[2Min] chocolate love part 2 END


Annyeong,

nah, saya gak banyak bacot,karena saya sendiri dah ngantuk. ini ada lanjutan dari chocolate love.selamat baca dan comment. peringatan, siapin tisu dan dengerin lagu ballad agar bisa meresapinya. ok lah

 NO BASHING NO SILENT READER 

Malamnya, Taemin merasa kesakitan di bagian dadanya, sepertinya penyakitnya kambuh lagi. Dengan langkah tertatih dia berjalan menuju lemari obatnya dan meminum obatnya tersebut. Setelah itu ia berbaring di tempat tidurnya guna mereda sakitnya tersebut. Sebenarnya, dia sering merasakan hal seperti ini sebalumnya, tapi selalu saja ia rahasiakan hal tersebut pada keluarganya kalau ia merasa kambuh di malam harinya, keuali kalau ia sudah merasa sakit yang benar-benar sakit, maka ia selalu memanggil siapa saja yang ada di rumah.

Setelah sakitnya sedikit baikan, ia mulai tertidur dengan tangan yang masih meremas bagian dadanya. Onew yang ingin mengecek keadaan adiknya tercinta, masuk ke kamar Taemin. Dia melihat dongsaengnya itu tidur dengan tangan yang meremas dadanya. Wajah Onew yang semula ceria menjadi tatapan sendu melihat dongsaeng tercintanya seperti ini. Dengan langkah gontai, ia menghampiri Taemin dan mulai membenarkan posisi tidur dongsaengnya tersebut. Dia membelai rambut Taemin dengan rasa sayang yang begitu besar.

“Jumuseyo honey, aku harap kau bisa bertahan lebih lama lagi, jangan biarkan hyungmu ini sendirian,” kata Onew yang terus mengelus kepala Taemin.

Tes

Tak terasa air matanya jatuh di kening Taemin. Dengan cepat ia menghapus airmatanya itu. Lalu mencium keningnya, dan meninggalkan Taemin yang masih tertidur.

Di balik pintu, Onew sudah tidak kuat lagi, ia terus menangis dalam diam. Dengan lemas, ia mengambil i-phonenya dari saku celana. Kemudian ia menelepon Key. Di saat seperti ini dia butuh seseorang yang bisa menguatkannya. Siapa lagi kalau bukan Key. Namja cantik yang sangat ia cintai.

***

Minho menunggu Taemin di ruang tamu keluarga Lee. Sejak mereka berteman, mereka selalu bersama. Sampai-sampai mereka dianggap sebagai sepasang kekasih oleh teman-temannya. Namun tidak bagi fans girl Minho, mereka terus membully Taemin, tapi tak usah khawatir karena mereka tak bisa menyentuh Taemin seujung jari pun karena Minho terus berada disisinya, sehingga tak ada yang berani dekat-dekat dengannya.

Sekarang, mereka sedang duduk di taman belakang sekolah sambil mium susu coklat. Mereka saling bercanda satu sama lain. Yang mulai terlebih dulu adalah Taemin yang menjahili Minho. Dan berakhir dengan main kejar-kejaran. Atau Minho yang menjahili Taemin kalau dia sedang menari.

Suatu hari Minho terlambat masuk sekolah, dan saat itu Taemin sedang dibully oleh fans girl Minho yang membencinya. Minho menemukan Taemin dengan keadaan terikat di kamar mandi atau dia dalam keadaan yang bersimbah darah. Yang paling parah adalah saat ini. Minho menemukan Taemin dalam keadaan terikat di dalam toilet dan dia kehabisan nafas karena penyakitnya kambuh.

“Taemin, Taemin, sadarlah ku mohon,” Minho terus menggoyang badan Taemin yang ada dipelukannya.

“Eugh, appo hyung,” erang Taemin terus mencengkeram dadanya.

“Chakaman, aku ambilkan obatmu,” paniknya. Ketika Minho ingin meninggalkan Taemin, tangannya ditarik oleh Taemin.

