[2min/mpreg] Take me in your arms – part 6 of 7


Foreword:

Anneyong~ siapa yang udah nungguin FF ini? Acungkang tangaan~~ gomawo buat Kei eonni yang udah nagih terusss~ maaf ya eon, aku banyak banget tugas nih..
semoga ini bisa di maklumin yah kalau hasilnya jelek.hohohoho…

Btw, banyak yang tanya apa itu miom? FYI, miom adalah tumor jinak otot dinding rahim, nah bingung kan kenapa Taemin punya? Jawabannya adalah ini FF dan dia ‘spesial’ so, bisa aja!! Kekekek~ karena ini cerita punya gue!LOL

BTW guys, thnx yang udah komen, komen seciprit meski Cuma ‘oke. Lanjut thor’ atau ‘daebak thor’ atau ‘aaaaaahh penasaran, lanjut~~’ dan sampai yang panjang mengalahkan UUD proklamasi, gue makasih banyak, gue cinta yang komen, gue lebih cinta yang udah baca, komen dan Like pula.

So, enjoy this, and feel free to comment and like xD

PREV PART >> PART 5

By: Sanniiewkey~

“Kau kenapa? Dari tadi aku perhatikan kau tidak fokus, apa kau sakit?”,seorang wanita duduk disampingnya dan tersenyum, memberikan sebotol minuman isotonik. Minho hanya melihat sekilas dan mengambilnya setelah bilang terima kasih.

“Tidak … maaf membuat kalian semua repot.”, jelas Minho yang sudah diminta berhenti dari latihan sejak 1 jam lalu karena banyak mengalami kesalahan dalam bermain dipertandingan.

“Kau bisa cerita padaku kalau kau ada masalah.”, Minho menarik nafas pelan, selalu saja, tidak ada lelahnya … Minho hanya tersenyum tidak menanggapi permintaannya. Ia melihat ke arah lapangan, semua teman tetap berlatih, karena sebentar lagi akan ada pertandingan penting , dan jika ia tidak fokus, maka harapan pulang cepat dan mendapat gelar permain terbaik pupus sudah.

“Kau tahu … aku sering perhatikanmu melamun, aku khawatir padamu … apa kau sudah tidak betah? Kita tinggal 2 bulan lagi kan?”, jelasnya lagi. Minho menoleh, dari sudut pandangannya ia melihat Taecyon memperhatikan mereka, ia berdecak, pasti bocah itu salah paham lagi melihat kedekatan ia dan Yoona –well, bisa dimaklum jika kau telah meminta wanita itu kencan sebanyak 10 kali, dan sebanyak itu pula kau ditolak, maka rasanya pantas jika kau berbuat judes pada orang yang mendekati incaranmu.

“Well … terima kasih Yoona.”, jelas Minho.

“Kau mau kemana setelah ini? Mau makan bersama tidak? Ada restoran enak di dekat asrama, bagaimana?”

Minho berdiri dan tersenyum pada Taecyon yang terlihat menghampiri mereka , “Aku masih kenyang, kau ajak saja dia, aku jamin dia akan bayar apapun yang kau makan, ya kan Taec?”, Minho mendorong tubuh Taecyon kedepan Yoona, membuat ia hampir menabraknya, Minho berdecak melihat Yoona yang kesal, namun sepertinya kali ini ia mau pergi bersama Taecyon.

DRRRT DRRRT DRRRT

Minho melihat Caller ID nya, ia menarik nafas, ada apa lagi …

“Yoboseyo Hyung?” tanya Minho malas,

[MINHO! PLEASE, MALAM INI KAU CARI ALASAN APAPUN UNTUK MENGATAKAN PADA PELATIH AKU TIDAK IKUT ‘TM’, AKU —-AKU ADA URUSAN!]

“kau tidak perlu berteriak Hyung, aku mengerti … kemana kali ini?”

[AKH, AKU TIDAK BISA JELASKAN PADAMU! INI GENTING! KALI INI IA AKAN BUNUH DIRI KALAU AKU PUTUSKAN DIA!SUDAH YAH, ANNYEONG! TOLONG MINHO!] PIP

Minho menarik nafas, ia memungut tas ranselnya dan berjalan keluar, meninggalkan tempat latihan. Ia melihat ke langit , ada bintang, ia jadi berpikir, harinya menjadi bosan, nah … bukan karena ia tidak suka ditempatnya sekarang, namun rasanya ia mau pulang saja. Ia ingin bertemu Taemin, ingin sekali … membuatnya tidak semangat, ia ingin pastikan bahwa Taemin baik-baik saja..

DRRRT DRRRT DRRRT

Minho mengerang, apa lagi kali ini, tanpa melihat siapa yang menghubunginya ia mengangkatnya.

“Yoboseyo! Apa lagi sih Hyu—‘

[MINHO!!!]

Ia terkejut, ia segera menjauhkan ponselnya dari telinganya, terkejut dengan lengkungan pitch 100 oktaf itu. Ketika ia lihat caller ID nya, ia berdecak, jelas saja … ada pa kali ini?!

“Key! jangan berteriak, aku tidak tuli!”

[AKU TIDAK BISA KODOK BANGKONG PABO!! AKU HARUS BERITAHU SATU HAL, INI GAWAT, DAN AKU HARAP KAU BISA LANGSUNG PULANG!!]

