[Jinboon] Bad Girl Good Girl – part 1 of ?


Bad Girl Good Girl
Jinboon (JinkixKeyboon)
Smutt, romance
G – idk
Lenght 1 – ?
Author: Sanniiewkey~

Foreword: Nah, idk Cuma iseng aja mau bikin SG , kekekek~ gak ngarep banyak, suka gak suka harus komen, mau jelek mau bagus komennya monggo aja, gue suka yang apa adanya, jujur emang menyakitkan, tapi kalau terus boong bilang jelek tp bagus, itu yang gak baik dan nggak membangun~ so feel free to comments! ILY suunders!

Poster Credit by: Aetherion Vienna 

(Thank you dear)

Rambut panjang ikal kuncir dua, dengan poni hampir menutupi seluruh bagian mata, kacamata berbingkai besar dan aneh, serta lensa setebal pantat botol … apa lagi yang bisa deskripiskan tentang yeoja satu ini, Kim Keyboon, nama yang bagus! Tapi bagi segelintir orang, termasuk anak-anak populer, nama bukanlah segalanya kalau fisik mu saja jauh dari rata-rata, penampilan itu penting, lalu … apa yang salah?

“Heh betty lafea! Kalau jalan pake mata, masih kurang punya mata empat?”, bentak seorang yeoja entah siapa.

“M-mianhe…”, bisiknya,

“Apa? Kau bicara apa?!”, teriaknya di telinga yeoja berkacamata tebal yang tersudut di lobi sekolah pagi itu, menggenggam tumpukan buku ditangannya. “Kalau ngomong tuh harus ada suaranya, udah butik , bisu juga ternyata?”, yeoja itu menoyor kepalanya,

“Mianhe Nicole –shi …”, ucapnya, ‘

“Woah? Kau tahu namaku?”, pekiknya, “Bagus! Berarti kau tahu berurusan dengan siapa, lain kali kalau jalan gunakan mata empat mu itu untuk melihat! Dasar cupu!”, BRUK

Buku yang digenggamnya jatuh begitu saja kelantai ketika yeoja itu pergi dengan segerombolan teman-temannya yang menabrak yeoja itu. Ia menarik nafas, membenarkan letak kacamatanya dan membungkuk, saat ia sedang memunguti semua berkasnya, tangannya terhenti, melihat tangan lain menggapai beberapa sisa buku yang berserakan, dari balik poninya ia melihat sosok itu, sosok yang dibilang malaikat oleh seluruh sekolah.

Ketua OSIS disekolah, MVP berturut-turut dalam kejuaran basket, otak pintar, meski nomer 2 –karena jujur, yeoja itu nomer 1 diperingkat sekolah- namja didepannya ini mempunyai senyum maut, senyum malaikat katanya. Dan .. belum lagi reputasi lainnya, katanya keluarganya merupakan penyandang terbesar disekolah, dan ya … dia sangat amat kaya untuk anak berumur 19 tahun.

“Ini …”, katanya, “Kalau jalan hati-hati, lagi pula buat apa buku segini banyak dibawa? kau bisa taruh di loker mu, itu gunanya loker menurutku.”, jelasnya,

Yeoja itu memungut bukunya dan mengangguk pelan, syukur ia bisa kendalikan tubuhnya, meski ia gemetar karena gugup, ia sangat kagum pada namja didepannya ini, dan mimpi apa dia bisa bertemu dengannya?

“G-gamsahabnida Jinki sunbae …”, lirihnya,

Namja bernama Jinki itu berdiri dan menepuk tangannya yang padahal tidak kotor, yeoja itu ikut berdiri, membenarkan pegangan bukunya dan memberi hormat.

“gamsahabnida … aku duluan…”, ucapnya pelan.

“Tunggu!”, Jinki sudah menahan jalan nya, yeoja itu menunduk ketika Jinki menatapnya, namun namja itu berjalan ke sisi lain, kesisi belakang tubuh yeoja itu. “Omo …”, pekiknya. Yeoja itu menoleh kaget. “Benar dugaanku …”, katanya memandangi pantat yeoja itu, sontak yeoja itu memundurkan tubuhnya malu.

“A-apa?”,“Mianhe …”, Jinki menggaruk lehernya, “Itu..mm…di bagian rok belakang seragammu … “, yeoja itu memegangnya dan …ia terkejut.

“Hah?”, yeoja itu terkejut pelan.