“Obatnya ada di saku ku, Hyung, saranghe,” kata Taemin lalu ia menutup matanya tak sadarkan diri.

“Nado, Minie, nado saranghe, Taemin, kau masih hidupkan?” paniknya sambil memeriksa denyut nadinya. Karena panik dia tidak menemukan denyut nadi Taemin, Minho mencoba tenang. Lalu ia mencari denyut nadi Taemin dan akhirnya ketemu. Dia bersyukur kalau Taemin masih hidup. Tanpa ba bi bu lagi ia membawa Taemin ke ruang kesehatan.

***

Minho mengantar Taemin pulang ke rumah. Onew terkejut melihat dongsaengnya itu dalam keadaan lemah. Dia menggendong Taemin menuju kamarnya lalu membaringkannya di atas tempat tidur.

“Kenapa dia?” tanya Key pada Onew dan Minho.

“Penyakitnya kambuh, tapi sekarang ia sudah baikan,” jawab Onew yang tadi mengecek keadaan Taemin.

Ya, Onew adalah mahasiswa dokter spesialis jantung. Alasan ia mengambil jurusan tersebut adalah Taemin, selain itu dia mengambil jurusan itu karena ia tidak ingin menyelamatkan orang-orang yang punya penyakit yang sama dengan Taemin. Ini juga atas permintaan Taemin.

Brakk

Jonghyun masuk ke kamar Taemin dengan panik. Selain Key dan Onew, Jonghyu juga orang yang paling dekat dengan Taemin. Dia menganggap Taemin sebagai dongsaengnya sendiri.

Jonghyun memeluk Taemin yang tertidur dengan erat dan airmata yang mengalir di pipinya.

“Taemiiiin, jangan hiks tinggalkan Jonghyun-hyung ini, ayo kita berltih menyanyi dan menari lagi, jangan tinggalkan Hyung ne? Huhuhu,” kata Jonghyun sambil menangis histeris.

Key yang kesal melihat hyung-nya bertingkah berlebihan itu, memukul hyungnya dengan tinjuan mautnya. “Taemin belum mati, Hyung, jangan alay gitu dong!” kesalnya.

“Aigooo, bisa mati aku kalau seperti ini terus, Onew tolong tenangkan Key dong, dia tega sekali denganku,” kata Jonghyun sambil terus menghindari pukulan Key. Onew tidak menghiraukan kata-kata Jonghyun. Dia dan Minho sedang mengambilkan obat untuk Taemin minum nanti kalau ia sudah sadar.

Ditengah-tengah pertengkaran tersebut. Tanpa mereka sadari, tangan Taemin telah bergerak tanda kalau ia akan sadar.

“Hyuung” panggilnya.

Kim bersaudara menghentikan aksi saling memukul mereka dan memandang Taemin dengan senang. Key segera memeluk Taemin dengan linangan airmata.

“Taemiiin, syukurlah kau sudah sadar, Gwenchana? Apa dadamu masih sakit?” kata Key sambil mengecek seluruh badan Taemin.

Minho dan Onew datang dengan membawakan obat untuknya. Onew duduk di belakang Key, sedangkan Minho berdiri di sebelah Jonghyun yang masih menangis.

“Kau membuat kami semua khawatir, untung pacarmu membawamu pulang,” cerocos Jonghyun sambil melirik ke arah Minho.

Blusss

Pipi Taemin menjadi merah. Dia malu mendengar kata-kata Jonghyun.

“Hyung, kami tidak pacaran, tapi kami jadian, hehehe,” sahut Taemin dan mendapat jitakan oleh Jonghyun.

“Apa bedanya, eoh?” kesalnya. Dan membuat mereka tertawa.

“Hyuuuung, aku punya sesuatu untukmu, chakaman ne?” kata Taemin bangkit sedikit, mengacak laci yang ada di samping tempat tidurnya.

Dia mengambil tiga kotak yang berbeda. Dia memandangi kotak-kotak tersebut dengan senyum lebar.

