[2min/OpreqFF/yaoi] To much …


To much …
2min(MinhoxTaemin), Kai *mention aja*, the rest of SHINee (Onkeyjjong)
Romance, smutt, little … little angst!
NC 21
Author: Sanniiewkey~
Oneshoot OpreqFF
Request by: Yayuki Taemin Luph, Aoikaji, Mbieayu, febrica love justy JTLs foreva, RathyTaeminnie. And ALL SUUNDERS!

A/n; Kayaknya gue udah kehabisan ide nih … kekekek~ ini FF terinspirasi *akhirnya* setelah nonton the not ebook, pasangannya saling mendorong satu sama lain, padahal mereka mesra. Haha.. dan menurut gue lagi cocok sama moment” Taekai(TaeminxKai) yang lagi HOT saat ini! Oh, gue nulis OpreqFF udah gak sesuai sama permintaan, pokoknya yang minta 2min, gue kasih dah! Haha… yang minta 2min genre lain nyusul … so, enjoy this! Comments are love!

Kali ini bukan main-main, tidak pernah sebelumnya terjadi seperti ini, mungkin terlihat aneh, entah siapa yag berlebihan disini, entah siapa yang terlalu drama king, dan entah siapa yang terlihat sangat emosian. Tapi dilihat kebelakang, dari seluruh pertengkaran yang pernah ada, ini benar-benar berlebihan … apa yang membuat seperti ini? Egois? Atau … malah kejenuhan?

“Kau tidak bisa pergi begitu saja!’, teriak Taemin menahan pintu kamar mereka dan tertutup lagi dengan rapat dan kasar, Minho terhenti, diam saja begitu Taemin membalikan tubuhnya paksa, menoleh ke arah Taemin yang sekarang sudah memerah wajahnya, dan menatapnya kesal.

“Aku mau keluar …”, jelas Minho, Taemin mendorong tubuh Minho ke tembok dengan kasar.

“Kau mau menghindar? Kau yang mulai … dan kau yang mau pergi begitu saja? kau yang egois … atau aku yang tidak pengertian?!”, teriak Taemin sambil terus mendorong tubuh Minho, di pundak, dada, dan juga tangannya.

“Stop Taemin.”, ucapnya dingin.

“Kau yang stop! Ada apa denganmu hah?”,

“Jangan berteriak padaku.”, ancam Minho dingin, menatap mata namja cantik didepannya, Taemin melotot dan mendorong tubuh Minho lagi, Minho menahan tangannya dan berdesis.

“Dan jangan dorong aku!”,

Taemin tidak mendengarkannya, ia terus mendorong tubuh Minho dengan kasar terus menerus. Memukul tubuhnya tanpa henti, mengutuk pelan, dengan bahasa yang tidak jelas, Minho berusaha menahan tangan mungil itu. Di dadanya terasa sakit, mereka tidak pernah bertengkar seperti ini, ini semua salahnya, ini semua karena ia telah bertindak berlebihan, ia terlalu drama king, ia merusak semuanya. Lihat apa yang sekarang ia lakukan, mereka berteriak, saling mencaci beberapa menit yang lalu, meneriaki benci satu sama lain, saling mengutuk perbuatan masing-masing, tidak pernah sebelumnya hal seperti ini terjadi –meski selama 3 tahun tidak menutup kemungkinan mereka bertengkar, namun tidak … tidak seperti ini … dan Minho dengan sifat kompetitifnya tetap merasa ia tidak mau mengalah, meski ia tahu awal mulanya.

“Pergi saja sana! Pergi kalau mau pergi! Kau memang begitu!”, PLAK , saking kesalnya tangan itu melayang tidak sengaja mengenai wajah Minho.

Taemin terhenti, melihat Minho memegang pipinya dan menarik nafas, “Aku bilang aku akan keluar dulu …”, jelas nya, mendorong tubuh Taemin pelan yang masih terpaku akan perbuatannya.

Taemin tersadar ketika Minho sudah keluar dan hendak keluar dorm, ia sadar pertengkaran mereka dilihat oleh sisa penghuni disana. Key, Onew, dan Jonghyun yang tetap diam tidak ikut campur, tidak seperti biasanya, Key yang biasa ikut campur kali ini hanya duduk diam bersama Onew memandang ‘anak-anak’ mereka bertengkar.

“Minho!!”, teriak Taemin menyusul Minho yang sedang memaki sneakersnya. “P-please  … aku tidak sengaja, sebentar … kita bisa bicara … “, jelas Taemin menahan jaket Minho.

“Aku hanya butuh keluar sebentar, aku tidak mau kita saling berteriak seperti menit lalu …”, jelas Minho, “…dan aku tidak mau menyakitimu dengan perkataanku …”, jelasnya,

Taemin tidak percaya, ia mendorong tubuh Minho kesal, “Memang! Memang kau menyakitiku! Kau tidak percaya kan padaku?!”, teriak Taemin. Blam…

“Minho!! Sialan!! Kau tidak percaya kan?!”, teriak Taemin melempar sepatu ke pintu yang sudah tertutup, menghilangkan Minho dari sana.

