[2Min] Last Chirstmas


Foreword :

Last Christmas I gave you my heart

Hah, lagi tergila-gila ma ni lagu. Lagi-lagi aku bikin ff yang keinspirasi dari sebuah lagu.

Author saranin baca sambil dengerin nih lagu, biar bisa meresapi semuanya. Ok, happy reading.

NO SILENT READER

NO BASHING

~2min~

Cast : 2min

Genre : Romance, angst

Natal adalah hari dimana umat kristiani merayakan hari raya mereka. Dan di negara-negara yang mempunyai empat musim, kini dihiasi oleh sesuatu berwarna putih, lembut, namun dingin yang sering disebut dengan salju. Walaupun dingin hal itu tidak menyurutkan semangat natal mereka.

Di setiap jalan, toko, maupun rumah-rumah banyak dihiasi oleh pernak-pernik natal. Seperti saat ini, di tengah-tengah kota Seoul terdapat pohon natal besar yang dihiasi oleh salju asli. Banyak sekali orang-orang yang berkumpul disana hanya untuk melihat pohon tersebut. Ada anak-anak, ada orang tua, ada sepasang kekasih yang menyaksikan pohon natal itu. Mereka semua tersenyum senang. Hey, ini natal right?

Namun tidak untuk seorang namja tampan yang membuat kalian kagum hanya dengan melihat paras dan mata elangnya. Dia menatap pohon natal besar itu dengan wajah yang datar, tapi sedih telah menyelimutinya. Pandangannya seakan menerawang nan jauh disana. Tepatnya dia sedang mengingat masa lalunya bersama seseorang di tempat itu.

“Hyuung,,,” namja tampan itu segera menoleh, tapi tidak menemukan siapapun disana.

Tes

Air matanya menetes dengan tiba-tiba, tapi tidak  ekspresinya masih tetap dingin. Orang-orang yang melihatnya hanya berbisik pada orang disebelahnya. Entah mereka berbicara apa. Dia tidak mau ambil pusing.

“Seandainya kau disini, Lee Taemin. Marry christmas,” gumamnya sambil beranjak pergi dari tempat itu.

~2min~

Flashback

Seorang namja cantik berlari dengan riang disekitar pohon natal besar itu. Dari jauh, seorang namja tampan hanya bisa terkekeh melihat tingkah kekasihnya yang childish itu. Namja tampan itu tiba-tiba panik ketika melihat namja cantik itu tidak ada dihadapannya.

“Coba tebak siapa aku?” tanya seseorang yang menutup mata si namja tampan dengan tangan mungilnya.

Namja tampan itu terkekeh. “Hmm,,,siapa ya? Pasti seorang bidadari dari langit,” ujarnya dan membuat orang yang tadi menutup matanya melepaskannya dengan muka yang mereh padam.

“Ah, hyung bisa saja….aku kan malu >///<” katanya memukul bahu namja tampan itu pelan.

Orang-orang yang menyeksikan hal itu hanya tersenyum melihat pasangan itu. Bahkan ada banyak sepasang kekasih yang iri atas kemesraan mereka.

Grep

Si namja tampan memeluk si namja cantik dari belakang. Membuat si cantik menoleh padanya.

“Hyung, wae?” tanya si namja cantik, tapi si namja tampan itu semakin memasukkan kepalanya di leher si cantik.

“Minho-hyung, wae?” tanyanya sekali lagi.

“Nothing, hanya merindukan kekasihku yang childish ini,” jawab Minho si namja tampan itu.

Si namja cantik itu hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya. “I Miss you too,” balasnya tanpa merubah posisi mereka.

Kruyuuuk

“Eoh? Kau lapar, Taemin?” tanya Minho begitu mendengar suara perut Taemin yang hanya mengelus tenguknya.

“Bagaimana tidak lapar, dari tadi siang aku belum makan?” sahutnya.

“Kau ini, nakal sekali tidak makan siang nanti kalau sakit bagaimana?” kata Minho menyentil hidung Taemin yang masih terkekeh.

“Kajja, kita makan di rumahku hyung, aku masak enak kali ini,” ajak Taemin menggandeng Minho untuk kembali ke apartementnya.