“Ini untuk Onew-hyung, Key-hyung, Jjong-hyung,” kata Taemin menyerah ketiga kotak tersebut.

Onew mendapat kotak berwarna kuning yang ada gambar ayamnya. Key mendapat kotak berwarna pink yang dihiasi pita warna merah. Jonghyun mendapat kotak berwarna hijau dengan gambar dinosaurus.

“Untuk Minho-hyung, Onew-hyung tolong ambilkan kotak warna merah yang ada di dalam lemariku, uhuk uhuk” Taemin meminta tolong pada Onew yang segera ia turuti.

“Ini,” Onew menyerahkan kotak tersebut pada Taemin, dan ia menyerahkannya pada Minho.

“Onew-hyung dan Key-hyung, sudah melakukan ‘itu’ kan?” tanya Taemin pada OnKey yang langsung membuat mereka tersipu malu.

“Taemin, kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Minho bingung.

“Aku hanya ingin tahu Hyuuung, Gwenchana kan? Umurku sudah di atas 17 tahun kan?” Taemin kembali tersenyum.

Entah kenapa Onew merasakan sesuatu yang tidak enak. Dia merasa ada sesuatu akan terjadi pada Taemin. Namun, segera ia tepis pikirannya tersebut. Sepanjang Taemin bersendau gurau dengan Jonghyun dan Minho ia hanya memeluk Key dari belakang dan menangis dalam diam. Key yang mengetahui apa yang dirasakan Onew membiarkan kekasihnya itu tenang.

“Hyung-hyung sekalian, tolong buka kotak itu saat aku sudah tidak ada di du….”

“CUKUP!” teriak Onew menghentikan kata-kata Taemin.

“Kau bicara apa sih, Taemin? Kau harus kuat, bertahanlah, hyung tidak mau kehilanganmu,” isak Onew memeluk Key lebih erat.

Taemin tersenyum mendengar kata-kata Onew. “Gomawo hyung sudah menghawatirkanku,” kata Taemin.

Onew menangis lebih keras dipelukan Key. Minho dan Jonghyun memandang adik-kakak itu dengan bingung. Onew memang punya ikatan batin yang kuat dengan Taemin. Dia tahu apa yang dirasakan oleh dongsaengnya selama ini. Karena hanya ialah satu-satunya orang yang dekat dengan Taemin sejak ia masih kecil.

***

Disekolah, Taemin merasa badannya tidak enak. Onew yang tadi mengantar adiknya ke sekolah merasa tidak enak. Saat sedang pelajaran. Tiba-tiba ia berlari menuju mobilnya lalu ia ke sekolah Taemin untuk memastiakn adiknya itu tidak apa-apa. Dia terus berlari hingga ia menabrak Key, kekasihnya sendiri.

“Auwww,” pekik Key.

Onew berbalik dan membantu kekasihnya tersebut. “Gwenchana? Mianhe Key, aku tak melihatmu tadi, aku khawatir kalau terjadi sesuatu padanya,”

“Aku ikut,” kata Key lalu mengikuti langkah Onew yang sudah berlari terlebih dahulu.

Di sekolah, Taemin sedang olahraga, dia sudah bilang pada gurunya untuk tidak ikut pelajaran, tapi ia didorong temannya itu dari tangga ketika ia hendak pergi ke kantin untuk mengambil susu cokelat pesanannya. Alhasil ia jatuh terjungkal dan tidak sadarkan diri. Teman-teman yang tadi mendorongnya segera kabur entah kemana.

Minho yang awalnya berniat untuk membolos pelajaran Sejarah yang membosankan itu mengurungkan niatnya ketika melihat keributan yang terjadi di bawah tangga.  Segera saja ia menerobos kerumunan tersebut. Dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati siapa orang yang telah dikerumuni banyak massa.

“Taemin ireona, ireona, taemin-ah, taemin-ah,chagiya, ayo bangun,” Minho terus mengguncang tubuh Taemin yang masih tidak sadarkan diri.

