Protected: [2min-Onkey/PW ask sanni &viena] Forbidden Love of A Geisha PART 5 of ?


Foreword:

Annyong vienasoma disini….. syalalalalalalalalalalalala… oke saya bawakan FF yang paling eksis sejagada raya dan sebimasakit duet gue ama yeobo gue sannniew

Well di part kali ini mungkin rada gimana gitu. Karena gue yang buat semuanya. Bagian onkey dan 2min.. dua – duanya gue yang ketik.. ==”… yeobo gue lagi UTS dan sibuk dengan segala macam tugas kuliahnya. Jadi kgk sempat ngetik dan buat ff dah.. so… akhirnya karena sudah di tagih mulu.. gue bantu buat 2min… yihaaaaa….. pokoknya semangat buat yeobo gue… mudahan UTSx lancer dan dapat comeback buat FF…

 by: Vienasoma & Sanniiewkey~

Jinki membenamkan wajah di lekukan leher indah wanita cantik yang tengah dia tindih. Meresapi wangi yang menguar dari tubuh itu dengan alami. Tidak ingin ini semua berakhir. Ingin wanitanya menjadi milik dia seutuhnya. Cinta membuat kita menjadi egois. Begitu juga dengan dirinya. Wajar? Wajar jika mencinta ingin memiliki lebih dari sekedar rasa dan hati. Ingin raga bertindak. Ingin memiliki keseluruhan kibum

“Kibum…”

Menyebut kembali nama sang terkasih dari bibirnya yang terbuka, merasakan linangan air mata yang tak kunjung habis merembes keluar. Sedih? TIDAK.. dia… dia hanya bahagia. Dan bahagia itu keluar dengan airmata yang berjumlah banyak.

“bolehkah…….? Bolehkah seorang Lee jinki memilikimu?”

Mendongak dan menatap mata lekat yang sama seperti dia. Merah dan sembab. Masih menitikan air mata. Jinki menghapus air mata kibum dengan jemarinya. Mengusapnya hingga air mata itu hilang.

“bolehkah… … bolehkah tubuh ini menyentuhmu, menjadikanmu milikku?

Tes

Tes

Air mata itu jatuh mengenai sudut mata kibum. Kedua tangan kibum terangkat, menggapai wajah pemuda tampan yang berada di atasnya. Menangkupnya dengan lembut. Membawanya mendekat kepada wajahnya.

“aku milikmu Pangeran Lee” bisiknya pelan

Hah

Memeluk tubuh wanita itu erat. Sangat erat. Sangat bahagia. Ingin berteriak. Dia ingin berteriak. Berlari ke tengah – tengah pusat kota dan memberitahu siapa saja. kibum miliknya. Seorang kim kibum adalah milik seorang Lee jinki.

Bahagia.

“saranghae…?” lagi terucap ketika jinki kembali mengusap bibir kibum dengan bibirnya. Menempel sepasang bibir yang kini masing – masing haus akan kehadiran masing – masing. Menempel dan berpelukan sangat erat. Menikmati…. Sekedar menikmati indahnya pertautan antara sepasang bibir.

“ummmhppppppppp………..?”

Bercumbu dengan mesra. Bibir yang saling melumat. Dengan jemari tangan yang saling bertaut. Jinki memperdalam ciuman mereka, membawa bibir kibum terbuka. Kemudian melumat lidah wanita cantik itu dengan lidahnya. Mengecap rasa daging kenyal yang kini beradu dan saling menghisap.

Jinki menghentikan ciuman mereka. Kembali duduk dan menarik kibum perlahan agar wanita itu duduk di pangkuannya.

“kita kekamarmu saja kibum – san.. aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman tidur di lantai keras seperti ini?”

Jinki membelai pipi kibum dan menarik beberapa helai rambut kibum dan menautkan di telinga wanitanya.

Kibum mengalungkan lenganya pada leher jinki dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang jinki yang terlihat masih mengeluarkan darah. Kibum menarik lengan kimono dan membenamkan disana. Menghilangkan noda – noda darah yang mulai berhenti merembes.

“sakit kah?” Tanya kibum

Jinki menggeleng. Mengambil tangan kibum dan menciumnya

“tidak ada lagi rasa yang bisa kupahami selain rasa bahagia. Aku tidak lagi mengenal rasa sakit ketika dirimu telah memberikan cinta untukku?” mencium kening kibum. Mengusap hidungnya disana dan kembali menciumnya lama

“kau boleh menusukku dengan belati itu. Dan dapat kuyakinkan.. aku akan tersenyum alih – alih menjerit. aku rela untuk mati. mati ditangan wanita yang ku cintai dan mencintaiku.. itu adalah rasa bahagia tak terkira bagi pemuja sepertiku”

“mati? jangan berkata seperti itu… aku tidak suka?” kibum mempererat pelukanya pada tubuh jinki.

Mengusap punggung kibum dengan mesra. Mengecup pundaknya yang masih terbalut kimono biru.

“mati dan hidupku ada ditanganmu kibum – san. Aku hidup untukmu dan mati juga untukmu… itu janjiku..?”

Jinki mengangkat tubuh kibum, menggendongnya menuju ruangan geisha ternama kim kibum. Beruntung tak seorang maiko pun ada disana. Sehingga tak ada yang bisa melihat sepasang kekasih di mabuk asmara saling menatap dan tersenyum sambil menangis. aneh mungkin di mata orang lain, namun tidak bagi mereka.

=== @@@@====

Jinki membaringkan kibum di atas futon. Membawa tubuhnya untuk menindih wanita itu. Membelai kedua pipi ranum yang merona merah dengan indah. Mempuaskan diri menatap wajah yang juga memandangnya.

