[Keytae/SG/by:Taeminhoshouldbereal] LOVE…AND…SACRIFICE


[KeyTae/Transgender/Sad Story/One Shoot] LOVE…AND…SACRIFICE

Foreword :

Annyeong…

Sumpah ini ff udah ngendap lumayan lama di laptop gara-gara ga ada waktu sama sekali buat nerusin nulis. Lagi niat nulis ff yang sedikit berbeda. Sebuah kisah nyata yang dialami sahabat ku. It’s sad story [menurut gue]. Jadi, kalo pembenci uraian air mata atau bagi yang gampang galau, mending dari awal ga usah baca. Pure, ini hanya sekedar curhatan di tengah jadwal yang lagi menggila. Sekedar ngeringanin pikiran di otak. Jadi, mungkin ini akan pendek ceritanya. Gue juga nulis ini di kampus atau di rumah pas lagi jadwal agak lowong.

INI TENTANG ONKEY.

Kenapa nulis OnKey tapi judul atas nya KeyTae? Ga kenapa-kenapa. Honestly, gue ga ngebayangin siapapun waktu nulis nya. Ga ada alasan pribadi kenapa tiba-tiba nulis OnKey, tapi sad story. Sungguh, buat para OKS, gue hanya pinjem nama. Sama sekali bukan karakter OnKey atau siapapun yang ada disini. Sekali lagi, gue ga ngebayangin siapapun waktu nulisnya. Dan soal kenapa judulnya KeyTae, yaahh..karena yang banyak hadir disini adalah Key dan Taemin. Onew hanya akan hadir selintas di cerita ini [dan ada alasannya].

ALL IS TAEMIN POV.

Tapi disini, Taemin cerita tentang Key, sahabatnya. Yah, satu-satunya alasan adalah karena cerita ini BASED ON TRUE STORY, dan gue sedang sangat bodoh untuk ngerti sekaligus ga berani untuk nulis langsung perasaan dari sisi seorang Key, jadi gue nulis ini dari sisi Taemin. Satu lagi, karena dalam cerita ini, sahabat ku lebih tua dua tahun. Jadi, bener-bener hanya disesuain sama umur aja, bukan bermaksud apa-apa.

Oke, Here is it…

Hope you likey…

Cue…

By : TaeminhoShouldBeReal…

Friendship…

Love…

And…

Sacrifice…

Cinta hadir dengan segala pengorbanannya? Betulkah? Aku tak tau. Yang ku tau adalah cinta identik dengan keindahan, kebahagiaan, atau apapun yang membuat senyuman hadir di wajah seseorang. Sedangkan pengorbanan justru sebaliknya, identik dengan kesedihan, atau bahkan aliran air dari indra penglihatan yang keluar karena ada sepotong hati kecil yang sedang terluka. Bertolak belakang bukan? Tapi, kenapa kedua kata ini selalu hadir berdampingan? Love… Sacrifice…

LOVE…

Aku seorang yeoja biasa bernama Lee Taemin. Seorang mahasisiwi dari sebuah perguruan tinggi yang cukup terkenal di Seoul. Dan orang yang akan kuceritakan adalah sahabatku sejak masa-masa perjuangan di junior high school bernama Kim Kibum, atau biasa aku panggil dengan nama Key Unnie. Seorang yeoja manis yang berbeda 2 tahun dari umur ku. Berada di kampus yang sama namun berbeda fakultas dan lokasi perkuliahan. Ia memasuki Faculty of Medicine, dan baru saja menyelesaikan pendidikan asisten dokternya di salah satu rumah sakit terbesar di Seoul. Key, gadis manis yang begitu periang namun apa adanya. Banyak orang yang bilang bahwa kau tidak akan kesepian jika ada disampingnya. Ya, terkesan cerewet, kadang jahil, namun cemerlang. Salah satu mahasiswi yang paling diandalkan di angkatannya, juga seorang aktivis sosial yang luar biasa meski ia tidak pernah mau dibilang begitu. “aku hanya anak manusia yang punya tugas dan kebetulan diberi kemampuan untuk membantu sesama. Semua orang yang mengaku anak manusia juga punya tugas yang sama kan? Jadi apa istimewanya itu?”. Selalu jawaban yang sama keluar dari untaian perkataannya. Ia orang yang luar biasa di hadapan ku, tapi begitu apa adanya. Aku baru melihat secara nyata bahwa kepribadian seseorang yang apa adanya justru menjadikannya lebih luar biasa dibanding apa yang bisa dipikirkannya.

Dan seperti biasa, kehidupan manusia tidak pernah lepas dari sebuah anugerah agung yang diberikan Tuhan dalam bentuk rasa ketertarikan pada lawan jenisnya. Dan Key, juga merasakan hal yang sama. Seorang dokter muda, mantan kakak kelasnya yang hingga beberapa waktu lalu ditakdirkan Tuhan untuk menemaninya menjalani hari-hari berat bersama. Lee Jinki, atau yang biasa ia panggil Onew. 5 tahun! Bukan waktu sebentar untuk menjalin sebuah hubungan. Aku bahkan sejak awal tidak menyangka hubungan mereka akan bertahan selama itu.

