Reaching The Sky/ Slight 2min Onkey/ Drabble~


foreword

Anyeong yeorobun!!

AKU BAWA FF PALING ANEH SEDUNIA*plak

ini juga sspecial buat Yeobo*kei mulu perasaan dah, gw ga dkasih2 happines nya =_= doi malah asik selingkuh sama somai* #tenggak racun

Oke ini adalah main cast TAEMIN.. hahaha.. Jinki ga dapet banyak,,*suamiku~~huhu*

Gw ga berharap banyak sama FF ini, well ini harusnya ga ada percintaan nya guys, ini versi aslinya ayah sama anak. gw terharu aja sama TEKAD YUICHI(nama asli tokohnya) yang setia nungguin ayahnya pulang.. meskipun semua orang  menganggap Ayahnya udah mati, he is still believing his heart.. kesimpulannya Nothing is Impossible Impossible is Nothing.. kalau kita percaya maka ga ada istilah ga mungkin?!… Insya Allah yah Tuhan ga pernah Tidur.. gw harap kalian dapet ambil positifnya, ini bener2 gw tambahin banyak banget *Digentayangin author asli* muahahha…

GW CINTA MATI SAMA LEE BROTHER… MEREKA MANIS BANGET  >///< GW BERHARAP PUNYA KAKAK KAYA JINKI punya ADEK KAYA TETEM*eh ga deh tetem banyak makan/plak* #curhat

muahahahha..

Happy Reading

Original story by         : Yoshida Genjiro (Ten made todoke)

Improved by               : Yua Wandira ^^v

Ontae ><

 .

.

.

Bagaimanapun juga Taemin tidak bisa tidur.

Seiring semakin larutnya malam, angin pun berhembus dengan kencangnya. Ia jadi khawatir terhadap hyungnya –Lee Jinki- yang sedang berlayar mencari ikan di laut.

Lee Taemin seorang namja yang bisa dikatakan special dengan parasnya yang cantik bahkan mengalahkan kecantikan seorang yeoja sekalipun. Taemin, namja berumur 14 tahun yang sejak ia membuka mata dan melihat dunia, hanya ada nama Lee Jinki. Sosok hyung sekaligus appa sekaligus umma. Sejak bayi ia dirawat oleh Jinki yang berbeda 5 tahun dengannya. Saat itu Jinki yang berusia 5 tahun nekat membawa pergi Taemin dari rumah begitu tahu kalau adiknya ini akan dijual ke luar negeri.

GILA!

Bahkan anak kecil seperti Jinki saja sadar hal itu merupakan hal gila dan tidak berkeprimanusiaan. Desakan ekonomi? alasan klasik.

Jangan tanya bagaimana penderitaan Jinki merawat adiknya ini. Manusia selalu mendapatkan kekuatan saat ia terdesak bukan? Insting? mungkin kata itu yang bisa mewakili apa yang dilakukan Jinki. setidaknya ia berbuat sesuai hati. Hati anak kecil yang bersih dan polos.

Taemin bangkit dari tempat tidurnya. Ia meraih lampu dan pergi kearah jendela. Air hujan turun dengan deras laksana air terjun yang mengetuk – ngetuk jendela kaca.

Angin berhembus kencang di langit yang kelam.

Suara lonceng desa terdengar sayup – sayup bergema.

“hooii…hooiii…”

Suara teriakan orang kadang – kadang terdengar bercampur dengan bunyi gemuruh angin dan hujan. Sungguh merupakan suasana sunyi dan sepi.

Cahaya lampu di rumah – rumah penduduk di tepi pantai telah mati tertiup badai. Taemin meletakkan lampunya di dekat jendela kaca. Dari situ ia memandang kearah laut yang luas. Karena itu ia berpikir, jika ia meletakkan lampu disitu, tidak salah lagi perahu – perahu di tengah laut yang kelam itu pun akan dapat melihat cahayanya. Taemin berpikir bahwa keadaan gelap gulita itu akan menyulitkan para nelayan di laut untuk kembali pulang. Karenanya ia terus menerus menjaga lampu itu sambil berdiri di dekat jendela kaca rumahnya.

