[Onkey] WTF part 2 of ?


Foreword:

Annyeong~ lama tak bersua, duh, nih FF ngendok di notebook gue, dan alhasil ilang, jadi ini hasil 3x revisi, hasilnya? Jangan ditanya, tetep gaje. Mau janjiin NC, tapi ntar akh…hahahahah~

So, thanks for like and comments on prev part …
FELL FREE TO COMMENTS AND LIKE
NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM

piccu: by Vienasoma

Previous part : PART 1

By: Sanniiewkey~

Onkey~

“Aku sudah rapih belum Umma?’, tanya Taemin berkaca berkali-kali , melihat pantulan dirinya sendiri dari atas sampai bawah, dari depan ke belakang tubuhnya, Kibum hanya berdecak dan memakai tambahan eyeliner nya sekali lagi. Dia mengecap bibirnya yang ranum dan tersenyum puas, hm .. lipgloss pitch baru ini sangat menolongnya, thanks for Nicole atas rekomennya.

“Kau tidak perlu terus bertanya hingga ke seribu kalinya Minnie, sudah jelas semua mata akan tertuju padamu…”, jelas Kibum tanpa melihat kearahnya, Taemin cemberut.

“Yah, right, seperti iklan, wajah ku mengalihkan dunia?”, tanya Taemin, Kibum terkekeh, “Itu tidak berlaku pada Minho Hyung.”, tambah Taemin melipat tangannya didepan dada dan duduk di kasur Kibum.

Kibum berdecak, beralih ke arahnya dan menyentil jidat Taemin pelan, ‘Katakan itu pada diri mu sendiri, yang sudah pergi meninggalkanku saat makan siang kemarin hanya untuk berduaan dengan Minho di ruang kes—umpfh.”

“u-umma!!”, Taemin menutup mulut Kibum dengan wajah memerah, “J-jangan ingatkan itu, aku tidak sengaja, dia yang mengajakku, d-dan…y-yah begitulah…”, Kibum menatapnya dan menggeleng,

Flashback~

Ketika bel berbunyi istirahat , Taemin dengan cepat membereskan tas dan buku-bukunya, dibenaknya hanya dpenuhi dengan pikiran makan siang bersama Kibum, dan juga banana milk extra siang itu. Ketika ia hendak berjalan keluar tiba-tiba sebuah tangan kekar meraih pinggang rampingnya dari belakang, Taemin menoleh , ia terkejut, bahkan tubuhnya langsung kaku ketika tahu siapa orang itu.

“M-minho H-hyung…?”, Taemin melihat ke arahnya.

Minho tersenyum dan menarik tangannya meleawati banyak pasang mata yang menatap takjub, semua berbisik, menduga akan kemana angel itu ditarik paksa oleh Minho sang devil.

“H-hyung kita mau kemana?”, tanya Taemin panik, Minho hanya tersenyum dan terus berjalan melewati lorong sekolah, smeua siswa terkejut melihat idola baru mereka telah menggeret sang angel pujaan dengan paksa, mereka langsung down, merasa kalah saing dan tidak ada gunanya jika melihat hal itu, yah…mereka kalah dari Taemin.

Minho masuk kedalam ruang kesehatan, menarik Taemin masuk dan menguncinya,Minho berbalik dan tersenyum ke arah Taemin, wajah Taemin memerah ditatap mata besar dan coklat itu, seperti menalannya hidup-hidup.

“Hyung…. aku tidak sakit, kenapa kita kesi—?”

“Hi Minnie…long time no see…”, jelas Minho,

Taemin menutup mulutnya, wajahnya memerah, Minho tersenyum dan mendekat ke arah Taemin, semakin dekat dan semakin dekat, memojokan Taemin ke ujung ruangan dimana terdapat meja suster jaga.

“Kau masih manis seperti dulu … tidak sangka kita bisa bertemu lagi…”, kata Minho menarik tangan Taemin dari mulutnya dan menciumnya , mata Taemin terbelalak, ia menatap Minho kaget,
“Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?”, tanya Minho.

Taemin terpaku, ia tidak percaya, benar-benar tidak percaya, Minho, Choi Minho, namja pujaan yang sejak masih SMP ia puja hingga gila, berlari ke sana kemari untuk tahu tentangnya, kemudian harapan itu pupus begitu saja ketika Minho memutuskan untuk pindah sekolah ke Jepang. Dan sekarang, ia tidak percaya mereka bertemu lagi.

“K-kau tahu aku?”, tanya Taemin bodoh, Minho berdecak, Taemin bersumpah, decakan Minho adalah music paling indah baginya.

“Menurutmu?untuk apa aku berlari dari lantai senior hanya untuk bertemu denganmu di gedung yang luas ini?”, tanya Minho, Taemin hanya berkedip tidak jelas, Minho semkain lebar tersenyum, benar-benar anak yang imut.

“Kau mau tahu?”, tanya Minho menjajarkan wajahnya. Taemin dengan polos hanya mengangguk, Minho membelai wajah Taemin dengan tangan kananya yang bebas, wajah Taemin memerah matanya menunduk tidak berani menatap Minho.

Minho menarik dagu Taemin dan tersenyum padanya, “Bodoh kalau aku tidak bisa mengenali mu, orang yang sejak dulu selalu diam-diam hanya berani melihat ku dari jauh…”,

Mata Taemin terbelalak, “Ap—umpfh…”, matanya semakin terbelalak, tubuhnya menegang, bibir Minho sudah menempel di bibir nya yang mungil, dan bahkan mengulumnya dengan lembut, membuat Taemin serasa ada aliran aneh didarahnya, dan juga merasa geli di perutnya, kakinya menjadi lemas.

“H-hyung…”, Taemin menarik nafas panjang, sesak, padahal hanya ciuman biasa, tidak ciuman yang panas, namun cukup membuatnya clueless. Minho tersenyum dan memeluknya,

“Maaf membuat mu menunggu lama untuk melakukan ini padamu…”, bisik Minho. Taemin tidak tahu harus berbuat apa, apa maksudnya, jadi selama ini? Apa maksudnya dia lakukan ini padanya?

Dan Taemin benar-benar speechless, hal itu dimanfaatkan oleh Minho untuk mencium keningnya, hidungnya, kemudian ke bibirnya lagi dengan kecupan ringan.
“Kajja, kita makan … aku lapar sekali, aku traktir banana milk, kau masih suka minum itu kan?”, tanya Minho, Taemin tidak menjawab, Minho berdecak lagi, ia hanya menggandeng Taemin seenaknya dan keluar dari sana, semua orang yang melihat tangan itu saling bergandengan benar-benar bertekat akan bunuh diri jika benar ada pasangan baru, dan itu Taemin dan Minho.