Minho mencium gelagat yang tidak enak, perasaannya campur aduk. “Ada apa? Katakan! Apa ini tentang Taemin?”, tanya Minho serius, please … jangan bilang terjadi sesuatu padanya, please …

[JELAS INI TENTANG MY BABY!! KAU HARUS PULANG DAN TANGGUNG JAWAB, DIA MENGHILANG, DAN DIA TIDAK MENINGGALKAN PESAN APAPUN SELAIN ‘APPA UMMA, KEY DAN ONEW HYUNG AKU PERGI, JANGAN KHAWATIRKAN AKU’ HANYA ITU MINHO!! BAYANGKAN!!! DAN KAU TAHU, INI SUDAH 5 JAM DIA TIDAK JUGA KEMBALI!!! MINHO KAU DENGAR AKU? TAEMIN HILANG…*hiks*…MINHO, DIA HILANG …*hiks*…KALAU…KALAU…MINHO EOTTOKHEEEE???!!]

Saat itu seperti diserang petir dimalam yang cerah penuh bintang, nafas Minho serasa berhenti..

 “Kau sudah hubungi polisi?”

[KAU TIDAK PERLU TANYA! DAN KAU LEBIH BAIK CEPAT KEMBALI!!!] PIP

Minho tidak pikir dua kali, ia berlari ke asrama, tidak mungkin, ia bisa dapat penerbangan jam berapa untuk kembali ke Seoul jika ia ingin kembali? Namun ia tidak perduli, gimanapun caranya, ia akan pulang.

.

.

Seorang namja meletakan tas bawaannya begitu saja di lantai, mengeratkan mantelnya karena udara dingin, bibirnya menyunggingkan senyuman lebar. Menarik nafas panjang, memegang perutnya sejenak dan membuang nafas lagi sebelum mengetuk pintu didepannya, namun tidak ada jawaban, ia cemberut mengetahui hal itu, ia coba sekali lagi, dan beberapa kali setelah itu, namun tetap ia tidak mendapat jawaban.

“Eoh, kau siapa?”tanya seseorang dari arah kamar lain.

“Oh, k-konbanwa … erm …w-watashi…erm…wa…Choi Taemin iminda …eh, Choi Taemin desu.” Koreksi Taemin sebaik mungkin menggunakan bahasa Jepangnya, namja didepannya terkekeh.

“Kau tidak perlu bicara bahasa Jepang jika kau tidak tahu bahasanya.”, Taemin membulatkan mata , ia orang Korea. “Aku Lee Joon, marga kita sama ya? aku juga dari Korea.”, jelasnya mengulurkan tangan, Taemin mengangguk dan tersenyum ramah.

“Apa yang kau lakukan disini? Mencari seseorang? Dari pemilik kamar ini?”,

“Ng … benar sekali, kemana ya ? kenapa aku ketuk tidak ada jawaban?”, Joon tersenyum.

“Tentu saja, mereka mungkin pulang malam, yang satu sering main perempuan dan yang satu tergila-gila dengan obsesinya …”, Taemin mengerutkan alis.

“M-maksudmu main perempuan? Siapa? Dan siapa yang punya kelebihan obsesi?”, obsesi mungkinkan …tapi main perempuan? Taemin meremas ujung mantelnya.

Joon melihat ekpresi kepanikan dari wajah Taemin, kemudian ia terkejut melihat perut Taemin, mungkinkah? Tapi bagaimana bisa? Ia yakin didepanya seorang namja,

“Maaf …kau…”, Joon menunjuk perut Taemin dengan pandangannya. Taemin melihat kearah pandang Joon, kemudian tersenyum pada Joon, membuat Joon terkejut.

“Ya, apa dugaanmu, Joon?”

“Kau … “, Joon menggaruk lehernya,

“Tepat sekali, bagus bukan? Artinya aku istimewa. Baiklah, aku akan cari cafe saja, sambil menunggu mereka pulang. Anny—“

“JAKKAMAN!”, tarik Joon menahan tangan Taemin, Taemin tersenyum dan perlahan melepaskan tangannya.

“Maaf , ada apa?”, tanya Taemin ramah.

“Kau … jangan kemana-mana, aku pastikan disini tidak aman untuk orang seperti mu, lebih baik kau menunggu di kamarku, mungkin mereka akan segera pulang?”

“Oh, ‘tidak aman untuk orang seperti mu’ maksudmu? Aku bisa jaga diri kok, aku datang dari Seoul sendiri, terima kasih.”, jelas Taemin sedikit tersinggung.

“Mianhe, mianhe … maksudku, kau tahu … yah, itu … kau sedang hamil kau ingat? Dan aku rasa kau butuh duduk atau minum? Diluar dingin, kau tidak kasihan dengan bayimu?”,

Taemin sejenak berpikir, benar juga, “Baiklah, gomawo …”. Joon tersenyum dan mempersilahkan masuk kedalam kamarnya.

.

.

Minho membuka pintu kamar asramanya dan langsung berlari ke arah lemari, mengepack semua barang seperlunya, mencari pasportnya dan juga persediaan uangnya, panik tidak karuan, apa yang dipikirkan Taemin, kenapa ia kabur –atau setidaknya pergi namun belum kembali? Bahkan semua tidak tahu kemana ia pergi?

TING TONG!

Minho tidak perduli akan bunyi bel yang bergaung, ia terus sibuk membereskan keperluannya,

TING TONG!

Minho diam saja …

TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG

Minho mengerang, ia melempar sisa bajunya dan berlari kedepan pintu.

“APA—?” BRUK!

