[Onkey/OpreqFF/yaoi] RabbitFox~


[Onkey/OpreqFF/yaoi] RabbitFox~
Genre: fluff, smutt, fantasy
Rate: NC
Author: sanniiewkey~
Foreword: annyeong, kekekek~ ini dia opreqFF pertama yang gue ketik, seperti janji gue sama yua eon yang udah nagih-nagih FF fantasy, jadi inilah hasilnya .. kekeke~ mianhe kalau kurang bagus dan memuaskan yah, meski UAS belum selesai, gue memutuskan post FF ini! kasian WP ku sepi~ huhu
Request by: Yuawandira , Pinguin, dan yang semua request ONKEY!

COMMENT AND LIKE ARE LOVE!

Ini adalah kisahku, jangan tanya ini tahun berapa, dan jangan pula bertanya ini dimana dan dunia bentuk apa, yang hanya kutahu, aku hidup disebuah dunia dimana semua disini adalah keturunan binatang, dan kau bisa bayangkan badan kami seperti manusia, ya, kami punya tangan, kaki, tubuh, wajah, mata, hidung, mulut –sama seperti manusia, namun apa yang membedakan kami? Yang membedakan kami adalah telinga kami, dan juga buntut yang menjuntai di belakang kami.

Dan aku … aku adalah fox , aku rubah … aku punya telinga yang beridiri seperti anjing rubah pada umumnya –ingat! Aku RUBAH! Bukan ANJING! Dan buntutku … buntutku lebat, putih, dan halus, menjuntai dengan indah …

Di tempat ini, jika umurku sudah berumur 12 tahun nanti, aku harus belajar memburu dan menangkap mangsaku sendiri, dan aku harus banyak berlatih … termasuk sekarang.

Aku bersembunyi dibalik semak, aku menutup mulutku, bertahan untuk tidak mengeluarkan bunyi apapun dari mulutku karena saking tertariknya.

“Ayolah … kajja …”, bisik ku melihat seorang mendekat, tubuhnya tinggi, dan dia terlihat gendut, namun tidak terlalu, ia semakin dekat dengan jebakan di dalam tanah yang aku tanam agar ia bisa terperosok dan tertarik ke atas tanah, kemudian aku akan bawa pulang dan tunjukan pada umma.

Dia semakin dekat … dekat dan dekat … aku memundurkan langkahku, berharap ia tidak melihat ku, tinggal sedikit lagi … sedikit lagi …dan …
GASP!!

“Kyaaaaaa~~~”BYUUURRR
.
.
Aku sudah tidak sabar ingin makan wortel yang aku bawa, tapi rasanya ada yang mengikuti dari tadi, aku tidak begitu perduli, siapapun itu, aku yakin itu mangsa, kalau ia mendekat, aku akan kabur sekuat tenaga ku, aku kelinci –untungnya, aku bisa loncat cepat, aku bisa loncat ke pohon …jadi tidak perlu khawatir.

Namun, aku melihat ada yang bergerak dari balik semak, aku penasaran, kalau memang ia ingin menangkapku, kenapa ia tidak segera menyerangku? Jarakku cukup dekat dengannya? Ketika kulangkahkan kakiku semakin dekat, gusakan dibalik semak itu semakin jadi, namun menjauh dariku, aku yang suka main petak umpet jadi tertarik. Namun, hal yang kemudian aku dengar adalah …

“Kyaaaaaa~~~” BYUUURRR

Aku terkejut, dengan sigap kulempar semua wortel ditanganku, menyibak semua semak yang menghalangiku, dan ketika aku sampai, aku terkejut melihat sosok tenggelam dan tidak bisa berenang, aku bisa lihat dia … dia seperti anjing? Bukankah anjing bisa berenang?

“T-tolonggg—“ suara itu parau, aku terkejut, tidak ada urusan dia anjing bisa berenang atau tidak, aku kelinci yang seharusnya tidak bisa berenang malah bisa, akh! Aku memukul kepalaku, kenapa aku tidak menolongnya? Aku buka sendal ku dan aku lompat ke air, sosok itu sudah tenggelam didalam air, aku menyelam sekuat tenaga dan melihat sosoknya … ketika aku melihatnya dengan jelas karena sinar matahari yang menyinari air jantungku berdegup cepat, ya Tuhan … apa dia seorang malaikat?

