[2min/mpreg] Take me in your arms – part 3 of ?


Foreword:

Annyeong… ada yang masih nungguin FF ini, gue orang sibuk, biasalah, jarang update, dan mulai jarang banget nulis FF, paling yang lagi ngutang” aja. Thanks to yeobo gue yang masih bantu buat handle WP gue…*ciumlemparkoloronew

Dan oh sorry, gue lupa si Gikwang tuh pendek, muahahaha…itulah saya, kebiasaan liat SHINee jadi lupa sm yang lain, sorry buat penggemar Gikwang , no offense :p

Oke, here it is… sorry banyak wrong typo, males ngedit, dan sorry if its fail guys ==”

Read, Enjoy, free to commenting and likey Xd

edit piccu: Vienasoma<3

By: Sanniiewkey~

Prev Part : [PART 2]

TMIYA~

Minho membuka matanya, mengusap mata kantuknya, dan tangannya menggapai sisi kasurnya, sepi… sontak ia membuka matanya dan terkejut bahwa si samping nya sudah tidak ada Taemin.

“Taemin?”, panggilnya, tidak ada jawaban sama sekali, apa dia pergi? Dengan cepat ia bangkit,memakai boxernya dan t-shirt seadanya, berjalan keluar kamar dan menuju kamar nya sendiri, mengecek lantai atas, dan juga kamar mandi, namun tidak ada juga.

“TAEMIN!”, Teriaknya lagi, panik…

“Disini..”, terdengar suara dari lantai bawah, merasa lega ia segera turun dan melihat Taemin sudah berdiri di dapur, membelakanginya dan sudah berpakaian rapih. Minho menelan ludahnya, entah kenapa ia merasa canggung menghadapi Taemin.

“Kau mau sarapan apa?”, Taemin memecah kesunyian, tanpa menoleh ia tahu Minho sudah berdiri dibelakangnya.

“A-apa saja…”, jawab Minho gugup, mengambil air minum di kulkas, dan matanya tidak lepas menatap Taemin yang sibuk sendiri. Dari sudut matanya, ia melihat Taemin meletakan sarapan yang ia buat dan duduk di meja makan tanpa berkata apapun. Perlahan Minho duduk di depannya dan menunduk melihat makanan didepannya, kemudian melirik ke arah Taemin, ia sungguh tidak tahan akan perasaan canggung seperti itu…

“Taemin ak—“

“Maaf..”, jelas Taemin, Minho mendongak, “Maafkan aku Hyung…maaf telah banyak merepotkanmu dan juga membuat mu susah…”, katanya tanpa melihat ke arah Minho, dan Taemin mengunakan kata ‘Hyung’ yang menandakan bahwa ia serius mengatakan hal itu.

“Kau tidak perlu minta maaf …”, Minho memberanikan diri menggenggam tangan Taemin, Taemin terkejut dan ingin menariknya, namun ditahan oleh Minho, Minho menatapnya lekat, dan Taemin berusaha menghindar dari tatapan itu.

“Lupakan Jonghyun, dan coba untuk mencintaiku…”, jelas Minho, Taemin terkejut, menatap tidak percaya kepada Minho.

“Kau bercan—‘

“Aku tidak pernah bercanda Taemin!”, Minho menahan tangan Taemin yang gemetar menerima sentuhannya, “Aku serius kalau aku mengatakan aku mencintaimu, dan aku sangat perduli dan serius dengan apa yang terjadi dengan kita semalam.”

“Itu hanya ketidaksengajaan!”, Taemin sontak teriak, Minho merasa kecewa akan perkataan Taemin, melihat ekspresi Minho Taemin menoleh ke arah lain, “Kau…kau salah, kau tidak bisa begini, kita tidak sepatutnya melakukan ini…”Taemin menarik tangan nya yang mengendur dari genggaman Minho.

“Kita tidak keluarga, dan kau tahu itu.”, jelas Taemin berdiri dan meletakan piringnya di cucian,

“Tapi aku tidak lihat ada penolakan darimu semalam.”

“Karena aku mabuk.”

“Kalau begitu kita lakukan sekali lagi.”

Taemin tidak percaya, ia menoleh untuk mengumpat pada Minho, namun ia melihat Minho sudah berdiri dibelakangnya, menghimpitnya di antara counter dapur, meletakan kedua tangannya di kedua sisi tubuh Taemin yang membuatnya tidak bisa kemanapun.

“A-apa yang mau kau lakukan Minho?”, Taemin berusaha mendorong tubuh Minho, namun Minho terus memajukan badannya, menangkup wajah Taemin untuk menghadapnya,

“Aku mencintaimu…”, bisik Minho ditelinga Taemin dan menciumnya, membuat bulu kuduk Taemin merinding dan menahan desahannya, bohong…bohong jika ia tidak merasakan hal aneh menerima sentuhan Minho, dia sangat lembut, dan Taemin tahu itu … ia benci pada tubuhnya yang tidak bisa menolak.

Minho yang tidak mendapatkan perlawanan sama sekali mengulum senyumnya, “Jadilah milikku, aku akan menjagamu Taemin … jeongmal saranghaeyo…”, Minho memeluk tubuh Taemin, membuatnya terkejut, Taemin hilang akan kata-kata, ia tidak tahu harus berkata apa? Bagaimana mungkin terjadi, ini pasti bercanda, mereka hanya sepasang saudara sepupu, dan sering bertengkar satu sama lain, dan kenapa Minho bisa mencintainya, sejak kapan? Dan kenapa Taemin merasa tidak menolaknya?

Taemin menarik nafasnya dan membalas pelukan Minho, membuat Minho terkejut akan reaksi Taemin, diluar dugaannya, ia berpikir Taemin akan mendorongnya, memukulnya, atau menamparnya, tapi ini tidak, Taemin malah memeluknya dan membenamkan kepalanya di pundak Minho.

‘Im sorry Minho…’ hanya itu yang ada di benak Taemin, mungkin ia bersikap egois sekarang, bohong kalau ia mau menerima Minho, tapi sungguh, ia hanya butuh Minho, membutuhkannya untuk keluar dari masalahnya, dan membawanya ketempat yang lain, mungkin lebih baik…atau mungkin juga tidak…

TMIYA~

“Kau mau kemana sudah rapih?’, tanya Minho berdiri di dekat counter melihat pakaian Taemin yang rapih.

“Aku mau jalan-jalan …”, Taemin melihat ke arah Minho , “Kau ..mau ikut?”, Taemin melihat ke arah Minho.

