HAPPINESS OF BELIEVER /ONKEY/YAOI/NC


Cast : Lee Jinki, Kim Kibum

Genre : Romance GAGAL, NC ancur

Author : keiminnie

“HAPPY BIRTHDAY ONDUBUMMIE!!!!”

SAENGIL CHUKKAE! TANJOUBI OMEDETOU NE~~~ (telat wooooyy!! *ditendang*)

Buat yeobo, mian ini requesanmu yang baru aye kelarin gini hari padahal dah minta dari satu juta tahun yang lalu ne, miaaann >oo<

Ini sumpah garing, konflik ngeblur, GATOT lah alias gagal total… TT___TT

And mian banget juga kalo ini jelek and ga sesuai harapan lu. Hueee *pecahin kaca*

And suunders, yang udah buka ini harap komen ya…. saia bikinnya ampe jungkir balik iniii >n< tolong hargai karya saia yang mungkin emang ga bagus, tapiiii saia buat ini sepenuh hati, jiwa dan raga *lope lope* LOL

MAAF YAH YANG GA SUKA M-PREG, INI CUMA FANFIC JADI GA USAH TERLALU DIPIKIRKAN KENAPA NAMJA-COWO-LAKI-JANTAN- BISA HAMIL?? GA USAH AMBIL PUSING AND BACA INI GA USAH PAKE LOGIKA KARENA INI MURNI HANYA UNTUK KESENANGAN SEMATA. YANG GA MASUK AKAL YA DI AKAL-AKALIN, YANG GA BISA YA DIBISAIN, YANG GA MASUK YA DIMASUK-MASUKIN—eh? (Saia rasa si Key asli dah sering baca beginian mah, hahaha dia kan juga hobi baca fanfic noh ama si Tetem secara di korea juga banyak banget bertebaran FF kaaan ==” ) *sotoy marotoy* /plaakdezighjder (menurut dari omongannya si Keyem di radio itu tuh… hohoho)

LAGI PULA YANG ADA DI CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA. SEBUAH CERITA YANG DIBUAT OLEH FANS DENGAN KARAKTER IDOLANYA, NE? MAKANYA JADI FANFICS. *megap-megap lupa napas*

Yah pokonya begicyuu~~ hehehehe ^_= mmuuaahh *kibar kancut tetem sepertiga tiang #salam damai selalu mmmuuaahh*

Okelah,

Cerita ini punya keiminnie,

No Plagiarism!

Enjoy this!

……..

HAPPINESS OF THE BELIEVER

“Kebahagiaan bagi siapa yang percaya”

Apa…

Kalian mempercayainya??

.

.

.

Namaku Kim Kibum, tapi kini margaku berubah dan aku menyandang marga Lee.

Umurku 24 tahun, dan aku seorang namja.

Kenapa aku menyandang marga Lee? Yah, karena aku adalah seorang istri dari pengusaha kaya Lee Corp bernama Lee Jinki.

Ia namja baik hati dan sangat penyabar. Sabar akan sikapku yang cerewet dan sangat moody. Moodku sering berubah hanya dalam satu waktu. Itulah kehebatannya yang mampu menerimaku yang terkadang memang suka seenaknya.

Tapi yang paling aku suka darinya adalah karena dia sosok yang setia.

Baik.

Dan juga tampan.

Selalu memanjakanku yang terkadang justru berkata kasar padanya tetapi ia tetap tersenyum padaku walau aku bersikap keterlaluan.

Bersamanya aku bahagia.

Anii.

Dulu, aku bahagia. 2 tahun yang lalu, entah bagaimana, aku lupa caranya untuk tersenyum.

* * *

Aku suka mata kucingnya, yang berkilat nakal saat aku memandangnya.

Aku suka hidungnya, yang selalu kukecup saat aku merindukannya.

Aku suka bibirnya, yang selalu memberiku canda dan tawa disetiap harinya.

Aku suka pipinya, yang selalu bersemu merah saat aku menggodanya.

Aku suka leher putihnya, yang selalu menjadi tempatku berkarya saat menjamahnya.

Aku suka pundaknya, yang selalu menjadi sandaranku saat aku membutuhkannya.

Aku suka dadanya, yang selalu mendekapku dan memberikanku kehangatannya.

Aku suka kaki panjangnya, yang selalu mengajakku mendatangi tempat favoritnya.

Aku suka dirinya, yang selalu kucintai tanpa batas waktu yang mengikatnya.

Saranghae, nae Kibummie…

Aku yang selalu mencintaimu, -Jinki ❤

……………..

Tapi apa yang membuat senyummu lenyap, nae Key? Aku sungguh merindukanmu,

dirimu yang bersamaku…4 tahun yang lalu…

Kisah 2 insan yang terbelenggu ikatan masa lalu. Saling merindu namun tak mampu bersatu.

Kini kita berbeda,

entah sejak kapan, aku dan kau terpisah karena sebuah mimpi yang belum Tuhan wujudkan. Terus menanti,

hingga kita saling melupakan.

Pertama kita bertemu,

lalu berkenalan,

menjalin kasih,

memadu cinta,

mengucap sumpah,

mempunyai mimpi yang sama,

sampai kita sadar,

bahwa semua sia-sia…

Aku dan dia,

Apa yang membuat kita berbeda??

* * *

“Key, nanti aku akan pulang larut karena harus lembur.”

“Ne~”hanya sahutan singkat dari bibir manismu yang membuatku tertegun menatap punggung istriku yang sedang menata meja makan untuk sarapan. Tapi…kenapa hanya jatah untuk satu orang?

“Ini…”

“Aku harus berangkat sekarang. Klienku sudah menunggu di cafe.”seperti dapat mengerti kebingunganku, Key menjawab sambil menaruh cangkir kopi di sebelah mangkuk nasiku, dan dia pun bergegas mengambil tasnya yang tergeletak di sofa ruang tamu. “Aku berangkat.”

Beranjak ke pintu utama dan tubuhnya menghilang bersamaan dengan tertutupnya pintu tersebut.

“Ini hari ke 22 aku makan sendirian…Key…”menghela nafas perlahan kemudian duduk di depan meja yang tersaji masakan istriku tercinta. Dulu, biasanya kau selalu menemaniku dengan ocehan lucumu walau perlahan kau berubah menjadi pendiam dan tidak pernah lagi menatapku, tapi aku bahagia asal kau berada di hadapanku, dekat denganku. Sungguh aku rindu dirimu nae Key….

Melahap omelet dan sup ayam serta sepiring kimchi sambil memandang foto dirinya bersama sang anae yang ia simpan di dompetnya.

I’ll be waiting for you~

Dan ternyata malamnya, bahkan Jinki pulang lebih dulu dari Kibum padahal jam telah menunjukkan pukul 11.30 pm.

“Eodiga?”begitu ia menelpon Kibum dan hanya terdengar musik yang hingar bingar. Tahu bahwa Kibum tidak mendengar suaranya atau bahkan Kibum tanpa sadar telah mengangkat telponnya, Jinki langsung mematikan sambungan, menyambar jasnya dan juga kunci mobil. Kemudian mengelilingi seluruh PUB di Seoul demi mencari Kibum-nya.

Namun apa yang ia dapat setelah berkeliling selama 2 jam dan akhirnya menemukannya? Key menamparnya di depan seluruh teman-temannya. Oke, memang saat itu Key di bawah pengaruh alkohol tapi…tak bisakah ia setidaknya merasakan tatapan khawatir yang terpancar dari sorot mata sipit itu??

“UNTUK APA KAU KESINI, HAH?! DASAR PENGGANGGU TIDAK BERGUNA!”

Kata-kata itu tertoreh dalam di hati Jinki. Menyayatnya hingga berdarah, menahan malu, tapi apa yang ia lakukan? Dengan senyum yang tersungging indah di bibir tebalnya, ia hanya mengatakan…

“Aku menemukanmu.”

.

.

.

 

Pagi ini adalah pagi kesekian ketika kubuka mata kantukku untuk kembali melihat dunia, orang yang paling berharga dalam hidupku tidak ada disampingku. Hanya tertinggal secarik kertas note merah muda -warna kesukaannya- yang berisi ucapan selamat pagi dan tergeletak sebuah nampan dengan sepiring sandwich ayam serta segelas kopi susu untukku.

