[onkey] The dark and light, love and war


Ini terinspirasi dari ff ka wullan sama bang sutradara happy, Lucifer, Flugel, The colony all ver, vampire underground *bener ga sih? Lupa judulnya.. yang ada vampirenya itu lhooo*, and many more ^^b termasuk pelem paporit saya,, si kapten jack sparrow!! Hahaha

abis baca>>like>>komen yang puaanjjjaaaannnggggg~!!!

Title :The dark and light, Love, and War
Author : Keysha mahaz
Cast : Jinkibum
genre : fantasy? Mollaaaa ^^
rate : PG-15
length : mini FF
.
.
Aku tak pernah berfikir kalau akan seperti ini
Sesuatu yang sama sekali tak terbayangkan atau terlintas di benakku
.
.
“nae aphrodite..”

tap
tap
tap
Bunyi langkah yang menggema di bangunan kosong ini, sedikit bunyi gemericik air sisa hujan setengah jam lalu masih turun perlahan. Membentur lantai kusam menara tua yang bahkan telah miring dan nyaris roboh. Sosok tampan yang dibalut pakaian putih-putih itu berjalan tegap, perlahan menuju jendela besar dimana sesosok makhluk lainnya tengah duduk sambil menerawang bukit-bukit didepannya. Tersenyum tipis ketika tangannya menyetuh sayap hitam yang tertutup dibalik punggung sempit itu. Merengkuh tubuh ramping itu dan menghembuskan nafasnya di tengkuk si cantik.

“Hai kapten, selesai berburu kah?” enggan menolehkan pandangannya untuk sekedar menatap wajah tampan itu, membuat si tampan sedikit kesal dan memutuskan mengepak sayapnya pelan kemudian menempatkan diri terbang di depan makhluk cantik tadi.

“Lee jinki, kau menghalangi pemandanganku..” desis makhluk cantik itu, sayap hitamnya mulai membuka perlahan dan bergerak samar tanda kalau dirinya mulai terusik dengan sosok putih menyilaukan didepannya. Ya! Menyilaukan! Meski bagaimanapun mereka berdua dari dunia yang berbeda, kegelapan dan cahaya. Apa yang bisa di harapkan? Menatap mencemooh sang makhluk cahaya yang masih betah terbang didepannya. Melihat dari ujung kaki sampai ujung rambutnya. Tubuh tegap yang di balut baju bahan satin dan celana putih, juga sepasang sayap lebar dan indah yang terpancang di balik punggung lebarnya. Poni coklatnya menjuntai begitu saja, sedikit menutupi mata sabit yang menatap makhluk cantik itu tajam. Menatap si devil cantik yang sekarang mendengus sambil merubah posisinya menjadi bersandar di kusen jendela.

“Tidak mengucapkan sesuatu untuk kekasihmu yang akan berperang nanti malam eoh?” menaikkan sebelah alisnya sambil terus mengepak sayapnya, bertahan diatas udara kosong dimana hutan belantara tepat berada jauh di bawah kakinya.

“Untuk apa? Toh kau akan berperang dengan koloniku..haruskah aku mengatakan ‘Semoga pasukanmu menang malam ini kapten!’ begitu?” makhluk cantik itu menggoyangkan kakinya sambil mengatakan kalimat tadi dengan nada tidak suka. Sibuk memperhatikan kukunya yang bersih dan sesekali meniupnya pelan.

“Aaahh..ya! kau benar nae aphrodite.. umm..” jinki mengelus dagunya sendiri, seolah sedang berfikir keras dan menghiraukan si iblis cantik yang memutar bola matanya senewen.

“Dan..satu lagi, aku tak pernah menjadi kekasihmu dan menjadi Aphrodite konyol yang doyan berselingkuh seperti di mitologi..permisi kapten lee” mendorong bahu kanan jinki dan menerobos udara begitu saja, membiarkan sayap hitamnya yang dipenuhi bulu layaknya bulu gagak itu terbang dengan cepat. Cepat sampai mulai mengecil dan menghilang dari pandangan jinki.

