[Onkey] WTF part 5 of ?


Foreword:

Annyeong~ masih ada yang tauk FF ini? Aah~ pasti udah pada BT nunggunya, mianhe neh, gue kasih info aja deh, gue cum bisa nulis klo weekand aja , itu juga kalau nggak sibuk  = =” jadi mohon sabar aja yah xD
Thanks yang udah komen sebelumnya, jeongmal gomawo suunders J

So, enjoy, fell free to comment and like .
gomawo~

By; sanniiewkey~

PREV PART >> PART 4

“Pst…yeobo!”,

“Hmmmh…”, Jinki berbalik ke arah sebaliknya dan menutup wajahnya dengan bantal, Kibum mengerucutkan bibirnya, ia menarik nafas dan meniban tubuh Jinki yang masih tertidur,

“Yeobo ah~ banguun~~”, Kibum membisikan Jinki ditelinganya, namun Jinki hanya bergidik , namun tidak ada gerakan sedikit pun yang membuatnya bangun, atau mengintip sedikit saja untuk membuka matanya. “Yeoboooo~~~”, kali ini Kibum sedikit merengek lebih kencang, dan mengigit kuping Jinki.

Jinki mengerang pelan dan bergumam , “Neh~ …”, jawabnya

“Aku mau makan ttokbokki…”, Kibum terkekeh dan mengguncang tubuh Jinki.

“Hah?” ia menjawab masih menutup mata.

“Ish, aku – mau –makan –ttokbokki!”, bisik Kibum kesal, Jinki diam saja, tidak menanggapinya, Kibum menatap Jinki kesal, dan beranjak ke sisi Jinki , menyelinap kebalik selimutnya dan menatap Jinki, memainkan jarinya ke matanya, dan membukanya paksa dengan jarinya. “Yeobo! Aku lapar, mau makan ttokbokki, cepat belikaan~~”

“Ngh… ini kan masih malam, besok saja…”, Jinki memundurkan badannya,

“Kalau begitu biar aku pergi beli sendiri saja…”, ancam Kibum, Jinki langsung membuka perlahan matanya, menatap Kibum yang menatapnya kesal. Jinki menguap dan merentangkan tubuhnya.

“Yeobo… besok saja yah, kau makan apa saja, aku belikan, lagi pula, mau cari dimana? Di pulau ini tidak ada pojangmangcha…” Jinki berbicara sambil mengintip dari mata kantuknya, Kibum diam saja, tidak bicara …

“Kau tahu, kau mulai tidak mencintaiku, dan kau baru saja melakukannya, yasudah, lupakan saja.”, ambek Kibum, berdiri dan berjalan ke kamar mandi.

Jinki menarik nafas, ia menatap perginya Kibum, ia tunggu 5 menit, Kibum juga tidak keluar, ia mulai khawatir, ia loncat dari kasur dan mengetuk pintu.

“Kibummie… kau sedang apa didalam? Gwewncana?”, teriaknya, didalam sana Kibum menatap layar ponselnya sembari duduk di kloset, menatap ttokbokki yang ia search dari internet dan mengelusnya dengan tangannya, betapa ia ingin makan itu ya Tuhan… tapi karena si suami pelit itu dan tidak pengertian, ia harus menahan keinginannya.

“Kibummie .. jawab aku, atau buka pintunya, jangan buat aku khawatir …”, teriak Jinki lagi mengetuk pintu. “Kibummie .. dan jangan bilang aku tidak mencintaimu… ayolah…” Jinki mulai tidak sabaran, ketukan di pintu semakin kuat. Kibum hanya menatapnya kesal dan menutup telinganya.

“Kibumie, serius, kalau kau tidak buka, maka terpaksa kudobrak pintu ini.”, Kibum diam saja, namja nya itu tidak akan segila itu, tega sekali ia… lebih baik tidur saja lagi sana, tidak usah perdulikan dia. Kibum melihat ke arah pintu yang tiba-tiba diam sesaat, tapi sedetik kemudiam membuatnya terlonjak sekitar 3 cm dari duduknya ke atas, terkejut karena Jinki mendobrak pintu itu.

“YAH!”. Teriak Kibum memegang jantungnya, “Haish that stupid dub—“ BRAK! . Kibum membelalakan matanya, serius, namja nya ini benar-benar serius.

“Kibummie!”, teriak Jinki ,

“NEH NEH NEH! BERHENTI MENDOBRAK!!”, teriak Kibum kesal.

Jinki berhenti melakukannya, kemudian pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Kibum yang berdiri baik-baik saja dengan tampang tidak senang. Jinki yang tidak sadar hanya menghampiri Kibum dan meraihnya kedalam pelukannya.

“Gwencana?”, Jinki menyentuh pipi Kibum, Kibum diam saja malah melirik Jinki kesal.

