TRAGEDY/ 2MIN/ PART 1


CAST             :  MINHO  &  TAEMIN

AUTHOR    : YUA WANDIRA

GENRE        : SAD ROMANCE, ANGST (?), FLUFF

FOREWORD

hiaaaaaaaaaaaaaat!!!

gue dateng bukan bayar utang malah nambah utang LOL

Oke ini FF 2min guys~ agak aneh ga nge feel g tau kenapa ga PD. ini masih jelek, tadinya mau di edit ulang tapi suer males gw malah ntn harpot dari nomer 1. hahaha

Makasih buat IIN EONNI yang ngasih semangat, aku tunggu kritik nya eon *sobs

kali ini saya mencoba peruntungan di genre Angst~ oke part 1 mah belom angst nih.ckck gw emang pabo buat yg sedih – sedih u__u

oke pecinta 2min maaf buat 2min malah macem gini, haha.. aku ada ide 2min lain tp nanti setelah post White Lies..trus ada fantasy Onkey.kekeke~~

CERITA INI TERINSPIRASI DARI LAGU SOULSTAR TRAGEDY YANG DINYANYIIN ONJJONG..

SERIOUSLY IM CRYING WHEN LISTENING THIS SONG T^T

karena part 1 belom sedih – sedihan gue masukin lirik nya di part selanjutnya aja.. ^^V

WARNING

CERITA PUNYA SAYA

2MIN PUNYA SAYA (DI FF INI)

NO PLAGIAT

NO BASHING

…..

“Aku pergi umma~~” sosok namja imut dan manis menggerakkan tangannya sedemikian rupa di hadapan umma nya.

”ne~ hati – hati ya.. kalau ada yang jahil padamu kau harus tegar dan jangan lupa untuk tersenyum” umma namja cantik ini mengelus rambut aegya nya lembut dan mencubit pipi chubbynya.

Eum.Pasti umma~~

 

Taemin mengeluarkan kedua jempolnya dan memberikan tanda oke dengan senyum lebarnya.

Manis, anak yang sangat manis. Meski ia tidak bisa berbicara tapi ia bisa mengerti perasaan orang lain lebih peka dari yang bisa berbicara sekalipun. Namja yang mengidap bisu semenjak tragedi mengerikan sewaktu umurnya 7 tahun, mendadak ia tak bisa berbicara. Meskipun sudah dibawa ke dokter namun tetap tidak bisa disembuhkan.

Hanya dirinya yang bisa menyembuhkannya nyonya. Kita tak bisa berbuat apa – apa karena ini adalah sugesti nya sendiri, sehingga membuatnya keterusan untuk tidak bicara.

 

Umma Taemin  -nama namja manis ini- hanya bisa menangis tersedu – sedu mendengar penjelasan dokter saat itu. Disatu sisi ia sedih karena trauma yang dialami anaknya, di sisi lain  ia merasa sangat bersalah karena itu semua tak lepas dari salahnya.

Umma Taemin selalu menangis setiap menatap punggung Taemin yang pergi dan berlalu meski terlukis senyum sehangat matahari di bibir Taemin, tapi melihat Taemin selalu dipojokkan karena kekurangannya membuat umma Taemin seperti dirajam hunusan pedang tepat di hatinya. Saat mereka mengolok anaknya yang paling manis, hanya dibalas senyuman hangat Taemin. Setiap saat dan selalu begitu, seolah Tuhan memberikan Hati Es untuk Taemin yang kuat menahan segalanya.

Tapi, kenapa kau tidak mau berbicara anakku?

 

**==**

 

”Aku mau keluar!!!” Minho berteriak pada appa nya.

”MINHO!!!!”

BLAM

Terlambat, Minho sudah membanting pintu rumah dengan sangat keras membuat penghuni di dalam mengelus dada dengan tingkahnya ini. Ya ia adalah Choi Minho, namja tampan,tinggi berkulit kecoklatan dengan garis rahang yang tegas dan mata yang besar dan teduh seperti bulan purnama. Minho sangat membenci appa nya yang memutuskan menikah lagi dengan yeoja murahan yang entah dari mana datangnya. Oke lah menikah lagi, tapi ini yang keberapa? 7?8? ah bahkan Minho sudah tidak ingat. Yang ia tahu adalah He hate his father so much.

Minho melangkah pergi membiarkan kaki panjangnya berjalan tak tentu arah. Minho baru saja pindah rumah ke Seoul setelah sebelumnya menetap di Incheon. Saat ini ia akan memasuki SMA Internasional Seoul tingkat tiga. Tidak heran karena appa nya adalah orang yang lumayan berada.Minho dipaksa masuk sana karena agar ia bisa mudah masuk Universitas Seoul yang notabene nya dipenuhi oleh lulusan SMA elit tersebut.

