[2min/mpreg] Take me in your arms – part 2 of ?


Foreword:

Yah~ seperti janji ku pada kalian hei para yadongers, dan juga penggila 2min, komen lebih dari 50 gue lanjut, dan hei … ini dia… tapi tapi, aku sedih, kok pada minta 2min lagi tapi gak ada yang like satu pun, apa karena awalnya jongtae? ==” padahal komen sampai 80an loh… *sniff sniff…

Well, masih berharap banyak komen dan kali ini ada like nya juga LOL

Enjoy, feel free for commenting and likey!
NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM

Edit by: Vienasoma~<3

By: Sanniiewkey~

PREV PART : [click: PART 1]

.

.

Taemin turun dari bis dengan langkah cepat, berlari dan terus berlari melewati persimpangan jalan dan terus menuju kesebuah tempat dimana sudah sangat ia hapal. Masuk kedalam gedung itu menekan lift yang tidak juga kunjung datang, ia berlari ke anak tangga, tidak perduli meski ia harus naik ke lantai 5, ia hanya butuh kepastian dan kenyataan bahwa yang ia dengar itu tidak salah.

Taemin mengatur nafasnya, ketika ia sudah sampai didepan pintu apartemen itu, ia mengangkat tangannya dan menelan ludahnya. Dengan gemetar ia buka handle pintu itu, tidak dikunci, perlahan ia masuk , sepi, dan ia jantungnya berdegup cepat, ketika ia lihat sepasang satu yang berbeda, bukan milik Jonghyun, tentu saja, itu sepasang sepatu wanita.

Taemin dengan langkah berat , jantung berdebar dan juga perasaan campur aduk masuk perlahan kedalam apartemen itu. Ia tidak mendengar apapun, kemudian ia beralih ke suara yang ia tangkap dari telinganya, perlahan ia berjalan ke arah kamar dimana ia tahu itu kamar yang 2 hari lalu ia bersama pemilik apartemen itu menghabiskan sebagian hari bersamanya.

Pintu itu tidak dikunci, dan perlahan Taemin membukanya, apa yang ia lihat dari balik siluet yang samar-samar terlihat dari remangnya kamar membuat jantungnya seakan berhenti berdetak, nafasnya tercekat, dan air mata yang sudah sekuat tenaga ia tahan tidak bisa lagi ia tahan, kakinya pun melemas melihat semua adegan didepannya.

Jonghyun, berada di atas tubuh seorang namja , dimana member nya menancap dengan indah dan tubuh mereka bergerak seirama, Taemin sampai menutup kupingnya, benci …benci mendengar desahan itu.

Sampai akhirnya salah satu dari mereka – that bitch , actually- melihat ke arahnya, dengan terkejut, ia mendorong Jonghyun dari atas tubuhnya, dan membuatnya mendarat di lantai, jika keadaannya berbeda, maka adegan tadi merupakan hal lucu.

“Auuuww~ yah waee babe?”, tanya Jonghyun mengelus pantatnya. Yeoja itu tidak menjawab hanya menarik selimut menutuoi tubuhnya, Jonghyun melihat ke arah mana yeoja itu memandang, dan ketika menoleh, Jonghyun terkejut, mengambil apa saja yang ada didekatnya untuk menutupi tubuh nakednya.

“Nappeun …kau benar-benar keterlaluan …”, desis Taemin dengan air mata berlinang, Jonghyun terdiam, dia hanya menatap Taemin kosong.

“Apa salah ku? Aku sudah berikan semuanya , aku percaya padamu…tapi…k-huks…’, Taemin tercekat salivanya karena menangis.

“Maaf Taemin, ak—“

“DIAM!!”, teriak Taemin, “Kau …diam …selama ini aku diam saja menelan pahit banyak cemooh dari orang lain tentang mu, aku berusaha percaya …percaya bahwa kau tidak seperti yang orang bilang … tapi … kau tega padaku …salah ku apa?”, tanya Taemin memukul dadanya, tangisnya mengencang.

Dan setelah itu Taemin menghapus air matanya yang kasar, “Terima kasih Jjong, kita putus saja, dan selamat menikmati .”, sindir Taemin menatap sinis ke arah yeoja yang masih diam dengan tidak bersalah kepadanya, kemudian ia lari keluar. Berlari menjauh dari sana, berharap sejaih mungkin, ia tidak tahu kemana, ia hanya ingin berlari, apa salahnya? Jonghyun yang selama ini ia percaya, bahkan ketika ia ditinggal appa dan ummanya Jonghyun saat itu datang dan membawa kenyamanan dihatinya, apa salahnya? Apa yang sudah ia perbuat dimasa yang lalu sehingga Tuhan membuatnya seperti ini?

~.TMIYA.~

“Kau tidak mengubungi Taemin? Kau hubungi dia saja, dan suruh ia kemari, siapa tahu ia belum makan malam?’, tanya Key membereskan meja makannya, Minho hanya diam menatap layar kaca diapartemen Onew itu.

“Paling dia sudah makan bersama Jonghyun.”, balas Minho.

“Kau yakin?”, tanya Onew. Minho hanya mengangguk, mungkin saja …

“Minho, bisa tolong belikan minuman? Persediaan dikulkas Onew habis, aku lupa beli juga tadi …mianhe…”, teriak Key, Minho hanya mendengung dan beranjak keluar.

“Minho, rootbear saja…”, bisik Onew, Minho menganguk, mengambil jaketnya dan berjalan keluar, ia melihat ke atas langit, mendung, tidak ada bintang, sepertinya malam itu akan hujan, kalau hujan ia terpaksa menginap dirumah Onew.

Minho menjalankan motornya menuju pertokoan, apartemen Onew susah menjangkau minimart untuk membeli minuman, sungguh menyusahkan. Ia berhenti di pinggir jalan dan masuk kedalam minimart, membeli cemilan beberapa dan juga minuman pesanan Onew. Kemudian ke kasir dan menunggu untuk membayar. Perlahan ia melihat ke ujung lorong, dimana kulkas besar disana. Ia melihat ke arah situ dan berjalan kesana.

