Hate That I love You / JinKibum / Part 2


Main Cast: Lee Jinki, Kim Kibum

Support Cast : Choi Minho, Lee Taemin, Son Dongwoon

author : istri kedua Choi minho#ngoook

FOREWORD

annyeong~~

YAK YAK YAK!!

saya update cepet nih.. hehehe..

maaf kalau part ini ga sebagus atau mungkin emang ga bagus (u_u)

i just let my finger guys…

heeem sebelumnya makasih banyak yang udah suka sama FF ini, ada yang bilang tulisan gw mengalami kemajuan *ehem* terbang nih ah…

meskipun masih banyak kekurangan sana sini aku harap suunders memaklumi karena diriku ini tidaklah sempurna *_*

dah ohya aku seneng deh ada yang bilang

“wah gilaaa! baru kali ini gue suka FF onkey”

ahhh~ jadi tersepona! apakah saya berhasil sedikit menebar virus OnKey?

kekekeke~~

buat LALA PUPUT ini kan spesial yah buat kalian,

maap lagi kalo ga greget gitu (?)

BUAT YEOBO dan 2 selingkuhan *plak* ini mian yah kalo jelek *minta maap mulu gue/ketauan ga pede..muahaha

oh iya mau laporan, saya mau ngetik FF Ontae nih adapted langsung dari folklore Jepang, TAPI!!! ada tapinya nih ONTAE nya as brother donk XDD

jadi tenang aja, ini lebih kepada Life, pelajaran hidup. jujur saya tersentuh saat membaca ini yang tadinya lagi nyari bahan skripsi karena saya dengan sepinternya merubah judul skripsi saya dengan cerita rakyat jepang. lalu entah kenapa setiap cerita yang saya baca yang terlintas adalah FF FF dan FF!! kenapa iniii!! ah *jedotin pala

okelah~ nanti diselipin slight 2min nya kok😄 hehe

abis itu mau hiatuuss~~ uhuy mau UTS woi!! UTS!! *scream

WARNING

YANG GA SUKA ONKEY JAUH – JAUH DARI FF POSTINGA YUA WANDIRA LOVE JINKI! KARENA SAYA ONKEYSHIPPERSEJATI YANG MERANGKAP MENJADI 2MINSHIPPER.

SO WHAT? ADA YANG GA SUKA? HAH? HAH?

*Gulung lengan baju/panggil falcon/plak

.

.

.

Bruk

Kibum membanting pintu dan berteriak seperti biasanya menumpahkan kekesalannya pada dongsaeng tercinta, siapa lagi korban tunggalnya kalau bukan Choi Minho.

KYAAAAAAAAAAAAAAA

MINHO!! EODIGA?! MINHO! AKU KESAL! MINHOOOOO!!

Berulang kali Kibum meneriakan nama Minho namun yang bersangkutan tidak ada jawaban.

“hah! Kemana si froggy boy?kenapa rumah gelap sekali ini sudah jam 10 malam!ck~anak itu benar – benar..atau dia tertidur sampai malam? Dari siang? Demi Tuhan Minho! Matamu bisa makin besar jika tidur terus..” Kibum terus menggerutu sambil melangkahkan kakinya ke kamar Minho dan menyalakan lampu satu persatu.

Kibum dan Minho hanya tinggal berdua semenjak ditinggal pergi orangtua mereka. Yah memang setiap pagi akan ada ahjumma yang datang untuk bersih – bersih rumah mereka meskipun Minho dan Kibum tergolong orang yang peduli kebersihan tapi rumah ini lumayan besar jika mereka harus membersihkannya sendiri. Lagipula Kibum sangat sibuk dengan pekerjaannya sebagai co ass sekarang, bahkan ia sudah agak jarang mengobrol dengan Minho.

Ceklek

Kibum mengecek kamar minho tapi nihil. Kamar minho rapih dan gelap.

Aishh.. kemana anak itu?

Kibum merogoh saku celana bahan hitamnya dan mengambil I-phone white kesayangannya lalu menelpon Minho.

The number you calling is switch off, please try again latter

What?!

Beraninya dia mematikan handphone nya?! Awas kau Minho akan kubuat kau tuli dengan teriakanku.

Kibum terus saja menggerutu walaupun sejujurnya dia agak khawatir dengan dongsaengnya ini. Lalu ia memutuskan untuk ke kamarnya untuk meregangkan ketegangan tubuhnya dan syaraf otaknya yang sangat panas hari ini. Siapa lagi kalau bukan Lee Jinki namja sialan pengrusak hari – hari indahnya di rumah sakit.

Ceklek

Ia pun membuka kamarnya yang masih gelap tapi lampu kamarnya terlihat hidup. Aneh sekali, pikirnya.

Sreet

KYAAAAAA…!!!

Kibum kaget ketika ia merebahkan dirinya sebentar ada seseorang yang memeluknya dari belakang.

“eungh..”

“MINHO! sedang apa kau dikasurku?!” Kibum meronta melepaskan pelukan Minho. Ternyata yang memeluknya adalah Minho. Kibum tidak menyadari Minho karena tadi tubuhnya tertutup selimut hingga kepala.

Namun tidak ada jawaban dari minho, biasanya jika mendengar teriakan 7 oktaf sang hyung, Kim Kibum, Minho akan spontan menutup kupingnya.

“eungh.. umma~.. umma~ .. andwe~” Minho mengigau dan semakin memeluk Kibum.

Kibum merasa ada yang tidak beres dengan adiknya ini lalu memegang kening Minho dan benar suhu tubuhnya sangat tinggi. Keringat bercucuran di pelipis dan sekujur tubuhnya.

