[onkey] WILL YOU MARRY ME?


Yos!! Anneyong! Lama tak jumpa, hai.. pasti kalian ga inget kan sama aku?? T.T
kalo ga inget aku ga jadi deh post ffnya hahahahaha//
oke deh, ini aku lagi ngebet aja nulis beginian. Sumpah nih, gara2 liat OTS langsung senat senut sakit gigi saking manisnya itu liputan hahaha..
langsung dah di kebut nulis ini..mian ya kalo pendek, abis takut mood aku keburu ilang. ^^v
boleh kakak di pasang track list-nya.. Onew ft.Jessica-one year later, sama SHINee-Life..

Yow.. abis baca>>KOMEN>>like

Title : Will You Marry Me?
Author : Keysha Mahaz
Pairing : JinKibum
genre : Totally romance, hati2 bisa sakit gigi ^^v
Length : sampai ada tulisan END
.
.
Namja cantik itu tak hentinya mengembang senyum, dengan pipi tirus yang merona..entah akibat cuaca atau tangan yang sedang menghantarkan kehangatan lewat genggaman tangannya. Saling berpegangan erat, membiarkan jemari besar milik sang kekasih memeunhi sela jemarinya yang mungil. Menggenggamnya dengan erat sesekali mengecupi punggung tangannya, membuat rona kemerahan di wajah cantik itu semakin banyak.

“Jinki..stop do that” memukul kecil bahu lebar milik si namja tampan bernama Jinki. memarahi namja tampan yang sekarang mengecup punggung tangannya sambil melirik genit padanya. Jelas-jelas membuat kibum merasa seperti pusat perhatian kali ini. Di tengah-tengah kerumunan orang yang halu lalang, menikmati pemandangan yang tersaji disini. Hutan-hutan kecil dan kabut yang berada rendah, membawa dingin yang cukup menusuk tulang. Jinki menggenggam lebih erat lagi tangan mungil key, meremasnya perlahan sebelum memasukkan tangan mereka yang bersatu kedalam saku jaket putih gading yang ia kenakan sekarang. terlihat tampan, terlebih dengan tatanan rambut yang baru di warnai menjadi cokelat kemerahan.

“Kau senang?” tanya Jinki, tatapannya lurus kedalam manic mata kibum. Berhasil menghipnotis sepasang mata kucing itu agar tak berpaling dari mata sabitnya, hanay mengangguk kecil dan tersenyum tipis. Menghadiahi sang kekasih dengan sebuah kecupan singkat di bibir tebalnya.

“Ne..jeongmal gomawoyo.. tempat ini sungguh indah” menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan lagi rona merah yang sudah memenuhi dua belah ppi tirus itu. Memblushing parah sampai Jinki terkikik dibuatnya.

“Yaa..kalau menunduk seperti itu, nanti aku tidak bisa melihat wajahmu yang cantik, sweety” mengarahkan tangannya dan mengangkat sagu kibum agar wajahnya kembali terangkat. Kibum menutupi sebagian wajahnya dengan sebelah tangan yang bebas, enggan melihat Jinki yang entah kenapa sangat senang menggodanya. Ck.

“Jinki..aku malu” kembali menunduk tapi wajahnya kembali di topang dengan jemari besar Jinki. memaksa agar kepalanya tetap terangkat dan wajahnya terlihat jelas. Beberapa helai poni blonde milik kibum turun menutupi dahi, semakin membuat namja cantik itu terlihat begitu manis dan..errghh..sulit untuk menjabarkannya dengan kata-kata. Yang jelas itu selalu berhasil membuat Jinki senang dan nyaman di sisinya.

“Wae? Kau malu punya kekasih sepertiku?” Jinki memisingkan matanya, mencoba membuat gurat serius tapi yang ada malah terlihat aneh. Menciptakan tawa kecil dari sang kekasih yang sekarang membelai pipi chubby-nya penuh sayang.

