[2min/2Shoot/Transgender] Rainbow and Storm, We Learned It Together… -2-


yang punyanya ff udah meraung-raung minta di pos ._.v haha maap yah unnie aku baru sempet. buat readers, enjoy! ^^

 

 

Rainbow and Storm, We Learned It Together… -2-

.

by : Fitri Taeminhoshoulbereal

“Taemin sukaMinho panggil pooh?”

 

Aku berpikir sebentar. Sepertinya tidak jelek juga.

 

“emmm, sukaMinho”, tidak sadar apa yang kukatakan.

 

“Minhojuga suka Taemin”

 

WHAT??

 

^^

 

Ah, ada satu lagi jawaban khas nya sedari kecil.

 

“kenapa melihat keluar terus dari tadi Taemin? Ayo sarapan mu dihabiskan, nanti terlambat sekolah”, Umma menegurku perlahan. Sekarang, aku sudah mulai masuk TK. Tentu saja TK yang sama denganMinhodan jam sudah menunjukan pukul 06.40, sedangkan waktu masuk adalah jam 7 pagi.

 

“Minhokok belum datang juga yaa Ummaa?”, tanya ku masih memandang keluar. Ini aneh. Biasanya pukul 06.30 atau paling telat 06.35 dia sudah datang kesini. Tapi kok sekarang masih belum datang juga? Tidak mungkin ia sudah berangkat duluan tanpa mengajak kukan?

 

“mungkin dia kesiangan. Nanti Taemin saja yang ke rumahnya yaa. Sekarang habiskan sarapan nya dulu”

 

“nee Ummaa”

 

Pukul 06.45 aku keluar rumah. Dengan tas kuning bergambar Winnie the Pooh dan botol minuman bergambar sama, aku berjalan ke rumahMinho.

 

“Minhooooo”, teriakku cukup keras di depan pagar rumahnya.

 

Tidak ada jawaban…

 

“Minhoooo”, aku memanggilnya sekali lagi. Dia kemana sih? Aku benci menunggu!

 

Akhirnya keluarlah seorang yeoja paruh baya yang masih cantik dari rumah itu.

 

Aku tersenyum, “Ummaaa,Minhonya kok tidak datang ke rumah kuu?”

 

Ia mendekat dan membukakan pagar.

 

“aduh, bagaimana yaa Taemin?Minhonya sedang sakit. Tapi…”

 

“Minhotidak apa-apa, Umma!! Taemin, ayo berangkat”,Minhokeluar dari rumahnya dengan tas biru doraemon kesayangannya. Tapi satu yang berbeda…wajahnya pucat.

 

“Minhoo…gwaenchana?”, aku bertanya khawatir.

 

“neee. kajja”, ia menggandeng tanganku.

 

“Minho, kau yakin?”, sang Umma memegang dahinya. Masih hangat, dan wajahnya juga masih pucat.

 

“kalau kau tidak kuat, tidak usah dipaksakan”, ia masih memegang tangan anaknya untuk tidak pergi.

 

“kalauMinhotidak pergi, lalu yang menjaga Taemin, siapa?”, aku menoleh ke arahnya. Itu adalah pertama kali nyaMinhomengucapkan hal itu, dan terus berulang hingga kami dewasa di berbagai situasi. Aku merasaMinhoadalah guardian angel yang dikirimkan Tuhan langsung untuk ku.

 

“Minho, memangnya Taemin kenapa?”, aku bertanya heran.

 

Minhomenatap ku masih dengan wajah yang tersenyum, “Taemin itu ceroboh! Sangat ceroboh! Sering jatuh, seriiiiiing sekali lupa menaruh barang, dan juga mudah sekali menangis kalau tidak bisa mengerjakan sesuatu. Kalau terjadi sesuatu, misalnya Taemin terjatuh, lupa menaruh jaket mu dimana, atau bahkan Taemin pernah lupa membawa tas ketika pulang [kejadian nyata ini si yeoja lupa bawa tas pas pulang sekolah], bagaimana? Siapa yang membantu Taemin mencari barang itu atau mengingatkan kalau bukanMinho?”

 

BLUSH…

 

Asdfghjkloeiyaueaaur, kenapa dia harus cerita memalukan begitu di depan Umma nya sih? Reflek aku menunduk dan pipi ku terasa panas.Minhobenar. Benar tentang semuanya. Segala kecerobohan itu, segala sifat cengeng itu, dan yang paling benar adalah, memang Minho adalah satu-satunya orang yang selalu ada di samping Taemin kapan pun aku membutuhkannya dan selalu bisa diandalkan.