“Ah! Kau pegang! Aaah~~ kan lengket~ siapa yang lakukan itu padamu?”, tanya Jinki, yeoja itu menunduk lebih dalam, ia baru saja memegang rok belakangnya, dan ada sebuah permen karet disana, ia belum duduk dimanapun sejak pagi berangkat, ia diantar mobil kesekolah, dan menabrak segerombolan Nicole dan …

“Nicole?”, ucap Jinki, yeoja itu  mendongak, ‘Hah~~ sudah kuduga itu pasti dia …”, Jinki berdecak, ia melihat ke arah yeoja itu yang masih diam saja. ‘Kajja!”, Jinki menariknya paksa.

“M-mau kemana?”

“Ganti rok mu. Apa lagi? Kau mau jadi bahan tertawaan sepanjang hari? Ganti baju olah raga saja …” ajak Jinki,

“T-tapi …” yeoja itu menarik tangannya cepat, “Tidak apa … aku pulang saj—“

“Mana bisa pulang?!”, yeoja itu terkejut ketika Jinki tidak sengaja berteriak, “Ah, maaf …maksudku …itu … mana bisa kau pulang? Masa mau ijin? Sebentar lagi ujian … kau tidak boleh bolos … “

“B-bukan begitu .. aku tidak bawa baju olahraga …” lirihnya , Jinki menarik nafas.

“Pakai punyaku saja! ayo cepat , sebelum bel masuk!”, Jinki menarik tangan yeoja itu lagi.
.
.
Entah kenapa Jinki selalu care pada yeoja itu, yeoja yang bahkan tidak menarik sama sekali, dan  … bukan tipenya, tentu saja, ia punya selera tinggi juga, dan pilih-pilih dong. Namun entah kenapa, yeoja yang seharusnya umurnya dibawah 2 tahun dengannya itu membuatnya sedikit terganggu. Pertama, ya karena dia yang seharusnya lebih muda dari Jinki karena dia ikut akselerasi bisa setingkat dengan Jinki dan parahnya, mengalahkan rangkingnya. Kedua, ia gerah melihat yeoja ini selalu diam saja kalau ditindas, bersikap seakan dia pantas mendapatkannya, dan tidak ada pembelaan diri. Ketiga … sedikit kasihan, meski sebal, ia pantang menyakiti perempuan.

Greek~

Jinki menoleh ke arah pintu kamar mandi wanita, yeoja itu keluar dengan setelan baju olahraga Jinki … dan kebesaran. Celana yang ia kenakan diguulung cukup banyak karena tingginya tidak sama dengan Jinki. Meski begitu, Jinki menilai ia cukup lucu … tunggu, lucu? Anio …

“Sudah?”, tanya Jinki. Yeoja itu mengangguk.

“G-gamsahabnida sunbae…”

Jinki berdecak , “Kau seangkatan denganku, kenapa panggil sunbae?”

“Itu …”

“Iya iya aku tahu … kau lebih muda, tak usah di bahas aku sudah tahu , ah aku benci tua …”, erang Jinki. Jinki berjalan duluan, ia menoleh melihat yeoja itu masih ditempatnya.

“Kau bukannya ada kelas denganku?”, tanya Jinki, yeoja itu mendongakan sedikit kepalanya, ini yang Jinki sebal juga, yeoja ini tidak pernah tahu sopan atau apa, apa yang ia cari ditanah? Jika diajak bicara liatnya kebawah terus, dan jika dipanggil mendongak sangat sedikit sekali.

“Iya …”,

“Ya sudah ayo …”, Jinki berjalan mendahului, ia mendengar perlahan langkah yeoja itu mengikutinya, ia hanya bisa bersungut, yeoja ini benar-benar kasihan sekali sih …
.
.
“Kau tidak pernah telat sebelumnya …”, ucap Jonghyun setelah selesai pelajaran keempat. Jinki mendongak dari bukunya dan berdecak.

“Wae? Tadi pagi?”

“Yup!”, jelas Jonghyun, “Dan kenapa kau bersama si … betty lafea korea itu ? dan pakaian siapa itu yang dia pakai? Kau? Kau lakukan apa dengannya?!”, Jonghyun memajukan bangkunya, sambil sesekali menatap ke arah yeoja diujung ruangan yang sedang mengepack semua bukunya.

“Berisik sekali sih … “, Jinki memukul kepalanya dengan buku. “Namanya Keyboon, kau ini …”, Jinki melirik ke arah Keyboon yang sudah keluar kelas, “Nicole dan teman-temannya beraksi lagi, saat aku datang ia sedang membullynya, dan rok yang ia pakai sengaja ditempelkan permen karet oleh mereka.” Decak Jinki.

