[Onkey] WTF part 3 of ?


Foreword:

Nyah nyah nyah~ ini dia, seperti yang gue bilang, jangan paksa gue buat update! Gue orang sibuk! Ada yang suka juga yah FF abal begini? Gue bukan OKS sejati , 2min sejati aja bukan … buat FF juga karena doyan nulis, jadi maaf deh yah klo banyak yang kurang”, klo merasa kurang berkhayal sendiri atau nulis sendiri aja … biar tahu rasanya… ahahahaha~

Kenapa gue gunain PW tetap? Percuma man, banyak SR juga, berarti banyak yg bocorin juga. LOL TAPI makasih yah yang udah komen, WO error, kita berdoa saja cepet sembuh, di like gak bisa yah? Klo di protect emang gak bisa kayaknya.

Yaudahlah, enjoy, comments guys!

By: Sanniiewkey~

Link for Prev part : [PART 1] , [PART 2]

Tubuh namja cantik yang tidak begitu tinggi bergetar di pelukan seorang namja tampan bermata besar, tangan namja tampan itu dengan erat memeluk pinggang tubuh namja cantik yang sekarang duduk di pangkuannya dan memeluk leher namja tampan dengan kencang.

“Mm-m-minho…H-hyunggg…s-stopp…AAAH!! a-aku bilang tolong di S-stop!”, teriaknya, Minho hanya berdecak dan malah semakin mengeratkan pelukannya di tubuh nya,

“Sebentar lagi Taemin …”, katanya mengelus punggung Taemin sayang, Taemin menggeleng dan tambah bergetar, atau mungkin anak itu mulai ingin menangis?

“H-hyunggg…a-aku…AAAH! A-apa itu tadi?”,

“Tidak ada apa-apa …”

“I-ini benar-benar membuatku …Aaah!!”, kepala Taemin semakin ia benamkan keleher Minho, Minho hanya tersenyum senang , kesempatan ya Tuhan…kesempatan …sesuatu sekali ini ya Tuhan pikir Minho.

“Katanya berani …ini kan hanya film biasa Taemin …”, jelas Minho, Taemin menggeleng.

“Andwe! Kau jahat sekali menjebakku, ini film horror, kau tega sekali!”,Taemin mendorong tubuh Minho ketika Minho sudah mematikan dvd itu, malam itu mereka bersepakat untuk menghabiskan waktu sekali-kali di rumah Minho, niatnya Minho hanya membantu Taemin dalam tugas, namun akhirnya bosan dan menonton film , Minho sengaja memilih film itu, ia hanya ingin bercudle ria, biarkan lah… jadi phedophil sekali-kali tidak ada dosanya.

“Yah yah … begitu saja marah, nanti cantiknya hilang loh …”, ledek Minho mencubit hidungnya, Taemin berdecak, wajahnya memerah dan berdiri mengambil tasnya. “Loh, mau kemana?”, tanya Minho lagi melihat pacarnya itu malah beres-beres untuk pulang.

“Tidak asik, kau menipuku, aku mau pulang saja, ini sudah tidak seru lagi, lagi pula sudah malam…”, jelas Taemin, namun dengan segera Minho menarik tubuh Taemin kepelukannya dari belakang, dan mengehempaskan tubuh mereka lagi balik di atas sofa.

“Y-yah Hyungg…”, rengek Taemin, “L-lepaskan … aku mau pulangg…”, rengeknya lagi sambil berusaha melepas pelukan erat di perutnya, Minho bukannya melepasnya malah memeluknya lebih erat dan membenamkan kepalanya di pundak Taemin.

“H-hyung!!”, Taemin terkesiap ketika pundaknya sudah dicium oleh Minho, ia menoleh kaget dan bertemu dengan mata Minho yang … entahlah, bisa dibilang, ia menginginkan sesuatu, dan itu pasti dari Taemin. “H-hyung, serius, jangan tatap aku begitu, kau membuatku takut…aku merinding jadinya…”, jelas Taemin panik, gawat …

Minho menarik wajah Taemin , hingga jarak mereka tinggal beberapa centi lagi, Taemin menelan ludahnya, rasanya ia ditelan hidup-hidup hanya dengan tatapan mata dari Minho.

“Jangan pergi sekarang … aku kesepian …”, kata Minho memasang aegyo terbaiknya, Taemin tidak pernah tahu sisi itu, jujur, ia terkejut untuk pertama kalinya, dan HELL, dia tidak bisa berkata apapun, dia merasa tersihir…mungkin aegyo nya sama derajatnya dengan aegyo Minho?. Minho membelai pipi Taemin dengan jari-jari tangan kananya dan menatap lekat ke mata Taemin yang membesar, ia senang membuat sang namja cantik gugup setengah mati, kemudian tanganya bertengger di bibirnya. Kemudian seperti terjadi natural begitu saja, tidak lama bibir mereka bertemu dan saling melumat lembut … seakan lupa niatnya tadi, Taemin malah mengalungkan tangannya di leher Minho, membalas ciumanya, dengan senang hati Minho melalukan lebih jauh, sebelum lidah mereka menyatu, tangan Minho sudah bergeliriya di balik seragam Taemin.

“H-hyungg…”

“Sssh … “, Minho menatap mata Taemin, dengan itu mereka seperti memberikan sinyal sesuatu dan saling bertatapan, kemudian tatapan itu bukan lagi tatapan saling sayang…

“A-aku harus hubungi—“, Minho menatap lekat Taemin,

“Please baby, kali ini saja, umma mu jejadian itu pasti tahu apa yang dilakukan anaknya sekarang, dan aku tidak yakin kalau umma mu bisa diganggu sekarang…”, jelas Minho, Taemin memeringkan kepalanya. “Ah, sudahlah… pokoknya ummamu itu sibuk…”, Minho menyengir dan mnggeret Taemin masuk kedalam kamarnya dengan paksa, ia tahu persis Kibum itu sedang apa sekarang, ia lihat dengan jelas ketika ia pulang sekolah siang tadi dari kaca jendela …ck.

~WTF. Onkey~

“Eungg~~ “, Kibum membuka matanya mengusap nya dengan lembut, menerima cahaya yang siap masuk ke retina matanya, namun saat itu juga tiba-tiba gelap lagi, ia tersenyum, mungkin ummanya yang kembali menutup hordeng kamarnya?

“Morning my bunny~”, SNAP!

Kibum mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha mengingat …mencerna, meneliti … dan o.O .. melihat Jinki yang OH MY~~ oke, dada terekspos, dan entah kenapa dia terlihat sexy, membuat Kibum ingin mengeluarkan air liurnya saat itu juga, pipi yang sedikit chubby, mata sabit dan juga rambut yang maish berantakan tersenyum padanya, menumpu kepalanya dalam posisi miring di samping kiri Kibum dengan satu tangan nya, serta tangan yang lain…omo omo…melingkar dipinggang Kibum…

Kibum langsung menoleh ke arah lain, terdengar decakan dari mulut Jinki, “Yaampun, begitu membalas sapaan selamat pagi dari pacarmu?”, pacar? PA-CAR? Wajah Kibum tambah memerah, ia ingat, kemarin mereka resmi jadian, dan ia tidak lupa bahwa dalam posisi mereka sekarang, satu ranjang, satu selimut, dan naked … jelas mereka habis melakukan malam bersama, dan itu terjadi sangat cepat.

“Bunny ah~ …”, Jinki menarik dagu Kibum, Kibum dengan sekuat tenaga menoleh ke arah lain, eggan menatap Jinki, “Hei … look at me bunny~”, Kibum meliriknya kesal dan menepis tangan Jinki.