Aku berenang ke arahnya, berusaha mengontrol rasa gugupku, ku tarik pinggangnya dan aku bisa liat ia mulai kehabisan nafas, tangan mungilnya mengalung di bahu ku meminta bantuan, dan aku tidak bisa pikirkan apapun saat itu  aku tarik pinggangnya,dan satunya aku tarik tengkuknya, aku menciumnya, untuk pertama kalinya, aku mencium orang lain … dan terasa … manis …
.
.
“Hyaaaaa~~~”, BRUK

“Key!”, seekor manusia berwujud kelinci berlari ke arah suara, melihat sosok berwujud rubah sedang terjerembab dalam lubang yang ia pasang sendiri, ia terkekeh melihatnya,

“YAH~~JANGAN HANYA TERTAWA, CEPAT BANTU AKU KELUAR DARI SINI, DASAR KELINCI GENDUT!!!”, teriaknya menahan malu, air matanya keluar dari ujung matanya, menahan sakit dan juga malu yang ia rasakan dibokongnya.

Kelinci itu mengulurkan tangannya, namun HUP!BRUK! ia ikut terjatuh kedalam lubang yang cukup besar itu ketika sang rubah menariknya kedalam, membuatnya limbung dan jatuh ke hadapannya.

“U-uuh…”. erang Kelinci, “Kau ini … aku kan ingin menolong mu, kenapa kau malah menarikku?” tanyanya mengusap bajunya dan menatap sang rubah, si rubah malah tersenyum  dan menarik leher kelinci.

“Kau kutangkap!!”, serunya, kelinci itu berdecak dan mengelus sayang kepala rubah, “Aku tidak tahu cara menangkapmu, kelinci memang tidak pantas dijadikan bahan eksperimen untuk cara menangkap mangsa … kalian spesies pintar!”, cemberut rubah, kelinci itu menarik rubah ke gendongannya dan melompat keluar dari lobang dan berjalan ke bawah pohon mahoni disekitar situ, duduk bersandar, dan memeluk sosok rubah itu dari belakang.

“Aku sudah janji padamu kalau aku akan pura-pura tidak tahu, tapi kau malah selalu kena jebakanmu sendiri, kau ini bagaimana?” ledeknya, rubah itu kesal dan memukul lengan kelinci, kelinci itu terkekeh dan menciumi telinga rubah yang bergerak lucu ketika marah.

“A-aah …Jinki …”,

“hmmm?”, Jinki malah tidak berhenti, ia memeluk tubuh rubah dengan erat dan menciumi serta mengulum telinga rubah itu, membuatnya mengeliyat geli dan tidak nyaman.

Aneh kiranya jika melihat 2 spesies yang berbeda saling berbuat seperti dua pasang kekasih, ya … Jinki seekor kelinci dewasa berumur 17 tahun dan si rubah bernama Key berumur 12 tahun, mereka dekat satu sama lain, sejak Key diselamatkan olehnya, Key mulai tertarik pada Jinki yang justru tidak takut padanya, tidak takut pada rubah sang karnivora yang siap memangsanya suatu saat nanti. Justru sosok kelinci itu dengan senang hati menjadi target latihan jebakan oleh Key yang harus segera belajar cara memburu.

‘Bagaiman seekor anjing tidak bisa berenang? Kalau aku tidak ada , mungkin kau sudah tenggelam…’

‘Aku bukan anjing!’

‘Oh, kau serigala?’

‘BUKAN!’

‘Kau …kau kucing?!! Tapi kucingkan tidak berbuntut halus dan lebat—“

“BUKAN, AKU BUKAN ANJING ATAU KUCING!’

‘…’

‘aku …’

‘OH AKU TAHU, KAU …KAU TIKUS?!!’

‘YAH! AKU BUKAN TIKUS, AKU RUBAH! KAU TIDAK BISA MEMBEDAKAN NYA?!!’*twitch

‘Oh!’

‘Kenapa … kenapa kau memandangi ku begitu?’

