OUR FATE/ 2MIN – ONKEY/ 7 OF?


CAST : MASIH SAMA KAYA KEMAREN SEBELOM LEBARAN DAH POKOKNYA

FOREWORD

annyeong~~ ada yang nungguin ni FF? gimana? busuk ya? wakakkaka *ditabokin* ah maaf saya lamaaaaa bangeeeeeet update nya , males banget dah ngetik nya*plak
ini sumpah full 2min part *lirik yeobo

maaf yah onkey nya ga ada, lagi honeymonn mereka ke russia*ngimpi

next part onkey lebih banyak. heheh~

makasiiih yang udah nagih walaupun ini gaje~hhh~ makasih juga yang udah komen FF NC saya yang memalukan bangsa dan negara*tutup muka

saya lagi ada mau buat onkey lagi one shoot~ wakaka. tapi nanti deh~ mikirin White Lies dulu yang sudah di rongrong reader tercinta*cipokin

muahahha.. yaudah ini dibaca aja, jangan dibawa serius, maaf kalo ga nge feel~

Diharapkan masukan yang membangun bukan menjatuhkan*plak

karena saya onkey shipper dan 2min shipper yang minta FF random saya angkat kaki yak. bwahahahha😄

yang belom baca silahkan baca duluu !!  saya kasih link aja!

okeh lempar saya receh karena banyak bacot, this is it!!

warning FULL 2MIN!!

 

2min jaman sekolah~ kkk~~

part 1

part 2

part 3

part 4

part 5

part 6

Minho Side

JANGAN BERCANDA DENGANKU CHOI MINHO! DENGARKAN AKU, MULAI DETIK INI JANGAN PERNAH MENEMUI ADIKKU LAGI DAN AKU TIDAK SUDI KAU MENJADI DOKTER PRIBADINYA LAGI!

 

 

Seorang namja tampan bermata bulat coklat dan teduh, kini terkulai lemah di ruangannya. Ia tidak percaya dengan apa yang  ia dengar. Taeminnya akan pindah rumah sakit? Lalu dia harus berpisah? Please~ katakan ini mimpi. Kata – kata onew terus terngiang didalam kepalanya.

Lee Taemin…aku tidak akan mungkin bisa melepasmu.

Senyum indah itu yang selalu menghiasi pipimu yang merona selalu terpatri dalam hatiku. Meski aku mengusirnya jauh – jauh aku tetap tak berdaya.

Aku merasa panas, panas di kedua mataku. Berkali – kali aku berlutut di kaki Onew hyung,bahkan aku mau melakukan apa saja demi mempertahankan Taemin. Tapi sepertinya itu sia – sia, onew hyung tidak mendengarkanku, ia menatapku tajam terlihat jelas kilatan marah dalam sorot matanya.

Akankah semuanya berakhir sia – sia? Pengorbananku, penantianku? Apakah tidak ada artinya, hatiku telah tertutup rapat. Tidak mungkin ada yang bisa membuka nya kecuali dia… Lee Taemin.

Sudah berhari – hari Minho tidak melihat mataharinya, Taemin.

Ia terduduk di lantai, pandangannya semakin kabur tertutup cairan hangat yang siap mengalir. Minho benci ini dia benci menangis. Tubuhnya sangat bergetar, satu tangannya meremas kepalanya kasar dan satu tangannya meremas rongga dadanya, sangat sakit. Dia menjambak rambut coklatnya dan sesekali menekan dadanya berharap rasa sakit itu sedikit menghilang, namun tetap saja rasanya tidak berkurang. Bahkan ia memukul mukul dadanya masih dengan air mata yang mengalir, air mata mengalir tanpa isakkan. Itu sangat menyakitkan ketika kau menahan suara mu dalam tangis, yang ada hanya sesak yang teramat parah.

**@____@**

ckiiiiiit~

Tampak mobil porsche hitam berhenti di depan sebuah rumah mewah. Rumah berluaskan satu hektar setengah dengan kedua pilar yang berdiri kokoh menyanggah rumah. Rumah bergaya eropa berwarna putih, seperti rumah Barbie – barbie~. Sangat mewah.

Minhomenuruni mobil mewahnya lalu melangkahkan kakinya memasuki pintu utama berwarna coklat gading. Ia memasuki rumah dengan kasar dan membanting pintu utama, tak sadar ada umma nya yang sedang duduk di ruang tamu dan menatapnya heran. Tak biasanya minho seperti ini, jelas ada guratan khawatir di wajah sang umma.

“minho~kau ke-

BLAM

Minho menutup pintu dengan keras, sampai umma minho mengelus dada karena terkejut dengan suara pintu kamar yang berdebam sangat keras.

Minho kesal~! Yah dia sangat kesal dengan ummanya. Bagaimana tidak? Ia baru saja mengetahui bahwa umma nya berkata yang tidak – tidak pada Taemin.

Flashback

Tap tap tap..