“Im not rabbit Oke? Its you Rabbit, lihat saja gigi depan mu itu!”, tunjuk Kibum, Jinki berpikir sejenak kemudian mengangguk.

“Ah, benar juga!hahaha..okelah Kitty!”, Kibum menganga, ia menoleh ke arah lain.

“WHATEVER!”, katanya beranjak diri, namun tangannya ditangkap oleh Jinki dan menariknya lagi kembali ke ranjang. ‘YAH!”, Kibum terhenti ketika Jinki sudah berada di atasnya, terkekeh iseng dan menerkam tangannya di atas kepala.

“Ck, kita baru saja jadian, dan kita baru saja berhubungan seks semalam, masa kau tidak ada ramahnya denganku Kitty?”, tatap Jinki,. Kibum hanya menarik nafas dan berusaha menyingkir.

“Jinki, ish, berat akh, minggir tidak?” namun percuma, Jinki malah menggeleng dan membenamkan wajahnya di leher Kibum. “J-jinki lepasin akh, sakit tauk!”, rengek Kibum, dengan wajah memerah, “J-jangan coba-coba lakukan pemaksaan padaku Jinki, aku masih lelah …”, kata Kibum ketika ia merasa Jinki mulai mencium leher Kibum lagi …

Namun yang ada Jinki malah tertawa dan meletakan keningnya di dada Kibum saking gelinya ia tertawa, hei, not everybody can make a joke with the almighty Kibum, even thats just a laugh!

PLETAK!
“AWWW!!!”, Jinki meringis menerima pukulan dikepala dari Kibum, ‘Yah! Sakittt~~~”, teriak Jinki, Kibum terkejut, Jinki nya berteriak padanya?

“YAH! Tidak usah berteriak …habisnya, jangan menertawaiku, aku tidak suka…”, balas Kibum, Jinki yang sadar bahwa Kibum malah balik mengambek ia menatap Kibum yang menoleh dengan wajah asem.

Jinki menarik nafas, heran … sosok namja cantik ini mood nya gampang berubah, tapi itulah Kibum, ia suka berbagai ekspresi yang Kibum punya, apapun itu, ia mencoba untuk sangat menikmati, terlebih mencintai segalanya tentang Kibum.

Jinki memang tidak tahu banyak, namun ia akan berusaha mulai dari sekarang, termasuk meminta maaf terlebih dahulu, mencari cara yang manjur.

“Kibum ah~… mianhe ne…”, Jinki mencium tangan Kibum, Kibum meliriknya kesal,

“Mencoba merayu hah? AWAS! Mau sekolah tidak?! Aku mau mandi!”

“Aku janji tidak menertawaimu … jadi maafkan aku ya? demi sepatu nike terbaru.”, Kata Jinki, Kibum menoleh dan menatapnya lekat,

“Nah, sekarang kau coba menyogokku hah? Aku bahkan tahu kau tidak akan mampu membelinya.”, jelas Kibum. Jinki hanya terkekeh dan menunjukan tanda peace ditangannya.

“Sudah, sekarang minggir, aku mau mandi … “, Jinki menarik nafas dan mencium pipi Kibum, Kibum hanya berdecak dan melilitkan selimut pada tubuhnya dan bangkit dari kasur, namun Jinki malah asik menatap sosok Kibum sambil terududuk berselimutan.

Kibum ingin berjalan ke kamar mandi ia berhenti dan berbalik ke arah Jinki, menatap Jinki yang menatapnya layak puppy. “Ng … kau punya seragam yang cocok untukku?”, tanya Kibum malu-malu, Jinki terkekeh.

“Ada dong sayang … “, jelas Jinki, Kibum menarik nafas lega, hello, Kibum tidak akan mau memakai baju satu untuk hari yang berbeda. Namun ketika Kibum ingin menutup pintu kamar mandi, tangan besar menghalau pintu itu, dan terpampanglah wajah dengan senyum lima jari dan gigi kelinci yang terlihat cling,

“Y-yah, m-mau apa kau …aaah…”,Kibum berusaha mendorong pintu, namun Jinki lebih kuat,

“Mandi, apa lagi? Ini sudah siang, menunggumu bisa menghabiskan waktu…”, jelas Jinki polos, Kibum terbelalak.

“ANDWE!!!”, teriaknya, namun percuma Jinki memasukan satu kaki kanannya kedalam, Kibum terkejut. “Jinki! Jangan main-main!”, Jinki menambah bagian sisi tubuh kanannya, “YAH! JINK—“, Jinki memasukan seperempat badannya. “JINKI AK—“,

“IM IN!!”, teriak Jinki senang yang sudah berhasil masuk kedalam, dan menggeret Kibum dipinggangnya dan menariknya kedalam shower, Kibum berontak, namun percuma, Jinki sudah menciumnya dan memaksanya, dammit for my body why im so weak for this fucking dubu? Pikir Kibum.

~WTF onkey~

Semua mata tertuju seperti biasa, namun kali ini berbeda, karena pemandangan baru dipagi hari yang mereka lihat kali ini adalah sepasang namja yang keluar dari mobil range rover di pelataran sekolah elit itu. Dan yang membuat mereka terkejut adalah pemandangan didepan mereka, Kibum sang angel diapit tangannya oleh sang devil Jinki,well…tepatnya Jinki yang memaksanya, menunjukkan secara publik langsung kalau KIBUM adalah milikknya sekarang …

[Mereka jadian?]

[Ya tuhan, serius, kenapa kita harus menerima kenyataan pahit lagi, kemarin Taemin dan Minho, dan sekarang?]

[Ini tidak adil, kenapa mereka harus bersama, mereka terlalu perfect…]

“Haish, mulut semua siswa disini selalu saja kreatif.”, gumam Kibum, Jinki menoleh dan hanya tertawa , tanpa perduli tatapan orang lain berjalan masuk kedalam loby sekolah.

Semua murid masih menatapnya,sampai Jinki mengantar Kibum kelokernya,”Ada pelajaran apa sekarang?”, tanya Jinki, Kibum menarik nafas.

“Aku P.E, tapi berhubung ada orang yang membuat pinggulku ngilu, aku tidak ikut kelas ini …”, sindir Kibum, Jinki berdecak dan menyentil jidat Kibum.

“Katakan itu pada orang yang menikmati malam pertama kita.”,

“YAH!”, Kibum ingin menjitak Jinki namun kemudian matanya beralih ke arah lain. Ia melihat Taemin dan Minho masuk kedalam lorong sekolah dan berjalan menuju mereka.

“MINNIE!!!”, Teriak Kibum, Taemin menoleh dan berlari menuju Kibum, tapi tangannya ikut menarik Minho bersamanya. “I miss you … im sorry aku tidak menghubungi mu semalam … aku ada…tugas, jadi aku harus menginap dirumah teman…”, kata Kibum , Jinki hanya berdecak dan dengan cepat di sikut Kibum.

“Tidak apa-apa … aku juga bersama Minho hyung menginap dirumahnya.”, jelas Taemin, Jinki langsung melihat ke arah Kibum yang terdiam dan senyumnya hilang, Minho yang berada disisi Taemin merasa perubahan aura disekitarnya itu, dengan cepat ia memberikan sinyal pada Jinki.

