MINNIE&MINHO /YAOI/ MPREG/ PART1 OR END??


Cast        : Lee Taemin, Choi Minho

Genre    : fluff, romance

Author : Keiminnie

 

Annyeong~ ini adalah FF iseng-iseng yang terinspirasi dari film korea Jenny&Juno. Hohohoho Itu cerita manis bangettt!! Hihihi (Yang udah nonton pasti setuju, kan? Kan? Hehehe)

Lagi ngayal tiba-tiba kepikiran buat bikin versi 2minnya..😄

Sebagian besar cerita emang gue ambil dari filmnya, tapi ada yang gue tambah atau kurangi dan gue tuangin pake bahasa gue sendiri. Udah rada lupa sih ma detail ceritanya, secara tuh film dah lama taun 2005. Hehehe jadi kalau beda, yah inikan buatan gue ga mesti sama persis…kekekeke

Okelah, silakan dibaca, dilike dan di komen yah, chingu~~ *tebar kissu

NO BASHING!

NO PLAGIARISM!

ENJOY THIS!

.

.

.

Hyung temui aku di atap sekolah, SEKARANG! Ada yang ingin aku bicarakan, penting. *poppo

-Minnie sayang Minho❤

Seorang namja tampan berumur 16 tahun, sebut saja namanya Choi Minho yang kini tengah tersenyum lebar memandang iphone putihnya yang baru saja berbunyi menandakan email masuk dari sang pujaan hati, Lee Taemin.

Oke Minnie sayaaang….on my way.*poppo balik

 –Minho sayang Minnie <3<3

Fiuuuhh, namja cantik tak lain adalah Minnie aka Lee Taemin, hanya bisa menghela napas panjang. Butiran-butiran keringat dingin bermunculan di keningnya dan jantungnya yang terus berdebar keras menandakan ia gugup dan sedikit…takut.

Berkali-kali menggigit bibir bawahnya yang -well its so damn sexy- dan sesekali menggigiti jari mungilnya cemas. Berjalan mondar- mandir di sudut atap sekolah –tempat favorite mereka menghabiskan waktu istirahat- sambil terus-terusan melirik ke pintu atap dan berharap sang namjachingu-nya muncul disana secepat angin berhembus.

CKLEK

“Minnie?”panggil Minho begitu ia membuka pintu dan langsung menemukan sosok Taemin yang berdiri kaku menatapnya. Minho segera menghampiri Taemin yang sepertinya enggan bergerak dari sana.

“Minnie?”

“Hyung….”menundukkan wajahnya begitu Minho berjalan semakin dekat kearahnya. Memainkan ujung sepatunya dengan membuat lingkaran kecil di lantai semen atap dan memelintir tali tas gemblok yang terpajang manis di bahu sempitnya.

Meraih dagu namja cantik di hadapannya untuk membalas tatapan mata teduhnya. Membereskan poni yang sedikit berantakan terkena angin, lalu mengusap pipi putih yang chubby itu dan akhirnya tidak tahan untuk mencubitnya gemas.

“Appo~ Ya! Hyuuung~”menepis tangan itu pelan dan mengusap-usap pipinya yang kini sedikit memerah.

“Hehe, mworagu Minnie? Hal penting apa yang ingin kau beritahu, eum? Bahkan bel sekolah telah berbunyi 5 menit yang lalu.”

Dengan susah payah Taemin menelan salivanya kembali ke kerongkongan begitu manik matanya menangkap tatapan mata besar milik Minho.

“Mwoya Minnie?”

Mereka berdiri berhadap-hadapan. Saling menatap kedalam bola mata masing-masing sosok didepannya dan terdiam beberapa saat sampai Taemin memecahkan kesunyian tersebut.

“Hyung…”

“Hm?”

“Sebelumnya hyung harus janji dulu akan menjawab pertanyaan Minnie dengan jujur dan tidak menanyakan alasannya. Yaksok?”tanya Taemin sambil menyodorkan pinky promisenya.

Walau bingung mengenai apa yang akan terjadi, akhirnya Minho mengikuti kemauan Taemin dengan menautkan jari kelingking mereka, “Ne~yaksok.”singkatnya.

Taemin menggigit bibir bawahnya tampak sekali bahwa ia benar-benar gugup, “Hyung…”

“Yes, honey?”

“Kalau…aku tidak punya tangan bagaimana?”

Minho mengernyitkan alisnya bingung mendengar pertanyaan yang cukup aneh dari Taemin, “Aku akan menyuapimu setiap hari dan melakukan semua pekerjaan rumah menggantikan tanganmu. ^^”

“Kalau aku tidak punya kaki?”

“Aku akan terus menggendongmu dan pergi kemana pun ke tempat yang kau suka. Aku lah yang akan menjadi kakimu. ^^”

“Kalau aku menderita penyakit parah, apa kau akan meninggalkanku?”