Endflashback~

“Kau suka padanya? Atau kau benar-benar jatuh cinta pada kodok playboy itu?”, tanya Kibum menyelidik. Taemin wajahnya memerah dan hanya diam, Kibum menarik nafas.

“Minnie, dengar yah, aku tahu kau menyukainya, bahkan aku sangat tahu sejak kau tidak hentinya menceritakan tentangnya padaku, aku dulu penasaran dengan  sosok Minho mu itu, tapi setelah aku tahu, aku meragukannya, sebagai sahabatmu, aku hanya berpesan, hati-hati dengan hatimu, well … kau tahu kan dia seperti apa? Ciuman tanpa ada ungkapan perasaan darinya itu harus dipertanyakan…” Kibum menasehati Taemin, dan sekaligus mengingatkan pada dirinya sendiri, karena saat itu, ia meneriam perlakuan yang sama dari Jinki. Dan itu membuatnya geram, bukan hanya dia, tapi babynya ini juga jadi korban dari rencana busuk mereka, kenapa harus mereka berdua?

“A-aku bingung Umma…kenapa dia berbuat itu padaku, bahkan ia tidak menjelaskan padaku tentang sikap yang ia lakukan itu?”, tanya Taemin mulai bergetar , Kibum menarik nafas, ia menangkup wajah Taemin dan menepuknya.

“Hei, tidak usah bingung, lupakan saja, yang harus kau lakukan jaga dirimu dari mereka …maksudku dia.”, jelas Kibum, karena itu yang akan ia lakukan pada Jinki.

“Ya Umma…”, jelas Taemin, “Tapi, kau juga harus hati-hati dengan Jinki, aku melihat kau lebih agresif darinya.”, sambung Taemin, Kibum terkejut, ia menganga.

“YAH, TIDAK!”

“Tidak? Kan kau yang waktu itu mau menciumnya? Masa kau bilang tidak umma?”

“A-aku itu…YAH! POKOKNYA ITU TIDAK PENTING, SAAT ITU KAU SALAH LIHAT, DIA KAN YANG MENCIUMKU!”, cecar Kibum, Taemin hanya mengangkat bahunya.

“AYO CEPAT, KALAU TIDAK KITA AKAN TERLAMBAT KE PARTY!”, teriak Kibum, Taemin hanya menggeleng, kalau memang tidak ya tidak usah teriak kan? Pikir Taemin.

~.Onkey

Kibum turun dari taxi diikuti Taemin, menatap halaman sekolahnya yang sudah mulai ramai, selalu seperti ini, jika festival sudah dekat, prom night seperti itu biasa dilaksanakan sekolahnya. Kibum berjalan menuju halaman, semua pasang mata tidak lagi heran apa yang dipakai sang almighty diba dan fashionistah itu. Rambut blondenya yang di bentuk ikal, memakai baju yang sederhana, namun masih terlihat chick and cozy. Berjalan dengan mantab masuk kedalam sekolah.

Taemin tersenyum pada semua orang yang ia temui, “Kita kemana sekarang?”, tanya Taemin, Kibum tersenyum.

“Tentu saja ke ballroom, aku rasa sudah dimulai acaranya…”, jelas Kibum, dengan cepat mereka menuju ke ballroom besar, saat sampai mereka disambut dengan ruangan yang besar yang disulap layaknya diskotik dadakan, terdengar musik berdentum dari speaker dan juga gemerlap lampu warna warni yang menyorot keseluruh ruangan.

“Kibum … Taemin, disini!”, teriak Hongki dari kejauhan, dengan cepat mereka berjalan kesana dan menyapa beberapa teman yang sudah asik minum dan juga bercanda.

“Waw, kalian berdua terlihat cool …”, puji Mir. Taemin terkekeh, Kibum tersenyum.

“Thanks Mir …”, seru Taemin, kemudian lagu Bruno Mars On fire remix berputar memenuhi ruangan, Taemin menoleh ke arah Kibum, mereka tersenyum, seperti menandakan bahwa itulah saatnya.

“Bring it on!”, seru Kibum, Taemin mengguman ‘Yeah’ dan berjalan menuju tengah ruangan yang disulap jadi dance floar dengan ubin yang bersinar.

“GOOO ANGGEEELLL~~~” teriak beberapa siswa yang melihat keduaa Angel itu berjalan ketengah ruangan, beberapa memberikan space yang cukup bagi mereka untuk memulai aksi.

Dijarak sekitar 3 meter dua pasang mata sontak menoleh ke arah ribut ditengah ruangan, namja paling tinggi berdiri dari duduknya, sampai ia harus berdiri saking padatnya, penaran dengan apa yang ada disana.

“Dammit, he’s my sexy…”, desis Jinki, Minho menoleh mengerutkan alisnya.

“Nugu?”,

Jinki tersenyum,”My bunny, froggy! And guess what, siapa lagi satunya?” tanya Jinki menyengir dan merapihkan bajunya, “He’s Taemin, your cutey pie Minnie mouse.”, Minho terbelalak, dan berjalan mengikuti Jinki.

Mereka berdua berhenti tidak jauh dimana aksi gratis dan menakjubkan itu dimulai, Jinki tersenyum, dia tahu, sangat tahu, tidak akan pernah ia melepaskan matanya sedetik pun pada Kibum, yah…dia sangat sempurna ,bahkan membuat jantung Jinki berdegup cepat.

“Look at this!”, seru Jinki, Jinki berjalan melewati sekumpulan serigala lapar yang memandang Kibum dengan lapar, dan dari para yeoja ganjen yang siap menyatakan cintanya , hell no, dia tidak akan biarkan hal itu terjadi

Jinki tersenyum dan meletakan tangannya dipinggang Kibum, Kibum terkejut, ia berbalik dan melihat Jinki yang sudah memeluk pinggangnya erat.

“K-kau…lepaskan..”, seru Kibum. Jinki menggeleng dan menariknya lebih dekat,

“Aku sudah berjanji hanya aku yang boleh ,menyentuhmu, jadi kalau ada yang lain setelah kau melakukan hal ini didepan banyak pasang mata serigala lapar, maka aku tidak akan mengampuninya.”, seru Jinki. Kibum terbelalak, ia melihat ke sekitar, dan benar, selama ini dia tidak sadar, bahkan dari mereka ada yang pura-pura tidak lihat ketika Kibum menatap mereka, tapi tidak sedikit yang masih berharap bisa berflirting dengannya.