“Minho.. kau demam! Ayo kita ke rumah sakit..” Kibum terdengar khawatir seraya menggoyang – goyangkan lengan Minho dan mengusap peluh di kening Minho.

“eumh… “ Minho hanya meracau tidak jelas.

Kibum semakin khawatir dengan adiknya ini, tidak biasanya Minho sakit karena Minho sangatlah menjaga kesehatan dan rajin berolahraga atau sekedar ke gym seminggu sekali.

Akhirnya dengan sekuat tenaga Kibum memapah Minho ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.

****

“Bagaimana keadaannya sunbae?” tanya seorang namja cantik pada dokter di depannya ini dengan raut wajah yang sangat khawatir.

“Yah.. Kibum seperti yang kau tahu Minho memang terkena gejala typus. Syukurlah dia cepat kau bawa kemari jadi keadaannya belum terlalu parah.

“Yaa.. aku tahu dari ciri – cirinya tadi hanya saja aku terlalu mengkhawatirkannya sunbae.. gomawo kau mau datang langsung karena tadi tidak ada dokter jaga lain, hanya kau yang terlintas dipikiranku dan untung saja kau ternyata praktek di sini.

“ck~ Kibum bisakah kau tidak memanggilku sunbae dan sunbae? Apa kau masih marah padaku eum?” Namja yang bertubuh tegap kulit kecoklatan tertulis di name tag nya Dr. Son Dongwoon mengusap lembut pipi Kibum.

Kibum hanya tersenyum tipis dan memalingkan wajahnya berusaha menghindar dengan penolakan sehalus mungkin.

Dongwoon adalah kakak kelasnya di Fakultas Kedokteran Universitas Seoul sekaligus mantan pacar Kibum. Oke, mantan pacar tapi perlu dicatat bahkan berciuman pun Kibum dengannya tidak pernah.

Saat mereka menjadi sepasang kekasih Dongwoon mendapat beasiswa dan meneruskan kuliahnya di Oxford University. Namun saat Dongwoon kembali bukan bahagia yang diterima Kibum justru ia harus menerima kenyataan bahwa Dongwoon sudah menikah dengan yeoja pilihan orangtua Dongwoon.

Saat itu Dongwoon terlihat seperti pecundang di mata Kibum karena ia tidak menolak perjodohan tersebut. Awalnya Kibum merasa hatinya dipermainkan, sangat hancur berkeping – keping seperti tak ada harganya karena Dongwoon tidak sedikitpun berusaha mempertahankan hubungan mereka. Namun seiring berjalannya waktu Kibum menyadari semua itu memang sudah takdir yang harus ia terima dan mulai memaafkan Dongwoon walaupun ia tetap menjaga jarak dengan Dongwoon. Ia kembali menata hatinya dan yah kini ia mampu melupakan Dongwoon.

DEG

Kibum tak sadar ada seseorang di balik pintu yang diam – diam menyaksikan mereka. Saat Dongwoon dengan lembut mengusap pipi tirus Kibum.

“Hyung.. sudahlah jangan bahas itu lagi.. aku benar – benar sudah melupakannya dan sekarang aku lega karena bisa melihatmu bahagia..” Kibum tersenyum manis, sangat manis dengan lesung pipitnya itu ia mengambil tangan Dongwoon yang tadi mengusap pipinya dan menggenggamnya.

DEG

Lagi – lagi namja bermata sabit, Lee Jinki melihat pemandangan yang membuat matanya sakit, atau hatinya sakit? Sesuatu di dadanya berdentum sangat keras, aliran darahnya seolah naik memenuhi kepalanya dan membuat wajahnya memerah padam. Ia mengepalkan tangannya sangat kuat sampai kuku nya menusuk tajam telapak tangannya.

“Kim Kibum, sepertinya kau lupa kata – kataku padahal baru tadi kan? Baiklah sepertinya aku harus mengingatkanmu…” Jinki bergumam pelan masih menatap tajam sosok Namja cantik yang berada di ruangan Dongwoon.

****

Cklek

Jinki memasuki ruangan Taemin mengecek keadaan adiknya ini. Salah satu alasan Jinki menjadi dokter adalah Taemin, entah sejak kapan Taemin menderita kelainan jantung. Taemin pernah pingsan dengan detak jantungnya yang tiba – tiba berhenti. Awalnya Jinki tidak menyadarinya sampai ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Taemin pingsan. Selama ini Taemin pintar menyembunyikan sakitnya dan diam – diam mengkonsumsi obat jantung.

Jinki ingat sekali saat Taemin tidak sadarkan diri karena ia terlambat meminum obatnya, lalu ia menggendong Taemin ditengah hujan saat itu. Mirisnya bahkan orangtua mereka tidak tahu keadaan Taemin. Menurut dokter saat itu Taemin sudah cukup  lama mengidap penyakit jantung namun Taemin pintar menyembunyikannya dan berobat sendiri saat itu.

Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Begitulah yang dikatakan dokter saat itu kepada Jinki.

Mendengarnya Jinki melemas, kakinya seperti tak bertenaga. Sejak saat itu ia bertekad untuk menjadi seorang dokter agar bisa menjaga satu – satunya keluarganya. Well umma appa nya tidak masuk hitungan bagi Jinki, mereka ada namun sosok itu tidak berguna sama sekali. Hanya bisa mengurusi bisnis Lee Corporation tetapi tidak sadar anak mereka sakit?? Cih~ Jinki benar – benar merasa sakit hati, ia iba melihat Taemin yang berlagak kuat padahal ia tahu bahkan sangat tahu setiap malam Taemin menangis melihat bingkai foto mereka berempat. Masih berharap kah Taemin?

