[Onkey-2min] Forbidden Love of A Geisha PART 3 of ?


[Onkey-2min] Forbidden Love of A Geisha part 3

Foreword:

Ohayo~ arigato atas komen dan likenya di part 2 … gue sanni sebagai penulis tunggal merasa tersanjung, dan karena gue merasa ada kekurangan dalam menulis Onkey, dan EMANG ini FF duet maut, makanya di part ini kalian bakal ngerasa ada perbedaan gaya penulisan yang sangat berbeda, kenapa?

Karena bagian Onkey … yeobo saya VIENASOMA yang buat!
Dan 2min … tentu saja ada bagian SANNIIEWKEY~… kekekek~

a/n: Sanniiewkey~ … well, mungkin banyak yang kecewa, kenapa prologue sama aslinya beda pas bagian Onkey? Kenapa Jjong mencium Kibum? Itu karena udah gue pertimbangin masa iya org nikah gak cium? Senggaknya cium aja masa haram sih? Dan tugas Geisha ada ‘melayani’ Danna nya kan? Sowwy kalau banyak yang kecewa, karena setiap part udah atas persetujuan Viena juga sebagai teman duet gue …

a/n: vienasoma~…. Halo… ==” ini sudah seperti yang yeobo saya katakana. Mulai part 3 kami berbagi tugas. Saya yang buat ONKEY dan sanniew yang buat 2min. well.. pokoknya saya Cuma mau bilang. Jangan heran jika bahasa kami rada berbeda. Karena saya memang author dengan bahasa gemulai. Pake majas.. hahahahahha… selamat menikamati hahahah…

Well, semoga di part ini kalian suka, maaf yah agak lama postnya, udah tauk kan kabar keadaan author cantik” ini…kekekek~

Oke, no bashing, no SR, No plagiarism!

Read, enjoy, comments and like are LOVE!

undefined

By: Vienasoma & Sanniiewkey~

Prev part~
click: PART 2~

Deg

Deg

Berdetak dan berirama dengan merdu

Kibum menatap sosok pria yang sedikit demi sedikit memojokkan dia. Tanganya mengepal pada sebuah kain kasa yang tak sengaja terselip ditangan.

Jinki dengan senyum yang kelihatan manis seketika mengubah ekpresinya menjadi sebuah kegelian. Memegang perut dan kemudian tertawa pelan

“gommnesai kibum san … aku hanya bercanda… hahaha… ekrspresimu lucu sekali” membungkuk dalam kepada kibum yang kelihatan merasa di remehkan,

“sekali lagi gommen.. aku benar – benar hanya bercanda…” lanjutnya menjauhkan diri dari tubuh kibum yang mengerut takut. Akh dia jadi merasa benar – benar keterlaluan…

“sama sekalti tidak apa – apa Jinki-sama, kelihatannya saya yang terlalu berlebihan” membungkuk melakukan hal yang sama dengan Jinki. Kemudian menarik diri memberi alasan jika dia masih harus membersihkan beberapa alat makan yang tidak sempat dia selesaikan.

Menatap wanita berkimono biru bercorak bunga sakura berwarna pink. Dengan obbi kupu – kupu tersemat dibelakang punggungnya. Melihat pundak kibum yang…

‘akh.. jinki – akh.. dia milik sahabatmu…’

Deg

Deg

Deg

Meremas pada kemeja yang dia pakai.

Aneh… perasaan yang aneh. Hanya mengenal sosok punggungnya pertama kali hati ini sudah menjerit dan berteriak. Ingin mengenal lebih jauh. Dan ketika mata ini membiaskan siluet wajahnya. Jiwa ini mendesak. Memaksa. Membisik pada indra pendengaran jinki

‘kau mencintainya, hatimu sudah tercuri olehnya’

~floag

Jinki duduk pada sebuah kursi antik dengan sebuah kuas di tangan kanan. Di depan wajahnya terdapat kanvas  besar. Tangan kiri memegang wadah yang berisikan bermacam – macan cat warna.  Tangannya terangkat mendaratkan sebuah garis pada kanvas. Sentuhan akhir berwarna biru. Sama persis dengan kimono kibum yang dia lihat.

Matanya terpejam. Menbayangkan dan mengenang kembali, mengingat semua aspek dari pahatan tuhan, seorang wanita tercantik. Di mulai ujung kaki yang tertutup dengan sebuah tabi (kaos kaki). Telapak tanganya yang terulur, memamerkan kelima jari mungil dan indah. Bibirnya yang ranum merah terkesan pink. Matanya yang, akh, demi apa, menusuk, menenggelamkan perasaan jinki pada sebuah rasa yang dia sendiri tidak bisa jelaskan. Terpenjara di mata cantik itu. Tidak bisa terlepas. Tidak bisa bebas.

Hati ini telah pergi mencari tempatnya berarti

Hati ini telah berlari dariku dimana dia bisa berguna

Menyembunyikan dirinya dariku sebagai penguasa.

Tidak lagi ingin menjadi seluruh hidupku

Hati ini memilih terbagi. Memilih memisahkan diri

Berada di separuh jiwaku, berada di separuh jiwamu

Membuka mata bulan sabitnya. Dan melihat karya lukis yang baru saja dia selesaikan. Meletakan kuas di antara balok kanvas dan menyimpan wadah yang berisikan cat. Berdiri sebentar, merenggangkan otot – otot persendian tubuhnya yang mulai kaku. Terlalu lama mendudukkan diri.

“Uggh~~….”, tangan Jinki terjulur keatas dengan saling mengait. Melihat kedepan. Sebuah telaga yang berisikan banyak ganggang dan rumput laut. Menghirup angin yang lewat, membelai sekujur tubuhnya dengan lembut dan manis. Wangi yang segar. Aroma rumput yang menyeruak tajam, sangat menyenangkan.

