[Onkey] WTF part 4 of ?


Foreword:

Anyyeong … saya datang membawa FF yang ditunggu sedunia danboo~~ aah.. gue lagi gila danboo… you know danboo is? Dia kurus dan berkepala besar … hahahaha…. pas dibuka ganteng loh, kaya Key ku :p Oke, cukup. Btw, hei makasih yang udah nunggu FF ini-dan yang tidak- thns for comment, thnx for everything, sorry agak lama, gue kehabisan ide-karena UTS- jadi gue udah capek dan juga tugas kuliah T^T mianhee*bow. Jadi, kalau saya menghilang, itu berarti saya hiatus sementara. Jadi nulis Cuma bisa hari libur-itu juga kalau ada ide-.

Oke, enjoy, read, free to comments and like if you likey xD

Ps: gue gak tahu ada apa sm WP. Semua WP udh gue cek dan begitu semua, maaf yah kalau kurang nyaman dan susah buat cek koleksi FF nya, soalnya itu bukan dari kesengajaan admin, thnx

PREV PART: PART 3

WTF.Onkey

Key membuka matanya, ia tersadar dan berada di sebuah ruangan yang putih, dan bau obat yang menyengat, ia sadar bahwa ia berada di rumah sakit.

“Oh, kau sudah siuman, ada yang kau rasakan?”, tanya seorang suster padanya, Key bangkit dan memegang kepalanya sejenak, masih pusing rasanya.

“Ani, aku tidak apa-apa…”, bohongnya,

“Syukurlah kalau begitu, kau dibawa oleh manager tempat mu bekerja, kami sudah menghubungi orang terdekatmu, dan mungkin mereka sedang menuju kemari.”, suster itu berjalan menuju Key dan tersenyum, “Dan … aku ucapkan selamat yah padamu…”, katanya dan mencabut perlahan infus Key , ia berdesis dan menatap bingung ke tangannya.

“Selamat? Untuk…?”,

Suster itu tersenyum, “Kau bisa menuju ruang dokter, dia akan jelaskan padamu, ayo kuantar…”, katanya membuka pintu kamar Key dirawat, Key mengerutkan alis, ia bangkit dan mengikuti suster itu.

WTF.Onkey

Namja tua paruh umur sibuk berbincang dengan namja tua lainnya, sedangkan didepan mereka duduklah dua namja tampan, yang satu sibuk melihat kesekitar, dan yang satunya menatap layar handphonenya, entah kenapa namja berpipi chubby itu merasa ada yang janggal dihatinya, entah apa itu, berulang kali ia hubungi nomer Key sejak mereka bertengkar, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Ia tersadar dari lamunannya ketika ia merasa ada yang menyenggol tangannya. Melihat Jonghyun memberikan isyarat untuk lebih perhatian.

“Jadi, kau setuju?”, tanya appanya.

“Hah? …”, ia melihat ke arah Jonghyun yang melihat ke arah lain, “Tentang…”,

“Kau bercanda? Kau tidak mendengarkan apa yang kami bicarakan dari tadi? Come on Jinki, pay attention please…”, kata appanya bosan melihat tingkah anaknya.

“Maaf appa … aku tadi sedang berpikir saja…”,

“Sudahlah, aku harap kau mau menerima tawaran dari Mr.Kim tentang kerjasama kita, dan aku harap kau mau bekerja sama juga dengan Jonghyun untuk meneruskan bisnis kita.”,

Jinki membulatkan matanya, ia menoleh ke arah Jonghyun, sialan .. dia dijebal olehnya, ia tidak tahu bahwa pertemuan ini aka seperti ini, well ia sempat berpikir, tapi Jonghyun telah memastikannya tidak akan ada pembicaraan seperti ini.

“Mianhe appa..”, Jonghyun menoleh, “Aku…tidak bisa.”, jelas Jinki melihat ke Jonghyun dan ke appanya, lalu ke Mr.Kim. Jonghyun mengerang pelan dan menoleh ke arah lain.

“Apa maksudmu? Kau tidak mau meneruskan bisnis keluarga kita? Apa yang kau pikir—“

DRRTTT DRRRTT….

Ucapan appa Jinki terputus karena tiba-tiba ponsel Jinki berbunyi, ia melihat ID disana, dan Minho di line telpon, untuk apa dia menghubunginya, Minho jarang menghubunginya jika itu tidak penting, ia cukup mengirimkan pesan.

“Mianhe appa..”, Jinki berdiri dan menjauh sejenak.

“Yoboseyo,Minho?”, saat itu juga Jinki terpaku sesaat ditempatnya, tanpa perduli sekitar, ia langsung beranjak dari sana, tidak menghiraukan panggilan Jonghyun, bahkan appanya.

Jantungnya berdebar cepat, Kibum .. Kibumnya…

[Hyung, palli ke RS XXX , Kibum Hyung pingsan, dan dia dirawat sekarang, cepatlah menyusul…] hal itu terus terngiang ditelinga Jinki. Jinki merasa orang paling bodoh, bahkan ia tidak tahu bahwa ada kendaraan sejuta umat yang bisa mengantarnya segera kesana.

Yang ada dipikirannya adalah, sang mataharinya, matahari baru yang ia cintai,menerima apa adanya , meski dengan berbagai masalah, dan awal yang tidak baik, namun ia selalu berharap ia bisa selalu menjadi yang terbaik untuk Kibum. Dan itu ingin sekali ia buktikan…meski Kibum menolak untuk bersamanya, menolak memaafkannya, ia rela lakukan apapun itu untuknya…

WTF.Onkey

Kibum menutup pintu ruangan dokter itu dan tangannya membawa secarik kertas terbungkus map coklat, perlahan ia menghampiri kursi tunggu, entah pukul berapa, namun ia merasa udara sangat dingin malam itu.

Perlahan tangannya menggapai kebagian perutnya, kebagian dimana sebagian dari darahnya sendiri berada, mungkin hanya secercah harapan baru dari kehidupan manusia yang siap untuk dijadikan bagian hidupnya.

“Begini Kibum shi .. sebelum aku memberitahukan keadaanmu, boleh aku tanya sesuatu padamu?”

“Neh…apa itu dokter? Aku…aku tidak sakit parah kan?!!”