Beberapa kali cahaya lampunya mati. Taemin menyalakan kembali lalu memusatkan perhatiannya ke arah laut yang kelam.

”kadang – kadang aku dapat melihat cahaya lampu di rumah dari tengah laut yang jauh. Dengan melihat cahaya lampu dari rumah, kekuatan lenganku untuk mendayung perahu pulang ke pantai akan berlipat – lipat”

Jinki sering mengatakan hal itu kepadanya. Ia pun jadi terkenang kata – kata hyungnya itu.

”Taemin ayo makan.. hyung membawa nasi bungkus ne..”

”Hyung tidak makan?”

”Ah . aniya..hyung sudah makan, hyung ke toilet sebentar ne..”

”Ne~~”

Siapa yang tau bahwa sebenarnya Jinki juga belum makan dari pagi, ia mati – matian mencari uang untuk membeli makan untuk adiknya, Taemin. Di kamar mandi ia meminum air tampungan sebanyak mungkin menahan rasa lapar yang ingin membunuhnya ”Tahan Jinki, tahan” hueeeek… Jinki mual ia terlalu memenuhi isi perutnya dengan air garam, air laut?

 

Taemin diam – diam mendengar dari luar pintu…

“Hyung…. Mian…huks..” Taemin mengusap air mata nya kasar dan kembali kekamar, meninggalkan setengah porsi nasi nya untuk Jinki.

Dengan secarik kertas ia menulis.

 

Hyung.. makanlah…aku sudah kenyang ^_^ aku tidur duluan ne~ jumuseyo~ (>0<)//

 

Terima kasih Taemin..gumam Jinki.

Taemin terisak dalam tidurnya membanjiri bantal nya dengan air matanya. Sakit… saat Tahu seseorang yang kau sayang menderita karenamu…

Saat ombak besar berwarna putih bergulung – gulung ke pantai, rumah pun sedikit bergetar. Meskipun begitu Taemin tetap berada di dekat jendela untuk menjaga lampunya.

Namun, saat tengah malam terjadi hal yang sangat merepotkan. Lampunya kehabisanminyak. Untuk membeli minyak ia harus pergi ke kota yang jaaknya mencapai 4km .

”aduh, bagaimana ini? kalau perahu Jinki hyung tidak bisa melihat cahaya di pantai, akan

bahaya nanti….”

Taemin sangat panik. Namun akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kapak yang berdiri di tembok dan segera berlari ke gudang belakang.

Dengan menggunakan kapak, Taemin merusak gudang dibelakang rumahnya. Kemudian ia membawa kayu papan bekas gudangnya ke halaman rumah.

Hujan masih turun, namun karena angin telah reda, maka ia dapat menyalakan api pada tumpukan kayu itu hingga berkobar membesar. Sedikit demi sedikit ia menghancurkan gudangnya dan membakar kayu – kayu itu hingga menjadi bara api.

Hujan badai telah berhenti, kini suasana malam berubah menajdi tenang. Taemin berdiri di depan api unggunnya dan menatap ke arah laut dengan pandangan nanar.

“hyung….. cepatlah pulang.. aku sudah membuat apinya… hyung.. dingin… “Taemin bergumam lirih.

Di pantai banyak perahu yang terseret ombak. Ada pula seorang namja dengan nafas terengah – engah sedang memegang erat – erat bibir perahunya yang terseret ombak.

Orang – orang di Pantai datang untuk menolong orang – orang yang perahunya terseret ombak di pantai.

Serombongan bangau putih melintas di atas Pantai.

Taemin dengan gelisah menanti kedatangan perahu hyungnya.