“Minho!”

Minho terdiam, ia terkejut dengan serangan tiba-tiba yang menimpanya, apa mimpi? Tapi bau tubuh ini terasa sekali dipelukannya, dan juga rambut halus yang menyentuh wajahnya, ia melirik sejenak.

“Taemin?”, bisiknya, Taemin melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar.

“SURPRISEEE!!!”, pekiknya, Minho mengedipkan matanya tidak percaya, ia maju selangkah, meraih wajah Taemin dengan tangannya, membuat namja cantik itu tersenyum, menyendarkan pipi chubby nya pada tangan hangat Minho.

“Kau —“

“Hei, Minho, aku hanya ingin pastikan dia tidak salah orang, dia sudah menunggumu selama 1 jam disini …”, jelas Joon tiba-tiba, Minho melihat ke arah Taemin yang terkekeh. “Baiklah, aku permisi, aku tidak ingin menganggu suami istri yang temu kangen.”

“Gomawo Hyunggg~~annyeongg~”, Taemin melambai senang padanya, Joon hanya terkekeh dan pergi.

“Akh, aku lelah  … dimana kamar—“ Taemin berhenti ketika Minho menariknya dan mendorongnya ke tembok, “Minho?” mata bulat besar itu menatap dalam kedalam matanya, tangan besar Minho mengelus ke pipi Taemin dengan lembut, matanya melihat ke arah bibir Taemin dan kesegala sudut wajahnya, Taemin tahu apa yang dilakukan Minho saat ini, dan begitu juga ia, mereka diam-diam merekam wajah yang sudah lama tidak mereka lihat, ia bawa tangan mungilnya keleher Minho, bermain dengan helaian rambutnya.

Bibir Minho bernafas didekat bibir pink itu, mata mereka mengunci satu sama lain, bibir mungil Taemin membuka sejenak , dan tidak sabar menunggu Minho menciumnya, maka ia bergerak duluan, mendorong kepala Minho ke arahnya, melumat bibir tebal itu di bibirnya dengan kasar, Minho mengerang, ia sisipkan tangannya di pinggul Taemin dan membopongnya masuk kedalam kamar mereka.

Tanpa melepas ciuman yang sudah saling melumat, Minho membuka pintu dengan susah payah dan sempoyongan masuk kedalam sehingga duduk diatas kasur dengan Taemin dipangkuannya,mereka melepas ciuman sesaat untuk menarik nafas, dan tersenyum satu sama lain … inilah, ini yang selama ini mereka tahan, selama ini yang mereka ingin, meski ini Cuma mimpi, Minho hanya ingin jangan pernah berakhir.

“Nnhg …”, God, Minho sangat rindu dengan desahan Taemin,

“Taemin …”, Minho mencium daun telinganya, menelusupkan tangannya kebalik kaos Taemin , mengelus inci punggungnya, merasakan kelembutan tubuh Taemin.

Membuat Minho lebih ahli dari biasanya, ia tarik kaos itu kebawah dan mencium leher Taemin hingga ke tulang dadanya, meninggalkan kissmark disana, mengigit, menghisap, dan mengulum inci kulit itu.

“A-ahhh…M-minhoo…”, Taemin menjambak rambut Minho dengan kuat, tidak menolak, hanya merasa nyaman, karena ia memberikan akses kepada Minho. Minho tersenyum, bangga akan kissmarknya, ia jilat kulit yang keunguan itu dan melihat mata Taemin.

“God, i love you so much …”, bisik Minho membaringkan tubuh Taemin perlahan di atas kasur, kemudian ia naik dan merebahkan dirinya di samping Taemin, memeluk tubuh itu erat,

“I love you too Minho …”, Taemin mencium tulang dada Minho dan memeluknya, merasakan debaran jantung Minho ditelinganya, ia tersenyum.

“Jantungmu berdetak cepat …”, ia mengelus dada Minho dengan menelusupkan tangannya kedalam kaos Minho.

“Tentu saja, ini Cuma berdetak untukmu …”, Minho menggenggam tangan Taemin dari luar dan mencium keningnya.

“Cheesy …”, bisik Taemin dan mereka berciuman lagi.

.

.

[APAAAAAA?!!!! BAGAIMANA KAU BISA DISANA? SIAPA YANG MENGANTARMU??!! KENAPA AKU TIDAK IKUT KESANA??!!!]

Minho menjauhkan ponselnya dari wajah mereka, sudah ia duga, si Key cempreng itu akan berteriak berlebihan. Taemin menutup mulutnya,

[YA LEE TAEMIN!!! KAU MASIH DISITU?! JAWAB AKU, KENAPA KAU KABUR? KAU CUKUP KATAKAN PADA KAMI KAU MAU BERTEMU SI KODOK, AKU DAN JINKI AKAN SENANG HATI MENGANTARMU!!!]

Taemin tambah terkekeh ketika dengar Jinki berkata ‘aku tidak bilang begitu’ dan terdengar suara pukulan serta erangan dari Jinki. Jelas, itu bogem mentah dari Key. Minho memeluk tubuh Taemin dari belakang dan menyandarkan dagunya di leher Taemin.

“Kau tidak usah khawatir Key , dia sudah baik-baik saja disini … aku akan antar ia pulang nanti …”, jelas Minho mengedip ke arah Taemin, ia sudah tahu alasan kenapa Taemin tiba-tiba datang ke Jepang, sendirian, dalam keadaan hamil, dan hanya ingin bertemu Minho.