Menengok kembali pada objek lukisannya. Tertawa kecil. Mengingat dia hanya bertemu dengan Kibum sekali, dan hampir tiap detik dimula sejak itu, dia tidak bisa tidak mengingat sosok geisha ternama Kibum.

“ehm….” deham seseorang,Jinki membalikkan tubuh, menatap pada seorang pria tua nan tegas, dengan balutan jas formal dan membungkuk kepadanya.

Jinki berdecak tidak senang “Jangan membungkuk kepadaku Siwon ahjusi…” berjalan dengan langkah yang pelan. Mendekat kepada Jinki yang memilih kembali duduk dan melihat lukisan.

“saya harus melakukan itu Pang–”

diam…

Jinki memandangnnya dengan wajah memelas. Menunduk menatap kakinya

“jangan membawa gelar siwon ahjusi… kau tahu aku tidak menyukainya”

“mianhe… tapi itu sudah seharusnya” jelasnya mengabaikan keengganan Jinki yang terlihat jelas tidak suka dengan cara pemikiran lelaki tua ini.

“tapi kita sedang berdua saja ahjushi… jadi jangan terlalu formal, jebal!” mohonnya. Lelaki tua itu hanya diam dan melanjutkan perkataannya

“sebenarnya maksud saya kesini ingin mengingatkan anda  untuk kembali menjadi diri anda sendiri.. Sayuki Hime (putri) tengah menunggu anda di ruang tamu. Dia Ingin menyapa anda”

lanjutnya menyodorkan sebuah bungkusan panjang yang membuat Jinki kembali memasang wajah memelas.

“apa harus mengenakanya?” Tanya jinki

“tentu saja?”

“tidak bisakah dengan pakaian yang ku kenakan sekarang?” lanjutnya.

“Sayuki hime datang untuk bertemu dengan anda…dia datang dengan membawa gelar kebangsawanannya sebagai seorang Putri dari negara jepang. Apa pantas anda mengenakan pakaian seperti ini untuk menemuinya sebagai Hwangsason (Pangeran Pewaris Imperial Korea)?” tegasnya sembari melirik kimono kinagashi yang tengah di kenakan oleh Jinki.

Menghembuskan nafas berat, namun dengan tangan yang terulur. Siwon menyerahkan bungkusan tersebut dan melangkah mundur di ikuti oleh Jinki yang sudah berdiri dan berjalan menuju ruang dimana dia bisa berganti baju.

~floag

“Tolong rebahkan dia disana saja…tabib, mana tabibnya?”, Tanya Taemin panik, kemudian seorang tabib perempuan datang dan memeriksa keadaan pria yang sedang terbaring lemah disana.

“Taemin san, ada apa ini?’, tanya Suzu seorang maiko muda, Taemin menoleh dan melihat panik.

“Dia menolongku saat aku ingin ketabrak mobil, tapi…”, Taemin meremas kimononya dengan panik, Suzu mengikuti mata Taemin melihat sosok pria yang terbaring tak sadarkan diri dengan tangan digips.

“Taemin san,dia tidak apa-apa, hanya retak dibagian tangan, saya sudah membuatkan resep obatnya, hmm…apa saya harus beritahu Kibum-san tentang ini?’, tanya tabib itu, Taemin gelagapan.

“Jangan…jangan beritahu Kibum san kalau saya membawa seseorang ke Okiya…”, cegah Taemin, “Suzu, kemana Kibum san?”, tanyanya lagi.

“Oh, dia pulang ke rumah Jonghyun sama Taemin san…”, Taemin menarik nafas lega, syukurlah…setidaknya ia tahu bahwa Kibum akan kembali esok atau lusa, setidaknya ia bisa mebiarkan pria itu untuk sementara tinggal di sana sampai ia sadar.

“Kalau begitu terima kasih Tabib Miyuki, kau boleh pulang…”, Taemin membungkukan badannya, ‘Dan Suzu…aku minta kau jangan katakan tentang hal ini, aku tidak mau Kibum san khawatir karena ini…bisa kau ambilkan minum? Saat dia bangun mungkin ia butuh minum…”, sambung Taemin seraya melihat ke pria yang masih terlelap di atas shikibuton di kamar Taemin itu.

Suzu hanya mengangguk dan patuh, Taemin tersenyum, ia tahu Suzu tidak akan mengatakannya pada Kibum, karena bagaiamanapun juga Taemin sangat berjasa padanya karena telah membawa Suzu kedalam okiya layaknya Kibum lakukan dulu padanya.

Taemin melihat ke arah pria itu, perlahan ia mendekati sosok itu dan duduk didekatnya, ia perhatikan lekuk wajah pria itu, rahang yang bagus, tubuh yang kekar, dan juga bulu mata yang panjang… Taemin menggelengkan kepalanya, sejak kapan ia berani menikmati keindahan orang lain?

“Permisi Taemin san… ini minumannya…apa kau mau membersihkan badanmu? Air hangatnya sudah aku siapkan…dan Kibum san tidak akan pulang malam ini, dia bilang kedai teh di tutup sementara…”, kata Suzu, Taemin mengangguk, ia tersenyum dan bangkit keluar kamarnya dan berbelok ke jasuzi dekat dengan taman dan juga kamarnya.

“Akan kusiapkan pakaian untukmu…”, kata Suzu sebelum Taemin masuk kedalam, Taemin menoleh dan tersenyum.

“Tidak usah, aku akan pilih sendiri…kau istirahatlah…”, kata Taemin kemudian membuka pintu ke arah jasuzi.

Perlahan ia buka ikatan obi satu persatu dari tubuhnya, memandang sejenak kedalam cermin didepannya, menyentuh pantulan wajahnya disana…wajah itu, sejak kapan wajahnya berubah menjadi seperti itu? Cantik kah? Apa dia tiba-tiba merasa bangga pada dirinya sendiri?