Tidak banyak [atau bahkan tidak ada] yang bisa diceritakan mengenai mereka berdua. Aku sering menyebut mereka sebagai dorky couple. Sama-sama cerewet, terkadang gila, lincah, menyenangkan, pintar dan tentu saja baik. Sangat bertolak belakang dengan apa yang keduanya geluti di bidang kedokteran yang tentu saja identik dengan keseriusan. 2 tahun pertama bahkan begitu banyak orang yang tidak tau kalau mereka menjalin hubungan. Bukan bermaksud diam-diam, tapi memang sejak hari pertama bahkan hingga tahun kelima, hubungan mereka tidak pernah berubah. Masih tetap sibuk dengan kegiatan masing-masing, jarang terlihat berdua, atau jika bertemu bahkan terkesan seperti teman biasa, tidak ada panggilan khusus layaknya pasangan kebanyakan, tidak ada agenda bertemu yang khusus dijadwalkan setiap minggu. Aku pikir memang mereka cocok karena satu hal, apa adanya. Bahkan mungkin terlalu apa adanya. Hanya itu! Apa itu aneh? Salah kah?

SACRIFICE…

Entah dengan maksud apa, entah untuk tujuan apa, dan entah karena alasan apa, semuanya berubah. Aku, Key, bahkan banyak orang di dunia sering tidak mengerti ‘bahasa’ Tuhan ketika memberitahu makhluknya bahwa ia sedang menjalankan misi rahasia. Ya, sebuah rencana tiba-tiba Tuhan hadirkan pada kehidupan seorang Kim Kibum…dan mengubah segalanya.

Flashback…

Saat itu hampir pukul setengah 10 malam dan aku sedang di mobil bersama Minho, sahabat ku sejak kecil. Kami baru selesai rapat di kampus untuk sebuah acara, dan sekarang sedang menuju rumah. Sambil mendengarkan lagu dari headphone putih ku, tiba-tiba ponsel ku bergetar.

“yoboseyo, Unnie”

“………”

“Unnie?”

“…………”

Hampir ku tutup telponnya, mengira ia tidak sengaja memencet tombol hijau untuk menelpon seseorang, namun…

“Tae, kau dimana?”

“Unnie? Aku di mobil, menuju rumah. Waeyo?”

Terdengar helaan nafas panjang bahkan aku berani bersumpah bahwa ia sedang mati-matian menahan air mata yang memaksa keluar. Hei, aku juga wanita. Dan yang lebih penting, aku sahabatnya. Biar bagaimanapun, aku mengenalnya.

“Unnie, what happened?”

PIP…

Sambungan diputuskan.

Aku hanya terdiam heran memandangi ponsel ku.

“kenapa?”, Minho bertanya dan aku hanya menjawab dengan gelengan kepala.

“siapa barusan?”

Aku menoleh memandangnya, “Key Unnie. Tapi tiba-tiba sambungannya terputus”.

“mungkin hanya masalah sinyal. Atau mungkin batere ponsel nya habis. Tidak usah heran begitu”, ia tersenyum menenangkan.

Aku memang tipe orang yang cepat panik, dan ia adalah salah satu dari sedikit orang yang menurutku punya kemampuan alami untuk bisa menenangkan ku. Tapi sungguh saat ini aku bukan heran, aku khawatir. Entah kenapa tiba-tiba perasaan ku langsung buruk. Key Unnie tidak pernah begini sebelumnya. Aku kembali menunduk melihat ponsel ku berharap bahwa Key akan menelepon ku lagi dan tadi terputus hanya benar memang karena masalah sinyal.

Aku hendak menulis message, namun baru mengetik ‘ada apa…’, ponsel ku kembali bergetar, Key Unnie. Namun kali ini hanya sebuah pesan singkat, bahkan sangat singkat karena hanya dua kata yang tertulis di layar…

‘Onew kecelakaan’.

“Ya Tuhan”, reflek aku berkata pelan dan segera membalas pesannya, namun ternyata status pesan ku…waiting for delivery. Ponsel nya seketika tidak aktif. Feeling ku semakin bertambah buruk. Aku tau pasti ada hal buruk entah apa terjadi. Tapi apa maksudnya kecelakaan? Bagaimana bisa?

“ada apa?”

“Onew oppa kecelakaan”, ucap ku bergetar. Memang ia tidak menjelaskan kecelakaan yang dialaminya berakibat serius atau tidak. Tapi perasaan ku….

“mwo? Bagaimana keadaannya?”

“tidak tau”

“di rawat di rumah sakit?”

“tidak tau”

“Key Noona dimana?”

“tidak tau”

“jinjjayooooo Taemiiiiiiinnnn”, Minho mulai mengacak rambutnya frustasi.

“aku memang benar-benar tidak tau. Key Unnie tidak memberitahu apa-apa. Ponselnya langsung tidak aktif! Kita ke rumah sakit saja!”, tidak sadar bahwa suaraku sudah meninggi bahkan hampir berteriak.

“rumah sakit mana? Dimana? Tidak ada yang menjamin ia di rumah sakit atau hanya di rumah. Dan kalau pun di rumah sakit, Onew hyung belum tentu di sini. Ia sering bepergian kan?”

Benar! Logika Minho menang. Onew oppa seorang yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya. Kegiatannya bukan hanya sekitaran kampus dan rumah, tapi bahkan sering ke daerah terpencil atau desa kecil untuk suatu penelitian atau kegiatan sosialnya. Informasi bahwa ia kecelakaan punya banyak sekali kemungkinan. Perbuatan super bodoh jika mengunjungi satu persatu rumah sakit di Seoul hanya untuk mencari pasien yang bahkan tidak jelas ia ada di rumah sakit atau sekedar dirawat di rumah.