 

Umma mengelus pipi ku perlahan sambil tersenyum, “Minho rela untuk masuk hari ini padahal ia sedang demam hanya karena Taemin. Umma titipMinhoyaa sayang”.

 

Aku mengeratkan gandenganMinhodi tanganku dan mengangguk. Tuhan, kali ini, izinkan Taemin yang menjagaMinhoyaa, doaku dalam hati.

 

@ School…

 

Saat ini, di TK kami sedang ada pelajaran kesenian dan para murid dibebaskan membuat karya apapun…

 

“Minho, lihat Taemin bikin apaa?”, aku menunjukkan karya ku padanya. Sebuah kerajinan tanah liat.

 

“apa itu? Beruang?”, ucapnya lemah. Ia semakin pucat saja. Aku terus berada di sampingnya. Aku sudah berjanji pada Umma nya untuk menjagaMinho, dan aku akan menepati itu.

 

“emm. Winnie the Pooh. Taemin buat perutnya besaaarr. Hehe.Minhobuat apa?”, aku tersenyum riang ke arahnya.Minhotidak suka dianggap lemah. Sungguh! Jadi aku pasti tidak akan dijawab kalau bertanya, ‘Minho, gwaenchana’. Sebetulnya aku sangat khawatir, tapi aku berusaha tetap ceria di depannya. Ia sering tersinggung kalau aku mengkhawatirkannya.

 

“emmmm”, ia kelihatan berpikir. Aku yang melihatnya hampir saja tertawa. Jinjjayo ia sama sekali tidak berbakat pada kesenian semacam ini! Ia jauh lebih suka berhitung dan membaca sejak kecil. Karena itu, kemampuan scientific nya jauh lebih berkembang dibanding kemampuan seni nya. Ia mengambil bahan yang sama denganku, tanah liat. Tapi, aku bahkan tidak bisa mendeskripsikan itu apa. Terlihat seperti….alien.

 

“itu…apa?”, aku mati-matian menahan tawaku. Kalau ia sedang sehat hari ini, aku pasti sudah tertawa habis-habisan di depannya. Sungguh, itu seperti….ya alien, karena ada perpaduan beberapa hewan tergambar disitu menurutku. Kucing, ikan, beruang, tikus, entahlah. Kerajinan yang begitu kompleks = =”

 

“sebetulnyaaaa…Minhomau buat doraemon”, ia terlihat bingung sendiri kenapa hasilnya jadi begitu.

 

Tck. Aku mengambil entah makhluk doraemon abad berapa yang ia buat, kemudian ku leburkan lagi jadi satu dan membentuk benda baru.

 

“ya! Taemin, kenapa dihancurkan lagi?”

 

“kalau Minho buat begini,Minhobisa dapat nilai paling rendah”, aku memutar bola mata sambil asyik bekerja. Pooh ku sudah selesai dan hasilnya…emmm, lumayan menurutku. Jadi, apa salahnya membantu anak sok bisa semua hal di samping ku ini.

 

Kubuatkan benda yang mudah karena waktunya tinggal sedikit. Hanya sebuah pigura segi empat sederhana dengan hiasan polkadot dan bunga di sudut kanan bawahnya. Cukup manis menurut ku. Di belakangnya kutuliskan sesuatu, “Minho…ayo bersama Taemin minta pada Tuhan untuk menyembuhkan mu supaya bisa main lagi. Semangat!! ^^ ”, lalu ku berikan lagi padanya.

 

“selesai”

 

Ia membaca tulisan itu, “maksud tulisan dibelakangnya apa?”

 

“yaa sudah jelaskan?”, aku merengut kesal.Minhoitu pintar, masa hal begitu saja tidak mengerti. Menyebalkan!!

 

“Taemin khawatir yaa?”, ia tersenyum jahil.

 

HAH?

 

Aku berpura-pura tidak mendengar dan asyik dengan pooh ku. Sebetulnya tidak tau apa yang kulakukan karena pooh ku sudah selesai. Tiba-tibaMinhomerebutnya dan melakukan hal yang sama.

 

Dibelakangnya, ia menuliskan sesuatu, “Minhosayang Taemin”

.

