White Lies / 2min – Onkey/ Part 5 of?


MAIN CAST          : LEE TAEMIN, KIM KIBUM, LEE JINKI, CHOI MINHO

SUPPORT CAST : KIM JONGHYUN, CHO JINO,KIM JAEJOONG

                                    LEV a.k.a. Song Dongwoon (Beast)

                                   CODY a.k.a Lee Jonghyun (Cn.blue)

GENRE                   : FLUFF, LITTLE SADISTIC, SMUTT, LIFE

AUTHOR                : YUA FEAT KEI

Foreword

(Keiminnie)

Annyeooong~ ada yang masih inget ama nih epep?? Mian kalau pada lupa, hahaha emang gue jadi authornya telat. Pas udah semester akhir baru buat epep, jadinya keteteran deh ama kuliah. *alibi* HOHOHO  Mian juga itu gue banyak utang epep… *tutup muka

Ga nyangka masih ada yang inget Second Life…hehehe kirain ga pada suka makanya males lanjut…LOL

Love Suicide, tiba-tiba gue males buat ngepos gara-gara yang komen dikit. Hahahaha *yaiyalah genre gue sadis gitu ==a* pokonya ntar2 deh gue pos. hehe Soalnya gue yang pinter ini menghilangkan data yang udah siap pos. Mwahahahaha! *seteres

Yah balik ke White Lies, gue bingung sumpah mau ngetik apa. Telponan tengah malem ama si yeobo buat ngomongin malah ngelantur kemana tau…hahaha *kyaaaa Ayumuuuu >< /plaaak

Okelah semoga masih mau setia membaca and menanti nih epep duet ajib gue ma yeobo gue, okok? ^_=

(Yua)

Hiaaaaaaaattt~~!!

Gelaaa~~ map ye saudara sekalian kite lama uptodate, kekeke~ well ff ini rumit bgt seperti yang kalian baca *lebay* but sure~ gue aja keder ama nih cerita, LOL

Tapi tetep ditunggu kan ya? Uhuy~ oke baca dengan ketenangan hati ya, kalo ga ngarti ya udah baca ulang#ngek

Oia buat 12 orang pertama yang komen kmaren maaf banget ya gue lupa naro part 2min dijodohin waktu kecil.. mianhe~ u____u 2min dijodohin alias ditunangin sejak kecil oke ^^V

THANKS BERAT BUAT YANG NAGIH TERUS AMPE GUE SETRESS -___- TAPI YAH… ITU TANDA NI FF BAGUS LAH YA. HOOH..^0^

Cekidot, yang ngerasa nagih ga komen ati2 gw suruh falcon tebas leher lo – lo pada. LOL

 terusan tragedy entar yah~ kekeeke~ our fate? saya sudah lupa tuh*plak

WARNING

1. OOC Fanfiction(Out Of Character)

2. Alur TERSERAH author

3. FF duet penuh perjuangan

4. Dont like Dont bashing !

(terdapat beberapa cast tambahan yang akan dimasukkan disini)

Part 1 Part2 Part3 Part4

.

.

.

Tik..Tok..Tik..Tok..

Sunyi…. hanya suara dentingan jam mengisi ruangan ini, ya ruangan dimana sang Dragon menghabiskan malamnya dengan seseorang yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, namja tampan bermata abu – abu sempurna dengan rambut nya yang coklat keemasan, Eagle. Apakah bisa disebut saja Kim Kibum dengan Lee Jinki?

Malam itu Key mabuk, ia tidak sadar dengan apa yang ia lakukan dan menarik tangan Onew, hingga onew menemaninya tidur.

“Pip “

Onew menyentuh layah handphone touchnya dan menempelkannya di telinga kirinya dengan menjepitnya dengan bahunya sedangkan kedua tangannya mengkancing kemejanya yang sempat terbuka karena ‘hal yang tidak sengaja’ terjadi antara Onew dan Key semalam. Onew mendecak kesal teleponnya tak diangkat juga.

Ck~

“what the hell Jinki???!! ini masih pagi dan kau menelponku? Jam mu yang rusak atau otakmu yang..

”Jemput Kibum di pub biasa”

“Wh-What??? ada apa dengannya??apa yang kau lakukan dengannya hah??!” jawab seseorang di line seberang dengan keras sehingga Jinki harus menjauhkan handphonenya dari telinganya dan meringis merasakan sakit ditelinganya.

”Lev!! dengarkan aku, aku harus bertemu mommy~ sekarang kau kesini sebelum dia tersadar, nanti aku jelaskan jika ada waktu, yang jelas jangan sampai ia tahu keberadaanku” jawab Jinki kini dengan nada yang serius dan sepelan mungkin agar sosok cantik yang masih di alam mimpi itu tidak terbangun.

”hhh~ baiklah.. just leave him and i will go there now…” jawab Lev cepat sebelum masalah semakin panjang. Yah Jinki harus menemui mommy~ tidak lain adalah mommy Lev juga. Jinki dan Lev adalah saudara tiri.

“PIP”

Sambungan telpon dimatikan, Onew memasukkan i-phone nya kedalam saku celana jeans hitamnya lalu mendekati Key yang masih tertidur dengan tubuh yang polos dan kulitnya yang seputih susu. Well, Key masih memakai celananya, ia hanya melepaskan bajunya. Mungkin jika Onew tidak langsung memberi Key obat penenang dalam minumnya Key dan dia akan melakukan hal yang lebih jauh. Onew tidak ingin melakukannya dengan keadaan Key yang seperti ini, bahkan mengenalinya saja tidak.

Chuu~~

Onew mengecup kening Key cukup lama dan mengusap pipi tirus Key dengan punggung tangannya dan mengusap bibir yang merekah itu dengan ibu jarinya. Onew mengingat rasa manis bibir Key, rasanya seperti candu yang membuatmu ingin lagi dan ingin lagi.

Onew menatap Key cukup lama dan menghela napasnya menatap sosok Key yang Onew bersumpah adalah makhluk terindah yang diciptakan Tuhan untuknya. Tunggu, untuknya? Ah sudahlah… Onew mulai saat ini mengklaim bahwa Key adalah miliknya, meski ada jurang pemisah diantara mereka, jurang yang sangat terjal jika kau mencoba melewatinya mungkin nyawa akan menjadi taruhannya. Lalu apakah membuat Onew mundur begitu saja? BIG NO!! karena Onew sudah jatuh cinta pada sosok ini.

Love can change everything…. even your darkside….

Pandangan Onew turun ke leher jenjang Key dan melihat karya nya tercipta, sebuah kissmark di leher putih itu. Onew menelan salivanya, jika saja bukan disini, jika saja bukan sebagai Eagle, jika saja ini adalah Key dan Onew, jika dan hanya jika…. Onew bersumpah tidak mungkin melepaskan dan meninggalkan Key dalam keadaan seperti ini.

Yah~ setidaknya Onew meninggalkan sebuah tanda, tanda yang pasti Key menyadarinya. Lalu Onew mengambil jaket kulit merahnya dan beranjak meninggalkan Key yang masih tertidur dengan nyenyak. Efek obat tidur itu sangat kuat, bersyukurlah Onew adalah seorang dokter.

**=========**

Datanglah ke SYF malam ini pukul 7.

Ingat Falcon, sen-di-ri. See u soon ^^

“Damn!”membanting handphonenya ke samping sambil merengut kesal.

“Wae?”tanya Jino yang sedang mengelap Handgun yang biasa dibawa oleh Taemin.

“Baca saja sendiri!”menutup muka dengan selimut dan berbalik badan. “Aduduh! Pinggangku…Auuw!”mengernyit sambil meremas bagian tubuhnya yang sakit.

“Taemin, gwenchana?”

“Ya!”tiba-tiba Taemin membuka selimutnya, menatap Jino serius dan langsung duduk dikasur.

“Mw-mwo?”kaget Jino.

“Aku…mau jeruk! Cepat belikan!”

“Hah?”

“Ppalliiiii!”

“Ah, ne…chakkaman.”menaruh Handgun yang telah siap pakai ke samping Taemin lalu beranjak pergi.

Sekilas bagi orang luar yang mendengarnya, itu hanya sebagai sebuah percakapan biasa namun bagi mereka itu adalah sebuah kode. Kode Mafia.

@ SYF, 7PM….

“What’s up? Miss me, heh?”ucap Falcon begitu menghampiri orang-orang yang menunggunya.

“Well well well…Kau sudah datang, princess..”

