TRAGEDY/ 2MIN/ PART 2


CAST             :  MINHO  &  TAEMIN

AUTHOR    : YUA WANDIRA

GENRE        : SAD ROMANCE, ANGST (?), FLUFF

FOREWORD

Hyaaa~ diawali dengan TERIMA KASIH atas 81 komen di part sebelumnya dan 10 LIKE nya juga..

dan MAAF ini update nya lama… maklum sekarang inet saya diputus *nangis darah*

ditambaaaah gelaaaa dari kemaren 2min onkey moment BERTEBARAN. exactly GUE BAHAGIA BANGET!! ya Allah.. 2hug mommnet itu bikin gue nangis T^T my onkey akhirnya go public!! oyeaaaah~!!

jadi gue males ngetik sedih”an*plak

di sini belom sedih ya *lagi2* hahaha. semoga di PART END gue bisa buat kalian mewek *amiiin u__u

lirik lagu tragedy nya juga belom diselipin.. u__u sedih banget soalanya liriknya, jadi belom pas O_O

hehhee.. so~ ni special thanks buat MAULANA yang always nagih,, makasih ya ngingetin terus ^^

terus ini sedikit slight onkey *plak

Buat Yeobo~ Tolong yah onkey guee di post itu.. entah gue udah berapa kali minta T^T huks..

WARNING

CERITA PUNYA SAYA

2MIN PUNYA SAYA (DI FF INI)

NO PLAGIAT

NO BASHING

.

.

.

2min❤

Prev Part Part 1

@@@======@@@

Minho menautkan alis nya bingung dengan reaksi Taemin belakangan ini, ia jadi lebih pendiam dan.. murung? Apakah sesuatu terjadi padanya? Atau dia mulai diganggu lagi oleh yeoja – yeoja sampah itu? Tapi kan selama ini aku selalu berada di sisinya, well kecuali jika ke toilet pastinya, Taemin selalu marah jika aku memaksa ikut masuk padahal kan maksudku baik =3=.

Sret

”Taemin~ah.. wae??” Minho menarik lengan Taemin saat ia keluar kelas.

”Mwo??” Taemin hanya mengangkat dagunya lalu melirik lengannya yang dicengkeram kuat oleh Minho seolah mengisyaratkan –Lepaskan tanganmu- look.

Oke baiklah sekarang Minho semakin yakin ada sesuatu yang terjadi dengan Taemin, sudah 3 hari ini ia merasa dibuang oleh Taemin nya yang manis itu, bahkan senyum hangat yang mencairkan karang es di hati Minho itu pun sudah tak terlihat. Minho sangat frustasi dengan sikap Taemin yang seperti ini tiba – tiba. Apa aku melakukan kesalahan fatal hah? Minho berpikir keras.

”Taemin.. kau tidak bisa seperti ini padaku…”

BRAK

Minho menutup pintu kelas yang sekarang sudah kosong karena siswa lain sudah pulang dan kini tinggal mereka berdua di kelas itu. Minho menarik bahu Taemin lalu menarik bangku dan mendudukkan Taemin.

”Sekarang… jelaskan padaku.. whats wrong with you?”

Hening …..

Taemin membuang muka dan menghindari tatapan Minho yang kini sudah berlutut di depannya menggenggam erat kedua tangan Taemin. Minho menghela napas panjang lalu menarik dagu Taemin untuk melihat matanya.

Aku… tidak apa – apa.. aku juga tidak tahu kenapa hyung~ aku hanya merasa… aku harus menjauhimu…

 

”Taemin… please~ look at me…. “ Minho masih menarik dagu Taemin, sekarang wajah Taemin tepat berada di depannya namun mata coklat indah itu tak juga membalas tatapan Minho. Taemin malah menatap lantai kelas dan tetap tidak bereaksi apapun.

hhhhh~~ entah keberapa kalinya Minho menghela napasnya, lelah? entahlah.. ia hanya merasa tidak nyaman dengan hubungannya dengan Taemin saat ini. Taemin yang biasanya tersenyum dengan sangat lebar setiap pagi, atau selalu meminta dibelikan susu strawberry, meminta di piggyback jika lelah pulang sekolah, dan permintaan – permintaan ajaib lainnya.

”LEE TAEMIN TATAP AKU DAN BERBICARALAH! AKU TAHU KAU BISA BICARA DAN BERHENTILAH MENANGISI MASA LALUMU DENGAN BERHENTI BERBICARA?!!”

DEG

Tepat sasaran! Tepat menusuk jantung Taemin dan mampu membuat mata Taemin untuk melotot, terkejut dengan apa yang barusan ia dengar. Apa kupingnya sudah salah dengar? atau sudah rusak? Minho nya memang galak, tetapi tidak dengannya, ini seperti mendapatkan hantaman keras dikepalamu hingga membuatmu pusing dan tidak bisa berpikir dengan benar.

Minho terbawa emosi, ia tidak tahan dan tidak mengerti dengan perasaannya sekarang, ia marah, kecewa, atau mungkin rindu? Minho hanya tidak mengerti bagaimana mengungkapkan perasaannya dengan benar. Yang bisa ia lakukan hanya bisa berteriak kesal dan marah.

Taemin menatap Minho geram, giginya gemeretuk kesal, rahangnya mengeras lalu tangannya menepis genggaman Minho. Taemin berdiri dan pergi hendak berlari sekencang mungkin, ya ia muak dengan Minho.. bagaimana mungkin Minho setega itu padanya?