‘Kau … kau lucu sekali jika marah, coba kau gerakan lagi telingamu itu, aku suka…’

‘yah yah..aakh…apa yang kau lakukaaan~ kyaaa jangan gigit~’*bite(digigit telinganya)

Bagi Key, Jinki adalah segalanya, ketika pertama kali bertemu ia sudah yakin, bagaimanapun caranya ia akan jadikan Jinki selamanya menjadi ‘mangsanya’ dengan arti lain, bukan berarti dijadikan santapannya, tidak tidak … dia tidak akan pernah memakan Jinki, karena …erm … ia juga tidak tahu kenapa ia tidak mau makan Jinki, melihat Jinki luka saja ia panik …

Dan Key suka dengan segala hal ada didiri Jinki, termasuk … “Kau sakit? Kenapa wajahmu memerah?”, ia katakan itu ketika ia menyudahi kegiatannya menjilati dan mengigiti telinga Key.

“A-annio …”, Key menyembunyikan kepalanya di bahu Jinki, Key sangat suka bau tubuhnya… “Jinki …”

“Hm?”

“Kalau nanti aku sudah bisa berburu, aku mungkin tidak akan sering bertemu, tapi kau pasti akan menunggu ku pulang kan?” tanya Key memainkan baju tipis yang sama seperti semua spesies pakai.

“Kenapa …?”, Jinki menairk dagu Key, Key menatap Jinki dengan nanar, “Kau khawatir aku akan pergi? Aku kan mangsamu, lagi pula,kau makan pun aku rela…”

“SHIRO!!”, pekik Key, membuat Jinki berdecak, “Aku sudah bilang, aku tidak akan memakanmu! Aku tidak suka Jinki jadi makananku, lagi pula aku tidak suka dagingmu, aku yakin itu!”, tambah Key bersemangat … “Aku hanya minta kau jangan pergi dariku Jinki ah~”, Key menarik leher Jinki dan membenamkan kepalanya disana, meski tubuh Jinki lebih besar dari Key, karena perbedaan umur mereka, namun itu membuatnya merasa nyaman jika berada disekitar Jinki …

“Ah! Aku lakukan sesuatu … jakkaman…”,

“Huh?”, Jinki melihat Key menarik tangan kanan Jinki dan menggenggamnya dengan tangannya, menyatukannya menjadi satu.

“Lihat, kata umma … jika kita bergandengan tangan , maka kita tidak akan pernah bisa saling berjauhan, ini akan mengikat jarak kita Jinki …”, ucap Key senang, membuat Jinki menelan ludahnya melihat sorot mata lembut itu menatap matanya, hanya dirinya selama ini…

“Hei …Jinki—“

“Kau tidak perlu takut, aku tidak akan pergi, karena dari pertama kau sudah membuatku tidak bisa pergi kemanapun,meski mengalihkan pandanganku sedikit saja darimu…”

Jinki mengelus pipi Key yang ada dihadapannya, ia eratkan genggaman mereka, dan memeluk tubuh Key lebih erat, Key tidak tahu apa yang akan terjadi, namun jantungnya berdetak cepat saat mata lembut Jinki itu menembus kedalam matanya…

“Jinki … aku tidak mengert—“

Key terkejut karena wajahnya sudah ditarik oleh tangan kiri Jinki dan diumnya bibirnya itu, Jinki melumat bibir Key dengan bibirnya, menghisap bibir Key dan mengigitnya, matanya menatap nanar ke mata Key yang bingung, takut, dan panik secara langsung menerima serangan dari Jinki.

“Mmmh…mh!mh…”, Key memejamkan matanya ketika Jinki menelusupkan tangannya kebalik kaos Key dan menyentuh nipplenya, membuat Key mendesah dan memberikan akses bagi lidah Jinki untuk masuk, mengjilati setiap rongga mulut Key , mencari lidahnya dan mengulumnya.

“Mhhm…hmm..mmhhm…”, desah Key menahan setiap hisapan Jinki dengan meremas baju Jinki. Tubuhnya gemetar, panas, aneh ,ia tidak pernah tahu rasa itu … dan membuatnya takut

“Puah…”, Key menarik nafas ketika Jinki melepas ciumannya dan mencium leher Key kemudian beralih ke telinganya. “J-jinki … apa yang…nngh…”

“Key … kau manis sekali …”, bisik Jinki mencium ujung bibirnya, turun kedagunya dan menjilat adam applenya yang masih kecil, kemudian menghisapnya.