Falcon menggertakkan rahangnya kesal begitu dipanggil dengan sapaan yang paling dibencinya. Bagi orang yang melihat Falcon, pasti akan mengatakan bahwa sosok itu memang…well, yeppo? Walau raut wajah itu selalu menampilkan smirk sinis atau bahkan tanpa ekspresi sedikitpun tapi tetap itu semua tidak mengurangi nilai cantik dari wajahnya.

“Cih, bosan hidup rupanya?! I swear, this’s the last time you can see my face, jerk.”

“Haha menarik, cantik”

DOR

“Uugh…”

“I said, don’t. Ever. Say. That. Words. In Front of. Me!”mengeja perkata dan melirik tajam langsung ke mata orang di hadapannya.

“Cih, ternyata kau masih tetap galak, neh…aku jadi ingin membungkam mulut pedasmu dengan bibirku ini. Hahaha!”

SRET

Darah mengalir dari leher pria itu begitu Falcon mengarahkan samurainya ke lehernya.

“Keep dream, babe.”bisik Falcon tepat di telinga pria yang juga sesama Mafia-‘musuh’ Falcon sejak lama- bernama Cody. Dia adalah rival dan juga secret admirer walau bukan lagi sebagai sebuah rahasia karena sesungguhnya dia sudah berkali-kali menyatakan perasaannya pada Taemin, tetapi selalu di jawab dengan tendangan, tembakan atau sebuah sayatan sebagai jawaban BIG NO-NO!

Cody Rivvellich Scott keturunan Rusia-Inggris, teman semasa Taemin kecil ketika ia pindah dan tinggal di Rusia.

“Baiklah, Falcon. Aku ada di hotel Magdalane kalau kau butuh teman bicara. See you~”

CUP

Mengecup pipi putih Taemin dan langsung melesat melajukan Harley-nya meninggalkan sosok berambut merah itu yang terbengong merespon ciuman kilat di pipinya.

1, 2, 3…

“YA! CODY! YOU ARE JERK!”

Mengumpat kesal dan menendang tempat sampah di dekatnya. Namun sebuah benda yang berhamburan keluar dari sana membuatnya tercengang dan membawanya kedalam masalah besar.

“SIAPA KAU!?”pekik seseorang dari arah belakang Taemin.

Taemin segera mengalihkan perhatiannya dari barang-barang tadi dan menyadari bahwa ia tidak lagi sendirian.

4, 6, 9….

9 orang berjas hitam kini mengepungnya!

SHIT!

“What are you doing little kid? Playing around? But, it’s time to go back to your mother, pretty.”

SECOND SHIT!

KENAPA SEMUA ORANG MENGATAKANNYA CANTIK, HAH??—hatinya tengah berteriak frustasi menyulut kemarahannya. Mencabut samurainya dan siap bertarung secara gentle?

“I’ll make your mouth can’t shout out when I kill you.”

DOR

Namun dengan sigap Falcon mengelak dari tembakan tersebut. Melihat itu yang lain pun ikut menembakkan pistolnya ke arah Taemin yang dikiranya telah mengetahui rahasia mereka tentang narkoba yang di sembunyikan di tempat sampah-yang tadi ditendang Taemin tanpa sengaja- sehingga membuat mereka panik akan kepemilikan barang haram tersebut.

Pertarungan sengitpun terjadi. Satu per satu musuh yang menghadangnya tumbang. Bahkan pertarungan jarak dekatpun tak terelakkan, yang membuatnya harus berhadapan secara langsung dengan tangan kosong karena samurainya sempat terpental dan lepas dari genggamannya.

Pertarungan tangan kosong yang menyebabkan seorang Falcon cukup kewalahan menghadapi mereka semua yang langsung mengepungnya. Beberapa tendangan dan pukulan tepat mengenai tubuhnya, sampai ada kesempatan untuknya dapat merebut kembali samurainya yang tergeletak di jalan.

SIAL! Kali ini aku membunuh musuh yang tidak perlu. –batin Taemin.

ZRATS

Salah satu dari mereka yang mecoba menghajarnya dari dekat, mati tertebas samurai Taemin yang memotong perutnya.

“Kurang ajar! HABISI DIA!”

Dan suara tembakan pun semakin banyak terdengar, namun dalam waktu singkat kini jumlah mereka yang tadinya 9 orang sekarang hanya tinggal berdua.

Satu diantaranya sedang terkapar, meringkuk kesakitan karena tangannya tersayat samurai Taemin dan hanya tinggal seorang lagi-pria paruh- yang sepertinya bos dari kelompok itu.

.

.

.

Minho Side

Minho gelisah, sudah dua hari ia tidak melihat si jamur. Akhirnya ia memutuskan mencari taemin dengan mendatangi rumahnya. Namun nihil, tidak ada jawaban dari rumah Taemin saat ia berulang kali memencet bel hingga membuatnya frustasi.

”jamur… kau membuatku semakin gila…?!”Minho mengacak rambutnya frustasi, well frustasi tidak melihat mayaharinya 2 hari saja membuat nya segila ini, ini jelas karena mata indah taemin. MATA yang membuatnya jatuh cinta.

Bruuuuuum

Minho menjalankan motor kesayangannya dengan kecepatan tinggi, Red devil kesayangannya.

Saat itu ia melihat sosok yang ia cari selama beberapa hari ini. Tapi… Taemin memegang katana (pedang khas jepang) dan didepannya terpampang seorang pria paruh baya gemetaran memohon permohonan untuk nyawanya.

Taemin….???

“Keparat kecil!”tiba-tiba pria yang tengah meringkuk tadi, berlari ke arah Taemin sambil melayangkan pisaunya ke dada Taemin dan ketika akan mengelak tiba-tiba rasa sakit luar biasa merayapi punggungnya dan membuat keseimbangannya hilang-terjatuh.

“TAEMIN!!!!!”

Gelap.

Semua mengabur dari pandangannya dan Taemin pun kehilangan kesadarannya tanpa tahu apa yang terjadi selanjutnya.

@ Minho’s apartement……

Minho menggendong Taemin dengan bridal style, membuka pintu dengan panik dan tergesa-gesa membaringkan tubuh kurus dipelukannya itu dikasurnya.

”Isshh, kenapa dengan anak ini? Tidak masuk sekolah dan aku malah menemukannya di dalam gang sempit, dalam kondisi cukup mengenaskan seperti ini, eoh?”

Minho memegang dahi Taemin untuk mengecek suhu tubuhnya tapi ternyata suhunya sama dengan dahinya walau memang sedikit lebih panas tapi Minho rasa masih normal.

”Dia tidak demam…? Lalu??”

”Eungh…”Taemin melenguh dan menggerakkan tangannya, memegang dahinya yang terasa pusing.

”Kau sudah sadar?!”

Hah!

Taemin langsung beranjak duduk dan melebarkan matanya begitu melihat sosok yang tengah berdiri di hadapannya tengah menatapnya seolah mata besar itu menggantikan mulutnya untuk mengintrogasinya kenapa ia bisa berada di kasurnya.

”Mi-Minho?”

”Ya! Call me Hyung!”

Taemin mempoutkan bibirnya dan seketika ia sadar akan kondisinya yang terduduk di kasur di dalam ruangan yang tidak ia kenal.

”Di-dimana ini?! Apa yang kau lakukan padaku?!”segera mengecek kondisi tubuhnya, takut kalau tanpa sadar ia telah tidak berpakaian. ”Fiuuh…masih lengkap.”gumamnya lega.

”Ya! Kau pikir apa yang akan kulakukan, hah?”

”Ya! Kenapa kau berteriak? Aku kan hanya melakukan hal yang wajar bila kau berada dalam situasi dimana kau berada di—hmmph…”

Minho membungkam mulut Taemin dengan bibirnya, Taemin melebarkan matanya dan entah mengapa tubuhnya hanya terdiam sebagai respon perbuatan Minho terhadapnya.

”Kau cerewet sekali…”sambil mengelus bibir bawah Taemin dengan ibu jarinya setelah Minho melepaskan tautan bibir mereka.

BLUSH

Entah kenapa Taemin merasa panas dan pipinya merona merah karena perbuatan Minho barusan, mengelus bibirnya dengan sangat lembut memberi aliran elektric yang menyengat keseluruh tubuhnya.

Buru-buru ia menepis tangan Minho dari wajahnya sebelum otaknya benar-benar tumpul dan ia hanya bisa diam seperti orang idiot. ”YA! GET OFF FROM MY FACE!”