Wiuuung wiung

Ambulans datang dan segera membawa Taemin ke rumah sakit. Onew dan Key yang sampai di sekolah Taemin segera menghampirinya. Dia mengikuti ambulans yang membawa Taemin dengan mobilnya.

“Chagiy~ tenanglah,” tenang Key yang melihat tangan Onew yang gemetar.

“Bagaimana aku bisa tenang kalau adikku sendiri seperti itu? Dari tadi pagi aku melihat Taemin berbeda sekali sifatnya,” kata Onew sambil mengingat kejadian tadi pagi. Dimana Taemin  yang sangat manja dengannya. Meminta foto bersama, semalam ia minta ditemani oleh hyungnya itu tidur.

“Biar aku saja yang menyetir, kau duduk yang manis saja, aku tidak bisa membiarkanmu menyetir dalam keadaan gelisah seperti ini,” kata Key menarik Onew ke bangku penumpang sedangkan ia duduk di belakang kemudi untuk menyetir.

~2Min~

Di ambulans, Minho terus saja menciumi tangan Taemin, seakan ia tidak mau Taeminnya itu kenapa-napa. Dalam hati ia berdoa agar Taeminnya itu selamat. Alat bantu pernafasan telah terpasang di hidung Taemin. Jantungnya lemah, apalagi ia baru saja terjatuh dari tangga dan membuat kepalanya itu berdarah.

Orang-orang yang berada disana memandanng dokter dengan wajah yang sangat terkejut dan wajah sedih. Karena sang dokter telah menggelengkan kepalanya. Sontak mereka lemas. Tidak, bukan berarti Taemin sudah mati, tapi keadaannya tidak mungkin untuk diselamatkan.

Mereka memasuki ruangan Taemin dirawat. Disana terbaringlah Taemin dengan alat bantu pernafasan. Dia sudah sadar dari pingsannya. Memand terlihat baik-baik saja, tapi penyakitnya sudah terlalu parah sejak tadi kemarin. Namun, ia rahasiakan dari orang-orang yang ia sayangi.

Taemin yang semula memandang langit-langit kamarnya, kini memandang orang-orang yang ia sayangi dengan senyum cerah dan membuat orang-orang yang ada disana tambah menatapnya miris. Minho menghampirinya.

“Taemin, gwenchana? Mana yang sakit?” tanya Minho sambil mengecek seluruh bagian tubuh Taemin. Dia hanya tersenyum dan menghentikan gerakan Minho.

“Hyung, aku baik-baik saja,” jawabnya.

Minho memandangnya cemas. “Kau bertahanlah, jangan tinggalkan aku Taemin,” Minho memeluk Taemin erat.

“Mianhe hyung, aku tidak kuat untuk bertahan lebih lama lagi, waktuku sudah tidak banyak untuk bermain denganmu lagi, Hyung,” kata Taemin membuat Minho semakin mengeratkan pelukannya.

“Kau tidak boleh berkata seperti itu, aku yakin kau bisa bertahan,” mantapnya.

Taemin menggeleng, lalu menatap Onew, Key, dan Jonghyun. “Jjong hyung, jangan pervert-pervert ya? Kasihan sekali kekasihmu nanti, segeralah nyatakan cintamu pada Jino sebelum dia diambil oleh Jay-hyung,” pesan Taemin pada Jonghyun.

Jonghyun menyinngkirkan Minho dari Taemin lalu memeluknya. Air mata menetes dari mata indahnya. Dia tidak ingin kehilangan orang yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Sejak dulu dia selalu mengantar-jemput Taemin jika Onew sibuk dengan kuliahnya. “Hyung janji akan melakukan apa yang kau katakan, tapi kau harus tetap bertahan Taemin-ah,”

Taemin tertawa keras dia memandang semuanya dengan wajah yang riang. Benar, Taemin tidak ingin meninggalkan mereka dengan wajah yang sedih melainkan dengan wajah yang bahagia. “Kenapa kalian menyuruhku bertahan terus? Aku yakin kita akan ketemu lagi di lain waktu, toh takdir semua orang juga mati kan?”

