[OnTaeHo/One Shoot/Transgender] Good Person


Foreword :

Tadinya Sani mau request ini jadi OnKey. Sepertinya SYF lagi banyak OnKey yaa sekarang? Tapi…errrr…sejak kapan gue bisa bikin OnKey??? Jadi maaf yaa, gue bikin ff menurut hati nurani *ceileh, bukan menurut kehendak pasar :p

Sesuai sama judulnya, Good Person, one of the most favourite song in 4jib from Super Junior, yeeaahhh. Berhubung gue lagi kembali jadi ELF :p dan sangat sangat kecewa sama acha acha nehi nehi itu album repackage nya 5jib, jadi gue kembali mendengarkan ‘tembang lawas’ kkotda namja itu.

Maaf ya, bakal banyak lagu super junior di sini. Yah, maklum, gue kan kalo bikinff, random, zzzz…

Hope you likeeeeyyy…

Cue…

By : Fitri *ganti nama ah, hehe*

 

Taemin POV…

 

CKLEK…

 

Aku mendongak. Terlihat seorang wanita paruh baya memakai pakaian semi formal masuk ke kamar ku. Ia mencoba tersenyum meski guratan lelah tak bisa dibohongi terpancar kuat dari wajahnya.

 

“sudah makan?”, ia berjalan mendekat dan duduk di tepi tempat tidur ku, melihat beberapa berkas yang berserakan di ranjang ku.

 

Aku hanya tersenyum menggeleng, mengalihkan tatapan ku dari laptop dan buku yang kupegang. Ya, ketika sudah dihadapkan pada tumpukan tugas kampus dan organisasi, makan adalah perintah otak urutan belasan yang mengirimkan sinyal pada tubuh ku untuk melakukannya. Kulirik jam winnie the pooh di meja samping tempat tidur ku, 20.10, ah, sudah lewat waktu makan rupanya. Aku mengingat hari ini, lagi-lagi aku hanya sempat sarapan dan itu pun hanya sepotong roti yang kubeli di mini market dalam kampus, dan sampai malam begini, perut ku tidak menerima apapun lagi selain cairan. Tapi kenapa ia tidak mengirimkan sinyal lapar? Aneh kan?! Ya jadi jangan salah kan aku kalau aku lupa makan *lagi*.

 

“hhhhh”, Umma hanya menghela nafas panjang. Helaan yang kubenci, helaan yang membuat ku selalu merasa disudutkan, dan aku hanya bisa menunduk, mengalihkan mataku dari sosok nya. Sosok yang bahkan tak kuingat kapan ia berubah menjadi seperti ini. Dingin, untouchable!! Bahkan oleh ku, putrinya sendiri. Kemana Umma ku saat ku kecil dulu? Dan pandangan mata itu! Pandangan mata yang sekarang hanya tertutupi kelelahan dan kesakitan. Hanya itu! Tidak ada yang lain! Sungguh sampai detik ini aku berharap aku masih bisa melihat sedikit saja, Tuhan, hanya sedikit, pandangan teduh dan ramah Umma ku yang…sebenarnya…dulu…entah kapan terakhir kali aku melihatnya. Bukan pandangan sok teduh dan sok ramah yang saat ini mati-matian ia perlihatkan di depan ku atau dengan teman-teman ku saat mereka bertemu.

 

“apa lagi-lagi karena ini?”, ia memegang beberapa kertas yang kutau persis apa isinya. Aku melirik sekilas. Itu kertas yang kubuat untuk acara sosial yang sedang kukerjakan di kampus, dan aku tau apa yang akan dikatakan Umma selanjutnya.

 

“kau tidak bosan masuk rumah sakit hanya karena tugas bodoh ini? Kau anak Umma, Taemin! Hanya perlu bahagiakan dirimu dan Umma SAJA!! CUKUP!! Tidak usah pikirkan mimpi-mimpi aneh mu yang tidak tau akan terwujud atau tidak! Tidak ada manfaatnya!! Semua orang sudah berjuang dengan caranya sendiri, mereka bertahan hidup dengan caranya sendiri!! Tidak usah pikirkan orang lain!! Hidup mu saja masih Umma yang menanggungnya, jangan sok untuk mencoba membantu orang lain!! Umma lelah melihatmu, kau tau kan?! Dan Umma lelah mengulang perkataan yang sama puluhan kali!! Harus dengan cara apa baru kau bisa berhenti mengurusi semua ini?!”,

 

“hhhh”, ya. Kini giliran ku yang menarik nafas. Lagi-lagi masalah rumah sakit! Ini yang menyebabkan ku juga mati-matian menyembunyikan apa yang sedang kurasakan, sesakit apapun itu!!

 

Mengenai mimpi itu, aku punya…beberapa mimpi dalam hidup ku. Mimpi yang diajarkan seseorang yang ‘membuka mataku’ untuk pertama kalinya. Choi Minho, kekasih ku kini. Teman masa kecil ku yang saat ini sedang berencana menguji rencana Tuhan apakah memang kami ditakdirkan bersama atau tidak. Satu perkataan yang aku tidak pernah bisa lupa darinya, “ibarat lilin, ketika nyala api nya dibagi, cahaya itu tidak berkurang, mengecil, bahkan padam. Tapi yang terjadi justru kebalikannya. Cahaya itu malah membesar dan semakin menerangi jangkauan yang lebih luas di sekitarnya. Ilmu, kebaikan, atau apapun hal baik lainnya, ketika dilakukan oleh satu orang, percayalah bahwa Tuhan melihat dan sedang menggerakkan hati orang lain, entah siapa, untuk berbuat kebaikan yang sama, kebaikan yang nantinya akan tambah membesar dan membawa manfaat untuk semakin banyak orang di sekitar mereka, siapapun yang sedang melakukan kebaikan itu”.

 

Mimpi? Perlukah ku list satu per satu? Hahaha. Mimpi kami berdua, atau lebih tepatnya mimpi dari ku, aku ingin membuat sebuah *mudah-mudahan lebih dari sebuah* sekolah kanak-kanak, atau minimal sebuah taman baca. Tempat dimana generasi penerus suatu bangsa dididik dan dikenalkan pertama kali dengan dunia putihnya. Hanya putih, meski ketika ia semakin dewasa, putih itu akan berubah menjadi pelangi, tapi semoga dengan kertas putih yang sudah dikenalkan sejak awal, warna yang akan mereka torehkan seiring bertambahnya umur hanyalah warna-warna yang membuat mereka semakin belajar. Warna keindahan, dimana setiap goresan di kertas putih itu melahirkan kebaikan untuk diri dan sekitarnya dengan pelajaran atas kenangan saat menorehkan nya. Kertas yang sudah tercoret tak akan kembali putih memang, tapi jangan biarkan ia lupa bahwa warna dasar yang membangunnya adalah putih. HANYA PUTIH!! Hingga pada akhirnya goresan itu membentuk sesuatu, sebuah gambar yang mencerminkan sebuah jati diri bagi si empunya kertas. Jati diri atas segala keindahan diri nya yang terlihat justru karena segala perbedaan dengan orang lain. Keistimewaan, kebaikan, dan ketulusan atas penamaan sebuah makhluk bernama manusia yang tercipta sempurna dengan hati yang baik pada dasarnya.

