[2Min] You’re So Special Chap.7


Anyeong..

Author gaje balik lagi dengan lanjutan You’re So Special..

Hah, sepertinya Nhaa jarang banget post ff ya ?? Lanjutan ff Nhaa masih banyak lagi ?? Tapi mau gimana lagi, gak setiap harikan Nhaa harus ngetik ff sedangkan banyak kerjaan lain yang harus Nhaa beresin.

Nhaa kecewa nih sama ff ini kayanya ceritanya bertele-tele gimana gitu terus sinetron banget.. menurut kalian gitu ga ??

Ceritanya terlalu panjang terus alurnya lambat banget iya ga ?? kayanya alurnya harus dipercepat.  Tapi kalo dipercepat, ceritanya gak terlalu detail dong..

Hah, bingung… harus gimana dong ??

Akh, kok Nhaa jadi curcol gaje kaya gini ??

Langsung aja deh.. Sok buat yang mau baca.. Mangga..

=== You’re So Special Chap. 7 ===

 -Minho Pov-

Pagi ini aku sarapan dengan sangat tidak semangat, ada sesuatu yang mengganggu pikiranku sejak aku bangun pagi ini. Aku hanya menatap makananku tanpa mau menyentuhnya.

“ Kenapa tidak memakan sarapanmu Minho ?? “ tanya umma yang saat itu menaruh secangkir kopi didepan appa yang sedang membaca koran paginya.

“ Aku tak lapar umma.. “ sahutku malas.

“ Sarapan pagi itu penting, kenapa kau tak mau makan ?? Apa kau tak suka dengan masakan umma ?? Apa masakan umma tak enak ?? Kau benar-benar tak mau menghargai kerja keras umma pagi ini yang menyiapkan sarapan untukmu dan appamu ??” Umma mulai menunjukan tingkah berlebihannya dengan mencecarku dengan pertanyaan-pertanyaannya ditambah dengan efek terlalu mendramatisir keadaan yang akan selalu sukses membuatku mengalah padanya.

“ Baiklah umma, aku akan makan.. “ lebih baik aku mengalah dari pada nanti appa ikut turun tangan menghadapi sang ice princess yang akan mengamuk karena aku tak mau menyentuh masakannya.

Hah, aku heran mengapa appa sanggup bertahan dengan ummaku ini, padahal tipikal sifat mereka itu sangat jauh berbeda. Appa adalah tipikal namja tampan, baik dan bertanggung jawab. Sedangkan umma, dia tipikal namja tampan, maksudnya cantik yang  juga banyak dikagumi, tapi dia bukanlah namja baik apalagi bertanggung jawab. Umma sangat mengerikan, tipikal namja kejam yang keras kepala. Jangan sampai kalian tertipu dengan wajah memelas atau sedihnya karena dibalik itu dia akan mengamuk jika kalian tidak menuruti permintaannya.

Ah iya, ummaku juga seorang namja sama seperti almarhum umma Taemin. Dan itu yang membuatku heran mengapa appa memilih menikahi umma yang notabene namja kejam dan keras kepala, padahal diluar sana banyak sekali yeoja yang mengaguminya.

“ Kenapa diam saja, cepat makan sarapanmu.. “ seru umma.

“ Ne, aku makan.. “ sahutku seraya menatap malas sarapan dihadapanku.

“ Chagi.. Kamu juga, berhentilah membaca koran pagimu dan makan sarapanmu sekarang.. “ kata umma lembut pada appa, tapi hanya diawalnya saja karena dibelakang kata-katanya umma menekannya pertanda kata-katanya harus dituruti sekarang juga atau kau mati ditangannya.

“ Baiklah, tapi berikan dulu aku morning kiss jatahku.. “ appa mulai menggoda umma sambil menurunkan koran yang dibacanya.

Tanpa pikir panjang, umma langsung mencium bibir appa, ah tidak.. tepatnya melumatnya. Hah, tak sadarkah mereka jika anaknya yang super tampan ini masih ada didepannya, mereka tak menghiraukanku dan malah berciuman semakin panas.

Tiba-tiba handphone appa berbunyi, dan hal itu tentu saja menghentikan sejenak kegiatan mereka.

“ Yeoboseo.. “ sahut appa sambil melangkahkan kakinya menjauhi meja makan, sepertinya telepon penting.

