[Onkey] My Sensei


Annyeong
Aku kembali dengan ff yang baru. Habis nonton drama Jepang Gokusen, jadi pengen bikin ff ini, tapi aku rubah yang jadi yakuzanya bukan yeoja, tapi namja. Bahasanya campur aduk antara Korea, Jepang, dan jelas Indonesia. Tokohnya pakai marga di anime, baik naruto maupun bleach. Ok lah selamat membaca.

NO BASHING, NO SILENT READER
HARAM HUKUMNYA BAGI SILENT READER

Title : sudah ada di atas
Author : Ria
Main Cast : Lee Jinki as Kurosaki Jinki
Kim Keybum as Kuchiki Key

Seorang namja tampan yang memiliki rambut hitam, memakai baju training, mata sabitnya terbingkai dengan kaca mata berframe hitam, tengah duduk di sebuah bangku yang berasa di kantor kepala sekolah. Yah, dia adalah seorang guru baru yang akan mengajar di Tokyo high school. Sekolah ini adalah sekolah khusus anak-anak yang nakal. Baik namja maupun yeoja.

“Onew-san, sekarang ikut saya ke gedung olahraga, waktunya memperkenalkanmu pada murid-murid sekolah ini,” ujar Yochun sang wakil kepala sekolah.

Namja tampan yang bernama Onew tersebut langsung mengikuti sang wakil kepala sekolah yang terkenal dengan ke sangarannya. Bagaimana ia tahu? Karena salah satu guru yang ada disana memberitahunya.

Dia duduk di kursi yang ada di belakang panggung yang ada di gedung olahraga. Tangannya telah mengeluarkan banyak keringat. Disana ia tidak sendirian. Ada Leeteuk-san yang akan menjadi guru bahasa Inggris, ada Minho-san yang akan menjadi guru olahraga. Sambil menunggu, mereka saling mengobrol.

Dari belakang panggung Onew mendengar suara riuh dari para siswa-siswi yang ada di Tokyo High school. Berulang kali ia mendengar suara Yochun-sama yang menyuruh semuanya untuk diam. Yah, walaupun agak sedikit lama, akhirnya mereka semua diam.

“Ohayou minnasan, kali ini saya mengumpulkan kalian semua karena kalian akan mendapatkan guru baru yang akan mengajar di sekolah ini,,,” Yochun memulai pengumumannya. Sontak semua murid menjadi riuh. Banyak yang berharap kalau gurunya itu tampan, dan ada yang berharap gurunya itu cantik.

Yochun memandang semua siswanya dengan senyum yang terkembang. “Yak, mari kita panggil guru yang akan menjadi guru bahasa Inggris, Leeteuk-sensei.”

Semua siswa laki-laki menjadi ramai karena Leeteuk adalah yeoja yang sangat cantik dengan baju kantor berwarna putih dan rambut blondenya yang tidak begitu panjang itu ia gerai. “Wah, sensei kawai,” teriak murid laki-laki.

“Ohayou minnasan, watashi wa Haruna Leeteuk *marganya Sakura*, douzo yorishiku,” Leeteuk memperkenalkan diri di depan murid-murid yang masih riuh.

Yochun dan guru-guru lain mencoba menenangkan semuanya, “Hey, ini belum berakhir masih ada lagi guru yang belum saya perkenalkan. Yang akan menjadi guru olah raga kalian, Minho-sensei.”

Ketika Minho keluar, semua siswi berteriak girang. Apalagi saat Minho tersenyum pada audien, semua siswi tambah ricuh, bahkan ada yang pingsan. “Hwaaaa, Minho sensei kawaiiiiiii, kyaaa.”

“Ohayaou, watashi wa Uciha Minho, douzo Yorishiku,” Minho memperkenalkan diri membuat semuanya ricuh.

Yochun kembali tersenyum melihat semua murid-muridnya itu berteriak senang. “Tenang, masih ada satu guru yang akan mengajar Matematika, Onew-sensei.”

Semua siswa-siswi terdiam, ketika Onew keluar. Penampilannya tidak menarik sama sekali.

“Ohayou minnasan, watashi wa Kurosaki Onew, aku akan membuat pelajaran Matematika menjadi menyenangkan, jadi Ganbatte kudasai,” kata Onew dengann semangat, tapi tidak ada respon dari semuanya.

Yochun kembali maju ke podium. “Nah, merekalah yang akan mengajari kalian semua. Sekarang, kembali ke kelas masing-masing. Arigatou,” tutupnya. Semua siswa-siswi berhambur keluar.