“No campus?”,

“Nope… kalau kau tidak mau aku pergi sendiri saja…”, Taemin melewati Minho, namun tangannya ditarik oleh Minho,

“Im in. Just wait minutes …”, Minho mencium sekilas bibir Taemin dan berlari ke lantai atas, Taemin menyentuh bibirnya sendiri, dan menarik nafas, melihat ke arah jendela luar,ia merasa jahat pada Minho, namun ia mohon, sebentar saja seperti ini…

Taemin tersenyum menuggu Minho sambil memainkan ujung T-shirtnya, ia melihat ke lantai atas, sudah hampir 30 menit ia menunggu, sudah kesal rasanya, katanya hanya beberapa menit …

“Minho … kau belum selesai juga? Aku pergi sendiri saja lah …”

“TUNGGU!!”, Minho berlari kebawah dan tersenyum melingkarkan tangannya ke pundak Taemin, Taemin menoleh dan menyingkirkan tangan Minho. “Ya… dont be so mean… im your boyfriend now…”

“Not yet…”, Taemin menyengir, Minho berdecak dan menyusul Taemin, ketika Minho hendak naik ke motor Taemin menarik tangannya.

“No motorcycle…”,

“Hah? Tapi…”,

Taemin berdecak melotot pada Minho, Minho cemberut dan meletakan helmnya lagi, “Alright, up to you…”, Minho mencubit hidung Taemin dan menggandeng tangannya keluar dari gerbang, Taemin melihat ke arah tangan mereka dan ke sosok Minho, sempat ada perasaan hangat yang menyeruak kedadanya, ia tersenyum dan merubah posisi tangannya hingga jari jemarinya saling bertautan. Minho melihat ke arah tangan mereka, dan merasakan pipinya sendiri memerah.

“Kenapa? Baru pertama kali bergandengan tangan? Pfh … lucu…’, ledek Taemin, Minho berdecak dan mengeratkan tangan mereka.

“Ani, hanya takut kau lepas dan pergi dariku…”, jelas Minho sesaat dengan wajah serius, namun kemudian tersenyum dan berlari ketik melihat dari kejauhan bis akan berhenti dipemberhentian.

“Kajja…”, teriak Minho berlari menarik Taemin, Taemin ikut berlari, dan mereka masuk kedalam bis yang sedikit padat. Minho menarik Taemin lebih dekat dan melingunginya dari himpitan orang banyak. Takut kalau Taemin terdorong karena tubuhnya yang kecil-well dia tinggi- namun tetap saja , tetap terlihat kecil bagi Minho. Sesekali Minho melihat ke arah Taemin ketika bis berhenti dan membuat tubuh mereka sempoyongan, Taemin hanya terkekeh karena sesekali Minho terdorong oleh orang dari belakang.

“Inilah kenapa aku tidak mau naik bis…”, gerutu Minho, Taemin meliriknya kesal dan memukul dadanya pelan.

“Sesekali belajar jadi makhluk sosial …” jelasnya, Minho berdecak dan mengacak rambut Taemin.

“Kalau bukan karenamu, aku tidak mau lakukan ini.”, jelas Minho melihat ke arah lain, tanpa ia sadari wajah Taemin memerah hanya dengan kata-kata itu. Dan sepanjang perjalanan mereka menikmati nya, sesekali saling bercanda, dan mengomentari sekitarnya, atau hanya saling menatap dan melihat ke arah lain.

TMIYA~

“Pantaaaaiiiiiiiiiiii~~~~”, Taemin teriak berlari menuju ujung pantai dan tiba-tiba mundur kembali ketika ombak ingin menerpa kakinya, Minho dari kejauhan melihatnya sambil tersenyum dan berdecak.

“Minho … palli … mau apa kau bengong disitu, ini pantai, ayo sini…”, kata Taemin yang sudah melepas sepatunya dan bermain dengan air, menyipratkan air kesekitarnya dan tertawa, Minho berdecak dan melepas sepatunya, melepas jaketnya menggulung celananya sampai batas lutut dan berjalan menghampiri Taemin.

“Kau ini, ini kan musim hujan, mau apa kita kepantai, kau bisa sakit, ayo kembali…”, jelas Minho , namun ia tidak juga kembali malah ikut bergabung.

Taemin terkekeh dan berjalan menghampiri Minho, ‘Kau tahu, mungkin dirumah kau bossnya, tapi disini…”, Taemin tersenyum , “Aku boss nya!!”, SPLASH … Minho terkejut, ia gelagapan ketika air pantai yang agak dingin menyiram wajahnya, dan melihat Taemin berlari tertawa terbahak-bahak.

“YA! SINI KAU … “, teriak Minho, Taemin hanya tertawa dan berusaha lari dari Minho, beruntunglah Minho yang punya kaki lebih panjang bisa berlari cepat, hei … dia atlit di kampusnya, so what? Dengan cepat ia berlari dibelakang Taemin dan berusaha mengejarnya. Taemin terus berlari namun kakinya selip dan hampir jatuh , dan beruntung baginya Minho dengan cepat meraih tubuhnya dari belakang , memeluk pinggulnya dan menahannya dekat dengan tubuhnya.

“H-hampir saja…”, Taemin memegang jantungnya, jika tidak, dia mungkin akan jatuh, dan seluruh badanya akan basah.

“Gwencana?”, tanya Minho berusaha melihat wajah Taemin, Taemin menoleh, wajah mereka hanya beberapa centi saja, sangat dekat, bahkan Minho yakin wajahnya memerah, ia bisa merasakan nafas Taemin di wajahnya.

“IM GOOD!!”, SPLASH~ dan gotcha, Minho lagi menerima siraman air dari Taemin yang berlari meninggalkannya, tertawa … Minho mengusap wajahnya dan menyibakan rambutnya, menatap sosok Taemin yang berlari dan tertawa… bahagia, cukup begini saja sudah bahagia… Minho tidak butuh kata ‘nado saranghae’ dari Taemin, ia hanya butuh senyum itu, ia ingin itu kembali …

“Kau mau coffee atau…”

“Hot chocolate!”, sergah Taemin ketika mereka duduk di tepi pantai, setelah lelah berlari Taemin kembali dengan sendirinya dan duduk di samping Minho, Minho tersenyum dan mengusap kepala Taemin.

“Oke, jakkaman…”, Minho bangkit dan berjalan kekedai didekat pantai, kemudian kembali dan duduk di samping Taemin.

“Ini …”

“Gomawo …”, Taemin menangkup kedua tangannya di gelas itu membuatnya hangat, Minho merapatkan tubuh mereka dan memeberikan jaketnya pada Taemin, Taemin menoleh dan tersenyum, Minho hanya membalas senyumnya dan tidak berkata apapun.