[Kau cantik, dan kau akan menjadi geisha terkenal di Gion ini, semua lampion Gion akan bersinar untukmu… mengagumi kecantikan mu…Taemin…]

Kata-kata itu terngiang di pikiran Taemin, Taemin menatap lekat wajahnya, sekarang mungkin belum terasa sekali, namun ia sudah merasa bahwa Gion mulai memasang matanya pada sosok Taemin, meski ia masih berada di bayang-bayang Kibum sang geisha termasyur, namun tidak menutup kemungkinan bahwa sosok Taemin telah terlihat menarik dipara mata peminat seni itu.

Sebentar lagi, lusa…lusa adalah hari dimana ia akan menepati janjinya pada Kibum…ya…dia akan menepati janjinya dan menjadi Geisha yang sukses.

 ~Floag

Minho membuka matanya, saat itu ia merasa masih kabur dengan jarak pandanganya, namun ketika ia sadar, ia berada ditempat asing, namun bau ruangan itu sangatlah unik dan menyegarkan,bau yang sangat harum dan membuatnya merasa betah berlama-lama sehingga ia lupa bahwa ia bukan pada tempatnya…

Minho melihat ke sekeliling, tempat yang asing, gaya rumah yang masih sangat tradisional,namun terkesan nyaman dan indah, ia bangkit dari tidurnya meringis kesakitan disekitar bahu dan sikunya. Ia menatap balutan gips terlilit dari bahu hingga lengan kanannya… mengernyitkan dahinya merasa bingung apa yang terjadi padanya … ketika ia ingin mengingat apa yang terjadi…

“Tidak usah, aku akan pilih sendiri…kau istirahatlah…”, Minho melihat ke arah pintu satu-satunya dari arah suara itu berasal, perlahan ia bangkit dan berjalan ke arah pintu itu, membukanya dan menoleh kesana kemari, suasana asri dan terkesan tradisional sangat kental di sekitarnya. Minho tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia berjalan ke ujung lorong, dan mendengar suara dari balik pintu geser.

Minho menoleh dan terpaku, sebuah siluet, siluet tubuh seseorang dibalik sana, perlahan dengan lancang ia memicingkan matanya dan melihat ke balik celah pintu yang sayangnya oleh sang pemilik lupa di tutup rapat.

Jantungnya hampir mencelos dari balik dadanya, matanya tiba-tiba tidak lepas dari kreasi indah didepannya, jantungnya berdebar, bagaimana bisa hanya melihat punggungnya saja dan juga bagian tengkuk yang ramping dan putih itu darahnya berdesir ke ubun-ubun. Menelan ludahnya menahan keindahan didepannya, perlahan ia memajukan langkahnya, dengan perlahan, sosok wanita indah itu tidak sadar akan kehadirannya.

“Kirei (indah) …”

SREK!! Wajah wanita didepannya memucat, tangannya sibuk menahan agar kimononya tidak merosot turun dari dadanya, Minho, ia terpaku, tidak bisa bicara melihat sosok mungil, rapuh, namun terlihat sangat mempesona didepannya, bibir yang merah layaknya darah, dan juga wajah secerah matahari pagi.

“K-kau…kenapa kau disini…?”, tanya Taemin, Minho tersadar, ia memundurkan badannya namun salah, sangking gugupnya, dia tersandung meja kursi kayu dan ….BRUK

“A-aahh….”, Minho berseru.

“Tuan!”, Taemin menghampiri Minho yang meringis kesakitan menahan tangannya. “Kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja?”, tanyanya panik mengecek tangan Minho.Minho mendongak, melihat wajah panik dari nya, namun ia merasa ada yang berbeda , entah apa, ekspresinya tidak real…

“Aku tidak apa-apa…”, kata Minho tersenyum dan meraih tangan Taemin, Taemin melihat ke arah tangannya dan kemudian ke Minho yang menatapnya lekat. Taemin perlahan melepaskan genggamannya dan membantu tubuh pria itu berdiri, Minho melingkarkan tangannya di pundak mungilnya dan berjalan keluar, ia dapat mencium bau harum yang sangat unik dan juga nyaman.

~floag

Seorang wania cantik dengan kimono Homongi dengan lambang kerajaan di belakang dan depannya duduk dengan anggun menunggu kehadiran seseorang yang sejak 30 menit lalu dia tunggu. Meremas kedua tangan yang terhampar diatas pahanya. Sesekali memeriksa tatatan rambut dan kimono yang dia pakai.

Greek~

Pintu geser terbuka, wanita cantik dan masih muda itu mendongak, berdiri dengan anggun padahal tengah memakai kimono yang telah melilit tubuhnya. Seorang pria tua mengenakan jas formal membalasnya dengan membungkuk rendah. Di belakang pria itu tengah berdiri seorang pemuda dengan balutan pakaian beludru hitam. Dengan kancing yang terbuat dari emas. Kerah yang menjulang hingga setengah lehernya. Beberapa lambang tersemat di kedua lengan pakaiannya. Lambang yang hanya di miliki seorang Hwangsason (Pangeran Pewaris Imperial Korea). Dengan wajah yang tegas namun tidak menghilangkan kesan ramahnya ,Lee Jinki. membungkuk rendah kepada wanita yang tiba – tiba menyembunyikan wajahnya dengan kimono tangan. Ada semburat merah yang tidak berhasil dia hilangkan.

“annyeong haseyo.. chonen Sayuki Soda imnida” wanita cantik itu kembali membungkuk dengan pelan sembari memperkenalkan dirinya dengan bahasa korea. Jinki terperangah dan menjawabnya dengan bahasa yang sama.

“annyeong. Jinki imnida” ucapnya bersyukur setidaknya wanita ini tidak mengajaknya berbahasa formal

“Okake Kudasai (silahkan duduk)” lanjut Jinki mempersilahkan wanita itu untuk kembali duduk ditempatnya semula. Wanita itu mendongak dan CHESS~.. hatinya bagai di siram air dingin dari sebuah telaga. Senyum yang tergambar dari pemuda didepanya berhasil membuat debaran jantungnya tidak berdetak dengan normal. Sayuki mengeratkan tangannya pada kimono didepan dadanya. Berusaha sebisa mungkin menetralkan perasaan yang telah di porak – porandakan pangeran tampan dari korea yang tengah menatapnya.

