Hate That I Love You/ JinKibum/ Part 3 END


Foreword

anyeoong~~

geloooo… ini gaje banget sumpah,, saking mau END in aja udaah ini END ya.. panjang banget ini 36 halaman (1,5 spasi hehe) special buat yeobo gue masukin requestan dia part 2min nya..

YEOBO!!! JANGAN SELINGKUH SAMA SOMAI*siapin surat cere* muahahahha

Pupud and Lala.. aku kangeeen kaliaaan >___< kemana heuumh??

Viena and Sanni!! ah gue juga kangeeeen gara – gara inet sialan shit mati. kampret *esmoni* ga bisa YM an lagiii.. hueeeee .. Kei,Viena,Sanni,Yua… F4.. LOL KAPAN KITA BEREMPAT KETEMU ? T^T huhuhu… *geret somai ke jakarta*

ahhhh.. POKOKNYA INI PADA KOMEN YE.. GUA MAU HIATUS*ngmng doank* hahaha.. emmuuaacchh.. happy reading Suunders.. AKU CINTA YANG KOMEN PANJANG DAN BAIK NO BASH!!! atau gw jampe2 niih! *plak*

 WHITE LIES TUNGGU AJA AMPE JAMURAN#Ngeeek

JINKIBUM ❤

2MIN ❤

Minho’s room

Minho masih terbaring di kasurnya, sepertinya enggan membuka matanya dan hanya membalik balikan badannya gelisah.

“YA!!! MINHOOO!!! IREONAAA!!! DO?!! LAZY FROGGY BOY..?!!”

Lagi lagi sang hyung tercinta Kim Kibum berteriak nyaring, sontak Minho terduduk dari tidurnya dan melempar bantal guling kearah Kibum.

Bruk

Oke, kali ini guling itu sukses mendarat di wajah mulus nan putih sang Hyung yang sekejap memberikan tatapan – You want I kill you now huh?(kaya di helobebi pas maen salju sama jjongtae,lol) –

“MINHOOOOOOOOOOOOOOOO~~!!!!”

Minho menutup kupingnya kini dengan bantal dan kini posenya tengkurap. Minho tidak pernah jera sepertinya.

hosh hosh hosh…. Kibum menahan napasnya kalau saja sekarang adik tercintanya ini tidak sedang sakit ia sudah melempar vas bunga yang terpajang di samping kasur. ck~

Sedangkan Minho hanya terkekeh pelan dibalik bantal yang menutup kepalanya. Bagi Minho walaupun Kibum ini berisik  tapi ini hiburan yang menyenangkan, saat Kibum berteriak dengan suara soprannya membuat Minho geli sendiri. =_=’’

“umma~~ kibum umma~ ck~ ya..ya aku bangun.. lihatlah aku bangun dan segera mandi… puas??” Minho beranjak dari kasurnya dan menahan tawanya yang ingin meledak melihat Kibum yang wajahnya merah padam menahan amarahnya.

Kibum hanya mendesis kesal melihat tingkah dongsaengnya ini. Ia pun beranjak membuka tirai kamar Minho yang masih tertutup, Oh My God adiknya ini benar – benar membuat nya gila, ini bahkan sudah jam 9 pagi dan dia hanya bermalas – malasan diatas kasur tidak karuan, tiba – tiba..

“hyung!!” Kibum membalik badanya menghadap Minho yang entah kenapa malah kembali lagi.

Chuuu~~

Hening……..

Blam

Minho melesat secepat mobil F1 sebelum mendengar Kibum berteriak lagi karena ia mencium pipi tirus itu. Namun salah, Kibum hanya mendengus pasrah, lalu melanjutkan aktifitas beres – beres (?) kamar Minho.

Minho bersiap dibalik pintu kamar mandi namun ia tidak mendengar teriakan apapun..”hhh~ tidak seru ah~” Minho berdecak kesal lalu mulai membersihkan dirinya.

20 menit kemudian..

Minho keluar kamar mandi dengan handuk di kepalanya dan celana boxer hitam selutut. Di ruangan tersebut yang dipastikan sudah rapi, membuat dahi Minho berkerut menatap Kibum yang sedang duduk di sofa dan asik membaca novel.

“Apa ini? kenapa kamarku seperti ini?” Minho bingung melihat kasurnya yang sudah dicopot seprainya dan baju – bajunya yang sudah rapih di tas.

”Apa lagi ? tentu saja sudah waktunya kau pulang Choi Minho adikku yang tampan…” Kibum menjawab dengan dingin sembari membetulkan letak kacamata bacanya kemudian menghampiri adiknya yang sedang menganga lebar.

”Mwo? aku kan masih ingin di sini,, sirheo~!!!” Minho berlari ke kasur dan merebahkan dirinya bersikeras tidak ingin pulang. Masih ada urusan penting sepertinya, urusan yang bernama Lee Taemin, namja yang membuatnya terlihat bodoh didepan nya.

Kibum membelalakkan matanya tak percaya, Minho ini sepertinya sudah kehilangan kewarasan! Bisa – bisanya ia betah di Rumah sakit?

HAH! GILA!

”Andweee~~ pulaaang~!! kkaja.. pulaaang minhoooooo~!!” Kibum menarik – narik kaki panjang Minho memaksanya pulang namun nihil tenaga Minho 10 kali lebih kuat.Minho sendiri berpegangan kuat pada besi ranjang kasurnya. Hey! Choi Minho yang hoby gym dan sangat atletis mana ada yang bisa menariknya, kalau ada pasti dia adalah monster kelas atas. -__-’’

”sirheooo~~ andweee~~ aku masih sakit. ah ahh kan kepalaku sakit, tidak oh no~ sekarang perutku juga sakit..hyung~~~ tolong” Minho berusaha acting, sayangnya acting terburuk yang pernah ada.

Kibum benar – benar heran melihat adiknya ini, kenapa dia bersikeras tidak ingin pulang? Pasti ada sesuatu yang salah.. hmm… something smelling fishy with you froggy boy.

BUGH

Kibum menaiki punggung Minho dan mencubit kedua pipinya, well saat itu Minho tengkurap.

”Froggy boy.. katakan padaku apa yang kau sembunyikan hah?” Kibum menarik pipi Minho keras dan menyipitkan matanya tersirat kecurigaan pada keanehan adiknya ini.

”Akh.. appo~~ ah arra arra.. aku akan jujur.. tapi turun lah, kau berat tau!!” Minho mengerang kesal sambil menghentakan kakinya.

Lalu Kibum pun turun dari punggung Minho dan duduk di sisi kasur untuk mendengarkan penjelasan adiknya ini.

”Tell me now….” Kibum melipat tangannya di dada dan memberikan death glarenya.

“hmm.. anu.. begini.. emmhh… aku.. aku sepertinya…”

Pletak

Kibum sudah kehilangan kesabaran dan menjitak adiknya ini, hah sejak kapan seorang Minho jadi gagap seperti ini. What the hell with his brother?!

“akh.. Hyung! jinjja~!! aku bisa gegar otak tahu! aku.. aku.. ah! aku suka pada seseorang dan dia pasien disini”Minho mengatakan nya dengan tempo yang sangat cepat.

suka…suka..suka.. pasien..pasien..pasien…

Kata – kata itu berputar di otak Kibum.