Setelah melihat appa pergi menjauh pandanganku teralih pada umma yang masih ada ditempatnya dengan nafas terengah-engah, wajah umma memerah setelah sadar jika aku menatapnya dengan datar.

“ Apa setiap hari sarapanku harus selalu seperti ini ?? “ tanyaku.

“ Ya Choi Minho jangan berkata seperti itu, umma tahu kau juga sering melakukannya dengan Taemin.. “ seru umma.

“ Umma tak tahu apa-apa “ balasku.

Umma terlihat kesal melihat tingkahku, dia hanya menghela nafasnya kemudian duduk dikursinya.

“ Kau itu seperti appamu waktu dulu, selalu saja menjaga image tapi setelah dengan orang yang kalian cintai saja kalian mebuang jauh-jauh image cool kalian itu.. “ gerutu umma.

“ Oh iya Minho, kau sudah memberi tahu Taemin akan rencanamu ?? “ Tanya umma dengan serius padaku.

“ Belum, aku rasa nanti saja.. lagi pula waktuku masih lama umma “ Aku mengatakan itu sambil memainkan sarapanku.

Jika sudah membahas hal ini selalu saja membuatku kehilangan semangat, aku takut tak sanggup melihat Taemin setelah mendengar  rencanaku ini aku terlalu takut untuk mengatakannya pada Taemin.

“ Mwo, demam tinggi ?? Lalu bagaimana kondisinya sekarang ?? “ Aku mendengar appa berseru dengan keras hingga membuatku dan umma melihat kearahnya.

“ Ne baiklah, aku segera kesana.. “ sepertinya appa memutuskan sambungan teleponnya.

Appa kembali kekursinya kemudian meneguk kopi yang umma buatkan dengan terburu-buru.

“ Ada apa chagi ?? “ Tanya umma pada appa.

“ Taemin sakit dan Jinki memintaku untuk datang kerumahnya untuk memeriksa keadaannya sekarang “ sahut appa.

“ Mwo, Taemin sakit ??” seruku tak percaya.

“ Ne, dan appa harus segera kesana sekarang.. dan kau Minho pergilah kesekolah naik motormu “ kata appa padaku.

“ Aku ikut appa.. “

“ Kau harus kesekolah Minho “ umma memperingatkanku.

“ Tapi aku khawatir dengan kondisi Taemin umma.. “ aku masih berusaha membujuk umma.

“ Baiklah, kau ikut appa. Setelah dari rumah Taemin appa akan mengantarkanmu kesekolah “ kata appa akhirnya.

“ Gomawo appa.. “

“ Kajja kita berangkat sekarang “ Appa mendahuluiku keluar rumah.

“ Hati-hati dijalan ne.. “ Umma memeluk appa kemudian memberikan kecupan sekilas dibibir appa.

Hah mereka, masih sempat-sempatnya melakukan hal itu disaat seperti ini, tak tahukah jika saat ini Taemin sangat membutuhkan appa.

“ Kau juga Minho hati-hatilah, dan sampaikan salamku pada calon menantuku itu.. “ kata umma padaku.

Jika saja saat ini aku tidak dalam kondisi khawatir setengah mati dengan keadaan Taemin aku pasti akan membalas kata-kata umma.

Umma melambaikan tangannya padaku dan appa yang sudah siap berangkat.

“ Selamat Jalan.. “ seru umma.

-Minho Pov End-

 ====You’re So Special ====

 “ Bagimana  keadaan Taemin appa ?? “ tanya Minho begitu Appanya selesai memeriksa keadaan Taemin.

Siwon hanya meghela nafasnya kemudian menatap Jinki yang menunggu jawabannya.

“ Campak.. “ ucap Siwon singkat.

” Mwo ?? “ Seru Minho dan Jinki bersamaan.

“ Hah, aku juga tak mengerti.. Seharusnya Taemin terkena campak saat masih TK tapi dalam kasus ini, aku tak tahu harus berkata apa ?? “ Jelas Siwon singkat.

Minho dan Jinki hanya menatap heran pada Taemin yang kini telah tertidur setelah Siwon memberikannya obat.

“ Haha.. sepertinya pertumbuhan Taemin berjalan lambat.. “ Ujar Jinki.