Cantik.

“aishiteru………..”

Memajukan wajah dan kembali mencium bibir kibum. Mengecap masing – masing rasa manis dari bibir keduanya. Jinki membiarkan tangannya menyusuri tiap lekuk dari tubuh kibum. Dari lengan hingga ke pinggang. Mencoba melepaskan obi yang melilit disana.

“ummmppppppppphhhhhhh…….”

Membuang obi kesembarang tempat. Menyusupkan tanganya masuk kedalam kimono luar kibum dan mulai membukanya. Menaikkan tubuh wanita itu dengan melingkarkan tanganya di pinggang. Mengerti kibum mengalungkan tangan pada leher jinki dan menaikkan tubuhnya.

Jinki segera membuka kimono luar dan dalam secara bersamaan. Terdiam beberapa saat. Ketika melihat kibum terbaring di bawah dengan tubuh yang telah telanjang sepenuhnya.

Jinki menoleh kearah lain. Meredam debaran jantung yang kini beritme tinggi. Mengatur nafas dan memejamkan mata. Ingin mengatur semua menjadi indah.

“eungh?”

Jinki melihat kancing bajunya yang kini terlepas oleh jemari kibum. Wanita itu melucuti pakaian jinki. Tidak ingin terlihat sebagai amatiran. Tidak ingin menunjukkannya. Bukankah dia seorang geisha. Dia geisha ternama.

Jinki menghentikan tangan kibum

“aku yang akan melakukan semuanya…” mencium tangan kibum perlahan

Jinki melepas pakaian yang di kenakannya. Hingga bagian terakhir dari tubuhnya. Kembali memposisikan dirinya di atas tubuh kibum ketika keduanya kini sepenuhnya tidak mengenakan apapun.

Semaram temaram bulan yang mengintip dari sela jendela kamar geisha cantik itu. Memantulkan cahaya pada tubuh keduanya. Membuat mereka terlihat bagai lukisan sempurna dari karya seorang pelukis ternama. Tubuh yang berkilau dan deru nafas yang menyebabkan hembusan embun.

“akh………ssssssss……………..?”

Menjilati leher jenjang, dan melumatnya bagai suatu manisan yang lezat, menjalarkan lidahnya disana dan merembeskan saliva. Menyedotnya berkali – kali. Merasakan rambut yang kini di cengkram dengan sedikit kasar oleh kibum. Jinki menaikan wajah dan melumat bibir indah merah terbuka. Memasukan lidah dan mempermainkannya lama. Menggelitik langit atas dari rongga sang wanita cantik. Merasakan kini tangan kibum mencengkram erat lengannya.

Peluh keringat yang mulai menampakan diri, menjadikan tubuh mereka melekat dengan erat. Jinki meliukan tanganya diatas dada kibum yang membusung. Melingkar tanpa menyentuh bagian sensitifnya, hanya ingin membuat rangsangan.

“AKH…………..?”

Membawa bibir tebalnya menciumi tiap jengkal tubuh wanita itu. dari bibir. Dagu, leher, hingga pundak dan kemudian memposisikannya pada nipple merah yang bening. Menciumnya pelan dan

“ahhhh………….?”

Kibum terlonjak kecil, meremas pinggiran fotun. Memejam mata menerima semua. Hanya menerima karena dia tidak mengerti. Hanya tahu teori. Tidak mengerti rasa sesungguhnya.

“ahhh…… ahhh………… ssssss,,, akh……….?”

Jinki mengulum nippe kibum dengan manis. Tangan yang lain sibuk memelintir nipple dada yang lain. Lama mempermainkan dada wanita itu. mengecap dan sesekali menampar nipple kibum dengan lidah di dalam mulutnya

“AKH……………… pang… ah… eran.. lee…..”

“panggil namaku kibum….” Ricau jinki masih dengan bibir yang menyedot nipple kibum.

“akh….jinki…AKH……………..?”

Sedotan panjang yang menilik saraf nikmat pada tubuh kibum membuat wanita itu tersentak kebelakang dan membusungkan dadanya lebih kepada bibir jinki.

Jinki menjalarkan tanganya ke daerah paha kibum. Membuka kaki kibum agar mengangkang di hadapannya. Mengelus paha dalam. Dan mulai mengarahkan pada selangkangan kibum. Menaruh tanganya pada bibir vagina kibum.

BASAH

Memainkan telunjuknya disana. Mengelus – elus pelan

“AKH…………….?”

Jinki menekan klitoris kibum. Hanya menekan pelan dan wanita itu sudah menggelinjang tidak karuan. Membuat lumatan  bibir mereka  sedikit merenggang.

“kibum….”

“jinki… akh… akh….”

Mengusap bibir vagina dengan ujung telunjuknya. Meraba – raba daging yang kini sangat basah. Sesekali menekan dan memelintir klitoris kibum.

“AKH………. AKH…… SSSSSSSSSSS,,,,,,,,,umphhhhhhhhhhhhhhhh”

“saranghae………?”

Tak bosan melantunkan ayat cinta. Mencium bibir kibum sekilas, dan kemudian beralih kedada kibum. Mulai mengulum nipple wanita itu..

Jari telunjuk jinki mengarah pada lubang kibum. Memasukkan perlahan. Hanya satu ruas dan wanita itu mendorong tubuhnya kebelakang

“AKH………….. SAKIT……………..”

Bingung… ada apa? Kenapa? Bukankah itu hanya seruas.

Jinki membelai wajah kibum. Mencari – cari bola mata runcingnya,

“ada apa? Sakit? Apa aku menyakitimu?”