“Menurutmu? Kau mungkin hampir membuat ku kena serangan jantung, dan aegya kita jiwanya terguncang.”, jelas Kibum sedikit berlebihan sambil menepuk perutnya pelan. Jinki membulatkan bibirnya dan menatap Kibum yang terbaring dikasur menarik selimut sampai kekepalanya dan membelakangi Jinki.

“Yeobo ah~ mainhe…”, Jinki duduk di kasur dan mengelus punggung Kibum, “Maaf neh? Aku khawatir terjadi sesuatu didalam, habis kau tidak jawab sih panggilanku.”,

“Berisik,sudahlah aku mau tidur…”, ambek Kibum, Kibum menatap layar ponselnya dan cemberut melambai pada layar ponselnya dengan pelan mengucapkan ‘annyeong ttokbokki’. Jinki menarik nafas dan menatap Kibum sambil tersenyum.

“Tidak jadi makan ttokbokki?”, tanyanya, Kibum melirik ke pertanyaan itu, “Kau tahu, aku bisa minta koki resort ini buat kan untukmu … aku yakin mereka tidak akan menolak permintaan ku.”, jelas Jinki. Kibum mulai menimbang, tapi ia tidak bergeming.

“Ya sudah kalau tidak mau … aku tidur lagi saja..”, kata Jinki. Kibum terkejut, dan ia tiba-tiba keluar dari dalam selimut.

“Tungg—‘, Kibum langsung disambut sosok Jinki yang tersenyum cokky didepannya,

“Kajja…?’, ajak Jinki, Kibum menarik nafas, sialan, jebakan senyuman maut ini namanya. Kibum beranjak dari atas kasur, Jinki mengambil mantel dan memakaikan pada Kibum kemudian keluar dari losmen mereka dan berjalan sekitar 500 meter menuju dapur utama resort itu.

.

.

“Hmmmm….masstaaaa~~~”, Kibum mengunyahnya dan melonjakan kakinya dibawah meja kegirangan, Jinki menarik nafas dan menatap Kibum didepannya, menopang dagunya menatap sosok yang asik makan sendirian itu.

“Kau senang?”,

“Ng!”, Kibum mengangguk dan tersenyum lebar. “Kau mau?”, tawar Kibum, Jinki menggeleng, ia sudah kenyang, jelas ia sudah kenyang, rasanya sudah kenyang jika kau sendiri yang memasaknya, benar, Kibum benar-benar hebat, ia bisa membuat Jinki untuk pertama kalinya masuk kedapur dan harus masak. Biasanya, yang Jinki tahu adalah delivery order atau fastfood saja.

“Makanlah yang banyak, biar aegya kita juga senang …”, jelas Jinki menguap dan menopang dagunya di meja, sambil matanya menatap Kibum yang asik makan.

“Sepertinya kau tidak senang?”

“Aniooo….”, Jinki menggeleng, Kibum meletakan sumpitnya dan menatap Jinki, Jinki heran, “Kenapa? Ayo habiskan … dan kita kembali kekamar, ini sudah hampir pagi, kau tidak mengantuk?”, tanya Jinki menguap lagi.

“Apa aku berlebihan?”, tanya Kibum, Jinki mengerutkan alis, “Permintaan ku berlebihan neh? Mianheyo.”, Kibum terpaksa mengucapkan itu, ia memang ada rasa tidak enak, tapi ia sedikit kecewa karena Jinki sepertinya tidak ikhlas melakukannya.

Jinki menarik nafas , melihat istrinya itu malah mengaduk makanannya tidak jelas dan terlihat kesal. “Aniooo~ yeobo ah~”, Jinki mengelus pipi Kibum, “Aku senang melakukannya, maaf yah aku seperti ini, aku hanya lelah, kau tahu kan … maksudku, aku baru saja tidur 2 jam setelah tadi kita … kau tahu…hmm…”, Jinki menggaruk kepalanya, Kibum mengangguk dan menarik nafas.

“Neh … gwencana…”, Kibum menurunkan tangan Jinki dan saling menggenggam, sesekali mengelusnya dengan jempolnya, Jinki terkekeh, “Nah ahhh~~”, Kibum mengelurkan sumpit ke mulut Jinki. Jinki mengerutkan alis, “Ayo, aku mau cepet ini habis, dan aku mau tidur…”, rengek Kibum, Jinki terkekeh dan membuka mulutnya, lama kelamaan mereka saling menyuapi satu sama lain, dan kembali ke losmen ketika makanan itu sudah habis.

WTF~

Taemin keluar dari lobi sekolah, hari sudah sore, Minho sudah pulang duluan karena harus bertemu dengan orang tuanya, namun tiba-tiba ia berhenti dari jalannya ketika melihat Jonghyun keluar dari sebuah mobil. Wajahnya sangat lesu dan menatap mobil itu pergi dengan wajah dingin , kesal dan entahlah.

“Kalau kau tidak lakukan, maka kau akan tahu akibatnya!”, ancam seseorang dari dalam mobil itu, Taemin tidak bisa lihat jelas, tapi yang pasti orang itu mengancam Jonghyun.