Minho terhenti saat ia sampai di depan Taman, di sana banyak anak – anak seumurannya sedang bermain basket ada juga yang duduk santai menikmati daun yang berguguran. Yeah~~ sekarang kan musim gugur. Daun – daun kecoklatan berguguran disertai hembusan hangat angin musim gugur.

Suasana saat itu cukup ramai, Minho mendekat dan ingin duduk di bangku Taman. Kebetulan saat itu ada seseorang yang duduk, Minho tidak begitu jelas melihatnya ia hanya melihat punggung ramping itu sedang duduk. Lalu Minho mendekat dan melihat sosok itu tersenyum dengan sangat lebar membuat  Minho heran kenapa ia tersenyum seperti itu sendiri hah? apa dia gila?

Lalu Minho duduk disamping sosok yang diketahui ternyata adalah namja. Awalnya Minho berpikir bahwa ia adalah seorang yeoja, hey ia sangat sangat ramping dan sangat manis, siapapun pasti mengira sosok itu adalah yeoja.

Minho memberanikan diri menoleh dan menatap sosok yang masih tersenyum ini sambil memejamkan matanya lalu menegakkan kepalanya ke atas seolah merasakan hembusan angin yang melewati rambut almond nya bahkan merentangkan tangannya kesamping yang hampir saja mengenai wajah Minho.

1 detik

2 detik

3 detik

Minho terkesima, ia bahkan lupa caranya bernafas. Sosok didepannya ini tiba – tiba merebut perhatiannya, ia menatap nya intens dengan mata bulatnya.Namja manis menngenakan kaos putih bergaris merah dan celana selutut berwarna putih. Bajunya agak sedikit longgar dan memperlihatkan kulit nya yang sangat putih dan halus. Minho masih terpesona sampai ada bola basket melayang dan..

BUGH

”awww..”

Tepat mengenai kepala Minho, ralat tepat mengenai hidungnya. Aliran darah segar keluar dari hidung Minho dan membuat Minho menggertak giginya kesal saat ia sentuh hidungnya.

Anak yang melempar bola basket tadi berangsur mendekati Minho dan meminta maaf namun sepertinya Minho tidak bisa menahan emosinya.

”KAU.. BERANINYA..KAU LIHAT APA YANG KAU LAKUKAN?” Minho menarik leher anak itu dan hampir saja mencekiknya. Anak itu gelagapan dan mendongak melihat amarah Minho yang memuncak.

BUGH

HAH?

Kini satu bola lagi melayang di kepala Minho namun tidak terlalu kuat, baru saja Minho ingin meninju orang itu dan berbalik.

BINGGO!!

Sekarang berdiri di depannya sosok yang sempat ia kagumi tadi sedang tersenyum sangat lebar dan tidak menunjukkan rasa bersalahnya sama sekali melempar bola tadi ke kepala Minho.

Minho mengerutkan alis bingung dengan sosok namja manis ini, tidak mengerti sebenarnya apa yang dilakukannya, senyumannya nya itu mengganggu konsentrasi Minho. Kesempatan ini diambil anak tadi dan berhasil kabur dari jeratan Minho dan berteriak “Terima kasih Taemin!!”

Taemin? apa namanya Taemin? tapi maksudnya apa ia melemparku bola juga? Minho bergulat dengan batinnya namun entah mengapa bahkan ia tidak bisa menyentuh ujung jaripun pada sosok yang dipanggil Taemin tadi.

PUK

Taemin memberikan Note dan menempelkannya ke dada Minho. Lalu Minho mengambilnya dan membacanya.

Jangan marah,dia kan tidak sengaja. mianhe~~ aku memukulmu juga.. kau itu harus sabar jangan melotot seperti tadi itu mengerikan tahu? bahkan kau hampir saja membunuhnya.

 

O_O

Minho membulatkan matanya tidak percaya. Apa maksudnya ini, kenapa ia tidak bicara langsung saja? Apa ia Bi….

SRET

Lengan Minho ditarik Taemin dan kini mereka terduduk lagi di bangku panjang berwarna coklat, matahari mulai sedikit terbenam sehingga taman kini sedikit sepi tertinggal hanya mereka di sini. Taemin lalu mengeluarkan sapu tangan berwarna hijau toska dan mengusap hidung Minho pelan bekas darah tadi yang sedikit masih tersisa. Minho hanya diam, oh Tuhan bahkan Minho heran dengan dirinya sendiri kemana Minho yang brutal, arogan dan galak? Minho terdiam masih menatap kedalam mata indah itu dan lagi – lagi senyum yang tak hentinya terlukis di bibir pink Taemin. Membuat Minho heran, apa dia tidak pegal tersenyum terus hah?dan ohya Taemin juga mengedipkan matanya agak cepat, menambah keimutan yang ada di dirinya, Minho bersumpah ia baru kali ini melihat manusia semenarik ini.