Kibum menggeleng. Bagaimana? Harus bagaimana menjelaskan? Haruskah jujur jika ini yang pertama? Jika selama ini dia tidak tersentuh dan masih suci?

“kau mau kita menghentikannya? Aku tidak ingin memaksamu… aku.. ummphhhh?”

Berhenti berbicara ketika bibirnya di lumat bibir kibum

“teruskan… aku ingin menjadi milikmu jinki…”

Diam menatap wajah kibum yang terlihat yakin. Jinki mencium keningnya. Dan melanjutkan tautan tubuh mereka. Kembali meraba – raba bibir vagina kibum dan mengarahkan telunjuknya kembali memasuki lubang wanita itu. perlahan. Dan aneh. Kenapa bisa sangat sempit dan

“kibum.. kau…

Mendongak kembali pada wajah kibum. Jinki menunggu wanita itu membuka matanya. Kibum terlihat sangat kesakitan dengan tangan yang meremas kuat fotun, bibir bawah yang digigit, mata yang terpejam, sedikit keningnya mengernyit menahan sakit.

“jangan memberikanku harapan lain yang kini membuncah di dadaku kibum..”

Perlahan kibum membuka matanya menunduk dengan semburat merah pada kedua pipinya.

“jangan bilang… kibum – san… kau…. Jika kau masih…

Menggantungkan kalimat. Melihat bulir air mata menetes dari sudut mata kibum.

“jjong – sama.. dia.. dia tidak pernah menyentuhku… aku masih suci jinki…”

Cinta itu tidak lah penuh dengan kata derita

Hanya awal… hanya permulaan…

Itu adalah suatu pembuktian jika cinta mu harus di perjuangkan

Dan kini…

Cinta itu tidaklah penuh dengan kata kesedihan

Kini.. cinta itu memberi bahagia. Memberi harapan

Hadiah dari suatu perjuangan.. perjuangamu dalam memilikinya

Cinta hanya meminta sedikit dari airmata kesedihanmu

Cinta hanya membuatmu sedikit rapuh dari sekian kerapuhanmu

Karena pada akhirnya cinta memberikanmu airmata bahagia

Karena pada akhirnya cinta Memberikanmu kekuatan berkali lipat atas usahamu dalam meraihnya

 

Jinki membenamkan wajahnya pada dada kibum. Memeluk erat wanita yang amat dicintainya. Hah. tidak ada yang bisa mengungkapkan rasa bahagia dan puas yang membuncah dalam hatinya. Tidak ada.

BAHAGIA

BAHAGIA

SANGAT BAHAGIA

“hiks… hikss….?”

Keduanya menangis. menangis dengan alasan yang sama. BAHAGIA

“aku.. tidak menyangka… jika cinta ini benar – benar berhasil mengelabuiku.. membuatku menderita dan sekarang memberikan rasa bahagia yang berlimpah ruah… aku bahagia.. kibum – san… aku sungguh bahagia… cintaku tidak pernah tersentuh.. cintaku.. hiks.. cintaku hanya milikku… kini dan selamanya…”

Jinki mengangkat tubuhnya dan mengapus airmatanya dan airmata kibum

“kita hentikan saja.. aku tidak ingin menyentuhmu sekarang..tidak jika itu menyakitimu..”

Jinki mulai mendudukan dirinya, dan yah. Lenganya di tarik kibum, hingga tubuhnya kembali menindih tubuh wanita itu.

“hikss… tolong.. hikss… jadikan aku milikmu sekarang jinki.. hiks.. aku takut.. setelah malam ini tidak ada malam lain denganmu.. hikss.. aku takut.. jika besok aku membuka mata kita akan kembali menjadi orang asing karena status yang menjerat kita.. hiks.. tolong.. sekali saja.. hikss dalam hidupku aku ingin menjadi egois.. hiks.. aku benar – benar mencintaimu…..”

Pengakuan panjang yang manis. Melayangkan jiwa jinki terbang kelangit tertinggi. Ingin tertawa dan menangis secara bersamaan. Mengangguk mengerti.

“aku akan sangat lembut. Tolong.. kumohon padamu.. katakan jika aku tidak sengaja menyakitimu… aku menyentuhmu karena cintaku…aku tidak ingin membuatmu terluka karena cintaku… jadilah dirimu sendiri. Seorang kim kibum yang belum pernah tersentuh.. jangan berpura – pura menjadi kim kibum seorang geisha ternama yang memiliki okiya terkenal. Jangan menahan diri karena tuntutan profesi.. karena aku mencintai kim kibum.. hanya seorang kim kibum”

Bisik jinki di telinga kibum. Kemudian menciumi kembali bibir wanitanya Setelah merasa anggukan dari kibum sebagai tanda persetujuan.

Dia kim kibum. Hanya seorang wanita suci yang tidak mengerti arti dari persetubuhan sebenarnya. Selama ini membimbing maiko lain sedangkan diri sendiri belum mengalaminya. Hanya teori yang dia banggakan. Selebihnya. Dia hanyalah wanita polos yang tidak mengerti apa – apa.

Wajah jinki turun kebawah menciumi lekuk tubuh kibum sejengkal demi sejengkal. Berlama – lama mengulum nipplenya. Dan mulai lagi memasukan telunjuknya, pelan dan pelan.

Berhenti ketika melihat ekpresi kibum kesakitan tanpa mengeluarkan jarinya. Akan menciumi dada kibum jika wanita itu mulai mendorong tanganya namun semakin melekatkan tubuh mereka. Sakit.. namun dia ingin jinki.. ingin sekali

“AKH……………..”

Rintih kibum merasa seluruh jari jinki memasuki tubuhnya

“maaf…” ucap jinki menenangkan kibum.

