[SHINee couple darbble] Story behind the ballad PART 1 of 5


 [Key with SHINee/drabble] Story behind the ballad Part 1

Foreword:

Gue gak tauk yah, gue males banget bikin chapter sekarang, persis kayak yua oen bilang, danm buat yang nunggu chibinya shinee, gue merasa galau, gak ada ide, jadi gue malah nulis ini…
Ini drabble dari setiap lagu, totalnya tergantung pairingnya, sekarang gue mau buat Key dengan couple randomnya… nanti bakal ada Taemin, Minho, Jonghyun, dan Onew juga…

Dan bagi yang gak pernah dengar lagunya, gue saranin dengerin dan cari maknanya, karena gue gak bakal nulis lyricsnya disini, lo harus kreatif cari tahu ttg lagu” ini…kekekek~

So, if you like this…please comments and like, i really apreciate that guys!

By: Sanniiewkey~

[Onkey : KeyxOnew] The Only Exception – Paramore (1176 words)

I’M SORRY …
seorang namja tampan melihat tulisan tangan itu lekat, kemudian menarik nafasnya , kemudian menggeleng sambil tersenyum palsu.

.Onkey.

Seorang namja cantik dengan kulit yang putih, rambut blonde nya, dan juga bibirnya yang plum tercetak dengan sangat indah di wajahnya, sebuah anugerah dari Tuhan untuknya. Sebuah kesempurnaan fisik yang bisa ia banggakan. Ia buka matanya menatap langit-langit di atasnya, merasakan sinar matahari dari balik fentilasi menerpa wajahnya, menghirup udara dalam-dalam ke paru-paru, bau yang lain … bau yang selama ini ia hirup, selama 3 bulan terakhir ini … bau yang sama… dan tidak akan pernah ia lupa.

Gerakan dari deritan kasur di sebelahnya membuatnya mengalihkan pandangannya, ia memiringkan tubuhnya sehingga berhadapan dengan sosok didepannya, perlahan mengamati dengan jelas dan lekat.

Rambut yang coklat dan sedikit berantakan, kulit yang putih dan halus, pipinya yang dulu chubby namun sekarang menirus, namun tetap tidak menghilangkan kesan lucu, serta matanya yang tertutup saat tidur terlihat sangat kecil tanpa ada lipatan mata, lurus dan sipit, kemudian hidung yang bangir, dan juga bibir yang tebal.

Namja cantik itu tersenyum sekilas, kemudian bangkit menarik selimut sebatas pinggulnya, menutupi bagian intimnya, tubuh nya lengket , namun ia tidak perduli, sosok tampan didepannya masih tertidur dengan lelap, seulas senyum masih tergambar disana.

Tanpa ada rasa ingin memeluk atau bahkan memberikan ciuman sedikit saja ia enggan, ia hanya beridri, memakai bajunya lengkap dan menuliskan dua kata itu …disebuah buku diary yang terbuka tepat di dekatnya. Kemudian berjalan ke arah pintu keluar , meliriknya sebentar dan keluar begitu saja.

.Onkey.

“Appa?”, Kibum membuka pintu rumahnya yang sederhana, rumah itu remang-remang, ia tahu appanya sudah pulang.

“Kibum?”,  seorang namja paruh baya menoleh dari balik sofa, kemudian menghampiri Kibum dan memeluknya, “Kau dari mana? Appa sudah belikan ddokboki untukmu, dan appa taruh di dapur.”, jelasnya, Kibum tersenyum lebar,

“Gomawoo appa… aku baru saja dari rumah teman, mianhe tidak memberik tahumu, kau menungguku? Sebaiknya kau tidur appa…besok kau harus kerja kan?”, tanya Kibum, Appanya itu mengusap kepala Kibum sayang.

“Neh … jumuseyo Kibummie…”, katanya dan beranjak kekamar. Kibum tersenyum lebar, namun saat appanya menghilang dari balik pintu wajahnya kembali datar, sangat datar ketika ia lihat apa yang ada di atas sofa, sebuah foto lama, foto seorang namja tampan dengan yeoja disebelahnya berpelukan didepan sebuah mobil.

Kibum tahu appa nya lagi mengingat akan hal itu, dan lagi menangis meratapi kisahnya, kisah lama, kisah yang membuat Kibum benci akan sebuah kata bernama Cinta, ia tidak tahu itu apa, ia bahkan berjanji tidak mau bernyanyi atau percaya jika ia yakini itu tidak ada. Ia bahkan mengingat dengan jelas ketika seseroang yang ia panggil ‘umma’ itu pergi begitu saja dengan tega bahkan tidak berbalik sedikit pun melihat seorang anak yang memohon padanya untuk kembali, dan seorang suami yang hanya duduk di sofa diam tak berdaya melihatnya mengepack semua barang kemudian pergi dengan namja kaya yang lain.

And that was the day that he promised …

He never sing of love if it does not exist …

.Onkey.

Hal yang sama, membuang sutumpuk surat ditangannya yang selalu bertambah setiap harinya … ani, bahkan mungkin setiap menitnya di lokernya, membuang begitu saja tanpa perduli apa isinya. Kemudian melihat ke arah lain, dengan wajah dingin tak perduli. Tidak perduli banyak pasang mata yang menatapnya, banyak yang menyapa dan berusaha dekat dengannya.

Drrrt Drrrt

I know Kibum, but please remember this one thing, if you remember what is love, then love is ME, I’ll be there in your sight even though I was not there in front of or beside you, if that happens, run to me, I’ll hold you .. . I love you …
-Jinki-

Kibum membacanya dengan perlahan, mencernanya dalam otaknya, dan melihat ke arah jendela luar, apa yang ia lihat adalah tanah yang di tutupi salju, dan juga pohon yang berguguran karena musim dingin, meski begitu, ia tidak perduli berdiri disana, menerima angin dingin menusuk tulangnya.