[TAPI, BAGAIMAN BISA? FOR GOD SAKE MINHO!! DIA HAMIL!! H-A-M-I-L!!]

“Aku sudah ijin dokter, aku beli tiket pesawat menggunakan surat ijin dokter kok!”, bela Taemin. Minho juga sempat berpikir demikian tadi, dan mereka sempat bertengkar sesaat , namun akhirnya Minho mengalah, alasan sang kompetitif mengalah adalah 1. karena Taemin menangis, 2. karena ia menangis, dan 3. karena ia menangis … Minho akhirnya mengalah.

[TAPI—]

“Iya iya aku mengerti Hyung, aku akan hati-hati dan segera pulang, oke, annyeong!”

[YAH!] PIP

Taemin terkekeh dan memeluk Minho erat, Minho berdecak sambil mencium pucuk kepala Taemin, “Kau nakal … kau tidak seharusnya lakukan ini, kau membuat jantungku hampir copot ketika mereka bilang kau hilang … jangan lakukan itu lagi…” kali ini Minho serius mengatakan hal itu, Taemin menarik nafas dan merebahkan kepalanya di dada Minho.

“Aku tidak ada pilihan, kalau aku diam dirumah, melihat mu dari balik komputer dan tidak bisa memelukmu, aku tidak tahan, aku bisa mati …”

“Yah!”, Minho menangkup pipi Taemin dengan geram, “Orang hamil tidak boleh bicara sembarangan…”, jelas Minho, Taemin mengangguk dan menggumamkan kata ‘maaf’.

“Tapi aku tidak bisa berbuat apapun selain ini, aku hanya ingin bertemu denganmu, setidaknya, ijinkan aku sehari saja, aegya juga ingin merasakan pelukan appanya…”, jelas Taemin, Minho tersenyum, meraih dagu Taemin dan mencium bibirnya.

.

.

Minho membuka matanya, ia melihat kearah jendela, menutup sebagian matanya merasakan sinar dibalik itu, namun sedetik kemudian ia terkejut melihat disampignnya sudah tidak ada Taemin. Reflek ia bangkit dan berlari keluar kamar, namun ia mencium bau sedap dari arah dapur, membuat kakinya berjalan ke arah sana.

Pemandangan yang indah sekarang terpampang didepan matanya, Taemin berdiri menggunakan kemaja putih –kemaja Minho,hingga batas atas lututnya. Ia menurunkan pandangannya ke arah bawah, memiringkan sejenak kepalanya ketika Taemin berjinjit menggapai sesuatu yang lebih tinggi darinya. Minho menelan ludahnya, gawat … apakah orang hamil memang bisa terlihat lebih sexy dari biasanya.

“OMO!!”, Taemin terkejut ketika melihat Minho berdiri tepat di belakangnya, “Kau sudah bangun, kajja kajja … kau lapar kan? Aku siapkan american breakfast kali ini …”, Taemin terkekeh, kemudian berbalik ke arah kompor. “Tidak ada persediaan makanan disini, aku Cuma bisa buat ini, kau mau tambahan apa? Telur ata—mmhm…”,

“Sensitif sekali.”, bisik Minho ditelinga Taemin ketika ia baru saja membuat nya mendesah karena mengelus paha Taemin dan mencium tengkuknya.

“Pabo … aku sedang siapkan sarapan, kontrol dirimu, aku sedang hamil, kau tidak bisa berbuat sesuatu padaku dengan junior mu itu Hyungie~~”,

Minho menganga, sejak kapan Taeminnya pintar berkelit dan selalu menyindir? Oh-sejak dulu, ya, sejak dulu ia memang sudah sering membantah Minho. “Kau PD sekali, siapa yang ingin mengajakmu untuk lakukan itu, aku hanya mengecek, apakah orang hamil masih bisa terangsang?”

“YAH!!”

Minho hanya tertawa dan duduk di kursi makan, menyeruput teh susu yang dibuat oleh Taemin. Mereka duduk berdampingan, saling menyuapi, atau saling menshare ciuman satu sama lain, bagi Minho, itu adalah hari terbaiknya yang pernah ia miliki selama ia berada di Jepang dan di asrama, dan juga sarapan america pertama yang paling enak, dari yang sejauh ini ia makan. Terlebih, sempurna karena Taemin ada di dekapannya.

“Kemana teman sekamarmu? Yang aku tahu, ada 2 orang disini kan?”

“Chansung? Dia tidak akan kembali sebelum ia bisa urus pacarnya yang akan bunuh diri karenanya.”

Taemin menaikan alisnya, “Kau punya teman sekamar seperti itu? Tidak heran kalau kau pervert.”

“Hei …”, Minho mencubit pipi Taemin, ‘Aku Cuma pervert sama istriku …”, mendengar itu wajah Taemin memerah, yang langsung menerima ucapan cute dari bibir Minho.

“Kau akan kuliah jam berapa? Aku akan setrika baju yang kau butuhkan?”, Taemin berdiri dan menuju tempat cuci piring.

“Aniooo~~”,Minho memeluknya dari belakang dan menggoyangkannya kesana kemari, ‘Aku tidak mau kuliah, hari ini aku akan menemanimu berkeliling, aku ingin lakukan ini dari dulu jika kau kesini … karena kau disini, aku akan bawa kau bersamaku…”,

“Kuliahmu?”

“Mereka tidak akan sedih jika aku tidak ada, tidak seperti kau ,kalau aku lebih memilih kuliah dibandingmu kan?”