“ Baiklah, kajja Minho kita harus segera berangkat kesekolahmu.. “

Minho tak menghiraukan kata-kata appanya, dia hanya menatap Taemin yang kini tengah tertidur dengan lelapnya.

“ Taemin akan baik-baik saja, biarkan dia istirahat setelah pulang sekolah kau bisa datang lagi kesini “ Ujar Jinki yang mengerti akan kekhawatiran Minho.

“ Usahakan Taemin makan setelah ini, dan berikan obat yang aku siapkan di nakas samping tempat tidurnya itu “ Pesan Siwon pada Jinki.

“ Ne, gomawo.. maaf merepotkanmu pagi-pagi.. “ sahut Jinki.

Minho dan appanya pun pergi dari rumah Jinki setelah memastikan  Taemin benar-benar baik-baik saja, kini Jinki memperhatikan Taemin yang tertidur sambil sesekali mengusap rambut Taemin lembut.

“ Kau membuat appa khawatir chagi.. “ gumam Jinki.

 ====You’re So Special ====

 Kibum berjalan perlahan menuju ruangan Jinki, sebelum itu Kibum menghampiri meja Han Yeol yang tepat berada didepan ruang kerja Jinki.

“ Apa tuan Lee ada ?? “ tanya Kibum pada Han Yeol.

“ Ah tuan Kim, Selamat Pagi.. “ sahut Han Yeol.

“ Pagi, aku ada janji dengan tuan Lee hari ini. Apa tuan Lee ada diruangannya ?? “

“ Tuan Lee sempat berpesan, jika hari ini dia tidak akan datang ke kantor dan meminta semua janji hari ini dibatalkan.. “

“ Waeyo ?? “

“ Taemin sakit, dan tuan Lee tak bisa datang ke kantor karena hal itu “

“ Taemin sakit ?? Bagaimana keadaanya ?? “ Kibum terkejut dengan penjelasan Han Yeol.

“ Tuan Lee mengatakan keadaan Taemin mulai membaik “

Kibum menghela nafasnya singkat. “ Syukurlah.. “ gumamnya.

“ Baiklah, mungkin aku akan kembali besok bisa katakan padanya jika aku menunggunya besok siang.. “ pesan Kibum.

“ Ne sajangnim, mianhe karena tidak sempet memberi tahu anda sejak awal.. “ Han Yeol membungkukan badannya.

“ Gwenchana.. sampai nanti.. “ pamit Kibum.

Han Yeol hanya tersenyum singkat.

“ Hah, pertunangan tinggal 1 hari lagi. Apa mungkin besok keadaan Taemin sudah membaik ?? “ Han Yeol menjatuhkan tubuhnya ke kursinya.

“ Aku tak suka tatapan Tuan Kim pada Jinki, juga pehatiannya pada Taemin “ Gumamnya.

 ====You’re So Special ====

 “ Appa.. “ panggil Taemin lemah.

“ Ne chagi.. Appa disini ” sahut Jinki yang duduk disamping Taemin.

Taemin tiba-tiba memeluk Jinki dengan erat.

“ Gwenchana chagi ?? “ Tanya Jinki seraya mengelus kepala Taemin lembut.

“ Aku mau umma.. hiks.. hiks.. “ Taemin terisak dalam pelukan Jinki.

Jinki tersentak, dia ingat Taemin selalu seperti ini jika sedang sakit. Selalu memanggil ummanya dan menangis tanpa ada sebabnya.

“ Jangan menangis chagi, umma tak mau melihatmu seperti ini. Bagaimana jika appa buatkanmu bubur ?? “

“ Aniyo.. hiks.. aku mau umma.. hiks.. appa.. “

“ Hah, chagi.. “ Onew terdiam tak tahu harus mengatakan apa.

KIBUM, itulah yang kini ada dibenak Jinki. Mungkin Kibum bisa membantu mengatasi masalah ini.

“ Tunggu ne ?? Appa akan membuatkanmu bubur, tenanglah umma akan segera kemari.. “ Jinki beranjak dari tempat tidur Taemin, kemudian mengelus rambutnya perlahan.

Taemin hanya menatap Jinki dengan mata merahnya dan airmata yang masih mengalir dikedua pipi putihnya.