.Onkey.

Kibum terbangun dari tidurnya, keringat bercucuran di keningnya, nafasnya memburu, ia cengkram dadanya dengan kuat … matanya melebar menerima kenyataan itu hanya mimpi, namun entahlah, ia bahkan mengeluarkan matanya , merasa itu sangat nyata…

“Kau tidak mau menemuinya?”
“Tidak appa…”
“Kau yakin? Jangan kau terlalu keras pada dirimu sendiri … dia mungkin menunggu kabarmu…”
“Dia bahkan tidak perduli appa…biarkan saja…seperti kau tidak tahu apa yang akan terjadi saja…”
“Appa hanya merasa kali ini berbe—“
“Cukup appa …aku tidak akan merubah keputusanku …Jinki, dia berhak menerima yang lebih baik … dan itu tidak jika ia bersamaku …”
“Kau berhati dingin Kibummie … kau hanya perlu mencoba , bukan menilainya saja…”

Kibum melempar selimutnya, tanpa perduli mengambil jaket atau syal ia berlari keluar kamar, dan berlari ke pintu memakai sendal secara asal.

“Kibum!!”, bahkan teriakan appanya tidak ia dengar, hanya satu tempat, satu tempat yang harus ia segera kesana…

.Onkey.

TOK TOK TOK TOK TOK…

Kibum terus menggedor pintu apartemen kecil itu dengan brutal, tidak perduli tetangga sekitar terganggu, ia hanya perlu melihat sosok yang ia ingin lihat saat itu juga.

TOK TOK TOK TOK TOK…

“J-jinki…b-buka…”, Kibum mengerang, antara sesak nafasnya dan udara dingin, tangannya gemetar. Perlahan ia merosot dilantai, dan menempelkan kepalanya di pintu yang terasa dingin itu.

TOK…TOK…TOK…

CKLEK~

Kibum menegakan tubuhnya dan kemudian melihat siapa yang dibalik sana, tubuh yang tegap dan rambut yang berantakan dengan kacamata tersungging di hidungnya, terlihat mata yang lelah dari balik sana.

“Kibummie?!”, Jinki, sosok itu berjongkok dan memegang pundak Kibum, Kibum tersenyum lemas.

“Kau tahu … apa?”, Kibum mulai bicara.

“Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau tidak pakai jaket, ini sangat dingin, ayo masuk…”

“Se-sebentar Jinki!!”, Kibum menahan Jinki, Jinki menarik nafas dan memegang pundaknya yang gemetar , mengusapnya berharap menghilangkan rasa dingin.

“A-aku …tersesat, aku tidak bisa bernafas di antara banyak orang, mereka semua mencoba menarik ku entah kemana, aku berusaha menggapai ke sebuah pintu … entah pintu itu apa, aku merasa ada sebuah siluet manusia mengulurkan tanganku, menarik ke sisi berlainan … aku …saat itu, aku bisa dengan jelas siapa dia… dan itu …kau Jinki…”, air mata mengalir di pipi Kibum, Jinki terpaku, mencerna maksud Kibum.

“Kibum—‘

Kibum langsung memeluk Jinki dengan erat, menenggelamkan kepalanya di lehernya, “Ku ingat apa itu cinta … ku mohon, jangan tinggalkan aku, berikan aku waktu untuk mencintaimu, aku—“

Jinki menangkup wajah Kibum dan mencium bibirnya dengan lembut, lama…dan menghapus rasa dingin dari bibir Kibum yang membiru. Namun akhirnya ia melepasnya dan mengusap pipi Kibum , menghapus air mata itu.

“Like what i said … i’ll hold you …”, Jinki berkata dan mengelus rambut Kibum, kemudian menggendong Kibum dengan bridal style, merebahkan nya dikasur , mengambil double selimut dan masuk kedalamnya, memeluk Kibum dari belakang sambil mencium pucuk kepalanya. “Sleep Kibum… im here … and i always love you …”, jelas Jinki.

Kibum menarik nafas, mengapit tangan Jinki, sosok yang selama tiga bulan ini ia temui disebuah pub, hanya sebuah peristiwa lucu, saling menampar karena Kibum menumpahkan bucket ayamnya, dan Jinki menumpahkan bir di baju kesayangan Kibum.

“I …i…L-L…”

“Sssh… i know Kibum… i know…”, bisik Jinki.

I LOVE YOU JINKI… And I’m on my way to believing…

.Onkey.

[Minkey : MinhoxKey] Goodbye – miley cyrus (634 words)

Aku menarik sebuah kotak dari bawah kasur ku, aku buka apa yang ada dibalik kotak itu, hal pertama adalah sebuah boneka yang aku buat sendiri, sebuah boneka yang ku anggap seorang namja, menggunakan celana sport dan baju sepak bola, kemudian di kepalanya aku sisipkan foto namja yang sangat aku cintai … masih aku cintai … bermata besar yang coklat, kulit yang coklat dan deretan gigi yang rapih.

Aku peluk boneka kecil itu, kemudian aku pandangi sesaat dan menyentilnya kesal dengan tanganku, kenapa … setelah 1 tahun ini aku harus merasa seperti ini lagi …

Kemudian aku singkirkan itu, hal lain adalah setumpuk foto yang kami kumpulkan, foto konyol pertama yang kami ambil saat kencan pertama kami, disebuah taman bermain, foto kami di atas permainan jetcoaster, wajah kami yang memucat, aku tepatnya, menganga selebarnya, dengan air mata mengalir di pipiku, dan ia yang tertawa menatapku, memegang tanganku tinggi keudara, membuat ku tertawa mengingat hal itu…

Setelah selama 1 tahun ini … kenapa aku masih mengingatnya?

