Hate That I Love You/ JinKibum / part 1



main cast       : Lee Jinki, Kim Kibum.

support cast : Lee Taemin, Choi Minho

author             : istri kedua lee jinki#ngeek

foreword

hahahhaa.. gue ngetik apa iniii? haaah? niatnya mau one shoot, ta-tapi ga tau kenapa jadi melenceng?!! mian!!

ini tadinya mau buat one shoot special buat dua adikku yang manis yaitu puput dan lala..

buat puput cepet sembuh yaah! moga operasinya berhasil! fighting! mian aku malah buat chapter kayanya -_-  moga kamu suka, maklum aku abal”, haha

buat lala, mian juga ini kenapa jadi gini? tangan aku aneh nih. muahahha. moga kalian suka yah kayaknya ga panjang cuma 2 sampe 3 part aja..ini aku buat minkey as brother loh!heheh😄

tenang aku update cepet deh kalo yang neror (?) banyak

wakakka.. XDD

buat yeobo~ gue mau nyelipin 2min nih, ahh. pusing sendiri. LOL makanya gue ga jadi one shoot. haha, tapi 2min nya cameo aja ah*plak

buat yang nungguin our fate *ga ada* sama White Lies, mian yah~ nanti kita update deh, janji~ tapi ga sekarang, saya males*plak
muahahahha..

dan viena! gue ga tau ngetik apa ini?hahahha.. setress gue.. ga bisa buat one shoot pake otak sendiri*jedotin pala*

oke… dinikmatin aja, ketikan sekejap gue! waakakka


>////<

onkey wedding shoot~

 .

.

.

Kriingg.. kriiing..kriiing

Suara bising jam alarm berbentuk sapi berbunyi untuk kesekian kalinya namun belum ada pergerakkan berarti dari seorang namja cantik ini.

“eungh~” melenguh pelan merasa ada kebisingan merasuki telinganya.

Brak

Ia menjatuhkan jam itu ke lantai.

Tok..tok..

”eungh~” merapatkan tubuhnya ke selimut mengabaikan ketukan pintu sang adik yang sudah heboh di luar sana.

”hyuung!! Ppali!! Sudah jam berapa ini?! Kau kan hari pertama menjadi Co Ass!! Yaa!! Aku dobrak pintumu kalau kau tidak bangun!” adik sang namja cantik berteriak dari luar. Choi Minho.

”aiiisshh… cerewet sekali..” key bergumam masih memeluk guling nya.

1 detik..

2 detik..

3 detik..

“KYAAAAAAAAAA!! MINHOOOO!! KENAPA KAU TIDAK MEMBANGUNKANKU DARI TADI!!!!” teriakan sang almighty membahana ..(lagi) kesekian kalinya dalam hidup Minho mendengar ini yang menjadi rutinitas nya setiap pagi sejak mereka hidup bersama.

Yah namja cantik bernama Kim Kibum yang tiba – tiba mendapatkan adik yang cukup gila yaitu Choi Minho. Mereka bukanlah adik kakak kandung, tapi jangan ditanya kedekatan mereka. Mereka dipertemukan karena pernikahan kedua orang tua mereka saat mereka berusia 7 tahun. Lalu saat umur mereka 15 tahun mereka harus menghadapi kenyataan meninggalnya kedua orang tua mereka karena kecelakaan pesawat. Tidak ada pilihan lain selain SALING MENGISI.

Kim kibum, 22 tahun hari ini adalah hari pertamanya menjadi Co ass di SeoulInternational Hospital. Hari pertama dan terlambat, surely hari ini akan menjadi neraka baginya.

***

@hospital

Tap.. tap .. tap

Suara derik langkah kaki sepanjang koridor rumah sakit yang sedikit lenggang karena ini belum masuk jam jenguk pasien. Suara sepatu pantopel yang bergesekkan dengan lantai marmer rumah sakit elit di korea begitu terdengar memekikkan telinga yang hanya ditanggapi dengan gelengan kepala security. Well, karena yang mereka lihat adalah dokter berjas putih berambut blonde, mana mungkin mereka menegurnya kan?

”ck~ dimana sih ruangannya?!” Kibum mencari – cari ruangan Direktur Rumah Sakit untuk melaporkan kehadirannya dan meminta maaf mungkin karena keterlambatannya.