“Minho!! Kembali!! Minhooooo!!!’, bruk … ia memegang dadanya yang sesak karena banyak berteriak, air matanya keluar akhirnya, ia memang tidak pernah menangis, bahkan shawol tidak pernah melihatnya menangis, bisa taruhan, ia hanya nangis 2 kali mungkin didepan para fans. Tapi tidak, ia sebenarnya tidak setegar itu …

Key berlari ke arah Taemin, memeluk tubuhnya yang menangis sesengguka itu, menatap ke arah Onew dan Jonghyun minta pertolongan. Namun kedua namja tampan itu hanya menarik nafas melihat magnae mereka menangis seperti kehilangan induknya.
Pertengkaran ini merupakan hal baru bagi 2min, dan bagi ketiga Hyungnya yang merasa ini sudah keterlaluan.
.
.
Beberapa waktu lalu …

Minho merasa biasa saja dengan kedekatan mereka, ia cukup wajar, magnae SHINee, sekaligus pacarnya yang ia cintai selama 3 tahun itu memang terkenal dekat dengan beberapa anggota SM lain, bisa dimaklumi dengan sikapnya yang humble pada siapapun dan juga lucu serta apa adanya itu menarik semua perhatian, bukan Cuma secara fisik tentunya, namun juga secara sifat dan karakter.

Sudah sering ia lihat moment yang membuat ia menahan nafas jika pacarnya itu sedang dekat dengan namja lain atau yeoja lain, masih jelas di ingatannya kemarin, melihatnya bermain di film walau hanya cameo bersama Kyrstal itu saja membuatnya menahan nafas. Terlihat natural? Yes! Ada gosip bahwa ada Taestal couple, siapa yang tahu kalau sebenarnya Kyrstal memang dekat dengan Taemin dibanding dengan Minho? Mungkin karena seumuran? Molla.

Dan beberapa akhir ini ia merasa direndahkan, atau hanya ‘merasa’ dan memang ia berlebihan?

Semua bermula ketika SM mengumumkan Boyband baru yang akan segera debut, iya tahu akan hal ini, sudah sejak lama, bahkan dari sekian anggotanya ikut trainee bersamanya, atau bahkan lebih dulu … ya, EXO. Lalu apa masalahnya?

Masalahnya adalah … ia mulai gerah melihat kedekatan Taemin –kekasih tercinta selama 3 tahun itu- dekat dengan salah satu member EXO tersebut. Kai. Ya … namja itu, namja yang wajahnya katanya mirip dengan Taemin-nya. Ha-nya mirip, tidak sama … bahkan menurut Minho tidak mirip sama sekali …

Minho mengetahui Kai dan Taemin sudah teman sejak lama sebelumnya, mereka cukup amat dekat , dilihat dari cara mereka bicara, bergurau dan bercanda, serta saling memandang, atau … skinship yang terkadang membuat nya kesal. Salahkan pada sikap posesif nya, ia memang sensitif untuk urusan sentuh menyentuh yang dilakukan oleh orang lain pada Taemin, atau sebaliknya  … ia bahkan tidak mau ingat ia pernah bertengkar dengan Jungmo Hyung akan hal itu.

Ia melihat Taemin sangat dekat dengan Kai, dimulai acara tahun baru, mereka terlihat sangat dekat … ia sempat dengar bahwa Taemin Hyung yang baik, tapi apa harus seperti itu? Caranya memandang Kai tidak biasa. Dan Kai … juga tidak biasa menyentuh Taemin … dan lagi, sikap sensitif Minho dan berlebihannya membuatnya cemburu …

“Hah?”, kali ini Minho hanya iseng membahas kalau ia cemburu pada kedekatannya dengan Kai pada Taemin. Namun namjacingunya itu malah menatapnya shock dan tidak percaya … kemudian sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak, sampai memegang perutnya … catatan, ia tidak suka jadi bahan tertawaan, namun kalau Taemin, entah ia tidak bisa marah …

“Yaampun Hyung… a-aduh…”, Taemin berusaha bangun, merangkak memegang perutnya yang sakit karena tertawa … duduk di pangkuan Minho dan membelai pipinya,  “Kau hanya cemburu padaku kan? Aku sama Kai Cuma teman dekat, kau tahu itu kan …? itu hal biasa, sama hal nya kau dan Changmin Hyung, Nickhun Hyung, Donghae Hyung, dan banyaaak lagi …”, jelas Taemin terkekeh mencubiti pipi Minho,

Minho mencibirkan bibirnya dan mengangguk, ‘Makanya tadikan aku bilang aku hanya berlebihan saja … aku Cuma merasa ‘sepertinya’ aku tidak nyaman melihatmu dengan Kai …”, jelas Minho merasa malu pada dirinya sendiri, Taemin terkekeh lagi.

Chu! Minho mendongak mendapatkan ciuman kilat dari bibir Taemin. “Jangan khawatir, yang kucintai Cuma kamu …”, jelas Taemin dan memiringkan kepalanya, Minho menarik nafas merelaxkan dirinya ,yah … mungkin dia yang berlebihan, dan mencium bibir Taemin, merasakan hangat dan lembutnya bibir itu.
***
“Kau mau kemana? Ini sudah malam, besok kita ada schedule pagi kan?”, tanya Minho yang baru keluar dari kamar mandi, dan melihat namjacingunya itu sudah siap pergi lagi.