“domo arigato gozaimasu jinki – sama…”

Hening ketika kedua  pasangan pangeran dan putri berbeda Negara itu saling berhadapan. Jinki merasa lelah. Lagi dan lagi berhadapan dengan seorang putri. Ani bukan dia membencinya. Hanya saja. Raja dan ratu yang berada di istana Geyonggi akan menanyai tentang semua putri yang bertemu dengan jinki. Meminta pendapatnya dan bla – bla… menyuruhnya untuk segera meminang mereka.

Yah. Mungkin saat itu dia akan mengatakan tidak ada yang menarik hatinya. Tapi kini? Otte? Ada seorang wanita cantik dengan aura untuk di cintai telah mencuri hatinya, memenjarakan jiwanya pada bola matanya. Kibum. Seorang wanita yang sempurna, wanita yang memikat. Seuntai senyum tersemat di bibir jinki. Ketika nama kibum telah melewati pikirannya. Akh. Demi apa. Hati ini selalu terasa hangat. Inikah cinta. Seorang pangeran Lee pada akhirnya menempatkan hatinya pada seorang wanita?

“kamu bisa berbahasa korea?” Tanya jinki. Merasa tidak suka dengan kesunyian di antara mereka.

Sayuki mendongak dan ketika menatap wajah tampan itu yang tersenyum, kembali menunduk, gelagapan dan gugup. Chess.. lagi lagi jantung berdetak dengan cepat. Tolong siapa saja. Adakah yang bisa menggambarkan perasaan seseorang yang telah melihat senyumannya? Adakah yang bisa menjabarkan bagaimana terporak – porandakan hatimu ketika dia dengan wajah teduhnya tersenyum memamerkan bibirnya yang melengkung indah dan mata sabitnya yang kelihatan menghilang menjadi sebuah garis horizontal memikat.

Hatimu serasa mencelos. Hatimu serasa di terbangkan sampai kelangit tertinggi dunia dan jatuh hingga kedasar bumi. Begitu tidak bisa di jabarkan. Ribuan kamus pun yang di telaah tidak akan ada yang bisa menggambarkan arti senyumannya.

Wajahmu yang teduh membuat dunia yang gersang menjadi penuh dengan kesejukkan

Matamu yang sabit membuat dunia yang kelam menjadi penuh dengan kesenangan

Bibirmu yang sempurna merekah membuat dunia penuh kesedihan menjadi dunia penuh kebahagiaan

Tak ada kata yang bisa menjabarkanmu

Tak ada kalimat yang bisa mendeskripsikanmu

Hingga hati ini terkulai lemah mencari satu kata dan satu kalimat

Hanya demi untuk memujamu

“hai… saya bisa sedikit – sedikit Pangeran Lee – sama” sahutnya malu – malu. Masih dengan tangan yang tergenggam di dada.

“akh. Bisakah kita hanya memanggil nama biasa. Tiada embel apapun?” tanyanya, mengambil sebuah cangkir yang baru saja di tuangkan dengan teh dan di taburi potongan bunga sakura. Jinki mencium aroma yang terhembus sebelum meminumnya.

Wanita itu tidak berani mendongak. Takut hatinya tidak sanggup kembali menerima senyum ramah pangeran Lee.

“panggil saja aku dengan jinki” lanjutnya ketika wanita itu hanya memainkan jari – jarinya diatas paha.

“baiklah jinki – sama. Kalau seperti itu anda bisa memanggil saya dengan nama depan saya. Panggil saya yuki..” sayuki masih menunduk. Tidak menyangka jika jinki akan menyarankan mereka untuk memanggil nama depan saja. Di jepang bukankah hanya memanggil dengan nama depan jika mereka sangat akrab atau teman sejak kecil

“saya dengar anda kesini karena sedang belajar ekologi jepang jinki – sama?” Tanya sayuki masih mengabaikan secangkir teh yang berada di atas meja mereka.

“yah..  ada proyek dari universitas yang harus kukerjakan. Dan yah.. aku memilih jepang. Aku tertarik dengan perbedaan budaya kita yang mirip tapi tidak sama.. hahahaha…” jinki tertawa sekedarnya. Lucu mendengar kalimat yang dia sendiri ciptakan. Menggaruk bagian belakang kepalanya. Dan akh dia jadi ingin bertanya,

“yuki – san. Apakah di sini banyak geisha?”

DEG

Sayuki terdiam. Apa jinki termasuk penyuka wanita? Dia tidak cukup dengan satu wanita saja sebagai istri sah? Atau..

“jangan salah paham yuki – san. Kamu tahukan aku sedang belajar perbedaan budaya kita. Di negaraku juga terdapat Gisaeng. Aku penasaran apa perbedaan dari keduanya.” Jinki menerangkan ketika wanita itu hanya diam kaku dan sibuk dengan pemikirannya sendiri.

Sayuki tersenyum lega

“Di Distrik Gion ini. Ada beberapa okiya yang memiliki Geisha termuka. Tapi dari kesemuanya hanya satu yang paling di hormati dan di kagumi..”

Deg

Deg

Jinki menanti…

“Kim Kibum. Dia adalah geisha nomor satu yang paling di sanjung dan di muliakan. Wanita ramah namun terkesan tidak bisa di jangkau. Baik hati namun kadang terlihat sukar, wanita cantik dengan paras yang sempurna. Saya saja seorang wanita sangat kagum kepadanya jinki – sama.”

Ada apa dengan hati jinki. Kenapa seperti dirinya saja yang di puja oleh wanita ini. Kenapa dia yang merasa senang dan bahagia ketika bibir sayuki yang mungil mengeluarkan serentetan kalimat pujian untuk kibum?