“Pagi nae key…”sapaku pada kertas itu dan menciumnya.

Selamat pagi…, selamat bekerja. Hwaiting! –Key

Bahkan kebiasaanmu menulis dengan tinta pink pun tak pernah hilang. Tapi, kenapa warna itu tidak lagi mencerminkan dirimu, Key? Dulu kau akan selalu tertawa bila aku memberikan hadiah dengan warna kesukaanmu itu. Pink adalah warna yang melambangkan keceriaan dan cintamu untukku, tapi sekarang dimana senyummu? Bahkan aku tidak ingat kapan terakhir kali kita bercakap-cakap.

Lalu Jinki menyibakkan selimut ditubuhnya, menghela nafas berat dan mengucek mata kantuknya kemudian berjalan dengan gontai ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang sembab karena lelap setelah mengistirahatkan tubuhnya semalaman.

Mengelap wajah basahnya dengan handuk baby blue yang menggantung di sebelah handuk pink bermotif strawberry, melirik handuk pink itu dan mengambilnya. Seperti seorang stalker, kini ia mencium aroma handuk itu untuk mengobati rasa rindunya pada sang anae tercinta yang bahkan ia tidak pernah lupa harum tubuh dan lesung pipit yang tergambar manis ketika ia tersenyum. Kembali ke meja nakas dimana ada sepiring sandwich dan kopi untuknya, membawa ke beranda untuk menikmatinya disana.

“Bahkan kau tidak ingat ini hari minggu, eum?”gumamnya sambil menyesap kopi di cangkirnya dan melihat ke arah awan putih yang bergerak pelan di langit sana. Sesekali memejamkan mata merasakan angin berhembus yang menerpa lembut wajahnya.

Jinki’s memory….

“JINKI! SARANGHAE~~!!!”teriak seorang namja cantik berambut coklat pudar dengan hairlight warna-warni diponinya, dari lantai 3 kampusnya.

“He??”Jinki yang saat itu akan menendang bola di kakinya, spontan menoleh dan alhasil kakinya yang tengah melayang siap menendang, kini hanya menendang angin hampa dan membuatnya terjatuh kebelakang dengan butt yang sukses menghantam tanah lapangan sepak bola.

“OMO! O_O”namja cantik itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan mata kucingnya yang indah kini membulat sempurna melihat sang pujaan hati terjatuh karenanya.

Jinki menoleh dan tersenyum lalu melambaikan tangannya kepada namja cantik itu dan tanpa dipungkiri lagi, wajah sang namja cantik itu kini berubah merona.

Jinki di kerubungi teman-temannya yang lain dan salah satu di antaranya membantunya untuk bangun. Ia menepuk-nepuk celananya yang kotor karena tanah dan kembali menatap jendela lantai 3, tempat namja cantik tadi meneriaki sesuatu yang membuatnya bahagia hingga ubun-ubunnya serasa akan meledak.

“Aku…tidak salah dengar, kan?”batinnya, dan namja cantik itu menghilang. Dia tak lagi berdiri di sana. Kemana perginya, eoh? Setelah apa yang ia ucapkan, sekarang ia meninggalkannya begitu saja?? Apa namja tadi mempermainkannya? Atau…hanya ilusinya?

“Hey, bung! Gwenchana?”ucap salah satu temannya yang melihat Jinki tengah terbengong menatap jendela lantai 3 itu.

“Eh? Oh! Ne~ gwenchana…sayang sekali bolanya meleset, ne~”ucapnya tersenyum menepuk bahu temannya dengan wajah penuh penyesalan.

“Haha, tidak masalah. Aku juga akan melakukan hal yang sama kalau aku menerima pernyataan cinta seperti tadi. HAHAHA…”menyikut tangan Jinki dan merangkul pundak temannya itu.

Eh? Jadi aku tidak bermimpi??

“Apa…tadi benar ada Kibum disana?”tanya Jinki mengerjap bingung.

“Hah? Tentu saja! Bodoh…kami semua mendengarnya! Bahkan semua orang yang ada di kampus ini pasti mendengar teriakan nyaring si Almighty Diva itu.”

Jinki membulatkan mata sipitnya. Bahkan mata itu tidak tampak bertambah lebar… ==a

“Hehe, kurasa dia akan meyakinkannya sendiri padamu, bye.”ucap temannya itu sambil mengedipkan sebelah matanya dan berlalu kembali dengan teman-temannya yang lain yang kini sudah berkumpul di pinggir lapangan sedang beristirahat setelah permainan tadi.

“Hah?? Ya! Joon!”panggil Jinki bingung. Eisshh…

PUK

Sebuah handuk sport berwarna hitam bertengger di pundaknya.

“Heum?….Eh? Ka-kau…??”tanyanya kikuk begitu melihat sosok yang tengah berdiri di belakangnya.

“Hai, Jinki…”sapanya sambil menggigit bibir mungilnya yang semerah cherry. Sungguh menggiurkan dan…err…sexy!

“Ki-kibum…”

CUP

Tanpa pernah Jinki duga sosok dihadapannya tengah menempelkan bibir mungilnya (yang tadi sempat membuatnya meneteskan air liur begitu melihatnya) dengan bibir tebalnya (yang demi tuhan siapapun begitu melihatnya akan tergiur ingin mencicipinya)!

Tidak ada lumatan ataupun kecapan disana, hanya murni dua buah bibir yang saling menempel.

“Jam 6 aku tunggu di taman namsan.”

Meniup poni Jinki yang menutupi mata sabit itu lalu tersenyum nakal dan melenggang pergi begitu saja meninggalkan sejuta tanda tanya di kepala Jinki.

Memandang sosok cantik itu yang perlahan menjauh dan terdiam menyentuh bibirnya.

Manis.

Rasa cherry yang sangat manis ia rasa di sekitar bibir tebalnya.

 Of course. I’ll come, Kibummie…anii, but Key… nae Key.

.

.

.

“Haahh…i do miss you so bad, nae Key…”bisiknya pada angin yang berhembus. Berharap pesan singkatnya sampai di telinga anaenya tercinta.

Menghembuskan nafas beratnya (lagi) entah untuk yang keberapa kalinya. Lamunannya terhenti begitu handphone yang tergeletak disamping kirinya berbunyi dengan sangat nyaring. Panggilan masuk dari Aboenim-nya. *sigh*

“Yeobohaseyo?”sahutnya.

“Ne, Appa waeyo?—nee—aku dan Kibum baik-baik saja… Appa danUmma bagaimana? Ah syukurlah…—ne—hm, nee— ne, arrassou… ne—-n-ne, MWO??!”

* * *

 @ ‘JinKey’S Boutique’….

“Pasang pitanya di dada saja…gaun itu sudah terlalu ramai kalau harus di tambah di bagian bawah. Nanti malah akan terlihat norak, jadi menurutku lebih baik kalau diberi aksen yang simpel. Warna gaun ini sudah cerah…”ucap Owner boutique ini kepada salah satu bawahannya.

“Kalau aku sedang tidak sibuk, aku yang akan menjahitnya sendiri kau tahu! Bahkan kerabatku desainer terkenal di Paris memintaku untuk mendesain gaun malam untuk dipamerkannya sebagai promosi untukku. Kepalaku akan pecah rasanya kalau kalian tidak—-“ocehannya terhenti begitu iphone di tangannya berbunyi.

Berdecak sebal dan mengangkatnya tanpa melihat nama yang tertera di layar, “Yeoboseyo?”

( “Kibum…” )

HAH! Key langsung menjauhkan handphone itu dari telinganya dan menatap layar. Jelas di situ tertera ‘My Lovely Nampyeon’, *sigh* dia menyapa dengan nada ketus tadi. Menghela napas dan kembali mendekap iphone itu ditelinganya.

“Jinki…mian tadi kupikir salah satu pegawaiku…”ucap Key merasa tidak enak.

Bahkan tidak ada sapaan sayang lagi di percakapan mereka, eum?

( “Un, ne…gwaenchana.” )

“Ada apa?”tanyanya sambil merebahkan tubuhnya di sofa.

( “Kau di butik?” )

“Ne~”sambil mengangguk pelan.