“Ugh!”, Kibum kesal, menepis tangan Jinki dan kelua dari kepadatan disana, lupa akan Taemin, Jinki melihat kebelakang, ia lihat Minho sudah memeluk Taemin dari belakang dan membawanya kelain tempat, Jinki tersenyum, ia tahu, bahwa Minho juga tidak akan biarkan Minnienya itu disantap serigala buas.

Kibum duduk di bar dengan kesal dan Jinki mengikutinya dari belakang, bartender itu tersenyum pada Jinki.

“Yang biasa , Onew?”, tanya nya, Jinki mengangguk, Kibum menatapnya heran. Jinki terkekeh, ia tahu Kibum merasa aneh.

“Wae? Nama lain ku Onew, kau tidak tahu … keren kan?”, tanya Jinki, Kibum mencemooh.

“Talk to my hand.”, decak Kibum, Jinki menarik tangan Kibum dan menariknya ke arah tangannya,

“Hei, im cool right?”, katanya bodoh, Kibum ingin sekali antara tertawa dan antara ingin kesal,

“Wahhh~ pacar mu Onew? Cantik!”, kata bartender,Kibum menggeleng, sebelum ia dapat bersuara, Jinki menariknya kerangkulannya dan mencium pipi Kibum kilat.

“Yes, he is. Right baby?”, kata Jinki, Kibum mendorong tubuh Jinki dan menatapnya kesal.

“Im not you baby!”,Kibum mendorong Jinki dan mengambil gelas didepannya dan meneguknya sampai habis.

“Ah, Kibum itu—“ Jinki belum selesai bicara, namun sayang Kibum sudah menhabiskan minumnya. Kibum menaruh gelas kosong itu dan menatap Jinki sayu. Dan sedetik kemudian ia mulai berhiccup dan terkekeh kecil.

“J-jinkiii~~ kenapa kau ada duuaaa~~…?”, tanya Kibum berusaha menyentuh tangan Jinki, dan tubuhnya sempoyongan kedepan, Jinki menariknya dan menahan tubuhnya, Kibum mendongak dan terkekeh, ia meyentuh pipi Jinki – tepatnya ia menyentuh bagian pipinya namun telunjuknya hampir masuk kelubang hidungnya – “Cobaaa~ lihat *hik* kau … kau *hik* tambah terlihat seperti *hik* sapi perah ….”, kata Kibum asal, Jinki menaikan satu alisnya, wtf? Sapi perah apanya? Badan sexy begini … pikir Jinki.

“Aduh, kau berikan minuman apa sih?” tanya Jinki pada bartender itu.

“Hm? Mixmax? Kan kau yang minta … “, katanya, Jinki mengerang,

“Tapi tidak untuknya!”

“Kau tidak bilang…”, katanya menaikan bahunya, Jinki menatapnya kesal dan beralih ke arah Kibum yang masih bergumam dan cekikikan tidak jelas. Jinki menarik nafas. Ia bangkit dan merangkul Kibum berusaha untuk membimbingnya untuk berdiri.

“Katakan pada Minho aku pulang duluan.”, kata Jinki, kemudian ia berdiri dan membopongnya keluar sekolah , dengan susah payah Jinki membawa Kibum dipelukannya yang sekarang sedang menyanyi tidak jelas, Jinki berdecak.

“Yaampun Kibum, jika ada yang menemukanmu seperti ini, hancur sudah reputasi mu…’, kata Jinki berdecak, karena sulit sekali membawa Kibum, pada akhirnya Kibum berakhir di gendongan Jinki ala bridal style, Jinki dengan segera menuju parkiran mobilnya dan masuk kedalam mobilnya. Mendudukan Kibum di kursi penumpang dan memasangkan seatbelt padanya sebelum berjalan ke sisi satunya dan duduk didepan kemudi.

“Ku bawa kemana kau?”, tanya Jinki, Jinki mencolek Kibum yang sedang setengah pingsan, “Heh, Kibum, dimana rumah mu? Aku antar kau sekarang…”, Kibum hanya menoleh dan menggeleng

“U-ummma…”, gumamnya, Jinki terdiam, kemudian ia tersenyum, membelai wajahnya dengan lembut,

“Kau kangen umma mu yah?”, tanya Jinki.

Kibum tidak menjawab apapun, ia hanya diam dan dengan mata sayu melihat ke arah Jinki, ia menarik wajah Jinki dan menatapnya kesal, Jinki terkejut ditatap demikian,
“Kau! Kaau Jinki~~ ah!! Kau beranii~~nya mencuri ciuman pertama ku!!”, teriaknya mencengkram kerah Jinki, Jinki ingin tertawa, jadi benar … “Kau ini~~~ nappeun namja!! Kau mempermainkan akuu~ Jinkiii ahhh~~~”, kata Kibum lagi, Jinki masih tersenyum

 “Ter~~tarik! Begitu katamu?”, teriak Kibum, “Kau sungguh keterlaluan Jinkii ahh~~…”, jelas Kibum menunjuk Jinki, Jinki terdiam, “Kau mencium ku…kemudian kau bilang hanya tertarik, kita bahkan hampir melakukan hal lebih dari itu jika aku tidak cukup pintarr~~~”, jelas Kibum, Jinki terpaku.

“Kau nappeun! Kau apakan aku Jinkiii aah~ aku, Kim~~~ Key~~bum, tidak pernah suka tipe seperti mu!”, katanya, “TAPI!”, menunjuk wajah Jinki, “Aku ingin mencium mu ketika pertama kali~~~ dan YAH! Aku tidak menyangka kita ciuman jugaaaa~~~”, katanya , Jinki semakin tidak mengerti, sebenarnya apa yang dirasakan Kibum? Memang susah jika seseorang sedang mabuk, maka bicaranya melantur sana sini.

“Kibum …”, Jinki memegang bahu Kibum, Kibum diam saja, menatap kosong ke arah Jinki, “Kau sebaiknya katakan dimana rumahmu, kau mabuk …”, kata Jinki. Kibum menepis tangan Jinki.

“Tidak! Aku tidak mabuk … “ Jinki terkejut ketika wajah Kibum berubah. Ia mendorong tubuh Jinki  dengan kuat, bahkan Jinki heran dari mana kekuatan tubuh mungilnya itu berasal?

Kibum membuka kaosnya dan terpampanglah tubuh bagian atasnya yang putih, Jinki melihat ke arah lain, entah mengapa hal itu membuat jantungnya berdebar cepat.