SNAP

”hah? maksudmu kau mau menjadi suster nya begitu ?” Kibum juga kehilangan kewarasannya sepertinya . -__-a

”ck~ maksudku, aku belum begitu dekat dengannya, jadi jebal~ biarkan aku beberapa hari lagi di sini ya??” Minho memasang puppy eyesnya yang membuat Kibum ingin mencolok matanya, ia bersumpah mata Minho sangat besar rasanya ingin mengeluarkannya.

”Mwoooooo? Demi Tuhan Choi Minho.. jika ngin mendekatinya ya dekati saja, kenapa harus tinggal di sini eoh?”

”Jebal~~~” Minho mengatupkan kedua telapak tangannya mengemis belas kasihan hyungnya dan menggigit bibir bawahnya.

”Baiklah…” Kibum menghela napas panjang, ia tidak ada pilihan, tidak mungkin ia merusak kebahagiaan Minho, lagipula ia sebenarnya senang saja bisa bertemu Minho setiap hari.

**

”yoboseyo~ah ne~ baiklah aku akan segera kesana, membawa seseorang? oh baiklah arrasseo hyung~”

PIP

Namja berhidung bangir menerima telepon dari Direktur Rumah Sakit ini, ia diminta menghadap karena ada yang harus dibicarakan.

”Kibum.. ikut aku” Jinki tampak serius dan menyabet jas dokter nya yang tergantung.

”Mwoya? ada apa?”

”Sudahlah ikut saja, berisik sekali, ingat aku ini adalah atasanmu di sini” Jawab Jinki ketus.

SO WHAT HAH LEE JINKI SIALAN.

Oke rasanya ia ingin melempar sepatu pantopelnya ke kepala Jinki, tapi itu hanya dalam mimpinya saja.

Kibum pun mengikuti Jinki dari belakang, Jinki yang risih menarik tengan Kibum dan menggandengnya agar jalan di sebelahnya.

SRET

asdfghjkl?!!

Kibum kehabisan kata – kata saat tangan besar itu menggandeng tangannya, hey~! ini di koridor dan terdengar bisik – bisik suster melihat dua dokter Tampan-Cantik bergandengan tangan. Jinki hanya tersenyum menatap suster – suster yang menatapnya seolah tidak ada yang salah dengan tindakannya.

”le-lepaskan.haah kau gila..” Kibum berbisik dengan nada emosi yang ditahan tetapi Jinki tidak peduli malah semakin menguatkan genggamannya. Kibum hanya bisa pasrah, mengingat posisinya saat ini, ia bersumpah jika sudah lepas dari namja gila sialan pervert dan tidak bermoral ini maka pertama yang ia lakukan adalah menendang nya kuat – kuat.

Keep dreaming Kibum~

Akhirnya mereka sampai di depan ruangan Direktur, Dr. Siwon.

Tok Tok

“masuklah..”

Cklek

Jinki dan Kibum yang sudah melepaskan tautan tangan mereka memasuki ruangan Siwon.

Jadi begini…..

****

Jinki tak hentinya tersenyum setelah keluar dari ruangan direktur, senyum terlebar dan paling mengerikan bagi Kim Kibum.

”Siapkan pakaianmu dan semuanya, besok pagi kita akan pergi ke Jepang, oke kitty”Jinki menepuk kepala Kibum dan meninggalkan Kibum yang diam mematung.

MATI AKU

Ah baiklah Kibum, kau harus menyiapkan mental, jiwa dan raga, bahkan kau harus membawa racun tikus, obat tidur atau apapun itu untuk berjaga – jaga oke? Kibum berbicara pada dirinya sendiri. u___u

Kibum berjalan dengan langkah lunglai tak bertenaga ia pusing membayangkan bagaimana ia bisa menghabiskan 2 hari bersama Lee Jinki namja terkutuk itu. Demi Tuhan, membayangkannya saja sudah membuatnya mual.

”Eh?” Kibum tersentak saat melihat seorang namja so pretty di depannya sedang kesulitan berjalan dan memegang pinggiran koridor. Kebetulan saat itu koridor sedang sepi dan tak ada yang membantunya. Kibum berlari kecil dan menghampiri sosok Namja cantik itu.

”Taemin?!!”

”ah?” Taemin mendongak dan tersenyum lalu meringis memegang dada kirinya.

Kibum yang mengerti lalu memapah Taemin ke kamarnya dan membaringkannya di kasur.

”Gwenchana?” Kibum terlihat khawatir melihat Taemin yang seperti menahan sakit.

”Ah, gwenchana hyung.. aku hanya kelelahan tadi habis dari taman,. hehe…” Taemin terkekeh pelan melihat reaksi Kibum yang berlebihan baginya.

”Aku panggil Dokter ne?” Kibum baru saja membalikkan tubuhnya lalu ditahan oleh Taemin.

”Andwe.. nanti aku habis diceramahi Jinki Hyung.. lebih baik kau temani aku mengobrol ne? aku sudah tidak apa – apa kok” Taemin tersenyum cerah dan membuat sign peace dengan jarinya.

Kibum hanya menatap nanar sosok didepannya ini, jelas – jelas wajahnya pucat seperti menahan sakit tapi bisa – bisanya ia tetap tersenyum. Anak manis….

Lalu Kibum mendudukan dirinya di tepi ranjang Taemin dan mengusap lembut kepala Taemin.Ia mengerti rasanya karena ia juga memiliki adik yah well tidak semanis Taemin yang ada Minho yang sangat jahil dan gila itu. -___-’’

”Taemin-ah benarkah kau tidak apa – apa?” Kibum memastikan keadaan Taemin sekali lagi. Lalu hanya dibalas anggukan oleh Taemin.

”Wah.. ada piano ya.. aku tidak sangka, apa kau bisa memainkannya?” tanya Kibum mendekati piano itu dengan mata berbinar, mengingatkannya dengan umma tirinya, ya umma Minho.

Lalu Taemin beranjak dan menekati Kibum yang sedang menatap piano itu dengan tatapan aneh.

Sret

Taemin duduk dan mulai memainkan jemari nya di atas tuts piano yang berwarna putih itu.

River Flows In You

Kibum tanpa sadar memejamkan matanya menikmati permainan indah Taemin.Begitu juga Taemin yang larut dengan permainan piano nya sendiri.

Tes..

Tes..

Kibum meneteskan airmata nya saat Taemin selesai memainkan piano itu. Lalu Taemin memiringkan kepalanya bingung kenapa Kibum hyung menangis ya? pikirnya.

”hyung…. Gwenchana?” Taemin berdiri mendekati Kibum yang masih terisak menutup wajahnya yang sudah dipenuhi buliran air mata.

”ah.. Gwenchana.. aku hanya terharu… ini adalah lagu peninggalan ibuku sebelum ia pergi..uh..huks.. maaf aku jadi menangis seperti ini” Kibum mengusap air matanya.