“ Appa tak akan kemana-mana, tunggu ne ?? “ Jinki meminta persetujuan dari Taemin.

Taemin menganggukan kepalanya. “ Appa tak boleh kemana-mana.. “

Jinki tersenyum. “ Ne, appa akan selalu disini denganmu.. “

Setelah diluar kamar Taemin, Jinki segera menghubungi no Kibum untuk meminta bantuannya.

“ Yeoboseo.. “ sapa Jinki.

“ Apa Anda sibuk ?? Eumm.. maukah anda datang kemari ?? Ne, saya membutuhkan bantuan anda.. “

Jinki tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya. “ Gomawo.. baiklah saya tunggu “

“ Hah.. “ Jinki menghela nafasnya. “ Setidaknya keadaan Taemin akan membaik.. “ gumamnya.

 Tiba-tiba Jinki terdiam. “ Bukankah besok adalah hari pertunanganku ?? Aku melupakannya.. Ya ampun.. “ Seru Jinki.

 ====You’re So Special ====

 Tok.. Tok.. Tok.. *emang bunyi pintu kaya gini ??

Dengan tergesa-gesa Jinki berlari keruang depan untuk membuka pintu, ketika pintu di buka nampak Minho berdiri dihadapan Jinki.

“ Anyeong ahjushi.. “ Sapa Minho.

“ Minho.. Kau sudah pulang sekolah ?? “ tanya Jinki heran.

“ Ne, dan aku langsung kemari, Bagaimana Keadaan Taemin ?? “ Sahut Minho.

“ Taemin mulai membaik, sekarang sedang istirahat.. “

Tiba-tiba sebuah mobil Lotus Elise berwarna hitam masuk kepekarangan rumah Jinki, dan keluarlah sosok Kibum yang sedang tersenyum pada Jinki.

“ Mianhe, apa aku lama ?? “ Kata Kibum seraya berjalan kearah Jinki.

“ Gwenchana.. Maaf merepotkanmu..  “ Sahut Jinki.

Kibum tersenyum, kemudian melihat Minho yang berdiri disebelahnya.

“ Namjachingunya Taeminkan ?? “ tanya Kibum pada Minho.

Minho mengangguk sambil tersenyum.

“ Kenapa kalian berdiri diluar seperti ini, silahkan masuk.. “ Jinki mempersilahkan Kibum dan Minho masuk.

Kibum dan Minho mengikuti Jinki masuk kedalam rumah.

“ Oh iya, bagaimana keadaan Taemin ?? Aku dengar dari sekertarismu jika Taemin sedang sakit.. “ tanya Kibum pada Jinki.

“ Ah, Taemin sedang istirahat. Sejak tadi dia menangis dan memanggil ummanya mungkin karena lelah akhirnya dia tertidur  “  Jawab Jinki.

“ Emm, ahjushi.. bolehkan aku melihat Taemin ?? “ Minho meminta ijin pada Jinki untuk melihat Taemin.

“ Ne, tapi jangan ganggu dia ne ?? “

Minho mengangguk kemudian berjalan menuju kamar Taemin.

Kini Kibum dan Jinki tinggal berdua, tiba-tiba keadaan menjadi hening tak ada yang bicara. Sesekali terlihat Kibum mencuri-curi pandang pada Jinki yang entah kenapa tiba-tiba melamun.

“ Maaf, sebenarnya bantuan apa yang anda butuhkan ?? “ tegur Kibum.

“ Ah itu, maukah anda.. “

“ Kibum saja.. “ potong Kibum.

“ Eh ??” Jinki terlihat bingung.

“ Panggil aku Kibum saja, jangan terlalu formal.. inikan bukan dikantor “ jelas Kibum.

“ Baiklah, maaf membuatmu harus datang kesini.. tapi maukah kau menemui Taemin dan berpura-pura menjadi ummanya ?? “

Kibum terdiam, tak berkata apa-apa dan menatap Jinki tak percaya.

-Kibum  Pov-

Berpura-pura jadi umma Taemin ?? Hah, Tuan Lee.. Maksudku Jinki tak bercandakan ?? Aku harus berpura-pura jadi umma Taemin.

“ U.. untuk apa ?? “ tanyaku.