“Kibum, pakai baju mu …”, perintah Jinki tenang, ia mendengar Kibum malah terkekeh.

“Waeee Jinki ah ~ … bukankah kau menginginkan ku? Kau bilang kau tidak bisa menahan perasaan mu saat pertama kali bertemu denganku? So whats wrong now?”, kata Kibum mendekat dan ingin berangsut duduk dipangkuan Jinki, Jinki menoleh dan menatap Kibum, mata mereka saling bertemu,

“Kau mabuk.”, kata Jinki, Kibum berdecak.

“Im not.”

“Yes YOU are!”, Jinki berusaha mendorong Kibum,

“Fuck, im not…!!!”, Kibum mendorong nya dan sebelum Jinki bisa bicara, ia sudah mencium Jinki bibir Jinki dengan paksa, Jinki berusaha menghindar, ia terkejut, sangat! Kibum yang beberapa hari lalu menangis karenanya menciumnya paksa, malah sekarang mereka berakhir, di mobil Jinki-di dengan paksa- dan itu Kibum yang memulai.

“Ki—hmpffh…”, Kibum mencium Jinki lagi dan menekan tengkuk Jinki dengan dua tangannya yang melingkar dibelakang lehernya.

Setelah lama tidak melakukan apapun, dan hanya menatap Kibum serta langit-langit mobildengan bingung, Kibum melepas ciuman mereka. Yang membuat Jinki terkejut adalah, Kibum memeluknya dengan erat.

“Sudah kuduga…*hiks* kau hanya mempermainkan aku…ya kan Jinki?*hiks*”, Jinki tidak mengerti, apakah saat ini yang sedang bersamanya adalah Kibum yang kemarin menolaknya, dan beberapa jam lalu menolak segala afeksi dan juga seduktif darinya, mana Kibum yang benar?

“Siapa kau? Aku tidak mengerti, siapa kau dan siapa Kibum yang beberapa jam lalu bertengkar denganku, Kibum yang kemarin jelas menolakku, dan sekarang …Kibum yang marah karena aku tidak merespon sikap mu … kau kenapa?”, tanya Jinki. Kibum mendongak, dengan mata merah ia menatap Jinki.

“KAU YANG KENAPA? AKU INI APA? MAINAN? AKU INI BARANG MEWAH YANG BISA KAU GUNAKAN DAN KAU BANGGAKAN, KAU PIKIR KAU SIAPA? KAU MENJERUMUSKANKU, KAU YANG MENCIUMKU LEBIH DULU, FUCK, KAU MEMBUAT KU MAU MELAKUKAN ITU DAN TAHU BAHWA KAU HANYA TERTARIK PADAKU! BRENGSEK! KAU—KAU –KENAPA TIDAK KAU RESPON SAJA AKU, DAN KITA ML SETELAH ITU JANGAN GANGGU AKU LAGI!!”, teriak Kibum mendorong tubuh Jinki memukul dadanya berkali-kali.

“K-kau ini … kau membuat ku tidak bisa tidur semenjak itu, kau membuat ku ingin merasakan sentuhan mu Jinki …kau buat aku gila, aku ingin kau mencium ku lagi … tapi kau tahu kenapa aku marah, aku jijik, jijik karena aku tahu aku mulai memikirkan hal itu denganmu …”, kata Kibum menunduk dan mengendorkan cengkramanya pada kerah Jinki.

“Kibum.”, Jinki memanggilnya, Kibum diam saja, Kibum menarik tangan Kibum, “Kau … menyukaiku?”, tanya Jinki, Kibum diam saja, Jinki menariknya dan menggenggam kedua tangannya,

Kibum menatap Jinki kosong, “Seharusnya … saat itu kau mengejarku, atau setidaknya memelukku, atau melakukan sesuatu …”, kata Kibum , Jinki terbelalak.

“M-mwo—“

“Saranghae Jinki ah~~…”, kibum langsung mengecup bibir Jinki sekilas, “Ku harap ini bukan mimpi…”,

~.Onkey

Kibum membuka matanya, kepalanya pusing sekali, ia mendesis dan menatap langit-langit, warna biru langit, kemudian ia menoleh ke tempat lain dan melihat warna yang sama, ia merasa heran, yang pasti itu bukan kamarnya, dan jelas sekali kalau kamarnya berwarna pink ketika ia terkahir kali meninggalkan kamarnya, dan…OMO!! O.O

Kibum terduduk dikasurnya dan panik melihat apa yang terpampang jelas di atas meja belajar disekitar ruangan itu, ia pertajam matanya …

CKLEK

“Oh, kau sudah bangun?”,

Kibum lebih terbelalak lagi dan terkejut melihat siapa yang ada didepannya , Jinki, thats Jinki , si gendut.
“K-kau! Sedang apa kau disini?!”, teriak Kibum menunjuk ke arahnya, Jinki berdecak dan berdiri didepan Kibum,

“Hei, ini rumah ku, tentu aku ada disini? Wae? Terkejut?”, tanya Jinki menyengir, Kibum terbelalak, ketika Jinki memajukan langkahnya ia menyilangkan tangannya didepan dada, Jinki berhenti mengangkat alisnya dan kemudian tertawa.

“A-apa yang lucu?!”, teriak Kibum,  Jinki menutup mulutnya dengan punggung tangannya, Kibum merasa memerah wajahnya melihat senyum itu, dammit …dai terlihat lucu sekali ketika tertawa, matanya hilang entah kemana… dan tawanya itu renyah sekali terdengarnya.

“Habisnya, kau pikir aku ingin buat apa? Aku hanya ingin mengecek, apa kau masih pusing? Semalam kau mabuk baby~…”, Jinki duduk diujung kasur yang membuat Kibum menjauh,

“Not baby-ing me…”, Kibum memicingkan mata, “Kenapa kau bawa aku kesini, ini dimana? Apa yang kau lakukan pervert?!”, Kibum bersiap melempar bantal, Jinki berdecak.

“Kau sendiri yang mabuk dipesta semalam dan—‘

“Kenapa tidak kau tinggalkan aku saja?”, tanya Kibum, Jinki berdecak dan menyentil jidat Kibum, Kibum ingin marah namun Jinki tersenyum.

“Menurutmu, apa aku tega meninggalkan mu disaat sahabat mu Taemin malah sibuk dengan namjacingunya? Kau mau di bawa para namja kelaparan?”, Kibum terbelalak, ia berusaha meningat-ingat , namun kepalanya mendadak pusing sekali, ia meremasnya dan mendesis.