”Ibumu? wah.. kau adalah Hyung dari Minho hyung ? benarkah? wah!! kebetulan sekali… pantas saja reaksi kalian sama…hmmm” Taemin mengetuk – ngetuk telunjuk imutnya di dagu serasa habis memecahkan persoalan hebat kemudian menepuk tangannya heboh.

O.O di-dia tau Minho?ja-jangan katakan kalau Taemin adalah seseorang yang dia suka?? Kibum berkata dalam hati dan berusaha mencerna kata – kata Taemin tadi.

”Kau.. kenal Minho?” Kibum menarik Taemin untuk duduk di sofa.

Lalu Taemin menceritakan semuanya dan hanya direspon dengan ”oh” oleh Kibum. Pantas saja froggy boy itu sampai segila itu? hah..

”Taemin……” Tiba – tiba Minho masuk kamar Taemin dan melihat ada Kibum di dalam ia agak kaget.

 Kibum hanya tersenyum sinis dan mencibir melihat lagak Minho yang sok cool itu di depan Taemin. cuih~

“Minho hyung~ ah kebetulan sekali kalian ada dikamarku.. yeaaaah~~ sini – sini duduk” Taemin menepuk – nepuk sofa nya menginstruksikan Minho untuk duduk.

Baru satu langkah Minho berjalan.

Bruk

Jinki datang dan menghampiri Taemin,”gwenchana?” Jinki memeriksa keadaan Taemin heboh.

HAH? O_O Sedang apa dokter gila itu di sini? ja-jangan bilang…..

Chuuu~~

Jinki mengecup kening Taemin, sedangkan Kibum hanya menolehkan kepalanya kesamping menahan tawa yang ingin meledak saat ia melihat tatapan Minho yang melotot tajam saat Jinki mencium Taemin.

Wajah Minho memerah melihat Taemin di cium seperti itu.

“Aish~ jinjja.. hyung~ aku tidak apa – apa?!”
Jinki tentu saja tau ia tidak apa – apa, ia hanya ingin membalaskan dendamnya pada Minho dan memanasinya balik. Sial beraninya ia berkata seperti itu saat itu, untung saja malam itu aku diberitahu Dongwoon kalau dia adiknya Kibum, umpat Jinki dalam hati.

Kibum yang melihatnya hanya bisa menghela napas, sepertinya dua orang ini – Jinki dan Minho-  sama gilanya. Lalu ia beranjak dan bermaksud menghampiri Minho yang masih membelalakkan matanya.

Sret

Jinki menahan lengan Kibum, ”gomawo….” lirih Jinki pelam namun cukup terdengar di kuping Kibum. Kibum hanya mendelik dan melepaskan tangan Jinki dari lengannya.

”My Pleasure dokter Jinki…” jawab Kibum datar.

Minho masih mematung dan berpikir.

Hening…. sssiiing~~~~~

“Ah Minho goon, Taemin is mine you know?” Jinki memeluk Taemn dari samping merangkul pinggangnya.

Oh My God demi Tuhan Jinki kau membangunkan macan tidur. Minho menahan kepalan tangannya sungguh ia kesal setengah mati. hah? bukankah dia suka Kibum? lalu apa maksudnya ini? cih~ brengsek…Minho bergumam menahan emosinya yang mau meledak. Bisa saja ia menarik kerah dokter sipit itu dan meninjunya karena telah memeluk Taemin.

Kibum hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menarik Minho untuk segara keluar dari kamar ini dari pada terjadi peperangan karena sepertinya aura kamar ini sudah cukup panas dengan tatapan api Jinki dan Minho.

”Ayo kita pergi, Taemin ingin istirahat, Taemin aku keluar yaa… ” Kibum mengerahkan tenaganya menyeret Minho yang masih mematung tapi akhirnya ia berhasil membuat kaki Minho melangkah pergi karena ancamannya ”pergi atau aku akan memaksamu pulang” bisik Kibum.

No Choice Minho…… oke baiklah kali ini Minho memang belum berkesempatan, tetapi ia segera merangkul Kibum dan berbalik, dapat dilihat dari sudut mata Minho Jinki sedikit geram.

Taemin hanya menganga tidak mengerti dengan apa yang terjadi barusan. Ia hanya mengalihkan pandangan dari Minho ke Jinki lalu ke Kibum. Tetap saja ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari mereka. Taemin akhirnya hanya pasrah saja melihat situasi yang sedikit canggung tadi.

Blam

Pintu kamar Taemin tertutup.

”hhhh… dari mana saja kau Taemiiiiiin? aku mencarimu? tadi ada yang bilang melihatmu berjalan dengan wajah pucat dan kau tidak mau dibantu eoh?” Jinki mulai menginterogasi adiknya yang super nakal ini.

”hihi.. aku hanya ke taman kok hyung.. kau berlebihan” ^^;;

”aish.. jinjja~ sudah kubilang jangan pergi sendirian..arrasseo?” Jinki mencubit hidung Taemin.

”hehe.. ne~~~ arrasseo pak dokter…” Taemin menusuk – nusuk telunjuknya di pipi chubby Jinki. Ah, ini adalah kebiasaannya Taemin.

Lalu Jinki menjelaskan kepergiannya besok ke Jepang untuk menghadiri seminar di Tokyo. Sebenarnya Jinki berat meninggalkan Taemin sendiri di sini, tapi berhubung ada Dongwoon yang sudah ia mintai bantuannya untuk menjaga Taemin sementara jadi ia lega sekarang.

**

AARRGGHHHH >___<

Minho berteriak kesal saat sampai di kamarnya.

”YA! jangan berteriak!” kesal Kibum. sepertinya Kibum lupa kalau itu juga hobinya untuk berteriak.

”Aish~ jinjja hyung.. sebenarnya siapa dia hah?! kenapa dia bilang Taemin miliknya? lalu apa maksudnya? bukankah ia menyukaimu hah?” Minho menembaki Kibum dengan pertanyaan.

Hmmmmppp.. Kibum menutup mulut Minho dengan mulutnya.

”Shut up your mouth Minho..”

Minho hanya mengangguk lemah.

“Dia itu hyungnya Taemin, pabo~!! itu gara – gara kau kemarin, mungkin dia ingin membalas dendam padamu..ckck” Kibum mendesis kesal tidak percaya dengan tingkah adiknya yang seperti anak kecil ini.

Seketika wajah Minho mencerah dan seperti ada setitik harapan. Matanya tampak berbinar – binar, bodohnya ia berpikir yang tidak – tidak, jelas – jelas Jinki menyukai Kibum.. Minho bodoh…!

”Nah, aku ingin memberitahumu bahwa besok aku akan ke Jepang untuk menemani dokter Jinki seminar…” Kibum menghela napas panjang terdengar ia kurang menyukai ini. ck~ neraka…. come to kibum tomorrow.

”GOOD?!” Minho menepuk bahu Kibum dan tersenyum penuh arti.

“YA!! apa maksudmu?? ah! apa yang ingin kau lakukan??” Kibum refleks tahu muslihat dibalik senyum evil Minho yang senyam – senyum tidak jelas. Minho mulai mengusap dagunya dan berpikir, tentu saja memikirkan rencanya.