”YA! Isshh…”Minho berdecak kesal padahal baru saja sesaat yang lalu ia merasa Taemin sangat manis waktu pipinya merona kemerahan. Neomu kyeopta….

”DAN KAU—”

”PANGGIL AKU HYUNG!”

”TIDAK MAU! DAN KAU! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN MEMBAWAKU KESINI?! KAU MAU BERBUAT SESUATU YANG TIDAK SENONOH, HAH?”

”HEH, OTAK MESUM!”menoyor jidat Taemin hingga yang lebih muda terdorong kebelakang, ”AKU TIDAK BERNAFSU DENGAN BODY KEREMPENG SEPERTIMU! KALAUPUN AKU MAU BERBUAT TIDAK SENONOH SETIDAKNYA AKU MASIH PUNYA SELERA!”

”DASAR BRENGSEK! LALU TADI KENAPA KAU MENCIUMKU, HAH? MULUTMU BAU! DASAR BIBIR KEBANYAKAN GIZI! PASTI SEMUA MAKANAN YANG KAU MAKAN TERSERAP SEMUA KESANA HINGGA MEMBUAT IA JADI GENDUT!”mendorong mulut Minho dan bangkit berdiri.

”DASAR BODY KEREMPENG JUSTRU KAU YANG KURANG GIZI!”

”Isshh”Taemin menghentakkan kakinya kesal dan melotot tajam lurus ke mata Minho. ”Aku mau pulang!”pekik Taemin dan berjalan mengarah ke pintu, membukanya dan keluar,

”Ya! Tunggu!”meraih tangan Taemin mencegahnya pergi.

”WHAT?”

”Kau mau kemana?”

”TIDAK USAH IKUT CAMPUR! DAN, GET AWAY FROM ME! FAR FAR FAR AW-mmmpphhh—YA!”

Minho memberikan smirknya, ”Ternyata aku tahu cara membuatmu diam. ^^” .

O_O

**==============**

“eungh~” Key mencoba membuka matanya begitu ia merasa ada sinar terik panas ditubuhnya. Well ini sudah jam 8 pagi dan akhirnya Key terbangun dari tidur panjangnya.

“Sudah bangun?”

Suara ini, ya suara yang sangat dikenali Key, ini kan suara Leo? untuk apa ia kemari? lalu kenapa aku disini? Key berusaha mengingat apa yang terjadi padanya berusaha meregangkan tubuhnya.

HAH???!!

Key terkejut begitu ia melihat tubuhnya polos hanya dengan celana boxer, tidak mungkin! Key tidak pernah tertidur dalam keadaan seperti ini.

“YA!!Kim Kibum… did you sleepwalking hah?” kali ini Lev meninggikan suaranya dan menghampiri Key yang terduduk diranjang dan memegang kepalanya sambil meringis menahan sakit.

BUGH

“awwww..”

“Ck~ yak!! aku sudah bangun!! don’t yelling at me~ aisshh jinjja…”  Key berteriak kesal dan melempar bantal ke Lev tadi.

Lev hanya diam mengusap lehernya yang terkena lemparan bantal tadi. Tak lama kemudian ia buka mulut, “mandilah cepat, kau kacau sekali… “

Key hanya mendengus kesal dan menatap Lev dengan mata hijau emeraldnya lalu beranjak ke kamar mandi. Betapa terkejutnya Key saat ia melihat cermin, dan apa ini?

Key meraba lehernya, yap!! Tanda merah kebiruan..seperti.. kissmark..? Hah? what?? Kissmark???!! siapa?? kenapa aku tak sadar?? Lev? Tapi tidak mungkin aku tidak ingat, dan Lev tidak mungkin melakukannya….. lalu ini?

Haaah~ Key sibuk berdebat dengan hatinya memikirkan dengan sangat keras pemberian siapa kissmark bodoh ini yang akan membuat Key memakai syal beberapa hari ini untuk menutupinya.

Ck~ ah aku seperti mengingat… mata abu – abu itu… mata yang menyihirku, lalu sisanya ia tidak ingat lagi, siapa orang yang ia lihat. Key hanya perlahan memutar memori kejadian semalam dah ia mengingat sepasang bola mata indah, bola mata yang paling ia suka, abu – abu sempurna seperti bola mata seseorang di masa lalunya.

Someone who too precious for his life…

 

Key mulai membersihkan tubuhnya karena Lev tampaknya sudah mulai berteriak diluar sana menyuruh Key lebih cepat.

“YA YA YA!! baiklah… kau ini cerewet sekali berhentilah menggedor pintu atau kutembak kepalamu” Balas Key dari balik pintu membuat Lev terdiam lalu terkekeh pelan mendengar omelan Key.

**========**

“Jino, bagaimana keadaan Taemin?”

“Bagaimana ya…aku tidak bisa mengatakannya baik-baik saja. Mianhamnida saya tidak menepati janji untuk menjaganya, Tuan besar…”

Terlihat raut khawatir dari orang yang disebut Tuan besar itu oleh Jino. “Kapan dia pergi?”

“Satu setengah jam yang lalu. Dia pergi sendirian dan menyuruh saya menunggu disini. Kurasa anda pun akan melakukan hal yang sama dengan saya jikalau boleh saya menyamakan posisi anda dengan saya. Perintah Falcon adalah nomor satu dan saya harus mematuhinya bahkan anda pun harus mematuhinya, kan? Walau status anda adalah………”

.

.

.

@XXX Building…

“Tuan Yo Seo, mobil anda telah siap. Kita akan langsung menuju airport karena penerbangan anda setengah jam lagi, Tuan…”

“Ta-tapi…benarkah aku akan selamat? Benarkah aku tidak akan bertemu dengan…”

“Me?”

Tiba-tiba sesosok bayangan hitam berdiri tepat di jendela besar ruangan tempat Yo Seo–mantan menteri luar negeri yang terlibat kasus korupsi, yang baru saja akan melarikan diri ke Argentina– berdiri diam dengan hembusan angin yang menerpa gorden merah jendela tersebut, membuatnya melambai-lambai indah bagai ombak.

“Fa—Fal—“

“Don’t ever mention my name with your dirty mouth, jerk.”bisik Falcon ditelinga Yo Seo.

“APA?? Se-sejak k-k-kapan?? Kau…”ucap Yo Seo terbata begitu Falcon telah berdiri disampingnya.

“YA! KAU!”

DOR

DOR

DOR

“Lindungi Tuan besar!”

DOR

“Kkkkk~”Falcon terkikik pelan sambil duduk diatas buffet, memakan jeruk, asyik menonton mereka saling tembak. Menembak sesuatu yang tidak ada.

“Apa?! Dia disana!”

DOR

DOR

Falcon segera berdiri dan mencabut samurai nya yang ia bawa di punggung, just like an assassin. But yes, he is…

ZRATS

Tanpa teriakan.

Tanpa suara.

Dua orang di barisan depan yang melindungi Yo Seo terkena tebasan samurai Taemin. Satu kepalanya terpisah dari lehernya, yang lainnya tubuhnya terbelah dua di pinggang. Dan daging-daging itu sukses jatuh bertumpuk di lantai, tepat di depan Yo Seo.

“AAARRRGGGHHH!!!!”Yo Seo membelalakkan matanya ketakutan dan berjalan mundur perlahan. “Lindungi aku! Lindungi aku!!”jeritnya. Anak buahnya pun sigap maju ke depan membawa pedang dan juga terus menembak.

Dengan gesit Falcon menghindari serangan bertubi ke arahnya dan menebas satu per satu musuh yang menghalanginya. Memang mafia yang di sewa Yo Seo bagi Falcon masih kelas teri tetapi karena jumlah mereka banyak dan terus berdatangan, Falcon cukup kewalahan terlebih kondisinya tidak terlalu fit.

“Shit! Aku terlalu lama bermain…”gumam Falcon dan ia tidak memungkiri bahwa kali ini ia terdesak. Bahkan ia tidak menyadari sesuatu di belakangnya, dan…

Syuuutt~~

JLEB

“ARGH!”ringis Falcon begitu ada sesuatu benda tajam menusuk lengan kanannya hingga menembus.

“Panah?!”batin Falcon segera berbalik dan,

DOR

Satu tembakan tepat mengenai dahi orang yang memanahnya tadi dari seberang gedung hingga terjatuh ke bawah sana dan…….Mati.

ZRATS

ZRATS

TRANG

DOR

DOR

DOR

“Ti-tidaaaaakk!!”