“Tidak … keadaan mu sehat, kau hanya lelah dan stress sedikit, tapi semuanyua baik-baik saja…”, …”tapi yang perlu aku tanyakan adalah..apakah kau berhubungan seks dengan pacarmu?”

“Y-ya…saya…saya berhubungan dengannya…” … “U-untuk apa anda bertanya hal ini dok?”

“Maaf kalau ini masalah pribadi, tapi sudah berapa kali kalian melakukannya? Dan…kapan kalian terkahir kali melakukannya?”,

“….”

“Maaf jika saya bertanya hal ini..saya ingin memastikan saj—‘

“E-entahlah, saya tidak ingat kapan terakhir kali…tapi…kami mungkin … hanya 3 kali…”

“Oh … kalau begitu mungkin jelas , well … berdasarkan kondisi sekarang, mungkin kau akan terkejut, tapi ini lah keajaiban medis dan juga Tuhan, entah bagaimana, tapi hormon yang kau miliki adalah hormon wanita, dan dugaanku saat aku memeriksa denyut nadimu, aku merasakan dua nadi sekaligus, kesimpulannya adalah… kau mengandung, mengandung seorang janin calon bayi mu..”

“….a-apa?”

“Benar, aku ucapkan selamat, dan aku harap kau beritahu pasanganmu atau pacarmu, aku tahu ini membuat mu terkejut, tapi inilah takdirnya, yang harus kau lakukan adalah, jaga janin mu dengan baik , hindari pikiran yang menguras emosimu, dan perlu kuberitahu, kehamilan bagi namja adalah hal yang unik dan juga diluar prediksi medis, maka dari itu kau harus jaga baik-baik kesehatanmu, karena kalau tidak itu akan membahayakan kondisi mu atau juga janinmu, kuharap kau mengerti maksudku..”

“Berapa …sudah berapa lama janin ini ada?”

“Dihitung sampa saat ini sekitar 3minggu.”

Kibum menunduk, merasakan aliran air matanya mengalir begitu saja, bayi? Calon bayi nya ada diperutnya yang rata sekarang? Bagaimana ini, apa yang harus ia katakan pada ummanya, apa  yang harus ia lakukan untuk masa depannya, dan…bagaimana dengan Jinki? Ya benar Jinki … jika ia ingat nama itu , ia rasanya ingin menangis … mungkinkah ia telah melakukan kesalahan? Apakah ia sekarang ,menyesalinya karena telah gegabah melepaskan Jinki begitu saja tanpa mendengar sedikit pun penjelasannya? Saat itu  … ia hanya ingin merasakan Jinki bersamanya….

“Hiks…J-jinki…mianhe…”, Kibum memeluk tangannya sendiri dan menangis dalam diam.

[Headline news : Lee coorps akan meluncurkan brand baru mereka dalam elektronik PC Tablet terbaru, PC ini diduga akan sukses mencapai pasar dunia secara mengagumkan dengan spesifikasi yang bagus dan juga canggih. Kali ini Presdir dari Lee coorps mengatakan bahwa penerusnya telah siap untuk melanjutkan bisnisnya, hal ini disampaikan kemarin bahwa putra satu-satunya yaitu bernama Lee Jinki adalah kunci utama Lee coorps untuk meneruskan bisnis yang sangat berperan aktif dalam perkembangan telekomunikasi saat ini]

Kibum mendongak, melihat dengan mata buram namun ia cukup jelas melihatnya, Jinki…Jinki nya terpampang dengan jelas, selama ini, sosok  yang ia anggap beruntung memiliki segalanya selalu didepan matanya, Jinki nya yang ia anggap menjadi harapan berikutnya, bahkan ia berencana untuk memperbaiki semuanya, namun rasanya…semuanya menjadi sulit…

“UMMA!!”,

Kibum menoleh, melihat Taemin berlari ke arahnya, dengan cepat ia sembuyikan kertas coklat itu disaku jasnya dan menghapus air matanya, dan tersenyum pada Taemin yang datang memeluknya.

“Umma…umma…gwencana…umma tidak apa-apa…kenapa ?ada apa sebenarnya? Apa yang —“

“Taemin…”, Key menangkup wajah anak-anggap-nya itu yang sedang menangis, mengusapnya sayang, anak yang polos dan juga baik, meski terlihat nakal namun Taemin anak yang baik dan sangat sensitif. “Im oke …kau tidak lihat? Maaf membuat mu khawatir, aku hanya kelelahan…”

“Benarkah?”, Kibum mengangguk, “Umma jangan kerja lagi, aku akan minta Minho untuk membantu membayar biaya rumah sakit Kim ahjumma… ya kan Minho hyung…?”, kali ini Taemin berlari ke arah Minho dan menggelayut di tubuhnya, Minho berdecak melihat tingkah pacarnya, ia mengelus kepala Taemin dan mengangguk,

“Neh Baby…”, Minho melihat ke arah Kibum yang tersenyum kecut, “Kau yakin tidak apa Hyung? Tenang saja, aku akan membantumu, tidak..aku dan Taemin akan membantu …” Minho tersenyum, Kibum tersenyum manis, berusaha sangat manis.

“Gomawo … lebih baik sekarang kalian pulang, tapi bisakah antarkan aku ke RS umma ku? Aku mau menginap bersamanya.”,

“Neh, kajja Hyung…”

Ketika mereka berbalik, mereka terhenti, Minho dan Taemin terkesiap, kemudian mata mereka menuju Kibum yang sama terkejutnya, berdiri terpaku ditempatnya, melihat Jinki berdiri didepannya dengan nafas terengah. Minho seperti tahu sesuatu, ia menarik Taemin bersamanya, meski Taemin menolak meninggalkan Kibum karena ia tahu ia benci pada Jinki yang telah menyakiti Hyung tersayangnya itu.

“Kibum…”, bisik Jinki terengah mendekat pada Kibum, Kibum terdiam, memegang perutnya, dimana janinnya berada. Jantungnya berdebar cepat, sosok yang sudah ia rindukan tepat didepannya, namun, apa yang bisa ia lakukan?tidak ada…

Jinki melangkah maju, meraih tangan Kibum perlahan, menggenggamnya dengan erat, merasakan kehangatan yang sebelumnya mereka share bersama, matanya menatap tepat kedalam mata kucing yang selalu membuatnya tidak bosan untuk terus menatapnya.