“Minho … gomawo…”, Taemin menoleh, “Entah berapa banyak kata ini yang aku ucapkan padamu, sungguh, aku berterima kasih padamu Minho… kau orang yang baik, well …setidaknya diluar dari sifat aroganmu…”,decak Taemin, “Siapapun yang akan jadi pedampingmu nanti, pasti dia akan bahagia…”, Minho menatap mata Taemin lekat, Minho menarik nafas dan mengusap kepala Taemin.

“Kau bahagia?”, tanya Minho, Taemin menunduk sesaat dan tersenyum.

“Aku bahagi, berkat bantuanmu…saat ini, aku bahagia…”,

“Good, itu tandanya aku sukses jadi pendampingmu sekarang…”, jelas Minho, “Aku tidak akan memaksa kau membalas perasaanku Taemin, aku tahu ini mungkin salah, seperti yang kau bilang, kita saudara, tapi aku tidak perduli, selama kau biarkan aku disisimu saja, itu sudah cukup …”, Minho mengusap pipi Taemin dari udara dingin, Taemin menatap Minho tidak percaya …

Minho melirik ke bibir plum Taemin, menatapnya lekat, ketika Taemin merasa Minho akan menciumnya ia salah, Minho malah menoleh ke arah lain dan merangkul pundak Taemin lebih erat, menikmati langit sore yang indah… Taemin tersenyum dan perlahan merebahkan kepalanya di pundak Minho.

“Terakhir aku kepantai saat umur ku 10 tahun bersama umma dan appa … “, jelas Taemin, “Aku kangen mereka Minho..”, Minho merasakan tubuh Taemin bergetar, ia tahu Taemin menahan tangisnya, Minho hanya mengusap kepala Taemin. “Apa kau pikir mereka juga kangen padaku?”, tanya Taemin , “Aku yakin, mereka pasti bahagia disana… ya kan Minho?”,

Minho tidak menjawab, hanya usapan tangan dikepalanya yang ia berikan, dan Taemin tidak butuh jawaban, mungkin ia sudah tahu jawabannya, mungkin saat dimana ia merasakan hangat disekitarnya, ketika ia bersama Minho, ia sudah tahu bahwa orang tuanya mengirimkan Minho untuk menjaganya, tanpa Taemin tahu, ia sadar akan perasaan lain yang menyeruak perlahan masuk, menggantikan sakit hatinya, namun ia menolaknya…

TMIYA~

“Loh, kita mau kemana, kan jalan pulang kesana, pak supir kita puffhh—“,

“Jalan terus pak.”, sergah Minho pada pak supir menahan kicauan mulut Taemin, Taemin menepisnya dan meliriknya kesal. “Kita belum selesai, kali ini aku yang bawa kau ketempat yang aku mau…”, jelas Minho. Taemin berdecak namun tidak menolak, Minho hanya tersenyum dan menggenggam tangan Taemin, Taemin sadar akan hal itu, namun ia tidak berusaha melepasnya.

“Kita sampai…”, seru Minho, dan menarik Taemin keluar setelah membayar onkos taxinya.

“Namsan tower?”, tanyanya heran, Minho terkekeh,

“Kalau malam lebih bagus, jangan bilang aku belum pernah kesini?”, tanya Minho meledek, mendengar tidak ada balasan dari Taemin ia terkejut, “Hell no, kau sunggu tidak pernah kesini sebelumnya?!”, tanya Minho shock, Taemin menepis genggaman Minho dan cemberut.

“Jangan salahkan aku, aku tinggal di Jepang , dan baru kembali saat ku SMA…”, jelas Taemin, “Dan aku tidak seperti mu yang suka berkeliaran …”, Taemin meninggalkan Minho begitu saja, Minho terkekeh dan menarik tangan Taemin menuju tower.

“Kalau begitu, kutunjukan tempat yang bagus.”, jelas Minho, menarik Taemin masuk kedalam tower dan naik ke lift menuju ke atas tower, ketika mereka sampai, Minho tidak bisa lepas pandangannya dari Taemin, ia tahu di atas mungkin bagus, tapi rasanya, melihat Taemin itu lebih bagus dari pada ke sekitarnya.

“Ini …indah nya….”, Taemin berlari menuju ujung tower dan melihat seluruh kota Seoul, lampu berwarna-warni dari gedung, rumah, jalan, dan sekitarnya terlihat seperti bintang malam hari. ‘Aku tidak tahu Seoul bisa seindah ini jika dilihat dari atas, tidak kalah dari Jepang…”, jelasnya melihat ke arah Minho, Minho meletakan tangannya di pundak Taemin.

“Ah, Minho, itu apa?’, tanyanya melihat sebuah tembok besi yang penuh dengan gembok dimana-mana.

“Oh, entahlah, itu hanya sebuah tradisi disini, semua pasangan yang datang kesini ..errm, maksudku, semua orang yang datang akan menulis sebuah pesan dibalik gembok dan menaruhnya disana, kau mau coba?”, tanya Minho, Taemin mengangguk . Minho menarik tangan Taemin yang sudah dingenggmannya.

“Apa yang kau tulis? aku mau lihat!”, tanya Taemin, Minho menyembunyikannya, Taemin cemberut dan bergumam ‘pelit’

“Kalau kau lihat, ini tidak akan terkabul…”

“Ini akan terkabul? Kau lucu sekali Minho … masa kau percaya begini? Buat ku merinding saja…”, ledek Taemin,

“Yah! Siapa yah yang mau mencoba ini juga?”, tanya Minho kesal, mulai lagi sisi menyebalkan Taemin. Taemin hanya terkekeh.

“Aku akan tunjukan milikku, jadi adil kan? Kajja…”, Taemin menyerahkan gemboknya pada Minho. Dan Minho menukarnya dengan milikknya,

Minho tidak bisa berhenti tersenyum …

Gomawo (lagi) karena memberikan kebahagian untukku Minho. Semoga masih ada hari lain setelah ini …haruskan aku bayar dgn banana milk? B)❤ Taemin

Dan Taemin merasakan wajahnya memanas saat membaca pesan singkat dari Minho…

I LOVE YOU (you know already) and … i always Love you… please, stay wtih me <33 Minho

Mereka melihat satu sama lain, dan terkekeh , mengunci gemboknya menjadi satu dan menggantungkannya, Taemin memintanya ditempat tinggi, dan itu harus Minho yang lakukan, setelah itu kuncinya diberikan pada Taemin dan Taemin membuangnya sembarang, Minho hanya berdecak, berpikir Taemin akan semangat membuangnya ketempat lain.