^^

 

“Minhooo, lihat pensil yang tadi aku pegang tidak?Adadimana yaa?”, aku menggaruk kening ku yang tidak gatal!! Mana sih? Masa pensil baru kuletakkan tiba-tiba hilang? Sifa pelupa ku benar-benar di luar batas.

 

Hari itu hari Minggu. Dan aku ingat bahwa hari itu sedang hujan yang cukup deras! Aku sedang bermain di rumahnya, menggambar seperti biasa di teras rumah. Tapi pensil menyebalkan itu dengan ajaibnya tiba-tiba hilang!!! Ashurgaunifdcxs!!

 

Aku melihat sekeliling. Asyik menggambar membuatku lupa kalau aku sendirian di teras. Sejak kapan? Tadi masih adaMinho!

 

“Minhoooooo”, aku mulai melupakan pensil yang hilang dan memanggilnya.

 

Tidak ada jawaban.

 

Aku berpikir ia tidak mungkin keluarkan? Hari sedang hujan!

 

“Minhooooo. Ummaaaa, lihatMinhotidak?”, aku memanggilnya lagi sambil masuk ke dalam rumah.

 

“loh? Dari tadikanmain sama Taemin. Masa tiba-tiba hilang?”, Umma Minho di ruang tengah memandang ku heran.

 

Aku semakin bingung. Tadi pensil ku yang hilang, masa sekarangMinhojuga hilang? Tidak terasa mata ku panas, berair.Minhoselalu bilang kalau aku mudah sekali menangis, and it’s absolutely true!! Kejadian apapun, sekecil apapun, seremeh apapun, apapun yang kurasakan, pasti ku ekspresikan dengan menangis.

 

“omooo, Taemin. Kenapa nak?”, Umma Minho terlihat kaget dan menghampiriku.

 

Jika menangis, aku tidak pernah terisak. Entah kenapa aku terbiasa menangis tanpa suara. Air mata ini turun begitu saja, dan itu bisa berjam-jam. Aku juga heran! Karena itu, tidak ada yang pernah tau kalau aku sedang menangis kalau tidak melihat langsung.

 

“Minhonya mana?”, aku mencengkeram baju Umma dengan wajah panik.Adayang pernah bilang, bahwa anak-anak nakal itu biasanya hilang. Tapi Minhokanbukan anak nakal!! Tuhan, ia anak baik!!Minhoteman terbaik Taemin!!

 

“Minho? Umma juga tidak tau, sayang. Mungkin sedang keluar sebent….”

 

“aku pulang”, terdengar suara yang sangat kuhafal.

 

“hei, ituMinho”

 

Aku terpaku di tempat sementara Umma nya keluar. Entah kenapa, aku bahkan tidak berani menghampirinya. Aku merasa…ditinggalkan!

 

Mungkin Umma nya memberitau kalau aku menangis, entahlah, aku tidak mendengar nya. Aku sedang sibuk dengan pikiran ku sendiri. Air mata ku masih terus mengalir. Sungguh aku juga bingung kenapa. Hanya merasa…mungkin…sakit hati. Satu lagi sifatku yang membuatMinhobegitu sabar selalu ada di samping ku dan menjagaku, aku mudah sekali terluka!! Sakit hati, ngambek, marah, tidak terima, apapun namanya.

 

Minhomasuk ke dalam rumah, menghampiriku. Aku melihatnya dalam keadaan basah kuyup. Rambutnya bahkan masih meneteskan air. Ia terlihat gemetar kedinginan. Di tangannya, ia menggenggam sesuatu. Sebuah balon berbentuk Winnie the Pooh, lalu menyerahkan balon itu pada ku yang masih saja meneteskan air mata, tanpa berkata apapun.

 

Aku tidak bergeming dengan balon yang ia serahkan. Aku malah mendekat padanya, lalu memegang erat kaus biru dongker yang ia kenakan, lalu menunduk. Aku tidak tau kenapa dan atas alasan apa aku melakukan itu. Mungkin aku hanya tidak mauMinhomeninggalkanku lagi. Air mata ku masih turun, dan tetap tanpa suara.

 

Sejenak kami terdiam.Minhomembiarkan aku terus memegangi kaus nya. Tapi akhirnya ia berbicara, “tadi aku melihat ada tukang balon yang lewat dan ada balon Winnie the Pooh disana. Tadi Taemin sedang kedalam sebentar, dan aku keluar. Tadinya ingin membuat kejutan, tapi Taemin malah menangis. Maaf, aku memang bodoh”, ia berkata dengan nada gemetar. Aku tauMinhokedinginan, tapi sungguh Tuhan, Taemin takut!!