“Tidak juga…”

“Liar …”

.

.

Sudah 3 hari Taemin berada disana, dan saat nya ia harus pulang esoknya, ia berjanji pada Umma dan Appa Minho untuk kembali, dan juga Key dan Onew. Maka dari itu mereka sedang bersama-sama duduk mengepack semua barang Taemin yang akan siap dibawa pulang. Seharian itu mereka tidak kemanapun, hanya berdua di asrama –tentunya setelah meminta Chansung untuk tidak kembali sejenak, dan Taemin telah berkeliling kampus bersama Minho, melihat Minho latihan, dan bertemu dengan Yoona yang langsung terkejut akan kehadiran Taemin, dan mengetahui bahwa ia telah menikah dengan namja cantik dihadapannya,yang sedang dalam keadaan hamil –anak Minho.

“Ini … “, Minho membawa selimut tebal dan secangkir teh untuk Taemin, mereka duduk di depan jendela kamar Minho, melihat keluar, terlihat samar gunung Fuji dimalam itu dan juga bintang yang bersinar, tidak disangka, hanya dari balik kamar sempit itu, pemadangan bisa terlihat indah, apa karena Minho disisinya? Molla…

Taemin merebahkan kepalanya di pundak Minho, membuat sang suami melingkarkan tangannya di bahunya.

“Gamsahabnida Minho …”, bisik Taemin, melihat kemata Minho dan mengecup bibirnya cepat, “Gamsahabnida sekali lagi karena saat itu kau telah mengangkat ku dari keterpurukan dan kemudian membawa ku kepelukanmu … aku bersyukur, setidaknya, kau menjadi bagian hidupku yang baru setelah itu …”, Taemin membelai wajah Minho. “Nan Haengbokke …”, ia mencium bibir Minho itu lagi, memejamkan matanya, merasakan kelembutan itu sekali lagi.

“Tidak perlu berterima kasih Taemin …”, jelas Minho, “Saat kau menangis dipemakaman saat itu, saat itulah aku ingin memelukmu, dan mengatakan, kau akan bahagia dan baik-baik saja, jika kau bersamaku …”, Minho mengecup kepala Taemin.

.

.

Minho tidak bisa tidur, ia tidak bisa pungkiri bahwa ia tidak bisa hidup tanpa Taemin, meski hanya sebentar lagi dia juga akan kembali, tapi rasanya ia ingin ikut pulang saja. Ia tatap tubuh Taemin yang berada dipelukannya itu, terpancar wajahnya yang bersinar diterpa lampu remangnya kamar, meneliti wajah itu, dan turun ke tulang dadanya yang putih, nafas teratur terlihat disana.

“Mmmmh…” erang Taemin berubah posisi dan memeluk Minho, namum membuat Minho panik sekarang adalah dengkul Taemin yang menyentuh daerah terlarangnya, oke, tidak dipungkiri ketika ia jauh dari Taemin, dan mengalami gejala bernama ‘sexual frustrated’ ia akan melakukan sendiri dikamar mandi, dan itu sangat menyiksanya, dan mungkin itu yang sudah ia bingungkan dalam keadaan ini, sudah dari kemarin ia menahan dirinya, mungkin memang benar, orang hamil terlihat sangat sexy dari biasanya…

“Oh!”, Minho menutup mulutnya ketika tubuh Taemin bergerak dan membuat kakinya mengelus junior Minho lagi dari balik celana. Dammit, Minho tidak bisa lagi, perlaha ia menjauh dari Taemin dan turun mengendap dari kasur kemudian berlari ke arah kamar mandi, so sorry Taemin, i cant handle this … pikir Minho.

.

.

Taemin duduk disalah satu bangku cafe,meneguk susu hangatnya dan sesekali melihat kejam ditangannya, kemudian beralih ke luar jendela, ia tidak habis pikir , untuk apa lagi ia menyanggupi permintaan namja ini? Mereka tidak ada lagi hubungan, tapi, Taemin adalah Taemin, ia tidak bisa menolak ajakan orang lain jika niatnya baik.

“Mianhe, kau menunggu lama?”, Taemin menoleh, melihat namja itu sama seperti dulu, tampan, jika dulu hanya melihatnya saja membuat perutnya seperti banyak kupu-kupu dan wajahnya memerah, namun sekarang, semua tidak ada, biasa saja…

“Neh, gwencana Hyung … silahkan duduk …”, ia tersenyum. “Kau mau pesan apa?”

“Apa saja …”, jawabanya tersenyum, Taemin mengangguk, memesankan segelas frapuchino untuknya sebelum beralih ke arah namja didepannya yang sedang memandang perut Taemin.

“Jadi … apa kabarmu Hyung?”, mulai Taemin,

“Aku baik-baik saja …”, ia melihat ke arah Taemin, “Kalau kau bagaimana dengan kandunganmu?”, tanya nya, Taemin tersenyum, mengelus perutnya.

“Aku baik-baik saja, umma dan appa Minho menjagaku dengan baik, Key Onew Hyung banyak membantu, meski Minho tidak ada disini, tapi semua baik-baik saja …”, jelasnya, namja tampan itu hanya mengangguk dan menatap ke arah Taemin, seperti ingin bertanya sesuatu …

“Kenapa? Kau bukannya ingin berbicara sesuatu padaku?”, tanya Taemin menyelidik. Namja tampan itu mengangguk dan meremas tangannya karena gugup.

