alisnya saling bertaut berusaha menebak arah pembicaraan key sekarang.

“Maksudnya?” merubah posisi enjadi tengkurap dan merayap pelan kearah meja kecil di samping ranjang. Menggapai segelas susu berwarna kekuningan yang key yakin itu adalah susu pisang. Namja cantik itu sendiri sebenarnya tak terlalu ingat sejak kapan taemin mulai menyukai minuman para manusia yang menjijikkan itu. Tapi..yeah..tak terlalu memperdulikan. Lebih terfokus pada topic semula. Lucifer.

“Yeah..saat aku berburu tadi aku menemui seorang Lucifer..dia..menggiurkan..” mengucapkan kata terakhir dengan intonasi yang sedemikian rupa. Menjilat bibirnya sendiri sambil menerawang ke luar jendela besar. Taemin tertawa lagi, kali ini mulai mengerti apa yang di bacarakan key.

“Aahh..ne, memang. Namun sayang sekali waktu itu aku tak berhasil memangsanya..ckck, aku penasaran bagaimana rasa darah dan jantung mereka” sahut taemin menimpali. Key tersenyum lagi, menjentikkan jarinya dan beranjak berdiri.

“Mau kemana hyung?”

“Merencanakan sesuatu..bye Minnie”

======================================================================

“Sial..haahh..dasar dua old man itu benar-benar mengerjaiku..shit!” mengumpat pelan sambil menendang kerikil yang sesekali terlihat di trotoar. Dua tangannya di masukkan kedalam saku celana jeans yang membalut bagian bawah tubuhnya. Mengenakan jaket sport warna putih dengan line merah pada bagian lengan. Rambutnya yang pendek bahkan poni yang tak menyentuh matanya, membuat penglihatannya teramat amat sangat jelas. Sedikit banyak menguntungkan jika di banding jonghyun yang tidak mempunyai mata sebulat minho. Atau onew yang bahkan cenderung amat sipit. Tapi..entahlah, minho tak tahu kenapa banyak yeoja dan namja cantik yang menyukai mata sabit itu. Errghh..yeah, tapi minho tak terlalu mempermasalahkan. Masing-masing dari mereka punya daya tarik sendiri untuk menarik mangsa. Minho menghela nafas panjang sesaat setelah sebuah bangunan besar berpapankan supermarket itu muncul di ujung pandangannya. Sebenarnya agak enggan untuk mengikuti perintah dua hyungnya tapi..yah..mau bagaimana lagi?

Mengambil troli di sebelah loket kasir dan bersiap melakukan aktivitas ini. Menyusuri jajaran rak tinggi di katgori snack. Melempar masuk beberapa bungkus snack dan permen dengan gaya seperti hendak melakukan tembakan dalam permainan basket. Err..ini sebenarnya hanya makanan sampingan jika di banding dengan jiwa-jiwa itam yang merupakan makanan utama mereka.

Minho terkekeh riang saat semua lemparannya sukses masuk kedalam troli.

“Aww!!” langsung mengalihkan fokusnya pada seorang namja cantik berambut blonde yang tak sengaja ia tabrak. Mengaduh seraya mengelus bahu sempitnya yang di tubruk minho.

“Mianhae..jeongmal mianhae..” membungkukkan badan berkali-kali sambil menggenggam erat-erat sebuah bungkusan keripik kentang rasa ayam pesanan onew. Mengangkat kepala begitu sebuah kikikan kecil terdengar di telinganya.

“Hihi..kau ini lucu sekali, umm..gwaenchana, aku tidak akan masuk rumah sakit jika hanya di tubruk seperti tadi..” menyunggingkan senyum manisnya dengan amat lebar. Yeppeo. Berhasil membuat sesuatu di dalam diri minho berdebar. Entahlah, ini seperti..aneh. Tapi, ini..aroma lemon dan jiwa yang menggiurkan. Bercampur menyusup kedalam penciuman minho, sedikit banyak membuat namja tampan itu berfikir apa namja cantik ini memiliki jiwa yang hitam?