“lanjutkan.. jinki – akh..

Jinki menggerakan jarinya perlahan. Pelan hingga mendengar rintihan menjadi desahan. Menusuk – nusuk lubang kibum dengan  cepat. Sampai cairan bening membasahinya

“jika sakit kau bisa mendorongku.. dan kita akan menghentikannya.. aku benar – benar tidak ingin menyakitimu…”

Kibum menggeleng.. “ kau sama sekali tidak menyakitiku.. kau tidak akan melakukanya. Karena kau mencintaiku…”

Tersenyum. Menahan diri sejak tadi hingga dia merasa sedikit tersiksa. Merasa sangat beruntung memiliki cinta hingga dia bisa menahan diri.. cinta.. cinta.. cinta. Dia cinta kepada wanita ini

Jinki mengarahkan miliknya pada lubang kibum. Menggeseknya. Membuat sensasi – sensai geli yang merangsang. Membuat alat kelamin mereka semakin basah. Semakin mengeluarkan cairan.

“AKH………..AKH………… SSSSHH………UHHHHHHHHHHHH”

“SSHHH…………..AKH………..”

Keduanya mendesah ketika kepala milik jinki mengenai klitoris kibum. Sengaja kembali menggesek di daerah sana. Keduanya meracau

“akh……”

Mengangkat kedua kaki jenjang kibum kebahunya. Jinki memegang miliknya dan berusaha memasukkannya. Susah.. sulit.. belum terjamah. Lubang itu terlalu sempit untuk dimasuki. Mendorong pinggulnya sedikit kuat.

“AKH………………….”

Sakit.. sakit… mata kibum memanas, kedua sudut matanya berair.

“sakit?” Tanya jinki

Menggeleng pelan. Mencengkram lengan jinki hingga lecet

“teruskan.……….?”

Jinki mendorong kembali tubuh bawahnya lebih dalam memasuki lubang vagina kibum. Merasa sedikit lagi. Dan sedikit lagi

“AKH…………………….

Kibum merasa sesuatu merobek tubuh bawahnya. Sesuatu namun dia tidak tahu apa? Karena sesuatu itu berada dalam rahim tubuhnya. Tidak bisa terlihat.

“aku mencintaimu wanita langitku kim kibum?”

Mencium kening kibum lama. Merasakan hangat dari raganya yang berada didalam tubuh kibum. Kehangatan yang tidak bisa dia jabarkan karena tidak ada yang kata yang sanggup menjabarkannya. Rasa yang hanya bisa kau rasakan.. itulah arti dari sebuah persetubuhan. Merasai. Menikmati

“bolehkah?” Tanya jinki

Kibum mengangguk… menaruh kedua tanganya pada pinggang jinki. Merasakan jika tubuh pria itu mulai bergerak. Mendorong tubuhnya perlahan. Masih merasa sakit. Sakit dan sakit.

“uh.hhhhhhh.. akh……… akh……… akh…………..”

Jinki memejamkan mata. Meremas futon. Kenikmatan menjalar keseluruh sel saraf dalam tubuhnya. Dengan ritme yang masih pelan menusuk lubang vagina kibum yang menjepit miliknya.

Mencium bibir kibum. Melumat dan menyedotnya.

“AKH………………………”

Desahan kibum mencuri keluar dari mulutnya. Sakit dan nikmat. Dua kata yang saling berselisih. Dua kata yang tidak sama dan berbeda kini dia rasa dalam satu kejadian.

“ahhhhhhhhhh… ahhhhhhhhhhhh……. Ahhhhhhhhhhhh……..”

Mendesah tiap hujaman jinki yang sekarang semakin cepat. Menusuk lubang vaginanya bertubi – tubi.. mendorong tubuh kibum semakin keatas. Membiarkan waktu yang melewati mereka yang asik mendesah dan saling menikmati. Sama sekali tidak sadar berapa lama waktu yang di habiskan. Berapa masa yang mereka lalui. Hingga merasa lelah dan kehabisan tenaga namun masih saling ingin merasai tubuh masing – masing.

“akh…akh…akh….

“ssssshhhhhhhhhhhh………..akh……………..”

Jinki menaikan kembali kaki kibum yang mulai  merosot dari bahunya. Menarik selangkangan kibum lebih merapat pada tubuhnya. Dan mulai kembali menghujam dan menusuk lubang vagina kibum. Cepat dan semakin cepat merasakan sesuatu yang ingin keluar dari tubuh bawahnya

“AKH………………..”

Lenguhan panjang ketika cairan spermanya menghujam dinding rahim kibum. Merosot dan menindih tubuh kibum yang berada dibawahnya. Merasakan tubuh mereka yang penuh dengan peluh keringat.

jinki mendongak dan kembali melumat bibir kibum

“saranghae….

‘na..do… saranghae… jinki – akh…” terbata mengucapkan bahasa korea yang sering jinki ucapkan. Dan itu terlihat sangat manis dimata jinki.

Mencium kening itu berkali – kali. Merasa bahagia.. BAHAGIA TAK TERKIRA.

Floag

Suara angin yang berdesir lembut. Bunyi geresek dari dahan – dahan yang tersapu olehnya. Berbisik pelan di telinga seorang pemuda assisten pasukan sinkeiren. Minho. Matanya yang tajam bergerak perlahan. Berusaha membiasakan diri atas cahaya mentari yang menerobos kamarnya dan kamar wanita yang kini berbaring disebelah tubuhnya.