**

Tetapi, perahu hyungnya tak kunjung datang juga. Sebilah kayu perahu hyungnya pun tak nampak terbawa ombak. Ketika pagi tiba, Taemin duduk di atas bukit pasir yang ditumbuhi oleh bunga – bunga liar yang sedang bermekaran. Ia memandang kearah samudera.

Perahu dengan layar putih melintas dari arah timur ke barat, dari utara ke selatan, melaju diatas ombak.

saat hujan yang sunyi turun di atas samudera, layar yang putih itu nampak seperti awan yang tertutup kabut.

Saat kabut telah lenyapdan hujan pun telah reda, perahu dengan layar putih itu nampak kembali meluncur di atas ombak dari selatan ke utara dan barat ke timur.

Meskipun demikian, hanya perahu hyungnya Taemin saja yang tidak kunjung datang.

Hari pun berganti saja, Taemin pulang ke rumah.

Meskipun orang – orang di Pantai berkata ” sudahlah taemin goon, pulang dan istirahatlah. Hyungmu sudah meninggal!!”.

DEG

Namun bagaimanapun juga Taemin tidak putus asa.

Menjelang malam, Taemin membawa kapak dan pergi ke gudang. Ia mengikis kayu di gudangnya sedikit demi sedikit lalu membakarnya di halaman rumah. Melihat hal itu, para nelayan yang hendak melaut berkata, ”lihatlah malam ini pun Taemin membuat api unggun di rumahnya di atas bukit, sungguh kasihan?!” Dengan dipandu api unggun Taemin mereka pergi melaut.

Sepuluh hari, dua puluh hari ia membakar api unggun, kini gudangnya sudah tidak ada lagi. Meskipun begitu, Hyung Taemin –Jinki- tidak kunjung pulang juga.

**

Saat malam berganti pagi, Taemin berdiri di atas bukit pasir dan memandang ke arah samudera. Saat malam tiba, ia pulang ke rumah untuk melepas kayu pada sisi rumah, merusak dinding dan menurunkan atap rumahnya. Kemudian setiap malam ia membakar kayu – kayu itu sambil menanti kedatangan sang hyung.

”Taemin sudah gila karena hyungnya tidak kunjung pulang, kasian sekali. Lihatlah ia juga telah menghancurkan rumahnya sendiri. Kalau hujan turun ia mau tidur dimana ya?” sambil berkata demikian para nelayan di Pantai berusaha keran menghentikan Taemin agar tidak merusak rumahnya. Namun Taemin tetep mengayunkan kapaknya, menghancurkan rumahnya lalu membakar kayu- kayu nya.

Musim panas telah berlalu, burung –burung pelintas datang melintasi samudera.

Di musim gugur yang sunyi, pada saat bintang bersinar dengan indahnya di angkasa, apa yang dibakar taemin di atas bukit terlihat dari samudera yang jatuh di sana. Para nelayan yang perahunya melintas di samudera tersadar dan setiap malam melihat nyala api yang menyala di atas bukit itu.

Seorang kapten kapal asing berdiri di dek kapal. Ia melihat cahaya api Taemin dengan teropongnya. Ia lalu berkata “oh! sungguh sebuah nyala api yang suci.

Nyala api itu benar – benar indah dan suci. Ada pula seorang pelaut yang berkata, “aku belum pernah melihat nyala api mercusuar yang sedemikian sucinya.”

Atap dan dinding rumah Taemin benar – benar habis. Tiang penyangga utama pun juga sudah musnah.

Seorang yang diam – diam jatuh cinta pada Taemin terus mengawasinya dari jauh.

Choi Minho.

Teman kecil Taemin yang paling jahil, biasanya ia selalu menemani Taemin kemanapun Taemin berada. ia seperi obat nyamuk yang selalu mengelilingi Taemin.

Saat itu Minho akhirnya memberanikan diri mendekai Taemin, walaupun orangtua nya melarang nya mendekati Taemin karena Taemin dinilai aneh oleh warga sekitar.