“Kau tidak boleh berkata seperti itu, kau tega sekali meninggalkan hyungmu ini tinggal sendirian di rumah?” kata Onew tidak terima dongsaengnya berkata seperti itu.

“Hyung kan punya Key-hyung yang setia denganmu? Kalian akan sangat bahagia sebentar lagi aku janji, Key-hyung,” panggil Taemin pada Key yang sejak tadi diam.

Key menoleh dan mendekati Taemin. “Ada apa?” tanyanya.

“Aku ingin dipeluk olehmu, bolehkan?” tanya Taemin. Key memeluk Taemin dengan rasa sayang. Walaupun dia sudah tidak bisa menahan tangisannya, tapi ia berusaha agar tidak gemetar.

“Hyung, jaga Onew-hyung ya? Aku titip dia, dia orang yang baik kok, aku yakin, dia akan membuatmu bahagia,” kata Taemin sambil mengelus perut datar Key.

“Pasti sayang, aku akan menjaga hyungmu dengan baik, aku tidak akan melepasnya,” sahut Key.

Taemin melepas pelukannya dengan Key dan sekarang ia beralih memeluk Onew lama sekali. Dia benar-benar menangis dipelukan sang hyung yang selama ini menjadi sosok hyung, sahabat, juga appanya sendiri.

“Hyung, jangan nangis jika aku pergi, aku ingin melihat gigi kelincimu yang lucu sekali hihihi,,,,” Taemin tertawa kecil.

“Kau tidak boleh pergi, kau harus bertahan,” Onew tak terima.

“Mianhe hyung, waktuku sudah hampir habis, Minho-hyung, jangan menangisiku ne? Jika kau kangen aku, makan saja cokelat kesukaanku. Aku ingin Minho-hyung mendapatkan yang lebih baik dariku,” kata Taemin memandang ke arah Minho yang menangis tersedu-sedu.

“Ne,,,a,,,aku,,,akan , ma,,,makan cokelatmu itu dengan lahap,” kata Minho dengan senyum yang ia paksakan.

“Kalian masih ingat pesanku kan? Buka kotak yang ada aku berikan beberapa hari yang lalu, kalian akan tahu apa isinya,” pesan Taemin.

Tiba-tiba Taemin berbaring, “Gomawo, dengan begini aku bisa tenang, annyeonghi yeorobeun,” kata Taemin lalu matanya terpejam damai dengan senyum yang terukir di bibirnya.

“TAEMIN” pekik Onew, Key, Jonghyun, dan Minho secara bersamaan.

Taemin yang kesepian, Taemin yang suka menari, Taemin si maniak cokelat yang mereka kenal saat ini sudah tidak ada lagi. Dia hanya sebuah kenangan bagi mereka.

***

Sesuai pesan Taemin, mereka membuka kotak yang diberikan olehnya setelah Taemin di kebumikan. Isinya adalah

Onew :

Onew mendapat sebuah stetoskop di dalam kotak. Selain itu ia juga mendapat secarik kertas yang isinya.

Annyeong hyung,

Kalau buka kotak ini berarti aku telah meninggalkanmu sendirian. Mianhe, aku tidak bisa menemanimu sampai kau menjadi dokter pribadiku. Bagiku kau hyung yang paling berharga untukku. Aku memberimu stetoskop karena aku  berharap kau bisa menjadi dokter yang mampu menyelamatkan orang-orang yang mempunyai penyakit yang sama denganku. Hyung, tolong jaga Key-hyung ne? Aku doakan kalian langgeng, Ne?

Sampai disini dulu ne? Annyeonghi.

Tolong jaga hadiah keduaku, Ne ^_^

Taemin

Onew menangis saat membaca surat dari Taemin. Ia memeluk stetoskopnya itu dengan erat dan berjanji akan menjadi dokter yang hebat. Disisi lain ia bingung akan kata-kata Taemin yang terakhir.