 

“ini balon Winnie the Pooh nya. Aku sampai hujan-hujanan membelikan ini untuk Taemin. Jadi terima yaa”.

 

Akhirnya aku menerima dengan tangan ku yang lain, karena satu tangan ku masih erat memegang kaus nya.

 

“Lee Taemin”.

 

Perlahan aku mengangkat wajah ku dan menatap nya. Ini salah satu kebiasaan kami ketika hendak menyampaikan sesuatu yang penting dan mendesak untuk didengarkan, memanggil dengan nama lengkap!

 

“kita temankan? Teman harus saling percaya. Jadi, aku ingin Taemin mempercayai satu hal, bahwa Choi Minho, akan selalu disini, disamping Lee Taemin”

 

Saat itu umur kami sekitar 10 tahun! Kenangan yang paling kuingat, karena ia sudah berjanji. Janji yang kini aku tidak tau masih harus ditepati atau tidak? Janji anak-anak yang bahkan aku tidak tau, saat ini, saat kami dewasa, masih tersisa dalam memory otaknya atau sudah tertimpa dengan memory lain? Sungguh, aku tidak tau!

 

Hujan itu yang selalu aku ingat, karena saat itu aku baru menyadari sesuatu, umur kami memang sudah semakin bertambah, tapi rasa itu tak pernah berubah! Rasa bahwa aku membutuhkan Minho disampingku, dan tanggung jawab seorangMinhountuk menjaga ku!! Hujan itu, hujan dimana aku mulai belajar untuk melihat indah nya pelangi…

 

^^

 

Saat ini kami sudah dewasa. Choi Minho tumbuh menjadi seorang namja yang dewasa dan masih luar biasa baik di mataku. Dan aku? Aku tumbuh menjadi yeoja yang tetap manja, tetap cengeng, tetap mudah terluka. Semua sifat itu masih sama. Hanya di tempat tertentu, aku berubah menjadi Lee Taemin yang lain. Dewasa, pendiam, lebih banyak mendengarkan, bahkan terkesan dingin. Ya, hanya jika bersamanya, sifat masa kecil ku hadir. Hanya jika ada di dekat nya, aku bisa beristirahat sejenak…

 

Saat itu malam hari, aku sedang duduk di balkon rumah ku, sendirian, memeluk kedua kaki ku yang kutekuk. Semenjak dewasa, aku suka sekali sendirian, apalagi dimalam hari. Aku suka bintang!! Sangat suka!! Suara-suara teriakan dan sesekali isak tangis di bawah terdengar sampai ke tempat ku duduk. Entahlah, aku tidak mau memikirkan apa yang terjadi di bawahsana. Aku sudah lelah dengan kehidupan ku sendiri, dan tidak mau ditambah dengan memikirkan masalah orang-orang yang kucintai. Ipod yang kudengarkan mengalun lagu lembut, If You’re Hearts Not In It dari Westlife.

 

I’m missing you
Girl even though you’re right here by my side
Cause lately it seems
The distance between us is growing too wide

I’m so afraid that you’re saying it’s over
The last thing that I wanna hear

But if your heart’s not in it for real
Please don’t try to fake what you don’t feel
If love’s already gone
It’s not fair to lead me on
Cause I would give the whole world for you
Anything you ask of me I’d do
But I won’t ask you to stay
I’d rather walk away
If your heart’s not in it

You say that you love me
But baby sometimes
You’re just saying the words
If you’ve got somethin’ to tell me
Don’t keep it inside
Let it be heard

I’m so afraid that you’re saying it’s over
Girl I’ll make it easy for you

But if your heart’s not in it for real
Please don’t try to fake what you don’t feel
If love’s already gone
It’s not fair to lead me on
Cause I would give the whole world for you
Anything you ask of me I’d do
But I won’t ask you to stay
I’d rather walk away
If your heart’s not in it

How I wish I could take us back in time
But it’s gone too far now we can’t rewind (And there’s nothing that I can do
To stop me losin’ you)
I can’t make you change your mind (If your heart’s not in it)

But if your heart’s not in it for real
Please don’t try to fake what you don’t feel
If love’s already gone
It’s not fair to lead me on
Cause I would give the whole world for you
Anything you ask of me I’d do
But I won’t ask you to stay
I’d rather walk away
If your heart’s not in it

 

Bodoh ya? Orang dengan sifat cengeng sepertiku malah sangat suka mendengarkan lagu-lagu mellow seperti ini.