“Hei gwencana?” , tanya Jinki,

“Aku minum berapa banyak?”, tanya Kibum masih mengelus kepalanya, Jinki menarik nafas dan menari tangan Kibum kemudian menggantinya dengan tangannya, mengelus kepala Kibum dengan lembut. Kibum terpaku, ia melihat Jinki hanya tersenyum.

“Yang jelas, kau merebut minum ku, dan itu lumayan tinggi kadar alkoholnya … “, jelas Jinki, Kibum menarik nafas, “Nah, sekarang bangun, aku akan mengantarmu kerumah, nanti orang tua mu khawatir.”, kata Jinki beranjak diri.

Kibum menatap sosok Jinki yang memunggunginya, kenapa ia tiba-tiba berubah menjadi lembut? Kemarin mereka bertengkar? Dan sekarang ia bersikap lain seolah mereka bukan anjing dan kucing? Ada apa dengannya?

“Hei … kepala mu terbentur Jinki?”, tanya Kibum yang tidak pernah sopan padanya meski ia senior. Jinki berbalik dan menggeleng.

“Hmm..nope, wae?”, tanyanya polos, Kibum turun dari kasur dan menatap Jinki skeptik.

“Karena kau jadi aneh, lebih aneh dan lebih lebih lebih aneh dari pertama kita bertemu, aku curiga kau melakukan sesuatu padaku?”, tanya Kibum menyilangkan tangannya, Jinki mencernanya dan tersenyum, ia memajukan badannya dan mengelus pipi Kibum, membuat sand pipi tirus itu memundurkan wajahnya terkejut.

“Yah … semacam itulah…”, kata Jinki,

“Mwo—“ CHU~ Kibum terkejut, ia menutup mulutnya , sebelum ia pergi Jinki tertawa lebar, seraya pergi keluar setelah mencium bibir plum Kibum,

“Saranghae Kibum ah~~…”, teriak Jinki sambil terus tertawa, Kibum mengerang dan melempar bantal ke arah pintu, namun tidak bisa ia sembunyikan pipi merahnya, ia malu, dan bingung, apa yang telah mereka lakukan semalam? Gawat~~

Setelah makan dengan wajah ditekuk, dan sesekali Jinki yang tidak hentinya mengelus pipinya atau bahkan mencium pipinya, membuat Kibum berkali-kali marah padanya, mencubit, memukul, atau meninjunya –dengan serius-, namun tetap diulang oleh Jinki, dan akhirnya Kibum lelah dan membiarkan namja itu terus berbuat seenaknya padanya, entah mengapa disudut hatinya ia merasa baik-baik saja akan hal itu.

~.Onkey

Jinki mengantar Kibum ke apartemennya, “Kau yakin kau tidak mau aku turun dan jelaskan pada umma mu?”, tanya Jinki ketika Kibum ingin keluar dari mobil. Kibum menoleh dan tersenyum kecut.

“Tidak perlu ,dia tidak akan perduli …”, balasnya pelan, namun tidak untuk Jinki yang cukup mendengar itu, Jinki menarik tangan Kibum, “Wae?”

“Hm … aku mau minta maaf …”,

“Untuk?”,

Jinki tersenyum ia mengelus punggung tangan Kibum , Kibum melihat ke arah tangan itu, “Untuk merebut ciuman pertamamu dengan paksa, dan bertindak seenaknya padamu, tapi …aku serius akan perasaan ku padamu … jadi, aku amu kau memaafkanku…”, kata Jinki, Kibum terpaku dengan kata-kata itu.

Kibum perlahan melepas tangan Jinki, “ Aku sudah bilang tidak apa, lumayan untuk latihan dengan pacarku nanti—ah…”, Kibum meringis ketika ia menerima perlakuan tangannya diremas oleh Jinki, ketika ia mendongak, mata Jinki menatapnya geram.

“Bukan pacarmu nanti, tidak ada yang nanti … hanya ada aku!”, kata Jinki, Kibum menepis tangannya.

“Apaan sih? Memangnya kau siapa? Jangan pikir kalau kau sudah mencium ku dan aku ini jadi milikmu!”, balas Kibum kesal, dan keluar dari mobil menutup pintu itu dengan kencang.

“NADO SARANGHAE KIBUM!”, Kibum berhenti , kemudian ia berbalik badan lagi,

“M-mwo? N-nado katamu? Ya! Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku mencin—“

.

.

.

Kibum menutup mulutnya terkejut, sontak wajahnya memerah dan panik, Jinki diam saja menatapnya dengan tatapan sedih.

“Kau lupa?”, tanya Jinki, “Ya benar, tentu saja kau lupa …”, balas Jinki, Kibum tidak bisa bicara apapun, ia menatap Jinki yang hanya tersenyum sendu.

“Baiklah, aku pulang yah… bye Kibum…”,

“Jinki! T-tungg—‘, sebelum ia bisa bicara Jinki sudah menancapkan mobilnya pergi dari sana, Kibum menutup mulutnya tidak percaya, eottokhe? Apa benar ingatannya itu? Apa benar ia yang sudah mengatakannya lebih dulu? Tapi bagaimana kalau itu hanya sebuah pengaruh alkohol? Jinki tidak mungkin menganggapnya serius kan? Sontak ada perasaan tidak enak mengerjapnya, Jinki pasti tidak serius ketika mengatakan itu, ia tahu siapa Jinki, seperti apa dia … seperti pertama kali ia memaksa nya berciuman, dan Jinki pasti main-main.

~.Onkey

Kibum berjalan menyusuri lorong sekolah, seperti biasa , mata semua tertuju padanya, namun hari itu ia terlihat sibuk dengan dunianya, semalaman ia tidak bisa tidur, memikirkan apa yang terjadi dan ia lewatkan saat pesta kemarin, dan tentu saja ia bertanya apakah benar tidak terjadi apapun dengan mereka semalam? Yah, mungkin, karena Kibum tidak merasakan perubahan apapun di tubuhnya?

“Hai, umma!!”, teriak Taemin mengejutkannya, Kibum memegang dadanya,

“Tidak bisakah kau menyapa dengan cara yang lebih baik?”, katanya, Taemin hanya terkekeh

“Mianhe Umma…oh ya Umma..”

Ketika ia berjalan menuju loker room ia mendongkan kepalanya dan sontak bertemu pandang dengan sosok yang tidak asing didepannya, Jinki. Ia menelan ludahnya apa yang harus ia lakukan? Apa ia harus menyapanya? Atau bicara padanya? Tidak perduli Taemin yang mengoceh entah apa disebelahnya.