”Taemin~ sudah tidurkah?” Jinki mendekati sosok cantik itu yang terbaring di kasur namun membelakanginya.

”eung~ belum hyung…? ada apa?” Taemin membalik tubuhnya dan tersenyum menyambut kedatangan hyung kesayangannya ini.

“ah.. tidak ada apa – apa aku hanya ingin melihat adikku yang cantik ini..” Jinki terkekeh pelan sambil mengusap lembut rambut Taemin.

“katakan hyung~ ada apa eumh?” jawab Taemin seraya menusuk – nusuk pipi Jinki dengan telunjuk imutnya. Taemin bisa membaca mata Jinki yang menyimpan sesuatu hal. Hal yang membuat Jinki terlihat tidak tenang.

”Mwoya? Aku bilang aku tidak apa – apa Taemiiiiin~~” Jinki mencubit gemas pipi Taemin.

”hyung… sudahlah aktingmu sangat buruk, kau tahu itu?” Taemin berdecak kesal dan mulai mengejek hyungnya.

Jelas Taemin tahu ada yang tidak beres dengan Jinki, bagi Taemin Jinki sangat mudah terbaca, tidak ada yang bisa disembunyikan Jinki di hadapan seorang master Lee Taemin. Ckck..

 ”hhh~ ” Jinki hanya menghela napas panjang melihat tingkah dongsaeng nya yang suka sok tahu ini, meskipun memang benar ada yang mengganggunya, tepatnya mengganggu hatinya.

Akhirnya Jinki menceritakan semuanya pada Taemin. Taemin saat itu hanya tersenyum simpul dan menepuk bahu hyungnya.

”hyung.. cinta itu harus diperjuangkan, jangan hanya dilihat…get your love before that love leaving you alone~” jelas Taemin panjang lebar dengan mimik wajah yang sok dewasa dan sok menasehati.

”hyaaa~ apa kau adalah Lee Taemin? Aku curiga kau kerasukan hantu gombal~! Hyaaa~~!! Keluarlah kauuuu!!” Jinki menggoyang – goyangkan bahu Taemin heboh.

”ya! Hyung! Pabo~~ aku tidak kerasukan. Aku ini serius hyung..!! SE-RI-US…!!” Taemin membelalakkan matanya histeris disangka kerasukan oleh hyungnya dan menarik hidung bangir itu dengan gemas.

HAHHAHAHAHAHA

Akhirnya mereka berdua hanya tertawa kencang melihat kebodohan masing – masing. Baiklah memang hanya Taemin yang mampu mengubah mood Jinki.

*****

Jinki mengurut pelipisnya, ia masih merasa pusing dengan pemandangan tadi. Dongwoon sebenarnya adalah teman dekatnya saat kuliah. Jelas sekali Dongwoon tahu bahwa Jinki sangat menyukai Kibum sejak Kibum menginjakkan dirinya di Seoul University, love at first sight? Bisa dibilang seperti itu, namun sayangnya saat pertemuan pertama Kibum tidak mengenal sosok Jinki yang cupu, berkacamata tebal dan selalu membawa tumpukan buku medis. Yang kibum lihat adalah sosok namja tampan sempurna tanpa celah. Namja tampan yang membantunya mengambil kunci yang terjatuh di gorong – gorong selokan saat itu.

“ah.. siaaaaal! Wae?? Ah kunciku.. ottohke…” namja cantik yang sedang sibuk dengan kuncinya yang terjatuh ke selokan. Bahkan saat itu sedang hujan cukup deras, membuat sekujur tubuhnya basah namun masih bersikeras mengambil kunci itu dengan tangannya.

Tap tap tap

Terdengar suara langkah kaki mendekatinya, lalu ia mendongakkan kepala dan melihat namja tampan berpipi chubby menggunakan payung dan memayungi dia seraya tersenyum hingga matanya terlihat segaris,kyeopta~.

“ada yang bisa kubantu?” tanya namja tampan ini masih tersenyum.

Kibum hanya terbengong melihat namja yang tiba – tiba saja datang dan menawarkan bantuan. Sepertinya saat itu otaknya sedang koslet sehingga dia hanya memberikan respon berupa anggukan lemah dan tetap menatap sosok namja tampan ini.

Lalu namja tampan ini berjongkok di depan Kibum dan menarik lengan kemeja baby blue nya dan mengulurkan tangan putihnya mencoba mengambil kunci yang terjatuh itu.

“ini.. lain kali berhati – hatilah kitty~” namja tampan ini pergi meninggalkan kibum yang masih terheran – heran dengan namja tampan tersebut. Karena hujan yang cukup deras Kibum tidak begitu jelas mendengar apa yang dikatakan namja tampan penolongnya tadi.

Ingatan itu kembali datang dan berputar – putar di kepala Jinki. Pertama kali ia melihat Kibum di depan gerbang kampus yang sedang kesusahan berjongkok menatap selokan yang ditutup dan seperti berusaha mengambil sesuatu di sana. Cukup lama Jinki menatap Kibum saat itu, menunggu apakah ia bisa mengambil benda -yang tampaknya- sedang ia ambil dengan susah payah itu. Tak lama kemudian hujan pun turun, dan entah mengapa Jinki merasa tidak tega melihat sosok itu masih saja berdiam disana tidak mempedulikan derasnya hujan yang telah membasahi tubuhnya. Jinki akhirnya mendekatinya dan menolongnya, ia terpesona dengan tatapan mata itu, kitten eyes? Mungkin itu kata pertama yang keluar di otaknya saat pertama bertemu pandang dengan Kibum saat itu.