“A-aanh … Jinki…”, Jinki diam saja, ia menelusupkan tangannya kebalik celana Key dan menurunkannya dengan satu gerakan, “Mmmh …ah, ah …jinki! apa yang—ermmm…ah ah…”, Key menahan tangan Jinki yang sudah mengurut membernya naik turun, menekan ujung jempolnya di ujung membernya, dan mengelusnya perlahan naik turun, sedangkan Key sudah menangis, menerima semua perlakuan Jinki, di satu sisi ia takut, di satu sisi ia merasa nyaman, dan merasa ia tidak mau berhenti … “Uggh …ah …ah…Jinki …andwe…”, ia menjambak rambut Jinki untuk berhenti dengan kulumannya di nipple kirinya, genggaman tangan kanan mereka masih tetap menyatu, dan Key merasa semua melayang…

“Key … kau tahu, ini sangat nikmat jika kau menikmatinya…”, desah Jinki ditelinga Key,

“Eh?!”, Key terkejut, tangan kanannya dituntun untuk mengelus membernya sendiri, ia mendongak ke atas, menatap nanar sinar matahari dari balik pohon mahoni. “Ya…ah…ah…uh…” Key makin gila ketika Jinki menghisap nipplenya. “JARI?!! AH…AH…”, Key terkejut ketika merasakan jari telunjuk Jinki masuk kedalam holenya, memejamkan matanya, meringis menahan perih,

“Sshsh … tenang, aku disini … tenang … nafas yang teratur Key sayang …”, Key menatap mata Jinki , ia tidak tahu, ia menarik leher Jinki dan menciumnya, menahan sakit di holenya, karena mulai ada gerakan maju mundur disana.

“Ah ..nngh…ah…*gasp* ah! Grrrrhh… ANDWE!”, Key membuka matanya, merasa hilang saat jari itu dicabut oleh Jinki, seperti takut Jinki pergi, ia menggelayut ditangan Jinki. Seperti tahu maksud Key, Jinki mencium bibir Key dan menurunkannya dari pangkuannya, kemudian membalikan badan Key perlahan ke atas tanah.

“Buka kakimu lebih lebar …”,

“Eh? –ahh! Jinki!!”, Jinki menarik pinggul Key ke atas, dan menjilat hole yang sudah terbuka sedikit itu, ia tatap hole pink cantik itu dan menciumnya, melirik ke arah Key yang wajahnya tegang. “Mmh… ah!!”, Key kaku ketika lidah Jinki masuk kedalam holenya, menjilatinya dan menghisapnya, membuat Key menggelengkan kepalanya kesana kemari, menjambak rambut Jinki namun ia mengangkat tubuhnya keatas, menerima jilatan Jinki …

“Aku tidak janji ini akan baik-baik saja, akan terasa sakit … jadi bertahanlah yah? Aku tidak akan menyakitimu Key …”, Jinki mencium bibir Key namun tangannya membuka paha Key lebih lebar dan menopangnya di pundaknya, ia membungkuk sedikit, mengusap air mata Key dan menciumnya,

“AHHH! AH …JINKI, ..UUGHHHRRRG…”erang Key mencabik kulit pundak Jinki, sakit, namun Jinki tidak perduli, ia bahkan merasa ia harus bertahan untuk tidak bergerak merasakan hangatnya hole Key dan juga sempitnya lubang itu.

“Ah …ah …uuh…mmmh…nngh…”, desah key seiring Jinki menghujamnya dari atas, Key membuka matanya, melihat Jinki yang menatapnya lembut, ia meraih wajah Jinki dan menciumnya…

“JINKI!!”, teriaknya ketika ia sampai puncaknya di tangan Jinki, Jinki menarik Key hingga terduduk dipangkuannya dan menghujamnya dari bawah dengan cepat, membuat tubuh kecil Key mental ke atas berkali-kali.

“Key …nnh…”, Jinki sampai klimaksnya dan memeluk tubuh Key yang limbung kebelakang karena lemas. “Mianhe … aku mencintaimu Key …”, Key membuka matanya, memeluk tubuh Jinki …

“A-aku …jugaa…mencintaimu…Jinki…”, ia menangsi dan memeluk tubuh Jinki sebelum pulas tertidur.
.
.
Mulai saat itu Key dan Jinki hidup bersama, saling melengkapi satu sama lain, meski berbeda spesies itu tidak masalah bagi mereka,meski terkadang pertengkaran satu atau dua kali sering terjadi diantara mereka.