Bibirnya seketika membentuk sebuah senyuman? Hatinya berlonjak senang. Tidak salahkan dia? Tidak ada yang salah dengan dirinya karena jatuh cinta pada seorang kim kibum? Semua pria pasti bertekuk lutut kepadanya, bahkan seorang wanita pun kagum padanya.

Wanita terindah. Wanita yang berhasil merebut hati seorang Lee Jinki.

~Floag

Taemin kembali ke dalam kamar diikuti oleh Suzu yang membawa sebaskom air hangat dan juga lap bersih, serta sepasang baju untuk Minho.

“Tuan, kau harus bersihkan badanmu, sejak kau pingsan, kau belum berganti pakaian, biar kami cuci dan kami akan ganti perban ditanganmu…Suzu tolong kau lakukan dengan baik yah?”, perintah Taemin,

“Tidak mau.”,

Taemin dan Suzu menoleh ke arah Minho yang duduk bersila kaki dan menatap tajam ke arah Taemin.

“Maaf , apa katamu tadi Tuan?”,

“Minho.”

“Huh?”, tanya Taemin makin bingung, Minho tersenyum sangat lembut, ia melirik ke arah Suzu sesaat dan sukses membuat maiko muda itu memerah wajahnya. Minho berjalan mendekat dan menundukan sedikit badannya, Taemin mengambil mundur satu langkah.

“Minho…Choi Minho …”, Minho tersenyum dan mengedipkan matanya, tangannya menjulur kebelakang Taemin dan mengambil handuk ditangan Suzu yang tepat ada dibelakang tubuh Taemin. “Aku bilang, aku tidak mau olehnya…”, Taemin menatap Minho diam, “Aku mau kau yang lakukan ini padaku…bisa?”, bisik Minho ditelinga Taemin, Taemin menghindar dan memasang wajah horor.

“Jangan seperti itu, kau tidak sopan…”, kata Taemin kesal, Minho menegakkan tubuhnya, ia cemberut dan duduk kembali.

“Katakan itu pada dirimu, orang mana yang tega menyuruh orang lain ,untuk merawat orang yang sudah menyelamatkan nyawanya hari ini…”, Taemin tertegun, ia menatap Minho lekat, yang ditatap malah tersenyum simpul dan terus memandang kedalam mata coklat dan bulat yang indah itu.

Taemin menarik nafas, dengan tenang ia meraih baskom dan juga handuk yang ada.
“Suzu, kau boleh pergi, siapkan makan malam ya…”, kata Taemin, Suzu mengangguk gugup karena dibalik sana Minho melambai padanya dan tersenyum manis.

Taemin berbalik dan menatap sosok pria itu seksama, masih sama, menatapnya dengan aneh dan senyum yang tidak bisa dijelaskan. “Kau mau berdiri disitu terus? Atau aku saja yang kesitu?”, tanya Minho, Taemin menarik nafas, salah apa dia…kenapa orang ini sangat memaksa.

Taemin berjalan menuju Minho dan menarik kursi duduk dihadapannya. Ia mulai membuka balutan gips dari tangan Minho melewati bahunya, dengan perlahan ia terus lakukan itu sampai lilitannya lepas, ia tahu, Minho sedang memperhatikannya, dan entah kenapa, ia tidak nyaman.

“Jangan pandangi aku begitu Tuan…”, kata Taemin,

“Minho…panggil aku Minho, aku bukan Tuanmu…”, katanya, Taemin mendongak, kemudian mengangguk.

“Ya Minho sama…jangan pandangi aku begitu …”, ulang Taemin, kali ini Minho malah menertawainya. Taemin diam saja, ia lebih baik tidak tanggapi godaan Minho.

“Kau … siapa namamu?”, tanya Minho.

“Taemin… Lee Taemin…”, katanya, Minho tersenyum dari kuping ke kuping.

“Taemin…nama yang bagus, dan …coba kau dengar ini, Taeminho…bukankah menurutmu itu terdengar bagus? Kita cocok…”, kata Minho asal, Taemin mulai tersenyum mendengarnya,

“Kau pintar melucu.”, kata Taemin menatap Minho sekilas dan tersenyum sebelum bangkit mengambil handuk yang lain untuk membasuh tangan Minho. Minho memegang dadanya, kenapa…kenapa jantung itu bisa berdetak hanya melihat senyumnya yang simpul?

Minho menatap punggung Taemin yang sedang sibuk diujung ruangan, kemudian ia teringat sesuatu.
“Taemin, boleh aku tahu sesuatu?”, tanya Minho, Taemin berbalik dan mengangguk.

“Ini tempat apa?”

Taemin tersenyum dan duduk lagi didepan Minho, membasuh tangan Minho dengan balsem dengan perlahan, “Ini Okiya…”, balasnya lembut, Minho terbelalak, jadi dia… “Ya, kalau kau mau tahu , aku adalah calon Geisha. Dan ini tempat Okaa san ku…”, kata Taemin mengambil perban.

Minho menahan tangannya, Taemin menatapnya terkejut, ia berusaha menarik tangannya, namun ditahan oleh Minho, Minho menatap sosok didepannya tidak percaya, bagaimana bisa, ia terlalu cantik, bahkan terlalu indah untuk dinikmati oleh pasang mata yang akan datang hanya untuk melihat keindahannya dalam menjadi geisha, dan dalam hati Minho, entah kenapa, ia tidak rela, sangat tidak rela sampai ia ingin mencongkel matanya jika ia lihat ada yang berani menatap sosok Taemin lebih darinya.

“M-minho sama…l-lepaskan…sakiit…”, Taemin berusaha melepaskan tangannya, Minho terkejut dan melepasnya

“Gommen ne~…gommenasai…”,Minho ingin meraih tangan Taemin namun Taemin menghindar. “A-aku benar-benar tidak sengaja… aku hanya…yah…”, Minho bingung menjelaskannya.