Because you never know what i feel~

 

SRET

Lagi – lagi Minho menarik lengan Taemin lalu memojokkannya di pintu, hingga terdengar suara pintu yang tertabrak tubuh kurus Taemin. Taemin hanya meringis sakit. Minho keterlaluan-pikirnya.

“Taemin… jebal…. “ Minho memenjarakan Taemin diantara kedua tangan kekarnya mengemis permohonan maaf kah? seorang Minho yang arogan? Lupakan istilah itu jika Minho sudah didepan Taemin.

Taemin masih diam meskipun ia ingin berteriak kesal, sakit… rasanya sakit di dada ini.. Taemin tidak mengetahui kenapa ia merasa sakit.. ia tidak menyadari… bahwa ada sesuatu yang terjadi diantara mereka.. sesuatu yang disebut…. Cinta.

”eeumpphh… ” Minho membekap bibir Taemin dengan bibirnya dan mengulumnya agak kasar, yah karena Taemin meronta dan menolak ciuman Minho.

Taemin mendorong dada Minho keras hingga Minho terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Bukan, bukan karena Taemin yang kuat mendorongnya, tetapi karena Minho belum makan sejak kemarin. Ia lemas dan tidak bernafsu melakukan apapun, bahkan menelan nasi sepertinya sulit.

Taemin berlari sekencang mungkin seraya menghapus airmata nya yang entah sejak kapan sudah mengalir deras. Jantungnya berdegup kencang, ia berlari dan mengacuhkan Minho yang ternyata masih mengejarnya dibelakang dan terus meneriaki namanya. Taemin tetap tidak peduli dan terus berlari meski pandangannya kabur dengan airmata nya yang menggenang.

”Taemin!!!!!!!!!”

ckiiitttttttttt~

Bruk

Hitam… gelap… Taemin tidak sadarkan diri, tubuh kurusnya bersimbah darah setelah terlempar sejauh dua meter dan kepalanya menghantam tiang.

TAEMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!!!!!!!!!!!!!

Minho berteriak keras memeluk Taemin yang sudah bersimbah darah.

**====================**

“Nak Minho!! dimana Taemin?” Nampak umma Taemin datang dengan napas yang terengah setelah mendapat telepon dari Minho barusan. Wajahnya dipenuhi kecemasan dan air matanya sudah mengalir, bahkan tubuh umma Taemin masih gemetaran.

Cklek

“Maaf~ siapa di sini anggota keluarga Lee Taemin?” seorang suster keluar dari ruangan operasi.

”Saya sus~! saya umma Taemin..” umma Taemin langsung beranjak dan menghadap suster tadi.

”Begini nyonya.. Lee Taemin masih dioperasi, luka di kepalanya cukup parah dan membuatnnya banyak kehilangan darah. Sekarang kami membutuhkan darah untuknya tetapi cadangan darah B di Rumah sakit ini sudah habis, di bank darah ada, tapi karena tempatnya cukup jauh kami khawatir waktunya tidak cukup..”

”Tapi.. darahku tidak sama dengannya.. eottohke?” umma Taemin mulai menangis.

”Pakai darahku, aku juga B suster..!” Minho menghampiri suster.

”Nak..Minho… gomawo…” Umma Taemin memeluk Minho erat.

”Ne~ anda duduklah di sini dan tenanglah Taemin itu kuat dia pasti bisa bertahan..” Minho berusaha menenangkan umma Taemin dan mengelus punggungnya.

”Baiklah mari ikut saya kedalam, kami akan segera mengambil darah anda” suster menyadarkan Minho dan umma Taemin yang masih berpelukan.

Minho melepaskan pelukan umma Taemin lalu mengangguk mantap dan meninggalkan umma Taemin di luar yang tidak hentinya berdoa demi keselamatan putra semata wayangnya.

.

.

.

Minho memasuki ruangan, tepat disebelahnya tergeletak tubuh Taemin yang tidak berdaya dengan selang oksigen di hidungnya.. cantik~ bahkan saat ia terbaring lemah ia masih terlihat cantik. Minho sekarang nyatanya juga terbaring lemah, setelah ia memberikan darahnya, ia pingsan. awalnya Minho dilarang memberikan darahnya karena ia belum makan, dan jika darahnya di transfusi akan membuatnya jatuh pingsan. Namun Minho bersikeras, ia tidak peduli dengan tubuhnya, yang ia pedulikan adalah Taemin, senyum Taemin. Taeminnya yang cantik dan manis harus membuka matanya secepat mungkin karena Minho ingin meminta maaf.

Minho mengulurkan tangannya berusaha meraih pergelangan tangan Taemin dan menggenggamnya.

Hangat..

Taemin side

 

Hangat… apa ini?? aku merasa ada yang menggenggam tanganku? silau.. ah terang sekali..

SNAP

Aku membuka mataku perlahan, pusing… kepalaku seperti berputar – putar, putih… semuanya putih.. apa aku berada di surga?ya kan? pasti aku sudah mati…..

Aku menolehkan kepalaku dan melihat Minho hyung menggenggam tanganku, tapi tunggu?!!! kenapa dia bisa disini? apa dia juga sudah mati sepertiku?

Taemin menatap lagi sosok disebelah kanannya. sosok tampan, ani.. sangat tampan.. memejamkan matanya dan masih mengenggam tangannya.