Namun yang terjadi adalah, Jinki melewatinya begitu saja, bahkan tidak melirik sekali pun ke arah Kibum, Kibum hanya menatapnya tidak percaya, ia berbalik dan hendak memanggil Jinki, namun mulutnya terhenti, gengsi … gengsinya mengalahkan segalanya.

“Kenapa Umma?”, tanya Taemin, namun Kibum hanya menggeleng dan mengepack semua bukunya kemudian kembali kekelasnya, tidak perduli lagi dengan Taemin yang masih terheran-heran menatapnya, bahkan ia sudah lupa dengan anak kesayangannya itu , semua karena Jinki…

~.Onkey

Entahlah, Kibum jadi melamum sepanjang hari, tidak pergi kekantin meski ia merasa perutnya lapar, yang ia lakukan hanyalah duduk di bangkunya dan menggambar random apa saja.

Kibum melihat keluar jendela, hari sudah sore, seharian ia tidak juga bicara pada Taemin, yang ia lakukan hanya lah menarik nafas dan juga sibuk dengan dunianya sendiri. Sehingga Taemin memilih untuk pergi melihat ummanya dengan mood yang tidak baik, dan memilih bersama Minho.

“Kau belum pulang? Mau sampai kapan disini?”, Kibum membeku, perlahan ia menoleh ke arah pintu kelasnya, dan disana…dengan tenang dan senyum simpul Jinki. Kibum menunduk dan merapihkan semua kertasnya kedalam tasnya.

Jinki menarik kursi dan duduk didepan Kibum, melihat kearah luar dan menatap langit sore dari balik jendela itu.

“Tahu dari mana aku disini?”, tanya Kibum, Jinki berdecak.

“Feeling..”, Kibum cemberut, Jinki menoleh dan menatapnya lekat, “Ada apa dengan wajah mu itu jelek tahu… aku tidak suka melihatnya, yang seperti biasa saja sudah jelek , gimana ditekuk seharian?”, tanya Jinki. Kibum berdecak dan melihat ke luar jendela, ia tidak tahan dilihat wajahnya oleh Jinki.

“Aniya…”, …” hanya sedang tidak mood saja…”,

“Karena aku mengacuhkanmu?”,

Kibum menoleh dan langsung disambut oleh senyum lebar Jinki, senyum usil itu kembali lagi. Kibum mendengus dan memukul pundak Jinki. “Jangan ke –PD an deh!”, tangan Kibum langsung di tarik oleh Jinki dan menggenggamnya dengan kuat, Kibum ingin menariknya, namun Jinki menahannya, akhirnya Kibum meluluh, ia biarkan tangan mereka bersentuhan, Kibum tidak berani melihat Jinki yang tersenyum lebar, ia melihat ke arah lain seraya tangan mereka saling menggenggam dan merasakan kehangatan masing-masing.

“Aku ragu kau permainkanku…”, kata Jinki, Kibum menoleh.

“Kau bercanda? Bukannya itu kau?”,

“Aku tidak begitu…?”

“Aku juga…?!”

“Lalu?”

“Apanya?”

“Kita…”

“Kenapa?”, tanya Kibum, Jinki menarik nafas, ia berdiri tanpa melepas tangan Kibum dan duduk dimeja tepat didepan Kibum.

“Ini mungkin lucu, aku juga tidak tahu apakah ini hanya emosi sesaat atau bukan, tapi sungguh, aku tidak pernah menginginkan seseorang ada disampingku sampai seperti ini…’, jelas Jinki,

“Aku tidak pernah sekeras ini menginginkan orang lain hanya untuk selalu dipelukanku, kucium, dan bersamanya … dan entah kenapa …”, Jinki mengelus pipi Kibum yang memerah, “Itu kau…aku sungguh tidak bercanda mengatakan ini, percayalah padaku…”, kata Jinki berlutut didepan Kibum ,menggenggam kedua tangannya, Kibum jantungnya berdegup cepat, matanya bergerak tidak tenang mencari keseriusan di mata Jinki, Jinki hanya tersenyum dan mengelus punggung tangan Kibum dengan jempolnya.

Perlahan Jinki menangkup kedua pipi Kibum, tersenyum padanya dan mensejajarkan wajah mereka, nafas mereka bertemu dan mereka tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, ketika hidung mereka saling menyatu dan sebentar lagi tidak akan ada jarak…

“Saranghae Kibum … can i kiss you?’, tanya Jinki, Kibum membelalakan matanya, namun setelah itu ia menarik nafas, menengkram baju depan Jinki dengan tangan gemetar, ia tidak bisa bohong bahwa hatinya telah dicuri oleh sosok iblis itu, sosok yang membawanya kegelapan yang menyenangkan…

Kibum memejamkan matanya, dan bersiap menerima ciuman Jinki, Jinki tersenyum. Mereka berciuman, ketika bibir mereka bersentuhan, keduanya merasa ada yang aneh, seperti ada yang menggelitik diperut mereka, jantung berdebar cepat, dan ciuman kali ini terasa lebih sempurna, merasakan bibir yang bersatu dengan lembut.

Mereka membuka mata menatap satu sama lain dengan mata sayu, Kibum melingkarkan tangannya keleher Jinki, sedangkan Jinki melingkarkan tangannya di pinggang Kibum, memiringkan wajah mereka, dan membuka mulut mereka perlahan, kemudian lidah menjulur dan terciptalah ciuman yang mesra, lembut, namun juga terkesan sensual.

~.Onkey

Jinki menarik tangan Kibum keluar dari mobilnya dan berjalan dengan bergandengan tangan menuju kamar apartemen Jinki, keduanya saling mendorong tak sabaran kedalam ruangan yang lebih sempit, saling mendorong ketembok, berciuman tidak henti saling terus mendorong tubuh mereka hingga masuk kedalam kamar dan Jinki mendorong Kibum masuk kedalam kamar, mendorongnya keatas kasurnya yang semula pernah Kibum tiduri.

Keduanya saling melepas baju sekolah mereka dengan cepat dan Jinki tidak percaya mereka bisa melakukan ini dengan cepat, ia sungguh tidak percaya memiliki Kibum hanya beberapa hari, dan god, he’s so damn lucky, Kibum so perfect, like everybody sayed, that he’s really Angel.