Minho bergerak pelan. Membuka mata dan tak lelah tersenyum bahagia. Tanganya menyapu wajah taemin yang memerah dan bercahaya. Lembut dan membuat candu. Bulu mata lentiknya. Hidungnya. Bibirnya, dagunya. Demi tuhan dia masih tidak percaya jika wanita ini miliknya.

Tak lelah menyaksikan ukiran tuhan yang sempurna. Matanya menerobos jauh pada bibir yang kini menggodanya. Minho mendekat. Menyambut aroma wangi yang menguar alami. Dia ingin mencicipinya. Meraih dagu itu perlahan, minho mendekatkan wajah. Pelan dan sangat lembut menyapukan bibirnya di permukaan bibir taemin. Mengecapnya singkat. Tidak puas, Tanganya mengurai rambut taemin kebelakang dan mengecup pundak wanita itu singkat.

Minho mendudukan dirinya menatap tangkupan tangannya. Berpikir dengan kening yang sedikit mengerut

Seberapa keras lagi aku harus mencoba? Seberapa keras lagi aku harus berusaha. Memiliki hatinya. Memiliki cintanya. Taemin. Taeminku yang malang, Kenapa kau tidak bisa membuka hatimu untuk siapapun, kenapa tidak bisa menerimaku? Kenapa belum bisa membalas cintaku?

Kau selalu tersenyum, selalu menampakkan wajah bahagia tanpa beban membuat orang lain salah paham, tapi aku tahu. Aku sadar taemin, senyum itu hanya tertoreh diwajahmu, tidak hatimu. Kau selalu tertawa seakan – akan bahagia, tapi matamu kosong dan tak bercahaya. Tidak ada apa – apa disana selain kehampaan yang menyadarkanku jika aku ingin melindungimu. Ingin menghilangkan ketiadaan di duniamu

Wanita manis yang telah merebut hatiku. kapan kau akan memancarkan senyum tulus untuku? Apa harus menunggu hingga puluhan atau ratusan tahun? Taemin.. taeminku yang malang. Sadarlah jika aku mencintaimu

“taemin… aishiteru.” Minho menunduk mengecup kening wanita cantik  disamping tubuhnya yang masih terlelap dalam kakebuton (selimut) Yang melindungi tubuh polos mereka.

Tanganya menelesuri tiap inchi wajah teduh itu… betapa dia sangat mencintainya. Betapa dia ingin memilikinya. Tidak hanya tubuh tetapi juga hatinya

Dok

Dok

“minho sama. Kami membawa air segar untuk membasuh muka..”

Menoleh dan mengambil sebuah kimono kinagashi yang tergeletak disamping futon. Memakainya kemudian sangat perlahan meredam bunyi kakinya minho berjalan,  menggeser pintu kamar dan tampak pelayan menawarkan sebuah nampan dengan dua buah mangkuk yang berisi air hangat dengan wangi bunga sakura.

“arigato. Biar aku saja yang membawanya. Kalian bisa melanjutkan pekerjaan”

“hai… kami permisi minho-sama”

Membungkuk dan berjalan mundur hingga menghilang. Minho kembali menutup pintu. Menaruh nampan diatas meja, mengambil kain yang tersedia disebelahnya. Dan mulai membasuh wajahnya.

“uengh… !”

Lenguhan pendek dari belakang tubuhnya membuat minho menengok kebelakang. Taemin terduduk cepat. Melihat minho yang membasuh dirinya.

“gomen minho – sama. Tidak seharusnya anda bangun terlebih dahulu sebelum saya” taemin membungkuk merasa bersalah. Mencoba mengambil kimono dalam yang cukup jauh dari tubuhnya.

“auh…….?” Meringis pelan, memegang bagian bawah perutnya. Perih

“hei. Jangan memaksakan diri”

Minho mendekat membawa nampan yang di berikan pelayan sebelumnya. Duduk didepan taemin yang masih meringis. Minho membelai rambut panjang yang tergerai. Mengusap pucuk kepala taemin, mengambil sebelah tangan wanita itu dan menciumnya.

“gomen.. sakit?”

“sedikit perih minho – sama”

Minho mencium kening taemin dan membawa tubuh wanita itu kedalam dekapannya. Menaruh kepala taemin dalam lekuk lehernya. Dan membelai tangan taemin mesra.

“gommen ne… hari ini istirahat saja, jangan memaksakan diri”

“tidak boleh.. saya harus melayani keperluan an…”

“sstt…. Sudahlah.. istirahat saja. aku yang akan melakukan semuanya”

Mendorong tubuh taemin agak sedikit menjauh dari tubuhnya. Mengambil kain penyerap dan memasukkan kedalam air hangat. Merendamnya sebentar dan mengangkat dan memerasnya.

Minho menyeka tubuh taemin. Mengusap dari keningnya, pipinya dan beralih hingga kerahang taemin. Merasakan debaran di dadanya yang semakin berpacu cepat. Bukan. Bukan nafsu. Tapi degup jantung yang telah di hentakan akibat rasa terpesona yang kuat.

“Minho – sama…” bisik taemin polos, mengambil tangan minho yang kini tengah menyeka pundaknya. Dia tidak mengerti. Dia tidak paham. Dia sudah terbiasa melayani tidak dilayani. Dan minho. Pemuda itu kenapa mau mengurusnya. Terbalik. Bukankah dia yang harus mengurus minho.

“hemmm.. ada apa taemin?”

Eh?

Mengerjapkan mata dengan polos ketika melihat senyum yang terkembang di bibir dannanya. Kenapa bisa selembut itu padanya? Kenapa begitu menghargainya? Kenapa begitu perduli? Apa yang sebenarnya terjadi. Taemin mengeratkan pegangan tanganya pada tangan minho.

“kenapa anda begitu baik terhadap saya minho – sama?”

