[2minjjong] A LIE – PART 1 of ?


Simple … Simple … Lie …
Pairing : Taemin, Jonghyun, Minho [2minjjong]; 2min and Jongtae
Genre: Drama, romance, acak kadul …
Rate: SEMUA UMUR s/d di protect
Lenght: Tanpa batas … 1 of ?
Foreword:
Annyeong, aduh gue stress … gue udah bosen Onkey2min! *ditendang, begini yah … jangan paksa gue untuk meneruskan FF yang gak bisa gue selesaikan, krn kata yeobo gue –Vienasomanewmoon- kalau udah gak mood jangan dipaksa, ntar hasilnya jelek! Hehe… jadi ganti FF aja lah! Wkwkwk … so … here we go~

Read, Enjoy, and Leave a comment!

by: Sanniiewkey~

Diin Diin …
Klakson mobil dari luar terdengar, seorang namja cantik menoleh keluar jendela dan melambai pada sosok yang terlihat tersenyum dari balik kaca mobilnya. Ia membuka mulutnya untuk berkata ‘sebentar’ dan segera berlari kedalam kamarnya lagi, mengambil buku di meja, tas, dan menyambar jaketnya.

“Umma … Appa … Hyung … aku berangkat!”, katanya cepat, mencium pipi Umma dan Appanya singkat dan menyolong roti lapis yang baru saja ingin di suap kedalam mulut Hyungnya itu.

“Yah!”, teriakan Hyungnya tidak digubris, karena ia tahu Hyungnya itu hanya gertak sambel saja padanya. Ia menyengir dan melambai pergi.

“Kau tidak sarapan dulu sayang??”, teriak Ummanya.

“I gotta go ma … Minho is coming~”, teriaknya dan berlari keluar, Umma dan Appanya hanya berdecak melihat tingkah anaknya itu.

Langkah nya meloncati beberapa anak tangga dan melesat keluar gerbang, menuju sebuah mobil sport putih yang sudah siap didepannya. Ia buka pintu mobil itu dan masuk dengan senyum terkembang,
“Hai Taebaby …’, ucap namja tampan didepannya.

“Hai Minbaby …”, chessy~ ia cium pipi kanan namja itu dan tersenyum manis, yang mendapat elusan dikepala dengan sayang dari pacarnya itu.

“Semangat sekali …”, namja cantik itu hanya terkekeh, “Pakai yang benar … aku akan mengantarmu dengan selamat, tapi tidak ada salahnya kan untuk jaga-jaga …?”, tanyanya membenarkan posisi seatbelt pacarnya itu dan mencium pipi kirinya.

“Ish!”, ia memukul lengan namja nya itu, “Palli … kau kan ada kuliah juga, aku kan sudah bilang tidak usah jemput … aku bisa diantar oleh Key Hyung …”, ucapnya, namun namja itu hanya meliriknya sambil tersenyum.

“Iya iya Princess … aku masih punya waktu 2 jam lagi kok …”, ia menubit pipinya gemas dan memacu mobilnya. Princess … dia kan namja, namun namja cantik itu tidak protes. Hanya tersenyum padanya…

What a perfect! Bayangkan saja, sekarang pukul 7 pagi, ia akan ada kuliah jam 8 pagi, dan pacarnya itu akan ada kuliah jam 9 pagi … ia sangat tahu pacarnya itu bukanlah orang yang bangun pagi, meski ia tahu pacarnya itu rajin olahraga di pagi hari, namun untuk menjemputnya dulu itu berlebihan … karena ia tahu, pacarnya itu sangat sibuk …

Ya, semalam bahkan ia tahu pacarnya itu baru pulang jam 2 pagi karena event dari kampus, hal perfect lainnya, namja di sampingnya bernama Choi Minho ini merupakan namja tampan yang merupakan idola semua yeoja dan namja cantik! Ia merupakan ketua senat di kampus, dan namanya dikenal karena ia juga aktif dalam club olahraga …

Meski banyak yang mencibir bahwa akhirnya mereka pacaran, dan diketahui bahwa seorang Minho ternyata … ‘Gay’ , itu tidak mengurangi reputasinya sama sekali. Kenapa? Karena bisa diakui oleh banyak orang, banyak yang juga suka melihat kebersamaan mereka, dan menilai mereka manis dan cocok …

Bagaimana tidak? Namja cantik yang di pacari Minho itu bernama Lee Taemin, namja yang sudah menjadi kekasihnya selama satu tahun itu, merupakan namja cantik yang tidak kalah terkenal dengannya, selain pintar, humble, down to earth, dan dia juga merupakan orang yang multitalent dan juga kegiatannya segudang, tidak pernah absen dari kegiatan kampus , persis seperti Minho …

Tapi jangan salah, meski mereka terlihat perfect, dan terlihat mereka saling head over heels satu sama lain. Taemin merupakan namja yang tidak ditutupi masih suka lirik sana sini. Tapi bsia dipastikan dia sangat setia, semua hal didekatnya sangat dipautkan dengan Minho … ya, Taemin menganut aliran Minhosentris … berlebihan? Ani, itu cara Taemin mencintai Minho …

Dan Minho? Dia juga merupakan namja setia, bisa dibilang hubungan mereka membuat iri yang melihat, bikin sirik yang naksir mereka, dan bikin murka yang tidak punya pacar … oke enough!

