[2min] TRAGEDY – part 4 end


CAST : TAEMIN , MINHO

SUPPORT CAST : HEECHUL, SIWON

AUTHOR : YUA WANDIRA

GENRE : SAD ROMANCE, ANGST, LIFE, YAOI

Foreword

 

TT___TT

Saya sedih nae Jinki sakit.. doain ya teman – teman.

Huhuhu..

Ga banyak ngomong deh saya ga tahu ini absurd banget ga banget failed angst maaf kalo kecewa..

7rb word!

Sorry misstypo u__u

Warning

No bashing

No plagiarism

No ketidurann u__u

 

Oh ya ada beberapa kata puitis saya kutip dari novel ^^v

*ga kreatip*

MAKASIH BUAT 30 ORANG YANG HILANG DI PART 3 HAHAHA <

So check this out~!

 

Previous part

Part1

Part2

Part3

 

 

 

 

I know my love is hard but I still want to hold on.

 

 

Minho dan Taemin memututuskan pergi, ya mereka pergi ke tempat dimana hanya ada mereka.. hanya ada Taemin dan Minho, tempat dimana tidak ada yang tahu mereka adalah saudara, tempat dimana mereka bisa melepaskan semua nya.. cinta yang ingin meledak tertahan oleh tembok besar.

“Kita mau kemana hyung?” Taemin membulatkan matanya menatap namja semampai yang menggendongnya di punggung di tengah malam begini.

“Eumh?tidurlah sayang.. saat kau membuka mata kita akan tiba di tempat yang indah..”Minho hanya menjawab seperti itu.

”euuh..” Taemin mengeratkan pelukannya dileher Minho merespon dinginnya musim dingin yang menusuk tulangnya.

Taemin..bertahanlah..bertahanlah untukku..bertahanlah untuk kita.. bertahanlah untuk cinta kita.. Minho berkata lirih lalu menempatkan Taemin di jok belakang menidurkan Taemin lalu menancap gas nya membawa Taemin pergi.

.

.

.

Ini sudah menunjukkan pukul enam pagi, hamparan pasir putih sudah mulai terlihat,disambut dengan ombak yang berlomba – lomba menciptakan gelombang yang indah. Minho memasukkan tangannya ke saku celananya dan menatap jauh lautan itu.

Sebuah pulau.. ini adalah Pulau pribadinya, tidak.. maksudnya pulau pribadi keluarga Choi..pulau ini tidak tersentuh semenjak umma nya meninggal. Ini adalah pulau yang berada dekat pulau Okinawa, dan merupakan pulau kesayangan umma nya, tentu saja Minho kesini tanpa sepengetahuan ayahnya, Siwon. Ia tahu jika ia mengatakan ingin membawa Taemin pergi ia tidak akan diperbolehkan. Boleh dikatakan Minho dan Taemin egois, mereka egois karena cinta mereka. Mereka terlalu egois karena membiarkan orang – orang yang juga mencintai mereka akan mengkhawatirkan mereka. Minho merasa bersalah karena ia juga tidak meminta ijin pada umma Taemin.

Umma..? bagaimana keadaanmu disana? bolehkan aku tinggal disini? Pulau yang indah ini..aku membawanya umma… seseorang yang sangat aku cintai.. dia sangat cantik..dan aku sangat mencintainya..meski ini salah.. aku mohon restui kami~

 

Bruussshhh~~

Ombak tiba – tiba datang dan mengenai kaki Minho.

Terima kasih umma..

Taemin POV

”Eungh~.” dimana aku? kenapa semuanya serba putih? kemana Minho Hyung?

Ah..kepalaku sedikit pusing, aku menuruni kasur dan berjalan sekuat tenaga meski saat ini sangat lemas dan wow aku membulatkan mataku saat melihat ke jendela. Pantai?!! Pasir putih itu..ah~! Indah sekali.. sungguh sangat indah.. dan Minho hyung kenapa dia berdiri di sana sendirian? aneh sekali..

Aku melihat lagi kesekeliling kamar, kamar ini sangat indah, putih seperti warna kesukaanku, yah walaupun hitam juga keren. Lalu aku keluar kamar dan melihat sekeliling rumah, aku terhenti didepan figura besar. Lucu sekali ada foto seorang namja kecil yang matanya super besar seperti keroro gunso! Biar aku tebak ini pasti Minho hyung..kekeke~ dia sejak bayi sudah tampan dan memiliki mata yang sangat indah.

Aku melihat sosok disampingnya, ada seorang Yeoja berambut panjang,dan kulitnya sangat putih mata nya juga besar, aku pikir dia pasti umma nya Minho..lalu disebelah lagi namja tegap memakai jas hitam dan sangat tampan, tentu saja dia juga appa ku kan?Foto keluarga yang sangat indah.. beruntungnya kau hyung…memiliki Appa dan Umma.

Tanpa sadar aku meneteskan airmata, buru – buru aku menghapusnya, bukan saatnya aku untuk iri kan? seharusnya aku bersyukur karena sekarang aku bersama orang yang sangat aku cintai. yah!Taemin! kau tidak boleh lemah! Taemin kuat..

Huks..huks.. aku masih sedikit terisak karena tiba – tiba aku merindukan umma ku, yah aku sangat merindukannya padahal belum genap 1 hari aku pergi..umma~ mianhe~ bogoshippo..

Tak lama aku merasa ada tangan yang melingkar dipinggangku, ck~ Minho Hyung mengagetkanku saja.

”Sedang apa eumh~” Minho berbisik lembut ditelingaku membuatku merinding geli dan berusaha menyingkirkan tangannya. Namun dia malah semakin mengeratkan pelukannya.

Aku menoleh dan tersenyum mencubit pipinya gemas, lalu ia hanya menggoyang – goyangkan tubuhku kekiri dan kekanan. Terkadang aku berfikir Minho adalah orang yang sangat manja tapi aku menyukainya karena sosoknya seperti ini hanya aku yang mengetahuinya. Minho hyung sama sekali tidak cool dan keren kekeke~ ^^v

Ia masih betah memelukku sesekali menciumi leherku dari belakang, ah ini membuatku semakin gila, kenapa dia begitu hangat.

”Jangan menangis~ tersenyumlah Taemin..tersenyumlah untukku..”bisiknya pelan dikupingku.

DEG

Kata – katanya pelan dan sederhana, namun entah bagaimana terdengar manis ditelingaku. Aku berbalik dan memberikannya senyuman paling lebar menyembunyikan rasa sedihku.

 

Hiiiii~

”Wah.. jangan besar – besar senyumnya, kau terlihat aneh Taemin..”

HAH?!!!

Sial sekali dia! sudah kuberi senyum malah berkata seperti itu huh?! mau cari mati?

”Kau cari mati hyung?” aku memberinya tatapan mematikan.

”Ouu~ aku takut.. tangkap aku saja jika bisa..”

Lalu Minho hyung berlarian dan sungguh aku sangat lelah mengejarnya, hey sepertinya dia lupa aku sedang sakit =3=.

hosh..hosh.. aku membungkuk lalu berdiri menghirup oksigen sebanyak mungkin, rumah ini tidak begitu besar tetapi aku sangat lelah. Lalu Minho hyung sepertinya sadar juga kalau aku lelah, tiba – tiba ia datang dan menggendongku dan membawaku ke kamar.

”Lepaskan!!” aku meronta dan memukul dadanya!

”hahaha.. Maaf sayang~ jangan marah ne, dikamar kau boleh menghukumku sesukamu..”

”Aku membencimu..!”

”Aku juga mencintaimu…” Minho mencium pipi kiriku cepat.

HAH!!

Entahlah, Minho hyung selalu bisa membuat jantungku ingin keluar dari sarangnya.

