[2min/mpreg] Take me in your arms – part 5 of ?


Foreword:

Anneyong, makasih yang duah pada nungguin ini dengan sabar, makasih juga yang udah pada komen~ aah~ gue gak bakal terusin ini kalau kalian gak pada dukung atau sering nagih… gomawo~~

So, enjoy, and feel free to comment

THANK YOU SO MUCHIMUCHIMUCH~ 11 LIKE AND 103 COMMENTS! LOVE YOU ALL!

By: Sanniiewkey~

PREV PART >> PART 4

Nyesss~~

“Ahh~~…”, Taemin menoleh dan melihat Minho dibelakangnya membawa sebotol banana milk dingin untuknya. Minho mencium pipi yang baru saja ia tempelka dengan botol itu dan memeluk Taemin dari belakang, tidak perduli orang sekitar rumah sakit mulai dari suster , pasien, bahkan dokter yang melihat. Bukan, bukan mencemooh, mereka malah tersenyum, selama 3 hari mereka mungkin ada yang sudah terbiasa melihat pasangan itu ada dirumah sakit, menebar kemesraan disana. Ya, 3 hari, mereka masih disana, karena Taemin ‘spesial’ Miinho membiarkan dokter untuk memeriksanya, ia bahkan tidak pulang kerumah , tidak mau meninggalkan Taemin sendiri, tidak juga kuliah.

“Hyungg…”

“Hmm?”

“Apa kau sudah pikirkan apa yang akan kita katakan pada Ahjussi dan ahjumma tentang hal ini?”

Minho diam sejenak, membenamkan kepalanya ke pundak Taemin, harum … bau yang selalu Minho suka. “Aku sudah pikirkan … aku akan mengatakan pada mereka kalau aku akan menikahimu.”

Taemin menoleh, mencari keseriusan dimata Minho, apa Minho bercanda, tentu tidak semudah itu kan?

“Kenapa?”, tanya Minho yang menangkap kecemasan dari tatapan Taemin.

“Kalau mereka tidak merestuinya? Kau ingat, kita saudar—‘

“Saudara beda susuan, kita sepupu, dan kita bisa menikah.” Minho berkata serius, Minho menarik wajah Taemin dan mencium keningnya. “Aku tidak akan meninggalkanmu bagaimana pun caranya … termasuk melepas semua apa yang aku miliki. Itu janji ku pada mu.”, jelas Minho, Taemin membuka matanya, menyentuh tangan Minho. Dan menciumnya, Minho jantungnya berdebar cepat, ya Tuhan … kenapa ia begitu imut dan sangat cantik? Aku gila mengakui namja cantik, tapi itulah Taemin, dia Taemin ku –pikir Minho.

“Kau tidak bisa begitu saja melepas impianmu demiku Hyung, aku harus pikirkan kedepannya, bagaimana dengan beasiswa mu ke Jepang? “, Taemin mulai sedih mengingat itu, namun ia tahan, ‘Kau harus pergi, suka atau tidak, itu impianmu, dan … itu akan mengubah hidupmu.”, jelas Taemin.

“Lalu bagaimana dengan mu? Aku tida—“

“Hyung, kita hadapi ini bersama, kita katakan semua pada umma dan appa mu, aku siap! Tapi, hanya satu pintaku, tetap lah pergi dan kejar cita-citamu…”, pinta Taemin, Minho menarik nafas, tidak bilang iya atau tidak , ia hanya memeluk Taemin dan mencium sisi kepala Taemin, hanya satu rencana dalam otaknya saat itu, ia hanya ingin bersama Taemin.

“Taemin Minho!”, Taemin dan Minho menoleh, melihat siapa yang berdiri didepannya, mereka berdua mendadak membeku ditempatnya, Taemin melepas pelukannya, namun Minho dengan cepat memeluk pundak Taemin, dengan horor Taemin menatap Minho, meminta bantuan, ia takut … namun Minho hanya menatap dua sosok didepannya dengan setenang mungkin.

“Umma … appa…”, sapa Minho. Taemin menunduk dan membungkuk sopan. Ia bisa lihat wajah tegang dari wajah Siwon ahujussi dan wajah Heechul yang menunduk, ia bisa lihat bahwa umma Minho itu habis menangis.

TMIYA~

Perjalanan dari rumah sakit kerumah Minho sangat sepi, tidak ada yang bicara , suasana didalam mobil sangat tegang. Tanpa bertanya kira-kira ada apa, ia sudah tahu bahwa kedua namja didepannya telah mengetahui apa yang terjadi, terlihat dari cara mereka menatap ke arah Taemin terutama kebagian perutnya.

Minho tidak melepas genggamannya di tangan Taemin, mengelusnya perlahan dan menggenggamnya dengan erat, meski takut, namun Taemin bersyukur, setidaknya, Minho disisinya.

Mobil berhenti,Siwon keluar terlebih dahulu, Heechul masih tetap didalam, ia melirik dari kaca spion depan dan berbalik. Melihat genggaman tangan mereka, ia ingin berkata sesuatu, namun tidak ada yang keluar, ia hanya mengisyaratkan mereka untuk segera keluar dari mobil.

“Minho…” bisik Taemin, Minho menoleh, mengecup bibir Taemin cepat.

“Gwencana… kita hadapi bersama… aku ada disisimu.”, Minho tersenyum, meski Taemin tahu itu senyum getir, ia tahu Minho pasti takut juga. Taemin mengangguk dan menggenggam tangan Minho lebih erat sebelum mereka masuk kedalam rumah dan menuju ruang tamu, melihat Heechul dan Siwon duduk di sofa.

“Aku yang bertanya, atau kalian yang mencoba jelaskan semua ini?’, tanya Siwon melihat pada berkas yang ia peroleh dari hasil checkup Taemin dirumah sakit tadi.

“Jeongsohabnida Appa … jeongal jeongsohabnida…” Minho membungkuk dalam, Taemin terkejut melihatnya dan ikut menunduk. “Maafkan kami, aku akan bertanggung jawab atas semua ini, aku berjanji bahwa aku ak—“ BUKK

“MINHO HYUNG!!”, Taemin melihat Minho ditarik oleh Siwon dan ditinju tepat di sudut bibirnya, membuatnya  tersungkur kelantai, air mata sudah keluar dari pipi Taemin.