>0<*>0<*>0<*

Onew berdiri di depan kelas 3-3 dengan gugup. Karena kelas ini terkenal dengan kelas yang muridnya paling nakal. Apalagi ia ditunjuk sebagai wali kelas di kelas tersebut. Hah, Kuso. “Hai, ganbatte kudasai,” gumamnya sebelum memutar kenop pintu.

“Ohayou gozaimasu,” teriaknya dengan wajah yang ceria.

“….”

Tak ada sahutan dari penghuni kelas. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing dan sama sekali tidak menghiraukannya. Ada yang bermain pesawat kertas, mendengarkan mp3, sibuk pacaran, dan sibuk bergosip.

“Hey, KALIAN SEMUA DIAM DAN DUDUK DI BANGKU MASING-MASING,” bentak Onew dengan bahasa preman. Semua memandanginya.

“Ah, sekarang duduk yang manis dan kita mulai pelajaran matematikanya,” ujar Onew lembut kembali dan mulai beranjak ke tempat duduk guru. “Keluarkan buku matematikanya. Kali ini saya akan menjelaskan tentang integral.”

Ada yang menuruti perintahnya dan ada juga yang berani melemparinya sebuah bola golf. Dengan cepat ia menangkap bola tersebut, membuat semuanya tertegun melihatnya.

“Siapa yang melempar bola ini!” bentak Onew dengan bahasa preman lagi. Lalu ia melemparnya pada seorang yeoja yang tengah tertidur di bangku paling belakang.

“Kuchiki Keybum, ayo bangun, ini waktunya pelajaran bukan waktunya tidur,” perintah Onew, membuat yeoja itu terbangun dengan wajah bingung.

“Nugu?” tanya Key kepada Taemin, teman yang ada di sebelahnya.

“Baka, Oneesan dia itu wali kelas kita yang baru,” jawab Taemin menoyor kepala Key agar temannya itu sadar seenuhnya.

“Nani? Matematika? Hah, bosan, ayo kita keluar saja, Taemin, Eunhyuk, Jino, Suzy,” perintah Key. Lalu semua teman yang ia maksud itu langsung mengikutinya keluar dari pintu belakang.

Onew yang melihat murid-muridnya itu keluar, segera menngejarnya. “Hey, ini masih jam pelajaran, Key-san,” teriaknya.

Key menatapnya dengan tatapan dingin. Melihat jam monol pinknya, lalu ia tersenyum dan membuat Onew bingung menatap yeoja yang ada di depannya.

Kriiiing

Bel tanda istirahat berbunyi. Key memperlihatkan senyum kemenangan lalu beranjak menuju lantai paling atas bersama teman-temannya, meninggalkan Onew yang masih terdiam. Lalu ia beranjak menuju ruang guru.

>0<*>0<*>0<

Onew duduk dengan muka ditekuk dan tidak mood. Melihat temannya dengan muka ditekuk. Minho dan Leeteuk menghampirinya.

“Hey, bagaimana dengan kelas 3-3?” tanya Leeteuk memulai percakapan.

“Yah, seperti yang selama ini kita ketahui, mereka adalah murid-murid yang nakal. Dan aku tahu sumbernya berasal dari siapa yaitu Kuchiki Keybum, dia yang berkuasa di kelas itu,” curhat Onew membuat Minho dan Leeteuk saling berpandangan.

“Key?” tanya mereka bersamaan.

“Yah, dia sebagai almighty disana, selain itu dia juga mempunyai genk yang jumlahnya 5 orang. Taemin, Jino, Suzy, dan Eunhyuk, hah mereka kumpulan yeoja nakal,” jawab Onew lalu beranjak.

“Mau kemana?” tanya Minho.

“Aku mau ke lantai paling atas cari udara segar,” sahutnya melangkah keluar.

Di lantai atas, Onew mendengar suara beberapa orang yeoja sedang berbicara. “Eh, Minho-sensei itu tampan sekali ya? Ah, kapan waktunya pelajaran olahraga?” kata Suzy.

“Hari Rabu, kita olahraganya…wae?” tanya Taemin polos.

“Baka, kita akan diajari olehnya,,,haaaaah,,” sahut Suzy dengan muka yang tersipu-sipu.

“Sudahlah, ini, kami bawa makanan,” kata Eunhyuk dan Jino. Key yang semula tiduran disana, langsung terbangun.

Ketika Key hendak mengambil makanan ia mengambil sesuatu yang jatuh di lantai. “Apa ini?” tanyanya pada teman-teman.

