[2min/OpreqFF] He is love who doesn’t love forever


Title: [2min] He is love who doesn’t love forever
Genre: Romance, Angst, YAOI
Rate: G – NC
Request by: Leeyoungwook, Maymay shawolelf, Nikie-pi, Ritha_Kyuhyun
Author: Sanniiewkey~

Foreword:

Annyeong, apa kabar lagi … kekeke~ ini requestan ke 2 yang gue buat, akh begitulah saya, maaf yah kalau updatenya lama :] dan ini requestannya random di postan, jadi gak tentu juga siapa yang request, tapi dilihat dari ide mana dulu yang muncul, jadi yang lain bersabar yah :]. Btw, mungkin cerita ini sangat familiar, gue pernah diceritain sama sepupu gue tentang kisah ini waktu gue SMA, dan katanya pernah booming dulu … so, happy reading. Oh, mungkin bisa sedia tisu satu, mungkin juga gak terlalu sedih, LOL

ANGGAP SEMUA DI DUNIA INI KALAU YAOI ADALAH WAJAR, JADI HAMIL JUGA WAJAR!

COMMENT AND LIKE ARE LOVE!

Seorang namja duduk membuka sebuah benda elektronik yang sudah lumayan lama ditinggal oleh sang pemiliknya, ia buka sebuah laptop berwarna merah itu yang selalu terletak begitu saja di ruang kerjanya. Membuka laptop usang itu dan membuka setiap filenya, kemudian ia tergerak membaca sebuah file yang berjudul … ‘Part of my life’
.
.
Cinta itu butuh kesabaran …
Kesabaran untuk menguji sejauh mana kita menanti cinta kita? Apakah abadi atau tidak?
Hari itu … masih segar dalam ingatanku bahwa aku menikah dengannya, berjanji bahwa aku akan serahkan semua nya demi cintaku padanya, baik dalam senang maupun susah, dalam sehat atau sakit, dan sampai ajal menjemput kami dan memisahkan kami…
Aku menjadi namja paling bahagia yang pernah ada …
Pernikahan yang sederhana namun tetap meriah dengan canda dan tawa keluarga kami…
Ia menjadi namja yang paling romantis saat itu …
Kami berpacaran saat kuliah, kemudian memutuskan untuk menikah ketika aku lulus kuliah, kemudian kami berlibur ke Jeju untuk bulan madu, bukan permintaanku, bagi ku bulan madu tidak penting, tapi menurutnya penting jika aku bisa tersenyum dan bahagia karena hadiah pernikahan itu …
Menurut orang kami juga cocok, teman kami banyak yang menilai bahwa kami serasi. Terlihat sekali dia yang kusebut sebagai –yeobo- sangat menyayangi dan memanjakanku … aku bahagia menikah dengannya.
.
.
Pernikahan kami sudah menginjak 2 tahun, sebenarnya kami bahagia, namun … tetap saja, keluarga yang bahagia akan lebih komplit jika didalamnya terdapat anak-anak yang lucu, buah dari sebuah perkawinan adalah itu bukan?

Aku pernah katakan padanya, bahwa apa tidak sebaiknya kita mengadopsi anak, jika tua nanti, maka akan ada anak-anak yang menemani kita, dan mengisi hari tua dengan cucu hasil pernikahan anak-anak kami nanti …

Namun ia tetap berkata bahwa semua baik-baik saja, ia sangat senang hidup berdua bersamaku, dan sampai kapanpun, dia tetap menerima ku apa adanya … ya , apa adanya, kami adalah pasangan sejenis, dan itu merupakan hal yang tabu dimasyarakat, dan sejujurnya dari keluarganya pun begitu …

Pernah kami ingin menyerah dalam hubungan ini, namun cintaku pada nya tidak bisa kubohongi, dan dia berusaha memberikan keyakinan padaku, bahwa gimanapun caranya, ia akan tetap bersamaku …

Keluarganya tidak suka padaku, Umma dan adiknya –Sully – ia tidak setuju jika kami menikah, mereka baik didepan suami ku, namun tidak dibelakangnya … namun semua itu aku tutupi, karena aku tahu, suami ku sangat patuh dan sayang pada Ummanya, aku juga berpikir, semua akan baik-baik saja, selama dia mencintaiku …