“Aniyo, aku tidak pernah malu..” memainkan jemari lentik itu pada permukaan wajah tampan Jinki. membuat si tampan kembali mengembangkan senyum simpulnya dan menangkap jemari yang bermain di wajahnya, mengecupi jemarinya satu persatu dan terakhir berlabuh untuk mencicipi sekilas bibir apel kibum. Menjilatnya cepat kemudian tertawa, ahh..manisnya. cuaca yang begitu mendukung, berawan tapi tidak hujan, hanya membuat suasana disini semakin dingin, dan jelas membuat keromantisan yang tercipta semakin menjadi-jadi.

“Nae sweety, neomu yeppeoyo” melepas genggaman tangannya dan beralih untuk meraih pinggang ramping itu. Menariknya mendekat dan meniup tengkuk kibum sekilas. Kibum bergidik pelan, menyenggol lengan Jinki kemudian tersipu malu. Ck, apakah tidak menyadari kalau kemesraan mereka berdua ini benar-benar memancing perhatian dari pengunjung lain? Haha, masa bodoh. Aura positif terlalu banyak mengitari mereka berdua, jadi..yeah, begitulah. Terus berjalan santai menyusuri sebuah jembatan kayu besi yang membelah sebuah lembah di bawah sana. Lembah yang hijau dan terlihat sangat indah dari atas sini.

Drrr..drrrr..drrrr..

Jinki tersentak kaget, merasakan getaran di saku celananya. Merogoh ponselnya dan melihat layar yang sedang berkedip menampilkan sebuah nama ‘Lee taemin’.

“Sweety, chamkaman yo.. anakmu menelepon” meminta izin pada sang kekasih yang masih sibuk melahap habis seluruh pemandangan yang tersaji di depan matanya. Demi apa ini begitu indah, terlebih bersama seorang Lee Jinki. Pria idaman yang selalu di kejar-kejar para namja cantik dan yeoja di kampus dua tahun silam. Dan sekarang juga begitu, tapi berganti menjadi di kejar-kejar para suster muda yang bekerja di rumah sakit. Huft..memang merepotkan punya kekasih tampan dan seorang dokter seperti Jinki. Cuma mengangguk dan membiarkan namja tampan itu menjauh darinya, walau sebenarnya agak takut juga mengingat Jinki malah menjauh dan berbaur dengan ramai halu lalang para pengunjung lain. Tapi, toh Jinki-nya pasti akan kembali kan? Memilih bersandar di tepi jembatan dan mengamati sekitar selagi menunggu Jinki menelepon, mungkin sebuah lagu bisa membuatnya tak terlalu bosan? Lagu ballad yang romantic, mungkin..Kiss Me? Hihi
.
.
Dua puluh menit berlalu, mungkin sudah nyaris sepuluh lagu yang kibum dengar dari i-pod di sakunya. Ckck, mulai melongokkan kepala mencari sosok Jinki. Agak panic karena sekarang sosok itu benar-benar menghilang dari pandangan! Omo! Lalu..apakah harus berakhir seperti ini? No way! Ini bahkan kencan teromantis yang pernah Kibum alami selama lima tahun bersama Jinki. Membekap mulutnya sendiri mencoba untuk tidak menangis saat ini, ergghh..kenapa rasanya jadi semakin mendebarkan?! Saat angin yang berhembus seolah menubruk dirinya dengan kecepatan penuh, nyaris membuatnya limbung..atau hanay perasaannya saja yang tidak enak? Menggigit bibir bawahnya dan mengepal tangan kuat-kuat. Mencona menahan matanya yang mulai terasa panas dan berair. Haahh…jinjja, Jinki..kau membuat kekasihmu ini ketakutan sepertinya.