“Ah, itu uangku, syukurlah kau menemukannya,” sahut Jino yang langsung mengambil uang 500 yen yang ada di tangan Key.

“Oh, ini, Selamat makan,” Key langsung duduk bersila dan memakan makanannya dengan tenang.  Diikuti oleh semuanya.

“Jino-san, kalau tidak salah harga nasi kotak ini 500 yen kan? Terus, kenapa uangmu itu masih banyak?” tanya Taemin dengan tampang polos.

“Ah, itu tadi Eunhyuk-san yang membelikannya untukku jadi uangku masih utuh, arigatou Eunhyuk-san,” Jino memeluk Eunhyuk yang sedang makan dan membuat makanannya itu tumpah.

“Aish, Jino bisa diem gak sih, tumpah semuanya nih,” Eunhyuk berkata jijik sambil mengelap-elap bajunya. Key menyodorkan jaket pink padanya.

“Sudah, jangan bertengkar, ini pakai jaketku untuk menutupinya,,,,”kata Key bijak. Eunhyuk langsung menerimanya. Meihat hal tersebut Onew tersenyum dan memberanikan diri untuk duduk disana.

Cklekk

Pintu terbuka, lalu menyembullah rambut warna hitam dan diikuti oleh seluruh anggota badannya yang sering dipanggil dengan Onew-sensei.

“Sensei?”

“Ohayou, boleh ikut makan bersama?” tanya Onew dengan senyum yang mengembang sehingga mata sipitnya itu jadi semakin sipit karena senyumnya yang lebar.

“Ya, boleh kok,” sahut Taemin.

Onew duduk di antara Taemin dan Suzy, dihadapan Key yang sibuk memakan makanannya itu. Dia yeoja yang dingin pikir Onew memandangi Key.

“Kenapa kau terus memandangku?” tanya Key sinis.

“Aku hanya merasakan angin kok,,,” jawab Onew seadanya.

Tiba-tiba handphone Jino bergetar. Segera saja ia mengangkat telepon dari seseorang. Semua melihat ke arah yeoja imut itu dengan tanda tanya yang besar. Apalagi saat wajah Jino jadi pucat.

“Wae?” tanya Key.

“Para penagih hutang datang lagi, mereka membawa benda-benda yang berharga dari rumahku,” jawab Jino dengan wajah yang pucat.

“Tenanglah, masih ada kami disini,” tenang Key mengusap punggung Jino dengan penuh kasih sayang.

“Sensei juga akan membantumu,” kata Onew membuat semua menatap ke arahnya. “Wae? Kalian kan muridku? Aku sebagai wali kelas akan membantu kalian sebisa mungkin.”

“Kau tidak mengerti situasinya, jangan ikut-ikut,” tolak Key.

“Justru itu kalian harus menjelaskan situasinya padaku,” sahut Onew. Ketika Taemin hendak menjelaskan situasinya. Dia kedahuluan Key.

“Sensei tidak perlu ikut campur.”

“Baikalah, jika itu mau kalian, tapi jika kalian minta bantuanku, aku siap menolong kalian.”

“Terserah kau saja,” sahut Key masih dengan wajah yang sinis.

>0<*>0<*>0<

Di sebuah rumah kuno di Jepang, dimana di depan rumah tersebut di jaga ketat oleh penjaga. Seorang namja tampan yang memiliki rambut hitam, memakai kemeja putih, berdasi hitam, mata sabitnya terbingkai dengan kaca mata berframe hitam yang lalu ia lepas. Telah memasuki rumah tersebut dengan santainya. Penjaga yang terlihat menakutkan yang berjaga di depan pintu tengah menunduk hormat padanya. Begitu juga dengan orang-orang berpakaian jas hitam yang ada di rumahnya.

“Tadaima, Jinki-sama,,,,” sambut pengikut setianya. Namja tampan yang ternyata bernama Jinki itu tersenyum lalu melepas kaca mata berframe hitamnya. Izinkan author memperkenalkannya.

Kurasaki Jinki atau sering dikenal sebagai Onew, dia merupakan generasi ketiga dari keluarga kurosaki yang sangat disegani dari kalangan mafia baik di Jepang maupun di dunia. Atau sering kita kenal dengan yakuza. Dulu, keluarga kurosaki memang bergerak selayaknya yakuza-yakuza lainnya, seperti pengedaran narkoba, atau yah begitulah. Namun, sejak zaman generasi kedua tepatnya ayahnya Jinki yang kini telah meninggal, mereka sudah mengubah sepenuhnya tradisi sebagai yakuza.