 

Lagi-lagi air mata ku turun, dan tetap tanpa suara. Entahlah, turun begitu saja, bahkan tanpa aku tau apa penyebabnya. Aku yakin kelenjar air mata ini pasti bermasalah.

 

Tiba-tiba aku merasakan ada yang duduk di sebelahku. Tanpa aku menoleh, aku tau itu siapa. Wangi khas nya tidak pernah berubah.Minholagi-lagi bersikap seperti ‘alarm kebakaran’ untuk hidup ku. Balkon rumahku memang bisa dicapai tanpa harus masuk ke dalam rumah. Aku masih menatap ke atas, mencari ketenangan dengan kerlip itu. Kerlip bintangku.

 

“tadi aku mendengar teriakan di dalam. Aku tau kau pasti disini”, ia juga menatap ke atas, ke arah yang sama.

 

Disaat seperti ini, ia tidak pernah menanyakan apakah aku baik-baik saja. Sejujurnya, jika sedang berdua semenjak kami dewasa, kami tidak pernah banyak bicara. Ya, ia mengenal ku lebih dari apa yang aku bisa ceritakan. Seumur hidup, hingga saat ini, kami selalu bersama, kami mampu ‘berkomunikasi’ tanpa kata-kata.

 

Aku menunduk. Air mata mulai jatuh dan membasahi kaca mata yang kukenakan. Kaca mata yang mempunyai warna frame persis denganMinho, biru dongker. Karena kami sama-sama penyuka warna biru.

 

Minhokemudian duduk membelakangi ku. Ia mengerti, lagi-lagi tanpa ucapan apapun, aku mulai merasa lelah. Ia menghadapkan punggungnya padaku sebagai tempat untuk bersandar, dan ya, aku merebahkan kepalaku disana. Di punggung namja yang kembali berstatus sebagai teman di kehidupan ku.

 

Kami pernah untuk mencoba mempunyai hubungan lebih, tapi Tuhan ternyata ingin mengatur rencana lain. Rencana yang mengharuskan cincin bintang ku, kukembalikan lagi padanya untuk diletakkan pada langit nya yang baru [nyambung ke cerita Tertatih part 1!!! Karena Tertatih part 1 juga based on true story kecuali bagian bunuh dirinya!!! Part 1 aja, part 2 mah murni ngarang!!].

 

Ketika dewasa, kami mulai belajar apa itu badai. Sakitnya, kerasnya, dan akibat yang timbul setelah itu.

 

Yah, rainbow…storm…we learned it…together!!!

 

Dan lagi-lagi, kejadian itu terjadi saat hari hujan.

 

Malam ini pekat..

Lebih pekat dibanding masa lalu..

Tuhan, aku takut..

Bintang kau dimana?

Kenapa tak menyapaku malam ini?

Ada kerlip di atas sana, tapi itu bukan bintang ku!

Awan, kenapa kau menyembunyikan bintang ku?

Bintang aku butuh kau..

Aku butuh cahaya mu untuk terangi hati dari gelap pekat ini..

 

Tuhan, kenapa hujan selalu menyimpan memori itu?

Kilasan laksana blitz yang membutakan..

Ya, mungkin aku memang sudah buta..

Buta akan hadirnya yang mengenalkan ku tawa dan tangis dalam waktu yang sama..

Buta bahwa ia bukan untukku..

Atau lebih tepat, buta bahwa ia bukan yang terbaik dari Mu..

 

Kisah yang hadir di tiap tetes hujan mu..

Tuhan, betapa aku ingin keluar..

Keluar untuk bertanya, adakah pesan yang kau bawa untuk ku?

Pesan untuk melupakannya..

 

Aku pasrah..

 

Aku lelah..

 

Tuhan, Kau yang paling tau apa jerit hati ini..

Kau yang tau bahkan jerit itu lebih nyaring ketika tak diucapkan..

Tapi, biar bagaimanapun..

Aku selalu rindu pada hujan..

Aneh?

Menurut ku tidak..

Karena berdiri dibawahnya akan membuat mu kuat..

Setidaknya itu bagiku..

Berdiri dibawahnya akan membuat air mata mu tersamar..

Bukan..

Tuhan aku percaya, Kau bukan ingin membuat tangis ini semakin keras..

Kau sayang pada ku kan?