Dan kemudian aku melihat sebuah gantungan keroro , gantungan yang sangat aku inginkan untuk kutaruh di ponselku, aku merengek padanya mengambilnya dari kotak game, membuatnya menghabiskan banyak koin karena ia gagal mengambilnya, malah mengambil banyak sekali gantungan berjenis lain, alhasil gantungan itu kami bagikan ke setiap anak yang lewat di gamecenter saat itu …

1 Tahun ini … bahkan aku baru melepasnya seminggu yang lalu…

.minkey.

“Tolong ice blanded coffee nya dengan extra wipe creamnya satu…”,

“M-minho?”,

“Key?”,

Sudah selama 1 tahun ini, kenapa tiba-tiba saat itu, saat dimana aku bisa melupakannya, mungkin hanya sedikit, setidaknya aku bisa meyakini bahwa ia pergi dariku dan membuat ku percaya bahwa aku bisa menjalani hidupku tanpa ada cinta lagi darinya…

Hubungan yang sudah tidak lagi sehat saat itu, ketika kepercayaan kami dipertaruhkan dengan sebuah kata LDR (Long distance of Relationship), ketika cemburu menyiksa, ketika kau memutuskan hubungan kita untuk berdiri sendiri … salah, itu karena aku, karena aku yang membuatmu melakukan itu padamu, aku yang terlalu takut mengambil resiko, aku yang mudah menyerah dengan hubungan kita.

Namun ketika sekarang aku membuka lagi kotak ini …

Suddenly…

I remember when we kissed

I still feel it on my lips

I remember those simple things

I remember till i cry

And the onethings i’d wish i forget

A memory i wanna forget … is goodbye…

 

Drrt drrt ddrttt

“Yoboseyo?”,

“…Key… ini aku…Minho…”, saat itu, nafasku mendadak terhenti, tubuhku lemas, jika aku tidak bisa mengendalikan emosiku, maka ponsel ditanganku akan lepas.

“…Key… i miss you… im sorry Key…”, lirihnya, aku terpaku… “Key … please … katakan sesuatu, katakan setidaknya kau mendengarku…”

Aku menarik nafas, menghapus air mataku, “M-minho …”, hanya itu yang bisa kukatakan… tapi kau mengatakan sesuatu, yang membuat ku terpaku … dan menangis lagi, hal yang aku tinggalkan di 1 tahun terakhir ini, aku berhenti menangis, terlebih tentang hidupku… atau bahkan cinta ku…

You said that your biggest regret

The one thing you wish i’d forget

Is saying goodbye…

“Key … bisa kau keluar, aku akan menunggu mu diluar sampai kau datang dan memelukku … “, jelas Minho, aku berdiri melihat ke luar jendela, ia melambai padaku dan tersenyum , salju menumpuk dikepalnya, aku menangis , berlari mengambil syal ku dan keluar rumah…

“Tunggu apa lagi? Kau tidak mau memelukku? Aku kedinginan…”, katanya. Aku berdecak, aku berlari padanya, memeluknya dengan erat sambil bergumam pabo …

“Maaf, maaf karena terlalu egois selama 1 tahun ini… maaf karena aku tidak berusaha mengejarmu… dan mempertahankanmu…maaf …”

“I must be sorry …”, kataku mengalungkan syalku pada lehernya dan menariknya kemudian mencium bibirnya, aku bisa merasa tubuhnya menegang, sama seperti ku, tapi tubuh kami relax seiring ia mencium ku, balik, kami berpelukan dan saling mengecup …setidaknya, berikan kami waktu sekali lagi … sekali lagi untuk menyesali karena kami pernah mengucapkan kata ..goodbye.

.Minkey.

[Jonkey: JonghyunxKey] JYJ – In heaven (1549 words)

Namja cantik itu seperti terombang ambing oleh sesuatu yang entah apa mengganggunya, ia tidak mengerti, apa dan bagaimana semua ini terjadi?

“Kau pulang jam berapa semalam?”,

“Aku? Entahlah ..tidak ingat, aku langsung tidur …”

Namja cantik itu menatap sosok namja tampan didepannya yang sedang memebenarkan letak dasinya dengan terburu-buru. Sedangkan ia, masih merasa kantuk yang luar biasa, namun dengan sekuat tenaga ia membuat sebuah makanan yang layak dimakan…

“Aku berangkat..”

“Kau tidak makan duluan? Aku sudah buatkan ro—“

“Aku tidak bisa, aku harus segera berangkat Key …lain kali saja…”, begitu saja, dan tanpa kata maaf…

“Jjong..tunggu!”, Key, namja cantik itu berlari ke arahnya, dan menarik lengannya, membenarkan letak dasinya dengan benar, namja tampan itu hanya diam saja dan melirik ke jam tangannya.

“Sudah yah aku berangkat …”,

“Jjong—‘

“Dan jangan tunggu aku Key, aku akan makan diluar malam ini dengan clien, annyeong…”

“Jjong…nanti malam anniversary kita…”,lirih Key manatap punggung namja itu masuk kedalam lambhorginienya kemudian pergi begitu saja, tanpa pelukan, tanpa ciuman, atau bahkan kata sayang, bahkan minta maaf pun tidak keluar dari mulutnya.

Entah berapa lama hal itu terus berlangsung, Key hanya bisa diam dan tidak protes, jika ia mengeluarkan suara saja untuk berkomentar, ia tahu, mereka akan beradu argumen, dan hasilnya, Jonghyun akan pergi darinya dan tidak akan kembali. Kemudian, ia akan kembali dan ia menangis, Key menangis, kemudian mereka menyelesaikannya dengan hubungan seks.