“Uwah, Jinki-kun, kau sudah datang?” sambut seseorang yang telah berumur cukup tua dan memakai yukata. Dia memeluk Jinki cucu kesayangannya.

“Kakek,,,” sahut Jinki menyambut pelukan sang kakek. Kakek Jinki adalah generasi pertama.

Sejak orangtuanya meninggal, Jinki selalu dirawat oleh kakeknya. Beliau memang mengajari Jinki sebagai seorang yakuza dari kecil. Namun, ketika Jinki sudah besar ia membiarkannya memilih sendiri jalannya yaitu menjadi seorang guru termuda.

Dari semua sekolah, ia memilih sekolah yang diisi oleh siswa-siswa nakal. Tidak ada alasan, tapi ia pikir ini akan sangat menarik kalau ia bisa menjinakkan(?) siswa nakal tersebut.

“Bersulang, untuk kesuksesan Ketua Jinki karena telah menjadi seorang guru,” kata kakek Jinki.

Jinki, kakeknya, dan tiga orang kepercayaan keluarga Kurosaki itu meminum arak yang mereka letakkan di dalam gelas kuno. Yah, kini mereka telah merayakan hari pertama Jinki sebagai seorang guru.

“Nah, sekarang waktunya ketua untuk menceritakan hari pertamanya,” kata ketiga orang kepercayaan tersebut dan diikuti anggukkan oleh kakek Jinki.

“Hari pertama ini sangat mendebarkan, aku mengajar di kelas 3-3 dimana murid- muridnya itu sangat nakal dan sulit di atur, bahkan tadi ada yang melempariku sebuah bola,,,” cerita Onew.

“Apa? Mereka melempar Jinki-sama dengan bola? Kurang ajar, akan aku bunuh mereka,” sahut salah satu orang kepercayaannya mengambil sebuah pedang dan bersiap untuk keluar.

“Tidak perlu, Cuma bola golf yang kecil saja kok,” kata Onew tenang sambil terus minum araknya. Orang tersebut pun diam.

Kakek Jinki mengambil sebuah kotak dan ia sodorkan pada Jinki, “Ini hadiah dari kakek, semoga kau bisa menggunakan ini dengan sebaik mungkin,” kata sang kakek.

Jinki menerimanya dengan senag hati. Dengan wajah yang berseri-seri, ia membuka kadonya itu. Dan disana ia mendapatkan kemeja berwana biru muda lengkap dengan jas hitam dan dasi yang berwarnabiru gelap. “Arigatou Oji-san,” ucap Jinki dengan bahagia.

“Dan ini dari kami,,,sumimasen, kami tidak membungkusnya,” kata ketiga orang kepercayaan mereka menyodorkan sebuah yukata khusus laki-laki. Jinki menerimanya dengan bingung.

“Bodoh, apa Jinki mengajar menggunakan pakaian tradisional?” kata kakek Jinki sembari menjitak kepala orang kepercayaannya.

“Tidak apa-apa, aku terima hadiah ini, arigatou gozaimasu minnasan,” ucap Jinki tulus, membuat semuanya terharu.

“Jinki-sama, anda memang baik sekaliiiii,” haru mereka bertiga berusaha memeluk Jinki, namun naas, Jinki membanting mereka sebelum berhasil mereka peluk.

Malam itu dihiasi tawa di kediaman keluarga Kurosaki. Mereka terus minum sampai mabuk dan tertidur di tempat. Padahal besok Jinki harus mengajar lagi di sekolahnya.

>0<*>0<*>0<

Seperti yang kita duga. Jinki bangun terlambat dan kediaman Kurosaki menjadi ricuh karena tuan muda mereka sempat mengamuk pada para Yakuza karena tidak membangunkannya pagi-pagi. Dengan segera ia memakai sepatunya dan mulai berlari meninggalkan rumah. Namun, dia kembali lagi untuk menerima doa dari kakeknya agar harinya menyenangkan.

Di jalan, ia menyapa semua pedagang yang ada di pasar. Rumah Jinki dekat dengan pasar, jadi dia akrab dengan pedagang yang ada disana. Banyak sekali toko-toko yang ada disana adalah toko milik keluarganya. Tugas selingan bagi yakuza.

Di halte, ia menaiki bis menuju sekolahnya. Namun, ada satu yeoja yang ketinggalan. Jinki yang melihatnya berusaha menghentikan pintu yang hampir tertutup itu dan menyilahkan yeoja tersebut itu masuk.

“Arigatou gozaimasu,” ujar si yeoja dengan senang. Hati yeoja itu berdebar dengan kencang ketika ia melewati Jinki yang hanya memberi senyuman padanya.