“ Aku tak akan memaksa jika an.. maksudku kau tidak mau tak perlu memaksakan diri. Aku hanya bingung, melihat Taemin menangis memanggil ummanya saat sedang sakit seperti ini membuat hatiku miris.. Aku hanya tak ingin melihatnya menangis.. hanya itu saja.. “

Aku terhenyak, pasti Jinki memikul beban berat jika harus merawat Taemin sendiri bahkan sejak Taemin lahir. Tanpa sosok seorang anae dan umma untuknya dan Taemin. Mungkin jika hanya hal ini yang bisa aku lakukan untuk membantu meringankan beban Jinki, aku tak masalah.

“ Aku tak keberatan, hanya berpura-pura menjadi umma Taemin sajakan ?? tidak ada yang lain lagi ?? “

“ Tentu saja, tak perlu khawatir tapi mungkin aku akan menjadikan kau umma Taemin yang sebenarnya.. “ canda Jinki.

DEG.. A.. apa maksudnya ?? Umma Taemin yang sebenarnya ??

Oh Kibum.. Jinki hanya bercanda, jangan kau pikirkan. Lagi pula Jinki besok akan bertunangan. Tunggu.. besok ?? Jinjjayo ??

Aku menatap Jinki tak percaya, hah.. Orang ini besok akan menjadi milik orang lain. Waeyo ?? kenapa aku seperti ini ??

“ Ada yang dipikirkan ?? “ tegur Jinki pada Kibum.

“ Ah, Aniyo.. Hanya saja bukankah besok adalah hari pertunanganmu dengan sekertarismu itu. Apa pertunangannya akan dibatalkan ?? “ sahutku.

”  Kibum.. Apa yang kau katakan ?? Kenapa kau seolah-olah berharap Jinki membatalkan pertunagannya. Babo.. Kau itu kenapa sih ?? ‘ makiku dalam hati, sekarang aku menyesal bertanya hal babo seperti itu.

“ Pertunangan hanya diundur saja, mungkin minggu depan akan dilaksanakan.. “ kata Jinki.

“ Oh begitu.. “ ucapku kecewa.

Ada apa dengan perasaanmu Kibum, kenapa hatimu sakit sekali saat  Jinki mengatakan jika pertunangannya hanya diundur saja ??

“ Hah, apa aku boleh melihat Taemin ?? “ tanyaku.

“  Silahkan.. dan gomawo.. “ sahut Jinki.

Aku hanya tersenyum membalas kata-kata Jinki, aku pun mengikuti Jinki menuju kamar Taemin.

-Kibum Pov End-

 ====You’re So Special ====

 Minho memperhatikan Taemin yang kini tengah tertidur, dengan perlahan Minho berjalan menuju tempat tidur Taemin.

“ Meskipun sedang sakit kau terlihat sangat manis Minnie.. “ gumam Minho.

Minho kini duduk disamping tempat tidur Taemin, memperhatikan wajah Taemin yang sedikit memerah karena demam dengan tatapan lembut. Minho mengulurkan tangannya membelai rambut Taemin perlahan, merapikan poninya yang jatuh menutupi mata Taemin dengan hati-hati agar tidak membuat Taemin terganggu.

“ Hah, aku tak yakin mampu meninggalkanmu.. aku terlalu mencintaimu.. sangat-sangat mencitaimu.. “ ujar Minho.

Taemin menggerakan badannya perlahan kemudian membuka matanya, Taemin sedikit terkejut mendapati Minho sedang membelai rambutnya.

“ Hyung.. “ seru Taemin lemah.

“ Kau bangun heum ?? Apa sudah lebih baik ?? “ tanya Minho.

Taemin menganggukan kepalanya lemah. “ Hyung sudah pulang sekolah ?? “

“ Ne, dan aku langsung kemari untuk melihat keadaanmu. Aku benar-benar khawatir.. “ Minho mengusap pipi Taemin perlahan.

“ Sudah minum obatmu ?? “ tanya Minho lagi.

“ Ne, sebelum tidur tadi aku sudah meminum obatku “

“ Anak pintar.. “ Minho mengacak rambut Taemin.

“ Ah hyung.. aku bukan anak kecil.. “ kesal Taemin.