Ruangan Yo Seo kini penuh dengan tubuh-tubuh penuh darah bergelimpangan. Bagian-bagian tubuh yang terpisah, bau amis darah yang menusuk hidung, dan seringaian iblis dari seorang Falcon yang lincah bagai burung garuda, membunuh bagai menari dengan musik berupa jeritan dari korban-korbannya.

“Have a last message, Sir?”

“Ti—ti—tidak. Tolong—tolong selamatkan aku—jangan bunuh aku?!”

“Jangan bunuh?”mengernyitkan dahi bingung sambil memiringkan kepalanya.

“A-aku akan membayar lebih mahal! Berapa yang kau butuhkan? Katakan dan akan kuberikan!”

“Hmm…”tampak berpikir keras dan mengerucutkan bibirnya, “Kalau aku minta kepalamu, boleh?”

“Ja-ja—jangan…be—be-bercanda…haha—haaa…”

“Aku tidak bercanda… =3= , aku serius… ^^ ”

Entah apa yang membuat Taemin sedikit berbeda hari ini. Biasanya dia selalu bergerak cepat, membunuh tanpa ampun dan tanpa ekspresi bahkan seringai pun tak kan pernah hadir di bibirnya ketika menghabisi nyawa lawannya. Seolah seperti robot pembunuh tanpa perasaan dan emosi. Tapi sekarang dia dengan mudahnya mengeluarkan senyuman bahkan senyum manis yang tergambar di bibir plum merahnya…that’s a really rare but neomu neomu kyeopta.

“Ti-tidak…tidak!”berlari kebelakang meja dan mengambil pistol tapi lagi-lagi Falcon telah berdiri di sampingnya, mengarahkan samurainya ke leher Yo Seo sambil tersenyum manis.

“ADIOS.”

ZRATS

DOR

Tebasan menyilang ditubuh Yo Seo dan letupan pistol terdengar bersamaan.

.

.

.

@ Blocker Street

“Uugh—haah…ugh…hah hah, appooo~”

BRUK

“Siaaall!! Brengsek! Aku lengah! Uughh…”duduk bersandar di tembok gang sempit, berusaha mengatur nafas dan mencabut panah yang menembus lengan kanannya. “Aaarrgh!!”

PLOK PLOK PLOK

“??”

Mendongakkan kepalanya dan melihat 3 orang—anii, 5 orang pria berbaju hitam menghampirinya sambil bertepuk tangan.

“Fuck!”batin Taemin. Setelah membuang sembarangan panah yang berhasil dicabut dari lengannya, Taemin mencoba berdiri tapi sialnya tadi perutnya juga tertembak oleh Yo Seo yang sempat menembaknya sesaat sebelum mati. Luka yang cukup dalam bahkan Taemin yakin peluru itu bersarang di ginjalnya, DAMN SHIT!

“Lihat! Seorang bocah ingusan menangis disini? Hahahaha”

“Hahahaha”

NYUT

Uuughh, siaaaall!! Tulang brengsek! Berhentilah berulah!

Taemin mulai merasa pusing dan mual karena rasa sakit dari tulang belakangnya. Ia juga terus mengeluarkan darah dari luka dilengan dan perutnya, membuatnya semakin lemah dan pandangannya yang  mengabur. Rasanya ia sulit membuka matanya yang terasa sangat berat. “Ini kondisi paling menyedihkan yang pernah terjadi padaku…bahkan sampai dua luka? Ck, tampaknya kemampuanmu menumpul, Taemin?”gumamnya kesal pada diri sendiri. Mencengkram lantai dengan kuat berusaha menyalurkan kembali tenaganya yang hampir exhauted.

Para pria itu semakin mendekati Taemin yang tersudut di tembok. Mengeluarkan pisau dan juga pistol, mengarahkan pada Taemin dan seseorang yang membawa pisau berjongkok di depannya.

“Oh my fuck gosh! Ternyata sosok Falcon seperti ini, eoh? Jadi Falcon itu perempuan?”mencoba mengelus pipi Taemin tapi dengan sigap Taemin berguling ke samping dan dengan sekuat tenaga ia mencabut pistol disepatunya.

“Dasar brengsek!”kesal Taemin begitu ia disangka yeoja oleh orang dihadapannya. Memacu kembali kemarahannya dan melupakan rasa sakit ditubuhnya yang terluka.

“Don’t move, kid.”tiba-tiba kepala Taemin ditodong moncong pistol yang terasa sangat dingin di pelipisnya.

“SHIT!”geramnya. Seolah tidak takut dengan keberadaan pistol di kepalanya, ia mencoba menendang dan segera mengelak kesamping mengunci kaki orang dihadapannya dan dengan satu pitingan ia menjatuhkan tubuh lawannya. What a fantastic power! Bahkan disaat tubuhnya terluka seperti itu Taemin masih bisa menjatuhkan seorang pria dewasa!

Begitu temannya yang lain menembak, Taemin menggunakan orang yang ia jatuhkan sebagai body shield sehingga musuhnya itulah yang tertembak oleh temannya sendiri bahkan tepat mengenai jantungnya.

“Satu.”seringai Taemin dan segera mencabut samurainya. “Who’s next?”

.

.

.

Minho side…

DOR

DOR

DOR

“Eoh?”menajamkan pendengarannya begitu mendengar suara letusan senjata api di kejauhan.

“Apa ada perkelahian genk? Atau…”

DEG

“Mwoya?! Kenapa…perasaanku jadi tidak enak…”batin Minho dan suara letupan pistol semakin banyak terdengar.

Dengan instingnya ia berlari mencari sumber suara. Terhenti begitu melihat sebuah mobil limousine hitam terparkir di depan sebuah gang sempit. Ck, merasa mengenal lambang di mobil tersebut ia pun langsung masuk ke dalam gang dengan pasti.

DOR

DOR

“Aaarrgh!! Dasar bocah tengik!”

DOR

ZRATS

BRUK

BRAK

DOR

Semakin cepat menyusuri gang sempit itu dan terperangah melihat apa yang terjadi didepan matanya. Tetapi segera mengambil sikap, ia mengendap mendekat ditengah kegelapan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun bahkan suara nafasnya. Terus mendekat lalu menembakkan jarum dari cincin yang ia pakai ke leher pria yang sedetik lagi akan menusukkan pisaunya ke leher Taemin yang berada dibawahnya.

Tulang belakang Taemin kambuh kembali bahkan tadi dia langsung ambruk tidak kuat menopang tubuhnya.

“Nugu!”mengedarkan pandangan keseluruh arah mencari sosok yang menembak jarum kelehernya. Jarum itu sangat kecil dan tajam bahkan hampir seluruhnya tertanam di lehernya. “Shit! Ra-racun…Aarrggh!!”

“Farewell.”ucap Minho pada ke dua orang yang tersisa disana. Minus Taemin tentunya.

“Ke—lolo?”dan pandangannya berubah gelap.

.

.

.

@ Seoul Hospital….

“YA! SUSTER! DOKTER! SIAPAPUN TOLONG DIA!”Minho berteriak kencang begitu memasuki rumah sakit dengan membawa Taemin di pelukannya. Ia menggendong Taemin dengan bridal style dan wajah Minho sangat sangat panik karena tubuh Taemin mendingin dan nafasnya yang hanya satu-satu. Sepanjang lantai darah berceceran membentuk alur yang teratur.

“Cepat baringkan dia disini.”perintah dokter yang melihat Minho membawa seseorang penuh darah di tubuhnya.

Taemin segera di bawa ke ruang operasi begitu dokter menyadari luka tembak diperut dan lengannya. Dapat ditebak hanya dengan melihatnya bahwa kondisinya benar-benar kritis.

“Dokter! Aku mohon selamatkan dia!”titah Minho begitu pintu ruangan ditutup. Beruntung saat itu sedang tidak ada jadwal operasi sehingga bisa langsung ditangani. Sekarang Minho hanya bisa pasrah berdoa agar operasi berhasil dan ‘his lovely’ dapat selamat.

“Dasar keparat! Kakek brengsek! Sialan!”geram Minho meninju dinding samping ruang operasi saking kesalnya. Karena orang-orang yang tadi menyerang Taemin tidak lain adalah anak buah kakeknya.

“Kenapa harus Taemin….cih, dasar tua bangka! Kubunuh kau!”Minho berteriak di telepon kepada sang kakek begitu dia berlari ke atap untuk melepaskan kemarahannya.