“ottohke?”, mata ku mulai membentuk perisai bening. Entahlah, tapi feeling ku benar-benar buruk malam ini….dan Minho bisa merasakan itu.

“kita ke rumah Key Noona sekarang”, seketika ia mempercepat laju mobil.

Sesampainya disana…

Hanya lampu taman yang masih menyala.

“bagaimana? Sopan kah?”, Minho mulai ragu.

Aku melihat ponsel yang sedari tadi kugenggam. Status pesan ku belum berubah. Berarti ponsel nya juga masih belum aktif.

Aku hanya menggeleng bingung. Sungguh pikiran ku benar-benar buntu. Aku memang khawatir dengan keadaan Onew oppa. Tapi aku lebih khawatir mengenai Key unnie malam ini.

“atau besok pagi saja? Kita tanya asisten rumah nya, semalam ia dimana. Atau setidaknya…..pulang atau tidak”, ia mencoba mengajukan pilihan.

“lalu….Onew oppa?”

Minho memegang lengan ku untuk kembali ke mobil, “percaya saja ia tidak apa-apa”.

“kau yakin?”

Minho terdiam sejenak sambil menahan pintu mobil yang ia buka untuk ku, “I try Taemin. And you should do that. That’s only one thing that we can doing now”.

Malam itu, jujur saja aku tak bisa tidur. Yah, aku akui memang aku sering menderita insomnia. Tapi kali ini ada perasaan berbeda. Sungguh Tuhan aku khawatir. Feeling ku buruk sejak tadi. Apa yang terjadi pada Onew oppa? Aku cukup baik mengenalnya. Dekat dengan Key Unnie membuat ku dekat juga dengan kekasihnya. Onew oppa orang yang sangat baik menurut ku, dan tentu saja sangat cocok dengan Key Unnie. Entahlah, hanya merasa sifat dan semangat yang mereka punya ada di dalam frekuensi yang sama. Dan mengenai hari itu…masih teringat jelas dalam memory otak ku.

Flashback…

Saat itu adalah hari-hari awal aku menjalani jadwal baru di semester ini. Sedang mengerjakan tugas di perpustakaan pusat saat tiba-tiba ada yang menepuk bahuku pelan dari belakang.

“eh, oppa!”, aku tersenyum.

“kenapa disini?”

Ia menarik bangku disebelah ku sambil membalas tersenyum, “memangnya tidak boleh? Ini kan mantan kampus ku juga”.

Aku tersenyum kecil sambil kembali meneruskan menulis, “I know. Tapi mantan gedung fakultas mu kan bukan disini oppa. Tidak bersama Key Unnie?”, aku mencari di sekitarnya. Sepertinya ia datang sendirian.

Ia menggeleng sambil mulai membuka bukunya, “ia masih ada pekerjaan lain. Aku kesini hanya mencari buku psikologi”, ia menunjukkan judul sebuah buku untuk mengenali kepribadian seseorang.

Aku memandangnya heran, “sejak kapan kau lebih tertarik dunia psikologi dibanding kedokteran?”

Iya tertawa sambil menjitak kepala ku pelan, “kebetulan aku memang sedang tidak ada niat untuk merubah gelar. Lagipula, psikologi kan pengetahuan penting untuk semua orang Taeee”

Aku terdiam dan memutuskan tidak membantah. Kembali meneruskan pekerjaan ku, lalu akhirnya…kalimat itu ia ucapkan.

“aku hanya…sedang belajar untuk lebih memahami Unnie mu itu”

Sesaat aku berhenti menulis dan menoleh padanya.

“memahami Key Unnie? Bertahun-tahun kau masih belum memahaminya oppa?”

“aku tidak tau. Key mungkin adalah wanita….paling complicated yang pernah ku kenal. Memahami nya bukan hal mudah. Sama sekali tidak mudah”

Aku memandang wajahnya dari samping. Mencoba mencari tanda-tanda bahwa [seperti biasa] sedang bercanda dan mempermainkan ku. Tapi sepertinya kali ini ada yang berbeda dari ekspresi wajahnya.

“kau serius?”

Ia menoleh menatap ku, “apa nya?”

“ani. Aku hanya baru tau dan melihat langsung kau bisa bicara seserius ini pada ku, oppa”

Ck, dia menyikut ku pelan, “aku tidak bercanda. Aku sebetulnya sudah lama berpikir begini. Hubungan ku dan Key sudah sampai pada tahap ini, terlalu sayang jika hanya berakhir begitu saja tanpa ada tujuannya”

“kau benar-benar sedang serius ya oppa?”, aku semakin tertarik. Ini bukan hal biasa. Aku biasa bertemu Onew oppa dengan segala candaan dan kejahilannya. Tapi kali ini, aku tidak bisa melihat hal lain selain keseriusan dalam setiap ucapan bahkan sorot matanya.

“lebih serius dibanding mengerjakan skripsi ku”.

Aku tersenyum, biar bagaimanapun dia tetaplah seorang Onew.

“aku mengenal nya. Dari situlah aku mulai mencintai nya, dan untuk tahap ini, aku berharap sudah punya ‘bekal’ yang cukup untuk bisa lebih memahami….wanita seluar biasa Key”.