“Sampai jumpa nanti malam nae Aphrodite ”
.
.
“Jonghyun hyung, sudah menginformasikan pada pasukan kita formasi untuk nanti malam?” iblis cantik yang sedang membenahi baju besi di bahunya. Cukup berat untuk seukuran dirinya yang tergolong kurus, tapi..yeah..dia pangeran di koloni ini! Yang artinya dia akan berada di lini depan bersama sang kakak, kim jonghyun. Lini yang akan menjadi inti kekuatan untuk nanti malam. Menatap pada seorang namja yang juga sedang membenahi baju perangnya.

“Sudah kibum, jadi..apa kau yakin dengan malam ini? Ini kejadian besar sepanjang abad. Belum ada satupun koloni kegepalan yang menang bertempur dengan koloni cahaya…” ujar jonghyun sedikit cemas, agak menyayangkan keputusan sang adik yang menolak mentah-mentah perundingan dengan si tuan besar kapten lee. Berunding untuk mengusir koloni kegelapan dari tempat ini. Tempat yang sudah berpuluh-puluh tahun mereka tempati. Ini kerajaan mereka!

“Tentu saja ya! Mereka itu tak tahu apapun tentang wilayah ini. Mereka cuma kecoak-kecoak kecil yang datang mengusik, Jadi..injak saja mereka” seru kibum dengan pandangan tajam. Berhasil membuat jonghyun menelan ludahnya sendiri melihat semangat dan amarah dalam seuntai kalimat panjang itu. Mengusak rambutnya sejenak sebelum menghela nafas panjang.

“Kuharap kita menang pangeran..” menepuk-nepuk bahu sempit kibum kemudian keluar dari ruangan. Meninggalkan kibum sendiri. Namja cantik itu mematut dirinya didepan cermin seukuran badan. Melihat pantulan dirinya sendiri dari atas saampai bawah. Rambut hitam legam yang sangat cocok dengan setelannya. Baju perang silver kehitaman yang sudah terpasang kokoh, sayap hitam yang masih menutup di balik punggungnya. Sorot mata kucing yang kejam dan keji. Sama seperti sorot mata sang ayah yang telah lebih dulu pergi akibat serangan koloni cahaya musim lalu. Alasan itulah yang membuatnya akan terus maju sampai tetes darah penghabisan. Membalaskan dendam ayahnya. Tapi sepertinya akan sedikit banyak menghambat, mengingat dirinya sedang dilemma sekarang. apa? Apa? Dilemma karena si kapten tampan dari koloni cahaya itu sedikit banyak menyusahkan dirinya. Ckck..
.
.
Jinki mengetukkan jemarinya diatas meja kayu berpelitur dimana sekarang ia duduk didepannya. Menciptakan bunyi ketukan samar yang cukup untuk memecah keheningan ruangan ini. Poni coklatnya yang panjang masih menjuntai ke bawah, dibiarkan begitu saja membuatnya semakin tampan. Mata sabitnya bergerak berpindah pada dua bilah pedang berkilat dan sebuah panah juga anak-anaknya yang diletakkan di ujung meja. Menatapnya lekat-lekat sebelum akhirnya menghela nafas panjang dan beranjak bangkit untuk sekedar menyentuh benda-benda tadi. Memastikan kalau pedangnya cukup tajam untuk memenggal kepala-kepala yang akan ia lihat sebentar lagi. ya.. sebentar lagi, saat dimana matahari akan tenggelam dan saat itulah dua koloni ini akan bertemu. Cahaya dan kegelapan, dimana jinki sebentar lagi akan melihat Aphrodite-nya di lini depan pasukan kegelapan. Aphrodite-nya, kim kibum, pangeran dari koloni kegepalan yang telah memikat dirinya sejak pertempuran musim lalu. Aphrodite yang menyaksikan si kapten lee ini memenggal habis kepala raja kegelapan didepan matanya. Demi apa jinki cukup gentar melihat tatapan membunuh dari kibum waktu itu, saat dengan liar dan brutal sang pangeran kegelapan itu memburunya dengan tebasan-tebasan pedang perak. Tapi sepertinya tak cukup untuk membalas dendam karena si kapten lee itu sudah terbang menghilang dengan cepat.