“Nah, aku turun disitu saja …’, jawab Taemin menunjuk didepannya.

“Hah? Masa disini ? aku bisa putar balik disana, kau langsung bisa turun dilobi kan?”, tanya Minho. Taemin menggeleng.

“Shirooo … nanti kau terlambat!”, Taemin melepas seatbeltnya,

“Masih ada ½ jam lagi aku—‘
“Ssshhttt~~”, Taemin menggeleng sambil cemberut, “Gwencana!”, ucapnya mantab, “Kau tahu sendiri kan parkiran kampus jam segini akan padat?! So … “,

Minho menarik nafas, ia selalu tidak bisa melawan kemauan Taemin, akhirnya ia menyerah, ia mengangguk meski tidak rela, karena yah … Taemin harus berjalan sekitar 200 meter. Kenapa mereka tidak sekampus, ya … Taemin jurusan seni, dan Minho jurusan ekonomi bisnis…

“Jangan cemberut! Kau jelek!’ ucap Taemin, “Sudah yah … aku akan telat sebentar lagi, dan kau juga akan telat jika aku tidak cepat turun …”,

“Hei!”, Minho menarik lengan Taemin seketika sebelum ia turun dan mencium bibir pacarnya itu cepat, Taemin menarik nafas , menikmati ciuman pacarnya itu, dan tersenyum. “I love you.”, ucap Minho.

“Love you too…”, ucap Taemin dan keluar , melambai pada Minho sebelum berlari menuju gedung nya, Minho menancapkan mobilnya ketika Taemin tak terlihat lagi.
.
.
Taemin mengunyah sandwich ditangannya, sesekali melihat sekitar, ia melihat jam ditangannya, jam 12 siang, ia berpikir apa yang dilakukan Minho, apa ia sudah makan? Ia sudah mencoba mengirim pesan padanya , namu tidak ada jawaban darinya …

“Hei …”, sapa seorang namja cantik didepannya, Taemin mendongak dan tersenyum.

“Hai, Kai … duduk …”, ucap Taemin menyuruhnya duduk di depannya, namja yang menjadi sahabatnya sedari SMP ini beruntungnya bertemu lagi dengannya di kampus yang sama.

“Tidak makan diluar? Kupikir kau bersama Minho Hyung?” tanyanya mengunyah burgernya.

“Molla … dia tidak bisa kuhubungi, mungkin masih ada kelas atau masih sibuk … akhir-akhir ini kegiatannya banyak …’, jawab Taemin berdecak, Kai hanya mengangguk memahami penjelasannya itu …

Sesaat kemudian mereka berdua merasakan sesuatu yang aneh disekitar mereka, tiba-tiba semua orang diam, kaku … tak bergerak, dan tak bergeming ditempatnya…
“Ige mwoya?”, tanya Taemin menoleh sana sini dengan bingung. Kai medongak dan ikut mengedarkan pandangannya sebelum mata nya dan mata Taemin bertemu.

“Ada apa ini?”, tanya Kai bingung, melihat semua orang didalam kantin tiba-tiba diam, semuanya diam begitu saja, mulai dari pelayan yang berjalan, officeboy yang sedang membereskan meja, teman-teman disekitarnya yang berhenti makan, minum, dll … menjadi kaku diam seperti patung.

“A-aku tidak tahu …”, jawab Taemin bingung, “Hei … kenapa ini??”, teriaknya, namun tidak ada yang bergerak.

“Omo, Taemin, aku takut, sumpah …”, jawab Kai,
“Aku juga.”, jawab Taemin dengan bodohnya.

Dan tiba-tiba ada suara musik berbunyi, Taemin picingkan matanya keluar pintu kantin, disana munculah Onew –pacar Hyungnya, Key- dan hyugnnya sendiri berjalan memasuki kantin dengan bernyanyi always love. Taemin terkejut , apa yang mereka lakukan? Mereka kan seharusnya bekerja?
“Hyung …?”, tanyanya tidak percaya, Kai yang didepannya ikut tersenyum.