Mereka duduk di kursi bis paling belakang, berdampingan, merasakan sunyinya bisa yang sudah tidak ramai, Minho melihat ke luar jendela, dari balik jendela ia melihat sosok Taemin yang merebahkan kepalanya di pundaknya dan tertidur pulas, ia menoleh dan menggenggam tangan Taemin, menyingkirkan rambutnya sedikit dan tersenyum , sebelum melihat keluar jendela lagi, mengeratkan genggamannya di tangan Taemin, seiring jantungnya yang berdebar cepat.

TMIYA~

“Aku pikir kita tidak perlu bertemu lagi, dan tidak ada yang harus kita bicarakan…”, jelas Taemin melihat ke arah lain,

“Aku tahu, tapi aku akan menyesal jika tidak menjelaskan ini padamu… kau butuh penjelasan kan?”, tanya Jonghyun, Taemin menoleh dan menatapnya seakan Jonghyun bercanda.

“Butuh? Sekarang? Aku rasa tidak Hyung…kau sebaiknya tidak usah perduli padaku sekarang, kau harus memikirkan perasaan Se kyung, bukan aku …”,

“Aku hanya ingin minta maaf sekali lagi Taemin …”

Taemin memejamkan matanya dan melihat ke arah luar jendela ruang studio tarinya, “Kalau saja kata maaf bisa membuat ku bahagia saat itu, mungkin aku akan baik-baik saja Hyung, tapi tidak, kau salah, kau terlambat, dan kau egois karena kau tidak menjelaskannya lebih awal sebelum aku tahu dan aku lihat dengan mata kepalaku sendiri…”, jelas Taemin.

“Sekarang tidak ada yang perlu kita ungkit lagi Hyung, kita sudah berkahir, dan kita jalani semua masing-masing, aku berharap kau bisa membahagiakannya…”, jelas Taemin mengambil semua tasnya. “Dan … aku maafkan kau Hyung… annyeong…”, Taemin pergi begitu saja. Meski ia mendengar kata gomawo dan terima kasih dari Jonghyun. Namun ia tidak menangis, tidak kali ini , dan ia terkejut akan sikapnya yang sudah bisa menerima perpisahannya dengan Jonghyun.

1 tahun bukanlah waktu yang sebentar, walau mungkin banyak yang meremehkan itu semua, dan berkata hubungan itu hanya seumur jagung, namun kenangan tidak bisa dihapus, dan Taemin tidak perlu melupakannya, anggap semua jadi pelajaran kedepan lebih baik lagi.

“Kau merindukanku?’, tanya sebuah suara dari belakang, memeluknya dan membawanya ke lorong yang sepi.

“Minho?!”,

“Hai.”, Minho tersenyum dan membalikan tubuh Taemin,

“Kau mau apa disini? Aku tidak kuliah?”, Minho berdecak dan merebahkan keningnya dengan manja di pundak Taemin.

“Aku tidak bisa belajar, aku merindukanmu…” ledek Minho dan mencium pipi Taemin, Taemin mendorongnya kesal.

“Kau ini, nanti bisa dilihat yang lain…sudah sana kembali ke tempatmu … “,kata Taemin, namun Minho malah menggelayut di tangan Taemin.

“Tidak … kau tidak ada kelas lagi?”, Taemin menggeleng, “Good, kita pulang …”, Taemin hanya menganga, namun tidak melawan membiarkan seenaknya digeret oleh Minho, dari sudut mata Minho , ia melihat Jonghyun menatap mereka, Minho malah sengaja merangkul Taemin, meski menerima penolakan darinya, Minho hanya tidak mau apa yang baru ia lihat ketika Jonghyun berusaha bicara lagi dengan Taemin membuatnya sedikit cemburu.

TMIYA~

Taemin merasakan hangatnya air mengguyur sekujur tubuhnya, nyaman rasanya jika ia habis menari seharian dan mandi dengan air hangat, itu membuatnya lebih baik, tanpa ia sadari pintu kamar mandi yang lupa ia kunci terbuka, dan masuklah seorang namja tinggi tanpa merasa canggung dan berdiri dibelakangnya.

Taemin terkejut ketika ia rasakan ada yang menutup matanya dari arah belakang, dan menghimpitnya ke tembok,

“M-minho?”, lirihnya, menyentuh tangan yang menutup matanya itu,

“Brilian.”, bisik Minho ditelinga Taemin, dan seketika Minho menahan kedua tangan Taemin ketembok, menghimpit tubuhnya dari arah belakang, mencium pundaknya dan beralih kelehernya,

“M-minho apa yang…ah…”, Taemin menekan kepalanya ke tembok ketika Minho menghisap lehernya dan ia tidak bisa lagi bergerak, atau menolak, entahlah, mungkin ia…menikmatinya?

“Aku cemburu … apa yang kalian bicarakan?”, tanya Minho terus menelusuri tubuh Taemin dengan ciumannya, Taemin hanya pasrah dan berusaha menangkap pertanyaan Minho.

“A-apa…?”,

“Kau dan Jonghyun … apa yang ia katakan padamu lagi tadi?”,tanya Minho, Taemin terkejut, ternyata Minho tahu…

“T-tidak ada yang penting…” kaki Taemin semakin lemas, Minho menahan badannya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Taemin, dan terus menelusuri punggung Taemin.

“Benarkah?”, tanya Minho, Taemin hanya mengangguk, “Dia tidak menyentuhmu kan?’, tanya Minho , Taemin tidak mengerti…

“A-apa maksudmu …memangnya kenapa? Tentu saja tidak…”, kata Taemin, Minho berhenti dan membalikan tubuh Taemin, menatap kedua matanya tajam dan melihat ke bibirnya.

“Karena aku tidak suka jika itu ia lakukan padamu…aku cemburu…”, jelas Minho, Taemin menganga,

“A-apa sih! K-kita tidak ada hubungan kan?”, tanya Taemin mendorong Minho. Namun Minho menarik pinggangnya dan tubuh mereka bersentuhan, membuat bagian sensitif mereka bergesekan, dan membuat Taemin mengigit bibirnya menahan desahan bibirnya.

“Tapi aku menganggap hubungan kita seperti itu, aku ini pacarmu kan sekarang?”,

“Bukan berarti kau pacarku setelah kita berhubungan seks sekali.”, Taemin menaikan suaranya, Minho menghempaskan badan Taemin ketembok  dan mulai mencium bibir Taemin paksa, lama kelamaan Taemin menyerah dan bertahan ditubuh Minho.