Dari nya, dari satu orang biasa lagi yang kukenal dengan segala keluar biasaannya, hari itu aku belajar satu hal. Bahwa mencintai seseorang tidak selalu harus berbarengan dengan memahami nya. Mungkin berbeda dengan kebanyakan orang yang memahami orang lebih dulu sebagai syarat untuk mencintai orang itu. Onew oppa mencintai Key karena Key adalah Key. Abstrak memang. Tapi bukankah cinta memang hakiki nya tumbuh tanpa alasan yang pasti? Onew oppa mendasarkan cinta nya untuk belajar memahami Key lebih jauh. Hanya untuk satu tujuan…ke arah yang lebih indah dari saat ini.

“ia memang bukan yang pertama bersama ku. Tapi bersama nya, perjalanan ini akan mencapai  akhir bersama ku ”

End Flashback…

Keesokan harinya, aku tidak tahan dan memutuskan mengganggu Minho untuk mengantarkan ku ke gedung tempat Key unnie kuliah, karena memang tempatnya yang memisah dari tempat kuliah ku walau kami berada di kampus yang sama.

Berbekal sms dari teman satu kelasnya, aku menemukan Key unnie di salah satu sudut kampus dengan laptop putih kesayangannya.

“Onew oppa tidak apa-apa?”, aku duduk di depannya mensejajarkan posisi. Mungkin bisa dibilang lupa apa itu basa-basi, karena untuk urusan seperti ini, aku hanya mau berbicara tentang pokok persoalan.

Mengangkat pandangannya dari layar, Key unnie hanya tersenyum manis pada ku seperti biasa. Hanya sorot matanya terlihat lelah…dan entahlah, ada suatu hal yang lebih dari sekedar lelah yang coba ia sembunyikan.

“annyeong, Tae. Hai, Minho”

Aku hanya memutar bola mata, kesal. Aku butuh jawaban, bukan sapaan!

“jadi jawabannya?”

“kau bertanya apa?”

Okey aku lupa dia memang sering mengesalkan, “keadaan Lee Jinki, kekasih Kim Kibum!”. Well, aku hanya ingin dia tau, AKU TIDAK MOOD UNTUK BERCANDA!

“tidak apa-apa, jangan khawatir”, ia kembali menatap layar laptopnya.

Aku menoleh ke arah Minho. Ini pasti ada yang tidak beres. Key unnie orang yang cerewet dan ekspresif. Tapi sejak kapan ia hanya menjawab seadanya begini? Sepertinya pertanyaan ku salah. Yang seharusnya kutanyakan, apakah kau tidak apa-apa?

^^

“appa, mereka siapa?”

HAH…

Aku tau ada yang salah. Tapi ini bahkan melewati imajinasi terliar ku sekalipun. Aku tau ada yang janggal pada perkataan Key unnie ketika aku dan Minho ingin menjenguk Onew oppa, “jangan bersikap aneh. Anggaplah semuanya berjalan……normal-normal saja”.

Normal? Sepertinya bukan pilihan kata yang pas untuk menggambarkan orang yang sedang sakit.

Tapi detik ini…aku mengerti apa maksud kata ‘normal’ disini.

“mereka Minho dan Taemin, teman-teman mu juga. Kau ingat?”

Aku dan Minho menatap orang yang baru saja mengatakan kalimat itu seolah tanpa ekspresi berarti. Ia bahkan tersenyum? Apa yang terjadi disini sebenarnya?!

“kau….”

“Kibum…panggil saja Key. Kemarin kita sudah berkenalan kan?”

Kami terus memperhatikannya. Tetap tersenyum ramah dengan ekspresi memaklumi. Aku masih belum mampu bicara apapun karena seketika langsung kehilangan kata-kata jujur saja. Tapi sungguh aku memang benar-benar sangat bingung dengan keadaan saat ini.

“ya Tuhan maaf aku lupa. Kau adik kelas ku di fakultas kan? Dan…emmm…kau…bukan pacar ku kan?”

DEG…

“Onew!”

“aku ingin dengar langsung dari nya Appa! Demi Tuhan, seingat ku, aku masih berpacaran dengan Jiyeon. Hubungan ku dan Kibum hanya sekedar kakak dan adik kelas. Iya kan?”

“hyung…kau…lupa siapa pacar mu?”, Minho akhirnya sembuh dari kebisuannya beberapa menit ini. Lalu aku? Entahlah aku yang memang bodoh atau kecepatan berpikir otakku yang mendadak terjun bebas tanpa parasut, tapi sampai detik ini belum ada satu pun pesan yang mampu direkam oleh telinga ku untuk dikirim sekaligus dianalisis di otak apa yang sedang terjadi di depan ku saat ini.

“aku….aku ingat aku punya pacar, tapi bukan dia. Seingatku pacarku bernama Jiyeon, dan Kibum hanya adik kelas ku di fakultas. Benar kan?”, sekali lagi orang yang entah siapa di depan ku bertanya pada Key unnie untuk membenarkan analisis tololnya.