Akhirnya Taemin sadar ia berada di Rumah Sakit saat ia melihat lagi baju yang Minho pakai, ya.. baju rumah sakit.. tidak mungkin kan di surga ada piyama Rumah Sakit? pikir Taemin.

Taemin berusaha melepaskan genggaman tangan Minho perlahan tidak ingin Minho terbangun.

”Eummh..” Minho menggumam tidak jelas membuat Taemin sedikit kaget lalu cepat – cepat memejamkan matanya kembali.

Minho yang merasakan gerakan ditangannya tadi lalu membuka matanya dan menengok melihat Taemin yang ternyata memejamkan matanya.

”Taemin…. kau sudah sadar kan? ayo jangan berpura – pura lagi.. atau aku akan bangun dan menciummu” Minho menggoda Taemin yang detik itu juga membuka matanya.

asdfghjkl!!! Minho gila!!

Taemin memberikan tatapan sinis nya kearah Minho. Ya walaupun keadaan Taemin belum begitu fit, tapi ia sudah lebih baik.

Minho turun dari sisi ranjangnya dan menghampiri Taemin dan duduk di sisi kasur Taemin. Minho mendekat lalu menggenggam tangan Taemin dan satu tangannya mengusap lembut pipi Taemin.

”Taemin.. mianhe~  aku membuatmu marah dan mungkin sekarang kau membenciku. tapi sungguh aku meminta maaf… jangan berlari lagi.. jangan pernah meninggalkanku..”

Taemin terkejut mendengar perkataan Minho.. ia merasa ada rasa geli di perutnya nya, rasa yang hangat.

”…dan maaf dengan ciuman itu.. aku sungguh tidak akan melakukannya lagi, asalkan kau tidak mengacuhkanku, asalkan kau tidak meninggalkanku lagi.. aku akan melakukan apapun maumu..” suara Minho kini terdengar lirih, terlihat raut sedih dari wajahnya.

Taemin hanya tersenyum manis, ya akhirnya senyuman manis itu terlihat lagi di bibir Taemin. Minho bersyukur, setidaknya jika perasaannya terhadap Taemin tidak bisa terbalas, setidaknya.. jangan biarkan senyum itu menghilang karena senyum itu adalah nafas Minho, alasannya untuk bertahan. Hanya karena sebuah senyuman? konyol… but this is true… Ketika Minho melihat Taemin yang tersenyum, maka itu seperti candu yang mematikan baginya. Tidak melihat Taemin sehari saja bisa membuat seorang Choi Minho gila dan uring – uringan.

Minho sadar, ia sadar ia sudah jatuh cinta pada Taemin.

Love at first sight…

My mind is sealed, but my body is flying high

Im sure it is because there is you inside my heart

My feeling is strong, I’ll tell you why

It is because I’ve loved you from the start

 

Taemin membeku, ia tidak tahu harus bahagia atau sedih. Bahagia karena Minho mengatakan hal manis yang tidak pernah dikatakan orang lain selain umma nya dan sedih karena mungkin saja Minho mengatakan itu karena ia hanya merasa bersalah? Lalu? apa artinya ciuman itu Taemiiiiin???? Taemin menganggap itu hanya kesalahan.

Taemin membalas genggaman tangan Minho dan mengelus punggung tangannya lalu mengangguk dan tersenyum. Senyum hangat nya telah kembali dan yang Minho tahu kini ia harus menjaga agar senyum itu tidak hilang lagi.

Tak lama kemudian umma Taemin datang dan membersihkan tubuh Taemin karena keadaan Taemin masih lemah, sedangkan Minho? apakah Appa nya datang? tolong lupakan saja, bahkan Minho tidak sudi memberitahu appa nya ia sedang dirawat juga.

**==========================**

1 Desember 2008

Taemin melihat kalender berkali – kali, dan berkali – kali pula ia mengacak rambutnya frustasi.

aaaaaaaah~ Minho hyung 8 hari lagi ulang tahun dan aku tidak tahu harus memberinya apa? Ettohke? aarrgghh >__<

Taemin bergulat dengan hatinya, tidak sadar umma nya sedari tadi sudah pulang dan menatapnya heran. Tidak biasanya Taemin seperti orang panik seperti itu??

”Putraku yang manis sedang apa eumh?”

HAH!!

Taemin memegang dadanya kaget dengan datangnya umma tiba – tiba dan berada dibelakangnya.

”Umma mengagetkanku saja!!” Taemin memutar tangannya mengisyaratkan ucapannya. Umma hanya terkekeh geli lalu duduk di kasur Taemin.

”Ada apa sayang? eumh? sepertinya ada sesuatu yang membuatmu gusar? apa ada hubungannya dengan Minho mu itu?”

BLUSH

Seketika tersirat rona merah itu di pipi putih Taemin. ck~ Taemin memang tidak pandai berbohong.

Taemin memutar badannya yang terduduk di bangku meja belajar berusaha menghindari tatapan sang umma.

”Ck~ manisnya anakku ini…. katakanlah apa yang kau pikirkan eumh?” umma Taemin beranjak dan menghampiri Taemin lalu mengusap kepala Taemin lembut.

Taemin hanya menunjuk kalender kecil didepannya, tepat di tanggal 9 desember ia bulatkan dengan spidol merah lalu tertulis nama Minho.