Setelah tadi menemani Taemin tidur dan memainkan piano untuk Taemin, Jinki kembali ke ruangannya yang sudah seperti rumah keduanya. Piano yang khusus didatangkan ke kamar Taemin.Ia sudah jarang pulang kerumah sejak Taemin dua bulan yang lalu masuk rumah sakit. Jinki hanya akan pulang untuk mengambil beberapa pakaiannya, ia harus stand by di rumah sakit untuk mengontrol keadaan Taemin. Keadaan Taemin juga sudah membaik mungkin tidak lama lagi ia sudah bisa dirawat jalan saja.

Tok tok ..

Ketukan pintu merusak lamunan Jinki malam itu. Ia rasanya malas sekali menerima tamu di tengah malam seperti ini, bukankah jadwal prakteknya sudah selesai?

“masuklah..”

Ceklek

Pintu pun terbuka dan tampaklah sosok yang sudah tak asing bagi Jinki, Son Dongwoon.

“long time no see….” ucap Dongwoon sambil memasuki ruangan Jinki yang di dominasi warna putih.

“hai.. Dongwoon.. sejak kapan kau di rumah sakit ini?” tanya Jinki to the point. Mengingat selama ini ia tidak pernah melihat Dongwoon di sini.

“ya! Ketus sekali kau Jinki, masih seperti dulu~ setidaknya berikan pelukan untuk sahabatmu ini eoh?”Dongwoon membuka lengannya lebar, bersiap menerima pelukan dari sahabatnya ini.

Jinki hanya berdecak dan memeluk Dongwoon sekilas dan menepuk punggung Dongwoon.

“tadi aku bertemu Kibum di sini, kau tahu kan?”

DEG

Tentu saja aku tahu!! Sangat tahu! Apalagi saat tanganmu menyentuh nae Kibum!

Rasanya Jinki ingin meneriakkan kata – kata seperti itu pada teman semasa kuliahnya ini. Enteng sekali dia bicara, Jinki merasa wajahnya panas bahkan kupingnya memerah saat Dongwoon mengucapkan nama Kibum, Jinki’s Kitty.

“hah? Oh ya aku tahu… lalu?” Jinki berjalan ke arah lemari buku nya dan membuka salah satu novel kesukaannya, yah~ mungkin hanya trik menyembunyikan perasaan kesalnya.

Ck~ Dongwoon hanya berdecak kecil kesal dengan sifat temannya ini yang selalu berlagak dingin padahal perubahan ekspresi itu saat mendengar nama Kibum jelas tergambar dan Dongwoon sangat mengerti kalau Kibum masih ada di hati Jinki.

“come on~ aku pikir kau sudah bersama dengannya, jadi kau belum menceritakan semuanya padanya? Demi Tuhaaaan dokter Lee! Ada apa dengan otakmu?!” Dongwoon sedikit menaikkan nada bicaranya karena kesal dengan kelambanan temannya ini. Ia meninju pelan dada Jinki.

“hhh~ sudahlah kau tidak usah repot – repot memikirkannya. Waktu berlalu begitu saja dan terlalu banyak yang terjadi. Kau terlalu lama pergi, jadi bagaimana kabarmu dan istrimu?” Jinki menutup novelnya dan melepaskan kacamata nya seraya menatap Dongwoon.

“aku sudah bercerai…..”

DEG

“ah… ma-af ak-

“sudahlah, seperti yang kau katakan tadi Jinki, waktu cepat sekali berlalu dan terlalu banyak yang terjadi…” Dongwoon membalikkan kata – kata Jinki tadi.

Hening……

“Baiklah aku pergi dulu Jinki, dan sepertinya aku mulai tertarik dengan Kibum….”

DEG

Apa maksudnya?!

“Terserah saja…” Jinki tetap bersikap cuek padahal di dalam hatinya ia marah sekali. Bagaimana bisa sahabatnya sendiri seenaknya mengatakan itu?ck~ kalau saja bukan sahabatnya mungkin Jinki akan menendangnya dari jendela.

“baiklah… terima kasih Jinki, aku hanya ingin mengatakan hal itu. Annyeong~” Dongwoon dengan entengnya pergi meninggalkan Jinki yang masih berkutat dengan pikirannya sendiri.

Cih~! Brengsek kau Dongwoon, tidak akan ku biarkan kau merebut nae kibum untuk kedua kalinya.

BLAM

*****

Pagi ini Kibum mulai kembali aktifitasnya, yah~ sebagai co ass yang mana diawasi langsung dengan dokter tampan dan menyebalkan bernama Lee Jinki. Oh Tuhan.. Kibum merasa hari ini ia akan mengalami kesialan berlipat ganda, sejak kejadian itu. Kejadian yang membuat Kibum marah sekaligus.. ah forget it!

Kibum memegang bibirnya dan mengingat kembali adegan tempo hari, rasanya masih terasa bagaimana aroma maskulin tubuh Jinki di hidungnya dan bagaimana bibir tebal itu mengecupnya.

Demi  Tuhan Jinki!! That’s my first kiss!!

Benci benci benci benci benci benci!!

Kata – kata itu terus ditanam baik – baik di kepala Kim Kibum. Selama perjalanannya memasuki koridor rumah sakit dan menuju ruangan mereka. Ia menghipnotis dirinya untuk tidak lagi lemah.

Aku membenci Lee Jinki

Aku membenci Lee Jinki

Aku membenci Lee Jinki

Terus menerus ia ucapkan kata – kata itu, mulai sekarang ia memutuskan mengucapkan mantera itu. Setiap hari! Oke?! Yah setiap hari.

SRET

“akh…ige mwo-

“diamlah… ini aku” Jinki tiba – tiba menarik tangan kurus Kibum dan menariknya ke toilet yang ternyata tidak ada orang satu pun.