“Kibum …” bisik Jinki, jarak mereka cukup dekat, sampai bisa merasakan kehangatan yang menyelimuti mereka. “gwencana?”, tanya Jinki menyentuh pipi tirusnya, Kibum merasakan kehangatan itu, berusaha menahan aliran air matanya, memejamkan matanya sejenak dan menatap ke arah Jinki lekat, sebelum tangannya meraih tangan Jinki untuk turun , dan melepaskan genggaman mereka.

“Gwencana…”, Kibum menghindar, berusaha sedingin mungkin, haruskah ia egois lagi?

“Kibum please…”, Jinki berusaha maju, namun Kibum mundur dan menatap ke arah lain, tidak bisa menatap mata itu sebelum ia menyerah dan bertindak lain…

“Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja, selama ini aku baik-baik saja Jinki … kita…sudah berakhir, jadi aku rasa kita cukup berteman dan melakukan semua masing-masing…”

“Aku tidak bisa…” Jinki berdesis, “God Kibum, aku tidak bisa melakukan itu, aku tahu aku mencintaimukan?”, Jinki menarik lengan Kibum, Kibum mendesis karena cengkraman Jinki.

“Jin—“

“Aku tahu ini salahku…”, kali ini Kibum bisa lihat raut sedih dan air mata yang mnegambang dipelupuk mata Jinki, uljima… “Aku akan lakukan apapun yang kau inginkan.”… “Jadi kumohon, jangan lakukan ini padaku, jangan menjauh dari ku …”, Jinki berusaha menatap Kibum.

Kibum diam disana menahan sekuat mungkin untuk tidak menangis, ia gigit bibir dalamnya sekuat tenaga, ia kencangkan kepalan tangannya.

“Kau..mencintaiku kan…Kibum?”,

Kibum terpaku, “Kau katakan itu padaku, kau juga mencintaiku kan?”,tanya Jinki. Kibum memejamkan matanya sejenak dan menoleh ke arah Jinki.

“Apa yang kau katakan memang benar … “, Jinki sempat lega, “…hanya saja untuk sekarang aku tidak bisa katakan itu padamu … aku tidak tahu apakah aku masih merasa seperti itu padamu.”, Kibum berkata seperti itu dan melewati Jinki yang terpaku, Kibum berusaha tegar, namun ketika ia berjalan keluar, masuk kedalam taxi tidak perduli teriakan Minho dan Taemin, ia menangis, menyesal … ia bohong …lagi dan lagi…

“Mianhe… mianhe , saranghae Jinki ah~ ..”, Kibum menutup mulutnya dan meremas perutnya.

WTF.Onkey

Kibum membuka pintu kamar rumah sakit itu, dan melihat sosok yeoja yang sangat ia kagumi tertidur pulas diatas ranjangnya, cantik, dan terlihat baik-baik saja, ia bersyukur ummanya itu sudah membaik, itu berarti ia bisa kembali pulang. Kibum duduk di ujung kasur, meneliti lekuk wajahnya yang sudah mulai terlihat ada guratan tua, meski umurnya baru 40 tahun ia masih terlihat cantik. Sosok yang ia kagumi meski jarang berada disisinya, meski saat Kibum terbangun di pagi hari ia sudah tidak ada karena harus bekerja, ketika ia pulang sekolah, ia sudah terlelap tidur. Namun ummanya itu, umma yang selama 17 tahun sudah memberikan kasih sayang padanya seorang diri, membesarkannya, memberikannya kebahagiaan meski tanpa sosok appa yang bahkan ia tidak tahu seperti apa, ia sangat mencintainya…

Namun secercah rasa sakit ia rasakan, mengingat yang terjadi padanya saat ini, akankah ia membuat calon bayinya sama sepertinya, kenapa hidupnya harus seperti ini? Membuat bayinya tidak tahu siapa ayahnya … memikirkan itu membuat dadanya sesak, ia menutup mulutnya ketika isakannya itu terdengar, ia takut ummanya bangun…

“Bummie?”, Kibum menghapus air matanya, ummanya itu terbangun, menyalakan lampu dan melihat anaknya menangis , sontak ia bangkit dan memeluknya. “Ssshh…uljima sayang…wae? cerita pada umma ada apa? Kenapa kau menangis?”

Kibum memeluk ummanya, mianhe Umma… Kibum hanya menggeleng dan membenamkan kepalanya di pundak ummanya, bermanja seperti dulu …

“H-hanya kangen umma…”, katanya , ummanya berdecak dan mengelus kepala anaknya itu.

“Kau tidak pernah kangen umma sampai begini? Kau bohong yah?”, tanya ummanya mencari kebenaran dimata Kibum, Kibum menggeleng.

“Selama 10 tahun aku tidak pernah lagi bermanja, memangnya salah?”,tanya Kibum cemberut, Ummanya menyentil keningnya.

“Ani, hanya heran saja… anak umma yang independent ini ternyata masih bisa menangis karena kangen induknya…”, Kibum cemberut.

“Yah umma! Aku bukan ayam…”, Ummanya tertawa, Kibum terkekeh , dan memeluk ummanya lagi.

“Umma, saranghaeyo…”, bisiknya, Ummanya berdecak dan mencium sisi kepala Kibum

“Kau tahu pasti jawabannya, nado saraghaeyo…”,

“Umma…”

“Hmm?”

“Boleh aku tidur bersamamu?”

“Yah~ apa lagi ini?”

“Umma jangan pelit .. aku aegya mu umma~~”

“Neh neh…kajja…”,Kibum tersenyum, menaruh jaketnya ke kursi dan naik keatas ranjang, merebahkan disamping ummanya, terkekeh geli dan memeluk ummanya manja, merasakan debaran jantung ummanya seperti melodinya. Aku akan rawat bayi ini, aku akan katakan pada umma untuk memperjuangkan bayi ini, sama seperti yang umma lakukan padaku. Pikir Kibum…

Diluar sana sepasang mata memandanginya dengan tenang, menggapai jendela pembatas dipintu itu, seakan ingin menyentuh sosok didalam sana…

“Kibum…”

WTF.Onkey

Kibum mengerjapkan matanya, ia merenggangkan tangannya dan ia rasakan sudah tidak ada ummanya disebelahnya, sigap ia terbangun dan panik, tidak ada diruangan itu.