 

Taemin POV End

~~~~True love never end~~~~

 

 

Kini Minho dan Taemin sedang berbaring dibawah pohon, menggelar kain kotak – kotak seperti di film telenovela menatap langit yang bertaburan bintang, ya ini sudah seminggu mereka di Pulau ini, hanya ada mereka, tentu saja ada penjaga pulau ini, Jung Ahjussi dan keluarga kecilnya. Mereka biasa mengirimkan makanan ke rumah kecil Minho dan Taemin tinggal.

”Hyung~ bintangnya cantik sekali ya~..” Taemin berkata lirih sambil melihat bintang – bintang yang ada di langit.

Minho tidak menjawab, lalu Taemin menoleh dan mendapati Minho sudah sangat dekat dengan wajahnya menatapnya dengan sangat intens. Sontak Taemin memundurkan kepalanya.

“Hyuuung~~ wae? kenapa melihatku seperti itu? lihatlah bintang itu sangat cantik..~!!”

”Ani… kau lebih cantik…”

BLUSH

Oke Choi Minho kau memang pintar menggoda sampai – sampai membuat namja cantik ini terdiam beberapa detik lalu mendesis kesal.

”Eissh.. kau.. jinjja~”

GREP

Minho membalik tubuhnya dan bertumpu pada kedua sikunya memenjarakan Taemin, membuat wajah Taemin semakin memerah.

”Aku serius.. bagiku hanya Taemin lah yang paling cantik, bahkan bintang – bintang itu berkata padaku mereka membencimu Taemin..”

”Ma-maksudmu?” Taemin sedikit terbata ketika Minho mendekati wajahnya dan berbisik di kupingnya, dada mereka bersentuhan. Oke disini tidak lagi musim dingin, kebetulan ini adalah pulau yang tidak memiliki empat musim, sehingga mereka hanya mengenakan kaus dan kardigan biasa saat ini.

DEG

”Mereka bilang, mereka membencimu karena kau jauh lebih bersinar dan lebih indah dari mereka..”

BLUSH

Oke baiklah.. tidak ada yang bisa menandingi tingkat kegombalan Minho.

 Taemin hanya mendesis kecil dan mencubit pipi Minho gemas..

“Eiisshh~  kau ini benar – benar cheesy hyung~”

“Terima kasih pujiannya kau juga cantik..”

Chuu~ chuu~~ chuu~

Minho mengecup cepat kening dan kedua pipi Taemin yang sudah memerah seperti tomat.

Malam yang hangat bukan? tidak pernah Minho merasa sebahagia ini dalam hidupnya. Bersama seseorang yang sangat kau cintai dan sangat mencintaimu, apa ada yang lebih baik dari ini?

”Hyung…” Taemin memposisikan dirinya duduk dan menekuk kedua lututnya, ia menaruh dagunya di atas lututnya.

”Wae eumh?” Minho melebarkan kakinya lalu duduk memeluk Taemin dari belakang menaruh dagunya di atas pucuk kepala Taemin sesekali mengecupnya lembut.

”Bagaimana kau mendapatkan uang? ini sudah seminggu kan?lalu bagaimana appa dan umma….?”

”Uang?hey kau lupa siapa Choi Minho?Kau merindukan umma eumh?kau ingin kita pu-

”Aniyo.. aku tidak ingin berpisah denganmu.. aku tidak bisa…tapi aku..aku..huks..”

”ssshh…. Uljima Taemin.. uljima… aku mengerti..jeongmal mianhe.. aku telah egois.. aku juga tidak bisa berpisah denganmu meski hanya satu detik..”

Taemin hanya mendesis kecil, Minho merusak suasana dengan gombalannya lagi..eissh jinjja. Minho mengeratkan pelukannya menelusupkan tangannya diperut Taemin dan mencium pipi kanan Taemin lama, memainkan hidung mancungnya di pipi Taemin.

Taemin hanya terkekeh geli, ah Minho memang sangat manis dan manja, ia sangat menyukai sisi Minho yang seperti ini.

”Uhuk…”

”Taemin…ayo kita masuk…”

Taemin terbatuk dan mengeluarkan darah lagi, ini pertama sejak ia keluar dari rumah sakit. Minho terlihat cemas dan langsung menggendong Taemin masuk kedalam, Taemin mengerang pelan menahan sakit yang tiba – tiba menyerang perutnya

”uhh..sakit..hyung sakit..”

Suara Taemin merintih menahan sakit terdengar lebih menyakitkan di telinga Minho, Ya Tuhan tidak bisakah kau pindahkan sakitnya ke tubuhku?

Minho menidurkan Taemin diatas ranjang lalu menyuruh Taemin untuk menunggu dan ia kembali membawa seember air hangat dengan handuk kecil. Dengan telaten menghapus keringat yang bercucuran di kening Taemin lalu mengambil handuk lain dan mengusap ujung bibir Taemin yang terdapat sedikit bercak darah kental.

Taemin memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya menahan sakit di ulu hatinya, entahlah terkadang sakit ini pindah ke kepala, lalu kini ke perut? Selama ini Taemin masih bisa menahannya. Namun tidak malam ini, nyeri ini begitu hebat seperti ada jutaan pisau menghunus tepat di perutmu, merobeknya dan mengucurkan banyak darah, perih, sangat sakit.

”Taemin.. tidurlah aku disini aku tidak akan kemana – mana..”

Minho memposisikan dirinya tidur lalu memeluk Taemin dari samping, mengeratkan tangan kekarnya di pinggang Taemin. Lalu berpindah mengusap perut Taemin karena Taemin masih memegang perutnya mengeluh sakit. Minho memindahkan tangan Taemin ke lengan kekarnya, ”Taemin kau bisa mencakarku,..sayang.. aku mohon jangan menekan perutmu.. cakar atau pukullah aku…”

”euhh..hyung.. sa..sakit..” Taemin mengerang kesakitan.

”Akh..” Minho menggigit bibir bawahnya begitu Taemin mengeratkan kukunya di lengan Minho, Minho menahannya jika ini bisa meredam sakit Taemin lalu ia terus mengelus dengan lembut perut Taemin.

”Lakukan terus..yah teruslah sayang.. tarik nafas perlahan..”tangan kanan Minho mengusap keringat yang masih mengucur di pelipis Taemin.

Tidak lama kemudian Minho melihat nafas Taemin mulai teratur menandakan ia sudah terlelap. Minho menghembuskan nafasnya pelan lalu menatap Taemin lagi mengusap air mata yang sempat mengalir di sudut mata Taemin. Mengecupnya perlahan, dan mengecup kening Taemin lama.

Oh Tuhan.. jangan ambil dia secepat ini..

Minho tahu keadaannya semakin parah, ini sudah memasuki stadium empat, tidak heran jika Taemin terserang nyeri perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

Dan kini Minho menangis tertahan mengigit punggung tangannya.

Taemin…Taemin.. bertahanlah..

 

~~~~True love never end~~~~

BRAK~

“Taemin!!”

Minho menggedor pintu kamar mandi begitu mendengar suara gaduh dari dalam kamar mandi, ia terkejut karena Taemin tidak ada disampingnya.

“Taemin.. buka pintunya.. Taemin…!!”

Tidak ada jawaban.

BRAK~!

 

Minho mendobrak pintunya dan melihat Taemin terduduk di kloset menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya menangis tersedu – sedu.

“Taem-

Plak

Taemin menepis tangan Minho kasar, lalu menaikkan lututnya dan kembali menangis.

”Pe..huks..pergi..huks..jangan li..jangan..huks..jangan lihat aku..huks.. ”

Hati Minho bagai teriris pisau, ia melihat lagi tubuh Taemin yang polos hanya menggunakan boxer, sepertinya Taemin berniat mandi dan entah apa yang terjadi padanya membuat Minho tidak mengerti harus berbuat apa sekarang. Lalu Minho berlutut dan menarik tangan Taemin yang menutupi wajahnya. Minho mendongakkan wajahnya lalu mengusap air mata yang mengalir di pipi Taemin dengan ibu jarinya.

”sst uljima.. katakan ada apa eumh?”

SRET

Taemin lalu berdiri menarik Minho dan sekarang mereka berada didepan Cermin yang cukup lebar. Minho menelan melebarkan matanya saat melihat lebih jelas ada bercak – bercak merah di kulit Taemin, gejala ini…. sudah sejauh ini kah?

”Lihat!! apa kau lihat?! aku sangat menyedihkan bukan? huks..” Taemin lagi – lagi menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, bahu nya bergetar hebat.

Ia memperlihatkan tubuhnya yang timbul bercak merah seperti bintik – bintik halus. Sangat kontras dengan kulit putihnya.