Flashback End

~2min~

Minho menatap secangkir capucinonya itu dengan tatapan sedih. Hah, setiap natal dia masih saja mengingat setiap kenangan manis itu bersama kekasihnya yang cantik, Taemin. Banyak sekali hal yang mereka lakukan saat natal.

Menatap kembali capucinonya yang mulai dingin. Melihat kota Seoul yang makin malam makin padat. Dia sengaja memilih tempat yang dekat dengan jendela karena dia dapat melihat luar dengan leluasa. Tempat itu juga tempat favoritnya bersama Taemin. Walaupun mereka tidak suka makan di restoran ataupun kafe, kecuali terpaksa. Taemin lebih suka makan di apartemen mereka. Tepatnya di balkon sambil memandang gemerlap kota Seoul yang indah dan ditemani salju yang selalu turun saat natal.

“Hey lihat, dia tampan ya?” kata salah satu pengunjung disana ketika melihat Minho.

Minho terkekeh. Lagi-lagi dia mengingat masa lalunya dengan Taemin.

Flashback

Kali ini Taemin dan Minho memutuskan untuk makan di restoran terdekat. Hal ini karena Taemin sudah sangat lapar dan merengek untuk cepat makan pada Minho.

Setelah sampai di restoran, Taemin segera melahap makanannya dengan brutal. Hal ini membuat Minho menahan tawa melihat tingkah kekasihnya. Taemin yang menyadari Minho telah menertawainya menendang kaki Minho untuk mennghentikan tawaan kekasihnya itu.

Para yeoja dan namja cantik melihat kagum pada Minho. Tak ayal mereka semua teriak.

“Ah, kyeopta,” teriak mereka.

Awalnya Taemin hanya diam saja tidak menganggapnya serius dan melanjutkan acara makannya. Minho hanya memandang Taemin, mengagumi wajah sang kekasih dalam hati. Sesekali memberikan Taemin minum karena namja cantik itu tersedak. Cemburukah pada yeoja dan namja cantik yang mengaguminya?

“Minho-hyung is MINE,” teriak Taemin yang mulai tidak tahan karena mereka mengagumi Minho dan mengejek Taemin.

Minho yang awalnya terkejut hanya tersenyum dan memeluk Taemin dari samping sambil menciumi setiap inci wajahnya. Membuat yeoja dan namja cantik yang tadi sempat menggodanya itu mendengus kesal karena dia telah memiliki kekasih.

“Minho-hyung, besok kita menghias pohon natal bersama, yuk!” ajak Taemin begitu Minho menghentikan aksinya.

“As your wish baby,” sahut Minho mengecup bibir Taemin.

“Yeay, setelah ini kita membeli pernak-pernik natal, ne?” riang Taemin yang hanya dibalas anggukan oleh Minho.

~2min~

Di supermarket mereka membeli semua pernak-pernik natal. Termasuk pohon natal yang akan mereka hias bersama. Taemin mengambil segala keperluan. Dan Minho hanya menggodanya dari belakang. Pasangan yang lagi-lagi membuat orang-orang iri pada mereka.

Setelah membeli pernak-pernik natal. Mereka berdua berpisah sebentar untuk membeli hadiah natal.

Minho memilih toko yang menjual pernak-pernik one piece kartun favorit Taemin. Sedangkan Taemin memilih toko olah raga untuk membelikan Minho sepatu bola yang beberapa waktu lalu diincar oleh namja tampan itu.

Setelah membeli hadiah, Minho mampir sebentar ke toko perhiasan untuk mengambil pesanannya beberapa waktu lalu. Sedangkan Taemin menunggu di mobil.

Drrrttt drrrttt drrrtt

Handphonenya bergetar, tanda ada sms masuk. Segera saja dia mengambil ponsel touch yang ia letakkan di saku depannya. Melihat siapa yang mengiriminya pesan.

“Onew-hyung,” gumamnya lalu membuka pesan itu.

Taemin, mianhe hyung mengganggu acaramu dengan Minho. Ini kabar penting untukmu. Setelah natal kau harus pergi ke Paris. Karena kau diterima di salah satu universitas disana. Selamat ya?

