[2min|Chaeyoung] Memories/2S


foreword:

Chaeyoung

Ini ff requstan Riataemints. hah, tidak tahukah ia kalau aku sedang UAS? Hah, sudahlah, yang penting dia tidak selalu mengikutiku dan menanyakan apakah ff.x sudah selesai? dia request ff angst… dan aku bingung ingin membuat ff seperti apa. akhirnya aku membuat ini dari buku diarynya yang dengan lancang sudah aku baca. Ini cerita fiktif dari saya dan mungkin agak sedikit lebay. aku minta satu syarat, ini harus di post di blog.

Riataemints

Hah, gomawo karena telah memenuhi permintaanku ini eoni. heh? kau lancang sekali telah membaca buku diaryku? gak papa deh, sudah terlanjur. Ok deh, ini dia ff dari Chaeyoung yang juga pengen dipost ni ff di blog?

NO BASHING NO SILENT READER

cast : 2min, slight JinKey

genre : angst

Pernahkah kalian merasa kalau hidup ini tidak adil? Atau pernahkah kalian berpikir untuk menghapus semua ingatan kalian agar tidak ada yang kalian ingat sama sekali? Itulah yang aku rasakan sekarang. Aku merasa hidup ini tidak adil dan ingin rasanya aku mengahapus semua ingatan itu, tapi di dalam hati kecil ini selalu berkata kalau hidup selalu adil, namun keinginan untuk menghapus ingatan masih ingin kulakukan. Aku begitu ingin menghapus ingatanku agar aku tidak bisa balas dendam pada orang yang melukaiku.

Semua itu sia-sia, berapa kali aku berdoa agar tuhan mau menghapus ingatan ini, tapi doaku tidak terkabulkan. Hah, mungkin ini memang jalan takdirku. Ingin kucurahkan semua kekesalanku pada seseorang, tapi tidak tahu pada siapa, Pada Umma dan Appa hanya nanti akan mendengar cerita panjang dan belum tentu mereka akan merahasiakannya. Teman? Aku tidak yakin pada mereka. Yang aku percaya hanya tuhan. Setiap malam aku mencoba mencurahkan semuanya pada tuhan dan itu membuatku lega dan rahasiaku pasti terjaga dengan aman.

Aku, Lee Taemin hanya seorang anak yang bisa dibilang beruntung karena bisa bersekolah di Paris dengan gratis. Awalnya ku kira aku akan sendirian disini, ternyata hyungku Lee Jinki juga datang kemari karena pekerjaan. Dan kini kami menginap bersama. Sebenarnya aku menginap di asrama, tapi aku telah di usir karena alasan yang sudah basi. Mereka menuduhku sebagai pencuri. Di saat aku bingung tidak tahu harus kemana, tiba-tiba hyungku menelepon untuk dijemput di bandara, lalu disinilah aku, tinggal berdua dengan hyung sekaligus sahabat untukku.

Terkadang aku malas untuk pergi ke sekolah karena banyak pasang mata yang memandangku rendah. Aku digosipkan sebagai berandalan sekolah. Apa ada bukti? Memang sebelum aku pergi ke Paris, aku mempelajari seni bela diri. Ingat SENI bela diri. Aku belajar bela diri karena seni dan untuk membela diriku atas kejahatan. Namun, hyungku selalu berkata,

“Berjuanglah untuk meruntuhkan itu semua, dan buktikan pada mereka kalau kau lebih hebat dari orang yang telah menghinamu.”

Kata-kata Jinki-hyung selalu terngiang di telingaku dan berhasil membentengiku dari berbagai cemoohan. Setiap pulang sekolah, aku selalu menunggu Jinki hyung untuk menjemputku. Tidak peduli harus menunggu sampai malam, aku yakin hyungku pasti akan menjemputku.

Setiap malam sebelum tidur, aku selalu menyempatkan diri untuk menceritakan apa yang terjadi pada Jinki-hyung dan tuhan. Aku harap Jinki-hyung akan selalu berada disisiku. Dia adalah sosok hyung yang sangat sangat berharga untukku.

~2Min~

Namun, semua itu telah berubah. Kini Jinki-hyung mulai lupa menjemputku, mendengar ceritaku, bahkan sekarang dia jarang sekali pulang ke rumah. Sejak ia mempunyai seorang kekasih yang entah siapa namanya dan apakah orang Paris atau orang negara lain? Tapi aku tidak kesepiaan karena aku yakin tuhan akan selalu ada di dekatku dan selalu mau mendengar semua keluh kesahku. Harapan untuk menghapus ingatan, kembali muncul setelah apa yang telah terjadi kini.