“Menginap katamu?”, tanya Kibum dingin,

“Iya, aku dan Minho hyung menghabiskan malam berdua, kami melakukan hal apapun, aku lelah sekali, Minho hyung tidak mau berhenti, kami hampir melakukannya hingga pagi, kalau aku tidak mengantuk dan membujuknya karena aku lelah, dia tidak akan berhenti…”,thats it! THATS IT! Kibum seperti mendapatkan pukulan keras dikepalanya…

Minho menarik tangan Taemin, “Ng…baby…sepertinya aku harus cepat kekelas, sebaiknya kita duluan…”

“Eoh? Bukannya kau bilang kelas pertama ini kosong Hyung?”, tanya Taemin polos, Minho menatap waswas ke arah Kibum yang mulai geram. Namun Jinki sudah berdiri dibelakang Kibum dan memeluk Kibum dipinggangnya, Kibum tidak sadar akan hal itu, matanya terus menatap tajam ke arah Minho meminta penjelasan.

“Kitty, kau tahu? Eyelinermu luntur…”, Kibum menoleh ke arah Jinki,

“Jinjj—YAH MINHO KEMBALI KAU, AWAS KAU NANTI , KALAU KAU BERANI SENTUH UJUNG RAMBUT NYA, AKU JANJI AKAN KUGORENG MANHOOD MU ITU BIAR JADI MAKANAN LEZAT UNTUK ANJING KU DIRUMAH!!!”, teriak Kibum yang dihalau oleh Kibum dengan memeluk pinggangnya, seluruh mata menatap iri pada pasangan baru itu, pasangan yang awalnua bertengkar, dan sekarang sudah go publik dengan berpelukan sana sini.

“Kibum, kalau kau tidak diam, akan kucium kau…”, jelas Jinki, Kibum sontak berhenti dengan wajah memerah, ia sadar jadi bahan tontonan, ketika ia melihat keseluruh siswa, mereka buru-buru tidak lihat. Kibum menepis tangan Jinki dan mencubit perutnya.

“Jangan dekati aku , kalau tidak …”, Kibum menunjukan tinjunya, dan menahan tawa ketika Kibum pergi ke arah lain.

“Cute..”, Jinki tersenyum dan berjalan ke arahnya.

~WTF. Onkey~

Jinki lebih tertarik melihat keluar jendela dibanding melihat kepapan tulis, mendengarkan guru bicara, atau bahkan mencatat yang penting saja.

“Lee Jinki, kalau kau merasa diluar sana lebih menarik, kau bisa keluar…”,jelas Mrs.Dara, Jinki menoleh dan tersenyum  lebar, senyum yang membuat orang sekelilingnya meleleh, termasuk gurunya itu yang berubah warna wajahnya.

“Tidak ada Dara songsaenim … aku hanya berpikir, apa jadinya jika aku tidak ambil kelas ini dan duduk diluar sana, pasti sangat membosankan, lebih baik menerima ilmu dari mu, ya kan?”, balasnya,

Gurunya itu tersenyum malu namun menjaga wibawanya dan melanjutkan pengajarannya lagi, ketika gurunya itu lemah, ia melihat lagi keluar, melihat sosok yang duduk tenang di pinggiran lapangan, kulitnya yang putih berinar diterpa matahari, dan senyumnya serta tawanya yang sedang ia berikan pada teman-temannya yang bertanding voly.

Namun senyum Jinki terganti ketika ia melihat siapa yang datang menghampirinya, GD … Jinki menegakan tubuhnya, melihat gelagat yang dilakukan GD dan Key diluar sana, entah apa yang mereka bicarakan, namun tidak bisakah mereka jaga jarak sedikit? Dan OMO, apa itu? Apa-apaan, kenapa harus ada elus kepala segala??!!WTF?!!

“Maaf Songsaenim, tiba-tiba perutku mulas, bisa aku ijin kekamar kecil?”, tanya Jinki, Dara melihat ke arah Jinki, Jinki memasang wajah semelas mungkin, akhirnya Dara songsaem mengangguk , dan secepat kilat Jinki langsung berlari keluar dengan tangan mengepal, cemburu, ia benar cemburu, sekarang sifatnya lebih overportect pada Kibum, enak saja…tidak ada yang boleh menyentuhnya, Jinki sudah pernah katakan itu, dan tentu saja, JINKI sudah me MARK Kibum!

~WTF. Onkey~

Dilain sisi, Kibum tersenyum melihat Jinki yang geram menatapnya dari balik jendela, sengaja… dia sengaja lakukan itu, sebagai pelajaran untuknya, untuk memberikannya pelajaran bahwa JINKI DONT OWN HIM!. Well, mereka berpacaran sekarang, dan Kibum bukan berarti ia tidak senang, ia hanya ingin memeberikan balasan untuk sikap sesuka hati Jinki itu.

“Ahh..sudah sudah… jangan dekat-dekat , sana minggir…”, Kibum mendorong tubuh GD yang masih mendekatinya,

“Yah, waee… katanya mau acting, kalau acting, harus total dong?”, tanyanya, Kibum menyilangkan tangannya depan dada,dan menatap GD dingin.

“Berani maju, ucapkan selamat tinggal pada JD aka Junior dragon mu itu.”, ancam Kibum, “Sudah sana…”, Kibum mengibaskan tangannya menyuruh GD pergi. Dan melihat ke arah lain, ia membuang nafasnya, bosan sekali … lebih baik ia kembali kekelas saja.

~.wtf. Onkey~

Kibum berjalan masuk menuju lorong belakang, mulutnya tak hentinya bergumam, ahhh…dia senang sekali habis mengerjai Jinki itu hanya dengan sandiwara saja.

SREEK~BUKK

“ahh!!”, Kibum mendesis ketika tubuhnya ditarik oleh sebuah tangan dan dihempaskan ketembok, ketika ia membuka matanya, didepannya Jinki sudah berdiri mencengkram tangannya ditembok dan jarak mereka hanya beberapa centi saja.

“Apa yang kau bicarakan dengan GD?” tanya Jinki, Kibum menelan ludah ia melihat ke arah lain.

“Tidak ada… memangnya apa yang harus dibicarakan sampai kau mau tahu?”, tanya Kibum, Jinki mendekatkan tubuhnya lagi dan meletakan bibirnya ditelinga Kibum, membuatnya mengigit bibirnya, menahan desahan dari mulutnya.

“J-jinki…ini disekolah.”,

“Lalu kenapa?”, tanya Jinki mencium leher Kibum, Kibum berusaha mendorongnya, namun percuma, semenjak ia menjadi milik Jinki, ia seperti lemah terhadap sentuhan Jinki. “Sepertinya kau senang sekali disentuh olehnya?”, tanya Jinki merapatkan tubuh mereka dan mulai mencium rahang Kibum.

“A-apa sih?! Kau berlebihan! Jinki, serius, lepaskan aku … ada apa sih denganmu?”, tanya Kibum, Jinki menarik wajah Kibum dan menatapnya lekat.

“Berapa kali aku bilang, tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku!”, Kibum menelan ludah, gawat, ia benar membangunkan macan tidur, wajah Jinki semakin dekat dengan wajahnya, Kibum berusaha menghindar , namun percuma, Jinki menarik pinggangnya dan menggesek bulge mereka bersama, Kibum terkesiap, ia menundukan badannya dan kepalanya terkulai di pundak Jinki.

“Nah, Cuma aku yang bisa buat mu seperti ini kan? Benar Kibummie sayang?”, tanya Jinki mencium telinga Kibum, Kibum mencengkram tangan Jinki,

“S-sialan … lepaskan aku…”, namun Jinki hanya tersenyum dan merapatkan tubuh mereka, lebih terkejutnya lagi, tangannya meremas junior Kibum dari luar, membuat Kibum berteriak dan kemudian menutup mulutnya dengan tangannya.

