[JINKIBUM – 1S] MY LOVELY BUNNY


Cast : Jinki – Kibum

Author : Yua Wandira

Rating : PG – 17

Genre : Fluff (?), romance, Smutt

Length : One shoot 2000+ word

FOREWORD

Anyyeong ^^ anyone miss me? ;p

Saya datang membawa drabble ga jelas..kekeke~ tadinya ini mau dijadiin part tapiii malah dapet ide lain jadi ini drabble aja yosh~ ga tau ngetik apa..hahhha..karakter Key disini ga begitu kuat..yah namanya juga drabble ya..

White Lies udah selesai tinggal di edit Kei,kekkeke~ mungkin besok bisa di post..

Untuk merayakan ultah SYF ayoooo meramaikan WP dengan FF *lirik author laen*

Untuk iin Uni!! Aku buat ini aja ahahaha.. yang 1 lagi yang part aku udah dapet plot! Tunggu ya uni! Special for you~ but this one special for all onkey shipper ^^

Oke enjoy this ne~ maybe it is little failed..but please bare with me and leave a comment ^^

 

 

 .

.

.

 

 

Ingatlah pertama kali kita bertemu..

Kau memiliki mata yang paling indah..

Dan bisakah aku berkata..aku jatuh cinta..

Sreek..sreek

Kring..kring..

Eumh? Suara apa itu? Siapa disana? Namja imut memeluk boneka bunny berjinjit pelan mencari sumber suara ditaman rumahnya. Ia baru saja pindah ke Seoul hari ini dengan keluarganya. Lalu saat keluarganya membereskan perabotan rumah ia bermain di taman sendirian.

                                                                                        “Eh..”

Namja imut ini berjongkok saat ada seekor kelinci abu – abu mendekatinya. Kelinci yang lucu,pikirnya. Ia mengelus kepala kelinci itu.

“Usagi…usagi..dimana kau..”

“Eh?” O_O

Namja cantik ini berdiri dan memundurkan tubuhnya takut. Mata kucingnya menatap dengan tajam, sedangkan namja tampan di depannya menatapnya dengan heran.

Dia kenapa?ah itu bunny ku. “Bunny..kemarilah..sini anak manis…” namja tampan ini berjongkok dan memainkan jemarinya menimbulkan suara, dan yes.. kelinci abu itu mendekatinya.

Namja cantik memiringkan kepalanya heran lalu memandang boneka bunny miliknya, tokoh kartun kesukaannya, bugs bunny, binatang berkuping panjang.

Namja tampan ini mendekati namja cantik ini, dan ia hampir saja berpikir jika sosok didepannya ini adalah yeoja. Namun setelah diperhatikan ternyata dia adalah namja, ya namja yang sangat manis.

“Annyeong… cho neun Jinki imnida…” namja tampan bermata sipit ini mengulurkan jemarinya dan tersenyum lebar menampilkan gigi kelincinya yang imut. Namja cantik ini masih terdiam dan berpikir kenapa dia dan kelinci itu sangat mirip?

Jinki menunggu tangannya disambut, namun sepertinya namja cantik ini tidak mau dan malah balik menatapnya dan kelinci yang digendongnya dengan bergantian, apa yang ia pikirkan huh?Jinki berpikir keras menautkan kedua alisnya.

“Kibum…..Kibuuuum…masuklah sudah sore..”

Terdengar teriakan dari dalam rumah anak bernama Kibum ini.

“Ne~~”

Lalu ia masuk dan meninggalkan Jinki yang masih mengulurkan tangannya dan baru ia mau membuka mulutnya, “Aku Kibum..annyeong~” namja cantik ini melambaikan tangannya dan tersenyum. Lesung pipitnya menghiasi senyumnya.

“Kibum… manis…”

Jinki bergumam lalu membalas lambaian tangan Kibum dan beranjak dari sana. Matahari mulai tenggelam, pasti kakeknya mengkhawatirkannya.

Tahukah kau?

Kau memiliki senyuman paling hangat..

Dan sejak aku melihatnya..aku mulai menyukainya..