GREP

Minho memeluk Taemin dari belakang membuat Taemin tersentak ketika tangan itu memeluknya. Minho menarik tangan Taemin lagi dan mengangkat dagu Taemin menghadap cermin tadi, kini terpantul dua sosok sempurna.

”Lihatlah, apa kau lihat ada malaikat cantik di depanmu?” Minho menggenggam tangan Taemin masih memeluk pinggang Taemin dan mengecup pundak Taemin.

”Hyung.. jangan bercanda…”

”Siapa yang bercanda eumh?Lihatlah Taemin, ada malaikat jatuh dari langit, lihatlah dengan benar…”

”Aku..aku..huks… ” Taemin menggigit bibirnya menatap pantulan tubuh polosnya yang dipeluk Minho, jujur saja ia sangat malu sekarang.

Chu~~ chu~~

Minho mengecup pundak dan leher Taemin dan semakin mengeratkan pelukannya.Taemin hanya meringis geli, Minho sangat lembut memperlakukan Taemin.

”Pundak ini..chu~~”

”Leher ini..chu~~”

”Pipi ini.. chuu~”

Taemin merasa ada banyak kupu – kupu berterbangan diperutnya dan menggelitiknya.

”Ahh” lenguhan lolos dari mulut Taemin ketika Minho semakin memperdalam kecupannya menjadi sebuah hisapan di leher putih Taemin.

”Kau sangat cantik Taemin.. sangat cantik.. aku tidak peduli jika nanti tubuhmu memerah semua, aku tidak perduli bahkan jika rambutmu rontok, aku tidak peduli karena bagiku kau selalu cantik..” bisik Minho sangat menggoda di telinga kanan Taemin.

Oke baiklah, tidakkah kau tahu Minho dibawah sana ada yang menegang, ck~.

Minho membalik tubuh Taemin lalu menarik dagunya dan menatap kedalam manik mata coklat Taemin. ”Aku mencintaimu.. aku mencintaimu seperti apapun dirimu sekarang atau nanti..” Minho menarik pinggang Taemin mendekat lalu bibir itu bertemu. Merasakan bibir soft pink Taemin yang selalu menggoda di mata Minho. Taemin melingkarkan tangannya di leher Minho, memiringkan kepalanya membiarkan Minho mengulum bibirnya. Kini ciuman itu semakin memanas, dan bagian sensitif mereka saling bergesekkan.

”Eungh~..” Taemin mengerang saat Minho sengaja meremas butt Taemin yang saat itu hanya mengenakan boxer tipis.Minho mengangkat kaki Taemin satu persatu lalu melingkarkannya di pinggangnya. Taemin tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini, hanya saja ia ingin lebih dan lebih..ia ingin disentuh.

Lalu Minho perlahan menggendong Taemin seperti baby koala mengangkatnya dan merebahkan tubuhnya ke ranjang. Ciuman mereka terlepas dan nafas keduanya memburu saling melemparkan tatapan penuh nafsu. Sekarang wajah Taemin sangat merah seperti tomat, rona itu yang membuat Minho semakin mencintai Taemin. yeppo~

Minho memposisikan dirinya diatas Taemin bertumpu pada sikunya dan lututnya, lalu menyingkirkan poni Taemin dan mengecup kening Taemin lama. ”Taemin.. aku ..menginginkanmu.. bolehkah?” Minho berbisik seduktif di telinga Taemin dan sedikit menggigit kecil daun telinga Taemin yang dibalas anggukan kecil Taemin.

 

Manusia diberikan otak oleh Tuhan untuk berpikir selama 24 jam. 7 hari 360 hari sejak lahir sampai akhirnya mereka Jatuh Cinta….dan tidak menggunakan otaknya dengan baik.

”akh..” Taemin mendesah saat dirasakan membernya bertemu dengan milik Minho dibawah sana saling bergesekkan, sedangkan kini Minho menggigit bibir Taemin pelan membuat Taemin membuka mulutnya dan kedua lidah itu kini bertautan. Ciuman Minho kini turun ke dagu, lalu menyesap leher putih Taemin, membuat tanda kemerahan di sana, Taemin hanya bisa memiringkan lehernya memberikan akses lebih. Minho masih menggunakan kaus tidurnya. Taemin meremas pundak Minho lalu perlahan menyentuh dada Minho. ”Eung~ hyung.. ” Seolah mengerti Minho terduduk lalu membuka kausnya dan membuangnya kelantai.

Kini dada itu terekspos, abs coklat dan perut yang sempurnya. Taemin merasa pipinya semakin memanas, menggigit bibirnya. ”Sentuh aku sayang..aku milikmu..” Minho menarik tangan Taemin dan meletakkannya di dada Minho, lalu ia kembali mencium bibir Taemin dan menghisapnya dan menggigit kecil bibir itu. Sementara tangan Taemin mengusap dada Minho, terasa tangan Taemin bergetar. Tangan Minho yang lain membelai pinggang Taemin lalu perlahan mengelus perut Taemin dan naik hingga menemukan tonjolan kecil berwarna coklat muda. Melakukan gerakan memutar dan memainkan nipple Taemin dengan ibu jarinya. Sesekali memelintirnya membuat Taemin semakin membusungkan dadanya meminta lebih dan lagi.

”Eungh~..ah..”

Minho tersenyum disela ciumannya, lalu melepasnya dan berbisik lagi ditelinga Taemin ”Kau sangat cantik Taemin..  Saranghae..”

”eungh~ na…hhh nado~”  Taemin menahan nafasnya saat dirasakan tangan Minho mulai meremas membernya dari luar boxernya. Lalu Minho menciumi lagi leher Taemin, menjilat jakunnya lalu berhenti di collarbone seksi Taemin, mengecupnya dan menghisapnya, memainkannya dengan lidahnya. Meski kini tubuh Taemin ada sedikit bercak merah, tetap cantik dimata Minho. Ia melakukannya dengan sangat lembut karena tidak ingin menyakiti Taemin.

Minholagi – lagi menjilat nipple Taemin dan mengigit kecil membuat Taemin membusungkan dadanya dan menjambak rambut coklat Minho.

Taemin menghentakkan kepalanya kekiri dan kekanan merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan. Matanya terpejam dan bibirnya sedikit terbuka merasakan kenikmatan saat Minho memijit membernya dari luar.

I know this is wrong but it’s the most beautiful mistake I’ve ever made.

 

Dan entah sejak kapan mereka berdua sudah tanpa sehelai benangpun, saling menatap dengan posisi Minho masih diatas Taemin. Tatapan penuh cinta dan saling melemparkan senyum sebelum Minho menyatukan dirinya dengan Taemin, ia mencium bibir Taemin dengan lembut.

”Mungkin ini akan sakit..cakar aku jika kau tidak tahan..”

Taemin mengangguk pelan, menggigit bibirnya ketika merasakan milik Minho sudah menempel di holenya.

 

Love is blind..

Love is hurt..

Do not love because there is always will be separation..

Hari itu akhirnya mereka melakukannya, meski ini salah.Ketika cinta mengalahkan rasionalitas, maka tidak ada yang bisa menghentikannya.

Cinta itu tidak pernah salah meskipun datang dengan cara yang salah..