“Kapten..sebentar lagi matahari akan terbenam, akan lebih baik kalau sekarang anda memakai baju perang untuk bersiap” seorang makhluk cahaya lainnya masuk begitu saja. Menyunggingkan senyumnya yang berkarisma pada si kapten lee dan membungkuk sopan sebelum undur diri dan kembali keluar. Jinki berdecak pelan, meletakkan kembali pedang yang tadi ia sentuh pegangannya dan berjalan menju sebuah almari besar di sudut ruangan ini. Membuka pintunya yang menciptakan bunyi derit pelan dan mengeluarkan sebuah tameng dada dari besi. Memakainya dan tersenyum tipis, kembali pada sudut meja dan mengambil semua persenjataannya. Menyelipkan dua bilah pedang panjang itu di sisi-sisi penggangnya dan membawah panah beserta anak-anaknya.

“Nae Aphrodite, aku datang”
.
.
Suara genderang yang bertalu dan sorak sorai yang saling menyahut satu sama lain memenuhi area lembah besar ini. Lembah gersang yang menjadi ajang pertumpahan darah kali ini. Kibum memicing pada bukit diseberang sana, mendesis keji saat mata kucingnya mulai menangkap para makhluk cahaya dari sana, dari mulai titik-titik kecil sampai mulai jelas terlihat. Hanya bulan purnama yang bersinar temaram di atas sana. Membuat keadaan semakin terlihat dramatis dan tegang. Tak ada lagi suara genderang dan sorak sorai dari pasukan kegepalan. Semua sunyi saat pasukan cahaya tepat berada di depan mereka dalam jarak kurang lebih satu kilometer. Memposisikan masing-masing pasukan, bukit barat untuk kegepalan dan bukit timur untuk cahaya. Saling berhadapan dan hanya di pisahkan lembah besar di bawah sana.
Kibum terbang maju sendirian, menyambut si kapten pemimpin koloni cahaya yang lebih dahulu maju. Pace to face, berhadapan. Terbang di langit tepat di tengah-tengah lembah. Kibum menyeringai tipis, seringai yang berkesan menakutkan dan juga sorot mata yang mengintimidasi. Jauh berbeda dengan si kapten cahaya yang malah menyunggingkan senyum dengan mata sabitnya yang teduh. Hanya saling diam dan memandang, sebelum akhirnya kibum memilih untuk memecah ketegangan diantara mereka berdua.

“Siap untuk kekalahanmu…kapten?” memiringkan kepalanya dan terbang mengitari jinki yang masih terlihat tenang di posisi semula.

“Nae Aphrodite, masih tak mau berunding? Aku bisa meloloskan kalian di pertempuran ini..” cetus jinki dengan nada datar, mata sabitnya mengekor pada kibum yang kembali memposisikan diri di hadapan jinki. Mendekatkan wajah ke telinga jinki kemudian menghembuskan nafasnya disana, membuat jinki sedikit bergidik menerima ini.

“Jawabanku masih sama seperti sebelumnya kapten” berbisik sambil menghembuskan nafasnya disana, jinki tersenyum tipis, menangkap pergelangan tangan kibum sebelum sosok kegelepan yang cantik itu menjauhkan dirinya dari posisi ini.

“Kalau begitu, selamat berjuang nae Aphrodite..senang berjumpa denganmu”

Chu~

Menyambar cepat bibir apel yang sedari tadi menyunggingkan seringai. Kibum melebarkan matanya marah, mendorong jinki kemudian berbalik untuk kembali ke pasukannya yang masih menunggu di bukit sebelah barat. Menanti keputusan dari sang pemimpin koloni untuk kapan pertempuran ini akan dimulai.

“BERSIAP DI TEMPAT KALIAN MASING-MASING, PERJUANGKAN WILAYAH KITA! SIAPKAN DIRI UNTUK PESTA KEMENANGAN!!!” kibum berteriak lantang, membuat suaranya menggema dan menggelegar di daerah perbukitan ini. Kalimat penyemangat sekaligus perintah tadi langsung di sambut sorak sorai dari pasukan kegelapan. Denting-denting suara pedang yang di cabut dari sarungnya memenuhi sunyinya malam ini. Kibum sudah berada kembali di posisinya, di sebelah jonghyun yang tersenyum lebar dengan wajah penuh hasrat pertumpahan darah.