Taemin mengamati mobil itu pergi dan menelan ludahnya, haruskah ia menghampiri Jonghyun? dengan ragu perlahan ia mendekat dan berjalan menuju Jonghyun dekat pintu keluar gerbang sekolah.

“Annyeong haseyo…”, Taemin menyapa, Jonghyun menoleh dan terkejut melihat sosok yang menurutnya sangat cantik itu.

“Oh, anneyong…”, balasnya membungkuk. “Apa aku mengenalmu?”,

Taemin terkekeh dan mengulurkan tangannya, “Aku Lee Taemin, kita belum kenal, tapi aku tahu tentang mu Hyung…”, dari Minho tentunya, tambah Taemin sendiri. Jonghyun terkejut, ia mengulurkan tangannya.

“Oh neh, jadi kau tahu aku? Lalu siapa namaku kalau begitu?”, tanya Jonghyun tersenyum, Taemin terkekeh, cute~ menurut Jonghyun.

“Kim Jonghyun neh?”, tanya Taemin, Jonghyun menganga, ia heran, apa ia seterkenal itu dalam beberapa waktu disekolah ini?

Jonghyun menatap Taemin dari atas sampai bawah anak yang cantik, bahkan salah satu anak tercantik yang ada, selain Kibum yang goodlooking seperti yeoja tentunya, ternyata banyak juga yang seperti ini.

“Hm…Hyung?”, Taemin melambai didepan wajahnya.

“Oh neh, mianhe…”, Taemin hanya terkekeh, “Oh, kau tau namaku dari mana? Apa kau fansku?”, tanya Jonghyun membuat Taemin tertawa,

“Kau bisa saja, jangan GR hyung…”, Taemin menutup mulutnya dengan telapak tangannya, cute~ sekali lagi Jonghyun menilai seperti itu. “Oh, Hyung gwencana?”, tanya Taemin.

“ Oh?”,

“Ng … mianheyo … tadi, aku tidak sengaja datang,dan orang didalam mobil itu berteriak atau mengancam mu atau sesuatu…”

“Gwecana…”, potong Jonghyun. “Ah,kau tidak menjawab pertanyaan ku barusan, tau dari mana namaku?”, tanyanya lagi.

“Oh, aku mengenal seseorang, dan dia juga dekat denganmu… aku tahu sedikit banyak tentang mu darinya…”,

“Oh jeongmal? Nugu?”

“Minho, Choi Minho , kau kenal kan?”,

“Omo, Minho? Kau kenal dengannya?”, tanya Jonghyun, Taemin terkekeh malu. ‘Omo! Kau … jangan-jangan …kau dengan Minho…kalian…”, Jonghyun memeragakan tangannya menjadi satu seperti orang ciuman.

“A-aniooo…. “, tolaknya dengan wajah memerah. Jonghyun hanya berdecak,

“Gwencana, aku sudah bisa menebak kok, aah~ sial, aku sudah kalah start lagi…”, Taemin terdiam, menatap Jonghyun tidak mengerti, Jonghyun membalas tatapannya , mereka salin menatap …

“A-aah…”,. Taemin memundurkan badannya dan menutup mulutnya malu, ‘A-aku…mianhe.. aku dan Minho tapi sudah pacaran… aku tidak minat menjalin hubungan dengan yang lain…”,

Jonghyun mengedipkan mata, “Loh, emang siapa yang kau maksud?”

“Oh?”, kali ini Taemin bingung, Jonghyun terdiam, kemudain tertawa keras ketika menyadari situasinya. ‘hyungggg~~ berhenti, aku kan cuma salah paham…”, rengek Taemin memerah wajahnya, Jonghyun tetap tertawa.

“Kau ini…hahahaha…lucu sekali, maksudku, aku kalah start sama Minho karena dia sudah bisa punya pacar. Sedangkan aku ? “, katanya, Taemin terdiam.

“Hyung…. boleh kita bicara disuatu tempat, cafe misalnya? Ada yang ingin aku katakan…”,

“Oh? Tentang apa? Kita kan baru kenal? Kau tidak takut padaku? Aku kan masih asing untukmu.”

“Nope, aku tahu kau tidak akan macam-macam…”

“Oh?”

“Kalau kau macam-macam, mungkin aku akan adukan Minho, dan aku jamin ia akan membunuhmu jika kau berani sentuh aku seujung rambut ku saja.”,

Jonghyun hanya tertawa dan menyutujui Taemin menuju sebuah cafe.

WTF~

Mianhe yo~~”, rengek Kibum terduduk lemas di sofa, Jinki tersenyum sambil menngurut telapak tangan Kibum, diantara sela ibu jari dan telunjuknya untuk menghilangkan mual Kibum.