Aku pelan-pelan mulai sadar. Ya, aku tau Jiyeon adalah mantan pacar Onew oppa. Key unnie pernah cerita padaku soal itu. Seseorang yang tega begitu saja mencampakkan orang disampingnya demi orang lain yang [menurutnya] lebih baik…tanpa penjelasan. Dan orang yang sedang duduk di ranjang rumah sakit ini masih mengingat orang seperti itu…terlebih lagi…sebagai pacarnya? Aku mulai rancu ini benar-benar rumah sakit atau rumah orang-orang menderita kelainan mental?

“kau benar…oppa. Aku…hanya adik kelas mu di fakultas”

Aku bersumpah itu kalimat yang paling aku tidak mengerti yang pernah keluar dari mulutnya…bertahun-tahun aku mengenalnya.

Suasana saat itu hening. Aku…Minho…bahkan Appa Onew sedang mencerna pelan-pelan omongan aneh dari wanita di sebelah ku.

Aku pernah merelakan Minho untuk wanita lain. Aku tau sakitnya. Bahkan Key unnie tau seberapa hancurnya aku waktu itu.

Kini, ia seperti sedang berjalan di jalan yang sama dengan ku waktu itu, walaupun dia sudah tau seperti apa ujungnya.

Aku menceritakan kebodohan ku padanya agar tak ada lagi korban lain yang berjalan bersama ku di jalan itu, apalagi dia! Aku tidak mau!

Tapi sekarang, dengan muka tersenyum, seolah ia sedang mengikutiku dari belakang untuk merasakan sakit yang sama, mengumpankan diri nya untuk merasakan kehancuran yang sama.

“see! Aku tidak mungkin lupa pacar ku sendiri Appa!”, ia tersenyum lega.

“Minho…Taemin, semakin mesra saja”, kali ini senyuman ramah yang tergambar di wajah tampannya.

Aku tidak tau darimana ia belajar jokes paling hebat seperti ini yang bahkan bisa membuat komputer di otakku sama sekali tidak bisa mengeluarkan satu kata pun untuk aku ucapkan. Atau jangan kan diucapkan, mengerti saja sama sekali tidak!

“aku ingat waktu itu Kibum pernah menceritakan sesuatu tentang kalian. Bahwa kalian teman sejak kecil kan? Lalu setelah dewasa, mulai menjalin hubungan yang lebih serius. Itu romantis, aku iri”

……………………

Okey…Sampai tahap teman sejak kecil dan setelah dewasa menjalin hubungan itu masih benar. Tapi sepertinya ada ‘sesuatu’ yang hilang di tengah-tengah memory nya tentang cerita mengenai hubungan kami. Sudah jelas Onew oppa tau aku dan Minho sudah tidak mempunyai hubungan spesial apapun bahkan Minho sudah bersama pengganti ku saat ini. Tapi….

“apa yang sebenarnya terjadi tolong lah seseorang jelaskan pada ku!!!”, aku benar-benar tak tahan dengan segala drama picisan di depan ku yang sedang dimainkan seorang Lee Jinki saat ini.

Key unnie meremas tangan ku cukup keras, “oppa, aku keluar sebentar”.

“kenapa dia? Apa maksudnya? Apa yang terjadi?”, aku meledakkan segala hal yang sudah membuat IQ ku seolah terjun bebas menjadi tahap idiot!

Key unnie membawa ku agak jauh dari ruangan kami tadi. Terdengar pintu terbuka dan ternyata Minho keluar mengikuti ku.

“ada apa ini?”

“aku sudah bilang pada kalian tolong buat keadaan senormal mungkin”

“menurut ku keadaan normal-normal saja sampai aku tak bisa berkata apapun!”, ucap ku sinis.

Ia bersandar di tembok putih rumah sakit. Aku tau ekspresi Key unnie ketika ia marah, ketika lelah, ketika bosan, ketika sedih, tapi kali ini….ekspresi nya……terluka. Ya, aku tau ekspresi itu. Seperti melihat cermin sewaktu aku merelakan Minho untuk orang lain. Ekspresi terluka…yang rela tidak rela tapi harus diterima sebagai salah satu takdir kehidupan…walau pahit memang.

“dia kecelakaan. Motor yang ia kendarai bertabrakan dengan 2 motor lain. Appa nya bilang ia baru bangun tidur dan telat menghadiri suatu janji penting. Ia mengendarai motor hanya untuk cepat sampai. Tapi mungkin karena saat itu keadaannya masih mengantuk, ia kehilangan fokusnya, dan…yah terjadilah. Dia terlempar dari motor dan pingsan, sementara motornya bisa dibilang hancur. Entah kenapa ia hanya menderita luka ringan, bahkan hampir tidak terlihat kalau terluka. Ketika melihat keadaannya, sungguh aku lega, ia benar-benar terlihat baik-baik saja. Ia juga memakai helm. Aku pikir tidak ada masalah dengan kepalanya. Hanya tinggal menunggu ia sadar, lalu pasti diperbolehkan pulang. Siapa yang bisa menebak tiba-tiba begitu ia sadar dan melihat ku, ia bertanya persis seperti melihat kalian tadi, ‘kau siapa?’”, Key unnie mengakhiri ceritanya dengan tersenyum getir.

“amnesia?”, Minho berkata pelan seolah menyangkal pikirannya sendiri.

“bodoh! Kalau itu aku juga sering alami kalau malam”

“amnesia Lee Taemin, bukan insomnia!”, nadanya mulai dingin.