Hari ini aku akan mencoba, agar harapanku ini menjadi nyata. Aku mendengar ketika kepala seseorang itu terbentur dengan keras maka akan menghilangkan sebegian ingatannya. Dan hari ini aku akan mencoba terjun dari lantai paling atas gedung sekolahku. Yah, aku sudah sangat frustasi dan tidak ingin sekedar menghilangkan sebagian ingatanku saja melainkan ingin menghilangkan nyawaku juga.

Aku panjat pagar pembatas. Dan kurasakan angin yang menerpa wajahku. Sejuk sekali.

Tes

Tanpa terasa airmataku telah mengalir dengan sendirinya. Untuk apa aku bersekolah di Paris yang aku impikan ini, jika aku harus berjuang sendirian. Untuk apa aku harus hidup, jika keluargaku tidak mau peduli denganku lagi. Ku condongkan tubuhku bersiap untuk loncat dari gedung tinggi ini. Dan

Hup

Brukk

Eh, ada apa ini? Kenapa rasanya tidak sakit? Apa aku telah mati?

“Hey, apa kau gila melakukan hal itu? Ingat, masa depanmu masih sangat panjang, kenapa harus terjun segala sih!” omel seseorang dengan bahasa Korea. Tunggu. Bahasa Korea?

Slap…!

Ku buka mataku yang tadi terpejam. Dan kulihat seorang namja tampan yang kupikir dia seorang atlit yang kini menatapku khawatir dengan mata elangnya yang ehmm,,,indah. Oh tuhan, apa aku sudah berada di surga? Kenapa aku melihat seorang malaikat yang sangat tampan?

“Yak, apa kau mendengarku? Ah, mungkin kau tidak mengerti bahasa Korea, kalau aku berbicara dengan bahasa Perancis, aku tidak bisa dengan lancar yang aku bisa hanya bahasa Korea, Jepang, dan Inggris,” omelnya lagi. Hah, kenapa malaikat ini sangat cerewet?

“Apa kau malaikat?” tanyaku polos dan membuat orang itu tertawa sangat keras.

“Syukurlah, kau bisa bahasa Korea, hahaha, aku bukan malaikat, aku hanya siswa baru di sekolah ini, aku pindahan dari Korea, namaku Choi Minho, kau siapa? Dan kenapa kau terjun dari sini?” tanyanya secara random.

Tunggu, jadi dia yang mencegahku untuk bunuh diri? Jadi, aku tidak mati dong? Aku langsung merubah posisiku yang tadi berbaring dan melihat sekitar. Benar, ini masih di lantai atas sekolah. Ternyata tuhan tidak ingin masih ingin aku hidup. Ku pandang makhluk tampan dihadapanku ini.

“Namaku Lee Taemin, aku siswa yang mendapat beasiswa untuk sekolah disini, aku ingin terjun dari sini karena ingin menghilangkan nyawa sekaligus ingatanku ini, ini semua sangat menyakitkan untukku, hiks,” kataku mulai terisak.

Minho mendekat ke arahku. Dia memelukku dan memberiku kenyamanan. Diusapnya punggungku agar aku tenang. Sedangkan aku terus terisak dengan kencang dipelukannya. Tuhan, tolong jadikanlah Minho teman yang selalu berada disisiku dan tidak akan pernah meninggalkanku seperti yang lain. Doaku dalam hati.

~2Min~

Dan tuhan telah mengabulkan permintaanku yang ingin berteman dengan Minho. Kami selalu bersama, aku selalu mengajari Minho bahasa Perancis, meskipun aku selalu menjadi penerjemah untuknya ketika kami hendak membeli sesuatu. Aku sudah mulai melupakan tentang Jinki-hyung yang jarang pulang. Kalau pulang, selalu dengan keadaan yang berantakan. Hmm,,,, I don’t care.

Kini aku sedang menunggu Minho hyung di stasiun. Kami berencana untuk menjelajahi negara ini. Mumpung sedang libur sekolah. Hari ini aku hanya mengenakan baju putih dan cemana hitam saja. Tuhan, kumohon jangan Minho-hyung dariku. Ah, kenapa aku berdoa seakan-akan dia akan meninggal?