“Aku … hanya ingin bertanya, namun aku harap kau jangan marah atau salah paham …”,

“Katakan saja…”

“Mungkin aku seharusnya bertanya tentang hal ini dari awal ketika kudengar kabar kau hamil, apa .. maksudku, apa itu anak dari hubungan kita?”,

Taemin terdiam, ia tahu hal ini pasti dipertanyakan, ia meneguk susunya dan mengelus ke perutnya sendiri, tersenyum pada bayi yang tidak bisa ia lihat itu, memejamkan matanya sejenak ketika merasakan bayi didalam sana menendang perutnya, baru saja ia bertanya hal yang sama dalam batinnya …

“Bukan …”, Taemin mendongak dan memberikan senyuman terindahnya, “Dia bukan anakmu, dia anak Minho …”, Taemin tersenyum …

.

.

Minho turun dari pesawat, keluar dari bandara, tidak disangka, ia merasa sudah lama lagi tidak menginjakan kakinya di negara tercintanya, menghirup udara sedalam-dalamnya dan melihat ke langit, ia memanggil taxi menuju tempat tercintanya, tidak sabar rasanya …

Minho melihat suasana dari balik kaca taxi, bersyukur ia bisa kembali sebelum waktunya, dan terima kasih kepada pihak Jepang yang telah memberikan kompensasi serta ijin yang mudah dalam menyelesaikan program exchangenya.

“Tolong mampir di cafe XXX sebentar ya ahjushi?” membeli segelas susu di cafe itu rasanya tidaklah buruk, Taemin pasti suka, susu disana adalah susu terbaik yang pernah ada.

.

.

“Kau yakin tidak apa? Aku bisa antar …”,

“Nah, tak apa Hyung, aku juga bisa pulang sendiri, jeongmal.”, Taemin tersenyum, Jonghyun berdecak dan mengacak rambut Taemin,

“Hyungg~~”

“Neh neh .. habis kau imut sekali sih.”

“Ya~ masih bisa bilang begitu, kau ini sudah mau menikah Hyung, nanti Sekyung noona cemburu padaku ~ “, Taemin meledeknya, Jonghyun hanya berdecak dan menggenggam tangan Taemin, menata Taemin sama seperti dulu, ia menyesal, menyesal karena pernah berbuat jahat, menyesal karena telah menyakitinya dan masih bisa dimaafkan, ia hanya berharap Taemin hidup bahagia …

“Kau orang terbaik yang pernah kutemui, aku bersyukur kau pernah mencintaiku, aku merasa bersala—“

“Sudahlah Hyung, aku sudah lupakan tentang itu, toh sekarang kita sudah bisa menemukan jalan kita masing-masing kan Hyung? Aku harapa kau bahagia, dan makanya kuharap kau juga doakan aku supaya aku juga bahagia Hyung .. oke?”, Taemin menunjukan senyum-membuat-hati-orang berhentinya.

“Neh, tidak usah kau minta juga aku akan doakan, baiklah, aku harus temui Sekyung, dia mau fitting bajunya, aku antar kau keluar …”

“Neh …”, Taemin berjalan ke luar bersama Jonghyun.

“Jangan lupa kau harus bersama Minho datang kepernikahan ku nanti … oke?” Jonghyun mengedipkan matanya, “Dan juga bayi itu … aku rasa dia sebentar lagi lahirkan?”

Taemin mengangguk, ‘Mungkin tinggal menghitung hari ?”. ia tersenyum.

“Oh, ada lagi …”, Jonghyun menggaruk kepalanya, “Bisakah aku sapa anakmu?”, tanya Jonghyun, Taemin terbelalak, ia terkekeh dan mengangguk.

Jonghyun membungkuk sejenak dan mengelusnya perlahan, ia membentuk ‘O’ dimulutnya, “Omo, ini besar sekali … dan …keras…omo…”, ia bergumam seperti itu, “Hmm… siapapun namamu nanti, annyeong, aku Jonghyun, aku harap kau lahir selamat dan jadi anak yang cantik dan juga baik seperti ummamu, dan jadi anak yang kuat serta berani seperti appamu Minho … ahjushi minta maaf neh kalau pernah berbuat salah pada ummamu? Neh? Dimaafkan? Good~~”,

“Ahjushi??”, sindir Taemin tertawa, Jonghyun ikut tertawa dan berpamitan sebelum melambai dan masuk kedalam mobilnya.

Setelah Jonghyun pergi, Taemin melihat ke arah lain, sepertinya ia tadi melihat … ia mengangkat bahunya dan mungkin itu hanya khayalannya saja. Ia menjilat bibirnya, tiba-tiba ingin makan samgyupsal …

.

.

Taemin turun dari taxi setelah membayar nya, merapatkan mantelnya, angin dingin sekali, ia berharap tidak kena marah oleh umma dan appanya karena ia berjanji akan pulang sebelum malam, namun jam sudah menunjukan jam 7 dan waktunya makan malam, semoga alasan ia sudah makan diluar dan ia tiba-tiba mengidam makan samgupsal bisa dimaafkan.

TING NONG

Taemin menunggu, namun pintu tidak juga dibuka, ia melihat kesamping rumah, lampu ruang tamu tidak menyala, itu artinya tidak ada orang dirumah. Dan berusaha mengintip ke halaman, benar, mobil mereka sudah tidak ada, pasti mereka pergi. Ia merogoh tas jinjingnya dan mengambil kunci cadangan, masuk dengan tergesa-gesa karena udara dingin.