BRUK

”Aw…”

”ahh..!”

O_O

Kedua namja bertatapan cukup lama.

”bisakah kau tidak berlari hey dokter BARU?” namja tampan berkacamata frame putih memakai jas putih menandakan ia juga seorang dokter di sini menatap namja cantik di depannya dengan pandangan merendahkan seraya menepuk – nepuk bahunya.

What??!!!

”mi-mian. Ta- tapi! Aku sedang terburur – buru .. ah yasudahlah!!” Kibum berlalu dan membungkukkan tubuhnya. Sial sial sial!!!aku sial sekali gara – gara minho pabo!arrhh…

Namja tampan, 24 tahun. Dr. Lee Jinki. Dokter pengawas Kim Kibum.

“ck~ anak itu tidak pernah berubah… Kim Kibum, lihatlah aku akan mengubahmu, you’re mine..” Jinki mengeluarkan smirknya seraya membetulkan letak kaca mata nya yang merosot dari hidung bangirnya.

***

Tok tok…

“masuk”

“annyeonghaseyo~ cho neun Kim Kibum Imnida~ “

“ah~ Kibum sshi~ kau akhirnya datang juga, kenapa kau terlambat?” namja yang cukup matang yang merupakan Direktur Utama Rumah Sakit ini. Tertulis block name di atas meja nya, Dr. Choi Siwon.

“ah.. itu.. saya benar – benar minta maaf.. saya tidak akan mengulanginya” Kibum menahan napasnya karena gugup. Bagaimana tidak? Di hari pertama ia terlambat? GILA.

“hmmh.. baiklah, gwenchana.. lain kali kalau kau terlambat kau bisa kena skors Kibum sshi..” jelas Siwon seraya beranjak dari kursi utama nya dan berangsur ke kursi tamu di depannya.

”ne~ ” kibum menghela napasnya lega, jelas sekali raut tegang di wajah cantik ini.

”baiklah silahkan duduk, aku sudah memanggil dokter pengawas mu langsung, dia juga dokter muda, tapi jangan anggap remeh dia sudah menjadi spesialis dalam waku dua tahun karena kejeniusannya…”

Glek

Kibum menelan salivanya, sepertinya ini akan mengerikan, memiliki dokter pengawas dan je-ni-us? Pasti ia mengerikan kan..berkacamata tebal, berkumis, membosankan, bla bla bla..bermacam pikiran berkecamuk dikepala namja cantik ini.

”ah~ ne~” kibum menampilkan senyum terbaiknya, senyum termanis dengan kedua lesung pipit indah di kedua sisi pipi tirusnya.  Bahkan siwon sempat terhenti beberapa detik melihat senyum cantik Kibum yang menyihirnya membawanya pergi melayang entah ke negeri mana. Ck~

Tok tok ..

”masuk…” jawab Siwon setelah ia mendengar ketukan dari luar ruangannya.

Cklek

O_O

Kibum terkejut setengah mati ternyata pikirannya tentang sosok berkumis, kacamata tebal, dan membosankan sangat jauh dari perkiraannya.

”kibum sshi~ kenalkan ini adalah Lee Jinki.. ia adalah dokter pengawasmu selama menjadi co ass di sini. Kalian harus saling mengenal dengan baik ne~?”

Mereka pun berjabat tangan saling menyebut nama satu sama lain lalu membungkuk dari hadapan direktur utama sekaligus dokter, Choi Siwon.

***

“jadi kau dokter pengawasku?” kibum membulatkan mulutnya tidak percaya.

“ya~ kau pikir siapa yang tadi kau lihat? Hantu?” jawab Jinki dingin.

Kibum merutuki namja dingin menyebalkan ini dalam hati, kalau saja bukan dokter pengawasnya pasti ia sudah melemparnya dengan bangku. Haah~ sabar kibuuum~ini akan segera berakhir, batin Kibum.

”baiklah..sekarang ikut aku ke ruanganmu..” Jinki menuntun Kibum ke ruangan mereka di lantai 2.

Cklek

”duduklah~ ” Jinki mempersilahkan Kibum duduk di sofa coklat yang cukup mewah.