“Kibuum! Ayo makan.. kenapa kau tidak mau makan wortel sih?ini bagus untuk matamu!”

“Sirheo~ aku tidak suka wortel umma..aniii hmmpptt…” Kibum menggelengkan kepalanya kuat dan menutup rapat – rapat mulutnya.

“Turuti umma mu Kibum…” kini sang appa turun tangan membujuk anaknya.

Umma Kibum terus memaksa Key menelan sup wortel itu, tak menyadari sosok yang sejak tadi mengetuk pintu dan berdiri menonton mereka.

“Permisi…ahjumma… aku kesini mengantarkan  ini…”

Kibum memiringkan kepalanya lalu melihat Jinki dan menunjuknya “Ah, bunny!!”

Bunny? Maksudnya? Jinki menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum hambar.

“Ah.. mirip sekalii! Bunny.. kau itu bunny!!” Kibum menepuk – nepuk tangannya heboh.

Jinki memilih untuk mengabaikannya lalu memasuki ruang meja makan mereka dan meletakkan sekeranjang buah – buahan.

“Ini terimalah dari kami, sebenarnya kakekku ingin mengantarnya sendiri, tetapi beliau sedang kurang enak badan, jadi saya yang mengantar ini sebagai ucapan selamat datang..kami tinggal disebelah anda Ahjumma ahjussi…”

Jinki membungkuk sopan berkali – kali.

“Berapa umurmu nak?”

“10 tahun…”

“ah. Tidak berbeda jauh dengan Kibum.. bertemanlah dengan Kibum ne~?”

Appa Kibum menepuk bahu Jinki setelah berterima kasih lalu meninggalkan Jinki dan Kibum berdua. Umma Kibum juga lelah menasihati anaknya untuk makan sup wortel itu. Kini tertinggal Kibum yang memainkan boneka bunny nya, memelintir kupingnya dan sebagainya. Jinki hanya bisa menghela napas pelan lalu duduk disamping Kibum.

“Kenapa sup nya tidak dimakan? Wortel itu kan makanan kesukaan bunny..” Jinki mulai membuka pembicaraan. Sedikit berusaha membujuk namja manis ini.

Kibum hanya menggeleng, lalu melanjutkan aktifitasnya memainkan telinga boneka kelinci itu.

Hhhh.. anak yang aneh, pikir Jinki. Lalu terlintas ide jahil di kepalanya,

SRET

“kyaaa,,”

“Ssstttt…aku akan mengembalikannya jika kau mau makan sup wortel ini.. ppali dimakan..”. Jinki menyendok sup wortel itu tapi Kibum menutup mulutnya rapat – rapat.

PRANG

Sendok itu terjatuh ke lantai karena di tepis oleh Kibum, menimbulkan suara berisik.

“Kibum bilang, Kibum tidak suka wortel.. wortel itu makanan bunny.. kasih saja buat bunnymu sana!” Kibum berteriak kesal , “Atau kau saja yang makan.. kau kan juga bunny..!”

Hah? Mwo ya? Apa yang ia katakan? Jinki tidak percaya anak ini benar – benar menyebalkan.

“Baiklah.. arra..arra.. terserahmu sajalah.. oke? Aku pergi, usagi juga belum makan wortel malam ini..”

GREP

Kibum menarik kaus Jinki dan memasang muka memelas *____*

“Mwo?”

“Ikut…”

“Ani.. kau tidak mau makan wortel tidak boleh lihat usagi!”

“Huks… mau lihat bunny.. huweee …” Kibum menarik – narik kaus Jinki, membuat Jinki berdecak kesal. Anak ini benar – benar menyebalkan, aku tertipu dengan wajah manisnya. Ck~!

“Ahh.. arra..arra.. baiklah.. ayo ikut aku.. dan satu lagi, namanya bukan bunny! Namanya usagi..!”

“usagi…?” Kibum mengangguk mengerti dan dengan semangat menggandeng tangan Jinki. Namja tampan ini hanya menggelengkan kepalanya heran, anak ini benar – benar aneh, ia bisa tertawa lalu beberapa detik kemudian bisa menangis dan tertawa lagi. Akh..

