[onkey] Pledge


ANNEYONG… ^^HIHIHI

sepertinya saya memang galau deh,, humm..gara2 si uma nih, nyeritain lagu Pledge-Gazette, walau sebeenernya saya juga belom denger lagunya. tapi itu lagunya artinya sedih ToT

Baiklah… selamat membaca, jangan lupa tinggalkan komen dan like ^^b

KOMEN WAJIB! YANG GA KOMEN SAYA DOAKAN PANU!!

AMIN

SELURUH PLOT DAN ISI DARI FF INI MILIK SAYA!!

RCL!

Title : Pledge

Author : Keysha Mahaz

Cast : JinKibum

Genre : Sad romance, and a bit of comedy?

Length : super mini ff

.

.

Kibum tak bisa diam dalam duduk, terasa dingin untuk permukaan kursi taman yang tengah ia duduki sekarang. Tampak gusar karena orang yang sedari tadi ia tunggu tak kunjung datang. Entah sudah berapa kali ia melirik jam dan ponselnya, ini sudah lewat sejam dari yang Jinki janjikan padanya. Kenapa masih belum datang? Bukankah biasanya selalu datang tepat waktu? Malah lebih awal dari waktu yang di janjikan.

Menghela nafas berkali-kali sebelum akhirnya menyunggingkan senyum sumringah di wajah cantik itu. Ketika dua mata kucingnya berbinar membidik sosok tampan yang tengah berjalan seraya melambaikan tangan pelan kearahnya. Tampak terlihat sebuah senyum samar disana, membuat kibum mengernyit dan buru-buru mendatangi Jinki. menggenggam telapak yang entah terasa dingin didalam genggaman mungilnya.

“Kau sakit? Tanganmu dingin sekali..” keluh kibum, menggosokkan tangannya dengan tangan Jinki, lalu meniupkan sebentar uap hangat dari mulutnya pada telapak besar itu. Jinki hanya berdengung pelan, tersenyum sendu dan menggenggam tangan kecil kibum. Melebarkan senyumnya sambil menatap kibum lurus-lurus.

“Aku mencintaimu..” pelan Jinki, mengecup satu persatu jemari lentik itu penuh sayang, membuat kibum semakin heran dengan tingkah jinki hari ini.

“Nado..umm..kau terlihat aneh hari ini, waeyo?” membiarkan jemarinya terus digenggam seperti ini. Mengalirkan kehangatan yang entah kenapa terasa memudar perlahan-lahan. Tercengang saat jinki malah menarik tubuhnya dalam pelukan yang erat.

“Aku mencintaimu, kibum..neomu saranghaeyo..” berbisik lirih, menggerakkan kepalanya pada lekukan leher kibum. Membuat namja cantik itu terkikik dan mendorong pelan dada jinki, agar bisa melihat wajah tampannya. Menangkupkan dua tangannya di pipi Jinki, tersenyum tipis sebelum mengecup bibir tebal itu perlahan dan lembut. Manis. Tapi jinki sama sekali tak memberikan reaksi, tetap diam hingga akhirnya kibum menyadari bahwa benar-benar ada yang janggal dalam diri kekasihnya ini.

“Nae yeppeo..makan yang teratur, tidur jangan terlalu malam, jaga dirimu oke?” meraih pinggang kibum dan merapatkan jarak mereka.

“Apa sih yang kau bicarakan? Memang kau mau kemana sih? Eum?” menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum miris. Entahlah, seperti pertemuan ini terlalu sendu untuk kibum. Menatap jinki yang tersenyum tipis lalu memeluknya kembali, lebih erat dan lebih hangat dari sebelumnya.

“Aku ingin kita berakhir”

.

.

Jonghyun tak bisa memikirkan apa yang harus di lakukannya sekarang, terlalu bingung dan..kacau! melihat sang adik yang tiba-tiba memaksa masuk kamarnya lalu menangis keras-keras. Menjajah seluruh tempat tidur Jonghyun sampai namja tampan itu terpaksa duduk di lantai. Meringis ketika kibum memekik tertahan di dalam bantal, dan jujur saja..walau sudah terhalang bantal, tetap saja suaranya terdengar memekakan di telinga Jonghyun.