“ya! Mau apa kau dokter Jinki yang terhormat?” Kibum memutar matanya malas dan menyiapkan ancang – ancang jika saja lagi – lagi namja gila ini menciumnya.

Oh my god! Ini di toilet! kibum sepertinya tidak sadar dia masuk ke kandang harimau.. lagi…

Cklek

Jinki mengunci kamar mandi dan membalikkan tubuhnya menatap Kibum yang sedang menyilangkan tangannya di dada. =___=’’*takut ya mak?/plak

GLEK

Kibum menelan saliva nya saat tubuh Jinki lagi – lagi mendekati dan memojokkan Kibum di dinding toilet. Seperti de javu lagi – lagi tangan kekar Jinki melingkar diantar bahu Kibum menyentuh dinding membuat pertahanan untuk menguci Kibum.

Jinki menatap Kibum dengan pandangan yang.. ah bahkan Kibum bingung apa maksud mata itu, lembut?sayu?marah? sepertinya semua nya menjadi satu.

Lembut karena sebenarnya Jinki sangat sangat merindukan Kibumnya pagi ini. Lalu marah? Karena ia tidak bisa menerima Kibumnya disentuh namja lain walaupun itu adalah mantan kekasihnya Kibum yang tidak lain adalah sahabatnya semasa kuliah! ah entah mengapa ini menjadi semakin rumit dan rasanya kepala Jinki ingin pecah. Ia tidak suka! tidak suka ada tangan lain menyentuh Kibumnya, because Kibum is belong to Jinki.

Jinki mendekatkan kepalanya kearah Kibum. Kibum yang saat itu – don’t know how supposed to be because his stupid leg can’t move even one step- hanya memejamkan matanya takut. Namun beberapa detik ia rasakan tidak ada apa – apa lalu ia memberanikan membuka salah satu mata kucingnya dan tepat didepan wajahnya Jinki masih menatapnya intens. Kibum berusaha mengeluarkan suaranya, namun sepertinya saat itu suaranya menghilang entah kemana, mungkin tiba – tiba Tuhan mengambil suaranya saat bersama dengan Jinki dengan keadaan sedekat ini, hanya beberapa inchi memisahkan tubuh mereka.

semakin dekat… dekat.. dekat..

Lalu Jinki mengeyampingkan kepalanya dan berbisik ditelinga Kibum yang membuat Kibum bergidik geli. desahan Jinki di telinga Kibum karena hembusan nafasnya yang hangat seperti menghipnotis Kibum menarik jiwa nya melayang tinggi, jantungnya berdetak diluar kewajaran.

“hh~Kitty.. you’re mine.. you know? don’t ever try run from me even once because i will never let you go.. again…”

Hah??!!

Again katanya? Maksudnya? Kibum merasa sangat pusing, panas, dadanya bergemuruh kencang seperti ada ombak yang berlomba – lomba melaju di dadanya. Kibum tak mengerti seperti ada sesuatu yang membuatnya lemah seperti ini, untuk pertama kalinya ia lemah.

Deg

Kini Jinki memindahkan tangannya ke pipi Kibum dan mengusap nya berpindah mengusap rambutnya. Menatapnya lembut, sangat lembut berbeda dengan tatapan namja lain yang selama ini menatap Kibum, ia tahu itu. entahlah… Kibum just feel that way.

Lalu Jinki lagi lagi mengecup bibir cherry pink Kibum untuk kedua kalinya. Satu tangannya menarik tangan Kibum dan melingkarkan tangan Kibum di leher nya. Kibum terlena, ia mengingkari mantera gila nya. Otaknya sungguh kesal, apa maksud Jinki menciumnya tiba – tiba?? tapi kenapaaa???? Kenapa otaknya tidak sejalan dengan reaksi tubuhnya saat ini?!

Sebenarnya aku kenapa?!!

 “mmhh…”

Bagus!! yah akhirnya desahan seperti itu keluar lagi dari mulutku..! andweee!! berhentilah oh tubuhku ini kenapa semuanya … kenapa!!! Kibum menjerit di dalam hatinya berusaha sekuat tenaga keluar dari sensasi aneh yang diberikan Lee Jinki.

Pernahkah kalian merasakannya? disaat hati dan pikiran tak sejalan.. mana yang akan kalian ikuti?

Kibum tidak mengerti,  ia mengutuk keras – keras dirinya yang dengan bodoh hanya bisa terdiam membatu merasakan setiap sentuhan Jinki.

Jinki masih mencari – cari pasangan duelnya, lidah itu akhirnya berhasil ia tarik keluar dari sangkarnya, menari – nari dengan indah, dapat Kibum rasakan Jinki tersenyum disela deep kissing mereka.

Kibum pasrah, ia tidak tahu, rasanya ada iblis yang menyerap tenaganya bahkan memindahkan lengannya dari leher Jinki saja ia tidak sanggup. Kibum hanya menutup matanya kuat – kuat lalu tanpa sadar ia menangis.

tes.. tes

Jinki merasa ada cairan hangat yang terasa asin di bibirnya, ia terkejut ketika melihat itu adalah air mata Kibum yang mengalir sepanjang pipi putihnya. Lalu ia melepaskan tautan bibirnya dan menghapus cairan bening itu dengan ibu jarinya.

“sstt.. uljima~ mianhe~ sshhhh…” Jinki menarik Kibum kedalam pelukannya.

Kibum bersyukur akhirnya ada anggota tubuhnya yang mau bereaksi, setidaknya bisa mengeluarkan air mata dan menghentikan Jinki sebelum ia semakin jauh kan?