**

Tap Tap Tap

Kibum terengah – engah berlari sambil menatap jam guess metaliknya memastikan waktu masih ada.

Hah, tersisa 5 menit, mati aku jika terlambat dia akan menghabisiku, batin Kibum disela –sela aktifitas berlarinya.

hosh..hosh..hosh..

”Mian.. haah.. apa kita terlambat…”dengan nafas terengah – engah  Kibum mendapati Jinki sedang duduk di ruang tunggu bandara internasional Incheon sambil meminum latte.

Wait, kenapa dia santai sekali? hah?

”Belum kok, masih ada 30 menit, duduklah” Jinki menjawab dengan entengnya dan tersenyum polos tanpa rasa bersalah. Ia jelas – jelas menipu Kibum dan mengatakan bahwa pesawat akan berangkat jam 8 pagi, padahal jam setengah 9?!

DAMN YOU JINKI!!i want to kick your ass!!

Jeritan hati Kibum.. seandainya Jinki mendengarnya. Kibum sudah berlari terpingkal – pingkal pagi ini, bahkan ia melewatkan sarapannya. ugh~ sekarang perutnya bahkan berbunyi minta diisi..

Kriuuuukkk

Kibum menutup mulutnya kaget dengan bunyi luar biasa perutnya ini. satu kata MEMALUKAN

Sret

Jinki menyodorkan burger yang tadi sengaja dibelinya memang untuk Kibum. Ia tahu Kibum pasti akan terlambat, lalu melewatkan makan paginya. ckck…

Kibum terdiam dan membuang muka, ia tidak sudi menerimanya, memilih menoleh kearah lain, padahal ia menggigit bibir nya. Jinki hanya tersenyum manis melihat reaksi Kibumnya, ckck.. benar – benar menggemaskan. Jinki memutar – mutar burger itu di depan wajah Kibum berusaha menggoda Kibum yang berjuang melawan hasratnya (?).

Jinki rasanya ingin tertawa keras, benar – benar keras kepala.

”Ambil ini dan makan, atau aku akan menyuapimu dengan mulutku” Jinki membisik di kuping Kibum hingga kibum bisa merasakan hembusan nafas Jinki.

HAH???!!!!

Kibum menoleh dan menatap  Jinki yang tersenyum penuh arti dan menaikan dagunya untuk menyuruh Kibum mengambil burger itu.

Kibum hanya mendengus kesal, Sialan kau Jinki.

**

Tok Tok

”ne~ masuuuuk….”

”Annyeong~~ Taemin ^^ ” Minho memasuki kamar Taemin dengan senyuman lebar. Betapa senangnya ia bisa bertemu Taemin dengan leluasa karena tidak ada Jinki.

”Ah!! Minho hyung! annyeong~~ Taemin melambaikan tangan nya riang”

”Taemin, sedang apa? apa aku menganggu?”

”Ah? tidak.. aku hanya sedang browsing hyung.. huff,, bosan sekali.. Jinki Hyung pergi kan? ah iya.. katanya bersama Kibum hyung…?O_O” Taemin mengatupkan kedua tangannya di kedua pipinya. Demi Tuhan Taemin, tidak tahukah kau Minho sangat gemas melihatmu. ><

”Hmm.. ya.. begitulah, kau browsing apa Taemin?” Tanya Minho sambil melirik ke arah ipad putih Taemin.

”EVERLAND??”

”hehhe… iya.. aku ingin sekali kesana, ah iya benar! kita ke sana sekarang! Kebetulan Jinki hyung tidak ada otte??” Taemin menaik turunkan alisnya melobi Minho agar mau menemaninya pergi.

Minho bingung, haruskah ia membawa Taemin? sebenarnya ia juga ingin? tapi apa tidak apa – apa?

”Kau yakin? Bagaimana jantungmu? lagipula kau kan tidak kuat menaiki wahana disana Taemin? ”

”ANI-YO… aku tidak naik wahana, aku ingin melihat lumba – lumba dan hewan lainnya, ah disana sangat indah hyung.. aku selama ini hanya menatapnya dari layar yang tidak lebih dari 12 inchi ini, tidak asik =3= ”

Minho sejenak kasian melihat Taemin, sepertinya dia kesepian.. baiklah Minho tidak ada salahnya membawa Taemin pergi, toh kau kan juga calon dokter sedikit banyaknya mengerti masalah kesehatan kan?

”Baiklah!! Lets go!! ah ya kau ganti bajulah dulu kita berangkat.. kkaja..”

Taemin bersorak sorai riang dan menepuk – nepuk tangannya. Akhirnya ia bisa ke sana.. Tempat yang sangat ia kunjungi bersama keluarganya, namun selalu gagal.. hanya menatapi dari layar bodoh itu.. ck..menyedihkan.

@Everland

”kyaaaa… kyaaaaa.. hyung ppali~~ ah aku mau kesana.. ah tidak tidak. ksana hyung… ah tidak tidak.. kesana sajaa.. aaaa aku bingung ettohke??” Taemin menarik tangan Minho kesana kemari lalu ia menggigit jarinya berpikir keras. Minho hanya menggelengkan kepalanya melihat Taemin seperti ini. Benar- benar polos, tapi Minho semakin menyukainya.. sangat manis dan oh ya Taemin dengan gaya rambut blonde dan sedikit dikeriting, sangat manis.. jeongmal yeppo~ Minho seakan tidak ingin berkedip dan melewatkan pemandangan indah didepannya ini.

“Hyuuuung~~ eottohke? kita ke mana dulu yah?ah aku senang sekali sampai jantungku mau meledak” Taemin mengelus dadanya dan menatap keseluruh penjuru Everland, taman bermain terbesar di Korea Selatan.

Sret

Minho mengeluarkan I-pone white nya dan mulai memperlihatkan Taemin peta  Everland.

“Woaaaa.. jinjja.. hyung~! cool..?!” Taemin tak hentinya bersorak sorai.

“Ne.. kau mau lihat hewan kan? nah disini, di wilayah Zoo Topia, ada singa laut, beruang dan sebagainya. otte?” Minho mengelus lembut rambut Taemin.

Taemin mengangguk riang dan menarik tangan Minho untuk segera kesana.

”Ah,, kyeopta~!! kyeopta hyuuung~!! ah jinjja.. aku ingin kesana.. aku ingin turun dari bus ini.. aku mau memegang singa laut ituuuu” Taemin merengek dan menarik – narik kaus biru Minho. Sekarang musim semi yang hangat, Minho hanya mengenakan kaos oblong biru langit dan jeans hitam ditambah kacamata hitam.

”Ck.. Taemin~ah kita tidak boleh turun, kau baca peraturannya kan?”

Taemin diam dan menatap Minho dengan pandangan kecewa lalu duduk dengan lemas menempelkan wajahnya dan tangannya pada jendela bus meratapi hewan – hewan diluar yang sungguh ia sangat ingin menyentuhnya.

”Tapi kalau kau mau tersenyum aku akan mengajak mu ke suatu tempat dan kau akan melihat lumba – lumba”

”Lumba – lumba? Jeongmal yo??” Taemin membulatkan matanya senang. ><

”ne~~uh dasar Taemin…” Minho menarik hidung mancung Taemin dan mengacak rambut Taemin – yang sudah entah berapa kali ia lakukan- dengan lembut.