 

Sebuah lembaga sosial masyarakat, sebuah lembaga perlindungan atas wanita dan anak-anak. Terkesan sangat memihak atas gender memang, tapi apa salah? Ketika wanita, di belahan dunia manapun selalu saja menjadi makhluk yang pantas disalahkan atas kelembutan hati nya yang kadang tidak pada tempat dan saat yang tepat untuk ‘dikeluarkan’. Ketika anak-anak menjadi korban atas keegoisan berbagai pihak, saat anak sekecil itu sudah dipaksa those silly little thing called life, untuk menorehkan warna hitam diatas kertas putihnya. Warna yang tidak ada dalam warna pelangi. Salahkah permohonan ku selama ini Tuhan, untuk meminta bahwa anak-anak, dimanapun mereka berada, diajarkan Kau untuk kuat HANYA dengan cara yang MUDAH mereka mengerti?

 

MANUSIA DICIPTAKAN DENGAN SEBUAH PESAN!! PESAN UNTUK ‘HIDUP’ BUKAN SAJA UNTUK DIRINYA, TAPI JUGA UNTUK SEKITARNYA. BUKA MATA MU LEBIH LEBAR, DAN KAU AKAN LEBIH DARI SEKEDAR MELIHAT!! Sebuah pesan singkat yang mencerminkan esensi dari sebuah hal yang besar, BERBAGI, PENGABDIAN, KEHIDUPAN!!

 

Tapi Umma tidak pernah mengerti itu. Dengan segala hal yang kukerjakan sekarang, aku ingin merintis semua itu. Tapi kini sebuah batu besar justru datang dari pihak internal, Umma dan diri ku sendiri. Penolakannya karena mungkin ‘keterbatasan waktu’ yang kumiliki…saat ini.

 

Umma kembali meletakkan kertas-kertas itu, kecewa karena aku hanya diam seperti sebelum-sebelumnya. Aku tidak mau membantahnya. Tapi aku juga tidak mau meletakkan mimpi ku begitu saja. Sifat keras kepala yang jelas ia tau berasal dari siapa. Sebuah keputusan yang sudah kubuat tidak mudah dan tidak akan pernah aku ubah jika bukan karena hal yang sangat mendesak!

 

Ia bangkit berdiri, “kau masuk universitas terbaik hanya agar mendapatkan pendidikan terbaik. Bukan bertingkah seakan malaikat untuk orang lain”, dan ia melangkah keluar.

 

Saat membuka pintu kamar ku, Umma berbalik, “di bawah ada Appa. Temuilah sebentar. Umma bawa makanan, setelah itu minum obat dan istirahat”.

 

BLAM…

 

Appa? Kubereskan asal beberapa berkas yang tadi Umma pegang, lalu segera keluar. Sosok yang kurindukan, meski jujur saja tak kuharapkan kedatangannya.

 

Pintu sudah kubuka namun tiba-tiba…

 

PLUK…

 

Aku menoleh ke belakang, lalu berhenti. Sebuah benda kuning yang sepertinya kukenal tiba-tiba ada di balkon kamar ku.

 

Aku memutar arah, melangkah ke arah benda itu sambil memicingkan mata.

 

“ducky?”

 

Kuambil sebuah boneka bebek kuning kecil milikku. Kuarahkan pandangan ku kebawah.

 

“oppa?”, mataku menyipit melihat sosoknya. Ia tersenyum dengan senyuman gigi kelinci khas nya yang tidak pernah gagal membuat ku ikut tersenyum. Wajahnya komikal sekali. Mata sipit dan kulit seputih susu, pipi gembul sedikit chubby dan tentu saja dengan hiasan gigi kelinci nya yang ketika tersenyum selalu membuat matanya seolah hilang. Hehehe. Semua orang menyebut orang ini dengan sebutan tampan, tapi entah kenapa ia tidak pernah terlihat tampan di mataku. Ia terlalu kuat dengan image lucu yang sudah di tanamkan permanent dalam memory otak ku. Ia kesini masih dengan gaya khas nya, polo shirt polos dan jeans serta tak pernah absen sebuah headphone coklat yang dilingkarkan di leher yang tentu saja tersambung dengan gadget putih nya.

 

Namanya Lee Jinki. Marga kami sama, tapi tentu saja kami bukan kakak-adik. Ia teman ku juga sejak kecil meski tidak sedekat antara aku dan Minho. Mungkin karena faktor perbedaan umur kami yang berselang 3 tahun, membuat kami pada awalnya agak segan untuk bermain dengannya. Tapi sejak aku mulai mengenalnya lebih dekat karena berbagai acara di sekitar rumah yang aku selalu dipasangkan dengannya sebagai ‘President and Vice President  *LOL* (Minho, si anak es itu lebih memilih berteman dengan buku dibanding manusia = =”). Belum lagi, almamater kami sama. Ia salah satu orang yang lulus dari kampus ku dengan predikat Cumlaude, predikat yang aku juga ingin kejar saat ini. Tapi kini, aku mengenalnya sebagai sosok yang berbeda. Selain wajahnya yang komikal, WOW, ternyata ia sangat amat menyenangkan untuk menjadi sahabat dan tempat curhat. Ia pendengar yang baik, disaat aku sedang menggalau, ia memberikan telinganya atas segala omongan random yang aku ucapkan. Tak hentinya aku berterima kasih, ia kini mau menjadi kakak ku yang luar biasa.

 

“oppa, ini boneka ku kan? Kenapa ducky bisa ada pada mu?”, aku bertanya agak keras karena ia masih di bawah.

 

“oh, boneka itu namanya ducky? Tidak kreatif!! Padahal aku sudah memberinya nama si kuning”.

 

Aku memutar bola mata. Enak saja mengganti nama boneka ku seenak nya!! Si kuning? Memang ducky pisang?

 

“nama pemberian mu lebih aneh lagi. Sini keatas saja”.

 

Ia menaiki tangga. Balkon kamar ku memang bisa dicapai dari luar. Karena itu Minho sering menjadi ‘tembok penyandar’ ketika aku lelah tanpa repot-repot ajukan izin pada sang Umma.

 

“sedang apa beruang madu?”

 

Aku menimpuknya dengan boneka di tangan ku, “thousand times I told you don’t called me ‘beruang madu’!!”

 

Ia menangkap ducky dan mengembalikannya dengan cara melempar juga padaku, “btw, tentang beruang madu, masih ada sahabatnya yang juga tertinggal di rumah ku”.

 

Mengerenyit heran, “sahabat?”

 

“emm. Sahabat pooh mu itu, entah siapa namanya. Ada bantalnya di rumah ku. Lupa kubawa, habis besar, hehehe”, ia kembali tersenyum. Aku menunduk untuk menyembunyikan senyum ku juga. Kenapa dia lucu sekali?

 

Dan tentang bantal. Aku memang sering membawa bantal dan kadang boneka kerumahnya. Rumahnya bisa dibilang adalah ‘basecamp’ kami ketika sedang ada rapat untuk pengadaan acara. Dan karena rapatnya selalu malam, pulang kuliah, dan badan ku sudah remuk karena lelah, jadi aku sering *menyuruhnya* bawa benda-benda empuk dari kamar ku dan ternyata sekarang masih ada yang tertinggal? Ergh, penyakit short term memory lost ku pasti kambuh = =”

 

Aku mengarahkan pandangan ke arah jejeran boneka di tempat tidur dan meja belajar. Bantal yang tidak ada?

 

“ah, eeyore?”, sebutku mengacu pada keledai dengan ekor seperti pinatta :p salah satu sahabat winnie the pooh.