“huks.. huks.. le-..uhuhu.lepaskan aku!” Kibum akhirnya berhasil mengeluarkan suara nya walau sedikit bergetar.

Kibum sendiri tidak mengerti perasaannya, namun ada rasa di sudut hatinya ia merasa terluka, ia merasa seperti boneka yang seenaknya Jinki bisa menciuminya begitu saja.

Jinki menatap sosok didepannya ini dan menundukkan kepalanya dalam lalu mendongak dan meraih dagu Kibum lagi menyuruhnya menatap mata sabitnya.

“listen to me.. aku adalah seseorang yang sangat mencintaimu, seseorang yang mungkin tidak pernah kau sadari keberadaannya, dan aku tidak akan katakan apa pun sampai kau mau mengingatku, karena aku yakin di sini.. di hatimu ada namaku seperti di sini di hatiku.. your name always in my heart, nae kitty…” Jinki lalu meletakkan tangan Kibum di dada kirinya membiarkan Kibum merasakan detak jantung Jinki yang ternyata tidak kalah kencang berdetak.

Kitty? kenapa dia selalu memanggilku seperti itu? sebenarnya apa yang aku lupakan?

“sebenarnya apa yang ingin kau katakan? jangan mempermainkanku, aku sungguh tidak mengerti maksudmu dokter Jinki…” jawab Kibum dingin.

Jinki hanya menghela napas panjang setelah Kibum menepis tangannya kasar. Jinki merasa bersalah karena rasa cemburunya yang sudah tak terbendung, ia rasanya ingin menghapus semua bekas sentuhan Dongwoon dari tubuh Kibum.

Hey.. bahkan itu hanya genggaman tangan ! Jinki absolutely can’t endure him self.

“Apakah kau mencintai Song Dongwoon?” Tanya Jinki dingin dan lagi – lagi memojokkan Kibum di dinding.

“apa urusanmu?? siapa yang aku cintai atau tidak kucintai sama sekali tidak ada hubungannya denganmu, that is not your business” Kibum menjawab mantap.

Kali ini iblis pembawa energinya sudah hilang, karena Kibum sudah bisa menggerakkan lidahnya yang sempat kelu tadi.

“Everything about you is my business Kim Kibum.. just remember that …”

Jinki melepaskan tangannya yang memenjara pergerakkan Kibum dan berlalu meninggalkan Kibum.

BLAM

But you wont let me
You upset me
And then you kiss my lips
All of a sudden I forget (that I was upset)
I can’t remember what you did
But I hate it

Kibum tak mengerti sebenarnya apa yang ingin disampaikan namja sialan itu? Kepalanya sungguh ingin pecah, berat, ini tak bisa dibiarkan terus menerus.

Lee Jinki aku sungguh membencimu…..

*****

Lantunan irama nada – nada piano yang mengalun indah menyapa telinga seoarang namja tampan di kamarnya, sayup – sayup ia mendengarkan alunan itu.

Musik ini… umma~..

tap tap..

Choi Minho, yang baru saja sadarkan diri dari tidurnya melangkahkan kakinya perlahan mengikuti alunan suara indah itu.. musik yang selalu dimainkan umma Minho…

River flows in you~

Dengan sedikit sempoyongan Minho berjalan mengikuti tuntunan telinganya mencari – cari suara indah itu. Ia membawa Infusan di tangan kanannya dan satu tangannya bertumpu di dinding agar keseimbangannya terjaga.

Alunan itu semakin jelas menyapa gendang telinga Minho, ia begitu merindukan umma nya yang pergi meninggalkannya saat ia berusia 14 tahun. Satu – satunya kenangan terindah adalah Musik ini, umma minho adalah seorang pianis kawakan di Korea. siapa yang tidak mengenal nya? None~

cklek

Minho memasuki ruangan itu, seperti de javu ia melihat sesosok bahu ramping dengan rambut yang setengah diikat. Dengan tangan imutnya menekan – nekan tuts piano dengan lihainya. Jemari itu menari – nari diatas tuts piano terlihat sangat indah.Minho menatapnya kagum, yeppo~

Sang pianis sepertinya tidak menyadari kehadiran Minho di kamarnya karena ia memejamkan matanya, terlihat menikmati permainannya sendiri. Perlahan Minho juga memejamkan matanya berusaha menikmati alunan musik indah ciptaan umma nya ini. Satu – satunya hal terindah yang ditinggalkan umma nya untuknya.

“nugu~?” namja cantik ini yang tidak lain adalah Lee Taemin memiringkan kepalanya imut dan tersenyum melihat Minho yang masih memejamkan matanya dan tersenyum.

“hah?” Minho tersadar dan yah ia sedikit kaget. Ia terbangun lalu mendengar alunan musik piano yang ia pikir adalah ummanya hingga menghampirinya kesini, entah keruangan siapa.

O__O

Minho syok, ia pikir tadi ini adalah Yeoja.. tapi kook..? ah lupakan!

“a-aku… ah kenalkan aku pasien sebelah namaku Choi Minho…” Minho mendekati Taemin dan menjulurkan tangannya untuk sekedar berjabat tangan.

DEG

Minho merasa ada yang aneh saat ia bersentuhan dengan Taemin, seperti sesuatu yang hangat menyelimuti hatinya. Ditambah lagi senyum manis yang terukir di pipi merona Taemin.

Jeongmal yeppo~

“cho neun.. Lee Taemin imnida..”jawab Taemin seraya membalas uluran tangan Minho.

Minho seperti terhipnotis dengan mata besarnya ia menatap Taemin. Taemin yang ditatap seperti itu merasa aneh, apalagi dengan mata yang sebesar itu.

Matanya besar sekali. waah~~ .