“Sebentar, ada yang mau saya tambah pembeliannya.”, kata Minho.

Ia mengambil sebotol, ani…3 botol bananamilk disana, entah kenapa ia ingin minum itu, ia tersenyum simpul dan membawanya kekasir.

Ketika ia ingin membayarnya Minho terhenti melihat di luar benar hujan, ia menarik nafas kesal dan mengeluarkan iPhone nya, dan menekan nomer yang sudah ia hapal +02-546-54286 (guess what ini no.siapa?), menunggu sejenak hingga sang punya telpon mengangkatnya.

“Halo, diluar hujan, aku terjebal di luar, neh neh … sorry yah, kalian makanlah duluan , neh … annyeong…” Pip, Minho menutup ponselnya dan membayar belanjaannya, ia setidaknya harus menunggu sampai hujan reda.

Sial, perutnya sangat lapar, ia ingin makan , akhirnya ia berjalan menuju tempat makanan jadi dan mengambil lasagna, memanaskannya dalam oven dan membayarnya. Ia duduk ke tempat duduk di dalam minimart itu sambil melihat keluar jendela, melihat derasnya hujan yang turun.

Pikirannya melayang, ia belum menghubungi Taemin semenjak siang tadi, ia tidak tahu apakah anak itu sudah makan atau belum, dan dimana posisinya, ia menekan tombol dial, anehnya, walau hanya 3 hari bertemu Taemin, ia hapal nomernya, dan setiap ia mengetik itu, ia ingin terkeke. +02-533-646643, nada sambung terdengar , namun sang punya telpon tidak juga menjawab, ia mencoba berulang kali, dan hasilnya sama. Minho mendesis menerima perlakuan itu, baiklah, kalau memang ia tidak mau diganggu silahkan saja, menyesal Minho mencemaskannya , Omo, tunggu, cemas ?

Suapan Minho terhenti ketika ia melihat siapa yang baru saja lewat didepannya, ia berdiri dan melihat seorang namja yang tidak asing berjalan dengan payung di tangannya, dan seorang yeoja yang bergelayut manja di tangannya. Minho berdiri dan melihat keluar, dan benar, entah kenapa saat itu juga Minho merasa kesal.

Tidak perduli hujan, ia ikuti dua sosok itu berjalan memasuki kesebuah resto keluarga. Minho dari jendela melihat mereka duduk dengan nyaman dan bersenda gurau, namja itu dengan lembut mencium pipi yeoja itu, dan seperti rasanya belum cukup sang yeoja menoleh dan mencium bibirnya, Minho mengepal tangannya, tidak tahan lagi …

Dengan kesal dan tidak perduli tatapan orang, ia masuk dengan tubuh basah dan menuju dua sosok yang masih berciuman itu.

SREEK~ BUUK!!!

Minho meninju telak wajah sang namja hingga tersungkur.

“YAH!!”, teriaknya , “Jjonghyun!!’, pekiknya, namja itu bibirnya berdarah dan menatap Minho yang sedang menatapnya dengan horor.

“M-minho …”, desisnya, Minho maju lagi dan menarik kerahnya,

“Hei—“

“DIAM!’, teriak Minho pada yeoja itu, “Dimana Taemin?”, tanya Minho dingin,

“A-aku tidak tahu…maaf Minho ak—“

“BAJINGAN , DIMANA TAEMIN?!!!’, BUKK! Minho memberikan pukulan lagi padanya, “Cukup saat itu kau kumapuni, dan sekarang aku mengulangnya lagi, terlebih pada sepupu ku, brengsek!” kemudian Minho pergi meninggalkan Jonghyun yang biru lebam.

Minho berlari keluar dan mengambil motornya, menancapkan gasnya menuju ke rumahnya, ia hanya ingin tahu dimana Taemin, dan berharap ia baik-baik saja.

~.TMIYA.~

Minho langsung saja berlari ke dalam rumah, namun sayang, pintu masih dikunci, itu tandanya Taemin tidak ada dirumah, kemana dia? Tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia berharap itu Taemin, namun dugaannya salah

[“Minho? Kenapa suaramu terdengar kelelahan? Apa yang kau lakukan sayang?”,] tanya Heechul diseberang sana.

“Ani Umma… ada apa umma?”,

[“Umma mau bilang bahwa tugas appa mu diperpanjang, kami akan sebulan disini…maaf yah?umma akan transfer uang untuk kebutuhan kedepan, jaga Taemin baik-baik, dan akur lah dengannya, arraso?”,] perintah Heechul,

“Neh umma, sudah yah bye.”, sebelum dapat jawaban dari ummanya disana ia sudah menutupnya dan melihat kesekeliling, kemana Taemin pergi? Bahkan ia mencoba menghubungi nomer nya lagi tidak aktif sama sekali.

“SHITT!!!”, Minho menendang pagar rumahnya dan melihat kesekeliling, ia melihat kemungkinan ada di taman, namun percuma, tidak ada siapapun … Minho mengigit bibirnya, berpikir, ia berusaha berpikir, kemana Taemin akan pergi jika ia sedang dalam keadaan ini? Atau mungkin saja Taemin tidak tahu tentang ini? Mungkin saja dia sedang di apartemen Jonghyun?

Dengan cepat ia menuju apartemen Jonghyun, namun tidak ada juga. Kemana Taeminnya? Ia sudah menghabiskan waktu sekitar 2 jam, dan sekarang sudah pukul 11 malam, Jonghun sialan, jika terjadi sesuatu pada Taemin, ia berjanji tidak akan biarkan Jonghyun bisa melakukan sex dengan siapapun … Dengan basah kuyup dan harapan yang hampir pupus Minho akhirnya kembali kerumahnya, berharap Taemin sudah ada disana saat ia kembali.

~TMIYA~

Minho berlari kedalam rumah ketika ia melihat jendela kamar Taemin menyala, dengan basah kuyup ia masuk seenaknya tanpa perduli melepas sepatunya.