Setelah 30 menit menunggu, akhirnya ia datang juga. So handsome, dia mengenakan  mantel kotak-kotak berwarna hitam, dan syal berwarna abu-abu dengan garis berwarna, hitam merah dan putih yang membentuk pola kota-kotak. Dalamnya ia mengenakan kaos berwarna hitam dan di bagian lehernya ada warna putih. Entahlah, dia datangdengan tangan yang terkepal seolah dan tersenyum padaku. Aku jadi bingung:/

“Hyung, apa maksudmu berlaku seperti itu?” tanyaku padanya. Dia hanya tertawa mendengar pertanyaanku.

“Sebelumnya aku minta maaf kalau aku terlambat, dan aku kagum denganmu, kau masih menungguku dengan berpakaian seperti ini? Cepat pakai mantelmu, ini dingin sekali tahu,” seperti biasa, Minho-hyung akan sangat cerewet padaku. Awas ya hyung, suatu saat nanti aku akan lebih cerewet darimu.

Aku hanya menanggapi perkataan Minho-hyung dengan dengusan dan mulai memakai mantelku. It’s show time. Saatnya menjelajahi kota Paris yang indah ini dengan sahabat sejati atau mungkin lebih? Sudahlah, yang penting Minho-hyung ada disisiku.

Kami menjelajah bersama di menara eifel. Disana kami berfoto bersama, banyak juga pasangan kekasih yang datang kemari. Alasan kenapa aku memilih untuk besusah payah untuk pergi ke Paris adalah untuk menyaksikan menara ini dari dekat. Akhirnya salah satu impianku terwujud juga.

Kruyuuuuk….!

Suara apa itu? Seperti suara perut lapar? Aku celingukan kesana-kemari dan mendapati Minho-hyung menyengir kuda karena ketahuan perutnya lapar. Hah, dasar Minho-hyung.

“Hyung, lapar ya?”tanyaku sedikit memandangnya iba.

“Yak, apa arti tatapanmu itu?” kesal Minho-hyung tidak terima kalau aku memandangnya iba.

“Kasihan, pangeran tampan ini sedang kelaparan, kajja kita pergi ke restoran masakan Korea,” ajakku menyeretnya.

“Memang ada?” tanya Minho-hyung heran. Aku menatapnya kesal.

“Ya adalah masak ada dong! Kajja, hyung pasti kangen dengan masakan dari negara kita ini,” aku mennyeretnya lagi. Hey, jangan remehkan mantan atlit beladiri sepertiku ya?

@restoran

Kling kling….!

Bunyi bel yang ada di pintu masuk restoran. Pelayan yang sudah lama aku kenal tersenyum padaku. Yunho-ahjussi.

“Annyeong, Taemin-ssi,” sapanya ramah.

“Annyeong ahjussi, apa kabar? Apa masakan Jaejoong-ahjussi masih enak seperti dulu?” candaku padanya. Dan seketika itu spatula telah mendarat di kepalaku.

“Apa katamu, hah? Kau meremehkanku, eoh? Mana hyung yang selalu menanyakan tentang ayam itu?” Jaejoong ahjussi yang telah melayangkan spatula di kepalaku.

Dulu aku dan hyungku sering datang kemari, jika kami merindukan masakan Korea. Mereka sepasang suami-istri yang memulai bisnis di Paris. Mereka ingin mengenalkan masakan Korea pada dunia dan aku sangat menyukainya.

Ku lihat banyak tanda tanya yang ada di kepala Minho-hyung. Hahaha, dia lucu sekali ketika memasang wajah itu, ingin rasanya aku mencubitnya.

Blush..!

Kenapa wajahku memanas begini? Apakah wajahku memerah? AAARGH, Minho-hyung berhenti memasang wajah seperti itu? Kenapa dadaku berdetak lebih kencang? Doki-doki suru. Eh, iya aku lupa tidak mendengarkan omelan Jaejoong-ahjussi. Hahaha biarin :p

“Hyung, kajja duduk,” aku mengajak Minho-hyung duduk di dekat jendela dan membuat Jaejoong-ahjussi menatapku bingung.

“Eh, siapa dia? Apa namjachingumu? Wah, tampan sekali! Hyungmu juga pernah membawa Namjahingunya yang cantik makan disini, hah, kalian sudah besar ternyata,” heboh Jaejoong-ahjussi membuat pipiku merona merah.

“A…aniya ahjussi, hah, jangan seperti itu, aku pesan makanan seperti biasanya, ne?” aku mencoba mencairkan suasana yang kubuat tegang sendiri.

“Ok, kali ini gratis khusus kalian berdua,” sahutnya riang lalu beranjak menuju dapur.