 

Terdengar derit langkah yang tak lain adalah Minho. Ia bermaksud menuju ruangannya hari itu. Namun ada sesuatu yang menghentikan langkahnya. Yaitu saat ia mendengar nama malaikatnya, Taemin, di sebut oleh suster di rumah sakit. Seolah kuping Minho memang dirancang untuk mendengar nama Taemin, sangat tajam. Ckck~

 

“jinjja??”

 

“ne~! aku mendengar dan melihat dengan mata kepalaku sendiri!! Saat itu nyonya Choi memaki Taemin di depan umum~” sahut seoarang suster yang sedang melakukan aktivitas langganan,yah apalagi kalau bukan bergossip.

 

Deg

 

Jantung minho terasa tercekat, mukanya merah panas menahan gejolak yang entahlah mungkin bisa dikatakan marah?

 

”MWO?” minho menghampiri dua orang suster penggosip tadi dan bertanya dengan tatapan sangat tajam, dan dengan suara bass nya terlihat ia seperti orang yang sedang menahan amarahnya.

 

”a-ah.. Dokter Minho.. apa maksud anda..?” suster tadi menjawab dengan gugup dan tersirat kecemasan di ekspresinya. Mungkin lebih tepatnya ekspresi takut.

 

“bisa kau jelaskan maksud kata – kata mu tadi suster luna?” minho bertanya seraya membenarkan posisi kacamata nya yang merosot.

 

”n-ne~”suster itu yang ternyata bernama Luna pada akhirnya menceritakan semuanya. Detil tanpa ada yang dikurangi sedikitpun.

 

Minho mendengar dengan seksama seraya mengepalkan tangannya kuat hingga terasa kuku jarinya terlalu kuat menekan telapak tangannya. Marah? Tentu saja. Ia sangat tidak menerima malaikatnya dihina seperti itu. Haaah~~ kenapa rasanya sangat sakit.

Flashback end

”minho! Kau kenapa hah?ka-

Brak

Minho keluar dari kamarnya dengan amarah yang masih meledak – ledak walaupun ia sudah berusaha meredakan emosinya  dari tadi. Jangan tanya jika Minho marah, ia bisa melenyapkan nyawa orang itu. Tapi bagaimana jika yang membuatnya marah adalah ummanya sendiri? Seseorang yang mempertaruhkan nyawa demi melahirkannya ke dunia?

Setidaknya Minho masih memikirkan hal tersebut, ia tidak mungkin membunuh umma nya sendiri.

”umma~ jelaskan padaku” minho berkata dengan nada sedatar mungkin dan ekspresi dingin meskipun jelas tergambar ia menahan emosi nya dengan mengepal tangannya kuat.

”mw- mwo? Apa maksudmu nak?” umma minho berusaha mendekati minho bermaksud menyentuh minho.

”jangan sentuh aku~” minho memundurkan langkahnya menghindari sentuhan sang umma.

”MINHO!! SEBENARNYA ADA APA DENGANMU? BISAKAH KITA BICARAKAN BAIK – BAIK?”umma minho mulai tidak tahan dengan sikap dingin anaknya, minho yang dulu telah kembali.

”BAIK – BAIK? BAGAIMANA? DENGAN MENGHINA TAEMIN DI DEPAN UMUM DAN MENYURUHNYA MENINGGALKANKU KAH? APAKAH ITU YANG DIMAKSUD DENGAN CARA BAIK – BAIK?!!!”

”m-mwo?” umma minho kaget dengan pernyataan Minho tadi, ia menutup mulutnya dengan punggung tangannya tidak percaya. Bagaimana minho bisa tahu?pikirnya.

”mulai sekarang jangan anggap aku ada, aku tidak pernah ada jika Taemin tidak ada di sisiku. Ingat itu baik – baik umma~ maafkan aku”

BLAM

Minho beranjak dari posisinya dan berangsur ke kamarnya lagi. Ia menatap sosoknya di cermin besar di hadapannya. Ia menahan napasnya, mengepalkan tangannya, nafasnya masih memburu. Jelas sekali ia masih merasakan amarah yang luar biasa. Sakit nya pun luar biasa, membayangkan ia telah menyakiti Taemin dengan ucapan ummanya. Sekarang Minho mengerti kenapa Taemin saat itu mengajaknya pergi. Ia tidak menyadarinya, shit! Gumamnya.

Ia masih menatap pantulan dirinya,

Choi Minho..

Kau pengecut

Kau pengecut

Kau pengecut

Aarrgghhhh ..

PRANG!!

Minho meninju kaca di depannya hingga hancur berkeping – keping. Aliran darah segar jelas terlihat di sela – sela jemari nya. Sakitkah? Tidak. Aneh, Minho tidak merasa sakit sama sekali bahkan ia meninjunya berkali – kali hingga hanya tersisa frame besi dari kaca itu. Minho tetap tidak sedikitpun merasa sakit, masih tidak sesakit hatinya saat ini. Lalu tak lama kemudian minho merasa kepalanya berputar, ia terjatuh dengan posisi menelungkup. Ia menatap lantai marmer di depan wajahnya. Tubuhnya terasa dingin dan berat, tak sanggup berdiri. Sebelum ia benar – benar tak sadarkan diri ia menuliskan sesuatu dengan telunjuknya yang berlumuran darah.