“Lalu kenapa kau tidak menolaknya saat itu, kenapa kau bersikap seakan aku berhak masuk ke hatimu, kenapa kau bersikap seakan aku ada harapan, kenapa kau tidak menolak jika aku lakukan ini?”, tanya Minho, Taemin diam seribu bahasa…

“Aku sudah bilang, berhentilah Minho … aku tidak mau menyakitimu …”

“Katakan kalau kau tidak menyukaiku…”, tanya Minho, Taemin diam … ia menatap Minho dan menoleh ke arah lain, bohong …bohong kalau dia tidak suka Minho.

“See… aku bahkan tidak bisa menyatakannya…kau mencintaiku kan?”,

Taemin ingin mengeluarkan suara, namun ia diam saja dan melihat ke arah lain, “Kau mencintaiku…”, jelas Minho dan mencium leher Taemin, menelusuri tubuhnya dengan jari-jarinya, dan menggendong tubuhnya, Taemin yang pasrah menerima perlakuan itu, melingkarkan kakinya di pinggang Minho dan mereka keluar kamar mandi, lalu pindah ke kamar Minho.

“Minho …”

“sshh…”, Minho mencium bibir Taemin lagi, “Just stay with me…”

Taemin hanya diam dan memeluk Minho, biarkan begini … entah apa, hati nya menolak, namun tubuhnya tidak, ia merasa galau akan kondisinya, namun ia tidak bisa pungkiri, ia ingin Minho…

“Nggghh…M-minhooo…”

Minho tersenyum, dan ia tahu, Taemin tidak akan pernah pergi darinya , sekeras apapun, ia tidak akan biarkan Taemin pergi, ia akan mencobanya, dan terus mencobanya…sampai pada akhrinya, Taemin akan benar-benar memilihnya…

TMIYA~

Taemin terbangun karena bunyi suara bel yang terus berbunyi, ia bangkit dan merasakan pinggangnya yang ngilu, dammit … ini semua karena Minho. Ia melihat Minho masih terlelap disampingnya, ia melihat jam dinding, pukul 7 malam, dan siapa yang bertamu malam seperti ini, dia bangkit dan memakai bajunya dengan cepat dan berlari ke lantai bawah.

“Sebentarr…”, teriaknya untuk memohon agar sang tamu sabar menunggu, dengan kegiatan seks yang baru ia lakukan sulit baginya untuk berjalan cepat.

Ketika pintu dibuka, “KODOOOK LAMA SEKALI KAU BU—“, seorang namja cantik yang siap berteriak karena pikir Minho membuka pintu langsung berhenti ketika melihat namja cantik berdiri dengan wajah kaget.

“OMO!! IM SORRY…”, teriaknya, Taemin memundurkan badannya,

“Ng … cari siapa?”, tanya Taemin tersenyum gugup.

“Baby siapa…Oh, annyeong!”, Taemin melihat namja lain dibelakang namja cantik itu , matanya sipit, dan tersenyum padanya, giginya terlihat seperti …kelinci?

“Aku Lee Taemin, kalian siapa?”,

Kedua namja itu barpandangan dan tersenyum lebar. ‘OMO, JADI KAU TAEMIN?! YAAMPUUN…AKU TIDAK TAHU MINHO PUNYA SEPUPU SEMANIS KAUUU…AAAHHH…”, teriakny layaknya fansgirl, sebelum ia bisa menyerang Taemin, namja tampan dibelakangnya menahan pinggangnya,

“Ahahaha ..mianhe Taemin …baby, kau menakutinya…”,

“OMO, jinjja? Mianhe neh!! Tapi baby, dia manis sekali, dia cocok jadi anak kita…”, jelas nya, Taemin hanya mengerutkan alis, anak??

“Taemin …?”, sontak Taemin, dan dua namja didepan pintu itu menoleh ke arah suara, Minho turun dari lantai atas, mengusap matanya, hanya menggunakan boxer , rambut berantakan, dan juga … Taemin melirik ke arah dua tamunya, yang saling berpadangan dan kemudian yang paling cantik menatap Minho geram.

“MINHO!!!”, teriaknya, Minho sadar akan teriakan itu dan menatap terkejut pada tamunya.

“KEY?!!”,

“APA YANG KAU LAKUKAN? CEPAT PAKAI BAJUMU!!!”, teriaknya, Minho sadar akan kondisinya dan segera berlari kedalam sambil mengumpat. Taemin hanya menunduk malu, ia sadar , dua tamunya ini pasti tahu sesuatu, namun kedua tamunya tidak berkata apapun, hanya masuk begitu saja.

“Ng…sebaiknya kau juga ganti baju…”, jelas namja satu lagi, entah siapa namanya, Taemin tidak tahu. Taemin hanya mengangguk.

TMIYA~

“So, perkenalkan, dia Lee Taemin, …Taemin perkenalkan, ini sahabatku, yang bermata sipit bernama Onew, dan yang ini bernama Key…”, Minho memperkenalkan kedua temannya yang duduk di sofa. Taemin tersenyum dan membungkuk sopan.

“Halo … aku Taemin ..salam kenal…’, wajah Key yang tadi cemberut sontak tersenyum melihat Taemin.

“Aigo, manisnya… ya kan baby?”, tanya Key pada Onew, Taemin hanya tersenyum. “Kau, apa yang kau lakukan padanya? Dia ini manis sekali, bersikaplah baik padanya…”, jelas Key merangkul Taemin, Minho tidak suka melihat Key sok akrab pada Taemin.

“Tenang baby … aku rasa Minho sudah bersikap baik kok, ya kan Minho?”, tanya Onew yang seperti nya tahu apa yang baru terjadi, “Kau diperlakukan lembut kan oleh Minho, Taemin?’, tanya Onew lagi, Taemin hanya menoleh kesembarang tempat.

“Apa maksudmu baby?”, tanya Key, curiga akan bahasa tubuh Minho dan Onew.

“Ani …ani…”, sergah Onew.

“Btw, ada kepentingan apa kalian kesini? Tidak biasanya?”, tanya Minho, Key duduk dikursi sebelah Taemin.

“Kami mau main, tidak boleh? Sengaja kami kesini, dan ingin menemanimu … dan ternyata kita sekalian bertemu dengan sepupu mu ini…aigoo…”, Key mencubit pipi Taemin gemas, Taemin hanya diam dan melihat ke arah lain.

“Ng … aku pernah melihatmu sebelumnya Key hyung, kau yang memenangkan penghargaan new comer desaign untuk pameran 2011 ini di kampus kan?”, tanya Taemin, Key terkejut, ia menutup mulutnya, agak berlebihan sih reaksinya…

“OMO, you know me?”tanya Key, Taemin mengangguk .”Jinjja?!! OMO….”, Key memeluk Taemin senang, Taemin melihat ke arah Minho, meminta pertolongan karena ia mulai tidak bisa bernafas. Minho hanya terkekeh melihatnya, Taemin menatapnya sinis.