SRRAK

“Key …?”, Jinki terbangun melihat Key gelisah di tidurnya. Tubuhnya berkeringat dan tubuhnya gemetar, Jinki melihat langit dari balik jendela, ia terkejut, pantas saja … ia bangkit dan memeluk Key kepelukannya,

“Key … Key …”, Key membuka matanya, tubuhnya masih bergetar, namun keringat dan kulitnya menjadi pucat, matanya berubah menjadi merah , menatap kosong ke arah Jinki.

“S-s-sakiit …”,desis Key. Jinki memeluknya, menatap ekor Key yang tersibak dengan indah dibelakang tubuhnya, sudah sisa 3 … itu artinya 2 malam lagi sisa waktunya… tidak mau … ia tidak mau … “Jinki … uugh…peluk aku…”, Key terisak menahan sakit ditubuhnya, Jinki tahu ini selalu menjadi malam yang buruk bagi Key, dan sama buruknya bagi hatinya … itu artinya, cepat atau lambat, ia harus menerima kenyataan bahwa …

“Key … bertahanlah … “, Jinki mencium bibir Key, yang perlahan tenang, tubuhnya tidak mengigil lagi, namun, yang membuat hati Jinki miris, ketika perlahan dari sudut matanya ekor Key menghilang, lagi …satu …
.
.
Key terbangun dari tidurnya, merasakan lemas merasuki tubuhnya, dan terasa semua menjadi lebih kecil disekitarnya.

“Kau sudah bangun?”, tanya Jinki tersenyum lebar didepannya, ia terbangun dan memeluk Jinki.

“Jinki …”, bisiknya, “Aku akan mati …”, bisik Key, Jinki hanya terdiam. Memeluk tubuh Key lebih erat lagi …

“Kau tidak akan mati … ekor mu hanya menghilang satu persatu … itu saja …”, bisik Jinki mencium telinga Key. “bukankah bagus jika kau tidak punya ekor?”, Jinki tersenyum membelai wajah Key.

“Maksudmu?”

“Aku tidak akan susah jika ingin berhubungan seks denganmu … ekor mu terkadang menghalangi pandanganku…”,

“JINKI!” Jinki hanya tertawa menerima pukulan dari Key, tidak akan mati … kau tidak akan mati Key …
.
.
Jinki terduduk di kursi sendiri menatap perapian, ia meremas tangannya, takut … takut esok tidak akan melihat Key, malam itu … akan jadi ekor terakhir nya …

“Jinki?”, Jinki menoleh, melihat Key berdiri disampingnya mengalungkan tubuhnya dengan selimut kamarnya.

“KEY?! kenapa kau bangun hm? Mencariku?”, Jinki menarik tangan Key yang pucat, Key berdiri didepan Jinki tersenyum.

“Jinki … bisakah … bisakah kita lakukan sekarang? Aku ingin kau menyentuhku …”, bisik Key berlutut di hadapan Jinki, memeluk dengkulnya dan bersandar disana.

“Key …”

“Jinki … kumohon …”, Jinki tidak bisa menolaknya, ia menarik Key kepelukannya dan mencium bibirnya dengan lembut.
.
“Ah..ah…”, Jinki mendesah, mengelus kepala Key yang mengulum membernya, menjilati ujungnya, dan menghisapnya dengan kuat.

“Mmh …hmm …”, desah Key melihat ke arah Jinki, perlahan ia bangkit dan membalik tubuhnya membuat tubuhnya mengangkangi wajah Jinki, dengan tanpa pikir lagi, Jinki menghisap hole Key, dan memberikan ransangan dengan jarinya. Key berbali, memposisikan dirinya di atas tubuh Jinki, menatap Jinki sekilas dan menarik tangan kanan Jinki digenggamannya,