“Nope … aku seharusnya tidak merencanakan ini, kita lain kali bisa kok…” jawab Jinki , well, mereka malam itu ingin pergi dinner , sebenarnya Jinki sudah menyiapkan semuanya , mereka akan makan disebuah kapal yatch pribadi, dan niatnya, disana Jinki akan membuat konser kecil untuk Kibum, pertama kalinya ia akan menyanyi untuk Kibum jika malam itu berhasil. Tapi nyatanya , Kibum yang sudah rapih tiba-tiba mual, dan yes, dia yang sudah mengalami morning sick seharian, muntah berkali-kali menjadi lemas dan tidak bertenaga.

“Eotte … aku mau keluar dan makan … pasti kau sudah pesan makanan enak kan?”, tanya Kibum, Jinki berdecak.

“Hanya makanan resto, pasti kau tidak penasaran kok …”,

“Tapi aku mau kita dinner malam ini…”, Kibum merengek, “Ah, kita lakukan saja disini…eotte?”,

Jinki mengerutkan alis, “Ah, bisa … aku akan pesan semuanya kesini…”,

“Ah, jakkaman!”, Kibum menarik tangan Jinki. “Aku cuma mau makan ramen saja , kita makan dibalkon saja, gelar tikar, dan duduk diluar melihat laut, itu bagus kan? Lumayan biar aku bisa menghirup udara segar  …”

“Kau yakin? Ramen kan pedas, kupesakan bubur saja yah?”

“Shirooo~~”, Kibum bersungut, “Ramen! Kalau tidak mau, tidak usah jadi sajalah, aish…”, Kibum menarik dengkulnya ke atas dan menelungkupkan kepalnya disana, menoleh ke arah laut, Jinki menarik nafas, aish … selalu begini, semenjak hamil, Kibum selalu moody dan bersikap diva, oh tidak, more than a diva now!

Cup~

“Oke princess… semua titah mu adalah tugas ku…”, Jinki mengecup pucuk kepala Kibum dan mengelus pipinya, “Jakkaman neh… aku keluar sebentar…”

“Kenapa tidak menggunakan room service?”tanya Kibum,

“Hanya sebentar … memastikan semua bisa berjalan baik walau Cuma di sini…”, Jinki tersenyum, Kibum mengangguk dan menyuruh Jinki keluar.

Kibum menarik nafas, apa ini mimpi? Rasanya ia terlalu terlena dalam kebahagian ini, Jinki menjadi suaminya, mungkin well … ia masih bingung kenapa pernikahan mereka dizinkan dengan mudah, ada rasa khawatir dalam hati Kibum, mungkinkah ia harus mewaspadai akan segala sesuatu kedepannya?. Awal yang baik, Jinki mengakui anak ini, Ummanya setuju begitu pun Appa Jinki, namun … apa benar ini akan berjalan dengan baik?

“Aaahh~ kenapa tiba-tiba berpikir negatif? Aish … ini tidak baik, huaah…aku tidak boleh stress…tidak boleh, nae aegya tidak boleh merasakan tekanan…ya kan aegya?”, Kibum berbicara sendiri pada perutnya.

Ringgg ringgg~~

Kibum menoleh ke arah ponsel Jinki dan mengambilnya. “Yoboseyo?” … “Oh, neh … kami membatalkannya, mianhe … apa saja yang sudah dibatalkan?” … “Omo! Neh neh, apa saya perlu bayar dendannya?” … “Oh, neh neh … arrasoo… gomawo…”

Kibum menganga, Jinki sudah melakukan semua itu? Demi nya? Dan semua karenanya maka rencan itu batal? Dan karenanya juga maka ia akan membayar dendanya? Omona~~ia harus lakukan sesuatu untuk Jinki, tapi apa?

WTF~

“Gomawo Jonghyun Hyung, seharusnya aku yang mentraktirmu, kan aku yang mengajakmu…”, Taemin cemberut, Jonghyun berdecak dan mengacak rambut Taemin.

“Neh gwencana … lagi pula kau kaya…” ledek Jonghyun, Taemin mendengus,

“Aish,kau sama saja dengan Minho, sama-sama sombong …”, Jonghyun hanya tertawa. “Btw Hyung, aku harap aku bisa pertimbangkan apa yang aku minta, maaf kalau aku menuntut banyak, aku hanya tidak ingin melihat kalian tersakiti, aku tahu kau suka pada Jinki Hyung, tapi kau tahu kan sekarang ia dan Key umma sudah menikah?”, Jonghyun hanya tersenyum.

“Neh, arraso …”, Jonghyun menjawab itu, “Atau aku sebainya menaruh harapan padamu? Kau dan Minho kan belum menikah.”

“Yah Hyung… bukan itu pointnya kita bicara saat ini …”, rengek Taemin, Jonghyun hanya tertawa,

“Neh Taemin, arrasooo…”, Jonghyun menepuk pundak Taemin,

“Good, gomawo atas waktunya dan pengertiannya … fighting Hyung, kalau ada masalah, atau butuh bantuan, kau bisa andalkan Lee Taemin. “ Taemin menepuk dadanya, “Kalau aku tidak bisa, maka aku akan minta Minho membantu ku untuk membantumu…”, kekeh Taemin.

