[2Min|1shoot] I Know You so Well


Foreword :

Judul ngasal, cerita juga ngasal. Habis, cerita ini selalu saja muncul secara random di otakku. Nih ff dah lama ada di flashdisk dan baru tahu waktu aku mau ngerjain tugasku. Ok, met baca semua. Jangan lupa kasih komentar anda.

***

“Kyaaaa,,,,Choi Minho.”

“Aigoooo,,,,Tampan sekali dia.”

Begitulah suara teriakan semua yeoja-yeoja yang ada di sekolah, ketika melihat pangeran mereka Choi Minho. Huh, apa menariknya si namja bermata belo yang suka jahil itu? Aku mengacak semua isi lokerku untuk mencari-cari buku komikku. Tiba-tiba

“Saranghe,” bisik seseorang dari belakangku.

Ku hentikan sejenak kegiatanku mengacak isi loker dan mulai mencari siapa orang itu. Aku hanya tersenyum kecil saat tahu siapa orang itu. Dia adalah Choi Minho yang merupakan namjachingu rahasiaku.

Kalian tahu? Minho adalah orang yang populer di sekolah ini. Bayangkan saja, dua ekskul yang dia ikuti dan semuanya dia yang memimpin. Wow. Sedangkan aku, Lee Taemin, yeoja cupu, membosankan, tidak asyik, perstasi juga pas-pasan, hobi baca novel dan komik fantasy, suka buat sesuatu yang aneh, tapi bermanfaat. Beda jauhkan?

Kenapa aku bisa pacarang dengan si populer itu? Aku juga tidak tahu. Kalian tahu, dia adalah seorang Play boy play boy. Setiap bulan selalu saja gonta-ganti pacar. Namun, beda denganku, walaupun dia sering gonta-ganti pacar, kami tetap saja pacaran walau secara RAHASIA. Catat RAHASIA.

 

Dulu pernah, Minho mamerin aku jadi pacarnya, tapi Cuma sebentar, karena para fans-nya sudah pada nyiksa aku? Karena Minho nggak mau aku terluka seujung rambut pun. Kami mutusin untuk pacaran secara rahasia tanpa ada yang mengetahuinya. Yah, ini demi keselamatanku juga sih. Makanya semua siswa-siswi yang ada disini menganggap aku dan Minho sudah putus, hahaha, padahalkan nggak? Kami suka sms-an, chattingan, atau ketemuan di taman belakang sekolah saat jam istirahat. Ok back to story.

Setelah Minho mengucapkan itu, aku segera mengeluarkan hp touch ku dan mengetikkan kata ‘Nado Saranghe hyung ♥’. Dan mengirimnya ke Minho-oppa. Lalu melanjutkan mengacak isi loker yang sudah tak karuan lagi bentuknya. Hah, kalau sampai Key-eoni tahu, aku pasti dikasih ceramah yang sangat panjaaaang.

Sudah beberapa menit berlalu dan pelajaran akan segera dimulai. Hah, dimana komik One Pieceku? Padahal aku beli dengan hasil keringat dan darahku. Shit, lima menit lagi sudah bel masuk. Hah, mending aku rapihin aja dulu semua terus ke kelas. Segera aku rapikan loker yang tadi berantakan. Tepat ketika bel berbunyi semua sudah beres dan aku segera berlari menuju kelas.

Ketika sampai di kelas, aku melihat komik one pieceku tergeletak di atas meja. Dan seorang namja berambut mirip dino itu melambai padaku. Gerak bibirnya berkata kalau ia berterima kasih atas komiknya. Hah, dasar pabo. Segera saja, aku lempar dia dengan kotak pensil Jino teman sebangkuku kepadanya. Ku lihat Jino kaget dengan aksiku yang secara tiba-tiba itu. Huh, dasar Dino pabo. Aku heran, kenapa Jino bisa menyukainya ya? Au ah, itulah cinta.

***

Akhirnya pelajaran selesai juga. Aku suka sekali pelajaran terakhir yaitu kesenian. Dan materinya adalah dance. Hah, aku lega sekali karena aku bisa dance dengan lincahnya. Hah, aku jadi ingat saat pertama aku bertemu dengan Minho-oppa. Ini, semua karena dance dan hujan.