( “Begini…aku langsung to the point saja. Appa dan Umma telah kembali dari Washington. Sekarang tengah menuju kemari. Kau bisa pulang cepat? Sekarang? Appa bilang dia rindu menantu dan juga masakanmu…” ) jelas Jinki.

OMO!

Bagaimana ini?? Pesanan menumpuk dan deadline desain baju untuk dikirim ke Paris hanya tinggal menunggu hitungan jam! Bagaimana ini?!—Key menggigit ibu jarinya dan tampak berpikir sejenak.

( “Otte? Atau kau sedang sibuk?” )

Honestly YES!

Tapi sepertinya tidak ada pilihan, kan? “Umm, baiklah. Aku segera pulang. Annyeong”akhirnya ia memutuskan meng-cancel tawaran Desainer terkenal itu. Mungkin di lain waktu kesempatan itu akan datang lagi. Yah semoga saja. Dia tidak mau mengecewakan orang tua Jinki, kan? Mungkin akan berbeda kalau yang datang adalah orang tuanya sendiri.

Melirik jam yang tepasang manis di tangan kurusnya, bahkan dia baru 2 jam yang lalu sampai di butiknya dan sekarang harus kembali pulang? Ck, melihat tumpukan kertas di meja kerjanya dan segera meraih tas dan kunci mobilnya.

“Aku akan pergi, jadi kalian handle butik ini, ne? Dan selesaikan gaun itu karena nanti pukul 2 siang, mereka akan datang untuk melihatnya.”perintah Key sesaat sebelum keluar dari butiknya itu.

“Ne~arrassou…”sahut NaRa, asisten kepercayaannya.

Kibum menghela napas panjang begitu ia telah duduk di belakang setir. Memakai kaca mata hitamnya dan melirik ke kaca spion untuk mematut bayangannya sendiri. Penampilan adalah nomor satu untuk seorang Key! Hey, dulu dia seorang diva di kampusnya eoh?  Merapikan poninya dan tersenyum sekilas, perfect! lalu melajukan ferari merahnya di tengah kota seoul.

Sebenarnya ini adalah kali pertama Jinki menelponnya semenjak mereka bertengkar 3 bulan yang lalu.

Anii.

Jujur, bukan pertama kali menelpon, melainkan pertama kali diangkat olehnya dalam keadaan TIDAK SENGAJA.

Masalah yang sama sejak mereka bertengkar hebat untuk pertama kali.

Flashback….

“Negatif! Lagi-lagi negatif!”decak Key sambil mengacak-acak rambutnya begitu melihat tester kehamilan yang di pegangnya.

“Wae Chagiiya?”tanya Jinki begitu mendengar teriakan Key tadi dan menghampirinya.

“Lihat! Ini hanya bergaris satu! Lagi setelah 2 tahun kau sama sekali tidak menghasilkan!”

“Hee?”

“Jangan Cuma ‘Hee’ dengan tampang polos gitu! Jangan-jangan kau mandul, yah!”

“Aku? Mandul?”

“Iya apa kau tuli?! Pasti kau namja mandul buktinya setelah 2 tahun kita menikah, aku tidak juga hamil!”

“Tapi Key—“

“Padahal dulu sebelum menikah kau menyanggupi akan memberiku anak!”

“Ya, aku tahu tapi…”

“Sebaiknya kau periksa ke dokter dan jangan sentuh aku kalau kau tidak bisa membuatku hamil!”

Membanting pintu kamar dan pergi keluar rumah melajukan Ferarri kesayangannya bahkan sampai tengah malam pun Kibum belum juga pulang. Setelah akhirnya Jinki tahu kalau anaenya itu pulang ke rumah orang tuanya.

Tekanan dari orang-orang sekitar dan juga kedua orang tuanya yang menginginkan dia cepat memiliki anak lah yang membuatnya sangat terobsesi dan itu merupakan keinginan terakhir dari nenek Key –yang ingin menimang cucu– namun sayang beliau sudah di panggil oleh Yang Maha Kuasa terlebih dahulu sehingga saat itu Key benar-benar merasa bersalah tidak bisa mewujudkannya dan ia pun menyalahkan Jinki sebagai pelarian sedihnya.

“Key…aku rasa itu karena kau terlalu lelah membangun usaha butikmu—terlebih kau sering kali menghadiri pesta ataupun jamuan makan yang memaksamu mengkonsumsi alkohol, kan?…“ucap Jinki hanya dapat berbisik kepada angin…. “Mungkin itu salah satu faktornya….”

…………Mungkin…

End flashback….

“Aku pula—ng? Mau kemana?”

“Persediaan bahan makanan hampir habis dan sepertinya kita tidak mempunyai bahan-bahan untuk membuat barbeque.”

“Jadi kau mau ke super market?”

“Ne… kau mau ikut?”

Berpikir sejenak, sebaiknya dia ikut pergi dari pada harus menghadapi kedua orang tua Jinki yang mungkin saja akan bertanya bermacam-macam hal (yang dapat membuatnya menjadi sensitif) lalu menghancurkan moodnya. “Aku ikut.”singkatnya.

Tanpa sadar senyum lebar terkembang dibibir sang namja tampan begitu mendengar jawaban anae-nya.

“Kkaja.”

………….

@ Supermart….

“Daging sapi, paprika, jagung, sosis, bawang bombay….apa lagi ya?”ucap Jinki memeriksa belanjaan di troli yang ia dorong.

Key pun ikut memeriksa, “Sepertinya sudah…oh! Daun bawang!”

“Oh ya, ayo kita ketempat daun bawaaaang~”seru Jinki semangat.

Key hanya mengikuti dari belakang dengan malas, begitu melewati counter buah-buahan, terbersit sebuah ide di benaknya, “Ya, bagaimana kalau nanti kita juga buat es buah? Umma sangat menyukainya, kan?”tanya Key yang sedang memegang satu kotak stoberi.

“Wah, benar! Terlebih itu adalah buatanmu. Umma pasti senang sekali.”sahut Jinki menatap Key sambil tersenyum hangat. “Terutama aku. ^^”

Gigi kelinci itu….

“…..”

Tampan.

BLUSH

Kibum tidak mengerti kenapa wajahnya terasa sangat panas melihat senyum itu.

Entah kenapa hatinya merasa rindu melihat senyum itu. Rasanya ia sudah lama sekali senyum itu tak lagi hadir dan menghiasi hari-harinya…

Hey, Kibum! Bahkan tidak hanya senyum melainkan pemilik senyum itu pun telah menjadi milikmu. UTUH! Jangan kau sia-siakan dasar pabo namja!

Padahal kau tahu dengan jelas bahwa namja di hadapanmu ini sangat sangat tampan dan baik hati bahkan kau selalu dibuat jelous karena tatapan para yeoja yang sering mencari perhatiannya, tapi kau sendiri pun tahu, Jinki sama sekali tidak pernah memalingkan wajahnya darimu. Kau tahu itu tetapi kau terlalu pabo dan egois untuk menyadarinya, Kibum!

Hanya karena masalah aegya, kau menyia-nyiakan nampyeonmu? Padahal aegya itu adalah titipan Tuhan, dan kalau kau belum di karuniai, mungkin memang sekarang bukanlah saat yang tepat. Kau belum berusaha semaksimal yang kau bisa tapi kau dengan mudahnya menyerah! Bagaimana Tuhan mau mengabulkan impianmu itu, eoh?!

Dia namja terbaik yang harusnya kau syukuri, sebelum dia berhenti untuk mengerti, dan pergi.

Hiks….

Tanpa sadar Key mengeluarkan air matanya dan terisak begitu melihat Jinki -suaminya- tengah menolong seorang yeoja yang kesusahan membawa barang belanjaannya ke kasir.

Melihat nampyeonya menenangkan anak kecil yang sedang menangis dan menghiburnya, membantu mencarikan sang Umma karena sepertinya anak itu kehilangan orang tuanya.

Jinki…..

“Nae Jinki…..”tanpa sadar Key menyebut nama namjanya dengan air mata yang berurai di pipinya.

“Eoh? Ya, kenapa menangis, Key?”sambil menghapus kedua aliran sungai di wajah putih Key dengan ibu jarinya perlahan penuh dengan sayang dan kelembutan.