Mengelus punggung sempit itu, berusaha menenangkan kibum dengan mengesampingkan segala keluhannya atas pencemaran suara di dalam kamarnya. Enggan bertanya apapun, karena menurutnya bukan kondisi yang tepat untuk melakukan hal itu. Membiarkan saja kibum menyambar kotak tisu diatas meja nakas dan menghabiskannya secara brutal.

“HUWAAA!! JONGHYUN HYUUUNGGG!!!” kali ini benar-benar berteriak keras, memeluk leher jonghyun erat sambil dengan teganya membasahi kaos hitam yang jonghyun kenakan dengan linangan air matanya. Jonghyun meringis lagi, tak bisa melakukan apapun di depan sang adik yang mungkin frustasi atau semacamnya?

“Jinki bilang..huks..ini..huks..sudah berakhir…huweeeee!!!”

.

.

Hanya terisak kecil, mematut dirinya di depan cermin ukuran setengah badan. Sama sekali tak menghiraukan jonghyun yang sudah mengomel sejak lima belas menit yang lalu. Menatap pantulan bayangan dirinya sendiri, berbalut kemeja pink pudar dengan aksen garis putih samar pemberian jinki..entah kapan? Yang jelas, sangat jelas didalam memori kibum, kalau namja-nya dulu, bilang bahwa kibum terlihat sangat cantik mengenakan kemeja ini.

Menatap sendu sembari menyisir helai rambut blonde yang turun ke dahi, menatap nanar kearah sebuah undangan manis di atas meja rias.

‘Jinki

menghela nafas panjang lalu menyeret langkahnya keluar, menghampiri jonghyun yang sudah menunggu. Tak lupa mengambil sebuah tas tangan untuk di genggam, mendudukkan diri tepat di sebelah jonghyun yang berada di balik kemudi.

“Kau yakin akan melakukan ini?” agak ragu, melihat wajah kibum sangat kusut sekarang. namja cantik itu tersenyum miris, tetap memandang lurus kedepan dan mengangguk kecil. Membiarkan namja tampan di sebelahnya menyalakan mesin kemudian mulai melintas dengan kecepatan sedang.

.

.

Tak banyak yang bisa kibum nikmati hari ini. Semua terasa suram dan,,ergh,,entahlah. Ini terlalu mneyedihkan baginya, menatap anak-anak kecil berlarian dengan hanbok yang sumpah demi apa..itu sangat imut! Dengan dekorasi putih di padu kain-kain warna gold, juga sudut-sudut yang di penuhi mawar merah dan putih. Benar-benar pesta pernikahan impiannya. Pesta impian yang dulu pernah ia ungkapkan pada jinki. tapi sayangnya, kenyataan tetaplah kenyataan. Sekalipun itu pahit, kibum harus menyadari kalau ini bukan pesta pernikahannya yang ia idamkan bersama jinki. tapi jinki dengan wanita lain. Wanita yang berdiri di atas pelaminan, dibalut gaun putih simple yang sangat cantik. Juga erdiri di sebelahnya, yah..tak perlu di sebutkan, sukses membuat mata kibum kembali memanas lalu meremat lebih erat lagi jemari jonghyun.

“Kita bisa pulang kalau kau mau” tawar jonghyun, ini..bayangkan, adikmu yang sedang putus cinta, datang ke pernikahan mantannya sendiri. Dengan berurai air mata dan wajah sendu sepanjang hari. Siapa yang tak cemas?

Kibum sama sekali tak menjawab, bahkan bisa dihitung dengan jari, berapa kali namja cantik itu berucap sepatah dua patah kata sepanjang hari ini. Nihil, tidak ada yang kibum katakan selain ‘ya’, ‘tidak’. Atau mungkin hanya gelengan dan anggukan. Wajah yang pucat walau sudah di poles make up sedemikian rupa, membuatnya seperti mayat hidup,

Namja cantik itu tetap bertahan, walau kakinya lemas didepan tangga naik ke pelaminan. Hendak mengucapkan selamat dan memberikan sesuatu yang sudah ia siapkan untuk si pengatin pria.