“Kkaja.. kasih makan bunny~!!!” Kibum menaikkan satu kepalan tangannya ke udara dengan senyum yang merekah di bibir imutnya.

Jinki menepuk jidatnya pelan.. aissh jinjja.. kenapa masih saja memanggil bunny, gerutu Jinki dalam hati.Jinki meminta ijin umma appa mengajak Kibum kerumahnya, lalu mereka pergi.

=====@@@@=====

14 tahun kemudian…

Cinta adalah cinta..

Cinta tak pernah cukup diungkapkan dengan kata – kata

Karena cinta bagiku adalah…dirimu.

Tik..tok..tik..tokk

Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi KST, dan sudah entah berapa kali namja cantik ini menatap jam seolah jam itu tidak pernah berputar sedetik pun. Namja cantik yang menunggu nampyeon nya tercinta pulang kerumah, membuka dasinya sekedar mencium nya sebelum tidur. Rindu..ya ia sangat merindukan namja tampannya, jiwanya. Sudah seminggu ini Jinki, nampyeonnya pulang terlambat. Tak elak hal ini membuatnya berpikir yang tidak – tidak membuatnya pusing sendiri dengan pikirannya. Jinjja..memikirkannya saja membuat hatinya seperti tertusuk duri. Namja cantik ini menggelengkan kepalanya keras lalu duduk lagi di sofa memeluk lututnya kembali menunggu nampyeonnya ditengah kesunyian malam. Sepi dan dingin..

“Bunny… hiks….”

Kilatan dimata cantik itu akhirnya terlihat, dan kini ia menangis terisak, kenapa?kenapa Jinki belum pulang juga? Namja cantik ini akhirnya tertidur di sofa dengan sisa air mata yang mengalir di pipi putihnya, hidungnya memerah dan matanya sangat sembap.

CKLEK..

Pintu terbuka, masuklah sosok tampan yang ia tunggu sejak tadi, jam menunjukkan pukul 03.00 pagi. Bukan jadwal biasa untuk seseorang yang bekerja bukan? Jinki, melangkahkan kakinya hingga ia menemukan Key, terbaring di sofa memeluk boneka bunny besar dengan wajah yang.. sembab?

“Hhhh.. key…kenapa tidur disini lagi..”

Mengecup keningnya lama, lalu menggendongnya kekamar, membaringkannya di kasur. Key terlalu lelah sehingga ia tak sadar Jinki sudah pulang. Jinki menatap Key lama, mengusap air mata di pipi yang itu lalu mengecupnya. Kening, hidung, pipi lalu berakhir di bibir. Meski tak ada reaksi dari bibir cherry itu, namun rasanya masih sama,manis..

Setelah Jinki membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan piyama, ia membaringkan dirinya disamping Key dan memeluknya dari samping.

“Jumuseyo sayang…” mengecup lagi bibir cherry itu sekilas.

Lalu ia terlelap karena tubuhnya benar – benar butuh istirahat.

.

.

.

“hmmmh… “ erangan kecil dari mulut namja cantik ini, masih betah memeluk boneka bunny nya sampai ia mencium bau makanan dari dapur. Apa itu Jinki?Ia menatap jam Bugs bunny di mejanya menunjukkan pukul 06.00 pagi. Menyipitkan matanya, berusaha melihat lagi dengan jelas apa matanya salah.

Tidak! Ini benar jam 06.00 Key! Namja cantik ini terkejut lalu ia lihat disampingnya kosong, tidak ada sosok imut yang biasanya masih tertidur, yang biasanya ia cubit pipinya karena nampyeonnya ini tidak mau bangun.

Ia berjalan keluar, lagi – lagi memakai sandal rumah bugs bunny berwarna abu yang hangat. Lalu ia ke dapur, dan melihatnya.. Jinki nya sedang menggoreng telur dan memanggang roti. Ia menatap punggung lebar itu lama, punggung yang sangat ia rindukan.