“TAEMIN!!”, teriak Minho,

Taemin menoleh dari kegiatannya memakai baju, dan sontak tercipta suasana silent disana … kondisinya adalah…

Taemin : half naked aka shirtless

Minho : Wet … from head to toe …

Sebelum Minho dapat bicara Taemin berbalik dan menatap Minho datar, dengan tatapan what-are-you-looking-at?-look.

“Ng … kurasa kau harus keluar, ganti baju mu yang basah itu, dan biarkan aku memakai bajuku, bagaimana?”, tanya Taemin santai berjalan ke arah Minho, mendorongnya pelan keluar kamar dan menutu pintu tepat didepan wajah Minho. BLAM

Minho hanya menatap pintu itu tidak percaya, WTF? Ia berlari kesana kemari, hampir mati khawatir dengan bocah itu, tapi apa yang ia dapat? Anak itu tenang sekali, dan bahkan Minho tidak melihat ekspresi sedih atau apapun darinya? Ini dia yang terlalu khawatir? Ataukah Taemin yang pandai menyembunyikan ekspresinya? Minho tidak mau ambil pusing, ia sudah berasa kedinginan, sebelum ia sakit, lebih baik ia ganti pakaian.

Ia masuk kedalam kamarnya sebelum menatap lekat pintu Taemin yang tertutup itu, ia menerka, sebaiknya apa dia harus cerita kepada Taemin atau bagaimana? Entahlah …

~TMIYA~

Minho memeperhatikan Taemin dari ujung matanya terus menerus ketika ia bangun pagi, melihat Taemin keluar dari kamar mandi, ketika mereka sekarang sudah duduk bersama menikmati sereal pagi, dan bahkan sampai ia sedang mencuci sisa makannya. Tidak ada yang berubah dari sikapnya, ia juga tidak melihat wajah pucat atau apapun dari wajah Taemin, tidak dengan mata yang bengkak, bahkan Minho bisa menebak sepertinya Taemin baik-baik saja, karena matanya tidak bengkak karena menangis. Namun , jika Taemin hanya diam dan tidak bertengkar dengannya itu lah yang membuatnya khawatir, yang satu ini terksesan aneh …

“Jangan terus memandang ku seperti itu Kodok, kau naksir padaku? Maaf, aku tidak tertarik dengan Kodok.”, kata Taemin, Minho memecahkan lamunannya, ia terbelalak, DAMMIT, salah kira, ia tidak berubah sama sekali.

“Cih, kau terlalu bangga pada dirimu, jangan harap aku naksir padamu …  kau itu jelek tahu?”, balas Minho,

“Kau jelek katamu?”, tanya Taemin, Minho berdecak.

“Kau berkaca saja, kau itu terlalu kurus, aku heran, makan banyak tapi tubuh mu seperti itu, tidak ada bagusnya sama sekali …”,

“Segitu jeleknya aku?’,

“Iya, aku heran kenapa Jonghyun mau dengan—“, Minho terkejut, ia sadar apa yang baru ia katakan. Ia melihat ke arah Taemin yang diam tidak bergerak, dia menjitak kepalanya sendiri, berusaha berpikir melakukan sesuatu.

“Taemi—‘

“Aku sudah selesai, aku akan berangkat duluan …”, Taemin langsung berlari keluar dapur, “Dan mungkin aku akan pulang larut, aku akan latihan nari di studio.”, balasnya dan menghilang dari dapur, Minho tidak bisa berkata apapun, ia hanya menepuk kepalanya, bodohnya kau Minho …

Minho berdiri dan beranjak kelantai atasm berhubung mereka satu kampus, ada baiknya ia antar Taemin sekalian, toh pesan ummanya dia harus menjaga Taemin kan?

Ketika Minho ingin mengetuk pintu Taemin ia mendengar isakan dari dalam sana, ia terpaku, menajamkan pendengarannya, ia melawan rasa penasaran, thats it! Ia sudah duga, Taemin pintar menyembunyikan semua perasaanya, ketika ia ingin membuka knop pintu, pintu sudah terbuka dan menampilkan Taemin didepan pintu, yang membuatnya terkejut adalah, wajah itu, Taemin menampakan wajah yang normal.

“Kau ini, kenapa kau selalu ada didepan kamarku? Mau mengintip?”, tanya Taemin sinis, Minho menganga,

“Yah! Aku hanya ingin menanyakan mau tidak berangkat bersama? Kalau tidak mau ya sudah.”,

Taemin berhenti di jalannya dan menoleh, “Benarkah?”, tanyanya tersenyum lebar, Minho mengedipkan matanya, ia melihat ke arah lain, kenapa wajahnya sesenang itu? Dia kan hanya bertanya apakah mau berangkat bersama?

“Ya , biasa saja , kau beruntung dapat tumpangan, semoga motorku tidak ngambek dan mogok dijalan.”, kata Minho melihat ke arah lain , Taemin memanyunkan bibirnya.

“Kalau kau tidak ikhlas, ya sudah, aku juga bisa berangkat sendir—“

“Jakkaman!”, Minho menarik lengan Taemin, Taemin menoleh menatap tangannya dan melihat ke arah Minho. Minho menatapnya lekat, dan Taemin mulai tidak tenang ditatap begitu, sebelum ia bisa menoleh, tangan Minho meangkap wajah Taemin dan mengusapkan jempolnya di ujung mata Taemin yang tersisa air mata disana, tubuh Taemin terasa kaku, Minho tidak berkata apapun, dia hanya pergi mengambil tasnya…

“Ayo, kenapa bengong? “, tanya Minho, Taemin hanya diam dan memegang wajahnya, ketahuan kah?

~TMIYA~

Kali ini Minho benar-bena kehabisan kesabaran, ia kali ini berjalan menuju lorong gedung universitas seni, ia berharap bisa menemukan Jonghyun dimana.

“Kau tahu dimana Jonghyun?”, tanya Minho pada segerombolan yeoja ganjen yang jelas berflirting dengannya.