Saranghae Lee Taemin.

Minho Side End

**@__@**

Taemin Side

Jantungku berdetak cepat saat aku mendengar bahwa Minho sekarang berada di rumah sakit. Yah~ aku sebenarnya selama ini masih mengawasinya diam – diam. Tentang kabar Minho dirawat aku mengetahuinya dari suster Luna, ia mau memberikan aku info terbaru mengenai keadaan Minho, separuh jiwaku.

Air mataku tak kunjung berhenti ketika mendengar berita itu, seperti ratusan pedang menghunus jantungku. Beginikah rasanya hyung? Saat dulu aku pergi selama lima tahun, bahkan kau rela membuang waktumu untuk menungguku?  Lalu apa sekarang kau ingin membalas dendam eoh? Takkan kumaafkan kau hyung. Tidak akan.

Aku berjalan terus menelusuri lorong rumah sakit lalu aku melihat sosok itu, Nyonya Choi Heechul yang tidak lain adalah umma Minho. Ia sedang terisak dipelukan suaminya, perasaanku jadi tidak enak apakah keadaan Minho sebegitu parah? Kulangkahkan kakiku lebih cepat, entahlah apa yang terjadi dengan otakku saat ini, yang aku tahu aku hanya ingin menemui Minho. Namanya selalu berputar – putar di otakku, membuatku pusing.

”annyeonghaseyo~ umma~ mianhe~bagaimana keadaan Minho hyung?”

Umma minho membalikkan tubuhnya dari pelukan suaminya dan menatapku intens. Mungkin karena air matanya masih menggenang jadi ia tak jelas melihatku.

Lalu tiba – tiba saja ia memelukku dan terisak dipelukanku.

”mi-mianhe Taemin~aa jangan ambil Minho ku, jangan buat dia seperti ini~aku minta maaf, sungguh aku minta maaf” umma minho susah payah bicara ditengah isakkannya.

Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya lembut.

”gwenchana umma~ arraseo~ aku tidak apa – apa yang penting sekarang bagaimana keadaan Minho hyung di dalam sana?” aku berusaha menenangkan umma Minho yang tubuhnya masih bergetar.

”…..”

 Umma minho tidak menjawab dan hanya menatap lekat ke arah namja cantik ini yang sedang memakai kaus hoodie hijau dengan rambutnya yang dikuncir asal.

Yeppo~~

Umma minho baru menyadari kecantikan Lee Taemin. Bukan, bukan sekedar kecantikan fisik yang jelas tergambar pada sosoknya, tapi kecantikan hatinya. Saat itu juga umma Minho jatuh cinta pada sosok yang terlihat fragile ini.

Aku bingung dengan tatapan umma Minho yang seperti tidak pernah melihat manusia saja. =3=

Lalu ia tersenyum dan mengelus pipiku lembut, awalnya aku kaget dan merasa canggung lalu aku melihat appa Minho mengangguk dan tersenyum melihatku. Aku hanya diam saja diperlakukan seperti ini lagipula aku tidak pernah  mendapat kasih sayang seorang umma, bahkan saat aku melihat dunia ini untuk pertama kalinya.

Tak lama kemudian aku masuk ke kamar Minho Hyung, aku menatap sosok namja tampan itu terbaring lemah di kasur dengan perban yang melilit di kedua jemarinya. Matanya tertutup rapat, sepertinya ia masih belum sadarkan diri.

”hyung~ gwenchana? Mana yang sakit? Ayolah kau kan kuat, ketua klub basket yang sok sekali kenapa bisa terbaring lemah seperti ini?” aku berkata tidak jelas sambil menggenggam tangannya yang terlilit perban itu.

Aku tak kuasa menahan air mataku lagi, tadi umma minho telah menceritakan semuanya, bagaimana ia bisa seperti ini. Kau bodoh hyung!! Bodoh!

Huks.. kenapa hyung? Kenapa kita harus bertemu jika pada akhirnya kita harus berpisah? Sakit~ aku juga sakit tak bisakah kau lihat lukaku? Lalu apa dayaku, aku mempertahankanmu, yah awalnya seperti itu, lalu aku menyadari ada sesuatu yang memisahkan kita.

Aku terus berkata tidak jelas mengungkit masa lalu SMA kami berharap ia mendengarnya dan segera membuka mata besarnya itu! Choi Minho! Jangan bercanda! Cepatlah bangun..

Air mataku terus mengalir tanpa henti, kubiarkan saja aku tak ingin melepaskan genggaman ku pada Minho hyung. Sesekali aku mengecup keningnya berharap ia cepat membuka mata besarnya itu.

Hei Choi Minho, kau harus bertanggung jawab! Ya!! Bangunlah~

**@__@**

Tak terasa ini sudah hari ketiga dan Minho Hyung belum sadarkan diri, menurut dokter ia hanya kelelahan dan sepertinya memang harus istirahat cukup lama. Apalagi ia banyak kehilangan darah, untung saja ia anak pemilik rumah sakit ini, sehingga memudahkannya mendapatkan donor darah.