“Aku mau keluar sebentar Hyung! Tadi Kai dan Lu han menghubungi ku, kami sudah janji akan makan malam diluar, aku lupa!”, jelas Taemin sambil mengambil jaketnya. “Aku sudah bilang Key umma, aku akan pulang jam 9! Aku janji!”

“Tunggu!”, Taemin terhenti, ‘Aku antar …” Taemin menggeleng.

“Tidak usah, Kai sudah ada dilantai bawah … annyeong!”, Taemin berlari dengan terburu-buru keluar kamar, sempat terdengar Key berteriak untuk hati-hati. Minho hanya menarik nafas, biarkahlah …
***
“Kai dan Taemin? Aku rasa mereka cute …”, jelas Key, ya … diantara semua member, Minho memang paling sering curhat dengan Key, dan sebaliknya. Minkey? Tentu saja, mereka sahabat after all …

“Kau cemburu pada mereka?”, tanya Key tidak percaya, Minho diam saja. ‘Yaampun Minhooo … kau ini berlebihan sekali sih … mereka itu kan teman lama … jadi wajar kalau kedekatan mereka seperti itu … kau tidak lihat aku dan Jjong?”, Key tertawa lagi.

“Aku tahu …’

“Kalau kau tahu apa masalahnya sekarang?”, tanya Key menyilangkan tangannya, Minho berdecak melihat tingkah diva nya itu kembali lagi.

“Jangan begitu, nanti kau malah merusak hubungan kalian … selama ini Taemin dan kau sering lalui ini kan? jadi kau tenang saja, Taemin Cuma sayang padamu kok …”, jelas Key menepuk pundak Minho.
***
“Tapi kita bukannya sudah janji pergi hari ini?”, tanya Minho. Taemin memasang mimik memelasnya dan memohon kepada Minho.

“Mianhe Hyung … aku tidak enak pada Kai juga … kita bisa lain kali kan?”, tanya Taemin, “Lagi pula—Oh!”, ia terhenti dan menerima telpon dari …Kai. Minho diam saja, ia duduk di atas kasur melihat namjaciungunya tertawa ditelpon. Lain kali … ya lain kali … toh mereka bersama-sama.

“Hyung …”, Minho mendongak. “Bolehkan?”, tanya Taemin berbisik. Minho mengangguk, Taemin meninjukan kepalan tangannya ke atas dan berbicara pada Kai, semenit kemudia ia sudah melesat pergi keluar.
***
Taemin melingkarkan tangannya dileher Minho, melingkarkan kaki rampignnya di pinggang Minho, desahan terdengar dari bibirnya, ketika Minho mencium bagian sensitif di lehernya, memainkan rambut coklat itu menahan gejolak birahinya.

“M-mm-Minho … nanti ada yang lihat …”, desah Taemin, Minho berdecak, ia jilat leher Taemin dan ia cium lagi bagian itu , membuat Taemin melenguh menahan nafasnya, shit … ia tidak bisa bohong ia menyukai cara Minho ini … ditengah ruangan latihan … berdua, dan takut tertangkap oleh pihak SM atau siapapun yang bisa masuk tiba-tiba.

Kringgg~~ Taemin terkejut, ponselnya bergetar, ia meliriknya dari kegiatannya berciuman dengan Minho, namun ketika ia lihat caller ID nya ia mendorong perlahan tubuh Minho.

“J-jakaman Hyung ..”, Minho mengerang.

“Kai! Waeyo?!’, Minho terbelalak, WTF … Taemin mengangkat telponnya ketika sedang … bahkan jika Key sang diva yang -kalau dia telpon kau tidak jawab dan akan marah itu – menghubunginya dalam kondisi seperti tadi .. dia tidak akan jawab, now what?

“Neh …neh … arrasoo … oke … tenang neh , aku kesana beberapa menit lagi … neh~ cheonmaneyo … annyeong…”, Taemin menatap Minho tersenyum. ‘Hyung    ~ mianhe … Kai bilang ia butuh bantuan ku untuk gerakan dance untuk tampil besok … jadi …kita lanjutkan nanti neh~”, Taemin memainkan baju Minho dan mencium bibirnya. Tanpa seijin dan anggukan Minho ia langsung melesat pergi, Minho menarik nafas dan memukul sofa …
***
“Minho, bisa kau cek Taemin? Ponselnya tidak diangkat …”, suruh Onew, Minho mendongak dan melihat jam dinding, jam 7 malam, pantas … ia sudah pergi selama 4 jam dan tidak ada kabar.

“Baiklah … dia ada di studio kan?” tanya Minho berdiri.

“Yup! Tolong yah … dia minta ijin padaku untuk latihan dance katanya …”, jelas Onew dan duduk di samping Key.

“Baiklah …”,

Minho berjalan beberapa blok dari dorm mereka, dan tidak lama sampai pada gedung yang dituju, ia langsung naik ke lantai tiga gedung itu menuju tempat favorit Taemin, apa lagi? Dance studio!

Namun sebelum ia membuka knop pintu ia mendengar gelak tawa dari balik pintu, ia mendengar Taemin berteriak nama … Kai? Minho membuka knop pintu perlahan, dan membuat nafasnya sesak … cemburu benar-benar memakannya saat ini.