Heh?

Minho menurunkan tangannya

“apa salah memperlakukan seseorang yang kita cintai dengan baik?”

“cinta?”

“yah… karena cinta aku memperlakukanmu dengan baik. Karena cinta aku memperlakukanmu dengan lembut. Karena cinta taemin.. apa itu tidak cukup menjadi alasan? Kenapa masih mempertanyakannya?

Diam. Cinta? Tidak mengerti minho. Dia tidak mengerti. Karena dia selalu hidup dalam penghinaan bukan pemujaan. Dia terbiasa untuk berusaha dan bekerja untuk segala hal. Dan dia terbiasa untuk di abaikan tidak diperdulikan.

“aku tidak mengerti…”

“cinta bukan untuk dimengerti taemin. Cinta untuk dirasakan. Kau bisa mendengar debaran jantungku?”

Tangan mereka yang saling menggengam berada diatas dada minho yang berdetak dengan cepat.

Heh? Terkejut taemin menatap minho kembali, dan merasakan lagi debaran jantung yang dialirkan ketangannya, cepat dan bertalu – talu. Membuat taemin berpikir jika bisa saja jantung itu akan meloncat keluar.

“ku harap kau bisa merasakan apa yang kurasakan sekarang. Suatu saat entah itu kapan aku harap kau membalas debaran jantungku. Membalas kata cintaku… aku akan menunggu…”

Tampak sedikit sedih. Minho menunduk. Taemin menarik dagu pemuda itu dan melihat mata bulan purnamanya yang meredup.

“apa saya melukai anda minho – sama?” tanyanya dengan wajah datar.

“tidak.. hanya saja aku yang terlalu tidak sabaran.. jangan di pikirkan.. cukup berada disisiku saja untuk saat ini..”

Taemin mengangguk dan diam saja sampai minho benar – benar selesai menyeka tubuhnya. Begitu baik dan lembut. Tidak ada yang seperti itu sebelumnya selain okaa – sannya. Kibum. Bagaimana? dia masih belum tahu perasaan hangat yang menjalar didadanya.

Floag

Hanya kebahagiaan yang diharapkan pada sepasang kasih yang merajut cinta, itu sulitkah?

Minho berjalan dijalan setapak dengan kerikil – kerikil kecil. Matanya tersambut oleh banyaknya  ryokan dan beberapa stan jualan para pedagang. Matanya menilik sebuah stan yang menjual gula kapas berwarna – warni. Gatal ingin membelinya satu untuk dihadiahkan kepada taemin yang kini berada di okiya. Namun dia harus pulang kerumah dan menemui orang tuanya.

Kembali lagi berjalan hingga sebuah pagar menjulang dengan lampion merah besar di kedua sisinya yang menggantung. Beberapa ukiran burung elang yang menjadi symbol keluarganya terpahat indah di depan pintu yang menjadi kunci masuk kediamannya.

Mendorongnya dan masuk. Sebuah halaman dengan pohon pinus dan sakura mendominasi. Kakinya disambut bebatuan pipih yang melingkar besar dengan interval 30cm pada setiap jedanya.

“selamat datang minho – sama” 3 orang pelayan yang membawa sebuah teko emas dan beberapa alat untuk upacara minum teh membungkuk kepadanya

“apa ada tamu okaa – san?”

“yah.. kehadiran anda juga sudah sangat dinanti minho – sama”

Mengerutkan kening. Merasa sedikit bingung dan aneh. Minho mengikuti langkah 3 pelayan didepannya. Hingga mereka mencapai ruang besar yang tertata dengan banyak rangkaian bunga – bunga di setiap sudutnya

“okaa – san.. ada apa?” Tanya minho sejurusnya. Melihat jika disana ada sebuah keluarga lain yang tidak asing baginya

“ohayo, Matsumoto – ojisan…” membungkuk kepada seorang lelaki tua dengan rambut putih yang mulai dominan.

“ohayo, minho – kun” ucapnya melambaikan tangan agar mendekat kearah mereka. Minho kembali membungkuk pelan dan mendudukan diri diatas bantalan kecil yang tersedia disana. Matanya melihat seorang gadis dengan kimono krem tersenyum kepadanya dengan wajah yang memerah. Yonna Matsumoto

“ada pertemuan apa ini?” minho bertanya mengedarkan pandangan mata kesekelilingnya. Semua orang tampak bahagia dan ceria. Dan dia. Hanya bisa diam menanti sebuah jawaban.

Floag

“benarkah sama sekali tidak apa – apa?” minho bertanya kepada taemin yang duduk dihadapannya, menuangkan secangkir teh dan menaburkan beberapa potong bunga sakura kemudian menyodorkannya kepada minho.

Taemin membungkuk “memang sudah seharusnya minho-sama melakukan hal tersebut. Saya hanya bisa mendukung”

Taemin tersenyum. Senyum yang biasanya bisa membuat minho melayang. Kini membuatnya jatuh terhempas kedasar neraka.

Minho memalingkan wajahnya yang terluka. Sakit didadanya tidak bisa dia kendalikan. Inikah? Ternyata hanya seperti ini. tidak ada kata yang lebih berarti yang keluar dari bibir manisnya. Hanya seperti ini. mendukung dan mengiyakan? Harapanya jatuh kedasar neraka yang paling kelam. Cintanya dihanguskan dengan panasnya.

“kau tidak keberatan? Kau tidak cemburu?”

“cemburu? Apa itu cemburu minho – sama?” taemin bertanya tidak mengerti

Minho menerawang. Sakit. Cinta sama sekali tidak ada untuknya. Mencelos. Hatinya bagai disiram air dingin dari kutub utara yang membuat beku dan ingin mati. masih tidak ada. Dirinya belum berhasil sepenuhnya membuat wanita cantik itu meliriknya.