“Woaaa… daebak! Nicole kejam memang …” tawa Jjong, namun ia segera diam ketika dilihat Jinki.

“Aku pinjamkan saja bajuku.”,

Jinki tidak menerima respon apapun, namun ketika ia mendongak, ia mendapat senyuman dan cengiran khas dino head itu, “Mwoyaaa?”, tanya Jinki.

“Kau~~~ hahaha … jangan bilang kau naksir dengan si betty!” Jonghyun menepuk tangannya, Jinki menatapnya seperti kau-sudah-gila-ya?

“Aku?”, tunjuk Jinki ke hidungnya, ‘Kau bercanda … aku cukup berselera dalam memilih … kau meragukan ku hah?”, tanya nya . Jonghyun hanya tertawa dan mengangkat bahunya.

“Kupikir dia lumayan …”, ucap Jonghyun, Jinki mengerutkan alisnya, “Lumayan kalau buat cadangan terakhir!’tambah Jjong.

“Jaga mulutmu!” ucap Jinki kesal,meski ia memang tidak suka tipe rendahan, ia memilih diam dan tidak mengolok , itu bukan sifatnya.
.
.
Angin bertiup kencang ketika pintu ia buka, menerpa rambutnya sehingga berantakan kemana-mana, tangannya ia angkat dan menyibak poninya kebelakang. Ia naik ke atas tembok dengan tangga disana, mengambil posisi duduk , menaruh tasnya, dan mengeluarkan beberapa cemilan dari dalam tas. Ia rebahkan badannya di lantai, bersender pada tembok yang tinggi, angin terus menerpa wajahnya.

Drrt Drrt Drrt

“Yoboseyo?”

Ia berdiam sejenak, mengambil sesuatu dalam tasnya, mencari benda berbentuk babi, membuka moncongnya dan keluarlah api, menyulut pada sebatang rokok di mulutnya.

“Nanti malam? Arrasoo … kau jemput aku saja jam 10, oke … annyeong!” Pip. Ia meniup asap rokok dari bibirnya.

“Ck … BT sekali aku rasanya, akan kubalas nanti … “
.
.
Diiin…Diiin …

Ia mengeluarkan kepalanya dari balik jendela, melihat temannya melambai dari mobil nya, ia tersenyum dan berteriak.

“Jakkaman! Sentuhan terakhir , oke?!”

“Palli!”, balas temannya, ia mengangguk dan berlari kedalam kamar. Berdiri didepan kaca, mengibas rambutnya kebelakang, kemudian ia tata lagi dan jatuh begitu saja, ikal indah sepunggung.

Mengambil eyeliner di meja rias, memberikan sentuhan terakhir pada mata feline eyesnya, memberikan lipglosh pada bibir mungilnya, mengecapnya satu..dua…voila, cantik!

“Siapa yang cantik?”, tanyanya pada kaca, “ME!”, pujinya tertawa sendiri, ia cek penampilannya sekali lagi, dress hitam metalik beludru sepaha, dan heels perak 7 cm , hanya gelang dan kalung yang simple, membuat gaya chicknya terlihat biasa namun wah.

“Bring it on babe!’, pekiknya dan menyambar mantel bulunya, keluar dari dalam apartemen.

“Hai CL!”, sapanya ketika masuk kedalam mercy temannya itu.

“Hai Key!”
.
.
Sebenarnya ia bukan tidak suka party , ia sangat suka, namun kali ini ia tidak suka caranya, appanya benar-benar keterlaluan! Mana ada anak berumur 17 tahun diperbolehkan open table dan menyewa full sebuah venue hanya untuk ultah sweet 17th nya? Ia kesal sekali, ini namanya merusak moral anak muda. Well, meski ia juga sering clubbing … tapi ini keterlaluan …

“Oppa~~”, namja tampan itu menoleh ke arah yeoja cantik yang menggelayut manja di tangannya. ‘Jangan marah~ kan aku sudah janji tidak akan macam-macam kok …” bujuknya.

“Seharusnya kau tidak terima tawaran Appa, kau bisa buat pesta yang biasa saja … ini sih berlebihan namanya …” Jinki menjawabnya bosan.