“SUDAH KUKATAKAN BAHWA TAEMIN TIDAK BERSALAH BRENGSEK! FUCK!”Minho membanting handphone ke tembok hingga hancur. Sungguh ia sangat murka dengan kakeknya itu. Masalah 12 tahun yang lalu masih menjadi dendam pada kakeknya yang dikarenakan Unicorn–appa Taemin– yang menurut kakeknya telah berkhianat dan bersekongkol dengan mafia De Costraden, padahal sebenarnya itu hanya salah paham. Bahkan kakek Minho –Minseok- telah dengan sempurna membunuh Unicorn dengan cara bersekongkol dengan Mafia La Nostra.

Ketika Minho tahu fakta di balik hilangnya Taemin adalah karena ia pergi ke Rusia untuk dilatih menjadi mafia tangguh seperti sang Appa dan diwaktu bersamaan Minseok baru saja akan mengadakan kontrak untuk bekerja sama melawan Rusia tetapi justru Unicorn malah membawa Taemin kesana sehingga Minseok mengira Unicorn berkhianat.

“Hey! Bisa kita bicara?”

Minho menoleh ke arah suara yang memanggilnya. “Nugu?”

“Aku…Jonghyun, Dokter coAss disini. Dan…aku mengenal Taemin. Dia menjadi tanggung jawabku saat ini.”

“Tanggung jawab? Memang kau siapanya?”sedikit tersulut emosi dari nada suaranya yang meninggi.

“Boleh kutahu kenapa dia bisa dalam kondisi seperti itu saat…kau membawanya kesini?”

“Cih, memang kau siapa? Apa kewajibanku sampai harus menjelaskannya padamu, eoh?!”

GREP

“YA!”Jonghyun mencengkram kerah baju Minho dan wajahnya benar-benar memerah sekarang karena menahan amarah. “KAU TAHU DIA ITU ADIK SAHABATKU! DIA ADALAH TANGGUNG JAWABKU! APA YANG HARUS KUKATAKAN PADA JINKI BEGITU IA KEMBALI ADIKNYA TENGAH SEKARAT SEPERTI SEKARANG, HAH?!!”

“YA! AKU TIDAK MELAKUKAN APA-APA!”Minho pun semakin emosi begitu Jonghyun membentaknya seperti itu.

“TAPI KAU—-“

“KAU PIKIR AKU TIDAK KHAWATIR?! BAHKAN JANTUNGKU SERASA BERHENTI BEGITU MELIHATNYA SEPERTI ITU!”

“LALU KAU PIKIR DIA JADI SEPERTI ITU KARENA SIAPA? DIA BISA TERTEMBAK SEPERTI ITU KARENA SIAPA??!!”

“Mianhae Jonghyun sshi…Minho benar. Dia bahkan yang menolong Taemin dari gangguan orang-orang jahat di jalan tadi. Ketika akan menolong Taemin, Minho sunbae datang lebih dulu karena aku melihatnya dari gedung apartemen temanku saat akan pulang tadi…”

“Dengar, kan?!”Minho menepis kasar tangan Jonghyun dari kerahnya dan membetulkan bajunya yang jadi sedikit berantakan.

“Sebaiknya kita sama-sama menunggu di depan ruang operasi kalau kalian mau? Atau mungkin dokter Jonghyun memiliki pasien yang harus kau urus?”

“Ck,”Minho berdecak pelan dan pergi duluan kembali untuk menunggu Taemin.

“Jino…”

“Ne? Mworagu?”

“Taemin sekarat…dia butuh transfusi darah. Dan darah yang ia miliki sangat langka…”

DEG

Langkah Jino terhenti dan berbalik menatap Jonghyun. “Tidakkah tersedia di bank darah?”

“Hanya tersisa sedikit dan itu sudah habis untuk operasi. Bagaimana untuk suplai ke depannya? Taemin memiliki RH yang aneh dan langka, hanya sedikit orang yang seperti itu.”

“Mungkin orang itu bisa mendonorkannya?”pikir Jino saat terbersit sebuah nama dibenaknya.

“Jonghyun sshi, tolong usahakan cari semampumu, jebal…Aku juga akan berusaha mencari di luar.”pinta Jino. Ia sungguh-sungguh panic dan khawatir pada Taemin.

“Satu-satunya orang yang bisa mendonorkannya kemungkinan besar adalah Jinki tapi sekarang dia tidak disini.”

“Ck, harusnya hyung pabo itu bisa di andalkan sekarang! Tapi dia malah pergi ke Rusia…apa dia sangat marah dengan adiknya padahal dia sendiri bahkan lebih parah dari itu, eoh?”Jino terus berkomat-kamit tidak jelas.

“Jino ah?”

“Ah, sepertinya aku tahu orang selain Jinki hyung. Aku titip Taemin ya, Jonghyun sshi—“

“Panggil aku hyung saja…”

“Oh, ya…Jonghyun hyung. Tolong kabari aku kalau ada perkembangan.”

“Oke, tapi…kurasa kita belum bertukar nomor telpon?”

Jino menepuk pelan dahinya dan mengulurkan tangannya meminta handphone Jonghyun agar bisa memasukkan nomornya, “Sip. Tolong hubungi aku apapun itu menyangkut Taemin ya…hyung?”

Jonghyun menatap layar handphonenya dan disana jelas tertera deretan angka yang dapat menyambungkannya dengan Jino.

“Baiklah. Berdoa semoga operasi yang dijalani Taemin berhasil dan mampu melewati masa kritisnya.”

Jino tersenyum dan terkekeh pelan, “Jangan remehkan Taemin, hyung… Oh, kurasa aku harus cepat pergi. Lebih cepat lebih baik, kan? Annyeong~”

“Ne, annyeong~”balas Jonghyun dan menatap punggung sempit Jino yang kemudian menghilang di balik pintu atap.

“Sekarang…bagaimana caraku menghubungi si dubu?? O,O”

**=======**

“Jinki Lord has been arrived Madam~” seorang namja bertubuh tegap tinggi dan menggunakan seragam hitam khas nya menghadap nyonya besar istri mafia nomor satu Russia.

“Send him in…” Jawab seseorang yang dipanggil mommy oleh Onew ini.

Kreeeek..

Pintu itu terbuka lalu masuklah Jinki, alias Dragon alias putra Tertua sang madam dengan kekasih nya dulu. Nyonya ini, sang madam mengerikan yang pernah ada di Russia, terlihat luar biasa cantik dengan mata abunya yang indah, kulitnya yang seputih susu,hidungnya yang tinggi sempurna, seseorang yang sangat tidak ingin kau kenal karena kekejamannya.

Cleossa Nixie Ivankov, istri sah almarhum Vyacheslav Kirillovich Ivankov yang tidak lain adalah ibu kandung Lev juga.

“Eagle… how are you honey?” Cleossa sang mommy, wanita yang memiliki feromon kuat di sekujur tubuhnya membuat siapa saja akan bergetar melihatnya.

“Im fine~ like you see~ what do you want now mom?” Onew menahan rasa kesalnya karena mommy nya memanggilnya tiba – tiba seperti ini.

Cleossa tersenyum, cantik!! sangat cantik… tapi… that smile make you wanna scream at the same time…

Wanita yang memiliki dua anak ini beranjak dari kursi singgasananya yang berwarna merah keemasan lalu berjalan menghampiri Onew masih dengan senyum cantiknya, namun bagi Onew ini adalah senyum yang terlalu mengerikan.

Tap…

Tap..

Tap..

Langkah kaki yang menggunakan sepatu boot berwarna hitam jelas terdengar di seluruh ruangan dan sejujurnya membuat Onew sedikit gugup dan berkeringat di pelipisnya.

“Honey~ setidaknya kau memeluk ibumu kan?”

Senyuman cantik terukir di bibir merah Cleossa, dengan gaun kulit senada berwarna merah, potongan rambut bob berwarna abu. Bermata abu – abu semakin indah dan seksi dengan eyeliner hitam dimata indahnya.

GREP

Cleossa memeluk Onew erat, dapat Onew rasakan aroma tubuh sang mommy dipelukannya. Saat biasanya pelukan seorang ibu itu hangat, tapi tidak bagi Onew, ini terasa sangat dingin seperti memeluk es batu!!

Onew akhirnya membalas pelukan sang mommy dan sedikit mengelus punggung mommy yang terekspos.