Flashback

Author P.O.V

Seorang namja tengah melamun di depan pintu sekolahnya, matanya menatap hujan yang entah kapan akan berhenti. Namun, hal itu segera saja teralihkan ketika ia melihat seseorang tengah basah-basahan di bawah hujan. Dia terkejut saat mengetahui kalau orang itu sedang suffle dance di bawah guyuran hujan.

Beberapa menit berlalu, dia terus melihat orang itu dance di bawah guyuran hujan. Karena khawatir kalau orang itu akan kedinginan, segera saja ia menghampirinya. Betapa terkejutnya ia, kalau orang itu adalah seorang yeoja yang selama ini ia anggap membosankan.

“Hai,” sapanya.

Yeoja itu berhenti menari dan menatap namja yang ada di depannya. “Hai, Annyeong, kenapa kau belum pulang?” tanyanya.

“Kau sendiri, kenapa belum pulang? Malah hujan-hujanan?” namja itu balik bertanya.

“Aku suka hujan apalagi menari di bawahnya,” sahutnya sambil merentangkan tangannya. Membuat si namja harus menahan nafasnya karena pakaian si yeoja itu basah sehingga menampakkan lekuk indah tubuhnya.

“Errr….siapa namamu? Choneun Choi Minho imnida,” sapa namja itu sambil membunguk.

“Chonenun Lee Taemin, nice to meet you Minho,”sahut Taemin lalu pergi begitu saja.

Nah, Lee Taemin, aku akan menjadikanmu milikku. Kau buatku saja. Jangan untuk yang lain.

Flashback END

Taemin P.O.V

Sejak kecil aku suka sekali dance sampai-sampai aku dijuluki princess dancer. Aku merahasiakan ini semua dari teman-temanku. Makanya tadi mereka terkejut saat pelajaran tadi. Hey, tuhan itu maha adil tahu. Dibalik kekuarangan masih ada kelebihan kan? Manusia itu sempurna, tapi tidak sesempurna tuhan yang maha sempurna.

Kruyuuuk…

Aigooo, perut lapar nih. Makan ramen dulu ah, baru pulang.

Aku masuk ke kedai ramen, Eunhyuk-ahjussi yang sudah menjadi langgananku. Aku memesan ramen dengan kuah miso. Hmm, yummy. Saat sedang asyik-asyiknya makan. Tiba-tiba ada seseorang yang menutup mataku.

“Hyaa,,,Hinho-hoppa hangang hihu….” teriakku dengan nada yang tak jelas karena ramen yang ku makan belum kutelan.

“Mwo? Kau ngomong apa sih, Minie?” tanya Minho oppa sambil menyentil hidungku.

“Oppa sih, mengganggu acara makanku? Aku kan lapar sangat >0<?” ku kerucutkan bibirku. Minho oppa tertawa melihatku seperti itu.

“Kau lucu sekali sih? Hiiiiiih, jadi gemes deh,” dia mencubit pipiku gemas.

Sepanjang aku makan Minho-oppa tak henti-hentinya menggodaku. Dasar, aku heran kenapa orang ini banyak yang suka sih? Eh, aku kan juga suka? Ah, beda, aku tidak suka Minho-oppa, tapi aku sangat mencintainya >\\\<.

“Huh? Taemin, pipi merah, apa kau sakit? Atau…hehehe,” Minho-oppa nyengir tidak jelas.

“Apaan sih? Sudah, dimakan ramennya ntar Eunhyuk-ahjussi marah lho!” omelku, berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Yes, princess,” kata Minho.

Chuu~

Mwo? Minho-oppa mengecup bibirku? Walau hanya sekilas, ini bisa membuatku malu. Segera kualihkan pandanganku. Tiba-tiba mataku menangkap seseorang dengan seragam sekolah yang sama denganku. Ah, mungkin hanya halusinasiku saja.