 

~~~~True love never end~~~~

 

Seoul,

Terbaring sosok setengah baya dengan air mata berlinang dan memeluk figura kecil didadanya yang ia dekap dengan erat. Figura Taemin, Heechul sangat merindukan putranya, setiap malam hanya bisa menangis mengingat anaknya.

”sst.. Chullie~ aku sudah menemukan mereka..”

Siwon datang menghampiri Heechul lalu duduk dipinggir ranjang dan mengambil figura itu. Heechul sontak terbangun dan duduk, meremas pundak Siwon tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Benarkah?dimana?katakan dimana?!Ayo kita kesana sekarang…Siwoon.. please..”

Siwon memeluk Heechul dan mengusap punggungnya,menenangkannya.

 ”Sabarlah,besok pagi kita pergi menemui mereka..” dibalas dengan anggukan lemah Heechul. Yah, ini sudah larut dan tidak mungkin mereka pergi sekarang,.

Keesokan paginya..

”Tenanglah.. mereka baik – baik saja disana, aku sudah mengirim bawahanku untuk mengawasi mereka” jelas Siwon.

Heechul tampak sangat cemas, tangannya terkepal menahan emosi karena sudah hampir sebulan ia tidak bertemu Taemin.Sungguh ia sangat mengkhawatirkan putra semata wayangnya.

”Jalan pak..”Siwon menginstruksikan supir, lalu mengenggam erat tangan Heechul yang masih terkepal.

Heechul memalingkan wajahnya menatap keluar jendela dan hanya terdiam sepanjang perjalanan.

Taemin.. apakah kau makan dengan baik? bagaimana keadaanmu?

.

.

.

Kini mereka sampai, di sebuah pulau. Pulau yang sangat indah, membuat siapa saja tidak akan mau mengedipkan matanya terlalu lama. Lautan biru, pasir yang putih. Heechul dan Siwon perlahan melangkahkan kakinya, dan mereka melihat dua sosok itu, Minho dan Taemin. Ingin rasanya Heechul berlari memeluk Taemin, namun langkahnya terhenti saat ia melihat Taemin untuk pertama kalinya …. Tertawa.

Taemin berlarian dipinggir pantai lalu diikuti Minho yang mengejarnya dibelakang, menangkap Taemin dari belakang dan memutarnya. Taemin berteriak minta diturunkan, tawanya sangat bahagia.

Siwon bingung lalu mengikuti kemana mata Heechul, dan ia mendapati Minho yang sedang tertawa lepas memeluk Taemin. Seumur hidupnya ia tidak pernah lagi melihat tawa Minho, oh bahkan tersenyum saja Minho sudah lupa. Mereka membatu ditempat.

Heechul menutup mulutnya menahan tangisnya, tangis bahagia, akhirnya Taemin nya bisa berbicara, sungguh ia sangat ingin memeluk anaknya.

SNAP

Taemin dan Minho menoleh kearah mereka, dan terkejut. Minho langsung menggenggam erat tangan Taemin dan mendekati mereka.

”Appa…umma…” suara Minho bergetar, sedangkan dibelakangnya Taemin berlindung dibalik tubuh Minho, tangannya digenggam sangat erat.

”Taemin.. anakku.. kemarilah nak..”

”Umma….” Taemin mengeluarkan suaranya. Demi Tuhan Heechul sangat bahagia akhirnya bisa mendengar suaranya. Siwon juga terkejut melihatnya, ”Minho..pulanglah..” lirihnya.

Taemin melepaskan tautan tangannya dan berhambur kepelukan Heechul, Heechul menangis tersedu – sedu. Kini tinggal sosok dua namja tegap ini saling berhadapan dan melemparkan tatapan aneh. Akhirnya Siwon menarik bahu Minho dan memeluknya.

Pertemuan anak dan orangtua yang mengharukan.

.

.

.

”Jadi mau sampai kapan kalian disini ..?” Siwon bertanya dengan nada yang sangat serius. Kini tinggal mereka berdua di ruang tamu. sedangkan Heechul dan Taemin berada dikamar.

“Aku..aku hanya tidak ingin Taemin dan aku berpisah, dan aku tidak ingin dijodohkan..”

Siwon menghela nafas berat dan memijit pelipis nya. Menatap lagi anaknya ini dengan tatapan tidak percaya, “Minho kautahu kan taemin itu ada-

“Adikku?lalu?apa salah kami untuk saling mencintai?” Minho balik bertanya dengan nada yang sangat dingin.

Siwon kehabisan kata – kata, ia tidak tahu lagi harus bagaimana menangangi anaknya. Lalu ia mendekati minho dan duduk disebelahnya, ”Minho.. lakukan apa yang kau anggap terbaik, tetapi bagaimana keadaan Taemin, ia sudah benar – benar sembuh?”

Skak Mat!

Minho terdiam seribu bahasa, entah ia harus menjawab apa. Nyatanya keadaan Taemin memburuk setiap harinya tidak tentu, sehari ia bisa sangat riang dan tertawa seperti hari ini, tetapi jika malam menjelang Taemin sering meringis kesakitan, entah dikepalanya atau diperutnya. Berkali – kali Minho memaksa Taemin ke rumah sakit di Seoul, namun Taemin selalu menolak, dan mengancamnya dengan berbagai hal. Pada akhirnya Minho hanya bisa memberikan Taemin obat penahan sakit yang ia dapat dari Dokter.

Siwon merasa ada yang tidak beres dengan ekspresi tegang Minho begitu ditanyakan mengenai kesehatan Taemin. ”Cukup Minho.. singkirkan keegoisanmu..”

Siwon beranjak dari sofa, namun buru – buru ditahan oleh Minho.

”Appa.. tolong aku…”

.

.

.

Dikamar Taemin.

”Huks..huks..Umma..mianhe~” Taemin menangis di pelukan Heechul. jujur ia sangat merindukan ummanya setiap hari ia menangis di toilet ketika ia mandi, atau ditengah malam.

”Ssst.. uljima sayang.. Minnie tidak boleh menangis, umma sudah datang eumh? jadi bagaimana? kau baik – baik saja kan?”

Taemin mengangguk ”Euungh!!sangat baik~”. Heechul tersenyum, akhirnya bisa mendengar suara anaknya setelah sekian lama.Mencubit hidung Taemin gemas lalu mendekatkan wajahnya dan memainkan hidung mereka, terkekeh pelan.

Tapi sayang itu hanya kebohongan, bagaimana kau bisa berbohong Taemin? lihatlah tubuhmu yang semakin kurus menandakan kau tidak makan dengan baik, lihatlah rambutmu yang sudah panjang, lihatlah pipimu yang mengempis. Bagaimana bisa itu kau sebut dengan sangat baik?

Heechul sangat mengenal anaknya, jelas saja Taemin tidak baik – baik saja, lihatlah keadaannya.Heechul memeluk Taemin erat, dan berbisik, ”Taemin..jangan bohongi umma..”

Taemin mengeratkan pelukannya dan mulai menangis tersedu – sedu, di leher ummanya.

 

~~~~True love never end~~~~

 

1bulan kemudian..

Setelah kedatangan Heechul, keadaan Taemin sedikit membaik, ia mau makan banyak meskipun nyatanya keadaannya tidak benar – benar membaik. Kini sudah ada ruangan khusus Taemin, semenjak Taemin tidak sadarkan diri tiba – tiba malam itu dan membuat semuanya panik.

Kini, akhirnya mereka berkumpul, Siwon memutuskan pindah ke pulau ini. Minho juga membuka hatinya, ia berubah menjadi anak yang baik dan tidak lagi kasar.

Sedangkan Taemin? keadaannya semakin hari semakin menurun. Sekarang perutnya sedikit membuncit karena pembengkakan Kelenjar Lympa.Kamarnya di desain seperti rumah sakit, sungguh ia membenci ini semua, ia tidak ingin diperlakukan seperti orang yang sekarat, bukankah ia sudah lari dengan Minho? tapi kenapa sekarang jadi seperti ini?

Taemin sadar keadaannya memang sudah tidak memungkinkan lagi, kakinya lemas.

Saat ia turun dari ranjang pagi – pagi dan bermaksud membuat sarapan untuk semuanya,dengan infus yang melilit ditangannya ia memaksakan diri berjalan menuju dapur perlahan. Umma masih tertidur tidak menyadarinya. Namun entah Tuhan tidak menginjinkannya, tiba – tiba saja kakinya membeku, lalu piring yang ia pegang terjatuh dan pecah membuat kegaduhan di pagi hari. Semuanya terbangun, Minho datang pertama lalu menggendong Taemin yang saat itu terduduk dilantai menangis dan memunguti pecahan piring.

Taemin merasa sangat tidak berguna dan sangat merepotkan, ia mulai tidak bisa melakukan segalanya sendiri, bahkan makan saja ia harus disuapi.

”Say aaa~” Minho memainkan sendoknya seperti pesawat yang akan mendarat. Tapi Taemin menutup mulutnya rapat – rapat, ia sangat kehilangan nafsu makannya. Tentu saja karena ini adalah salah satu efek sakitnya.

Minho menelan menyendokkan buburnya kemulutnya sendiri, lalu mencium Taemin dan memaksanya membuka mulutnya. Selalu seperti itu, jika Taemin tidak mau makan, maka cara yang sama akan Minho lakukan.

Jika nanti aku bahkan sudah tidak bisa menelan makanan, apa yang akan kau lakukan hyung?