Ketidaksukaan itu pernah menimpaku, dan itu terasa sekali …

Saat pernikahan kami menginjak satu tahun …

Waktu itu suami ku mengalami kecelakaan, mobil yang ia kendarai menabrak badan jalan saat pulang kantor dalam hujan deras, syukurnya ia tidak luka parah, dan hampir membuat ku menjadi janda saat itu …

Ia dirawat di rumah sakit dalam keadaan koma, setiap harinya aku selalu berada disisinya, aku selalu memegang tangannya, tidur di kursi disamping ranjangnya sambil mendoakannya hingga ku tertidur, kubasuhkan tubuhnya setiap hari, tidak pernah sekalipun aku beranjak kecuali untuk kemar kecil dan membeli makanan …

Namun, aku tidak terus seperti itu, masih ada sanggar tari yang harus aku urus, dan juga sebuah kantor EO yang aku kembangkan bersama teman … ketika kau kembali, aku terkejut, keluarganya sudah berkumpul di dalam kamarnya, dari luar aku bisa lihat ia siuman, tanpa pikir panjang aku masuk namun kaki ku terhenti ketika melihat siapa yang ada disisinya, seorang yeoja cantik sedang berbicara hangat dan tertawa dengannya… aku meremas dadaku, rasanya sakit …

“Oh, Taemin … kemari … “, aku terkejut mendengar panggilannya yang parau, dan sambil menatapku sayang, aku merindukannya, dan mungkin ia juga merindukanku …

“A-annyeong haseyo … mianhe aku tidak mengetuk …”, jelasku, semua membalas salamku, aku melihat suami ku melambai padaku untuk mendekat, aku berjalan pelan dan merasa mata yeoja itu memandangku, tangan besar suami ku menarik ku mendekat, dan memeluk pinggang ku, aku menghilangkan rasa tidak perduli sesaat, rasa senang dan juga sedih bercampur, aku peluk dia yang sudah koma selama 5 hari, Oh Tuhan … betapa aku merindukan hangat tubuhnya…

“I miss you Taemin …” bisiknya mencium sisi kepalaku,

“I miss you too Minho…”, aku cium keningnya dan ia tetap menggenggam tanganku erat, aku tersenyum ketika ia memainkan ujung jarinya untuk  membelai punggung tanganku.

“Oh, Taemin, kenalkan ini Tifanny, dia teman kuliah Minho dulu …”, ucap umma Minho, aku melihat ke arah yeoja itu dan membalas senyumnya yang simpul.

“Annyeong, Taemin imnida …”, balasku, menyalaminya dan tidak banyak yang aku bicarakan. Aku hanya melihat ke arah Minho dan tersenyum padanya, aku ingat dulu Minho pernah bercerita bahwa ia mempunyai teman dekat bernama Tifanny yang suka padanya, dan hubungannya dekat dengan keluarganya. Pada akhirnya aku bertemu juga, ada rasa cemburu, meski aku tahu Minho mencintaiku dan memilihku …

“Hei, gwencana? Kau terlihat pucat?”, tanya Minho ketika kau bersihkan luka-lukanya seperti biasa, aku ganti bajunya, dan aku bersihkan tubuhnya.

“Gwencana yeobo … aku hanya mengkhawatirkanmu, kau yakin kau tidak apa-apa?”, tanyaku, ia menyentuh pipi ku dan menarik ku kemudian yang kurasakan adalah bibirnya yang lembut menciumku, aku pejamkan mataku, Tuhan … aku rindu Minho ku.

“Gwencana baby … aku justru melihat kau yang terlalu lelah menjagaku, mianhe …”, ia mengelus rambutku, aku elus pipinya sambil tersenyum.

“Sssht … uljima, itu janji ku saat pernikahan, selalu ada dalam sehat dan sakit kan?”, aku tersenyum, dia mengangguk dan menciumku lagi, kali ini lebih lama, dan aku tidak ingin berakhir jika ku tidak kuingat harus mengganti perbannya.

Setelah itu saat aku selesai mengganti perban dan keluar untuk membeli infus, Sulli –adik Minho – sudah berdiri didepan pintu, sebelum aku sampai ia sudah menghampiri ku dan menyerahkan tasku dan juga mantel kemudian mengambil alih infus ditanganku.

“Oppa pulang saja, biar Minho Oppa kami yang jaga disini … aku pasti lelah karena seharian bekerja dan harus menjaga Minho Oppa juga kan?”, tanya nya, belum sempat ku jawab ia sudah menimpali. “Kau tidak usah pamitan, kondisi Oppa masih sangat labil dan butuh istirahat , jadi kau pulang duluan saja Oppa …”, jelasnya .