“… Jjong…”

“Hm..”

“Aku lelah …”

“Kau tidurlah …”

“Bukan lelah karena apapun, …aku lelah dengan kondisi ini…”, mata Jonghyun terbuka, kemudian melihat sosok Key yang terbaring dipelukannya, masih jelas keringat yang mengalir di keningnya, dan jelas pula tubuh putihnya yang terkespos dari balik selimut mereka.

“Maksudmu …?”,

“Kau tahu, kita terus lakukan ini, bertengkar, kemudian menangis, dan kita akan melakukan seks seperti pertama kalinya, dan menganggap semua tidak terjadi apapun sebelumnya.”,

“Cukup Key … aku tidak mau memabahas ini…”

“Kau tidak bisa—‘

“Key, setiap hal yang kita lakukan itu adalah proses, proses untuk belajar saling memahami lagi, dan jika kau tahu, setiap kita lakukan seks, aku menganggap setiap hal atau inti dari itu merupakan proses penting dalam diriku ketika aku menghabiskannya bersamamu…”

Namun Key, tidak menjawab, ‘saling memahami’ hanya itu kata kuncinya, jadi … mau sampai kapan untuk ‘saling memahami’ sehingga mereka berlaku seperti ini?

“I love you Kibum…” bisik Jonghyun, Key hanya percaya.

.Jongkey.

Namja tampan itu membuka matanya, tangannya menggapai kesebuah sisi kasurnya yang lain, namun ketika ia merasa dingin disana, ia membuka matanya, mimpi … itu hanya mimpi…

i’ll try again to say something

i’ll try again to leave some memory

walking in the dreamscape

in my footsteps

afraid to close my eyes

 Kehangatan itu ia merasa bahwa itu nyata, mengedarkan seluruh pandangannya ke penjuru kamar. Kemudian bangkit dan melihat keseluruh rumah yang besar, sepi … tidak ada suara apapun, tidak ada gemerincing bunyi alat masak, tidak ada bunyi shower menandakan ada seseroang memakainya sebelumnya…

Sudah 1 tahun …ketika ia pergi, ketika ia tidak ada lagi disisinya, untuk dipeluk, dicium, bahkan mengatakan kata cinta … ketika ia sudah tidal lagi berada di kehidupan yang sama dengannya, dan ketika 1 tahun itu pula namja itu berhenti merasakan sesuatu disekitarnya, menajalani semua layaknya boneka yang dipasang daya dan chip untuk melakukan sesuatu, mungkin hanya raganya, namun nyawanya hilang bersama sosok yang setiap pagi di 1 tahun itu ia rindukan … bahkan ia rasakan kehangatan ciuman nya dipagi hari, pelukannya di pagi hari , dan bahkan caranya membenarkan letak dasinya…

Melihat ke ponselnya, melihat tanggal yang sama saat itu, ketika separuh hidupnya berlalu dan pergi … 21 AGUSTUS 2011

.Jongkey.

Namja tampan membuka matanya, merasakan sinar dipagi hari melewati fentilasi rumahnya. Kemudian bangkit dan berjalan ke dapur, mengeluarkan air dingin, tidur mengahabiskan banyak sekali kalori. Matanya terus melihat kesekeliling rumahnya, tentram … dan sepi seperti biasa, seperti selama ini ia hidup 1 tahun, sendiri …

“Oh, kau sudah bangun?”, ia terkejut, menoleh ke arah pintu masuk rumahnya. Matanya terbelalak, melihat sosok cantik berambut blonde membawa setumpuk belanjaan ditangannya.

“Kau ini… seharusnya jangan terlalu keras bekerja, kau tidur pulas sekali, aku berkali-kali mencium mu untuk membangunkanmu, kau lupa harus mengantarku belanja lagi kali ini…”,

Namja tampan itu menelan airnya dengan susah payah, matanya terbelalak menatap sosok cantik itu lewat begitu saja didepannya dengan wajah kesal.

“YA! apa yang kau lihat, aish… Jjongie, jangan menakutiku…”, kata nya cemberut dan berdecak sambil tersenyum, “Seperti melihat setan saja…cepat gosok gigi mu, kau harus sarapan…”,kata nya.

“Key?”,

Namja bernama Key itu menoleh, merasa aneh masih ditatap oleh namjacingunya itu, “Waee… ish…”, katanya kesal.

Jonghyun terkejut, Key menjawab panggilannya, ia menoleh ke arah kulkas, ada foto mereka banyak sekali disana, foto yang seingatnya sudah hilang. Ia melihat tanggalan, 14 Agustus 2010… Jonghyun terbelalak, ia menatap Key yang sibuk mengomel dengan segala keadaan rumah Jonghyun.

“Key!!”, Jonghyun berlari dan memeluknya dari belakang, menciumi tengkuknya berkali-kali dan membalik tubuhnya, mencium bibirnya terus menerus, dan segala sisi wajahnya.

“A-ah…y-yah, Jj-jong..s-stop…a-aah…kau…ish…”, Key mendorong wajah Jonghyun yang masih mau menciumnya, “YAH!”, pletak!

“Ahh!”Jonghyun memegang kepalanya, sakit … Key terkejut, ia langsung mengusap kepala Jonghyun. “T-tidak apa-apa…pukul aku lagi…”

“Hah?”

“Kau pukul aku lagi Key, aku akan terima, aku tidak akan marah, pukul sekerasnya…”

“Kau yakin?”