“Tidak apa-apa…”, balas Taemin, kemudian mengambil perban dan mulai membalut tangan Minho dengan perlahan.

“Kau…cantik Taemin, dan aku rasa kau calon Geisha tercantik yang pernah ku lihat selama ini…”, jelas Minho tersenyum, Taemin diam saja. “Kau marah padaku?”,

Taemin menggeleng, “Untuk apa? Karena mencengkram tanganku? Kalau itu, aku hanya kesal, karena sakit rasanya…”, balas Taemin, Minho tersenyum.

“Maaf …”, Taemin tersenyum dan menunjukan pekerjaannya selesai. “Jadi kau tidak marah padaku kan?”, tanya Minho,

“Aku tidak mengerti kenapa kau tanya itu Minho sama?  Aku tidak tahu apa yang harus membuatku marah padamu?”, tanya Taemin, Minho bangkit dan menghadap ke arah Taemin.

“Marah karena aku lancang padamu …”, Minho memajukan tubuhnya, Taemin panik, dia memundurkan tubuhnya namun sayang, sudah tersudut di tembok.

“M-minho –sama…a-apa yang mau kau…”, Taemin menghalau Minho, Minho tersenyum ia memajukan badannya , menjulurkan tangannya ingin menyentuh Taemin, Taemin ingin teriak, tapi pasti buat heboh, sebelum ia ingin mendorong Minho.

“Ada serangga dikepalamu…”, Minho memperlihatkan kupu-kupu kecil, Taemin kaku ditempatnya, apapun itu, ia takut serangga…Minho yang menyadari hal itu berdecak, membuang keluar kupu-kupu itu dan menatap Taemin.

“Aku takut kau marah kalau aku lancang menyukaimu untuk pertama kali melihatmu Taemin san…”

Dan Taemin hanya terdiam mendengar pernyataan itu, Minho tersenyum dan berbalik kemudian duduk di kasur Taemin menatap keluar dari jendela rumah tradisional itu. Okiya … Minho didalam hati mersasa miris, kenapa gadis secantik Taemin bisa tinggal ditempat seperti ini? Minho melihat ke arah Taemin yang sekarang sudah mulai bisa bergerak dan membereskan sisa perban balutan Minho, ia tersenyum lagi melihat Taemin, beruntungnya dia … bagaimana pun caranya, dia ingin bersama Taemin, memilikinya…

~floag

“Taemin.”, Taemin berbalik melihat Kibum sudah berdiri dengan mantab diambang pintu, ia tersenyum lembut kepada Taemin dan mendekatinya.

“Kau gugup?”, tanya Kibum membenarkan letak kerah Kimono Taemin, Taemin tersenyum dan menggeleng

“Aku tidak pernah setenang ini, ini yang aku inginkan selama ini Kibum san … inilah janji ku padamu… aku harap kau akan puas dengan kerja kerasku selama ini, aku akan lakukan yang terbaik Kibum san…”,

Kibum tersenyum, dia mengelus pipi Taemin, “Panggi saja aku Kibum, sudah berapa kali aku bilang padamu kan? Aku tidak akan meragukan mu, kau sudah cukup membuat ku senang karena kau mampu belajar dengan cepat selama 5 tahun ini.” Jelas Kibum.

“Kibum san … Jonghyun sama dan tamu yang lain sudah datang.”, panggil Suzu, Kibum tersenyum mengatakan terima kasih, ia menoleh ke arah Taemin yang memadangnya dengan mata yang berbinar, malam ini…

“Sekarang lah saat nya, kau tunjukan pada Gion, bahwa mereka berhak menyorot lampion mereka padamu Taemin, ayo …”, Kibum membuka pintu dan mereka keluar dengan langkah mantab, menuju debut pertama Taemin sebagai geisha malam itu.

~floag

Mata Minho tidak lepas dari sosok yang sedang menari didepannya, sosok itu sangat indah, saat terakhir bertemu, wajah itu sudah terlihat bagaikan rembulan malam yang indah, namun sekarang, walau hanya dengan polesan bedak khas Geisha yang putih pucat, dari balik sana Minho bisa melihatnya bahwa sosok itu terus membuatnya berdebar, membuatnya meremas dadanya sendiri yang membuatnya sesak karena debaran itu.

“Way to go Minho … kau sepertinya merasa takjub melihatnya …”, tanya Jonghyun dengan bahasa Inggrisnya, Jinki yang duduk disebelah Minho hanya tersenyum melihat kenalan barunya itu menatap sosok Geisha yang sangat mungil menari dengan indah.

“Kibum bilang padaku, bahwa ini debut pertamanya, dan namanya adalah—“

“Taemin. Lee Taemin.”celetuk Minho memotong jjong, dan tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari sosok itu.

Jjong terkekeh , “Kau sudah mengincarnya atau memang sudah mematainya?”, tanya Jjong, Minho berdecak.

“Jangan ganggu dia Jjong, mengganggu konsentrasinya menikmati pujaan hatinya…”, ledek Jinki, “Kuharap kau ingat caranya bernafas Minho.”, tambah Jinki, yang dia sendiri berusaha meyakinkan dirinya untuk berusaha bernafas juga ketika melihat Kibum dengan indah bermain alat musik samizen dibelakang Taemin.

Minho sendiri tersenyum dari kuping ke kuping. Ia tidak tahu bahwa malam ini ia sangat beruntung, berkat Jjong yang notabene danna Kibum, dia juga memiliki kesempatan untuk melihat debut perdana Taemin sebagai Geisha, dan sekali dalam hidupnya, baru kali ini ia merasa bahagia, lebih dibanding ia dulu diterima sebagai pasukan seinkiren.

~floag

Jinki melihat jonghyun dengan seragam sinkeirennya tengah mengamit lengan Kibum dengan kimono yang lagi – lagi berwarna biru langit. Kibum melepaskan tangan Jjong dari lengannya ,karena dia harus menuangkan secangkir arak kepada Jjong. Tanganya terulur mengambil sebuah teko dengan warna logam yang mengkilat, menaruh ujungnya pada sebuah gelas mungil dan menuangkannya hingga penuh, mengambil dan kemudian menyodorkannya pada Jjong.