Umma Taemin tidak mengerti pada awalnya lalu menepuk jidatnya saat ia sadar itu adalah tanggal lahir Minho.

“Astaga Taemin, jadi anak umma sedang bingung ingin memberikan hadiah apa eumh?dengarkan umma… hadiah apapun yang kau berikan jika itu tulus dan dari hatimu umma yakin Minho akan sangat menyukainya..hadiah itu tidak selalu harus berbentuk benda mahal kan?” Umma Taemin menghibur Taemin yang terlihat bingung. Terang saja karena meski umma Taemin sekarang sudah bekerja tetapi uangnya masih harus digunakan untuk membayar hutangnya selama ini. Taemin juga hanya mengandalkan beasiswa nya untuk sekolah. Sehingga Taemin juga sepertinya tidak bisa memberikan kado mahal untuk Minho.

Taemin mengangguk dan menggigit bibir bawahnya berpikir keras apa yang harus ia berikan.

“Umma dengar seribu burung bangau itu adalah hadiah paling hebat, karena kau harus melipat seribu kertas, konon jika kau berhasil membuatnya lalu menulis di seribu burung bangau itu, maka keinginanmu akan menjadi nyata” Umma Taemin berbisik pelan di telinga Taemin dan itu sangat jelas terdengar di telinganya.

BLAM

Umma Taemin keluar dan membiarkan Taemin sibuk dengan pikirannya.

Seribu burung bangau?Keinginan???

Taemin beranjak dan berangsur ke kasurnya tapi saat ia beberapa langkah berjalan,

BRUK

Taemin terjatuh, entah apa yang membuatnya terjatuh, ia bahkan tidak tersandung apa pun, ia hanya merasa pusing tiba – tiba, ya sejak kecelakaan itu ia semakin sering merasa pusing dan satu lagi, mimisan!!

Awalnya ia hanya menganggap ia panas dalam atau sebagainya, namun kelamaan ia merasa harus memeriksakan dirinya ke dokter.

Darah itu lagi – lagi mengalir dari lubang hidungnya kini disertai bercak hitam. Taemin mengusapnya kasar dengan kaus nya, lalu kini air mata nya mengalir.

Takut…

 

Taemin takut…Yaa Tuhan….

Umma Taemin juga tidak mengetahui perihal ini, Taemin sangat pintar menyembunyikannya. Ia selalu mencuci bersih pakaiannya yang terkena darahnya. Ia hanya tidak ingin umma nya mengkhawatirkannya.

**===================**

KYAA KYAAA.. MINHOOO OPPA~~ KAU SEMAKIN TAMPAN~

KYAA KYAA..

AWAS DIA MILIKKU…

ANDWEE~~ DIA MILIKKU..

BRAK BRUK..

AAAA.. BODOH JANGAN MENDORONGKU!!

KYAAA KYAA..

MINHOO OPPA~~

Aaahh.. lagi – lagi tumpukan sampah cempreng ini mengganggu ketenangan Minho. Baru saja ia melangkahkan kakinya memasuki koridor sekolah sudah tertumpuk sampah – sampah itu, apa tukang sampah lupa memungut mereka? Ck~

Langkah Minho terhenti ketika melihat sosok cantik yang sudah sangat ia rindukan, ya seminggu ini ia ijin dari sekolah karena harus pergi ke Jepang untuk menjadi wakil Korea bertanding basket. Minho adalah atlet basket dan salah satu tim Nasional Korea meskipun ia masih sekolah namun ia khusus direkrut karena bakatnya yang luar biasa.

Sosok itu, si cantik yang membuat hati Minho berantakan seminggu ini karena hanya bisa memandangnya dari foto.

”Hai cantik~ merindukanku?” Minho duduk disamping Taemin dan merangkul tangannya dibahu ramping Taemin.

Taemin menjawab dengan menggerakkan bibirnya,

”A-NI ..” Tersenyum sekilas lalu kembali fokus dengan bukunya.

SRET

Minho merebut buku itu dan menyipitkan matanya mendekatkan wajahnya.

DEG DEG

Jantung Taemin berdetak sangat cepat saat wajah tampan itu mendekat merasakan hembusan nafasnya.

”Apakah buku ini lebih menyenangkan daripada diriku yang sudah seminggu ini tidak kau temui eumh?”Minho menarik hidung bangir Taemin gemas.

BLUSH

Oke ini sangat jelas terlihat, rona merah di pipi itu, panas.. wajah Taemin sangat panas. Minho tidak peduli dengan sekeliling yang memandang mereka aneh, lebih tepatnya cemburu mungkin?

Taemin yang saat itu mati – matian menetralisir degupan jantungnya balas menarik hidung Minho lalu memeletkan lidahnya dan meninggalkan Minho yang masih terduduk di bangku Taman.

”Yaaaa!! Taemin ah!! chakkaman~~!!!”

Tidak peduli, Taemin melangkahkan kakinya ke kelas dan meninggalkan Minho yang berlari kecil mengejar Taemin. aaah~ Minho dicegat lagi oleh tumpukan – you know what- yang menghalanginya mengejar Taemin.