“Kau ini, sudah sana pulang, hati-hati neh? Salam untuk Minho, katakan suruh ia cepat menyapa ku disekolah esok.”

“Neh, arraso! Hyung annyeong… “,

Jonghyun senyumnya menghilang dan menatap Taemin dengan sendu, ia melihat ke arah langit dan membuang nafasnya. Sebelum ponselnya berbunyi dan melihat siapa yang mengubunginya, sejenak ia tidak ingin menjawabnya, namun ia tahu, ia bisa dalam masalah jika tidak menjawabnya.

“Yoboseyo.”

[kau dimana? Cepat kemari, aku butuh kau sekarang … ada yang perlu kubicarakan.]

“Aku sedang ada di luar, aku akan kesana dalam 20 menit.”

[Good, kau memang my puppy dino…]

PIP

“im not your damn fucking puppy dino, fuck you Krystal!”, Jonghyun menatap ke arah ponselnya dan menatap jalan dimana Taemin pergi. Ia menarik nafas, mengingat apa yang dikatakan oleh anak itu barusan.

“ … aku tahu rasanya ketika kau tidak dicintai oleh orang yang kau cintai  Hyung…”

“Maksudmu?”

“kau, mencintai Onew Hyung bukan?”

“…”

“Aku mohon, jangan membuat semua ini menjadi sulit Hyung, aku tahu kau orang baik, dan Minho hyung mengatakan itu padaku, biarkan mereka bahagia Hyung … aku mohon padamu…”

“Kau bukan siapa-siapa, kau bahkan tidak kenal aku, kenapa kau mencampuri urusanku?”

“Karena aku sudah bilang, aku tahu kau orang baik…”

“Kau tidak kenal aku… dan kau tidak tahu apa-apa…”

“Lalu kenapa kau tidak menatap mataku?”

“…”

“Kau juga tidak ingin memaksakan perasaan Onew Hyung padamu kan Hyung?”

“Dasar anak sok tahu! Selera Minho sangat rendah, terkecuali parasnya, diluar itu, anak itu benar-benar sok tahu, dan so innocent.” Jonghyun berjalan ke ujung jalan ,mengendari taxinya dan pergi ke tempat yeoja yang baru saja ia hubungi.

WTF~

Jinki tersenyum puas, Kibum pasti suka dengan apa yang akan ia tunjukan, well … sedikit kecewa memang jika rencana sebelumnya gagal, tapi kali ini, ia berharap walau hanya ramen ditangannya membuat Kibum senang.

“Kibummie… aku kembali…”, Jinki membuka pintu,mendorong tray makanan ke dalam kama rmereka, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Kibum, ruangan remang-remang, dan ia tidak tahu Kibum kemana.

“Kibummie?”, Jinki memanggil lagi , namun Kibun tidak ada. Jinki yang takut terjadi sesuatu mulai mencari kesemua sudut ruangan, tapi nihil, ia mengigit bibirnya panik, kemana dia? Jaketnya dan juga sepatunya masih ada.

“Jinki…”

“HUWAH!!”, Jinki memegang jantungnya, terkejut melihat Kibum berdiri di belakang, namun ia memicingkan matanya, mencoba melihat jelas sosok Kibum dari remangnya kamar. Perlahan siluet Kibum muncul dari balik closet baju, membuat mata Jinki terbelalak.

“K-kibum…kau…apa yang—‘

“Sssht …”, Kibum maju dengan cepat mendekat ke tubuh Jinki, menarik kerah Jinki dan menempelkan jarinya ke bibir tebal Jinki. Jinki menelan ludahnya, terlihat dari jakunnya yang naik turun menahan desiran nafsunya yang tiba-tiba muncul. Melihat istrinya hanya memakai kemeja putih Jinki yang jatuh tepat di bagian bawah bagian terlarangnya, jika ia menunduk sedikit saja, maka pantatnya akna terlihat, karena memang tinggi mereka tidak berbeda, dan ukuran baju itu tidak jauh beda dengan Kibum.

“Kau memang suami paling baik, dan juga pacarku yang paling tampan, kaya dan juga…”, Kibum berbisik, “sexy…”, Jinki nafasnya tertahan ketika tangan mungil Kibum meremas bokong Jinki.

“B-bummie…j-jangan, kau sedang hamil…”, Jinki memundurkan badannya , menahan tangan Kibum,dan menghindar dari mulut Kibum yang sudah mulai menciumi lehernya, kalau tidak dicegah, demi ayam goreng diseluruh dunia, maka Jinki tidak bisa menahan gejolaknya.

Kibum cemberut, ia perlahan mendekat, membuat Jinki mundur dan terduduk di sofa, “Tapi nae aegya menginginkannya…”, katanya manja, Jinki terbelalak.

“Mana mungkin?!”

“Mungkin saja! kenapa kau berteriak padaku?!”, tanya Kibum terkejut mendengar Jinki meninggikan suara, Jinki menatap Kibum gelagapan.