“S-siwon ahjusshi hajjima…”isak Taemin, ia melirik ke arah Heechul yang menangis dan menutup mulutnya menahan isakan.

“ANAK KURANG AJAR! BIKIN MALU KELUARGA! KAU TAHU APA YANG KAU LAKUKAN CHOI?!! KAU…KAU MAU KAMI MATI KARENA SHOCK AKAN ULAHMU INI HAH? CHOI JAWAB AKU!!”, Siwon murka, ia menatap Minho geram, Minho melirik ke arah appanya, ia mengusap ujung bibirnya, dan menahan Taemin di pelukannya.

“Aku tahu appa … karena itu , ijinkan aku—“

“H-HAJJIMA!!! HAJJIMA SIWON AHJUSSHI…HAJIMMA~~”, Taemin menghalang didepan Minho ketika appanya itu ingin meninjunya lagi, “Kumohon Siwon ahjusshi … jangan lakukan ini pada Minho … kami minta maaf, ani, aku minta maaf … biarkan Minho menerima maaf darimu … “, Taemin menangis. Siwon, disisi lain, ia tidak suka melihat Taemin menangis, bukan karena malu, mungkin itu bisa ia hadapi, tapi ini … mau ditaruh dimana harga dirinya, membiarkan anak dari saudaranya sendiri dihamili oleh anaknya, ia malu pada almarhun keluarga Taemin.

“A-aku akan pergi dari sini, aku akan tinggal dan pindah mencari rumah sendiri, tapi kumohon … maaf kan Minho, ia masih punya cita-cita yang harus ia capai… kumohon…”

“Taemin!!”, Minho menarik Taemin, namun Taemin menepisnya dan bersimpuh di depan kaki Siwon, Siwon terkejut, ia memundurkan badannya.

“TAEMIN!”, teriak Minho. “Apa yang kau lakukan?!”, teriak Minho menarik tubuh Taemin dan memeluknya , Taemin masih berontak, namun Minho memeluknya dan mencium sisi kepala Taemin lembut dan membisikan semua akan baik-baik saja.

“J-j-j- Jeongsohabnida… ah-ahjusshi…”, lirih Taemin, Minho menatap nanar ke arah appanya yang kini memegang kepalanya, dan melihat ke arah ummanya yang menangis.

“Kalian … benar-benar keterlaluan…”, ucap Siwon, “Apa yang kalian pikirkan … kalian bahkan masih kuliah, dari mana kalian bisa percaya bahwa semua akan baik-baik saja setelah ini?”, tanya Siwon.

“Kau bahkan tidak tahu apa yang seharusnya seorang calon appa lakukan untuk aegya nya…”, Siwon melihat ke arah Minho, “Ini bukan masalah mudah, kalian akan menjaga satu nyawa lagi yang ada didalam perut itu sekarang…”, kali ini ia melihat ke arah Taemin.

Minho dan Taemin terdiam, “Kami akan melakukannya sesuai dengan tanggung jawab kami appa … dan sebaik mungkin…”, jelas Minho, Siwon menatap Minho tidak percaya.

“Kemudian, apa yang akan kalian lakukan? Bagaimana masa depan kalian? Kuliah? Beasiswa mu? Dan juga untuk menghidupi keluarga kalian nanti?”

“Aku akan memenuhi kewajibanku dan tanggung jawab ku sebagai anakmu appa, aku akan kuliah dengan benar, aku akan lulus dengan nilai bagus dan mendapatkan pekerjaan yang layak.”, jelas Minho, kemudian ia memeluk Taemin, “Namun, dengan membawanya bersamaku…”jelas Minho, Taemin terkejut, ia ingin menolak, namun ia memberikan isyarat pada Taemin untuk diam.

“T-tidak bisa…”, akhirnya Heechul bicara, “K-kau tidak bisa membawa Taemin bersamamu… dia dalam keadaan hamil, bagaimana kau bisa fokus pada kuliah mu kalau harus bersamaan menjaganya?”Heechul menatap Minho dan Taemin bergantian. Kemudian ia bangkit dan memeluk Taemin kepelukannya, Minho terkejut meliat hal itu , namun ia lega, setidaknya, sekarang orang terdekatnya mendukung mereka.

“Appa… aku mohon padamu, aku mencintai Taemin, aku berjanji akan bahagiakan dia, mungkin tidak sekarang, tapi aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuknya dan juga calon bayi ini … biarkan kami menikah appa…” Minho membungkuk pada Appanya lagi.

“Kalian …”

“Siwon, kau mungkin lupa, tapi kau ingat dulu kejadian seperti ini hampir sama dengan apa yang kita alami? Aku hanya tidak mau anak-anak ini merasa sama dengan apa yang kita rasakan kan?” tanya Heechul, dan membuat Siwon terpaku, ia memejamkan matanya dan menutup wajahnya , menggeleng atas pernyataan Heechul.

“Tidak, aku tidak mau… aku tidak akan biarkan itu terjadi pada Taemin…”, Taemin tidak mengerti ada apa.

Siwon berdiri dan menghadap ke arah Minho, “Aku … restui hubungan kalian, kalian akan … menikah satu minggu lagi, dan aku harap kau bisa pegang janjimu pada ku, kau mengerti Choi?”, tanya Siwon menepuk pundak Minho.

Taemin menutup mulutya, terkejut mendengar pernyataan itu. Melihat Minho dipeluk oleh Siwon dan kata terima kasih dari mulut Minho membuat tangis Taemin pecah. Ia berlari ke arah Minho dan memeluknya dengan erat, Minho mencium pucuk kepala Taemin dan mengatakan mereka bisa hadapi ini.

TMIYA~

Malam itu Minho dan Taemin duduk didalam bathup berisi air hangat dan juga penuh dengan busa, Minho mengusap punggung Taemin dengan lembut.

“Sedikit kekanan… ya disitu … aah~ enaknya…”, Taemin terkekeh, Minho berdecak, melegakan rasanya ketika satu-persatu masalah selesai.