Sret

Onew melepaskan pelukan mommy nya menghentikan dingin yang menyeruak ditubuhnya saat memeluk ibunya sendiri. Lalu menatap mommy lagi dengan pandangan yang sangat serius menuntut penjelasan sang mom menyuruhnya pulang tiba- tiba seperti ini.

“hhh~ baiklah kau ini seperti ayahmu yang tidak suka basa – basi.. benar – benar mirip UNICORN” menekan kata Unicorn lalu Cleossa mencubit pipi Onew pelan dan ia berjalan dan duduk kembali di singgasana nya.

Onew pun sekarang duduk didepannya dan siap mendengarkan perkataan mommy yang semoga saja kali ini bukanlah sesuatu yang membuat Onew marah.

“Jinki.. Lee Jinki… aku memintamu datang karena aku ingin kau melakukan sesuatu untuk membuktikan kesetiaanmu pada keluarga Yaponchik,  De Costraden” tegas Cleossa kini dengan tatapan mata yang tidak kalah mengerikan.

Keluarga Yaponchik katanya? cih~ apa dia lupa aku bukan anak Yaponchik? Sialan! andai aku tahu ini sebelum appa meninggal aku pasti sudah mengatakan ini pada Yaponchik Lord yang juga sudah mati sekarang bahwa IM NOT YOUR SON ACTUALLY !!

Onew mendengus lagi entah keberapa kalinya, jelas sekali ia menahan emosinya, dapat ia rasakan ada maksud tidak baik dalam percakapan ini.

“Apa?” Onew menjawab dengan nada yang sangat dingin.

“Aku ingin kau membunuh Lee Taemin”

DEG

Jantung Onew mencelos seketika mendengarnya. Lee Taemin? adiknya? tapi apa maksudnya? Onew saat itu rasanya ingin menembakkan bazoka tepat dikepala mommy nya.

SHIT!

”Apa hubungannya anak itu dengan kesetiaanku?” Onew akhirnya mendongakkan kepalanya yang sempat tertunduk tadi, mengepalkan tangannya kuat dibalik meja.

”hh~ honey~ kenapa kau ini sedikit lamban untuk menyadari jika Taemin adalah Falcon? Falcon sang mafia seoul yang ditakuti?cih~ ” Cleossa berdiri dan berjalan menuju bar mini dan menuangkan vodka ke gelas lalu mengaduknya dan meminumnya.

DEG

Taemin? Falcon? Taemin? Falcon? Bunuh?

Kata – kata itu berputar didalam otaknya seolah teriakan yang memekakkan telinga dan merusak kinerja otaknya. Oke otak Lee Jinki sekarang mulai koslet.

Tuk..

Cleossa meletekkan gelas berisi vodka tadi kemeja dan dengan menaikkan sedikit dagunya menyuruh Onew untuk meminumnya. Oke sekarang Cleossa duduk di atas meja dan mengahadap putra nya yang masih sibuk dengan pikirannya.

Sret

Glek .. glek

Onew meminum vodka itu hingga habis hanya dalam dua kali teguk.

”Bagaimana jika aku tidak mau?”

”Ya~ you know.. selalu ada bayaran yang setimpal”

SRET

Cleossa lalu melempar map coklat ke depan muka Onew.

”What is this?” Onew hanya menatap Cleossa menuntut jawaban.

”just open it…”

Sreet

Onew membuka nya.. thats it!! beberapa lembar foto… beberapa lembar foto seseorang yang beberapa jam lalu ia putuskan untuk menjadi miliknya..

The person he love.

Kim Kibum

DEG

Arrgghhhh!!!! Rasanya Onew ingin melempar bangku ini tepat kewajah wanita sialan yang mengaku sebagai ibu kandungnya ini tetapi tidak pernah berhenti memberikan penderitaan dan luka bagi hidupnya.

Panas, wajah Onew sangat panas sekarang, aliran darahnya berkumpul pada satu titik, ya diatas kepalanya. Kepala yang siap meledak karena menahan kepulan emosi. Bagaimana bisa ini terjadi? bagaimana bisa mommy mengenal Kibum? Oke baiklah mungkin Jinki lupa bagaimana mengerikannya jaringan mafia di Russia. Mengetahui Kibum hanya hal yang terlalu mudah bagi seorang Cleossa.

Onew masih terdiam dan menatap sosok cantik di foto itu, Key yang saat itu pulang dari rumahnya.

Cantik.

Jadi selama ini ia diikuti oleh bawahan Cleossa dan bodohnya ia tidak menyadarinya.

BRAK

Cleossa memukul meja dengan kedua tangannya, hey meskipun dia adalah nyonya besar tetapi jangan diremehkan kekuatan bertarungnya, bahkan tembakannya sangat luar biasa jitu. Wanita mengerikan, iblis bersemu dibalik wajah cantik ini.

“Baiklah…” Onew menjawab singkat dan memasukkan lagi beberapa foto Kibum tadi kedalam amplop coklat.

Ia mengerti, sangat mengerti, maksud dari mommy nya adalah tentu saja ia harus memilih salah satu kan?

”Gunakan ini… aku ingin sekalian mengetes kekuatan senjata biologis ini…” Cleossa tersenyum iblis memberikan sebotol serum yang diketahui sangat mematikan itu.

Onew mengambilnya lalu meniyimpannya di sakunya.

”Apakah sudah selesai?” Onew langsung to the point, ia ingin segera pergi dari sini, pergi dari hadapan iblis paling mengerikan yang menghancurkan hidupnya hingga sekarang. Yang entah mengapa ia selalu dan selalu kembai kesini melakukan semua perintah bodoh ini.

Penderitaan itu tidak pernah berhenti menyapa hidup Lee Jinki.

”Lakukan atau bisa kupastikan detik ini juga orang itu sudah tidak ada di dunia ini”

 

DEG

SHIT SHIT SHIT!!!!!!

Suara itu terdengar lembut karena keluar dari mulut seorang wanita tetapi bagi Onew suara ini, suara yang sangat ia benci, ia mengutuk dirinya kenapa harus terlahir dari rahim seorang iblis?!!

”Jangan pernah menyentuhnya meski seujung jari pun Nyonya Cleossa yang terhormat” Onew menatap Cleossa sarkastik dan tentu disana terlihat kemarahan luar biasa.

Cleossa memutar bola matanya malas dan terkekeh pelan mendengar jawaban putranya itu.

BLAM

Onew pergi meninggalkan ruangan terkutuk itu, jika satu menit saja ia masih disana ia bertaruh ia akan mencekik ibu kandungnya dengan tangannya sendiri dan mengirimnya ke  kerak neraka.

Di saat kau harus memilih dua orang yang sangat kau cintai..

 

Who will you choose, Lee Jinki??

 

Falcon aka Lee Taemin? Your Brother?

 

Dragon aka Kim Kibum? Your Love?

 .

.

.

BRAK

Onew kini berada dikamar hotelnya, membanting pintu kamarnya dengan napas yang memburu ia memasuki Hotel.

Panas..

Sakit..

Brak.. Bruk.. Prang

Hancur.. semua hancur ia banting, No.. ia juga mencari sesuatu, mencari obatnya.

Tidak, bukan sekedar obat biasa, bukan juga obat penenang, apakah Onew akan kembali tertarik jauh ke masa lalunya yang kelam? 5 tahun saat Taemin tidak di sisinya saat paling mengenaskan itu? akankah Lee Jinki hancur untuk kedua kalinya?

**========**

“Key!!! Wait a minute!”

Lev sedikit berlari kecil saat Key dengan cuek nya meninggalkannya dibelakang. Inilah yang membuat Lev stress jika bertemu Key, you know what?

SOPPAHOLIC!!

Aarrgghhhh.. rasanya Lev ingin memberi Key obat pelumpuh kaki agar ia bisa diam dikursi roda dan tidak ‘menggila’ seperti sekarang.

“Ck~ you are too slow Leo~” Key berhenti dan memutar tubuhnya kebelakang menatap sosok namja Russia tampan yang terengah mengejarnya.

Hosh..hosh..hosh..

Lev bersumpah ini adalah kali terakhir ia menemani Key belanja di mall dan dicatat without any bodyguard !! Oh my God~ jika ada yang mengenali mereka, dipastikan sangat mudah menembak Lev dan Key dengan snipper atau apapun itu.

Tapi yeah~ key tidak sebodoh itu kan? Ia menyamar dengan memakai kumis tebal layaknya seorang santa claus, you know kumis berwarna putih lebat dan dililit jaket tebal beberapa lapis, come on katakan ada yang lebih buruk dari ini bagi seorang Lev?