“Sangat yakin.”, kata Jonghyun, Key memicingkan matanya,

“Baiklah, kau yang minta.” Ketika Jonghyun menutup matanya dan bersiap menerima pukulan dari Key, yang terjadi adalah, Key mencium kening Jonghyun, membuat yang lebih pendek terkejut,

“Buat apa aku pukul, kau suka aneh … aku tidak akan tega memukul my puppy dino…”, Key mencubit hidung Jonghyun, Jonghyun tersenyum lebar dan memeluk Key erat, menggendonganya dan berputar.

“I love you…”,

.Jongkey.

Namja cantik itu tidak mengerti apa yang terjadi pada pacarnya, setiap pagi ketika ia bangun, Jonghyun sudah ada didapur menyiapkan sarapan untuk mereka, dan yang membuat Key tersentuh, ia memberikan Key setangkai mawar di samping kepalanya.

Jonghyun bangun lebih awal dan pulang lebih awal hanya untuk menjemput Key di studio tarinya, menghabiskan makan malam berdua, dan ia tidak akan pernah lupa kejutan-kejutan kecil yang Jonghyun berikan.

Ketika hari libur, Jonghyun membawanya ke pantai, membuat Key senang bukan main, namun ia marah karena ternyata Jonghyun membawanya ke sebuah pesta dan candle light dinner, yang membuat Key salah memakai kostum. Dan seharian ia merasa tidak PD akan penampilannya, namun Jongyun dengan rela membeli outfit yang sama , celana pendek dan kaos oblong, kemudian menghabiskan candle light dinner dan menari dengan outfit unik mereka.

Dalam beberapa hari Key merasa spesial … dan saat itulah, ia ingat bahwa ia harus memberikan balasan yang setimpal dengan apa yang Jonghyun berikan. Ia tersenyum membawa seluruh paper bag berisi makanan yang akan ia sediakan malam itu, malam anniversary mereka…

.Jongkey.

Jonghyun memeriksa seluruh hasil kerjanya, dan ia melihat ke arah ponselnya, sebuah pesan, dan itu dari Key…

From: My yeobo

To: My puppydino

Tonight 7 pm at ur home, i have something for you, ILYSM❤

Jonghyun tersenyum, ia punya waktu 2 jam untuk menyelesaikan persentasinya, dan ia akan cepat pulang. Ia lihat di kalender nya, 21 Agustus 2010 … ia tersenyum, bahkan ia sudah menamainya, bagaimana ia bisa lupa…

“Mr.Kim, dewan rapat sudah berkumpul…”

“…”

“Mr.Kim?”

Jonghyun terbelalak, ia menegakan tubuhnya, tiba-tiba ia berkeringat panik, perasaan nya tidak enak, dan layaknya dejavu semua memori berputar di kepalanya. Tanpa perduli panggilan asistennya, ia mengambil ponsel dan mendial nomer Key, namun tidak juga ia angkat …

“Mr.Kim kita harus segera keruang rapat …”, Jonghyun menoleh dan mengangguk, namun pikirannya tidak fokus.

Langkahnya berat memasuki ruangan, seluruh clien, dewan rapat, dan petinggi perusahaan, serta investor siap mendengar segala penjelasannya, sebuah proyek yang ia buat sejak lama, menguras segala waktu dan juga pengorbanan hidup pribadinya…dan waktu bersama Key … ya…Key…

“Mr.Kim Jonghyun?”

“Neh…nuguya?”

“Kami dari kantor polisi, kerabat anda Kim Kibum mengalami kecelakaan, sebuah mobil menanbraknya,dan ia sedang dibawa ke RS.XXX, kondisinya kritis, kami harap anda cepat menemuinya…”

Jonghyun menatap seluruh anggota rapat yang bingung menatapnya, asistennya mulai berbisik, pegangan tangannya di podium semakin kencang, dan yang ia tahu kemudian adalah, ia pergi dari ruanga rapat itu, berlari keluar kantornya, berlari dan terus berlari mengikuti instingnya.

Ia tidak lagi merasa lelah, ia tidak perduli banyak orang menatapnya aneh, namun ia berhenti di ujung jalan, melihat keseklitar lokasi yang familiar untuknya. Matanya mencari dan terus mencari … dan ketika mendapat siluet sosok yang ia kenal, ia teriakan namanya…namun percuma sosok itu tidak juga berhenti ditempatnya, dari tempatnya Jonghyun melihat ada mobil yang akan melaju cepat menuju ke sosok itu.

“KIBUMMM!!! ANDWEEE….”’, teriaknya, “Kibummmm!!!”

Ia berlari, hanya beberapa langkah lagi, ia tidak akan berhenti, inilah jalannya, inilah jalan yang Tuhan berikan padanya, ia hanya berharap, jika ini mimpi, biarkan ia terbangun, dan jangan biarkan ini terjadi, jika ini nyata, maka biarkan ia pergi … pergi bersama nya…

I beg you, come back to me

don’t go, don’t leave

can’t you remain by my side

lies, all are lies

i can’t hear anything

love you, i love you

can’t you see that from one single line

love you, i love you

will you love me again

.Jongkey.

“Key … I love you …”, bisik Jonghyun menatap lurus kedepan, merasakan hangat disekelilingnya, duduk berdampingan dipadang rumput ilalang, menggenggam tangan sosok cantik disampingnya,

“Jonghyun … you know that I love you too…”, Key mendongak dari pundak Jonghyun dan merebahkan kepalnya lagi,mereka memejamkan mata berdua, hangat, nyaman, dan tentram.

R.I.P
Kim Jonghyun & Kim Kibum
21 Agustus 2010

.Jongkey.