***

“Hey, ada seorang pembohong disini,” bisik salah satu yeoja sambil melirik ke arahku. Ada apa ini? Kenapa ketika aku masuk, banyak sekali siswi yang memandangku aneh? Dan sekarang, bilang kalau aku ini pembohong.

Tanpa memedulikan yeoja-yeoja itu, aku terus berjalan menuju kelas. Dan duduk disana sambil membaca komik one piece favoritku.

Brukkk

Aku jatuh dari kursi. Dan lihat, siapa yang menabrkku, siapa lagi kalau bukan Key-eoni.

“Ah, Mianhe Taemin-ah. Kau dalam bahaya sekaraaaang,” hebohnya sambil mengguncang-guncang tubuhku hingga kepalaku pusing.

“Wae?” sahutku memegang kepalaku yang berdenyut.

“Kemarin kau bersama Minho kan? Banyak sekali fans Minho dengan kedekatan kalian yang tidak biasa itu,” jelasnya membuatku semakin bingung.

“Maksudmu apa?” tanyaku bingung.

Jino mengeluarkan sebuah artikel dari bawah bangkunya dan menunjukkannya padaku. Terlihat, foto Minho yang sedang mengecup bibirku kemarin. Jadi, benar apa yang aku lihat kemarin? Cih, licik sekali dia.

“Gwenchana, akan aku hadapi ini, aku harus menjelaskan kesalah pahaman ini pada mereka,” sahutku membuat Key dan Jino terkejut.

“Mwo? Caranya?” tanya mereka bersamaan.

“Hahaha, kalian lupa identitas rahasiaku?” jawabku sambil mengeluarkan netbook yang selalu kubawa kemana-mana.

“Jangan-jangan….” Jino dan Key saling pandang.

“Ne, akan aku matikan jaringan orang yang telah menyebarkannya,” bisikku pada mereka.

Segera saja aku  beraksi. Ku ketik kode-kode komputer dan nama software yang mereka sama sekali tidak mengerti. Yah, inilah keahlianku yang lain adalah menyusup ke jarinngan yang lain. Bisa dibilang aku seorang hacker yang masih belajar atau mungkin tidak. Hahaha.

“Hah, laptop ku tiba-tiba mati, eotokhae?” keluh salah seorang yeoja bernama Yuri. Ternyata pelakunya adalah Yuri, pacar Minho dua bulan ini.

Hahaha, rasakan itu. Sudah ah, mending aku baca komik lagi.

Pluk

Tiba-tiba ada orang yang melempariku telur. Hmm, telur busuk lagi. Woi, ini sekolah, tempat untuk belajar bukan untuk pacaran.

“Dasar, cupu jelek, beraninya kau merebut Minho dari Yuri, eoh?”

“Kau kan sudah putus dengan Minho-oppa?”

Protes mereka sambil terus melempariku telur dan tomat busuk.

***

Author P.O.V

Taemin tidak diberi kesempatan untuk menjawab. Dia terus menghindari serangan telur dari teman-temannya. Tiba-tiba saja ada seseorang yang menamenginya dari serangan itu.

“Hei, ini sekolah tempat belajar, bukan tempat menyiksa teman, arra?” marahnya dan membuat kerumunan itu membubarkan diri.

Orang itu memandang Taemin yang sudah mulai mengeluarkan butiran air mata,.

“Gwenchana, mereka sudah bubar, kau tak perlu takut,” hiburnya memeluk Taemin.

“Huhuhu, aku tidak menangis karena itu, tapi komik one pieceku hancur karena mereka semua huhuhu,” isak Taemin memungut komiknya yang memang dalam keadaan hancur.

Tanda tanya besar ada di kepala orang itu. Dia tersenyum, “Bagaimana kalau nanti kita beli bersama-sama?” tawarnya.

“Jeongmal? Siapa namamu?” tanya Taemin.

“Ne, ah iya, kita belum kenalan. Aku Shim Changmin, kau pasti Lee Taemin,” jawabnya mengelus puncak kepala Taemin.

“Ne, gomawo atas tadi dan komiknya, oppa boleh tidak aku pinjam baju di ruang OSIS? Aku tidak bawa baju ganti?” tanya Taemin lagi.