“Umma…”, panggilnya, Kibum segera bangun dan melihat kekamar mandi,

“Umma!!”, teriaknya , ia membuka pintu dan melihat keluar , bertanya pada suster yang lewat dan menanyakan dimana ummanya, sebelum ia bisa mencari ketempat lain dari kejauhan ia melihat ummanya berjalan sambil tertawa, ia hendak menghampirinya namun ia terhenti ketika tahu siapa sosok yang sedang bicara bersama ummanya itu…kenapa dia bisa ada disini? Apa dia mengikutinya semalam?

“Oh, my Bummie sudah bangun … tidurnya lelap sekali? “, sapa ummanya, Kibum hanya tersenyum kecut. “Sayang, kenapa tidak bilang kau bersama temanmu, Jinki tidur semalaman diluar, untung dia tidak sakit …”, Kibum menatap Jinki yang berdiri dengan ekspresi tersenyum ke arah ummanya.

“Aku tidak bersamanya , dia saja yang menguntitku kemari…” balas Kibum dingin. Ummanya melihat ke arah Jinki.

“Oh, tapi dia katakan kalian bertengkar, kemudian ia mencarimu kemana-mana, kemudian ia tahu bahwa kau pasti kesini, dan disinilah dia sekarang…benar Jinki?”,Jinki hanya tersenyum, Kibum menganga, tidak habis pikir Jinki akan mengarang cerita semacam itu?

“Nah, kau sarapanlah bersama Jinki, umma mau beres-beres, hari ini umma keluar dari sini, dan Jinki .. terima kasih karena menemani ku jalan pagi.”,

“Neh ahjuma, apa perlu kubantu mengepack barangmu?”tanya Jinki ramah,

“Tidak usah sayang, gomawo…”

Ketika pintu ditutup Kibum menatap Jinki geram, “Kenapa kau bisa disini? Aku mengikutiku?”, tanya Kibum,

“Ani, aku tanya pada Minho dan Taemin.”, jawabnya singkat, Kibum bergumam kesal, dua penghianat itu…

“Kibum …”, Jinki menarik tangannya, Kibum melihat ke arah tangannya dan Jinki segera melepasnya. “Bisa kita bicara? Maksudku, kita bicara lagi…”

“Kalau tentang hubungan kita, aku tidak mau membahasnya lagi…”

“Tentu tentang kita, apa lagi yang bisa kita bicarakan? Tidak mungkin aku bicara tentang hubungan Minho dan Taemin padamu kan?”

Kibum mengerutkan alisnya, ini bukan bercanda. “Kau ini…”

“Makanya , berikan aku kesempatan sekali lagi, aku mohon …”, Jinki kali ini serius, Kibum menarik nafas dan bersidekap.

“Go on.” Jinki berdecak melihat sikap sombong Kibum, ia tarik Kibum keluar dari rumah sakit, Kibum hendak berontak,namun dengan paksa Jinki menyuruhnya naik ke taxi.

“YAH! KITA MAU KEMANA, BIARKAN AKU KELUAR!!”, teriak Kibum , namun Jinki menarik pinggangnya dan memeluknya tetap berada didalam taxi.

“Jalan pak.”, perintanya, “Kau akan tahu segera kita akan kemana…”,

“KAU BERCANDA, UMMA KU ADA DIDALAM, DIA BARU MAU KELUAR RUMAH SAKIT, TURUNKAN AKU SEKARANG!!”, teriak Kibum,

“Tenang saja, Minho dan Taemin sedang otw…”

“JINKI!! KAU RENCANAKAN INI SEMUA YAH? CEPAT TURUNKAN AKU…”

“Kibum … diam—‘

“KAU YANG DIAM, BERANINYA KAU, TURUNKAN AKU, KITA SUDAH TIDAK ADA HUBUNGAN APAPUN!!”, Kibum memukul lengan Jinki, “JINKI TURUNKAN AKU SEKARA—hmpfhh…”, Jinki hilag akal, dia terpaksa membungkam mulut pedas Kibum dengan menciumnya, dan itu membuat Kibum terkejut, sikap seenaknya Jinki muncul kembali.

PLAK

“Ouch!”,

“YAH!!”, Kibum teriak menyentuh bibirnya, ia menatap Jinki marah,Jinki meliriknya kesal dan Kibum sontak takut melihat mata itu,

“KAU INI, KENAPA SELALU SEPERTI INI, AKU HANYA BUTUH WAKTU MENJELASKANNYA, TAPI KAU SELALU MARAH PADAKU, KAU INI YANG EGOIS, KAU YANG JAHAT, DAN KENAPA AKU YANG SELALU KAU SALAHKAN, SEHARUSNYA AKU YANG MARAH PADAMU BUKAN KAU YA—“ Jinki terkejut melihat Kibum duduk terpojok mendengar cercaan dari mulut Jinki. Sampai supir taxi melirik pasangan bertengkar itu dari balik kaca spion depan. Kibum melihat ke arah luar dan menjauh dari Jinki, ia tidak bicara , karena memang tidak ingin bicara… ia masih terkejut Jinki berteriak padanya.

“Sampai Tuan…”, Kibum tersadar mereka telah tiba, dan tanpa bertanya ia keluar ditarik tangannya oleh Jinki, ia bingung berada dimana, yang ia tahu, ia hanya masuk kedalam gedung, dan itu ternyata sebuah butik besar, dan sangat mewah. Kibum sibuk terpana melihatnya, sembari Jinki terus menariknya.

“Annyeonghaseyo Onew shi~~”, sapa seorang namja padanya, Jinki tersenyum dan menarik Kibum hingga berada didepannya.

“Dia Kibum, aku ingin kau berikan baju yang bagus untuknya…” suruh Jinki, Kibum terkejut,

“J-jinki?!! Apa-apaan ini?!”,

“Ssstt…kau ikuti saja…”

“YAH JINKI!!”, Jinki hanya terkekeh dan meninggalkan Kibum yang sudah digeret masuk kedalam oleh teman Jinki itu.