PROK PROK

Taemin menepuk kedua tangannya menimbulkan bunyi yang membuat Minho tersadar dari lamunannya lalu berdehem dan sedikit menengok kearah lain menetralisir rasa aneh di dadanya.

“Ehem.. jadi apa maksudmu melemparku bola hah?” Minho melipat tangannya di dada dan menatap Taemin.

Taemin hanya menggeleng dan lagi – lagi tersenyum.

aarrgghhh… anak bodoh! jangan senyam senyum terus mataku jadi sakit !!

 

Lalu Taemin mengeluarkan Note nya dan menulis lagi

Namaku Lee Taemin, panggil aku Taemin.  aku minta maaf tadi aku terpaksa karena disuruh mereka dan sepertinya memang kau hampir saja membunuhnya kalau aku tidak menghentikannya. Ohya siapa namamu? aku baru melihatmu di sini rasanya?

 

Minho membaca Note yang diberikan Taemin dan lagi mengernyitkan dahinya bingung. Minho sekarang yakin anak ini benar – benar bisu.

”A-apa kau bisu?”

Taemin tersenyum dan mengangguk lalu mengeluarkan tanda peace sign dengan telunjuk dan jari tengahnya.

Minho terhenyak, kenapa ia masih bisa tersenyum sepertinya ia bangga ia bisu? hah!! aneh.. ini aneh.. kelangkaan dunia.. Minho terlalu banyak berpikir.

Lalu Taemin menulis lagi.

Ne~ aku bisu.. mianhe~ tapi aku bisa bahasa isyarat hanya saja tidak banyak orang yang mengerti, apa kau mengerti?Dan ya namamu siapa?

 

”Choi Minho.. panggil aku Minho.. aku baru saja pindah ke daerah ini hari ini dan aku tidak bisa bahasa isyarat” Minho menjawab dan hanya direspon dengan anggukan Taemin.

 

Benarkah? kalau begitu apa kau butuh penunjuk jalan? aku bersedia menjadi temanmu.. ^^v

 

Minho tersenyum membacanya lalu berkata ”Tentu saja kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu”

Taemin mengernyitkan dahinya bingung, bertanggung jawab katanya? memangnya aku melakukan apa padanya? rasanya bola tadi tidak terlalu keras? hah? ini aneh -__-’’

 

Seolah Minho mengerti ekspresi Taemin yang bingung, ”Ya tentu saja karena kau merusak kesenanganku, aku tidak suka dengan anak tadi dan memang sangat ingin mencekiknya sampai mati”

Taemin memundurkan duduknya dan meringis ngeri.

Hahahahhahaha….

Minho tertawa keras melihat ekspresi Taemin yang seperti orang ketakutan. Lalu menyentil pelan kening Taemin.

”bodoh~ aku hanya bercanda”

 

Lalu Taemin mengelus dada nya lega seraya menghela napas panjang.

Ah sudah hampir malam, Minho aku pulang duluan ne.. annyeong~

 

Taemin memberikan note lagi, dan Minho hanya melambaikan tangannya membalas Taemin yang sudah berlari kecil meninggalkan taman lalu berteriak,

”Besok temui aku di sini lagi di jam yang sama~”

Taemin mengeluarkan jempolnya tanda setuju dan yaaaa lagi – lagi disertai senyum manisnya yang merusak mata Minho sampai lupa berkedip.

Hmmmh.. Lee Taemin.. sepertinya aku mulai menyukainya, gumam Minho dan menatap sapu tangan Taemin yang ternyata tertinggal di bangku santai ini.

**==**

Brak bruk brak bruk

Kyaa..Kyaaa..

Suara heboh menyapa gendang telinga Minho pagi ini ditambah teriakan – teriakan yeoja centil yang mengintilinya dari belakang. Oke Minho namja tampan, kaya, cool lalu siapa yang tidak jatuh hati ?

Minho benar – benar gerah, ia tidak menyangka yeoja Seoul ataupun Incheon sama saja gilanya. Cih~ lagi pula mereka pasti hanya melihat hartaku, tidak berguna, sampah.

Minho berbalik dan menatap sekumpulan yeoja gila yang dari tadi meneriaki namanya sepanjang koridor sekolah.

”Kalian.. menyingkirlah dari pandanganku atau kalian akan menyesal” Minho berkata dengan suara bass nya yang berat dan mata membunuhnya.