Jinki mengenggam erat tangannya yang berada  di samping kakinya yang duduk bersilang. Mengacuhkan seorang maiko yang di tugaskan melayani dia.

“Kibum malam ini aku tidak bisa menginap di okiya. Aku harus bertemu dengan orangtuaku”

Jinki menatap tajam Jonghyun dan Kibum. Wanita cantik itu tersenyum simpul dan memegang punggung telapak tangan Jjong. mengelusnya dengan lembut…

Deg

Deg

Tidak sudi

Tidak rela

Tangan itu seharusnya milik jinki.

“tidak apa – apa jjong – sama. Anda memang seharusnya mengunjungi mereka sebelum anda berangkat kebagian timur jepang. Anda selalu pergi dalam jangka waktu berbulan – bulan. Setidaknya luangkan waktu anda untuk keluarga anda sebelum akhirnya anda pergi lagi.” Kibum menyuarakan pikirannya. Dan lagi tersenyum kepada Jonghyun yang menunduk lemas.

“yah, kau benar. Aku akan mencoba menahan diri ketika bertemu mereka”

“anda pasti bisa Jjong – sama. Saya  tahu anda lelaki hebat” puji kibum. Membuat jjong kembali ceria dan bersemangat. Sesekali melirik kearah jinki yang tidak lepas memandangnya dengan lekat. Heran lebih tepatnya.

~floag

Kibum memasuki ruang penerima tamu di okiya miliknya dan tampak kaget ketika melihat Jinki masih duduk disana dengan tangan yang memegang sebuah gelas. Disudut  bibirnya masih tersisa beberapa tetesan yang menandakan jika dia baru saja meneguk arak dari gelas tersebut.

“anda masih berada disini Pangeran Lee” Tanya kibum. Jinki mendongak. Merasa tidak senang dengan panggilan barunya dari Kibum. Semenjak wanita ini tahu siapa dirinya, dia tak henti – henti memanggil Jinki dengan embel – embel pangeran di depan namanya. Akh. Sial sekali karena Jonghyun menyebarkan perihal status keluarganya kepada orang – orang di tempat pelelangan saat Minho memenangkan mizuage taemin.

“Jjong sudah pulang?” Tanya jinki tanpa menjawab pertanyaan kibum

Kibum mengangguk dan mengambil duduk di sebelah Jinki

“saya baru saja mengantarnya Jinki – sama. Dan kenapa anda belum pulang? Apa ingin saya bawakan seorang maiko untuk menemani anda?” kibum hendak berdiri namun terduduk kembali saat tangan Jinki menariknya.

“bisakah jika kau saja yang menemaniku?”

Aku jatuh cinta kepadanya ketika pertama kali melihatnya. Semua yang ada padanya menarikku kuat bagai medan magnet positif yang kubutuhkan sebagai medan negative

“bisakah jika kau juga melayaniku malam ini?”

PLAK

“anda keterlaluan pangeran Lee” sahut kibum marah, mencoba melepaskan tanganya yang tengah di cengkram Jinki dengan kuat.

“apa yang keterlaluan Kibum – san? Bukankah kalian para geisha bertugas melayani kami para tamu di okiya ini?” Jinki berkata dingin, hatinya masih panas. Kenangan akan Jjong yang menyentuh Kibum. Melingkarkan tagannya di pinggang Kibum. Merangkulnya dan menggenggam tangan kibum, membuat darahnya bergejolak marah.

PLAK

“apa itu pemikiranmu tentang kami pangeran Lee? Apa benar kau seorang yang berpendidikan. Sehingga tidak bisa membedakan mana pekerja seni dan pekerja sex! Apa kau tidak tahu kalau seorang geisha adalah entertainer mahal yang memiliki segudang bakat seni. Tugas kami hanya untuk menghibur, bukan untuk menjual tubuh kami… kami hanya setia pada Danna kami. Tidak pada lelaki lain yang bukan Danna kami!!” kibum mengatur nafasnya menahan amarah!!

“jika hanya penghinaan yang ingin kau layangkan padaku. Lebih baik segera pergi dari sini pangeran Lee” kibum menunjuk pintu keluar dengan telunjuknya.

Jinki menunduk sedih. Tanganya tidak lagi mencengkram jari – jari kibum dengan kuat. Pundaknya terkulai lemas. Dengan perlahan mendongak. Menatap tepat di bola mata kibum “gomen… gomen nasai.  Aku tidak bemaksud menghinamu! Ini hanya kesedihan hatiku yang tidak bisa ku atur. Gomen kibum – san!”

Hening…

Kibum masih mengatur amarahnya, nafasnya memburu dan emosinya masih tersulut. Sampai ketika dagunya di tarik secara halus oleh jemari – jemari pria di hadapannya. Sehingga matanya yang teduh menatap mata coklat yang terbingkai indah dalam kelopak sabit sempurna.

“kibum san aishiteru, kimi dake o aishiteru, kimi wa totemo taisetsuna hito da, saranghae~ (kibum – san aku mencintaimu. Aku hanya mencintaimu. Kau begitu berarti untukku)” tutur jinki kembali menunduk sedih. Bulir – bulir air mata muncul di sudut mata sabitnya. Jatuh diatas punggung tangan dia dan kibum. Hangat

“aku jatuh cinta kepadamu kibum-san! Dan semakin lama cinta ini mencekikku. *Huks*… sakit sekali rasanya jika jjong menyentuhmu… *huks*.. sangat sakit…” jinki bersimpuh dalam duduknya “sakit ketika melihat cintamu dengan orang lain *hukss*… joengmal appo.. sakit kibum-san.. *huks*… ! Karena itu tolong….. bisakah kau memberikan aku obat untuk menghilangkan rasa sakit ini, kibum san! Bisakah? Tolong… ini sangat sakit.. *hukss*…”

Menangis bagai anak kecil.