WTF.Onkey

Kibum berjalan masuk kedalam sebuah restoran mewah, ia tidak mengerti kenapa Jinki menyuruhnya melakukan semua ini, ia ingin lari, namun Jinki selalu memaksanya, dan bahkan ia melakukan hal senonoh, menciumnya sembarangan didepan publik jika ia mencoba lari darinya.

“Untuk apa kita kesini? Bahkan ini bukan makan malam.”, seloroh Kibum, Jinki hanya berdecak dan menggandeng tangan Kibum erat, menuju ruang VVIP, ketika mereka masuk Kibum terkejut melihat Jonghyun ada disana, dan begitu juga Jonghyun, melihat Kibum bersama Jinki , well…bergandengan tangan.

“Jinki? Kau …siapa dia?”, tanya appanya, Jinki melirik ke arah Kibum.

“Oh, a-annyeong…”, Kibum melepas tangan Jinki dan membunkuk, “Maaf menganggu pertemua anda, saya hanya temannya, nama saya Kim Kibum…”jelas Kibum. Appa Jinki hanya tersenyum melihat kesopanan Kibum, meski bingung untuk apa Jinki membawanya.

Jinki menuntunnya duduk disampingnya, dan sejenak tercipta suasana canggung, sebelum Jinki membuka suara.

“Appa mungkin terkejut dengan tujuan ku kali ini , dan mungkin Mr.Kim dan juga Jonghyun bertanya apa yang membuat ku melakukan ini.”, Jinki menoleh ke arah Kibum.

“Awalnya adalah, aku ingin perkenalkan pada appa khusunya, bahwa…”, jInki menarik tangan Kibum keatas , ‘Perkenalkan, dia adalah pacarku.”, Kibum menoleh cepat, mulutnya menganga lebar, Jonghyun menatap mereka dalam diam, dan yang membuat Kibum enggan adalah menoleh ke arah appa Jinki, takut jika ia melihat reaksi nya.

“Aku serius ingin menjalani hubungan ini, mungkin appa akan menanggung malu jika kolega appa tahu bahwa anak appa adalah gay, tapi bagaimanapun, jika appa berusaha memisahkan kami, aku tidak akan biarkan itu, maka dari itu…”, Jinki berdiri. “Kumohon, ijinkan aku berhubungan dengan Kibum, dan aku akan meneruskan bisnis appa dengan baik…”, ia membungkuk 90­o , Kibum tidak percaya, Jinki gila…dia benar-bena sudah rusak total otaknya.

Hening … dan Jinki mendongak, beranikan diri melihat ke arah appanya, appanya menatapnya dengan dingin, jujur, Jinki rasa nya menyesal mengatakan hal itu,namun ini adalah babak barunya dengan Kibum.

“Kau … serius ingin lakukan ini? Meneruskan bisnis ini?”, tanya appanya.

“Neh appa…”

Appanya menarik nafas dan menatap Kibum, “Kau boleh berpacaran dengannya, asalkan ..”, Jinki terdiam, “Kau bisa memajukan pemasaran dalam proyek kecil selama 3 bulan mendatang? Apa kau sanggup?”, tanya appanya. Jinki terdiam dan tersenyum,

“Tentu saja, aku juga akan bekerja sama dengan baik dengan Jonghyun.”, kata Jinki. Jonghyun hanya diam tak berkata.

WTF.Onkey

Kibum menggerutu, rasanya ia ingin meninju Jinki, namun ia bahagia, setidaknya appa Jinki tahu jika mereka memang sempat ada hubungan, namun yang ia khawatirkan sekarang adalah janji Jinki pada appanya…

“Jadi, kau beruntung sekali Kibum.”, Kibum mendongak dari kegiatannya mencuci tangan di wastafle, melihat Jonghyun mencuci tangannya disampingnya.

“Maksudmu?”

“Maksudku adalah, kau berhasil merebut Jinki dari ku, aku tahu aku tidak akan ada peluang ketika melihat Jinki bersamamu.”, jelasnya tersenyum, ‘Namun, kuberitahu satu hal, Jinki cepat bosan, jadi jagalah dia dengan baik untuk tidak lepas darimu.”, dengan itu Jonghyun pergi. Kibum berdecak dan menganga kesal.

“Aish, that dino pabo, mulutnya sangat tidak sopan!”, makinya kesal.

Kibum melihat sisi wajahnya di kaca, bosan? Kalau memang Jinki bosan padanya untuk apa ia tidak berhenti saja mengejarnya, semakin sulit rasanya jika ini sudah terjadi, tentu cepat atau lambat, ia harus katakan kepada Jinki bahwa ia hamil… dan buruknya adalah , ada dua pilihan, pertama, mungkin Jinki akan tidak percaya dan pergi meninggalkannya, kedua Jinki akan terima namun akan bermasalah dengan nama baik keluarganya dan juga masa depan Jinki, dua pilihan itu tidak ada yang baik sama sekali, dan kali ini Kibum benar-benar tidak tahu harus berbuat apa…

Ia menarik nafas, mengelus perut ratanya, “Tenang saja aegya… umma akan menyelesaikan semuanya, umma janji, dan umma tidak akan meninggalkanmu, umma akan pertahankanmu, tenang saja, fighting!”, Kibum tahu dia tidak boleh terlalu terbawa pikiran berat, dan dia paham meski ia merasa semua rasanya tidak mungkin.

“Kau bicara sama siapa?”, Kibum terkejut ketika Jinki berada dibelakangnya dan memeluknya erat bisa ia rasakan hangat tubuhnya serta nafas yang menghembus di lehernya. Kibum berdiam, haruskah ia katakan sekarang? Ia tatap mata Jinki dibalik kaca, Jinki tersenyum dan menatap mata Kibum, seperti tahu sesuatu ia membalikan tubuh Kibum dan menangkup wajahnya, namun Kibum menghindari tatapan mata Jinki.

“Kita bicara dilain tempat, kau lapar kan? Kita cari makan yah?”, tanya Jinki, Kibum tidak mengubrisnya, karena tidak perlu, Jinki sudah menariknya dan membawanya ketempat parkiran mobil.