Apa- apaan dia, sudah pergi tidak bilang – bilang, lalu pulang juga tidak bilang?! cih! setidaknya biarkan aku menjemputnya di bandara kan bisa? ah bicara apa aku ini? sepertinya aku tidak jauh berbeda dengan fansgirl nya saja =_=’’

 

Tak lama kemudian bel pun berbunyi menyelamatkan Minho yang sudah sesak nafas dikelilingi yeoja – yeoja gila yang tidak berhenti mengerubungi Minho bahkan ada yang menarik – narik kemeja nya, entahlah rasanya mereka lebih liar dari biasanya. Mungkin karena Minho sudah satu minggu tidak ada disekolah.

Akhirnya Minho masuk kelas dan duduk disamping Taemin setelah mengusir Key yang duduk di samping Taemin.

Taemin tidak memperdulikannya, ia bahkan tidak sedikitpun menoleh ke arah Minho.

Minho hanya terkekeh geli melihat Taemin yang sok cool begitu, ia sadar telah membuat sang princess marah. Lalu jam pelajaran pun dimulai dan Jinki songsaenim memasuki ruangan untuk mengajar musik. Jinki adalah guru muda, ia baru saja lulus dari Konkuk University dengan tittle Cumlaude yang ia dapat dalam waktu 3,5 tahun. Hari ini merupakan hari pertamanya mengajar musik, dan ya keahlian utamanya adalah piano.

”Ya.. anak – anak.. perkenalkan saya Lee Jinki, kalian bisa memanggilku Jinki songsaenim… nah sekarang aku akan mengabsen kalian satu – persatu lalu kita mulai materi kita.

DEG

Key terpana dengan sosok didepannya ini, ia bahkan tidak sempat mengedipkan matanya.

Jinki, hidungnya mancung sekali, dagu yang lancip, pipinya juga berisi.. ah kacamata itu bahkan membuatnya semakin tampan. Key menopang dagunya dan memandang Jinki dengan intens.

BLETAK

Jonghyun menjitak Key yang sedari tadi ia panggil tapi tidak merespon.

”Ya! sakit!” Key tidak sadar ia telah berteriak dan membuat Jinki mendongakkan kepalanya mencari sumber suara.

”Siapa yang sakit?” Jinki merespon dan menutup buku absennya.

Sedangkan Minho yang sedari tadi tidak mendengarkan karena sibuk menulis note untuk bicara dengan Taemin yang masih bertahan mendiami nya dan menganggap Minho hantu.

”Ah.. tidak ada yang sakit Jinki songsaenim, maaf…” Key memberanikan mengeluarkan suaranya saat  Jinki mulai mendekatinya.

”Benarkah? baiklah.. mari kita mulai pelajaran kali ini…” Jinki kembali ke depan sambil membenarkan letak kacamatanya.

Tampan!!

Key yang kesal dengan Jjong lalu mencubit perut Jjong karena telah membuatnya malu. Jjong hanya meringis sakit yang hanya dibalas tatapan Key –Apa kau ingin cepat mati?- look.

Lalu key menoleh kesampingnya masih tampak Minho yang berusaha membuat Taemin memaafkannya. Ck mereka ini~ benar – benar lamban, pikir Key. Lalu kini Key malah memikirkan caranya mendekati Jinki. Seseorang yang mencuri hatinya pada pandangan pertama.

.

.

.

Hey~ Princess nanti cantikmu hilang jika wajahmu ditekuk terus begitu, atau kau mau transformasi menjadi nenek sihir???

 

Minho melempar Note itu kedepan Taemin. Taemin membacanya namun meremasnya dan membuangnya ke kolong mejanya.

Hey~ jika diperhatikan baik – baik kau ini semakin cantik jika sedang marah Princess~~

Lagi – lagi Taemin hanya meremasnya dan membuangnya ke kolong meja.

Tidak sampai situ, tentu saja Minho orang yang pantang menyerah kan?

Aku membawa piala untukmu.. apa kau tidak senang eumh? sampai kapan kau mendiamiku Princess?

 

Lalu akhirnya karena iba (?) dengan usaha sang ice prince Choi Minho, Taemin pun merespon, sudah cukup main-mainnya, pikirnya. Taemin hanya ingin memberikan pelajaran pada Minho, mungkin Minho tidak tahu jika Taemin jauh merindukannya, sangat rindu bahkan ia sangat ingin memeluk Minho namun karena gengsi yang terlalu tinggi dan tempat yang tidak memungkinkan Taemin tidak mungkin melakukannya.

Diamlah dan dengarkan pelajaran ini, aku sudah memaafkanmu.. >_<

Minho tersenyum lebar, sangat lebar sampai rasanya lalat bisa masuk kemulutnya . =_=

yah akhirnya Taeminnya sadar dari masa ngambek nya (?).

Aku  rasa kau ingat janjimu kan?berarti kau RESMI MENJADI MY PRINCESS ^^v.

 

DEG

Ah shit! Taemin baru ingat perjanjian konyol itu, saat itu ia berkata bersedia menjadi kekasih Minho jika ia berhasil memenangkan pertandingan, dan sialnya Taemin yang saat itu panik bisa – bisanya memberikan tantangan yang sudah diketahui jawabannya itu. Sekali saja kau menantang seorang Choi Minho, percayalah, you must in big trouble 8D

Taemin membuang muka kearah jendela berusaha menyembunyikan semburat merah di pipinya dan panas yang menjalar di tubuhnya.