“Boleh, kajja, aku ambilakan seragam sementara untukmu,” ajak Changmin menggandeng tangan Taemin menuju ruang OSIS. Yup, dia adalah ketua OSIS.

Tanpa mereka sadari, seseorang memerhatikan gerak-gerik mereka dengan geram. “awas saja kau, Lee Taemin, aku akan menjadikanmu milikku,”gumamnya.

***

Minho P.O.V

Setelah hari itu. Changmin dan Taemin selalu bersama. Hal itu membuatku merasa panas. Rasa cemburu telah menguras hatiku. Setelah peristiwa itu, aku putuskan hubunganku dengan Yuri. Sampai sekarang aku tidak memiliki pacar lagi.

Saat ini Onew-hyung mengadakan pesta untuk merayakan hari ulang tahunnya. Tentu saja aku diundang olehnya. Dan tentu saja ada Taemin yang memang dongsaengnya. Kalian tahu, sekarang dia bersama dengan namja itu. Berdansa sambil bercanda ria.

“Huh, sepertinya ada yang panas nih,” ejek Onew-hyung ketika melihat mataku tidak beralih pada Taemin.

“Lihat saja, Hyung aku tidak akan menyerah,” semangatku.

“Fighting Minho,” teriak Key yang langsung diseret oleh Onew-hyung kesuatu tempat. Dasar pasangan pervert.

Aku memutuskan untuk berbaur di dalam pesta. Seperti biasa banyak yeoja yang menghampiriku, tapi aku mengobrol dengan Taecyeon teman lamaku dulu.

Setelah pesta berakhir. Semua orang telah pulang termasuk Changmin. Ku hampiri Taemin yang sedang memandangi bintang di halam belakang rumahnya.

“Dor…!” kejutku menepuk punggungnya.

“Hyung bikin kaget saja,,,” sahut Taemin memukulku kecil. Aku hanya tertawa kecil.

Ku hentikan pukulannya. Dan menatapnya sangat lekat. Dia ikut memandangku. Tatapan kami bertemu. Seperti tersengat listrik. Dan entah keberanian dari mana. Ku dekatkan wajahku padaku.

10 cm

5 cm

3 cm

1cm

aku mulai merasakan deruan nafasnya. Dan

chu~

Kucium bibirnya yang menggoda. Ku lihat Taemin mulai membalasku. Dia meletakkan tangannya di leherku. Ku letakkan tanganku di pinggang rampimnya untuk memperdalam ciuman kami yang berubah menjadi ganas. Tiba-tiba

Ctik…!

Taman yang tadi biasa-biasa saja menjadi terang benderang. Segera saja Taemin melepas ciuman kami. Kulihat wajahnya memerah. Onew-hyung mendekat ke arah kami. Dan apa itu? Umma dan appa juga ada?

“Nah, teman-teman sekalian, selain acara ulang tahunku, hari ini adalah hari pertunangan Taemin dan Minho,” umum Onew-hyung sambil menyerahkan cincin pertunangan untuk kami.

“Oppaaaa…..” manja Taemin memanggil Onew.

“Wae? Oh iya, dilarang keras membully nae dongsaeng, kalau sampai membully-nya lagi, awas saja kalian,” ancam Onew-hyung sambil menunjukkan tatapn mautnya yang membuat  orang-orang yang membenci Taemin takut.

“Minho, cepat pakaikan cincin itu, atau kau mau Taemin jadi tuanganku?” kata Changmin sembari memeluk Taemin.

“Sirheo, Taemin is MINE,” marahku lalu memasang cincin tunangan di jari manis Taemin.

“Hahaha, ada yang marah,” tawanya.

Taemin memakaikan cincin ke jari manisku. Dan kami resmi bertunangan. Yah, walau hanya tunangan. Yang penting aku bahagia. Saranghae Lee Taemin

***

Taemin P.O.V

Aku bahagia. Sekarang aku sudah menjadi tunagan Minho-oppa, tapi aku sedikit risih karena ia selalu menempel padaku. Huh, dasar.   Onew-oppa juga, kenapa menyuruh aku dan Minho-oppa tinggal bersama? Aku kan bukan seperti dirinya yang memang tinggal bersama Key-eoni.