Tap.. Tap..nyess..

Suara derap langkah Minho yang menginjak rerumputan yang basah menimbulkan suara gesekan antara kaki dengan rumput basah itu.

PUK

Minho melemparkan handuk kecil di atas kepala Taemin yang masih terduduk memeluk lututnya dan kepalanya seperti terantuk – antuk, mati – matian ia menahan kantuknya.

”eum……” Taemin mengerang pelan ketika merasakan ada yang hangat menyentuh kepalanya.

”Taemin… jangan disini, nanti kau bisa sakit, ikutlah ke rumahku eumh?” Minho berusaha membujuk Taemin.

Taemin hanya menggelengkan kepalanya lemah. Bukan ia tidak mau menjawab, hanya saja ia seperti tidak bertenaga, oh bahkan Taemin sudah lupa jadwal makan, atau mungkin sudah lupa istilah ”makan untuk menyambung hidup” ?
Minho hanya bisa membuang nafasnya melihat Taemin seperti ini. Taemin yang riang dan manis sudah berubah…

”Yasudah kalau tidak mau, dasar nakal, aku akan menemanimu di sini…”

”mwo? pulanglah hyung, nanti umma appa mu khawatir mencarimu.. ak-..

“sssttt.. gwenchana~ aku tidak peduli Taemin.. aku akn disni menemanimu suka atau tidak. selesai.” jawab Minho mantap seraya menatap mata sendu Taemin. jelas sekali Taemin saat ini membutuhkan seseorang.

**

Waktu terus berlalu, meskipun demikian Jinki tak kunjung pulang. Pada malam harinya, Taemin duduk di samping nyala api unggun buatannya. Orang – orang desa sering melihat Taemin berdiri dengan mengenakan mantel yang sudah compang – camping di tengah hujan yang lebat.

Taemin tidak sedikitpun merasa sedih meskipun rumahnya sudah tidak ada. Sebatang kara.

Ia hanya gelisah karena kayu yang harus dibakarnya telah habis.

Anak – anak lain di desa yang sejak semula senang terhadap Taemin karena keramahannya, menjadi sangat kasihan terhadapnya. Apalagi setelah mendengar cerita dari ayah mereka.

Pada hari dimana kayu yang seharusnya dibakar telah habis, seperti biasanya Taemin duduk di atas bukit pasir sambil memandang ke arah samudera. Tidak seperti hari – hari biasanya, kali ini sorot mata Taemin menunjukkan kepedihan yang mendalam.

”Kenapa Taemin?” tanya Kibum salah satu teman Jinki.

”Aku sudah membakar seluruh rumahku dan sekarang sudah tidak ada lagi kayu yang tersisa untuk dibakar hyung. Aku sedih karena mungkin Jinki hyung akan kebingungan saat pulang dari laut nanti,” kata taemin sambil meneteskan air mata.

DEG

Entah mengapa perkataan Taemin tadi menyayat hati Kibum. Tentu saja, disaat semua orang bahkan termasuk dirinya –yang sangat mencintai Jinki- sudah pasrah dan menganggap Jinki hilang dan mungkin sudah.. mati?

Rasanya ingin menampar dirinya keras – keras.

Kibum pun ikut merasakan kepedihan Taemin dan ikut menangis.

Baik Minho maupun Jonghyun yang melihatnya pun meneteskan air mata.

Minho berkata, ”Aku punya ide bagus. Kita akan coba minta perahu yang terdampar dan membakarnya,” karena Minho berkata dengan suara parau, semuanya tertawa melihatnya.

”ide yang bagus!” jawab Jonghyun.

“ayo!!” timpal Kibum.

**

Baik Taemin, Minho, Kibum dan Jonghyun mereka saling bergandengan tangan dengan dipimpin Minho berjalan menyusuri pantai.