“Oppa … kenapa Oppa begini sih? Ini kan ultahku, aku juga toh mengundang teman sekolah kita saja kan? aku juga janji tidak akan mabuk! Aku minum orange juice kok … Minho oppa juga tidak memperbolehkan, ya kan Oppa?!”, tanya nya pada namja lain yang berdiri didekatnya,
Namja itu tidak bisa menolak permintaan adiknya tersayang. “Baiklah, kau sudah janji padaku ya Taeminnie!”, ucapnya.

“Sip! Jadi aku akan mulai pestanya sebentar lagi, kau tunggu sebentar , aku akan cek tamu lain dulu!”,

“Oke …”, angguknya. “Minho, jangan biarkan dia macam-macam!”, suruhnya pada namja yang sekarang sudah ditarik adiknya itu.

“Siap Jinki hyung!’

Jinki menatap lantai dansa yang sudah penuh dengan orang, dan membuatnya kesal adalah, si Dino Jjong itu sudah memulai aksinya sebelum pesta dimulai. Dasar! Lebih baik ia mencari spot yang lebih lengang untuk menarik nafas …
.
.
Jinki mengedarkan seluruh pandangannya kedalam club, semua orang sudah ramai, ia biasanya turun ke lantai dansa dan menggila bersama Jonghyun, tapi kali ini ia tidak tertarik, tidak mood dengan suasananya, dan tidak menemukan hal menarik. Memang beda kalau kau datang ke sebuah venue ketika kau ingin havefun , atau kau hanya datang memeunuhi undangan seperti saat ini.

“Satu cocktail … mix-up saja!”, Jinki menoleh kesebalah kanannya, ia melihat seorang yeoja mengibaskan tangannya di leher, peluh bercucuran dari kening, dan turun keleher, dan turun ke pundaknya, Jinki melihat kulit creamy white itu begitu indah.

“Ada yang salah?”, ia terkejut, melihat yeoja yang sedang ia pandang itu menatapnya dari balik gelas. Jinki mengutuk dalam hati, shitt! Ia pasti terlihat seperti mata keranjang beberapa detik lalu.

“Tidak! Maaf … “, ucapnya menenangkan degupnya, dan guess what! Yeoja didepannya ini begitu … cantik, ani .. gorgeous! “Ini …”, Jinki mengambil tisu didekatnya, yeoja itu melihat ke arah tisu itu dan melihat ke arah Jinki.

“Elap keringatmu…”, Jinki menawarkan sambil tersenyum seramah mungkin, Yeoja itu mengambilnya dan tersenyum simpul.

“Sepertinya kau menikmati pesta ini …”, ucap Jinki membuka pembicaraan, yeoja disampingnya itu menoleh sekali lagi dari kegiatannya menikmati minuman ,mengangguk mendengarkan suara beat musik.

“Well … actually, not bad for kid who celebrate her sweet 17th for do party like this!”, ucapnya berdecak, mengibas rambutnya kebelakang karena gerah.

Jinki berdecak, mengangguk … ternyata bukan hanya dia yang berpikir dalam arti sindiran … “Kau temannya?”, tanya Jinki,

“Nugu?”, tanya yeoja itu, “Aku? Nah~ bukan … aku hanya tahu dia saja …”, jawabnya menyengir.

Jinki mengangguk, “Aku kakaknya …”, dengan bodohnya ia membalas jawaban yeoja itu, Yeoja itu menoleh, menatap Jinki sejenak dan mengangguk, dammit, Jinki merasa malu, seharusnya ia tidak usah pamer … toh tidak ditanya, dan apa untungnya kalau dia kakak dari sang punya pesta? Masalah buat yeoja itu? Tidak kan?

“Aku bisa lihat kau mirip dengannya …”, balas yeoja itu akhirnya, Jinki terkekeh, “Sedikit tapi ..”, tambah yeoja itu , Jinki menoleh takjub, yeoja ini pintar bermain kata …

Mereka bertatapan dan tertawa, lucu sekali … pembicaraan tidak penting, tapi satu, Jinki merasa nyaman berbicara dengannya.

“Aku Lee Jinki, atau Onew, semua panggil aku dengan sebutan itu, …well, kadang-kadang sih …” Jinki mengulurkan tangannya,
Yeoja itu menatap tangan Jinki sejenak, dan menatap Jinki, “Key.”, jawabnya singkat, menyambut jabat tangan itu sebentar dan melepasnya.

“Kau satu sekolah denganku? Aku tidak pernah melihatmu?”, tanya Jinki, Key menoleh dan hanya tersenyum.