Kibum hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan duduk di sofa empuk itu, memposisikan bokong seksinya senyaman mungkin. -_-a

Lalu Jinki melempar map cokelat keatas meja di depan Kibum. Menaikkan dagunya keatas menyuruh Kibum membuka Map cokelat itu.

Ck~ kibum tak habis pikir sepertinya Jinki hemat sekali dalam bertutur kata membuatnya mual.

Lalu ia membuka map cokelat itu, isinya berisi jadwal lengkan Kibum di rumah sakit ini, lengkap dari jadwal ia masuk, istirahat, pulang, bahkan ke toilet pun ada waktunya?

What the Hell is this??

Kibum membulatkan matanya tidak percaya, jadwalnya sudah sangat tersusun tanpa celah, membuatnya pusing.

“i-ini .. jadwalku? Apa tidak salah bahkan aku tidak memiliki free day?”

“free day? Tentu saja,, kau mau free day? Aku akan memberikannya.. tapi lupakan gelar doktermu itu.”

MWO?!!!

Kibum benar – benar kesal setengah mati dibuatnya, selain pelit kata – kata Jinki juga tidak berkeprimanusiaan bagi Kibum. Kibum bersumpah ingin menusuknya saat itu juga dengan pisau !

”baiklah~ aku mengerti… baiklah sekarang aku harus mulai darimana?” Kibum menahan emosinya dan menghela napasnya panjang.

Lee Jinki adalah nama menyebalkan bagi telinga Kim Kibum, nama yang selalu membuat kepalanya panas dan meledak. Terkadang ia meluapkannya di rumah dan berteriak – teriak pada adiknya Minho. Minho yang terbiasa dengan keberisikan hyungnya ini hanya bisa menyumpal telinganya dengan kapas. Sebelum ia terkena tuli mendadak, mencegah lebih baik daripada mengobati kan?

***

Hari – hari neraka Kibum pun dimulai. Ia harus menahan emosinya saat menerima kritikan pedas Jinki.

”ya! Bukan seperti itu caranya! Sebenarnya kau ini niat tidak sih menjadi dokter?”

 

”ya! Pelan – pelan! Kau bisa membuat darahnya mengucur deras!”

 

”apa kau ingin membunuh pasienku?”

 

Arrgghhhh!!!!!!!!

Kibum pasti sudah gila, sungguh ia ingin membunuh dokter sialan ini. Tidak tahukah dia kalau kibum juga tegang. Ini membuatnya semakin tegang jika menerima ocehan – ocehan.

Seminggu berlalu dan tingkat stress Kim Kibum sudah di ubun – ubun. Rasanya ia tidak bisa menahannya lagi, ia ingin berteriak sekencang mungkin. Ia pun beranjak dan pergi ke rooftop untuk menghirup udara sore dan menumpahkan segala kekesalannya.

Kyaaaaaaaaa >__<

DASAR DOKTER TAK BERPERASAAN! SIALAN! SEHARUSNYA KAU KE PSIKIATER SAJA?! AKU MEMBENCINYA!! AAAAAAAAAAAAAA!!! LEE JINKI! PERGILAH KAU KE NERAKA BERSAMA SETAN – SETAN RUMAH SAKIT INI!

Key berteriak tak karuan, nafasnya memburu menahan emosi sedari tadi yang meluap – luap di dadanya.

“dokter siapa?”

DEG

Mati aku! Siapa yang mendengarnya? Kibum perlahan menengok, sedetik ia lega ternyata bukan sosok dokter menyebalkan itu melainkan sosok namja cantik yang terlihat, fragile? Sepertinya ia adalah salah satu pasien di sini, terlihat dari pakaian nya yang merupakan seragam pasien rumah sakit ini.

”hah? Nugu?” Kibum mendekati sosok namja cantik ini yang diam – diam kibum puji karena kecantikannya.

”mianhe~ apa aku mengganggu aktifitasmu?”

”eungh~?” Kibum mengusap tengkuknya dan tersenyum kaku.

”kenalkan.. aku Lee Taemin adik kandung Lee Jinki yang kau sebut dokter sialan tadi..” Taemin tersenyum manis memandang namja cantik didepannya ini yang terlihat salah tingkah.

”hah?” bahkan Kibum kehabisan kata – kata. Matilah aku, mimpi apa aku semalam ya Tuhaaaan.. malah bertemu adiknya. Tapi sedang apa dia disini?