Taemin menggumamkan lagu, Minho tersenyum, menyiram punggung Taemin dan memeluknya dari belakang, Taemin menoleh dan tersenyum, tubuh Minho besar sekali, ia seperti berada didalam selimut tebal yang hangat. Minho menciumi pundak Taemin dan mengelus perut Taemin yang masih rata. Taemin bergidik geli dan meraih tangan Minho.

“Hyung …”

“Hm?”

“Besok kita menikah…”

Minho terkekeh, “Neh, lalu?”, Taemin berbalik dan membaringkan kepalanya di dada bidang Minho.

“Aku bahagia Hyung … gomawo … “, Taemin mencium tulang dada Minho, “Karena mu aku bisa tahu apa itu arti dicintai lagi, aku ingin anak ini juga tahu bahwa appa nya sangat mencintainya, sama seperti mencintai ummanya, terima kasih karena kau selalu ada untukku…”, Taemin menyentuh pipi Minho. “Aku mencintaimu…”, bisik Taemin sebelum menggerakan bibirnya mencium Minho. Minho melepas ciuman kilat dan mesra itu dan memeluk Taemin erat.

“Neh … aku mencintaimu juga, gomawo Taemin…”

Setelah itu Minho membantu Taemin membilas tubuhnya dan  membawanya ke kamar Minho, memakaikan pijama pada Taemin dan mengirimnya tiduran di kasurnya, Minho kembali dengan segelas air dan vitamin untuk Taemin.

“Aegya … appa dan umma besok menikah, senang tidak?” tanya Minho berbaring di perut Taemin, Taemin terkekeh, memainkan rambut Minho, “Oh, kau tidak jawab tidak apa-apa, appa mengerti kok… kamu pasti sudah tidur yah?”, tanya Minho, Taemin melihat ke arah Minho dengan tatapan mengejek.

“Aegya kita sudah tidur, sekarang umma nya juga harus tidur.”

“Yaampun Hyung , kamu tidak pantas sok romantis begitu… =3=”, Minho terkekeh dan mencium Taemin, menariknya kedalam pelukannya dan Taemin merapatkan tubuhnya ke dada Minho, mendengar degup jantungnya yang luar biasa.

“Minho …”,

“Hmm?”, Minho bermain dengan rambut Taemin dan sesekali menciumnya, sedangkan tangan nya yang lain bermain dengan jari-jari tangan Taemin, saling menggenggam dan mengelus satu sama lain.

“Apa kau akan lama di Jepang?”, sampai juga saat itu.

“Mungkin … rencana awal adalah satu tahun, tapi kalau aku cepat , mungkin 6 bulan …”, jelas Minho, Minho tahu kekhawatiran apa yang dipikirkan mereka sekarang, dan inilah yang dimaksud Siwon tadi.

“Satu tahun? Itu artinya, anak ini akan lahir tanpa bisa didampingi appanya dong?”, tanya Taemin, Minho menangkup dagu Taemin.

“Hei … aku akan pulang ketika itu, aku tidak mungkin membiarkan mu berjuang sendiri … tapi Taemin …”, Minho menunduk.

“Hm?”

“Aku… tidak akan bisa ada disisimu selama masa sulit kandunganmu, aku yakin kau butuh aku… aku yakin kau mau aku ada disisimu untuk bersama menanti anak ini lahir, tap—“

Taemin sudah mencium bibir Minho, “Kau tahu, ini bukan seberapa yang dialami Heechul saat ia mengandungmu, dia berada jauh dari Siwon, ketika seluruh keluarga tidak setuju pada hubungan mereka, bahkan Heechul berjuang sendiri dalam kondisi hamil, tanpa Siwon tahu…  ya kan?” jelas Taemin yang baru tahu alasan ada apa antara Siwon dan Heechul dahulu.

“Umma mu sangat hebat kau tahu itu? Dia namja kuat, yang bisa melahirkan anak yang juga luar biasa hebatnya … jadi tenang saja, aku disini bersama Siwon dan Heechul, masih ada Key dan Onew hyung, mereka akan banyak membantu …”, Taemin tersenyum ia tulus berkata begitu, karena ia tidak mau Minho tahu bahwa meski ia rela Minho pergi, ia tidak ingin sedih karena akan kesepian tanpa Minho di hari-hari kehamilannya.

“Taemin …”, Minho mencium bibir Taemin.

“Janji akan lakukan yang terbaik … nae appa?” goda Taemin, Minho berdecak dan berangsut naik ke atas tubuh Taemin.

“Nah … umma juga harus berjuanga demi aegya…” Minho meletakan tangannya disisi pinggul Taemin dan mencium leher Taemin.

“Neh …”, Taemin terkekeh ketika Minho memeluknya dan tak hentinya mencium leher Taemin sampai mereka lelah biacara dan tertidur.

TMIYA~

Minho membawa Taemin keluar dari mobil yang sedari tadi sudah di tutup matanya. Taemin bisa merasakan udara dingin menusuk tubuhnya, namun Minho seperti tahu akan hal itu, ia memakaian jaketnya pada Taemin.

“Kita ada dimana?”tanya Taemin, Minho merangkul nya dengan erat.

“Nanti kau akan tahu sendiri…pelan-pelan jalannya…”, Minho tersenyum lebar.

Taemin berusaha menggunakan feelingnya dan menerkan dimana dan apa yang akan dilakukan Minho padanya pada sore hari itu?. Taemin dapat mencium bau yang khas, ia terkesiap, dan ketika ia tajamkan pendengarannya, suara-suara itu begitu nyata dan terdengar indah. Ia tersenyum lebar, ia tahu tempat apa itu …

Minho yang melihat Taemin tersenyum menjadi gembira, setidaknya, istrinya itu tahu dimana mereka berada. Dan Taemin, dia hanya butuh menduga apa yang akan dilakukan Minho ditempat itu?

“Duduk …”, Taemin terkekeh.

“Kau tahu, kau tidak perlu menutup mataku , aku sudah tahu kita dimana, kenapa kau sangat kekanakan sih Minho?”