Lalu key? Ia juga menyamar, oke dengan memakai softlens biru dan menutup rambut traffic line nya dengan topi kupluk merah ditambah syal super tebal yang menutupi lehernya, bukan tapi lebih tepatnya menutupi tanda kissmark itu =_=. Lev mengumpat dalam hati sepanjang perjalanan, kenapa ia harus berpakaian seperti orang bodoh seperti ini sedangkan Key still look beautifull at all >__<

“Key! This is disguisting! I never wear outfit like this and this stupid thing?!!” Lev menarik kumis palsu itu dan membuangnya ke lantai.

“Apa yang kau – awas?!!!!

DOR

DOR

“ahh..”

“Key! Are you ok? Akh,, shit!!tunggu disini aku akan membereskan mereka?!!” Lev meninggalkan Key yang terkena gesekan peluru yang hampir saja mengenai Lev barusan. Ia berusaha mendorong Lev namun naas peluru itu sempat menggores lengan kanannya.

Key hanya mengangguk lemah melihat Lev melepaskan satu – sati jaketnya dan mencari orang yang menembak tadi. Sedangkan ia berlindung dibalik tembok lalu melepas syalnya dan mengikal lengan nya agar darah yang keluar berhenti mengalir.

“Akh…. Shit!!”

DOR

DOR

DOR

Suara tembakan nyaring di ujung jalan, lalu tak lama ia melihat Lev hampir terpojok dengan seseorang yang menodong pistolnya di pelipis Lev.

KLIK

“Throw your gun, NOW” kini entah keberanian dari mana Key menodongkan pistolnya balik ke kepala orang yang menodongkan pistolnya di kepala Lev.

Lev menyeringai dan menggunakan kesempatan ini untuk memutar badannya dan meninju wajah laki – laki yang menodongkan pistolnya tadi.

DOR

DOR

Mati.

Key menembakkan handygun nya kearah dua laki – laki tadi dalam kecepatan yang sangat mengagumkan dengan tangan kirinya.

“Ck~ sudah kubilang kau tidak usah ikut – ikutan ini hanya kutu kecil Key…”

“Are you sure? Kutu yang hampir saja membunuhmu! Bodoh! dan.. aahh..”Key meringis memegang lengan kanannya yang diikat syal tadi.

Lev mengernyitkan dahinya bingung lalu melihat kissmark dileher putih Key.

JINKI!! You’re stupid bastard!! Lev mengumpat dalam hatinya. Lalu memapah Key dan membawanya pulang ke Hotel tempat Key menginap.

“Di sini tidak aman, lebih baik kau cepat kembali ke Korea.. ayo kuantar ke hotel dan mengemasi barangmu, sebelumnya kita ke rumah sakit dahulu mengobati lukamu”

“sssh.. tidak… aku ingin ke hotel saja dan kembali ke Korea.aaahh” key masih meringis menahan luka yang masih tertutup syal itu.

“ck~ kau ini kapan tidak keras kepala hah?”

“Please~  aku sedang tidak ingin ke rumah sakit. Ini hanya luka kecil…” Key menoleh kesamping dan menatap Lev tajam dengan mata kucingnya.

Lev mendengus kesal mendengar teman kecilnya ini, ia sangat sangat khawatir dengan keadaan Key. Namun apa boleh buat jika Key bersikukuh tidak ada yang bisa mencegahnya.

Setelah Lev menelpon menyuruh anak buahnya membuang mayat – mayat yang berserakan ini ke laut, ia memapah Key ke mobil dan membawanya kembali ke Hotel lalu mengantarnya ke bandara.

.

.

.

Di bandara..

”Kau yakin tidak apa – apa?” tanya Lev khawatir.

”Yes sir~ aku tidak apa – apa.. never mind oke, ingatlah aku adalah Dragon..kekeke~” Key malah terkekeh geli menyebut codename nya sendiri.

”Aku akan mencari tahu siapa yang menembaki kita tadi, kau hubungi aku jika sudah sampai Korea, oke?”

”Baiklaaah tuan muda~~”

GREP

Lev memeluk Key sebelum berpisah lalu  Key melambaikan tangan seraya berjalan mundur. Mengeratkan kembali syalnya saat ia sadari tadi di Hotel kissmarknya ternyata lebih terang dari yang ia lihat pertama kali.

Kissmark ini.. sialan! Siapa namja bermata abu itu sebenarnya?!! SHIT! Beraninya dia..

Key berjalan dengan langkah terburu sesekali membenarkan letak kacamata hitamnya, ia tidak sempat memakai softlens, jadi dengan mata hijau ini ia harus menyembunyikannya.

**========**

@Seoul..

Hyung~ aku akan pulang hari ini dan akan ke Rumah Sakit untuk menemuimu ne~

Jonghyun membaca teks pesan yang ia terima dari adiknya, Key. Pesan ini dikirim 3 jam yang lalu dan bari dibaca Jonghyun.Hanya mendengus pelan, setidaknya ia meminta jemput kan? Oke mungkin Key tidak ingin merepotkannya karena pekerjaannya sebagai Co Ass sekarang.

Baiklah..Datanglah keruanganku ne~ jangan lupa oleh – oleh untuk hyungmu ini Kibum..

 

Send

Pending.

Ck~ sepertinya handphone Key sudah mati saat ini.

Oke.. baiklah Kim Jonghyun sekarang berpikirlah bagaimana cara memberitahu dubu itu jika adiknya sekarang sedang di operasi,

”Hay dubu~ apa kabarmu? Baikkah?”

Ah tidak,tidak, bodoh sekali aku..bukan itu. aarghh.. kenapa susah sekali.

”Anyyeong Jinki.. apa kau sehat – sehat saja? Taemin? Ya dia baik hanya saja…”

Ahh.. tidaaaaak!! Aku tidak bisa mengatakannya.. eottohke? Bagaimana kalau dia kena serangan jantung saat mendengar ini? Atau dia bisa pingsan di tempat?

Astaga… Tuhan kenapa kau memberikanku ujian seberat ini u_u

Jonghyun sibuk dengan monolog nya alih – alih berlatih menghubungi Onew dan memberitahunya perihal adik nya yang sedang dalam keadaan sekarat.

Sedangkan dibelakang sana, ya tepat di pintu masuk berdiri sosok yang dari tadi ia pikirkan sedang menatapnya heran karena tak menyadari kehadirannya di ruangan tersebut.

Onew melepas kacamata hitamnya lalu masuk untuk menegur Jonghyun yang masih asik berbicara sendiri, jangan – jangan Jjong sudah gila? Pikir Onew saat itu.

”yoboseyo~ ah dubu.. aku ingin memberitahumu ka-kalau Taemin sedang sekarat dan di…”

”APA?? KAU BICARA APA..?”

HAH? O,O

Bahkan aku sudah bisa mendengar suaranya saat ini, aku pasti sudah gila.. tapi kenapa terdengar nyata?

Jonghyun masih berpikir itu adalah ilusi nya, sampai Onew menarik bahunya dan berbalik menghadap nya.

SNAP

Glek

Jonghyun menelan salivanya menatap mata abu – abu itu penuh kengerian karena Onew mencengkeram kuat bahu Jjong membuatnya sedikit takut, tidak pernah ia melihat ekspresi dubu yang biasanya konyol menjadi seserius ini.

This is so rare..

”Katakan padaku dimana Taemin?”

”Du-dubu.. tenanglah..Ta- Taemin ada di ruang operasi”jelas Jjong berusaha menenangkan Onew yang tampak sangat kacau saat ini. Wajah Onew memerah padam.

Tanpa mempedulikan teriakan Jjong, Onew lalu berbalik dan berlari mencari mataharinya, Taemin. Lee Taemin, Falcon? Awalnya Onew ingin marah saat mengetahui ini, ia tahu ini dari ibunya dan sudah berlangsung lama? Jadi Luka itu? Nodachi (samurai khas jepang) itu? Semuanya kembali memenuhi pikiran Onew..kepingan – kepingan keganjilan selama ini.

Taemin? Kenapa kau berbohong padaku?

Onew berlari tidak peduli dengan beberapa bahu yang ia tabrak, bahkan bahu seseorang, Kibum.

BUGH

”Auuwwww…”

Key meringis saat lengan kanannya bertabrakkan dengan Onew, Onew yang tidak memperhatikan jalan hanya pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.

