[TRAGEDY/2MIN/ PART 3 of 4]


CAST : TAEMIN , MINHO

SUPPORT CAST : HEECHUL, SIWON

AUTHOR : EternalonkeYua <== trademark gue sekarang

GENRE : SAD ROMANCE, ANGST, LIFE, YAOI

FOREWORD

*sujud syukur*

maaf!lama update! dan makasih kalo masih mau baca u_u

ini ga jadi end.. maaf (lagi) ini 6274 word loh sumpah mau di end in tapi  ini aja udah kepanjangan.

part ini gaje, ga bagus abal ah entahlah~ saya sekarang pasrah yah~

lagi – lagi im not good for writting  angst *bow*

jadi saya memutuskan part selanjutnya lah end <<= SERIUS

maaf buat yang nungguin lama, apalagi mengharap NC, aku ga tau.. kayaknya bakal aneh kalo ad NC, still im not good to for NC =_=a

BUAT AUTHOR YANG NGUTANG EP EP SAMA GUE, KUTUNGGU JANDAMU (?) EH KUTUNGGU EP EP MU *glare tiga orang*

sorry misstypo~ gw begadang cuy~

WARNING

NO BASH

NO PLAGIARSM

NO KETIDURAN  u__u

photo by : pupud

Previous Part

Part 1

Part2

“hhmm…”  lenguhan lolos dari mulut Taemin saat bibir tebalMinhomembelai bibirnya, memainkannya, tersenyum disela ciuman mereka.

Tes..

Apa ini? lengket? dan aneh? Minho membuka kedua matanya dan melihat darah segar mengalir dari hidung Taemin.

BUGH

Taemin mendorongMinhodan menutup hidungnya dengan telapak tangannya dan bersiap berlari.

SRET

Minho menarik Taemin dan menarik tangan Taemin yang menutupi hidungnya.

”Kau kenapa? ayo ke rumah sakit!” Minho memegang kening Taemin dan memang suhu tubunya dirasa agak demam.

Ah~! sial! kenapa harus disaat seperti ini, tidak! aku tidak bisa ke rumah sakit!

Taemin menggeleng kencang mengisyaratkan ia tidak mau dibawa ke rumah sakit. Minho masih menatap Taemin intens, jelas sekali raut wajah khawatirnya.

”Aku tidak apa – apa, sungguh~ ” Taemin menggerakkan tangannya. dan berusaha tersenyum sebaik mungkin, lebih baik Minho tidak tahu, pikir Taemin saat itu.

Minho menarik tangan Taemin dan menghapus darah Taemin dengan sapu tangannya lalu Minho menatap dalam mata Taemin mencari kejujurannya, sungguh ia sangat khawatir saat ini.

”Yasudah ayo kita masuk, mungkin karena udara terlalu dingin kau menjadi seperti ini”

Minho mengangkat tubuh ringan Taemin dengan bridal style, meski Taemin sekuat tenaga memberontak, hey! ini memalukan! Jika ada yang lihat bagaimana hah?

”Berhentilah keras kepala di ulang tahunku ini, Lee Taemin” nada Minho sangat serius. Oke  baru kali ini ia menyebut nama panjang Taemin, bisa dikatakan saat ini Minho sangat serius dan.. Taemin tidak sadarkah kau, Ice Prince ini sangat mengkhawatirkanmu?

 

Maafkan aku hyung~

.

.

.

”Taemin!!” umma Taemin yang tidak lain adalah Heechul mendekati Minho yang mengendong Taemin. Heechul tampak pucat melihat keadaan putranya yang lemah, sudah ia tebak pasti akan seperti ini.

Bisa dilihat sekarang dengan keadaan Taemin yang pucat pasi, sudah tidak ada lagi pipi merona merah itu, bibirnya pun membiru seperti menahan sakit.

Taemin merasakan perutnya sakit,nyeri seperti terkena sengatan listrik tegangan tinggi yang bisa membuatmu mati. Bahkan irama nafasnya tidak teratur.

SRET

Taemin ditidurkan di sofa panjang ruang tamu, pesta ulang tahun Minho mendadak dibubarkan, entahlah Minho tidak peduli lagi, yang ia pikirkan sekarang hanya Taemin.

”Taemin~ah gwenchana? kita ke rumah sakit ne?”

Umma~ please aku mohon~

 

Taemin mencengkeram lengan umma nya sambil menggeleng pelan dan tersenyum, memohon dengan sorotan matanya, ia tidak mau ke rumah sakit! ia tidak mau Minho mengetahui keadaannya.

”Aku juga sudah membujuknya, tapi kenapa dia ini keras kepala sekali sih?” Minho duduk disamping Taemin bermaksud mengusap kepala Taemin, meskipun jauh dalam hatinya ia lah yang paling khawatir saat ini.

 

Plak’

Tiba – tiba saja Heechul menepis tangan Minho, lalu menarik tubuh lemah Taemin untuk duduk.

”Minho~ cukup.. jangan temui Taemin lagi mulai detik ini…”

Seperti disambar petir di siang yang cerah.Minhohanya bisa membulatkan mulutnya dan belum ia mengucapkan sepatah kata..

“Aku pikir kau mengerti bahasa manusia Minho…”

”Ta-tapi, wae?”

SRET

Lengan kekar Siwon menarik lengan Minho dan menahannya, ”Chullie bawalah Taemin pulang, diluar ada supirku, dia akan mengantarmu..” tegas Siwon.

Taemin memiringkan kepalanya bingung dan tatapan matanya tidak lepas dari sang umma yang tidak biasanya bersikap sekasar ini, aneh sekali,pikirnya.

”Andwe~! Taemin~! Ahjumma~! jelaskan padaku, agh~!brengsek lepaskan!!!” Minho meronta – ronta dalam dekapan Siwon yang menahannya agar tidak mengejar Taemin. Lalu dengan satu instruksi pengawal atau bisa disebut bodyguard Siwon datang untuk membantunya membawa Minho ke kamar.

Taemin hanya bisa menuruti umma ya meski banyak tanda tanya dikepalanya saat ini, ia berjalan lemah masih menoleh menatap Minho. Ani, mereka berdua saling melemparkan tatapan itu, lalu Minho menggerakkan bibirnya, berkata ”Saranghae….”

Taemin melemparkan senyuman manisnya, senyuman yang selalu menghangatkan dinding es di hati seorang Choi Minho.

.

.

.

BRUK

Minho mendorong  dua pengawal yang tadi menyeretnya ke kamar lalu belum sempat ia beranjak untuk membuka pintu kamarnya Siwon sudah masuk lalu dengan sekali instruksi pengawalnya mengunci kamar Minho. Kini tinggallah mereka berdua, sang appa dan aegya saling melemparkan tatapan tajam. Nafas Minho memburu lalu menghampiri Siwon dan menarik kerah bajunya dan..

BUGH

Satu tinju berhasil ia daratkan di pipi kiri Siwon, telak membuat Siwon terjerembab ke lantai. Siwon meringis pelan menahan perih di sudut bibirnya.

”KAU!! BRENGSEK!!APA YANG KAU KATAKAN PADA UMMA TAEMIN?! JELASKAN..?!!”