“Ah, kau mau dance?”, tanya Key tiba-tiba ketika ia dengar suara musik mengalun, “Ini favoritku.”, katanya berdiri, mendengar alunan david guetta ft akon – sexy bitch mengalun. “Kajja ..Onew?” ajaknya dengan sarcastic, “Kau tidak mau diam saja di pesta dongsaengmu kan? dia akan sedih melihat Oppanya hanya duduk saja?” ucap Key menyengir.

Jinki berdecak, “Aku tidak bisa dance?”, jawabnya asal, liar.

“Masa?”

“Ng!”, ia mencibir sambil mengangguk, liar again. Key memutar bola matanya.

“Oke.”, katanya dan berlalu begitu saja di lantai dansa.

Jinki memperhatikan Key yang berjalan ketengah lantai dansa, bertemu dengan seseorang temannya disana yang Jinki kenal bernama CL, oh … dia teman CL? Pantas … Nafas Jinki terhenti ketika melihat Key saat ia mulai menari, cara tubuhnya bergerak mengikuti beat musik, kekanan dan kekiri, cara tangannya ia angkat ke atas, dan mengibas rambutnya, Jinki melihat semua itu dengan takjub, ia tidak tahu kenapa … banyak yeoja menarik disekelilingnya selama ini , tapi tidak pernah ia rasakan seperti ini?

Key baginya terlihat sangat … luar biasa, sekali berbicara dengannya tadi, meski tampak dingin, tapi ia cukup ramah … dan Jinki diam-diam hanyut dalam pesona yeoja yang baru beberapa menit bertemu dengannya itu, ya terlihat sangat menggoda, tapi entahlah … Jinki merasa pensaran dengannya. Siapa dia? Benarkah ia kenal dengan Taemin? Kenapa ia bisa ada di pesta ini?

“Oppa!!” pekik Taemin, Jinki menoleh dan memegang dadanya, melihat dongsaengnya mempoutedkan bibirnya, “Oppa masih tidak suka dengan pesta ini?”, tanyanya lesu, Jinki tersenyum, ia elus kepala adiknya, dan melihat ke arah lantai dansa sekali lagi, dan dengan kebetulan … mata nya bertemu dengan mata Key yang sedang melihat ke arahnya, namun Key langsung menoleh ke arah lain.

“Aku menikmatinya … setidaknya sekarang…”, jawabnya mencubit pipi Taemin, Taemin melihat ke arah lantai dansa,

“Ahh~ kau menemukan yang ‘menarik’?”, goda Taemin, Jinki membulatkan matanya, dan melihat ke arah Key.

“Kau kenal yeoja disana? Dengan dress hitam, yang sedang menari bersama CL?” tunjuk Jinki dengan dagunya, Taemin melihat ke arah lantai dansa dan menggeleng.

“i dunno … mungkin salah satu teman sekolah? Senior? Molla … aku mengundang semua teman sekolah, sekalipun yang tidak kukenal … mungkin dia salah satunya?”.

“Oh … arra—“, Jinki terhenti ketika ia melihat Key didekati oleh salah satu namja, entah kenapa ia jadi emosi. Ia meninggalkan Taemin begitu saja dan bergegas ke arah lantai dansa.

Namun sebelum ia menghentikan gerakan tangan namja yang akan memegang pinggul Key…

“A-ahh~!!’, teriak namja itu, Jinki terhenti didepan mereka, Key sudah memegang tangan  namja itu, memelintirnya dan menatapnya sangar.

“Jangan macam-macam yah?”, ucapnya sinis. Namja itu meringis dan pergi, Jinki seperti pahlawan kesiangan dia hanya berdiri disana dan menatap Key takjub.

“Waw …”, puji Jinki mengangguk kagum, Key menoleh, “Reflek yang bagus Key.”, pujinya lagi, Key berdecak.

“Jadi, kau putuskan untuk berdansa …hm..Onew?”, tanya Key menyengir, Jinki mengangkat alisnya.

“Ani …’, ucapnya . Key menyilangkan tangan didepan dadanya dan menatap Jinki. Alunan musik terus menggema, mereka bertatapan sangat lama, perlahan tubuh Jinki mendekat begitu saja ke arah Key, entahlah … ia hanya reflek atau dorongan hati?