 

Jika nanti bahkan aku benar – benar sudah tidak bisa berbicara dan terbaring tak berdaya apa yang akan kau lakukan hyung?

 

Taemin mendorong Minho yang masih memaksanya menelan bubur yang sangat tidak enak itu. Namun percuma, Minho semakin memaksanya, tidak ada pilihan Taemin menelan bubur itu.

Hosh..hosh..hosh.. Lelah sekali rasanya seperti berlari 10KM, padahal hanya menahan Minho memaksanya menelan bubur. Taemin mengerucutkan bibirnya kesal, membuat Minho gemas dan mencubit pipinya,”Appo!!”Taemin mengelus pipi kanannya yang dicubit.

Tiba – tiba Minho mencium Taemin, mengulum bibir plum itu, karena jujur saja sejak tadi ia ingin sekali menciumnya, bibirnya sangat imut bagi Minho, meskipun bibir itu tidak semerah dahulu, karena bibir itu sekarang sangat pucat.

”Emmpph..”

Minho memperdalam ciumannya,memaksa Taemin membuka mulutnya dan mencari – cari lidahnya. Taemin melenguh pelan saat Minho menghisap lidahnya. Saliva merembes di sudut bibr mereka, namun tidak lama kemudian.

Nyut~

Kepala Taemin kembali nyeri..

Nyuut~

Semakin sakit,Taemin memejamkan matanya kuat. Lalu benar saja keluar darah kental dari hidungnya, sedangkan Minho masih belum melepaskan ciumannya.

Taemin mendorong kuat bahu Minho dan meminta maaf..

”Maaf hyung, maaf.. ah jadi kotor.. maaf..huks..maaf..biar aku bersihkan” Taemin mengusap pipi Minho yang terkena darahnya.

”Hyung.. ah maaf bajumu juga jadi kotor.. maaf..” suara Taemin bergetar menahan isakkannya.

”Taemin….”

”aku akan bersihkan, aku akan bersihkan..maaf..”Taemin berusaha menghapus bercak darah di wajah Minho.

”Taemin…su-

”Maafkan aku … maaf..”

GREP

Minho memeluk tubuh yang kini sangat kurus, memeluknya sangat erat menyembunyikan air matanya yang hampir mengalir. Tidak Minho, andwe.. kau tidak boleh menangis, tidak sekarang dan didepan Taemin.

”huhuhu…”Taemin memukul – mukul punggung Minho semakin terisak, ia sangat takut. Awalnya ia bersikap tenang, namun semakin kesini, semakin ia melihat Minho semakin ia mencintainya.. dan semakin ia tidak bisa melepaskan Minho.

”sst..uljima… tenanglah, kau akan sembuh Taemin..kau pasti sembuh,percayalah padaku..”Lirih Minho.

 

I have no idea why sadness and tears are part of farewell

Stupid love…. Foolish love

The end of love always goodbye and tears

 

Waktu terus berlalu.. kini sudah menginjak bulan April. Rambut Taemin sudah rontok,bahkan hampir botak. Setiap harinya rambutnya berguguran, sekarang Taemin lebih pemurung, bibirnya sangat pucat. Cetakan tulangnya semakin terlihat, pipinya semakin menirus.

Taemin, berusaha memencet bel di sisi ranjangnya, ia ingin keluar. Ia ingin ke Pantai.

Namun sangat sulit ia meraih bel itu, tangannya sangat sulit digerakkan selain tenaganya yang semakin menghilang.

”Min..aah..ah..mi..ahhh..Minhoo” Taemin bersusah payah memanggil Minho, satu – satunya cara membangunkannya.

”Taemin!!gwenchana? ada apa?”

Taemin hanya menunjuk keluar, ia meminta ke pantai. Minho bingung dan menautkan alisnya,”tapi ini masih pukul 5 pagi Taemin…” Minho menghampiri Taemin dan mengusap lembut kepalanya.

”Aku..ingin…pantai…” Susah sekali Taemin menggerakkan lidahnya yang terasa sangat kelu.

Akhirnya Minho menggendong Taemin di punggungnya dan memboyongnya ke tepi pantai, entahlah Taemin tampak sangat bersikeras hari ini. Perasaan Minho jadi semakin tidak karuan.

Brusssh~

Suara ombak terdengar merdu di kuping Taemin seperti alunan musik.

Taemin masih di punggung Minho dan mengeratkan pelukan tangannya yang melingkar di leher Minho.

”Ada apa eumh? kau ingin melihat matahari terbit?”

Minho mendapatkan respon berupa anggukan kecil dari Taemin. Lalu mereka duduk di tepi pantai, di jembatan coklat yang menjorok ketengah laut. mendudukkan Taemin, kepala Taemin bersender di bahu kanan Minho. Tangan mereka mengenggam satu sama lain.

”Hyung.. apa cinta mu sebesar langit diatas ini?”

“sebesar langit? aku rasa tidak..”

Taemin mendesis kesal mendengar jawaban Minho.

“No . I can’t think of  a word . it’s more than the sky..”(2minfact)

Eissssh jinjja Minho selalu berhasil membuat pipi Taemin merona. Minho menoleh dan menatap Taemin, kini matahari sudah tampak bayangan mereka semakin meninggi,Minho menarik dagu Taemin lalu mencium lagi bibir plump Taemin entah untuk yang keberapa kalinya.

Tes..

Nyut~

Darah itu kini keluar lagi,Minho merasakan bau anyir namun ia tidak menanggapinya, ia tahu kini Taemin sedang mimisan lagi, ia tetap memperdalam ciumannya. Tidak masalah, ya baginya tidak masalah, selama itu Taemin, his precious one.

Karena butuh oksigen, Minho melepaskan ciumannya, lalu menghapus noda darah di hidung Taemin. Minho tersenyum sangat hangat dan mengecup kening Taemin.

”Taemin.. aku sangat mencintaimu…”

”Hiduplah dengan baik tanpaku hyung~”gumam Taemin disela pelukan Minho padanya.

I can never forget about you even if I tried thousand and millions of time

 

Matahari mulai menunjukkan dirinya, dan kini Minho dan Taemin menatap matahari terbit, tangan Minho kini berada di pinggang Taemin, memeluknya erat.

Angin menerpa wajah mereka, namun masih terasa hangat.

”Taemin..”

”hmm?”

”kau mau kado apa di ulang tahunmu?”

”Aku ingin… ah tidak.. tidak ada yang kuinginkan hyung”

”jinjja? padahal aku sudah menyiapakan sesuatu..kalu begitu tidak jadi..”

”apa? eissh.. mana bisa begitu hyung -_-a”

”tapi kau kan belum memberikan kadomu padaku, mana huh?”

SNAP

Taemin teringat dengan kadonya.. seribu burung bangau..

”Nanti pasti akan kuberikan hyung,” Taemin berkata lirih lebih kepada dirinya.

Minho menusuk – nusuk pipi Taemin dengan telunjuknya, sedangkan Taemin hanya mempoutkan bibirnya lucu. Matahari kini sudah terbit, kehangantan menghampiri kulit mereka, Minho tiba – tiba berdiri dan mengangkat Taemin untuk berdiri.

”mau apa hyung?”

”Ayo lah berdiri, kau itu harus merentangkan tanganmu seperti film Titanic”

Taemin memutar bola matanya malas, Minho ini benar – benar aneh, sebenarnya apa yang ia tonton? Titanic?Telenovela? eissh.. jinjja =_=a

Taemin kini berdiri dengan Minho yang memeluknya dari belakang merentangkan kedua tangan mereka menatap matahari yang memperlihatkan wujudnya, seolah mengintip dari balik lautan luas. Terdiam merasakan deburan ombak dan kehangatan masing- masing.

Tiba – tiba sebuah ide terlintas di pikiran Minho, ”Taemin, kajja..”Minho menggendong Taemin dipunggungnya.

.

.

.

”Terima kasih ahjussi…” Minho menutup telponnya.

Taemin memperhatikan Minho dan tidak bertanya apa – apa. Lalu 10 menit kemudian datanglah seekor Kuda putih jantan.

Taemin membulatkan matanya tidak percaya, sekarang hidupnya berubah lagi menjadi negeri dongeng?Lucu sekali.