Oh iya, setelah natal tahun ini. Kau akan sekolah disana selama 4 tahun. Segera beritahu Minho mengenai ini. Sebentar lagi tiket pesawatmu akan datang di rumahmu.

Congratulation ne?

Tepat setelah Taemin selesai membaca sms itu. Minho datang dengan keringat yang menetes dari keningnya. Sepertinya dia baru saja berlari.

“Mian, menunggu lama, gwenchana?” kata Minho lalu duduk di bagian kemudi dan meletakkan kantung belanjaannya di jok belakang.

“Hyung kayak yeoja saja, belanjaannya banyak banget,” gerutu Taemin yang membuat Minho tertawa kecil.

“Sudah gak usah menggerutu seperti itu, kajja kita pulang dan mulai menghias pohon natal,” ajak Minho mulai menyalakan mesin mobil.

Taemin hanya mengangguk. Dalam otaknya adalah bagaimana cara memberitahu Minho tentang kepergiaannya ke Paris setelah natal? Nanti saja aku beritahu dia, pikirnya lalu mencoba untuk tidur karena dia memang sangat mengantuk.

Flashback End

~2min~

Minho kembali ke apartemennya besama Taemin. Menyalakan semua lampu yang ada di dalam apartemennya. Dia memandang pohon natal yang ia beli beberapa tahun lalu bersama Taemin, bahkan hiasannya tidak berubah. Masih sama seperti saat mereka menghiasnya pertama kali.

Pandangnya beralih ke fotonya bersama Taemin yang di letakkan tepat di samping pohon natal mereka. Foto Taemin yang tersenyum bahagia dan di belakang mereka ada pohon natal yang baru saja mereka hias bersama. Mengusap foto itu, tepatnya di foto Taemin.

Tes

Lagi-lagi air mata itu menetes, seperti menyesali sesuatu. Ani, bukan menyesal, tapi ia merasa kehilangan senyumnya, oksigennya, bahkan nyawanya. Cinta, hanya itu yang tersisa dihatinya walaupun dia tidak bisa bernafas dengan lancar karena oksigennya tidak ada. Dia terlalu mencintai Lee Taemin.

“Seandainya kau tidak pulang saat Seoul ada badai, kau pasti sudah ada disini, Taemin, hiks, bahkan aku tidak tahu dimana jasadmu berada, hiks, saranghae, and bogoshippo, chagiy~,” isak Minho memeluk foto itu. Pikirannya melayang, tepat saat Taemin mengungkapkan semuanya.

Flashback

Setelah sampai apartemen, Taemin bangun dengan sendirinya. Lalu mengambil belanjaannya, dibantu dengan Minho yang membawa lebih banyak kantung belanjaan daripada dirinya, selain Minho juga ada seorang pelayan yang membantu mengangkat pohon natal kecil mereka.

Meletakkan semuanya di atas meja yang ada di ruang tamu, kemudian Minho meletakkan pohon natal di sudut ruang tamu. Taemin mengeluarkan semua pernik-pernik yang akan mereka gunakan untuk menghias pohon itu.

“Apa kita akan menghiasnya sekarang?” tanya Minho malas.

“Ne, memang hyung mau menghiasnya kapan? Besok kan sudah masuk natal?” kata Taemin mempoutkan bibirnya sambil menatap Minho tajam.

“Arraseo, tapi jangan menatapku setajam itu, kau lebih menakutkan dari Onew-hyung ternyata,” sahut Minho dan mendapat lemparan bantal dari Taemin yang langsung mengenai wajahnya.

Malam itu mereka habiskan dengan menghias pohon natal. Yah, walaupun acara hias menghiasnya tidak setenang yang mereka pikirkan. Karena Minho selalu saja menjahili Taemin. Banyak canda tawa ketika mereka menghiasnya.

“Selesai!” teriak Minho merentangkan tangannya tinggi-tinggi.

Duk

Sebuah bola sepak mendarat di kepala Minho. Dia melihat siapa yang melemparinya bola sepak itu, dan mendapati Taemin telah berkacak pinggang sambil memegang bintang yang akan diletakkan di atas pohon natal itu.

“Hyung pabo, bintangnya saja belum dipasang,” marah Taemin.