[keytae : KeyxTaemin, slight! Onkey & 2min] Superjunior – miracle (1836 words)

life couldn’t get better

‘til now, the time without you in my life was full of darkness

but ever since i’ve met you, my life’s been like a dream

Entahlah, aku merasa hidupku ini sama sekali tidak lengkap, bukan berarti aku tidak bersyukur dengan apa yang aku miliki sekarang, pekerjaan yang layak, gaji yang tinggi, rumah, mobil, dan segala hal kemewahan dunia mungkin aku miliki dan aku mampu untuk memenuhinya. Namun … ada yang kurang , tetap saja, ada yang kurang di dalam sini… di hatiku … aku kesepian…

Terkadang, aku ingin memiliki sebuah hubungan, namun aku selalu gagal, aku merasa hidupku tidak akan pernah baik, banyak yang mendekat, namun tidak ada yang bisa membuatku nyaman … mungkin aku tidak mau membuka kesempatan, aku terlalu takut ditinggalkan, aku takut perpisahan, karena aku tidak pernah merasa kan kebahagiaan yang sebenarnya, dan apa itu, aku tidak tahu… tapi aku berharap, suatu saat Tuhan berikan aku keajaiban untuk memberikan ku sesuatu untuk tahu, apa itu cinta…

DRRT DRRT DRRT

Lagi, ID itu mengubungi ku lagi, untuk apa dia selalu mengubungiku jelas aku tidak menyukainya, aku tidak mau mengambil resiko menjalin hubungan yang bernama cinta bertepuk sebelah tangan, hanya satu sisi, dan itu darinya, bukan dari ku juga, itu menyakitkan, dan bahkan itu sangat tidak adil…

Aku rapatkan syal ku kebatas hidungku, aku tidak membawa mobil ku kali ini, aku hanya ingin menghabiskan waktu ku ditengah malam ini, berjalan, menikmati udara dingin … aku hiraukan bunyi ponsel ku yang terus menganggu, aku keluarkan ponsel ku dan aku ambil kartunya, kemudian aku buang jauh-jauh, aku kesal … aku harap dia mengerti aku butuh waktu …

Aku masuk kedalam sebuah taman, sudah pukul 10 malam, dan aku tahu, taman ini tidak banyak penghuninya jika musim dingin, aku duduk di bangku taman , mengeraskan volume iPod ku, bergumam sambil menghabiskan waktu menyesap hot frapucino ku dan melihat ke atas langit.

Namun … kemudian aku mendengar sayup-sayup sebuah suara … suara seorang anak…anak bayi…wait ,what?!!. Kibum melepas iPodnya, ia melihat kesekitar, menerka mungkin saja pendengarannya salah. Namun tidak, ia bisa dengar dengan jelas bahwa itu suara anak bayi, ia berdiri dan mencari arah suara itu…

~keytae~

Matanya tertuju pada sebuah mainan berbentuk lorong, ia berjalan mendekat, ketika ia membungkuk dan mengecek nya, nafasnya tercekat , ada sebuah kasur bayi kecil, dan didalam sana seorang anak menendang selimut tebal yang menyelimutinya, Kibum gemetar … ia raih anak bayi itu… saat itu pula, ia merasa dunia ini benar tidak adil…

Seorang ank bayi, mungkin beberapa bulan … menangis, kulitnya memerah, namun bayi itu sangat cantik, bahkan kulitnya layaknya malaikat … semua anak bayi adalah malaikat, dan mereka merupakan anugerah Tuhan, lalu siapa yang tega melakukan ini? Membuang malaikat yang Tuhan turunkan?

“Ssshht … baby … aku Kibum … uljima…uljima…aku akan merawatmu sayang…uljima…neh?”, Kibum menimangnya, dan ajaibnya anak itu diam, menatap –seperti menatap-nya kemudian tangisnnya reda, tangannya bermain di bibirnya yang basah, menatap Kibum dengan matanya yang indah. Entah apa, Kibum, untuk pertama kali merasa dunianya lengkap hanya melihatnya…

~keytae~

Kibum melihat kertas didepannya , membacanya dengan baik, kemudian matanya beralih ke namja kecil berpotongan rambut seperti mangkuk, berwarna hitam, dan juga lembut , memainkan ujung tali tasnya dan menatapnya lekat, mata itu, mata yang selalu membuat hari Kibum lengkap…

“Ng … jadi, aku harus datang?”, tanya Kibum ragu. Namja kecil itu mengangguk dan duduk dipangkuan Kibum, memainkan kerah baju Kibum.

“Yap! Umma hayus datang … kata congcaenim cemua umma pasti datang … umma datang kan? Datang yah… pasti datang…”, anak kecil itu memainkan pipi Kibum mengelusnya atau bahkan mencubbitinya…

Kibum agak khawatir, bagaimana ia jelaskan pada anaknya ini?

“Ng … Minnie … kenapa kau ingin sekali aku datang?’, tanya Kibum, anak kecil bernama asli Taemin itu melihatnya dengan mata berkedip berkali-kali.

“Kenapa?”, ia berpikir dengan mengigit jarinya, “…kalena kau umma ku!”, katanya simple, “…aku mau celita cama cemua cingu ku, kalau aku punya umma yang hebat, ia cayang padaku…membelikanku banyak cucu banana, dan juga melawat ku dengan baik …” kali ini Taemin memeluk Kibum dan mencium pipinya, Kibum menarik nafas dan memeluk Taemin.

“Baiklah, umma akan datang … besok akan umma siapkan bekal paling enak sedunia, agar kau bisa berbagi dengan yang lain…”, kata Kibum, Taemin loncat ke depan Kibum dan ber-yeiy ria.

Kibum berdecak melihat Taemin yang berlari kesana kemari.