Key?

Key….

Nama yang sangat kurindukan….

Namaku…

Yang kau berikan untukku sebagai panggilan sayangmu, kunci hatimu, dan….

GREP

Key langsung memeluk Jinki sambil berbisik kata ‘mianhae’ berkali-kali.

“Musun soriya? Apa yang kau katakan, eoh? Kenapa meminta maaf, heey?”Jinki bingung dan juga gugup memeluk Key yang menangis di depan umum seperti ini. Beberapa pasang mata pun melihat ke arah mereka, berbisik-bisik bertanya ada apa sebenarnya yang terjadi dengan dua pria itu.

“Ssst, mworagu Key?”

Key hanya menggelengkan kepalanya di dada Jinki dan memeluknya erat-erat.

“Aku disini…uljimaa–”

“Mianhae Jinki…aku…huks…”

“Hey, hey, kenapa menangis?? Kau tidak salah apapun, tidak ada yang harus di maafkan…”

“Aku harusnya tahu kau namja terbaik untukku…tapi…aku terlalu bodoh dan buta akan keegoisanku sendiri.”

Jinki menggeleng dan mendekap tubuh kurus itu kedalam pelukannya, “Anii. Kalau ini mengenai masalah yang lalu, kau tidak salah. Memiliki aegya adalah impian semua manusia yang menikah, Key. Dan aku pun terlalu pengecut membiarkanmu kecewa dan sedih.”

Key terus menggelengkan kepalanya berkali-kali di dada Jinki sambil mengeratkan pelukannya, “Aku ingin kita berusaha lagi…kau mau?”

Jinki tersenyum dan melepas pelukan mereka. Memegang kedua pipi Key, mengelusnya lembut dengan ibu jarinya dan menatap lurus ke dalam mata kucing di hadapannya, “Aku berani bertaruh kalau uri aegya akan hadir secepatnya, aku janji.”

Mengecup pipi putih dan menggigit kecil begitu sang empunya menyunggingkan senyumnya dan memperlihatkan lesung pipit cantik di pipinya. Membuat Jinki gemas ingin menggigit dan menelannya saat itu juga.

“I’ll bet you can’t sleep tonight.”mengedipkan matanya dan tersenyum nakal. As a naughty cat. Diva Kim ‘Key’bum was back!

Sungguh Jinki benar-benar sangat merindukan kerlingan mata itu, senyum itu, suara itu, dan…sentuhan yang lembut ‘itu’. “Pleasure.”

Dan mereka bergandengan tangan, kembali merasakan kehangatan masing-masing dan melepas rindu di hati masing-masing karena sesungguhnya cinta mereka tidak pernah pudar. Seluruh manusia di dunia ini pasti memiliki sifat egois, hanya saja orang yang mampu mengalahkan keegoisannya itulah orang-orang yang akan berhasil nantinya… ^^

Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan,

tetapi Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan…

.

.

.

@ Home…

“Welcome home, yeobo.”ucap Jinki tersenyum sambil membukakan pintu mobil untuk Key.

Key hanya tertawa senang meraih tangan Jinki yang terulur didepannya, menepuk bahu namja-nya sambil tersenyum malu. “Cheesy!”

“Hehehe…”kembali memamerkan sepasang gigi kelincinya yang benar-benar membuat Key ingin melahap makhluk dihadapannya ini hidup-hidup. Atau membakarnya menjadi kelinci panggang?? Atau mengawetkannya dengan formalin dan memajangnya di etalase kaca agar dapat di pandang setiap waktu?? Yaah, itu hanya segelintir pikiran liar Key yang terpesona dengan senyuman seorang Lee Jinki.

TIN TIN

Sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah mereka.

“Umma~ Appa~!”sapa Jinki menghampiri mobil yang kini terparkir manis di belakang mobilnya dan keluarlah dua sosok paruh baya namun masih sangat sehat dan terlihat segar, memancarkan aura muda tak kalah dari Jinki dan Key.

“Anakku~~ bogoshippoyo…”sang Umma telak memeluk Key melewati Jinki begitu saja. Padahal saat itu Jinki telah merentangkan tangannya dan begitu melihat sang anak yang terdiam kaku, si Appa lah yang menyambut pelukan Jinki tersebut.

“Sabarlah~ Umma mu benar-benar rindu dengan anae mu itu. Haha”ucap Mr. Lee sambil menepuk-nepuk punggung kekar dipelukkannya.

Jinki membalas pelukan Appanya sambil mengerucutkan bibirnya dan kemudian ikut tertawa, “Syukurlah…”batinnya.

Setelah acara reuni melepas rindu tadi, mereka langsung masuk ke rumah dan Key segera melesat ke dapur untuk menyiapkan bahan-bahan.

“Umma~ Key mau membuatkan es buah untuk Umma.”ucap Jinki sambil membawa barang belanjaan ke dapur. Key memandangnya sambil tersenyum manis.

“Aku ingat Umma sangat menyukai es buah.”timpal Key sambil membantu mengeluarkan belanjaan-belanjaan tadi.

“Jinjja? Waah, Umma benar-benar rindu masakanmu! Iya kan Appa? Jinki, Appamu sedari di bandara terus-terusan saja merengek meminta Umma untuk menelponmu! Tapi begitu Umma ke toilet, sepertiya Appa-mu yang tidak sabaran itu sudah menelponmu duluan, ne?”curhat si Umma sambil menyikut lengan sang Appa.

Mendengar itu Key semakin tersenyum lebar, sungguh dia rindu dengan suasana hangat seperti ini. Yah, dia merasa bodoh telah menyia-nyiakan nampyeonnya dan dia bersumpah itu adalah hal terbodoh terakhir yang pernah dia lakukan dalam hidupnya.

“Kenapa melamun?”tanya Jinki sambil mencubit kecil pipi Key.

“Ah, anii. Ya, yeobo~ sebaiknya kau siapkan barbeque-nya di kebun belakang, arra?”

Jinki mengangguk patuh dengan senyum gigi kelinci andalannya, “Beres! Appa ayo bantu aku?”

Yang di jawab dengan senyum (yang sama persis dengannya) sambil mengacungkan jempolnya. Lalu kedua nampyeon itu segera beranjak ke kebun belakang sambil mengobrol akrab. Bahkan sang Appa merangkul pundak Jinki lalu entah apa yang mereka bicarakan, keduanya tertawa terbahak-bahak. Ayah dan anak yang sangat mirip… ==

“Kibum sayang…”

“Ah ne, ada apa Umma?”

“Umma tahu telah terjadi sesuatu dengan kalian belakangan ini. Semenjak kami pergi ke Amerika, eum?”

Key sontak terkejut melebarkan matanya merasa gugup ia langsung memalingkan wajahnya dan menyambar sayur-sayuran untuk dicuci. “Anii…”sahut Key pelan.

Sang Umma hanya menghela napas dan mengusap bahu Key,

“Umma memanh tidak tahu hal apa, tapi maaf yah…Jinki mungkin bukan orang yang lihai berbicara…tapi dia lebih kepada bertindak. Kalau kau merasa sesuatu…”

Key segera menyela sambil tersenyum, “Anii Umma…Jinki yang seperti inilah, Jinki yang apa adanya lah yang aku cintai, Umma…”jawabnya lantang dan yakin.

Umma Jinki langsung memeluk Kibum dengan sayang. “Nah, kalau begitu…cepat hadirkan tangis bayi di rumah ini, ne?”berkedip jahil sambil menepuk bahu Key lalu segera menyusul suami dan anaknya di kebun.

Walau sempat terkejut, tapi ia tidak memungkiri kalau wajahnya memanas dan…kata-kata Umma Jinki tadi kini terngiang-ngiang dikepalanya dengan sukses!

.

.

.

“Masakanmu memang nomor satu Kibummie.”ucap Umma yang dibalas anggukan Appa Jinki.

“I-iya Umma…kamsahamnida…”Key benar-benar gugup! Padahal dulu dia bukan orang yang seperti ini, kan? Entah kenapa hari ini ia benar-benar merasa…awkward, bingung dan…bahagia.

“Bahagianya punya menantu seperti Kibum, ya Umma?”timpal si Appa.