Selama pelajaran Minho menggenggam tangan kiri Taemin. Berkali – kali Taemin melepaskannya karena merasa menjadi sulit untuk menulis, karena Jinki Songsaenim menyuruh mereka menuliskan not balok. Namun jika Taemin melepaskannya, Minho beralih menarik pinggang Taemin dan memeluknya erat dari samping dengan satu tangan yang melingkar di pinggang Taemin. Taemin hanya bisa pasrah karena jika ia melakukan perlawanan lagi, mungkin Minho bisa melakukan hal yang lebih gila dari ini.

Minho dalam hatinya sangat bahagia, ya ia bahagia akhirnya ia bisa memiliki Lee Taemin, seseorang yang sangat ia cintai sejak pertama bertemu. *__*

Lalu sekarang ia tidak hentinya menggoda kekasih barunya ini dan terus –terusan menatap Taemin dan senyum – senyum sendiri membuat Taemin salah tingkah dibuatnya.

Berhentilah menatapku atau kau akan menyesal Mr. Choi yang terhormat >;(

 

Minho terkekeh membaca memo Taemin barusan, baginya ini sangat manis. ah Taemin kau sudah membuat Minho gila… -____-a

 

Anything for you Mrs.Choi.. ^o^

Kriiing..Kriiing..

Bel tanda istirahat berbunyi, lalu Minho tanpa ragu menarik tangan Taemin dan mengajaknya ke kantin.

DEG

Pusing itu datang lagi, Taemin merasa sedikit berputar tapi ia menahannya karena didepannya ada Minho. Ia tidak mau Minho mengetahui perihal sakitnya.

Aku pernah terdiam, tiada berharap pernah mencintaimu.

Aku bahkan menahan siksaan malu dan cemburu.

Dan kini Tuhan, bolehkah aku egois sedikit saja di sisa umurku?

Karena dia seseorang yang aku cintai sepenuh hati.. Choi Minho

Taemin lalu menahan tangan Minho dan mengisyaratkan dirinya ingin ke toilet.

”Aku temani”

Taemin langsung melotot dengan ekspresi yang .. yah cukup mengerikan bagi Minho dan membuat Minho hanya mengangkat bahunya.

”Baiklah my Princess~ silahkan masuk aku setia menunggumu di luar…” =3=

”aahh… ssshh… sakiit….” Taemin menggigit tangannya menahan sakit yang menusuk – nusuk kepalanya. Sesuai dugaannya darah segar itu kembali keluar dari hidungnya, Taemin sudah sedia tisu basah, lalu ia menghapusnya dan mendongakkan kepalanya ke atas berusaha menghentikan aliran darahnya sekaligus menahan aliran airmatanya.

Apa umurku tidak akan lama lagi?

huks.. umma… Minho hyung.. huks..

Tidak, tidak! Taemin kau harus kuat!! Taemin bukan anak yang lemah! Taemin selalu tersenyum, Taemin berusaha menghinoptis dirinya.

Ia menepuk – nepuk pipinya lalu merogoh kantungnya dan menelan pil nya yang ia dapat dari dokter tempo hari. Ya.. Taemin sudah kedokter dan ia divonis mengidap penyakit.. penyakit mengerikan yang mengatakan waktunya tidak akan lama, 3 bulan. yah itu jika ia beruntung dan mau menjalani kemoterapi.. jika tidak mungkin hanya 2 bulan? atau 1 bulan? entahlah rasanya setiap hari adalah bonus baginya.

Sesaat setelah kecelakaan itu sebulan yang lalu, Taemin kembali check up ke dokter, karena umma nya sibuk ia akhirnya memutuskan sendiri kesana, dan ia bersyukur umma nya tidak ikut. Setidaknya dia bisa menyimpannya sendiri.

”My Princess~~~” Minho mengetuk pintu karena Taemin dirasa terlalu lama sedangkan perutnya sudah minta diisi.

Taemin buru – buru mengusap air matanya dan membuang tisu yang penuh darah itu, ia menarik nafas panjang dan mebuangnya perlahan. Berusaha menstabilkan emosinya berusaha mengeluarkan senyum terbaiknya, hanya untuk seseorang yang ia cintai, seseorang yang tidak ingin ia sakiti hatinya.

Cklek

”Ah~ kau ini lama sekali Nae Princess~~” Minho menarik pinggang Taemin dan membawanya ke kantin.

**=======================**

Besok adalah ulang tahun Minho, dan kini Taemin masih melipat kertas burung bangau itu, di setiap kertas ia menulis curahan hatinya. Menulis harapannya, karena Taemin tahu waktunya tidak lama lagi, keadaannya semakin melemah, ia pernah sekali pingsan di depan Minho dan Minho terlihat sangat khawatir saat itu. Untungnya ia hanya dibawa ke UKS sekolah dan dokter saat itu tidak ada, ia hanya dibaringkan di kasur hingga ia tersadar Minho sudah berada disisinya mengenggam tangannya erat.

Setelah kejadian itu Minho mengirimi dia sms setiap hari mengecek keadaan Taemin atau berusaha mengajak Taemin ke Dokter, namun Taemin bersikeras mengatakan dirinya sedang baik – baik saja.

Minho mulai merasa Taemin menyembunyikan sesuatu, karena sudah 3 hari Taemin diajak keluar untuk makan ramen kesukaan mereka dan Taemin menolaknya dengan berbagai alasan.

Tanpa sepengetahuan Minho, Taemin 3 hari itu menghabiskan harinya melipat kertas menjadi sebuah burung bangau berwarna warni yang disitu ia tulisi harapannya, cintanya.. pesannya..