”woaaaaaaaaaahh…. keren! daebak!! hyung daebak…!! Lumba – lumba hyung~ lumba – lumba~ aku ingin mencium nya…. ” Taemin lagi – lagi meminta hal yang menurut Minho aneh. Sebenarnya waktu kecil dia kemana sih?batin Minho.

Minho pun menuruti keinginan Taemin dan mendekati kolam lumba – lumba itu yang saat itu sedang ada pertunjukkan lumba – lumba. Sebelumnya Minho sudah membayar agar Taemin bisa mendekat. Tapi tiba – tiba saja Taemin berlari..

dan… Byuuuuur

TAEMIN!!!

Minho kaget setengah mati, Taemin malah menyeburkan dirinya ke dalam kolam lalu ia berenang – renang bermain dengan lumba – lumba di kolam tersebut. Penjaga sempat terkejut, tapi Minho segera menghampirinya dan meminta maaf.

”Taemin-ah.. apa yang kau lakukan hah? naik,, nanti kau masuk angin.. ppali~~!!” Minho berteriak sekuat tenaga, Taemin berada di ujung kolam berenang dan menempel pada lumba – lumba membentuk barisan. Minho hanya bisa membulatkan matanya tidak percaya.

”Hyung~ ah ayo sini.. ini asik sekali.. mereka manis sekali hyung~!!” Taemin bersorak sorai dengan rambut yang sudah sangat basah dan OMG kaus nya berwarna putih kini transparan u_____u

Minho lalu berlari mencari toko yang menjual handuk dan kembali lagi ke tepi kolam.

”Taemin! cepat naik.. sudah cukup main – mainnya..”

“ah hyung.. tidak asik =3= “ dengan malas Taemin naik ke atas dibantu dengan uluran tangan Minho.

Grep

Minho langsung menutup tubuh Taemin dengan handuk tadi. Taemin benar – benar…ia tidak sadar ia sudah jadi pusat perhatian dari tadi bahkan ada beberapa orang iseng memotretnya.Membuat Minho dibakar api cemburu. Hey!! pandangan kalian itu seakan menelanjangi Taeminku! Ingin kulempar kamera itu, jeritan Minho dalam hati.

Taemin hanya terkekeh pelan, dan melambai – lambai ke arah lumba – lumba mengucapkan salam perpisahan. Lalu mengikuti kemana Minho membawanya untuk segera mengganti bajunya yang sudah ia beli juga tadi di toko.

Akhirnya mereka memutuskan naik”roda ferris” (anggap aja kereta gantung/plak)yang bila kita menaikinya kita dapat melihat pemandangan spektakuler seluruh kawasan taman bermain dari atas. sebelum pulang Minho ingin suasana romantis dengan Taemin.

”woaaah.. hyung~~ sini – sini.. lihat indah sekali ya.. ah seandainya aku kesini bersama mereka” nada Taemin agak merendah saat mengucapkan ”mereka”.

”hmm.. mereka nugu?” Minho mendekati Taemin dan memeluknya dari belakang.Minho menyesap aroma manis Taemin dan menaruh kepalanya di bahu Taemin dan ya sedkit membungkuk.

DEG

Taemin merasa jantungnya berdetak lebih cepat, apa penyakitnya kambuh? ani… ini tidak sakit.. ini hangat. Taemin hanya mendengung dan membiarkan Minho memeluknya toh di kereta ini hanya mereka berdua.

”orangtua ku dan Jinki hyung…” Jawab Taemin lirih

”Sekarang kau sudah kesini kan denganku…”

”mmh.. Hyung~ kau tau kenapa aku suka lumba – lumba?” Taemin memegang lengan Minho dan mengelusnya.

”wae?” Minho mengeratkan pelukannya karena Taemin pun tidak menolak perlakuannya. Ia berkata ditelinga Taemin dengan suara bass nya yang rendah dan sedikit menggelitik kuping Taemin.

”Karena Umma ku pernah berkata, Lumba – lumba adalah hewan yang sangat setia disamping itu ia memiliki suara yang indah, apa kau pernah dengar nyanyian lumba – lumba?”

Hah? kenapa persis seperti kata umma nya dulu, umma Minho sangat menyukai lumba – lumba.

”ya.. aku tau Taemin.. umma ku pernah berkata seperti itu”

”jinjja?” Taemin memutar tubuhnya dan menghadap Minho yang beberapa centi didepan wajahnya. Taemin sedikit mendongak menatap Minho.

Minho kaget wajah angelic Taemin beberapa inchi saja didepannya bahkan ia bisa merasakan hembusan nafas Taemin.

dekat..dekat..dekat dan entah sejak kapan Minho menyentuh bibir Taemin dengan bibirnya, mengecupnya lembut menarik tangan Taemin dan mengalungkannya dengan lembut dilehernya. Lalu menarik pinggang Taemin lebih dekat dan erat.

Manis…..

**

Sepertinya ini benar – benar neraka!! Kibum terus menggerutu saat ia tahu ia harus sekamar dengan Jinki. Bayangkan saudara – saudara sekalian?!! SEKAMAR ? =__=’’

Kibum grogi?takut? ah… lebih dari itu.. entahlah bahkan jantungnya berdegup dengan sangat cepat. Membayangkan ia harus berbagi ranjang dengan Jinki? Demi kacamata guess hitam incarannya ia sungguh tidak mau.

Cklek

Pintu kamar terbuka namun Kibum masih mematung di depan pintu seperti enggan memasuki ”neraka” itu. Apalagi dari tadi Jinki hanya tersenyum tidak jelas, Hey! itu jauh lebih mengerikan saat Jinki tersenyum, membuat bulu kuduk Kibum merinding.

”Mau sampai besok kau diluar eoh? cepatlah masuk atau mau tidur di luar?” Jinki menghampiri Kibum yang masih terdiam didepan pintu kamar.

”aishh.. apa tidak ada hotel lain? aku tidak mau sekamar denganmu-

Sret

Blam

Terlambat Kibum… Jinki menarik Kibum masuk dengan satu tarikan dan mengunci rapat kamarnya.

GLEK

Kibum menelan salivanya, tidaaaaaaaaak.. pasti dia mau berbuat mesum padaku!! ah Tuhan Tolonglah aku sekali ini saja.

Jinki mengunci pergerakan Kibum dan memepetnya di dinding, seperti biasa.

“A-apa yang ingin kau lakukan?”

”Menurutmu?” Jinki mendekat dan memainkan poni Kibum.

Mengerikan.. ini mengerikan.. Kibum bahkan sudah menutup matanya rapat – rapat dan tangannya sudah bergetar. Jinki Sialan.. I Hate You!

Jinki hanya tersenyum dan terkekeh pelan menahan tawanya saat ia melihat Kibum memejamkan matanya rapat, takutkah?

Cluk

Jinki menyentil pelan kening Kibum sontak kibum membuka matanya.

”Jangan berharap terlalu banyak, kita harus bersiap – siap ke seminar. bersiaplah” Jinki berbalik dan mengeluarkan isi kopernya menari baju yang pas.

hah?!! Gila hampir saja Kibum ingin berteriak jika saja Jinki mau melecehkannya lagi.

