[onkey] SUNBAE! NO!


LOL banget…hahah..males uyyy.. pengennya bikin yang baru terus nih =,=a
tapi tapi..yaahhh..gimana nanti deh? Saya ngikut mood aja.. hahaha
sekarang bawa MINI FF! inget yah! Keterangannya aja udah MINI! Jadi..jangan protes kalau ini pendek..ok?
cerita ini terinspirasi dari temen saya yang kayak si key..hahaha…gila tuh anak! Udah kayak orang epilepsy mendadak kalau liat kakak tuuuttttt *sensor* lewat di koridor..hahaha

NO SILENT READERS!

Abis baca>like>komen yang puaaanjjjaaaaanngggg…sepanjang tembook cina ARRASEO?!

Title : Sunbae! No! >oo<
❤❤❤ <3’
.
.
. .
“Omo..omo..itu..omoooo~” namja cantik bername tag kibum itu mulai panic, meremas tangan namja cantik disebelahnya, yoseob. Terus berdesis panic agar suaranya tidak mengalahi keheningan kelas mr.jung. Mata kucingnya terus mengamati sosok tampan berkacamata yang melintas di lorong sebelah kelasnya. Ckck..saat lehernya di julurkan semakin panjang demi melihat seujung rambut sosok tampan yang akan menghilang sebentar lagi dari pandangannya. Yoseob hanya mampu meringis, mendapati tangannya menjadi bulan-bulanan kibum. Ketika jemari lentiknya yang tak disangka itu dapat meremukkan tangannya dengan sekali remas akibat melihat sang pujaan hati =,=a

“Appo~” mengeluh sambil menggeliatkan tangannya yang masih dalam genggaman kibum. Kibum langsung menoleh kearah yoseob, melepaskan tangannya dan membentuk tanda peace dengan dua jarinya, menyengir lebar, memperlihatkan deretan gigi putih yang berbaris di dalam sana.

“Mian..aku..hanya terlalu bersemangat..” bisik key, masih dengan menyunggingkan senyuman, atau lebih tepatnya cengiran? Beralih meremas jemarinya sendiri yang dapat yoseob lihat mulai memutih seperti kurang darah sekarang.

“Kau ini..” berdecak pelan dan kembali memperhatikan penuturan mr.jung tentang reaksi kimia. Bahkan sampai papan tulis yang tadinya berwarna hijau kehitaman itu sudah nyaris putih semua akibat kapur yang mr.jung gunakan menulis rumus.

“Astaga..astaga..yoseob,, aku butuh tisu..huwaaa..dingiiinn~” kibum meringis, masih meremas jemarinya sendiri dengan wajah yang kemerahan. Yoseob nyaris saja meledakkan tawanya dalam keheningan seperti ini. Aigoo..dosa apa yoseob mempunyai teman layaknya kibum? Kibum terlalu berlebihan atau lebih tepatnya..gugup? atau..entahlah, yang jelas selalu seperti ini jika melihat jinki sunbae melintas. Mengeluh tentang betapa dinginnya jemari, rona merah yang menyembur muncul di permukaan pipi tirusnya, menggigil mendadak dan amat sangat panik. Ckck..
Menatap butiran keringat dingin yang mulai muncul satu persatu di dahi kibum, namja cantik itu tampak sibuk berkomat-kamit tak jelas sambil menyeka peluh yang keluar dari dahinya sendiri. Menggoyang kakinya cepat di bawah meja sambil terus meremas jemari sendiri. Yoseob membekap mulutnya sendiri, berharap kegelian ini akan segera berakhir mengingat pelajaran mr.jung masih akan berakhir sekitar sejam lagi. dan..yeah.. selama itu juga kibum akan terus melakukan hal seperti ini sampai ia menemukan tisu untuk diremas dan menyeka peluhnya. Ya ampuuunn..benar-benar menyusahkan!

“Yoseob-ah…jebal..huweee…eottohke? eottohke?” kembali menyambar tangan yoseob untuk ia remas lagi. Yoseob meringis kecil, lagi-lagi. untuk yang kesekian kali kibum seperti ini.. astaga! Benar-benar menyusahkan!