Ia terus melipatnya tidak kenal waktu, sepulang sekolah sampai malam bahkan hampir pagi, Taemin menaruh harapan.. jika saja Tuhan memberikan keajaiban untuknya atas pengorbanannya.

Sekarang sudah tidak ada waktu, kurang dari 24 jam ia harus memberikannya pada Minho, tetapi masih tersisa 199 lipatan lagi.

Yosh!! semangat Lee Taemin?!! kau pasti bisa ^^9

BRAK

Taemin tersentak kaget saat umma nya memasuki kamarnya dan membanting pintu. Lalu.. umma nya berlari dengan air mata mengalir deras dan memeluk Taemin.

”Taemin~ kenapa… kenapa kau tega pada umma mu? kenapa kau tidak mengatakannya pada umma? apa kau ingin meninggalkan umma dengan penyesalan?” bahu umma Taemin bergetar memeluk Taemin erat.

Tes

Tes

Akhirnya pertahanan seorang Lee Taemin runtuh, ia juga menangis meronta dipelukan ummanya, ia tidak tahan menahan ini sendirian.

Umma Taemin saat itu tidak sengaja melihat hasil laporan kesehatan Taemin yang di letakkan di atas kulkas, sepertinya Taemin lupa menyimpannya di tempat yang aman. Atau mungkin Tuhan membuatnya lupa? entahlah…

Cukup lama Taemin berpelukan dan menangis dipelukkan ummanya, dikelilingi lipatan burung bangau nya. Tidak ada yang bisa dilakukan, karena Taemin menolak untuk membawa ke rumah sakit meski umma Taemin memohon di kaki Taemin.

**==============================**

9 Desember 2008

Tepat pukul 18.00 KST.  Taemin bersiap pergi ditemani umma nya ke pesta ulang tahun Minho di rumahnya. Taemin awalnya menolak, tetapi karena umma Taemin khawatir ia juga bersikeras ikut, tidak ada yang bisa ia lakukan selain menuruti umma nya.

Tap Tap..

Taemin dan Umma nya telah tiba di depan sebuah gerbang besar, rumah mewah berpilar besar. Rumah keluarga Choi.

”My princess~ masuklah!!” Minho tampak setengah berteriak membuat sekeliling melihat ke arah teriakan Minho yang menghampiri Taemin. Semua terpana dengan Taemin, penampilannya memang sederhana, saat Taemin membuaka coatnya,celana skinny hitam dengan kaus longgar berwarna putih yang ada tulisan merah, ya ini memang musim dingin, tetapi ruangan ulang tahun Minho dilengkapi dengan penghangat. Taemin juga merubah tatanan rambutnya agak diikal sedikit dan semakin blonde. jinjja nomu yeppo~

Minho juga malam itu mengenakan kemeja biru muda bergaris dan kancingnya dibuka 2 dengan celana jeans biru. Simple… karena Minho bukan orang yang terlalu rumit namun tetap aura tampannya sangat kuat. Terbukti dengan tatapan para yeoja yang masih saja memujanya.

Tapi bagi Minho, tidak ada yang secantik Taemin, he is just like a fairy

Taemin menghampiri Minho dan tersenyum manis, lalu Minho membungkuk memberi salam pada umma Taemin dan mengucapkan terima kasih karena sudah membolehkan Taemin datang ke pestanya.

”Dimana appamu, Minho ?” Umma Taemin bertanya pada Minho.

”Oh.. yeah~ ia sedang dalam perjalanan pulang sepertinya sebentar lagi ahjumma…”

“Oh.. arraseo.. ne~ kalian pergilah berdua, sepertinya ada yang harus kalian urus kan?” umma Taemin mengedipkan matanya ke Minho dan dibalas dengan satu kedipan Minho.

Taemin hanya mendesis kesal dengan tingkah mereka dan memukul pelan lengan umma nya.

.

.

.

.

Menatap indahnya pemandangan malam di depan mereka, hamparan lampu malam dan salju putih. Minho membawa Taemin ke atas, lantai teratas rumahnya.

Grep

Minho memeluk taemin dari belakang, menopang dagunya di bahu Taemin menyesap aroma manis tubuh Taemin. Berkali – kali mencium tengkuk Taemin membuat Taemin bergidik geli.

”Hmm.. apa kau merindukanku?”Minho mengeratkan pelukannya di perut Taemin.

Taemin menggeleng.

 

Aku sangat sangat merindukanmu Minho hyung~

Minho hanya terkekeh, ia tahu apa yang diucapkan Taemin dengan reaksi tubuhnya sangat berbeda, dapat Minho rasakan degupan jantung Taemin dan tangan Taemin yang juga memeluk tangan kekar Minho yang mengalung diperutnya.

”Lalu.. mana hadiahku?” =3=

Hadiah? hadiah…. hadiah..

APA?!!!

Gawat!! Taemin lupa membawa seribu burung bangau yang ia lipat. aiishh,, jinjja~ paboya Taemin!! Taemin merutuki dirinya sendiri. Ia menggigit bibirnya bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. ah~ rasanya ia ingin menangis saja.

SRET

Minho membalik tubuh Taemin menghadapnya.

”Jadi kau tidak membawakan aku hadiah eumh???” Minho berpura – pura kesal.

Taemin hanya bisa menunduk pasrah dan memainkan jemarinya.