“Oh umma… aku tadi beltemu cama ceorang ahjuchi, dia tampaaan…cekali, katanya aku halus katakan cama umma, kalau dia mau jadi appa ku, kalau umma tau capa dia, aku mau dia jadi appa ku.”, kata Taemin , Kibum mengerutkan alisnya.

“Hah? Siapa nama nya?”,

Taemin tersenyum …”..ng…capa yah? Lee …j-jun..ah, Lee Jinki! Pokoknya dia lucu umma…pipinya tembeb …dan dia juga cuka makan ayam, tadi aku cama cingu ku dibelikan ayam cama dia…”, Kibum hanya diam , dia menarik nafas dan melihat ke luar jendela apartemennya, sudah 5 tahun, mau sampai kapan dia seperti itu?

~keytae~

Kibum berdiri didepan gedung sekolah TK dengan mengigit bibirnya, ia menarik nafasnya dan memeriksan penampilannya, pertemuan orang tua pertama yang harus ia datangi, di hari ibu ini Taemin memintanya datang, pada awalnya Kibum khawatir akan hal ini, bukan karena ia tidak suka sebagai ‘umma’ Taemin, namun keadaan masyarakatlah yang akan membuatnya berpikir dua kali…

Namun, tidak … dia tidak akan ragu, bagaimanapun juga, semenjak ia bertemu Taemin, ia rela melakukan apapun untuknya…

~keytae~

“berikutnya Lee Taemin, silahkan maju kedepan dan ceritakan tentang keluargamu…”, seroang guru berpotongan cepak bernama Amber memanggil nya, Kibum melihat sosok Taemin yang berdiri dengan perlahan, ketika ia berjalan rambutnya baik turun dengan lucu. Sesampainya didepan ia melihat Kibum dan tersenyum manis, Kibum melambai pelan ke arahnya.

“Ehm, annyeong hacheyo cemua…namaku Lee Taemin .. umul ku 5 taun , dan aku cuka banana milk.”, katanya, membuat seluruh orang tua yang ada disana terkikik mendengar suaranya, Kibum ikut tersenyum.

“Taemin, mana ummamu?”, tanya seorang anak kecil lain, Taemin terkekeh dan menunjuk ke arah depannya, semua anak menoleh ke arah orang tua dibelakang mereka semua.

“Itu … yang belambut kuning dan memakai jas, dia ummaku… namanya Kim Kibum”, kata Taemin mantap menunjuk Kibum satu-satunya bermabut blonde diruangan itu dan yang memakai jas. Semua orang menatap ke arah Kibum dan mulai berbisik,

“Hhaahahaha …maca umma mu namja? Umma itu yeoja…”, teriak seorang anak kecil, dan langsung diam ketika orang tuanya mencubitnya.

“Taemin … kau tidak punya umma yah?”

“Iya, umma mu mana? Maca ahjussi itu cih?”

Kibum mulai geram, ia melihat ke arah Taemin yang menunduk, ia khawatir anaknya itu akan menangis. “Anak-anak, tenang ya, Taeminkan belum cerita… ayo lanjutkan Taemin ah~…”

Namun Taemin hanya diam saja, ia terus melihat ke arah sepatunya. Kibum menatap Taemin lekat, kemudian sebelum ia berkata Taemin sudah mendongak lagi.

“Itu umma ku, yang kalian liat itu ialah ummaku, kalau kalian tanya kenapa dia namja? Aku akan biliang, itulah ummaku, kalian tidak akan pelnah punya umma sepelti dia kan? Dia itu umma cekaligus appaku, dia yang membesalkan ku dan melawatku lebih baik dali seolang yeoja, dia memasak lebih enak dali seolang yeoja, dia suka malah(marah) dan lebih celam dali ceolang yeoja…”, Kibum terpaku, namun kemudian ia tersenyum akan kalimat terakhir Taemin.

“ … dan dia mencintaiku lebih dali ceolang umma lain yang ada didunia ini, campai cuatu caat nanti, aku janji, aku akan jadi umma yang baik dan hebat cepeltinya… “, kata Taemin tersenyum ke arah Kibum, “ … umma, Taemin janji, Taemin akan jadi anak yang baik dan pintal, akan tuluti cemua kata umma, Taemin akan minum banyak cucu cupaya cepat becal dan bica membantu umma …caranghae umma…”, Taemin merentangkan tangannya lebar, Kibum mengusap matanya dari air mata, tidak menyangka, anak berumur 5 tahun yang hampir saja mati kedinginan itu tumbuh menjadi anak yang berbesar hati, Kibum malu akan dirinya, dengan umurnya yang sudah tua, ia bahkan tidak bisa menghadapi kejamnya dunia, tidak seperti Taemin yang bahkan kebal akan gunjingan disekitarnya.

Kibum berjalan menuju Taemin dan memeluknya dengan erat dan mencium bibirnya,  “Umma juga sayang Taemin, nado saranghae…”.

“Ng…Kibum shi…”, seorang anak bermata besar dengan bola sepak di tangannya mengangkat tangannya meminta perhatian, Kibum menoleh dan juga Taemin.

“Ya?”, tanya Kibum, anak kecil itu berdiri dari tempatnya dan tersenyum lebar, senyum yang manis. Kemudian membungkuk dengan sopan, Kibum bisa lihat umma anak itu terkejut juga, dan seluruh orang tua ikut bingung.

“Aku mungkin masih kecil, tapi aku janji aku akan jaga Taemin, sampai suatu saat nanti aku akan menikah dengannya, jadi kau jangan khawatir …”, Kibum terkejut, anak jaman sekarang sangat terbuka dengan sebuah hubungan, Kibum tersenyum dan hampir tertawa ketika kepala anak itu dijitak oleh orang tuanya.

“Siapa namamu nak?”, tanya Kibum, anak itu tersenyum lebar.