“Kajja …kita buat makan malam…”, tiba-tiba Key menarik Taemin dan membawanya kedapur.

TMIYA~

“Ng…apa kau berteman lama dengan Minho Hyung, Key hyung?”, tanya Taemin, Key menoleh dan tersenyum.

“Iya, aku berteman sejak SMA dengannya … “, jelas Key . “Ng…Taemin …”

“Neh?”,

“Jangan salah sangka dengan sikap Minho, dia memang terkadang berandalan, dan dia juga posesif, terlebih dia itu dingin dan sekalinya bicara suka menyakiti orang, jadi maklumi saja… tapi percaya padaku, dia bukan orang yang jahat, dia sangat baik, dan aku jamin, dia itu orang yang konsekuen, jadi kau harus percaya bahwa apa yang dia lakukan padamu itu pasti ada maksudnya…dan ia tulus…”, jelas Key, Taemin tidak tahu apa maksudnya.

“Maksudmu?’,

“Kau tahu maksudku …”, jelas Key, ia mendekat ke arah Taemin dan melihat ke arah leher Taemin.

“Dan aku rasa kau sangat sangat tahu maksudku jika Minho itu serius dalam segala hal, termasuk hatinya, dan juga …ini…”, Key menunjuk ke kissmark dileher Taemin dan terkekeh. Taemin menarik tinggi kerahnya dan berwajah merah.

“I-ini …kami…”

“I know … “, jelas Key. “Kau tidak akan tahu jika tidak mencobanya, mencoba tidak sama halnya menyakiti ketika kau berusaha melupakan hal buruk jika kau mau menerima hal baik yang akan datang kan?”, Key menyentuh pipi Taemin dan menepuknya.

“Kau berpikir begitu?”, tanya Taemin yang tidak perlu tanya Key tahu dari mana tentang apa yang ia alami. Key tersenyum.

“Tentu saja. Itu yang aku lakukan untuk bisa bersama dengan Onew sampai sekarang…”, jelasnya mengedipkan mata, Taemin melihat ke arah lain, melihat ke arah Minho yang asik bermain PS dengan Onew , senyum itu, tidak akan berubah, dan Taemin sadar, senyum Minho selalu untuknya juga…

TMIYA~

“Aku pulang …”, Taemin masuk kedalam rumah, lelah rasanya, ujian seleksi sebentar lagi, dan dia harus berlatih hingga larut malam, dan menolak untuk dijemput oleh Minho, karena ia tahu Minho juga harus kuliah sampai sore dan ikut club.

“Taemin?”,

Taemin menoleh melihat Minho duduk di sofa mengusap matanya, Taemin tersenyum lemah dan berjalan mendekati Minho. “Kenapa kau tidur disini?”,

“Kenapa kau baru pulang? Seharusnya kau telpon aku, aku bisa menjemputmu…”,

Taemin tersenyum, “Tidak usah, kau juga lelah kan harus kuliah dan juga latihan di club bola…”, Taemin memijit sendiri kakinya yang lelah , Minho menyadari hal itu dan duduk di bawah meraih kaki Taemin dan memberikan pijatan untuknya.

“Y-yaah…apa yang kau lakukan?”, tanya Taemin, Minho tersenyum.

“Memberikan refleksi untukmu … relax… ini akan lebih baik, percaya padaku…kau rebahan saja…”, jelas Minho, Taemin hanya diam, karena benar …merasa lebih nyaman, ia menyandarkan punggunya dan melihat kelangit-langit.

“Minho …”

“Hm?”

“Jika ahjussi tahu apa yang kita lakukan, apa mereka akan marah?’, tanya Taemin, Minho mendongak dan tersenyum.

“Mungkin, terlebih umma … dia akan murka jika tahu aku …you know…kau dan aku…”, minho berdecak, Taemin terkekeh.

“Kau harus tanggung jawab dan lindungi aku dari amukan umma mu…”

“Kau yang harus lindungi aku, aku yang akan dihabisi olehnya…”, jelas Minho, Taemin terkekeh. “Tapi tenang saja, aku akan katakan bahwa aku serius padamu, aku akan bilang, kalau aku mencintaimu, maka dari itu , aku harap umma dan appa bisa terima hubungan kita …maksudku perasaanku padamu…”, Minho mengoreksi, karena ia sadar bahwa Taemin tidak –belum- mengakui apa dibalik hubungan mereka ini.

Taemin tahu Minho salah bicara, dan ia melihat kegugupan Minho. “Sudah, kau cepatlah ganti bajumu, apa kau sudah makan?’, Minho berdiri .” Aku akan buat—“

“M-minho…”, Minho berhenti ketika Taemin memeluknya dari belakang, “Mianhe …”, jelas Taemin, “Maaf jika aku membuatmu salah paham … maaf jika aku membuatmu bingung akan hubungan kita…maaf ji—“

“Taemin…”, Minho berbalik dan menyentuh pipi Taemin, “Aku sudah katakan, aku akan menunggu, aku tidak akan memaksamu juga…jadi tenang saja, aku janji aku tidak akan pergi…”, jelas Minho, mengusap kepalanya dan mencium keningnya kemudian berbalik.

TMIYA~

Tubuh nya terasa mengigil, entah kenapa ia merasa tidak enak badan kali ini, Taemin bangkit dari tidurnya ditengah malam, kepalanya pusing … sudah dari siang ia merasa badannya tidak enak, mungkin dia akan sakit?

Dengan sempoyongan dia berjalan keluar kamar, hendak mengambil air minum, namun perutnya terasa mual, apa yang ia makan rasanya ingin keluar begitu saja. Dengan cepat ia berlari ke kamar mandi dan membuka keran air, berharap Minho tidak mendengar ia muntah di closet. Anehnya tidak ada makanan pun yang keluar, hanya air , dan itu membuatnya lebih buruk, kepalanya pusing sekali, sampai ia tidak bisa bangun sedikit pun. Ia mengelap mulutnya dan juga air mata yang keluar.

“Uggh …”, ia menyentuh perutnya lagi, dan ia berusaha memuntahkan isi perutnya, namun nihil, tidak ada apapun yang keluar, ia heran, ada apa sebenarnya.

“Taemin?”, terdengar suara ketukan dari luar, Minho…dengan cepat ia menyiram closet dan membereskan kondisinya, jangan sampai Minho tahu ia sakit.