Minho berdecak, “Aku hanya ingin terlihat romantis.”

“Itu kalau cocok denganmu…”, ledek Taemin, namun malah diberikan ciuman dibibir oleh Minho, dan Taemin mempouted kan bibirnya.

Kemudian tidak lama Minho beralih ke belakang Taemin dan mencium pucuk kepalanya , “Jangan buka matamu, sebelum aku suruh neh?”, jelas Minho, Taemin mengangguk, “Pintar …”, Minho menciumnya lagi. Kemudian ia buka tutup mata Taemin , dan membisikan ditelinganya.

“Nah , buka matamu perlahan…”,

Taemin membuka matanya, ia sedikit menyesuaikan pandangannya karena selama 1 jam matanya tertutup. Ketika ia buka matanya. “Saengil chukaeeee…. nae baby…”,

Taemin memegang dadanya, ia terkejut melihat Key dan Onew berdiri didepannya. “Key, Onew Hyung?!!” mereka terkejut melihat mereka berdiri memegang kue dan juga … “Kenapa kalian …”

“Apa kami sudah mirip umma dan appamu?”, tanya Key, Taemin terbelalak. Key mengerutkan alisnya, “Sudah kuduga kan yeobo, seharusnya kita tidak setuju dengan ide bodoh si Kodok.”, gerutu Key ingin melepas wig coklat ikalnya. Namun di tahan oleh Onew dengan mencium bibirnya.

“Kna kita sudah deal baby…”, bisik Onew, Key berdecak.

“Ng … maksudnya apa ini? Kenapa kalian berpakaian seperti ini?”

Key dan Onew menunjuk Minho dengan dagu mereka, Taemin menoleh dan mendapat pelukan dari Minho.

“Semua orang saat mereka menikah, pasti ingin orang tua mereka menyaksikan mereka di altar, saat menikah kemarin, tapi itu tidak kau terima, maka aku berpikir untuk membawa mu ke pantai, satu-satunya tempat kenangan mu dan kedua orang tuamu yang aku tahu. Dan … aku tahu kau tidak suka, tapi aku berpikir semenjak Key gempar ingin menjadikanmu anaknya, maka aku meminta mereka berdandan seperti sepasang suami istri dan bertinda sebagai orang tuamu…”, jelas Minho sangat hati-hati, takut membuat Taemin tersinggung akan ide konyolnya ini.

Minho dengan takut melihat reaksi Taemin, ia menangis, dan membuat Onkey panik, begitu juga Minho. “Gomawooo~ gomawooo… “ isak Taemin memeluk Minho, Minho tersenyum.

Tidak ada yang bisa membuatnya bahagia terlebih dari ini selain Minho, dan Taemin yakin, umma dan appanya di sana juga bahagia melihatnya sekarang.

TMIYA~

Taemin bermain dengan tangan Minho dan sesekali mencubitnya, sambil menunggu Minho untuk naik kepesawat.

“Aku punya ini.”, Taemin mengeluarkan bungkusan dari dalam tasnya dan memberikannya pada Minho. Ketika dibuka, sebuah figura yang berisikan foto mereka berdua , mereka bersama Onkey, dan juga mereka sekeluarga bersama Siwon dan Heechul. “Aku tidak siapkan kado yang bagus, tapi aku harap ini bisa menyembuhkan rasa kangen mu pada kami nanti … dan pada ku…”, Taemin menunduk bermain dengan ujung bajunya, perutnya sudah sedikit besar, sudah 3 bulan kehamilannya, dan tiba pula saat Minho harus pergi meninggalkannya untuk beasiswanya ke Jepang.

“Kau yang paling aku rindukan, dan juga nae aegya…”, Minho berbisik dan mengelus perut Taemin, Taemin terkekeh.

“Kita akan baik-baik saja appa…”, Taemin menirukan suara anak kecil. Minho terkekeh.

“Aku akan hubungi mu ketika sampai disana, jangan lupa kirimkan foto mu lewat email, ceritakan semuanya, aku mau tahu perkembangan tentang nae aegya neh?”, jelas Minho mencium kening Taemin, Taemin mengangguk.

“Minho, sudah waktunya…”, panggil Siwon, Minho mengangguk, ia membantu Taemin berdiri dan berjalan ke bagian Boarding pass.

Minho berbalik , memeluk umma dan appanya,Onew dan Key, dan terkahir berakhir pada Taemin, memeluknya erat dan berlutut, membuat keluarga dan Onkey berdecak, Minho banyak berubaha menjadi lebih cheesy ketika bertemu Taemin.

Ia cium perut Taemin dan memeluknya, meletakan telinganya disana, Minho menutup mulutnya malu dilihat banyak orang, “Nae aegya… jaga umma baik-baik neh? Bantu appa mu ini oke? Jangan biarkan ia terlalu berat memaksakan dirinya, ini demi mu juga, kau mau keluar dengan selamat dan bertemu appa tampan mu ini kan?” , Minho mengedip ke arah Taemin, membuat Taemin memukul kepala Minho pelan. “Saranghae nae aegya…”, mencium perut itu lagi dan bangkit, meraih wajah Taemin, dan menciumnya lama, mengelus pipinya dan mencium keningnya, “Nado saranghae Taemin…”, bisiknya memeluk Taemin.

“Nado saranghae Minho appa…”, ledek Taemin menahan tangisnya. Minho tersenyum, mengelus wajah istrinya, enggan rasanya untuk melepaskan sosok itu dari nya, ini tidak mudah, 6 bulan perkiraan cepatnya , atau satu tahun perkiraan lamanya untuk tahan jauh dari istri dan anak di kandungannya itu, apakah ia akan baik-baik saja?

“Janji kau akan baik-baik saja…jaga dirimu…”, Minho mengelus pipi Taemin sekali lagi,

“Neh … percaya padaku… aku kuat kok.”, Taemin masih berusaha untuk tidak menangis, tidak, dia tidak boleh cengeng …

Taemin mengantar Minho ke arah pintu masuk, mereka melepas tangan mereka disana, sesekali Minho berbalik, dan melambai pada Taemin yang sudah dirangkul oleh Ummanya, menatapnya sekali lagi, dan mengucapkan ‘saranghae’ kemudian menghilang di balik tembok menuju boarding pass.