GREP

Tangan kurus itu melingkar diperut namja tampan ini, menekan wajahnya di bahu nampyeonnya merasakan aroma tubuh maskulin yang sudah sangat ia rindukan.

“Sayang.. sudah bangun?” Jinki berusaha membalik tubuhnya namun Key masih memeluknya erat dari belakang menggelengkan kepalanya. Biarkan..biarkan seperti ini Jinki..please..

“Bunny jahat.. bunny jelek…”

Jinki terkekeh mendengar dengungan istrinya. Yah, mulai.. sebentar lagi pasti Key akan memulai nagging nya, tapi tahukah kau Key? Omelanmu terlalu imut bagi Jinki, hanya membuat cinta itu semakin besar baginya.

Jinki mematikan kompornya lalu perlahan melepas lingkaran tangan itu, namun Key masih bersikeras. Jinki merasa kaus nya basah, Key menangis?lagi?ck~ kadang hal ini mengusik pikirannya, ia merasa menjadi suami yang buruk bagi Key.

“Bunny jelek ingin melihat wajah nyonya bunny yang cantik..apa nyonya Bunny tidak merindukan tuan Bunny yang jelek ini eoh?”

Key mencubit pelan perut Jinki, dasar bodoh.. kenapa ia selalu saja lemah dengan kata – kata Jinki. Rasanya ia ingin menceburkan dirinya ke laut jika Jinki sudah berkata manis, ia tidak bisa marah sama sekali. Tidak pernah sukses membuatnya memaki suami bodohnya ini yang membiarkannya menunggu di sofa semalaman.

“Nah kalau begini kan aku bisa lihat wajah cantik Nyonya Bunny..”

Mengelus pipi itu, namun mata Key tidak mau menatapnya, ia hanya melihat lantai dapur. Jinki menarik dagu Key, menyuruh mata cantiknya menatap mata sabitnya. Jinki memberikan senyum terbaiknya lalu mencubit pipi istrinya gemas.

Chu~

Mencium bibir cherry itu sekilas, tapi masih diam.. Key sepertinya merubah sistemnya. Kini ia membisu, bahkan ini lebih buruk daripada ia mengomel bagi Jinki. Jinki menarik kedua tangan Key dan mengalungkannya di lehernya lalu menarik pinggang rampingnya merapat dengan tubuhnya sehingga tidak ada jarak antara tubuh mereka.

“Apa kau benar – benar tidak merindukanku eumh?” Jinki memainkan hidungnya, menggosoknya pelan dengan hidung Key.

“hmmm..”

Hanya dengungan malas dari Key. Sungguh semakin membuat Jinki gemas dan semakin menekan tubuh mereka sampai bagian bawah mereka bergesekkan.

“Akh…”

Berhasil! Jinki berusaha menggoda istrinya ini. Key menggigit bibir bawahnya dan memukul pelan dada bidang Jinki dan bergumam tak jelas mengerucutkan bibirnya lucu. Hey tapi lihatlah semburat merah di pipi itu bertolak belakang dengan raut wajah kesal Key dan reaksi tubuhnya yang terlihat menikmati sentuhan Jinki.

“Bunny cantik.. jangan marah ne~ bogoshippo…” Jinki berbisik di kuping Key, dan menggigit kecil daun telinga Key,membuatnya mengerang tertahan.

Key mencengkeram kemeja Jinki.. “Bohong…” Key menggumam pelan namun cukup terdengar di telinganya.

Jinki mengusap pelan pipi tirus itu dan satu lengannya masih memeluk pinggang ramping Key. Mata sabit ini memandang wajah cantik istrinya yang masig ditekuk dan masih tidak ingin menatap matanya. Key mengerucutkan bibirnya imut dan matanya melirik kesamping. Hmmfftt itu membuat Jinki ingin tertawa, lucu sekali pikirnya.