Yeoja tersebut turun duluan. Jinki terus memperhatikannya. Sebuah senyum terukir di bibir tebalnya. Senyuman seorang Jinki memang tidak ada yang bisa tahan. Sampai-sampai senyuman itu membuat para korbannya itu tidak bisa berkutik.

Setelah sampai halte tempat dekat sekolahnya, ia turun dari bis dan berjalan kaki menuju sekolahnya. Bunga-bunga sakura menghiasi sepanjang jalan menuju Tokyo high school. Ketika Onew sampai di depan gerbang, ia bertemu dengan Minho-sensei yang sedang berjalan dengan santai.

“Ohoyou, Kurosaki-san,” sapa Minho pada Onew.

“Ohayou Uciha-san,,,,bagaimana kabarmu?” basa-basinya.

“Baik, kau?”

“Baik,,,hari ini aku akan mengajar di kelasmu,” kata Minho.

“Kau harus banyak bersabar, ya? Dan juga hati-hati karena banyak mengincarmu,” nasehat Onew.

“Hwa,,,kau bisa mengenali karakter muridmu, hebat, padahal baru kemarin kau mengajari mereka,” kagum Minho.

“Begitulah,,,” respon Onew.

Mereka berjalan menuju ruang guru. Namun, disana terjadi kericuhan. Yochun sang kepala sekolah terlihat geram. Dia mengacak semua mejanya dengan wajah sangar.

“Dasar, murid tidak tahu diri beraninya ia mencuri uang 500.000 yen ku,” geramnya.

“Ada apa ini?” tanya Minho dan Onew bersamaan.

“Seseorang telah mengambil uang sekolah dan membuat Yochun-sama geram, dan orang yang dituduh adalah salah satu murid dari kelasmu Onew,” jelas Leeteuk menunjuk Onew.

Yochun yang mendengar nama Onew, segera menghampirinya, “Pasti muridmu yang mengambil uang sekolah ya kan?” tanyanya.

“Mana saya tahu, saya belum bertanya pada mereka, tapi aku yakin mereka tidak akan melakukan hal seperti itu,” jawab Onew dengan santai.

“Fine, kita akan memeriksa mereka semua,” kata Yochun. Onew hanya melihat Yochun dan anak buahnya itu dengan tenang, namun masu ada sedikit rasa waspada. Tiba-tiba ia teringat kejadian di lantai atas. Lalu ia melihat Jino yang ketakutan.

“Tidak perlu anda periksa, aku akan menyeledikinya dan kalau bisa aku akan mengembalikan uang tersebut,” kata Onew, tapi tidak diindahkan oleh Yochun.

“HEY, KALIAN DENGARKAN AKU,” kata Onew dengan bahasa yakuzanya lagi membuat semua yang ada disana melihat ke arahnya.

“Aku akan menyelidikinya. Mereka muridku, jadi mereka adalah tanggung jawabku,” tegas Onew. Yochun tersenyum.

“Baiklah, kalau kau tidak bisa menemukan uang 500.000 yen tersebut dalam waktu satu minggu, aku akan turun tangan,” tantang Yochun.

“Deal,” sahut Onew. Melangkah menuju kelas 3-3.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata kucing telah mengawasinya dari tadi. Senyuman kecil terukir di wajah cantiknya, “Arigatou, sensei,” kata yeoja itu lalu ia kembali ke kelasnya.

TO BE CONTINUED

Comment sampai 40 bakal cepet lanjut. Selamat berkomen-komen ria…

92 thoughts on “[Onkey] My Sensei

  1. wah kan key jadi yeoja nakal aigoooo
    pasti yg ngambil genk nya key ya kkkk
    auoooo jinki itu yakuzaaaaaaaa
    lanjutkan thor!!!

  2. Ini oneshoot koq ada sambungannya…..apa udah ada sambungannya..author??? Onew yakuza. Wuiiuiihhh….key yongja nakal sangt cocok heheh..ditunggu kelanjutannya

  3. Yakuza it apa ya?? Wihih keren ternyata onew sama jinki orang yg sama tapi sifat yg berbanding terbali, key jga keren.. Kapan di lanjut thor

  4. Hahhaa. Paling miris wktu nama Onew Sonsaengnim disebut. Ga ada hebohnya sama sekali. Kasian. Kalah populer dia.
    Eohhhh.. Tp, dia itu msh kturunan Yakuza, Dan pastinya cukup menyeramkan bagi anak2 nakal itu Xd

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s