”hahaha… wajahmu tegang sekali hyung.. tenang saja aku tidak akan mengatakannya pada hyungku kok.. gwenchana~ dia terkadang memang menyebalkan, tapi sebenarnya dia sangat baik…” seolah mengerti Taemin menenangkan Kibum yang sempat membatu dan tersirat ketegangan luar biasa di wajah cantik itu.

”ah? Mian~ aku tak bermaksud-

TAEMIN!!!!

Jinki datang menginterupsi perbincangan kedua namja cantik ini, pemandangan indah melihat dua sosok namja cantik ini bersamaan. Menyilaukan mata *__*

“sedang apa kau di sini hah?? Sudah kubilang jangan keluar kamar sendiri? Apa kau tidak mengerti? Ini hampir malam udara sangat dingin.. ck~” Jinki menghampiri Taemin dan belum sadar akan sosok Kibum disana.

Kibum tidak percaya melihat pemandangan di depannya, yah sangat manis. Terlihat sekali raut wajah khawatir  di wajah namja tampan ini, ia terlihat terengah – engah jelas sekali ia berlari kesini dan cucuran keringat keluar dari pelipisnya. Lucu~, batin Kibum.

“ah hyung.. berlebihan sekali.. aku hanya berjalan – jalan sebentar kok” Taemin mengeluarkan jurus puppy eyesnya.

”eh mian~ aku permisi~” Kibum memecah suasana dan bermaksud pergi dari dunia adik kakak ini.

”Tunggu~ Kibum kenapa kau di sini?” jawab Jinki kembali dengan nada dinginnya.

”hyung~ jangan galak – galak, kau tidak cocok berwajah serius seperti itu” Taemin mengejek Jinki.

”aish~ kau~ ah baiklah Kibum kau kembali lah ke UGD, ada pasien yang harus di infus, perawat sedang istirahat dan keluarga pasien juga meminta dokter menanganinya, aku harus membawa adikku ke kamarnya” Jinki berucap lembut setelah ditegur Taemin.

Hah?! Hebat! Dia bisa lembut juga ternyata?ckck.. Kibum bersumpah tadi adalah kalimat terpanjang yang ia dengar dari mulut dokter perfeksionis ini.

Kibum hanya menganggukkan kepalanya dan membungkuk lalu pergi dari hadapan mereka berdua.

”ah~ hyung! Kau ini sudah lama mengincarnya kan? Sudahlah jangan galak – galak..” Taemin menggoda Jinki yang sudah menggendongnya bridal style lalu menekan nekan pipi chubby itu gemas dengan hyungnya ini.

Jika jinki sudah berbicara dingin, sebenarnya ia menahan rasa gugupnya, dan jelas sekali di mata Taemin bahwa Jinki ini sangat menyukai Kibum. Menyukai? Atau bisa dikatakan mencintai?

”aish~ sudah jangan menggodaku atau aku akan mengelitikumu sampai kau menangis minta ampun. Arra?” Jinki mengeratkan pelukannya dalam menggendong Taemin.

Taemin hanya terkekeh geli melihat hyungnya dan menarik hidung bangir Hyungnya ini. Ia benar – benar gemas melihat tingkah Jinki yang berlagak galak di depan Kibum.

***

Brak

Kibum melempar tasnya ke atas meja lalu terduduk di sofa. Tepat sebelahnya ada Minho yang asik main PS, yah game maniak! Winning eleven. Mereka hanya terpaut satu Tahun. Minho sekarang masih duduk di tingkat 4 di Konkuk University jurusan kedokteran, seperti Kibum. Namun Minho nya sedikit malas, padahal otaknya sangat cerdas.

”aish~ kau ini bisa pelan – pelan tidak? Aku sedang serius! Awas saja kalau sampai aku kalah!” teriak Minho histeris saat ia merasa hampir saja gawangnya kebobolan.

Bletak

Kibum menjitak Minho kesal dengan adiknya ini.

“ya!! Kau! Belajarlah dengan giat! Apa yang kau lakukan? Bermain game bodoh itu setiap hari.. belajar! Kau ini sudah tingkat 4 ChoiMinho.. cepatlah lulus dan rasakan penderitaan ku menjadi co ass!” Kibum tidak kalah histeris membuatMinho meringis kecil menutupi kupingnya melindungi ancaman tuli di usia muda.