“Anii. Aku akan selalu berada disisimu, menjagamu dan menjadi malaikat pelindungmu. ^^”

Taemin mempoutkan bibirnya imut, gombal! pikirnya.

“Kalau…”

“Apa lagi, eum?”

“Ah! Kalau aku tidak punya kepala bagaimana?”

“Aku akan….Hyaaa! Mana mungkin kau bisa hidup tanpa kepala, Minnie..?!”

“Hihihihi….”Taemin terkikik geli melihat ekspresi Minho.

“Kau menakutkan, eoh…”Minho mengelus dadanya dan kemudian mengelus kepala Taemin lembut.

“Yah, nae Minne…sebaiknya kita kembali ke kelas, arra?”

Taemin menghela napas panjang dan menggenggam tangan Minho, menatap lurus ke dalam bola mata besar milik namja tampan itu. “Hyung, aku hamil.”

“Kka—“

Mata besar Minho membaca gerak bibir Taemin yang seolah tidak ada suara sedikit pun yang terdengar keluar dari mulut mungil itu. Terus terpaku pada bibir yang tadi melontarkan tiga kata, dan sukses membuat otaknya tidak bisa merespon pendengarannya. Telinganya serasa tersumbat dan ia tak lagi dapat mendengar suara di sekitarnya. Suara Taemin yang kini tengah memanggil namanya dan melambai-lambaikan tangan di depannya pun seperti tak bisa ia tangkap. Ia seperti berada di dunia hampa udara, kedap suara dan rohnya kini melayang-layang jauh dari tubuhnya.

Hyung, aku hamil.

Hyung, aku hamil.

Hyung, aku hamil.

Gerak bibir Taemin terus terekam di otaknya dan megulang-ulang ucapan Taemin beberapa saat lalu. Sampai akhirnya ia merasa berada di dunia yang putih tak berujung.

Putih

Putih

BRUK

“HYUNG!”

.

.

.

Setelah peristiwa Taemin mengungkapkan kenyataan bahwa dirinya sedang mengandung anak Minho, Minho yang entah masih syok atau dia ingin memungkiri fakta tersebut, 3 hari ini terus menghindari Taemin.

Tidak lagi menjemputnya dipagi hari.

Tidak memakan bekal buatan Taemin di atap sekolah ketika jam istirahat.

Tidak menunggu Taemin untuk pulang bersama.

Seolah Minho hilang dari peredaran sekolahnya. Taemin sudah beberapa kali datang ke kelas Minho tetapi Minho selalu tidak ada.

“Hey, Minnie… mencari Minho?”tanya sunbae-teman sekelas Minho. Mungkin dia bisa menebak mengapa Taemin berkeliaran di koridor kelas 2. Jelas untuk bertemu namjachingu-nya, kan?

“A—iya, sunbae. Hehe”jawabnya salah tingkah. Sejujurnya Taemin yang masih duduk di kelas 1 tidak berani pergi ke lantai 2 -khusus unntuk kelas 2- sendirian. “Sepertinya tidak ada, ne? Aku akan mencarinya—-di kantin—mungkin.”

“Haha yah seperti yang kau lihat, dia tidak ada di kelas. Ketika bel istirahat berbunyi, dia langsung melesat keluar. Kukira  ingin bertemu denganmu?”

“Oh, begitu ya… baiklah aku akan menunggunya di kelasku saja kalau begitu. Permisi sunbae, annyeong haseyo~”menyunggingkan senyum sejuta volt-nya dan buru-buru melangkah pergi dengan hati geram.

“Annyeong Minnie~”

“Cih, pengecut! Cepat sekali kaburnya!”gerutu Taemin kesal sambil menendang-nendang udara ketika ia melangkah pergi.

“Iya, Minho belakangan ini jadi murung.”

“Benar. Selalu melamun dan berbicara sendiri. Mengerikan.”

DEG

Taemin memperlambat langkahnya ketika orang dibelakangnya sedang membicarakan Minho. Apa itu Choi Minho-nya??

Mempertajam pendengarannya sambil menggigit bibir bawahnya bersiap mendengar kabar lainnya.

“Aku lihat dia ke toilet ketika istirahat tiba dan terlihat terburu-buru. Dia bahkan tidak keluar sampai pelajaran dimulai dan selalu kembali ke kelas terlambat.”

“Sebenarnya apa yang terjadi?”

“Dia juga tidak datang ke klub futsal.”

“Kau tahu? Sempat terdengar kabar kalau di toilet ada hantu yang menangis!”

“HAH? Jinjja?”

MWO? O_O

Menangis?? Taemin pun terkejut mendengarnya bahkan dia sampai memekik kecil.

 “Hahaha tapi ternyata bukan hantuuu…waktu kami selidiki dan tunggu di luar, saat itu Minho lah yang keluar dari toilet.”