Jarak mereka tinggal beberapa senti saja akhirnya, Key melepas tangannya dan menaruhnya di dada Jinki. Mata mereka bertemu , dan perlahan tubuh mereka bergoyang sesuai beat musik. Dammit, Jinki tidak pernah merasakan ini sebelumnya, ia merasa … ingin terus seperti ini dengan Key, aneh memang, tapi ia ingin lebih dekat lagi …

Jinki menaruh tangannya di pinggang Key dan Key menaruh tangannya di dada bidang Jinki, mata mereka tidak pernah lari kemanapun, senyum simpul terpancar diwajah mereka, Jinki menelan habis kecantikan didepannya, benar-benar sempurna, mata feline itu membuatnya tenggelam bersamanya…

“Yang ku lihat … kau tidak sebodoh yang kau bilang dalam berdansa …Onew?” bisik Key ditelinganya, Jinki merinding sampai ketengkuknya ketika bisikan itu berlalu di telinganya.

“Hmm … tergantung kondisi …”

Key mendongak dan berdecak, lagu berubah jadi melow, dan chemistry diantara mereka tidak bisa dibendung lagi, kali ini Jinki mengeratkan pelukan di pinggang Key, dan Key menaruh tangannya di leher Jinki. Jantung Jinki berdegup cepat … menghirup bau vanilla yang sangat harum dari tubuh Key. Ia tersenyum …

“Kenapa?” tanya Key

“Ani …”, jawab Jinki, kenapa … ya kenapa dia berpikir begitu tiba-tiba … berpikir bahwa… ah…molla…

“Key!! kajja!!”, CL menarik Key menjauh, Jinki terkejut. “Sorry Onew, tapi kami harus pulang!”

“Ada apa?”, tanya Key bingung.

“GD pulang! Aku harus cepat!”, Jinki melihat Key ikut panik. Sebelum Key pergi Jinki menahan tangannya, Key menoleh dan menepisnya.
“Annyeong Onew!” ucapnya dan pergi begitu saja. Jinki tidak bisa berbuat apapun, ia sempat melihat Key menoleh padanya dan berbalik dengan cepat menyusul CL keluar.

“Wow dude! Siapa dia? Kau … apa yah? Apa aku bisa bilang kalau baru kali ini ku lihat kau berdansa semesra itu dengan orang asing?”,
Jinki menoleh pada Jonghyun yang terkekeh, Jinki berdecak, “Kau tahu dia Jjong? Apa dia teman sekolah kita?”, tanya Jinki.

“Kenapa tanya aku? Kau kan ketua OSIS, kau bahkan hampir hapal semua siswa?”, cibir Jjong. Jinki berdecak.

“Tapi aku rasa aku melewatkan yang satu ini …”,

“Hahahaha … selamat mencari nya..”,
Jinki menatap pintu keluar, siapa dia?
.
.
Jinki terduduk di bangkunya spacingout sedari tadi, Jonghyun sudah jengah melihat kelakuannya, menurutnya temannya itu sudah tidak waras lagi semenjak melihat yeoja misterius di pesta Taemin.

Jinki masih penasaran, kapan lagi dan dimana ia harus menemui yeoja itu? Ia melihat ke arah luar jendela kelas, menunggu break selesai, aah~ kenapa ia terlalu perduli? Ia banyak dekat dengan yeoja selama ini, ia masih tidak mengerti, kenapa sampai begini ia penasaran?

“AHH!’, pekiknya, membuat isi kelas melihat ke arahnya.

“YAH! KAU MENGAGETKANKU!!”, pekik Jonghyun yang sedari tadi tidur di sampingnya.

“Jjong! Pabo! Aku benar-benar pabo! Kenapa aku tidak tanya CL?!! YA KAN?!!’, Jinki menarik kerah Jonghyun, membuat dino malang itu tersedak. Dan tanpa tunggu jawaban Jjong ia sudah melesat keluar, mencari dimana kelas CL berada.
.
.
Jinki berlari menuju atap, ia dapat info kalau CL disana selama jam istirahat tadi. Dengan cepat ia buka pintu rooftop …

“CL!!’, pekiknya,

“H-hah?”, CL yang sedang berdiri tidak jauh darinya terkejut. Jinki segera berlari ke arahnya, namun langkahnya terhenti … ia melihat …

“Loh, Keyboon? Kenapa kau …’, Jinki melihat Keyboon sedang berdiri tidak jauh dari CL, “Yah CL! Kau apakan Keyboon?”, tanya Jinki tiba-tiba lupa dengan niatnya. CL hanya mengerutkan alisnya.

“Aku? Apakan Keyboon? Tidak … memangnya ada apa–?”