“Kibum, apa kau sakit?” mr.jung berseru dari depan kelas, alisnya saling bertaut melihat wajah kibum yang memucat tapi diselingi rona kemerahan di pipi tirusnya. Menghentikan kegiatannya menulis rumus kimia di papan dan berjalan mendekat pada kibum yang masih meremas kencang tangan yoseob. Kibum hanya bisa menunduk, menggigit bibir bawahnya sendiri begitu punggung tangan mr.jung menyentuh dahinya.

“Badanmu dingin sekali. Kau harus ke UKS, yoseob, tolong antar kibum nee..” kembali berjalan kedepan kelas untuk menerangkan lagi pelajarannya. Kaki kibum gemetar saat yoseob membantunya berdiri dan berjalan keluar kelas setelah berpamitan dengan mr.jung.

“Huweeee…yoseob, astaga..astaga..kau lihat kan? Lihat kan? Ya ampuuunn~” kibum mulai meracau tak jelas dalam rangkulan yoseob menuju UKS. Masih dengan sedikit menggigil, ini..astaga..sangat berlebihan.

“Ne..ne.. kau ini berlebihan. Astaga! Lihat wajahmu yang seperti orang mati itu..benar-benar menyedihkan..” sindir  yoseob masih dengan menuntun kibum berbelok di ujung lorong, Meraih kenop pintu putih berpapankan UKS dan mendorongnya membuka.

“Jinki sunbae?” yoseob mulai panik setelah mendapati sosok tampan yang sedang membuka kotak obat di dalam sana. Tersenyum simpul ketika jinki tersenyum lebih dulu pada mereka. Yoseob melirik kibum yang seolah membeku dalam rangkulannya, masih berdiri di ambang pintu dengan mulut yang terbuka berbentuk O sempurna.

“Hai kibum..hai yo~”

BRUK~

gelap?
.
.
.
“Eungh..” kibum mengerang lirih, berusaha membuka matanya yang terasa amat berat. Putih? Putih? Yeah..menepuk dahinya sendiri setelah sadar kalau ini pasti ruang UKS.

“Pabo~” merutuk dirinya pelan sambil menepuki dahinya lagi. memejamkan mata erat-erat demi melupakan hal terakhir yang terjadi sebelum ia tak sadarkan diri. Astagaaa…betapa malunya ia nanti kalau bertemu sang pujaan hati lagi. Beringsut merubah posisinya ke samping masih dengan merutuk dirinya. Aishh..saat poni blonde itu jatuh begitu saja menutupi sebagian wajahnya.

“Habis sudah harapanku…” berdesis lirih, meratapi kalau setelah ini tak akan ada lagi jinki sunbae yang mau menyapanya. Atau kemungkinan terburuk jinki sunbae akan melihatnya dengan meremehkan bahkan menjauhinya? NOOOOO!!! IT’S BIG NOOO NOOO!~ NO WAY! Kibum tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi pada dirinya!

“Merasa lebih baik?” suara yoseob yang disertai langkah yang semakin dekat. Kibum masih memejamkan matanya, bahkan menghela nafas amaaattttt panjaaaaaaaannggggg… ketika yoseob terkekeh di kaki ranjang. Melihat sahabatnya meringkuk ke samping dan mengkerut seperti kacang yang ciut.

“AKU MALUUU!!! HUWEEEEE…” dan pecahlah sudah! Ketika kibum akhirnya menyuarakan suaranya yang cempreng sampai yoseob harus menutup telinganya dengan meringis. Mendapati sang sahabat yang mulai terisak sendiri. Patah hati. Ayolaaahhh..kibum! ini bahkan bukan akhir dunia =,=
Menutup wajahnya dan mulai menangis di dalam sana, sama sekali tak menggubris panggilan yoseob di telinganya. Menyambar sapu tangan hitam yang di sodorkan yoseob di depan wajahnya dan buru-buru menyemprotkan lendir dari dua lubang hidungnya disana.