Alih – alih takut, yeoja – yeoja gila ini malah semakin histeris dan meneriaki Minho karena mereka menganggap Minho sangat cool dan semakin keren.

KYAAAA…MINHOOOOOO..KYAAAA…!!!!

Aarghhhh… Minho kesal lalu memutuskan lari ke atap dengan kecepatan yang yeoja – yeoja itu tidak dapat ikuti, bahkan Minho mengunci pintu atap. Ia benar – benar jengah.Wanita itu sama saja.. semua nya gila harta. Seperti sekumpulan umma tirinya, hah umma? bahkan Minho lupa apa makna umma sebenarnya semenjak Ummanya meninggalkannya.

CKLEK

Pintu terkunci sempurna, lalu Minho merentangkan tangannya menghirup oksigen sebanyak mungkin kedalam paru – parunya merasakan hangatnya angin musim gugur. Rambut coklatnya yang ia ikat setengah dan poninya yang berjuntai dan melambai karena hembusan angin. Minho tidak sadar akan sosok yang dari tadi memperhatikannya.

Puk

Taemin menepuk bahu Minho membuat Minho kaget.

”Kyaaaaa”

hmmmffttt~~

Taemin menutup mulutnya jelas ia ingin tertawa tapi tidak jelas suara apa yang ia keluarkan dan ia menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

”K-kau??! haah~ mengagetkanku saja! ba- bagaimana bi-?”

Minho menghentikan kata – katanya dan menatap Taemin dari atas sampai bawah lalu kembali ke atas hingga menatap wajah Taemin. Ia baru menyadari Taemin juga siswa disini sepertinya, dilihat dari seragam yang Taemin kenakan.

Ya, Taemin diberikan kekhususan meskipun ia tidak bisa berbicara tetapi otaknya sungguh encer, semenjak SD hingga SMA ia selalu menjadi juara umum di sekolah ini sehingga sekolah ini tidak mungkin melepaskan aset seperti Taemin dalam memenangkan beberapa lomba karya ilmiah dan lainnya. Bisa dibilang Taemin adalah anak yang jenius, ia melompati dua tingkat, karena seharusnya sekarang ia kelas  1 SMA  tapi karena dirasakan ia mampu maka ia langsung dinaikkan kelas 3 seperti Minho.Taemin bukan dari keluarga berada namun karena kejeniusannya ia diberikan beasiswa penuh atas pendidikkannya.

Taemin menceritakan semuanya, dengan Note tentunya yang tidak tertinggal selalu dibawa Taemin kemanapun untuk membantunya berkomunikasi. Minho hanya mengangguk membaca apapun yang Taemin tulis lalu menjawabnya. Baru kali ini ia bersabar berkomunikasi dengan manusia, biasanya dengan mulut saja kesabaran Minho bisa habis tapi entah mengapa tidak dengan Taemin. Seperti ada sesuatu yang menyihir Minho, sesuatu yang membuatnya tenang.

Ini sudah jam masuk, ayo kita masuk Minho >__<

 

”oh ya.. baiklah dan sepertinya kau harus memanggilku Minho Hyung.. karena kau lebih muda dariku dua tahun” Minho menarik hidung Taemin dan berlalu meninggalkan Taemin.

Taemin memegang hidung nya dan mengelusnya lalu tersenyum.

Ne~ baiklah Minho hyung~

 

**

 

Semenjak itu Minho dan Taemin semakin dekat, meskipun jadi bahan pergunjingan si Jenius dan si Bisu Lee Taemin dengan si Arogan dan bintang basket Choi Minho terlibat asmara. Gossip merebak satu sekolah, terkadang Taemin di bully yeoja – yeoja sirik dengan berbagai cara, salah satunya mengunci Taemin di gudang.

Minho yang bingung siang itu ia sudah janjian dengan Taemin di atap untuk makan siang bersama, tetapi Taemin tidak kunjung datang. Minho merasa ada yang tidak beres lalu ia mencari ke seluruh penjuru sekolah namun hasilnya nihil. Ia sudah bertanya ke setiap manusia yang ia temui namun tak satupun yang melihat Taemin.

Panas, dada Minho panas dan kepalanya pusing membayangkan Taemin yang entah dimana, tapi ia yakin ada yang berbuat tidak baik pada Taemin. He just feel Taemin is not alright now.

Minho mengacak rambutnya frustasi bahkan ini hampir senja, ia masih belum menemukan sosok Taemin. Minho berjongkok di koridor sekolah dan menundukkan kepalanya berpikir keras dimana Taemin berada, karena tas nya saja masih ada dikelas, pasti Taemin di kunci di suatu tempat, ayo berpikir.. berpikir Minho..