”Naiklah my Princess…”Minho menaikkan tubuh kurus Taemin ke atas kuda lalu ia duduk dibelakang Taemin. Kuda putih, hamparan pasir putih, matahari terbit. Ini sangat indah. Jantung Taemin seperti tertarik keluar,ia begitu bahagia. Persis seperti buku negeri dongeng yang sering umma ceritakan padanya sebelum tidur. Minho memeluk Taemin lagi dari belakang menjaga keseimbangan mereka, lalu kuda putih itu berjalan pelan menyisiri pinggir pantai.

”Kau menyukainya?” Minho berbisik di telinga Taemin dan menempelkan pipinya di pipi kanan Taemin. Hanya dibalas anggukan oleh Taemin dan balas mengeratkan tangannya di lengan Minho yang memeluknya sesekali menepuk pipi Minho yang menempel di pipinya.

Pagi itu.. menjadi pagi yang sangat indah bagi Taemin dan Minho. Meski Taemin semakin melemah namun ia tetap tersenyum, ya.. Taemin tersenyum untuk Minho..cintanya…

Love any time can love
Love this in mind
Abundance Always Love
Love you are my reason to smile
Smile even when I will fall deep

HUP

Taemin turun dan kini sudah berada di punggung Minho, entah kenapa Taemin lebih suka digendong di punggung Minho, karena punggung Minho sangat hangat. menyusupkan kepalanya di bahu bidang Minho begitu mengasikkan baginya. Memainkan dagunya di bahu itu, membuat Minho terkekeh geli.

Nyuut~

Lagi! sakit itu datang lagi, sangat sakit. Kepala Taemin seperti ditusuk paku berkali – kali.

”Uh…ah..” Taemin menahan sakit dan meringis. Mengeratkan lengannya dileher Minho.

Tes..

Tes

Darah itu kini mengalir dari hidung mancungya dan disusul dari mulutnya. Menyadari ini Minho menoleh dan mempercepat jalannya menuju rumah.

“Taemin..bertahanlah sayang..” Minho terus mempercepat langkahnya seperti setengah berlari.

“Uh.. ahh..hyu~ sa…”

“Stt..Taemin.. diamlah..diamlah…kita akan sampai..”

Jarak nya lumayan jauh, Minho merutuki dirinya sendiri kenapa malah melepaskan kuda itu dan berjalan seperti ini?! hah! what a bad luck!

Taemin terus berusaha mengucapkan sesuatu, nafasnya sangat cepat dan tangannya mulai bergetar hebat.

”Uh..hyu..”

 

Minho POV

Diamlah Taemin! diamlah! aku tahu.. aku tahu dia mati – matian mengucapkan sebuah kata yang baru saja ia ucapkan sekali. Berkali – kali aku memintanya mengucapkannya tetapi ia tidak ingin mengatakannya.

”Hyuung..sa..”

Akh! Taemin.. jebal~! Jantungku berdegup sangat kencang, rasanya aku seperti berlari dikejar luapan ombak dibelakang, kaki ku gemetar setiap mendengar desahan Taemin meringis menahan sakit, sedangkan darahnya masih menetes dari hidungnya. Aku mengeratkan gendonganku dan terus berlari berharap ini bukan waktunya. tidak! Taemin pasti sembuh.. dia pasti sembuh..

Minho merasakan hembusan nafas terengah Taemin dan dia tahu pasti apa yang ingin Taemin katakan..

”Nado Taemin! Nado Saranghae~ ” aku mengucapkannya lalu sepertinya ia mulai tenang dan nafasnya mulai teratur. atau.. ah tidak! Aku menoleh dan melihat ia menutup matanya rapat. Tapi tunggu,, aku masih merasakan detak jantungnya, tidak Taemin hanya tertidur, ya pasti ia lelah dan tertidur.

 

BRAK

Aku menendang pintu rumah dan berteriak meminta bantuan. Menidurkan Taemin dikasur kamar, lalu menelpon dokter Kim agar segera kemari. Nafasku terengah, keringat terus mengucur. Setiap detak jantungku, aku berharap ini bukan saatnya.. tidak.. bahkan aku belum memberikan hadiahku..sebentar lagi hari ulang tahunnya.

Tak lama kemudian dokter Kim datang, appa tampak menenangkan umma dan memeluknya. Suasana sangat kelam saat itu, bahkan deburan ombak pun terdengar seperti mengejeku huh? Aku tidak mengganti pakaianku yang masih penuh darah Taemin, ternyata ia mengeluarkan banyak darah tadi. Aku meremas tenganku cemas, mondar – mandir diluar kamar, rasanya bumi terbagi dua dan aku jatuh didalamnya, gelap dan sakit.

Taemin.. aku mohon bertahanlah.. kau pasti sembuh.

Umma masih menangis tersedu – sedu dipelukkan appa, sedangkan appa menatapku dan menaikkan dagunya menyuruhku mengganti pakaianku lalu berkata pelan ”Gwenchana..”

HAH!
Bagaimana semuanya bisa baik – baik saja jika didalam sana separuh jiwaku berjuang melawan sakitnya.

 

Taemin POV

”sa…” ah kenapa lidahku tidak mau bergerak lagi. Aku hanya ingin mengatakannya, aku ingin mengatakan aku mencintainya sebelum aku benar – benar pergi.

Saat Minho menggendongku tiba – tiba saja sekujur tubuhku menggigil dan cairan bodoh terkutuk ini mengalir lagi. Kenapa sekarang? kenapa? Tak hentinya aku merutuki diri sendiri yang sangat lemah ini.

Minho Hyung maafkan aku, maaf aku merepotkanmu, maaf aku menyakitimu.Tapi aku tidak bisa melepaskanmu.

Aku mendengar ia mengatakannya, ia mengerti! yah ia mengerti apa yang kumaksud, ia mengatakan “Nado Saranghae ..” Hyung bagaimana kau bisa mengerti semua yang ada di pikranku, tidak ada yang bisa mengerti aku selain dirimu bahkan sebelum aku mengatakannya kau selalu tahu apa yang harus kau lakukan.