“jinki sunbaee…huhuhuu…SROOOOOTTT~ huks..huks..huweeee…” astaga! Jorok! Yoseob mendelik dan berusaha menghindar dari gapaian kibum untuk memeluk dirinya. Ok ok, bahkan cairan lengket dari hidungnya masih tersisa di sana. Ewwwwhhhh…menjijikkan. Melihat lagi kibum yang sekarang duduk lesu di pinggiran kasur. Wajahnya pucat pasi dengan lingkar mata hitam disana. Matanya bahkan bengkak dan kemerahan, hidung yang memerah juga sedikit ingus yang tersisa dan beberapa jalur air mata yang kibum buat beberapa menit lalu. Berantakan!

“Yoseob..” panggil kibum lemah.

“Apa?” yoseob ketus, masih memandangi sang sahabat dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ckck…menyedihkan.

“Bagaimana reaksi jinki sunbae saat kebodohanku terjadi tadi?~” menggaruk ujung hidungnya dan sebentar menyeka sedikit ingusnya dengan punggung tangan. Tak menghiraukan yoseob yang mendelik sinis akibat ulahnya sekarang.

“Yahhh..bagaimana yah mengatakannya? Jinki sunbae..umm..” yoseob menggaruk kepalanya sendiri, melihat kelangit-langit seolah berfikir amat keras. Ckckc..bahkan dahinya mulai mengernyit ketika matanya melirik pada kibum yang menatapnya penuh harap. Menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengatakan ini.

“Yeah..jinki sunbae yang menggendongmu ke kasur..”

“WHAT?!” baiklah..baiklaaahh…yoseob sudah menyangka ini akan terjadi. Selalu seperti itu jika menyangkut jinki sunbae. Ketika kibum membelalakkan matanya dengan berbinar. Seperti bola matanya memiliki kilau-kilau bintang bersinar layaknya anime dalam komik. Memegangi dadanya dengan senyum selebar samudera. Hai yeppeo!!! Pertahankan! Sekarang kau tampak seperti orang gila..XD😄
.
.
.
Kibum membolak-balik halaman buku kimia miliknya dengan gusar. Berkali mengetukkan ujung jemarinya pada permukaan meja perpustakaan, menciptakan suara samar dari sana. Sesekali menggigiti ujung-ujung kukunya kecil, matanya bergerak-gerak cepat melihat huruf demi huruf yang tertera disana.

“Percuma! Huh~” meniup poninya sendiri sampai helaian rambut blonde itu terbang rendah. Menggembungkan pipinya gemas dan mulai celingukan, menyapu seluruh penjuru perpustakaan dengan matanya. Mengacak rambutnya frustasi dan menghela nafas berkali-kali. Sedikit banyak menyesal kenapa ia membiarkan yoseob pulang dengan namja tampan yang bahkan ia tak tahu namanya siapa? Membuatnya harus sendirian berusaha Memahami persamaan reaksi kimia yang kemarin ia lewatkan akibat jinki sunbae yang melintas di samping kelas. Benar-benar sial. Kibum bahkan sama sekali tak berani untuk sekedar meminta bantuan beberapa senior yang halu lalang di perpustakaan dalam diam. Yeah..takut-takut kalau sang senior enggan mengajarinya yang terbilang lelet =,=
Menutup bukunya setelah sekali lagi menyapu habis tulisan rapat yang ada disana. Dan alhasil! Benar-benar percuma! Sama sekali tak ada yang tersangkut di otaknya. Blank blank! Menumpukan dagunya di tangan yang di letakkan di atas meja. Menatap kosong kedepan sambil memainkan poninya bosan.

“Hufttt..jinki sunbae..ini semua karenamu~” kibum bergumam datar, masih memainkan poninya sambil menatap kosong kedepan. Tak menyadari kalau sekarang sudah ada yang duduk disebelahnya sambil tersenyum manis.

“Memang aku kenapa?”

DEG

menoleh dengan reflek begitu suara yang sedikit berat itu menyapa pendengarannya. Mati! Mati! Haaahhh…saat kibum mulai gemetaran secara tiba-tiba. Ya ampuun…rasanya..apa yah? Campur aduk untuk bisa sedekat ini dengan sang senior. Uh..demi apa key benar-benar menyesal meloloskan yoseob pulang meninggalkan dirinya! Saat tangannya mengepal erat-erat di atas paha, menggigit bibir bawahnya sendiri dan mulai menggigil lagi. Seperti melihat jinki merupakan sebuah penyakit aneh untuknya.