Seperti Kau menyayangi apapun yang telah Kau ciptakan..

 

Tuhan menurunkan hujan karena alam sedang menangis..

Itu kata nenek ku dulu..

Namun sekarang, kupikir itu ada benar nya..

Bahwa alam bersedih kau bukan menangis untuk Nya..

Bahwa hujan membuat ku tersadar, sekelam apapun harimu..

Sebentar lagi akan ada pelangi di ujung horizon sana..

Sebentar lagi mentari akan kembali menyapamu dengan senyumnya..

Seperti yang selalu ada di setiap buku gambar TK..

Mentari tersenyum hangat..

Awan terbentuk lucu..

Langit biru menenangkan..

Burung terbang bebas..

 

Ya, dengan hujan sungguh kau telah diingatkan..

Tuhan berjanji harimu tak akan selamanya pekat..

Ia hanya sedang mengajarkan sebuah kata…SABAR..

Lalu bagaimana tentang dia, Tuhan?

Ah, lagi-lagi Dia ingin kosakatamu bertambah..

IKHLAS..

Dan sungguh kau telah diingatkan..

Bahwa Tuhan cemburu kau bukan menangis karenaNya..

 

Untuk mu, Choi Minho..

 

Satu kata terindah..Cinta..

Dua kata terindah..Terima Kasih..

Tiga kata terindah..Kisah Untuk SELAMANYA..

 

From : Lee Taemin

 

Quote :

 

Harta yang paling berharga bukan lah emas, permata, atau lembaran lukisan.

Semua tidak akan pernah kekal di tangan Mu.

Segalanya akan datang dan pergi seiring bergantinya musim.

Tapi…

Teman sejati…

Adalah harta yang tak akan pernah pudar sinarnya…

 

From : Tinker Bell Movie..

 

END..

 

EBUSETNAPAJADI BEGINI YAH?

 

AHAHAHAHAHA, MAAF LAGI GALAU INI…GA TO THE LAU!!

 

UDAH AH, CUMA MAU CURCOL..

 

Dan sekali lagi, maybe ini ff terakhir dalam waktu yang agak lama. Setaun maybe :p

 

Canda deng.. 11 bulan lah :p

 

Ff horror nya kayanya ga jadi gue tulis. Udah ditulis, tapi kayanya terlalu mirip sama Mystery Six nya Super Junior, entar malah di bashing gue nya. Tapi kalo gue lagi mood, insya Allah dilanjut deh..

 

Makaciiii buat semuanyaaa. Sani, Viena, Sita, Yua, Kei, siapapun yang ga bisa gue sebutin satu-satu!!Parasuunders terutama, yang udah RCL, dukung gue, ngasih selamat ulang tahun. Ya ampun, aku terharu lho!! Yah, meskipun I really hate going older..

 

Makasiii udah diizinin untuk nampung semua cerita gue..

 

Never Be The Same Again sampe epilog, I Don’t Wanna Fight No More. Wow, itu karya pertama gue. Masih inget banget malu nya gue waktu Sani maksa untuk itu ff di publish. Dan komen yang ga akan pernah gue lupa, “kok Yoona dipanggil Unnie? Kan Taemin, namja. Jadi harusnya dipanggil noona”. Sumpah bahkan waktu itu gue ga bisa bedain Unnie sama Noona, ahahaha.

 

Tertatih… nista banget yaa itu cerita? Huehehehehe, emang kok..

 

We Got Married 2min.. wow, gokiiiilll!!! Gue bingung kenapa bisa nulis ff se semut itu, gue aja geli kalo baca ulang..

 

We Got Married OnKey. Maaf yaa pendek dan akan diterusin Viena atau Yua, para OKS di SYF. Itu ff OnKey pertama yang gue bikin. Jadi, eeerrgghhhh, ga usah dibahas..

 

Our Precious One, sekuel dari ff melegenda di SYF, cieehh..

 

One Shoot nya Because of You req.Sita..

 

Apa lagi yaa? Kayanya itu doang yaa *doaaang??*

 

Pokoknya makaciii yang udah dukung selama ini *teary*..

 

THA_THA BABAIII…

 

*kali ini beneran babaiiii kayanya, ahahaha*

 

Love You All..