”Minho.. dengarkan…

”JELASKAN SEKARANG CEPAT DAN TIDAK BERTELE – TELE ..?!!” bentak Minho geram, bahkan tangannya mengepal kencang.

 Minho sangat kesal dan lebih tepatnya tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi. Semuanya terjadi begitu cepat dan membuatnya tidak bisa berpikir dengan benar saat ini.

“TAEMIN ADALAH ADIKMU!!!”

Minhoseperti tersiram air dingin di sekujur tubuhnya, dingin bahkan membuatnya berhenti bernafas, pasokan oksigen terhambat.

Adik? Adik? Adik?

Kata – kata itu seperti kaset rusak yang mengeluarkan suara jelek, menyakitkan kuping terus terngiang.

”Maksudmu?”

”dengarkan baik – baik….”

FLASHBACK

Kala itu adalah hari dimana aku dan Chullie, kekasihku berjanji untuk bertemu di sungai Han, malam itu, malam musim dingin yang paling dingin. Namun di moment seperti itu aku harus mengatakan hal yang mungkin membuatnya membenciku seumur hidupnya, maafkan aku…

 

”Chullie~ aku ingin mengatakan sesuatu padamu~”

 

”Benarkah? wah! kebetulan sekali aku juga!!”

 

”Oh ya? yasudah kalau begitu kau dulu katakanlah…” Aku mengusap pipinya yang merona.

 

”Ani~ kau dulu~”

”Baiklah~ Chullie.. sebenarnya..eemmh.. tapi janjilah kau jangan bersedih ne~?”

 

“Ada apa?kau membuatku takut…” Suara Heechul terdengar lirih dan mengeratkan jaketnya menahan dinginnya salju yang menusuk tulangnya.

 

”Aku harus pergi.. ke USA untuk kuliah lagi selama 2 tahun, bisakah kau menungguku?”

 

DEG

 

Heechul sontak memundurkan langkah kakinya, lemas tentu saja, 3tahun mereka bersama, lalu sekarang Siwon berkata ingin pergi dan selama..2tahun? katakan apa ada yang lebih gila daripada ditinggalkan seperti ini? bisakah ia menunggu? 2tahun?

 

GREP

 

Siwon menarik bahu Heechul yang sedikit bergetar, dan mendekapnya kedalam pelukannya mengusap punggung itu dan meyakinkannya.

 

”Baiklah.. sebaiknya kita akhiri sampai sini, kebetulan sekali bukan?aku juga ingin mengatakannya aku harus pergi ke Daegu, nenekku sakit dan tidak ada yang menjaganya” Heechul melepaskan pelukannya. Bohong, ia berbohong, karena sebenarnya saat ini ia sedang mengandung Taemin, ya baru saja tadi pagi ia memeriksa nya dan hasilnya positiv!.

 

Heechul tidak ingin menghancurkan mimpi kekasih tercinta, ini demi kebaikannya, toh jika Siwon tahu, tetap saja ia tidak bisa secara sah menjadi apap dari anaknya, karena apa? karena sebenarnya Siwon sudah menikah dengan orang pilihan ummanya, Siwon yang saat itu tidak bisa melawan menurutinya namun tetap berhubungan denga Heechul hingga saat ini.

 

Mungkin ini adalah jalannya, ia harus melepaskan Siwonnya, ia bertekad membesarkan anak ini sendiri, tanpa Siwon, tanpa melihat masa lalu atau apapun itu. Hanya ada dirinya dan anaknya.

 

Siwon tentu saja kaget mendengarkan pernyataan kekasihnya ini, ia tidak habis pikir bagaimana bisa Heechul bersikap seperti ini setelah semua pengorbanannya.

 

”kau jangan bercanda ini tidak lucu, sama sekali gurauan yang buruk”

 

”Aku tidak bergurau, memang itulah yang ingin aku katakan, aku ingin kita putus…”

 

Lalu akhirnya Siwon pergi ke USA tanpa mengetahui keberadaan malaikat kecil itu, malaikat mereka.. Taemin.

END OF FLASHBACK

BUGH

Minho sekali lagi menonjok Siwon, dengan tatapan geram penuh amarah tersirat dari sorot mata Minho.

”Brengsek.. aku pikir kau adalah ayah yang tidak berguna, ternyata kau juga seorang pengecut!Pergi kau! pergi dari hadapanku!! Pergiiiiiiiiiiiii!!!!”

Minho berteriak frustasi, sungguh sepertinya detakan jantungnya berdetak terlalu cepat, membuatnya nyeri.

BLAM

Siwon keluar dan memijit pelipisnya, ”Maafkan appamu yang tidak berguna dan pengecutmu ini Minho~ anakku~….”lirih Siwon.

 