Minho menghampirinya dan mulai menggendongnya, berniat untuk meletakkan Taemin di atas pohon natal mereka.

“Bukan aku hyung, tapi bintang ini,” omel Taemin memberontak dari gendongan Minho.

“Eoh? Bukan ya? Kau sih, seperti bintang, lebih terang dari mereka semua,” gombal Minho yang membuat pipi Taemin merona merah.

“Hyung gombal banget sih,” sahut Taemin memukul bahu Minho pelan.

“Kajja, pasang bintang itu di atas pohon!” perintah Minho tanpa menurunkan Taemin dari gendongannya.

Bintang itu telah terpasang di atas pohon natal itu dengan indahnya. Taemin tersenyum senang melihat hasil karyanya yang begitu indah. Minho menurunkannya, dan memeluknya dari belakang memandang pohon natal yang baru saja mereka hias bersamaan.

“Ada yang kurang,” Minho beranjak menuju saklar lampu kecil yang baru saja ia colokkan(?) di stopkontak.

Dan pohon natal itu jadi menyala terang karena telah dipasangi banyak lampu termasuk bintang yang tadi Taemin pasang. Taemin memandang pohon natal itu dengan mata yang berbinar. Kemudian berlari ke arah Minho dan memeluk namja tampan itu senang.

“Gomawo hyung, saranghae,” ucapnya lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Minho.

“Nado Saranghae, Taeminie,” sahut Minho membalas pelukkannya.

~2min~

Keesokan harinya Taemin menerima tiket keberangkatannya ke Paris untuk belajar sebagai seorang designer. Itu berarti besok dia harus meninggalkan Korea. Hey, ini natal kan? Waktunya bersenang-bersenang bersama Minhonya. Membuat kenangan indah sebelum dia pergi untuk waktu yang lama.

Meletakkan hadiahnya dan Minho di bawah pohon natal yang baru saja mereka hias kemarin malam. Lalu beranjak menuju dapur untuk membuat sarapan. Kemudian mandi pagi dan membangunkan pangeran tidurnya.

“Hyung ireona, sudah siang, jangan tidur terus seperti sleeping handsome saja,” Taemin mengguncang Minho pelan.

Bukannya bangun, Minho malah membanting Taemin ke kasur dan memeluknya seperti guling. “Sebentar lagi, aku sangat merindukan princess yang cantik ini,” kata Minho semakin memeluk Taemin erat.

“Hyung sudah siang, masak, hari natal kau masih saja tidur? Santa saja sudah menyiapkan kita hadiah,” sahut Taemin berusaha mendorong tubuh Minho yang menurutnya sangat berat itu.

“Ne, aku akan bangun dan mandi, setelah itu kita ke gereja,” Minho mulai beranjak dari ranjang, lalu beranjak menuju kamar mandi. Taemin menyiapkan pakaian yang akan dipakai Minho.

Setelah mandi, mereka sarapan bersama, sarapan yang sangat hening karena tidak ada yang berbicara. Biasanya Taemin sangat cerewet, tapi sekarang ia begitu pendiam, sedangkan Minho tidak tahu apa yang harus ia bicarakan dengan Taemin.

~2min~

Selesai dari gereja, mereka berdua tidak langsung pulang. Malah jalan-jalan ke taman yang tidak lagi hijau dan digantikan dengan warna putih karena tertutup oleh salju. Taemin berlari mengambil salju dan mulai membentuknya seperti bola, lalu melemparkannya ke Minho.

“Yak, Taemin apa yang kau lakukan?” kesalnya. Dan melakukan hal yang sama seperti Taemin.

“Eoh? Apa ini artinya Minho-hyung mengajakku perang?” tanya Taemin berkacak pinggang.

“Ne, sekarang aku adalah musuhmu, Lee Taemin,” jawab Minho sambil melempar bola salju ke arah Taemin.

Hari itu mereka habiskan dengan perang salju. Dan lagi-lagi, tingkah mereka mengundang pengunjung taman untuk ikut permainan mereka berdua. Benar-benar pasangan serasi dan bahagia.

“Ahh, hyung, turunkan aku!” teriak Taemin saat Minho menghentikan lemparan saljunya dan malah mengejarnya kemudian menggendongnya asal.