Jinki berjalan ke arah Keyboon dan berdiri didepannya, menghalangi CL. ‘Kau tidak membullynya kan? kalau ada masalah sebaiknya kau selesaikan baik-baik …”, CL mnegerutkan alis atas perkataan Jinki.

Sebelum CL bebricara , “A-anioo … CL tidak berbuat apapun …dia hanya meminta ajarkan tugas olehku …ya kan?”, tanya Keyboon. Jinki melihat ke arah Keyboon dan CL bergantian, CL kemudian mengangguk.

“Neh …”, jawabnya singkat. ‘Oh, tadi kau panggil namaku, ada perlu apa? Kau mencariku? Dari mana kau tahu aku disini?”, tanya CL beruntun.

Jinki terkejut, ia ingat tujuannya lagi, sontak wajahnya sumringah. “Ah, benar! Aku mencarimu, ada yang ingin aku tanyakan, dan aku sangat butuh bantuanmu!”, jelasnya maju menghadapi CL.

“Eoh? Apa? Tumben sekali—‘

“Kau tahu dimana Key?” tanya Jinki to the point, CL tampak terkejut.

“Key?”, tanyanya, Jinki mengangguk. “Key … Key yang bersamaku kemarin malam di pesta Taemin?”,

“Iya!”, angguk Jinki semangat. “Aku … kau … mungkin tahu dia sekolah atau kuliah, atau keberadaannya dimana?”, Jinki menggaruk lehernya terkekeh.

“M-maaf … aku pergi duluan.”, Jinki menoleh ke arah Keyboon yang masih disana. Jinki menoleh dan mengangguk dan bertatapan dengan CL lagi. “CL … aku duluan.”, CL hanya mengangguk dan menatap Jinki lagi dengan bingung.

“Kau tahu tidak?”, tanya Jinki lagi. “Setidaknya nomer ponselnya … ada yang ingin aku bicarakan dengannya …” jelas Jinki.

CL menatapnya heran, “Bicarakan? Apa yang kau mau bicarakan dengannya?” CL mengcek ponselnya yang berbunyi.

“Pokoknya ada yang mau kubicarakan …” Jinki mulai tak sabaran.

CL mendongak dan menatap Jinki kemudian tersenyum, “Kau naksir dia?”, godanya, Jinki tertegun dan menggaruk lehernya.

“Molla … hanya ingin kenal lebih jauh .”,

“Kalau begitu … kau bisa tanyakan Keyboon tentangnya …”, ucap CL, Jinki terbelalak.

“Hah?”

“Iya …’, CL menaruh ponselnya di kantong roknya. “Mereka sepupu … sudah yah, aku belum makan, annyeong!” Jinki menganga dan berdecak, meniup poninya, kalau tahu begitu kenapa tidak bicara dari tadi?
.
.
Jinki mengetukan kakinya di lantai, melihat setiap siswa yang keluar dari lobi dan bersiap pulang melewati gerbang sekolah. Entahlah, ia benar-benar ingin bertemu dengan yeoja itu sekali lagi, setidaknya tanya nomer ponselnya dulu, dan selanjutnya ia akan pikirkan … bahkan ia rela lari kesana kemari demi menemukan info tentangnya, termasuk sekarang, menunggu Keyboon keluar dari sekolah … sulit baginya karena seharian mereka tidak ada kesempatan sekelas…

Jinki menyipitkan matanya ketika ia lihat dari kejauhan Keyboon berjalan keluar lobi, ia berlari mendekat, namun lagi, entah yeoja siapa menabraknya, dan buku yang ia pegang jatuh ketanah.

“YAH!”, teriak Jinki, sekumpulan yeoja itu langsung lari dan bersungut. Jinki tidak ambil pusing, ia langsung berjongkok dan membantu yeoja itu. “Gwencana?”, tanya Jinki. Yeoja itu mendongak dan mengangguk.

“Gamsahabnida…’, ucap yeoja itu.

“J-jakkaman!”, Jinki berdiri di depan Keyboon, yeoja itu tampak bingung. “Mianhe …mianhe … ermm… bisa kita bicara sebentar?”, Jinki menahan jalan Keyboon.

Yeoja itu mendongak sedikit dan Jinki sepertinya melihat ia mengerutkan alisnya, “Baiklah …”, ucap Yeoja itu, Jinki tersenyum lebar, dan ia ajak Keyboon ke taman samping sekolah mereka.
.
.
“Key?” tanya Keyboon , Jinki mengangguk.