 

~~~True love never end~~~

 

KYAAA..KYAAA

MINHOOPPA~~

KYAAA..KYAAA

Lagi dan lagi, sampah busuk yang melebihi busuknya kotoran binatang kembali berserakan dihadapannya. Kenapa ya Tuhan? Kenapa mereka selalu berteriak? apakah wanita selalu seperti itu? Minho jengah dengan keadaan seperti ini, teriakann mereka lebih cempreng daripada suara teriakan monyet peliharaanya. =_=’’

Minho tetap meneruskan langkah kakinya menuju kelasnya, dan mencari sosok itu, yah tentu saja sosok yang sudah sangat ia rindukan, padahal baru semalam ia bertemu.

Binggo

Taemin sudah duduk dengan dibangku, menopangkan dagunya di meja, bermalas – malasan,sesekali meniup poninya, walaupun wajahnya sedikit pucat. Apa dia masih sakit? lalu untuk apa dia sekolah?Minho bertanya – tanya.

”Hey apa kau masih sakit?” Minho menempelkan punggung tangannya di kening Taemin.

Taemin mendongak dan hanya membalasnya dengan senyuman lalu menggelengkan kepalanya pelan mengatakan bahwa ia baik – baik saja. Ck~ Choi Minho bukan namja bodoh kau tahu itu hah Taemin? jelas – jelas kau masih pucat dan suhu tubuhmu hangat.

SRET

”eumhh…” Taemin bergumam tidak jelas saat tiba – tibaMinhomenggendongnya bridal style. Teman – teman sekelas hanya menatapMinhotidak percaya, beberapa ada yang bertepuk tangan senang, tapi jauh lebih banyak yang menatap sinis ke arah Taemin dan menggerakkan bibirnya berkata “Awas kau..” dan sebagainya. Taemin hanya bisa menundukkan kepalanya menghindari tatapan iblis teman – temannya.

”Kita ke UKS” Minho menjawab pertanyaan Taemin yang Taemin pikirkan di otaknya, yah Minho tau pasti Taemin akan bingung.

Taemin hanya bisa mendengus pasrah dan menyembunyikan kepalanya di lekukan leher Minho yang dibalas dengan senyuman Minho ”Bagus, anak manis menurut lah..”

Sesampainya di UKS, Minho menidurkan tubuh Taemin di kasur UKS, lalu memanggil dokter yang berjaga, namun naas Dokter saat itu sedang tidak masuk karena anaknya meninggal. Sial, dan kini mereka hanya berdua di ruangan itu. Minho mengambilkan segelas air putih untuk Taemin.

”Ini..minumlah.. kau pucat sekali, kenapa sekolah hah?” Minho menyodorkan segelas minum.

Taemin menggeleng dan lagi – lagi hanya tersenyum kecil kemudian meminum air putih itu.

“Sebenarnya kau ini kenapa?” Minho mengelus pipi Taemin. Lalu Taemin menarik tangan Minho dari pipinya.

 SRET

Taemin, menyerahkan sebuah amplop berwarna kuning cerah, jelas sekali didalamnya ada surat, tapi untuk apa? Minho masih tidak mengerti.

Bacalah nanti di rumah hyung~

 

Taemin mengatakannya dengan bahasa isyarat. dan Minho cukup menangkap apa yang diungkapakan Taemin, jika dia harus membacanya di rumah.

”Baiklah sekarang tidurlah, aku akan disini menemanimu..” Minho mengecup kening Taemin sayang, lalu Taemin terlelap dengan hangatnya tangan Minho yang mengenggamnya.

Tuhan~ jika saja aku boleh meminta.. hentikan waktu saat ini juga. aku sangat mencintainya meski aku tidak bisa mengatakannya dengan bibirku, tapi kuyakin dia mengerti~

Taemin terlelap, cantik~ bahkan saat tidur ia semakin terlihat cantik. Minho tidak hentinya memandang kekasihnya ini, ani adiknya… Ah tidak Minho sama sekali tidak mempedulikannya karena ia sudah jatuh terlalu dalam dan ia tidak bisa keluar bahkan bayangannya sekalipun.

Minho menatap amplop kuning itu, rasanya ingin membukanya sekarang, namun niat itu ia urungkan mengingat Taemin memintanya membukanya nanti.

~True love never end~

Taemin POV

”Umma~ apa ini yang terbaik?” Aku bertanya pada umma yang menampilkan wajah sendu.

”Taemin~ah.. ini yang terbaik… percayalah pada umma~”

Hanya itu jawaban umma, dan aku? aku harus menyetujui kepindahanku ke pulau Jeju. Untuk apa? tentu saja menghindar dari Minho hyung. Yah~ miris sekali rasanya saat umma akhirnya mengatakan alasan kami harus berpisah, well kami bersaudara. hanya beda umma saja. Ini memberikan pukulan berat bagiku, bagi hatiku.

Jika saja aku bisa berbicara, mungkin aku bisa berteriak menumpahkan seluruh rasa dihatiku, meneriakkannya hingga urat nadiku putus, hingga jarum halus yang menusuk hatiku diam – diam ini bisa berhenti menusuk bagian tajamnya.

Aku kini harus menerima kenyataan, kenyataan yang menghancurkan segalanya, segala harapanku dalam mempercayai cinta, mempercayai keadilan Tuhan. dan kini yang kutahu…

Happiness is never exist.. never..

 

Bagaimana aku harus mengekspresikannya. Ya Tuhan bahkan aku belum sempat memberikan 1000 burung bangau itu, tapi Kau sudah menghancurkan semua harapanku.

Keajaiban?

Cinta?

Harapan?

 Jika itu semua dirangkum menjadi satu kata maka akan menjadi ”Omong Kosong”.

Semuanya tidak pernah ada dalam hidupku.

SSssshh, aku meringis menahan sakit yang lagi – lagi datang lagi, kini kepalaku sedikit pusing dan perutku sangat perih, seperti ada banyak panah kecil yang berterbangan di perutku merobek isinya mencari jalan keluar.

Sakit…

Aku memeluk lututku dan meneggelamkan kepalaku menggigit telapak tangannku menahan sakit yang menyerang perutku. Tidak biasanya perutku sesakit ini, atau mungkin sudah sangat parah?

Sebenarnya sejak 12 tahun aku sudah sering merasakan pusing, namun kupikir itu adalah pusing biasa. Lalu sampai pada suatu hari, aku mendapat kabar, ani~ aku mendapatkan kutukan, aku positiv mengidap ”Leukimia”. Keren sekali bukan? jika aku lihat TV dalam hati aku selalu mengatakan dalam hati penyakit kaknker darah itu sangat keren, hey! sepertinya Tuhan mengabulkan doaku saat mengucapkannya, atau ada malaikat lewat yang mendengar keinginan bodohku, lalu mengadukannya dengan Tuhan?

Leukimia stadium 3 , ini benar – benar menyakitkan, bukan… bukan karena sakit karena tubuhku sakit, sakit karena aku akan segera meninggalkan orang yang aku cintai. umma~ Minho hyung.

Ah yah~ Minho hyung~ ck aku tak menyangka nasib ini sangat baik hati padaku, aku dipertemukan Hyungku sosok yang aku selalu cari sejak kecil, mengingat aku adalah anak tunggal. Minho hyung, hyungku sekaligus .. cintaku?

”Uhuk” aku terbatuk menutup mulutku dengan telapak tanganku, kini darah bodoh ini mengalir dari mulutku eoh? Aku berusaha beranjak untuk ke toilet dan mengusap darah ini, uh.. kental dan tidak enak Baru saja aku mau beranjak aku sudah terjatuh lagi, terduduk di kasur. Apa ini? kakiku lemas, aku tidak kuat.  Ya Tuhan~ cepatlah saja ambil nyawaku, aku tidak ingin umma melihat keadaanku seperti ini. Ini akan sangat membuatnya sedih.

Minho hyung~ sudahkah kau membaca suratku? sekarang aku sudah berada di tempat yang jauh darimu, yah lumayan jauh, tapi kita masih dibawah langit yang sama kan?

Because the sky is never be separate~

Menggelikan, bagaimana aku bisa senaif ini, terlihat kuat kah? ck~

Aku memutuskan tetap dikasur dan mengambil tisu yang tersedia di meja samping kasur lalu membersihkan darah yang ada di telapak tanganku.

Membaringkan tubuhku yang semakin lemah ini dan berharap besok saat membuka mata aku sudah berada di surga. Yeah~! teruslah bermimpi Taemin. ^^;;

~~ True love never end~~~

Minho membuka surat itu sesampainya di rumah, seperti janjinya pada Taemin, ia membuka suratnya saat pulang sekolah lalu betapa terkejutnya ia membaca surat itu.

Hyung~ mianhe~ aku harus pergi. Jangan mencariku yaa ^^

dan tersenyumlah, jangan memasang tampang robot terus karena itu tidak baik bagi kesehatan… Terima kasih untuk segalanya, jeongmal gomawo yo~ aku sangat menyayangimu, kita saudara kan? Ya~ aku sudah mendengarnya dari umma, dan aku mengerti.. hyung~ maafkan aku jika aku meninggalkanmu seperti ini. Tapi kita masih dibawah langit yang sama kan? ^^

Maka dari itu berjanjilah untuk selalu berbahagia dan tersenyum. arrasseo~!! >;O

-Taemin- ^^;;;

Minho meremas surat itu, sakit… seperti jantungnya tertarik ke kerongkongan.

 

Taemin… bagaimana bisa aku bahagia, jika matahari penghancur es dihatiku ini sudah tidak pernah terbit lagi? dia akan terbenam, selalu terbenam.. dan kini perlahan hatiku kembali membeku.. seperti dulu..

 

Minho berdiri mengambil jaketnya, lalu keluar.

”Percuma, Taemin sudah appa kirim ke UK, jadi berhentilah melakukan hal bodoh Minho, karena itu sia – sia” Siwon menegur Minho yang baru saja mau memegang gagang pintu membeku ditempat.

”Taemin.. dia… kau tidak bisa menjalin hubungan lebih jauh dengannya Minho.. kau tahu.. dia adalah adikmu..” Lirih siwon menundukkan kepalanya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

”Terima kasih appa.. kau sukses.. sangat sukses menghancurkan anakmu, aku tidak akan melupakannya.. dan selamanya aku tidak bisa melepaskan Taemin meskipun dia adikku terserah! semua hanya omong kosong, dari awal hidupku memang omong kosong..”

BLAM

Minho keluar dan membanting pintu, panas… sangat panas, musim dingin yang terlalu panas. Langit seperti berputar – putar dipandangannya, ia menatap langit luas,menegadahkan kepalanya keatas. Kini Minho berada di tempat pertama kali ia bertemu Taemin, his lovely.. semua seperti mimpi indah ketika ia berjumpa Taemin, lalu sekarang mimpi itu berubah menjadi mimpi yang terlalu buruk, adakah kata yang dapat mendeskripsikan perasaannya saat ini? Sunyi, taman ini sunyi tidak seperti saat itu, bahkan burung yang setia bernyanyi seperti saat itu sudah tidak ada, keadaan taman yang dingin, pohon – pohon dipenuhi tumpukan salju. Seakan semua merasakan perihnya hati Minho.. semuanya sunyi. Hanya angin dingin musim salju yang menyapa tubuhnya.

Taemin~ kau bilang kita masih berada dibawah langit yang sama? Lalu dapatkah kau merasakan apa yang kurasakan sekarang?

Minho mengangkat sebelah tangannya menghadap langit luas.

Tak lama ia berpikir keras bagaimana caranya menemukan Taemin, UK? itu bukan negara yang kecil, bukan sebuah tempat yang dengan mudahnya ia menyuruh anak buah ayahnya untuk mencarinya.

Lalu ia berpikir lagi, mungkin saja kan appa berbohong? rasanya tidak mungkin Taemin dibawa ke UK? apalagi ia sudah kelas 3?

Aku harus mengeceknya sendiri.

Minho mengeluarkan handphone dari sakunya, lalu memencet dial 2.

”Yoboseyo~ iya hyung~ tolong aku….”

PIP

You are like the wind passing by me

 

Without saying goodbye the feeling that almost cause death

 

My tears starts to fall

 

I can’t hold you anymore in my arms

 

I don’t know why I was crying

 

I just want to hug you again

 

Stupid love… foolish love

 

The end of love always goodbye and tears

 

I hope that you would change your mind and come back to my side again

 