Ia melepas sepatunya dan jalan merambat ditembok, kenapa semua lampu dibiarkan mati? Ia memutuskan untuk menuju kamarnya yang sudah diganti jadi dibawah karena Heechul khawatir jika melihat Taemin harus naik turun tangga dalam keadaan hamil, dan dengan alasan memperkecil resiko maka itu dilakukan …

Ia membuka pintu dan masuk kedalam, namun ia dikejutkan ketika pintu kamarnya tertutup sendiri, ia berbalik dan siap berteriak ketika sebuah figur menariknya kedalam pelukan.

“I miss you!”, bisiknya, Taemin mengedipkan matanya, sosok itu melepas pelukan dan mencium bibirnya dengan lembut, membelai pipinya sayang , melumat bibirnya dengan lembut sambil mengelus pipinya.

“Hmm …”, Taemin mendesah ketika ciuman itu semakin membuatnya kewalahan, ketika bibirnya menghisapnya lebih ganas dan menelusupkan lidahnya kedalam rongga mulutnya. Sosok itu merendahkan tubuhnya dan membopong nya ke kasur Taemin, meletakan Taemin perlahan di atas kasur, menahan tubuhnya dengan sikunya yang ia tumpu sambil menahan kedua tangan Taemin, mencium Taemin tiada henti, menghisap lidah itu kedalam mulutnya.

“Hmm…mmh…hh…”, desah Taemin, sosok itu menyudahi ciumannya, air liur menjulur dari lidah dan bibir Taemin yang bengkak karena dicium olehnya, Taemin bisa lihat sosok itu menyengir sebelum sosok itu memasukan tangannya ke dalam kaos longgar Taemin, sosok itu mencium telinga Taemin , mengigitinya dan mengulumnya, membuat Taemin bergelinjang.

“Mmm—minho…” sosok itu menyengir,

“Neh baby…”, bisiknya mencium rahang Taemin, turun ke jakunnya, mengemutnya sesaat dan mencium lehernya, tangan Taemin dengan mulus bermain dirambut coklat sosok itu, memiringkan kepalanya bermaksud memberikan akses padanya …

“Kenapa kau biarkan Jonghyun membelai perut mu?”, Taemin terbelalak…

“T-tidak …itu …mmhmm…”, Taemin mengeluarkan air matanya, entah kenapa? Ia rindu pelukan dan juga sentuhan Minho, Minho yang mendengar isakan itu mendongak, ia mengecup aliran air mata itu dan turun lagi bermain di nipple Taemin.

“Ah, Minho!”

“Sssh … kau tahu, aku cemburu … seharusnya, aku yang menyentuh mu dan aegya disaat aku pulang, aku marah karena didahului oleh Jonghyun..”,

“Aah …i-itu …mmh…AH, k-kau kan…mm..sudah, ah, per—nah..menyen—mm—tuhnya…”, desah Taemin disela ucapannya ketika Minho bermain di nipplenya, menyusu layaknya anak kecil.

“Jeongmal? Tapi aku appanya…”, Minho menurunkan tangannya kebalik celana jegging Taemin yang sengaja dipakai untuk menyesuaikan bentuk perutnya.

“A—andwe ..j-jangan disitu …mmh…Minho …mianhe…”, desah Taemin berusaha mendorong tangan Minho, meski ruangan begitu gelap, namun ia bisa lihat Minho tersenyum puas.

“Oh, andwe? Jeongmal? Tapi … tubuhmu tidak berkata begitu …?”,Minho terkekeh, dan mencium pipi Taemin, Taemin menggeleng,

“N-no ..Minho … nae aegya…”

“Nae aegya tidak keberatan …”.Minho menurunkan ciumannya ke perut Taemin, dan bermain di pusarnya, sambil tangan nya sudah meremas member Taemin naik turun.

“Ah…ah…mmmh…M-minho…please…”

“Please what?” ledek Minho, “Do more? Or no more?”ucap Minho diujung member Taemin, membuat Taemin geli dan secara reflek mengangkat pinggulnya, Minho berdecak, ia melepas member Taemin dan terduduk bersandar dibahu tampat tidur samping Taemin, membuat Taemin sedikit kecewa namun lega.

“Do me …”, Minho menarik tangan Taemin, Taemin mengerti, ia bangkit dan menatap mata Minho yang terlihat dari sinar lampu taman, betapa ia rindu pada tatapan dan pelukan Minho.

Minho membawanya duduk di atas pahanya dan mencium kening Taemin, hidung, “i love you so much baby…”, bisiknya sebelum mencium bibir Taemin,

“I love you too…” Taemin tersenyum dan menurunkan tubuhnya, membuka belt Minho dan mengeluarkan membernya, Taemin menjilat bibirnya sendiri dan mencium pucuk kepala member Minho, ia melirik ke arah Minho yang mengigit bibirnya, dan ia menjulurkan lidahnya, menjilat lubang pee nya.

“Ugh …Taemin …”Minho membelai kepala Taemin, Taemin tersenyum, menjilat member Minho sampai dasar, dan mengemut bagian twinballnya, Taemin suka mendengar desahan Minho, berarti ia lakukan yang benar.

Ia kembali ke atas dan mencium pucuknya lagi, kemudian mengocoknya sejenak, ‘Mmh…Hyung, kalau aku tidak ada, apa kau disana lakukan ini sendiri?”