Ia lihat Kai sedang mengelitiki Taemin yang berada tepat dibawah tubuhnya, mereka tertawa seraya Taemin memukul pundak Kai untuk berhenti.

“Aaaah~~ a-aku Cuma bercanda Kai …aaah~ s-stopp~”, tawa Taemin,

Minho diam saja melihatnya, sampai pada akhirnya ia melihat dua-duanya lemas tertawa dan Kai menjatuhkan tubuhnya kesamping, namun kepalanya merebah di perut Taemin. Minho masih tetap diam … sampai pada akhirnya mata Taemin melihat ke arah pintu , dan terkejut.

“Oh, Minho!! Kau mengejutkan ku!’, pekiknya dan berdiri, diikuti Kai disampingnya yang membungkuk memberikan hormat.

“Kau kenapa kesini?”, tanya Taemin tersenyum , Minho menatapnya dingin mengambil ransel Taemin didekatnya dan menarik tangannya kasar.

“Minho –apa …aah, sakit …Minho!”, Taemin meringis, ia digeret begitu saja. “Kai, nanti ku hubungi!”, Minho makin kesal, masih sempatnya dia …

“Pulang!!”, bentak Minho, Taemin terkejut, ia hampir menangis … Minho tidak pernah membentaknya seperti ini kalau ia tidak keterlaluan …apa yang dia perbuat?

“A-apa … jangan tarik …sakit …”, desis Taemin. Minho tidak menghiraukan. Ia tetap menarik tangan Taemin hingga sampai dorm meski Taemin memberontak dan berusaha bertanya ada apa.
***
Minho menarik Taemin masuk kedalam dorm, meksi mereka tahu ketiga Hyungnya terkejut melihat keadaan mereka.

“LEPASKAN!! SAKIT!!”, teriak Taemin memegang lengannya, Minho melempar ransel Taemin dan menatapnya geram.

“Ada apa sih denganmu?! Kenapa membentaku hah?!” , tanya Taemin tidak terima.

“Aku yang tanya … ada apa denganmu?”, Taemin mengerutkan alis. ‘Kau … dan Kai, aku tanya sekali lagi kali ini, sejauh apa hubunganmu dengannya?”, tanya Minho dingin.

Taemin menganga, “Oh …hah? omo …”, Taemin meniup poninya kesal. “Oh my God Minho! Aku sudah bilang … kami hanya teman, itu saja … “, jelas Taemin menatap Minho, Minho melirik Taemin, dan itu membuat Taemin merasa direndahkan dengan tatapan itu.

“Jangan tatap aku seperti itu, kau menatapku seakan aku berbohong …”, jelas Taemin, Minho menarik nafas.

“Apa yang kau katakan selama ini tidak seperti yang aku lihat!”, jelas Minho, Taemin membalikkan tubuh Minho yang membelakanginya …

“Dan apa yang kau lihat tidak persis seperti apa yang kau duga!” balas Taemin.

“Lalu apa yang sebenarnya?”, tanya Minho, “Kau selalu bersama dia , bahkan aku bersumpah aku tidak tahu apa yang kau lakukan dengannya selama ini, keluar lama sekali, membatalkan janji …dan bla bla bla …”.

“Dan bla bla bla … ya terus saja seperti itu! Kau mulai lagi … kau tidak percaya padaku! Itu yang mau kau sampaikan kan?”, jelas Taemin.

“Kau yang membuatku tidak percaya …”

“APA?! YAH! Kau juga! Kau pikir aku tidak merasa seperti ini kalau kau dengan yeoja atau namja lain hah?”

“Jangan bahas itu!”

“Nah! Kau memang begitu! Egois sekali, kau seharusnya sadar kau sama saja!”

“Aku bahas kau bukan bahas aku!”, jelas Minho, “Dan jangan dorong aku! STOP! jangan dorong!” menahan tubuh nya dari kegiatan ‘baru’ Taemin.

“STOP?! KAU YANG STOP!” teriak Taemin, memukul dada Minho kesal.

“JANGAN BERTERIAK PADAKU TAEMIN, AKU HYUNGMU, KAU TETAP HARUS RESPECT PADAKU!”, jelas Minho berteriak menahan tangan Taemin yang terus mendorong Minho.

“HOLLY SH**T! WHOS CARE?!”

“STOP MEMAKI!!”

“I DONT CARE!!  I HATE YOU!!”, maki Taemin mendorong Minho dan memukul tubuhnya berkali-kali, entah apa yang membuatnya kesal, ia sangat kesal pada Minho. “KAU YANG TIDAK PERCAYA PADAKU?! KENAPA AKU YANG SALAH?! KAU JUGA PUNYA SALAH! BANYAK!! TAPI AKU MENGERTI!! DAN HAL KECIL INI MEMBUATMU KASAR PADAKU!!”, teriak Taemin.

“AKU TIDAK SUKA KAU DENGAN KAI, KALIAN BERLEBIHAN?!”