Selama tiga hari itu aku juga banyak mengobrol dengan umma Minho dan ia menceritakan segalanya mengenaiMinho. Ia menceritakan kenakalanMinhosemasa SMA dulu. Aku terkejut mendengarnya, yah mungkin pada awalnyaMinhomemang terlihat sangat nakal, tapi aku tahu dia tidak seperti yang terlihat dan yang orang pikir.Minhoitu sangat perhatian, hanya saja ia tidak bisa memperlihatkan perasaan nya dengan ekspresi yang mudah dimengerti. Itulah Minho hyung, dia memang namja menyebalkan tapi dia sangat berarti bagiku selain Onew hyung pastinya.

Aku sudah menceritakan semuanya pada Onew hyung mengenai kejadian kemarin. Aku mengakui akulah yang memaksaMinhohyung untuk membawa ku ke pantai. Awalnya ia tetap saja marah dan tidak mengijinkanku menjengukMinhohyung. Aku mengerti betapa khawatirnya Onew hyung pada kesehatanku tetapi entahlah saat aku mendengar berita itu otakku tak bisa berpikir dengan benar nafaspun sangat berat, hanya Minho danMinhoyang berputar di kepalaku saat itu.

Akhirnya Onew hyung mengerti dan mengizinkan ku pergi menemuiMinho. Aku berjanji setelahMinhosadarkan diri aku tidak akan menemuinya lagi. Aku sadar, aku tidak mungkin untuk sembuh aku mampu merasakan “hari itu” semakin dekat. Kelihatannya tubuhku memang sudah membaik, tetapi rasanya setiap malam sekujur tubuhku ngilu, entah mengapa bahkan belakangan ini aku sering bermimpi bertemu dengan umma, umma yang tidak pernah aku peluk bahkan melihatnya saja aku tidak di izinkan Tuhan.

Aku juga menyadari keadaan Key hyung yang semakin melemah, setiap hari Onew hyung menjenguknya, terkadang aku juga datang sekedar memberi semangat. Terlihat raut wajah yang teramat perih diwajah Onew hyung setiap melihat Key hyung kesakitan. Tubuhnya semakin mengurus dan kulitnya menghitam. Yah tetap saja Key hyung terlihat cantik di mataku. Dia memang sangat cantik, senyumnya tak pernah berhenti menghiasi wajah cantiknya meskipun aku tahu dibalik senyum itu terdapat kepiluan dan rasa takut. Bukan sekedar takut mati karena pada dasarnya setiap manusia akan matikan? Tapi perasaan takut kehilangan Onew hyung dan meninggalkannya sendirian.

Tanpa sepengetahuan Onew hyung setiap malam aku juga merasakan sakit di sekujur tubuhku sejak aku keluar dari rumah sakitseoul. Awalnya Onew hyung bersikeras agar aku pindah rumah sakit dan dirawat. Aku menolak, untuk apa menghabiskan sisa hidupku di rumah sakit, melihat orang – orang menderita karena kesakitan, aroma rumah sakit yang selalu menusuk hidungku, aku sangat membencinya.

Taemin side end

**@___@**

Minho side

Aku merasakan aroma familiar di hidungku, aroma vanilla yah ini kan aroma Taemin, kenapa ada aroma nya? Apa aku bermimpi atau aku sudah mati?

Perlahan aku membuka kelopak mataku dan mengingat kembali apa yang telah terjadi padaku, kepalaku terasa sangat berat. Lalu aku rasakan ada yang menggenggam tangan ku. Aku menatap sosok itu yang ternyata adalah dia, cinta ku, Lee Taemin.

Aku mengangkat tangan kananku dan mengusap pelan rambut lembut nya, cantik.. bahkan saat ia tertidur pun ia semakin cantik. Ingatan itu kembali lagi, memoriku bersamanya dulu saat SMA, hal yang sangat konyol bagaimana bisa aku jatuh cinta pada sosok namja menyebalkan dan cerewet seperti dia? Panggilan kami saja Tom and Jerry semasa sekolah dulu.

Mungkin benar kata orang jangan terlalu benci nanti akan menjadi cinta. Nyatanya aku terjatuh kedalam lubang yang aku gali sendiri.

Flashback

Hari itu adalah hari pertama Minho memulai permainannya. Ia menjemput Taemin setiap hari di belokan rumahnya. Karena Taemin khawatir Onew akan menanyainya macam –  macam maka ia minta dijemput di gang dekat rumahnya saja. Awalnya Onew menolak untuk membiarkan Taemin berangkat sendirian, tetapi Taemin memaksa dan hingga akhirnya Onew tidak bisa berbuat apa – apa lagi. Setiap hari penuh dengan ceramah pagi dari Onew untuk Taemin. Sungguh membuat Taemin pusing.

”hhh~ 3bulan?! Aku ingin mati saja?! Apa tidak ada mesin waktu di dunia ini hah?aku tiga bulan bersama namja gila kosok sialan itu?”