“Jadiii…?”

“Yah, mungkin. Dugaan kuat Minho menangis di dalam sana.”

“Kasihan…mungkin dia sedang ada masalah?”

DEG

DEG

Minho….Menangis??

Benar Minho hyung menangis? Karena…karena masalah aku hamil??

Taemin pun mempercepat langkahnya menuju toilet di lantai 2 tersebut. Ini masih jam istirahat jadi kemungkinan besar Minho ada di sana, kan?? Selama ini dia memang belum pernah mencarinya di sana karena alasan banyak sunbae yang pastinya akan memakai toilet di waktu istirahat sedangkan Taemin benar-benar takut pada mereka. Bukan karena adanya bullying atau sejenisnya tapi… well, karena mereka terkadang suka menggodanya, bersiul ketika ia berjalan atau bahkan memandang mesum padanya. Menatap penuh napsu sampai mereka tidak sadar telah meneteskan air liurnya. Gezz, kecantikan itu memang dosa.. ==a

Taemin mempercepat langkahnya dan entah kapan dimulainya kini ia justru tengah berlari. Sesampainya di depan toilet, ia mengatur nafasnya dan memandang pintu dengan perasaan berdebar.

Open it?

No?

Open it?

CKLEK

Omo! O_O

!!! O.O

………….

“YA! HYUNG KAU KEMANA SAJA, HAH?”pekik Taemin begitu ia berhasil menyeret namja tampan itu untuk mengikutinya ke atap sekolah.

“…..”Minho hanya diam tertunduk, bahkan demi Tuhan matanya mulai berkaca-kaca.

“Hyung!”Taemin mengguncangkan bahu Minho meminta perhatian namja itu.

“Aku…”

Taemin berdecak sebal dan memutar bola matanya jengah. Melipat tangan di depan dada dan bersandar pada tembok pagar atap sekolahnya yang hanya setinggi dadanya. Memperhatikan Minho yang terus menunduk tanpa berniat mengeluarkan suaranya. Kembali menghembuskan nafasnya kencang dalam sekali hembusan,

“Ternyata kau tidak sayang padaku, hyung?”

Kata-kata itu sukses membuat Minho menoleh menatap Taemin. Dan semakin terkejut begitu melihat kedua mata Taemin mengeluarkan cairan bening dan tumpah ke pipinya yang putih membentuk dua buah aliran sungai kecil di wajah ovalnya.

Minho tergerak untuk menghapus air mata itu. Dalam hidupnya, orang yang tidak ingin ia lihat menangis adalah Taemin dan Umma-nya.

“Chakkaman! Kalau hyung maju selangkah, aku akan naik ke atas pagar!”ancam Taemin. Minho hanya membelalakkan mata besarnya.

 “Dan kalau hyung berniat menghapus air *hiks* mata *hiks* ku…itu artinya hyung mau bertanggung jawab! Tapi…kalau ternyata hyung hanya *hiks* ingin menenangkanku…lebih baik aku mati dengan anak KITA yang ada di perutku!”

“Mi-Minnie…”

“Aku beri waktu 10 detik untuk berpikir!”

“Tapi Minnie—-“

“3 detik! 4, 5, 6,….”Taemin menelan salivanya begitu tidak ada respon dari Minho. Haruskah ia melompat dari gedung sekolah ini dan…Mati??

HUEEEE SHIREOOO!! TT_______TT

“Minnie aku—“

“9, sepu—-“

GREP

Minho memeluk Taemin dengan erat. Minho menangis, “Mianhae Minnie…Mian aku jadi pengecut. Mian….”

Taemin mendorong tubuh Minho dan menyipitkan matanya tajam menatap namjachingunya dengan tidak percaya, “Jadi kau memilih akan menggugurkan…’nya’?”lirih Taemin sambil mengusap perutnya yang datar.

Minho menggigit bibir bawahnya dan wajahnya sangat sangat terlihat pale. “Tidak, bukan begitu. Hanya saja…?”

Tiba-tiba Taemin menyodorkan testpack kepada Minho dan jelas di alat itu tergambar 2 buah garis merah. Positif.

“Mungkin alat itu salah?”

Taemin merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan 5 buah testpack dan kelimanya tetap sama. 2 garis merah, positif.

Minho menghela napasnya berat, “Jadi…apa yang akan kita lakukan?”

“Bagaimana kalau kita adu panco? Yang kalah harus mengikuti semua perkataan yang menang?”tantang Taemin.

HELLOOOW~ memang kau bicara dengan siapa, Taemin? Kau lupa kalau Minho itu atlit olahraga? Bahkan dari ukuran tubuh, apa lagi otot…jelas ia kalah dari Minho yang berbadan atletis dan yeah…memiliki HOT muscle and chocho Abs yang so damn yummy! Dan sekarang ia menantangnya adu panco?? WTH! Bahkan hanya dengan berkedip, semua orang yakin Taemin akan kalah. ==a

…………………….