“T-tap—“

“Taemin.”, aku melihat Umma Minho keluar dari kamar, kemana Tifanny? Apa dia bersama Minho didalam –aku bahkan tidak mau memikirkannya. “Kau langsung pulang saja, nanti umma akan carikan alasan untuknya, dia sangat mendengarkan umma kan?’, timpalnya setelah bicara yang sama.

Aku sempat ingin bertanya, kenapa? Dia suamiku, kenapa aku tidak diperbolehkan setidaknya melihatnya dan bilang ‘Annyeong Minho, aku pulang dulu, besok aku akan kembali. ‘ seperti itu saja, aku hanya bisa berbalik dan pulang dengan langkah lesu, selama didalam taxi aku tahan tangis ku, dan pecah saat aku mencapai pintu rumah dan menutupnya … apa salah ku?
.
.
Entah kenapa hari itu aku menangis tanpa sebab, aku seperti punya firasat buruk. Aku takut, takut Minho meninggalkanku …

“Taemin?”, aku menoleh dari kegiatan ku mencuci pakain.

“Ya yeobo?”,

“Bisa kita bicara sebentar?”, aku melihat ekspresinya yang tidak biasa, aku hanya mengangguk dan mengikutinya berjalan ke taman belakang kami dan duduk di ayunan satu kursi bersama melihat kolam ikan kami.

“Besok aku akan ke rumah keluargaku di Daegu.”, ia melingkarkan tangannya di pundakku, namun suaranya dingin.

“Neh , kau sudah katakan padaku bukan? Aku sudah packing barang bawaanmu, dan juga sudah memesan tiket travel kesana … lalu apa?”

“Ya, tapi aku disana selama 3minggu, aku hanya bertemu keluarga besar, aku tidak pernah bertemu selama kita menikah.”, jawabanya tegas. Aku mengerutkan alisku …

“Loh, kau tidak katakan padaku kau akan pergi 3 minggu? Aku kan—“

“Taemin, aku hanya 3 minggu, setelah itu aku akan pulang.”, jelasnya, aku menatapnya sedih, aku tarik depan t-shirtnya, ia menarik nafas dan menggenggam tanganku.

“Tenang saja, aku akan kembali kok …”, katanya memelukku, aku tidak tahu kenapa, aku peluk tubuhnya yang kekar itu, aku menangis sejadinya, ia sempat bingung, namun ia membiarkanku … aku tidak bisa ikut, dengan alasan mengirit biaya dan juga aku tidak bisa tinggalkan pekerjaanku.

“Kau begitu kangen padaku yah? Hm?”, dia menggendongku dan membawaku masuk kedalam, mencium bibirku dan meletakan perlahan di atas kasur kami.

Aku hanya diam dan mengangguk, ia berdecak, tangannya menelusup kebalik baju ku sambil bibirnya terus mencium leher ku dan meninggalkan bercak disana.

“I love you Taemin …”,

“I love you Minho …”, entah bahagia atau apa, aku menangis, ketika ia sentuh setiap inci tubuhku, ia buka kaos longgar ku ke atas kepala seraya ciumannya beraksi dari pusar ku, ke setiap perut rata ku, dan juga kedadaku, mencium nakal di nippleku, membuat ku membusungkan dadaku dan meremas dadanya.

‘Mmm…”, lidahnya menyapu di nipple kiriku, seraya yang kanan ia pelintir, tarik, dan cubit hingga mengeras dengan tangan kirinya. Tangan kanannya mengelus sisi pinggangku dan turun keujung celana trainingku, menelusupkannya kedalam celana dalamku dan memegang memberku.

“Hm, kau sudah basah …”, ia berbisik dan menjilat telingaku sambil tangannya mengurut memberku dan menekan ujungnya dengan jempolnya.

“Annh…” aku mengangkat pahaku meminta lebih, ‘M-mminho …aku mohon …” desah ku menciumi lehernya, Minho berdecak.

“Terkadang kau tidak sabaran …”, ia menarik turun seluruh celanaku dan membuka bajunya sendiri, membuat kami telah telanjang satu sama lain, ia menindihku, mencium bibirku lagi seraya menggesekan member kami bersamaan, membuat ku melingkarkan kakiku ke pinggulnya meminta lebih,

“Urrgh …nnh…Minho… ayolah …”, Minho berdecak, ia mengulurkan jarinya ke mulutnya sendiri dan mengangkangkan kakiku. Aku meringis ketika ia masukan jari tengahnya kedalam hole ku. Ia mencium bibirku sambil berbisik.