 

“tidak tau. Namanya eeyore?”

 

“emm. Keledai kan?”

 

“sepertinya….iya. warna abu-abu”

 

Aku tersenyum, “iya itu…”

 

Perkataan ku terhenti. Reflek ku menoleh ke arah pintu yang memang tadi kubuka.

 

Angin lagi-lagi membawa suara itu. Suara teriakan, suara isakan, suara tangisan, yang kutau persis berasal dari mana dan dari siapa.

 

Lantai bawah…

 

Appa…

 

Umma…

 

Aku menunduk, malu. Ini pertama kali nya Jinki main ke rumah ku dan mendengar opera sabun picisan di rumah ini.

 

Tapi tiba-tiba…

 

Yaba chincha chincha honto wa, no no no no no.

Yappa meccha meccha ki ni naru, oh oh oh oh oh.

Hora chowa chowa kono mama, gee gee gee gee gee.

Koishitai no (oh yeah), aishitai no (oh yeah yeah yeah)

 

Aku mendongak. Headphone coklat kesayangannya sudah dipakaikan di telingaku, dan memutar lagu yang sungguh tak kusangka ada dalam playlist nya. Gee? What the…

 

“oppa…”

 

“wae? Enak kan? Hahaha, aku tertular virus sonyuside dari teman. Ternyata cukup catchy juga lagu nya. Gee gee gee gee gee”, ia bahkan menirukan hands ‘knock-knock’ dance lagu itu.

 

Aku tak tahan untuk tidak tertawa melihat tingkah absurd nya malam ini. Demi tuhan? Sonyuside?

 

Pembicaraan kami bahkan beralih membicarakan girl group beranggotakan 9 yeoja cantik itu. Aku bahkan surprise begitu tau pembicaraan ini ternyata bisa diikutinya dengan baik. Ya, senyuman gigi kelinci itu, wajah komikal itu, mata tulus itu, dan headphone yang tiba-tiba ia letakkan di telinga ku kali ini…

 

Gomawo oppa…

 

Neomu joheun saramiya…

Saat hendak pulang…

 

“oppa, ini”…

 

Ia menahan tangan ku yang hendak melepas headphone nya.

 

“pakai saja selama kau membutuhkannya. Kau lebih butuh itu dibanding aku, hehe. Bye beruang madu”.

 

Menatap punggung lebarnya yang kini menjauh. Gadget putih di genggaman ku kini menggantikan kehangatan yang aku rasakan. Hangat yang aku bahkan tidak tau datang dari mana dan bagaimana…

 

Keesokan hari…

 

Aku tidak bertemu Minho sejak tadi pagi di kampus. Aku tau ia sedang sibuk dengan segala urusan kuliah dan organisasi nya. Sama sepertiku, ia juga sedang mengurusi acara sosial, namun berbeda dengan ku. Acaranya lebih banyak membutuhkan perhatian ekstra karena skala nya lebih besar dalam segi dana dan agak rumit dalam tekhnis pelaksanaan dibanding acaraku yang jangka panjang sehingga tidak terlalu padat di awal, meskipun tetap saja sibuk. Ia hanya memberikan pesan singkat *yang tak kubalas* untuk jangan lupa makan dan minum obat. Lama kelamaan Minho memang terlihat seperti Umma ku dibanding kekasih

= =a

 

Saat istirahat siang, kusempatkan online membaca beberapa berita, dan mataku menatap sesuatu.

 

Agensi SM Entertainment membuka kesempatan untuk siapapun bergabung dan menjadi bagian dalam album 4jib Super Junior. Karya original dibuat dalam bentuk lagu lengkap dengan musik nya dan dapat di upload di channel resmi SM Entertainment. Lagu yang paling banyak didengar dan lolos penilaian kami akan dinyanyikan langsung oleh Super Junior dan masuk dalam song list album terbaru mereka. Untuk komposer lagu tersebut, SM Entertainment mengundang secara resmi hadir di SM Building untuk langsung bertemu Super Junior dan melihat perekaman lagu tersebut, serta pengiriman CD 4jib asli dilengkapi tanda tangan kesepuluh member. We waiting for you!! So, Join With Us and Express Yourself With Song!!

 

Aku tersenyum. Copy berita tersebut dan mengirimnya ke email seseorang. Meraih ponsel ku dan mendekatkannya di telinga.

 

“yoboseyo oppaaa, I’ve been sent you something on email! Just read it as soon as possible you can and tell me what do you think, okey! I haven’t much time. Very busy today…as usual :p ! Wait for your answer, and I hope you will say ‘yes’. Call me back!! Bubye…”

 

PIP…

 

Mematikan sambungan sebelum orang diseberang sana menjawab apapun.

 

Segera menutup laptop dan memulai kembali aktifitas ku.

 

Selang hampir 15 menit, ponsel ku bergetar.

 

Melihat nama yang tertera di layar, tersenyum kecil dan berjalan menjauhi kerumunan teman-temanku.

 

“yoboseyo. Oppaaa, how’s that?”

 

“apa sih maksudnya email mu, aku tidak mengerti Taee”

 

“dusta sekali lulusan cumlaude tidak mengerti kalimat itu. Ayo oppaa, kau selama ini berkarya tapi hanya dipendam. Sekarang, coba tampilkan. Lagipula, kalau kau menang, kau diundang langsung ke SM Building!! Bayangkan berapa besar kemungkinan nya kau bisa bertemu sonyuside”, aku membujuknya sambil menahan tawa.

 

Ya, aku tau Jinki adalah komposer. Ia pandai bermain piano, dan jari-jari indah itu mampu menciptakan harmonisasi yang tak kalah indahnya. Sayang sekali kalau bakat itu hanya dipendam tanpa tersalurkan. Jadi aku ingin kakak ku satu ini untuk mencoba menunjukkan pada Korea setidak nya, bahwa ada satu lagi komposer muda berbakat di temukan.

 

“membuat lagu? Super Junior? Aku?”

 

“yes, yes, and yes”, ucap ku menjawab ketiga pertanyaannya.

 

“tidak bisa Taeee”, nadanya melemah.

 

“waeeee?”

 

“yaah…hanya tidak bisa. Tidak perlu alasan kan?”

 

“coba duluuuu, masa menyerah sebelum mencoba? Itu bukan Jinki oppa yang ku kenal. ayolaaahhh”

 

“aku membuat lagu hanya sekedar hobby Taeee, bukan untuk ikut dalam kontes seperti itu”

 

“justru karena kau selalu membuat lagu dengan nothing to loose, semua lagu mu terdengar tulus dan easy listening! Sudah ah, coba saja!! Sonyuside oppaaa, kapan lagiiiiiii :p ”

 

“….”

 

“percaya padaku pasti banyak yang suka. Aku salah satunya, okey!! Kutunggu oppaaa. I’m automatically is your first big fans!!”

 

PIP…

 

Jinki’s POV…

 

[ini translate nya gue ketik sendiri. Abis ngetik ff ini kan di rumah sakit, gembel bet dah gue udah bayar mahal VIP room tapi kaga ada hotspot nya masaaa :p jadi kalo nulis romanization nya, ogaaahhh!! Puyeeeng euy…]

 

Good Person [second one my favourite song in 4jib]

[kyuhyun’ Part]

Did something happen today?

It looks like you are crying.

Did he hurt your heart?

The most precious person to me in the world.

 

[Ryeowook’s Part]

The coffee from the vendo I held out to you.