”siapa yang namja gila kodok sialan?” minho yang ternyata sudah berada di belakang Taemin menegurnya dengan tatapan membunuh dan seolah ingin menelah Taemin hidup – hidup.

”hah?eh.. siapa.. ah~! Sejak kapan kau datang?” Taemin menggosok tengkuknya kaget plus canggung mendapati Minho yang memergokinya sedang mengumpat sendirian.

Kenapa dia dengar sih? Ah sialan sekali memang, batin Taemin.

”heh jaga bicaramu, siapapun bisa mendengar kalimat  BODOH mu tadi jika kau bicara dengan volume seperti itu. Memalukan, apanya yang mesin waktu, cih~ kau tak sadar diperhatikan banyak orang dari tadi eoh?” minho menyentil pelan kening Taemin. Taemin hanya bisa membuka mulutnya tidak percaya.

 O__O

Hah? Apa dia bisa membaca pikiranku, atau jangan – jangan dari tadi aku memang bicara keras? Ah tidak mungkin. Namja sialan ini memang mengerikan. Baiklah Taemin! Semangaaaat!! Tiga bulan pasti berlalu dengan cepat ne~! Taemin bergulat dengan batinnya. U,u

“yasudah cepat naik! Yeoja jejadian kau lamban sekali!” minho teriak dari atas motor sporty ninja nya yang berwarna hijau. Sebenarnya tadi Minho sudah nelihat Taemin dari tadi, ia memandangi tingkah Taemin, manis sekali pikirnya. Taemin yang memakai seragam dan jas hitam dengan rambut blondenya yang sedikit keriting, ah~ pemandangan itu sempat membuat Minho terpaku.

Taemin hanya mencibir kesal lalu naik ke atas motor.

HUP

Taemin sekarang berada dibelakang Minho dan..

Brum~

Minho menggas motor kencang membuat Taemin terjungkang kebelakang dan spontan memelukMinho.

“BODOH!! JANGAN NGEBUT – NGEBUT! APA KAU MAU KITA MATI! MATI SAJA SANA SENDIRI JANGAN MENGAJAKKU! AKU KAN BELUM MENIKAH!” Taemin berteriak histeris di sepanjang perjalanan.

Minho hanya menyunggingkan senyumnya jahil, toh Taemin tidak dapat melihatnya karena tertutup helm. Bukannya ia memelankan laju motornya, semakin Taemin berisik ia semakin menaiki gasnya. Alhasil sepanjang perjalanan Taemin memeluk Minho dengan sangat erat sampai turun dari motor Taemin masih mengoceh seperti burung beo.

BLETAK

Taemin turun dari motor lalu melemparkan sepatu kets nya ke kepala Minho. Tepat setelah Minho membuka helmnya. Dengan indahnya sepatu putih Taemin mendarat di pipi kanan Minho.

”awww.. YA!! KAU SUDAH BOSAN HIDUP HAH?”Minho meringis kesakitan saat sepatu itu mencium pipinya.

”YA! JANGAN BERTERIAK PADAKU! KAU YANG SUDAH BOSAN HIDUP! AKU SUDAH BILANG JANGAN NGEBUT – NGEBUT TAPI KAU MALAH SEMAKIN GILA! AKU TAKUT TAHU TIDAK?!”

Siswa lain terheran – heran melihat mereka yang sudah berteriak – teriak pagi – pagi. Beberapa hanya tersenyum lucu melihat tingkah mereka. Maka seperti itulah keesokan harinya. Kejadian seperti ini bisa setiap hari terjadi, tiada hari tanpa bertengkar, beradu argumen dan sebagainya.

”aargghh~ Choi minho brengsek!” Taemin mengacak rambut blondenya dikelas.

“wae taemin~aa?” jino teman terdekatnya menepuk bahu namja cantik ini berbasa basi meskipun ia tahu mengapa Taemin sangat membenci Minho.

“tsk~ pertanyaan bodoh! Tentu saja aku kesal sekali setiap hari aku harus begadang mengerjakan semua tugasnya, lalu aku harus membuatkannya bekal setiap pagi, menemaninya latihan basket dan masih banyak lagi!Aku hampir mati naik darah. Ah! Seharusnya aku menaruh racun saja di makanannya agar ia mati keracunan, otte?” tiba – tiba terlintas ide gila di kepala namja cantik itu.

”mwooya? Kau jangan gila Taemin~aa aku tidak mau menjenguk mu di penjara” jino menjawab asal.

”haaah~ iya juga nanti aku dipenjara yah? Yasudah tidak jadi, aku beri obat sakit perut saja biar dia tahu rasa?!” Taemin menyipitkan matanya dan menganggukkan kepalanya.

Rasanya pertengkaran mereka tidak ada habisnya, ini sudah satu bulan dan mereka masih suka bertengkar. Lee teuk sajangnim pun sudah angkat tangan dan kaki melihat kedua muridnya bertengkar terus. Terkadang ia lebih memilih memakai headset dan mendengarkan lagu SNSD, GB favoritnya daripada mendengarkan teriakan nyaring Taemin dan suara bass berat Minho. Sungguh tragis.