Aku menghela nafas lega. Sedangkan Minho-hyung tersenyum aneh padaku. Apa yang ada dipikirannya ya? Tidak ingin menatap Minho-hyung, aku menatap jalanan kota Paris yang indah sekali. Huh, sayang sekali kota seindah ini malah membuat hatiku jadi hancur karena ketidak adilan itu.

Tiba-tiba ingatan buruk yang selama ini terjadi padaku kembali berputar di otakku seperti sebuah kaset yang kembali memutar film horor di otakku. Tanpa terasa air mataku telah menetes seketika. Hatiku juga sakit seketika. Tuhan, kenapa tidak kau hapus saja kenangan buruk itu? Ini sangat sakit, Tuhan.

Grebb…!

Kurasakan seseorang telah memelukku dari belakang. Hangat, tangan kekar yang mampu menenangkanku disaat ku sedih.

“Uljimma, walaupun aku tidak tahu kenapa kau menangis, yakinlah kalau semua akan baik-baik saja,” tenang Minho-hyung. Aku tersenyum kecil mendengar ucapannya.

“Gomawo, nan gwenchana,” ujarku tulus. Minho-hyung menghapus sisa airmataku dengan jemari kokohnya.

“Heemmmm,” deheman dari Yunho-ahjussi berhasil melepas pelukan kami. Dia datang membawa banyak sekali makanan. Hah, dasar Jaejoong-ahjussi selalu saja seperti ini.

Kami makan dengan lahapnya. Sesekali kami saling menjahili satu sama lain. Membuat sepasang kekasih yang lain menatap iri ke arah kami berdua. Aku senang berada di dekat Minho-hyung. Thank you Minho-hyung.

^^

Aku pulang hampir larut malam karena terlalu asyik bermain dengan Minho-hyung di luar sana. Aku memandang apartemen yang gelap. Pasti Jinki-hyung belum pulang. Ini sudah biasa untukku.

Cklik……!

Ku tekan saklar yang ada di dekat pintu masuk dan membuat semua lampu yang ada di ruang tengah menyala terang. Tunggu dulu. Kenapa ada dua pasang sepatu disini? Dan apa-apaan ini? Inikan pakaian Jinki-hyung? Lalu yang satunya baju siapa?

“Eugh….” suara desahan yang datang dari kamar Jinki-hyung membuatku ingin sekali melihat hal itu.

Ku pegang gagang pintu. Dan memutarnya, tapi terkunci rapat. Karena tak ingin ambil pusing aku tinggalkan mereka di dalam sana dan mulai masuk ke kamarku sendiri.

Malam makin larut dan aku tidak bisa tidur, karena suara desahan yang keluar dari kamar Jinki-hyung yang kebetulan ada di sebelah kamarku sendiri. Hah, bisa diam tidak? Mana hp mati lagi. Aku jadi tidak bisa memutar mp3. Tuhan tolong aku.

^^

Yes, selamat untukku yang bangun kesiangan dan terlambat pergi ke sekolah. Segera saja aku memakai seragamku. Lalu beranjak ke dapur. Kulihat seorang namja cantik sedang memasak di dapur. Hah, masa bodoh yang penting aku sarapan lalu cabut, ke sekolah.

Sialnya, aku tertangkap basah oleh guru BP karena hendak memanjat pagar agar bisa masuk ke sekolah dan kini di hukum untuk mengepel seluruh koridor lantai dua.

Di sela-sela aku mengepel. Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang tengah bergosip. Hah, dasar yeoja. Aku terus mengepel sesekali terkekeh ketika mendengar gosipan mereka yang sama sekali tidak penting.

Selesai mengepel, aku kembalikan kain pel dan ember ke gudang dekat lantai paling atas dan kembali ke kelas.

Di kelas aku hanya melihat ke arah jendela dan tidak mempedulikan ocehan guruku sejarahku itu. Aku bosan dengarkan banyak cerita. Namja cantik yang ada di dapur itu, apa ia kekasih Jinki-hyung? Hah, selamat deh padanya karena telah membuat hyungku lupa padaku. Dongsaengnya sendiri. Ah, Lee Taemin, kenapa kau cemburu pada kekasih hyungmu sih? Ku gelengkan kepalaku untuk menepis pikiran itu.

“Taemin, apa ada yang tidak kau mengerti?” tanya guru sejarah dengan bahasa perancis.

“Ya, pak, saya tidak paham tentang pelajaran ini, mungkin karena saya datang terlambat ya?” alasanku dan membuat semua anak tertawa mendengarnya.