“KAU BERLEBIHAN!! BUKAN AKU!!”, teriak Taemin, “KAU YANG BERLEBIHAN … KAU MENYAKITIKU, BERTERIAK PADAKU, DAN BAHKAN MENARIK KU DIDEPAN TEMANKU!!”, Minho membeku ditempatnya …menyakitinya … “Kau bahkan tidak percaya padaku …”, jelas Taemin mengendurkan tangannya dan terduduk di kasur, lemas …

Minho menatap kosong ke arah Taemin, melihat sosok itu memegang tangannya sendiri, mungkin sakit karena memukul tubuh kekar Minho. Taemin menatap Minho dengan geram dan memalingkan wajahnya ke arah lain.

Apa sebenarnya yang membuat Minho sangat marah? Dia benar-benar tidak tahu kenapa ia bisa sangat marah kali ini? Ia sempat dengar beberapa soal tentang hal ini, ia mungkin termakan omongan yang sempat ia dengar, sebuah hubungan semakin lama pasti ada titik jenuhnya, salah satu pasti merasa jenuh satu sama lain, dan ketika menemui yang lebih baik, maka kemungkinan ia sejenak akan berlari ke orang tersebut, disaat seperti itu, hubungan banyak diuji kesetiannya, dan dia berpikir … dia menduga … dan dia berburuk sangka, kalau Taemin lah yang jenuh padanya …

Apa karena takut? Takut kehilangannya? Lalu … kalau sudah begini, apa Taemin akan meninggalkannya? Kecewa pada sikapnya yang keterlaluan?

“Taemin …”, panggil Minho mendekat, Taemin menggeser tubuhnya dan melihat ke arah lain. “Kau tidak mau melihatku …? “, jelasnya,

“Kau keterlaluan … kau seharusnya tidak berpikir aku berbohong, dan …”, Taemin berhenti dan menarik nafasnya , Minho terdiam, kalau diteruskan pasti mereka akan bertengkar lagi, ia berpikir lebih baik redakan emosi dan jernihkan pikirannya dulu …

“Aku … sebaiknya keluar dulu … “, ucap Minho, Taemin menoleh dan mulai menahannya.
.
.
Minho tidak habis pikir kenapa dia begitu keterlaluan , benar kata Taemin, ia sudah berlebihan, dan kenapa ia tidak percaya padanya? Apa yang ia takutkan? Justru selama ini ialah yang banyak salah, sering hal ini terjadi, dan sekarang posisinya ia yang merasakan cemburu itu, dan ia sekarang sangat tahu berapa kali Taemin tersakiti karena sikapnya ke namja atau yeoja lain, dan Taemin hanya bisa diam jika itu terjadi di publik, bagaimanapun mereka menyembunyikan hubungan mereka, hanya beberapa yang tahu … dan sulit selama 3 tahun untuk mempertahankan itu …

Cling!
Minho membuka pintu kedai coffee yang tidak jauh dari dorm, memesan coffee dan beberapa donat untuk cemilan.

“Oh, Minho Hyung … annyeong haseyo …”, Minho terkejut, ia menoleh dan melihat Lu han dan …Kai berdiri tepat di belakang nya, Minho menegakan tubuhnya dan membalas membungkuk.

“Annyeong …”, sapanya,

“Kau sendirian? Taemin mana?” tanya Lu han, Minho jadi gugup, ia melihat Kai diam saja …

“Yah! Ayo , aku lapar nih!”, ajak Kai menarik Lu han, Lu han hanya terkekeh dan maju kedepan memesan sesuatu, Kai berdiri didekat Minho, merasa canggung satu sama lain.

“Taemin menghubungi ku … barusan…”, jelas Kai pelan, melihat ke arah Lu han sejenak dan kembali pada Minho, Minho diam-diam mengutuk, masa saja ia menghubunginya?

“Kau tidak seharusnya khawatir padaku dan Taemin … “ Minho mendengar baik-baik apa yang dikatakan Kai padanya.
.
.
Taemin menghapus sisa air matanya kasar, berdiri dan mengambil jaketnya, tidak ada cara lain, meski Minho tidak mau mendengarkannya, ia tidak perduli, ia tidak mau salah paham ini terus berlanjut, ia mencintai Minho … dan Cuma Minho yang ia sayangi, ia tidak akan biarkan hanya masalah salah paham merusak hubungan mereka, sekarang ia tahu perasaan Minho … begitu rasanya jika kau dicurigai oleh pacarmu sendiri ketika kau memang tidak melakukan apapun … dan dia sangat tahu sekali posisi Minho saat ini , Minho pasti sedang merasa bingung jika ia tidak menjelaskan bahwa tidak ada apa-apa antara dia dan Kai …

“Taemin mau kemana?”, teriak Key yang melihtanya berlari keluar kamar dan menuju pintu keluar.
Taemin berlari keluar dan menuju tangga darurat, ia tidak perduli akan lift, ia hanya butuh cepat menemukan Minho untuk meluruskan masalah.

BRUK!!

“Aaah!!’, pekiknya jatuh terjengkang.