“ah~ ne ne~ kau ini cerewet sekali umma~”

”mwo?!!” Kibum membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang ia dengar tadi. kebiasaan Minho adalah memanggilnya umma, karena menurut Minho Kibum persis umma – umma cerewet dan sangat berisik.

AWAS KAU CHOI MINHO!!!

Teriakan tujuh oktaf membahana ke seluruh penjuru rumah, Minho melesat kekamarnya karena ia melihat aura merah menyala di tubuh kibum yang siap menelannya hidup – hidup dan dia harus menyelamatkan nyawanya.

Chu~~

Minho mengecup sekilas pipi Kibum lalu berangsur kekamarnya dan menguncinya rapat – rapat.

Blam

Manis~ hubungan mereka sebenarnya tidak kalah manis. Minho sebenarnya suka sekali menggoda hyungnya dengan mengecup pipi nya, gemas yah ia sangat gemas dengan Kibum sekaligus sangat menyayanginya. Karena mereka hanya hidup berdua di rumah sebesar ini, dan saling menyayangi adalah takdir mereka sebagai kakak adik.

Kibum mengusap pipi kanannya pelan, ”pabo! Dasar kodok awas kau” Kibum tersenyum tipis dan ikut melangkahkan kakinya ke kamarnya untuk istirahat, menyiapkan tenaga ekstra untuk menghadapi Namja sialan Lee Jinki yang memenuhi pundi – pundi amarahnya. Haah~ bahkan mengingat namanya saja sudah membuat kepalanya panas seolah darah berkumpul di kepalanya.

Lama – lama aku bisa mati kena darah tinggi, gumam Kibum sebelum menutup mata kucingnya dan terlelap.

***

Dua minggu berlalu.. perlahan Kibum sudah terbiasa dengan sikap dingin Jinki yang seenaknya. Ia sudah bisa mengontrol emosinya bahan jika mendengar jinki mengoceh dia hanya bersenandung kecil berpura – pura tidak mendengarkannya.

Jinki yang selama ini memendam perasaannya, ia sebenarnya sudah mengatur semua ini,karena sejak di bangku kuliah ia sudah menyukai Kibum yang notabene nya adalah adik kelas nya. Hanya saja saat itu kibum seorang diva terkenal dikalangan mahasiswa kedokteran Seoul University tidak menyadari kehadiran sosok Jinki yang memang terlihat cupu. Diam – diam jinki menyukai Kibum sampai pada saat ini memiliki kesempatan dekat dengan kibum karena ia yang merekomendasikan dirinya sebagai pengawas Kibum.

Semasa kuliah Jinki memang tidak terlalu menonjol karena fisiknya, kacamata tebal, baju berkerah yang dikancing hingga habis dan wataknya yang cenderung pendiam.

Sebenarnya ia bukan orang yang seperti itu, tapi ia hanya lelah semasa SMA ia menjadi pujaan dan membuat hidupnya stress setiap saat mendapatkan cokelat atau bunga dari yeoja – yeoja centil. Sejak saat itu ia memutuskan sedikit mengubah sosok tampan dan mempesona Lee Jinki menjadi sosok Cupu dan jenius Lee Jinki.

Kibum juga tahu sosok jenius ini, hanya saja ia tidak begitu memperhatikannya tanpa mengingat namanya. Sedangkan Jinki diam – diam sudah mengagumi sosok Kibum, namja cantik, supel, galak, berisik dan well sangat banyak yang menyukainya. Membuat Jinki mengurungkan niatnya tiap kali ingin mendekati Kibum. Entah mengapa kepercayaan dirinya hilang jika sudah berhadapan dengan sosok yang sangat ia cintai itu.

Suatu hari Kibum tak sengaja melihat Jinki tertidur diruangannya. Ia merebahkan tubuhnya di sofa dan melepaskan kacamatanya.

”Kibum~”

”ya?”  Kibum menoleh, lau ia lihat ternyata Jinki sedang mengigau.

Tapi? Kenapa ia memanggil namaku? Kibum sibuk dengan pikirannya. Entah mengapa ia mendekati Jinki dan membungkuk menatap Jinki intens. Tampan juga kalau ia tidur, ck~ lebih baik kau tidur saja, jauh lebih manis, gumam Kibum.