“Kyaa!! Hmmpp~mmm~” mencoba meronta dari sergapan tiba-tiba seseorang di belakangnya. Menutup matanya dengan sebuah blind fold dan membekap bibir tipis itu agar tak berteriak lebih kencang lagi. Kibum meronta, berharap di tempat seramai ini akan ada yang menolongnya, tapi, tapi..kenapa sama sekali tak ada yang menolongnya. Semakin panic saat si sosok yang tak di ketahuinya itu membawanya dengan paksa, lebih tepatnya menyeret mungkin?

“Sweety”

“JINKI?!” memekik nama itu keras-keras dan mencoba memastikan pendengarannya bahwa suara merdu itu tepat berada di belakangnya. Sedikit melonggarkan pelukannya pada tubuh kibum karena namja cantik itu mulai berhenti meronta dan mengikuti langkah jinki.

“Kita mau kemana?” tanya Kibum, tangannya menggenggam erat-erat tangan besar dan hangat milik Jinki. tanpa melihatpun namja cantik itu sudah tahu tangan siapa yang ia genggam. Amat hapal karena lima tahun ini selalu menggenggamnya tiap hari.

“Sebentar lagi sampai”

“Eoh?”
.
.
“Hati-hati” Jinki menuntun kibum berjalan menyusuri dermaga panjang yang menuju ke tengah sebuah danau besar. Terlihat sepi, mungkin karena tempat ini terpencil dan di kelilingi bukit-bukit dan hutan kecil. Entahlah, saat kibum mengeratkan genggamannya akibat lantai dermaga yang licin karena habis di basahi rintik hujan kecil. Gerimis.

“Berhenti disini” Jinki memerintah Kibum untuk berhenti, melonggarkan pegangannya walau kibum enggan untuk melepas. Jinki tersenyum tipis, mengecup pipi kibum dan berbisik.

“Saranghae.. tunggu sebentar disini”mengecup kening kibum dan membuat namja cantik itu merelakan Jinki menjauh darinya. Masih dengan mata yang tertutup kain, hening dan dingin yang menyelimuti seolah bersatu membuat debaran jantung kibum lebih cepat dari biasanya. Lama, diam, keheningan yang lama. Membuat kibum mengernyit dan memanggil nama jinki lirih.

“jinki?”

“Buka matamu pada hitungan ketiga” itu suara Jinki, terdengar jauh dan membuat kibum semakin penasaran.

“Satu” kibum sudah mengarahkan tangannya di belakang kepala, bersiap membuka ikatan kain di belakang kepalanya.

“Dua” haahh..demi apa sekarang jadi lebih mendebarkan. Seolah kibum bisa mendengar sendiri gemuruh jantungnya layaknya genderang perang.

“Tiga” Slap! Saat matanya agak sedikit silau akibat gelap tadi. Mulai perlahan menangkap suatu yang membuatnya ternganga dan..ya ampun!
Ini di ujung dermaga! Tepat di tengah-tengah danau, dengan puluhan..atau ratusan..atau, entahlah, kibum tak tahu jumlah tangkai-tangkai mawar yang diikat di tepian dermaga. Bahkan ada beberapa yang diapungkan di danau, mawar merah dan putih yang berpadu menjadi satu. Indah, lebih indah lagi saat di ujung sana manic matanya membidik sosok tampan yang sedang merentangkan dua tangannya kearah kibum. Tersenyum amat lebar sambil membawa banyak balon gas berwarna pink di tangan kirinya. Terus merentangkan tangannya, menanti kibum yang berajlan pelan kearahnya. Membekap mulutnya snediri meredam pekikan-pekikan kecil dari bibir tipisnya. Menatap jinki tak percaya dan langsung menghambur kedalam pelukan jinki.

WHUZZ!!

“Eoh?” agak bingung ketika kelopak mawar merah dan putih merhamburan dari atas kepalanya, bahkan kibum tak yakin kalau ini adalah sebuah kenyataan,. Maksudnya, ini bukan mimpi kan?? Membalikkan badan dan kembali terpesona dengan yang ia lihat sekarang. Jonghyun, taemin, dan minho yang berdiri di belakangnya. Tengah menaburkan kelopak-kelopak mawar itu kearah Jinki dan Kibum.