WTF.Onkey

Kibum mengunyah makanannya dengan berat hati, dan Jinki dengan semangat menyantab makanannya dengan lahap, apa lagi, ayam ada didepannya.

“J-jinki…ada yang harus kukatakan padamu…”

Jinki mendongak dan tersenyum, “Apa? Katakan saja…”

“Aku hamil.”

Jinki mengunyah dengan santai, pelan… dan diam… kemudian menatap Kibum dengan tenang. “Joengmal?”, tanyanya, Kibum mengangguk dan menunggu reaksi dari Jinki, namun Jinki tidak memberikan reaksi apapun.

“Aku serius, aku sudah cek kedokter, aku pingsan karena aku kelelahan, dan aku sudah mengandung janin ini selama 3minggu…”, Kibum mengigit bibirnya, tangannya mencengkram garpu dengan kuat, “Dan … aku rasa, ini adalah anakmu…”, Kibum mulai tidak bisa menahan air matanya, karena ia takut sekali, Jinki tidak bereaksi apapun, ia sudah tahu, mungkin Jinki akan pergi, ia menunduk sedalam-dalamnya. Mungkin ia benar akan sendiri menghadapi ini semua…

“Gomawo…”, Kibum mendongak dan melihat Jinki tersenyum lebar sekali, Jinki meraih tangan Kibum dan menggenggamnya dengan erat. “Gomawo… aku sudah tahu kau hamil, itu sebabnya kenapa aku mengejarmu ke RS, kenapa aku bawa kau bersamaku bertemu appa, dan itu alasan kenapa aku datang ke Appa hanya untuk setuju sebagai penerus Lee Coorps, karena aku tidak mau calon istri ku dan juga aegya kita menderita tanpa penghasilan sedikitpun dari sang Appa…”

“T-tapi—‘

“Aku tahu mungkin ini akan berat, aku tahu kau punya masa depan, aku tahu ini akan berat menghadapi masyarakat, dan aku tahu ini jadi awal kita untuk menghadapi segala cobaan kedepan, jadi please Kibum … katakan padaku …”, Jinki berdiri dan menghampiri Kibum, berlutut didepannya dan menggenggam kedua tangan Kibum, yang mengejutkan ia mengeluarkan sebuah cincin dari kantong celananya, “Will you marry me? “, Kibum terkejut, ia melihat kesekelilingnya, semua mata menuju ke arahnya, “And to be a mother for my aegya?” Jinki maju kedepan dan memeluk pinggang Kibum, menyentuh kepalanya di perut rata Kibum.

Dengan gemetar Kibum mengelus kepala Jinki, ketika Jinki mencium perutnya dan menatap Kibum yang sudah menangis, Kibum menangkup wajah Jinki dan tertawa getir sambil menangis, aneh jika kau melihatnya begitu, tapi bagi Jinki, Kibum selalu cantik…

“N-neh…hiks…yes i will…”,

Jinki berdecak, ia menghapus air mata Kibum dan menarik lehernya kemudian mencium bibir plum pink itu, Kibum menarik leher Jinki mendekat, ciuman mereka sangat lembut , hanya bibir mereka yang bergerak saling mengulum, tidak ada nafsu, hanya menggambarkan betapa mereka saling membutuhkan dan saling mencintai. Semua orang menatap mereka heran, namun semakin lama semakin tersenyum, membiarkan kedua namja itu tenggelam dalam suasana mereka.

“Sarang—“

Kibum menutup bibir Jinki , “Saranghae Jinki…jeongmal saranghae, mianheee…”, Kibum menangis,bersyukur Jinki menerimanya, Jinki tersenyum dan memeluk Kibum sekali lagi, merasakan hangatnya tubuh mereka, dan berkali-kali mencium pundak dan sisi kepala Jinki.

WTF.Onkey

“Kau yakin kita akan katakan ini pada umma?”, tanya Kibum menggenggam tangan Jinki erat saat mereka berada didalam lift, Jinki menarik Kibum dan memeluk pundaknya,

“Tenang saja, kita lakukan bersama…”, Jinki mencium kening Kibum, Kibum tersenyum dan memeluk Jinki sebelum pintu lift terbuka, dan mereka segera berjalan menuju pintu apartemen Kibum. Mereka saling bertatapan satu sama lain dan membuka pintu.

“Kibum…”, umma nya langsung menyambutnya, ia sedang duduk di sofa ruang tamu dan …nafas Kibum tercekat, ia memegang tangan Jinki dengan erat. Ummanya terlihat habis menangis, dan mengisyaratkan mereka duduk.

Jinki dan Kibum duduk berdampingan dan siap menjawab apa yang akan ditanyakan ummanya, “Ini…”, Kibum menunduk dalam, “Bisa kau jelaskan pada umma tentang ini Kibum?”, Kibum, ummanya tidak pernah memanggil nama pendeknya, tidak jika ia tidak serius.

“M-mianhe…”

“Maaf sebelumnya Kim ahjumma, biarkan saya yang menjelaskannya pada anda …”, Jinki menarik tangan Kibum, “Sejujurnya saya adalah pacar Kibum, kami bertemu disekolah, dan kami menjalin hubungan, dan seperti yang anda ingin ketahui, kami memang menjalani hubungan yang jauh lebih intim …”

“U-umma…mianhe…”, Kibum berdiri dan berlutut dikaki ummanya, ‘Mianhe umma, bummie banyak salah, bummie tahu umma akan benci bummie…tapi bummie mohon umma, biarkan bummie pertahankan janin ini…bummie mohon umma…” katanya menangis, ummanya sudah melihat kearah lain dan menangis.

“Kau tahu sendiri bummie… umma pernah merasakan hal ini, umma tidak ingin kau mengalami hal yang sama, dan umma bersyukur kau namja, tapi…kali ini…” ummanya tidak bisa meneruskannya,

“Umma…”

“Aku akan menikahi Kibum.”, jelas Jinki, Umma Kibum menoleh terkejut,

“A-apa?”

“Aku akan menikahi Kibum, kedatangan ku kesini karena aku juga ingin menyampaikan hal ini, dan meminta ijin padamu untuk menjadikannya istriku…”,

“Tapi…”

“Tenang saja, aku akan bertanggung jawab atas semuanya,aku janji…”, Jinki memeluk Kibum, umma nya menutup matanya dan memandang ke arah Kibum.