“Oh jelasss, menantu kita memang sangat hebat!”

Wajah Key memerah dan mungkin kalau terus-terusan dipuji oleh Bumeonim namyeonnya itu mungkin sebentar lagi kupingnya akan keluar asap(?), dia benar-benar maluuu >///<

“Yakin kalian tidak mau menginap?”tawar Jinki begitu mengantar kedua orang tuanya ke halaman rumah, mereka akan pulang.

“Hahaha, tentu kami sangat yakin. Ada sesuatu yang tidak bisa terjadi kalau kami menginap disini.”jawab Umma lalu mengecup kening Key dan masuk ke mobil.

??? Jinki terbengong mendengar jawaban ajaib Ummanya.

“Hati-hati di jalan Umma, Appa…”ucap Key.

“Terima kasih menantuku yang cantik, nah Jinki…” Appa-nya hanya menepuk-nepuk bahu Jinki sambil mengacungkan jempolnya sebelum masuk ke mobil, dan melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah besar itu.

“Aiissh…dasar Appa..”gerutu Jinki kikuk (mengingat percakapan rahasianya tadi dengan si Appa). Melirik Key yang tertunduk sambil memainkan jarinya, Jinki terkesiap kaget begitu ia merasa melihat wajah Key memerah.

Eoh??

“A..aku ke dalam. Se-baiknya kita masuk udaranya cukup dingin.”ucap Key begitu sadar ia sedang diperhatikan. Lalu beranjak masuk ke rumah duluan, meninggalkan Jinki dengan pikiran-pikirannya.

Jinki akhirnya menyusul dan segera mengunci pintu. Melihat sekitar dan akhirnya menemukan anaenya sedang memnbersihkan peralatan makan yang kotor.

“Key…”

Eoh?

“Ne? Ah~ kau mau mandi? Aku akan siapkan air panasnya.”

Jinki hanya mengerutkan alisnya melihat perubahan tingkah laku Key hari ini. Sungguh ia senang Key telah mau berbicara dengannya, bahkan Key-nya yang dulu benar-benar telah kembali. Tapi…mengapa wajah cantik itu terus-terusan memerah dan ia merasa Key terlihat…gugup? Wae? Jangan-jangan….

“Jinki, air panasnya sudah…—eoh? Jinki??”Key merasa bingung begitu Jinki sudah tidak ada di tempat ia tadi berdiri. Kemana dia? Key pun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tersebut.

“Jinki…”

KLIK

Tiba-tiba semua lampu padam dan Key terperanjat kaget. Dia takut gelap! Terlebih jika…sendirian!

“Hwaaaa!! Jinki!! Eodiga?! Jinki! Jinkiiiiiiiii”Key berteriak histeris karena keadaan ruangan yang gelap karena ini memang sudah malam.

“….”sepi. Tidak ada suara apapun yang terdengar. Tanda-tanda keberadaan Jinki pun tidak ada.

“Jinki…huks…takut…eodiga…”Key terduduk di lantai dan ia mulai menangis.

Key kembali berdiri dan mencoba meraba saklar di dekatnya namun begitu ia tekan, tidak ada perubahan. Berarti memang lampu padam seluruhnya. Key meraba-raba tembok dan ia telah hampir sampai di tangga, dia berniat untuk ke kamar saja. Entahlah, dia selalu merasa aman bila berada disana.

Ketika hampir sampai di tangga, ponsel di sakunyanya bergetar. Benar! Ponsel! Kenapa tidak kepikiran dari tadi??

Buru-buru ia merogoh kantong celananya, dan PRAK –Hpnya terjatuh begitu ada seseorang yang membekap mulutnya dan membuatnya terkejut.

“Hmmhppp?!!!”

Karena mulutnya ditutup kain, dan ia disekap dari belakang jadi Key tidak bisa melihat siapa orang itu karena sejujurnya matanya kini sudah mulai terbiasa melihat dalam kegelapan. Sekuat tenaga Key meronta dan mencoba melihat ke arah belakang tapi tubuh itu kuat memeluk tubuhnya dan mulai memaksanya untuk naik ke atas! Gawat!

JINKIIIII!!

Jangan-jangan Jinki juga disekap?? Apakah dia dalam bahaya?

Andwae!!!!!

“Hhmmpp unngg hnmmg…??”Key terus meronta tapi dekapan orang itu malah semakin kuat.

Sampailah mereka di lantai atas dan orang itu masih saja menyeretnya untuk ikut kemana saja orang itu mau dan…ternyata ke kamarnya dengan Jinki??

ANDWAEEE –jerit Key dalam hati, membuat tenggorokkannya sakit karena berteriak-teriak.

Orang itu membuka pintu dan menutupnya dengan kasar menggunakan kakinya. Menyeret Key lagi dan menghempaskannya ke kasur King size mereka –Jinki dan dirinya–.

Belum sempat Key menerjemahkan apa yang tengah terjadi, orang tersebut telah menindih tubuh kurusnya.

“Hmmpph”

Orang tersebut mencium pipi Key dan tangan kanannya mencengkram kedua pergelangan tangan Key sedangkan satunya tengah merayap di tubuh namja cantik itu. Orang itu cekatan sekali karena tangannya telah masuk ke balik baju Key dan mulai meraba kulit halusnya.

Oh My Dubu! Where are you!!!!

Key memejamkan matanya erat, menggelengkan kepalanya dan terus meronta, menggeliat agar terlepas dari cengkraman pria di atas tubuhnya itu.

Tiba-tiba mulut Key sudah tidak tersumpal kain dan ia bisa menjerit sepuasnya, “YAAAA!! NUGU! KURANG AJAAAR!!! LEPASKAN AK—HMMMPPH…”

Key masih terus meronta dan semakin menggelinjang begitu jari orang itu telah memainkan puncak dadanya dan membungkam mulutnya.

“ANDWAE!!! Lepas breng—“

KLIK

Pria dihadapannya itu menyalakan lampu tidur disebelah ranjang dan…

O.O

“Surprise!” ^^

Key melebarkan mata kucingnya dengan mulut yang juga terbuka lebar. Omo!

“Kau…”

“Hehehe, apa aku menakutimu? Maaf…..”

Key masih terdiam, tentu detakan jantung dan rasa takutnya tadi masih singgah di dirinya. Takut akan perbuatan jahat orang tadi pada tubuhnya tapi…sekarang dia telah melihat orang itu. Wajah yang tengah tersenyum canggung menatapnya.

“Key…?”

Bibir Key bergetar dan matanya mulai merebak, dan… “Huaaaahaaa Jinki kau jahaaaatt!!”
berteriak sambil memukuli Jinki dengan guling. “Huaaa aku takut pabo! Nappeun! Nappeun!”

Jinki hanya tertawa sambil berlindung dengan tangannya tanpa menghindari pukulan-pukulan Key. Setelah lelah Key pun berhenti sambil mengatur napasnya yang terengah.

“Nappeun namja!”cibir Key.

“Hehe, miaan. Aku hanya bercanda. Aku akan menyalakn kembali listriknya dan setelah itu aku akan mandi.”ucap Jinki dan beranjak keluar kamar.

….. Key terdiam dan tiba-tiba ia menyunggingkan senyum evilnya.

* * *

Tak lama Jinki pun kembali ke kamar untuk mandi tapi….

PRAK

Kunci mobil yang tengah Jinki putar-putar di jarinya pun terjatuh begitu ia melihat pemandangan di hadapannya.

Why?

Because Kim Keybum is totally naked! NOW! ON THE BED! AND WITH SEXY POSE!

Menggerakkan jari telunjuknya mengarah pada Jinki seolah menyuruh Jinki menghampirinya.

GLEK

Jinki is frozing now!

“Hey.…come here~ handsome….”

Jinki masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Terkadang IQ-nya yang terkenal tinggi itu benar-benar dipertanyakan begitu ia melongo di depan Key seperti saat ini. ==a

“Hey, tampan. Hati-hati dagumu jatuh ke lantai.”goda Key menggerakkan kakinya dengan gerakan –makan–aku–sekarang! ==a

GLEK

Lagi Jinki menelan salivanya dan buru-buru menutup pintu begitu ia tersadar dengan apa yang sedang disajikan di depannya. Akhirnya IQ-nya yang tinggi itu pun tak jadi di pertanyakan. /plaak

“Let’s play handsome.”