Meskipun kelihatannya mereka selalu bertengkar tetapi mereka akhirnya mengenal kepribadian satu sama lain. Minho yang dulunya agak dingin dan cenderung pendiam, sejak bertemu Taemin ia menjadi sedikit ”bawel” dan ekspresif. Ia juga menerima masukan Taemin untuk berteman dengan siapa saja dan jangan memasang tampang horor setiap saat. Lucunya tanpa sadar Minho menurutinya, ia mulai banyak teman dan banyak tertawa.

Waktu terus berlalu hingga sekarang tiba di bulan ketiga, artinya tidak lama lagi Taemin akan terbebas dari jeratan iblis Choi Minho.

Haaah~ akhirnya aku akan segera bebas! Yeaah~ namja bodoh itu benar – benar iblis kiriman Tuhan untuk menghukum diriku.

BLETAK

Spidol papan tulis berhasil mendarat di kepala Taemin, pelakunya tentu saja Minho.

”heeh? Siapa yang kau bilang iblis dasar yeoja jejadian”

Aishh~~ kenapa dia selalu datang di saat yang tidak tepat! Sial sial sial! Hidupku terlalu sial, ya Tuhan kembalikan Masa SMA ku yang indah (>O<) , batin taemin.

”wae? Kau tidak suka eoh? Kau itu kan memang iblis! Kerjanya menggangguku!” Taemin tidak kalah galak ia beranjak dari bangkunya dan menunjuk – nunjuk Minho dengan telunjuknya.

”hahahah~ who cares? Sedang apa kau di sini? Kenapa tidak pulang?”Tanya minho sambil melipat tangannya di dada. Minho diam – diam mengkhawatirkan Taemin yag dari tadi ia tunggu di lapangan basket tetapi tidak keluar juga dari kelas. Namun yeaah~ jangan panggil Minho jika ia tidak gengsian sekedar untuk mengantar Taemin pulang.

”menunggu Onew hyung menjemputku lah! Kau pikir apa hah?” Taemin mendelik kesal.

”sudah kau telepon?”

”ah! Benar juga!” taemin mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.

Oh yes! Tenyata batere ponselnya habis dan artinya? Ia tidak tahu kabar Onew, mungkinkah Onew hyung tadi datang dan pulang karena tidak menemukanku? Lalu kenapa ia tidak mencariku dulu eoh? Taemin banyak berpikir.

“ah~! Ponselku mati~!” taemin terduduk lemas. Bodohnya ia tak menyadarinya, bahkan ia sudah menunggu dua jam dari bel pulang tadi. Tidak biasanya Onew terlambat.

”sudahlah~ cepat turun aku antar kau pulang?!”

Sebelum Taemin berteriak untuk menolak sang iblis yang diragukan niat baiknya ini Minho sudah berbalik pergi dan turun menuju parkiran motornya.

Akhirnya Taemin mau diantarkan pulang oleh Minho hari itu.

Sampailah di hari dimana kebebasan itu tiba. Ini hari yang sangat – sangat melegakan bagi Taemin. Tentu saja! Ia terbebas dari jeratan Namja gila bermata besar yang seenaknya menjadikannya pelayan gratisan. Haah~ sungguh berat, batin taemin.

Saat itu Taemin menunggu di gang seperti biasa, menunggu jemputan terakhir terasa waktu berjalan lamban bagi Taemin.

10 menit

15 menit

20 menit

Minho tak kunjung datang, Taemin sudah mati kebosanan sambil mengentakkan kakinya kesal dari tadi. Lalu poselnya berbunyi.

Heh~ yeoja jejadian mian aku tidak bisa menjemputmu hari ini, lagipula ini hari terakhir kan? Sudahlah kau berangkat sendiri saja. Aku sudah sampai di sekolah. Aku rasa kita akhiri perjanjian kita seperti ini saja. Terima kasih atas pelayanannya

WHAT??!

Taemin membelalakkan matanya tidak percaya membaca sms yang ia terima barusan. Hey~! Ia sudah menunggu 20 menit dan see? Dia harus aik bis ke sekolah. Hah~! Tahu begini ia minta diantar Onew Hyung.

”Minho! Sialan! Aku pasti telat kalau begini.arrrghh….?!!” Taemin memulai lagi kebiasaan berteriaknya membuat keadaan sekitar seolah terhenti untuk menatap Taemin. -____-a

Sesampainya di sekolah ia melihat Minho masih bermain basket, padahal ini sudah hampir masuk.

”hey?! Mata besar! Kau benar – benar tidak bertanggung jawab?! Hamper saja aku terlambat kau tahu?!” Taemin berteriak kesal setelah menstabilkan nafasnya yang memburu karena berlari dari halte bis.

”…………………”

Tidak ada jawaban, bahkan menolehkan kepalanya pun tidak, ani~ melirik matanya ke arah Namja cantik yang menuntut penjelasan ini pun ia tidak bergerak. Masih fokus pada bola basket nya.