After school @ Room class

“Hyung, kau tidak mencintaiku?”sambil berusaha menumbangkan tangan Minho dengan susah payah sedangkan Minho tetap bergeming tanpa bergerak sedikitpun.

“….”

“Kau benar-benar ingin berpisah denganku? Hyung!”

“…….”Minho malah menerawang menatap awan di luar jendela kaca kelasnya.

“Padahal aku sangat mencintaimu, hyung…”

“…….”

“Impianku adalah ingin mempunyai keluarga bahagia denganmu. Uuughh…”Taemin bersikeras menjatuhkan tangan Minho namun nihil.

“Mempunyai anak dan hidup bersama selamanyaaaagghh….?”

BERAAATTTT >o<

“Hyung! Uuuugghh…..”bahkan Taemin sudah memiringkan tubuhnya untuk dapat membuat Minho kalah tapi tetap saja seperti tidak terganggu sedikitpun Minho masih berkutat dengan pikirannya.

KUAT SEKALIIIIII TT___TT

Taemin mempoutkan bibirnya kesal. Terus memutar otak apa yang bisa ia lakukan untuk mengalahkan Minho dan memenangkan permainan ini.

“Hyuung…kalau kau diam aku akan bunuh diri!”menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya terus mencoba mengalahkan Minho bahkan sedari tadi Minho tidak menunjukkan perlawanan. Tidak menyerang ataupun bertahan, hanya diam.

Taemin sudah tersengal kehabisan nafas dan dahinya mulai berkeringat. Ia akui ia sudah lelah. Tapi ia tidak mau kalah! TIDAK! SHIREEOOOO!! >3<

Tiba-tiba sebuah ide terlintas di otaknya. Semoga kali ini berhasil karena kalau tidak dia pun sudah niat menyerah. Tidak tahu lagi bagaimana harus mengalahkan Minho. Bahkan Taemin sudah mencoba menginjak kakinya pun Minho tetap saja diam. Baiklah, dia akan menggugurkan bayinya sesuai keinginan Minho walau Minho belum mengatakannya secara langsung, kalau perbuatan dia ini gagal.

Demi kedamaian hidup semua kodok di dunia……..

Mengambil nafas dalam-dalam, ACTION!

“MICHAEL JORDAN!”pekik Taemin menoleh ke arah pintu dengan wajah horror.

“HA?”Minho ikut menoleh refleks karena teriakan Taemin barusan.

BUK

Dan Minho kalah.

HAHAHAHAHA—-> Taemin tertawa puas di dalam hati.

“YA! Aku menang! Kkaja, kita pulang! Hohoho…”Taemin mengelus kepala Minho, “Sekarang kau harus dengarkan perkataanku, hyung. A-PA-PUN!”dan Taemin beranjak pergi keluar kelas meninggalkan Minho yang masih terbengong-bengong.

“YA! HYUNGGIIIEE~~!!!!!”

SNAP!

“Ah? N-nee….”

.

.

.

@ Hospital

“Anda telah mengandung selama 2 bulan. Selamat.”ucap dokter dengan senyum hangat. “Kalian bisa lihat, kan? Itu, yang kecil di tengah-tengan sana adalah janin kalian. Usianya masih rentan dan rapuh oleh karenanya harus di jaga dengan baik dan hati-hati.”

Taemin dan Minho memandang layar hitam-putih yang memperlihatkan kandungan Taemin. Saking kecilnya mereka sampai takjub. Bagaimana bisa ia ada dan akan tumbuh di dalam sana dan memjadi sesosok bayi??

“Hyung…”Taemin menggenggam tangan Minho dan Minho membalas dengan menggenggam erat. Tersenyum sambil membelai kepala Taemin.

“Hwaiting Minnie~ah…gomawo.”dan mengecup keningnya dengan penuh rasa sayang.

Setelah mendapat wejangan dari dokter akhirnya mereka pun pulang. Sekarang keduanya tengah duduk di taman kota.

“Hyung…apa…tidak apa-apa?”

“Hm? Apanya?”

Taemin mengelus perutnya dan menyenderkan kepalanya di pundak Minho sambil menikmati angin sore yang berhembus.

“Sepertinya…mengandung itu sulit. Perkataan dokter tadi terus terngiang di kepalaku. Larangan tidak boleh begini…harus begitu…tidak boleh ini…tidak boleh itu…=3=”

“Tenang Minnie…kau tidak sendirian. Aku akan selalu ada 24 jam kalau kau membutuhkan apapun.”

“Jinjja?”

“Ne.”

“Yaksok?”menyodorkan pinky promisenya yang imut.