~~~True love never end~~~

“Taemin… bertahanlah nak.. bertahanlah” Heechul mengenggam tangan dingin Taemin yang kini terbujur lemah di kamar ICU.

“Tenanglah chullie.. semoga kita bisa mendapatkan donor sumsumtulang belakang yang cocok..maafkan aku aku tidak bisa berbuat banyak” Siwon mengelus punggung Heechul dan menenangkan isakkannya.

Ya, Taemin tidak sadarkan diri tadi pagi, saat Heechul tidak sengaja keluar kamar jam 3 pagi ia sudah melihat Taemin pingsan di ruang TV, untung saja saat itu Heechul langsung membawanya ke Rumah Sakit, tetapi naas Taemin sekarang masih tidak sadarkan diri. Semakin hari keadaannya semakin parah, bahkan tubuhnya semakin kurus.

“Hiks.. aku.. hiks.. mungkinkah Minhobisa mendonorkan sumsum tulang belakangnya?”

Yah! That’s it! kenapa tidak terpikirkan Siwon sebelumnya.Siwon sudah terlanjur membohongi Minho agarMinhoberhenti mengejar Taemin, hubungan ini tidak bisa.

Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang?

Minho sebenarnya setiap hari terus mencari tahu keberadaan Taemin, namun ternyata tidak semudah itu. Setiap detik adalah penderitaan bagi Minho, setiap deringan telepon ia selalu menaruh harapan. Hidupnya menjadi tidak terarah, bahkkan rambut Mino sudah cukup panjang.

Di sana, terbaring sosok cantik yang Minho cintai.

BRAK

”Tuan anda tidak bisa masuk..” tampak suster menghalau namja tampan yang tampak sangat berantakkan, dipikir orang gila mungkin?

”Mi-Minho?” Siwon terkejut dengan kedatangan Minho, bagaimana ia bisa tahu?

Well, Minho habis saja menghajar habis – habisan tangan kanan appa nya dan akhirnya ia tahu keberadaan Taemin, entah mengapa hari ini Minho merasa sesuatu terjadi pada Taeminnya. Apakah ini kuatnya tali persaudaraan? atau ini karena cinta Minho terlalu kuat?

”Taemin.. mana Taeminku.. ahh.. Taemin..”Minho mendekati Taemin yang tertidur disana, dengan selang di hidung dan mulutnya. Cantik.. meskipun kini tubuhnya semakin kurus, bagi Minho, Taemin masih yang tercantik.

Minho duduk disamping ranjang dan mengenggam tangan Taemin, dingin…

“Taemin… My Princess.. ireona… aku datang menjemputmu.. aku tidak akan melepaskanmu lagi.. Taemin~ah biasanya kau akan melempariku dengan pulpen jika memanggilmu Princess eumh? aku bersedia jika kau mau melempariku seribu pulpen pun….”

Minho menahan air matanya, ia tidak boleh menangis, karena ia yakin Taeminnya akan segera bangun. Taemin hanya tertidur.. ya Taemin hanya tidur siang dan beberapa jam lagi ia akan bangun.. pasti.

Heechul hanya menatap Minho sedih, ia tidak bisa berkata apa – apa lagi, bagaimanapun juga ini kesalahannya, membuat Minho dan Taemin tidak mengenal, lalu mereka saling jatuh cinta?

.

.

.

”Ahh…” Minho meringis kecil saat sumsum tulangnya disedot untuk didonorkankepada Taemin.

Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata sumsum Minho cocok dengan Taemin. Tanpa pikir panjang ia mendonorkan sumsumnya. Apapun akan ia berikan asal Taemin sembuh.

”Ini sedikit sakit.. tahanlah…”

Minho memejamkan matanya, lalu tidak lama kemudian ia tidak sadarkan diri.

~~True love never end~

”Eungh~”

”Sudah bangun? My Princess? selamat datang~”Minhomenegcup kening Taemin.

O_O

Minho hyung? sejak kapan dia disini? lalu bajunya? kenapa seperti dirumah sakit? OMO! aku juga .. sebenarnya ada apa?

 

Taemin tidak mengingatnya saat itu ia pingsan dan kenapa sekarang ada Minhopun ia tidak mengerti.

”Kenapa sayang? ada yang sakit eumh? bagaimana keadaanmu?” Minho mengusap lembut pucuk kepala Taemin.