30 menit kemudian..

Jinki sudah siap dengan kemeja baby bluenya lalu dengan dasi hitamnya. Sedangkan Kibum dengan Kemeja merah muda kotak – kotak dipadu dengan dasi hitam polos.

”oke ayo kita jalan…” Jinki menarik tangan Kibum.

”Tunggu! ah bodoh ini dasimu masih berantakan, ck~” Kibum tidak sadar menarik Jinki dan membenarkan  letak dasinya, Jinki terdiam dan menatap lekat sosok cantik didepannya ini.

Kibum yang akhirnya sadar sedang ditatap oleh Jinki langsung memalingkan wajahnya dan kembali konsentrasi membenarkan dasinya. Jinki hanya tersenyum melihat Kibum, manis sekali.. ck bibir itu benar – benar membuat Jinki gemas.

Chuu~

Jinki mengecup cepat bibir Kibum dan membuat Kibum kaget.

“Ayo kita pergi.. cepatlah..” Jinki membalikkan badannya dan membuka pintu segera pergi ke seminar yang berada di hotel ini juga.

BLAM

Hah? apa itu tadi? sial.. aku kecurian lagi… Jinki kau.. aaargghh >__<

Lalu Kibum menyusul Jinki yang sekarang sudah dikelilingi dokter – dokter muda lain. Kibum terbelalak, ia melihat ada seorang Yeoja cantik mendekati Jinki dan terlihat menepuk – nepuk bahu Jinki, terlihat sangat akrab eoh? Lalu kenapa? Kibum merasa ada yang sakit, sesuatu di dalam dadanya.

Lalu Jinki menyadari keberadaan Kibum dan melambaikan tangannya untuk menyuruhnya mendekat.

cih~ mau pamer eoh? menyebalkan, gerutu Kibum.

”Yoona sshi perkenalkan ini asistenku Kibum..”

”Ah! Annyeonghaseyo.. cho neun Yoona imnida” sosok yeoja cantik dengan tubuh proposional menunduk memberikan salam pada Kibum.

”Anyeonghaseyo.. Kibum imnida” Kibum berusaha menjawab senormal mungkin.

Lalu mereka saling melempar senyum, namun tiba – tiba, ”Ah jinki sshi~ ayo kita kesana ada teman – teman kita dulu” Yoona menyeret lengan Jinki meninggalkan Kibum yang kesal setengah mati. Akhirnya Kibum memutuskan mencari makanan kecil untuk sedikit meredam emosinya. Entahlah gadis itu membuatnya muak, senyumnya terasa palsu dan ah! menyebalkan rasanya ingin merobek bibirnya saja!

Jinki diam – diam memperhatikan Kibum dari jauh, memastikan Kibum tidak apa – apa.

”maaf semuanya aku permisi” Jinki pergi meninggalkan teman – temannya dan menghampiri Kibum yang sedang mengunyah kue kecil penuh di mulutnya.

”Kau sebenarnya kenapa?makan yang benar ini mulutmu belepotan” Jinki mengusap ujung bibir Kibum dengan telunjuk kanannya.

DEG

Jantung Kibum mencelos, rasanya malu hey! mereka ditatap beberapa pasang mata.. Jinki benar – benar gila…!

Oke baiklah, Kibum berusaha sebiasa mungkin, toh hanya membersihkan mulutnya kan? hal biasa.. ah pokoknya biasa, titik.

Seminar pun dimulai, penuh perdebatan dan persepsi masing – masing tentang project pengembangan penyembuhan penyakit Jantung sejak dini. Lee Jinki adalah seorang spesialis jantung yang bisa dibilang jenius dengan IQ diatas rata – rata, 158 wooow..

Sesaat Kibum terkesima dengan sosok Jinki, sangat berbeda dengan Jinki biasanya yang sangat menyebalkan itu. Apa dia punya dua kepribadian eoh?

Seminar selesai Jinki dan Kibum segera kembali ke kamar mereka.

Ceklek

haaaah~~ lelahnya, Jinki membaringkan tubuhnya di atas kasur king size.

”YA! ganti dulu pakaianmu..! ck~” Kibum mendesis kesal.

”apa nae kitty??” Jinki terduduk dan menatap Kibum yang sekarang sedang bertolak pinggang dan mengoceh. Kibum terbiasa seperti itu di rumah, jadi kebiasaan ini terbawa, biasanya ia akan meneriaki Minho.

”YA! kitty kitty kitty!! aku tidak mengerti kenapa kau memanggilku seperti itu hah?! berhentilah memanggilku seperti itu! aku ini Kibum. KIM KI-BUM…!!!

”Kau tidak ingat rupanya eumh?? ”

”ingat apa? ingatkan aku kalau begitu?!”

”hmmm.. bagaimana yaa..” Jinki beranjak dari kasur dan duduk di sofa.

”YA! aku tidak mengerti maksudmu dari awal, kau seenaknya menciumku, lalu kau bersenang – senang dengan siapa tadi? hah aku bahkan tak ingat nama yeoja centil itu!”

uppss sepertinya Kibum sedikit cemburu. ralat bukan sedikit tapi sangat cemburu.

”Duduklah dipangkuanku aku akan menceritakannya” Jinki menepuk – nepuk pahanya menyuruh Kibum duduk disana.

”Mwooo?!!” Kibum membulatkan matanya tidak percaya. GILA !! Namja paling pervert yang pernah ada. siaaaaal!!!

“yasudah jika tidak mau aku akan menciummu setiap hari sampai kau ingat”

Aiish.. jinjja.. ini membuat Kibum pusing, disatu sisi ia tidak ingin dicium setiap hari tapi ia juga tidak mau duduk dipangkuan nya, tapi ia juga penasaran sebenarnya ada apa ini.

Setelah 5 menit Kibum bolak – balik melangkah berpikir keras, ia memutuskan duduk di pangkuan jinki.

Jinki yang saat itu memejamkan matanya hanya tersenyum saat dirasa Kibum sudah duduk dipangkuannya.

”Hmmm..jadi kau mau mendengarkan ceritaku?” Jinki mengerat pinggang Kibum dan mencium pundak Kibum yang saat itu sudah mengganti pakaiannya dengan piyama.

Kibum hanya bergidik geli apalagi sekarang Jinki memeluk perutnya melingkarkan tangannya kuat seakan mengunci pergerakan Kibum.

”a- apa? cepat katakan?”

”Sabarlah.. kau ini sudah bukan kitty yang manis.. sekarang kau adalah racoon.. rubah yang galak..hmmm” Jinki kini menyesap aroma tengkuk putih Kibum. Oke baiklah Kibum berusaha menahan napasnya karena sungguh ini sangat geli. Namun yaaaa~ ia sedikit menikmatinya, eh benarkah sedikit? entahlah..

”Ahhh..”

Kibum mengerang saat Jinki mulai menghisap leher Kibum dengan lembut dan menggigit kecil lehernya dengan gigi kelinci nya itu.