“Happy 1st anniversarry!”, bisik seseorang dibelakangnya, Taemin menoleh, melihat Minho berdiri memegang banyak bunga matahari di tangannya, Taemin menutup mulutnya takjub … ya Tuhan, Oke, ini so sweet …

“Aku tahu selama ini aku belum cukup baik untukmu … tapi , mau kan selalu menjadi pacarku? I love you Taemin …”, ucap Minho singkat,
Taemin menghela nafas takjub, “See … aku sudah duga, aku tidak bisa romantis Hyung…”, ucap Minho pada Key dan Onew, yang hanya menerima decakan dari mereka.

“Oh my God! Kau lakukan ini semua?”, tanya Taemin tidak percaya. Minho menngangguk dan mengangkat bahunya

“Lumayan, meski agak terlambat karena kelasku lama selesainya … dan yah—‘
“I love you … I love you Minho …”, ucap Taemin memeluk Minho, membuat sang namja terpental kebelakang.

Taemin mendapat pelukan balasan dari pacarnya, namun yang membuatnya terkejut adalah tepuk tangan yang tiba-tiba membahana dikantin untuk mereka, so sweet … the best thing ever ! what a perfect life!
.
.
“Jeongmal yo??!”, pekik Taemin menatap Minho takjub, Minho mengangguk, dan berdecak melihat cara makan pacarnya itu, ia mengambil tisu dan mengelap sisa mayones di sisi bibir Taemin.

“Jeongmal … Profesor yang memintanya, dan aku sudah dipilih …”, jawab Minho namun dengan pandangan tidak senang.

“Ahhh~ chukaeee baby …”, ucap Taemin menarik tangan Minho dan mengguncangnya semangat. Minho berdecak, menahan tangan Taemin dan menggenggamnya, membuat Taemin terhenti tersenyum ketika melihat raut wajah pacarnya itu.
“Wae baby –ah? Kenapa kau pasang wajah begitu?”, tanya Taemin bingung.

Minho menarik nafasnya. “Ini yang aku ingin bicarakan, intinya adalah … kau tahu kan ini akan menghabiskan sisa waktu 24 jam ku, aku akan lebih sibuk dari biasanya, project ini pasti membutuhkan waktu yang tidak sedikit … “, ucap Minho.

Taemin mengangguk, masih menunggu Minho meneruskannya, “Dan itu berarti … waktu ku untukmu juga akan berkurang …”, jawab Minho lesu. Mendengar itu Taemin langsung lemas. Benar juga … kenapa ia tidak pernah pikirkan ini? Ia tahu, sangat tahu Minho akan sibuk seperti apa, terlebih jika ia sudah terikat dengan event dan project kuliah. Namun ia cukup mengerti , sejauh ini mereka baik –baik saja kan? Minho bahkan tahu bagi waktu … jadi …

“Gwencana …”, ucap Taemin tersenyum, meski ada kekhawatiran, namun yang namanya berhubungan harus saling mendukung kan? “Selama ini kita baik-baik saja kan? aku tidak apa kok …” jelas Taemin terkekeh.

“Jeongmalyo?”, tanya Minho masih tidak rela. Taemin berdecak, ia genggam tangan Minho dan mengangguk. “Tentu saja, aku tidak akan lupa padamu …”

Taemin berdecak, “Anio … aku tidak berpikir seperti itu … ish..”, mereka diam sesaat.
“Tapi benar yah, kau jangan lupa padaku.”, sambung Taemin kali ini, Minho mendongak dan tertawa. Taemin menunduk malu, mempoutedkan bibirnya.

“Iya baby … cute…”, Minho mengelus kepalanya sayang.

“Manly.”, ucap Taemin melirik kesal ke arah Minho, Minho berdecak.
“Manly.”, angguknya dan membuat Taemin tersenyum karenanya.
.
.
Ketika kita berpikir ia segalanya … ia yang menjadi pusat dimana dunia kita berputar …tempat kita selalu berotasi di sekitarnya …
Lalu, bagaimana jika ada poros lain yang akhirnya datang …
Mengganti poros yang ada …
Mengganti poros yang sempurna itu dengan jenis poros yang berbeda .. dan mungkin tidak sempurna?

“Taemin … disini …”, teriak Kai dari ujung ruangan, Taemin berlari dan membungkuk meminta maaf pada sekumpulan orang didepannya.

“Mianhe Kai … aku terlambat, tadi ada paper yang harus aku selesaikan dulu …’, ucap Taemin memegang lututnya,

“Nah…gwencana … duduk dulu…”, ucap Kai menepuk disisi kanannya , Taemin tersenyum dan melihat ke arah depan nya yang ia merasa sedari tadi menjadi bahan sorotan.