Angin berhembus melewati celah diantara tubuh mereka, ini kan musim dingin, tampak salju mulai turun lagi tubuh Taemin mulai gemetaran karena jaket nya kurang tebal.

SRET

Minho membuka kancing coat nya satu persatu, melihat itu Taemin menghentikannya dan menggeleng mengisyaratkan Minho untuk berhenti.

”Hh~ siapa yang mau memberikanmu jaket ini hah?aku juga bisa mati kedinginan kau tahu? sini kemarikan tubuhmu masuk ke dalam, coat ku kan cukup besar”

GREP

Hangat…

Taemin memeluk pinggang Minho dari dalam sedangkan Minho tersenyum puas memeluk Taemin dan merekatkan jaketnya menghilangkan rasa dingin yang sempat menusuk mereka. Saling mendengarkan detak jantung masing – masing.

”Ah.. aku sedih sekali aku tidak mendapatkan kado dari Mrs. Choi… malangnya nasibku.. huhuhu”

Lalu Taemin melepaskan pelukannya dan menatap Minho dengan tatapan menyesal, ia menggerakkan tangannya dan mengatakan “ hadiahnya tertinggal di rumah hyung~ mianhe~ atau aku pulang saja mengambilnya?”

“Tidak usah… nanti saja.. kau adalah hadiah terindah untukku, jadi apapun itu tidak ada yang lebih berarti darimu”

Taemin tersentuh dengan kata – kata Minho barusan.

”Bagaimana kalau untuk malam ini hadiahnya diganti yang lain dulu?bisakah kau mengatakan Saranghae Minho hyung?”

Taemin mengernyitkan dahinya bingung, ia tidak mampu.. sampai saat ini memang ia belum pernah mengatakannya langsung. Lalu sekarang Minho memintanya mengucapkannya, Taemin menunduk lesu, ia tetap tidak bisa mengeluarkan suaranya.

Lalu Minho yang merasa telah membuat Taemin sedih mengangkat dagu Taemin dan menatapnya,”lupakan, kalau begitu cium aku saja jika kau belum bisa mengeluarkan suara indahmu…”

Perlahan Taemin mengalungkan tangannya di leher Minho dan Minho melingkarkan satu tangannya di pinggang Taemin. Minho menghapus jarak itu lalu bibir mereka bertemu.

”hmmmmmh….”

Minho mulai mengulum dan menjilat bibir bawah Taemin, Taemin yang baru pertama mengalami ini hanya mengikuti alur Minho. Ia membalas ciuman Minho dan menekan lagi bibirnya mengulum bibir atas Minho. Saling mengecap dan menggigit kecil, Minho membuat Taemin releks membuka mulutnya lalu mencari lidah Taemin untuk menari bersama.

Ciuman ini semakin panas hingga Minho mendorong Taemin ke tembok dan memojokkannya. Minho mengangkat sebelah kaki Taemin dan kini bagian sensitif mereka saling bertemu dan bergesek menimbulkan erangan kecil yang lolos dari mulut Taemin. Taemin tidak mengerti, ia hanya merasa ingin melakukannya, ingin lebih dan lebih.

”hhmmmm…..”

Love is hard, Love is strong.

You will never say that you were wrong …….

You wanted more…

.

.

.

BUGH

“Awww…”

siwon??

chullie??

.

.

.

.

To Be Continued~

heheheh… ini kenapaaaaa ujungnya jadi yadoong~ andweeee.. ah tangan gue begoo *marah2 sama tangan*

nah ini belom angst,,, wakaka… kayaknya maksa kalo gue end in.. mungkin part 3 end..and mungkin ada NC nya, but yeah~ im not sure bout that.. kalo banyak yang komen mungkin gw buat NC nya tapi blur ya.. NC 17 aja. muahaha.. PW? gantii lah~ jadi yang setia komen aja gue kasih PW part  END. huohoho.. SR bodo amatt ga boleh baca ENDingnya, LOLOLOL

yah ni gegara sanni minta NC -__-a tapi entahlah.. wakaka..

so~ please leaving comment ya suunders.. temen tercinta 2ms tercinta adik – adikku yg manis tercinta. makasih kalian udah komen~

I LOVE YOU lah~ >///<


2min hug momment❤

153 thoughts on “TRAGEDY/ 2MIN/ PART 2

  1. taeby skt kanker sumsum tulang belakang y?! apakah ini akan berakhir dng kematian taeby?! trus itu ortux 2min sling knl?

  2. Sebenernya taem sakit apa sih….
    Kasian dia mederita gt buat nahan sakitnya….

    Hiks…. Hiks….

  3. Baru jg taemin dpet kbhagiaan, knp di ambil lagi T_T

    Siwon?? Heechul???
    Jgn” mreka mantan suami istri???
    Klau iya, mreka sodara dong??!!!
    Taemin malang skali nasibmu
    *pukpukpuk

  4. ahhhh taemin sebenernya sakit apa sih ? ini udah mommen2 terakhir dia dan huaaa kasian minhonya huhu taemin jujur aja dulu harusnya sama minho huhu next

  5. gak rela kalo taemin meninggal huhuhuhu
    minho balakan tersakiti banget tuh kasian… kenapa author bikin takdir 2min seperti itu, huwaaaaaaaaaaaaa
    akhirnya mereka jadian juga, jiah ada kissing scene juga berharap ada NC 17 nya hahaha

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s