Ck, khas anak kecil. Bahkan umurnya sekarang masih 15 tahun dan dia tengah mengandung? Mengandung seorang anak didalam perutnya…dan mereka telah memutuskan untuk memperjuangkannya.

“Ne, yaksok.”Minho mengaitkan kelingkingnya di kelingking Taemin. “Nah, kkaja kita pulang! Anginnya mulai semakin dingin. Tidak baik untuk Umma dan aegya, eoh?”mencubit hidung mancung Taemin dengan gemas lalu merapatkan jaket Taemin.

“Umma tidak boleh sakit, ne…”

^^ Taemin tersenyum dan mereka pulang  dengan bergandengan tangan.

“Hyung, aku mau makanan asam.”

“Wah! Kau sudah mulai mengidam, eoh?”

Taemin mengangguk menatap perutnya dan sesekali mengelusnya, “Nee~ aegya ingin makanan asam katanya..”

Tersenyum lembut seraya menaruh tangannya di atas tangan Taemin yang tengah mengelus perut datarnya, “Besok appa bawakan.”

“Anii~ aegya mau sekarang…”

“Jinjja? Kalau begitu, kkaja kita makan bihun.”

.

.

.

@ 00.45 a.m KST

Trrrr Trrrr

“Yeboseyo…”sapa Minho dengan suara parau. Jelas jam segini ia sedang menyelam di alam mimpi sambil memeluk gulingnya dengan erat.

“Hyung…”panggil suara diseberang.

O_O

“Minnie?”

“Ya, hyunggie~ aku mau makan ati.”

“Hee?”melirik jam di dinding kamarnya dan langsung terduduk di kasur. Jam segini ingin makan ati?

“Iya hyung~~ ati goreng!”

Menyambar jaketnya dan keluar kamar dengan mengendap-endap. “Oke, akan kubelikan. Tunggulah sebentar.”

“Gomawo hyung, saranghae…oh dan juga aku mau gurita bakar, kimbab dan pizza.”

PIP

???

………………

@ 03.05 am KST

Trrrrr Trrrrr

“Hyuuung~”

“Hm? Mworagu Umma..?”

“Hihihi”Taemin terkekeh geli kalau Minho sudah memanggilnya begitu. Ia menjadi malu sendiri, “Aegya ingin Appa-nya menyanyikan lagu…”

“Nyanyi?”

“Iyaaa…nyanyi, hyuuung…”

“Eh? Ta-tapi nyanyi apa? Suaraku tidak bagus. Nanti aegya malah ketakutan.”

“Anii~ ini aegya yang memintanya Appa….”

Menghembuskan nafas dan mengalah, “Oke demi aegya aku akan bernyanyi. Lagu apa yang ia minta, Umma?”

“Hmm…3 kodok kecil!”

Hah??? Mana adaaaaa!!!

…………………………….

Lee Taemin adalah putra bungsu dari keluarga kaya raya yang terpandang. Disekolah, dalam bidang prestasi akademik ia selalu meraih peringkat satu, menjadi ketua kelas, dan sering memenangkan banyak perlombaan sains ataupun pidato dan juga bahasa. Memiliki otak cerdas dan prestasi yang gemilang serta menjadi namjachingu seorang atlit sekolah, Choi Minho. Keduanya memililki banyak penggemar, tetapi ketika teman-temannya mengetahui bahwa mereka tengah menjalin hubungan lebih, bukannya kehilangan pamor justru membuat orang disekitarnya senang melihatnya karena mereka tampak serasi. Look like as Prince with his Princess, so perfect!

Choi Minho aktif di klub futsal, jago bermain basket dan pemenang juara lari 1600 meter tingkat SMA. Akademiknya biasa saja, tetapi dia salah satu gamer tingkat nasional yang tempo hari memenangkan kejuaraan game online di Busan. Minho adalah murid pindahan yang baru masuk semester kemarin dan satu tahun lebih tua dari Taemin. Tetapi baru sebulan bersekolah disana, dia sudah berhasil mendapatkan hati namja cantik itu.

Flashback…

“Ya! Ya! Minnie~ ada anak baru! Kyaaa tampan sekaliiii!!”

Taemin pun ikut melihat makhluk yang sedang di kerubungi oleh para namja yang berebut meminta tanda tangannya karena selama beberapa hari terakhir wajah Minho selalu terpampang di media elektronik maupun cetak.

“Ish, matanya besar!”cibir Taemin begitu melihat sosok Minho dan ia memutar balik badannya untuk kembali ke kelas. Tanpa ia tahu saat itu Minho menangkap sosoknya dan mulai tertarik pada sosok yang justru pergi menjauhinya.