 

Makaciii yaaaaa…

 

Ps : maaf kalau selama ini tulisannya aneh. Ehehe. Aku nulis cuma untuk media sharing kok. Sharing ilmu, sharing pengalaman, sharing pandangan hidup bahkan sharing mimpi [punya suami kayaMinhodi WGM sama OPO itu mimpi yang ku share lho] ke kalian. Jadi, emang ga mau cuma sekedar nulis aja. Mudah-mudahan nyampe yaa pesannya [sok bijak abis gue *gelindingan*].

 

eeh jujur yah akumah nangis loh baca ini😛

 

Tenang aja, kalo emang sempet atau lagi mood nulis juga bakal nulis ff lagi kok. Kalooooo yaaaaaa, ga janji juga lhoo :p

 

Kalo ada yang mau sms, ngirim makanan atau bahkan duit/plak, atau req.ff juga silahkan. Tapi ga tau bisa dibikinin atau engga/diinjek.

 

Terakhir, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un buat istri saiful jamil [abis seharian di tipi gue dicekokin berita itu].

 

By : TaeminhoShouldBeReal….

 

Tambahan :

 

KYAAAAAAAAAAA, ACARA GUE DAPET SPONSOR TUNGGAL!!!! SUMPAH DI DETIK-DETIK TERAKHIIIIIIRRRRRRRRR, DISAAT UANG BARU ADA 300 RIBU PADAHAL ACARA MINGGU DEPAN JALAAAANNN!!!!

 

GOD, GA SIA-SIA GUE TAHAJUD TIAP MALEM!!!!!

 

MIMPI-MIMPI KAMU..

 

CITA-CITA KAMU..

 

KEYAKINAN KAMU..

 

APA YANG MAU KAMU KEJAR..

 

BIARKAN IA MENGGANTUNG..

 

MENGAMBANG 5 CM DI DEPAN KENING KAMU..

 

JADI, DIA GAK AKAN PERNAH LEPAS DARI MATA KAMU..

 

DAN SETELAH ITU..

 

YANG KAMU PERLU LAKUKAN HANYA..

 

KAKI YANG BERJALAN LEBIH JAUH DARI BIASANYA..

 

TANGAN YANG BERBUAT LEBIH BANYAK DARI BIASANYA..

 

MATA YANG MENATAP LEBIH LAMA DARI BIASANYA..

 

LEHER YANG AKAN LEBIH SERING MENATAP KE ATAS..

 

LAPISAN TEKAD YANG SERIBU KALI LEBIH KUAT DARI BAJA..

 

HATI YANG BEKERJA LEBIH KERAS DARI BIASANYA..

 

DAN MULUT YANG SELALU BERDOA..

 

KEEP OUR DREAMS ALIVE, AND WE WILL SURVIVE

 

[5 CM, DONNY DHIRGANTORO

31 thoughts on “[2min/2Shoot/Transgender] Rainbow and Storm, We Learned It Together… -2-

  1. laaah,,,emang nthor mau kemana???
    hiatus???
    mau kemana nthorr??

    btw ceritany so sad bnget…
    kenapa tumin gk bersatu??
    tyuz taemin kenapa??mati kah???
    huwaaaa,,,,,andweeeeeee……..

  2. Bingung nih ama hubungan taemin dan minho saat dewasa…kirain mereka pacaran ternyata gak ya.??? =,=a
    Padahal saat kecil tuh udah romantis banget…

  3. sebenarnya aku rada gak ngerti endingnya cuma yg aku tangkep minho ma taem pernah jadian tapi gak bisa gitu ya*sotoy gue hee..

    tapi bagus banget emang,,kata2nya nyentuh banget.. aku dapet banget feelnya ini..

    tetap semangat thor and sukses terus ya..

  4. aku ngerti maksudnya!! pas taem udah gede org tuanya sering berantem gitu kan jadinya dia jadi penyendiri? terus si taem sm minho pernah nyoba pacaran tp Tuhan berkehendak lain, mereka lebih nyaman bersahabat! ;’D suka bgt pas minho nyediain punggungnya buat taem! aku suka banget kata2 yg warnanya pink! di part ini totally bikin nangis TAT daebak! fighting ya eonn😀

  5. aku rada bingung sih awalnya tapi setelah baca ulang, baru aku ngerti…
    maaf ya pentiumnya aku rada lemot…
    minta di service nih…

  6. Aku merasa terbawa kedalam cerita ini…..
    Huuhuuhuuhuuhuu….

    so sad pisan…..
    Aku g nyangka akhirnya kaya gini…..
    Tapi gpp aku tetep suka sama ceritanya….

    Daebak……🙂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s