“Sudah cukup main saljunya, aku lapar, kau tidak kasihan dengan perutku yang selalu berbunyi seperti drum?” keluh Minho menurunkan Taemin, tapi tidak melepaskan pelukannya.

“Kasihan, kodokku kelaparan ya?” sahut Taemin lalu berlari. Kejar-kejaran bersama Minho sampai mereka berdua sampai di restoran.

Sesampainya di restoran. Taemin memandang Minho yang makan dengan lahap. Sedangkan yang dipandangi hanya fokus pada makanannya saja. Sepertinya dia benar-benar lapar, pikir Taemin lalu terkekeh geli saat Minho mulai tersedak makanannya.

“Makanya pelan-pelan hyung,” nasehat Taemin memberikan Minho segelas air.

“Maklum sudah lapar,” respon Minho sambil meneguk air minumnya dengan cepat dan lagi-lagi ia tersedak. Hal ini membuat Taemin tertawa riang. Sedangkan Minho hanya bisa memanyunkan bibirnya lucu.

“Hyung, aku mau memberitahumu sesuatu,” kata Taemin setelah tawanya berhenti dan digantikan dengan wajah serius darinya.

“Katakan saja,” sahut Minho meletakkan sendoknya di atas piring menandakan kalau dia selesai makan.

Taemin menghela nafas untuk mencari kekuatan. “Aku mendapatkan beasiswa untuk sekolah design di Paris, hyung.”

“Bagus kalau begitu, kenapa kau berwajah sedih seperti itu Taeminie?” tanya Minho bingung karena butiran kristal telah menggenang dimatanya.

“Karena aku harus berangkat besok pagi dan kembali 4 tahun lagi,” jawab Taemin dan butiran kristal itu tumpah.

Minho terkejut mendengar pernyataan Taemin. Lalu beranjak duduk di samping Taemin kemudian memeluk namja cantik itu. Berusaha menenangkannya. “Uljima, I’ll wait you, honey. Don’t worry, lagi pula kita bisa 3G kan?”

Taemin hanya bisa mengangguk dan memasukkan kepalanya di dada bidang Minho mencari kenyamanan. Menumpahkan semua yang mengganjalnya. Dan menghirup aroma tubuh Minho yang tak bisa lagi ia hirup setelah ini.

~2min~

Setelah mengungkapkan semuanya. Mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen dan membereskan barang-barang Taemin. Kemudian duduk bersama di depan pohon natal kecil mereka yang masih menyala.

“Hyung, marry Christmas,” kata Taemin menyerahkan sebuah kotak berwarna hijau yang dihiasi dengan pita warna merah.

“Gomawo minie, dan Marry Christmas too,” sahut Minho menyerahkan kotak berwarna biru yang dihias dengan pita warna ungu.

Mereka membuka kado masing-masing. Minho mendapatkan sepatu sepak bola yang selama ini diincarnya, sedangkan Taemin mendapatkan boneka Chopper salah satu tokoh kartun favoritnya di one piece.

“Chopper kawai!” pekik Taemin memeluk boneka rusa kecil itu dengan gemas.

“Eits, jangan senang dulu, masih ada hadiah lagi untukmu,” kata Minho membuat Taemin mengangkat alisnya karena bingung.

Minho mengeluarkan kotak berwarna merah dan dihias dengan pita warna merah muda. Taemin menerima hadiah itu dengan tanda tanya besar di kepalanya. Perlahan ia buka kotak itu. Betapa terkejutnya ia ketika melihat kalung hati yang bisa dibelah menjadi dua. Di ambilnya kalung itu. Lalu melihat bagian belakang kalung tersebut. Terukir nama mereka disana.

Minho mengambil kalung itu dari tangan Taemin, lalu membelahnya jadi dua.

“Kalung yang ada ukiran namamu untukku, sedangkan kalung yang ada ukiran namaku untukmu, aku harap kau selalu ingat denganku saat kau memandang kalung itu,” jelas Minho menyerahkan kalung yang ada ukiran namanya dan memasangnya di leher Taemin.

“Gomawo hyung, ini indah sekali, aku pasti merindukanmu disana,” kata Taemin memeluknya senang.