“Taemin, kau didalam? Apa yang kau lakukan malam-malam begini?’,

“J-jakkaman … aku hanya buang air…”teriak Taemin membasuh wajahnya dan mengelapnya, menepuk wajahnya sesaat, bersyukur ia tidak begitu mual lagi, hanya pusing sedikit.

“Gwencana?”, Minho melihat Taemin , Taemin hanya mengangguk. “Kau yakin? Kau sedikit pucat, kau sakit?’, tanya Minho mengecek keningnya, namun baik-baik saja…

“Nah, aku hanya sakit perut saja…gwencana…”, jelas Taemin, Minho hanya mengangguk dan mengantar Taemin kekamar.

“Kenapa kau ikuti aku?’, tanya Taemin ketika Minho naik kekasurnya,

“Hanya ingin bersamamu saja…kajja tidur lagi.”, jelas Minho, Taemin hanya menarik nafas dan menerima saja ketika Minho memeluknya dari belakang, masih terasa pusing dikepalanya, namun ia usahakan tidur, mungkin besok sebaiknya ia cek kedokter jika ia masih merasa pusing.

TMIYA~

“Neh … aku hanya ada keperluan sebentar, kita bertemu di rumah saat makan malam saja…”, jelas Taemin.

[Kau yakin? Kau ada dimana? Biar aku jemput]

“Tidak usah… aku dekat dengan rumah, kau pulang saja, tidak usah khawatir…aku juga tahu jalan pulang…”

[ck, kau ini … aku juga tahu akan hal itu, yasudah, hati-hati …annyeong…]

“Annyeong Minho..”

“Mr.Lee?”,

“Ya?”

“Silahkan masuk…”, seorang suster memanggil namanya, dan dengan segera ia masuk keruangan dokter bernama Jung.

“Anneyonghaseyo …”, sapa Taemin , dokter itu tersenyum, menyambutnya ramah dan meminta Taemin duduk.

“Bagaimana kesehatan saya, medical checkupnya hasilnya baguskan?”,tanya Taemin, dokter itu tersenyum dan menatap Taemin lekat.

“Kalau boleh saya tahu …apa anda punya pacar?”, tanya nya, Taemin memiringkan kepalanya, hubungannya pacar dengan kesehatan? Ia tidak pernah tahu…

“Ng … memangnya kenapa?”

Dokter itu tersenyum dan melihat keberkas ditangannya, “Ini sudah tidak mengherankan lagi didunia paramedis … tapi bisa saya pastikan anda sehat, tidak ada yang membuat anda khawatir akan kesehatan anda…semua hasil checkup sangat bagus…”, Taemin tersenyum lega.

“Tapi …maksudnya ‘Ini sudah tidak mengherankan lagi didunia paramedis’ itu apa?’, tanya Taemin, dokter itu tersenyum dan menatap lekat ke arah Taemin, kemudian memberikan berkas ditangannya,

“Jagalah kesehatan anda baik-baik, dan hiduplah dengan baik, periksakan diri anda sesering mungkin kesini, secara teratur, anda mengerti kan?”

TMIYA~

Taemin duduk ditaman yang sepi itu, hari hampir gelap,entah berapa lama ia sudah duduk disana , menatap sekelilingnya, tidak bisa dipercaya, dan mungkin ia harus percaya, kenapa itu harus terjadi padanya.

[Anda special, pikirkan hal itu, ini sebuah anugerah dari Tuhan, dan anda tidak boleh merasa kecil hati, anda dipilih dari sekian banyak orang untuk menjaga pemberian Tuhan itu, jadi jaga baik-baik kandungan anda…]

POSITIF

Kata itu terkesan bercetak sangat besar di kertas selembar yang tipis itu, dan jelas terus tengiang di kepala Taemin. Taemin menyentuh perutnya yang masih rata,jalan 3 minggu …sudah selama itukan calon bayi itu ada diperutnya? Ia yakin ia namja, dan bahkan ia yakin ia bahkan tidak punya rahim, lalu bagaimana bisa? Mungkin itulah mengapa ia spesial …

Lalu, anak siapa ini? Mungkinkah Minho? Atau …Jonghyun? jika ia berpikir itu anak Jonghyun, ia sakit … karena ia tidak ingin, didalam hatinya ia berharap bahwa ini sama sekali bukan anak Jonghyun, bahkan mereka hanya sekali melakuakn seks.

“Aku yakin … aku aegya Minho …ya kan?”, bisiknya pada perutnya sendiri, ia menunduk dan meremas kertas itu, lalu bagaimana ia katakan pada Minho akan hal ini? Bagaimana jika Minho tidak percaya, dan bagaimana jika umma dan appa Minho tahu? Apa yang akan terjadi padanya? Bagaimana kuliahnya, cita-citanya …

“Taemin?”, Taemin mendongak, dari jauh ia melihat Minho berdiri di ujung taman, “God, Taemin!!”, Minho berlari ke arahnya, dengan cepat Taemin menghapus air matanya dan memasukan kertas itu ke sakunya. Minho memeluk Taemin panik.

“God Taemin, kenapa kau tidak angkat telpon ku? Kau dari mana? Aku mencari tahu bahwa kau tidak ikut latihan hari ini … kau bohong padaku?”, tanya Minho. Taemin diam saja.

“Mianhe … aku …habis dari kuburan umma dan appa…”, bohong, Taemin berbohong. Minho diam, dan menatap Taemin lembut. Ia mengusap kepala Taemin dengan sayang.

“Kenapa tidak kau katakan saja padaku… kau buat aku khawatir…”, Minho merangkulnya, “Kajja…diluar dingin …”, Minho membangunkan tubuh Taemin dan berjalan bersama.

“Minho …”,

“Hm?”

“Aku mau ramen…”

“Kajja kita beli…” Minho tersenyum dan menarik tangan Taemin, Taemin menatap tubuh Minho dari belakang … haruskah aku katakan sekarang?

“Minho ak—‘

“Kau tahu, kenapa aku mencarimu, aku ingin bertemu denganmu, dan mengatakan padamu bahwa aku diterima beasiswa ke Jepang selama 1 tahun, aku akan pertukaran pelajar disana … aku ingin kau orang pertama yang tahu akan hal ini…”, Minho menoleh dan mengelus kepala Taemin, Taemin terpaku …

“Oh, kau mau katakan apa tadi?”, tanya Minho.

Taemin diam seribu bahasa, akankah ia egois dan katakan ini pada Minho? Lalu membuatnya berhenti mengejar masa depannya? Dan membuatnya terjebak dalam kondisi Taemin?

“A-ani … chukaee Minho … kau hebat …”, jelas Taemin, “Kau harus rayakan ini, traktir aku yang banyak…”, seru Taemin berlari mendahului Minho, menahan tangisnya, sungguh, ia ingin menangis, namun tidak kali ini …. tidak didepan Minho.