“Sweet heart” belum sempat kibum berkata apapun, terlalu speechless mungkin? Menoleh kearah Jinki yang sedang menatapnya lekat, dengan seulas senyum yang begitu teduh dan ikut mmebawanya tersenyum lebar.

“Jinki~” ya ampun, kembali menutupi mulutnya yang terbuka lebar. Melihat Jinki berlutut di hadapannya, mengeluarkan sebuah kotak cincin warna merah dari dalam saku jaketnya. Membukanya dan memperlihatkan sebuah cincin mutiara putih dengan sebuah berlian mungil sebagai mahkotanya.

“Sweet heart, kibummie..kau seperti oksigen yang selalu kuhirup setiap hari. Begitu cantik bahkan melebihi ratusan tangkai mawar yang kusebar di tempat ini. Lebih jernih dibanding danau yang sedang menjadi saksi kita hari ini. Lebih manis dari gula-gula manapun di dunia. Kibummie-ku sayang” ck..menangkup dua pipi tirusnya, tak dapat berkutik mendengar kalimat yang baru saja di lontarkan namja tampan itu. Haahh,,, cuma bisa diam menunggu kelanjutan kalimatnya. Merasakan matanya mulai kembali panas dan ingin menangis. Huftt.. ya Tuhan!

“Sweet heart, maukah kau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku? Bersama lee jinki yang penuh dengan kekurangan, tapi mencintaimu melebihi apapun di dunia ini? Maukah kau berbagi dengan seorang sepertiku? Membiarkanku mengisi setiap harimu sampai akhir hayat?” Tes..ketika satu persatu air mata kibum mulai berjatuhan. Jinjja, sebenarnya merutuki diri kenapa ia bisa begitu cengeng. Errghh…

“Jinki~” Kibum berdesis lirih karena suaranya mulai bergetar. Tak menghiraukan tiga orang yang sedang berdiri di belakangnya, sibuk mengabadikan momen teromantis sepanjang hidup mereka.

“Kim Kibum, will you marry me?”

“Omo~” haahh.. saat tubuh ramping itu langsung menghambur kedalam pelukan Jinki. memeluknya erat-erat dan mengangguk dalam tangis. Jinki etrsenyum lebar, terlihat jelas rona kebahagiaan di wajah sepasang kekasih itu. Menyematkan cincinnya di jari manis kibum dan mengecupnya lama.

“Jinki” kibum kembali menangis dalam pelukan JInki, sedikit banyak membuat namja tampan itu salah tingkah karena merasa bersalah membuat kekasihnya menangis. Mengusap punggung sempit kibum dan mengecupi lehernya sesekali, menghirup roma lemon yang menguar dari kibum.

“Jangan menangis lagi sweety” memeluk kibum lebih erat, mendengar tangis kibum yang semakin pecah dan parau. Memisahkan pelukannya dan menatap wajah cantik yang memerah itu lama, mengecupi seluruh wajahnya dan tersenyum.

“Jadilah ibu untuk anak-anakku nanti..” seolah kibum terserang penyakit bisu mendadak. Sama sekali tak mengatakan apapun, hanay mengangguk dan terus menangis. Bahkan ketika taemin maju dan memeluknya sambil mengucapkan selamat.

“Chukae umma~ bahagialah bersama Jinki hyung” mengelus pundak sempit kibum sambil mengacungkan dua jempolnya. Mundur dan membiarkan jonghyun juga minho ikut memberi selamat, memberikan balon gas pink yang tadi jinki titipikan pada mereka untuk diserahkan pada kibum.

“Key hyung~ chukae.. sebentar lagi aku akan menyusulmu” kibum membelalak, berusaha mencerna apa yang sedang terjadi sekarang. Menangkap gerak-gerik dan ucapan minho yang mencurigakan barusan. Mata bulat itu melirik taemin yang sedang memeluk jinki erat-erat.