”aahh.. ka- katakan cepat.. a-apa yang.. ahh.. kau lakukan… jinki!!” Kibum mati – matian menahan desahannya walaupun itu lolos juga dari mulutnya, Tidak dipungkiri ia terlena dengan permainan Jinki yang sangat lembut dan hangat.

”hmm.. baiklah dengarkan aku ne~”

Jinki mulai menceritakan kejadian saat itu, saat ia membantunya mengambil kunci di selokan. Kibum kaget dan menutup mulutnya dengan tangannya.

”ja- jadi kau?”

”yah.. aku adalah Jinki namja yang kau benci yang mengambilkanmu kunci saat itu dan  satu lagi, akulah yang mengirimmu surat saat itu, kau ingat surat itu?”

Surat? O.O

Kibum memutar kepalanya berusaha mengingat.

”Maksudmu surat yang ada di kolong mejaku??”

”Ne~”

”Ta-tapi itu kan dari Dongwoon? ASTAGA! jangan bilang!” Kibum setengah berteriak tidak sadar.

“hmm.. maafkan aku, sebenarnya itu adalah surat dariku, namun sepertinya kau salah paham dan menganggap itu dari Dongwoon, karena sudah terlanjur ya sudah aku menyuruhnya berpura – pura, namun sialnya dia terlalu lama berpura – pura sampai ia merebutmu dariku.”

“…………..”

“lalu kau tahu bagaimana ia bisa mendapatkan beasiswa kuliah kedokteran di Inggris?Itu sebenarnya adalah milikku, aku menukar kesempatan itu agar dia mau meninggalkanmu, dia mengajukan syarat itu baru ia mau berterus terang padamu”

Tes.. tes

Bulir – bulir air mata keluar dari sudut mata Kibum. haaah~ konyol sekali saat dipikir kau mencintai sosok yang mengirimmu surat itu setiap hari, berisi lelucon lucu yang membuatnya tertawa setiap pagi, bahkan kadang ada segelas kopi latte Americano kesukaan Kibum ternyata bukan orang yang selama ini kau pikirkan.

“huks..kau..nappeun! kau.. huks.. tega nya mempermainkan hatiku.. aku.. huks… ”

”sssst.. uljima,, jeongmal mianhe~” Jinki memutar tubuh Kibum dan memeluknya, kini mereka berhadapan dan Jinki mengusap lembut punggung Kibum.

”Kibum… saranghae~…. berikan aku kesempatan…”

”paboo!! kenapa kau melepaskan beasiswa itu untuk Dongwoon?! bodoh!! bodoh!!” Kibum memukul dada Jinki berkali – kali. Disudut hatinya ia sedih karena dia Jinki mengorbankan kesempatan langka itu.

”Lalu aku harus memberikanmu pada Dongwoon?” Jinki menarik tangan Kibum dan menggenggamnya lalu menatap mata kucing itu lembut.

Kibum hanya terdiam, entahlah sesuatu ingin meledak, ia merasa bahagia sekaligus marah dan dendam. Bisa – bisanya Jinki melakukan hal ini padanya, selama ini ia mencari sosok yang menyelamatkannya di tengah hujan itu untuk sekedar berterima kasih namun nihil karena ternyata Jinki tiba – tiba mengubah penampilannya menjadi culun. Kibum tidak pernah menyadarinya cintanya selama ini sangat dekat.

 Jinki menarik Kibum kedalam pelukannya dan mengusap punggungnya.

”ssst.. mianhe~ maafkan aku.. racoon ku yang galak kemana yaaaa?” Goda Jinki.

”Uh… dasar kelinci!” Kibum memukul pelan punggung Jinki.

”Mwooo?” Jinki menarik tubuh Kibum dan menatap matanya. Kibum hanya terkekeh pelan dan menarik hidung bangir itu gemas.

“aauuww.. kau seperti Taemin saja. akhh.. nanti hidungku tambah mancung bagaimana?”

“biar saja.. biar seperti pinokio!! lalu tidak ada yang menyukaimu”

hahahhaahhaha

Mereka tertawa bersama, untuk pertama kalinya Kibum tertawa dan kali ini hanya untuk Jinki. Mereka bercanda dan saling mengelitiki perut, lalu tiba – tiba Jinki menggendong Kibum dan membantingnya ke kasur.

”muahhhahahha.. hentikan ini ge..hahahha..geliiii” kibum meronta – ronta dibawah Jinki.

”apa? hentikan? tidak bisa.. coba saja hentikan aku kalau bisa…” Jinki terus mengelitiki perut Kibum.

Lalu Kibum mendapat ide bagus, ia menarik kerah Jinki dan menciumnya

”eemmpphhh…..”

Jinki kaget pertama kalinya Kibum menciumnya, sesaat ia hanya diam saja saat Kibum mengecup bibirnya dan ingin melepaskannya, namun hey! Jinki tidak mungkin melewatkannya.

Jinki membalas ciuman Kibum dan melumat bibrnya menggigit kecil bibir Kibum yang sekarang tubuhnya ia tindih. Hisapan, kecapan memenuhi kamar itu. Ciuman kali ini terasa berbeda karena penuh cinta, ciuman antara dua orang yang saling mencintai tidak ada paksaan semuanya mengalir bagaikan air.

Kibum terlena dan menarik lagi tengkuk Jinki untuk memperdalam ciuman mereka, saling menghisap lidah pun terjadi, tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Kibum kaget saat Jinki menggigit lidahnya.

”Akhh..ck~ pabo!! appo~” Kibum melepaskan tautan bibir Jinki dan mencubit pipi Chubby Jinki.

”lebih baik kita hentikan daripada aku lebih jauh dari ini eumhh…” Jinki malah menjilati leher Kibum dan menggigitnya kecil menghisap collarbone Kibum.

DEG

Kibum takut, ini pertama kalinya, tapi bagaimana ini?Tubuhnya bergetar takut tapi ingin tapi takut. ah….

Jinki menyadari tubuh Kibum yang sedikit bergetar, takutkah?Lalu Jinki berhenti dan mendongak menatap wajah kibum yang sudah memucat.

”Kita lakukan kalau kau sudah siap.. baiklah.. jumuseyo~ tidurlah.. aku ganti baju dulu..”Jinki beranjak dari kasur dan memasuki kamar mandi.

BLAM

DEG

DEG

Jantung keduanya berdetak kencang, Jinki, hampir saja ia hilang kendali haaah~ tidak tidak Jinki berpikirlah jernih. Jinki mengusap wajahnya dengan air dingin dan menatap pantulan wajahnya di cermin.

Sedangkan Kibum yang berasa di kasur memilih menutup matanya erat – erat dan berusaha untuk tidur walaupun itu sia – sia.

”jumuseyo” Jinki mematikan lampu dan mengecup sekilas kening Kibum. Kibum hanya tersenyum dan yaaaa~ ia sangat bahagia akhirnya selama ini orang yang ia cintai memang adalah memang cinta pertamanya. That never change from the begin.