WTF.Onkey

[Headline news: Berita kali ini sangat mengejutkan Korea, dikabarkan penerus Lee Coorps , Lee Jinki melangsungkan pernikahan pada tanggal 11 November 2011, resepsi diadakan hanya kolega bisnis dan juga keluarga serta kerabat, pernikahan sesama jenis ini bukan yang pertama kali dilakukan, meski hal ini menuai banyak pro dan kontra dari berbagai pihak, Lee family sendiri seperti menutup telinga, dan terus mendukung atas keputusan penerusnya itu, begitulah yang diucapkan oleh presdir dari Lee coorps sendiri, sekian.]

Jinki dan Kibum tidak pernah percaya ini akan semudah yang mereka bayangkan, tidak ada tangisan, tidak ada kekerasan, dan juga tidak ada emosi yang musti ia kuras, entah apa yang dilakukan Jinki, ia berhasil meyakinkan appanya untuk menerima Kibum sebagai istrinya, dan sekaranglah, mereka berdiri bersama di balkon sebuah hotel di Jeju menghabiskan malam pertama-well…malam kesekian-mereka.

Selesai resepsi, meninggalkan 2min yang sudah membuat anak sendiri, dan umma Kibum serta appa Jinki bersenda gurau, Kibum ditarik paksa oleh Jinki yang tersenyum lebar.

“Aku tidak habis pikir, kenapa kau bisa terus tersenyum, aku takut aku Cuma mimpi…”

“Oh come on baby, kau mencium ku dan kita berciuman saat menikah tadi pagi, dan itu terasa sangat real, tidak mungkin kita bermimpi…”

“Tapi kau tidak jelaskan padaku kenapa kita bisa—‘

“AH, nanti saja…”

Jinki terus menarik Kibum menuju kedalam mobil mereka dan supir sudah berjalan ke arah yang dituju.

“Kita mau kemana sih? Pesta belum selesai, kau tidak bisa tinggalkan tamu begitu saja…”

“Baby, kau lebih cerewet kalau sedang hamil.”,

“YAH!”, kibum berusaha memukul Jinki, namun tangannya ditahan dan diciumnya bibir Kibum

“Bercanda…sayang…’, Jinki mengelus bibir Kibum dan tersenyum, Kibum tidak bisa banyak bicara, ia selalu mati kutu jika menerima senyum itu.

“Lalu kita mau kemana?”

“Ke sebuah resort milik keluarga ku, kita akan naik helicopter pribadi kesana…”

Kibum menganga, “Kau terlalu kaya Jinki.”

Jinki berdecak dan mengulurkan tangannya ketika ia turun dari mobil. “Dan itulah kenapa aku sangat mencintaiku.”

Kibum memutar  bola matanya, ‘Please…”, erangnya, Jinki hanya terkekeh dan mencium sisi kepala Kibum.

WTF.Onkey

Kibum sangat shock ketika ia tahu mereka ada dimana, tempat mereka honeymoon. Kibum berputar dan berjinjit serta terlonjak senang merasakan hembusan angin dan juga bau laut yang tercium dari balkon resortnya itu. Jinki menaruh koper mereka dan berjalan menuju Kibum,memeluknya dari belakang dan mencium tengkuknya.

“Nae anae haengbokhe?”,bisik Jinki.

Kibum terdiam, menyembunyikan rona merah dipipinya, ‘Kau tidak percaya, aku ingin sekali kesini…” bisik Kibum, Jinki tersenyum dan menopang dagunya di pundak Kibum, menggerakan tubuh mereka kekanan dan kekiri.

Dan terdengar suara bunyi dari perut Jinki, Kibum terkekeh, dan menoleh ke arah suaminya, “Pfh, kau lapar ?”, Jinki terkekeh dan mencium pipi Kibum.

“Aku tidak makan nasi atau yang mengenyangkan tadi…”, ia cemberut, Kibum mencubir pipinya,

“Pantas jadi kurusan…”, Kibum menarik tangan Jinki, “Kajja…tunjukan aku dimana dapurnya…aku buatkan kau makanan…”

“Aku mau makan ayam…”

Kibum berdecak, “Aku tidak perlu bertanya dan kau tidak perlu bilang pun aku tahu kau mau itu…”, ia berkedip ke arah Jinki, Jinki memeluk pundak Kibum ketika mereka tiba. Kibum langsung melihat ke arah kulkas, dan tentu, ia tidak perlu terkejut, sudah sangat banyak sekali persediaan makanan yang ada dan siap dimasak, Jinki benar-benar sudah mempersiapkan semuanya.

Jinki memandangi Kibum dari belakang ketika ia masak, hanya terdengar bunyi alat masak yang Kibum gunakan. Kibum yang tahu akan pandangan Jinki yang terus menerus menatapnya dari belakang merasa risih dan gugup.

“Kau tidak mengerjakan sesuatu dibanding memandangiku? Jika sudah matang, akan kupanggil nanti…”, jelas Kibum, Jinki berdecak.

“anio, memangnya salah melihat istriku masak?”

“Ya.”,

“Yah waee?”, Jinki cemberut dan berjalan ke arah Kibum.

“Itu aneh—“, Jinki sudah berdiri di belakang Kibum, menahannya diantara counter dapur, tangannya berada disisi tubuh Kibum dan mencium pipi Kibum.

“Apa yang mau kau lakukan?”, Kibum berusaha menghindar ketika Jinki sudah mulai mencium leher Kibum, Kibum menahannya mendorong dada Jinki.

“J-jinki…”

“I miss you…”

“B-but…sekarang aku sedang…” Kibum berusaha menghindar namun Jinki sudah mencium tulang dada Kibum, “J-jinki! Berhenti dan lakukan nanti kalau kau tidak mau ku membuat ayammu gosong.”,

Gotcha! Dan itu berhasil membuat Jinki berhenti melakukan tindakannya, ia mendongak dan menatap Kibum dengan tampang cemberut. “Fine, tapi jangan membuat ayamku gosong baby…”, Jinki kembali berjalan ke kursi dan duduk disana menopang dagunya. Kibum terkekeh.