Berarti fix karena Onew oppa, hari ini otak ku hanya di jalankan mesin pentium 1 ==”

“amnesia ringan. Mungkin hanya shock setelah kecelakaan. Entahlah… Ia lupa visual”

“ia mengingat nama tetapi lupa wajahnya?”

Aku menatap Minho. Bagaimana mungkin ia tau apa itu lupa visual? Kenapa disini serasa aku jadi yang paling bodoh?

“lupa wajah dan mungkin beberapa detail khusus. Seperti tadi, ia lupa kalau kalian sudah putus”

“dan bagaimana kau bisa menjelaskan fakta ia lupa kalau Noona pacar nya?”

Ia menggeleng pelan. Senyuman pedih itu lagi-lagi hadir dalam tundukannya, “kubilang ia lupa beberapa detail…khusus”

“hubungan selama 5 tahun masuk kah dalam kategori detail khusus? Ia bahkan lebih ingat wanita itu dibanding kau? Itu tidak menjelaskan apapun! KAU…TIDAK MENJELASKAN APAPUN!!!”, aku benar-benar heran definisi dari ‘detail khusus’ yang dimaksud disini.

Ia menatap ku. Dan…entah sensasi aneh apa yang ditimbulkan sorot matanya langsung masuk dalam hati ku. Sorot seperti…..’kau tidak mengucapkan selamat datang pada ku karena berjalan bersamamu di jalan kebodohan ini? Jangan berpura-pura tidak mengerti Taemin’.

Ia mengambil nafas panjang. Lelah…sakit…dan mungkin ratusan perasaan yang menggambarkan hal lebih jelas dari hembusan nafas panjangnya dibanding semua perkataan nya tadi.

“aku hanya tidak ingin memaksanya. 5 tahun…dan aku tau satu hal yang paling tidak pernah ia suka adalah dipaksa seseorang, siapapun itu, bahkan orang tua nya sendiri. Apalagi aku, Kim Kibum, hanya seorang adik kelas dari ratusan adik kelas nya yang lain di fakultas”

^^

Maybe this is because I am a fool.

It is okay even when I get hurt.

Even when other say  that is useless love.

It doesn’t matter because I wanted to.

I was nice to you because I wanted to.

I was happy if you smiled even just once.

I’m happy just with your smile.

Until the day when his love will come.

I will just stay next to him like this.

Since it is a happy love for me just giving.

I don’t want anything else from him.

I’ll be there whenever you reach out.

I’ll be there whenever you call out.

Without a change I will be there.

Because I love you…

Because it was the love you chose.

Even the pain was happiness.

If you look back at least once.

I’m happy just for that.

Until the day you meet.

The person to protect you instead of me.

For a while I stay next to you.

Because it is happy love just looking at you.

I don’t need anything else.

So that you can rest anytime.

I will remain the same for you.

Even you leave me without goodbye.

I’ll send you thankfully.

Because…

I’m a fool…

[Jung Yong Hwa, Because I’m a Fool, OST. You’re Beautiful, Eps 12, dengan sedikit perubahan dan penekanan]

Sudah berjalan satu bulan lebih.

Key Unnie, kau kemana sekarang? Bukan! Bukan fisik yang masih bisa kutemui kapan saja. Tapi kau, kau yang dulu, seorang Kim Kibum yang ceria, lincah, cerewet, jahil, tapi brilian, dan terutama apa adanya. Dia kemana? Aku tau kau hancur. Sangat! Aku bahkan tidak bisa membayangkan sakitnya meski aku [mungkin] tau rasanya.

Ya, because I’m a fool. Atau sekarang haruskah kuganti dengan because we’re a fool? Ini kah yang menyebabkan mu menceritakan perasaan mu yang sebenarnya hanya pada ku? Karena aku pernah berdiri di situasi yang sama meski dengan kondisi berbeda. Saat semua orang bilang bahwa ‘kau bodoh karena melepaskannya!’. Sakit memang, aku tau itu. Tapi, bukan kah saat itu kau bilang bahwa ‘jangan dengarkan mereka karena mereka tidak tau apa-apa’. Haruskah saat ini kukembalikan lagi kalimat itu pada mu? Jangan dengarkan mereka karena mereka tidak tau apa-apa. Tidak tau rasa sedih mu karena kau memang masih mampu berdiri tegak seperti tidak ada masalah yang terjadi. Tidak melihat air mata mu karena memang kau masih bisa tersenyum seakan mengatakan ‘aku baik-baik saja’, atau ‘ini bukan persoalan serius’. Banyak cibiran miring berkata tidak percaya. Banyak spekulasi jahat yang menduga Onew oppa berselingkuh atau memang selama ini tidak pernah mencintaimu. Omongan yang seakan menjadi alat penghancur di saat kau sedang tertatih membangun pertahanan hati mu…sekali lagi…sendirian.

Aku bodoh. Aku tidak mengerti apa-apa. Sungguh!