Huh

“lupakan taemin?” tuturnya pelan. Mengibaskan tanganya. apa dia menyerah? Apa dia lelah? Minho sendiri tidak tahu. Yang dirasakannya sekarang adalah dia sangat kecewa..kecewa pada dirinya sendiri dan cinta yang selalu mempermainkannya.

“baiklah minho – sama! Sekali lagi saya mengucapkan selamat atas rencana pernikahan anda!” ucap taemin kembali membungkukkan badannya, mengambil cangkir yang telah terisikan teh, menyeruputnya pelan kemudian menaruhnya dan mulai menggerai rambutnya didepan minho. Waktu sudah larut, dan malam ini minho  ingin taemin tinggal dengannya. Tidak di okiyanya.

Sakit. Miris. Perih.

Hati ini ingin berteriak. Ingin sekali mendengar jika kau ingin menentangnya, ingin sekali mendengar saat bibirmu berkata lantang jika kau tidak rela, jika kau tidak akan rela, jika aku berbagi dengan wanita selain dirimu. Jika kau hanya ingin diriku menjadi milikmu. Susah sekali kah taemin? Kesabaran itu teruji sekarang. Dan dia ditertawakan karenanya. Rasa sabar itu membrontak dan tidak tahan jika harus menunggu. Ingin segera tersambut. Ingin segera menyentuh hatimu.

Sudut mata bulan purnamanya basah. Ada setitik air yang berhasil keluar dan merembes disana ketika melihat wanita yang di cintainya malah memberikan senyum bahagia atas pernikahan yang tidak diinginkannya.

“anda ingin saya melayani anda malam ini minho-sama?” Tanya taemin membuka kimono formalnya yang seperti biasa berwarna merah dengan ukiran burung phoenix emas. Beranjak mendekati minho dan duduk disamping danna’nya

“tidak malam ini taemin. Aku lelah!” sahut minho, berdiri dan meninggalkan taemin Wanita yang berhasil meluluhlantahkan hatinya menjadi sebuah serpihan yang tak berbentuk sendiri. SENDIRI?

bingung. Dia tidak pernah menolak taemin sebelumnya. Tidak pernah. Dia selalu berusaha berada disisi wanita itu. bahkan dia sering melarang taemin untuk kembali ke okiya selama beberapa hari. Dan sekarang dia mengacuhkan taemin?

Aneh. Dan wanita itu hanya diam memandangi dirinya. Takut jika ada bagian dari tubuhnya yang membuat minho tidak mau menyentuhnya.

Cinta itu bersembunyi dihatimu

Belum timbul diatas permukaan

Menunggu rintihanmu memanggilnya

Menunggu suaramu meneriakinya

Hingga sampai akhir setelah kau sadar

Jika cintamu akan tercabik oleh rasa ketidakperdulianmu

 

Floag

Dua orang wanita sibuk memainkan sebuah kecapi, memetik senar dengan sangat sempurna sehingga menghasilkan moledi indah yang mempesona. Sebuah lagu yang ceria, sebuah lagu yang mengisyaratkan suka cita. Memabukkan yang mendengar. Membuat senyum tertoreh di wajah mereka.

“ah.. okaa – san dan taemin-oneesan sedang berlatih. Hmm.. kapan kita bisa bisa seperti mereka yuki-chan?” suzu membalikkan badannya menatap gadis yang tengah sibuk berlatih merangkai bunga.

“suatu saat suzu-chan, karena itu kita harus berlatih lebih keras” sahutnya sembari memotong ranting yang membuat karyanya kurang indah

==== @@@ ====

Kibum dan taemin menghentikan petikan senar yang mereka lakukan. Menaruh kecapi masing – masing di dinding dan menyandarkannya. Mulai sibuk dengan pikiran masing – masing.

Taemin menerawang jauh. Tanpa sadar jika kibum tengah menatapnya gusar

“taemin.. apa ada masalah?”

“heh… tidak ada okaa –san..”

“lalu.. kenapa wajahmu muram?”

“muram? Benarkah?” kibum mengangguk, mendekat kearah taemin. Membelai kepalanya.

“ada apa?

“aku tidak mengerti okaa- san… minho – sama menolak menyentuhku.. apa ada yang salah dengan tubuhku? Dia menjadi seperti itu setelah bertanya pendapatku tentang pernikahannya…”

Huh. Kibum menghela nafas panjang. Memeluk taemin dengan lembut, membelai punggungnya.

“tidak ada yang salah dengan tubuhmu taemin… minho – sama hanya butuh waktu untuk berpikir.. dia… dia hanya mungkin hanya merasa sedih”

“sedih… kenapa?”

“karena menikah dengan wanita yang tidak dicintainya”

“benarkah? Lalu kenapa dia tidak ingin menyentuhku?”

“karena kau menyetujui pernikahannya sedangkan dia mencintaimu..”

Bingung. Taemin mengeratkan genggaman tanganya pada kimono kibum

“sudahlah taemin.. jangan dipikirkan.. kau akan mengerti nanti.. ne?”

Floag

“kau tampak sedih… ada apa?” jinki memeluk kibum dari belakang. Memandang rembulan yang kini bersinar redup diatas kepala mereka.

“aku hanya memikirkan taemin jinki – sama…”

“ada apa dengannya?”