“Aku akan melamarnya minggu depan”

“Apa?!”

END

Actually, ini ending agak ga jelas yah kayaknya?? Hahaha
lalalal~ oke deh..

Saya ga janji ini bakal ada sekuelnya, tapi kalo yang respon banyak..mungkin aja? Who knows?
hahahaha..KOMENNYA yooo!!!
Boleh bashing karena ini pendek..boleh banget..! silahkan! Saya terima dengan senang hati >0< *siapin bom buat yang bashing* XDXDXDXD

60 thoughts on “[onkey] WILL YOU MARRY ME?

  1. aishh appa ama umma manis banget dah..
    romantis, fufufuuf
    walopun agak agak takut bagian ditinggalin itu tapi suprise yang keren..
    huawaaa jadi punya imajinasi di lamar juga *eh

  2. annyeooong.. aku readers baru ney,, salam kenal semuax cingudeul.. top banget dech ceritax,,jadi pengen dilamar juga kea gitu hehehe.. author thanks ya buat cerita yg manis ini hehe..

  3. acara ngelamar key itu…so sweet bgt….
    romantis…..

    ~neo animyeon…. andwenungeol… ije ya ara borin naega neomu bicham hae…..
    stil i have romantic in my heart…dora gago sipeungeol….. ~

    hah.. jadi inget lagunya romantic…
    pas bgt kayaknya….
    onkey emg so sweet…..

  4. Ya Tuhan BANG JINNN NIKAHIN GUE SEKARANG JUGA !!!

    Akhh. Kita kan udah nikah yee bang si Key ma bini kedua lo bang HAHAHAHAH #DIJAMBAK TANTE KEY#

    Itu tempat ngelamarny jarang-jarang di tengah danau , alamak gue serem tengah danau , asal bersama bang jin yeee kekekkekeek

  5. kyaaa kyaaa Jinki romantissss bgt ^_^
    mauuuuuuuuu jd Key ;* ;* ;*
    ahhh… OnKey sweet kyag gulali ;D

  6. Dan lagi ini moment indah onkey sumpah author hanyut banget sama kata-kata yg dipake buat pendeskripsian dan penjabaran juga pemaparan rumus cinta onkey (?) Wakakaka maksudnya tulisannya pertiap adegan dalam cerita deng hahaha😀 tuhan jadikan ff ini nyata! Amin sweet banget kalau key dilamar di rawa-rawa eh danau deh dengan kelopak bunga yg ditebar dimana-mana gilak berapa banyak mawar yg dipake mantap romantis itu harus totalitas emang aaaaah sungguh menyentuh :3

  7. *asekasekasekasek*
    OnKey bersatu, 2Min pun ikut menyusul, jonghyun? Jino sudah menunggu.. Ckckck
    so sweetttt……

  8. aaaaarrggh~!
    so sweet sekali (´⌣`ʃƪ)
    aku jadi iri sama key umma yang dilamar sama onew appa dengan sangat mesra dan so sweet :))

  9. uhhhhh to tweet:)
    sumpah ane merona pipix bc scene demi scene yg romantis abizzzz. ngri jdx m keymma. chukae umma:)

  10. Kerennnnnnnnn…
    Huweeee mau juga dilamar kaya gitu #plakkkk
    Jinki romantis bangetttt nget ngetttttt..
    Kibum kamu beruntung….

  11. Wah.. wah… manissssa sangaaaaat hahahaha.
    Dan 2min. Hahaaha itu ma secara tidak langsung minho ngelamar taemin terang2.an hahahaha
    Hah.. suka bgt.

  12. Umma ~~~
    Ini sweet bgd..
    Lamaran nya…
    Romantis bgd.

    Kyaah
    *blushing

    Tapi demi apa ngakak pas trnyata yg jadi penabur bunga itu si jjonh dkk

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s