“A-ani… t-tapi…”, Jinki menarik nafas ketika Kibum sudah berdiri didepannya menyilangkan tangan, membuat bajunya terangkat ke atas. “Kalau kau tidak berhenti, aku tidak tahu apa yang terjadi baby… kau sedang hamil, dan kau tahu kita tidak bisa melakukan seks…”

“Aku tidak bilang kita akan lakukan seks?”, jawab Kibum innocent,

“Huh?”

Kibum tersenyum, ia berjongkok didepan kaki Jinki dan menatap Jinki dengan tatapan puppy eyesnya, “Aku akan lakukan blow and hand job untukmu…”,

Jinki menganga, “T-tapi…”

“Yah! Ini mau anak kita!”

“K-aku tidak bisa membuat alasan ini karena aegya bab—-“

“Kau tidak mencintaiku yah?”

“S-sudah kubilang jang—aah!”

Kibum terkekeh, ia melirik ke atas, sambil tangannya mengelus selangkangan Jinki. “Tapi sepertinay tubuhmu mau… wah, nae aegya akan senangg~”,

Jinki menahan tangan Kibum dan menarik nafas, “O-oke…tapi jangan ditelan…arraso?”, Kibum terkekeh dan mengacungkan jempolnya.

WTF~

Taemin berlari ke lorong loker, ia sudah telat, kalau tidak segera, ia akan terlambat masuk kekelas. Namun ketika ia berbelok di sisi lorong ia menabrak tubuh seseorang, dan cukup membuat orang didepannya itu terhuyung kebelakang, namun Taemin yang mempunyai reflek bagus langsung menangkapnya, dan timing itu sangat tepat.

“G-gwencana?”, tanya Taemin juga terkejut, melihat sosok yeoja didepannya, rambut coklat dan ikal panjang se punggung.

“Neh … gomawoo…”, yeoja itu berdiri dan tersenyum manis. Merapihkan seragamnya, Taemin meneliti wajahnya.

“Kau newbie?”, tanya Taemin ramah, yeoja itu menatap Taemin dengan mata berbinar,

“Neh, aku sedang mencoba menemukan nomer loker ku, tapi rasanya aku tersesat.”, Taemin membentuk mulutnya menjadi O.

“Aku Lee Taemin, panggil Taemin saja, atau Minnie kalau kau mau lebih akrab.”, Taemin mengulurkan tangannya ramah. Yeoja itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Aku Jung Soojung, atau Kyrstal.”,

“Berapa nomer loker mu? Mungkin akan kubantu menemukannya.”

“Hmm … 778 …”

“Oh, itu 2 nomer dari loker ku, kajja, kita akan telat mata pelajaran berikutnya.”

“Oh, benar. Kajja!”

WTF~

“Oh , whats up Minho!!”, seru Jinki menepuk Minho yang sedang duduk di kantin sendirian dengan makanan tak terjamahnya

Sudah selama 2 minggu mereka di pulau keluarga Jinki, dan Jinki serta Kibum memutuskan kembali kesekolah, Jinki ingin Kibum tetap dirumah, ia harus mulai ambil cuti, tapi rasanya Kibum ingin sebisa mungkin sekolah jika perutnya belum membuncit. Dan seluruh siswa sisekolah, tidak ada yang tahu tentang kehamilannya, tidak Minho juga Taemin. Mereka berdua memutuskan menyembunyikan semua itu, demi tidak terjadi keributan. Mereka menikah saja, sudah cukup skeolah gempar, banyak surat ancaman ditujukan kepada Kibum, karena pengerannya direbut, dan banyak pula ke Jinki karena malaikat mereka direbut.

“Hai Hyung,Hai Key…”, jawab Minho dingin, matanya menatap ke ujung kantin, dimana sosok pacarnya lebih asik bersama yeoja selama 2 pekan itu.

“Nugu?”, tanya Kibum duduk di depan Minho dan mengikuti pandangan Minho. “Oh!”, Kibum terkejut melihat Taemin bercanda dengan mesra dengan yeoja. Jinki melihatnya juga, dan ia tersenyum, melihat ke arah Minho yang sedang BT.

“Siapa dia? Taemin selingkuh darimu?”, ledek Jinki yang menerima lirikan dari Minho dan sikutan diperut dari Kibum.

“My baby tidak play boy seperti kalian!”, seloroh Kibum. “Siapa dia Minho? Aku tidak pernah lihat? Sepertinya kami pergi banyak yang berubah?”

“Namanya Krystal, newbie, dan selama 2 pekan ini bersama dengan Taemin, membuat ku tidak bisa mendekati Taemin, entah apa yang mereka bicarakan, tapi sepertinya Taemin menikmatinya…”

Kedua Onkey mengangguk dan sambil memakan makan siang mereka, “Taemin memperkanalkan kalian satu sama lain?”

“Ya, tapi itu tidak penting, yang penting, apa yang mereka lakukan, sehingga kau ditinggalkan sendiri…”

“Mereka seumuran?”tanya Kibum

“Ya , mereka sekelas.”