“Taemin?”, Taemin mendongak, melihat Minho berdiri didepannya, nafasnya tersengal, mereka saling menatap satu sama lain sebelum berkata…

“MIANHE!!!”, teriaknya. Mata mereka bertemu, saling menatap, dan Minho berinisiatif menghampiri Taemin, meraih wajah Taemin , mengelusnya dan tersenyum,

“Mianhe … aku emosi … aku hanya berlebihan, kau benar, tidak seharusnya aku seperti itu padamu … aku—“

Minho tidak bisa menyelesaikan kata-katanya karena bibir Taemin sudah mencium bibirnya, dengan paksa Taemin menarik tengkuk Minho, Minho yang sempat terkejut berusaha menyeimbangi ciuman nya. Mungkin baru kemarin mereka berciuman, tapi rasanya sudah lama sekali, Minho menarik tubuh Taemin dengan erat, sedangkan sang namja cantik menarik tengkuk Minho, meremas rambutnya dengan kasar, memagut lidahnya menjadi satu …

“O-okee …”, Minho melepaskan ciuman mereka menarik nafas, ia menatap bibir Taemin yang membengkak karena ia hisap terlalu kuat, Minho berdecak dan mengelap sisa liur di bibir mungilnya. “God Taemin! Mianhe …”, Minho memeluk tubuh Taemin erat,

“Hmmm … aku tahu … “, bisik Taemin, namun yang membuat Minho terkejut kemudian adalah … Taemin mencium leher Minho dan menghisapnya. Minho mendorong perlahan tubuh Taemin, menatap wajah namja cantik itu tersenyum malu dan berdecak.

“Sudah lama kau tidak menyentuhku …”, jelas Taemin menutup setengah wajahnya. Minho berdecak, ia menarik tangan Taemin dan berjalan naik ke atas dorm.
.
.
“Oh.kalian sudah pul—“BLAM! Perkataan Onew terhenti , dan menatap bingung ke arah pintu kamar 2min, ia melihat ke arah Key dan Jonghyun yang sedang menonton TV dan terkekeh satu sama lain, Onew yang clueless menatap dua dongsaengnya bingung, sambil tangannya menunjuk ke arah pintu …

“Case closedd~~”, Key bernyanyi …

“Ahh~ aku mau keluar ah~ terpaksa aku tidur di luar …”, Jonghyun berdiri. “Kau juga butuh privacy kan Kibumm~~”, ledek Jonghyun mencubit pipinya dan mengerlingkan matanya pada Onew yang ‘masih’ clueless.

“YAH! Pabo~~”, Key cemberut namun tidak bisa menyembunyikan rasa malu ketika ia dengar Taemin berteriak ‘ahh~’ dibalik pintu sana, dan Onew … akhirnya, tahu maksud Jjong yang sudah tertawa keluar dari dorm.
.
.
Minho menarik tangan Taemin dan membuka pintu dorm, melewati Onew begitu saja yang sudah siap memborbardir mereka dengan pertanyaan, namun dalam kondisi saat itu, mereka tidak perduli lagi.

Minho membuka pintu kamar mereka, menguncinya.. dan tanpa tunggu lagi Taemin menarik Minho , mencium bibir namjanya itu dengan paksa, Minho mendorong tubuh Taemin ke tembok, menahan kedua tangannya di belakang kepalanya. Lidahnya menjulur meminta ijin untuk masuk kedalam bibir Taemin, mendesah merasakan ketika lidah mereka bermain satu sama lain. Tangan mereka meraba satu sama lain, merasakan lekuk tubuh masing-masing, Minho dengan lihai melucuti jaket Taemin, dan begitu sebaliknya.

“Hmmh~~”, Taemin tersenyum ketika Minho menjilat telinganya, mengulum daun telinganya, dan menjilati lubang kupingnya. “Aahh~”, Minho tersenyum ketika ia selipkan satu kakinya ditengah selangkangan Taemin, dan merangsang bagian tengah sensitif pacarnya itu, bibirnya turun mencium ke leher putih nya, dan menjilatnya …

“Hyung …”, Taemin menarik wajah Minho, Minho menatapnya dengan bingung, ‘J-jangan lama-lama …”, Minho tertawa tertahan. Ia tarik tangan Taemin dan menaruhnya ke dadanya,

“Patient babe …”, Minho tersenyum dan mencium bibir Taemin lagi, mengulum bibir bawahnya, tangan Taemin tidak henti begitu saja, ia usap dada bidang Minho, dan perlahan turun ke bagian bawah, menelusupkan tangannya kesana … merasakan abs yang terbentuk dengan sempurna. Dammit, betapa beruntungnya dia memiliki Minho dipelukannya …

Minho membuka baju atasan Taemin dan melemparkan kesisi ruangan entah kemana, suara berisik kecapan dan juga desahan Taemin yang membuat ruangan semakin penuh dengan suara indah mereka.

Taemin berjongkok, melepas belt celana Minho dengan cepat, Minho tidak tahu kalau pacarnya sangat horny saat itu, apa mereka harus bertengkar dulu supaya ia bisa menikmati sisi Taemin yang seperti ini?

Taemin mendorong tubuh Minho ke ranjang, dan ia berjongkok di depannya, menatap member Minho yang sudah ada didepannya, ia memegang member yang sudah mengeras itu dan tersenyum menatap Minho, menjilat bibirnya sendiri ..