“Sekarang aku tahu kelemahanmu…”,ledek Kibum, Jinki berdecak.

“Oh oh, aku lebih dulu tahu apa kelemahanmu…”

Jinki duduk disebelah Kibum dan menyuapinya ayam terus menerus, dengan alasan untuk anaknya yang berada di perut Kibum, Kibum dengan senang hati membuka mulutnya dan berusaha tersenyum menerima perlakuan Jinki.

Jinki bangkit dan menyalakan sebuah remot kemudian terdengarlah sebuah lagu mengalun dari sound system. Entahlah…lagu lama, Kibum tidak tahu apa dan siapa yang bernyanyi. Ia terkejut ketika Jinki mengulurkan tangannya dan berlutut,

“Bisakah kita berdansa?”, katanya, Kibum menggelengkan kepalanya, ketika ia menyambut tangan Jinki. Jinki menarik pinggulnya dan membawa Kibum kepelukannya,

“Naiklah ke atas kakiku…”,

“Hah?” Kibum melihat kebawah, Jinki menuntun Kibum untuk menginjak kedua kakinya, dengan kekuatannya ia menarik pinggul Kibum, dan membuat Kibum melayang di atas tanah, menginjak kaki Jinki sebagai tumpuannya.

Kibum melingkarkan tangannya dileher Jinki, merasa khawatir akan berat badannya, dan juga takut akan keseimbangannya, namun Jinki berbisik ditelinga Kibum.

“Sssh… tenang, aku akan menjaga umma dan my aegya dengan baik… just hold me still baby…”,

Kibum menoleh dan menatap Jinki, ia tersenyum dan menarik tubuhnya mendekat, Jinki menatap mata Kibum lekat, kening mereka bersentuhan…

Sometimes i just hold you
too caught upon me to see
im holding a fortune
thah heaven has given to me
ill try to show you

Each and every way ican
now & Forever
I’ll be your man

Mereka berciuman, merasakan hangatnya bibir saling bersentuhan, lembutnya manis ciuman mereka, tidak ada nafsu yang tersirat, hanya sebuah rasa cinta…

“Saranghae Kibummie…”

Until the day ocean doesn’t touch the sand
Now & Forever
I will be your man

[Song: Richard marx – Now &Forever]

“Nado saranghae …Jinki…”

Dengan itu Jinki menggendong tubuh Kibum bridal style dan masuk kedalam kamar mereka, merebahkan perlahan ke atas tubuh Kibum, dan naik perlahan ke atas tubuh Kibum, sangat berhati-hati, menahan tubuhnya karena berada di antara ia dan calon bayi mereka… Jinki membelai pipi Kibum, menghapus rona merahnya… sebelum bibir tebalnya mencium kembali bibir Kibum…

.

.

“Jadi, mau apa kau kesini?”,

“Aku ingin minta bantuan … bisakah kau bantu aku untuk memisahkan Jinki dengannya?”

TBC~

Tae hee hee hee hee~~ danbooboooboobooboo~ begitulah, agak aneh banget alurnya, but hey, i dont want make Onkey suffering~ and voila, happy ending …or not?

Tapi, pasti pada bingung kenapa Jinki bisa nikah sama Kibum? Dan gampang banget ijinnya, kan liat sendiri appa Jinki biasa” aja sama Kibum. Tapi…siapa yang diakhir part ini? Kekekeke~

Jangan pada maksa update yah, sekarang gue Cuma bisa OL weekand, tapi kalau kalian tetep dukung aku, insyaallah cepet kok😄

FEEL FREE TO COMMENT
I LOVE YOU COMMENERS~~ *HUGHKISSANDTOUCH

171 thoughts on “[Onkey] WTF part 4 of ?

  1. sweet….^^
    OMO tuh jinki oppa mnis banget nglamar kibum umma,…😀
    .
    yah..yah..yah
    tuh siapa yg mo misahin….!!! o_0
    Jjong oppa kah…???

  2. Ini bagian sweet ya?? Romantis lahh. Pengorbanan mereka🙂
    Tp siapa itu yg bicara di paragraf trakhir??

  3. Owh… Jonghyun oppa kok ngomong gitu ??? Jangan bilang oppa suka Jinki ??? Andweeee oppa, masak same suka sma same….
    Gak ngerti permasalahan JinKibum. Part 2 dn 3 pke pw

  4. kibum hamil?
    huwaaa cepet bangets kkk~~
    wah gak nyangka appanya jinki segitu gampangnya acc..
    yeyeye jinkibum bersatu kkk~~
    tapi emang kog mudah banget ya jalannya huft
    semoga gak ada hal buruk kedepannya..
    jinkibum fighting ne~~
    kkk~~ ummanya key pasti sedih anaknya mengalami kejadian yg sama ma dia T^T
    semoga gak angst banget nie story ><

  5. Wiiih,
    jinki daebak (y) kya gni ni baru bisa disbut gentle

    kyaknya itu pasti appanya jinki deh yg bicara diakhir itu.iya gak? Sudah ah,aku penasaran! >< next!

  6. jinhun terpaksa loncat 2 chap baca ff chap.a soal.a diprotek terus nama author.a difb gak tau… huhuhuks nangis ketjer jinhun jadi.a. . gak nunggu lama onkey langsung nikah… untung semua pada setuju tapi siapa to yang mau misahkan onkey yang lagi berbahagia ? jonghyun kah ? heummm, bisa jadi.,. loncat lagi ah.

  7. nah loh itu siapa lagi??
    mau ngerusak hubungan orang -.- biarin apa tuh jinki ama kibum bahagia..
    susah luh si jinki ngeyakinin kibum..
    kalo bukan ama hal gila yg jinki lakuin mungkin kibum ga bakal mau balikan lagi ama jinki..
    itu siapa sih? jonghyun lagi kah?

  8. Nyam Nyam Nyam.. Mereka married juga akhirnyaaa..
    Lengkap.. Udah hamil pula.. Aq lupa mereka ini kan anak kuliahan kan ya?

    Ya brti boleh2 aja lah nikah. Mwahhhh..
    Jinki udah jadi suaminya Kibum krg.

  9. Swett banget… Akhirnya onkey jadi nikah jugak.. Itu jjong yg masih ga trerima kalok onkey udah jadian??

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s