Tidak apalah. Ini akan melatihku untuk menjadi yeoja yang mandiri. Tapi tidak sampai aku dan Minho-oppa sekamar dong? Hah, dasar Onew-oppa. Kalau aku kenapa-kenapa gimana? Seperti kemarin, Minho-oppa hampir saja menyerangku dan hal itu membuatku menangis karena takut. Wajah Minho-oppa seperti monster yang kelaparan.

Sejak saat itu, Minho-oppa selalu melakukannya di kamar mandi sendirian? Hah, apa aku membosankan? Aku ingin Minho-oppa bahagia.

Malamnya, setelah makan malam. Kami mengerjakan tugas masing-masing di ruang tengah. Sesekali Minho-oppa mengajariku menyelesaikan soal Kimia yang merumitkan. Maklum, keahlianku adalah ilmu Biologi dan Fisika saja. Aku lemah pada pelajaran Kimia. Sedangkan Minho-oppa pemenang medali emas di olimpiade Kimia tingkat internasional.

Setelah belajar, kami gosok gigi bersama di kamar mandi. Ini sudah kebiasaan kami. Aku menggosok gigi Minho-oppa begitu juga sebaliknya.

Ketika akan tidur. Minho-oppa meletakkan guling di tengah-tengah sebagai sekat supaya dia tidak menyerangku katanya. Kali ini kubuang guling tersebut, lalu ku peluk Minho-oppa dari belakang.

“Minie, jangan seperti ini nanti aku menyerangmu lho!” Minho-oppa memperingatkanku. Hihihi, dia bahkan masih membelakangiku.

“Hihihi, biarkan saja, oppa menyerangku,” kataku.

Minho-oppa berbalik menatapku. “Jjinja? Jadi aku boleh…” riangnya.

Ku anggukkan kepalaku, “tapi oppa harus pakai pengaman, aku tidak mau masa depanku hancur karena oppa,” ancamku.

Segera saja Minho oppa melesat ke arah lemari pakaiannnya dan mengeluarkan sekantung kondom. Aigoo, begitu semanagtnya dia.

Diletakkannya kondom itu di meja kecil dekat ranjang, lalu menindihku.

“You are mine, Taeminie,” ucapnya. Lalu kami saling berciuman.

Malam ini, tubuh kami bersatu. Tapi sebelum Minho-oppa memasuki tubuhku, dia memakai pengaman dulu. Huh, sakit sekali rasanya, namun nikmat diakhirnya. Inilah cinta kami. Semua bila dilakukan dengan cinta akan bahagia.

“Saranghae, Taemin,” kata Minho lalu berbaring di sebelahku setelah menyatukan tubuh kami.

“Nado saranghae, Minho,” sahutku, kemudian kami terlelap sambil berpelukan hangat.

END

Hahaha, NC nya aku skipp. Aku gak tega nulis NC. Oh, iya aku minta tolong buat para reader semua. Tolong doain temenku supaya cepat sembuh. Sabtu kemaren dia baru saja diserempet truk dan terseret sejauh 30 meter. 2 hari masuk ruang I.C.U. dan tadi baru saja sadar, tapi lukanya sangat parah. Mulai kaki bagian kiri sampai dada bagian kirinya luka. Tolong doain temenku ya? Gomawo. Mohon doa dan komennya ya?

46 thoughts on “[2Min|1shoot] I Know You so Well

  1. akhirnya mereka bahagia juga … yeoja” centil tu sewot banget sech low taemin pacarnya minho .. pake buly” segala lagi … pie untung ajha taeminnya msh bertahan gag ninggalin minho gara” fansnya

  2. apa yaaaa…..
    alurnya ga kecepetan nih???
    kok rada ga dapet feel yaa? hhmmm
    dan ini taemin yeoja kan?? kok kadang dia manggil minho ‘hyung’?
    kan jd bingung sih -_- hhhmmm

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s