Gudang??! ah yeah!! kenapa tak terpikirkan olehnya. Minho berlari ke arah gudang,

BRAK

Gotcha~!!

Taemin sedang meringkuk di ujung dengan tali tambang yang terikat di kedua pergelangan tangannya. SHIT!! Minho marah melihat sosok rapuh ini menggigil kedinginan karena tadi Taemin disiram oleh yeoja – yeoja gila tadi. Gigi nya gemeretuk, matanya sayu menatap Minho dengan air mata yang sudah menggenang.

Minho berjongkok dan melepaskan ikatan Taemin lalu menariknya dalam pelukannya mengelus punggungnya. Taemin membalas pelukannya dan mengeratkan tangannya di leher Minho, tubuhnya gemetar. Minho bersumpah ingin membunuh orang yang tega membuat Taemin seperti ini, sendirian di gudang yang gelap, dingin, bahkan Taemin tidak mampu untuk berteriak meminta tolong! Minho benar – benar tidak habis pikir dengan manusia yang tega melakukan ini pada Taemin.Yang ada dipikirannya sekarang membawa Taemin pulang dan besok mencari orang yang membuat Taemin seperti ini lalu mungkin bisa membunuhnya.

Taemin tersenyum manis saat Minho berjongkok dan memberikan punggung mengisyaratkan Taemin untuk menaikinya.

”Naiklah.. aku antar kau pulang”

Lalu Taemin meletakkan dagunya di pundak Minho dan membiarkan Minho menggendongnya dan mengantarnya pulang.

”Taemin.. maafkan aku….jeongmal minahe~” lirih Minho masih menggendong Taemin melewati koridor sekolah untuk mengambil tas mereka sebelum pulang.

Taemin hanya menggelengkan kepalanya di leher Minho dan mengeratkan lengannya di dada Minho.Air mata menetes di pipi putih itu tanpa sepengetahuan Minho.

Aku yang harusnya minta maaf hyung~ maafkan aku.. aku memang tidak pantas dicintai… sama sekali tidak pantas seperti kata mereka…

 

**==*

 

Ting tong

Minho memencet bel berkali – kali namun belum ada respon sedangkan ia merasakan suhu tubuh Taemin yang mulai meninggi. Ia yakin sekarang Taemin demam tinggi.

CKLEK

OMO!!

Taemin!!!

Umma Taemin keluar dan kaget mendapati anaknya digendong dengan keadaan yang agak mengenaskan,pergelangan tangan Taemin masih sangat merah bahkan membiru dan baju seragamnya juga kotor.

”Maaf Ahjumma~ aku teman Taemin, namaku Minho sebelumnya bisakah kita mengatar Taemin dulu ke kamarnya, sepertinya ia demam” Minho menjelaskan dengan setenang mungkin.

”Ah.. iya nak Minho.. mari masuk.. ikuti aku ke kamarnya”

Umma Taemin mengantarkan Minho dan membaringkan Taemin di ranjangnya. Lalu umma Minho mengganti baju Taemin dengan piyama, sedangkan Minho diminta menunggu di ruang tamu.

Setelah selesai umma Taemin keluar dan menghampiri Minho seraya membawakan segelas coklat hangat.

”Minumlah selagi hangat, Taemin sudah dikompres dan sudah diberikan obat demam sekarang ia sudah tertidur.. ”jelas Umma Minho seraya meletakkan segelas coklat hangat di meja.

Minho hanya mengangguk dan meminum coklat hangat itu, sejujurnya ia juga sudah sangat lelah dan belum makan apa – apa dari siang, tanpa ia sadari perutnya berbunyi sangat kencang hingga cukup terdengar umma Taemin.

Umma Taemin terkekeh mendengarnya dan Minho mengusap tengkuknya malu.

 ck~ bisa – bisanya perutku berbunyi sekencang ini, memalukan?!

Lalu umma Taemin berdiri dan menyuruh Minho makan, mengingat sekarang sudah malam, dan Minhopun menurutinya karena ia juga sudah kehabisan tenaga.

Lalu mereka berbincang di meja makan, membicarakan Taemin dan kenapa Taemin bisa seperti ini. Ternyata ini bukan yang pertama, Umma Taemin berkata Taemin sejak dulu memang sering menerima perlakuan seperti ini namun memang kali ini agak berlebihan. Umma Taemin tidak bisa berbuat apapun karena Taemin juga menolak dipindah sekolah. Hatinya sangat sakit melihat anaknya seperti ini.

Minho tertegun mendengar cerita umma Taemin, ia baru sadar Taemin sangat menderita tetapi kenapa ia selalu terlihat bahagia? Minho selalu melihat Taemin tersenyum, senyuman hangat yang mencairkan es di hati seorang Choi Minho. Mungkin sekarang Minho sedikit mengerti, Taemin seperti itu karena memiliki umma yang sangat lembut, tidak sepertinya yang tidak merasakan kasih sayang sedikitpun.