**

 

Bagaimana? sudah mengatakannya? berterima kasihlah padaku hey Lee Jinki, bagaimanapun aku tidak pernah menyentuh Kibum mu itu, dah ohya masalah seminar itu anggaplah kita impas ne? aku yang merekomendasikanmu kesana. Masalah cerai aku bohong,, tentu saja aku masih bersama istriku, aku hanya memanasimu saja, tenyata otakmu tetap lemah masalah percintaan. ckckck.. Lee Jinki memang lamban. aku sudah mengatur semuanya dan sampaikan salamku pada Kibum ne~?

 

Your best friend

Dongwoon

Jinki hanya berdecak mendapati surat itu berada di atas mejanya. Ternyata ini semua akal bulus Dongwoon. Tapi tidak ada buruknya juga toh sekarang ia sudah mendapatkan Kibumnya.

”Apa itu yeobo~?” Kibum datang dan menghampiri Jinki. Lalu Jinki menyodorkan surat itu.

”Ck~ Song Dongwoon awas kau.. beraninya dia mempermainkanku… YA!! do!! kau juga mempermainkanku kalian sama saja?!!” Kibum mulai lagi marah – marah. Bukannya kesal Jinki semakin gemas melihat Kibum yang mengoceh, mungkin hanya Jinki namja di dunia ini yang menganggap Kibum manis saat marah. =__=’’

”emmpphhhh”

Karena saat Kibum marah itu adalah sinyal kalau Jinki harus menutup mulutnya yang bercuap – cuap seperti anak ayam, eh salah! Kibum adalah racoon, racoon galak yang seksi.

Kibum membalas ciuman itu dan mereka tak sadar sudah ada dua orang di ruangan itu yang menatap mereka.

”Sampai kapan kalian ciuman?!” Minho memecah suasana yang langsung disenggol Taemin, ”Kau mengganggu saja hyung! itu lagi seru” bisik taemin kesal.

ck~ Minho hanya berdecak kesal melihat Taemin.

Jinki dan Kibum kaget dan melepaskan tautan bibir mereka lalu berdehem mencairkan suasana.

”Ah~ sudahlah.. hey Jinki Hyung.. aku sudah berbaik hati merestui kalian jadi kau harus merestui kami” Minho memeluk Taemin dari belakang.

”YA!!YA!! SIAPA BILANG AKU MERESTUI KALIAN! ANDWE! AKU TIDAKMENYUKAIMU! PERGI KAU..HUSH HUSH..TAEMIN SINI JANGAN DEKAT –DEKAT DIA!” Jinki histeris melihat Taeminnya dipeluk Minho.

”MWO?YA! JANGAN BERTERIAK PADAKU AKU JUGA BISA SAJA TIDAK MERESTUIMU DENGAN HYUNGKU! KIBUM HYUNG SINI JANGAN DEKAT – DEKAT DIA” Minho membalas teriakan Jinki.

”MWO?!”

”KAU TIDAK DENGAR HAH? AH LAGIPULA AKU SUDAH MENCIUM TAEMIN MU INI LIHAT LAH INI”

”eemmpphhh” Minho mencium Taemin cepat  di hadapan Jinki.

YAA!!YAA!! MINHOOOOOO!!!!HENTIKAN!!

Oke kali ini adalah teriakan sang diva yang tidak tahan melihat semuanya. Sontak ketiganya menutup kuping mereka jika tidak dijamin kalian akan menderita tuli akut. Tragis….

Jinki pun kaget baru tau teriakan kekasihnya ini mengalahkan suara speaker manapun.

”Demi Tuhan, aku dan Taemin bukan barang, kami bebas menentukan pilihan kami” Kibum mendekati Taemin dan menggandengnya.

Taemin hanya mengangguk cepat mengiyakan perkataan Kibum.

”Taemin-ah lebih baik kita tinggalkan dua orang bodoh ini, aku tidak peduli bila mereka saling membunuh. terserah!! ” wohooooo~~ Kibum umma mulai marah.

Minho dan Jinki hanya terbengong menatap kepergian Taemin dan Kibum.

”Taemin,, ayo kita ke salon.. aku stress disini” Kibum pun menyeret Taemin keluar.

SALON? O.O

Taemin melambaikan sapu tangan nya meminta bantuan Jinki dan Minho. Sumpah terakhir kali Taemin diajak Kibum ke salon Taemin diubah gaya rambutnya menjadi panjang sebahu lalu ia dipakaikan kutek?! you know?? kutek berwarna merah muda!! Taemin rasanya ingin loncat dari namsan tower *lebai,ck~

“Hyuung~~ toloooooooong~~~” kata – kata itu tersirat dari mata Taemin yang memelas.

BLAM

Pintu ditutup.

”YA INI GARA – GARA KAU!! DASAR BODOH!!” Jinki menyekek Minho.

”YA! HYUNG! SALAHMU KENAPA BERKATA SEPERTI ITU!”Minho ikut menyekek Jinki

”INI SALAHMU!”

”SALAHMU!!”

”SALAHMU!!”

Hate That I Love you…….

Benci itu… Aku Cinta Kamu..

.

.

.

END OF STORY

MUAHAHAHHA…

OTTE? GAJE? BODO~~~Kekekeke~~

AYOK DIKOMEN~!! aku punya reader kesayangaaan dong >,<” #cipok

No NC weee 😛

maaf miss typo aku cuma edit satu kali.. hehe. gara inet mati poster pun lupa ambil tadi, yaudahlahyah~

Lady Taemin: Tolong dikomen ya yeorobuuun~ aku jadi korban umma nih jadi cewe *lirik minho* blushing >//<

Malegod Minho : kekekeke~~ Taemin ah~ neomu yeppo~ peacee ^^V komen ya..*gandeng taemin takut lepas

Makasih yang udah komeeen aku guling – guling deh buat kalian..

glinding~~ glinding`~ glinding~~~

hiaaaaaat~~!! ciaaa~~ im cool rite? (>0<)//

Advertisements

145 thoughts on “Hate That I Love You/ JinKibum/ Part 3 END

  1. Yiiiiihhhaaaaaa…..HAPPY ENDIIIIIIING……!!!!!!

    ASDFHKKK..itu Jinki sama Minho kwkwkwkwk…ahahaha kasiaan deh diacuhin Kibum…dan..dan..itu Taemin kwkwkwk yg sabar ya nak..hihihi:D

    Cieeee Kibum cemburu sama Yoona.
    Akhirnya mereka bersatu..senengnyaaaa…berkat Dongwoon juga.

    JINKIBUMmmmmm….DAEBAK!!!!!!!

  2. huwaa.a… seru.a… jinho… gk gkgk gak ada yang ngalah mah, sama2 keras kepala… happy ending yang memuas kan… tetem udah sembuh ya? huwaa, dongwoon bisa2.a dia merencanakan semua.a dengan wow… oh m jih… tetem aja yang waras jinkeyho pada stgmgagwht ? hahaha gak ada SesuAnuh.a nih ?

  3. Hahhah ampun dah apa2an itu si minho sama jinki keras kepala bgt sungguh kekanakan skali kalian bung 😁 bantuin itu taemin dri neraka kibum, kasian taemin apalgi yg bakal dirubah sama kibum sungguh nasib mu tidak baik taemin yg sabar ya taemin….

    Happy ending ..m 😊😊😊

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s