”eungh~” Jinki mengerang pelan dan menggeliatkan tubuhnya. Membuka matanya lalu ia menemukan Kibum yang menatapnya intens di atas kepalanya dan seperti orang aneh yang menatapnya.

SNAP

Dugh

”aw..”

”akhh..”

Keduanya meringis sakit saat spontan Jinki menegakkan tubuhnya untuk berdiri dan keningnya bertubrukan dengan kening Kibum.

”ah! Ya! Bisakah kau tidak bangun tiba – tiba! Appo~” Kibum mengusap keningnya yang memerah dan terduduk di lantai.

Jinki juga mengusap keningnya, lumayan sakit juga sepertinya.

”mana yang sakit?” jinki berjongkok didepan Kibum dan meniup kening Kibum.

Sontak Kibum kaget dan merasa jantungnya berdebar sangat cepat.

Deg deg deg

”sudah~ sudah tidak sakit kan? Jeongmal mianhe~” Jinki mengusap pelan rambut Kibum. Lalu ia berdiri dan beranjak keluar ruangan.

BLAM

Haaah~~ jinki memegang dada kirinya, mengusapnya, menstabilkan detak jantungnya. Entah setan mana yang membuatnya berani meniup kening Kibum tadi.  Ia menarik napas panjang dan membuangnya perlahan, perawat yang melihatnya terheran – heran dengan tingkah dokter ini.

Sedangkan Kibum di dalam memegang kedua pipinya yang panas dan tidak percaya dengan hal barusan. Kenapa? Ini aneh sekali….

Ah! Lee Jinki kau mau mempermainkanku eoh? Pasti ini hanya permainannya! Kenapa  tiba – tiba ia  jadi baik sih? Ini aneh! Aku tak bisa! Ah!

***

Sebulan pun berlalu.. perlahan Kibum memperlihatkan sifat aslinya yang pemarah, ia sudah tidak takut lagi. Ia kesal sekali menahan emosinya, sejak saat itu, saat ia pikir Jinki berubah, nyatanya ia semakin parah dan semakin membuat Kibum stress.

”YA! Aku tau kau dokter pengawasku, tapi bisakah kau tidak memarahiku didepan pasienku? Itu memalukan kau tahu?”

Kibum mulai mengamuk di depan Jinki di ruangan mereka tentunya.

”oh~ akhirnya kau bisa marah juga eumh?” Jinki mengeluarkan smirknya dan mendekati Kibum.

Tidak tahan, Jinki tidak tahan jika melihat Kibum mengomel dengan gerakan bibir key yang imut malah membuat Jinki gemas.

GREP

Jinki memojokkan Kibum di dinding dan menempelkan kedua telapak tangannya di dinding membentuk pertahanan mengurung Kibum yang sekarang wajahnya memerah dengan perlakuan aneh Jinki ini.

”apa yang kau inginkan dokter Jinki?” Kibum berusaha mengatur nafasnya dan berbicara dengan benar.

“aku? Apa kau ingat aku Diva Key? Sang almighty yang suka dipanggil KEY?”

“hah?” Kibum membulatkan matanya heran, kenapa ia bisa tahu nama bekenku?apa dia fans gelapku? Kibum mulai berpikir aneh.

”baiklah~ aku akan mengingatkanmu kalau begitu”

Eeuumpphhh….

Jinki membungkam bibir cherry Kibum dengan bibirnya. Mengecupnya lembut, awalnya Kibum berontak dan berusaha mendorong dada Jinki yang merapatkan tubuhnya, namun entah mengapa tubuhnya seperti mendapatkan sengatan listrik, mengalir ke sekujur tubuhnya, ia tidak berdaya saat Lidah jinki mulai memasuki rongga mulutnya dan menarik daging kenyal itu untuk menari – nari. Jinki menarik tangan Kibum yang masih menyentuh dada nya dan mengalungkannya di lehernya. Jinki yang merasa sudah tidak ada penolakan Kibum melanjutkan aksinya dan menarik tengkuk putih Kibum untuk memperdalam ciumannya. Menghisap pelan bibir bawah Kibum.

“mmmmhh…”

OH MY GOD!