“ayo semua, tolong Bantu!” teriak Jonghyun

Baik anak – anak yang bermain di kuil, anak – anak yang sedang memunguti buah kastanye di Hutan, maupun anak – anak yang sedang mengumpulkan kerang di Pantaipun semuanya datang berkumpul. Mereka mengambil perahu –perahu yang terdampar, kayu – kayu kering dan membawanya ke halaman rumah Taemin di atas bukit. Betapa gembiranya hati Taemin. Anak – anak pun bersuka cita.

”Taemin-ah Hyungmu pasti pulang! kita hanya perlu membuat api yang cukup besar…jadi kau jangan murung ne~!” Minho menepuk pelan bahu Taemin dan tersenyum.

”ne~! aku selalu menunggunya hyung~ aku yakin dia masih hidup,, hyungku belum mati.. karena aku tahu dia masih ada..masih disini..gomawo hyung~ kalian mau membantuku..aku sangat bahagia memiliki kalian” Lirih Taemin hampir saja meneteskan air mata.

Lalu buru – buru Minho mengusap ujung mata Taemin yang tampak sedikit lagi akan meneteskan air mata.

Chu~~

Tiba – tiba Minho merasa gemas dan mencium pipi Taemin.

O.O hah? Taemin hanya bisa terbengong dan jujur saja jantungnya sedikit berdebar tadi saat bibir tebal itu menyentuh pipi chubby nya.

”baiklah Taemin aku pergi dulu ne~ aku akan kembali lagi..” Minho buru- buru menghilang dari hadapan Taemin bahkan sebelum Taemin menjawab sepatah katapun

Ada apa dengan Minho?

Aiiissh.. apa yang kulakukan tadi!! bodoh..bodoh..bodoh.. Minho kau bisa membuatnya merinding ketakutan.. aargghh >___< habis siapa suruh ia memasang tampang imut begitu sih!! bukan salahku kan kalau aku gemas.. aissh~ jinjja.. otakku sudah rusak!

Minho menggerutu sambil berlari kecil tidak memperhatika ada batu besar di depannya dan

BUGH

”awwww” Minho meringis

”Ya!! Minho apa yang kau lakukan? malah bermain pasir! kau ini bodoh ya?”

Hah?main pasir katanya?

”Aish.. heh kucing bodoh aku terjatuh tahu! siapa yang bermain”

OMO!

hahahahahha …

Bukannya membantu Kibum malah tertawa melihat posisi jatuh Minho yang sangat jelek dan tak berseni itu. ditambah tangannya terkena kotoran binatang..

Lalu Minho menyadarinya dan.. gyaaaaaaaaaaaaaaa…!!! Minho histeris melihat tangannya penuh dengan kotoran itu.

Taemin yang melihatnya sejak tadi terlihat tertawa terpingkal – pingkal sampai berjongkok dan memegang perutnya. Hal itu membuat Taemin geli setengah mati. Ia tidak mengerti kenapa Minho bisa terjatuh seperti itu.

”hey ~ Minho, sepertinya adeganmu jatuh itu bagus sekali, lihatlah Taemin sekarang tertawa seperti orang kerasukan” timpal Jonghyun yang kaget melihat Minho jatuh, tentu saja ia juga tertawa keras. ==’’

”ah.. jinja~ ” Minho hanya mendengus kesal, pasti sekarang tampangku jelek sekali, pikirnya.

Kibum dan Jonghyun hanya terkekeh melihat tampang horor Minho. ckck

Hari berganti malam.

”ayo kita bakar kayu – kayu ini hingga nyala apinya sampai ke langit!’’ Jonghyun meneriakkan ini lau menari dengan riang gembira.

”setuju!!”

”Setuju!! bakar sampai langit!”

Mereka pun menumpuk kayu – kayu itu hingga mencapai ketinggian rumah, lalu menyulutnya dengan api.

Gunung, atap, kuil, bukit, pasir, semuanya terlihat berwarna merah karena pantulan cahaya api.