“dia… dia selama ini sudah sering di abaikan.. tidak di perdulikan, dan tidak dianggap.. aku.. hikss… sangat ingin dia bahagia.. hikss.. aku sudah semampuku membuatnya hidup dengan kasih sayang yang sebenarnya sama sekali tak kumengerti.. hikss… aku takut dia mengunci dirinya untuk mencintai orang lain.. bahkan minho – sama yang mencintainya sampai bersujud dikakiku ingin menjadikan dia danna’nya, taemin masih belum bisa mengerti tentang cinta..”

Jinki merengkuh kepala kibum bersandar pada lekuk lehernya

“dia hanya butuh waktu… cinta itu untuk dirasa kibum – san. Biarkan dia menyadarinya perlahan… kau hanya perlu menjelaskan pada taemin pelan – pelan.. ne?”

Kibum mengangguk pelan merapatkan lingkaran tanganya pada pinggang jinki. Mengaitkan jemari tanganya. Bersandar pada dada bidang pemuda itu. merasa aman dan nyaman

“seminggu lagi umma dan appaku akan datang.. aku mengundang mereka kejepang.. ingin mengenalkanmu pada mereka..”

Tubuh kibum membeku.

“hei.. tidak apa – apa.. semuanya akan baik – baik saja. masalah jonghyun. Orangtuaku.. semua serahkan padaku.. tugasmu hanya selalu mencintaiku dan berada disisiku!”

Menunduk mencium kening kibum. Berpelukan semakin erat. Tidak ingin ini berakhir. Kebahagiaan ini. cinta ini. berharap semuanya akan abadi.. tolong.. biarkan mereka mengecap sedikit saja kebahagian…

Floag

Semakin berusaha menolak. Sekuat apapun menghindar. Hari pernikahan yang dibencinya tiba.  Minho duduk gelisah diruanganya. Menunggu panggilan yang menyuruhnya untuk segera beranjak pergi.

Apa dia hanya bisa pasrah. Tentu saja. bagaimana melawan orangtuanya tanpa alasan jelas? Sebenarnya jika saja taemin melarangnya. Tidak menyetujui ini semua. Dia akan melawan, membawa taemin kehadapan orangtuanya dan menjadikan taemin sebagai istri sahnya. Namun semua itu hanya tinggal rencana.. rencana yang pada akhirnya hancur dan retak. Sama seperti hatinya yang melebur menjadi serpihan debu.

Tes

Tes

“taemin…”

Floag

“sayuki hime…”

Seorang lelaki paru baya yang sangat terlihat wibawa menepuk pundak putri kecilnya yang kini telah menjadi wanita dewasa. Sayuki menoleh dan tersenyum hangat kepada ayahnya.

“sudah bertemu dengan Pangeran Lee jinki?”

“heh?

“ayah bertanya sudah menemuinya kan?”

“hai… sudah ayahanda.. ada apa?”

“bagaimana dengannya? Apa dia baik? Kau menyukainya?”

Wajah putih itu memerah. Dan merasa sang pria paruh baya tersebut mengelus pipi anak cantiknya. Hah. Sungguh merasa sayang kepadanya, sebentar lagi harus menyerahkan kepada sorang pria yang pantas untuk menjadi pendampingya. Dan merasa bersyukur ketika mengetahui jika seorang pangeran dari korea datang ke negaranya, dan telah mendengar desas  –  desus yang sangat baik tentangnya.

“kau tidak keberatan jika ayah menjodohkan dia denganmu? Hmm?”

Tersenyum kecil melihat putrinya menyembnyikan wajah di balik kimono merah terangnya. Cukup. Sekarang dia tinggal menemui pria tersebut dan berbicara. Yah.. pangeran Lee jinki.. satu – satunya pria yang dia percayai untuk menjadi pendamping putrinya…

TBC

Yos…. Otte? Ada yang merasa aneh gue buat 2minx? Hahahahahha…….

Yos.. like always gue kate.. gue terima kritikan,, tapi tolong bilangnya dengan baik dan benar. Gue terima bashingan.. karena setiap bashingan gue malah ngakak.. gue terima pujian… hohoho.. karena gue emang patut di puji ß #diinjak#dibakar#ditikam… lol… XD….  CUMA SATU YANG GUE GK TERIMA.. KOMENT NYOLOT…. Gue gk suka readers yang gk bisa diajakin bercanda… kata2nya pedas… gue bisa lebih pedas loh… gue bisa lebih kejam klu ngebalas koment.. hahahah..

Yos… GUE CINTA YANG KOMMENT… I LOVE U .. CIPOK BASAH SATU2…

koment gk nyampe 70 gk di lanjut… lalalalalalalalala

Advertisements

211 thoughts on “Protected: [2min-Onkey/PW ask sanni &viena] Forbidden Love of A Geisha PART 5 of ?

  1. kenapa yah jaman dulu orang” bangsawan hobby ngejodohin anak? mau memperbaiki keturunan? kan kasian yg anaknya yg nyatanya cinta sama orang lain.
    kasian minho, jinki, jjong… kenapa harus dijodohin?

    comment apa ini? aku ga tau mau comment apa. lanjut ke part selanjutnya aja

  2. Aaa… Minho jan nikah dong…. Ayo lah taem itu minhonya dicegah jan boleh nikah dulu, idih itu putrinya ajah yg ganjen ih baper sama jinki, jinki udah punyak kibum

  3. Omg jd kibum masih suci?? Kenapa jjong td menyentuhnya?? ???
    2min kasihan banget tetem belom paham apa itu cinta sedangkan minho sangat berharap tetem mau nyegah dia nikah.
    Kalau saja minho bisa lebih peka dikit lagi meski ttem gak bilang cinta tapi sebenarnya dia itu ada rasa sama minho cuma belom nyadar dsn tau ajs. Huweeee

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s