Is filled with feelings I’ve been hiding.

“thank you oppa, you are a good person”.

With those words I just smiled.

 

[Yesung’s Part]

Perhaps you can remember.

Me, hanging out in front of my friend’s school.

When we played around like we were a couple.

You laughed and I stayed up all night.

 

[Heechul’s Part]

When you laughed I feel good too.

Even if you say it’s just a joke.

The days when I wait for you.

The nights when I want to see you.

You bring happiness to these moments.

 

[Eunhyuk’s Part]

Even when I’m alone It’s alright.

If I can just see you.

I’m always behind you.

Always looking out for you.

But it seems like I have to share.

 

[Sungmin’s Part]

My friends are tired to telling me.

Who’s always sings songs like this.

But I knew these are only my feelings.

I can’t tell you don’t feel the same.

 

[Donghae’s Part]

Do you know how I felt that day?

On the night we met at a common friend’s place.

On my birthday when you introduced me.

To the guy who brought you.

 

[Leeteuk’s Part]

If you’re good the I’m good too.

But as I look at the guy standing next to you.

He’s too different from me.

All I can do is say.

“nice to meet you” to this person who seems to be lacking.

 

[the highlight *for me*, Yesung’s Part]

THE DIFFERENCE BEETWEEN ME AND HIM…

IS THAT ALL I CAN DO IS COMFORT YOU…

(gue suka banget nget nget sama part Yesung yang ini…sumpah!!).

 

Tiga bulan kemudian setelah pengumuman itu tersebar, 131 lagu berhasil masuk dalam channel resmi SM Entertainment dan siap untuk dinilai. 40% berdasarkan kuantitas trial listen dan komentar dari masyarakat, 50% penilaian berasal dari gabungan komposer resmi SM dan sisanya adalah pendapat para member Super Junior sendiri yang akan melengkapi penilaian akhir.

 

Dan seperti yang sudah Taemin duga, ya, lagu yang diciptakan otak genius dan tangan berbakat Jinki berhasil menjadi pemenangnya. Sebuah lagu dengan nada dan lirik sederhana berjudul ‘Good Person’ berhasil menarik hati banyak orang dan menduduki peringkat teratas. Liriknya terkesan jujur, musiknya yang sederhana mampu mengimbangi harmonisasi dalam 4jib yang sudah ‘dihajar’ dengan lagu full autotune sebagai single pertama, Bonamana, dan entah kenapa ada ‘sesuatu’ yang membuat sekali saja mendengarkan lagu ini, tidak tahan untuk tidak mengulang mendengarkannya lagi. Leeteuk bahkan berkomentar, hanya dengan mendengar dan menyanyikan lagu ini, ia juga merasa menjadi seseorang yang baik.

 

“lagu ini luar biasa”

 

“liriknya terkesan jujur. Apa ini pengalaman pribadi?”

 

“siapa yang menciptakan? Bisakah SM mengontraknya sebagai komposer resmi?”

 

“Another genius composer has been found!!”

 

“aku jatuh cinta pada liriknya. Entah kenapa ada suatu keyakinan begitu mendengarkannya, bahwa ini adalah pengalaman pribadi komposer nya”

 

“komposernya pasti orang baik. Hanya orang baik yang bisa menulis tulus dan jujur seperti ini”

 

“wanita atau pria? Kuharap pria! Oppa, sudahkah kau punya pasangan? Aku mengidamkan pacar yang baik sepertimu!”

 

“is it a good person criteria? I should learning this!!”

 

“kenapa ia hanya mencantumkan inisial? SM, kutunggu untuk mengungkap siapa LJ!!”

 

Aku hanya tersenyum membaca komentar-komentar di page terakhir. Lagu yang sangat sederhana, lirik dan note yang cenderung diulang, dan hanya berdurasi 4 menit mampu mengumpulkan pendengar dan komentar lebih dari 500 orang. Tadi adalah komentar terbaru atas lagu yang ia buat. Lagu atas desakan Taemin, adik manis nya itu, bahkan ia yang meng upload lagu ini ke channel SM tanpa sepengetahuannya. Aku sempat marah. Bukan! Bukan karena ia meng upload tanpa izin, tapi aku takut ia mendengarkan lagu nya dan menyadari bahwa lagu ini kubuat bersama kenangannya di kehidupan ku. Tapi syukurlah, yeoja polos itu tak menyadari apapun dan berkomentar “oppaaaa, lagunya baguuusss aku sukaaa kau memang hebaaattt” dengan suara nyaring dan tingkah hebohnya seperti biasa.

 

Kuharap kau tak akan pernah menyadari apa maksud lagu ini, Taemin…

 

Sesuai reward yang sudah dijanjikan, detik ini, aku sedang berada di ruang rekaman mewah di SM Building.

 

Para member sedang menunggu giliran untuk rekaman. Hanya dengan latihan singkat, karena memang nadanya sederhana dan tidak sulit untuk dimasukkan dalam karakter suara mereka, jadi hari ini juga mereka langsung rekaman.

 

Sebuah lagu istimewa…

 

Yang tiap bagiannya mengandung cerita…

 

Cerita akan kehadiran mu yang akan selalu menjadi bayangan terindah ku…

 

Did something happen today?

It looks like you are crying.

Did he hurt your heart?

The most precious person to me in the world.

 

Suatu hari…malam musim dingin di Seoul…

 

Ponsel ku berdering…

 

“yoboseyo”

 

“Oppa, eodiga?”

 

“aku? Di rumah. Kenapa?”

 

“bolehkah main kesana?”

 

Aku hanya tertawa. Ia pasti sedang menggalau lagi malam ini. Dasar yeoja sensitif. Anak hiperaktif sepertinya biasanya tidak pernah meminta izin jika mau main ke rumah ku. Sudah berkalikali Umma ku yang bilang sendiri padanya ‘anggap saja ini rumah mu, Tae. Kau sering-seringlah mampir ya’. Jadi sejak kapan ia harus meminta izin ku untuk main kesini?

 

“mau main kesini? Emm, bagaimana yaa Taee…”, aku menggodanya.

 

“waeee Oppaaaa, ada acara kah disana?”, nada suaranya memelas. Imut sekali anak ini.

 

“justru karena tidak ada acara apapun, Umma ku tidak membeli persediaan madu lagi untuk mu, honey bear”

 

“Oppaaaaaaaaaa….don’t called me honey bear!!! Ergh!! I’m not that fat!!”

 

“haha, main saja kesini, kau ini basa basi sekali. Sudah yaa, kutunggu, honey bear”

 

PIP…

 

Aku tersenyum. Kubayangkan wajahnya pasti memerah kesal. Ya, malam ini aku merindukannya. Tawanya, kecerewetannya, bahkan omongan random nya yang entah bagaimana bisa aku sukai.

 

Salahkah perasaan ini, Tuhan?

 

Aku menunggunya di depan pagar rumah ku, dan tersenyum begitu ia datang. Aku senang tersenyum terutama di depannya, karena aku suka senyumnya yang membalas senyuman ku. Lee Taemin, adik manis ku yang entah kenapa membuat hari-hari ku lebih bersemangat jika bersama nya.