Taemin berdecak kagum dalam hatinya dan mengerjapkan matanya imut. Lalu ia melambaikan tangannya di depan wajah Minho berusaha menyadarkan Minho.

Minho… Minho….

Apa ia tertidur dengan mata terbuka? Omo! jangan – jangan dia mengigau?

Taemin sibuk dengan pikirannya

Minho tersentak saat wajah Taemin malah mendekatinya dan menatap matanya bahkan hampir saja menyentuh matanya.

“ah…! mian!” Minho memundurkan tubuhnya, mungkin kalau ia tak sadarkan diri telunjuk Taemin yang sudah di depan bola mata besarnya itu sudah menusuk nya. ckckckck…

Taemin juga terkaget dan mengelus dada kirinya saat tiba – tiba Minho berteriak.

“OMO! huff,, jantungku.. “ Taemin sedikit meringis mengelus dada kirinya dan mendudukan bokongnya di sofa.

“ah… mianhe~ kau tidak apa –apa?” Minho mendekati Taemin yang tampak sedikit meringis.

“ah.. gwenchana~ hanya saja jantungku ini terlalu bodoh, belakangan ini mudah sekali kaget.. hehehe…” Taemin terkekeh pelan dan menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

Jantung? apa ia sakit jantung? ah tidak Choi Minho kau hampir saja membunuh nya dengan suaramu. Minho bersyukur jaantungnya masih kuat menerima teriakan Kibum setiap hari, tapi di sisi lain kupingnya yang tidak kuat. -___-‘’

“Jinjja? ah.. jeongmal mianhe~” Minho merasa tidak enak dan terus meminta maaf  seraya membungkukkan badannya.

“hahaha.. gwenchana… sini duduk …” Taemin menepuk – nepuk sofa disebelahnya menginstruksikan Minho untuk duduk di sampingnya dan demi Tuhan Minho tidak kuat melihat senyum manis itu.

Aku pasti sudah gila.. Choi Minho bahkan dia baru kau kenal dalam waktu 5 menit?!

Bisikan – bisikan aneh menghantui kepala Minho. Lalu ia duduk di samping Taemin dan mereka mengobrol cukup lama.

Taemin menceritakan banyak hal, dan ia terkejut saat tahu bahwa umma Minho adalah pianis itu, pianis favorit  Taemin karena ia sangat menyukai lagu itu.

“kau tahu.. River flows on you adalah lagu yang sangat indah…… “ gumam Taemin seraya memejamkan matanya dan satu tangannya memegang dada kirinya.

Dan kau tahu Taemin….. sepertinya sekarang bagiku kau lebih indah….

Minho tersenyum menatap Taeminnya. Eh Taeminnya? ah sudahlah.. bagi Minho sekarang ia sudah menemukan sosok yang selama ini ia cari.

umma~ aku menemukannya.. aku menemukannya…. seseorang yang mencintai musikmu..sepertinya aku jatuh cinta padanya…

*****

MINHOOOOOOOOOOOOO!!!!!

Oke ini sedikit keterlaluan, sepertinya Kibum lupa ini adalah Rumah sakit bukan rumahnya. Ia meneriaki Minho karena ia tidak mendapati sosok Minho dikamarnya.

CKLEK

“Apa sih? kau ini berisik sekali…” Minho keluar dari kamar mandi dengan handuk dikepalanya.

“MINHOO!! kau sudah gila!! kau ini kenapa mandi?!! aku heran kenapa ada dosen bilang kau ini cerdas! kau ini mahasiswa kedokteran tapi sangat ceroboh!!”

Minho –seperti biasa- menutup kupingnya dengan handuk tadi dan mengernyitkan dahinya.

 Ya Tuhan sampai kapan aku kuat mendengar suara sopran cempereng ini? Jangan sampai jantungku kena serangan mendadak juga u___u

“Ah.. aku tidak apa – apa umma sayang~ ckck..”

Chuuu~

Minho mengecup pipi Kibum pelan. Ia tahu persis Kibum khawatir terlihat dari raut wajahnya yang mengkerut seperti nenek – nenek saja.

Lalu Minho memeluknya dan menggoyangkannya ke kanan dan ke kiri.

“tsk~ Minho.. sudah aku sedang tidak mood bercanda denganmu.. ayo cepat istirahat sebentar lagi kau diperiksa..”

Minho menatap Kibum heran.

“kenapa bukan kau yang memeriksaku? katanya kau cerdas? =3= Minho mencibir.

BLETAK

AWWWW…

Sudah diam di sini atau aku akan me-

“Wah ramai ya…. “ Dongwoon masuk tanpa Minho dan Key sadari karena keberisikkan mereka. Dongwoon masuk dengan membawa berkas kesehatan Minho karena ia harus mengecek semuanya, suhu tubuh  dan tensi darah.

Minho terdiam dan beranjak ke kasurnya membaringkan tubuhnya dengan malas. Ya siapa yang tidak malas diperiksa dengan seseorang yang pernah meninggalkan hyungmu?

“Aku tidak mau diperiksa olehnya, lebih baik aku mati..”

MINHO!!

Kibum tidak tahan dengan sifat kekanakan Minho, tak bisakah ia melupakan masa lalu itu?

“ssstt.. ne~ ne~ sudahlah.. gwenchana..aku akan mencari pengganti saja, jangan dipaksakan…” Dongwoon berusaha mengerti dan menenangkan Kibum yang wajahnya sudah sangat memerah karena marah bercampur malu.

”hah? apa bisa seperti itu?”