“Ng…Jonghyun? dia biasanya ada di ruang musik jam segini …”, katanya, Minho mengangguk dan berterima kasih, “Minho, kenapa buru-buru … kita ngobrol dulu disini…”, manjanya menarik tangan Minho, dengan lembut Minho melepasnya namun menatap mereka dengan dingin.

“Maaf yah, aku gay … dan aku rasa kalian hanya buang waktu kalau berflirting denganku, aku tidak tertarik.”, kata Minho frontal, membuat membuat 3 yeoja disitu mundur, Minho berpikir mereka pasti jijik padanya, tapi salah, yeoja itu berpikir bahwa Minho memang sedang tak mau diganggu.

Minho menyusuri koridor panjang dan akhirnya ia mendengar alunan bass dari dalam ruangan, ia buka perlahan dan menelusup masuk, ia lihat di ujung sana Jonghyun sibuk dengan bassnya dan juga setumpuk kertas diatas meja.

“Jonghyun.”,

Jonghyun menoleh, dan sontak ia berdiri , menatap Minho dengan dingin, terlihat masih ada bekas lebam diwajahnya akibat pemberian Minho kemarin. “Apa maumu?”, tanya Jonghyun, “Mau memukul ku lagi? Atau sekalian kau bunuh aku karena aku telah menyakiti sepupumu itu?”, tanya Jonghyun.

Minho berdecak mengejek, “Buat apa? Aku hanya justru menyesal mengotori tanganku ini…”, kata Minho, “Aku kesini hanya ingin kau minta maaf padanya, dan jelaskan padanya, dia bersikap baik-baik saja , tapi aku tahu, pasti sebelum aku bertemu denganmu malam itu, pasti ada yang tidak beres kan?”, tanya Minho.

Jonghyun menatap Minho sesaat dan membuang wajahnya, ‘Kenapa kau begitu perduli? Kau bahkan tidak mau melihat ku semenjak itu, tapi kenapa kau sekarang malah seakan perduli apa yang aku lakukan?”,

Minho benar-benar kesal, “Yang aku perdulikan itu Taemin, bukan kau, dan dia sepupuku …”, Jonghyun menoleh,

“Kau tidak akan mengerti.” Jelas Jonghyun, “Aku benar mencintainya, tapi aku tidak bisa bersamanya …”, jelas Jonghyun, Minho mengejeknya.

“Itu hanya alasanmu untuk lari darinya kan? Akui saja kau memang brengsek Jjong.”,

Jonghyun menoleh geram “Jangan seenaknya bicara kau Minho.”

“Kenapa? Itu kenyataannya kan? Kau sudah lakukan apa pada Taemin, kau bosan dengannya jadi kau buang dia begitu saja, dan menggantinya dengan bitchy itu?”,

Jonghyun maju dan meraih kerah Minho, “Jangan…pernah kau katakan bahwa sekyung itu bitchy!”, Minho berdecak,

“Wow, seorang playboy Kim Jonghyun bisa marah karena aku menjelekan mainannya?”,

“Kau—“

“HYUNG!”,

Jonghyun dan Minho melihat ke arah sumber suara, Taemin, berdiri diambang pintu dengan wajah memerah, ia menghampiri Jonghyun dan melepas cengkramannya di leher Minho, kemudian berdiri didepannya, “Apa yang kau lakukan pada Minho hyung?”, tanya Taemin, Jonghyun melirik kesal pada Minho.

“Tidak ada.”

“Minta maaf padanya.” Sergah Minho, Taemin menoleh , menatap Minho dan Jonghyun bergantian. “Minta maaf pada Taemin, atau kau tidak akan kuampuni…”,

“Minho—“

“Cepat Minta maaf.”, sergah Minho lagi. Taemin memejamkan mata dan mendorong pundak Minho perlahan mundur.

“Ini bukan urusanmu, jadi lebih baik kita pergi dari sini … kau tidak berhak—“

“Aku berhak bicara ya Lee Taemin. Kau sepupuku, dan namja ini, dia kan yang telah membuatmu menangis seharian?”, Taemin terbelalak, jangan katakan itu, dia mohon, Taemin sungguh tidak mau berbalik, malu rasanya …

“Taemin …maafkan aku…”,

Kali ini Taemin benar-benar kaku, ia tidak berani menoleh dan bergerak sedikit pun. Jonghyun menatap Minho yang masih menatapnya geram, memintanya mengatakan lebih dari kata maaf.

“Kenapa …”, tanya Taemin berbalik dan air mata sudah menggenang lagi. ‘K-kenapa kau lakukan ini padaku? Aku mencintaimu hyung … aku percaya padamu!! Bahkan aku berikan tubuhku ini pertama untukku!! KENAPA AKU TEGA LAKUKAN INI, KENAPA SETELAH SATU TAHUN BERSAMA, KENAPA DISAAT AKU SANGAT PERCAYA BAHWA KAU SATU-SATUNYA SETELAH UMMA DAN APPA TIDAK ADA? KENAPA HYUNG?? KENAPAAA?!!!!”, teriak Taemin melempar kertas yang ada pada Jonghyun dan berjalan mendekat memukul nya dengan sembarang. Minho menarik pinggang Taemin untuk membuatnya berhenti.

“Maaf Taemin …maaf …’

“AKU TIDAK BISA MEMAAFKANMU!!! TIDAK AKAN PERNAH!!! “, teriak Taemin, Minho hanya diam dan menahan Taemin, matanya tidak lepas dari Jonghyun.

“Aku tidak ada pilihan Taemin …ini semua terjadi begitu saja…”

“APANYA? APANYA YANG BEGITU SAJA? INI TIDAK BISA KAU ANGGAP REMEH? KAU MENGERTI TIDAK AKU MENCINTAIMU…AKU HAMPIR MATI MENAHAN PERASAAN IN—‘

“KAMI BERTUNANGAN!”, teriak Jonghyun ,dan itu sontak membuat Taemin berhenti ,”Kami bertunagan Tae … keluargaku punya utang sangat besar, dan aku tidak ada pilihan lain untuk menerima ini semua, karena aku pewaris tunggal keluarga … aku …aku tidak bisa menolaknya …”, jelas Jonghyun. Taemin melemas, beruntung Minho dibelakangnya, dengan kedua tangan Minho menahan tubuh Taemin yang hampir lunglai.