“Ooh…ada yang lebih tertarik rupanya…”

“J-jinki…s-stop…”

“Stop? Kau yakin? Tapi tubuh mu lebih jujur dari pada ucapanmu…”, Jinki terus mengelus bulge Kibum, membuat Kibum melemas , akhirnya ia menopang tubuhnya dengan melingkarkan tangannya dileher Jinki, shit shit shit…Kibum tidak bisa menolak, tubuhnya benar menginginkan Jinki, kapok rasanya … ia salah mempermainkan Jinki.

Jinki tersenyum ketika Kibum menyerah, ia menarik Kibum dan membopongnya ke arah meja dibelakangnya, dan mendudukannya disana. Mereka berciuman, hanya kuluman yang mereka bagi, Kibum melingkarkan tangannya dileher Jinki, sedangkan Jinki menekan tengkuk Kibum dan memiringkan kepalanya untuk mendapatkan akses yang lebih. Dan jangan salahkan Kibum, ia punya golongan darah B, dia orang yang cukup tidak sabaran …

“Hei … ada yang tertarik ternyata hm?”, tanya Jinki mencium dagu Kibum, Kibum mendorong Jinki dan menatapnya sinis,

“Kau yang mulai yah?”, tanyanya, Jinki tertawa, Ia menoleh ke jam tangannya,

“Kita punya waktu 15 menit, sebelum bel berbunyi, kau bisa tahan suaramu?”, tanya Jinki, Kibum menatapnya malas

“Gunakan mulutmu untuk membungkamku pabo!”, Kibum mencubit pipi Jinki, Jinki terkekeh dan mencium pipi Kibum bergantian dan berkali-kali, sampai mereka tertawa geli.

Entah kegilaan apa yang membuat mereka saling membutuhkan satu sama lain, jika orang luar lihat dan tau akan hal ini, mereka berpikir bahwa hubungan mereka hanyalah karena seks saja, namun tidak… mereka yang tahu, dan mereka merasakan debaran jantung masing-masing jika mereka lakukan itu.

“I love you Kibum…”, bisik Jinki mencium bibirnya, Kibum tersenyum dan menarik Jinki menuju balik lemari di ruangan itu.

“I love you too… you know that right?”, tanya Kibum, Jinki mengangguk dan menghimpit Kibum ditembok disamping lemari buku dikelas kosong itu.

Jinki menghimpit lengan Kibum di belakang kepalanya dan mulai mencium leher Kibum, menghisap, menjilat, mengulum, serta mengigitinya, meninggalkan berkas merah dimanapun, dan Kibum yakin setelah ini ia akan repot menutupinya. Kibum terus mendesah dan bertahan di tubuh Jinki dengan kaki melingkar dipinggangnya.

“Hm? Kau mau kita sambil berdiri?”, tanya Jinki dengan terkekeh dan nafas yang berhembus di telinga Kibum, Kibum menarik nafas, mencium Jinki paksa dan menjawabnya dengan erangan ketika Jinki mencium bibirnya dengan kuat, Kibum meremas kepala Jinki dengan kencang menahan bulge mereka yang bersentuhan satu sama lain.

Kibum bertahan di paha Jinki ketika ia mulai menurunkan celananya, Kibum mendesah ketika udara disekitarnya menghembus kesekitar kulit pahanya. Ia menarik wajah Jinki dan menciumnya dengan kuat, mencri lidah Jinki untuk ia kendalikan dan berjuang untuk mendominasi, Jinki berdecak, pacarnya itu benar sangat liar dan bernafsu,padahal ia yang ingin balas dendam, nyatanya, malah Kibum yang lebih tertarik akan semua ini…

Jinki menarik wajahnya dan menurunkan celana sekolahnya beserta boxernya. Kemudian menarik boxer Kibum turun dan menggendongnya lagi, Kibum mendesah merasa bahwa manhood Jinki besar sekali, dan ia juga tidak berbohong kalau dia merasa tidak sabar akan hal ‘itu’

“F-fuck me J-jinki…”, Kibum mendesah disela nafasnya ketika Jinki menghisap lehernya terus menerus.

“Ada apa dengan our angel huh?”, tanya Jinki, Kibum berdecak.

“Im not your angel anymore…”, Kibum berbisik dan memajukan pinggulnya, membuat member mereka bersentuhan, Jinki mendesah dengan lembut, Kibum baru pertama kali mendengar itu, dan ia rasa , ia suka…

“Bad kitty.”, desah Jinki menarik naik pantat Kibum,dan memposisikan tubuhnya di hole Kibum, menurunkan sedikit kakinya menahan tubuh Kibum, Kibum mengigit bibirnya menahan desahan yang keluar, nafasnya tercekat ketika ujung member Jinki melesak masuk, ia bertahan dibahu Jinki menenggelamkan kepalanya di pundaknya dan menciumi leher Jinki sambil mengatur nafas.

Jinki mencium bibir Kibum dan memasukan membernya lebih dalam, membuat Kibum melenguh disela ciuman mereka,

“Jinkiiiihh…mmh..aah…”, Kibum meremas punggung Jinki dan tangannya turun memegang membernya sendiri, mengocoknya seirama dengan hujaman Jinki.  Jinki mempercepat gerakannya karena ia tahu tidak ada banyal waktu dan ia ingin segera sampai klimaksnya. Kibum mulai melenguh mengeluarkan kata ‘i love you’ selama Jinki terus menghujamnya, mendongakan kepalanya dan membuatnya terbentur tembok beberapa kali ketika Jinki berhasil menyerang terus prostatnya.

Akhirnya Kibum melenguh kencang mencium Jinki ketika ia sampai klimaksnya diperut Jinki dan bertahan di tubuh Jinki, ketika Jinki mencapai klimaksnya, Kibum melenguh merasakan semburan hangat di holenya.

Ketika tubuh mereka sudah tidak bergetar Jinki menurunkan Kibum perlahan dan duduk dilantai, Kibum duduk disampingnya memeluk lengan Jinki.

“Tadi …luar biasa…”, decak Kibum, Jinki melingkarkan tangannya dan memejamkan mata bersama, terdengar bel berbunyi ketika mereka selesai melakukan itu.

“Kau sengaja buat aku cemburu?”,

“Ani.”

“Jangan bohong Kitty … “

“Kau tidak menikmatinya? Aku pikir kau sayang padaku?”, Jinki berdecak dan menoyor pelan kepala Kibum,

“Jangan bilang aku tidak sayang padamu, aku menikmatinya. Hanya saja jangan salahkan aku jika aku lihat kau disentuh-sentuh orang lain lagi.”,

“Iya-iya…”, Kibum merapatkan tubuhnya ke arah Jinki, “Sudah 3 kali..”

“Apanya?”

“Kita berhubungan seks.”,

Jinki berdecak, “Ya, tapi besok aku tidak mau begini lagi, tangan ku pegal dan sakit.”, Jinki merebahkan kepalanya di rambut Kibum, Kibum hanya terkekeh dan mereka berdiam diri sementara sebelum berpakaian dan keluar bergantian menuju kelas masing-masing.