 Apa ini? Bahkan Kibum terlihat menikmati perlakuan lembut Jinki! Pikirannya berkecamuk kesal dan ingin menendang Jinki namun tubuhnya bereaksi lain. Ini aneh! Ia merasa tersihir dan melayang… sangat hangat.. saling mendengarkan detak jantung masing – masing. Jinki terus melumat bibir Kibum dan menggigit nya kecil agar Kibum membuka bibirnya, dan menemukan pasangan menari lidahnya.

Hosh hosh hosh

Akhirnya jinki melepaskan tautan bibir mereka dan menghirup udara karena sejujurnya ia menahan nafasnya dari tadi.

Key memegang bibirnya dan menatap Jinki kesal. Baru saja ia ingin melayangkan tangannya untuk menampar Jinki yang berhasil merenggut ciuman pertamanya. Namun tangan itu segera ditangkap Jinki dan menariknya mendekat lalu satu tangannya menarik pinggul Key sehingga jarak mereka hanya beberapa centi dengan tubuh yang rapat.

“ah…” key melenguh saat dibawah sana terjadi tabrakan yang membuatnya sedikit.. kaget?

“dengarkan aku Kim  Kibum, mulai saat ini .. you’re mine…”

HAH??

Kibum semakin membulatkan matanya tidak percaya, ia merasa pendengarannya mulai rusak. Atau mungkin namja didepannya ini yang mengklaim dirinya adalah miliknya sudah gila?

”a-apa maksudmu dokter Jinki?” Kibum tergagap dengan pandangan Jinki dan posisi mereka yang kurang nyaman ini.

”like i said~ aku akan terus menciummu jika kau belum mengingatku Kim Kibum, kitty~” Jinki melepas rengkuhannya dan berlalu meninggalkan Kibum yang ternganga mendengar pernyataan tadi.

Kitty??

.

.

.

.

To Be Continued~

AHAHHAHAHA. OTTE? LALA?PUPUT?YEOBO?SOMAY?

PASTI ANEHHH, WAKAKKA.XDD

ah yasudah.. dikomen deh saya menerima kritikan anda sekalian sodara – sodara..

terima kasih yang udah komen. saya cinta banget deh pokoknya~

apa yang akan terjadi?

kitty?

lalu bagaimana nasib kibum? dicium teruus ampe inget? woooow!! mau gue juga!*plak

ahahhah.XDD

minho : komen okeh? inga – inga! nanti kita ga muncul di part selanjutnya kalo ga komen kata author u__u

taemin : sip!!

muahahhaha… *ngesot

195 thoughts on “Hate That I Love You/ JinKibum / part 1

  1. Ihhh jinki main cium cium kimbum aja. Aku kan juga mau wkwkwk.
    Kalo aku jadi key mendingan ga inget terus biar bisa dicium onew terus hehehe. Btw aku suka ffnya ka bagus

  2. Oooo jd jinki suka kii?? Hemm?? Kii gak inget?? Waaaaa mw dicium trs2 mahh kak yua.. sukaaa dehh manis bnget.. fff bkinan kak yua manis2 bnget ><

  3. Ahahahahaha Jinki ternyata pengagum rahasia kwkwkwkw..XD

    Kitty??? Maksudnya??? Jadi ikut penasarannnn😄
    keknya pernah punya hubungan nih mereka.. *slp *winggg ——-) part2

  4. wow sungguh wow… bebeh, kau to lucu amat sih. semua.a udah direncana kan bebeh buat dapatin emak… gkgk, kasian deh ming2 stress punya hyung2 suka.a teriak2. eh, tetem ada ? tetem sakit apa? wow, dicium mulu kalo gak ingets wis m0dus mah bebeh… next

  5. Ayo cium trus si emak beh smpe dy inget lg dan klo udh inget kejadian apa lg yg menanti kibum.. manis bgt ceritanya

  6. Ayo cium trus si emak beh smpe dy inget lg dan klo udh inget kejadian apa lg yg menanti kibum.. suka ,manis bgt ceritanya

  7. Hassshh😀 demen kalo gini mah,, karakter jinki errhh
    ini mah ceretanya kehidupan kedokteran..
    Jinki suka sama kibum mulai kapan??
    Ketemu dimana??
    Nice minkey brothership binkin ngakak tu 2 orang.

    Kisseuu key

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s