“Sssht … relax …sssht …”,

“Uunnh…M-minho…Godd….”, aku meremas pundaknya ketika ia memasukan satu jarinya lagi dan mulai bekerja maju mundur melakukan persiapan padaku .

“God Taemin … kau ..sempit sekali …”, aku hanya mengangguk dan membenamkan kepalaku di pundaknya, nafasku tersengal, air mataku mengalir, keringatku mengucur… ia memutar jarinya aku meringis dan meremas punggungnya dengan kasar.

“Minho! God ..unggnnh…Yes!”, ia mengenai prostatku, ia melepaska jarinya membuat ku mengerang sebelum ia merebahkan dirinya di sampingku dan menarik tanganku untuk naik ke atas tubuhnya.

“Baby, naik yah …”, aku mengangguk dan mencium bibirnya, aku turunkan kepalaku, aku ludahi membernya dan mengusapnya memutar, mengulum membernya sejenak kemudian aku bangkit naik ke atasnya.

Ia menahan pinggulku dan tanganku menuntun membernya masuk kedalam hole ku sesuai insting. Ujungnya sudah masuk sedikit, membuat mengerang, aku tidak perduli saat ia menahan untuk perlahan, aku langsung turunkan pinggulku dan berteriak kencang memanggilnya.

“Minho! God! Unnggghh…” tubuh ku gemetar, merasakan peturku penuh, aku genggam tangannya seraya mulai menaik turunkan pinggulku, aku sesuaikan irama kami, dari lambat semakin cepat, membuat ia menghentakan pinggulnya ke atas dan aku menurunkan dengan cepat, membuat tubuhku terkadang terlonjak ke atas.

“Oh …ssh …mmh…Minho! yeash …”, aku tengkurap didadanya, ketika ia angkat sedikit pantatku dan menghujamnya dengan kuat. “MINHO! YESS…NNGH!”, prostatku sudah kena, ia terus melaju sehingga membalikkan tubuh ku secara dogystyle, ia peluk tubuhku dari belakang, aku peluk tangan itu, menangis, aku tidak mau sampai puncak, aku mau terus begini … namun perutku sudah penuh, dan ia mulai meremas memberku seakan tahu aku akan klimaks.

“Ohh…hhh…min..hoo..”, aku gemetar ketika sperma ku keluar membasahi sprei dan tangannya, ia terus menggerakan tubuhnya sampai ia klimaks dan jatuh telungkup di atas ku.

Ini … malam yang luar biasa sebelum aku pergi …”, Minho mencium keningku dan memelukku hingga ia tertidur, namun aku, aku tidak bisa juga memejamkan mataku, meski aku lelah …
.
.
Tidak ada yang lebih buruk bagiku ketika aku harus jauh dari Minho, sudah 3 minggu lamanya, namun ia tidak menghubungiku melalui telpon, hanya sms yang ia kirim sesaat, dan jika ia kuhubungi ia selalu marah-marah, Minho ku tidak seperti itu? Aku tidak mengerti …
Pagi itu aku sakit lagi, aku muntah dan perutku terasa sakit seperti ditusuk pisau, kalau bukan karena Kibum temanku yang menyuruhku melihat kaca betapa pucatnya aku, aku tidak akan berada disini … di rumah sakit, sendiri, mengecek kondisiku, apa yang terjadi padaku …
Dan hal yang terburuk itu benar terjadi, kanker lambung stadium 3, selama ini aku cuek jika lambung ku sakit, aku berpikir itu magh saja … namun terbuktilah sekarang …
Aku menangis seharian, aku tidak tahu harus katakan pada Minho dari mana? Aku takut, aku benar-benar takut … aku kangen Minho … aku ingin cerita padanya, namun rasanya nanti saja ketika ia kembali dari Daegu.
.
.
Minho kembali, tidak seperti biasa, ia akan memelukku dan menciumku, namun kali ini ia masuk begitu saja dengan wajah dingin, aku duga ia lelah, aku hanya bantu ia lepaskan mantelnya dan membawa tasnya.