 

Memakai kaus putih panjang bergambar winnie the pooh di sudutnya seperti biasa dan rok panjang lebar berwarna senada. Ia memang yeoja feminim, tapi sungguh hiperaktif!! Tidak bisa diam, cerewet, bahkan terkadang galak. Ia suka memakai rok, bahkan setiap berangkat kuliah ia juga selalu memakai rok. Tapi selalu rok lebar untuk memudahkan aktifitas nya di kampus. Seperti kubilang, ia hiperaktif, persis hamster = =”

 

Tapi begitu ia mendekat, ada yang aneh. Ya, wajah itu murung. Bahkan terlihat hampir atau habis menangis, aku tidak tau pasti. Beruang madu ku, apa yang terjadi?

 

“annyeeeooong”, aku melambaikan tangan berusaha tetap ceria di hadapannya.

 

“kenapa wajah mu murung begitu?”, aku mencubit pipi nya.

 

“kan tadi sudah kubilang aku tidak punya madu. Kau kesini karena persediaan madu di rumah mu habis yaa, hehe”

 

Ia memukul lengan ku pelan. Sungguh aku tak suka melihat ekspresi itu hadir di mata mu Tae. Kau memang masih tersenyum di hadapan ku, tapi senyum mu tak sampai di binar mata mu yang masih sendu.

 

“Minho mana?”, tanya ku memancing nya. Aku tau ia tipe orang yang dalam keadaan seperti ini tidak akan mudah cerita jika tidak dipancing. Ia hanya cerewet jika dalam keadaan baik-baik saja. Tapi kalau mood nya sedang begini, sifat dan sikap nya bisa berubah 180 derajat.

 

Ia reflek menunduk. Ah, jadi karena dia?

 

Aku memang tidak terlalu mengenal nya jika dibandingkan dengan Minho. Mereka bersahabat sejak kecil dan kini mereka menjadi sepasang kekasih. Aku hanya orang yang hadir di tengah moment-moment yang sedang mereka bangun bersama. Aku cukup tau diri untuk menahan perasaan ku hanya sampai pada tahap kakak untuk nya. Tapi aku juga cukup sensitif untuk mengerti hati seorang Lee Taemin. Sama seperti Minho, Taemin juga terlihat seperti buku yang terbuka dihadapan ku.

 

“ia pergi ke Mokpo tadi pagi selama sebulan tanpa memberitahuku. Well, ia sepertinya memang sudah memberitahuku, tapi itu bahkan lebih dari sebulan yang lalu, mana aku ingat? Ia tau persis aku punya short term memory lost begini. Menyebalkan!”.

 

Aku tersenyum sambil mengusap kepalanya. Adik manis ku ini memang pelupa parah. Ia bahkan sering sekali lupa dimana ia menaruh barang yang diletakkannya kurang dari 10 menit yang lalu. Apalagi informasi sebulan yang lalu? Jelas tidak mungkin ia ingat. Ia memang pernah cerita pada ku kalau Minho akan pergi ke Mokpo untuk acara organisasi sosial nya di kampus. Mengajarkan pendidikan kepada anak-anak di sebuah desa terpencil dan menetap selama sebulan disana. Kuakui, pasangan ini serasi. Mereka punya visi dan misi sosial yang sama. Pencinta anak-anak dan ingin melakukan apapun yang terbaik untuk mereka. Sebuah fakta yang selalu membuat hati ku mencelos, karena memang, aku tidak mungkin menyaingi Minho di hati nya.

 

Aku membuka jaket ku dan menyampirkan di pundaknya.

 

“ayo beli eskrim. Aku yang traktir”

 

“jinjjaa?”, mata itu mulai berbinar. Ia paling menyukai eskrim rasa madu *kidding*. Ia suka eskrim vanilla, dan eskrim selalu sukses membuat nya kembali bersemangat.

 

“emm. Sebanyak apapun yang kau mampu makan. Tapi kalau kau sakit setelah makan itu, aku akan ‘cuci tangan’ di hadapan Umma mu yaa :p ”

 

“ish, curang! Tapi benar yaa? Ayooo, aku mau eskriiimmm”, ia menarik tangan ku dan memulai obrolan cerewetnya seperti biasa.

 

Ya, Lee Taemin yang kukenal, Lee Taemin yang…..diam-diam kucintai, sudah kembali.

The coffee from the vendor I held out to you.

Is filled with feelings I’ve been hiding.

“thank you oppa, you are a good person”.

With those words I just smiled.

 

Hari ini, aku kembali ke mantan kampus ku yang juga kampus Taemin dan Minho. Entahlah, aku lelah dengan pekerjaan ku seminggu ini dan aku juga rindu dengan suasana kampus yang seperti taman bermain di akhir pekan. Sebuah kampus yang sangat luas dengan segala fasilitas dan rerimbunan pohonnya, menyebabkan orang-orang kesini untuk hanya sekedar lari pagi, bersepeda atau bahkan hanya duduk-duduk bersama keluarga di pinggir danau buatan di dalam kampus.

 

Aku hanya mengemudikan mobil ku tanpa arah. Kumatikan AC dan kubuka kaca mobil, aku suka udaranya. Bau tanah yang habis disiram hujan tadi malam. Kuambil ponsel ku dan menelfon seseorang…

 

“Tae, aku sedang di kampus sekarang. Kau disini tidak?”, pertanyaan basa-basi sebetulnya karena aku tau ia disini. Sebelum menuju ke sini, aku bertemu asisten rumah nya dan ia bilang Taemin sudah berangkat ke kampus sejak pagi. Hhh, dasar bocah hiperaktif. Padahal ini weekend, ia masih saja sibuk di kampusnya.

 

“jinjja. Nee, oppa, aku juga sedang di kampus”, suaranya terdengar lelah. Tentu saja ia lelah!! Dengan segalanya!!

 

“kau dimana? Boleh kutemani?”, aku memberikan penawaran. Kekasihnya masih di Mokpo saat ini. Jadi, bolehkah kalau aku yang menjaganya sejenak? Menggantikan Minho untuk menjadi alarm kebakaran dan tembok penopangnya. Hanya SEMENTARA. Bolehkah, Tuhan?

 

“temani? Boleh saja. Aku di dekat danau, perpustakaan pusat”, nada suara nya masih sama. Aku tau kalau kehadiran ku tidak akan pernah berefek seperti Minho jika disampingnya. Tapi bolehkah jika aku hanya mencoba?

 

“oke. See you soon”

 

Kumatikan sambungan nya dan mengarahkan mobil ku ke perpustakaan pusat kampus, salah satu bangunan baru yang paling kampus ini banggakan karena bangunannya yang besar, kelengkapan fasilitas di dalamnya seperti gym dan cinemas serta keindahan pemandangan sekelilingnya.

 

Sesampainya didekat danau, tidak sulit untuk menemukannya. Seorang yeoja yang duduk sendirian sambil menatap danau didepannya. Aku berjalan lurus di belakangnya, tidak menghampirinya. Aku melangkah ke arah sebuah kedai kopi terkenal buatan Amerika dan membeli dua gelas kopi, vanilla latte dan segelas mocchachino untuk ku, lalu berjalan ke arahnya.

 

“hey, beruang madu”, kutempelkan segelas vanilla latte itu ke pipinya.

 

Ia tersontak, “ish, panas Oppa. Babo!”, ia cemberut dan aku tersenyum. Aku jauh lebih suka ia berekspresi seperti itu dibanding kosong termenung aneh seperti tadi.