Jinki meniban tubuh Kibum, menciumnya denagn lembut dan merapatkan tubuh mereka, desahan terdengar memenuhi ruangan yang sempit itu ketika member mereka dengan sengaja saling bersentuhan, ciuman Jinki turun keleher jenjang Kibum, menciumnya dan menghirup bau yang khas disana. Dan kemudian menghisapnya dengan lembut, kemudian ia merasa bangga akan hasil karyanya, ia mencap Kibum bahwa ia milikknya sekarang.

Ia jilat titik yang sama, membuat Kibum tambah mengerang layaknya kucing, tangan Jinki tidak tinggal diam, ia bermain diputingnya dan yang lain mengelus paha Kibum , Kibum mencengkram sisi sprei memejamkan matanya , membusungkan dadanya ketika nipplenya dijilat, dikulum, dan digigiti oleh Jinki.

“Kau cantik …”, bisik Jinki, Kibum menarik nafas, ia tidak bisa berkata apapun, ia hanya bisa menarik nafas tinggi, ketika ciuman Jinki turun ketengah dadanya , perutnya,dan menghisap bagian pusarnya dengan kuat, memainkan lidahnya disana, membuat tubuh sang namja canti melengkung nikmat.

“Oooh…good…ssh….Jinki…mmh…”, desah Kibum menarik kepala Jinki.

Jinki tersenyum, ia mencium bibir Kibum , “Kau yakin kita mau teruskan hal ini?”, tanya Jinki, Kibum membuka matanya,

“A-apa sakit?”, tanya Kibum, Jinki tersenyum dan memeluk Kibum,

“Nah, itu pasti, tapi aku akan pelan-pelan, ini yang pertama untukmu…”, kata Jinki, “…dan untukku…”, Kibum terkejut.

“U-untukmu? Tapi kau kan—“

“Nah, jangan bahas rumor jelek tentangku, mereka hanya tidak tahu makanya asal bicara…kau percaya padaku?”, tanya Jinki, Kibum masih merasa tidak percaya namun ia sangat menginginkan Jinki, jadi untuk saat ini, ia hanya ingin yakin bahwa Jinki lah yang tebraik.

“Ya…buat aku percaya padamu…”, balas Kibum, Jinki tersenyum dan memberikan jarinya ke arah Kibum untuk menghisapnya, sedangkan ia mencium leher Kibum berkali-kali.

Ketika cukup basah dengan air liur, Jinki membuka kaki Kibum dan menaruhnya di pahanya , sedangkan ia mengecup member Kibum yang sudah penuh denagn percum.

“Mmmhhh…ah…Jinki…”, desah Kibum ketika jari-jari Jinki membuatnya bergetar karena menerima sensasi yang berbeda, di holenya dan juga di membernya yang di hisap dan dikulum olehnya. Tangan Kibum menggapai kepala Jinki mengacak rambutnya, dan menjambaknya jika terasa sakit, melenguh layaknya kucing yang disiram air.

“Now … take a big breath, its really hurt for the 1st time, but ill be gentle to you baby…kiss me hard or bite me if you cant bare with it…arra?”, tanya Jinki, Kibum menarik nafas, dan memejamkan matanya, tangannya mencengkram sisi kasur, kakinya di tarik keatas bahu Jinki, Kibum bersyukur ia punya tubuh elastis karena ia terkadang suka menari dengan Taemin.

Jinki menarik nafas, dan menggesekan membernya di hole Kibum, membuat tubuh Kibum gemetar, kemudian ia memasukan ujungnya kedalam hole Kibum,

“J-jinkiii!! S-sakiittt…sakiit…ngggggg…”,Kibum mencengkram kasur dengan kuat, Jinki menariknya lagi keluar, ia menatap Kibum yanh mengatur nafasnya dengan tersengal.

“Baby …lihat aku…”, Jinki mengelus kepala Kibum, Kibum membuka matanya, dan melihat jinki yang tersenyum. “Kau harus relax… dan percaya padaku … sekarang relax yah? Aku akan mencobanya sekali lagi…”, kata Jinki, Kibum menarik nafas dan mengangguk lemah.

Jinki mencium bibir Kibum dan memposisikan membernya, kemudian ia mulai masukan lagi, menerima erangan tertahan dari bibir Kibum, namun Jinki mengelus pinggul Kibum sambil melumat bibir itu terus menerus, dan akhirnya semua membernya masuk kedalam hole Kibum, ngilu, nyeri, dan terasa penuh, tubuhnya berasa dihancurkan menjadi berkeping-keping.

Kibum membuka matanya dan melihat Jinki yang memandangnya sayu, tangannya yang sekarang saling mennggenggam bergetar, menahan untuk tidak memulai sebelum diperintah.

“M-move…”, Kibum mengisyaratkan sambil menggerakan pinggulnya, Jinki mengangguk dan menciumnya, mengeluarkannya hampir batas kepalanya dan mendorongnya lagi sehingga Kibum membusungkan dada dan berteriak nama Jinki dengan kencang , semakin lama semakin cepat, walau sakit, namun Kibum merasa ada yang lain, ia lingkarkan kakinya di pinggang Jinki.

“Unnh…f-fasterr….mmmhmm…Jinki…”, Jinki mengikuti perintanya, membuat tubuh mereka saling bergesekan dan membuat decitan kasur , keringat menetes dengan indah, dan deru nafas serta erangan bercampur jadi satu, saling membisikan kata cinta dan juga menggumam nama masing-masing.

Jinki menurunkan tangannya menggenggam member Kibum, mengocoknya seirama dengan hujaman membernya, Kibum mendesah tidak henti dan mencium bibir Jinki berulang kali.

“G-gooooodddd~im close …uuunh…JINKI!!”,

SSSHHHHH~~ SSHHHH~~

Kibum tersengal, namun Jinki terus memacunya dengan tempo cepat sebelum ia sampai klimaksanya dan meneriakan nama Kibum dengan lantang, lalu terkulai di atas tubuh Kibum saling mengatur nafas mereka masing-masing, dan Jinki tidak juga bangkit dari atas tubuh Kibum, malah memeluknya dan menciumi pundak Kibum meskipun tubuh mereka sudah tidak lagi gemetar.

Setelah tidak lama Kibum bermain dengan rambut Jinki ia berkata. “I love you Jinki.”

Jinki tersenyum dan bangkit dari tubuh Kibum, memeluknya dari samping, “Yeah finally , kau mengakuinya, aku memang pantas untuk kau cintai…”, kata Jinki, Kibum berdecak memukul tangan Jinki yang memeluk perutnya.