~WTF.Onkey~

Tidak ada yang bisa memisahkan Kibum dan Jinki mulai saat itu, keduanya merupakan sorotan mata diseluruh siswa sekolah. Kibum sedikit cuek akan hubungan mereka, tapi bukan berarti ia terlihat tidak perduli dengan Jinki, mereka berpikir pasangan itu unik, tidak seperti Taemin dan Minho yang terlihat manis jika bersama, mereka terlihat lebih dewasa, ehm … mungkin karena mereka sudah berhubungan seks? Well … tidak ada yang tahu apakah Taemin Minho juga sudah. Tapi yang jelas dua pasangan itu merupakan idola baru bagi para yeoja dan namja, mereka iri dan juga senang melihat mereka.

Siang itu Kibum punya janji akan kerumah Jinki, karena hari libur, mereka akan menghabiskan waktu seharian dirumah Jinki, dan Kibum berjanji akan memasakan sesuatu untuknya. Kibum berdiri diambang pintu Jinki dan bersiap mengetuknya, namun yang ia lihat adalah pintu Jinki sudah terbuka, dengan perlahan ia masuk dan melihat kedalam apartemen Jinki.

“Jinki?”, panggilnya, namun tidak ada jawabn sama sekali, Kibum melepas sepatunya dan masuk begitu saja melihat sepi tidak ada orang.

Namun dari arah kamar mandi ia mendengar seseorang keluar dari sana, ketika ia ingin menyapa ia terkejut melihat siapa yang ada disana. Seorang namja tidak lebih tinggi darinya, kulit coklat, tubuh yang atletis, mata yang unik seperti mata anak anjing, dan juga rambut yang hitam berbentuk spike.

“Oh, annyeoong.”, sapanya membungkuk, Kibum yang masih kaget membungkuk juga dan menatapnya bingung.

“Ng…maaf, aku tadi…itu..pintunya tidak dikunci, jadi yah…aku masuk saja…aku tidak tahu…”, kata Kibum bingung menjelaskannya, namja itu tersenyum dan menghampiri Kibum, senyum yang sangat manis dan membuat Kibum gugup.

“Tidak apa-apa … pasti Onew lupa menutupnya, dia suka begitu…”, Kibum menajamkan kupingnya, Onew? Setahu Kibum, hanya orang terdekatnya lah yang memanggil ia begitu, tapi Kibum saja tidak pernah, jadi..siapa orang ini?

“Hai aku Jonghyun, Kim Jonghyun … kau?”, tanyanya mengulurkan tangannya, ketika Kibum ingin mengulurkan tangannya…

“Kibum?”,

Sontak kedua namja itu menoleh kesumber suara, Jinki berdiri disana membawa kantong belanjaan dan menaruhnya dilantai, kemudian menghampiri Kibum yang diam saja.

“Oh, jadi kau yang bernama Kibum…benar begitu Onew?”, tanya Jonghyun, Kibum menoleh ke arah Jinki yang tersenyum dan merangkul Kibum , Kibum agak sedikit canggung dan ia merasa Jonghyun meliriknya, namun namja itu segera beralih dan duduk disofa Jinki.

“Onew, mana pesananku?”, tanya Jonghyun.

“Itu ambil sendiri, aku mau bicara dengan Kibum dulu…”, kata Jinki menarik Kibum, Jonghyun hanya mengusirnya dengan mengibaskan tangannya dan menyetel TV sambil menikmati minuman kaleng yang dibawa Jinki.

~.WTF. Onkey~

Kibum mengeluarkan seluruh bahan makanan dari kantong belanjaan , sementara Jinki berdiri disampingnya memperhatikan gelagat sang pacar dengan seksama.

“Dia itu temanku…”. kata Jinki memulai, “Dia baru kembali dari Amerika untuk sekolah musik…”, jelas Jinki lagi, Kibum hanya diam dan terus membereskan belanjaannya. Jinki menarik nafas, dasar …pasti dia ngambek.

Jinki beralih kebelakang Kibum dan memeluknya, kemudian meletakan dagunya diatas pundaknya. “Kau marah?”, tanya Jinki, Kibum berhenti membereskan belanjaannya dan terdiam.

“Tidak , aku hanya kaget saja, mungkin aku yang terlalu beburuk sangka, aku sempat berpikir itu selingkuhanmu, aku sudah siap menghajarnya tadi.”, kata Kibum, Jinki terkekeh dan mencium pipi Kibum, ia membalikan tubuh Kibum dan menangkup pipinya.

“Aku mana mungkin punya selingkuhan, pacar ku sexy begini? “, Kibum menepis tangan Jinki dengan wajah memerah, “Maaf yah, dia datang mendadak sih …jadi aku tidak keburu memberitahumu, rencana hari ini agak sedikit berubah deh…’, kata Jinki, Kibum berdecak.

“Maksudnya berubah? Tentu saja tidak, aku akan memasak untuk kita … “, kata Kibum tersenyum, Jinki cemberut melihat pacarnya tidak peka , Kibum melihat Jinki cemberut dan menarik wajahnya, “Ya , wae?”, tanya Kibum.

Jinki berdecak dan menarik wajah Kibum, “Kau tahu, aku sudah siapkan stamina untuk hari ini…”, mendengar itu Kibum wajahnya memerah dan memukul lengan Jinki.

“PERVERT!!”, teriak Kibum memukul Jinki, namun tangannya ditahan oleh Jinki.

“Ehm, sorry …”, mereka berhenti melihat Jonghyun di ambang pintu dapur dengan senyum canggung. “Erhm … lebih baik aku pulang Jinki, aku hanya ingin menyapa mu saja , aku tidak mau menganggu kalian…”, katanya,

Kibum terlihat canggung, Jinki tersenyum dan menghampiri Jonghyun. “Kenapa? Kau tidak ikut makan siang dulu? Kibum akan masak untuk kita.”, jelas Jinki, Jonghyun menggeleng dan menggaruk kepalanya,

“Tidak terima kasih hyung…aku akan kembali ke apartemen , banyak yang harus aku siapkan untuk sekolah besok…”, katanya,Jinki berdecak dan menepuk kepala Jonghyun.

“Baiklah … kau ingat jalan pulang kan Jjong? Lihat kanan kiri kalau mau menyebrang.”, Jonghyun menepis tangan Onew dan meliriknya.

“Kau pikir aku anak kecil? Aku jelas tahu dasar semua itu.”, kata nya, Jinki hanya tertawa, Kibum hanay melihat adegan itu dengan tenang, entah kenapa ia merasa…cemburu?

“Kibum, aku pulang dulu yah?”, kata Jonghyun,

“Oh neh…hati-hati yah…”, Jonghyun tersenyum,

“Ku antar kau sampai bawah…” tawar Jinki.

“Ah, aku juga tahu cara naik lift.”, decak Jonghyun, namun tidak menolaknya, Jinki memberikan sinyal pada Kibum untuk menunggunya mengantar Jonghyun sebentar, ketika pintu di tutup, Kibum menatapnya dengan kosong, apa maksudnya tadi? Mereka teman? Berapa lama? Kenapa akrab sekali?

~WTF.Onkey~

Makan siang kali itu Kibum berharap bisa menikmatinya dengan senang hati, tapi rasanya ia tidak selera lagi entah kenapa? Jinki yang melihat perubahan dari sikap pacarnya itu Cuma bisa tersenyum.

“Jinki..”

“Hm?’, Jinki mendongak menatap Kibum lekat.

“Jonghyun itu … temanmu? Teman sejak kapan?”, tanyanya, Jinki terkejut mendengarnya, Kibum menatap Jinki dan sepertinya ia salah, ia salah bicara, ia baru saja bertanya layaknya seorang pencemburu.