Keesokkan harinya, Minho mondar-mandir di koridor anak-anak kelas 1 dan sesekali mengintip Taemin yang sedang memakan bekal dengan teman-temannya, membaca buku, atau merapihkan meja guru dan menghapus papan tulis. Yah, Taemin adalah ketua kelas, ia tahu itu.

Mulai mencari tahu data-data tentang Taemin dan ternyata begitu banyak namja tampan lainnya yang mengincar namun selalu di tolak. Bahkan kebanyakan dari mereka memilih mundur begitu mengingat siapa Taemin dan segudang prestasinya yang membuat nyali namja lain ciut. Tapi bukan Minho namanya kalau ia menyerah? Hanya akademik, eoh? Aku akan memenangkan hatinya! Minho justru merasa tertantang dan semakin bersemangat mendengar Taemin termasuk namja yang jutek dan sulit di dekati.

“Kyaaaa!! Romantis sekaliii~”heboh anak-anak yang berteriak di pinggir jendela. Koridor anak kelas 1 adalah di lantai 3, dan sosok-sosok yang berteriak itu sibuk melambai pada seseorang dibawah sana yang sukses membuat kehebohan.

“Ck, waeyo~?”tanya Taemin yang sedang duduk bermalas-malasan di kursinya.

“Yak! Taeminnie cepatt kesini! ppalliiii~”panggil salah seorang temannya dan yang lain juga heboh menyuruhnya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

“Mworagu?”

“Cepat kesini dan lihat sendiri!”

Taemin pun dengan malasnya beranjak mendekat, melihat apa yang terjadi di bawah sana dan—- O///O — wajahnya sukses berubah memerah.

SARANGHAE LEE TAEMIN—–> NAE MINNIE

WOULD U BE MY LOVE?

Mata Taemin melebar begitu membaca tulisan di lapangan yang ditulis dengan mesin pembuat garis untuk permainan baseball. Tetapi yang membuatnya lebih terkejut lagi ketika ia melihat siapa orang yang telah membuat heboh ini dan sosok itu dengan senyum lebarnya melambai ke arahnya lalu membentuk love sign dengan tangannya di atas kepala.

Saat itu Taemin belum membalas pernyataan Minho padanya walau tanpa dipungkiri ia sangat tersentuh dan dampak positifnya, sekarang Taemin mulai memperhatikan Minho walau dari kejauhan. Mengenai itu, Minho jelas tahu karena seluruh penghuni sekolah seolah telah menyatu menjadi matanya. ^^

Sampai akhirnya ketika hari H diadakannya festival olahraga disekolah mereka, Minho mengikuti semua perlombaan dengan senang hati dan sedikit untuk *EHEM* pamer di depan Taemin. Yah, memang cukup berhasil, karena perhatiaan Taemin teralihkan padanya sepenuhnya (karena Minho hampir memenangkan semua medali emas) dan beberapa kali mereka saling beradu pandang atau bahkan melempar senyum (malu-malu).

Sampai di pertengahan acara, Minho akan mengikuti acara puncak yaitu lomba lari. Taemin pun tersenyum saat Minho melihat ke arahnya seolah memberi semangat pada Minho untuk berlari kencang. Benar saja, Minho memang memenangkan perlombaan itu bahkan ia tetap berlari dengan wajah yang terus menengok ke arah Taemin.

“YAK! CHOI MINHO MEMENANGKAN—–YA! YA YA YAK! MINHO KAU MAU KEMANA??? GARIS FINISNYA SUDAH—-“

BUGH!

Minho sukses menabrak tiang gawang dan terjatuh dengan hidung yang mengeluarkan darah. Taemin yang bertugas menjadi tim medis, sigap membantu Minho dan membawanya keruang kesehatan dengan memapahnya.

Akhirnya saat mereka tengah berdua di ruangan itulah, Minho berhasil mengajak Taemin berkenalan dan meminta untuk berkencan dengannya.

Hubungan mereka semakin dekat sampai Minho menyatakan perasaannya dan diterima oleh Taemin.

End Flasback…

“Bwahahahahaha….”Taemin tertawa terpingkal-pingkal begitu mengingat kejadian Minho menabrak gawang dengan membawa pita finis di badannya karena ia terus saja berlari menatap Taemin. Ckckck….

“Ya! Minnie kau kenapa?”tanya Minho khawatir.

“Anii~ hhmmphf…”Taemin masih saja berusaha menahan tawanya.

Mereka sedang berada di kantin sekolah dan Minho membawa sekotak besar pizza tuna keju dengan mushroom dan saus barbeque. Sluuurp, Taemin langsung menelan salivanya dan matanya berbinar senang. Sudah lama ia ingin pizza tapi belum sempat membelinya.

“Mari makaaa~~nn!! XD”melahap potongan demi potongan pizza besar dengan cepat. Minho saja sampai mual melihatnya.