Taemin masih berdiri di sisi lapangan dan menunggu jawaban dari Minho. Namun tetap tak sepatah katapun keluar dari mulut Minho.

Lalu tak lama kemudian bel berbunyi, Minho pun beranjak pergi masuk kelas melewati Taemin yang terbengong dengan sikap ”tidak biasa” Minho.

”YA!! Choi Minho! Ini bekalmu bagaiman?” Taemin masih berusaha berteriak meski ia merasa sangat lelah pagi itu. Ia hanya merasa aneh melihta Minho seperti itu.

Mendengar teriakan Taemin ia menoleh dan akhirnya berkata,

”aku tidak mau, kau beri yang lain saja atau kau buang” Minho menjawabnya dingin. Lalu melanjutkan langkahnya ke kelas dan memegang dadanya. Sakit.

Hah? Buang katanya? Sialan!! Aku sudah bangun dari jam 4 pagi dan katanya buang?!

Entah mengapa mendengar itu Taemin merasa ada yang sakit. Hatinya sakit saat Minho berkata seperti itu, jauh lebih sakit daripada saat Minho menghinanya dengan kata – kata ’yeoja jejadian’ jelas ini terasa lebih sakit. Tak tahukah Minho, Taemin membuat bekal terakhir ini sangat special, ia membuat masakan favorit Minho, lalu yang ia terima? Taemin pikir ini akan menjadi hari terakhirnya yang menyenangkan. Tapi…. kenapa jadi sakit yah? Seperti ada yang hilang…

 Taemin akhirnya pergi dan membuang bekal itu ke sampah

“bodoh…..” lirihnya

End flashback

Kenangan itu terus berputar di kepala Minho, sebenarnya saat itu, Minho marah. Ya ia marah melihat Taemin di tembak oleh Jungmo. Tersebar kabar kalau mereka jadian, itu membuat kuping Minho panas. Ia juga tidak mengerti dengan perasaannya, ia sangat bodoh untuk menyadari jika ia sudah jatuh cinta pada seorang Lee Taemin dan ia terlalu pengecut untuk menyatakannya.

”eumh…” Taemin perlahan membuka matanya saat merasakan sesuatu mengusap lembut kepalanya.
Minho hanya tersenyum menatap malaikatnya ini bangun tidur, imut sekali, pikirnya.

”hyuung~ kau sudah siuman, sebentar aku panggilkan dokter” taemin beranjak, namun baru satu langkah tapi tangannya sudah ditarik Minho.

”jangan tinggalkan aku~” lirih minho menatap Taemin.

”ne~ aku hanya memanggil dokter hyung, kau harus diperiksa dulu, ah kau ini kan dokter masa tidak mengerti bagaimana sih?” Taemin berusaha membujug Minho melepaskan tangannya.

Lalu Taemin pergi dan Minho diperiksa oleh dokter dan melepaskan perban yang melilit jemari Minho untuk menggantinya denga yang baru.

Taemin kaget melihat luka itu, bagaimana bisa Minho melakukan tindakan sebodoh ini?pikirnya. Taemin juga menelpon umma Minho untuk memberitahu kabar bahagia ini.

”hyung~ kenapa kau melakukan ini eumh? Kau ini tega sekali~” Taemin mendekati minho dan duduk di sisi kanan minho mengusap pipi Minho lembut. Minho memegang tangan Taemin yang berada di pipinya dan menatap Taemin.

”kau tidak apa – apa kan?” minho balik bertanya.

”ya! Pabo! Harusnya itu pertanyaanku? Lagipula bagaimana bisa aku baik – baik saja jika keadaanmu seperti ini hah?” Taemin sedikit emosi mendengar perkataan Minho tadi. bisa – bisanya ia menanyai keadaannya, sudah jelas ia yang sedang terbujur lemah!

”mianhe~ Taemin~aa kau kemana saja selama ini? Aku hampir mati mencarimu, apa kau pindah rumah eumh?”

”aku berada di tempat yang aman kok hyung~ jangan mengkhawatirkan aku, khawatirkanlah dirimu yang sangat payah sekarang, tidak ada keren – kerennya tau!” Taemin mencibir.

”aku kenapa? Aku tidak apa – apa selama kau selalu di sisiku Taemin”

>///<

Wajah Taemin memerah mendengar pernyataan Minho.

”dan…. soal umma aku minta maaf~ jeongmal mianhe~” lirih Minho.

GREP

Taemin membungkam bibir minho dengan bibirnya sebelum dia bicara lebih banyak. Minho terkejut tapi Taemin mengulum bibirnya dengan lembut, minho pun membalas ciuman Taemin. Sudah sangat lama baginya tidak merasakan hangatnya bibir Taemin. Minho masih dalam posisi terbaring dan Taemin yang merunduk, Minho menarik tengkuk Taemin dan memperdalam ciuman mereka.

Lalu akhirnya mereka butuh udara untuk bernafas dan melepaskan ciuman nya.