Taemin hanya menggeleng lemah dan berusaha tersenyum. God~ senyum itu senyum yang selalu dinantikan Minho.

Lalu Taemin tampak melihat sekeliling seperti mencari seseorang, Minho yang mengerti gelagat Taemin , ”Umma mu sebentar lagi pasti datang, ia sedang diperjalanan kemari, tadi aku sudah menelponnya..”

Bibir Taemin bergerak berusaha mengucapkan sesuatu..

Gomawo Hyung~

 

Chu~

Minho mengecup pipi Taemin sekilas, “Everything my princess”

Taemin menarik tanganMinhodan mengenggamnya, sungguh ia pun sangat rindu dengan Minhonya..Persetan dengan hubungan mereka.

“Aku panggilkan dokter dulu ne~? kau harus diperiksa..” Minho melepaskan genggaman tangan Taemin namun Taemin menolak dan menarik lagi tangan Minho dan menggeleng keras.

”Ssshh.. aku tidak lama, aku akan disini menemanimu..”

Taemin menggigit bibir bawahnya dan mengangguk lemah.

.

.

.

Kini keadaan Taemin sudah agak membaik, setelah menerima donor sumsum tulang belakang dariMinho, ia bisa bertahan. Oke setidaknya umurnya mungkin bisa sedikit diperpanjang kan?

Taemin menggerakkan tangannya,

“Umma.. aku ingin pulang.. aku bosan disini..” Taemin meniup poninya bosan.

”Andwe~ Taemin.. kau harus diawasi 24 jam, kau mengerti?”

Umma Taemin sangat khawatir dan tidak ingin kejadian kemarin terulang.Lalu ia membiarkan Taemin dirawat, dengan bantuan Siwon yang menanggung semua pengobatan Taemin. Ini sudah seminggu Taemin di Rumah Sakit dan ini membuatnya jengah.

Yang benar saja? aku bisa lebih cepat mati disini.. jinjja~

”Nah sekarang buka mulutmu, makanlah, tubuhmu sangat kurus.. sekarang kau harus banyak makan.

”Kapan Minho hyung datang?”

”Ck~ kau ini.. sebentar lagi ia pasti datang..”

Taemin mempoutkan bibirnya kesal, ini kan sudah jam 2 kenapa dia belum datang? huh? Taemin mulai berpikir macam – macam.

Oke setelah kejadian ini, akhirnya Siwon dan Heechul membiarkan Minho dan Taemin, mungkin ini salah, ini adalah dosa besar, tapi siapa pun tidak akan tahan melihat anak mereka menderita bukan? Biarlah mereka dekat, toh mereka juga bersaudara, meski Siwon dan Heechul tau ada yang lebih dari itu dari anak mereka.Tapi selama mereka tidak melakukan hal yang jauh, lebih baik dibiarkan saja.

CKLEK

”Hai my princess…. ^^ ”Minho tampak menyembunyikan sesuatu dibalik tangannya. Taemin memiringkan kepalanya berusaha melihat apa yang dibawaMinho.

“Ehem.. Minho suapi adikmu ini, dia sangat susah disuruh makan..” Heechul berdehem kesal dengan tingkah anaknya.

Taemin hanya mengerucutkan bibirnya malas =3=

Lalu Heechull keluar dan meninggalkan mereka berdua.

”Eumh~ siapa yang nakal huh? tidak mau makan? apa kau ingin menjadi zombie?”

SRET

Minho mengeluarkan apa yang ia sembunyikan tadi, sebuket bunga mawar putih.

Mata Taemin langsung berbinar dan langsung mengulurkan tangannya meraih bunga mawar itu.

”Eits.. kata siapa kau boleh memegangya, sekarang kau makan dulu,, oke? deal?”

”Emh!” Taemin menggelengkan kepalanya. ”Makanan itu tidak enak!” kira – kira seperti itulah arti kibasan tangan Taemin dan menunjuk – nunjuk makanan itu.

”Benarkah? sini aku coba..”

Minho menyendok buburnya lalu mencoba menyesap rasanya dan tampak berpikir.

”Enak kok. sungguh..mashita~”

Lalu Minho menyendok lagi bubur itu ke mulutnya, lalu menatap nakal ke arah Taemin.

SRET

sekali tarikan pada tengkuk Taemin, kini bibir Taemin sudah tepat didepan bibirnya, lalu Minho menangkup kedua sisi pipi Taemin membuka mulut Taemin dan memasukkan bubur itu dari mulutnya ke mulut Taemin.

Taemin kaget namun ia tidak bisa melawan lalu membuka mulutnya dan segera menelan bubur tadi, Minho melanjutkannya dengan mengemut bibir Taemin lembut bahkan saat Taemin menelan bubur itu Minho tersenyum puas dan tetap menatap Taemin.

”eumh” Taemin mengelap bibirnya dan menatap geram Minhoyang malah menciumnya.

“wae? kau suka kan? mau lagi?”

Belum sempat Minho mengambil sendok itu dengan cepat Taemin menyambar mangkuk tadi dan menyendok buburnya sendiri. dan Hey siapa kini yang wajahnya merona..ckckck..

”Kau sangat cantik jika sedang merona~…” Minho tiba – tiba berbisik di telinga Taemin, nafasnya berhembus pelan diantara tengkuk Taemin membuat Taemin bergidik geli dan sedikit~ ah sudahlah!

Taemin hanya mendorong pipi Taemin menjauh dari wajahnya yang dipastikan kini benar – benar merah.

Minho terkekeh geli melihat his princess menahan malu dan menundukkan wajahnya dan menyendok buur dengan cepat. ck~ “jangan terburu – buru sayang~ nanti tersedak ne~…”