TMIYA~

1 Month later~

Taemin menarik nafasnya, ia merenggangkan kepalanya kekiri dan kekanan, ia harus selesaikan tugas rangkuman sejarah nya, ya … semua mahasiswa di kampus sudah tahu Minho dan Taemin menikah, dan bahkan mereka tahu jelas Taemin hamil,meski hal itu tabu bagi mereka, mereka hanya menyimpannya dalam hati, meski terkadang Taemin masih mendengar bisik-bisik tetangga yang ia anggap hanya iri padanya, dan dia pikir itu hanya membuang waktunya jika ia menanggapi omongan orang lain. Itulah lebihnya jadi ‘istimewa’ karena mereka tidak tahu rasanya jadi yang paling ‘istimewa’.

Drrrt Drrrt Drrrt

Taemin melirik ke ponselnya, pannggilan dari Key, Taemin melihat ke jam tangannya , ia menepuk jidatnya, gawat, kalau Key tahu ia masih diluar ia bisa murka…

“Yoboseyo…”,

[TAEMIN!]

Taemin menjauhkan ponselnya, mati sudah… “N-neh umma…”, ya, mulai entah sejak kapan panggilan itu sangat fit untuk Key dan sifatnya akhir-akhir ini semenjak Minho pergi, ia lebih bawel dibanding Heechul, salah, KW 1 nya Heechul.

[Odiga? … aku barusan telpon kerumah,  dan kau tidak ada, Heenim dan Siwon khawatir padamu, cepat katakan kau ada dimana, aku akan kesana segera bersama Onew!]. ‘Kok aku? Aku kan lelah yeobo…’. ‘diam!’ . Taemin berdecak, Onkey bertengkar dibalik sana. [Taemin, katakan kau dimana…???]

“Umma… bisakah jangan berteriak? Sangat tidak baik untuk janin ku…”, mungkin tidak ada ngaruhnya , karena sang baby tidak bisa dengar, tapi untuk sang overprotect seperti Key, itu berpengaruh.

[Oke …] suaranya melembut. [Kau dimana? Aku akan jemput sekarang …]

“Aku ada di perpus , ini baru saja mau pulang, kau tidak usah jemput, sepertinya Onew Hyung benar lelah, aku bisa pulang sendiri, lagi pula aku mau mampir ke pojangmangcha, aku ingin makan odeng”, Taemin terkekeh, benar, ia ingin makan itu rasanya, sampai ia menjilat bibirnya karena lapar.

[Mwo??! Andwe!! Kau tidak bisa pulang sendiri! Bahaya! Ini sudah malam, nanti kalau ada apa-apa bagaimana?]

“Malam? Ini bahkan baru jam 6 … lagi pula jangan doakan terjadi sesuatu, cukup bilang aku harus hati-hati, lagi pula biasanya memang aku pulang sendiri kan?” Taemin bergegas berdiri, memakai jasnya dan melilitkan syal kelehernya

[Aku tahu~~ tapi aku khawatir! Aku akan kesana—]

“Tidak usah, aku sudah ada di halte bus, busnya sudah datang kok.., nanti aku hubungi kalau sudah dirumah, annyeong!” PIP

Taemin menarik nafas, ia menatap ponselnya, dan beralih ke sekitarnya, berjalan perlahan menyusuri trotoar, musim dingin, ia baru saja membaca email Minho pagi hari tadi, dan ia lega Minho baik-baik saja. Dan Taemin berkata bahwa ia tetap kuliah sebelum cuti hamil, demi tidak tertinggal jauh, mungkin setelah ujian kenaikan semester nanti, barulah ia akan cuti.

Taemin berhenti di sebuah toko, ia tersenyum, menyentuh kaca etalase toko itu. Dan meletakan tangan satunya di perutnya, melihat sebuah pajangan etalase baju bayi lengkap dengan segala perlengkapannya.

“Lucu nya… nanti umma akan beli untukmu neh?”, Taemin melihat kedalam toko, matanya tertuju pada sepasang suami istri, sang istri sedang hamil besar, dan mereka sedang asik memilih keranjang bayi yang cocok untuk anak mereka kelak. Ada rasa iri dalam hatinya, ia menunduk dan mengelus perutnya, menarik nafasnya, berusaha menepis rasa kesepiannya, ingin rasanya Minho ada disisinya …

Drrt Drrt Drrt

Taemin kesal, itu pasti Key. “Yoboseyo Key, aku pulang arras—“

[Baby? Pulang? Memang kau dimana?]

Ups! Taemin menutup mulutnya, Minho… Minho menghubunginya, ia tersenyum lebar dan duduk di halte bus menunggu bus datang.

“Aku ada di halte bus, aku baru pulang dari kampus, aku keasikan belajar, jadi lupa waktu… apa kabar Hyung?”

[Kampus?] Oh, ia lupa kalau Minho tidak tahu kalau ia masih nekat kekampus [Kau masih berangkat kekampus dalam keadaan hamil? Apa yang aku pikirkan Taem? Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Kau harus istirahat, tidakah umma dan appa meminta mu cuti? Aku sudah katakan itu pada mereka sepertinya tentang hal ini?]

Taemin menarik nafas, Minho mulai kesal sepertinya, ‘Hyung, jangan salahkan mereka, aku yang masih ingin melanjutkan, aku yang tahu kondisi ku Hyung… kau tenang saja, aku janji akan jaga diri kan?”

[Tapi— ]

“MInho…”, Taemin memanggilnya, itu kode, jika mereka bertengkar dan salah satu merasa kesal, maka mereka mulai memanggil nama, “Aku bosan, satu-satunya hiburanku adalah pergi kekampus, aku tidak mau duduk di rumah,sendiri, menunggu Heenim dan Siwon pulang, aku lebih baik diluar, bertemu teman, dosen, atau bahkan bersama Onkey. Itu juga baik untuk kandunganku kan?” ketika ia mengatakan itu, seorang ahjuma menoleh dan melihat ke arah Taemin, Taemin hanya tersenyum ketika ahjuma itu melihat ke bagian perutnya yang tertutup jas besar.