Nafasku mulai teratur dan merasa semuanya menjadi semakin gelap, mataku sangat berat. Perlahan tautan tanganku terlepas di lehernya. Dan aku tidak sadarkan diri….

~~~~True love never end~~~~

Kini Minho masih bertahan menemani Taemin di sisi ranjang, merapihkan bunga mawar putih di meja Taemin, menyapa Taemin setiap pagi dan mencium keningnya. Ya..Taeminnya bertahan, meski kini ia tidak sadar, tetapi Minho merasa Taemin masih bertahan untuknya. Minho menganggap Taemin hanya tertidur, tertidur pulas dengan wajah cantiknya.. masih tetap cantik.

“My princess bagaimana kabarmu hari ini eumh?kau masih ingin tidur ya? jangan lama – lama tidurnya ya, aku sudah sangat merindukanmu..” Minho mengelus pipi Taemin sayang.Tersenyum sangat tampan! tidak ada lagi rona kesedihan.

Namun pemandangan itu entah mengapa membuat Heechul dan Siwon semakin sedih, Minho nyatanya belum menerima keadaan Taemin yang sekarang masih koma. sudah hampir 1 bulan Taemin tidak sadarkan diri, sedangkan keadaan Minho semakin memburuk. Baiklah ia terlihat baik – baik saja, ia tersenyum ia tertawa saat menemani Taemin. Tidak dilarang meamang mengajak bicara orang Koma, itu sangat baik karena mereka bisa merespon terkadang entah dengan detakan jantungnya yang meninggi yang tercetak di alat deteksi jantung atau sekedar menggerakkan bulu matanya dan jemarinya.

Heechul  kemudian teringat akan seribu burung bangau milik Taemin, benda itu masih ada dikamar Taemin. Ya, mungkinkah Taemin juga masih bertahan karena itu? Minho belum menerimanya kan?

Heechul memutuskan mengambilnya dan menyerahkannya pada Minho malam ini.

.

.

.

 

Ummaku bilang jika menulis seribu burung bangau maka keinginan kita akan terpenuhi,lalu apa yang harus aku tulis ya? kekeke~ ^^v

Saengil chukka hamnida Minho hyung!!!fighting ^^9

 

Sejak pertama bertemu denganmu aku merasa kau ini aneh, tapi kau tampan hyung..sayang kau sangat galak..

 

Aku berharap kau akan hidup dengan sangat bahagia, berjanjilah!

 

Aku tidak bisa memberikan benda apapun, hanya lipatan bangau lucu ini tersimpan sejuta harapanku untukmu.

 

Tertawalah..tersenyumlah.. apa kau tahu jika kau tertawa semua mata akan tertuju padamu?

 

Aku ini hanya anak lemah yang tidak bisa berbicara, kenapa kau begitu baik padaku?

 

Minho tersenyum membaca beberapa lipatan bangau itu lalu melipatnya lagi tidak ingin merusaknya sampai ia membaca yang lain, yang menusuk hatinya.

Dulu aku selalu berpikir cinta bisa melampau segalanya. Saat itu aku tidak tahu bahwa ternyata ada kekuatan lain yang disebut.. Takdir

 

Hyung apa sekarang kau bahagia? karena sekarang aku sangat bahagia..dan suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi.

 

Aku berharap dilahirkan dengan memiliki keluarga utuh dan memiliki hyung tempatku bermain dan bermanja – manja. Kini aku memilikimu.. Choi Minho..

 

Aku sangat tidak suka ketika kau didekati gadis – gadis itu..aku sangat tidak suka. aku tidak tahu! aku hanya tidak menyukainya. Saat itu aku mengerti aku ..Mencintaimu..

 

Taemin sangat merindukan Minho..sekarang Taemin tidak bisa menemaninya karena sedang membuat seribu bangau.

TES

TES

Air mata menetes di pipi Minho, satu persatu ia baca lipatan kertas warna warni itu. Ia ingin membaca semuanya. Dikertas sebelumnya ada setetes darah, saat itu pasti Taemin sedang kesakitan sendiri dan Minho menyesal tidak bisa memeluknya.

Aku menulis ulang kertas ini, hhh..bagaimana bisa aku lupa membawa ini. Tetapi malam itu, menjadi malam yang paling menyakitkan dalam hidupku. Kenyataan jika kami satu ayah. Hyung.. akhirnya aku menemukanmu. Haruskah aku memelukmu dan memanggilmu hyung?

 

Sekarang aku berada di jeju, bagaimana keadaanya ya? apa dia sehat – sehat saja? apa ia makan dengan baik?

 

 

Cinta pertama telah menorehkan luka dihatiku. Menyisakan malam – malam penuh derai air mata, mengingatkanku selalu padanya..cintaku Choi Minho

Aku teringat saat – saat indah, kau hadir didepanku. Mengenggam tanganku erat seolah tidak pernah ingin melepaskannya, dan kini aku sangat merindukannya.

 

Di dalam siksaan kesedihan yang tiada harapan. Terusik oleh imajinasi yang menganggu. Terngiang – ngiang suaramu yang lembut di telingaku,yang setia membisikkan ”My Princess” dan kini aku sangat merindukannya.

 

Bagiku kedatanganmu begitu berat didalam hati dan aliran darahku dan mendatangkan kepedihan. Segala sukacita dan harapan hanyalah menjadi kelelahan dan kemuraman dalam hatiku.

Jika benar Tuhan mendengarkan harapanku maka yang kuinginkan adalah di kehidupan selanjutnya.. Aku dan dirinya bertemu lagi sebagai sepasang kekasih.

 

Minho hyung..aku tidak tahu apa dia akan membacanya, aku tidak tahu apalagi yang harus kukatakan. Bolehkan aku mengatakan ”Aku sangat mencintaimu”

 

Hyung tahukah setiap kau panik dengan keadaanku di sekolah, aku diam – diam sangat menikmatinya. Aku menyukai caramu mengkhawatirkanku, ani bahkan aku sangat menyukai segala sesuatu tentangmu..

 

Jika saat membaca ini aku sudah tidak ada, ingatlah ini aku akan selalu berada dihatimu. Minho hyung.. aku sangat mencintaimu..

 

Minho meremas kertas terakhirnya, kata – kata itu mengusiknya, tidak ada? tidak ada apanya Taemin? kau masih ada kau didepanku kau sedang tertidur dengan sangat pulas!

Minho mendekati Taemin dan mengecup keningnya, kini hanya ada mereka berdua di dalam kamar. Minho menatap semua hamburan burung bangau yang ia baca, seribu burung bangau? Ck~ Demi Tuhan Taemin kau mempercayainya? Lalu aku harus bagaimana sekarang?

Minho menatap Taemin, tak lama kemudian ia melihat Taemin meneteskan air mata dari sudut matanya.

Tes

Tes

Air mata itu mengalir perlahan membuat Minho tersontak kaget, apa Taemin benar – benar bisa mendengarnya?

“Taemin.. jangan menangis.. aku disini…ssshh..” Minho mengusap pipinya dan mengecup kedua mata Taemin yang masih terpejam.

.

.

.

Jiwa Minho seperti tertarik ke dunia lain, ia seperti melihat Taemin tersenyum dan memanggilnya untuk mendekat. Semakin ia berusaha menjangkau Taemin, tetapi semakin jauh Taemin dari pandangannya.

”TAEMIIINN!!”

SNAP!

Minho terbangun dari mimpi buruknya lalu ia langsung menuruni sofa dan melihat Taemin, yah.. Taeminnya masih disini, menghapus peluhnya dan memandangi lagi Taemin yang tidak berdaya dengan selang yang memasuki hidung dan mulutnya, rambut Taemin semakin menipis bahkan sudah sangat tipis. Bibir itu pecah – pecah dan sangat kering,. Pipi chubby itu menjadi tulang. Hati Minho seperti teriris pisau setiap memandang Taemin, kenapa ia bertahan sejauh ini? Apakah Taemin juga tidak ingin meninggalkan Minho? Atau Minho belum bisa merelakan Taemin?

”Tidak.. Taemin, pergilah.. aku merelakanmu..sungguh..”Minho berbisik pelan, dan lagi tetesan airmata itu keluar lagi dari sudut mata Taemin.

CRAP~

Minho menarik kabel itu dan..

Berhenti

Semuanya berhenti, alat detak jantung itu berdengung satu nada panjang dan gelombangnya rata memanjang.

Hari demi hari bergulir bagaikan terbang, setiap menit membawa pergi bagian hidup, yang kita harapkan adalah kehidupan, tetapi kau lihat? ajal malah menjelang.

 

Didunia ini tiada kebahagiaan, yang ada hanyalah kebebasan dan kesunyian..

 

BRAK

Pintu terbuka..

“Taemin!! Minho apa yang kau lakukan padanya?!!” Siwon menarik kerah baju Minho dan Minho menatap kosong. ”Aku hanya mengantarnya pergi..”

BRUK

Minho terlempar kelantai dan tersenyum namun air matanya menetes, ia mendongak dan melihat ke pintu. Taeminnya sedang tersenyum dengan berpakaian putih tersenyum manis..ani tersenyum sangat cantik.

“Gomawo…”

Minho tersenyum menatap kepergian Taemin, lalu dan melambaikan tangannya.

”Minho! kau?! apa yang kau lakukan pada putraku!” Heechul mengguncang bahu Minho dan menangis terisak.

“Apa? aku tidak melakukan apa – apa?” ia menjawabnya dengan dingin.

”Kau tahu! baru saja kami mendapat kabar baik, bahwa donor sumsum tulang belakang Taemin telah ditemukan dan kami akan membawanya ke Amerika?! masih ada kesempatan Minho!!” teriak Siwon frustasi menjambak rambutnya.

Seperti terhunus pedang tepat dihatinya, Minho menatap Siwon tidak percaya. Kenapa tidak bilang huh? kenapa baru sekarang? kenapa saat ia memutuskan melepaskan Taemin pergi? Apa Tuhan mempermainkan hidupnya?!!

Jawabannya…

Terlambat..

Segala sesuatu selau datang terlambat di hidupnya.

Minho terdiam membeku, menarik nafasnya dalam, tubuhnya bergetar lalu menghampiri Taemin.

“Taemin! Taemin! bangunlah! kau hanya tidur kan.. sayang bangunlah.. maafkan aku.. tidak.. Taemin jangan pergi….tidaaaak!!!”

Minho meraung kencang, mencengkeram tubuh Taemin dalam pelukannya.

 ….

You are like the wind passing by me

Without saying goodbye the feeling that almost cause death

My tears starts to fall

I can’t hold you anymore in my arms

I don’t know why I was crying

I just want to hug you again

Stupid love… foolish love

The end of love always goodbye and tears

I hope that you would change your mind and come back to my side again

I will stay love you forever

Please don’t ever forget me even the tragic love ends.

Im waiting for you

Even if i die leave you like this you will be able to find another love but there would still be sadness in that love

Through my lips i can’t tell that I will love you forever

I have no idea why sadness and tears are part of farewell

Stupid love…. Foolish love

The end of love always goodbye and tears

I hope that you would change your mind and come back to my side again.

I will still love you forever please don’t ever forget about me

Even after the tragic love ends.

Im waiting for you

I know my love is hard but I still want to hold on.

Im sad

Im sick

But I still have to let you leave me

I can never forget about you even if I tried thousand and millions of time

I know that in this life another sad love

Without you in my life im useless and nothing..

I try not to.. not to grieve about it

You left me all alone after the end of a tragic love

I would be just crying

There is no such things as eternal love

Goodbye…. my love..