Aku tidak mengerti bagaimana bisa ketika motor yang ia kendarai hancur namun ia hanya luka ringan. Aku tidak mengerti kenapa ia bisa menderita amnesia dan jenisnya yang entah apa itu. Aku tidak mengerti kenapa ia mengingat semuanya kecuali kenangan tentang mu. Aku tidak mengerti darimana datangnya kekuatan yang membuat mu masih bisa tersenyum ketika orang yang kau cintai selama 5 tahun menganggap kekasih yang sudah mengkhianatinya sebagai kekasihnya hingga kini. Bahkan aku tidak mengerti bagaimana bisa kau menemui wanita itu langsung dan menceritakan segalanya lalu menyuruhnya mengikuti saja apa yang ada di ingatan Onew oppa yang tak sempurna kini. Dan yang paling tidak aku mengerti adalah apa sebenarnya yang Tuhan rencanakan untuk mu dibalik semua ini. Kebanyakan amnesia katanya memang hanya bersifat sementara, tapi tak sakitkah sampai menunggu ingatannya pulih dan menyaksikan semua itu? sebulan sudah berlalu. Lalu sampai kapan?

Kau mulai sering menggunakan headphone mu kembali. Padahal dulu kau selalu cerewet menasehatiku dan semua orang sambil mengatakan bahwa hal itu tidak baik bagi kesehatan telinga. Lalu kenapa hal yang sudah kau larang, kini malah kau lakukan? Hanya untuk meredam ejekan orang lain untukmu atau spekulasi jahat tentang nya? Atau justru untuk meredam suara dari hatimu sendiri yang memintamu untuk menyerah? Menyeraah untuk menunggu nya.

Kim Kibum, an ordinary girl with extraordinary dreams…

Cepat lah kembali yaa…

Special note from me :

untuk mu sahabat, yang masih menyediakan ruang di hati mu yang terluka untuk berharap dengan segala keterbatasan dan air mata yang tak pernah lelah untuk kau sembunyikan…

Aku tidak akan lagi menyuruh mu untuk berhenti menunggunya. Atau mungkin, lebih tepatnya aku bosan menyuruh hal yang aku tau tak akan pernah kau dengarkan.

Sekarang, aku ingin meminta hal lain…

Permintaan seorang sahabat yang sakit karena melihat sahabatnya sendiri berjalan di sisinya menuju kehancuran yang kau sudah tau seperti apa sakitnya hanya dengan melihatku…

Kumohon…

Bersandarlah ketika kau lelah.

Menangislah ketika kau ingin.

Dan…

Berharaplah…..hanya sejauh yang mampu hatimu lakukan…

Bukan sejauh yang ingin kau lakukan…

^^

Aku…bahkan tidak dapat melihat nya untuk terakhir kali.

Dia telah meninggalkan ku seperti ini.

 

“aku pergi”

“aku pasti kembali, jadi….”

“aku sangat mencintai mu”

“aku…mencintaimu”

 

Hingga detik ini, aku tidak bisa mengatakan apa-apa.

Keajaiban dari mu…semua tampak seperti ilusi.

Gambaran terakhir dari sosok mu.

Tampaknya terkunci dalam pikiran ku.

 

Apakah kamu sedang melihatku dari suatu tempat?

Bahkan jika aku menyesal…hal itu sudah terlambat.

Aku tak bisa melihatmu lagi.

Bayang-bayang dari kenangan kita.

Aku menangis saat memikirkan tempat-tempat itu.

 

Aku tak bisa berkata apa-apa…benar-benar tak bisa.

Sebanyak kamu berada disamping ku.

Maafkan aku…tapi aku tak bisa lagi mengatakannya.

Segala sesuatunya membuatku gemetar sekarang.

 

Tunggu sedikit lebih lama lagi.

Dan lewat lah…temuiku melalui mimpi.

Aku takut akan menutup mataku pada sosok mu.

 

Jangan pergi, kumohon jangan pergi.

Tak bisakah kau tetap ada di sisiku?

Kebohongan…semuanya bohong!

Aku tidak mendengar apa-apa.

Aku mencintaimu, sungguh aku cinta kamu.

Tak bisakah kau juga mengatakannya?

Aku mencintaimu…

Akankah kau mencintaiku lagi?

 

Waktu sudah berlalu seperti ini.

Aku mencoba mencari sisa jejak mu, namun semuanya telah terhapus.

Kenangan-kenangan terakhir kita darimu.

Terkunci di sudut air mataku.

 

Sekarang, akhiri saja. Kumohon, akhiri aku.

Jika kau tak ada di sisi ku.

Maafkan aku…tapi aku akan pergi sekarang mengikuti jejak mu.

Di jalan yang tanpa akhir.

Seperti pengembaraan ku untuk menemukan mu.

Aku takut kehilangan mu dan hancur.

 

Jangan pergi!!

Ku mohon kembalilah!!

 

[In Heaven, JYJ]

 

Siapa yang menyangka Tuhan merencanakan skenario seperti ini di akhir ‘film nya’. Kecelakaan kedua yang menimpanya mengakhiri cerita yang ia mulai.

Hanya berselang sekitar 2 bulan dari kecelakaan pertama yang menghilangkan ‘detail khusus’ dari memory otak mu, kini, kecelakaan ini, menghilangkan seluruh kesakitan dan kebingungan yang kau rasakan. Bukan hanya kesakitan mu, tapi juga mungkin kesakitan banyak orang yang menyayangimu dan tidak tega melihat mu seperti itu. Tapi yang aku tau adalah, mungkin HANYA dengan cara ini kau menghilangkan kesakitan dari hati seorang wanita yang tulus mencintai.