[….]

“Hyung?”, Taemin mulai merasa kehilangan ketika Minho malah tidak bicara, ia dengar Minho menarik nafas. “Hyung, gwencana? Apa perkataanku— “

[Mianhe …] oh? [ Kalau aku ada disana mungkin kau tidak sebosan itu, aku mengerti, aku …kau tahu, aku khawatir Taemin, aku disini selalu memastikan kau baik-baik saja, kau tahu kan rasanya?] Taemin tersenyum dan mengangguk meski Minho tidak lihat [Pastikan kau pakai jaket tebal, jangan pulang larut malam, jaga pola makan, tidur teratur dan—]

“Hyung…”, Taemin merengek, “Sudahlah … aku akan baik-baik saja kok. Oh busnya sudah datang, nanti kita bicara lagi neh?”

[O-oke … tapi janji kau hati-hati… I love you…]

“I love you Hyung…”

Taemin tersenyum, ia menarik nafasnya, ia janji akan menjaga dirinya. Ketika ia masuk kedalam bus, bus sangat penuh sesak, terpaksa ia berdiri, tidak ada yang tahu bahwa ia hamil, tentu saja, mana yang akan menduga bahwa ia hamil? Dengan tubuh kecil, dan bahkan ia namja, dengan tingginya saat ini, tidak ada yang tahu…

“Nak, kau duduk saja…”, seorang ahjuma yang tadi duduk disebelahnya di halte bus mempersilahkan tempat duduknya,

“Eh?”, “G-gwencana… ahujma saja, gamsahabnida…”, Taemin tersenyum,

“Tidak bisa, aku tidak mau kau berdiri dalam kondisi mu saat ini…”, Taemin terkejut, ahjuma itu menatap pada perutnya seakan memberikan isyarat, Taemin menunduk dan melihat kesekitar, berharap ahjuma itu tidak berkata apapun. Ahjuma itu berdiri dan mempersilahkan Taemin, namun Taemin menegur salah satu penumpang namja seumurannya.

“Mianhe … bisakah kau memberikan tempat duduk untukku? Aku…sedang tidak enak badan … “, Taemin tersenyum, dan mungkin karena senyumnya, namja itu mengangguk dengan bodohnya menatap senyum Taemin.

“Gamsahabnida…”, Taemin membungkuk dan duduk, menatap ahjuma itu dan tersenyum. Ahjuma itu balas tersenyum.

TMIYA~

Pagi itu Taemin terbangun, merasa mual ia menuju kamar mandi, morningsick masih sering ia rasakan, meski ia sudah teratur cek ke dokter setiap 2 minggu sekali. Namun gejala itu biasa bagi orang hamil, terlebih dengan kondisi Taemin itu lebih sering terjadi, itulah mengapa ia lebih extra menjaga dirinya.

“Taemin?”

“H-heenim?”

“Gwencana?”, Heechul masuk dan meraih pundak Taemin dan membopongnya ke kamar, mendudukannya dan memijit tangannya menghilangkan rasa mual.

“Kau muntah lagi? Perlu cek kedokter? Akan umma antarkan…”,

Taemin menggeleng, ia merasa baik saja, ini sudah biasa ia alami, ia hanya butuh istirahat lebih giat lagi dan makan yang teratur. “Gwencana Heenim,aku tidak apa … aku akan istirahat saja…”,

“Baiklah …” Heechul membimbing Taemin tiduran di kasur dan menyelimutinaya lagi, “Panggil aku kalau kau butuh sesuatu neh?” Taemin mengangguk tersenyum, ia kemudian melihat ke arah ponselnya, jam 7 pagi, Minho pasti sudah bangun dan bersiap latihan, ia tidak bisa mengirim pesan begitu saja dan katakan bahwa ia merasa tidak sehat lagi pagi itu. Itu akan membuat konsentrasi Minho pecah …

Minho … fighting! Uri baby bilang ‘APPA jadilah orang sukses!’❤

Taemin tersenyum dan menatap ponselnya, ada foto mereka disana, foto pertama kali mereka pergi kencan, dipantai, saat itu ketika pertama kali Taemin patah hati dan Minho datang untuk memberikan cinta tulus untuknya. Sudah lama rasanya…

.

.

1 month later~

Meski email, telpon, atau sesekali video call mereka lakukan, tapi hal itu sangatlah tidak cukup untuk Taemin dan Minho. Didepan Minho semua ia upayakan agar tidak terlihat sedih, ia hanya ingin pastikan ia hidup dengan baik bersama janinnya, meski Minho tidak tahu Taemin masih suka morningsick dan terkadang merasa ngilu dibagian panggulnya, atau bagian bawah pantatnya …

“Oh, perutmu sudah besar …”, ketika itu mereka melakukan video call, meski sudah malam sekitar jam 10 Taemin memaksa mereka lakukan itu, meski Minho lelah ia tidak perduli, karena ia juga ingin menatap Taemin. Seperti yang mereka lakukan sekarang, Taemin berdiri agak jauh, mengangkat sedikit bajunya ke atas, memperlihatkan perutnya yang sudah agak membuncit, kandungannya sudah berumur 5 bulan, dan sudah terlihat perbedaan itu pada tubuh Taemin yang ramping.

Taemin terkekeh ketika melihat mata Minho yang besar dan berbinar menatap ke arah webcam takjub. “Jangan menatap begitu, matamu seram…”, ledek Taemin menurunkan bajunya dan melihat Minho tersenyum.

“Mau lihat lagi, aku mau sentuh aegya…” jelas Minho, Taemin terkekeh, tentu saja, aegya juga ingin disentuh appanya… namun Taemin tidak perlihatkan kesedihan itu.

“Kau kan sudah terima foto hasil USG ku … cukup kau pandangi itu saja dulu…”

“Mana cukup… aku mau cium aegya , dan cium ummanya juga tentunya…”

“Geez~ cheesy… aku merinding …”

“YAH!”, mereka tertawa, kemudian saling menatap, mata mereka memancarkan hal yang sama, cinta, sayang, dan juga rasa rindu yang sangat. Minho mengulurkan tangan nya, seakan menyentuh wajah Taemin, tentu Taemin tidak bisa lihat.