~~~~True love never end~~~~

Beberapa bulan berlalu, Minho berubah seperti orang gila. Rambutnya tidak dipotong. Tubuhnya semakin kurus, berkali – kali ia mencoba bunuh diri, namun berhasil ditolong.

Sayatan pisau di nadinya bahkan masih menghilangkan bekas, kantung matanya besar.

Setiap disuruh makan ia meronta – ronta dan hanya meneriaki satu nama..

Taemin…

Minho sangat merindukan Taemin, ia ingin menyusul Taemin, sejak ia tahu keputusannnya salah, ia menjadi down dan sulit dikendalikan. Beberapa kali Jinki dan Kibum datang menjenguk, namun hasilnya nihil hanya tatapan kosong Minho yang mereka temukan. Jika pun ada kata yang keluar dari bibirnya maka hanya satu,

 Taemin.

.

.

.

CRATS

Darah itu keluar lagi dari nadi Minho, menggunakan apa? ia menggigit dengan giginya dengan sangat kuat, ia menahan perih dan menggigit kain. Ia ingin pergi, ingin menyusul Taemin. Tidak tahan lagi, setiap malam bahkan ia takut memejamkan matanya, karena setiap matanya terpejam maka bayangan Taemin akan datang seperti memanggilnya. Lalu nafasnya akan menjadi sangat sesak dan ruangannya menjadi sempit.

Nyess…

Darah itu terus mengalir mengotori lantai putih rumah sakit jiwa. Minho dirawat disini, dan disaat kosong tidak ada yang menjaganya ia menggunakannya lagi untuk bunuh diri.

Aku berlari .. mencarinya.. gelap… mana cahaya itu..

ah ada pintu.. pintu itu..

Krieeek

Tampak sosok cantik yang sangat kurindukan sedang terduduk di bangku kayu melihat sungai didepannya.

”Hai cantik….”

”Hyung…? akhirnya kau datang juga….”

“Maaf membuatmu menunggu lama..my princess..”

~Epilog~

Beberapa Tahun kemudian…

Oeek..oeeek..

Terdengar tangis bayi, ya hari ini Key dan Jino melahirkan.. Jinki dan Jonghyun tampak sangat cemas menunggu istri mereka. Saling menguatkan dan melemparkan tatapan cemas. Melenguh lega saat mendengar tangisan bayi mereka.

”Hyung.. anak kita lahir bersamaan.. wah!”

”Iya syukurlah Jjong…”

Lalu mereka memasuki ruang istri mereka. Mereka sudah memeluk bayi masing – masing.

“Kita akan memberi namanya siapa yeobo?” Tanya Key.

”Taemin.. Lee Taemin…” Jinki tersenyum lembut mengusap lembut rambut Key lalu mengecup kilat pipi nya.

”Oke.. berarti anakku kuberikan nama Minho…”

Hahahahha

Tawa membahana di ruangan tersebut, penuh kebahagiaan dengan hadirnya anggota baru dalam keluarga kecil mereka.

 …

5tahun kemudian..

”Appo~!!” Namja cantik mengelus dengkulnya saat ia terjatuh ke kubangan kecil, meringis kecil dan sesekali marah – marah dengan batu yang membuatnya terjatuh . =__=a

”Minnie.. gwenchana? syuuh~ syuuh~” Namja tampan sebaya namun lebih tinggi darinya menghampiri namja cantik yang dipanggil Minnie ini dan meniup dengkulnya lalu berjongkok menyuruh namja cantik ini naik ke punggungnya.

Pipi minnie langsung panas, ah mereka ini baru 5 tahun.. sungguh.. tetapi siapa saja yang melihatnya pasti akan gemas.

”Ne~..”

HUP

”Pegangan ne~ jinki ahjussi nanti bisa memarahiku jika tidak menjagamu dengan baik, makanya jalan itu pelan – pelan minnie jangan lari..”

”Ne~kelolo celewet..”

Mengeratkan lengan imut nya di leher namja tampan ini dan bersenandung senang sesekali menggigit pipi namja tampan bernama Minho ini saat ia menggodanya.

Two beautiful people had met by a Tragedy, now faced their new life together with a new hope.

 

Kau tidak akan pernah kehilangan orang yang benar – benar kau cintai karena dia selalu disini… di hatimu.

 

 

.

.

.

FIN

YES!! HAPPY END!!

Hahahaha <–setress

Maaf yaah yeobo kalo jelek, gue ga bisa buat orang nangis..wkwk..ternyata buat angst emang susaaah *jambakKey* hehe..

Makasih banyak yang udah komen udah like udah nagih juga..

NC ga hot, makanya PW nya ga jd gw ubah.. terserah kalian lah mau komen apa ngga, saya emang kesel jujur aja ga munafik, ini 7rb word loh gila! Bahkan gw mau uas senin ini.

Oh iya tgl 23 SYF genap 1 tahun!! Saengil chukkae~!!! Ah! Gw utang banyak sama WP ini.. gila… mana bisa gw naro FF absurd ini tanpa ni WP..hehe..gomawo ya Viena yang udah nawarin gw n gomawo Sanni sebagai pemilik ni WP ^^

Okeh at least doakan saya ya,,setelah UAS kan libur gw mau buat FF ONKEY lagii kangen banget sama mereka T^T huhu.. trus doakan saya semester 8 lancar susun skripsi nya ^^ semuanya!! Jeongmal gomawo!!

Buat beberapa reader yang komen panjaaaang bangeeet itu siapa gw lupa ampe gw ngakak ebuseet saya cinta bangeeet sama kamu :-*

Sampai Jumpa minggu depan~~

Advertisements

96 thoughts on “[2min] TRAGEDY – part 4 end

  1. huhu..T_T…
    qu bingung ni endingny sad atau hppy… kyany ch lbh ke sad ending..
    itu siwon ma heechul kesepian amat.. ditinggal sama 2 anaknya.
    makash buat ff angstnya yang bikin qu nangis baca.

  2. AAAAA KEREEENNN AAAAAA DAEBAAAKKKK T^T
    sukses banget buat aku nangis T^T
    tuhaannn itu minho kesian mati perlahan, demi menemui princessnya :”
    aaaa so sweeeetttttttttttt >.<

  3. Huwa.. Itu keren bngt…!!!
    Cinta’ny minho tulus bngt terharu deh..!! Ff’ny neomu daebak…!!! Jjang..!!

  4. ah… akhirnya bisa bikin aku speechless…
    itu reinkarnasinya gitu ya… aigooo… baru juga 5 tahun….
    baca pas Minho ikut meninggal bikin mau nangis pas baca bagian bawah… jadi senyum-senyum sendiri…
    gimana ini…. ini keren bgt…. gomawo… udah kasih pw jadi aku bisa baca ini…. gomawo…

  5. Shit sad bnget apalagi pas minho cabut alat” kesehatannya tetem sampe dy gila
    Bingung ini sad apa happy ending

  6. Hiks….
    Taem ama minhonya meninggal….

    Waaaaa…..
    Twocouple
    Punya anak dan anak mereka di kasih nama miho n taem…..

    Wah lucunya…..
    Kekekekekke

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s