“Nado, aku pasti sangat merindukanmu disini,” sahut Minho membalas pelukan Taemin.

Malam itu mereka habiskan untuk saling berpelukan. Baik saat mereka menonton film bersama lalu tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain. Entah kenapa Minho merasa berat melepas Taemin pergi ke Paris, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah impian Taemin sejak dulu yaitu sekolah design di Paris.

~2min~

Esoknya, Taemin benar-benar pergi dari Korea. Sekarang mereka ada di bandara Incheon. Ada Onew dan Key, Jonghyun dan Jino, juga keluarga Lee dan Choi yang ikut mengantarnya ke bandara.

“Hati-hati sayang, kembalilah dengan gelar designer terhebat di Seoul,” kata umma Taemin.

“Taemin, jangan lupakan kami, ne?” kata Key memeluk Taemin sayang.

“Pasti hyung, aku tidak akan melupakan kalian semua,” sahut Taemin ganti memeluknya. Mereka semua memeluk Taemin.

“Minho-hyung, aku akan meneleponmu setelah sampai sana, ne? Ketika aku kembali, jadilah Minho yang hebat, arra?” kata Taemin pada Minho yang sedari tadi diam.

“Ne, aku janji, aku menunggu teleponmu, saranghae,” sahut Minho mencium bibir Taemin lama. Membuat semua yang ada disana membelalakkan mata karena tingkahnya.

Lalu pengumuman kalau pesawat Taemin akan berangkat sebentar lagi pun berbunyi. Taemin melepas tautan bibir mereka dan mengecupnya singkat. Kemudian menyeret kopernya menuju pesawat.

“Bye, Minho-hyung dan semuanya, aku pasti merindukan kalian semua, saranghae,” kata Taemin sebelum menghilang di antara kerumunan orang-orang yang entah itu mau pergi ke luar negeri atau hanya sekedar mengantar saja.

“Nado saranghae, Lee Taemin,” lirih Minho hampir terdengar seperti bisikan.

~2min~

Setelah Taemin pergi, mereka sering telepon-teleponnan dengan video call. Taemin menceritakan semua yang ia dapat di Paris. Sedangkan Minho hanya mendengarkan dan sesekali menanggapi cerita Taemin. Memang tidak sama saat mereka bersama, tapi dengan berhubungan seperti ini cukup untuk menghilangkan rasa rindunya.

4 tahun kemudian

“Minho-hyung, besok aku akan pulang ke Korea, jangan lupa jemput aku di bandara, Ne?” riang Taemin suatu hari.

“Ne, pasti aku menjemputmu sayang,” sahut Minho tak kalah bahagianya ketika mendengar kabar itu dari Taemin.

Namun sayang, kabar bahagia itu berubah menjadi kabar buruk olehnya.

Sudah satu jam Minho menunggu Taemin di bandara Incheon. Harusnya ia sudah sampai, pikirnya. Entah kenapa hatinya seakan berdetak lebih kencang dari biasanya. Dan pikiran-pikiran buruk selalu datang di otaknya lalu ia tepis begitu saja.

Drrrttt drrrttt drrrttt

Ponselnya bergetar tanda ada telepon masuk. Tanpa melihat siapa yang meneleponnya. Dia mengangkat telepon itu.

“Yeoboseyo,” kata Minho.

“Minho, gawat, Taemin, Taemin, Taemin,” sahut suara diseberang sana yang ia ketahui itu adalah suara Key yang histeris dan mulai terisak.

“Waeyo, Key?” tanya Minho bingung karena suara isakan  Key semakin keras.

“Minho, Taemin, dia pesawatnya jatuh dan Taemin dinyatakan sebagai korban hilang. kemungkinan besar dia sudah meninggal,” jawab Onew sambil memeluk Key. Karena namja cantik itu tidak sanggup memberitahukan kabar tersebut pada Minho.

Seketika itu kaki Minho lemas. Dia jatuh terduduk. Handphonenya jatuh seketika. Namja tampan itu menangis di tengah-tengah keramaian. Dia melihaat suatu berita di televisi bandara yang memberitakan kalau pesawat dari Paris ke Korea mengalami kecelakaan. Banyak korban yang tewas dan menghilang. Karena pesawat jatuh di laut.