“Hmm…ani..aku minta bantuan …”

“Mwo?!!”, Taemin sejenak matanya langsung berair, Minho berdecak dan membelai kepalanya,

“Well, mmm…dengan foto mu…’,

Taemin menganga, “Hyung pervert!”

“Sexual Frustrated tepatnya…” Taemin terkekeh, ia mengulum member Minho pucuknya saja, dan melepasnya dengan bunyi plop. Kemudian memasukan nya lagi dan mendorong kepalanya masuk seiring dengan hisapannya, susah payah Minho menahan untuk tidak menggerakan pinggulnya, karena gerakan Taemin yang melembat, Taemin melonggarkan tenggorokannya dan menghisap member Minho lebih dalam.

“T-Taemin …mmhm…”, Minho meremas kepala Taemin, Taemin melepasnya dan mengurut member Minho ke atas, dan bermain diujungnya dengan jempolnya. “T-taemin..a-aku…”

Taemin menaruh kepalanya lagi ke member Minho dan menghisapnya lebih cepat, sebelum Minho mendorong kepala Taemin dan mengeluarkan spermanya kewajah Taemin, Taemin tersenyum, menjilati tangannya dan tersenyum pada Minho.

Naik ke atas Minho , menciumnya dan bersandar di dada bidang Minho yang jantungnya berdetak cepat. “Welcome Home …”

“Neh … i love you…” Minho mencium pucuk kepala Taemin.

.

.

Taemin terbangun dengan kepala pusing, ia mengangkat tubuhnya, masih terlalu pagi jika ia membangunkan Minho, ia hanya butuh segelas air putih saja dan kembali tidur.

Dengan perlahan ia bangkit dari kasur, memegangi belakang pinggulnya, serasa ngilu dan juga mulas. Ia menarik nafas 3 kali, seperti yang seringdi ajarkan oleh Heechul jika ia selalu merasa cemas.

Dengan perlahan ia berjalan ke dapur, mengambil gelas dan menuang air hangat kedalamnya, setelah merasa rasa dehidrasinya menghilang ia berbalik menuju kamar, namun baru samai diambang pintu ia memegang perutnya, nafasnya tersengal, pandangannya kabur dan ia mulai panik … ia melihat Minho yang pulas didepannya.

“Minho…”, desisnya berusaha menahan tubuhnya… “Minho …”, panggilnya lagi lebih keras, namun ia tidak tahan, ia terduduk di lantai menatap Minho. “M-minhoo…”. ia kencangkan lagi dengan nafas tersengal.

Minho membuka matanya sedikit melihat sinar dari balik pintu, dan melihat sosok di ambang pintu menangis menatapnya. ‘TAEMIN!!”,

Cut!!

SORRY FOR MANY MISS TYPO!

Nyehehehe~ … kalau ada yang mau tanya apakah dia selamat? Apakah bayinya selamat? Gue pastikan ini happyend + Epilog!
Kapan updatenya? Tergantung mood dan kesempatan gue aja!LOL
Mianhe lama, but please di komen, gue udah luangin waktu gue nih…*curhat

Oke, see ya…

Advertisements

142 thoughts on “[2min/mpreg] Take me in your arms – part 6 of 7

  1. yaampun kaaaaa cut nya ngga pasbgttt!
    akhirnya minho pulang.
    jiaelahhh si minho pake cemburu ama jjong. tenang aja ho, jjong udh mau kawin noh ama tante(?) sekyung
    oke lagi lagia bagian nc nya saya hanya bisa cengo._. rada ngga ngerti sih hehe
    i…itu tae mau melahirkan? huweeeee mau lanjutlah pokonya!

  2. demi apa nie tbc ganggu banget ><
    #tendang tbc
    awal2 udh senyum2 gag jelas gara2 2min manisnya gag ketulungan
    tapi malah akhrnya kerasa lge..
    ahhh moga taemin gagpapa

  3. Ulalalala ini part bkin gerahhhhh.gkgkgk
    Itu si yonna pasti naksir abang ming, modus banget. Ahhhhh apa taeby sdh wktx?! Aduh smg smw brjln lancar, taeby dan babyx slmt. Amiennnn

    Sukaaaaa ini, sangat sukaaaaaa^-^

  4. wuutt?? taemin kenapa?? asli yah bacanya bikin nyengir sendiri xD asli minho pervert banget, dasar kodok mesum *digamparming
    pokoknya seru banget deh beneran, kadang bikin ngakak kadang bikin irii — ugh.. asli iri sama taem kkkk~ xD

  5. taemin kenapa itu???
    padahal minho baru aja pulang
    aiisshh,jjong telat bgt kalo tanya itu k taemin yang mau lahiran ><

  6. ughh so sweet >< Taeminnya nekat nih ㅋㅋ pertemuan yang manis … akhirnya minho pulang .. tapi taeminnya kenapa itu ㅠㅠ

  7. sumpahhhhh,,, udah deg2an pas ming singgah ke cafe itu,,
    takutnya dia bakalan marah dan mikir yg ngga2 ma taemin,
    ngga taunya pas tae pulang dia malah ngajakin nc an..
    itu tae knpa??
    udah mau ngelahirinkah??
    ohh semoga baik2 saja

  8. Halah yoona pake ngerayi sgala kaga mempaaaann…
    Taeby nekat amat sih saking ngebet ktmu nampyeon n finally minhonya jg plng kn.
    Lanjut ah ga sbr pngn tau endingnyaaaa

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s