“tentu saja… jangan meremehkanku Kim Kibum…” Dongwoon tersenyum dan membalikkan tubuhnya. Sebelumnya memberikan tanda agar Kibum menunggu nya.
BLAM

“Minho…… jangan seperti ini…”

“……………”

Tidak ada jawaban, Kibum hanya bisa menghela napas panjang. Kali ini ia mengalah karena keadaan Minho yang sedang kurang baik untuk diajak berdebat apalagi bertengkar. Biasanya Kibum bisa sampai melemparkan barang apa saja ke kepala Minho jika sudah sangat kesal dengan adiknya ini.

CEKLEK

“Permisi….aku Dokter jin-

O_O

Kibum terkejut bukan main, tenyata yang menggantikan Dongwoon adalah Jinki. Namja yang paling Kibum benci saat ini.

Sangat Benci!

Jinki hanya berdehem kecil berusaha mencairkan suasana dan beranjak melewati Kibum yang masing membuka mulutnya membentuk huruf ‘O’ tidak percaya dengan makhluk paling menyebalkan di depannya.

Minho yang melihat aura aneh diantara mereka hanya bisa mengernyitkan dahinya bingung.

Oh Tuhan….. kenapa mesti dia yang datang u__u

Lalu Jinki memeriksa keadaan Minho.

“umma~~ siniii! temani aku..! “Minho meneriaki Kibum yang ia panggil umma..

DEG

Jinki melihat Minho menarik lengan Kibumyang sedang mendekatinya dan menarik nya lagi

Chu~~

HAH?!!!

Jinki merasa ada hantaman batu super besar menghantam kepalanya.

“maaf dokter… dia kekasihku?” jawab Minho asal.

WHAT?!!

Kibum membulatkan matanya tidakpercaya dengan yang dikatakan Minho barusan.

“Mati aku….”gumam Kibum seraya mengurut pelipisnya saat melihat reaksi Jinki tadi.

Jinki menundukkan kepalanya setelah selesai ia permisi keluar dan pergi tanpa berkata banyak lagi.

Minho tersenyum penuh kemenangan meskipun ia juga melihat wajah Kibum yang kelelahan terduduk di sofa menungkupkan tangannya di wajah cantiknya.

Minho terima kasih kau telah menghancurkan Hyungmu ini…

*****

BLAM

Braak!

Jinki melempar semua yang ada di meja kerjanya hingga berserakkan di lantai.

BUGH

Kali ini Jinki meninju meja kayu dengan kepalan tangannya.

“You’re mine Kim Kibum………”

.

.

.

.

TBC

nahloh kan!! aneh yah? aaaaaaaaaaah! kenapa jadi panjang gini urusannya?! asdfghjkl!!

ini maap Taemin dikasih penyakitan karena request *EHEM* yah yasudahlah ..

oke! dikomen! yang lengkap yang panjang, jelek bilang jelek bagus bilang bagus.

oke! semoga PART 3 INI END!

OKE INGET 2MIN NYA CAMEO *plak

part kemaren ada missing, maksudnya orang tua minkey  meninggal pas key 15tahun si Minho 14 tahun. mereka ceritanya beda 1 tahun!

oke?! nggak kandung woi!! arrasseo?!

Taemin : heumh~ bete deh yang baca ga komen! ga asik *membleh*

 

Taemin : hyung! malesin banget ga sih yang SR!

Onew : biarin aja taeminnie~ kita kasih butt kita aja nih~ cuh~

 #author ngakak kayang

follow my twitter

@yuawandira90 <<== Promosi gila #ngesot bareng ontae

201 thoughts on “Hate That I love You / JinKibum / Part 2

  1. Yah kenapa dongwoon cerai sama istrinya, jadi ada kesempatan buat dia balikan sama kimbum dong. Nanti kasihan jingkinya kimbumnya direbut dua kali T_T. Tapi ga papa deh biar jinki makin berusaha buat dapetin kimbumnya. Aku suka udah ada 2min moment disini. Jadi makin tambah suka deh sama ffnya

  2. Kyaaa bner kii hilang ingatan??
    Huaa minho maen cium2 ae dahh nihh kan bkin jinki cemburu…

    2min lucu..

  3. Asiiiiiiiiikkk…..ada yg kepanasan tuh kwkwkwkwk.. Yg dingin…yg dingin….yg dingin.. Siapa yg mau dingin *lirikJinki

    Mati kamu Bum kwkwkwk seperti biasa Jinki pasti gak akan tinggal diam your mine! Your mine! Your mine!😄

    Karna Minho abis Ini hidup Kibum yg tadinya sudah tidak tenang sekarang akan bener2 terancam kwkwkwkXD

    ONKEY JJANG!!!!!

  4. ckck… dongwoon dateng. hemeh… ngerusak aja nih… jinki cinta mati plus obsesi.a to loh dahsyat amat. haha ciyeee… 2min ketemu. ehem2… dasar ming bisa2.a manas2in jinki. ckckck meskipun pernah baca nih ff tapi tetep seru mah. next

  5. Minho iseng bgt sih ngerjain hyung nya sndiri dan jinki apa dy gk tau klo kibum punya adik..clam down jinki jgn marah2 trus, mau aja diisengin ma minho
    Tp suka liat jinki yg marah2 gk jelas gara2 cemburu itu kn nandain klo dy bener2 mencintai kibum yeah terusin minho bikin jinki cemburu trus

  6. Bhuahahaha eh paling demen kalo ada seseorang yang jailin si jinkibum paboo, udah tau pada suka..

    Oh jadi karna kunci, hash kibum cluenya udah diberikan kenapa masih lola?

    Bang hahaha sampe .. Haha gak kuat next ngakak

  7. minhoo -_- itu abangnya tetemmm dibikin cemburu , engga di restuin tau rasa :v jinki lanjutkan aksimu >_<

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s