Bagai waktu terhenti, Kibum menatap punggung Onew yang pergi menjauh. Seperti De Javu, yah mata abu – abu itu? Parfum ini? Kenapa terasa tidak asing?

**========***

Tok tok..

Key mengetok pintu ruang kerja hyungnya namun tidak ada jawaban.

CKLEK

”KEY!!” Jonghyun baru saja ingin membukakan pintu lalu Key sudah masuk.

GREP

”Akh…” lengan Key lagi – lagi berdenyut sakit.

Jonghyun melepaskan pelukannya lalu melihat keadaan adiknya dan memegang lengan kanan yang dari tadi dipegang Key.

”Ah.. Hyung.. aku tidak apa – apa. Akhhhhh”

Jonghyun semakin memencet lengan Key yang masih di perban seadanya.

”Kenapa kau? Ini luka apa? Kenapa sampai begini?!!”

Key hanya menunduk pasrah saat Jjong memeriksa lengannya dan menarik lengan bajunya saat itu.

”Ayo ikut aku” Jjong menarik Key pergi ke ruang UGD.

Tak lama kemudian mereka sampai UGD lalu Jjong menyuruh Key berbaring menyamping dan mulai membuka perban Key yang mulai berdarah. Sebenarnya tadi ia baik – baik saja, namun setelah tertabrak Onew luka itu robek dan terbuka kembali.

Jjong menyuntikkan obat bius disekitar luka itu lalu mulai menjahit luka Key tadi.

Key memejamkan matanya kuat menahan ngilu yang menjalar ditubuhnya.

Key sebenarnya apa yang kau lakukan hah?

Berbagai dugaan berputar diotaknya berusaha menebak apa yang dilakukan Key hingga ia terkena goresan peluru. Jonghyun tidak bodoh ia tahu luka semacam ini.

”Aku akan mengecek keadaanmu, dan mengambil sample darahmu” jelas Jjong.

Sebenarnya Jonghyun mulai khawatir saat ia melihat keadaan Key yang pucat pasi tadi, membuatnya berpikir aneh – aneh, mengingat keluarga Kim memiliki sejarah penyakit Kanker, tidak menutup kemungkinan Key mengidap ini, pikir Jjong.

Lalu ia membawa sample darah itu ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

**==========**

@ Black Building….

“Maaf Tuan besar, kali ini Taemin benar-benar kritis. Anda pasti tahu benar bahwa Taemin memiliki darah yang langka dan dia…”

“Arrassou.”

BECAUSE YOU NEVER KNOW WHAT WILL BE HAPPEN TOMORROW…..

.

.

.

.

.

.

.

.

DOR

TO BE CONTINUED

OTTE??

PENASARAN NGGA? HAYOOOO~~ OKE NEXT PART AKAN ADA SEJARAH KETIGA MAFIA BESAR KOREA -___-”

PLEASE YAH YANG NGERASA BACA KOMENNYA YANG BERMUTU.. JANGAN CUMA LANJUT THOR, DAEBAK THOR.. BLABLABLA… PELISSS DEH YAH~ KITA AMPE BEGADANG INI BUAT NYA, OKE BAIKLAN READERS

NEED AUTHOR AND AUTHOR NEED READERS TOO..

YANG UDAH KOMEN PANJANG DAN BIKIN KITA NGAKAK SAMA KOMENNYA, MAKASIH BANGET..*Cipokin atu2*

ILYSM SUUNDERS❤

 *KARENA WP LAGI GILA KITA GA BISA MASUKKIN FOTO SAMA SEKALI T^T NANTI MASUKIN KALO UDA BENER, HUKS..

^_____________________________^

140 thoughts on “White Lies / 2min – Onkey/ Part 5 of?

  1. emang yg gol drahnya sama ama si taem selain si jinki siapa? aduh penasaran.
    trus yg dipilih ama onew siapa?

  2. penasaran abs…tp bngung jg
    bngung tp penasaran…
    jd lev sm jinki sodaraan,trz lev tmn dket key trz klwrga taemin sm minho musuhan…
    ribet amat y…tp seru
    brarti yg ”bersih” cm jjong doank donk…

  3. Leo nyamar😄 ngebayangin’nya Lucuuu bgtt😄
    ntr kaLo jjong tw key mafia gmn donk ? *mikir
    suka suka sukaa !! feel’nya dapettt~ kayak nonton film action bnr’annnn ..

  4. gmn ya keadaan teamin skarang???
    spa yg bkalan nge donorin drah buat te2n klu bkan onew???
    jdi mkin seru nich ff
    dapet bnget fellnya,,terusin min

  5. aduh sesak…
    apa keputusan yang bakal diambil onew??? penasaran banget ma cerita selanjutnya…..
    onni aq minta PW nya yang part 6 dong, udah nggak tahan……. penasaran banget, plisssssssssssssssssss!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  6. Sumfeh,,
    ni epep mkin kesini mkin keren ajj,,
    author’y daebak,,
    itu si tetem sekarat,,
    ya ampun,, tetem ndak metong khan ?
    itu si Lev tman kcil’y key, trnyata sodaraan am unyu oppa y (?)
    dan lgi, knpa momynya unyu oppa nyruh onppa, ng’bnuh tetem,,
    pke’ ng’libatin key lgii,,
    jhat’y, kenapa ndak langsung di cekek ajj tu orang, trus d mutilasi biar di jadiin mkanan ayam’y onppa,,
    haahaa
    OMB, onppa uda tau t, klau trnyta falcon itu si tetem adik’y tersayang…
    Pnasaran tngkat akut ni am lanjutan’y,,
    part dpan yg d protek itu, gmna cra dpet PW thor ?

  7. namanya ribet pake banget ya authorr??? cari dibuku.nama mana?? *salahfokus

    hadehhhh si key bisa aja.ngelakuin sama yg ga dikenal -_-

    ini bener.bener ff.berbobot yang bacanya harus pake otak minn

    betek sama nyokap jinki
    bengia bangett

  8. Akkkkhhhhhh,,,ffnya keren banget
    bummmmm*lempar bom ke author*siapa yang dipilih jinki????
    Taemin atau key????jonghyun tau ada yang nggak beres sama key,,,,,
    abangku perhatian ya*yaiyalah*
    pertarungan taemin keren banget,,,minho kamu datang,nyelametin taemin*kayak super hero deh*paling lucu waktu jonghyun bingung mau ngasih tau onew keadaan taemin ternyata onewnya dibelakang*paling bikin ngakak nih scene* sekali lagi buat author daebak*bansai*

  9. baru nemu ff ini eh ternyata ffnya udah lama banget..
    entah masih bisa dapet pw part 6 nya atau enggak… tapi plissss buat authornya.. kasih dongz… penasaran bgt nih..

  10. Gyaaaaa!!!
    Parah parah ini rumit bangettttt!!!
    Tae semakin ganas beda sama awal!!!!
    Ketemu kelolo kah?
    Tae, semua didiri elu serba langka pen gw civok/?

    Gyaaaa!! Si onyu ngapain si key?
    Hah? Onyu disuruh milih bunuh tae atau key knp2?
    Tegaaaaaa! Jangan bunuh taemin kuuuuuu

    Plis banget thor jan ada yang mati!!!
    Kalo falcon mati,si shadow gw culik nih/?
    Lanjut

  11. gyaaa,dubu kumatttt,kalo uda liat si mata kucing pasti gk bisa
    ngendaliin diri,,minnie_ah jangan mati ne kasian pangeran kodok
    mana baby minnie belum ingat lg sama si kodok…huaaa prustasi..gimana kelanjutanny
    moga mereka bisa keluar dr dunia kelam it

  12. HUAAA..,
    KNAPA SMAKAIN RUMIIIIIIITTT????
    tapi sya suka,
    apa jinki tega mmbunuh taemin???
    arau lbih mmlih mmbiarkan kibum dbnuh???
    lanjutt…,

  13. Bingung nih thor..
    Onew ama taemin saudara kandung??
    Kata’a onew 2 bersaudara?
    Koq sekarang Lev itu kata’a saudara sedarah onew?

    Trus unicorn ama mafia rusia umma’a onew itu beda ya?
    #bingung#

    Ditunggu part 6’a
    화이팅!

  14. bingung sebenarnya taemin dan onew itu saudara kandung atau bukan? kenapa ibunya onew ingin membunuh falcon.
    katanya ayah taemin sudah meninggal. dan sosok yang mengaku sebagai ayah taemin itu siapa?
    jadi jino tahu semuanya kalau onew itu eagle.
    bikin deg-degan

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s