“Bogoshipo baby … kau sehat kan baby?” tanya Minho terlihat sendu. Taemin sekuat tenaga tersenyum.

“Neh … nado bogoshipo , aku sehat Hyung …”, aku akan sehat dan berjuang –tambah Taemin dalam batinnya. “Kau sendiri? Apa kau lakukan yang terbaik?”

Minho tersenyum, “Tentu, aku penuhi janji ku juga padamu… “, Minho menarik nafas, “Aku akan pulang sebentar lagi, kau mau tau kabar baiknya?”. Tanya Minho, Taemin mengangguk semangat.

“kau mau kabar baik atau buruknya dulu?” jelas Minho, Taemin cemberut.

“Ada kabar buruknya juga?”, Minho mengangguk menyayangkan, Taemin menaruh jarinya di mulutnya, mengigitinya, Minho berdecak.

“Baiklah , buruknya dulu neh?”, Taemin hanya mengangguk pasrah. “Kabar buruknya , aku masih akan lama di sini, itulah kenapa kau harap kau masih bersabar untuk menungguku, berjanji akan selalu menjaga kondisimu, jangan buat aku khawatir, aku sangat mencintaimu Taemin, aku yakin kau tahu itu …”, Taemin mengangguk, ia menarik nafas dan menunjukan jempolnya.

“Lalu?”. Balas Taemin, kali ini Minho tersenyum,

“Dan … kabar baiknya, meski aku akan lama, tapi tidak selama yang kau pikirkan, seperti janjiku, aku akan berusaha keras untuk segera menyelesaikan program ini, dan kau tahu apa? Waktuku tersisa 4 bulan lagi, itu artinya , aku akan pulang tepat di kandunganmu yang ke 9, aku akan pulang dan mendampingimu menyambut kelahiran anak kita.”

Taemin butuh waktu beberapa detik untuk memproses berita itu, dan kemudian ia terkesiap, ia menutup mulutnya, dan berteriak tertahan, matanya berbinar menatap Minho, “JEONGMAL?!!”, pekiknya, Minho tertawa melihat istrinya terlonjak di atas kasur,

“Ya yah yah! Uri aegya baby…hati-hati…”, cegah Minho, Taemin terkekeh dan tetap teriak senang, menurutnya, rasa sakit yang selama ini ia rasakan setiap hari terbayar sudah, baginya Minho lebih penting, dan berita itu menguatkannya sekali lagi.

TMIYA~

Taemin senang sekali karena siang ini ia akan memeriksa kandungannya bersama umma dan appanya KW 1, yaitu Onew dan Key. Taemin mengepak tasnya dan duduk di sofa bawah sambil menonton TV, Heechul membantu bisnis Siwon akhir-akhir ini untuk menjalankan perusahaan, Taemin ikut senang karena bisnis mereka berkembang pesat, Heechul selalu bilamg, mungkin akhir-akhir ini semenjak Taemin ada keluarga mereka terlihat lebih ramai, tidak selalu dipenuhi manusia kaku seperti Minho dan Siwon, jadi itu berpengaruh pada mood kerja Siwon dan juga perusahaan, tapi menurut Taemin itu tidak lah mungkin, karena tidak ada pengaruhnya sama sekali.

Nyut~

“Ugghh~~~”, Taemin meringis, menyentuh bagian panggulnya lagi, nyeri itu timbul lagi, sebaiknya ia tanyakan tentang hal itu nanti, ia tidak mau terjadi sesuatu pada kandunggannya. Karena terakhir ia mengeluhkan hal itu, dokter mengatakan tidak terjadi apapun, denyut jantung bayi nya stabil dan mengatakan ia baik-baik saja. Namun kini lebih sering itu terjadi … ia jadi sedikit khawatir …

TING TONG

Taemin menoleh, ia tersenyum, itu pasti appa dan ummanya. Ia bangkit perlahan, meski ia meringis lagi, saat duduk dan berdiri rasanya sakit, ia berusaha jalan kepintu depan, namun sepertinya jarak nya sangat jauh ketika ia rasakan nyerinya semakin menjadi.

“M-masuuk umma… pintunya tidak dikunci …”, teriaknya , ia menahan bebannya pada bufet kecil disebelahnya,

“Taemin kami— “ Key terkejut ketika Taemin sudah terduduk dan meringis.

“OH GOD, TAEMIN!!”, teriaknya panik,

“Apa—Taemin?!!”, Onew juga histeris dan menghampiri Taemin, Key menahan tubuh Taemin yang masih meringis.

“God! Yeobo, cepat bantu angkat, kita bawa kerumah sakit! Palli!!!”, pekik Key, Onew yang untungnya biasa clumsy saat itu bisa diandalkan, dengan kuat ia membopong Taemin bridal style, Key masuk kedalam mobilnya dan membiarkan Taemin berbaring di pahanya sebagai alasnya, sebelum Onew berlari ke sisi kemudi dan melaju mobil mereka ke rumah sakit.

TMIYA~

Heechul dan Siwon serta Onew dan Key menatap sosok Taemin yang terbaring pulas  di atas kasur, mereka khawatir terhadap keadaan nya, meski baru saja dokter bicara pada mereka bahwa tidak akan terjadi apapun, mereka tetap sedih melihat Taemin, bahkan Key menangis ketika mendengar hal itu.

Flashback~

“Kondisinya baik-baik saja, sejauh ini tidak mengkhawatirkan, hanya saja, seperti yang dilihat dari hasil USG kali ini, maka saya turut prihatin, menyatakan bahwa ada miom di dekat tempat bayi Taemin berada, namun anda sekeluarga jangan khawatir, miom ini tidak bahaya, ia hanya kecil dan bentuknya bertangkai, jadi tidak mendesak sang bayi …maka nyeri itu salah satu akibatnya saja…”

“A-apa? Jadi, apa yang akan terjadi pada Taemin? Dia akan baik-baik saja kan?” tanya Heechul yang mulai menangis.