Minho tertawa melihat ekpresi Taemin. “ Bukan anak kecil apanya ?? Kau sudah 17 tahun tapi baru terkena campak sekarang, itu penyakit anak TK chagi.. “

Taemin mem-poutkan bibirnya dan menatap Minho kesal.

“ Kau menggodaku hyung.. “ rengek Taemin.

Minho mendekatkan wajahnya dengan wajah Taemin, mungkin jarak wajah mereka saat ini hanya terpaut 2 centi saja.

Taemin menatap mata Minho yang tepat didepan matanya.

“ Kau mau apa hyung ?? “ tanya Taemin khawatir.

“ Hanya menatap wajah namjachiguku yang sedang sakit “ tawab Minho santai.

“ Hyung.. “ rengek Taemin lagi saat wajah Minho semakin dekat dengan wajahnya.

“ Ne ?? “

“ Kau mau apa ?? “

Taemin memejamkan matanya dengan rapat, dapat dia rasakan nafas Minho yang berhembus didepan wajahnya. Minho hanya menatap wajah manis Taemin tanpa menambah atau mengurangi jarak yang diciptakannya.

“ Yeoppo.. “ gumam Minho.

Minho tersenyum melihat mimik wajah Taemin, kemudian menngecup kening Taemin perlahan.

“ Eh.. “ seru Taemin seraya membuka matanya.

Minho menatap Taemin dengan pandangan menggodanya. “ Sebenarnya apa yang kau pikirkan ?? “ tanyanya.

“ Hyung.. “

“ Jangan berpikir macam-macam, aku mana mau mencium orang sakit sepertimu.. kau itu bau belum mandi.. “ kata Minho.

Taemin hanya memandang Minho dengan kesal, dia benar-benar dipermainkan oleh namjachingunya itu.

“ Cepat sembuh ne ?? Aku tak mau kau sakit seperti ini.. “

“ Aku benar-benar merasa khawatir, dadaku sesak saat melihatmu tadi pagi.. Kau tahu.. “ Minho kembali mengusap pipi Taemin perlahan.

“ Mianhe.. “ ucap Taemin.

“ Eh, untuk apa ?? “ tanya minho heran.

“ Karena sudah membuatmu khawatir.. “

Minho menatap Taemin tak percaya, kemudian tak lama setelah itu Minho tertawa.

“ Namjachinguku ini benar-benar polos ternyata.. “

Pintu kamar Taemin terbuka dan nampaklah sosok Jinki dan Kibum yang memandang heran Minho yang sedang tertawa.

“ Sepertinya anak appa sudah sembuh.. “ kata Jinki pada Taemin.

“ Appa.. Minho hyung menggodaku.. “ adu Taemin pada Jinki.

Jinki dan Kibum hanya tersenyum melihat kondisi Taemin yang sudah membaik.

“ Kibum ahjushi… “ seru Taemin.

“ Oh, anyeong Taemin.. Bagaimana Keadaanmu ?? “ sahut Kibum.

“ Aku sakit.. “ ujar Taemin manja.

Kibum tertawa kemudian menghampiri Taemin dan memeriksa keadaannya.

“ Masih demam, tapi tidak terlalu tinggi.. “ kata Kibum.

Taemin mengangguk. “ Tenggorokanku sakit ahjushi.. kepalaku juga pusing, dan Minho hyung terus menggodaku “ Taemin menunjuk Minho.

Jinki menatap Minho yang tersenyum canggung padanya, setelah itu Jinki menatap Kibum yang tengah menenangkan Taemin.

-Jinki Pov-

Melihat Taemin bersama Kibum seperti melihat Taemin dan ummanya sendiri, andai Key masih ada mungkin akan terlihat seperti ini. Hah, Taemin terlihat sangat dekat dengan Kibum, padahal mereka baru beberapa kali bertemu. Taemin seperti menganggap Kibum seperti ummanya sendiri, atau itu hanya perasaanku saja ??

Padahal dengan Han Yeol yang sudal lama dikenalnya pun Taemin tak begitu dekat, apa ini karena Kibum yang sangat begitu mirip dengan Key ??

“ Appa.. “ panggil Taemin padaku.

“ Ne chagi.. “ sahutku.

“ Kibum ahjushi akan menemaniku disini kan ?? “ tanyanya memastikan.