“Dia mencium bibirku yang berhagra hyung..brengsek” maki kibum saat jonghyun menyerahkan panah yang tadi dititipkan padanya.

“Balaskan dendammu pangeran..” jonghyun menyeringai, membungkuk dalam dan tersenyum pada kibum.

Sosok cantik itu menatap lurus kedepan, melihat jinki yang masih berada di tengah-tengah lembah. Tersenyum padanya dan mengangkat sebelah tangannya keatas, mengisyaratkan pasukannya untuk juga bersiap sebentar lagi.

dengung terompet peperangan dari dua belah pihak saling bersahutan, menyambut dua pasukan yang semakin dekat dengan hasrat untuk saling membunuh satu sama lain. Suara-suara yang memekakan telinga, pedang yang ebradu maupun anak-anak panah yang melesat membelah udara terjadi dengan cepat dan begitu saja. Ini sudah terjadi, mulai banyak makhluk-makhluk bersayap yang jatuh ke lembah di bawah sana. Menghantarkan pada kematian atau kepala-kepala yang berjatuhan akibat di tebas. Malam yang mengerikan, dengan bulan purnama yang masih menggantung diatas sana. Membuat pertempuran ini seperti sebuah lukisan siluet berharga tinggi. Kibum maju dengan semangat penuh, menghunuskan begitu saja dua pedangnya secara bergantian. Hanya jerit-jerit kesakitan dan suara darah yang memuncrat ke wajahnya yang terdengar di telinga. Menyerang secara brutal dan memanah sekaligus tiga pada makhluk-makhluk berseragam putih. Ya, tak sulit untuk membedakan mana kawan mana lawan. Mereka terlihat amat bertolak belakang.
.
.
Melihat sekilas pada jonghyun yang berada tak jauh di belakangnya, asyik mengayunkan pedangnya. Sama seperti dirinya. Haus darah dan kekuasaan, semangat pertempuran yang berkobat begitu saja dalam diri masing-masing. Kibum emnyeringai pada jonghyun, saat sang kakak tersenyum lebar padanya.

“AWAS!” terbang secepat kilat, memasang tameng dihadapan jonghyun ketika sesosok yang familiar muncul tiba-tiba untuk menyerang jonghyun. Kibum menahan ayunan pedang itu, menatap bengis kearah jinki yang tadi hendak menebaskan pedangnya pada jonghyun.

“Hai nae Aphrodite..” sapa jinki dengan senyum inosennya, seolah tak terhadi apapun atau setidaknya menyadari kalau mereka berada di posisi yang sama-sama bersitegang. Dengan kibum yang masih susah payah menahan tekanan pedang jinki pada pedangnya.

“Berhenti membuatku marah kapten lee, itu bukan keputusan yang bijak..” seru kibum sinis. Matanya memicing tajam menusuk kedalam mata sabit itu. Jinki menaikkan sebelah alisnya, mendorong pedangnya kuat-kuat sampai pertahan kibum goyah dan memaksa sosok cantik itu mundur menghindar dari ayunan pedangnya.

DZING..

kibum mengayunkan dua pedangnya pada jinki, secara brutal dan liar, sama seperti yang ia lakukan saat pertempuran musim lalu. Melihat kebelakang untuk sekedar memastikan jonghyun tidak apa-apa karena sekarang posisi mereka berdua terpojok diantara pohon-pohon tua yang tinggi. Jonghyun seolah membisu dalam ketegangan ini, tak melakukan apapun saat kibum masih berduel satu lawan satu dengan si kapten lee itu.

“Kibum, aku rasa kau tidak perlu susah payah melawanku kalau kau membiarkanku memenggal kepala sosok kegelapan itu..” cemoh jinki saat dirinya mundur teratur menghindar dari tebasan kibum. Sosok cantik itu berdecak, dan tertawa meremehkan.

“Tidak akan pernah!”