“Oh, aku lupa kenalkan mereka …”, jelas Kai, Taemin melihat dua namja didepannya, dan satu yeoja didepannya. “Kenalkan … ini Luna, Gikwang, dan ini Jonghyun ….”, Kai menerangkan pada Taemin berurutan, Luna dan Gikwang tersenyum padanya, namun yang bernama Jonghyun hanya mengangguk dan kemudian sibuk lagi dengan ponselnya.

“Bukannya project seni kali ini satu kelompok itu berempat?”, tanya Taemin bingung, bukannya ingin menyindir, ia tahu pasti kalau ia akan bersama Luna dan Gikwang hanya belum kenal secara personal, namun yang satunya …

“Tenang saja, aku hanya mengatur musik kok … aku anak baru , jadi Profesor menyuruhku gabung dengan kelompok kalian.”, jelas Jonghyun sebelum Kai menjelaskan.

“Nah begitulah kira-kira …’, jelas Kai, Taemin mengangguk, ia mengiyakan saja. Namun kesan pertama dengan Jonghyun membuatnya tidak suka, kenapa ia harus mengacuhkannya, bukankah ketika bicara dengan orang lain harus melihat wajahnya?

Mereka berbincang mulai dari konsep, apa yang akan ditampilkan,bagaimana bentunya, akan seperti apa, dan tentunya hal hal mendetail lainnya. Sepanjang diskusi semua berjalan menyenangkan, kesan Taemin pada anak baru bernama Jonghyun itu juga sedikit berubah, dibalik sifat cueknya ia ternyata memiliki ide-ide berlian, jadi sangatlah menguntungkan bagi kelompoknya.
.
.
Taemin berdiri di depan lobi gedung nya, menarik nafas, sial … kenapa harus hujan di saat ia tidak bawa payung? Tidak mungkin dia menembus hujan begitu saja dengan jarak 300 meter kedepan untuk ke halte bis … terpaksa ia harus tunggu , padahal jam sudah pukul 5 sore. Ia sudah coba telpon Minho, dan mengirim pesan apakah ia bisa jemput, tapi sepertinya pacarnya itu sedang sibuk … dan tidak mungkin ia hubungi Key, kasian, Hyungnya pasti capek kalau harus jemput jam segini karena baru pulang kerja…

Diin Diin …
Taemin melihat sebuah mobil berhenti didepannya, sebuah mobil sedang berwarna hitam. Ia tundukan kepalanya ketika melihat siapa dibalik sana, ketika ia tahu ia merutuk dirinya sendiri, kenapa musti si angkuh ini sih…?
“Kau tidak pulang?’, tanyanya,

Taemin berdecak, “Kau tidak lihat, sedang hujan sekarang … aku tidak bisa pulang.”, jelasnya. Namja didepannya itu berdecak.

“Kau tidak bawa payung?”
Ya ampun, namja ini bodoh atau apa? Kalau ia bawa payung, ia tentu akan pulang, bukannya disini, berdiri sendiri layaknya orang bodoh …
“Tidak.”, jawabnya singkat dan berusaha tetap ramah.

“Tidak ada yang jemput?”, tanyanya lagi, ya Tuhan, apa urusannya?
“Tidak …”, jawabnya tersenyum kecut.
“Kasian sekali …”, Taemin terbelalak, ya Tuhan, jeongmal! Namja ini menyebalkan sekali. Ia memutar bola matanya dan malah menerima tawaan dari namja didepannya itu.
“Hahahaha … lihat wajah mu itu, seperti ingin makan orang.”, jelasnya. IYA! AKU INGIN MAKAN KAMU!! Jerit Taemin dalam hati, namun ia tetap cool …

“Mau kuantar sampai depan halte? Dari pada kau disini sendirian … “, ucapnya, Taemin tidak bergeming, ia melirik ponselnya yang bergetar. “Nanti ada yang menggodamu loh …”, sambungnya, Taemin meliriknya kesal , yang ku lihat kau yang sedang mencoba mengganggu ku dari tadi, batin Taemin.

To: Taebaby❤
Mianhe baby … aku baru liat ponsel, aku sedang di Gwangmyeon … sedang mengambil berkas untuk paper penelitian … mianhe … mianhe …
From: Minbaby❤

Taemin menarik nafas, ya sudahlah … mau gimana lagi?
“Baiklah, aku ikut kau sampai halte yah?”, tanya Taemin. Namja itu tersenyum dan membukakan pintu untuknya dari dalam. “Gomawo Jonghyun.”,

“Jjong saja …”, ucap Jonghyun tersenyum.