Kibum diam. Menatap kosong pada jinki yang tersedu di hadapannya, hatinya berdesir tidak karuan. Aneh. Ini bukan pertama kali seorang menyatakan cinta kepadanya, sudah ada puluhan bahkan ratusan pemuda dan pria yang menyatakan cinta kepada kibum.

Tapi kenapa? Kenapa pemuda korea ini bisa menghancurkan bongkahan es dihatinya, kenapa pemuda korea ini bisa menggetarkan jiwanya,

Hati kibum berdesir menerima pernyataan cinta yang begitu dalam. Bukan Karena sebuah kata dan kalimat. Tapi lebih kepada air mata pemuda korea ini. Seorang pria tidak akan sudi menjatuhkan airmatanya demi apapun. Seroang pria pantang untuk menangis. Seroang pria dalam kondisi apapun di tuntut untuk selalu tegar. Dan ini? Jinki menangis demi cintanya kepada Kibum…

Kibum memilih diam. Mengingat prinsip dalam hidupnya walau hatinya berdenyut senang. Bahagia. Tapi cinta adalah hal terlarang untuknya sebagai seorang geisha.

“hikssss”

.

.

.

.

~floag

“Minho – sama, izinkan saya melayani anda malam ini” Taemin membungkuk memajukan tanganya rapat kelantai. Membungkuk hormat pada namja didepannya.

“Mohon bimbingan anda…” lanjutnya pelan. Mulai melepaskan kimono luar dan dalamnya, mempertontonkan tubuh indahnya yang polos dan membaringkan tubuhnya di atas futon yang digelar si atas tatami.

Namja yang bernama Minho tersebut memalingkan wajahnya. Benar. Memang dia telah memenangkan pelelangan. Namun ada yang kurang. Ada yang kosong. Dan itu cinta. Dia ingin memenangkan hati yeoja cantik yang tengah menawarkan tubuhnya. Dia ingin hatinya… cintanya….

Aku mencintaimu lebih dari ragamu

Aku mencintaimu lebih dari jiwamu

Aku membutuhkan hatimu

Aku menginginkan cintamu.

Hanya itu. Tidak lebih.

TBC~

Viena afterword:

Apa yang akan Kibum lakukan, untuk memberikan obat yang tepat untuk Jinki? Kita saksikan episode selanjutnya~~ LALALALALALA SAYA SENANG SEKALI DORAEMON!

Sanniew afterword:

Gue lagi sensi nih yah~ udah capek dan eneg sama SR, jadi mending gak usah baca klo gak suka dari awal! Jangan minta pw doang aja nanti. Kalau mau 2min NC banyak dari gue, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan…bye!

DAN JANGAN ANEH KALAU TULISAN KITA BEDA NAMANYA JUGA DUET. YANG NULIS DUA ORANG, JADI BEDA LAH!

216 thoughts on “[Onkey-2min] Forbidden Love of A Geisha PART 3 of ?

  1. cup cup cup… uljima appa. huft sedih jg jdx dpart OnKey, Jinki appa nangis bgt. DILEMA!!!
    2MINx asyiklh.
    ini FF KEREN

  2. Yey minho udah jadi dananya taem! Minho buat taem cinta ama kamu! Penasaran ama nasib onkey juga!

  3. trus,trus,trus jadinya onkey gimana thorr..
    ahhh penasaran tingkat akut..
    eh ? minho udah jadi dannanya taem ?
    sejak kapan ? kok ga dijelasin ?

    #kepo

  4. pangeran lee.. kau sangat tampan dan jenius. sebuh paket komplit. si pangran cembukur sama dannanya kibum yang sekaligus menjabat sebagai sahabatnya. hihihi. si Minho udah cinta mati sama taem ni sepertinya. ayo bang kodok.. buat taeby jatuh cinta sama elu. semangat yaa kodok.. tapi.. tapi.. si jenderal sakit apa si? penasaran!

  5. obat ?? apa ya kira2.. oke saya penasaran..

    hohoho minho kamu GILA jatu hati mmm engga lebih tepatnya jatuh cinta sama taemin. engga bisa bayangin taemin pake kimono hohoho. pasti cantik di tambah gaya rambutya pada mv lucifer hahah (ga penting banget si nia omongan lo)

    ohh ya udah next bae..🙂

  6. kebiasaaaan borong koment u________u ini suka bangeeeeet♡ ya ampun itu minho smpai kayak mau lepas matanya ngelihat taemin ㅋㅋㅋㅋ X jadi jadi jinki mau ngapain lah itu? ngerebut kibum dr jonghyun gitu? aaaa aku penasaan banget part selanjutnya protect semua u____u aku ga bisa bukanya… Mari kita gelindingan sepanjang jalan kenangan ;_____________________; Duh duh aku aku aku… penasaran

  7. Pangeran lee mulai beraksiiiiii ….
    Kasian bgt sampe ngemis begitu … Ayo kibum terima aja dia tinggalin jjong … Teheee~~
    kibum jangan keras keras nolak si pangeran lee …

  8. huuwaa,😀
    2min moment nya sweat bgt…
    akhirnya minho yg jdi danna nya taem..
    ahhh, aku sukaaa :*
    kasiaan jinki,😦
    cinta memang kejam…. -_-

  9. Kasian ayam oppa/?
    Key gimana sih didemeni pangeran ditolak huhh haha
    Akhirnya minho yg menangin taemin ya kkk tapi taemin kenapa sedatar itu kan kasian si kodok
    Lanjut baca part4
    Nice ff thor (y)

  10. Haha, ternyata minho udah jatuh hati sama taemin pada pandangan pertama🙂
    Jinki ternyata seorang pangeran ya, huwaaaa gi mana nasib Onkey selanjutnya thor,
    Lanjut baca part selanjutnya.🙂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s