“Aku Minho, Choi Minho, bolehkan aku menjadi suami Taemin?”, tanyanya lagi, Kibum tertawa, ia melihat Taemin memeluknya erat dan tidak berani menatap Minho.

“Boleh, asal janji jadi anak baik, rajin belajar, dan dengarkan kata orang tuamu, kalau itu kau lakukan, Taemin akan suka padamu…ya kan Taemin?”, tanya Kibum, Taemin hanya mengangguk. Kibum hanya mengelus punggung anaknya yang masih dalam pelukannya itu, Taemin … inilah cinta, kau ajarkan aku apa itu cinta…

~Keytae~

Tangan Taemin yang kecil mengayun dengan senang ditangan Kibum, dan yang satunya lagi memegang ice cream cone dan menjilatnya dengan senang. Kibum tak hentinya bergumamkan lagu untuknya.

“Taemin…”, tiba-tiba Kibum berbicara.

“Ng, umma?”

“Terima kasih…”, katanya berhenti dan menatap Taemin, Taemin mengedipkan matanya berkali-kali. “Terima kasih karena kau datang kekehidupanku, aku sangat bersyukur menemui ketika aku merasa aku sendirian didunia ini, aku  tidak pernah tahu apa itu cinta dan itu bagaimana, tapi ketika aku bertemu denganmu, aku tahu, kau adalah malaikat kebahagian yang datang untuk mengenalkan cinta pada hidupku…”, kata Kibum, mungkin seorang anak kecil bingung mendengarnya, namun anak kecil itu tahu apa arti kata ‘kebahagiaan’.

“Umma aku juga bahagia beltemu umma…”, Taemin memeluk kaki Kibum, Kibum tersenyum dan menggendongnya. Ketika mereka berjalan lagi Kibum berhenti, menatap sosok yang tersenyum didepannya, Taemin ikut melihat ke arah mata Kibum berada, dan senyum terpampang dibibirnya.

“CHICKEN AHJUCHI!!”, teriak Taemin dan berusaha turun dari Kibum, Kibum melepasnya dan membiarkan Taemin berlari kepelukan namja itu, kemudian namja itu berjalan ke arah Kibum.

“Kau sibuk? Untuk kesekian kalinya, aku mengajakmu makan malam … “, kata nya,

“Aku ikut!!”, teriak Taemin, namja itu mencubit hidung anak itu dan mencium pipinya,

“Tentu saja jagoan…”, katanya, “…tapi, aku tidak tahu dengan umma mu ini?”, tanyanya melirik Kibum, Kibum diam saja menatap sosok itu,

“Ummaaa~”, Taemin merengek, dan kali ini Kibum terpaku menerima puppy eyes dari dua orang, ia menarik nafas dan mengangguk.

“Baiklah … “, kata nya, namja itu tersenyum lebar, “..tapi ini demi Taemin …”, katanya pelan,

Namja itu hanya mengangkat bahu dan berbalik begitu saja, “Kau mau makan apa jagoan?”, tanya nya pada Taemin.

“Ng …. ayam!”, teriaknya, Namja itu tertawa,

“Aku juga!kau cocok denganku jagoan.”, katanya, Kibum menarik nafas, ia berjalan dibelakang namja itu, namun sedetik kemudian ia terkejut ketika tangan kanannya di raih olehnya, digenggam dengan erat, anehnya …setelah 5 tahun ini, ia tidak menolaknya … perlahan senyum terukir darinya, namja itu menoleh dan melihatnya, ikut tersenyum ketika Kibum menggenggam tangannya, menautkan jari-jari mereka. Kibum menyamakan langkah nya disampingnya dan menatap Taemin yang tersenyum bahagia.

Terima kasih Taemin …

~keytae~

Afterword:

Kekekek~ gimana menurut kalian? Drabble aneh saya ini bisa dimengerti maksudnya? Kekekek~
Oke, guys, comments and like if ya likey

PS:
buat part 2 nya, gue bakal bikin Taemin wiff SHINee so itu pasti couplenya (2min,jongtae, ontae, dan keytae) buat yang punya ide lagu apa yang harus gue bikin buat part dua silahkan masukannya yah? Onkey?!

See ya …ILYSM suunders❤

46 thoughts on “[SHINee couple darbble] Story behind the ballad PART 1 of 5

  1. Baruuu baca… -plakplakplak-
    saia ituuu sukaa pilih2 baca ff, jadi sering ketingglan, ckckckc..
    Tp prinsip saia, tiap baca ff pasti koment. -kok curhat? Biariiin- XDDD
    uwaaah, drabble’y kereeenn. Serasa baca oneshot jackpot gituu, ini onkey so sweet bgttt, tp yg minkey nyesek ih, pisahan gitu, pasti itu minho ma taemin? Toeenkk.
    Jongkey juga sweet, in heaven my fav song, jejungggg XDDD
    taekey? Anak-umma? Haaseekk, ending’y ma onyuu gitu? Hehe..
    Lanjuuut part taemin.. XDDD

  2. kkyyyyaaa…. inhe kerrrreeeeennn… Q suka versi taekey a… hahahaa…
    bayangin tetem seimmmyyuuttt ithuu,, hahahahaha…
    daaeebbaakkkk unn…

  3. Likey…..
    Menyentuh bnget….suka banget bgn minho and key balikan….terus Taemin yg celat gemesin bngt Key emang patut dibanggain….
    Ditunggu loh!yg lainnya…🙂

  4. paling suka sama bagian taekey…
    manis banget…
    ngebayangin taemin wktu masih kecilll, tapi udah bisa ngomong kayak gitu…
    uhhh, pasti bangga banget key….
    di tunggu sequel nya kak…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s