“Jjong …”, ucap Taemin pelan dan mengangguk.
.
.
Taemin merasa kurang nyaman didalam mobil Jonghyun, namja itu memang tadinya ingin mengantarnya hanya sampai halte , namun entah kenapa ia berubah pikiran, ia menanyakan dimana rumah Taemin dan akhirnya ia malah berniat mengantarnya. Karena yang ia lihat tadi hujan sangat deras dan mungkin Taemin akan menunggu bis sejam lagi karena bis sebelumnya sudah lewat, melihat hal itu Jonghyun tidak setuju … Taemin berpikir, Jonghyun  baik juga … setidaknya untuk orang yang baru kenal …

“Kau yakin mau aku drop di depan cafe Mwongdang?” tanya Jonghyun yang kali ini sudah menghabiskan satu bait lagu 2ne1 Im the best .

Taemin mengangguk, ia baru saja menerima pesan bahwa Key dan Onew disana menunggunya, “Iya, Hyungku menunggu disana …”, jelas Taemin.

Dan tidak mendapat jawaban dari Jonghyun karena ia sibuk menyanyi lagi lagu Big Bang Stupid Liar , Taemin merasa orang ini sangat unik, sedikit bicara dan apa adanya, karena ia terlihat slow dan apa adanya, bahkan ia tidak merasa risih bernyanyi meski ada orang disebelahnya.

“Kau terganggu yah? Maaf .. aku suka mengantuk kalau tidak bernyanyi saat menyetir.”, dan dia seperti punya indra keenam, tambah Taemin dalam hati.

“Tidak kok … dan aku rasa suaramu lumayan …”, tambah Taemin, yang diterima decakan oleh Jonghyun.

“Banyak yang bilang kok … dan kau orang ke seribu sekian …”, jawabnya PD. Taemin menganga, dan kemudian tertawa mendengar leluconnya. “Dan aku juga lucu  …” tambah Jonghyun.

“Ya right!”, sindir Taemin dan tersenyum, orang ajaib.
“Oh, Jjong … memangnya rumah mu searah denganku?”, tanya Taemin, Jonghyun diam sampai ia menghabiskan satu bait menyanyi.

“Ani, apartemenku di jalan Hapjuseong.”, Taemin benar-benar menganga sekarang.

“Omo, daebak!”, ia meniup poninya tidak percaya, “Kau bercanda? Itukan Cuma membutuhkan waktu setidaknya 20 menit jika kau naik mobil mu ini? Kenapa kau tidak bilang padaku?”, tanya Taemin terkejut,

Lagi-lagi namja itu tersenyum namun tidak membalasnya sebelum nyanyiannya selesai dan kali ini cukup panjang. “Tidak …”, hanya itu jawabannya dari sekian detik berlalu.

“Tidak apa?’, tanya Taemin gemas.
Jonghyun berdecak, “Tidak salah lagi kalau apartemenku disana!’, jelasnya tersenyum meliaht wajah Taemin yang memucat karena kesal, dan juga tidak enak … “Tenang saja, sekalian jalan –jalan …”, jelasnya.
“Tetap saja … ini merepotkanmu…” balas Taemin.
“Aku yang bawa mobil saja tidak merasa di repotkan? Kenapa kau yang repot?”. Jawabnya enteng, benar juga, seharusnya ia senang, tapi tetap saja … dari kampus untuk mengantarnya butuh waktu 1 ½ jam sampai sekarang …

“Dimana aku harus memberhentikanmu?”, tanya Jonghyun sebelum Taemin perotes lagi. Taemin menerawang, ia sudah mulai dekat.

“Nah, nah, dilampu merah itu kau belok kanan.”, jelas Taemin, menerima gumaman saja dari Jonghyun. Dan tidak beberapa lama ia sudah sampai, ia tepat berhenti di depan cafenya, dan melihat Key dan Onew duduk di luar cafe. Taemin melambai pada Key yang langsung menghampirinya.

“Hai … kau dengan siapa?” tanya Key dingin.
“Oh , ini teman kampus ku, namanya Jonghyun, dia berbaik hati mengantarku, Minho sedang ada urusan, untung ada dia yang senang hati mengantarku …”, ucap Taemin jelas. Key mengangguk.
“Terima kasih Jonghyun atas tumpangannya…”. ucap Key kali ini ramah.

“Tidak masalah Hyung … “, jelas Jonghyun dari dalam mobil.
“Kau turun dulu … kita minum kopi dulu?”, tanya Key, aduh … kenapa Hyungnya ini ganjen sekali sih?
“Tidak usah Hyung, aku langsung saja …”, jawabnya.
“Baiklah …”, jawab Key.

“Jjong, gomawo neh? Kau yakin tidak mau turun?”, basa-basi … “Aku tidak enak padamu …’, jelas Taemin.
“Kalau tidak enak kasih kucing saja … jangan kasih untukku…”. ucap Jonghyun, dan diikuti tawa Key. Ya ampun, Onew Hyung … pacarmu benar-benar sedang berflirting dengan namja lebih muda …
“Kau ini …”, Taemin cemberut mendengarnya.
“Lain kali saja …’, ucap Jonghyun tersenyum pada Taemin, Taemin balas tersenyum, setelah basa-basi sebentar akhirnya ia pergi dari hadapan Taemin dan Key.