“Kau mau mandi? Akan kusiapkan air panasnya …”, jelasku,

“Tidak usah, aku mandi air biasa saja…”, ia langsung naik ke atas, aku mengerutkan alisku,

“Kalau begitu akan kubuatkan teh susu neh~~”

Dia hanya menjawab dengan gumaman besar dan masuk kekamar kami. Aku menarik nafas, aku ingin marah rasanya, sudah tidak ada kabar, dan saat pulang hanya begitu saja? tapi tak apa … aku senang ia kembali …

Aku berharap ia akan minum teh buatanku seperti dulu jika ia pulang kerja atau dinas, tapi kali ini ia langsung tidur, aku membereskan semua barangnya dan tidur di sampingnya, memandangi punggungnya yang menghadapku. Aku ingin menangis, aku gapai tanganku menyentuh punggungnya, tidak ada respon, aku berusaha tutup mataku, namun beberapa saat ia berbalik dan memelukku, saat itu, aku bisa tidur pulas, meski air mata menggenang tapi aku bisa tidur pulas.
.
.
1 tahun lamanya, aku tidak sadar kalau ini terus terjadi, Minho sangat berubah, ia menjadi sering bangun pagi ketika aku belum bangun, membuat ku tergopoh dari atas kasur mengejarnya yang berangkat pagi sekali kekantor, dan pulang larut sekali membuatku tertidur di sofa atau di kamar kami sendiri menungunya pulang.

Tidak pernah aku katakan penyakitku selama ini, aku simpan sendiri, aku minum obat dan juga terapi dari duit kerja ku sendiri. Aku gunakan makeup dan juga wig pun Minho tidak sadar …

Yang membuatku sakit hati adalah, masalah keluarganya yang memfitnah ku kalau aku berselingkuh dengan mantan pacarku –Jonghyun-, dan itu sampai di telinga Minho yang memang tidak suka dengan mantanku itu.

“Besok kita ke Daegu … keluargaku ingin bertemu dengan kita ..” katanya ditengah makan malam kami.

“eoh? Kenapa mendadak sekali?”

“Kau ikut saja jangan banyak tanya Taemin!” Aku menciut, Minho tidak pernah membentakku, bahkan ia tidak memandangku saat bicara.

“Baiklah …”, itu jawabku.

Setelah makan, aku bereskan barang bawaan kami, aku menangis, aku tidak tahu kenapa ia tidak mau juga bicara padaku tentang masalah ini?. Aku edarkan pandanganku ke seluruh kamar, ada foto-foto kami yang kami jadikan wallpaper mulai saat pacaran, menikah, dan setelah menikah. Minho … 2 tahun kami berpacaran, 5 tahun kami menikah, dan selama 1 tahun menjadi orang asing bagiku … aku bersabar, bersabar sampai dia yang aku cintai ini akan bicara dan mencintaiku seperti dulu lagi.
.
.
Sama sekali tidak pernah kuduga kalau kepergian kami bertemu keluarganya adalah hal buruk ini, keluarganya menjodohkan Minho dengan Tifanny, dengan alasan bahwa mereka ingin memiliki penerus, itu karena Minho merupakan anak laki-laki satu-satunya dikeluarganya.
Aku melihat ke arah Minho yang terdiam, matanya kosong, aku lihat wajah tidak nyamannya, aku bisa lihat selama ini yang membuat ia tertekan, ia mengepalkan tangannya dan aku genggam tangan itu.

“Tidak apa … aku sudah mengerti … semua ini ada hikmahnya…”, jelasku, ia menoleh, geram, takut, sedih, campur aduk … aku bahkan bisa lihat matanya berair.

“Bagaimana kau bisa menerima ini? Kau … kau …” aku memeluknya, aku rasakan tubuhnya bergetar dipelukanku, aku usap punggungnya dan berbisik menenangkannya. Jangan menangis Minho … kau nafasku , kau bagian diriku, jadi jangan kau menangis, karena air matamu, air mataku juga …

“Aku katakan padamu, ini ada hikmahnya, ini demi kebaikan keluarga Minho … aku rela berbagi …”, jelas ku …

Ia melepas pelukan ku dan menangkup wajahku yang sudah keluar air mata, “Tapi aku tidak rela kalau cintaku dibagi … bahkan aku tidak mencintai Tifanny sedikit pun, kenapa kau harus menikah dengannya? Kita bisa adops—“

“Minho …”, aku mencium bibirnya, “Dengarkan kata orang tuamu, selagi mereka masih ada, dengarkan mereka sekali ini saja … karena aku tahu rasanya tidak punya orang tua yang bisa mengaturku …”, ya, orang tua telah meninggal …