Anak – anak berpikir bahwa nyala api di atas bukit yang mereka nyalakan tingginya telahmencapai langit.

Tepat pada malam itu, sebuah kapal dari negeri yang jauh sedang melintasi samudera itu. Kapten kapal yang sedang berada di atas dek melihat nyala api yangseolah seolah hampir menyetuh lagit tersebut.

”apa itu?”

”Nyala api suci itu seperti yang dilihat nabi Yudea pada zaman dulu,: kata kapten kapal.

”Kapten, lihatlah disana,” kata klasi muda sambil melihat dengan teropong.

”oh, apa itu? Bukankah yang mengelillinginya adalah anak – anak yang sedang menari? Benar – benar pemandangan yang sangat menakjubkan Seperti dunia para dewa,” kata kapten kapal.

Karen takjub dengan pemandangan langka berupa poros api itu, tanpa sadar sang kapten kapal mengarahkan kapalnya ke pantai tersebut.

Kapal yang menterupai gunung kecil dan berwarna hitam itu pun sampai di pantai. Mereka lalu melemparkan jangkarnya ke laut.

Tepat pada saat itu seorang Korea naik ke atas dek dan berkata kepada kapten kapal.

”Tidak salah lagi ini adalah pantai kampung halaman saya. Atap kuil dan bukit yang berwarna kemerahan dan diterangi oleh tiang api disana itu pun sudah pasti adalah kampung halaman saya”.

Namja itu naik ke sampan kecil paling dulu. ia adalah hyung Taemin, Lee Jinki.

Pada malam dimana badai menghantam perahunya, perahunya terseret hingga ke pesisir negara asing. Ketika ia sedang sekarat di dalam perahunya, sebuah kapal asing datang menolongnya. Saat kapten kapal dan para klasi turun ke pantai, Jinki pun turun serta dengan gembira.

Jinki berlari ke arah bukit memandu kapten kapal dan yang lainnya.

”Bagaimana nasib Taemin? Rumanya sudah tidak ada,: katanya khawatir. Ia lalu berlari ke arah bukit poros api itu berada.

”Taemin!”

”Oh hyung telah pulang!!” Taemin menoleh mendapati hyungnya sedang berlari ke arahnya.

Lalu keduanya berpelukan dan menangis dengan bahagia.

Poros api berwarna merah menyala itu menerangi Hyung dan dongsaeng yang sedang berpelukan bahagia.

Bulan purnama menampakkan dirinya.

Anak – anak dan para kelasi kapal menari – nari mengelilingi poros api yang merah menyala.

”sampai ke angkasa, bulan memerah, bintang memerah, seperti wajah Taemin, ayo bakar sampai ke angkasa”!!

**

epilogue :

Setelah Jinki pulang kembali, kehidupannya seperti sedia kala. Awalnya ia pun bingung akan tinggal dimana, namun dengan senang hati Kim Kibum yang sekarang menjadi kekasihnya menawarkan tempat tinggal bagi mereka. Akhirnya Jinki dan Taemin menetap sementara di Rumah Kibum. Kibum yang hanya tinggal dengan bibinya sangat senang saat Jinki mau menerima tawarannya. Jinki merasa berhutang budi sangat banyak pada Kibum.

”Kibum~ jeongmal gomawo atas segalanya… aku tidak tahu jika kau tidak ada disampingku…” Jinki berkata lembut seraya mengenggam erat jemari Kibum, sangat erat. mereka berjalan di tepi pantai menikmati sunset yang mebiaskan cahaya kemerahan yang sangat indah di samudera. Kibum menyandarkan kepalanya di bahu Jinki.

”hmm~~…” Kibum hanya menjawabnya dengan gumam an tidak ingin merusak momen ini dengan berbicara, baginya tidak ada yang perlu diucapkan lagi karena jelas ia sangat Mencintai Jinki.