Tapi menurut Jinki, itu sangat manis. “Kenapa … aku dan dia sudah sejak SD berteman, keluarga kami dekat juga, dia juga berteman dengan Minho…”, kata Jinki, Kibum hanya diam saja, tapi kenapa ia masih tidak tenang?

Jinki bangkit dan menarik bangku duduk disebelah Kibum, melingkarkan tangannya dibahu dan meletakan dagunya dipundak kanan Kibum wajah mereka hanya beberapa centi saja.

“Katakan, kau cemburu yah?”, ledek Jinki, Jinki tahu, pacarnya itu pasti ngambek kalau dituduh begitu.

Kibum menoleh dan menatap Jinki lekat, “Ya…aku cemburu, makanya aku tanya.”, kata Kibum, Jinki terkejut, Kibum mengalihkan pandangannya ke arah lain dan berdiri menyembunyikan wajahnya yang memerah,namun Jinki sudah menarik tangannya dan memaksanya duduk di pangkuannya. Ia memeluk Kibum erat sekali dan menggoyangkan badannya kanan dan kiri.

“Ahh…Kibum ku bisa cemburu juga, bahagianya aku…heheheh…”

“Pabo.”

“Kau lebih pabo suka sama orang pabo.”,ledek Jinki, Kibum menoleh dan menyengir.

“Benar.”, Jinki terkekeh dan mencium bibir Kibum, tidak ada kuluman, hanya kecupan sayang…

DRRTDRRRTDRRRTT…

“Oh.ponselku.”, Jinki berdecak, padahal mau lebih jauh lagi tadi… Kibum memberikan sinyal untuk menunggu, Jinki mengangguk.

“Yoboseyo …neh…benar aku Kim Kibum…ini siapa?”

Jinki menatap wajah Kibum yang berubah drastis, memucat tepatnya… ketika Kibum menutup ponselnya tangannya gemetar, Jinki langsung bangkit dan merangkul Kibum.

“Mworago?’, tanyanya, Kibum menoleh dan sudah ada air mata disana.

“U-umma…umma..dia…dia kecelakaan mobil …”, kata Kibum gemetar, ‘Dia…dia ada di rumah sakit… dan masuk Ugd…”, kata Kibum menangis, Jinki memeluk Kibum dan mengecup pucuk kepalanya.

“sshht…kita kesana sekarang, jangan menangis…”,

~WTF. Onkey~

Kibum menatap biaya pengobatan ditangannya, dari mana ia akan cari uang? Jika mengandal kan asuransi mungkin tidak cukup, dia juga butuh untuk keperluan lain.

“Biar aku yang bayar…”, kata Jinki, Kibum menoleh,

“Andwe, aku yang akan bayar ini …aku punya tabungan, dan aku rasa cukup…”, kata Kibum, Jinki menarik nafas dan menghadapkan tubuh mereka.

“Aku ini pacarmu … jadi jangan sungkan…”

“Iya, tapi aku tidak bisa menerima uang orang lain tanpa melakukan apapun…”, kata Kibum, Jinki menarik nafas dan tersenyum.

“Oke , kita patungan, sebagai imbalannya, kau tinggal bersamaku, kau buatkan sarapan untukku saja itu cukup untuk membalasnya? Gimana?”, tanya Jinki,

Kibum berpikir sejenak, “Lagi pula, kau lebih baik tinggal bersamaku, jadi kalau kau perlu apapun, kau bisa minta bantuanku, ya kan?”,tanya Jinki tersenyum mengelus pipi Kibum, Kibum menarik nafas dan memeluk Jinki.

“Gomawo… saranghae Jinki…”,

“Nado saranghae…”, Jinki mencium kepala Kibum.

~WTF. Onkey~

Kibum menenteng kantung belanjaan di tangannya, ia berniat untuk pulang sebentar dan memasak untuk Jinki. Karena kemarin ia sudah 2 hari tidak kembali dna menetap bersama ummanya, karena ummanya sudah membaik, maka ia memutuskan untuk pulang sebentar, hanay sekedar bertemu Jinki. Meski sekarang ia tinggal bersamanya, namun Jinki sempat pulang kerumah orang tuanya untuk keperluan, dan Kibum tidak bertanya akan hal pribadi itu jika Jinki tidak cerita, ya … hubungan mereka yang baru beberapa minggu itu bahkan belum ada apanya untuk mengenal lebih dekat.

“Aish… kenapa kepalaku pusing seka—“ Kibum memegang kepalanya.

“Onew tunggu!!”,

Kibum berhenti ketika ia melewati belokan untuk kelobi apartemen, ia memundurkan langkahnya dan melihat kedepan lobi, ia melihat Jinki berdiri ditaman luar. Namun yang membuatnya terkejut adalah Jonghyun yang ada didekatnya, menarik tangan Jinki seperti memohon agar ia tidak pergi.

“Aku katakan sekali lagi, aku tidak mau, dan cukup jelas alasanku untuk menolak apa katanya.”, jelas Onew, Kibum yang sempat ingin menghampiri ia merapat kebalik tembok, bermaksud untuk mendengar pembicaraan mereka, apa yang mereka lakukan pada pukul begini? Ini sudah hampir tengah malam?

“Aku tahu … tapi kau tidak bisa begitu Hyung..jangan gila, kau tidak mungkin bisa lepas dari bantuannya—‘

“Jjong, kukatakan padamu yah? Aku sudah pernah bahas ini padamu dari dulu, dan jawaban ku masih sama, aku tidak akan merubahnya…”

“Meski aku yang memohon juga padamu?”, tanya Jonghyun berdiri didepan Jinki, Kibum mengerutklan alisnya.

“Apa maksudmu? Ku pikir kau mengerti selama ini—‘

“Aku mengerti, sangat mengerti, tapi sekarang aku tidak bisa diam saja ketika kau malah direbut orang lain.”

“Ap—“

Kibum terbelalak, tangannya mencengkram papershop ditangannya, membuatnya bergesekan dan meremat isi dalam belanjaannya, kakinya kaku, tubuhnya lemas, dan matanya membesar, jantungnya juga berdebar cepat.

“Aku masih mencintaimu …sejak dulu…”, jelas Jonghyun melepas ciumannya dari bibir Jinki.

Kibum dengan bodohnya berdiri didekat mereka, tanpa bicara apapun. Namun ia terkejut juag ketika beberapa belanjaannya tumpah kebawah, dan sontak membuat kedua namja didepanya menoleh padanya, Jinki terbelalak, ia terkejut ketika melihat Kibum yang panik namun tidak melepaskan tatapannya.

“Kibum…”

Kibum mengerutkan alisnya, ia menatap Jonghyun yang memalingkan wajahnya kearah lain ketika Kibum menatapnya tajam, dan Kibum beralih ke arah Jinki yang menghampirinya.

“Jangan mendekat.”,cegah Kibum. Menatap sinis pada Jinki dan Jonghyun, “Ada apa ini? …kenapa kalian … apa maksudnya ‘aku masih mencintaimu sejak dulu’ dan…yang kalian lakukan barusan?”, tanya Kibum menatap sinis , tangannya gemetar, nafasnya memburu karena cemburu.

“B-baby aku bisa jelas—“

“Not babying me! J-just…”, Kibum memundurkan badannya, “Just tell me?!!”, kIbum berdesis.

Jinki tahu, ia paham jika Kibum sudah begitu, ia cukup paham akan Kibum meski mereka baru menjalani hubungan sebentar. Jinki menarik nafas dan menatap lekat ke arah Kibum, merasa canggung memulainya, Kibum menatap Jinki dan memiringkan kepalanya dan mengangkat tangannya sedikit, menyuruhnya untuk melanjutkannya.