“B-bagaimana dengan aku? … aku ini diapakan akhirnya? …kau buang? … AKU INI APA BAGIMU?!”, teriak Taemin berusaha menendang Jonghyun,

“Kau …kau orang yang paling aku cintai, karenamu aku bisa berubah untuk main-main , tapi maaf Tae … aku mohon pengertiamu …”,

Pengertian? WTF? PENGERTIAN? APA YANG PERLU DIMENGERTI SETELAH SEMUA DIBERIKAN, BAHKAN VIRGIN TAEMIN TELAH IA REBUT OLEHNYA?!!!

BUKKK!!!

Taemin membuka matanya mendengar suara itu, Jonghyun berada dibawah Minho, Minho berulang kali memukulnya, Taemin ingin memberhentikannya , sungguh, ia sebenarnya tidak tega melihat Jonghyun seperti itu, namun ia biarkan, karena jika ia kuat, ia yang akan melakukannya…sungguh!!

“M-maaf Taemin …maaf …”, lirih Jonghyun.

“BERENGSEK, MASIH BISA BICARA BEGITU KA—“

“MINHO!!!”, Taemin menahan tangan Minho. “Tidak ada gunanya … biarkan dia …”, cegah Taemin, Minho melihat mata Taemin terus mengeluarkan air mata, namun tatapannya dingin, bahkan sangat dingin. Ia bangkit dan menarik tangan Taemin keluar dari ruangan itu, seluruh mata menuju pada mereka, Taemin yang berlinang air mata namun raganya seperti melayang, dan Minho yang berkeringat serta menampakan aura gelap disekitarnya, semua orang menyingkir seketika melihat hal itu.

~TMIYA~

Minho turun dari motot dan membawa Taemin masuk, membawanya langsung masuk kedalam kamar dan merebahkannya di atas kasur, menyelimutinya dan mengambil segelas air minum di meja sebelah Taemin.

“Minum …”, Taemin menggeleng dan melipat tubuhnya seperti bola.

Minho mengepal tanganya kesal, ia tahu apa rasanya, ia tahu apa yang Taemin rasakan, ia kesal jika mendengar apa yang dikatakan Jonghyun tadi, ketika ia tahu, bahwa Taeminnya sudah tidak lagi Virgin. Perlahan Minho mendengar dengkuran disampingnya, melirik ke arah Taemin yang sudah tertidur pulas.

“Kenapa kau harus seperti ini? Seharusnya kau bertemu duluan denganku jadi kau tidak akan seperti ini Taemin …”, Minho membelai kepala Taemin, Taemin masih sesenggukan dalam tidurnya, Minho memeluknya dan mengecup kepalanya terus menerus. “Aku disini …aku akan selalu disini …aku janji…”

~TMIYA~

4 days later~

“Segelas lagi …”, perintah seorang namja cantik duduk di atas bangku meja bar, menyodorkan gelas yang sama untuk ke sekian kalinya, pelayan bar itu hanya menarik nafas dan menggeleng, mengelap gelasnya perlahan dan menatapnya khawatir.

“Sudah lah Taemin … kau sebaiknya pulang, kau sudah cukup mabuk sekarang …”, cegah namja berambut cepak dan perawakan tinggi itu. Taemin mendongak malas dan terkekeh.

“Ya Gikwangg~ … aku tidak Mabuk, cepat berikan aku segelas lagi! Pallii~~~”, Gikwang hanya menggeleng dan tidak mengubrisnya.

“FUCK! CEPAT BERIKAN ATAU KULEMPAR GELAS INI PADAMU!!!”, teriak Taemin kesal. Gikwang hanya mengambil gelas itu , namun tidak segera  memberikannya, sebelum matanya menatap keluar bar, melihat sebuah motor sport terparkir diluar, dan tidak lama namja bertubuh tinggi masuk kedalam .

“Taemin, kendaraanmu datang…”, kata Gikwang mengangkat bahunya pada namja yang tinggi itu dan menatap ke arah Taemin.

“Eung? Nuguyaaa~~”,

“Taemin.” Suara bass itu memanggilnya, ketika ia menoleh ia bisa dengan jelas melihat siapa yang ada didepannya, seorang namja tinggi dan menatapnya dengan mata dingin, sontak ia berdiri dengan kelimbungan, namun sosok itu bisa menangkapnya dengan mudah ia menggendong Taemin dipundaknya. “Bill nya kau taruh ditagihanku saja.”, katanya, dan berlalu pergi, banyak pasang mata yang melihatnya ketika tubuh Taemin dengan mudah diangkat olehnya, Taemin hanya diam dan tidak bersuara.

“Minho….turunkan aku…aku tidak mau pulang!”, erang Taemin memukul punggung Minho, namun sang namja tinggi tidak perduli, ia menaruh Taemin ke atas motor dan menatapnya khawatir.

“Sudah berapa kali aku bilang, jangan pergi minum jika tidak bersamaku, aku benci kau begini.”, jelas Minho, Taemin berdecak, menoleh ke arah lain dan berhiccup.

“Aku …tidak perduli… kau membosankan, …kau selalu melarangku untuk minum …kau tidak seru…”, Taemin turun dari motor, namun tubuhnya dengan mudah diangkat lagi oleh Minho dan menatapnya geram.