Ia ragu, dapat ku baca dari matanya, namun ia tidak menyangkalnya, kami berpelukan, dan ia menciumku lagi, mengangkat ku ke atas kasur.
“Berapa lama lagi pernikahanmu dengannya berlangsung?”
“2 miggu lagi …”, aku menoleh ke arah lain.
.
Aku lepas rambut palsuku, sudah 1 minggu berlalu dari pernikah mereka, sekarang, aku duduk di depan kaca , menatap bayanganku, menghapus makeup ku dan melihat betapa pucat nya aku, kulitku memang putih pucat , namun kali ini lebih pucat, dan rambutku, aku memegang rambutku yang rontok di bagian tengah karena kemotrapi …

“Taemin?”
Aku terkejut, aku melihat Minho masuk kekamar, aku langsung berlari kekamar mandi bersama wig ku.

“Jangan masuk dulu, aku mau pup …”, kataku, Minho hanya bergumam Ok. Aku bingung setengah mati, aku pakai wig ku dan aku basuh mukaku. Aku keluar dan melihatnya terduduk di bangku menghadap keluar jendela kamar.

“Kenapa kau disini? Kenapa kau tidak tidur dengan Tifanny?”, tanyaku, ia berbalik dan menarik tanganku.

“Tidak, aku kangen padamu …”, ia menuntunku duduk dipangkuannya dan memelukku.

“Kau kurusan? Apa kau sakit?” tanyanya, aku menggeleng,

“Aku hanya terlalu lelah …”

“Kau yakin? Tapi’—“

“Minho … kau kesini ingin bertemu atau mengintrogasiku?” decakku, ia memelukku erat dan menopang dagunya dipundakku.

“Taemin … mianhe…”, katanya tiba-tiba. “Mianhe karena telah mencurigaimu, selama di Daegu aku mendengar segala rumor tidak enak tentangmu, aku termakan rumor yang mengatakan kau menikah denganku karena sesuatu, seperti hartaku … dan masalah Jonghyun, aku termakan cemburu karena sebelumnya kau pernah membaca pesan di ponselmu darinya untuk bertemu dan juga kau katakan ‘aku tidak mau melakukan hal seperti itu’.”, Minho menelan ludahnya dan menatapku. “Mianhe. Aku pernah berpikir kau pernah tidur dengannya sebelum bertemu denganku …”

Aku tidak percaya, kenapa ia mencurigaiku setelah sejauh ini? “Aku tidak mau katakan padamu takut kau tersinggung …”, tambahnya.

“Seharusnya kau tanya padaku … aku sudah katakan, aku dan Jonghyun hanya masa lalu. Lagi pula, kalau aku ingin hartamu, kenapa aku harus memilihmu, saat itu banyak namja kaya lain yang bisa ku keruk hartanya …”, jelasku, ia terlihat menarik nafas dan memeluku , mencium tengkukku …

“Mianhe karena telah egois dan menelantarkanmu Taemin …”
Aku hanya diam, merasakan pelukan itu, Minho … aku hanya percaya kau yang aku cintai, akan selalu mencintaiku, ya kan?
.
.
Pagi itu aku membantu Tiffanny menyiapkan sarapan, namun entah kenapa kepalaku pusing tidak karuan, dan perutku sakit … tiba-tiba semua berputar … aku melihat Minho turun dari lantai atas dan tersenyum padaku … aku balas tersenyum, namun sebelum aku merasa gelap, dan suara terakhir yang kudengar adalah suara Minho memanggil namaku …

Putih dan bau ini kukenal, ‘Taemin…” panggilan itu terasa nyata, aku gerakan ujung jariku, dan sebuha sentuhan hangat menjalar, perlahan aku buka mataku dan melihat cahaya, namun semakin nyata aku lihat pancaran wajah yang sedang menatapku khawatir …

“M-minho …”, lirihku, ia memelukku dan menciumi pundaku.

“Syukurlah … syukurlah, mianhe…mianhe Taemin …”, lirihnya, aku membalas pelukannya dengan lemah, ia sudah tahu … tahu apa yang aku alami …

“Jangan sedih Minho … “, kataku , ia menatapku dan menciumi wajahku,

“Aku—aku minta maaf … aku—aku—“

“Sssht … sudahlah … ini sudah takdir … kau hanya perlu bersabar …” jelasku tersenyum.