Tak tahan dengan bibir imut itu, ia menarik tengkuk Key lalu menciumnya dengan sangat lembut dan pelan. Sedetik Key membulatkan matanya terkejut, dapat ia rasakan Jinki tersenyum di sela ciuman mereka. Jinki memainkan bibir bawah istrinya ini, mengulumnya pelan dan menghisapnya. Entah sejak kapan Key membalas ciumannya dan kini semakin memanas. Jinki menaik turunkan tubuhnya menggesek bagian sensitive mereka membuat Key mendesah dan kesempatan itu dipakai Jinki memasukkan lidahnya. Menarik daging kenyal itu untuk menari bersama saling menghisap dan menggigit.

Nafas mereka memburu, udara di sekitar mereka menjadi panas padahal ini masih musim salju. Key semakin mengeratkan lingkaran lengannya di leher Jinki. Sesekali menjambak rambut brunette Jinki merespon sentuhan Jinki yang kini menelusup kaus piyamanya, mengusap punggung ramping itu lalu pindah ke perut datar Key.

Hosh..hosh..

Key melepaskan tautan bibir mereka lalu menatap Jinki dengan sendu.

“Aku benci bunny jelek..bunny jahat..”  menundukkan wajah nya dan menggigit bibir bawahnya.

Manisnyaaaaa… huh apapun yang dilakukan Key membuat Jinki semakin dan semakin mencintainya. Jinki mengangkat kaki Key satu persatu lalu HUP .. menggendongnya ala baby koala dan mendudukkanya di meja makan. Key hanya diam dan menerima apapun perlakuan suaminya, karena sejujurnya ia juga sangat merindukan Jinki, sangat merindukan sentuhannya.

“Aku tidak masuk kerja hari ini..eotte?” tersenyum lebar memperlihatkan dua gigi kelincinya dan menumpu tangannya di meja memenjarakan Key.

“Lalu.. apa yang akan kau lakukan?” Key mengerjapkan mata kucingnya imut.

SRET

Jinki menarik tangan kanan Key dan meletakannya di dada bidangnya, “yang benar apa yang akan kita lakukan sayang…” Key terkekeh pelan.

“Hmmphh..”

Kini Key yang menarik tengkuk Jinki dan melanjutkan ciuman mereka, merasakan debaran jantung masing – masing. Meluapkan rasa rindu yang menumpuk di dada mereka. Kesibukan Jinki yang membuat mereka tak memiliki waktu bersama, bahkan sekedar mengucapkan selamat malam lalu mengecup bibir cherry itu saja Jinki tidak sempat.

“Nggh..”

Jinki menekan nipple Key dari balik piyamanya, sedangkan kaki Key masih melingkar di pinggang Jinki. Jinki membuka satu persatu kancing piyama Key lalu mengecup, menghirup bau tubuh Key, aroma vanilla. Menyesap leher jenjang Key, dan kini tangan Key ikut membuka satu persatu kancing kemeja putih Jinki.

“Kau ingin menggodaku eumh? Kenapa tidak pakai….”

Jinki mengelus member Key yang sudah menegang dibalik celana piyamanya yang tipis. Key tidak memakai celana dalamnya, membuat member itu yang menegang sangat terasa saat bersentuhan dengan member Jinki dari balik celana bahannya.

“ahh..Jinki..please..”

Key menjambak rambut brunette Jinki saat ia merasakan dua kenikmatan sekaligus, membuatnya membusungkan dada nya dan sedikit membuka mulutnya. Bibir tebal jinki sedang asik mengulum nipple kiri Key sedangkan tangannya yang kanan sibuk memijat member Key perlahan, sedikit memainkan twinball Key.

“Please..what.. baby bunny…”

GREP

“Bunny…. Uhh..”

Key menarik kerah kemeja Jinki, membuka satu kancing terakhirnya lalu melepaskan kemeja itu dan membuangnya ke lantai.

“Nyonya Bunny sudah tidak sabar eumh…nikmatilah sayang…”

Jinki mengangkat tubuh Key, masih dengan koala hug dan membawanya ke kamar, menyelesaikan urusan mereka. Tautan bibir itu menimbulkan suara kecapan seiring Jinki menggendong Key dan membaringkannya di kasur.

“Baby bunny… aku belum mandi…..” Key mengedipkan matanya lalu melirik kearah kamar mandi.

“Not bad….”