Mata Minho mulai sedikit berkaca saat mendengarkan umma Taemin berbicara mengenai hidup Taemin, bahkan alasan Taemin bisu. Taemin pernah dilecehkan oleh pamannya saat berumur 7 tahun, saat itu umma Taemin yang sibuk bekerja tidak mengetahuinya bahwa Taemin sempat dilecehkan dengan tindakan tidak senonoh.

Suatu hari pamannya memaksa Taemin melakukan blowjob tetapi Taemin yang masih kecil dan tidak mengerti apa – apa hanya diam dan melakukannya. Bukannya berhenti paman nya semakin menjadi dan terlintas ide gila, ia nyaris saja mensodomi Taemin. Mungkin Tuhan msih melindungi Taemin karena saat itu umma Taemin datang dan memukul adiknya yang kurang ajar itu dengan vas bunga.

Hati Minho mencelos, sakit….

Minho tidak tahu dibalik senyuman itu ada luka.. luka yang sangat besar…

Bisakah aku menyembuhkan lukamu, Taemin?

”Ah maaf, aku sepertinya terlalu banyak berbicara Minho – goon…”

”Tidak apa – apa Ahjumma… aku berterima kasih karena ahjumma mau menceritakannya padaku.. ”

Tak lama kemudian Minho pamit dengan banyak pikiran melayang di otaknya. Kini yang ia pikirkan hanya satu, Taemin Taemin dan Taemin.

**==**

BRAK

Minho membanting pintu saat ia melihat banyak mobil di luar yang tidak lain adalah sekumpulan yeoja sampah pengeruk harta appa nya, Minho sangat membenci appa nya, sangat.

”MINHO!! KAU?! TIDAK BISAKAH BERLAKU SOPAN SEDIKIT” teriak appa Minho yang masih dikelilingi wanita murahan berpakaian minim, ada yang duduk di pangkuannya dan ada yang memeluknya dari balik bangku. Minho saja tidak sadar ada berapa jumlah sampah itu dirumahnya.

Minho merebahkan tubuhnya di kasur dan sedikit meregangkan ototnya yang pegal. Ia kembali memutar memori hari ini, ia mengingat perkataan umma Taemin.

Taemin sebenarnya tidak bisu, umma yakin ia bisa bicara. tetapi entahlah semenjak kejadian itu ia memilih untuk diam dan setelah masa – masa itu berlalu ia bisa tersenyum. Awalnya umma pikir ia hanya diam sebentar karena masih syok tetapi hingga saat ini bahkan ia belum pernah memanggil umma dengan mulutnya sendiri. Minho, umma pikir kau cukup dekat dengan Taemin dan umma merasakan kau adalah anak yang baik, umma percayakan Taemin padamu. Umma titip Taemin dan jagalah dia di sekolah. Maaf jika umma merepotkanmu tapi percayalah Taemin adalah anak yang sangat baik.

Taemin…. aku akan mengembalikan suaramu dan menutup lukamu… luka yang masih tersisa di hatimu..

Minho bergumam sebelum tertidur pulas.

**==**

“hmmmhh….” Taemin menggeliat dan merasakan panasnya sinar matahari dari balik gordennya.

”Hai manis~ sudah bangun eumh?”  sosok namja jangkung dan tampan tersenyum lebar di  hadapan Taemin membawa nampan berisi semangkuk bubur dan susu.

Minho hyung? ke-kenapa dia ada disini?

 

Seolah Minho mengerti dengan ekspresi Taemin yang bingung mendapati dirinya dikamar Taemin sepagi ini, Minho berkata ”Umma mu menelponku karena ia ada panggilan pekerjaan yang penting jadi aku disini untuk menjaga mu hari ini”

Taemin hanya mengangguk mengerti. Lalu Minho mulai menyuapi Taemin makan.

”Taemin.. maafkan aku telah membuatmu seperti ini, bagaimana tanganmu?” Minho mencari pergelangan tangan Taemin hendak memeriksanya.

Taemin meringis sakit saat Minho menarik pergelangan tangannya.Minho tidak tega melihatnya, ini berarti Taemin tidak bisa menulis kan? lalu bagaimana cara Taemin berkomunikasi nantinya? Lalu sekolahnya?

Taemin menatap sedih tangannya dan menggigit bibir bawahnya, jelas sekali raut wajah kecewa diwajahnya.