Sungguh! Saat ini, detik ini juga, libido kelelakian seorang Jinki pun memuncak terlebih si manis-nya ini menyajikan dirinya dengan suka rela. Siapa yang tidak akan terangsang pesona sang Diva, eoh? Pinggang yang ramping, bokong yang sexy, bibir pink cherry yang sangat menggiurkan, kerlipan mata kucing yang menggoda iman…

“Jangan pernah katakan ‘stop’ ketika aku sudah memulai.”ucap Jinki merangkak dari ujung tempat tidur menuju tubuh polos Key.

“As you wish, handsome.”

Jinki memulai ‘permainan’ dengan menyicip bibir cherry Key dengan lumatan dan juga hisapan yang lembut. Tangannya menumpu pada kasur memenjarakan tubuh Key dibawah tubuhnya sedangkan tangan Key melingkar di lehernya. Tak lama, Key yang mungkin saat itu sedang horny tingkat tinggi, mulai meraba-raba dada bidang Jinki yang masih terbalut kemeja.

“Buka saja kalau kau mau…aku milikmu.”bisik Jinki menggigit kuping Key dan meniupkan napasnya pelan, membuat Key bergidik dengan wajah memerah.

Jari-jari lentik Key dengan lihai membuka kancing satu per satu, menyusupkan tangan kurus itu ke dalam kemeja Jinki dan meraba langsung kulit Jinki yang putih dan juga halus selembut tahu(?). Sedikit turun ke bawah dan bermain di pusar Jinki dengan membuat gerakan memutar lalu kembali ke atas, menemukan tonjolan kecil di dada bidang itu dan mulai memainkannya.

Jinki memejamkan mata menerima sentuhan di bagian sensitifnya itu. Menggigit bibirnya begitu Key menekan-nekan dan mencubit nipple-nya pelan. “Aahh, Key…”

Lalu Key mencium bibir tebal Jinki, lembut pada awalnya namun selang beberapa menit ciuman itu berubah ganas dan saling merebutkan dominasi.

“Eungh…”Key melenguh begitu dengkul Jinki menekan ‘milik’nya.

“Wae?”tanya Jinki menyentil hidung Key sambil tersenyum menggoda.

“Don’t teasing me! Aahh..…aannh…..”

 “Seperti ini?”

“Eunggh….aahh…..haaa!”

“Atau begini??”

“Jinki!”

Cih, sudah diperingatkan jangan menggoda sang Diva eoh?

Key pun langsung membalikkan tubuh Jinki dan menguncinya dibawahnya. “I’m warning you, handsome….”

Key kembali melahap bibir Jinki, kedua tangannya melepaskan kancing kemeja Jinki yang belum terbuka, dan pinggulnya sibuk bergoyang, menggesekkan miliknya dan menekannya pelan dengan member Jinki.

“Uugghh…..”desahan lolos dari bibir Jinki yang tengah dilumat Key.

Jinki tidak berontak dan malah menikmati sensasi gesekan nikmat di miliknya itu. Key membuang kemeja Jinki yang telah berhasil ia buka, lalu dengan sigap bibirnya berpindah ke tulang dada Jinki –meninggalkan kissmark disana– dan menyapu daerah kecoklatan di dada Jinki dengan lidahnya. Tangannya pun tengah sibuk membuka belt, lalu kancing dan resleting celana Jinki.

“Aahh sshhh Keyy….ssshh….”Jinki melenguh begitu Key menghisap nipplenya kuat.

Dengan sekali sentakan, celana Jinki pun terlepas dan dengan cekatan Key mulai mengelus sesuatu dibawah perut Jinki.

Dua kepuasan sekaligus Jinki rasakan! Gila! Setelah lama ia dan Key tidak melakukan ‘hal’ ini, benar-benar membuatnya menjadi lebih sensitif dan mengeluarkan erangan serta desahan yang tercipta karena sentuhan Key.

Setelah dirasa milik Jinki telah mengeras, Key segera membuka boxer yang masih melekat di pinggang Jinki dan mengeluarkan benda yang pastinya mulai terasa menyesakkan untuk Jinki.

“Ouh, already wake?”ucap Key masih mengelus-elus benda panjang itu dan membuat ukurannya berubah semakin membesar dan panjang.

“Aaahh….sshhh….aah…”Jinki memejamkan matanya dan tangannya pun bermain di punggung Key, mengusapnya dengan gerakan teasing.

Sial! Key terus-terusan membuatku mendesah seperti ini!

Key menghentikan pekerjaannya pada member Jinki. Tersenyum manis begitu namja tampan itu menatapnya kecewa karena jujur itu sangat nikmat!!

Key mengecup bibir Jinki sekilas, “It’s show time.”

Key memutar balik tubuhnya di atas tubuh Jinki, memampangkan miliknya didepan wajah Jinki. Mengerti situasi ini, Jinki pun meraup benda hidup itu ke dalam genggamannya, mengurutnya pelan dan mngusap-usap bagian kepalanya yang memiliki lubang kecil di tengah.

“Aaah aahh Ji-nnhh……”untuk meredam desahannya, Key pun segera memasukkan member Jinki ke mulutnya dan mengulumnya dengan rakus.

Keduanya sibuk memberikan service pada masing-masing pasangan dan gerakan Key melemah begitu Jinki menjilat opening hole-nya dan menusuk-nusukkan lidahnya memasuki dirinya.

DAMN! SO GOOOODD!!

Key memejamkan matanya kencang, dia sudah terlalu lemah untuk mengulum milik Jinki yang besar itu begitu di rasakan hole-nya telah di masuki sesuatu. Jari telunjuk Jinki kini tengah bermain di dalam tubuhnya.

“Ngghh.…aahhhnnn…..hhaaah….aahh aahh aah”

Jari Jinki mulai bergerak keluar masuk, dan Key mencoba memfokuskan pikirannya pada Milik Jinki yang tengah menegang di genggamannya itu.

Kembali mengurut ke atas dan kebawah, Jinki pun semakin mempercepat ritme mengeluarkan dan memasukkan jarinya di hole Key.

Lutut dan paha Key terasa lemas, lalu sebelum ia ambruk cepat-cepat dia menjauhkan bokongnya dari hadapan Jinki dan otomatis jari Jinki pun terpaksa(?) keluar.

“I’ll ride you.”ucap Key dan segera mengambil posisi di atas member Jinki. Mengangkangkan pahanya di kedua paha Jinki, memegang member Jinki untuk nenuntunnya memasuki holenya. Menurunkan pinggulnya perlahan…

“Uughh…..ngghh…”Key menggigit bibirnya begitu kepala member Jinki terasa masuk di holenya, terus menurunkan badannya dan,

SIP!

Terbenam sempurna, tubuh mereka kini telah menyatu.

“Aaahh aahh….unnhhh….”Key tengah menaik turunkan tubuhnya menggenjot member Jinki di hole-nya sendiri.

“Ahhnn aahh uughh…so big Jinki! Aahhh aah….feel so good…”

Jinki pun menggerakkan pinggulnya maju dan mundur membantu pergerakan Key di atas tubuhnya. “Aahh Key…”

“Aaah aahh aahh….aahhnn nnhhhh…Jin—aaahhh!!”

“I’m coming Key…”

Dan season pertama pun mencapai klimaksnya.

“Ouuhh…sangat penuh Jinki…nnhh….”ucap Key merasakan cairan Jinki menyemrot di dalam tubuhnya, memenuhi holenya.

Jinki meraih member Key dan membantunya untuk cum.

Selang beberapa lama Key pun menyusul Jinki untuk klimaks. Menumpahkan cairan itu di perut Jinki lalu menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh namyeonnya itu, tersengal hebat.

Jinki membalikkan tubuh Key di bawahnya setelah napasnya mulai kembali teratur. Menyapu keringat di dahi Key, menelusuri telunjuknya di permukaan wajah Key tanpa ada yang terlewat sedikit pun, lalu mengecup bibir Key dengan lembut. Tenaga Key yang juga sudah hampir pulih, membalas ciuman Jinki dan melingkarkan tangannya dileher Jinki.