Jinki menyeringai nakal dan menggendong Key bridal style, Key mencubit hidung Jinki gemas dan terkekeh.

Love is Light in the darkness..

Love always shining your life no matter how much the darkness face you..

In the past Love is you..

Now Love is …. Us…

 

-end-

GIMANA? Aneh ya.. ahahaha… ayo dikomen.. yang komen dapet pahala (?)

Thank you for comment~ ^^

 Onewbunny : gomawoo komennya *aegyo*

 

 

101 thoughts on “[JINKIBUM – 1S] MY LOVELY BUNNY

  1. sesuatu benget ni couple,,, hiks, pengen kya mereka *nangis kya key*
    tapi kenapa tiba-tiba udah nikah????

  2. mauuu dimanjain Jinki…ah envy banget sama nih ‘nyonya bunny’
    ngebayangin Key kecil yg manja,,pasti imut banget❤🙂

  3. Aaaaaaaaaa…….. Saya juga mau jadi nyonya bunny…..😀 #plakk
    *comment tak berbobot*
    iiiiihh,…… Serius, ini sweet bgt….
    Authoooooor….. I Heart You…. :*❤
    *author muntah
    Aku sukaaaaaaaaa………. Sama nie ff🙂 apalagi ama cast utamanya…. :p
    ahh, pngen gigit..

  4. ya ampun manisnya….
    Lucu deh waktu kibum msh kecil,,
    kibum manja bangett wow mau nc’an di pagi hari,,di dalam kamar mandi lagi…

  5. ngebayangin Key kecil sama Jinki kecil , aiih imutnyaaa …
    ‘Nyonya Bunny’ berutungnya dirimu dapetin ‘Tuan Bunny’ kekeke~
    pengeen juga dimanja² ama ‘Bunny’ kayak gitu haha manisnya mereka ini❤
    neomu joaheyo😀

  6. Baby Bunny…
    cimi juga suka bunny bugs, uhh pengennn,, pengeeen Jinkinya, hahaha
    mereka berdua sweet banget,, dri kecil ampe gede,, suka yg happy averafter gini

  7. love at first sight ya kibum kkk
    lucuuuu kibumnya manggil onew bunny u,u
    manjanya kibum ituloh!!!gemesinnnnn
    nyonya bunny?aigoooo xD

  8. Oohh ini pas nyeritain masih kecil ya? Btw itu fto si Kibum kecil imut banged ya, tapi kog di FF ga cadel ngomongnya? Hahaha
    aaahh masa anakk” yang lutuunaaa , ihh dasara bummie manja , masa ga doyan wortel , padaha suami kamu kan kelinci cuka woltel XDD >_<

    duh ortunya kibum dikasih buah bilang kek makasih udah dibawain buah , huuu (kenapa jadi emosi sih ya)

    oohh langsung udah nikah ajasih cepet banged hahaha, ahelah lebay banged masa suami belom pulang udah nangis gitu aja , pake tertusuk duri lah hatinya haha lebay parah kamu kibum , ntar juga pulang hahahay mungkin lagi meeting atao jalan macet ato lagi bnyak kerjaan , ck! Besoknya malah merajuk berakhir di kamar mandi be-gi-tu-an ckck –'

  9. *ngakak dulu* Imutnya couple ini. Habis scene dimana jinki bilang kibum nyebelin banget, eh langsung ada 14 tahun kemudian xD Udah nikah pula -_- Harusnya diceritain dikit perjalanannya, biar unyu *pouted
    Sipiceles banget ama Mr. & Mrs. BUNNY. Harmonis + Romantis + Pervert xD They are so like real TT

  10. Kim Kibuuuuumm kamu maniisnya ngalahin gula bikin aku penget gorokk kamu aja *plak

    Jinkibum so sweeeet,kibumnya manjaaa suka..sukaa.sukaa

  11. Kyakkk udh nikah teenyata meeeka :*
    Kibum kecil lucu bgt yakin wkwk
    Kibum yg manja dengan jinki yg sabar dan penyayang..cocok sekaleeehhh
    Like ittt

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s