Jonghyun menambah catatan dikepalanya , Taemin benar-benar menarik, dan bahkan sangat luar biasa menari, sampai Hyungnya juga menarik, tidak dipungkiri mereka berdua memiliki wajah yang sempurna. Mungkin mereka berasal dari gen-gen embrio terbaik saat itu.
.
.
“Hah? Untuk apa kau bertanya nomer ponselnya?’, tanya Kai tertawa mendapat telpon dari Taemin.
“Jangan tertawa saja … berikan nomernya, aku harus bilang terima kasih …”
“untuk?”
“Kan tadi sudah kuceritakan padamu, dia mengantarku pulang …”
“Kau kan sudah bilang terima kasih?”
“KAI! Kau mau memberikannya tidak sih? Buang-buang pulsa ku saja~”, geram Taemin dan diikuti tawa Kai.
“Arrasooo … ini nomernya XXXXX”
“Oke gomawo!” PIP. Sebelum Kai bisa berbicara banyak dan tanya macam-macam ia tutup ponsenlnya itu dan memandangi nomer ditangannya. Mulai basa-basi dari mana yah …
.
.
Kai sebagai sahabatnya sendiri tidak percaya, seorang Lee Taemin yang sangat amat Minhosentris ini bisa ber-sms ria dengan namja lain, well … Cuma sekedar bilang terima kasih, tapi untuk seperti ini bisa dibilang jarang, kalau ada yang mendekatinya saja ia cuek. Dan ditambah untuk sampai tahu nama bahkan nomer telpon, biasanya orang yang bertanya nomer Taemin, tapi ini Taemin?

Dan yang membuatnya takjub lagi adalah … untuk pertama –sepertinya- bagi Kai, mendengar Taemin berkata bahwa Jonghyun itu lumayan, ia berkata bahwa senyum nya charming, ia sedikit cuek tapi lumayan lucu, dan yang pastinya apa adanya …kenapa takjub? Karena Taemin tidak pernah –sama sekali, menilai orang lain, atau bahkan menilainya di atas Minho … Meksi belum di atas Minho, tapi tetap saja … ia menilai lebih namja lain dimatanya, selain Minho! Dan itu ajaib!

“Gwencana … aku bisa pulang sendiri kok … kau mau kerumah jam berapa?”, tanya Taemin lewat telponnya.
“Aku akan kerumah mu malam ini jam8-an … kita makan diluar neh?” jelas Minho di balik sana.
“Oke … aku akan tunggu kalau begitu …”
“Oke, take care babe … I love you …”
“Love you too …”

Taemin mematikan ponselnya dan hendak masuk kedalam ruang latihan lagi, namun terhalang oleh Kai dan yang lain.
“Loh, sudah selesai kita?”,
“Iya … sudah matang semuanya, kita rasa cukup … kita lanjut lagi besok , oke Taemin?”, jelas Kai.

Taemin mengangguk, kemudian ia masuk untuk mengambil tasnya. Melihat Jonghyun di ujung ruangan mengepack laptopnya kedalam tas. Taemin tidak menghiraukannya, ia pikir latihan akan lama, masih ada waktu 4 jam lagi … ia malas pulang , ia lebih baik latihan dance di ruangan ini.
“Kau tidak pulang?”, tanya Jonghyun berdiri dibelakangnya, Taemin mendongak, menatapnya dari balik kaca.

“Kau duluan saja … aku masih mau disini … malas pulang.”, sahutnya.

“Aku juga!”, so? … “Kau tidak lapar Taemin?”

Taemin menarik nafas, “Lumayan …”

“Mau ikut aku cari makan di luar? Aku mau ke Mall cari CD untuk project kita …”, jelas Jonghyun.

Taemin berpikir sejenak, tidak buruk, “Baiklah, siapa tahu kau bisa minta pendapatku untuk pilih CD!”, jelas Taemin.

“Tidak juga sih, kan CD nya yang mau dicari sudah fix lagunya kemarin … “, Taemin cemberut, dasar !!