 

“kenapa lagi kau? Sedang merencanakan bunuh diri dengan menenggelam kan diri ke danau? Yaah, aku tau kampus ini memang besar kemungkinan membuat mahasiswanya frustasi bahkan gila, tapi kan tidak perlu bunuh diri jugaaa, membuat angker saja! Sudah tau ini bangunan baru, mahal pula pembuatannya, malah dibuat berhantu. ckckck”, ujar ku entang sambil menyeruput mocchachino di tangan ku.

 

“ish”, ia menyikut rusukku cukup keras sampai tersedak dan membuat kopi yang belum sempat kutelan tersembur ke depan dan kemejaku basah.

 

“hahahahaha”, ia tertawa puas bahkan sampai berdiri. Melihat ekspresi ku, ergh, pasti aneh sampai ia bisa tertawa begitu! Taemin kurang ajar!

 

“muka mu lucu sekali Oppa memerah begitu seperti kepiting, pfffttt”, ia menutup mulutnya, menahan tawa yang semakin keras keluar.

 

“iseng banget sih! Ish, adik macam apa coba kau ini menyikut kakak nya sendiri keras sekali. Jinjjaaa kau Taemiiiinn!!”, aku menggerutu karena kemejaku basah, belum lagi orang-orang sekitar yang juga menertawai ku. Ergh, bikin malu! Aku kan hanya menggodanya, kenapa ia menyikut keras sekali?

 

“pfffttt”, ia masih menahan tertawa sambil mengeluarkan tissue dari tas nya dan mulai mengelapi kemejaku. Aku diam tak bergerak. Bisa saja kan ia hanya memberika tissue itu padaku biar ku lap sendiri, tapi kenapa harus ia yang melakukannya? Jarak kami cukup dekat sekarang dan bisa kucium aroma strawberry dari rambutnya. Dada ku mulai berdetak tidak normal. Kalau Minho tau aku bisa mati!!

 

“miaaannn opppaaa, aku kan tidak tau kalau kau sampai tersedak begitu, hehe”, ia tersenyum lucu di hadapan ku yang mau tidak mau memaksaku untuk tersenyum juga. Jika apa yang terjadi mampu mengembalikan senyum nya, aku bersedia dipermalukan begini!!

 

“kumaafkan, asal kau memberitahuku kenapa kau duduk termenung seperti tadi? Kau tidak merencanakan untuk bunuh diri kan?”, wajah ku serius dan ia mulai tertawa lagi.

 

“bunuh diri? Apa kau menganggap ku orang yang bisa punya pikiran pendek seperti itu, Oppa? Tentu saja tidak!! Aku begini karena koran ini”, ia menunjukkan sebuah korn bisnis dari dalam tas nya.

 

“tumben kau baca koran bisnis. Ada tugas?”

 

Ia menggeleng, “bukan korannya. Tapi penjualnya. Seorang kakek yang kuyakin usianya sudah diatas 50 tahun, tapi ia masih menjajakan koran untuk menghidupi dirinya sendiri di usia yang bahkan sudah senja. Aku jadi terpikir untuk menambah mimpi ku membuat panti asuhan dan panti jompo untuk orang-orang yang bernasib sama seperti kakek itu. Selama ini memang ide itu ada, tapi setelah kupikir ulang, apa bukannya malah aku justru menyediakan tempat untuk orang-orang ‘membuang’ anaknya atau orang tuanya sendiri? Aku bingung. Tapi aku tidak tega melihat orang diusia setua itu, yang harusnya hanya duduk santai di rumah menikmati masa tuanya, justru malah bekerja keras di jalan yang entah dimana keluarganya”.

 

Ini adalah kekaguman terbesar ku akan sosoknya. Di usia yang tergolong muda ia puya mimpi bukan untuk dirinya sendiri, tapi justru untuk orang lain. Aku pernah bertanya, apa mimpi untuk diri mu sendiri, ia masih menjawab dengan perkataan ‘membahagiakan oran-orang sekitar ku’.

 

“panti asuhan dan panti jompo bukan tempat pembuangan anak dan para orang tua, Taemin. Itu adalah tempat, dimana orang-orang di fase hidup yang sangat sensitif menemukan kebahagiaannya bersama orang-orang tulus dan menyayangi mereka meski tanpa diikat dengan kata ‘keluarga’. Anak-anak perlu tempat yang berisi role model yang baik dan tulus untuk bekal perjalanan mereka ke depannya, dan orang tua butuh tempat nyaman dan tenteram untuk menghabiskan masa hidup mereka. Tempat seperti itu terlalu buruk jika dikatakan sebagai tempat pembuangan. Segala hal tegantung pada niat mu untuk melaksanakannya. Tetap lihat ke atas, Tuhan mendengarkan harapan mu saat ini. Yang perlu kau lakukan sekarang hanya berjuang agar Dia percayakan untuk memberikan sedikit saja kekuatan dan ke maha annya untuk membuat semua mimpi itu jadi nyata”, aku mengusap kepalanya sayang.

 

“tapi apa umur ku…”

 

“tidak ada yang tau sampai kapan Tuhan memberikan umur pada setiap manusia, Taemin”, aku memotong perkataannya cepat karena aku tau apa yang akan ia katakan.

 

“seperti yang selalu kau bilang kan? Selagi kau masih hidup, kau akan selalu melakukan yang terbaik untuk mereka. Tuhan dengar itu. Ia sudah tau rencana mu bahkan sebelum kau memikirkan semuanya. Selanjutnya terserah Tuhan, apakah ia akan cepat mengambil orang yang akan menjaga banyak manusia ciptaanNya? Aku rasa tidak, hehe. Tapi kalau pun iya…”

 

Taemin menatap ku sendu…

 

“ada orang-orang seperti Minho dan aku yakin jutaan orang lain yang akan Tuhan gerakkan hati nya untuk menjalankan impian mu. Hanya positive thinking lah pada Nya, maka Dia akan menjadi seperti apa yang kau pikirkan”

 

Ia menatapku sambil tersenyum, manis, bahkan senyum termanis yang pernah ia tunjukkan padaku.

 

“thank you Oppa, you are a good person”.

 

Ya, hanya dengan kalimat itu, aku tersenyum menatapnya.

 

Perhaps you can remember.

Me, hanging out in front of my friend’s school.

When we played around like we were a couple.

You laughed and I stayed up all night.

 

“oppa kau disini?”, ia bertanya kaget begitu menemukan ku ada di depan sekolahnya. Saat itu, ia di tingkat akhir sekolah tinggi dan aku sudah kuliah.

 

Hari ini aku memang ada janji dengan teman ku. Ia adalah gitaris sebuah band yang cukup keren menurut ku. Aku meminta diajarinya gitar dan ia meminta untuk diajari piano oleh ku. Kebetulan aku tidak ada kelas, jadi kusempatkan saja kesini.

 

“aku? Mau bertemu teman”. Saat itu aku masih belum terlalu akrab dengannya, jadi pembicaraan kami masih sedikit awkward meski tak kupungkiri, aku sudah mulai memperhatikannya.

 

“ohya? Siapa? Apa aku kenal?”

 

“mungkin saja, ia senagkatan dengan mu. Namanya Kim Jonghyun. Kau kenal?”

 

“ah, pacar Key yaa? Tentu saja aku kenal, hehe. Mereka salah satu pasangan terpopuler di sekolah ini”

 

“ohya…bagaimana bisa? Aku juga mengenal Key, dan dimata ku ia biasa saja”

 

Disitulah aku mulai mengobrol banyak dengannya dan mengetahui sifatnya yang hangat dan supel. Yeoja yang menarik.