~2min~

Setelah mendengar kabar itu, diadakan upacara pemakaman di laut. Mereka menabur bunga disana. Minho menatap nanar pada laut luas. Wajah Taemin yang tersenyum seakan-akan muncul dihamparan laut luas.

“Minho, ini paket yang Taemin kirim padaku untukmu,” kata Onew menyerahkan kotak warna biru muda pada Minho.

“Gomawo, hyung,” sahut Minho menerima kotak itu dengan senang hati.

“Oh iya, Taemin berpesan padaku, kau harus membuka kotak itu saat natal,” kata Onew lalu beranjak pergi dari sana.

Minho menatap nanar kotak itu. Lalu memandang laut yang luas. “Kau akan selalu di hatiku, aku yakin kau masih hidup Lee Taemin,” kata Minho menatap laut luas.

Flashback End

~2min~

Minho memandang kotak biru pemberian yang diserahkan Onew setelah pemakaman Taemin. Membuka kotak itu dengan hati-hati, tidak ingin membuat kertas itu sobek sedikit pun.

Minho menemukan kotak musik berwarna merah dan di dalamnya ada sepucuk surat. Dibukanya surat itu.

Annyeong Minho-hyung.

Marry christmas ne? Entah kenapa aku ingin sekali mengirimkan paket ini padamu. Hah, bagaimana sih Lee Taemin ini? Sudahlah, aku harap kau senang dengan hadiahku ini. Mungkin natal tahun ini aku akan pulang dari Paris. Kau tahu Minho-hyung, aku memenangkan lomba merancang di Paris. Yeay, aku senang sekali ketika menang karena waktu itu aku tidak percaya diri, tapi aku tetap saja maju terus pantang mundur. Hahaha, tunggu aku pulang ya hyung?

Saranghae

 

Lee Taemin

Tambahan : Jangan menangis saat membaca suratku, Ne? Kau seperti bayi saat menangis. Aku memberimu kotak musik yang indah hyung, kalau kangen aku, dengarin aja musik yang ada disana.

Setelah membaca surat itu, Minho menangis sejadi-jadinya. Dan secara perlahan ia membuka kotak musik itu. Betapa terkejutnya ia mendapati dua orang namja dan yeoja yang menari di kotak musik itu.

“Kau jahat, Taemin, katamu kau akan pulang dua hari yang lalu ternyata kau malah pulang ke langit sana, tega sekali kau,” kata Minho pada dirinya sendiri.

Ting nung *bener gak suara belnya?*

Minho menoleh ke arah pintu apartemennya. Tanpa melihat siapa yang datang, dia segera membuka pintu itu. Dan mendapati Onew telah berdiri disana dengan senyum yang merekah.

“Ada apa, Hyung?” tanyanya.

Onew menyingkir dari pintu dan siapa yang ada di belakangnya? Dia adalah Lee Taemin. Duduk di atas kursi roda dengan senyum yang merekah.

“Taemin?” panggilnya ragu.

“Ne hyung?” sahut Taemin  membalas panggilannya.

“Benarkah ini kau?” senangnya berjalan menghampiri Taemin yang tangannya mulai terbuka menyambut pelukannya.

“Ne, ini aku,” lirih Taemin menahan air matanya.

“Kau jahat, kenapa kau pura-pura kecelakaan?” kata Minho masih memeluk Taemin.

“Siapa yang pura-pura? Kecelakaan itu memang terjadi, aku hanyut sampai pantai dan ditemukan oleh nelayan yang ingin berlayar, lalu dia segera membawaku yang sedang sekarat ke rumah sakit, dan lihat, aku tidak bisa jalan untuk sementara ini,” jelas Taemin menceritakan kronologisnya pada Minho.

“Itu tidak penting, yang penting kau sudah disini bersamaku,” kata Minho mempererat pelukannya menumpahkan segala kerinduaannya pad namja cantik itu.

Ehm

Onew berdehem, membuat 2min melepaskan pelukannya. “Sepertinya tugasku mengantarmu ke rumah kalian telah selesai,” kata Onew.