Yah, belakangan Minho sering sekali mual dan muntah di pagi hari. Sepertinya efek Taemin hamil justru diambil alih olehnya karena Taemin sama sekali tidak merasakan mual ataupun muntah-muntah malah napsu makannya yang melonjak drastis.

“Jangan-jangan kau mengandung bayi monster?”

‘YA! Dia itu anak—hhmmph..”Minho dengan sigap membekap mulut Taemin dengan tangannya,

“Ssstt, jangan keras-keras Minnie. Kau mau mereka mendengarnya??”

“Hehe aku lupa. Miaaan…”dan kembali melahap makanannya, “Kau mau hyung?”

“Anii…buat kau saja aku kenyang melihatmu makan lahap begitu.”

“Hohoho hanganf henyefah… heemm…”menyengir lebar sampai matanya membentuk garis melengkung. Minho mencubit pipi tembem itu dengan gemas.

“Oya, Minnie…sekarang aku mengantar koran pagi. Akan ku tabung untuk biaya aegya kita nanti.”ucap Minho.

“Waah jinjja?”

Minho mengangguk yakin, “Bahkan aku juga mendapat tawaran dari temanku untuk menjadi pelayan di restoran tempatnya bekerja.”

“Eh? Andwae!”

“Waeee?”

“Anii. Cukup satu saja! Aku tidak mau Appa aegyaku menjadi kurus dan jelek apa lagi sampai jatuh sakit. NO WAY! BIG NO, HYUNG!”

Minho terkikik pelan mendengar ocehan ajaib dari mulut namjanya itu. Tersenyum lebar sambil mengelus rambut halus milik Taemin. Begitu halus hingga membuatnya betah berlama-lama memainkannya.

“Aku tidak akan sakit Umma…oke?”

Taemin menggeleng, “Pilih salah satu, hyung. Aku tidak mau kau lelah…”bersandar manja pada pundak kekar Minho.

“Arrassou~”mencubit hidung mancung Taemin dan menaruh kepalanya diatas kepala Taemin -ikut bersandar- dengan tangan yang saling bertautan.

“Saranghae hyung. Jeongmal saranghae yoo…”

“Nado saranghae, Minnie ah~”

.

.

.

Karena Taemin melarangnya untuk mengambil 2 pekerjaan sekaligus, akhirnya Minho memutuskan untuk mengantar koran pagi saja sehingga ia bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk Taemin.

Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Minho selalu menyempatkan membawa buah-buahan segar dari kulkas rumahnya. Bahkan ia meminta uang jajan tambahan pada sang Appa -yang langsung di beri deathglare oleh sang Umma- agar bisa memenuhi permintaan-permintaan Taemin yang sering mengidam sesuatu.

……

TING TONG

Sama seperti pagi-pagi sebelumnya, Minho selalu menjemput Taemin dirumahnya agar bisa membawakan tas sekolah Taemin dan menjaganya di bus agar tidak terdesak oleh orang lain.

CKLEK

“Annyeong haseyo~”sapa Minho ramah. Tumben bukan Taemin yang langsung menyambut?

“Ne, annyeong.”sahutnya dingin.

“Minnie ada?”

“Cih, setiap pagi kau selalu menjemputnya, eoh? Kau pikir kalian ini romeo and juliet apa?!”

Minho hanya tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya, “Maaf Hyung, aku ingin bertemu—“

“Ya ya, arra. Dia ada di kamarnya, sepertinya di terkena flu.”

“MWO?!!!”

“YA! Tidak usah berteriak bisa kan?!”

“Ta-tapi…Minnie…bagaimana dengannya? Boleh aku menjenguknya?”

Sosok dihadapan Minho menyingkir dari depan pintu memberi ruang Minho agar dapat masuk ke rumah besar itu, “Dia ada dilantai dua, pintu ke 3 dari kiri.”

Minho tersenyum senang dan berkali-kali mengucapkan terima kasih dan membungkukkan badannya, “Gomawo hyung.”dan melesat pergi ke kamar sang pujaan hati.

CKLEK

“Minnie?”

“Omo! Hyung?”

“Heey, kenapa bisa sakit, eum?”mengelus pipi Taemin yang sedang terduduk di kasurnya bersandar pada kepala tempat tidur.

“Tidak tahu, hyung. Tadi pagi rasanya kepalaku sangat pusing dan aku terus muntah…sekarang badanku lemas sekali.”

“Mungkin pengaruh…”Minho melirik ke perut Taemin dan mengelusnya, lalu menghadapkan wajahnya tepat di depannya, “Hey, nae aegya…kau tidak apa-apa kan? Umma-mu sedang demam sekarang…Appa minta tolong kau jaga Umma, ya? Jangan bertingkah yang membuat Umma-mu semakin sakit, ne? Kalau bisa jangan membuatnya mual-mual, yaksok? Saranghae….”mengecup perut datar itu dengan sangat lembut dan lama.