PRANG!

pedangnya kembali beradu kuat-kuat dengan pedang jinki. Dengan jarak yang begitu dekat sampai-sampai bisa merasakan deru nafas masing-masing.

“Aku akan memberikanmu pilihan lain..” tawar jinki, masih menahan pedang kibum dan berbisik di telinganya. Kibum membulatkan mata, ingin sekali menendang perut sosok di depannya ini yang beraninya melakukan ini.

“Katakan..” desis kibum tak suka, matanya liar menatap pada makhluk-makhluk bersayap yang gugur dan jatuh menubruk tanah dengan debuman keras. Ini..mengerikan.

“Kau cantik, nae Aphrodite..” bisik jinki lagi, kali ini sedikit memundurkan wajahnya untuk bisa menatap wajah kibum yang tertimpa sinar temaram bulan purnama. Membuat kulit putih pucat itu semakin mengerikan dengan banyak percikan darah di wajah cantik itu.

“Sialan kau!”

BRAAKK!!

benar-benar menendang perut jinki sampai sosok cahaya itu menubruk batang pohon besar di belakangnya. Kibum memposisikan diri, memasang kuda-kuda kalau nanti jinki akan menyerangnya secara tiba-tiba.

“Menikahlah denganku!” seru jinki, mata sabitnya seolah mengunci mata kucing itu agar tak bisa berpaling. Kibum mengerjapkan matanya cepat, berusaha mencerna kalimat yang baru saja terucap dengan lancangnya dari bibir tebal itu.

DZING!! PRAAANGG..BRUUKKK!!

Kibum memenggal habis kepala sosok cahaya yang baru saja melintas di depan dirinya, menendang tubuh itu sampai menghantam tanah dan meludah diatasnya. Kembali memusatkan konsentrasi kearah jinki yang sekarang semakin mendekat.

“Otte?” memiringkan kepalanya seolah menggoda dan menggoayhakn kibum dari posisinya mempertahankan jonghyun yang masih etrpaku di balik punggungnya.

“…”

“Kalau begitu,,ucapkan salam pada kakakmu pangeran..”

DZIINGG…

“AARGGHH!!!”

“Kibum!”

“Aphrodite!!” suara lantang dan seruan kesakitan yang datang bersamaan, saat kibum menjadikan dirinya tameng dari hunusan pedang jinki untuk jonghyun. Membuat ujung pedangnya menembus dada itu dan memuncratkan darah kehitaman dari sana. Jonghyun memekik kaget melihat ini, juga jinki yang tak menyangka ini akan terjadi. Sumpah demi apa jinki sama sekali tak bermaksud mencelakai sosok cantik itu. Bahkan dari awal pertempuran ini, ia sama sekali tak berniat menggoreskan sedikitpun luka pada tubuh ramping itu. Dan seandainya kibum mati di pertempuran ini, jinki berharap itu bukan dirinya yang menghantarkan kibum pada ajal. Tapi nyatanya, tak bisa di pungkiri kalau sekarang justru pedangnya lah yang menusuk rongga dada kibum, Aphrodite-nya!

“Ki..kibum~” jinki terbata, menangkap begitu saja tubuh yang terkulai dan nyaris jatuh ke tanah di bawah sana.

“Aphrodite! Yah! Jangan tutup matamu!” berseru dan berharap kalau sosok yang sedang ia rengkuh dan berlumur darah ini mempunyai nyawa lebih dari satu. Kibum tersenyum lemah, matanya setengah tertutup dan menatap jinki sayu.

“A-aku..uhh..memben-bencimu kapten lee..”

PRAAANGGG

Pedang yang semula masih di genggaman kibum terjatuh begitu saja menubruk tanah, menyisakan tangan kurus yang terkulai juga tubuh tak bernyawa dalam rengkuhan sosok bercahaya ini.

“BRENGSEK KAU!”