“Tenang Nyonya, saya bisa membantu memberikan obat padanya, yang perlu di perhatikan sebenarnya adalah, jangan biarkan ia stress atau perubahan mood, ini sepertinya salah satu faktornya, atau mungkin ada keturunan dari ummanya?”

Seluruh keluarga menggeleng tidak tahu, “Kalau begitu, perhatikan saja emosinya, dan jangan makan makanan yang berkoresterol …”

“Lalu, apa yang terjadi dengan bayinya?dia akan sehat saja kan?”. Tanya Siwon kali ini.

“Ya tuan, miom ini dalam taraf tidak berbahaya, hanya mempengaruhi letak bayinya saja, seperti dalam hasil USG, bayi Taemin melintang posisinya, karena memang Taemin namja dan persalinan nanti harus cesar, maka tidak ada masalah sejauh ini … hanya emosi dan pola makan yang perlu diperhatikan…”

Endflashback~

“Apa perlu aku hubungi Minho, Siwon ahjussi?”.tanya Onew, Siwon menggeleng,

“Jangan, itu tidak perlu, nanti Minho akan khawatir, Minho akan pulang 4 bulan lagi, dan yang harus kita lakukan sekarang adalah menjaga kondisi Taemin …” jelas Siwon.

“Neh …”, angguk Onew mengerti.

Setelah lama mereka disana, Onew dan Key pamit, meninggalkan Taemin tertidur. Ketika Siwon dan Heechul keluar, Taemin membuka matanya, ia menatap pintu kamar RS dimana semua keluar meninggalkannya. Ia terduduk, dan mengelus perutnya … apa yang akan terjadi pada nae aegya nya? Ia yakin, semua akan baik-baik saja … meski ia tidak tahu ada masalah apa …

“Umma yakin, kau pasti akan baik-baik saja, kita sudah janji sama appakan? Ayolah, umma percaya padamu … yaksok?”, ucap Taemin tersenyum dan melihat keluar jendela.

.

.

“Kenapa perasaanku tidak enak?”

“Minho, ada apa? Kenapa kau terlihat day dreaming dari tadi?”. Seorang temannya menepuk pundaknya.

“Ani, hanya …sudahlah, mungkin aku lelah …”

“Ah, kau rindu dengan istrimu itu yah? Lebih baik kau hubungi dia…”. teman sekamarnya, Chansung menepuk pundaknya dan berlalu masuk kekamar mandi. Minho membenarkan, ia mengambil ponselnya dan mendial nomer 1 untuk Taemin, namun tidak diangkat, dan Minho melihat jam ditangan, sudah pukul 10 malam, ia kemudian melihat ke luar jendela.

“Mungkin ia sudah tidur …”,

CUT~

Kekekekekek~ eotte? Makin aneh aja ini cerita,nah loh, Taemin nya kenapa begitu pas ditinggal Minho? Minho pulang tepat waktu gak yah?

Mungkin ini bakal tersisa 1 atau 2 part lagi suunders!

Ayo dikomen, aku buat ini udah lama ditengah kesibukanku, masa komennya Cuma pendek, aku butuh kalian untuk mengomentari semuanya,karena aku terima kritik dan saran membangun, dan juga komen yang kreatif. xD

SORRY MANY MANY MANY WRONG TYPO, IM LAZY TO CHECK THIS OUT!

Oke, feel free to comment and like once again

Annyeong, ILYSM suunders!

138 thoughts on “[2min/mpreg] Take me in your arms – part 5 of ?

  1. kalo untuk komentar, ga ada yang perlu diulas lagi, ini udah mendekati sempurna ko, tapi paling hanya ada sedikit typonya doang yang terkadang buat aku bingung. kekekek xD jempol deh buat author (y)

  2. Lagi nyari2 ff taemin, nemu ni ff, melintang langsung ke part 5.. Hhee
    awalnya ga ngerti, tp makin sini makin ngerti, rame bgt,,,
    eh miom tu sejenis kista bukan? Ato emg kista, lupa saya.. -_-
    lanjud next part..🙂

  3. huweeeeeee……..
    ternyata bisa menikah tapi minho tetep ke Jepang…
    aigoo penasaran ama lanjutannya…
    keren kereeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnn bgt….
    DAEBAK

  4. kereenn deh ff nya, sumfehh padahal saya loncat bacanya😄
    taemmm sabar nee ^^ minho akan selalu mencintaimu😛

  5. Taemmm semoga kamu baik2 saja…

    Menong cepat pulang dan jangan pergi lagi….
    ::nyari bareng taem

  6. Semoga aja anaknya bisa lahir dengan selamat dan 2min+aegyanya bisa hidup bahagia. kalau bisa nambah anak lagi biar rame. hehehe…s

  7. asem gila -_- gue ikutan deg2 nunggu reaksi bumonimnya minho,,, tapi lagi2 keberuntungan menghinggapi 2min deh ,,,, kyyyaa ~~~ di setujui ,,, seneng banget ,,,

    dan pas di akhir part ini gue malah gelisah ,,, semoga taemin dan baby nya selamat !! amin. LOL

  8. knapa keren bgt,huhuhuhu T.T suka ><
    taemin tabahkan hatimu nak…
    4 bulan? knp kyk lama bgt ya….
    ahhh moga gag knp2 sma kandunganx taem..

  9. ikut senang akhirx 2min drestui dan dpt menikah:)
    tp ttp y, abang Ming Go To JAPAN. smg… baby+Taeby sehat selamat:-D

  10. yesss.. akhirnya hubungan 2min bisa diterima umma appanya minho, akhh.. seneng banget :’D
    ini taemin kenapa??😥 udah mau ngelahirin yah?? :'((

  11. Minhonya tetep pergi .. gpp deh biar 2min direstuin ..
    kandungan taemin bermasalah .. ada miomnya .. aku nyium aroma angst nih ㅠㅠ

  12. author kok kejam amat,,
    tae kan udah jauh dari minhoo, knpa masih dikasih cobaan lagi sama kandungannya..

    ming cepat pulang yaaaa, kasian tae sendirian,,
    ooo iya choi junior aku harap kamu akan baik2saja okkkee..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s