“Hei..kau kenapa? Gwaenchana?”

NYEEESSS…mati saja kau kim kibum! RASANYA MELELEH! Saat tangan jinki mengambil sebelah tangan kibum untuk ia sentuh.

“Kau sakit lagi? eh..lebih baik pulang saja, lagipula ini sudah sore~” ujar jinki sambil menggosok pelan tangan kanan kibum. Wajahnya sangat menunjukkan kalau ia khawatir pada adik kelasnya ini. Kibum menggigit bibir bawahnya, menelan ludahnya susah payah untuk mengumpulkan segenap suara yang bisa ia dapat.

“A-aniyo sun-sunbae, a-aku..yeah..ba-baiklah, aku pulang duluan sun-sunbae” menarik tangannya dari genggaman jinki dan beringsut bangkit dengan terburu-buru. Memasukkan buku-bukunya yang tercecer kedalam tas kemudian membungkuk kilat sambil berucap ‘anneyong’

“An~ yah..hati-hati kibum~” nyaris memekik kalau saja jinki tak ingat sekarang ia berada di perpustakaan. Saat kibum nyaris jatuh akibat menginjak tali sepatunya sendiri. Berlari kecil dengan gaya yang lucu kemudian menghilang di balik pintu perpustakaan. Jinki terkekeh, menggelengkan kepalanya sendiri dan mulai mendapatkan fokusnya lagi. Mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya kemudian meletakkannya di atas meja.

“Eh?” memiringkan kepalanya mendapati secarik kertas lusuh yang ada di sampingnya.

“Sepertinya ini milik kibum” mengamati kertas itu dan iseng membukanya. Membaca perhuruf kata yang tertera disana. Semakin lama semakin membuat senyumnya melebar. Astaagggaaaa…tampan!!!

‘Lee Jinki
Ketua murid, pemenang olimpiade kimia, murid teladan, de el el
xixixixi… ^^
imuutttt…dan..tampaaannnn…. >o<
❤❤❤ <3’
.
.
.
“Yoseob-ah, bisa tolong nyalakan printernya?” pinta kibum masih dengan mata yang tertuju pada layar computer, merampungkan beberapa kata untuk tugasnya. Melirik sebentar pada yoseob yang menekan tombol power di printer berwarna pink itu. Kembali beralih pada layar computer dan tersenyum tipis. Perfect, umm..mungkin bermain sebentar tak apa..lagipula ini malam minggu. Besok bisa bangun siang, hiihihi.. membuka tab internet dan masuk kedalam akun twitter-nya. Melihat-lihat mention yang masuk beserta lain-lain.

Dubu_jinki Yeppeo!~
Kau semakin menarik di mataku… ^^b

~2 minutes ago

errgghhh…melengkungkan bibirnya ke bawah seketika begitu melihat twit milik jinki. apa? Yeppeo? Nugu? Kekasihnya? Bahkan setahu kibum jinki sunbae-nya itu tak memiliki kekasih? Lalu siapa? Apa ada yang sedang menarik perhatian jinki sunbae-nya? Huuufttt..meniup poninya dan menggembungkan pipi imut, menggigigiti ujung-ujung kukunya masih dengan terpaku pada layar computer. Lebih tepatnya pada kalimat milik jinki tadi. Uhhh…ada yang menarik perhatiannya? Apa lebih cantik dari kibum? Ckckc..jujur saja, merasakan panic mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Entahlah, mungkin merasa terancam dengan ini? Terancam kesempatannya akan pupus begitu saja =,=
ya ampuuunnn..harus bergerak cepat! Semangat kibum-ah!
Menautkan dua alisnya sambil bersiap menarikan jemari lentiknya diatas keyboard. Yeah..harus sekarang! sekarang atau tidak selamanya?!