Taemin bersumpah Minho di kehidupan sebelumnya pasti adalah seorang penggombal ulung, atau dia reinkarnasi seorang pujangga? ah tidak – tidak, Taemin..kau terlalu banyak berpikir.  Yang benar bukan pujangga tetapi namja genit, ah ani~ super genit eish jinjja~ entah sudah memakan korban berapa banyak.

~~~True love never end~~~

>alur dipercepat<

 

 

14 januari 2009

Satu bulan berlalu sejak ulang tahun Minho dan kini Taemin dan Minho tinggal serumah, yah akhirnya Siwon menyuruh Heechul dan Taemin tinggal di rumahnya agar ada yng bisa merawat Taemin. Lagipula Minho juga bersikeras menyuruh Taemin tinggal bersamanya. Setelah Minho menyumbangkan sumsum tulang belakangnya keadaan Taemin sedikit membaik, namun tiba – tiba hari itu..

”Uhuk…” Mengalir darah segar dari mulut Taemin. Kepalanya mendadak pusing, sakit.. sangat sakit seperti jutaan paku menusuk kepalamu secara bersamaan. Taemin berangsur ke kamar mandi untuk mengusap darahnya sebelumMinhoterbangun dan menyadarinya.

Namun sial sekali, Minho tersadar, entah perasaanya terlalu kuat atau bagaimana, lalu ia menghampiri Taemin ke kamar mandi.

”Taemin… kau kenapa? gwenchana? ” Tanya Minho seraya mengetuk kamar mandi Taemin. Tidak ada jawaban.

Aku.. ah~ aku tidak bisa.. Minho hyung pasti akan menderita jika terus bersamaku.. aku harus meninggalkannya~ yah~ mungkin itu yang terbaik. 

”Taemin..” Minho berusaha memanggil Taemin lagi dengan nada yang agak dinaikkan sekarang, jujur saja ia agak khawatir..

Kleek~

Pintu dibuka dan Taemin keluar dengan senyum sumringah di bibr plumnya. Manis~

”Gwenchana?” Minho menatap taemin dan menangkup kedua pipi Taemin.

” Umh~…”

Taemin hanya mengangguk dan mengeluarkan dengungan singkat.

Lalu Minho menarik bahu Taemin dan kembali ke kasur, melanjutkan tidur mereka. Minho membaringkan Taemin dan memeluknya erat, merasakan kehangatan tubuh masing – masing. Taemin menyusupkan kepalanya di leher Minho dan melingkarkan tangannya di leher Minho.

Chu~

Minho mengecup kening Taemin, turun ke mata kanan, mata kiri, hidung, pipi kanan, pipi kiri lalu berakhir di bibir Taemin, sebelumnya menatap Taemin, dan tersenyum hangat dan berbisik ”saranghae Nae Princess…”

Taemin menutup kedua matanya dan tersenyum, meski ingin sekali bibir ini mengucapkannya..

Nado saranghae hyung~ jeongmal~

 

Melepaskan tautan bibir itu, Taemin tidak ingin Minho tahu ia baru suja batuk darah.

But..Minhois smart you know?

Minhomengetahuinya. ada yang aneh di bibirMinho, seperti rasa .. darah? entahlah~ entah bagaimanaMinhomerasa ada yang aneh dengan Taeminnya. Lalu ia mengusap lembut rambut Taemin dan Taemin menyenderkan kepalana di dada Minho.

”Taemin…jangan pernah tinggalkan aku…”

DEG

Taemin meremas piyama Minho lalu menggeleng pelan, masih di dada Minho. Masih saling berpelukan membunuh dinginnya malam yang menusuk kulit mereka.

”Bagus…selamat tidur Nae Princess…”

Ini terakhir aku bisa memelukmu~

Maafkan aku hyung~ maaf~

Tes..

Tes..

Air mata itu mengalir membiarkan dadaMinhobasah dengan air matanya.Minho menyadarinya namun ia berpura – pura tertidur.

Taemin menangis tanpa isakan tanpa suara, hanya gemuruh di hatinya, sakit.. sesak..

Taemin~ aku mohon jangan menangis~…

 

 

Stupid love… foolish love

 

The end of love always goodbye and tears

 

I hope that you would change your mind and come back to my side again

 

I will stay love you forever

 

Please don’t ever forget me even the tragic love ends.

 

.

.

.

Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

Leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil.

Leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

Minho membrowsing tentang Leukimia, Shit! kenapa tidak dari dulu ia membrowsing ini.Ia membaca semuanya, lalu anehnya Taemin sudah mendapat donor sumsum darinya mengapa ia masih muntah darah atau terkadang suhu tubuhnya meninggi?

Taemin.. kau harus sembuh bagaimanapun caranya… kau tidak boleh meninggalkanku.. tidak… bahkan membayangkannya saja aku tidak bisa.

”Minho..”

Heechul dan Siwon menghampiri Minho yang sedang sibuk dengan Laptopnya, terlalu fokus hingga tidak mendengarkan suara mereka.

Siwon menghampiri Minho yang masih terduduk, ini baru jam 5 pagi, dan Minho sudah sibuk dengan Laptopnya?

”ah~ mian appa~ umma~.. aku tidak mendengar kalian..”

Siwon menghela napas panjang, lalu duduk di sofa sebelahMinhodiikuti oleh Heechul.

Sedikit melirik Heechul dan menerima anggukan lemah dari Heechul.. ini demi kebaikannya.. kebaikan anak mereka..

”Minho.. appa akan menjodohkanmu dengan putri teman bisnis appa~..”

DEG

”Appa jangan bercanda… aku sedang tidak mood..”

“Apakah appa tampak sedang bercanda?” Siwon menarik bahuMinhoagar beralih menatapnya.

Minho mendengus malas, apa lagi ini?pikirnya.

Dibalik pintu kamar Taemin mendengarkan.. menatap punggung lebar itu dari kejauhan, menunggu pagi saat matahari terbit, saat burung berkicau.. saat itu.. dia harus melepaskan Minho.. hyungnya.. cintanya…

Fact is painful, hurting, and undeniable.

.

.

.

Taemin POV

Aku menutup mulutku menahan suara isakan yang keluar, tidak.. aku tidak bisa tertangkap basah menangis..Minho hyung~ maafkan aku.. sungguh.

Aku meminta umma dan appa menjodohkan Minho hyung dengan yeoja pilihan appa, ini yang terbaik, lagipula kami bersaudara. ingat?

BERSAUDARA.

Ah Tuhan sungguh baik mengirimkan aku seorang hyung sekaligus seseorang yang sangat aku cintai.. hanya masalah waktu.. waktu yang salah mempertemukan kami. Seandainya saja kami sejak kecil tidak pernah berpisah.. mungkin tidak akan seperti ini kan?

Aku melihat Minho hyung membuang majalah yang ada di atas meja, dia marah. Sangat tidak bisa menerima kenyataan ini. Aku hanya menatapnya dari jauh, sungguh aku pun tidak bisa membayangkan Minho hyung akan disentuh orang lain, pelukannya, ciuman nya, semuanya.. Ya Tuhan seharusnya itu semua menjadi milikku. Aku meremas dada kiriku, menepuknya pelan hingga kencang menahan sesak ini.

Lalu aku melihatMinhohyung berdiri dan berbalik, gawat! Aku tidak boleh terlihat lalu aku berlari dan kembali ke kamar. Aku menguci kamar dan berbaring dikasur menyembunyikan wajah bodohku dibalik selimut, kudengar Minho hyung menggedor kamar dan berteriak namun kuacuhkan dan menutup kedua telingaku.

Taemin POV End.

 

 

~~~True love never end~~~

30 Januari 2009

Minho POV

Ini masih musim dingin, salju masih turun menusuk tulangku. Setelah kejadian itu appa gencar menjodohkanku dengan yeoja – yeoja pilihannya. Cih~ aku tidak sama sekali berselera dengan salah satu pun. Cantik? ck~ bagiku kata tercantik adalah dia…. Taemin

Aku melangkahkan kakiku malas kedalam rumah, sementara yeoja centil ini yang bernama Yuri atau siapalah, aku bahkan tidak begitu mengingat namanya. Ia terus saja bergelayut di lenganku,

CKLEK

”Aku Pulang..”

DEG

Aku melihat Taemin sedang tertidur pulas di sofa depan Tiv, ck~ dia ini .. udara sedingin ini mengapa memakai kaus dan celana pendek,kadang aku berpikir Taemin ini benar – benar langka. Ketika aku mau menghampirinya tiba – tiba saja ia terbangun. Ia mengucek matanya lalu sejenak seperti kaget? Oh Tuhan aku lupa masih ada yeoja menjijikkan bergelayut di lenganku. Tak lama kemudian ia tersenyum manis dan membungkuk pada kami.