“Siap untuk babak selanjutnya??”

“Of course…”jawab Key, dan mereka kembali bercinta.

Entah berapa ronde yang meerka lewatkan karena paginya mereka sama-sama bangun kesiangan.

.

.

.

“Selamat pagi…”

“Pagi sayaaang…”mengecup kening Key begitu ia membuka matanya melihat wajah cantik itu di hadapannya. Tidak seperti pagi-pagi sebelumnya yang terasa hampa.

“Hey crazy ‘seesaw’! Malam yang hebat.”sahut Key mencubit pipi Jinki gemas.

“Dan menyenangkan.”timpal Jinki mencium ujung hidung Key lalu mengosokkan hidung mereka.

“Kau akan ke kantor? Tapi ini sudah pukul 11…”

Jinki pun melirik jam waker disamping tempat tidurnya dan berpikir, “Mungkin sesekali libur tidak masalah.”

Key tersenyum senang dan memeluk Jinki. Senang karena akan menghabiskan hari ini seharian penuh dengan suaminya itu. Apalagi semalam mereka habis bercinta, melepas rindu dan bukti rasa sayang juga cinta mereka.

“Aku akan menyiapkan sarapan, sebaiknya kau mandi dulu.”ucap Key berusaha bangun dari pelukan Jinki yang erat, sedikit mendorongnya meminta dilepaskan.

“Aku masih ingin memelukmuuu~ merasakanmu…”

Wajah Key memerah dan memukul dada Jinki, “Tapi kita harus makan. Memang kau masih mempunyai tenaga untuk merasakanku?”goda Key sembari tangannya mengelus-elus dada naked Jinki.

“Kau menantangku?”balas Jinki mengeluarkan evil smirknya.

NOOOO!! AKU LELAAAHH!!! SEMALAM BENAR-BENAR AKTIVITAS YANG MELELAHKAN DAN….NIKMAT..

Key cepat-cepat menggeleng dan mendongakkan kepalanya menatap Jinki, “No Mister, aku mengaku kalah. Aku…”

KRIIIINGG KRIIIINGG

Telpon dirumah itu berbunyi, memutus percakapan pasangan lovey dovey itu di pagi—siang hari yang cerah.

“Eum? Nugu?”Key memiringkan kepalanya dan beranjak bangun meraih telpon di samping tempat tidur mereka dan Jinki ikut bangun dengan menumpu tubuhnya dengan sikunya.

“Yeoboseyo?”

.

.

.

“………”Key terdiam memandang bangunan di depannya dengan tatapan yang sulit digambarkan. Diam terduduk di dalam mobil dengan sebelah tangannya di genggam Jinki yang duduk di bagian kemudi.

“Key…..”gumam Jinki ikut memandang sedih ke arah depan. Sebuah bangunan yang telah hangus terbakar.

Tok Tok Tok

Kaca mobil bagian Key di ketuk oleh petugas kepolisian. Meminta Key untuk turun atau hanya sekedar membuka kacanya agar dapat di introgasi perihal yang terjadi pada…butiknya.

Jinki menggenggam tangan Key erat dan sedikit menyentakknya pelan membuat Key menoleh dan Jinki member isyarat agar ia memenuhi panggilan yang berwajib. Tautan tangan mereka terlepas dan Key membuka pintu lalu keluar –setelah menghirup napa dalam-dalam dan membuangnya sekali hembusan, menyemangati dirinya–.

Jinki pun menyusul turun dan berjalan menghampiri Key dan polisi tadi.

Ketika diberi beberapa pertanyaan dan penjelasan, Key tampak menjawab dengan suara pelan dan Jinki sangat merasakan kesedihan pada diri anaenya. Berkali-kali mengelus punggungnya lembut menenangkannya yang mulai mengeluarkan kristal bening dari matanya dan Jinki tergerak untuk memeluknya erat, mencium puncak kepalanya dengan sayang seolah menyalurkan semangat untuk Key.

“Kita akan membangunnya kembali, nee…uljima…Key…”mengusap=usap punggung yang terasa bergetar karena kini Key mengeluarkan isakannya dan memeluk Jinki erat.

“Tuan…..dari toko anda, ada brangkas besi yang selamat. Isinya juga masih utuh walau berangkas itu sudah hampir gosong tapi tidak mempengaruhi isi di dalamnya. Juga 2 buah manekin, dan….”

Sesuatu yang membuat Key tersenyum dan kembali memeluk Jinki erat sambil tak hentinya mengucapkan kata syukur, ‘JinKey’S Boutique’ , papan putih dengan tulisan pink dan aksen yang cantik masih tersisa utuh. Itu adalah hal yang sangat berharga untuk Key bahkan melebihi isi dari berangkasnya yang selamat tidak terbakar. Karena di papan putih itu, tersimpan kenangan manis yang paling Key suka.

Saat ia dan Jinki menulis sendiri papan itu dengan cat dan menamai butiknya dengan nama mereka.

“Syukurlah Jinki…lihat! Papan kita selamat!”pekik Key.

Saat itu mata Jinki benar-benar sudah memanas melihat Key terlonjak riang hanya karena papan itu selamat??

Aku bahagia Key….ternyata kau tidak melupakan moment kecil itu dalam hidupmu…

.

.

.

2 minggu kemudian….

Jinki POV

Walau saat mengetahui papan nama butiknya selamat, tapi perlahan kau berubah menjadi sedikit pemurung. Seringkali aku melihatmu yang tengah memandang kosong entah apa yang kau pikirkan….walau ketika kutanya kau selalu berusaha tersenyum dan mengatakan kau baik-baik saja.

Tapi aku tidak bodoh, kau jelas tidak baik-baik saja.

Aku tahu, butik itu adalah mimpimu…..

BRUK

“???”

Jinki yang sedang duduk di ruang nonton membaca koran pagi, spontan terlonjak karena dikagetkan dengan suara berdebum yang cukup besar.

Suara itu dari…dapur?

Key?!

Berlari ke counter dapur dan….!!!!!!

KEY!!!!!!!!

……

@ Hospital…

Terima kasih…

Terima kasih Tuhan kau mendengar doa kami dan juga mengabulkannyaaa!!

“Eumh..?”Key mengerjapkan matanya ketika ia tersadar, sedang terbaring di kasur rumah sakit.

Aku hanya menggenggam tangan halus itu dengan erat, bahkan aku tidak bisa mengghentikan senyuman bahagiaku yang terlukis di wajahku kini. Setelah mata itu terbuka sepenuhnya, aku mengusap pipi tirus yang sedikit pucat itu dengan jari telunjukku, menekan-nekannya pelan.

“Jin…ki…?? Ini….rumah sakit??!”tanya Key begitu ia sadar ini bukan di kamar kami.

“Iya Key…aku membawamu kesini. Aku sangat panik dan khawatir melihatmu pingsan di dapur..”

“Ahh, ya…tadi aku merasa sangat pusing…..tapi sekarang aku sudah tidak apa-apa. Ayo pulang Jinki….jebal~aku mau pulaaang….!”rengeknya menggoyangkan tanganku yang menggenggamnya.

“Tapi kondisimu sedang drop. Paling tidak kau harus dirawat sehari. Aku janji besok kita akan pulang, ne?”

Key menggelengkan  kepalanya dan mengerucutkan bibirnya, “Aku mual mencium bau rumah sakit, Jinki. Tidak bisakah kau mengerti aku?”

Aku masih terus tersenyum tidak peduli bila wajahku terlihat aneh atau bahkan dikira gila tapiii sungguh aku bahagiaaaa!!!

Perlahan tanganku mengarah ke perut rata Key, mengusapnya pelan.

“Jinki? Waee?”

Aku menggelengkan kepalaku (masih dengan senyum) lalu mencium kening anaeku dengan sayang dan lamaaa.

Key mulai merasa ada yang tidak beres denganku dan ia menghalau bibirku dari keningnya. Mendorongnya pelan dan menatapku dengan tatapan tajamnya.

“Tell me.”ucapnya.

“Hmm?”