“Ne, gomawo hyung,” sahut Taemin dan  Minho bersamaa.

“Kalau begitu aku pamit dulu, marry X-mas,” ucap Onew beranjak pergi meninggalkan 2min yang hanya membalas.

“Marry X-mas, Onew-hyung.” Ucap mereka bersamaan.

Minho dan Taemin memasuki apartemen mereka. Taemin merasa terkejut ketika melihat pohon natal yang dulu mereka hias bersama-sama, seketika itu terciptalah dua sungai kecil di pipinya.

“Hyung, ini masih ada?” tanyanya sambil melihat ke arah Minho yang tersenyum.

“Ne, aku merasa repot kalau harus menggantinya,” jawab Minho dan mendapat bibir monyong dari Taemin, sedangkan dia hanya tertawa melihat ekspresi Taemin yang lucu.

Tiba-tiba Taemin mengubah ekspresinya menjadi sedih. Ia mainkan jari-jarinya seraya berkata “Mianhe hyung, aku tidak membawa kado untukmu.”

Pernyataan Taemin lagi-lagi mendapat tawa Minho. Lalu ia memeluk Taemin dari belakang.

“Gwenchana yang penting kau ada disini, kau tahu… kau adalah hadiah natal paling indah sepanjang masa, Marry Christmas Nae Taeminie,” ujar Minho mulai menggombal.

“Marry Christmas Minho-hyung, saranghae,” sahut Taemin dan

Chu ~

Kecupan ringan di pipi Minho. Minho yang mendapatkannya hanya terkejut sambil menatap Taemin heran.

“Itu hadiahku, hyung, hehehe,” Taemin terkekeh seraya mencubit pipi Minho gemas.

“Auh, kau ini nakal ya, hmm?” Minho segera menggendong Taemin ala bridal style ke arah kamar mereka.

“Aigoo, ternyata kamar ini berantakan ya? Napeun, kenapa tidak membersihkannya, hmm?” Taemin mencubit pipi Minho.

“Itu karena aku frustasi, kau sih tidak jadi pulang malah pulang ke langit,” jawab Minho sambil merebahkan tubuh Taemin ke ranjang king size mereka.

“Aku lelah hyung, mau tidur…” ucap Taemin seraya menutup matanya perlahan.

“Benarkah? Kalau begitu aku akan membuat kau tidak bisa menutup matamu, malam ini,” sahut Minho lalu mematikan lampu utama. Dan para reader juga udah tahu apa yang mereka lakuan. Maaf author tidak bisa memberi tahunya karena udah dilempar keluar sama Minho.

END

Hahaha, telat ya? Padahal udah gak natal lagi, tapi aku suka banget ma nih ff. Makasih buat temenku yang udah mau nambahin walaupun dikit. Mohon commentnya.

58 thoughts on “[2Min] Last Chirstmas

  1. Wah aku suka sama ceritanya ^_^
    Kya! Mommy! Saat aku tau kau kecelakaan, aku sedihh dihh dihh😀
    Daddy! Kau cengeng!! :p
    Aku kira Mommy akan mati selamanya *plak*
    Ternyata, terbalik…
    Akhirnya Mommy and Daddy kembali bersatu😀

  2. whaaa mendebarkan. aku pikir taemin beneran puloang ke langit. tadinya engga mau baca soalnya mikirnya sad ending. tapi lama-lama penasaran juga. eeeh happy end…

  3. Kirain taemin beneran pulang ke langit eh ternyata gak jadi pulang ke langit malah balik kerumah minho, kkk, itu adegan terakhirnya di potong kkk

  4. Huaaaa…

    Happy ending. Aku suka ceritanya! Dikira sad ending. Tetaunya happy ending!!😄 saya suka saya suka! Daebak!

  5. Happy ending!! *clap*
    Huwaahhh aku pikir taemin beneran meninggal ><
    Udah nangis nih..
    Eeehhh, malah di bikin bahagia di endingnya.
    Sykurlah 😊😊😊😄
    Tp btw kok rada ga masuk akal sih..
    Kan katanya taemin kritis, tp kok 2 hari udah bisa pulang?😐 hhhmmmm
    Itu masih menjadi sebuah misteri 😂😂😂 lolol

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s