Ya, wanita yang selama 2 bulan ini kau anggap hanya sebagai teman. Wanita yang mengenakan cincin yang kau berikan sebagai liontin yang ia kalungkan di lehernya agar selalu berada dekat dengan hatinya. Wanita hebat yang masih bisa tersenyum ditengah ejekan ‘bodoh’ yang dilontarkan sekelilingnya selama 2 bulan ini. Seorang wanita yang begitu sabar nya menunggu mu…sabar menunggu realisasi keseriusan mu…sabar menunggu mu untuk datang meminta izin pada orang tua nya…dan terutama….ia sabar untuk tetap percaya padamu bahwa kau…mencintainya…sebesar ia mencintaimu. Ia yang tetap mempertahankan kepercayaan itu bahkan ketika kau melupakannya.

Seperti janji yang kau ucapkan waktu itu, “ia memang bukan yang pertama bersama ku. Tapi bersama nya, perjalanan ini akan mencapai  akhir bersama ku ”

Kau menepati janji mu, oppa. Perjalanan ini kau akhiri dengan ia tetap berada disisimu…

^^

“terima kasih…karena saat bersama mu…aku mengenal manisnya cinta dan indahnya pengorbanan”

 

END…

 

 repost by: sanniiewkey~

37 thoughts on “[Keytae/SG/by:Taeminhoshouldbereal] LOVE…AND…SACRIFICE

  1. thor maaf komenku yang satu lg salah hehehe
    ini komen buat ff ini sekali lagi mohon maaf hehehe

    aku berlinang airmata bacanya , ffnya kereeenn!!!!

    key&onew kecelakaan sampe meninggal bener bener bikin bguras airmata tp kereeennn!!!!

  2. wow, endnya istimewa. bisa banget ngrasain apa yang dirasain si Key….

    buat saha batnya author, sekedar ngasih semangat. Setiap orang didunia itu diciptakan saling berpasangan. Percayalah bahwa pasangan kita sudah ditentukan oleh Tuhan. Yakini bahwa kita itu tidak sendiri. Tak apa tetap menunggu, namun jangan sampai hati kita senditi yag tersakiti… SEMANGAT yah!!! ^_^v

  3. ga bisa komen banyak karna ini cerita nyata
    salut untuk key dan sahabat2 terdekatnya 2min

    setiap kita membuka mata di pagi hari itu adl awal dri hidup kita yg baru,
    menjalani kegiatan setiap hari walau melakukan hal yg sama tapi ada bedanya,
    so….nikmati hidup, melakukan hal yg positif karna waktu yg terlewat tak akan terulang lagi.

    tetap semangat, yg sudah terjadi biarlah berlalu jadikan kenangan itu menjadi sesuatu yg berharga tuk memotifasi kita menjadi lebih baik lagi.

    KEY TABAH YA DAN TETAP SEMANGAT

  4. wah ini aku baru kedua kalinya baca ff yang cerita dari orang ketiganya a.k.a Taemin….
    yang pertama baca di punyaknya dhini eonni n yang edua disini,,,
    dan sama-sama pemerannya Key tapi yang di punya dhini eonni straigh….
    ini keren dahh…
    salut dahh buat Key hebat lah dia tabah banget hadapi cobaan itu semua….
    “ia memang bukan yang pertama bersama ku. Tapi bersama nya, perjalanan ini akan mencapai akhir bersama ku ”..suka banget sama kata2 ini…
    berharap dikehiupan selanjutnya OnKey dapat hidup bahagia.

  5. Hiks hikss hiksss sedihhhh mewek baca’a. Sahabat chingu. Tabah bgt, huaaaaa ke habisan kata2(?) Buat coment. Tuhan punya renana kok pasti yg terbaik. The best for you and your best friend

  6. Nyesek bacanya…T______T
    Kok ada ya orang kyk gitu…sabar bgt….kalo q gak tau udh gmn..
    Rencana Tuhan emank gak ada yg tau…Tapi tetep percaya itulah yang terbaik…

    Ngomong2 thor,,,kyknya ada yg salah ngartiin akhir cerita deh….Tp gak tau lagi kalo aku yg salah..hehe….Daebak thor…

  7. Demi apa ini kisah shabat ny unie? Y ampun kasian shbat ny unie.. Blngin sm dy yg tbah aja ya #sksd hhaha
    Hmh tp aga bngung sma bgian ahir ny, itu onew ny mninggal yah? Atw key ny jg mninggal? Bngung .. Hhehe
    Tp kren critanya. Mkin miris bgt, hmh smoga aku ga akn nglmin hal kya gni, amiin
    Hwaiting unie buat trs bkin ff ny yaa ..

  8. onew meninggal!!!
    Ommo!!!!!
    Bgi tmn admin…. Dirimu hbt bgt…. Lgian ak jg lgi nunggu seseorang…😥

  9. plis. gua gak tahan…minta fb or twit authornya donk….ini ff dan ff2 lainnya dari Taeminhoshouldbereal sukses mengguling2kan jiwa raga perasaan logika pikiran,,, mw minta pertanggung jawaban dr authornya langsung!!!

  10. ini yg namanya gak jodoh

    ak sendri bahkan sllalu takt khlangan dia.. krn ak tdk akn mampu hdp tnpanya

    1000 cacian.. 1000 makian ku angap angin lalu krn nafasku adalh dia

    jika ak tdk dtakdrkn bersamanya
    biarkan aku yg pergi dr dunia krn jk ia yg pg ak akupun akan tetap sama

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s