Jonghyun :

Jonghyun mendapat boneka berbentuk dinosaurus tyrex. Dinosaurus yang pemakan daging. Seperti Onew tadi, dia juga mendapat surat.

Annyeong Dino,

Hahaha, aku memberimu boneka dinosaurus tyrex karena aku ingin Jonghyun hyung menjadi namja yang kuat seperti tyrex. Dan bisa melindungi orang-orang yang hyung sayangi, seperti hyung yang menyayangiku. Semenjak ada Jonghyun-hyung aku sudah bisa meluapkan kesedihanku dengan menari dan tidak hanya dengan menangis saja. Gomawo atas semuanya.

Annyeonghi,Hyung. Semoga kau mendapat orang yang menyayangimu.

Taemin

Key :

Key mendapat accesoris berwarna serba pink dan test pack. Dia juga mendapat sepucuk surat dari Taemin.

Annyeong hyung,

Kalau buka kotak ini berarti aku telah pergi dari dunia ini. Aku titip Onew-hyung ne? Apaan ini? Aku memberimu test pack. Sudahlah, jangan heran dulu, nanti juga berguna kok. Hyung aku senang sekali kau bisa menjadi kekasih hyungku karena kau punya sifat yang hangat seperti ummaku yang jarang sekali membelaiku ketika aku besar. Sekali lagi aku menitipkan Onew-hyung, jangan tinggalkan dia.

Sampai disini dulu ne? Annyeonghi.

Tolong jaga hadiah keduaku, Ne ^_^

Taemin

 

Minho :

Minho mendapat cokelat, dan sebuah liontin yang di dalamnya terdapat fotonya bersama Taemin yang sedang memakan es krim cokelat.

Annyeong chagiy,

Mianhe, aku tidak bisa menikahimu, tapi aku janji akan menikah denganmu. Hahaha, aku ngomong apa sih? Ngelanntur ah, Hyung, tolong tunggu aku, Ne? Hyung harus janji, jangan nangis saat aku tinggal. Dan jangan terlalu dingin nanti beku lho? Hahaha, gomawo, hyung telah menemaniku dan menjadi kekasih sekaligus sahabat yang selalu disisiku. Sejak pertama bertemu aku senang kalau kau mau menjadi temanku. Hyung, kalau kau menangis atau merindukanku, kau bisa memandangi fotoku yang ada di liontin yang aku berikan sambil makan cokelat. Ingat, coklat bikin kita tersenyum. Fighting.

Annyeonghi, Taemin.

Setelah membaca surat itu. Dia menangis sangat kencang. Siwon yang melihatnya ikut sedih. Dia turut berduka atas kematian Taemin. Karena Taemin bisa mengubah karakter Minho yang dingin menjadi hangat dan penuh perhatian.

END

 

 

 

 

 

 

 

Epilog

 

5 tahun kemudian

Dua orang namja berjalan beriringan di beberapa gundukan tanah. Di antara mereka bergelayut namja kecil yang cantik. Pipinya bundar, bibir tipisnya yang mengingatkan kita pada orang yang meninggalkannya.

Mereka berhenti di depan gundukan tanah yang batu nisannya bertuliskan “Lee Taemin”. Mereka dudukdan mulai berdoa.

“Umma, appa, siapa dia? Kenapa namanya sama dengan minie?” tanya namja kecil tersebut pada Onew dan Key.

Mereka memandang aegyanya yang berumur 4 tahun tersebut. “Dia, uncle Taemin, dia namja cantik yang punya wajah yang persis denganmu Minie,” jawab Onew pada aegyanya.

“Nah sekarang, sapalah dia,” Key memerintah anaknya itu.

Minie memandang makam Taemin dengan bingung, lalu ia tersenyum, “Annyeong, Taemin-ahjussi, kita mempunyai nama, wajah dan sifat yang sama, Ne? Aku tak percaya kalau umma dan appa bilang seperti itu. Aku yakin uncle orang yang baik, aku harap kau tenang disana,”

Onew memandang Minie dengan haru. Dia memandang aegyanya tersebut seperti memandang Taeminyang masih berumur 4 tahun.