”Pindah lah ke kamar Taemin …” kataku lembut.

Taemin hanya mengangguk lalu pergi, haaah~ Taemin kau tidak pernah bisa membohongiku, matamu terlalu jujur. Matanya tersirat kesedihan, mungkinkah ia cemburu? Benarkah? masihkah ada harapan? setelah saat itu ia menolakku mentah – mentah. Aku sungguh tidak mengerti, awalnya aku menolak perjodohan ini tetapi Taemin mengancam akan pergi dari rumah ini. Sirheo! Aku tidak mungkin membiarkannya pergi. Aku tidak mungkin bisa melewatkan satu hari saja untuk tidak melihat wajahnya.

”Oppa~” Yuri masih bergelayut manja lalu menyenderkan kepalanya ke pundakku memaksaku duduk di sofa. Aku bersumpah ingin sekali mencekiknya.

Aku masih menatap ke pintu kamar Taemin, Tuhan aku sungguh merindukannya. Aku ingin memeluknya, aku sangat ingin memeluknya merasakan aroma tubuhnya.

CKLEK

Taemin keluar? untuk apa? Oh ia ke dapur dan membuka kulkas, namun bisa kulihat tangannya gemetar mengambil sebotol susu starwberry di kulkas, ia langsung meneguknya cepat tanpa menoleh sedikitpun ke arahku.

Taemin? sebegitu keraskah kau menahannya? tidak dapatkah kau lihat diriku yang ingin memelukmu? Tidak bisakah kau lihat tulusnya perasaanku? Taemin masih meneguk susunya dan menutup kedua matanya, tangannya masih bergetar. Aku hanya bisa menatapnya di sofa ruang tivi.

”Oppa~ issh! kenapa kau diam saja!” Yuri menoleh kearah tatapan Minho, lalu ia ikut menatap Taemin dan kembali menatap Minho.

”Taemin! kemarilah, kau belum tidur?” Yuri berteriak memanggil Taemin.

Oh My God.. apa yang ia lakukan hah? Tapi Taemin mendekati kami dan duduk disamping Yuri.

Taeminku yang cantik.. Taeminku yang manis.. Taeminku berada didepanku.. Taeminku yang sungguh aku rindukan. Ia masih bisa tersenyum semanis itu kah?

”Taemin ah~ aku dan hyungmu akan bertunangan bulan depan! tetapi dia masih saja sangat dingin kepadaku..ck~” Yuri mengenggam tangan Taemin . Sedangkan aku hanya saling bertukar pandang dengannya. Jujur saja aku bahkan tidak pernah lagi menatap nya selama sekarang, ia juga membalas tatapanku. Yuri yang berada diantara kami masih saja berbicara, sedangkan aku masih betah menatap setiap inchi wajahnya, matanya bengkak, apa kau selalu menangis sendirian Taemin?

Yuri terus mengoceh tidak jelas, sedangkan Taemin sesekali menangkap tatapanku, aku hanya bergumam ”Bogoshippo~”

Lalu ia memalingkan tatapannya dan kembali tersenyum dengan Yuri. Shit! rasanya aku tidak tahan lagi, ini menyiksaku. Memangnya kenapa jika kami bersaudara? kenapa? ini bukan salahku?! ini salah Appa, umma dan Tuhan! kenapa melahirkan kami sebagai saudara jika kami harus saling mencintai hah?!!

Tiba – tiba saja Yuri membalikkan badannya, menatapku yang masih betah melihat lekukan wajah Taemin.

GREP

Chu~

Yuri mencium bibirku sekilas, dapat kulihat Taemin kaget, tubuhnya menegang.Aku mendorong Yuri lalu menarik tangannya dan membawanya keluar. Lebih tepatnya mengusirnya pulang! Shit!

”Oppa~! maaf! oppa! jangan maraaaah~!!” ia terus menggedor pintu. Lalu aku membalikkan tubuhku mencari Taemin. Ia masih terduduk di sofa lalu menyetel tivi menonton acara apalah aku tidak peduli.

Minho POV End.

Minho mendudukkan dirinya disamping Taemin -yang seolah tidak terjadi apa – apa tadi- dan menarik tangan Taemin menyuruhnya melihatnya.

Tersenyum.

Tidak, Taemin, itu senyum terjelek yang pernah ada, kau tahu, mata mu sangat sedih. Taemin menaikkan dagunya seolah berkata ”Ada apa?”

Minho tidak percaya, sekeras itukah Taemin? Sekeras itukah hatinya?

”Aku merindukanmu Taemin, merindukanmu sampai aku gila, merindukanmu sampai aku sesak.. aku mohon jangan seperti ini…jangan siksa aku lebih dari ini..”

Minho kini berlutut dilantai menggenggam tangan Taemin yang terduduk di sofa dengan tatapan kosongnya.

Jujur saja Taemin juda merindukannya, melihatnya bahkan berlutut, memohon, seorang Choi Minho? hey~! Taemin… kau keterlaluan.

”Aku juga merindukanmu..”

Taemin menggerakkan tangannya lalu menyentuh dada Minho dengan telunjuknya. Lihatlah tangannya masih bergetar. Taemin mengigit bibir bawahnya menahan gejolak dihatinya. Minho nya sedang berlutut memohon kepadanya. Tapi apa yang bisa ia lakukan?

BUGH

Taemin lelah~ ia lelah menahan semuanya, ia menjatuhkan dirinya dan kini ia berada di atas Minho terbaring di lantai. Memeluk Minho, melingkarkan lengannya dileher Minho.

Minho mengusap lembut punggung Taemin, memeluknya erat. Rindu.. sungguh sangat rindu.. Tuhan biarkanlah ini terjadi.

I know this is wrong~ but everything has been wrong from the start, so what should i do with my heart?

 

Taemin terisak dipelukan Minho, ia tak lagi menahannya, sungguh ia juga merindukan Minho, ia baru sadar saat melihat Minho dengan orang lain, dicium, disentuh.. ani,… itu jauh lebih sakit.

 

 

I can’t lose him.

I love him too much.

Only this time, God, but why you resisted us!?

Tess..

Darah itu mengalir lagi.. kini dari hidung Taemin.

”Ah…”

”Taemin, gwenchana? kita ke rumah sakit sekarang!”

Taemin menggelengkan kepalanya keras. Ia sudah tahu.. waktunya benar – benar tidak lama lagi.

SRET

Minho menarik Taemin ke pelukannya, kini keduanya terduduk dan Taemin dipangkuan Minho. Tetapi darah itu terus mengalir, tidak bahkan air mata itu juga mengalir.

”Huks.. huks..”

”SShhhh.. tenanglah, mungkin kau kedinginan, sini aku akan menghangatkan tubuhmu…” Minho mengusap darah Taemin dan Taemin mendongakkan kepalanya menahan darah.

”Jangan, biarkan menunduk, Taemin….ayo ke kamar mandi, kita bersihkan, lalu kita ke rumah sakit…”Minho langsung menatap Taemin tajam saat Taemin baru saja ingin menolak.

Stupid love… foolish love

 

The end of love always goodbye and tears

 

I hope that you would change your mind and come back to my side again

 

I will stay love you forever

 

Please don’t ever forget me even the tragic love ends.