“AARRGGGGGHHH~” sama sekali tak menyadari tatap kebencian dari jonghyun yang sekarang turut menghunuskan pedangnya didada jinki. Jinki terlalu fokus pada Aphrodite-nya! Mata sabitnya menatap jonghyun lekat, tersenyum tipis dan bergumam kata ‘maaf’ dari bibir tebal itu. Sayapnya masih mengepak pelan, mempertahankan dirinya dan kibum yang dalam gendongannya diudara. Tapi tampaknya ini tak bertahan lama, karena detik berikutnya dua tubuh itu sudah ambruk ke tanah. Dengan masing-masing lubang besar di dada mereka. Jinki masih sempat sadar untuk terakhir kalinya, merayap mendekat pada kibum yang terbaring tak jauh darinya, menggapai tangan kurus itu dan menggenggamnya sekuat tenaga.

“A-aku..benar-benar..hhh..mencintaimu..aahh..aphrodite..”

END

Gajeee…banget!! Haha.. otak lagi ngalor ngidul, stress ama uts,, jadilah ff ga jelas begini! Lol banget!

HAYOO…RCL DIANTOSAN KU ABDI,,

KOMEN HUKUMNYA WAJIIBBB!!!

35 thoughts on “[onkey] The dark and light, love and war

  1. ada rasa sesuatu yg entah itu apa aku merasa puas sama ini ff. Mungkin karna onkey mati bebarengan ,walo onew yg secara gk sengaja ngbunuh key ,
    Suka deh .

  2. AKHIRNYAAAAAAAAAAAAA NEMU FF FANTASY LAGI!!!!!KEKEKEKEKEKEKEKE XDD SAYA SUKAAAAAAA! CINTA ANTARA CAHAYA DAN KEGELAPAN IBARAT CINTA ONEW DAN KEY! BENER2 MASUK BGT CHARANYA ONKEY!! DAEBAAAAKKKK!! #KIBAR SPANDUK ONKEY #CAPSLOCK JEBOL

  3. hahahha jinki ny suka bnget ya sma key? kkekke~
    tapi yakin deh sbnr ny key juga pasti suka kn sma jinki? hhehhehe
    mkasih jjong-ah udah nusuk jinki .. jadi jinki nya ga usah nysel krna udh bnuh key .. toh dia ny juga mati kan ,. hhiihi
    smoga dialam sana mreka bisa bersatu *apadeh …

  4. AGHHHHH KALO GA MAU NIKAH SAMA JINKI BIAR GUE AJA SINI !

    Itu kenapa si Key harus jadi tameng zoongsss uughhhhh ..

    Bingung mau komen apa..

    Yg jelas jinkibum abadi dah entah di surga atau neraka…

    End

  5. waduuuuhhh,,
    kenapa dua”nya jdi metong,,
    epep’y keren thor,,
    maaf y, ndaq bisa comment pnjang lbar,,
    lgi buntu ni otak…
    Eehheeehheee

  6. Waduhh, kren bnget nh ff. Endnya sdih pula, Kbayang bnget klo gue yg d lmar sm onew…kraza bnget dh !🙂 slam knaL thoR

  7. ANDWEEEEE!!!!!!!!
    kenpa pada metong ke2x?!huks~ ente rela saiah mahhhh nae bumonim dbwt mati gbtu.jahatttttt

  8. ahh knp sad ending T,T doohhh nangis bombayyyy. bagus sih cerita nya, kasihan mereka gk bisa bersatu karna perbedaan yg begitu jelas :(((((

  9. ANDWAEEE!!!
    Koq onkey mati?!
    Huuuwaaa!!!
    Sekuel mana sekuel?! #nodong_author_pake_mouse(?)#
    Idupin mereka jd manusia ato apalah, rentcarmobil, eh reinkarnasi gt buat memperbaiki masa lalu. Biarin jjong nyari reinkarnasi’a key krna dunia gx seimbang (kerajaan iblis gx ad pemimpin, jd jiwa2 gelap memberontak). Jadi butuh kekuatan key buat nyeimbangin dunia #ngayal_tingkat_tinggi#
    Mian comment’a kepanjangan dan kemana-mana
    But I’m really like this FF

  10. Uweee cinta beda golongan (?)
    Kenapa selalu berakhir seperti ini…
    Tapi meskipun mereka harus mati, tapi ini lebih baik daripada hidup dalam belenggu cinta yang tak bisa bersatu
    *apa ini!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s