“Aku …dan Jonghyun…maksudku dulu kami—“

“Kami dulu pernah berpacaran Kibum… “, sambung Jonghyun, Jinki menoleh ke arah Jonghyun tidak percaya, bagaimana bisa ia katakan itu dengan mudah sedangkan Jinki mencari kata yang tepat? Hell no, tidak ada kata yang tepat cocok untuk menjelaskan apa yang Kibum lihat, tanpa Kibum tanya seperti tadi, Kibum jelas sudah tahu apa yang ada diantara mereka, dan feeling itu sudah ada sejak awal.

Kibum menatap ke arah Jinki meminta penjelasan , namun cukup baginya, ia rasa sangat cukup. “Apa susahnya kau katakan itu? Tidakah kau bisa contoh dia?”, tanya Kibum,

“Aku…dengarkan aku!”, Jinki menarik tangan Kibum, “Aku hanya mencintaimu sekarang, kau salah paham, aku dan Jonghyun tidak ada hubungan apapun…”, sergah Jinki, Kibum menepisnya dan tertawa sinis.

“Kau bercanda, tapi sepertinya apa yang aku lihat tidak begitu, aku bahkan menikmatinya saat tadi? Nostalgia huh?”, tanya Kibum mulai menggenang air matanya, Jinki bingung mengatakannya , Jinki beralih ke arah Jonghyun dan menatapnya kesal.

“SHIT! KATAKAN SESUATU JJONG, KALAU KITA—“

PLAK!!. Jinki terkejut, ia menoleh ke arah Kibum yang kini sudah menangis, namun dengan kasar air mata itu Kibum hapus sendiri. Jonghyun terkejut melihat nya, ia hanya diam disana.

“S-H-U-T UP your mouth!”, Kibum berdesis, “Kita…putus.”, kata Kibum dan berlari dari situ, entah kenapa ia merasa sensitif, ia hanya butuh berlari, dan entah dapat kekuatan dari mana ia bisa lari dengan cepat, meski ia tahu Jinki berlari dibelakangnya.

SHIT SHIT SHIT, IA KESAL, KESAL PADA DIRINYA, KESAL PADA JINKI, KESAL PADA KEBODOHANNYA, KESAL PADA HATINYA, KESAL KARENA IA DENGAN MUDAH MEMBERIKAN SEMUANYA PADA JINKI, BAHKAN SOSOK YANG BELUM LAMA IA KENAL, KESAL KARENA IA BISA MUDAH JATUH PADA MANIS MULUTNYA, KESAL KARENA IA TIDAK BISA LEPAS DARI SOSOKNYA …

“KIBUM, BUKA!!! AKU BISA JELASKAN!!!”

“J-jalan pak … “, Kibum masuk kedalam taxi dan tidak perduli Jinki mengetuk kaca jendela taxi.

DAN IA KESAL ..KARENA MEMBIARKAN HATINYA MENCINTAI JINKI…

Kibum menarik dengkulnya ke atas kursi taxi dan membenamkan kepalanya disana menangis, kenapa? Ini hanya Jinki, banyak namja yang betekuk lutut padanya, memohon agar bisa bersamanya, namun ini hanyalah JINKI, seorang namja aneh yang tiba-tiba datang memaksanya untuk merasakan hal lain, pengalaman lain, dan cinta yang sesaat namun ia tidak memungkiri bahwa ia nyaman akan hal itu, tapi disaat semua itu ia rasakan, yang terjadi adalah …

~WTF Onkey~

BRAK!!!

“U-UMMA??!!”, BRUK

Taemin saking terkejutnya mendorong Minho dan membuatnya jatuh kelantai, ia terkejut ketika Kibum datang tiba-tiba masuk kerumahnya dan meng-cut adegan cuddle mereka –disaat Minho sedang mencium Taemin- dan baru ingin ketahap lebih jauh.

Taemin menarik tangan Minho yang cemberut, dan saat Minho ingin marah ke arah Kibum, ia terpaku, mata Kibum memerah , namun ekspresinya datar dan dingin. Minho terkejut ketika Kibum duduk disamping Taemin …beberapa detik kemudian menoleh ke arah Taemin yang bingung akan kondisi ummanya itu.

“Taemin!”,

“N-neh?”, Kibum menoleh dan menatapnya lekat.

“Aku, mau menginap dirumahmu untuk  sementara ini. Kau keberatan?”, tanya Kibum, Taemin hanya menggeleng bingung.

“Ng…Kibum, kenapa kau tidak kerumahmu saja? Bukankah kau tinggal bersama Onew hy—“

Minho terhenti ketika Kibum menatapnya sinis, “KAU! PERGI DARI SINI SEKARANG!! AKU MAU TINGGAL DISINI, LALU APA MASALAHNYA DENGANMU? JANGAN KAU PIKIR KAU PACAR TAEMIN AKU BISA SEENAKNYA, AKU INI SAHABATNYA!! DAN JANGAN UNGKIT NAMA JINKI LAGI DIDEPANKU!!PERGI, KELUAR, SEKARANG!!!”, teriak Kibum mulai gila melempar bantal sofa ke arah Minho dan menendangnya tidak sopan.

Taemin dengan cepat menarik Minho berdiri dan membawanya kelaur rumahnya meninggalkan Kibum yang bersungut-sungut tidak jelas.

~WTF Onkey~

“Ada apa sih dengan umma mu itu?”, tanya Minho ketika mereka sudah diluar pintu rumah Taemin. Taemin menarik nafas dan merangkul tangan Minho.

“I dont know Hyung … tapi aku rasa dia ada masalah dengan Jinki Hyung, nanti aku tanyakan padanya…”, kata Taemin, Minho menarik nafas dan melihat ke arah lain.

Taemin paham akan sifat pacarnya itu, seharusnya mereka bisa bersama malam itu, karena umma dan appa Taemin dinas sampai besok pagi. Jadi Taemin minta ditemani sebentar oleh Minho. Namun yang terjadi adalah gagal lagi … dan Taemin tahu, Minho kesal.

Taemin menarik kerah baju Minho dan menghadapkan Minho ke arahnya, “Kau kesal ?”tanya Taemin tersenyum manis, Minho menarik nafas dan membelai kepala Taemin.

“Tentu saja, aku mau bersamamu malam ini… tapi apa boleh buat, kau urus saja umma mu itu dulu… aku pulang saja…”, kata Minho mengangguk mensetujui sendiri sarannya, Taemin tersenyum, melingkarkan tangannya keleher Minho.

“Kau lucu sekali Hyung kalau lagi kesal, aku jadi makin suka …”, ledek Taemin, Minho berdecak menyentil hidung bangirnya.

“Jangan pasang aegyo , nanti kau kugigit.”

“Auw…mainnya gigit, takut akh!”

Minho tertawa melihat tingkah Taemin, dasar! Pacarnya itu memang paling bisa membangun moodnya, hanya Taemin yang bisa, itulah mengapa ia mencintainya. Taemin memeluk Minho dan merasakan bau maskulinnya.

“Mianhe neh? Nanti aku telpon Hyung … untuk malam ini kau pulang saja oke?” Taemin menatap Minho, Minho mengelus rambut Taemin.

“Nah, aku mau kerumah Jinki, aku cari tahu ada apa sebenarnya, aku tidak mau pacarku di repotkan oleh nenek sihir itu.”, kata Minho, Taemin memukul dada Minho.