Menahan nafasnya yang entah sejak kapan tercekat di tenggorokan, begitu mata sabit jinki menatapnya intens sambil tersenyum manis, seolah tak ada apapun diantara mereka sebelumnya. Seperti tidak ada derai air mata atau patah hati yang pernah terjadi tempo hari.

Kibum menoleh sebentar ke belakang, menatap mata jonghyun dan senyum yang meneguhkannya. Membawanya menyambung langkah hingga di depan sepasang pengantin baru tersebut. Mengulurkan tangan gemetaran, jinki menyembutnya erat. Tersenyum lebar sampai-sampai terasa begitu sesak di dalam kibum.

“Chukae hyung..semoga kau berbahagia” buru-buru melepaskan genggaman tangannya, menyerahkan sebuah amplop putih kecil pada jinki, mengisyaratkan namja tampan itu agar mengambilnya. Segera berganti membungkuk pelan pada si pengantin wanita, lalu turun menemui jonghyun. Menyambar tangan jonghyun dan menyeretnya segera pergi dari sini.

berada di tempat ini lebih lama jelas akan membuatnya lebih sakit lagi..sangat sakit.

.

.

‘ To: Lee Jinki -Orang yang pernah berjanji padaku-

Aku tidak tahu apa yang membuatmu bisa mengingkari janjimu dulu. Atau kau sama sekali lupa dengan janjimu?

Saat pertama kali kau memintaku untuk mendemapingimu sampai maut menjemput, kala itu kau bilang padaku. ‘aku berjanji akan terus ada di sampingmu sampai maut memisahkan kita. Sampai kita bersatu lagi di surga. Aku berjanji akan menyayangi dan mencintaimu seumur hidupku, aku berjanji akan menjagamu sampai detik terakhir kehidupanku.’

Apa kau tahu? Kalau aku dengan jelas mengingatnya, seolah itu baru terjadi kemarin. Kalimat panjang yang membuatku melayang dan berdebar untukmu. BERDEBAR UNTUKMU!

tidak bisa kupingkiri kalau aku marah. Marah denganmu dan dengan diriku sendiri, bisa dengan bodohnya mempercayai kalimat itu. Kalimat yang terlalu manis.

Sekarang, aku tagih janjimu? Haruskah?

Jinki, yang aku butuhkan sekarang bukan hanya sekedar kata cinta, tapi juga kamu.

Kamu yang sudah membuatku tersenyum dan menangis

Kamu yang sudah membuatku tertawa dengan segala tingkah konyolmu

Bahkan kamu yang sudah membuatku patah hati

Haruskah aku menunggu janjimu? Menagihnya?

-Dari orang yang pernah kau janjikan hal manis-

Kim Kibum’

END

KOMEN WAJIB ATAU GA KALIAN PARA SR BAKAL PANUAN! TITIK! TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA ^^

73 thoughts on “[onkey] Pledge

  1. maaf ya key…
    maaf ya mvp.. bang onyu nikah sama ane. hihihi
    .
    .
    .
    .
    *maafkan saya yang sudah tidak bisa membedakan antara fantasi dan kenyataan*

  2. WHAT THE HELL…
    appa yu jng bercanda, knp bs bilang sangat cinta tapi mlakukan semua ini?! WAE?!T.T
    sequelx dundT.T

  3. Oh tidah😮
    Kenapa putus wae ?
    Jinki sakitkah ?
    Atau jinki di jodohkan ?
    Aisshhh ,, OnKey harusnya bersatu author :*

  4. Yah emak kok udahan..
    Gini doang ?

    Huwee ini gk adil buat my bum..

    Jinkii kenapa bisa begini eoh ??

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s