“Ne..ehm..apa sakit? Sini, biar aku yang bawa keranjangmu..” menyambar keranjang belanjaan si namja cantik yang Cuma berisi beberapa botol air mineral dan buah-buahan. Namja cantik itu tersenyum lagi.

“Gomawo..ehhm..taemin imnida..tapi, aku bisa membawanya sendiri, biar aku saja..” mengambil kembali keranjang belanjaannya dengan halus. Sampai-sampai bisa membuat minho mematung begitu saja, bersusah payah menelan salivanya hingga jakunnya bergerak naik turun.

“Ehm..ya..ya..baiklah, err..naneun choi minho imnida..hmm..kalau begitu aku pamit dulu..” membungkuk untuk pamit dan undur diri, segera membawa troli belanjanya pergi dan meninggalkan taemin sendiri.

“Dasar bodoh..” menggumam pelan sambil menyeringai, sebelum akhirnya memutuskan menyambung langkah dan mengambil tiga botol susu pisang dari rak.

========================================================================

“Hyuuunggg..jeballl..temani aku ke pub nee?? Malam iniii…saja..” mengangkup dua tangannya pada key yang masih berselimut dengan malas. Baiklah, ini sudah mulai malam, tapi entah apa yang membuat key agak malas untuk keluar mala mini. Ck, padahal mansion mereka sudah mulai sepi seiring berjalannya waktu. Menatap tajam pada taemin yang masih memohon dengan aegyo yang ia punya. Ok, catat. Akan selalu mempan, terlebih saat vampire cantik itu merengek. Ckckc..jinjjaa.. menyibak selimut abu-abunya malas dan berjalan menuju lemari pakaian di sudut ruangan.

“Tunggu aku sepuluh menit lagi..” memutar bola mata senewen begitu taemin bertepuk tangan riang seraya mengangkat dua jempolnya dan hilang di balik pintu kayu besar yang berat itu. Membiarkan key bersiap-siap untuk mala mini. Haahh…sebenarnya ia cukup nyaman ada di pub, tapi sudah ia bilang kalau ia agak malas mala mini. Memilah baju-baju yang ia gantung dan rata-rata berwarna hitam atau abu-abu. Suram. Yeah…jauh berbeda dengan taemin yang memiliki banyak busana full colour. Atau Kevin yang sangat suka warna baby blue dan pink. Ck, untuk menarik mangsa lebih tepatnya. Mengambil kaos merah menyala dan sebuah scarf satin warna senada, skin tight jeans hitam, juga jas semi formal hitam dengan line putih pucat.

Mematut diri untuk terakhir kalinya begitu selesai menyapukan eyeliner pada mata kucingnya. Perfect! Sangat menggiurkan bagi namja tampan atau yeoja cantik disana. Lengan jas yang digulung sampai siku dapat memperlihatkan kulitnya yang putih susu (dan akan terlihat putih pucat saat bulan purnama), pakaian yang sangat pas! Juga mata tajamnya yang di bingkai eyeliner dan rambut legamnya yang sudah di tata. Dominan hitam yang membuat kulitnya seolah bersinar. Mmelangkah malas untuk sekedar menarik gagang pintu dan menemui taemin di luar sana.

“Hyung! Neomu yeppeo! Kau mau namja tampan atau yeoja cantik huh?” puji taemin sambil berjalan mengelilingi key. Key hanya berdecak malas, menangkap lengan kurus taemin dan membawanya keluar mansion tanpa suara. Yeah..taemin tahu kalau hyungnya sedang bad mood mala mini, tapi mungkin keputusannya membawa sang hyung ke pub akan sedikit menaikkan moodnya. Semoga saja..

TBC

21 thoughts on “[onkey] Who’s first?-chap 1

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s