Divadivakeeyy @Dubu_jinki sunbaeee…^^ apa kau sedang menyukai seseorang? =,= apa dia lebih cantik dariku? Aku menyukaimu jinki sunbae❤

Klik

Terkirim

“YOSEOOOOBBBBBB!!!! MATI! MATI! AAAAAAAA~” apa-apaan ini? Dia..errgghh..kibum bahkan hanya terbawa emosi saja, tapi..tapi..demi apa ini akan amat sangat memalukan untuk kibum! Bagaimana ini? Bagaimana kalau nanti mereka berpapasan di sekolah? Menggigiti lagi ujung-ujung kukunya dengan panic. Astaga! Astaga! Saat yoseob tergopoh berlari kearahnya sambil berteriak ‘ada apa?’. Melihat kearah kibum yang masih terpana dengan aksi nekatnya beberapa menit lalu.

“Ada apa kibum? Apa ada sesuatu yang terjadi?” rentetan pertanyaan dari yoseob, mendapati sang sahabat cuma bisa diam memandangi layar computer dengan tatapan yang sulit diartikan. Kibum mengangkat tangannya pelan, menunjuk pada layar computer tanpa menoleh atau bersuara sekalipun. Mengisyaratkan yoseob untuk melihat apa yang dia tunjuk. Yoseob mengikuti arah telunjuk key, memicingkan matanya dan Membaca sebentar deretan huruf disana.

“Omo~” memekik, membekap mulutnya sendiri kemudian menatap kibum dengan tatapan tak percaya.

“Mati aku~”
.
.
.
“Omoooooo..yoseooobbb…apa yang ia lakukan disini?” kibum meremas pulpennya seketika. Melihat kearah jinki sunbae yang sekarang sedang celingukan di depan pintu kelas, seperti mencari seseorang? Dan ia tersenyum setelah mendapati apa yang ia cari. Melambai kearah kibum yang menatapnya lebar-lebar. Kibum menunjuk dirinya sendiri saat jinki menggerakkan tangannya untuk isyarat memanggil dirinya. Jinki tersenyum amat lebar dan mengangguk mantap. Kibum melirik yoseob yang sekarang terkikik di sampingnya, mendorong bahunya untuk segera menghampiri jinki yang masih menunggunya di depan pintu kelas.

“Yoseob..aku takut..~” cicit kibum sambil memegangi dadanya yang mulai bergemuruh amat keras disana. Rasanya..seperti akan meledak! Ketika yoseob cuma mengacungkan dua jempolnya dan mendorong kibum untuk segera pergi. Kibum meringis pelan, berjalan sambil menunduk bahkan sesekali menubruk beberapa meja yang ia lewati. Sekarang waktu istirahat, para murid sudah berhamburan menuju kantin. Jadi..pasti kelas sepi. Mengeluh dalam hati tentang nafasnya yang tercekat begitu sampai tepat di hadapan jinki. merasakan aroma mint yang menguar begitu saja dari tubuh jinki. ckck..

“Hai kibum..tak apa kan kalau menganggu sebentar?” jinki mengulum senyumnya lebar, terkekeh saat kibum hanya mengangguk kecil masih dengan menundukkan kepalanya. Jinki berdecak, mengelus tengkuknya pelan dan menyandarkan punggung lebarnya pada pinggiran pintu.

“Apa aku begitu jelek sampai-sampai kau tak mau melihatku eum?” jinki menaikkan sebelah alisnya, kembali terkekeh begitu kibum sedikit tersentak dan buru-buru mengangkat wajahnya dan melihat sekilas pada jinki. Matanya mengerjap cepat, amat mengisyaratkan kalau ia sekarang gugup.

“A-aniyo..bukan begitu sunbae..err..a-aku~”

“Ara..hihi..jangan panic seperti itu, aku hanya mau mengembalikan ini..” merogoh selembar kertsa putih lusuh yang dilipat menjadi empat bagian dan menyodorkannya pada kibum. Namja cantik itu membelalak kaget, melihat jinki dan si kertas bergantian. Omo! Omo! Apa jinki sunbae membacanya juga? Ini..aahhh…setelah inseiden malam minggu, dan sekarang?
Tangannya gemetar, gemetar amat hebat hanya untuk mengambil kertas itu.