“Umma ku bilang—“

“Jika kita bergandengan tangan , maka kita tidak akan pernah bisa saling berjauhan, ini akan mengikat jarak kita..” ucap mereka bersamaan. Sebelum Key menurunkan tubuhnya tepat di atas Jinki, memacu gerakan tubuh mereka seirama, erangan, desahan, dan bisikan sayang terucap, jika mereka bisa memuat masa, jika mereka bisa memilih akan dilahirkan didunia seperti apa, diciptakan seperti apa, maka semuanya tidak akan seperti ini …
.
.
Jinki berjalan ke bawah pohon mahoni kesukaannya, menatap pohon itu semakin rindang dan indah … ia duduk dibawahnya dan melihat ke arah tangannya …

Suatu hari Key … kita kan bertemu lagi , dimasa yang beda, di dunia yang berbeda, dan dalam bentuk yang berbeda … jika itu terjadi , maka kau janji, aku akan selalu menjagamu, menjadikanmu milikku selamanya …
.
.
Seorang namja cantik tersenyum menatap jebakan yang baru saja ia buat, menepuk kedua tangannya membuat tangannya hilang dari tanah.

“Kali ini, kau akan terjebak, dan tidak akan bisa memakan para kelinci ku lagi anjing-anjing sialan!”, ia terkekeh,

“Dr. Kim, apa kau sudah selesai, ada pasein dengan—“

GUK GUK … Key tersenyum, melihat seekor anjing berlari ke arahnya , anjing beethoven berbulu hitam dan putih yang sering checkup ke kliniknya. Key memundurkan badannya, bersiap menerima serangan dari anjing itu, namun …

“Hyaaaaa~~”BRUK

“Dr.Kim!!’, ia bisa dengar pekikan asistennya –Jino. Namun ia sibuk meurutk dirinya sendiri, kenapa lagi-lagi ia termakan senjatanya sendiri.
Key mendongakan kepalanya, ia menyipitkan matanya melihat sosok dihadapannya yang sekarang sedang menertawakannya.

“YAH~~JANGAN HANYA TERTAWA, CEPAT BANTU AKU KELUAR DARI SINI, DASAR—“ Key terhenti ketika sosok itu berjongkok didepannya dan mengulurkan tangannya.

“Mianhe … gwencana?”, tanya nya, Key terpaku … nafasnya terhenti, namja itu tersenyum padanya, Key mengulurkan tangannya … namun yang ada dia malah menarik sosok itu dan mereka jatuh bersama di lobang itu.

““U-uuh…”. erang sosok itu, “Kau ini … aku kan ingin menolong mu, kenapa kau malah menarikku?” tanyanya mengusap bajunya dan menatap Key, Key malah tersenyum  dan menarik leher nya.

“Kau kutangkap!!”, serunya memeluk sosok itu dan mencium bibirnya,

Ketika ia lepaskan ciumannya ia merasa sakit dihatinya, apa ia salah orang? Sepertinya … ia menundukkan kepalanya.

“M-mianhe!! A-aku …aku tidak sengaja!”, teriak Key keluar dari lobang itu …

“Key …”

Kibum –berhenti ditempatnya, perlahan ia rasakan kehangatan ditubuhnya, “I love you … Key … kita bertemu lagi …”

END
Oke, sudah … begitu saja, mianhe kurang bagus, parah ini … ahahaha … sampai jumpa di Opreq berikutnya! Annyeong!
Comment and like are love!

Advertisements

85 thoughts on “[Onkey/OpreqFF/yaoi] RabbitFox~

  1. ya ampuuuuunnnn….. indah banget….. mereka beneran ketemu di kehidupan selanjutnya.
    emang beneran jodoh dah ah… tapi kenapa ekornya key ilang ya? emang dia kenapa?
    dan dibagian terakhir itu setting tempatnya agak ngebingungin buat aku. but over all ff ini sweet banget meskipun agak sedih juga sih pas key kesakitan dan pergi….

    author JJANG!

  2. huaaaa mereka lucu banget 😝
    lucu banget pas mereka ketemu lagi di kehidupan selanjutnya si key cium tiba tiba gitu terus malu takut salah orang wahahaha
    aah nc-nya😳🙈👍

  3. Aaaawwww jinkibum♡♡
    Sooo,, key itu kyuubi yg punya ekor 9?? 😂😂 dan ketika ekor itu menghilang, dia mati?? Duuuhhh 😂😂😂
    Aku ngebayanginnya lucu deh 😂😂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s