“YAH! Nenek itu adalah umma ku, my bestfriend.”, kata Taemin berpouted, Minho buru-buru mengecup bibirnya, Taemin terkekeh.

“Oke lah, jangan lupa hubungi aku ya baby…saranghae…”, Minho menarik pinggang Taemin,

“Neh…saranghae…”, dengan itu mereka men-share ciuman mereka, dan menyudahinya ketika mereka merasa cukup dan butuh udara. Taemin melambai diambang pintu ke arah Minho dan menutupnya ketika ia cukup melihat Minho.

Taemin menarik nafas, ia tahu ia masih butuh bersama Minho, namun ia paham, bahwa Kibum butuh bantuannya juga. Ia singkirkan egonya dan ia berjalan ke ruang tamu, ketika ia ingin bertanya pada Kibum, ia sudah melihat Kibum terbaring pulas di atas sofa, ia berdecak dan mengambil selimut didekatnya kemudian menyelimutinya.

“Jinki…paboo…”, Taemin berdecak, ia melihat iar mata disudut maat Kibum, merasa ada yang aneh ia membungkuk dan menghapusnya. Ia tidak pernah melihat Kibum sesedih ini, ia yakin, pasti Jinki telah merubah sikap Kibum yang dingin akan cinta yang ditawarkan pada banyak namja menjadi seperti ini.

~WTF onkey~

“APA?!!!”, Taemin berteriak tepat didepan wajah Minho, Minho berdecak, sama halnya ketika ia mendengar itu dari Jinki kemarin. “Kau bercanda…” kata Taemin.

“Itu katanya … dan Jinki sedang berusaha mencari Kibum.” Jelas Minho mengunyah sandwichnya,

“Kau tidak katakan bahwa ia dirumahku kan?”, ancam Taemin, Minho menggeleng.

“Tenang saja, aku tahu apa yang kau pikirkan … aku yakin Kibum juga tidak mau bertemu dengannya saat ini…”, jelas Minho, “Namun, kita tidak bisa terus ikut campur, bukan porsi kita untuk lakukan ini…bagaimanapun, itu Cuma salah paham …”, kata Minho, Taemin merebahkan kepalanya di bahu Minho.

“Umma tidak katakan apapun padaku, dia hanya diam dan terus bolak-balik ke RS …lalu, apa benar Jonghyun hyung itu …”,

Minho mengangguk, “Benar, kau lupa aku berteman lama dengan Jinki? Dan aku juga kenal dengan Jonghyun …” jelas Minho, “Namun mereka tidaklah serius, keduanya hanya bersenang-senang, ketika Jonghyun pergi pun Jinki Hyung baik-baik saja, seakan tidak ada apapun, siapa yang tahu bahwa Jonghyun memang benar mencintainya , tapi Jinki hyung tidak seperti itu … Jinki hanya melihat Jonghyun sebagai sosok yang memang care dan merasa nyaman saat bersamanya, hanya itu …”, Minho menjelaskan detailnya saja. Taemin mengangguk.

“Lalu apa yang harus aku katakan jika Jinki hyung menemui ku dan tanya tentang Kibum? “, tanya Taemin, “Sedangkan sudah 3 hari ini umma tidak masuk sekolah,ia menolak masuk sekolah, ia hanya ke RS dan pulang larut malam …”, Taemin menarik nafas, karena Taemin memang tidak mau terlalu bertanya banyak, takut menyinggung Kibum.

“Kita biarkan saja dulu … mungkin butuh waktu, untuk Jinki hyung, serahkan saja padaku, ku yakinkan dia bahwa kita tidak tahu…”, jelas Minho, mencium pucuk kepala Taemin, Taemin mengangguk dan menarik nafasnya.

“Rumah mu sepi yah sekarang…”, bisik Minho tiba-tiba, Taemin mendongak dan tersenyum.

“Terus?”, tanya Taemin terkekeh. Minho berdecak, ia menegakan tubuh Taemin dan membelai pipinya, wajah Taemin sangat halus dan cantik ketika malah terlihat ada bercak merah tersirat disana. Minho menyelipkan rambut Taemin kesamping dan mencium kening Taemin, mungkin kah sekarang? Jantungnya berdebar cepat ketika Taemin memejamkan matanya, dan membukanya lagi, tatapan Minho turun ke bibir Taemin … dan wajah mereka tinggal beberapa centi lagi…

DRRT DRRTT DRRTT…

“shit!!”, maki Minho, Taemin wajahnya memerah dan mengambil ponselnya dengan kesal.

“yoboseyo?”, katanya sedikit mendesis kesal, Minho merebahkan punggungnya ke sofa.

“MWO??!! J-JINJJA? D-DIMANA…BAIK…NEH…NEH…GAMSAHABNIDA…!!’,

Minho menatap Taemin yang panik sehabis menerima telpon, “Mworago?”, tanya Minho, Taemin menatapnya panik.

“U-umma…maksudku…Kibum Hyung…dia pingsan …pelayan sebuah restoran tempat ia bekerja menghubungi ku, dan ia sedang dibawa ke RS sekarang …”, kata Taemin panik.

CUT!!!

OMO!! IM CLIFF HANGER!! Dan yeah … 2ms bete tuh bete~ kekekek~ Oks juga tuh bete tuh onkeynya gue bikin begini? Kekekek~tenang…more to comes … ada apa dengan Kibum?

Gimana Onjjong? Dan Onkey CLBK gak nih?
Terus Jinki ada apa sih sama Jjong?
Dan 2min…-aish, mereka itu Cuma cameo disini-LOL

Oke, just leave a comments guys. More to comes. ILYSM

PS: COMMENTS NEMBUS 70 GUE BIKIN NC YANG BANYAK!-maunya para yadong- NGGAK deng , gue lanjut FF ini! Komen komen komen…LIKE nya juga!! Kekekek~ bye xD

Advertisements

181 thoughts on “[Onkey] WTF part 3 of ?

  1. Elah, dikara sapa ternyata jjong :v

    thor, kok rasanya aku pas bca ff ini pusing. Sdut pandangnya ngebingungin :3 but it’s just opinion, jng trlalu diambil hti :))
    ok next! Itu key pingsan krna apa ya?

  2. noh kan jonghyun bawa petaka -_-
    bikin rusak hubungan jinki ama kibum.. mana dia make mancing mancing emosi kibum..
    udh tau kibum begitu kan orangnya..
    kasian jinkinya.. dia udh cinta bgt ama kibum..
    semoga aja jinki bisa ngejelasin ke kibumnya..
    trus si jonghyun jd ga ngeselin lagi

  3. Huahahahaha.. Ngaakak abis. Ini moment 2minnya.. XD
    Di awal aku pikir apaan.. Yaelah Nonton film horor
    Wakkkaakka..

    Dan kasihannya lagi si 2min keganggu terus sama Kibun or something else. Kkekekekeke..
    Sabar ya Pangeran Kodok.. :p

    Kyaaaa.. JONGYU.. omo JONGYU???
    Oke.. Cuma poppo dikit aja gak apalah.. Hhahahaa.. jjong kau denganku sajaa.. Kasihan tuh si Kucing galak jadi ngamuk. Mana pake pingsan lagi. 😦

  4. Jjong sekali dateng langsung bikin rusuh, kasian onkeynya baru ajh jadian dan mesra”nya udah ada ajah penganggunya dan seketika bikin onkey bubar, ini 2min cuman jadi cameo hi…hi…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s