“Erm … aku tahu dari CL kau sepupunya …”, Jinki menggaruk lehernya, “Kau bisa bantu aku? Setidaknya…erm .. yah, aku minta padamu untuk … memberikan info tentangnya? Atau nomer ponselnya kalau kau tidak keberatan?”, tanya Jinki pelan .

Jinki melihat Keyboon diam dan seperti berpikir, “Tapi kalau tidak bisa tidak ap—“

“Baiklah.”, ucap yeoja itu, Jinki terkejut.

“JOENGMAL?!”, pekiknya, yeoja itu menoleh kaget, dan Jinki menutup mulutnya, ‘M-mianhe …”, ia malu sekali, ya ampun … kenapa ia berlebihan sekali sih?

“Jeongmalyo ? kau … kau mau membantuku?”, yeoja itu mengangguk.

“Akan kuberkan nomer ponselnya…” , ucapnya tenang, Jinki tersenyum. Ia keluarkan ponselnya, dan yeoja itu mengetik nomer di ponsel Jinki. Jinki menerimanya dan menatap sederet angka itu dengan mata berbinar.

“Kalau tidak ada lagi … aku pulang duluan …”, ucap yeoja itu tiba-tiba.

“Ah! Jakkaman!”, ucap Jinki, yeoja itu baru saja berdiri dan menatap Jinki bingung. “Aku antar gimana? Sebagai ucapan terima kasih?”, tanya Jinki, yeoja itu menatap Jinki dan menunduk. “Ah, m-mianhe … maksudku, aku tidak ada maksud untuk mengajakmu pulang karena ingin tahu tentang Key…itu—“

“Tidak apa … aku pulang sendiri saja, gamsahabnida Jinki sunbae …”, ucapnya, Jinki menarik nafas.

“Kalau begitu gomawo Keyboon shi atas nomer ponselnya!!”, Jinki menarik tangan yeoja itu reflek, namun segera dilepasnya ketika Yeoja itu terlihat terkejut. “Hehehe…mianhe…”

“Sunbae selalu ucapkan Mianhe … cheonmaneyo …”, ucapnya, ‘Anngap sebagai terima kasih karena sering menolongku …”, ucap nya tersenyum kecil, Jinki bersumpah, baru kali ini ia lihat si Betty lafea korea ini tersenyum. Dan menurutnya itu … manis? Oh no Jinki! Key lebih manis! “Semoga berhasil dengan Key …”, ucapnnya dan pergi.

Jinki hanya tersenyum dan menatap sosok yeoja itu pergi, sebelum melihat kembali ke ponselnya dan tersenyum layaknya orang gila.’

“Key … i ll find you…” ucap Jinki terkekeh.

TBC~

Comments are Love! TMIYA and WTF kapan-kapan aja~lalalalalala

PART 2 > CONTINUE READING

119 thoughts on “[Jinboon] Bad Girl Good Girl – part 1 of ?

  1. daebak..
    cerita yang menarik..
    memainkan karakter ganda..
    key yg menarik..
    dan jinki hanya mau dengan yg sexy..
    mantap

  2. Huahahahahahaha sumpah author ∂Ӄϋ ketawa ky’org gila ngbyangin ekspresi onew dsini, aplgi pas blg jeongmalyo? Hahahahahhaha
    Trus Ɣªⁿg part si jjong bgun gra2 teriakan onew kkekekekeke gokiillll!!!! ∂Ӄϋ amp’d blg orng gila am tmenq-,-
    Part dancex jg kren euy~
    Lanjut lanjuuuuttttt

  3. huwah….. disini key punya dua kepribadian ya????
    bad girl good girl????? kayak lagunya Miss A kekkekkekkekke ^_^
    penasaran,,,kira2 Jinki bisa ngenalin Key pas berpenampilan kayak Betty lafea g y?????

  4. kim keyboon, kdengaran sngt lucu:) biasaxkn kim gweboon. tp lbh bgus krn nmx ttp key jd tdk trllu sulit mmbyngkn itu key

  5. Bagusssss😀 gw tw gw tw kaka authorrrrr ! Key pasti keyboon kaaan? Iya kan? Duh duh ayo ayo lanjuttt

  6. kereeennnn langsung suka sama ini ff
    key dan keyboon adalah orang yg sama jinki pabo hahaha
    lucuuu, kalo aku yg jadi CL pas ditanya tentang Key mungkin aku ga kuat nahan tawa

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s