“Oh, jelas berarti alasannya kan?” jawab Jinki enteng.

“UMMA APPA!!!”, teriak sebuah suara, Kibum menoleh dan melihat Taemin berlari ke arahnya, sambil diikuti yeoja itu dibelakangnya. Taemin ingin menunbruk Kibum , namun Jinki menghalanginya.

“Yah appa waeee~ aku rindu umma ku…ummma~ bogoshipoo~”, Taemin menginjakan kakinya ke tanah.

Kibum terkekeh, Jinki memberikan isyarat untuk hati-hati dengan perutnya, “Aigoo…sini … appa mu hanya cemburu…” Taemin memeluk Kibum dan bergantian ke arah Jinki.

“Ah, perkenalkan, ini Krystal, ia teman sekelasku … Krys, kenalkan, ini Umma Kibum or Key umma, dan ini Jinki Appa, mereka sudah menikah …”, jelas Taemin, “ …serius! mereka saja baru pulang dari honeymoon.”, ledek Taemin bergosip layaknya yeoja, Krystal hanya terkekeh dan membungkuk hormat.

“Annyeong, Krystal imnida… “

“Ah, teman Taemin sangat ramah …” puji Kibum, diberikan anggukan oleh Jinki. Jinki disisi lain seperti sedang memutar otaknya, mencoba mengingat, sepertinya ia pernah melihat yeoja ini sebelumnya, tapi…dimana?

“Cukup ramah dan membuat orang lupa dengan orang lain…”, jelas Minho berdiri dari kursinya dan berjalan begitu saja. Taemin terkejut.

“Ah, Minho hyung!”, Taemin berbalik. “Krys … sorry, Minholebih penting, ah umma appa, tolong bicara dengannya neh?” dan pergi mengejar Minho yang mengambek.

Ketiga terlihat sangat canggung, tidak tahu harus berbicara apa. “Ah, jadi kalian menikah?”, tanya Kyrstal akhirnya, Kibum tersenyum menatap Jinki. Jinki masih diluar pikirannya sendiri.

Mereka berbicara, dan Kibum menilai yeoja itu sangatlah baik , ramah , dan juga menyenangkan, namun Jinki, entah kenapa, membuat Kibum merasa aneh, karena ia melingkarkan tangannya di pinggang Kibum seakan takut kemana-mana saat berbicara dengan yeoja itu.

“Yah, kau kenapa sih? Dari tadi memelukku terus? Mau pamer? Tidak perlu, dia sudah tahu kita menikah dan suami istri sekarang.”, tanya Kibum ketika Kyrstal pergi duluan.

Jinki menaikan bahunya, “Molla, aku hanya merasa pernah melihatnya, tapi tidak tahu dimana…”

Kibum melirik Jinki, ‘Kau mencoba mencari modus padanya yah?”

“Modus apa?”

Kibum berdiri meninggalkan Jinki, “Yah~”, Jinki merangkul Kibum.

“Berani flirting, maka akan kutendang junior dubumu…”

“Hei, yang sedari tadi bicara padanya itu kau…”

“Aku hanya mencoba ramah, kau yang aneh.”

“Perasaan aegya kita saja kali, jadinya berpengaruh padamu…”, ledek Jinki menerima sikut diperutnya dan mereka tertawa.

“Btw, jangan terlalu dekat padanya, aku tidak suka…” jelas Jinki sebelum mereka berpisah kekelas masing-masing.

“Wae? “

“ng … aku cemburu…”, CHU~ Jinki mencium cepat bibir Kibum dan berlari menjauh, Kibum berdecak dan menyentuh bibirnya, kemudian beralih keperutnya. “Hahhh~ nae aegya, appa mu itu bodoh, tapi dia manis jika cemburu…”,

.

.

“Aegya?”, gumam sosok itu dari balik lorong menatap couple yang baru saja berlalu kejalan masing-masing.

“Jangan kau coba-coba ganggu mereka.”,

Yeoja itu menoleh ke arah suara, sosok namja tampan memasukan tangan ke saku dan menatapnya dingin, “Kau yang lamban, aku hanya ingin kau pisahkan mereka, dan buat ia percaya lagi padamu, sehingga keluarga mereka bisa dekat dengan mu, kemudian kita jalani rencana untuk bisnis keluarga kita.”

“Biar aku saja, kau tidak perlu…”

“Tergantung, kalau kau kerjanya lama, biar aku yang bereskan…”

“Jung soojung!”

“Wae?” yeoja itu melotot . ‘Kau tidak tahu kita akan jatuh miskin dan akan jadi gelandangan, jika kita tidak segera mendapatkan investasi besar dari keluarga Jinki, satu-satunya jalan hanya ini, kalau kau tidak mampu, aku yang akan lakukan, apapun caranya , untuk tidak jatuh miskin!”, ancam yeoja itu dingin.

“Kau gila.”