“Ini permintaan maaf ku karena membuat mu khawatir …”, bisik Taemin dan menjilat pucuknya, membuat Minho melenguh pelan dan langsung meremas rambut Taemin. Tangan mungil Taemin memijit perlahan naik dan turun , dan bibirnya mengecup ujung member Minho dan mengecup twinballnya, sebelum ia menjilatnya dari pangkal bawah hingga ke atas, Minho semakin horny ketika Taemin mengeluarkan suara saat ia menjilat nya, seperti menikmati lollipop yang sangat enak.

“Emmmhh…”, desah Taemin mengulum ujungnya, ia menatap ke arah Minho yang menatapnya nanar , sebelum ia telan batang Minho dan menaik turunkan bibirnya, ia poutedkan bentuk bibirnya membuat Minho merasakn nikmat , sehingga menaikan pinggulnya dan membuat Taemin sedikit tersedak dengan gerakan itu, namun dengan seirama, Minho mulai menaikan pinggulnya dan menyutubuhi bibir mungil Taemin.

“F*ck! A-aku …”, plop. Taemin tersenyum sebelum Minho sampai klimaksnya, menerima erangan perotes dari Minho, Taemin berdiri dan melepas celana dan boxernya, hanya itu yang tersisa ditubuhnya sebelum ia mendorong Minho untuk rebahan.

Berjalan ke sisi nightstand table dan mengeluarkan lube rasa banana favoritnya, ia taruh ditangan, ia naik ke atas tubuh Minho. Mengangkangi tubuhnya, ia menatap Minho yang berdiri dan menciumi nipplenya, Minho mengambil lube mengoleskannya ke tangan dan memposisikan jarinya di hole Taemin.

“Aah …hhgng…”, erang Taemin tertahan ketika satu jari Minho masuk ke holenya, tangan Taemin tidak terhenti, ia meraih member Minho dibawahnya dan mengoleskannya disana, mereka saling mempersiapkan diri masing-masing, dan saling membantu.
Minho terus memberikan ciuman di sisi sensitif Taemin, menatap wajah namjanya itu dari depan dengan takjub, memerah dan penuh dengan nafsu.

“Put it in …”, desah Taemin, Minho mengangguk, ia keluarkan jarinya salah satu tangannya menahan tubuh Taemin yang terduduk di atasnya, dan yang satunya memegang membernya, dengan bantuan tangan Taemin ia memposisikannya di man hole Taemin.

“A-aah!!”, Minho terkejut karena Taemin memilih untuk menurunkan tubuhnya dengan cepat, “Ahh! Oh ..s-shitt!”, desis Taemin meremas pundak Minho dan mencium bibir namjanya itu, Minho meahan pinggul Taemin perlahan, bodoh … kalau sakit kenapa lakukan ini?

“Hentikan… ini menyakitimu..”,

“JANGAN!”, Teriak Taemin ketika Minho ingin mengeluarkan membernya, ia melihat Taemin akan menangis ketika Minho lakukan itu, Taemin memeluk Minho dan mencium pundaknya, “J-jangan … kalau kau lakukan itu, aku merasa … kau akan meninggalkanku…”, desah Taemin, meringis menahan sakit, pabo … mana mungkin? Aku yang takut kehilanganmu … batin Minho,

Minho menghapus air mata di ujung mata Taemin, dan mencium bibirnya, “Pabo … aku terlalu mencintaimu untuk melakukan itu tauk …”, bisik Minho, Taemin tersenyum mendengarnya, cheesy memang, tapi ini perlu saat kau baru saja merasa tidak nyaman …

Minho membaringkan tubuhnya , menggenggam tangan Taemin dan memberikan sinyal untuknya yang mengambil kendali. Taemin mengangguk, ia angkat tubuhnya dan ia turunkan lagi , meringis sakit , namun Minho menggenggam tangannya dengan erat.

“M-minhho ….”, desah Taemin, Minho menaikan pinggulnya dan menerima erangan dari Taemin, ia tahu ioa sudah mengenai prostatnya, dengan cepat Taemin menggerakan tubuhnya, menjatuhkan tubuh nya di atas Minho, menopang berat badannya disana …

“Good babe … “, desah Minho, mencium sisi tangan Taemin, Taemin tersenyum namun sambil terus menaik turunkan tubuhnya.

Tangan , pinggul, dan kaki Taemin mulai lelah, ia memang paling malas untuk hal dominan, karena ia sadar ia tidak cukup kuat fisiknya dalam hal itu. Ia membuka matanya, menatap Minho, tersenyum lesu, peluh membasahi dahinya.

“M-Minhoo …”, desahnya, Minho seperti tahu akan itu, ia membalikan tubuh Taemin, berbaring di kasur dan menekuk kaki Taemin , bersyukur karena ia cukup lentur akan itu, Minho menopang tubuhnya untuk memudahkan aksesnya, dan mulai menggerakan tubuhnya dengan irama pelan, dan cepat.

“Oh…aaarh..Minho..nggrh…”, Taemin meremas lengan Minho, Minho memajukan tubuhnya dan mencium bibir Taemin, tubuh Taemin semakin terangkat keatas seiring Minho terus menghujamnya dan mengenai prostat Taemin berulang kali.

“M-Minho … “, Taemin meraih membernya dengan tangannya, namun ditepis oleh Minho, tanpa Taemin bilang Minho sudah tahu dari mengencangnya otot member Taemin, ia percepat gerakannya dan mempercepat gerakan tangannya di member Taemin.