“Jangan memulai untuk membuat ku marah mr.independent.”,

Jinki cemberut, meniup udara ke wajah Kibum dan memeluknya erat, merebahkan kepalanya didada Kibum, “Aah~ jeongmal haengbokhe …”,

Kibum mengelus kepalanya sayang,”Shut up and sleep you pervert tofu.”, Jinki terkekeh, dan menarik selimut menutupi tubuh mereka , malam itu, Kibum tidak merasa harus kesepian dirumah sendiri tanpa ummanya. Sampai mereka bangun tengah malam , memakan sesuatu dan melakukan hal itu lagi kedua kalinya di kamar Jinki.

.

.

.

“Mau saya antar kemana tuan?”, tanya seorang supir taxi kepada seorang namja bermata puppy eyes dan berambut spike. Namja tampan itu tersenyum dan melepaskan kacamatanya.

“Ke Apartemen XXX saja…”, katanya dan melihat keluar jendela, “Annyeong Korea …annyeong Onew…”

TBC~

Nah nah … gue lagi gak mood, dan sorry hasilnya jelek, buat pecinta 2min, maaf yah … inikan Onkey , kekekek~ NC nya gak hawt yah? Biasalah, lagi gak yadong-yadong amat.

Ah, maaf yah banyak miss typo, malas saya editnya sibukk sibuuukk~~

More to comes, comments are love… see ya! ξ(ˇˇ)/ξ

(ps: Jangan ngeburuin gue update, saya orang sibukk~ LOL)

Advertisements

175 thoughts on “[Onkey] WTF part 2 of ?

  1. Gileeee mimisan gua…hua onkey>□<…sekarang tinggal 2 min…semangat ya…!!it siapa tu yg mau ketemu onew,jangan"mantannya lg…?

  2. bh ahahaha finally guys,,you did it kkeeeee..
    aigoooo manisnya mereka,,akhirnya jd akur ke gtu,,cinta2an hahahaha
    tuhkann kibum,,gak ada yg dirugikan klo lu jujur,,tapi lucu jg yah wktu kibum mabuk masa dia sebut onew dg sapi perah hhahaaha parah,,onew udah pede blg diri sendiri cool eh malah dibilang sapi perah bhahaaahaah ngakak parah..jinki jg beruntung bgt,mgkin klo kibum gak mabuk dia gak bakal tahu perasaan kibum yg sebenarnya,,lain kali jinki harus memberi hadiah buat bartender’y kekeeke
    aigooo itu siap yg blg ‘anyeong onew’,,makin berdebar-debar saja keekee

  3. aakkkkkk, ommonaaaa aigoo..

    akhirnya mereka ehem…. ngelakuin itu juga keke..

    key ngaku kan tuh cinta ama jinki, ini udah nc’an aja ya ga sabaran amat.. unik ya kisah mereka ini sama-sama suka si key gengsi amat ppfftt.. key ga tahan noh dicuekin jnki x)

    minho udah temenan sama taemin ternyata ya woahh..

    jong ya yang rambut spike-spike itu, siapanya jinki dia? aingggg~~

  4. Hihi..ahirnya Key ngakuin juga kalau dia suka jinki..untung key mabok yahh..coba kalau gk kan pasti jinki gk tau kalau key sebenernya suka trus gk mau dicuekin..
    Omo~ aku syokk sangat masa, jinkey langsung itu (?)
    Mereka gk sabaran yah..

    Itu siapa yang bilang’annyeong Onew’..uuwaa penasaran part 3nya..

  5. Kyaaa !! Itu key mabuk jadi dia ngomong kagak jelas tapii dia ngomong sama Jinki kalo dia mencintai Jinki ,
    Yeeesss asiikk akhirnya mereka jadian tapii nc’n juga ,bukankah ini terlalu cepat .
    Oh my god OnKey are you crazy ? Hahaha

    ‘Annyeong korea .. Annyeong Onew ..k nuguya ??

  6. yak…yak..yak..
    itu key umma lagi mabuk,ngaku dah law dia suka bang jinki..
    😀
    omo…
    langsung tancap gas…
    mwuhahahahahah…

  7. Awal baca aku udah senyum2.. Dan pas kibum bilang “kau terlihat seperti SAPI PERAH” sumpah ngakak sampai batuk2. #okLebay
    Hufftt..
    NC nya ciiiiiinnnn..
    Gak kuatttt..
    Dari awal sampai akhir diabetes naik.

  8. Itu yg dateng Jonghyun oppa kan ??? Hahaha… Ngakak waktu baca sapi perah wkwkwk…. Kibumie baby masak Jinki yg kece badai mebahana di bilang sapi perah hahaha,,, dasar, baru jadian udah ngelakuain 2 kali ckckck

  9. omo key beneran hilang kontrol huwaaaa
    great key.. pengakuan saat mabuk haha
    suka jinki yg gentle n gak manfaatin keadaan key yang mabuk *meski gak yakin juga kkk~~*
    huh akhirnya kejadian juga kkk~~
    congratz dech buat onkiiii chu~~
    mwo? jjong? apartemen xxx=> apartemen onew atau key?
    huwaaa penasaran ><

  10. Org misterius bgian akhir ntu jadi org ke3nya OnKey pasti 😀

    astaga, onkey brtindak udah kejauhan, ckckck. Blum apa2 udah main ensi xD nak 2min bruan nyusul onkey eoh? kkk next!

  11. mereka bersatu juga kan..
    akhirnya bisa ngalahin ego masing masing..
    apalagi egonya kibum..
    dia suka ama jinki tp ga mau ngucapin.. malah ngebantah trus kaya ngebenci jinki gitu..
    tp untung sekarang mereka bersatu 😀
    itu siapa yg dateng.. jonghyun kah? atau siapa?
    apa dia mau gangguin onew??

  12. Omoooo si Kibum kalo lagi mabuk cabe banget.. Buahahahhaha.. XD

    Entah kenapa mereka yg yadongan, tqpi aku yang malu..ckckckckck..

    Yg lucu kenapa key dipanggil my bunny.. Padahal yg mirip klinci itu dia sendiri *read: Onew.
    Trus Taeminnie sweetie pie.. Kkkekkeke..

  13. Akhirnya key luluh jugak sama jinki dan berhasih ngelakuin itu pula dan ga cukup 1kali ceye… Ini tinggal 2min yg masih malu” tapi itu namja baru siapa??

  14. Mimisan seember, kipas2, mnm air segalon…hosh…hosh…hot bgt dah hihihi finally jadian jg,tp siapa yg dtng n mu ktmu onew ya?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s