“Duduk dan ikut aku pulang!”,

“Minho~~~”

“Atau kucium.”, ancam Minho, Taemin berdecak, ia malah tertawa,

“Cium? Kau bahkan tidak pernah lakukan itu …padaku…”, ledek Taemin, Minho hanya diam, dia memakaikan helm pada Taemin, dan naik ke atas motor,

“Pegangan, atau kau akan jatuh.”,

Dengan cepat Taemin memegang erat pinggul Minho, dan merebahkan kepalanya di punggung Minho, Minho menoleh kebelakang melihat Taeminnya bergumam tidak jelas, dan air mata mengalir di pipinya. Minho menghapus air mata itu dan mengikat tubuh Taemin dengan kain syal yang ia bawa agar tubuhnya tidak limbung saat dijalan.

~TMIYA~

Minho membopong tubuh Taemin ke dalam rumah, membuka sepatu serta jaket yang masih menempel ditubuhnya, dan langsung membawanya ke lantai atas dan menuju kamar mandi, Taemin yang setengah sadar berusaha berontak dengan memegang ujung ambang pintu kamar mandi.

“Tidak…andweee…M-minhooo…please Minho….aku tidak mau…jangan…”

“Aku terpaksa lakukan ini…lepaskan peganganmu…”

“Minho, andwe!! Aku janji aku tidak akan lakukan ini lagi, kumohon Minho please ..aku tidak mau masuk …”,teriaknya menatap Minho geram, namun Minho tidak kalah galak, ia hempaskan tangan Taemin dan menariknya kedalam, namun Taemin loncat dan ia hendak lari keluar.

Dengan mudah Minho menarik pinggangnya dan menghimpitnya di tembok, “Kau lupa siapa majikan disini Taemin.”, Minho memegang pundak Taemin, namja cantik itu hanya berontak.

“Minho…Minho! please, Minhoooo aaahhhh…Minhoooo…pleaseee…dinginnn….”, Taemin menarik tubuh Minho dengan tangan gemetar, berusaha lari dari siraman air shower yang tiba-tiba Minho nyalakan untuk menyadarkan Taemin dari mabuknya. Minho dengan wajah datar hanya menahannya untuk tetap pada posisinya

“M-minho…pleasee Minho…a-a-aku janji aku berhenti …”, rengek Taemin memeluk tubuh Minho dengan gemetaran, “M-matikan …aa-aku kke-dinginan…”, rengeknya memeluk Minho lebih erat, Minho menarik nafas, ia matikan shower itu dan mengambil handuk kering kemudian menyelimutinya.

Minho mendudukan Taemin di closet , tubuh namja cantik itu masih mengigil, Minho mengelap tubuhnya yang basah itu dengan lembut, ia tatap sosok yang terkulai lemas dengan mata sayu itu. Ia benci menatap namja ini seperti ini, sosok yang ia pikir kuat ini ternyata sangat lemah, dan ia benar-benar melakukan hal bodoh yang pernah ada, hanya karena patah hati ia rela merusak dirinya, sungguh picik, sungguh ia benci Taemin seperti ini…

Minho mengusap rambut Taemin yang menutupi matanya dan menyibaknya kebelakang, wajahnya memerah dan matanya tertutup rapat. Perlahan ia tarik ujung bajunya dan membukanya,jantung Minho berdegup cepat, berkali-kali ia lakukan ini, ani … sudah ketiga kalinya semenjak hari itu, ia akan mencari Taemin ke bar dan menemukannya mabuk, kemudian membawanya pulang, memandikannya dengan air dingin dan menggantikan bajunya…

Berkali-kali pula ia melihat sosok Taemin yang benar seperti malaikat, tubuh mulus tanpa cela, dada putih kemerahan yang rata, perut yang rata namun tetap berisi, dan lengan yang mungil namun berotot, sosok mengagumkan…bagi Minho, jika ia sudah tidak waras, mungkin sudah sejak lama ia akan berlaku gila pada sepupumunya itu …

Minho beralih keujung belt Taemin, membukanya dan menurunkan resleting celana Taemin, ia berusaha untuk tidak melihat bagian itu, ia hanya terfokus pada celana yang ia turunkan dengan baik. Ketika semua sudah terlepas, tubuh Taemin sudah polos tanpa sehelai benangpun, Minho menyelimutinya dengan handuk dan menggendongnya , kepala Taemin terkulai begitu saja dileher Minho, ia tahu anak itu sudah mulai kehilangan kesadaran.

Ia rebahkan Taemin diatas kasurnya, tanpa perduli memakaikannya baju, ia ambil badcover dan menyelimutinya. Duduk di samping Taemin mengelus kepala namja cantik itu sambil menarik nafas.

“Minho …”, gumamnya,

Hmm, hanya itu jawaban Minho, mata coklat mungil itu membuka dan bertemu dengan mata besar Minho. Tangan mungilnya menarik tangan Minho dan membenamkan ke pipinya, tersenyum menerima kehangatan sang namja tampan.

“Mianheee … aku tidak akan lakukan itu lagi …”, Taemin membuka matanya, “Aku akan dengarkan kata-katamu, jadi kumohon Minho …jangan tinggalkan aku…”, Taemin menarik tangan Minho hingga kencang, Minho meringis tertahan ketika kuku Taemin menggesek punggung tangannya.

“Apa maksudmu? Kapan aku berbuat begitu? Aku datang setiap kau lakukan ini…”, jelas Minho, Taemin diam saja. “God, Taemin, mau sampai kapan kau begini? Aku benci melihatmu seperti ini, hidupmu tidak akan berakhir karena kau putus dengan si brengsek itu.”,tukas Minho, ketika Minho mengatakan hal itu Taemin mulai sesenggukan , mengeratkan tangan Minho kepelukannya.

“M-mianhee…a-a-aku salah…”, isaknya, Minho menarik nafas, ia menarik Taemin kepelukannya, tidak perduli tubuh Minho yang juga masih basah. Minho membelai rambut Taemin dan mengecup kepalanya, sayang … dia sangat sayang pada Taemin, hingga ia tidak tahu bagaimana mengatakannya, ia mulai menyayangi sosok rapuh itu.