Beberapa bulan setelah kematian Taemin, Key dinyatakan positif hamil dan dia melahirkan bayi yang persis dengan Taemin. Orang tua Onew menangis tersedu-sedu saat melihat Minie lahir, seakan-akan ia melihat aegya yang telah meninggalkannya. Jadi, semua orang menganggap Minie adalah reinkarnasi dari Taemin, oleh sebab itu Onew menamai anaknya Lee Taemin karena wajah mereka sama.

“Taemin, kau lihat? Minie, persis sepertimu, dan aku sudah menjadi dokter yang hebat, banyak yang bisa sembuh dari penyakit yang kau alami, aku mau bertanya, apa minie adalah hadiah kedua yang kau berikan padaku dan Key? Lihat? Minie sama persis denganmu kan?” kata Onew memandang minie yang kini memeluk ummanya itu.

“Appa, minie mengantuk, Taemin-ahjussi mianhe, minie tidak bisa menemanimu karena mata minie tidak bisa diajak kompromi, tapi minie menyayangi ahjussi, semoga ahjussi tenang di alam sana,” Minie maju dan mencium foto Taemin yang ada disana lalu memeluk Key dengan erat.

“Taemin, aku janji akan menjaga minie sebisaku, aku akan melindungi anak ini sama persis ketika hyung melindungimu, aku akan menjaga dan menyayangi Minie dengan sepenuh hati,” gumam Key. Tiba-tiba bajunya ditarik oleh Minie.

“Umma, appa ayo pulang Minie sudah mengantuk,” rengek Minie membuat Onew dan Key terkekeh.

“Chakaman chagiy~, kita berdoa dulu untuk ahjussi agar di tempatkan diantara orang-orang yang baik,” interupsi Onew.

Minie, langsung menutup matanya dan berdoa. Onew yang melihatnya hanya tersenyum dan berbisik ‘persis’ di telinga Key.

***

Ketika hendak meninggalkan area pemakaman. Mereka bertemu dengan Minho yang membawa bunga mawar putih di tangannya. Melihat Minho, Minie langsung turun dari gendongan Onew dan berhambur ke arahnya.

“Ahjussi, aku ingin menikah denganmu ketika aku sudah besar,” kata Minie membuat Minho tertawa.

“Baiklah, ahjussi akan menunggumu, tapi Minie harus janji akan menjadi anak yang berbakat dan menghormati orangtuamu ne?” kata Minho menyentil kening Minie.

“Arraseo, minie akan melakukannya dengan baik” kata Minie.

Minho berdiri, “Hyung, aku ke makam Taemin dulu ne? Minie, ahjussi duluan ya? Annyeong,” kata Minho.

“Ahjussi, poppo,” rengek Minie yang entah kenapa sudah berada di gendongan Onew.

Minho tersenyum lalu menciumnya sekilas. Kemudian pergi meninggalkan keluarga bahagia tersebut. “persis sepertimu, Taemin,”

Tanpa mereka sadari, Minie, bergumam lirih. “Tunggu aku Minho-hyung,”.

END

Nanggung banget endingnya? ya dah lah gapapa, efek ngantuk ama nangis. commentya?

87 thoughts on “[2Min] chocolate love part 2 END

  1. T.O.P banngeeetttt🙂 kereeen abissss hehehe sempet sedih pas taemin mninggal. tapi trnyata dia kayak hidup lagi di dalam minie kecil😀

  2. Bagus thor ceritanya, cuma alurnya kecepetan aja, jd nuansa sedihnya krng berasa untuk akuh..hehee..maaf thor cuman komen😀

  3. kyaaaaa mewek saya baca ff ini fellnya kuattt pas tetem ninggalin surat kata2nya sederhana tp brmakna…. hwaaaaa anak onkey trnyata renkarnasi 2min….. v perasaan g nyambung pas itunya masa c minenya ingt ama c ming????…. squel ada kah???

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s