Ia mendongak ketika melihat Jonghyun tertawa. “Hahahaha … mianhe, begitu saja ngambek, hanya bercanda saja … kau bisa kasih pendapat lain kalau nanti ada yang bagus!”,

Taemin masih tetap cemberut, namun ia bangkit dan mengikuti Jonghyun dari belakang, meski menyebalkan, entah kenapa ia merasa Jonghyun masih tetap menyenangkan jika di ajak bicara.
.
.
Taemin dan Jonghyun sudah berputar keluar masuk toko CD disana, mereka masih belum bisa memutuskan CD yang akan di beli, meski tujuannya sudah ada, hanya saja butuh CD lagu pendukung lainnya. Dan yang Taemin tahu, selera musik Jonghyun sangat bagus, dan ia takjub ternyata ia tahu jenis musik … mungkin Jonghyun masuk jurusan seni karena memang ia berbakat dalam hal itu …

Dan yang membuat Taemin merasa berbeda adalah, ia tidak pernah tertawa selepas ini, entah kenapa ia bisa sampai mengeluarkan air mata jika tertawa , dan itu jika ia bersama Jonghyun? Mungkin karena dia dalam good mood. Tapi serius, tingkah Jonghyun ada-ada saja …

Pertama, ketika ia masuk ke toko CD yang pertama, ia dan Jonghyun sudah memilih Cdnya, saat Taemin sedang asik memilih, ia mendengar bunyi alarm di toko itu, dan ia lihat Jonghyun yang berdiri diambang pintu toko memegang CD yang belum dibayar, sehingga membuat detektor maling berbunyi … ketika ditanya buat apa dia berdiri disitu jawabannya adalah …
“Aku hanya tes saja, alat ini benar berguna atau tidak ketika ada maling? Aku tidak lihat ada yang spesial dari alat detektor ini?” jawabnya polos. Taemin tidak habis pikir, tingkah absurd dan memalukan memang.

Kedua, saat memesan ice cream, Jonghyun bilang ia beli chocolate strawberry, yang memang di atas toppingnya itu tersedia seperti itu, dan ketika dipesan, ia perotes kenapa hanya di berikan satu corong ice cream.
“Yah! Kan aku mintanya chocolate dan strawberry … bukannya dicampur begini … aku beli dua… satu chocolate,, satu strawberry …” perotesnya pada penjual
“Kan sama saja?’, tanya Taemin gemas.
“Beda lah Taemin … kan aku ada dua rahang, rahang kanan ku mau rasa chocolate, yang kiri strawberry. Buat kau saja!”, katanya memberikannya pada Taemin, dan ia tidak beli akhirnya, atau mungkin itu sengaja untuknya? Molla …
Taemin menganga, yaampun, anak kecil jenis mana lagi ini?

Ketiga, saat Taemin sedang mendengarkan musik ia tersadar ada yang sedang memperhatikannya, dan ketika ia buka matanya, ia lihat Jonghyun menatapnya.
“K-kenapa?’ boleh ia akui ia merasa gugup, dan entah kenapa ia merasa begitu selain dengan Minho, padahal banyak namja yang menatapnya begitu …
“Ani, hanya saja dengan sisa ice cream di sudut bibir mu itu kau terlihat lebih manis.”, lalu pergi , Taemin terkejut, dan mengecek benar ada sisa ice cream disana, ia menoleh ingin marah pada Jonghyun namun yang ia lihat adalah Jonghyun malah berdiri didepannya, menutupi wajahnya dengan sampul sebuah CD lagu bergambar monyet. Yang ada saat itu adalah Taemin memukul lengan Jonghyun karena kesal …

Dan masih banyak hal lagi yang membuat Taemin berpikir, Jonghyun orang yang menyenangkan … ia bisa terlihat cuek, lucu, aneh, dan serius secara berbeda , dan ia akan sangat serius jika ia berbicara soal lagu … Taemin berpikir, Jonghyun sangat cinta dengan lagu.
.
.
Jonghyun dan Taemin masuk kedalam sebuah coffee shop, mereka memutuskan untuk santai sebentar sebelum pulang. Jonghyun hanya duduk disana dan merenggangkan tubuhnya, sibuk dengan ponselnya sekarang.

“Kau mau pesan apa? Aku mau pesan sekarang…”, jelas Taemin.

“Kau traktir?”, tanya Jonghyun.

“Enak saja! kau bayar sendiri! Mana uangmu … kau seharusnya yang mentraktirku … kau kan yang ajak aku …”, jawab Taemin cemberut.

“Begitu yah?” tanya Jonghyun polos, Taemin berdesis kesal, Jonghyun tertawa dan berdiri, mengacak rambut Taemin gemas. “Mau apa?”

Taemin selesai merapihkan rambutnya dan berkata, “Americano coffee saja …”

“Itukan pahit?”, tanya Jonghyun. “Pantas kau sedikit judes!”, tambahnya dan pergi sebelum di maki oleh Taemin, namun Taemin malah tersenyum.