”Taemin.. mulai sekarang aku akan menjagamu… maaf… aku –

Tiba – tiba Taemin menaruh telujuknya dibibir Minho mengisyaratkan Minho untuk berhenti berbicara. Lalu Taemin menggeleng dan tersenyum. Manis~ senyuman yang paling manis bagi Minho.

Minho mengambil tangan Taemin dan mengecupnya, mengecup luka memar di pergelangan tangan Taemin.

chuu~~chuu~~

“Sakit pergilah dari Taeminku…” Minho berkata sambil mengecup kedua pergelangan tangan Taemin. Konyol, seorang Choi Minho yang terkenal arogan ternyata bisa bersikap manis di depan sosok fragile, Lee Taemin.

Taemin hanya terkekeh pelan melihat tindakan Minho yang ia rasa aneh ini, tapi jauh di sudut hatinya ia merasa senang dan ada kehangatan yang menyelimuti hatinya.

Seharian Minho menjaga Taemin. membantunya makan, menonton film bersama dan sebagainya sambil menunggu umma Taemin pulang.

CKLEK

”Umma pulang~~”

”Ah, ahjumaa~ sudah pulang.. selamat datang.. bagaimana panggilan pekerjaannya?” Minho menghampiri umma Taemin di depan pintu masuk  dan membungkuk sopan.

Taemin ikut berdiri dan menghampiri ummanya.

Umma Taemin langsung memeluk Taemin kuat ”Taemin..umma berhasil..umma sudah mendapatkan pekerjaan tetap”

Taemin tersenyum dan mengelus punggung umma dengan lembut. Lalu melepaskan tautan pelukan mereka dan Taemin dengan bahasa isyaratnya menggerakkan tangannya.

 

Selamat umma.. maaf aku belum bisa membantu umma.. aku sayang umma..

Lalu umma hanya tersenyum dan memeluk Taemin lagi erat sedangkan Minho dalam hatinya berharap dapat mengerti bahasa isyarat agar mempermudah dirinya berkomunikasi dengan Taemin, ditambah tangan Taemin sekarang masih memar jadi agak sulit untuk menulis.

Minho menatap dua sosok didepannya ini dengan tatapan – seandainya ummaku seperti umma Taemin- bahkan matanya hampir saja meneteskan air mata karena terharu.

”Minho.. jeongmal gomawo hari ini sudah menjaga Taemin.. apa kalian sudah makan malam eumh?”Umma Taemin mengusap bahu Minho dan tersenyum. Lalu Umma Taemin beranjak ke dapur dan memasak makan malam untuk mereka.

Taemin menepuk tangannya senang, sejujurnya ia ingin makan pedas, dari tadi Minho hanya memberinya bubur yang tidak ada rasanya dan membuatnya ingin muntah. Minho sangat bawel dan melarangnya ini – itu.

Tak lama kemudian masakan matang dan mereka makan bertiga di meja makan sambil berbincang – bincang juga dipenuhi canda tawa.

**==**

3 hari kemudian Taemin kembali ke sekolah, tadinya Taemin ingin langsung sekolah namun dilarang oleh Minho yang bersikeras menyuruh Taemin beristirahat. Minho juga menjaga Taemin 3 hari ini ia pulang sekolah langsung kerumah Taemin dan menemaninya hingga umma Taemin pulang kerja,

Minho memasuki koridor sekolah dengan mengenggam erat tangan Taemin, tidak ia biarkan lepas sedikitpun sedangkan Taemin yang mulai risih dengan tatapan aneh yeoja – yeoja penggila Minho memohon dengan puppy eyesnya agar Minho melepaskan tautannya. Percuma, Minho malah semakin mengeratkannya hingga masuk kelas. Ya Taemin dan Minho kebetulan juga teman sekelas, kebetulan yang menyenangkan buat Minho dan mengerikan untuk Taemin karena setiap hari harus menerima tatapan maut teman sekelasnya.

Minho dan Taemin, dua sosok yang sangat sempurna tanpa celah. Yang satu tampan yang satu cantik, sama – sama namja populer meskipun dalam hal yang berbeda. Sebagian siswa bahkan ada yang menjadi fans mereka karena melihat dua sosok yang menyilaukan ini.

”Taemin, aku sudah bilang kan aku tidak akan meninggalkanmu sedetik pun?!” Minho bersikeras menemani Taemin yang ingin ke toilet.

Tapi aku mau ke TOILET hyung, T-O-I-L-E-T.. aiissh jinjja…>0<

Taemin menggerakkan tangan nya menunjuk arah toilet disebelah kelas mereka. Oh ya Minho sudah mulai sedikit mengerti bahasa isyarat setelah diajari oleh umma Taemin, sehingga mereka mudah berkomunikasi sekarang meski terkadang Minho masih bingung.