“Arrghh…Minhoo!!”, teriak Taemin, spermanya keluar membasahi tangan Minho, perut Taemin dan juga sprei sebagai alasnya. Minho mengerang, memeluk tubuh Taemin erat dan mencium lehernya … gerakannya semakin cepat, membuat tubuh Taemin terpental ke atas,

“Aarrgh …”, teriak Taemin mencakar punggung Minho.

“TAEMIN!”, dengan itu Minho mengeluarkan spermanya di dalam man hole Taemin, tubuh Taemin bergetar menerima serangan itu dari Minho. Namun yang membuatnya terkejut adalah hal berikutnya. Minho merangkak kebawah, menaikan pinggul Taemin ke atas dan menjilat habis sisa sperma yang keluar dari man hole Taemin.

“A-aah…s-stop …aaah…”, tubuh Taemin melemas, Minho tersenyum, mengelap bibirnya dan merangkak naik, mencium Taemin untuk membuatnya merasakan spermanya.

“Bastard..”, maki Taemin lemas. Namun tersenyum puas.

“No cursing babe!”, Minho merebahkan dirinya disamping Taemin, memeluknya dari belakang. Mereka diam sesaat, Taemin membalikan badannya.

“Ada yang ingin aku jelaskan …”, jelas Taemin lemas. “Aku dan Kai …”

“Aku tahu.”,

“Kau tahu?”, Minho mengangguk. Minho ingat apa yang dikatakan Kai saat mereka bertemu, Kai menjelaskan bahwa ia dan Taemin hanya teman dekat saat masa trainee dulu, alasan kenapa ia sering bersama adalah, Kai sedang meminta Taemin untuk membantunya dalam hal urusan cintanya dengan Lu han, dna Kai merasa belum berani untuk bergerak sedniri tanpa bantuan Taemin .

“Mianhe … oleh karena itu aku minta maaf padamu, kau boleh pukul aku atau apapun kali ini, kau juga boleh meminta apa saja, aku …minta maaf karena tidak percaya padamu…”, jelas Minho sungguh-sungguh, Taemin terdiam, ia menarik nafas dan mengelus pipi Minho dengan sayang …

“Neh … aku juga minta maaf karena marah padamu juga …”, jelas Taemin, ‘Aku harap kita tidak akan seperti ini lagi … aku benar-benar takut kau akan memutuskanku …”

Minho terbelalak, “Hah? Tidak mungkin …”, elaknya, Taemin mengangkat bahunya.

“Aku lebih cemburuan selama ini, pasti kau jenuh …”

Minho terkejut, “Anio! Aku juga, jangan kau pikir aku yang diam jika di publik tidak merasa apa-apa … aku cukup egois untuk urusan berhubungan denganmu!”, jelas Minho semangat. Taemin berdecak.

“I know pabo!” dorong Taemin.

“No push me!”, Taemin mendorong lagi. “No push! Yah! “ Taemin hanya tertawa ketika Minho menyerangnya lagi …
.
.
“Begitu saja baikannya?”, tanya Key tidak percaya dibalik kamar 2min,

“Yeobo, hentikan … tidak baik menguping.”, jelas Onew menggeleng kegiatan kekasihnya itu sedari 1 jam yang lalu.

“Tidak adil, Minho itu benar-benar keterlaluan … dia berlebihan sekali …masa begitu saja baikannya?”

“Bukan urusan kita …”, Onew membalikan tubuhnya dan pura-pura tidur.

“Yah! Jangan tidur!” Key berlari meniban Onew,

“Habis kau lebih tertarik pada hubungan seks orang lain dari pada aku …”

“Oneewwww~~~”

END!
Ceritaa apa ini ya tuhaan~~ wkwkwkwkw…
Sudah yah…annyeong!
Oh, comments are love! Next FF TMIYA! And … WTF!

Advertisements

90 thoughts on “[2min/OpreqFF/yaoi] To much …

  1. ahhh~ aslinya speechless banget ini, daebbak lah aku bingung mau comment apa, aku kasih 4 jempol laahh, hahah keren banget asli
    NC pooolll >_<

  2. Ettt. Dah pnyelesaian masalah pasti brakhir d ranjang xixicxixi kai emang orang ketiga yang ampuh buat ming cemburu

  3. hyaa key xD

    malah nguping!! kenapa ga ngajakin gw? awkakkwa
    tuh urusin onew ampe uring2an xD

    sadis weh berantemnya, kek gangster..
    pukul pukulan, tendang2an.. huaaaa tetem yang ngeri :S

  4. Setelah sekian tahun baru bisa baca >_<
    Selalu suka sama ming yg cemburuan ♡ karna akhirnya pasti nc *plak*
    Nice story ^^

  5. Eh? Aku belom komen?? Sumpaahhh?? 😱😱😱
    Padal aku baca ini dari tahun kapan nih 😭😭 huuuuhhh

    Yatuhan salah paham :’3 pppffttt
    Yaaaahhh kim kibuuuuuummm!!!!!! Lo ngapa coba nguping hubungan orang?
    Urusin onew aja juseyo 😊
    Duuhh abang dino mah penfertian aned sih :3 sihiiyyy
    Hyung yang baik 😄😄😂😂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s