Setelah bel pulang berbunyi, aku langsung berhambur keluar. Tidak menunggu Minho-hyung seperti biasanya. Aku terus berlari tanpa memedulikan sekitar. Hingga sampai pada seberang jalan. Shit, kenapa harus merah sih! Aku harus sampai rumah sebelum Jinki-hyung pergi kerja, aku harus bicara dengannya. Ku tengok kanan dan kiri. Jalanan sepi kok. Aku menyeberang jalan.

Tiiiiiin………!

Brak

“TAEMIIIIN”

Taemin p.o.v end

^^

Minho P.O.V

Hari ini aku berjalan ke kelas Taemin dan dia tidak ada disana. Ku pikir ia sudah pulang. Aku berjalan sendiri ke rumah. Ketika sampai di pinggir jalan raya dan hendak menyeberang. Aku melihat seseorang telah menyeberang sembarangan. Dasar, terburu-buru.

TIIIIIN………!

Bunyi suara klakson mobil. Aku melihat pada si penyeberang jalan itu. Tunggu, dia itu kan Taemin. Ingin sekali tubuh ini meraihmu, tapi tiba-tiba kakiku sakit dan menyaksikanmu tertabrak oleh mobil tidak waras itu.

“TAEMIIIN!” teriakku ketika menyaksikan tubuhmu terbang beberapa meter di jalan. Sakit rasanya melihatmu telah bersimbah darah.

Ku hampirinya. Oh, tidak, dia sudah tidak sadarkan diri. Tuhan, kumohon jangan ambil orang yang aku cintai ini. Aku mohon.

Aku terus berdoa saat ambulance telah membawanya pergi ke rumah sakit. Ku hubungi Jinki-hyung yang merupakan kakak Taemin.

Aku menunggunya di depan ruang I.C.U. kini ia berbaring dengan banyak selang yang menempel pada tubuh mulusnya.

Tap tap tap

Suara langkah kaki menghampiriku. Ku lihat siapa orang itu. Dan aku melihat Jinki-hyung bersama dengan kekasihnya yang merupakan hyungku sendiri yaitu Choi Keybum.

“Minho, bagaimana keadaan nae dongsaeng?” tanya Jinki-hyung mengguncang tubuhku.

“Hyung lihat sendirikan, dia terbaring lemah seperti itu, TIDAK BERDAYA hyung!” marahku padanya.

Seketika itu Jinki-hyung terjatuh. Kakinya lemas mendengar kata-kataku dan melihat Taemin dari kaca yang memperlihatkan ruang I.C.U. dimana dia terbaring tak berdaya.

“Mianhe, hyung tidak pernah memperhatikanmu, sayang. Jujur saja, hyung sangat menyeyangimu,” gumam Jinki-hyung di sela isakkannya.

^^

Bulan demi bulan berlalu, Taemin masih terbaring lemah disana. Setiap hari aku dan Jinki-hyung bergantian untuk menjaganya. Sepertinya ia sudah mulai berubah. Aku melihat buku harian Taemin yang tadi di baca oleh Jinki-hyung.

Selama Taemin terbaring lemah, Jinki-hyung selalu membaca buku itu dan mencoba berbicara padanya. Dan selama itu pula aku menahan diri untuk tidak membuaka buku itu. Karena itu adalah privasi untuk Taemin. Namun, hati ini semakin penasaran.

Ku ambil buku berwarna biru itu dengan hati-hati dan mulai membaca kata demi kata yang ada disana.

Jum’at 12 November 2010

Hari ini teman-teman telah mengusirku dari asrama, dan kini aku sebatang kara. Namun, pikiran itu segera hilang ketika aku melihat Jinki-hyung tersenyum di depanku. Dia membawaku ke apartemennya dan tinggal berdua disana. Hahaha, hal ini membuatku melupakan sejenak tentang permintaanku untuk menghapus ingatanku selama ini.

Deg

Apa ini? Kenapa Taemin ingin sekali menghapus ingatannya? Sebegitu burukkah masa lalunya, hingga ia ingin memformat semuanya?

“Ugh…” ku dengar suara Taemin. Dan kini matanya mulai terbuka. Tepat ketika Taemin membuka mata sepenuhnya, Jinki-hyung datang. Segera saja ia menghampiri Taemin dan memeluknya, tapi ada yang aneh dengannya.

“Nugu?” tanya Taemin menatap kami bingung. Membuat airmata kami meleleh tiba-tiba.