CUT~

Tae hee hee~ im cliffhanger, lalalalala~ Taemin hamil, jangan tanya kenapa bisa? Namanya juga fanfics?! LOL . Dan sorry NC di cut, masih banyak ntar nc yang lain, nah klo disini Onkey cameo, jadi maaf yah OKS~ …

Guess what, ini bakal angst atau nggak? Tae hee hee~

Just leave a comments, sorry gak bisa update cepet, gue lagi mau ujian … udh semester 5 jadi banyak tugas , doain aja sukses yah… and so do you guys!

Special thnx to:
Hanakimchi, 2MIN__, Angeloc, Putri as park min ah, bluedevil, leeliya, ThaNewDubu@Cukha_Bhanannaa, 911209, maumee, SusuPisangRasaAyam, dubutofu, btari_tami, eriaerio, bieblings, pudpud, augustine, hardiyanti, Eunike Denisse Tumembouw, mulda, merli, kyufhy, dubuniyo, vina, rinimvp, KEYsambetONEW, keiminnie, Kim Rainbow★ (@kimamyyyy), dheetaemin, Fitra Fitra Chava, Taeminyeoja, Qionnu, fitri, naoqyy, desadesydesu, nss2704, pudtrie, zhewie c’shawolshinee, cherry, mbieayu, kangeunsan,blingnu, widitya, Nhaa JooniE, hanifa, taekyumin, yayuki taemin luuph,wookibum, Nara_3424, negreeny, ftmints, KimLeeHee, shawol_4ever,yua wandira love jinki, taeminumma, anyul, yunoki, riya magdalena, kim tira, sagitaaa, dhinny, indahminnie, Ha_ye, richa, taeminida, mizziz, duoMin, kurararuby, Sung ji ki, Sari Gaemgyu Flames, hufi utami, queenloveminho, dina, aoi kaji, yuri, onkeygoreng, kim ri jaejoong, loPhLove_key, and ALL SR …

SORRY MANY WRONG TYPO!!

Bye bye…comments and like are❤

139 thoughts on “[2min/mpreg] Take me in your arms – part 3 of ?

  1. waaaaaahhh temin hamil anak siap tuh si minho kodok apa si jonghyun dino? tetemmm jangan terlalu egois ksh tau aja bapaknya siapa,, nah lo minho mau pergi kemana lg?

  2. aaaaaaaahhhh sumpaaahhh, ini konfliknya dapet bangeeetttttt :””””((( daebak banget sama authornya! (y) setuju banget sama jalan ceritanya, disetiap ada titik kebahagiaan, disitu pula ada titik penderitaan :’) gut job!😀

  3. Gak bisa baca part 1 dan 2😦
    semoga gak banyak yg di protec.
    Trus gimana Taemin klw Minho pergi.

  4. huweeeee……….
    baca ini tanpa part sebelumnya jadi g begitu ngerti… huweeeeeeeee…..
    joha neomu joha………..
    itu taemin gimana kalau minho ke Jepang?
    lanjut dulu ah

  5. Haduh ko ga nemu cap satunya…!!!!!huaaaaaaaaa….eonni anyooong!!!!!lina baru nemu ni fic kereeereeennnnnn,ceriiiitaaaanyaaaaa!!!!
    Ahai tetem hamil,anak siapa???gw harap anak minoo#plaakkk
    Lina seneng banget ama kisahnya mudah dicerna enak dibaca.jjong pacaran ama tetem yah dulu?haduuuh kayanya lina

    Mesti ubekk2 tempat ini deh misinya on,><

    Fic disini keren2 sumpah!!

  6. part 1 dan 2 belum baca.itu pasti yadong kan? aku kan masih polos *innoface* makanya diprotek.hehehe
    aq langung lanjut aja ya thor.
    aq kasian sm taemin,masa gak mw ngasi tau minho.ditanggung sendirian?

  7. JongTae?!
    sumpah saiah gelap(?) sm crtx, coz gk bs bc part 1-2. tp seru kok, abang Ming yg posesif SUKA>///< taeby HAMIL

  8. jadi taemin hamil dan minho mau kejepang gitu?? terus taem sama siapaa?? ini kok kayanya pengen nangis banget sih baca ceritanya T.T ahh daebbak!

  9. rada bingung baca tanpa part sebelumnya hehe
    taemin hamil anak Minho kan iya kan ㅠㅠ minho protektiv bgt .. sayang bgt ama Tae .. yah minhonya kok mau pergi sih kasian tae ㅠㅠ

  10. sering bingung dgn penggunaan kata aku dan kau,,,

    tae hamil??? tapi anaknya siapa??
    minho atau jonghyun.??
    aahhh molla semoga saja itu anaknya minho,

    ming dpat beasiswa 1tahun kejepang,, trus taeminnya bagaiman??? bumonimnya ming juga??
    klw misalnya ming jadi brngkt tae bakalan ngelahirin tanpa minho?????

  11. kangen banget sama dunia perFFan… huhuhu.
    searching ff seriesnya SYF dan langsung jatuh cinta sama judul Take Me In Your Arms.
    tapi sayangnya part 1 sama 2 di protect.. hiks.
    jadinya mulai dari oart 3 deh..

    cue~

    suka sama konsep ffnya, MPREG. jjang !.
    tapi ini sedikit bahaya karena mereka sodaraan. takut perjalanan terhalang restu ortu. hiks.
    tapi engga mungkin mereka pisah kan ??

    jonghyun?? kenapa ini bawa-bawa jonghyun? taemin mantan jjong? jjong selingkuh sama sekyung? sudahlah.. ini berarti memang taemin jodohnya minho seorang. hohoho.
    tapi temin lucu waktu dia engga pernah ke namsan. kelamaan di jepun ni ceritanya. hahaha.

    nah loh!.. taemin hamil??. tapi ini anaknya minho kan ya?? walopun baru 1 kali kan bisa aja langsung jadi (?). pokoknya harus anak minho. (titik)

    ini keren.. gomawo author-nim buat ff yang cetar ini.. typo masih dapat dimaklumi lah.. gomawo ^^

  12. Aaaaa… Taemin hamil… Itu anaknya minho kan?? Kan terahir sama minho maennya, berharap taemin bakal jujur keminho dan biar dia bisa ikut kejepang jugak he…he…

  13. Moga di kandungan taemin aegya minho amiiiiinnn….
    Suka deh klo karaktermimhonya dibuat ice prince tapi care bgt ma taeby sweeeeeet bgt

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s