“Te-terima kasih sunbae~” membungkuk cepat dan hendak kembali masuk kedalam kelasnya. Tapi tangan panjang jinki langsung menjadi palang, mencegah namja cantik itu untuk masuk kembali kedalam kelas. Jinki melongok sebentar kedalam kelas, melirik yoseob yang sekarang susah payah menhan tawanya melihat tingkah dia dan kibum. Menaikkan sebelah bibrinya dan tersenyum lagi pada kibum, kali ini senyum yang lebih lebar. Errghh..saat kibum benar-benar tak tahu harus berbuat apa? Seluruh tubuhnya gemetar lagi, bahkan kakinya terasa lemas. Meremas ujung blazernya dan kembali menunduk.

“Aku juga menyukaimu..jadi..apakah kau mau menjadi kekasihku?” oopppsss!! Apa ini sebuah pernyataan cinta, saat jinki mendekatkan wajahnya ke wajah kibum. Namja cantik itu menegang seketika, merasakan hembus nafas jinki yang menyentuh pori wajahnya. Dahinya agak mengernyit. Wangi mint ini.. ya ampuuunn..benar-benar membuat penyakitnya yang aneh itu semakin menjadi.

“A-aku..” uufff..menggigit bibir bawahnya. Gugup! Amat gugup! Tatapan jinki sangat intens dalam jarak sedekat ini. Namja tampan itu lagi-lagi menaikkan sebelah alisnya, masih dengan senyuman yang tersungging di wajah tampan itu. Omooooo!!! Benar-benar membuat kibum meleleh seketika! Menunggu kalimat kibum yang terputus tadi.

“Kau apa? Jadi bagaimana? Apa kau mau?” jinki semakin mendekatkan lagi wajahnya. Kali ini membuat ujung hidung mereka bertubrukan. Kibum mengerjapkan matanya cepat, dapat jinki lihat jakun kibum yang kecil bergerak naik turun.

“A-aku..err..”

“Ne?”

“A-aku ingin ke kamar mandi..permsii sunbaeee~” beringsut pergi dan buru-buru menutup dua wajahnya sambil berlari kecil. Jinki tertawa keras. Astaga! Namja cantik itu! Apa bisa berlari dengan mata yang tertutup?

“AKU ANGGAP ITU SEBAGAI JAWABAN YA KIM KIBUM!!!” O.O
.
.
.
“Kibum-ah..ayo pulang..” ajak yoseob setelah selesai memasukkan bukunya kedalam tas. Kibum tersipu pelan, ckck..yoseob sebenarnya hanya menggoda. Ia bahkan tahu kalau sejak kemarin kibum dan jinki benar-benar sudah JADIAN! Saat kibum memainkan jemarinya di atas paha.

“Aku menunggu jinki sunbae..kau pulang duluan saja..” errghh..rona merah jambu yang benar-benar manisss!! Neomu yeppeoyo! Ketika yoseob hanya terkikik dan menepuk kepalanya eplan.

“Arasseo..sampai jumpa besok kibum-ah..” melambai sebelum bangkit dan keluar kelas.

“Kitty!” kibum mengangkat kepalanya, tersenyum kikuk mendapati jinki sudah berada di depan pintu kelas sambil tersenyum amat lebar. Yeah..hanya belum terbiasa dengan panggilan barunya. Mengangguk kecil dan mengambil tasnya kemudian menghampiri jinki.

“Kajja..aku antar kau selamat sejahtera sampai depan pintu rumah my princess…”

>//////<

END

KOMEN HUKUMNYA WAJIIIIBBBBB….YANG UDAH BACA TERUS GA KOMEN? KE LAUT AJA DEH LUUU~

OKE? OKE? HIHIHI
MAKASIH YANG KOMEN..SAYA CINTA KALIAN MUAH MUAHHHH…#PLAKPLAK

125 thoughts on “[onkey] SUNBAE! NO!

  1. Omona kibum over bgd..
    Ya ampuun bener2 gk habis fikir..
    Eh tapi aku jg bkal g2 kali yaa lw jd secret admire cwo sganteng jinki..
    Ah lega akhirx jadian jugaa

  2. AKU TERBAHAK YA AMPUN KEY~~~~ KAMU TUH YA KONYOL BANGET TAU NGGAK???? YA AMPUN YAAAAA NGAKAK BANGET INI😄
    MANA PAS DITEBAK MALAH BILANG MAU KE KAMAR MANDI PULA YA ALLAH KEY MAHHHHHH LOL

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s