” hah? Kau ini bicara apa hyung~ sudahlah jangan membicarakan hal yang berat – berat lebih baik sekarang kau makan, sebentar lagi makan siang datang” Taemin berusaha tersenyum menyembunyikan air matanya yang hampur jatuh. Ia tidak ingin membahas masalah itu. Lagipula umma Minho kan sudah merestui mereka, jadi tidak penting untuk dibicarakan.

Jauh didalam hati nya Taemin juga merasa takut, ia sungguh tidak mampu meninggalkan orang – orang yang ia sayangi. Lalu ia harus bagaimana? Menanti maut menjemputnya membuatnya gila. Meskipun Tuhan memberikannya waktu sedikit lagi, tapi tidak mungkin ia bisa membahagiakan Minho. Meskipun Minho berlutut di hadapannya memohonnya untuk menikah dengannya, tetap saja Taemin tidak mampu.

 Menikah? Lalu bagaimana aku melayaninya? Aku tidak bisa…

Yang aku tau, aku bersyukur…

Pernah ada seseorang yang mencintaiku dengan segenap jiwanya…Choi Minho

**@___@**

Key Side

Ah keadaanku semakin hari semakin melemah. Sakit, ini sungguh sakit, sampai kapan aku harus menahan penderitaan ini? Aku harus mencuci darah tiga hari sekali. Ini benar – benar melelahkan, melihat Jjong hyung yang bekerja keras demi membiayai sakitku yang aku tahu ini menelan biaya yang tidak sedikit. Lalu Onew hyung yang setiap hari datang menjengukku. Yah ternyata Onew hyung adalah Lee Jinki itu, sisi gigi kelinci, bunny kesayanganku . aku tak menyadarinya pada awalnya. Toh nama Lee Jinki tidak hanya satu kan di dunia ini? Saat itu ia memanggilku ribbon.. aku tersadar dan kaget. Sontak aku menangis dan memeluknya. Aku tidak tahu apakah ini yang dinamakan jodoh? Sepertinya takdirku tidak jelek juga.

Lalu aku dengar Taemin dipindahkan ke apartemen pamannya, Onew hyung marah besar saat tahu Taemin dibawa pergi oleh Minho ke Pantai. Aku berusaha meredam emosinya, ia sangat mengerikan jika sedang marah. Lebih tepatnya ia takut, takut terjadi apa – apa dengan adik satu – satunya. Ia mengekspresikannya dengan marah. Ck~ my bunny terkadang terlalu overprotective.

Aku pikir Taemin dan Minho saling mencintai jadi tidak ada salahnya mereka pergi, toh Taemin pulang dalam keadaan baik – baik saja kan?

Keadaan Taemin sudah membaik, ia sudah bisa beraktivitas di luar meskipun terkadang ia harus tetap control ke rumah sakit. Setidaknya ia masih jauh lebih abik daripada keadaanku. Aku bahagia sumber kebahagiaan Onew hyung telah kembali dan mengembalikan senyum indahnya. Bagiku ini sudah lebih dari cukup.

.

.

.

.

.

 ihiy~~ BO to the Ring BORING! HAHAHHA.. *ketawa miris*

ni FF lemot banget ya? hehehe. mian ga bagus.. lagi ga tau kenapa kebanyakan narasi. Udah gitu males pendeskripsian. ahh~ anda sekalian bayangin aja sendiri ya! ayok yang nagih gue siang malem sms fb ayo di komen *cekekin yg nagih/plak
hahhaha… i know this part so bored~

Koment dan like aku cinta deh sama kalian~ hehehe. abis ini part onkey! yeiiy~!!! abis itu alur ngebut! abis itu? END deh!! wakakaka..

apakah Taemin nantinya tetep hidup?
apakah Key juga sembuh?

kita nanti kisahnya~ wakakak..

annyyeong~

 *cipokin yang komen*

 OnKey said : dikomeeen yaaa >< like nya mana~

me : peluk onkey >///<

64 thoughts on “OUR FATE/ 2MIN – ONKEY/ 7 OF?

  1. LANJUTKAAANNNNN!!!!!Nanggung T^T
    Kenapa hiatussss:(
    Key dibikin sekarat aja/? LOL mau liat jinki dengan cintanya berusaha menguatkan key._.
    Taemin?pasti sembuh dong^^
    Minho kan lagi berusaha memperjuangkan sakitnya taemin^^
    Ahiyaaa jebal jjong+jino langsung jadi kekasih ajaa, dipersatukan oleh eomma nya jjong! Aku ngasih ide loh ini x))
    Hehe FF mu semakin menarik eon, biarpun kamu bilang semakin jelek dan apalah, tapi ttp ini bagus meskipun butuh perbaikan sana sini^^
    Jebal lanjutkan!!!!! Sampe chap 25!/? Kkkk
    FIGHTING EONNIE! Cepet balik dari hiatus dan baca komenku ini^^

  2. ini ada sambungnx or stuck dsni aj?!
    aduh author Yua A-Yo dund dpost next chapxT.T pnsrn mampus ini mah saiah.
    LIKE IT

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s