“A-aku tidak mau kau juga pergi …u-umma…a-appa…bahkan Jonghyun …mereka…”, Taemin menangis sejadinya, Minho memejamkan matanya, Jonghyun, jika ia dengar nama itu rasanya ia kesal, walau ia tidak bisa menyalahkan perubahan Taemin sepenuhnya menjadi seperti ini, ini juga semua Taemin yang tidak bisa mengontrol dirinya.

“Kau tidak usah khawatir, tanpa kau minta pun, aku akan disini bersamamu…”, jelas Minho. Taemin melihat ke arahnya, menatap sayu kearah Minho, Minho mengusap air mata Taemin dan mengecup kening Taemin, Taemin terkejut menerima perlakuan itu. “Asal jangan kau ulangi lagi …”, walau diulangi pun Minho juga tetap tidak akan pergi…

Taemin diam sesaat dan bangki memeluk Minho, merebahkan kepalanya di leher Minho, nafasnya bisa dirasakan oleh Minho. Namun yang kemudian mengejutkan Minho adalah, Taemin mengecup leher Minho, Minho sontak mendorong pundaknya.

“T-taemin?!”, teriaknya, Taemin mengernyitkan dahinya, ia mendongak dan menatap Minho.

“Kenapa? Kau tidak suka? Aku hanya ingin berterima kasih padamu hyung … kau ada disaat aku begini … kau tidak suka padaku?”, tanya Taemin, Minho menganga, ia bingung menjawabnya.

Taemin yang tidak mendapat jawaban apapun hanya diam dan tersenyum, ia sentuh wajah Minho, “Kau memang baik, aku tahu kau perduli padaku sejak pertama kita bertemu, hanya kau tidak mau menunjukkannya padaku …”, jelas Taemin, “Gamsahabnida Minho Hyung…”, Taemin membungkukkan sedikit badannya.

“Kau …” Minho memulai , “Kau lakukan barusan hanya ingin melupakan Jonghyun dan melampiaskan nya padaku kan? Ya aku menyukaimu, sangat menyukaimu, bahkan aku gila , karena aku mencintaimu… kau mau apa? Katakan saja, aku akan lakukan untukmu…”, Minho sadar dia sudah gila, tapi apapun itu ia lakukan untuk menghapus Jonghyun dari pikiran Taemin, dia … sudah terjebak dalam cinta terlarangnya sendiri.

Taemin terbelalak, ia tidak percaya kan pendengarannya,”M-minho…k-kau…”

Sebelum Taemin bisa berkata Minho sudah mencium bibir Taemin, membuat sang namja cantik kehilangan keseimbangan dan merebah di atas kasur dengan pasrah.

“Aku … akan lakukan apapun agar kau berpaling padaku dan melupakan dia …”, kata Minho, Taemin menggeleng,

“T-tidak bisa…itu jahat nama—“

“Aku tidak perduli! Ya atau tidak aku juga tidak perduli …”,

“Tap—hmpfh…”,

Minho naik ke atas ranjang, mencengkram tangan Taemin di atas kepalanya, dan menciumnya paksa, Taemin berusaha berontak, tidak … tidak boleh, mereka tidak boleh lakukan ini, bukan hanya mereka keluarga, namun karena Taemin masih tidak bisa, meski terkadang ia merasa ada yang berbeda ketika bersama Minho, banyak hal yang membuatnya terkadang bingung tentang perasaanya pada Minho, tapi ia juga masih terbayang akan Jonghyun, dan itu membuatnya jijik pada dirinya jika melakukan ini dengan Minho, itu artinya Minho hanyalah bahan pelariannya saja.

“M-minh—hmmpf…”, Taemin berusaha mendorong tubuh Minho, namun tubuhnya yang masih ada pengaruh alkohol masih lemah, dan Minho tidak perduli dengan bau alkohol yang masih tercium sangat dalam di hidungnya.

Ketika tubuh mereka bersentuhan dari balik selimut yang menutupi Taemin, dan tak sengaja member nya kegesek oleh milik Minho, ia melenguh, dengan itu Minho memasukan lidahnya kedalam mulut Taemin, mencari lidah sang namja cantik kemudian menghisapnya.

Taemin memejamkan matanya, ia menangis, namun ia tidak bisa menolak lagi. Minho …mungkin benar, ia bisa memabantunya menghilangkan pikirannya dari Jonghyun. Ketika tidak ada perlawanan dari Taemin, tangan Minho menjalar keujung selimut dan menariknya turun. Ciumannya beralih dari mulut kerahangnya dan menghisap dibagian jakun serta tulang dada Taemin.

Taemin hanya meremas kepala Minho dan memejamkan matanya, ciuman Minho turun ke nipple Taemin, mengulum, menjilat, dan mengigitnya hingga menegang. Dan semakin turun ke perutnya yang rata, menciuminya tidak henti pada bagian pusarnya, kemudian tangannya menyibak selimut terakhir menutupi daerah Taemin dan menggenggam membernya, bermain dengan jempolnya diujung membernya.

“Nggh…M-minhooo…mmmmmhh…”, ia melenguh membusungkan dadanya, menekan kepalanya kebelakang dan matanya hingga terbelak, putih …rasanya lemas dan nikmat. Mulut Minho mengulum habis member Taemin . menjilatnya dari ujung sampai pangkal dan melahapnya, bermain dengan deretan gigi dan lidahnya ia putar, menghisap pucuknya, membuat Taemin menjambak rambut Minho dan menekan kepalanya, membuat Minho tersedak, namun tak apa…

“MINHOO!!MMMH….”, Taemin sampai klimaksnya, ditelan habis oleh Minho yang kemudian bangkit dan mencium bibir Taemin, melelehkan spermanya di mulut Taemin.

Kemudian ia buka baju dan celananya dengan cepat, kemudian berangsut turun kebawah selangkangan Taemin, mengangkat kedua kakinya kepundaknya dan mengangkat pantat semok Taemin keatas,

“A-aaah…mmmh…M-minho…ssh…a-apa yang kau laku—aaahhnnn…”, teriak Taemin merasakan basah di holenya, seseuatu yang lunak bermain disana.