 

Tiba-tiba…

 

Nobody nobody but you…

 

Kurasakan ponsel di saku ku bergetar. What the….

 

Wajah ku merah padam, dan ia mulai tertawa tidak percaya. Aku habis bertukar ponsel dengan sepupu ku yang perempuan dan hari ini baru dikembalikan. Bodoh Jinki, kenapa tidak memeriksa setting keseluruhannya dan terutama nada deringnya!! Aku merutuki diriku sendiri.

 

“pfffttt, Oppaaa…jinjjayo kau suka Wonder Girls? Waah, aku sama sekali tidak menyangka”, ia tertawa di hadapan ku. Reflek, aku justru menatapnya. Tawa ini…tawa yang kuingat dan tersimpan dalam otak ku…ditempat khusus…

 

“Tae, belum pulang? Loh, ini siapa? Pacar mu? Lalu Minho?”, seorang yeoja menepuknya dari belakang.

 

Pacar?

 

Ia masih tertawa sambil mengibaskan tangan, “bukan bukan, ini kakak ku, namanya Lee Jinki. Tampan kan?”, ujarnya melirik ku sambil tersenyum manis.

 

Asdkhfurhajvjgaeja….

 

Aku merasa akan ada yang meledak didalam sini…

 

When you laughed I feel good too.

Even if you say it’s just a joke.

The days when I wait for you.

The nights when I want to see you.

You bring happiness to these moments.

 

Even when I’m alone It’s alright.

If I can just see you.

I’m always behind you.

Always looking out for you.

But it seems like I have to share.

 

Mulai hari itu, entah kenapa Taemin mulai memaksa otakku untuk terus mengingatnya. Aku tau ia sudah punya kekasih, dan itu Minho. Siapa yang tidak mengenal sejoli itu sejak kecil? Aku sangat tau diri akan kedudukan ku. Taemin HANYA menganggap ku sebagai Oppa…kakak…tidak lebih. Tapi bolehkah kalau AKU yang menganggap nya lebih? Secret admirer? Hah, aku selalu tertawa dengan status ku sekarang.

 

Lee Taemin…yeoja istimewa itu kini berhasil membuat lubang dalam tembok yang aku bangun untuk akses langsung ke hati ku yang dingin.

 

My friends are tired to telling me.

Who’s always sings songs like this.

But I knew these are only my feelings.

I can’t tell you don’t feel the same.

 

“kau benar-benar sudah gila, Jinki hyung. Kau tau persis siapa Taemin kan? Kau bersaing dengan Minho!! Kalau aku menjadi diri mu, aku sudah menyerah sejak awal! Kau pasti sadar kalau kau tak akan pernah menang dari Minho! Mereka sudah jodoh sejak kecil!”

 

Aku menatap teman ku sambil tertawa mendengar perkataannya. Yaa, Kim Jonghyun. Ia mengetahui kalau aku menyukai Taemin. Sebagai teman dari ketiganya, aku, Minho dan Taemin sendiri, ia sungguh tak habis pikir.

 

“jodoh? Tau apa manusia tentang jodohnya? Dan aku tidak bersaing dengan siapapun. Aku tau diri, Jjong. Aku hanya menyukai Taemin dan tidak berharap ia menyukai ku juga. Aku hanya ingin menjaganya. Kalau kau tau ceritanya, Minho sudah terlalu banyak mengecewakan nya”

 

“tapi bukan berarti….”

 

“aku tau!! Sungguh aku tidak berharap apapun! Aku hanya ingin MEMBANTU Minho menjaganya. Bukan MENGGANTIKAN Minho menjaganya. Kau harus bisa bedakan itu!”

 

Ia hanya menggeleng tidak mengerti. Secret admirer kah? Apa enak nya itu?

 

Do you know how I felt that day?

On the night we met at a common friend’s place.

On my birthday when you introduced me.

To the guy who brought you.

 

If you’re good the I’m good too.

But as I look at the guy standing next to you.

He’s too different from me.

All I can do is say.

“nice to meet you” to this person who seems to be lacking.

 

Hari ini hari spesial ku. Birthday yang ke 23 tahun *24 umur Korea*. Hanya sebuah perayaan sederhana di sebuah Café kepunyaan kakak Jonghyun yang juga adalah teman ku. Di hari ini, aku hanya menunggu nya. Hubungan kami sudah semakin dekat, aku semakin mengenalnya seiring bertambahnya kekaguman ku akan sosoknya. Sosoknya yang sebetulnya rapuh tapi selalu ingin terlihat baik-baik saja. Sosok yang aku tidak tahan untuk terus menjaganya, apapun anggapan ia pada ku.

 

“Taemin datang”, Jonghyun membisiki ku pelan.

 

Aku menoleh ke arah pandangnya. Aku tersenyum di tengah segala kesibukan nya ia menyempatkan diri untuk hadir, tapi…

 

Ya, ada sosok tinggi tegap di sampingnya. Mereka terlihat sempurna jika berdua. Sama-sama berkacamata dengan frame berwarna biru, bahkan jika diperhatikan, wajah mereka terlihat mirip. Apa ucapan Jjong benar tentang jodoh? Minho terlihat tampan dengan pakaian semi formal nya, dan Taemin, seperti biasa, terlihat feminim dengan rok lebar dan high heels stiletto nya.

 

“Jinki Oppaaaa, saengil chukkae yo”, ia menyapa ku ceria. Apakah ceria itu karena orang di samping mu, Tae?

 

Minho tersenyum ramah kepada ku sambil mengucapkan selamat yang sama, dan aku membalas senyum nya.

 

“Jinki Oppa, ini Minho, kau kenal kan?”

 

Aku mengangguk dan menyalaminya, “nice to meet you”.

 

Tentu aku tau dia Taemin. Ia yang…membuat mu tertawa dan menangis bahkan dalam frekuensi yang sama.

 

THE DIFFERENCE BEETWEEN ME AND HIM…

IS THAT ALL I CAN DO IS COMFORT YOU…

 

Perekaman lagu kali ini sudah selesai. Semua member menanyakan kenapa lirik ini begitu jujur, dan aku hanya menjawabnya dengan senyuman.

 

Di malam hari nya…

 

Aku berjalan dan mengambil gitar ku, hendak mengecek sentuhan terakhir di lagu yang kubuat, atas kontrak resmi yang SM Entertainment berikan untuk ku, another song for 4jib Super Junior yang akan dimasukkan dalam album versi C (repackage) mereka.

 

[most favourite song in 4jib]

 

No Other…

 

[Siwon’s Part]

There isn’t anyone like you.

Even if I look around, they’re all the same.

Where can I find?

A good person like you, good person like you.

With a good heart like you, just like a nice present.

 

[Yesung’s Part]

It’s just so lucky.

That the person to protect you is me.

Where can I find?

A happy person like me, happy like me.

A person who laughs like I do, the happiest person.

 

[Ryeowook’s Part]

When your warm hands are cold.

When it’s cold.

When your heart is stuck with pain.

When it’s pain.

 

[Donghae’s Part]

I will hold on to it softly.

I hope that can be something to comfort you.

You don’t know that this heart of mine is always wanting to do more for you.

 

[Kyuhyun’s Part]

My heart that screams, my soul that is free.

I always love you, like it was the first time.

There is more time left than the time we walked.

 

[Heechul’s Part]

There isn’t anyone like you.

Even if I look around, they’re all the same.

Where can I find?

A good person like you, good person like you.