Aku tak mampu menjawabnya, apa mau Kibum menemani Taemin disini ?? Meskipun dia tidak keberatan untuk berpura-pura menjadi ummanya Taemin, Kibum kan mempunyai banyak kegiatan yang harus dikerjakannya.

“ Ne, ahjushi akan menemanimu disini “ ucap Kibum.

Aku menatap Kibum tak percaya.

“ Aku sedang tidak sibuk hari ini, jadi tidak masalah “ jelasnya.

“ Hah, mianhe.. aku merepotkanmu lagi “ Aku membungkukan badanku.

“ Tidak perlu seperti itu.. Aku senang kok melakukan hal ini “ Kibum tersenyum pada Taemin.

Taemin memeluk Kibum dengan erat. “ Ahjushi hangat.. “ gumam Taemin.

Melihat Taemin seperti itu aku merasa bahagia. Taemin tak pernah menunjukan ekpresi seperti itu pada orang yang tak dekat dengannya, tapi dengan Kibum.. sikap dan eksperi Taemin seperti pada ummanya saja.

Tok.. Tok.. Tok..

Sepertinya ada tamu lagi, sebaiknya aku segera kebawah.

“ Mian, aku pergi  dulu.. “ pamitku.

Aku berjalan menuruni tangga menuju ruang depan, siapa lagi yang datang kali ini ??

Aku membuka pintu depan dengan perlahan dan berdirilah Han Yeol yang tengah tersenyum padaku.

“ Anyeong.. Apa aku mengganggu ?? “ sapanya.

“ Ah tidak, silahkan masuk.. “ sahutku.

“ Bagaimana Keadaan Taemin ?? “ tanyanya.

“ Sudah membaik, maaf merepotkamu hingga kau harus datang kemari.. “

“ Tidak apa-apa, lagi pula pekerjaan dikantor sudah selesai “

“ Duduklah, aku siapkan dulu minuman untukmu. Jika ingin melihat Taemin naiklah kekamarnya, disana juga ada Minho dan Kibum “ ujarku.

“ Kibum ?? Tuan Kim ?? “ tanya Han Yeol.

“ Ne, naiklah keatas.. “ Sahutku.

Aku pun meninggalkan Han Yeol diruang tamu untuk menyiapkan minuman, ahjuma pengurus rumah tidak datang hari ini karena aku menyuruhnya untuk tidak datang, jadi terpaksa aku menyiapkan semuanya sendiri.

-Jinki Pov End-

Han Yeol menghela nafasnya, kemudian memandang lantai atas dengan tatapan datar.

“ Lagi-lagi Kibum.. Aku sepertinya terlambat.. “ gumam Han Yeol.

 ====You’re So Special ====

 Kibum mengusap-usap punggung Taemin dengan sayang, Taemin yang memeluk Kibum menatap Minho sambil tersenyum.

“ Aku hebatkan.. “ ujar Taemin tanpa suara seraya menngedipkan sebelah matanya.

Minho tersenyum penuh arti pada Taemin sambil mengangkat jempolnya.

“ Nappeun.. “ gumam Minho.

“ Kau sudah makan ?? “ tanya Kibum pada Taemin.

Taemin menganggukan kepalanya, dia menenggelamkan kepalanya dilekukan leher Kibum.

“ Ahjushi wangi sekali.. “ ujar Taemin.

Kibum tersenyum, sambil terus mengusap punggung Taemin dengan sayang.

Minho yang melihat hal itu tersenyum.

“ Ah, Minnie.. Aku pulang dulu ne ?? “ Minho pamit pada Taemin.

Taemin melepaskan pelukannya dari Kibum. “ Waeyo ?? “ tanya Taemin.

“ Umma akan menceramahiku selama berjam-jam jika aku pulang terlambat, jadi sebaiknya aku segera pulang, Lagi pula keadaanmu sudah membaik, besok aku datang lagi kemari ne ?? “ Minho mendekati Taemin, mengusap pipinya perlahan.

Taemin menggenggam tangan Minho yang ada dipipinya. “ Hyung temani aku disini.. “

“ Besok aku akan kesini lagi, mianhe.. aku harus pulang sekarang “

“ Hyung.. “

Minho mencium kening Taemin lumayan lama. “ Saranghae.. “ bisiknya.