Setelah itu keduanya saling menatap penuh pengertian, tangan yang bertautan, dan tak lama bibir mereka bertemu. Mereka berciuman dengan perasaan sayang yang jelas tergambar dari wajah mereka namun sayang tautan itu harus disudahi begitu terdengar suara derapan langkah kaki dari luar.

CKLEK

“Annyeong, eommonim…”

“Oh, Minho? Kau tidak berangkat sekolah? Jangan bilang karena menjenguk Taemin kau jadi bolos?”

Minho tersenyum seadanya karena memang ucapan Umma Taemin sangatlah benar.

“Taemin…ini minum obatnya, ne? Mualnya sudah berkurang? Apa perlu Umma panggil dokter?”

Taemin menggeleng dengan cepat, “Anii. Tidak perlu Umma. Taemin hanya masuk angin saja…”

“Ya sudah cepat di minum obatnya, setelah itu istirahat.”

“Ne, Umma…”

“Nah, Minho…jaga Taemin yah, tolong pastikan dia meminum obatnya.”

“Baik, eommonim.”

“Kalau haus, kau ambil minuman saja di kulkas, ne? Umma sedang buru-buru ada urusan. Titip Taemin, ya?”

Minho tersenyum lebar dan mengangguk mantap, “Arrassou…”

Dan Umma Taemin pun keluar dari kamar tersebut.

Setelah langkah kaki tidak lagi terdengar, “Minnie… Bagaimana ini? Kau kan tidak boleh meminum obat?”

“Iya hyung, Minnie tahu makanya dari tadi Minnie terus bertahan tidak mau meminumnya. Atau hyung saja yang minum? Nih.”

“A-aku kan tidak sakit, Minnie…”

Taemin menghela napasnya dan beranjak bangun.

“Mau kemana?”

“Buang obatnya ke toilet.”

.

.

.

Beberapa hari kemudian….

“Hyung~ mianhae aku terlambat.”

Minho hanya terpaku memandang sosok sempurna bak malaikat di depannya. Melihat from head to toe, dan from toe to head secara terus-menerus hingga sosok yang ditatapnya merasa risih dan membuyarkan penglihatan yang jelas-jelas membuatnya terperangah takjub.

“YA! Eisshh…pervert!”

Taemin mencubit lengan Minho merasa malu ditatap intens oleh mata besar itu.

“Yeppo~ neomu yeppo da!”pekik Minho akhirnya.

“Iishh, jangan keras-keras hyung pabo! Aku maluuu >///<”

Minho tak kuasa  menahan diri untuk tidak mencium pipi putih nan tembem milik Taemin,

CUP

“Neomu neomu yeppo~ nae Minnie..”

Eiisshh, jinjja Taemin sangat malu dengan sikap Minho yang menurutnya berlebihan.

Dia hanya memakai kaus tak berlengan berwarna putih dan dipadukan dengan kardigan baby blue dan celana putih serta sepatu berwarna senada. Lalu membiarkan rambut almondnya tergerai indah dibahunya. Dia juga memberi aksen pada matanya sehingga ia benar-benar terlihat sangat cantik dan feminim. Orang-orang disekitar taman itu tak satupun yang tidak melirik atau menoleh ke arahnya. Looks like a fairy…

“Hyung, kkaja. Kita berlibuuuurr!!”menggandeng tangan Minho dan mengacungkannya tinggi-tinggi di udara.

Minho pun semakin bersemangat. Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan…

“Ne, kkaja! ^^”

 

 .

.

.

.

.

.

.

DOR!!

 Yak, kalo banyak respon gue lanjut

kalo engga yaaah~ elo—-gue—end! (~-___-)~

bwakakakakak

papay~

97 thoughts on “MINNIE&MINHO /YAOI/ MPREG/ PART1 OR END??

  1. hwaaaa…. ni kyany romance kmedi ya? swweettt.., bgt…, jdi iri ma 2min. tpi blm ktmu sesuatu yg menantang… ayo ljut author…. fighting….

  2. hahah….awalnya tak pikir bakalan romance abisss….
    taunyaa…
    bikin ngakak aja…
    ckckc….

    apalagi pas adu panco…
    hadooh taemin…idemu adong2 aja deh…hihi

  3. ayee! tae mpreg~
    kaga dinikahin itu? tae umurny msh muda amat 15thn. ckckck anak muda zaman skrg *kyaudhtuaaja
    2min nikah eh~
    ini udh ad lanjutanny kah?

  4. jd keinget semua adegan film jenny&juno..tp digantiin 2min😀
    jd ngebayangin klo beneran ada filmnyaaaa

  5. Anyeong, aku reader baru, aku suka FF-nya Eon, dilanjuuuut dong, ini FF-nya seruuuuuuuuu, ayo ayo

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s