With a good heart like you, just like a nice present.

 

[Eunhyuk’s Part]

It’s just so lucky.

That the person to protect you is me.

Where can I find?

A happy person like me, happy like me.

A person who laughs like I do, the happiest person.

 

[Yesung’s Part]

My heart that used to be poor.

Is slowly changing brightly.

Hoping my small greeds won’t overflow when my heart expands.

 

[Sungmin’s Part]

I know the reason is that because you are here.

The only thing that I’m always thankful of.

Will I be the best like you?

 

[Leeteuk’s Part]

My heart that screams, my soul that is free.

I always love you, like it was the first time.

There is more time left than the time we walked.

 

[Ryeowook’s Part]

There isn’t anyone like you.

Even if I look around, they’re all the same.

Where can I find?

A good person like you, good person like you.

With a good heart like you, just like a nice present.

 

[Heechul’s Part]

It’s just so lucky.

That the person to protect you is me.

Where can I find?

A happy person like me, happy like me.

A person who laughs like I do, the happiest person.

 

[Eunhyuk’s Rap]

You know what, this is little, just a little bit embarassing.

But you don’t know inside of me, it’s hotter.

Then the sun, please know how I feel.

Firls in the TV Show shines brightly in the stage.

But you shine brightly everyday…(I’m crazy crazy baby).

When you say ‘I Love You’, I feel like I have the whole world with.

You and I, you’re so fine, I wonder if there is anyone other like you.

 

[Shindong’s Rap]

I love you, oh, you are my only one.

I’m just an idiot who only knows about you.

Please how I feel.

 

There isn’t anyone like you.

Even if I look around, they’re all the same.

Where can I find?

A good person like you, good person like you.

With a good heart like you, just like a nice present.

 

It’s just so lucky.

That the person to protect you is me.

Where can I find?

A happy person like me, happy like me.

A person who laughs like I do, the happiest person.

 

Lagu nya selesai, permainan accoustic yang indah dari seorang Lee Jinki.

 

Betapa ingin…

Ku menyanyikan ini, live, dihadapan mu, Lee Taemin.

 

END…

 

Eyyaaak, another random post…

 

Ngetiknya pas opname di rumah sakit ampe beberapa hari, zzzzz. Cuma ditambahin dikit pas udah di rumah. Jadi maaf banget yak abal *jadi malu*

 

Tha_tha…

 

Ps : pas ngetik lirik no other, perut gue serasa ada kupu-kupu nyaa :p

 

Hayoo, siapa yang mau ‘nembak’ orang tuh pake 10 cara suju.

 

1. siwon : beliin sepatu sama sekalian iketin sepatunya [kasian banget bang, beliin aja pabrik sepatu, mampu kan? LOL]

2. yesung : balon yang dibawahnya ada cincin nya [aku suka ini asal balonnya jangan terbang aja deh]

3. ryeowook : nyuciin mobil nya [sabar yaa Wook, LOL]

4. donghae : kasih bunga [aduh bang dongee, udah basi. Bunga deposito mau deh]

5. kyuhyun : bikin lukisan dinding bentuk hati [ribet deh si uyun]

6. heechul : bikin surat cinta [lebih basi lagi chul]

7. eunhyuk : tunjukkin bakat mu lewat video [asal jangan topless kaya eunhyuk yaa, plis deh = =” kalo siwon gapapa]

8. sungmin : bikin lagu untuknya [kalo sungmin ga usah ngapa-ngapain pasti diterima]

9. leeteuk : kumpulin gambar hati untuknya [gajelas amat]

10. shindong : susun puzzle bentuk hati [= =”]

 

No offense!! I love SM Town~~

 

By : Fitri (Taeminhoshouldbereal)

 

 

 

 

 

 

 

34 thoughts on “[OnTaeHo/One Shoot/Transgender] Good Person

  1. whoooo…. So sweet, tp ko kayanya gantung bngt… Lanjut dong thor!!

    ohhh poor onew, mian ya coz 2min’s 4ever… 😉

    Seneng deh endingnya di close no other… (Fav. Song jg sm kaya author)…

  2. kyaaaaaaaaaaaaaaaa kasihan oppa jin ki…….
    cuma jd secret admirer………
    d buatin pasangan ajj tor……….
    hehehheheh*plaaaakkkkkk

    .pi jangan mpe 2min pisah deng…….
    bagus2 2min hrz bersatu…….🙂😉 -P

  3. Hemm romantis bgt ini ff, tpi kya ny ini lebih ke ontae yah thor? Hehe soalnya 2min ny mh splewat doang “malah hampir ga ada” hhehe .. Minho cuma nebeng nama doang, hhihi
    Tp sumpah deh, demi apapun ini daebak banget min!!
    Onew ny so sweet bgt, ttep care mskpun cinta ny brtpuk sblah tngan.. Hhihi

  4. .. wah tulus beud onewnya ..
    .. kasian beud onew ..
    .. yasudahlah onew buat aq aja ..
    .. wkwkwkwk ..
    #dilempar sgla macem benda sama mvp

  5. Love is complicated *apa deh gw ga nyambung -_- haha. Yaoloh saya suka semua karakter disini. Taemin dan minho nya punya jiwa sosial yang tinggi. Daebak banget lah. Jinki nya juga keren, memendam terus perasaannya pada taemin, walau ia tahu itu sakit. Poor jinki, sini sama saya aja hehehe

  6. uu.. kok taemin nya gk peka ya sm onew oppa.. kasian oppa T.T
    sedih bgt jdi onew oppa.. pdhl slama minho gk ada onew oppa yg jagain taemin..😦
    mending onew oppa sama aku aja ya🙂

  7. Hhhooo ..
    jinki oppa yang sabar aja iia ..
    2MIN emang gg bisa di pisahkan ..
    bahkan sama key oppa pun tak bisa , celotehannya tetap mereka langgar .. hhhee ..

  8. Kyaaaa kenapa tak ada 2min moment disini ?
    wkwk tapi tak apalah..
    sebenernya taemin itu sakit apa sih ?
    danortunya taemin kenappa ?
    hehe agak membingungkan
    tapi suka deeeh😉

  9. aaaaahhhhh,.aku meweekk bacanya T_T
    There’s something called love,.huhu
    Meskipun harus Jinki harus ngalah,.dunia
    tp yg agak gantung Taeminnya knp sih?
    Out of all,.aku sukaaaa bgt ma ni FF
    DAEBAKKK!

  10. nggak begitu mudeng sama bahasa inggris sih , jadi setiap aa bahasa inggrisnya dilewatin ajah keke , tapi bagus , nah nasinya 2min gimana tuh thor ?

  11. “Hhhh”, gntian q yg mnghela nfas.
    Gk mgrti msti komen ap…
    Trtarik sma “ONTAEHO” jd pngen baca..
    Tp pas lama-klamaan, ‘duuh..kug gni??’
    Yeobo gw kasian gt. Kl awlny ONTAEHO, kn hrusny si On sama Tae. Lha ini kug mngarhny ke TaeHo siihh.. *Sedih.
    Aplg pz tw kl Jjong sm Key pcaran. Makin ksian lg ma Jinki.
    Aplgi (lagi?!) pz debatny sm Jjong, kl dy hny mw bntu MNJAGA bukn MNGGNTIKN.

    Mgenez gk siih??

    Sbnrny ep.epny nice, tp gk suka posisi Jinki dsni. Ngenes bo’…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s