 

Im waiting for you

 

.

.

.

”Bagaimana keadaannya dok?” Minho bertanya pada dokter yang baru saja memeriksa keadaan Taemin, dan kini Taemin sedang tertidur setelah diberikan obat penghilang rasa sakit..

”Maaf sebelumnya,dimana orangtua Taemin?” Dokter memotong pertanyaan Minho.

”Ah, aku hyungnya,, umma appa kebetulan sedang ke luar kota..” Bohong Minho.

Taemin meminta Minho tidak mengatakan masalah ini ke umma maupun appa. Cukup lama mereka bersitegang masalah ini, akhirnya Minho mengalah, daripada taemin tidak mau dibawa kerumah sakit.

”Minho sshi~ Taemin sshi memang sudah pernah menerima donor sumsum, namun ternyata Leukimia ini lebih kuat menyebar, Taemin sudah positif memasuki stadium 4..dan..”

”Cukup..” Nada Minho mendingin, mengangkap telapak tangannya menyuruh dokter ini diam dan tidak meneruskan kata – katanya karena Minho tahu semua Dokter akan mengatakan hal – hak  bulshit tentang usia seperti di drama – drama kan? mereka pikir mereka siapa? seenaknya menentukan usia manusia! Mereka bukan Tuhan!!!

Masih ada sedikit harapan, sedikit harapan di hati Minho, bolehkah ia berharap?

Minhoberbalik meninggalkan dokter yang mendengus pelan. Ia melangkah gontai, tidak! Tubuhnya sangat lemas sekarang, tenaganya seperti terserap, dingin seperti tidak bisa bergerak. Sekuat tenaga ia melawan sakit ini, kenapa mesti Taemin? Taemin sudah banyak menderita.. lalu haruskah berakhir seperti ini?

CKLEK

Minho membuka pintu kamar Taemin, matanya tak henti melihat tubuh kurus dan tak berdaya, adiknya sekaligus cintanya.. Taemin. Mendekatinya, mengusap rambutnya lembut turun ke tulang pipinya, tidak bahkan pipi chubby itu sudah hilang, tapi masih terlihat cantik bagi Minho. No~ Taemin is always pretty in his eyes~

 

Chuu~ mengecup lembut kening Taemin yang masih memejamkan matanya.

Chuu~ mengecup mata kanan dan kiri Taemin

Chuu~ mengecup hidung bangir Taemin.

Chuu~ mengecup pipi kanan dan kiri Taemin.

SNAP

Taemin terbangun dan membuka matanya, mengucek matanya imut.

”Sudah bangun nae princess? ah tanggung~ akukanbaru ingin mencium bibrmu =3=”Minhoberpura – pura kecewa.

Taemin hanya mengernyitkan alisnya bingung.

“Hey, jangan menyernyitkan alis nanti kau keriput seperti orangtua saja…”

Huh, Taemin memukul pelan lengan Minho yang hanya dibalas kekehan Mino.

Perlahan Minho mendudukan Taemin di kasur dan mengusap lagi rambut Taemin memainkan rambut Taemin yang sudah agak panjang.

Taemin menggerakkan tangannya, ”jadi bagaimana?”

”Apa? tentu saja kau akan sembuh~ segera nae princess~ karena ada your prince kan yang setia eumh?”

”Pabo..” Taemin membulatkan mulutnya

Terdiam…..

Taemin dan Minho hanya saling berpandangan, seolah memang kata – kata apapun tidak ada yang bisa mengekspresikan perasaan mereka. cinta mereka… hati mereka..

Minho mendekat lalu berbisik di telinga Taemin..

”Kita pergi berdua ne~ ”

Chuu~

Minho menekan bibir nya ke bibir Taemin, mengecupnya lembut tanpa nafsu, Taemin mengerat jaket Minho, lalu menarik bahu Minho agar lebih mendekat, nafas mereka memburu, dan air mata itu mengalir untuk kesekian kalinya… mereka.. menangis bersama, lalu terkekeh pelan, melepas ciuman itu, sedikit mengambil napas. Menatap lagi, Minho mengusap air mata Taemin begitu sebaliknya, lalu bibr itu bertemu lagi..seolah tidak ada esok seolah hari ini terakhir….. Minho tidak akan pernah bisa melepaskan Taemin.

”Saranghae Hyung~..”

O_O

Minho terkejut, Taeminnya berbicara….

SRET

Minho menarik Taemin kedalam pelukannya,erat sangat erat memeluk tubuh kurus itu. ”Taemin.. tolong ulangi…”

 Taemin tersenyum dan mengulanginya…

”Saranghae Minho Hyung~….”

”Nado saranghae Taemin.. nado saranghae~…”

”Jadi kau akan membawaku kemana?”

”Kau yakin Taemin?” Minho menangkup pipi Taemin.

”Tidak pernah seyakin ini hyung~…tolong bawa aku.. aku tidak ingin tinggal di rumah sakit.. aku ingin menghabiskan waktu ku denganmu…”

”Ani~ kau tidak akan kemanapun tanpaku….” Minho memeluk Taemin lagi dan mengecup kening Taemin.

”Berjanjilah hyung…”

Im sick

 

But I still have to let you leave me

 

I can never forget about you even if I tried thousand and millions of time

 

I know that in this life another sad love

 

Without you in my life im useless and nothing..

 

I try not to.. not to grieve about it

 

“uhuk….”

“Taemin……” Minho mengusap darah itu lagi dengan tangannya…

.

.

.

.

.

.

.

To be Continued~

Sorry ga ada onkey gue pusing, ntar malah makin panjang, kemaren khilaf (?) masukin onkey/plak

ini bosenin ya kan? eeleuuh~ mian ya yang kecewa saya ngerti, saya aja kecewa (u_u)

saya hanya amatir, alur kecepetan? YES! emang!hahaha

cerita abal, maksa bla bla bla.. terserah deh ah~ *ngupil

bentar lagi mau hiatus mau uas mau skripsi mau menghilang~

bubye~~

yang komen makasih banyak aku mengingat kalian deh *plak*

yang nagih WL sabarlah kalian~ oke *wink*

sexy 2min❤

126 thoughts on “[TRAGEDY/2MIN/ PART 3 of 4]

  1. seriussss ini bikin aku nagis pas di rumah sakitttt pas taemin bicara disaat mereka dipuncak keputus asaan.
    sungguh tak diduga ternyata tema brother complex juga
    ya udah kalian pergi lah kemana aja asalkan berdua, hidup berdua mati pun berdua
    part end nya di protect ya. huwaaaa mau pw nya

  2. terharuuu bacanya sampek nangis batu akik *plakkk*
    si yuri apa kabar kok gk dicekek beneran aja sih sama minho? msih aja mau ngerebut minho dari taemin, w santet entar tuhh yuri >_< oiya part end nya di protect ya(?) eonni pw juseyoo?!

  3. terharuuu bacanya sampek nangis batu akik *plakkk*
    si yuri apa kabar kok gk dicekek beneran aja sih sama minho? msih aja mau ngerebut minho dari taemin, w santet entar tuhh yuri >_< oiya eonni pw juseyoo?!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s