Taemin, kau senangkan? Ingatanmu telah terhapus. Sekarang kau tidak perlu mengingat hal-hal yang menyakitimu dulu. Namun, itu semua juga membuat orang sekitarmu itu resah. Tuhan, kembalikan kenangan baiknya saja, buanglah kenangan buruk seorang Lee Taemin. Aku tidak tega melihat orang yang aku cintai seperti ini.

TBC

  Chaeyoung : hahaha, fotonya asal comot dari mbah google, tapi gpp deh yang penting ada yang meriahkan. kok TBC? karena emak saya sedang berkoar-kar menyuruhku untuk belajar. Nah, saeng, apa kau sudah lega? kecepetan ya? maklum lagi diceramahin emak aye.kurang nangis? entar kalau part terakhir aye buat lo mewek *senyum lucifer*

38 thoughts on “[2min|Chaeyoung] Memories/2S

  1. hiks..hiks… bener2 sedih bgt ceritany… dalam bgt ff ny… taemin hilang ingatan,, kasihan minho… onew jadi merasa bersalah donk??

  2. hiks itu taem bneran ilang ingatan??? huwaaaaa
    sedih bngt khidupanny si taem,,, T,T
    lanjuuuut,,,,,,

  3. kirain pertamanya sitetem bakalan betulan bunuh diri eh ga taunya ga jd🙂 tp pas baca bawahnya malah dia ketabrak terus amnsia dh :C sebetulnya gpp sih , aku suka ff yg angst hehe apalagi kalo tetem yg kesiksa #plaaak tp kadang agak ga rela juga sih hehe
    thor tuhkan tetem amnesia tuh , nah nginget2 masalalunya kalo bisa jgn yg ketabrak atau palanya dipentokin lg , biar perlahan aja ngingetnya . biar siminho usaha gitu supaya ingetan tetem balik lg hehe🙂 apa aja sih isi buku harian tetem yg dibc ama onyu ? penasaran tingkat bidadari disurga nih hehe
    lanjooot thor d(^o^)b

  4. huuaaaaa…taemin amnesia. doanya terkabul tapi kasihan minho ma onew.
    ayolah, kembalikan ingatan taemin.
    penasaran sama masa lalu taemin yg menyedihkan.
    huuuuaaaa…..

  5. ooohhh tidak…… mengapa tuhan mengabulkan permintaan taemin setelah ia bertemu dengan minho?…..
    mengapa semua ini terjadi….. masa lalu seperti apa y ingin ia lupakan?
    Sangat buruk & pahitkah?……
    Kembalikan ingatan Taemin lagi ya thor karna ia tak perlu resah kan sudah ada minho
    kisah ini membuat aQ sedih karna keinginan taemin sama dengan aQ
    bedanya Doa Taemin terkabul & aQ tdk **curcol** T_T T_T T_T T_T T_T

    Di tunggu kelanjutannya dengan segera ya…… Gomawo dah membuat aQ jagi GALAU

  6. OMO..??
    yaaahhh,, koq tetem ilang ingatan beneran sih..??
    kasihan bgt yah dy..😦
    si jinki jga, knpa sih kyak ngelupain tetem ampe dy ngerasa sakit hati lagi…
    huh…

    next part di tunggu yah thor…

  7. OMO OMO…..
    Taemin hilang ingatan…????
    itu teman sekolah Taemin gak bersyukur banget punya teman kayak Taemin….
    uda Taempindah kesekolahku aja#plak2
    lanjut thor~~

  8. apa sih kenangan buruk taemin?
    kenapa taemin pengen bnget nglupain?
    kan udah ada minho jdi harusny gk usah dhapus lg kan?
    harusny tadi diaryny dbaca dlu mpe habis jdi tau knapa taemin pengen amnesia..
    aah,,pnasaran..
    part 2 uda publish kan!g

  9. (_ _”) aku tau nih FF lagi hiatus…
    sialnya aku nekat baca nih FF karna penasaran
    sialnya jd galau sendiri..bacanya(>o<)
    (+_+)
    taemin ilang ingatan trus gimana dia kedepannya…
    apa semuanya akan kembali kaya dulu lagi at engak…
    (=.=) yaampun aku galau
    ..moga authornya balik lagi…

  10. iiiaaa ampun minnie hilang ingatan ..
    kenapa di saat keroro mencintai minnie , minnie harus hilang ingatan .. hah, sabar saja iia keroro ..

    seru nich ceritanya ..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s