Ia bergumamkan lagu random sambil menunggu Jonghyun kembali, ia tersenyum mengingat hal-hal lucu beberapa saat lalu dengan Jonghyun, boleh diakui, ia mungkin sudah lama tidak merasakan hal itu, semenjak Key kerja dan ia punya pacar, mereka jarang hangout bersama. Dan untuk bersama Minho … meski weekand bertemu, tetap saja, saat dulu mereka belum sibuk terasa sudah sangat lama …
“Taemin!!”, Taemin terkejut mendengar teriakan seseorang, ia mendongak dan melihat Minho dari kejauhan. Oh, shitt!!

“Minho …” bisiknya.

“Taemin! Benar kau! Aku tadi pikir salah orang, ternyata kau …” Minho berlari dan berdiri didepannya.

“Kenapa kau disini? Katanya kau ada di rumah teman?”

“Iya … aku baru saja pulang, ada yang mau kubeli … kau sedang apa disini? Kau bukannya ada latihan?”, tanya Minho balik mengusap kepala Taemin.

“Ng .. aku?”, Taemin mendadak gugup. “Aku sedang jalan-jalan … tadi aku kesini mau beli CD!”, Taemin beruntung, CD yang mereka beli ada ditangannya, “CD ini untuk project seni ku dikampus …”, tambah Minho.

Minho mengangguk, “Baiklah … nah, berarti tidak usah kerumahmu yah? Kita makan malam sekarang saja, kita jalan-jalan dulu … kau mau?”, tanya Minho mengusap pipinya.

Taemin tersenyum, “Baiklah …”, ia berdiri dan meraih tangan Minho yang siap menggandengnya. Ia sempat melihat ke arah coffee shop berharap bisa bertemu Jonghyun. Namun ia tidak menemukan sosoknya, apa Jonghyun pulang? Biarlah … yang penting ada Minho … meski ia merasa tidak enak, disatu sisi bohong –sedikit- pada Minho, dan meninggalkan Jonghyun begitu saja.
.
.
To: Jonghyun
Jjong … mianhe neh~ tadi aku pulang duluan, ternyata kau bertemu Minho … maaf kalau kau tadi mencariku … Mianhe …
Send!
Delivered to Jonghyun

To: Taemin
Oh, gwencana … aku lihat kau tadi bersama namja itu, dia pacarmu yah?

To: Jonghyun
Iya … dia Choi Minho, dia pacarku … sekali mianhe neh Jjong. CD aku bawa, besok akan kuberikan padamu, annyeong.

“Pesan dari siapa baby?”, tanya Taemin mendongak dari makanannya. Taemin menaruh ponselnya di saku celananya dan tersenyum.

“Temanku … dia tanya aku sudah menemukan CD untuk project kita atau belum?” jawab Taemin menunduk, ia tidak bisa berbohong pada Minho, ia seperti buku yang mudah dibaca jika ia berbohong didepan Minho, dan ia tahu itu tidak ada gunanya berbohong, karena Minho akan tahu …

“Kau pasti kerja keras di project itu neh?”, tanya Minho mengelus kepalanya.

“Ng!”, jawab Taemin semangat. “Kau juga kan? semoga kita berhasil!”, jelas Taemin.

“Neh … pasti! Saranghae …”, ucap Minho mencubit pipi Taemin. Taemin mempoutedkan bibirnya, sebelum protes Minho mencium cepat bibir itu,

“Minho! Ini kan di publik!”, ucapnya malu menutup setangah wajahnya.

“So? Im your namja after all~”, decak Minho.

“Dasar!”, tetap saja, meski ia merasa senang bersama Jonghyun, tapi ia merasa hangat didekat Minho … ia tidak mengerti … atau mungkin ia belum menyadarinya sekarang? “Nado saranghae …”, ucap Taemin begitu saja. Minho tersenyum dan mengelus kepalanya sayang.

TBC~~

Kekekeke~ eotthe? Gimana yah lanjutannya? Kekekek~ nah sebelum pada protes! Ini BENAR akan jadi cinta segitiga, Jongtae vs 2min … so, bakal kayak apa endingnya? Molla … kita liat ntar aja deh …
BTW, ada yang mau bikinin poster untuk FF ini pweasee… gue gak bisa bikin poster!*nangisdiketekKey

Nah, Comment and like are LOVE for me! Gomawo (_ _)

PART 2
> CONTINUE READING

119 thoughts on “[2minjjong] A LIE – PART 1 of ?

  1. 2min itu sweetttttt bgt.. Deh sumpahhhh…

    Jjoooonggg andwe… Jangn jongtae..
    Tae… Setia oke,,,
    Next…

  2. muke gile yu taeby. laki banting pintu(?) eh banting tulang cri nafkah(?), yu main serong.
    dasar suami -istri- durhaka.

  3. muke gile yu Taeby. laki banting pintu(?) eh banting tulang cri nafkah(?), yu main serong.
    ck, suami-istri- durhaka.gkgk

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s