“Tell me! Pasti ada sesuatu yang terjadi, kan?? Kenapa kau terus-terusan tersenyum, eoh? Aku berada di rumah sakit, terbaring di ranjang dan GOD! Kau tersenyum Jinki! Mencurigakan! Apa telahhmmph”

Bibir kecil itu terus saja mengoceh tanpa jeda membuatku benar-benar gemas ingin melahapnya dengan brutal tapi, oops! Aku tidak boleh kasar-kasar kan dengan orang yang kondisinya seperti anaeku sekarang?

Key berhasil mendorong bahuku dan melepas ciumanku dibibirnya, mencoba untuk bangkit duduk sambil terus menatapku sebal.

“YA! Sebenarnya kau kenapa, eoh?”

Tanganku kembali mengelus perutnya, “Kita akan kedatangan anggota baru, Umma…”

“Apa maksudmu?! Siapa yang—-MWO??! UMMA??”

* * *

Akhirnya kisahku dengan anaeku telah selesai kuceritakan…

ini hanya bercerita mengenai keegoisan hati manusia yang menutup mata dari realita.

Mungkin awalnya memang kami hanya bisa saling menuding dan menyalahkan, tapi

kami belajar dari waktu dan proses pendewasaan.

Dan kami menemukan suatu pelajaran penting.

Sesungguhnya ketika sebuah pintu kebahagiaan di tutup,

pintu kebahagiaan yang lain pun dibukakan.

Hanya saja manusia terlalu terpaku hanya pada satu pintu

dan tidak melihat ke pintu lainnya yang sebetulnya tengah terbuka lebar.

.

.

.

.

.

.

.

 .

.

.

END

(My Favourite photo ^____^)

Happy Onkey ^_________^

Advertisements

79 thoughts on “HAPPINESS OF BELIEVER /ONKEY/YAOI/NC

  1. Owaww krain bkalan sad ending, tpi happy ending tnyta ..
    Hhahhh~ plong bgt mreka ga jdi pisah, udah tgang bgt tdi, krain onkey bklan pisah y ampun ..
    Hihi ahirnya mrka dksh aegya jga yah .. Sneng2!! Owaaaaa
    Eh kuat bgt ya itu mreka? Smpe beronde2 gtu, eww hebat dh .. Hhihi
    Cba aja kalo ga ada yg nelpon, psti ronde yg smlm bklan dprpnjang msa kerja ny.. Hahhaha

  2. Gua telat baca kali yaaak-____- kemaren2 pen baca males minta pwnya~ TAPI ASTAGA NALINANALINALINA *nyanyiBlokb* kepengen baca lagilagilgaiiiiii!!! Ini kenapa bagus banget?.___. AAAA ONKIIIIIIYYYYYYYY~ ini ff saya bayangkan benar2 sionkeynya!! Gausa lamakkk2 ini FF DAEBAK PAKE AJA PAKE BANGET (˘⌣˘)ε˘`)

  3. Huhuhuhu T_T
    Entah knpa aq ikut nangis pas Key nangis..
    Hah, ternyata cuma masalah baby toh?
    Gue kira apaan?
    keren.. keren..

  4. Huhuhuhu T_T
    Entah knpa aq ikut nangis pas Key nangis..
    Juga pas Jinki berusaha nahan malu pas di pub. Engap gw bacanya.. hahh hahh
    Hah, ternyata cuma masalah baby toh?
    Gue kira apaan?
    keren.. keren..
    Jujur, NC gak saya baca. Masalahnya saya masih dibawah umur!
    #Hahahaha 😄

  5. Uwooowwwww panjaaaang amat…Tapi ga bosen 😀 koreksi dikit ya thor, pas kalimat: sentuhan yang lembut ‘itu’, aturan kata lembutnya yg dikasih petik. Hehe abaikan. Di awal cerita key egois banget sumpah. Tapi onew tetep lembut *suamiku* #digampar key# nice ff! Ceritanya panjang, tapi lengkap. Maksudnya feelnya dapet banget, emosi, nc, klimaks, comedy, semuanya dapet. DAEBAK!

  6. Uwooowwwww panjaaaang amat…Tapi ga bosen 😀 koreksi dikit ya thor, pas kalimat: sentuhan yang lembut ‘itu’, aturan kata lembutnya yg dikasih petik. Hehe abaikan. Di awal cerita key egois banget sumpah. Tapi onew tetep lembut *suamiku* #digampar key# sekian lama onkey menunggu, yoogeun datang juga. Haha *maen kasih nama aje* nice ff! Ceritanya panjang, tapi lengkap. Maksudnya feelnya dapet banget, emosi, nc, klimaks, comedy, semuanya dapet. DAEBAK!

  7. Q kra krna apa mrka brtengkar,,, trxta cz ga mempunyai anak toch,, kacian jinki d’prlakukan dingin sma ke hukz huks,,, pe bgus laa mrka baikan lg horee,,, n akhir x key hamil horee,,,, ^^ and happy ending ^^

  8. huuuffttt…
    panjang bener euyy…
    tapi bagus ceritanya…
    bikin nyesek d awal…tapi makin lama yg baca makin senyum lebar,apalagi
    klo endingnya mengharukan kyk gini…
    bener2 bikin terharu….

  9. Ka smmph bagian nc nyaaaaa
    Itu aku ngga ngerti bagian itu._.
    Sequelnya kaaaa .pasti seru+rame. Pas bagian key ngelahirin
    Sequel ka pelissss *aegyo ala taemin*

  10. Awawawawaw once agaaiiin Semut merahxGula jawa 😄
    Puanjaaaaaang ,tapi saya suka nih yang panjang panjang gini ,hehe 😄
    Sebenernya saya optimis(?) bakal happy ending ,cuman mungkin konfliknya yaa ehm ._.)
    Saya bacanya kesendet sendet(?) jadi sebagian memori hilang ._.)
    Awal awalnya greget sama Kibum ,minta digigit =____=
    Tapi akhirnya kesian juga butik dia hangus terbakar 😥
    Selamat berbahagia jinkibum :’)

  11. aahh ini FF oneshoot tapi semua bener bener diceritain, banyak konflik sama masalah, tadinya aku pikir ini bakal angst T_T kasian banget key, baru aja baikan sama onew, butiknya malah kebakaran YAOLOH, sedih banget. FFnya kerenlah, ntar bikin seneng, ntar bikin sedih. tapi pokoknya OnKey happy endinglah :’)

  12. Hihihihi keeeiii akhirnyq aku nemu pw nya…

    Aaaa sempet nyesek awalnya liat key kaya gitu ke jinki huhuhu

    Tp untung akhirnya key sadar. Ya ampun mereka manis banget key..
    Apalagi jinki. Huweeee aku mau punya suami kaya dia…

  13. sempet kasian juga ama jinki..
    dia didiemin terus ama keynya.. ga taunya key kaya gitu gara gara dia masih bkm bisa ngasih keturunan buat jinki.. untung dia cepet sadar kalo jinki itu namja setia ama namja yg cinta bgt ama dia.. ga peduli kalo mereka nantinya bakal punya anak apa ga..
    tapi doa mereka terkabul juga kan.. abis mereka kena musibah butik nya key kebakar.. mereka dikasih hadiah ama tuhan yg selama ini mereka tunggu tunggu..
    wuaah senangnya 😀

  14. Aigoooo finallyyyyy happy end!!!!
    Ikr about it tbh 😂😂 ㅋㅋㅋ
    Pas baca pesan pembuka ku kira kibumnya lg hamil.. ternyata masih belom :3

    Tapi yg bikin bingung,, ini mereka nikah selama 2tahun? Dan mereka ga ngomong jg selama 2tahun? Atau 2 bulan aja?
    Soalnya kibum bilang “bersamanya aku bahagia,, ani,, 2 tahun lalu”
    Berarti abis nikah udah ga bahagia? Gegara mereka ga jg punya momongan?? Hhmmm
    terus kibum mulai diamnya kapan? 2tahun yg lalu jg apa 3bulan yg lalu pas abis mereka berantem?? ‘-‘
    maapkeun kak, aku gagal pokus u,u

    Yaudah lah gapenting itu mah..
    Yg penting mereka bahagiaaaaaa~~
    Sihiiiiiiyyy ~
    Cukkhahae atas kehamilanmu bum 🎉🎉🎉🎉🎊🎊

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s