Minho naik ke atas kasur dan memeluk tubuhku, “Aku yakin kau cepat sembuh …”, bisiknya, aku mengerjapkan mataku, ya .. aku mau sembuh …
“Aku mau ke taman yang indah …”, jelasku,

“Tentu, kita akan kesana …”

Aku menarik bajunya dan menyembunyikan wajahku, dapat kurasakan ia mengelus kepalaku yang sudah rontok dan botak dibagian tengah.
“Aku …juga …mau es krim …banana…”

Aku bisa dengar dentuman jantungnya yang cepat , dan aku dengar isakannya, “Jangan menangis Minho … berjanji jangan berubah … kau adalah namja yang menggambarkan cintaku …” lirihku …

Ia mencium pucuk kepalaku , “Saranghae Choi Taemin …”
Aku tersenyum, aku merasa kantuk yang luar biasa dan rasa sakit di ujung kaki ku sedikit demi sedikit … “Nado saranghae … Min..ho …”
.
.
Namja tampan itu membuka file itu dan membacanya …

Minho … kau tahu, aku selalu pegang janji setia itu, janji dimana saat senang, sedih, sakit, sehat, dan juga ajal menjemput aku akan ada untukmu …
Minho , kenapa keluargamu membenciku? Apa kau begitu buruk dimata mereka? Sehingga mereka tidak bisa menerimaku bagian dari dirimu –setidaknya, bagiku kau adalah bagian dariku …
Minho … aku sakit hati ketika mereka lebih menyukai Tiffany, tidak memperbolehkanku menjagamu dirumah sakit, menemanimu,bercanda, bahkan tidak sempat berpamitan meski sebentar …
Minho … aku kecewa karena kau tidak percaya padaku …tapi tak apa Minho, aku selalu bersabar, karena ku tahu, kalau memang kau mencintaiku, kau akan tahu aku benar atau sedang berbohong…
Minho … aku sakit, aku di vonis kanker lambung, kau tahu? Aku takut … takut aku meninggalkanmu, bagaiman denganmu?
Siapa yang akan membangunkanmu dipagi hari?
Membuat teh susu ketika kau lelah bekerja?
Siapa yang memijat tubuhmu?
Siapa yang mengcreambath rambutmu ketika kau malas mencucinya?
Siapa yang akan mencuci semua baju olahraga yang bau karena keringatmu?
Tentu mungkin Tiffany …
Tapi aku …aku lebih baik dari dia dalam melakukan itu Minho …
Minho  … aku sangat mencintaimu … kumohon, tetaplah bersamaku … aku akan selalu menjadikanmu seseorang yang menjadi lambang cintaku
Minho … aku sayang padamu …

Namja tampan itu mengusap air matanya dan menulis di file yang sama …

Jika kau ditanya apakah aku ingat janji setia itu, aku ingat Taemin …
Maafkan aku yang tidak pernah peka dan percaya padamu, maaf kan aku yang membuatmu terlantar dalam kesakitan dan juga kesendirian …
Ketika aku sadar, saat ini, tidak ada lagi belaian tanganmu di pagi hari saat membangunkan tidurku…
Ketika aku sadar, saat ini, tidak ada lagi secangkir teh manis yang kau buat dan membuat badanku hangat, dan termasuk hatiku karena ada cinta didalamnya…
Ketika aku sadar, saat ini, tidak ada lagi tangan mungil yang melenturkan setiap otot tubuhku yang lelah…
Ketika aku sadar, saat ini, tidak ada lagi—tidak ada lagi—
Taemin, maaf kan aku …
Apakah kau akan mendapatkan penggantiku di surga sana?
Apakah kau tetap menanti ku disana baby? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah aku baby …
Bisakan?
Seperti kau menunggu ku disini … aku mohon …
Taemin … aku sayang padamu…

END!
Nah … eotte? Apakah sedih? Aku rasa nggak … tapi jujur, kalau ada yang tahu cerita asli ini, kalian pasti bilang ini cerita istri paling berbakti …
So … thanks for reading.
Now leave a comment and like :]
Annyeong

Advertisements

85 thoughts on “[2min/OpreqFF] He is love who doesn’t love forever

  1. Taeminnya mati ???
    Knpa harus matiiiiiii 😥
    Aku kira minho bakal ninggalin tae tpi ternyata dia cinta bget sama tae *huks* keren bget ini T.T

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s