“Mempersiapkanmu…”, kata Minho yang melanjutkan jilatannya di hole Taemin, menusukan lidahnya dan menghisap hole itu kuat, sambil jarinya ia masukan kedalam hole Taemin, membuat Taemin berteriak perih.

Setelah cukup siap Minho menarik jarinya keluar dan membalikkan tubuh Taemin menungging, memegang pinggulnya dari belakang dan mencium pundak Taemin, berbisik ditelinganya,

“Saranghae Taemin … “, Taemin terkejut, sebelum ia bereaksi Minho menghujamkan membernya kehole Taemin, membuat Taemin melenguh dan mencengkram kasurnya, mendongakan kepalanya, air matanya tumpah, mendesis kesakitan, Minho perlahan memasukan semua membernya dan perlahan menggerakkannya. Membuat tubuh Taemin bergetar hebat.

“GOD! Ngghh…M-mmminhooo…”, desis Taemin, Minho menarik tubuh Taemin kebelakang  hingga setengah duduk,memegang pinggulnya dan mencium pundak Taemin, meninggalkan banyak bercak merah di leher, pundak dan tengkuknya, seiring hujaman membernya menjebol hole Taemin.

“F-fuck!! M-mminnh…ooo…mmm”, Taemin menjambak kepala Minho yang ada di pundaknya, mulutnya terbuka lebar dan tangannya menggenggam membernya, namun Minho menyingkirkannya dan menggantinya dengan tangannya.

“Cum Taemin …cum for me…”, desah Minho ditelinga Taemin, Taemin tidak bisa menahannya lagi. Ia menyambut hujaman Minho kemudian entah apa ia berteriak nama Minho. Spermanya jatuh kekasur dan tangan Minho, Minho meletakan jari-jarinya di mulut Taemin, yang langsung dilumat olehnya, dan Minho terus melakukan hujaman nya di hole Taemin sampai ia melenguh dan memeluk tubuh Taemin dari belakang, mengeluarkan spermanya di hole Taemin, sebelum ia jatuh tersungkur meniban Taemin dengan tubuh bergetar.

“Taemin …saranghae…” bisiknya, Taemin tidak membalasnya, kemudian Minho bangkit dan memeluk Taemin,merebahkan kepala mungilnya didadanya, mengecup kenignya. Taemin disisi lain, mengalungkan tangannya kepinggang Minho, entah kenapa, ia butuh Minho, sangat butuh … dan perlahan ia tidur seraya mendengar degup jantung Minho mengalun ditelinganya. Terima kasih Minho … ketika ia merasakan sekali kali kecupan dikeningnya dan pelukan lebih erat ditubuhnya, mengatarkan ia tidur…

CUT!!

YAK cukup sekian … tetap mengira-ngira apa yang akan terjadi, komen gue naikin, lebih dari 70 gue update cepet woy … kekekek~
Keep commenting and likey nya dong *wink
Annyeong!

Advertisements

136 thoughts on “[2min/mpreg] Take me in your arms – part 2 of ?

  1. Asiiiikkkkk…..
    Minhonya suka ama taem….
    Gpp sepupu jauh ini jadi g masalah kalo sepupu kandung sih jelas g boleh…..
    Hhahahaha

    2min hwaiting…..

    Onnie next chap….
    Hehehehe

  2. heumm…. jujur aja ya tor, masih banyak kata2 typo yang kadang aku ga ngerti._.v wkwkwkkw. tapi kalo secara keseluruhan, BAGUS BANGET! 2 jempol untuk author pokonya lope lope dah sama authornya :* muah. ekekekekeke~

  3. Uhhhh apa benar alasn yf dberikn jjong ahjussi pd taeby ttg dia yg sdh dtunangkn dng sekyung?! Atau hxa alasan sj agar tdk dcap brengsek?! Aduhhh itu part 1 adegan ranjangx jongtae kn y?! Saiah lwtkn, coz mental rda blm siap. Gni2 saiah jg ngship 2min *gak ad yg nanya* ehehehehehe.

    Uhhhh salutttt mah sm abang ming, cintax tulus sangatttt saiah sukaaaa>\\\\<

  4. Minho mmg gentleman… selalu care n cinta taem apapun kondisinya…
    Beruntungnya taem punya minho…

  5. AAAARRGGGHHH!! APA APAAN INI TAEMIN SAMA MINHO NC-AN @Q@ mereka kan sepupuan, woy ming lu sepupuan sama taemin kaann??! @_@ akh.. mau baca next part x_x

  6. minho mulai beraksi (?)
    akhirnya XD 2min
    minho ngebersihin bekas jjong ne??
    kkkk
    akhirnya minho ngaku juga sama perasaannya
    yyeeaayyy….

  7. si ming frontal bangat waktu bilang dia gay ke cewek2 itu,, yahhh meskipun ia sih tapi ngga gitu juga kali caranya..

    2min nc_an???????
    aku ngga terima….
    tae dalam keadaan mabuk takutnya pas dia bangun dia malah akan bersikap acuh sama ming.
    ming sihhh ngga bisa sabar.. tunggu tae sadar kek.. jadinya kan nc-nya bisa lebih romennnn #ngomong apa gue.

  8. Akhirnya… Taeminho bisa bersatu semoga pas sadar mereka ga tengkar lagi tapi malah makin mesra

  9. Pengen nimpuk abang dino klo baca ceritanya hehehe maaf ya…finaly taeby jd milik minho jg lp in aja dinohead tu taem( mamng kaga rela… taemin cm pnya minho)

  10. Hahahaha 2min ohmygod 😂
    Dtggalin sebulan dya fufufu
    Kim henim dsr makin jj loch ntr mrka wkkwk

    Bgus tuch cocok sm minho di abisin! Gila dsr cwok kbnyakan 😏.
    Tpi yah gk nyangka loch koq bsa si minho suka taemin 😂😂 lmyan cept jga … gmn itu bangun ya bsok??? Waduhh lett see!!!!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s