”Aku tidak peduli ayo kita ke toilet” Minho menarik tangan Taemin keluar kelas dengan wajah Taemin yang memerah menahan malu.

Memangnya aku anak kecil ditemani ke toilet hah?Taemin menggerutu kesal dalam hatinya.

Sesampainya di depan pintu toilet Taemin membalikkan tubuhnya menghadap Minho dan berkata *dengan isyarat*

”apa kau ingin masuk juga hyung???!” dengan mata yang sedikit melotot. Minho hanya berdecak kecil dan mengusap lembut kepala Taemin.

”hh~ yasudah ppali~ aku tunggu diluar”

Taemin memutar bola matanya malas dan beranjak masuk.

Saat Taemin masuk tiba – tiba ia merasa pusing dan terduduk di kloset memegang kepalanya. Meringis menahan sakit lalu tiba – tiba tubuhnya menggigil dan keluar darah segar dari lubang hidungnya. Taemin mengusapnya dan terkejut dengan yang ia lihat. Lalu ia keluar menuju wastafel dan mengusap darah di hidungnya dengan air, kebetulan saat itu tidak ada orang di toilet.

Taemin mencengkeram ujung wastafel kuat dan menatap pantulan dirinya di cermin. Lalu mengusap wajahnya dengan air, menghilangkan bercak darah. Bisa gawat jika Minho melihatnya. Taemin pikir ini pasti hanya karena tubuhnya panas, aneh ini sudah mau musim salju dan Taemin merasa tubuhnya panas? Sudahlah, Taemin menghlangkan pikiran negatif nya lalu setelah selesai ia keluar dan mendapati Minho yang sudah dikelilingi fansgirl.

 

Kau… terasa sangat jauh dari jangkauanku hyung..

Minho menoleh dan melihat Taemin lalu berusaha sekuat tenaga keluar dari lingkaran sampah yang mengelilinginya.

Huufft~~

”Taemin ah~ kenapa kau tidak bilang sudah keluar malah diam saja..ck~”

 

”eiissshh.. jinjja~ urus saja fansgirlmu itu hyung..” Taemin menggerakkan tanganya dan menunjuk ke arah sekumpulan yeoja yang menatap Taemin sinis.

Lalu Taemin beranjak pergi meninggalkan Minho yang masih bingung dengan tingkah Taemin barusan.

O_O

Minho kaget, baru kali ini Taemin terlihat sekesal itu, wah~ kemana Taemin yang manis dan selalu tersenyum? sepertinya bukan hanya dia yang berubah.

 .

.

.

TBC

 

LEAVING COMMENT PLEASE~~

SHOW YOUR IRRESPONSIBBLE AND CHEER ME UP WITH YOUR COMMENT~~

kalo responnya lumayan aku lanjutin cepet..suer janjii ^^V

141 thoughts on “TRAGEDY/ 2MIN/ PART 1

  1. Sumpah ini bagus banget.
    Mmengena….. baca ini jadi kepingin baca lagi. lagi dan lagi…
    DAEBAK. two thumbs up buat authornya…
    Terharu kalau lagi bayangin senyumnya taemin ^^v seindahsinar matahari
    T^T Hiks. Oke deh to the next chapter

  2. jdulx aj tragedy y?! pastix bkln dramatis sngt ini crt. ini FF k2 yg prnh dbc dmn taebyx tuna wicara krn trauma. menarik

  3. Aku baru baca ff ini….
    Ceritanya megharukan apalagi taemnya yng punya trauma berkepannjangan….

    Kasian….
    Semoga taem cepat sembuh…
    Lanjut….

  4. Taem taem gk bisa bicara???
    Tpi smoga minho bsa bkin taem taem ngomong lagi tanpa adanya note ^^

    Itu dua duanya bagaikan matahari untuk satu sma lain

    Itu taemin baik baik saja kan???

    Next chap 2 ^^

  5. Taeby… menderita penyakit yg mematikan iyakan?! klo mimian itu gk jauh2 dari kanker. huft betapa malangnya kau Taeby:(

  6. OMG ini pasti bakalan ANGST…. Huueeee T,T. #iyalahGENRENYAajaANGST #PLAK

    aku ketinggalan dan baru baca sekarang.

  7. sedihnyaaaaaa parah banget ya trauma taemin, belum lagi di bully trus dan skarang dibully ama fans nya min ho, dan skalang sepertinya bakalan nambah lagi, taemin punya penyakit ya? kok keluar darah dari hidungnya, lengkap sudah penderitaannya, senyuman itu cuma tameng untuk menutupi rasa sakit nya, ayo minho cepat sembuhkan taemin, seinggaknya udah ada ekspresi kesal yg taemin tunjukkan

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s