“ Ada Kibum ahjushi disini, jadi ada yang menemanimu. Sampai Jumpa.. “ pamit Minho.

Taemin cemberut begitu Minho meninggalkannya, Kibum yang memperhatikan hal itu hanya tersenyum.

“ Padahal aku masih ingin bermanja-manja dengannya.. “ keluh Taemin.

Kibum mengelus kepala Taemin perlahan. “ Haha.. Kau itu lucu sekali ya Minnie ?? Minho sepertinya sungguh sangat mencintaimu ne ?? “

Taemin merengut manja. “ Ahjushi.. “

“ Meskipun anak ini begitu polos dan manja, ternyata masih ada yang begitu mnecintaimu dengan tulus.. “ Kibum mengalihkan elusannya pada pipi Taemin yang sedikit merona merah.

Taemin kembali memeluk Kibum dengan erat. “ Ahjushi benar-benar seperti ummaku.. “ ucap Taemin.

Kibum terdiam mendengar kata-kata Taemin.

‘ Jinjja ?? Bisakah seperti itu ?? ‘ batin Kibum.

Pintu kamar Taemin kembali terbuka, dan nampaklah sosok Han Yeol yang menatap miris pandangan didepannya. Sepertinya dia mendengar kata-kata Taemin barusan.

“ Han noona.. “ seru Taemin.

“ Anyeong.. “ sahut Han yeol sambil tersenyum pada Taemin kemudian membungkukan badannya pada Kibum.

“ Saya tidak mengira jika anda bisa ada disini.. “ kata Han Yeol pada Kibum.

“ Ne, tadi Jinki.. maksudku tuan Lee memintaku kemari untuk menemani Taemin..  “

Han Yeol memaksakan tersenyum, dia berjalan mendekati Taemin.

“ Apa keadaanmu sudah lebih baik ?? “ Tanya Han Yeol pada Taemin.

Taemin menganggukan kepalanya. “ Ne noona.. “

“ Syukurlah.. Jika begitu aku pulang dulu ne ?? “

“ Eh, noonakan baru datang.. “ sahut Taemin heran.

“ Aku hanya ingin memastikan keadaanmu baik-baik saja, lagi pula masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan.. Aku akan kembali lagi besok ne ?? “ jelas Han Yeol.

“ Aku pamit.. Tuan Kim.. Taemin sampai nanti..” pamit Han Yeol seraya membuka pintu kamar Taemin.

Han Yeol berjalan gontai keruang bawah, dia sesekali tersenyum miris.

“ Aku bahkan ditolak sebelum bertindak.. “ gumamnya.

Jinki yang melihat Han Yeol berjalan kearahnya, menatap heran Han Yeol.

“ sudah bertemu Taemin ?? “ Tanya Jinki.

“ Ne.. “ sahut Han Yeol.

“ Emm.. Jinki, aku harus pergi.. “

“ Hah, Waeyo ?? “ seru Jinki.

“ Ada pekerjaan yang belum kuselesaikan, mianhe.. aku harus pergi, sampai jumpa.. “ Han Yeol pergi meninggalkan Jinki yang masih heran.

Tanpa Jinki sadari ternyata Han Yeol menitikan air matanya, begitu keluar dari rumah Jinki Han Yeol tergesa-gesa masuk kedalam mobilnya sambil menghapus air mata yang jatuh dipipinya.

“ Aku harus mendapatkan apa yang seharusnya jadi milikku.. “ ucap Han Yeol berulang-ulang.

“ Tuan Kim.. Maksudku Kibum.. Aku akan mendapatkan Jinki dengan cara apapun, kita lihat saja nanti.. “ Han Yeol menatap tajam balkon kamar Taemin setelah itu dia pun meninggalkan pekarangan rumah Jinki  dengan kecepatan tinggi.

====TBc…====

 Ini part terpanjang yang Nhaa buat…

Mungkin epep ini bakal End di chap 11 atau 12 bisa juga lebih tergantung mood Nhaa ajja..

Baiklah.. Silahkan RCL.. RCL…

44 thoughts on “[2Min] You’re So Special Chap.7

  1. Kenapaaa????nanggung banget…ayooo Thor di lanjut yaaa..please
    Hiatus sih tulisannya..aq harap ada keajaiban..and FF ini lanjut..Amin^^

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s