Sret

Jinki melepaskan tautan jemarinya dan berdiri didepan Kibum dan memegang kedua bahu Kibum. Kibum tersentak kaget dan memiringkan kepalanya heran.

”Kibum.. will you marry me..?”

DEG

Jantung Kibum seprtinya mau keluar dari rongga dadanya. Akhirnya… akhirnya kalimat yang selama ini ia tunggu – tungu dari mulut Jinki keluar juga. Setelah beberapa tahun ini ia menantinya. YA TUHAN!!

Kibum menutup mulutnya dengan punggung tangannya tidak percaya dengan hal yang barusan ia dengar.

”Ji-Jinki… y-yes i do~”

KYAAAAAAAAAAA

”Jinki lepaskan.. !!nanti aku jatuh!! Jinki pabo~!!” Kibum meronta – ronta saat tiba – tiba Jinki menggendongnya dan memutar – mutar tubuhnya dipelukan Jinki. Jinki sangat bahagia lamarannya diterima. Ia mendekap erat tubuh Kibum dan memutarnya seperti anak kecil. Jelas sekali degupan jantung masing – masing saat dada mereka bersentuhan satu sama lain.

”Taemiin~~sudahlah jangan mengintip terus”

”ah apa sih hyung.. sana pergi kalau tidakmau menemaniku, ini lagi seru hyung.. hushh..hush” Taemin melambaikan tangannya mengusir Minho yang dari tadi protes dengan aksi Taemin mengintip hyungnya. Mereka sudahmengikuti Jinkibum selama 2jam. come on bahkan Minho melupaka rebcana awalnya dengan Taemin karena ia merengek minya ditemani menguntit hyungnya ini. haaah~ Minho tidak berdaya lalu dengan setengah hati meniyakan permintaan ajai Taemin.

”Taemin!!!” Minho menaikkan nada nya saat dilihat nya sekarang pasangan mesum itu sedang berciuman dengan sangat ganas di tepi pantai.

”waaah….. *___*” Taemin malah semakin menikmati pemandangan di depannya ini yang semakin memanas saat Jinki menelusupkan tangannya ke kaus Kibum…

asdfghjkl!!! Mereka itu tdak tahu tempat atau apa?! GILA!! aku bisa gila!! Minho terus menggerutu.

”Taemin….”

”hmmm.. mwoo hyung”

SRET

Minho sudah tidak tahan lagi, hey!! siapa yang tahan jika disuguhkan pemandangan sepanas itu ditambah disampingnya ada sosok yang amat sangat ia cintai.

Chup~

“euummpphh….hyuu~~hhhmpp~” Taemin kaget saat bibir tebal Minho membungkam bibirnya tiba – tiba.

Minho tidak peduli, yang ia tahu ia juga tidak tahan, hasratnya terlanjur naik gara – gara melihat pasangan itu mengumbar kemesraan mereka didepan umum. *lu yang ngintip min!et dah -,-‘’

“Taemin.. menikahlah denganku!”

Mwo?? O.O

 .

.

.

.

.

.

END

 AKU HARAP KALIAN MENGAMBIL POSITIFNYA ~

teteeeep terakhirnya gw tambahin yadongan~ LOL

Onew : Makasih komennya yeorobun~~

Taemin : ne ne ne~~~~ *hosh hosh hosh* Hyuung~~ tunggu akuu.. duh kok lari ga sampe2 sih -_-”

 zzzzz cape abis syuting ep ep..

jumuseyo~~

86 thoughts on “Reaching The Sky/ Slight 2min Onkey/ Drabble~

  1. yaaaaaaa..

    sungguh bikin terharu kisahnya.

    andai taemin gak bikin api terus jinki nga bakal pulang..

    dan.. lagi2 onkey bikin 2min mesum -_-

  2. Ngakak sama endingny! Lol
    Hebat banget perjuangan ontae mah ><
    Mereka saling memperjuangkan.
    Aaaaahhhhh lee brother memang terbaik!! 😉😉

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s