“Kau lebih gila Jonghyun Oppa, kau gila kalau biarkan keluarga mu jatuh miskin, kau memang tidak mengerti, karena kau anak tiri, jadi kau tidak tahu apa rasanya!”teriak yeoja itu pergi.

“Aku mengerti  … sangat mengerti, itulah kenapa aku lakukan untukmu..”, jelas Jonghyun menatap sosok yeoja itu.

WTF~

“Annyeong Umma appa…”, Taemin menyapa Onkey couple sambil tangannya menggeret Minho, Minho pagi itu terlihat sangat lelah,dan mengantuk. Jinki tidak perlu bertanya , sudah jelas dari seluruh bercak merak dileher Taemin dan juga Minho, tapi kali ini agak beda.

“Kau baik-baik saja Minho?”, tanya Jinki ketika membiarkan Kibum berbicara dengan Taemin.

“Taemin mengerikan, kenapa semua orang tertipu wajahnya, dia tidak se innocent yang kalian duga.”

“Aku tidak menilainya begitu.”

“Oh yah?”

“EmHm. So, apa yang ia lakukan?” tanya Jinki, Minho mengurut pinggulnya,

“Ku bertaruh kau tidak mau tahu, ia mengerikan.”, tunjuk Minho ke Taemin dengan dagunya.

Jinki terdiam sejenak dan kemudian terkejut, “Oh, my god!!”, Pekiknya, membuat Taemin dan Kibum menoleh, Taemin yang tahu situasi itu langsung berlari ke arah Minho memastikan ia tidak cerita pada Jinki, namun percuma, Jinki sudah tertawa terpingkal-pingkal, jika Minho tidak merasa ngilu di pinggulnya, dia akan menendang Hyugnnya itu karena menertawai mereka.

“Oh, aku lupa binder ku, aku kembali ke loker dulu yah?”, ucap Kibum tiba-tiba.

“Oh, aku antar—“Jinki menoleh

“Anio, sebentar saja, kau tunggu sini saja..”

“Yang benar?”

“Iya. Sebentar yah …”, Kibum berlari menuju lokernya, alasan, tepatnya, ia lupa membawa bekal makan siang Jinki tadi yang ia simpan di lokernya, bekal yang ia buat subuh-subuh sebelum Jinki menjemputnya di rumah, ya mereka masih pisah rumah, karena Kibum masih ingin tinggal sebentar dengan ummanya, meski Jinki terkadang datang dan tidur disana.

.

.

BRUK

“Ouch!”, Kibum menahan tubuhnya ditembok.

“Kibum?”

“Jonghyun?”

Jonghyun tidak berkata apa-apa, “Chukae atas pernikahan kalian.”. sebelum Kibum bisa menjawab , Jonghyun sudah pergi darinya.

Kibum memegang tembok, kepalanya terkadang gampang pusing kalau terkejut, “Oppa!”,

Kibum menoleh, Krsytal didepannya menahannya, “Gwencana?”

“Neh … hanya sedikit pening, kenapa kau disini?”

“Oh, ng.. aku tersesat, aku lupa lorong loker ku…”

“Oh, nomer berapa?”

“778 …” jawabnya tersenyum.

Kibum tersenyum dan menunjukan lorong yang mana, kemudian ia pergi ke lokernya sendiri, sebaiknya ia juga meminum vitaminnya, mungkin ini efek mual setiap pagi karena aegya nya.

“Duh aegya…jangan siksa umma dong, umma kan capek…” namun Kibum berhenti bicara sendiri ketika mencium bau tidak enak, ia hampir saja muntah , dan membuat peningnya menambah.

Ia mengendusnya, dan ia temukan dari dalam lokernya. Perlahan ia buka, dan ketika ia lihat apa yang ada disana membuat ia ingin pingsan, darah berlumuran didalam, mengguyur semua bekal makanannya, dan ada bangkai burung didalam sana. Kibum menahan tubuhnya memegang pintu loker, namun ia tidak kuat, yang ia tahu kakinya lemas, kepalanya tamnah pusing mencium bau anyir itu.

BRUK

Dan semua gelap.

.

.

Sepasang mata menatapnya dingin, dan pergi begitu saja.

TBC~

Woke… ini jadi agak creppy yah? Makin aneh aja alurnya, LOL, judulnya aja udah WTF, kalian pasti bakal merasa aneh dengan FF yang satu ini, karena jujur, gue mau bikin macem” didalam FF ini, hahahahaha…

SORRY BANYAK TYPO, GUE MALES CEK N RE-CEK NYA ..NIKMATIN AJA YAH! xD

So, feel free to comment xD

OH, komen gak lebih dari 70 males akh lanjut cepet nya :p

146 thoughts on “[Onkey] WTF part 5 of ?

  1. diva nya Kibum makin menjadi-jadi dan parah sejak hamil yah..
    ngeriiii..
    bikin merinding dia ini.. hahahaha..
    sabar-sabar aja Ya Jinki..😄

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s